Jawa Timur Juara Umum Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018, Nurul Iqamah Sabet Emas Hari Terakhir

Pada Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 yang berlangsung di Solo Sport Climbing Center, Kompleks Stadion Manahan, Solo 27 November-2 Desember, Jatim kembali menjadi nomor satu. Mereka total mengumpulkan delapan emas, enam perak, dan tiga perunggu. (suaramerdeka.com)

Solo- Atlet panjat tebing putri Nusa Tenggara Barat (NTB), Nurul Iqamah, menuntaskan hari terakhir Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 dengan meraih medali emas. Pada final nomor combined putri yang digelar, Minggu (2/12), atlet kelahiran Bima, 6 Mei 1995, sukses menjadi yang terbaik. Nurul mencatat 2 poin di kategori speed, 1 poin di kategori boulder, dan 4 poin di kategori lead. Catatan tersebut sukses membuatnya unggul dari atlet tuan rumah yaitu Jawa Tengah, yang mendapat medali perak. Jawa Tengah yang menurunkan Aries Susanti Rahayu, mendapat medali perak dengan perolehan 1 poin di kategori speed, 2 poin di kategori boulder, dan 5 poin di kategori lead. Sementara itu, Widia Fujiyanti yang merupakan atlet Jawa Barat, meraih medali perunggu. Widia mencatat 3 poin di kategori speed, 3,5 di kategori boulder, dan 2 poin di kategori lead. Pada Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 yang berlangsung di Solo Sport Climbing Center, Kompleks Stadion Manahan, Solo 27 November-2 Desember, Jatim kembali menjadi nomor satu. Jawa Timur kembali menjadi juara umum dalam kejuaraan nasional panjat tebing, setelah pada Kejurnas 2017 di Jogjakarta, tim Kota Pahlawan itu menjadi juara umum. Untuk tahun ini, mereka total mengumpulkan delapan medali emas, enam perak, dan tiga perunggu. Medali emas Jatim didapat dari nomor boulder perorangan putra, boulder perorangan putri, boulder tim putra, lead tim putra, lead tim putri, speed klasik putra, speed track perorangan putri, dan combined putra. Sementara, medali perak didapat dari nomor speed WR rellay putra, speed WR rellay putri, boulder perorangan putra, boulder tim putri, speed klasik perorangan putra, dan speed klasik perorangan putri. Dan medali perunggu didapat dari nomor lead perorangan putri, speed klasik perorangan putri, dan speed track perorangan putra. Manajer sekaligus pelatih Kontingen Jatim, Galar Pandu Asmoro mengaku, bersyukur dengan pencapaian saat ini lantaran melihat persaingan dari Jawa Tengah dan dari daerah lain sudah mulai ketat. “(Persaingan ketat) dari hari pertama, terlebih dengan Jateng sebagai tuan rumah,” ujar Galar, pada Minggu (2/12). Galar juga menyebutkan, perolehan emas kali ini mampu melebihi target emas yang dicanangkan. “Kalau target Jatim lima emas. Ini lebih dari target,” ungkapnya. Meski demikian, Galar mengakui ada target nomor yang meleset di samping nomor lain yang sesuai target. Nomor tersebut yakni speed WR rellay yang baik putra maupun putri direbut Jawa Tengah. Menurutnya, hasil ini bisa dicapai karena Jatim memiliki pola pembinaan yang baik. “Kami dari tim Jatim puslatda (pemusatan latihan daerah) jangka panjang. Jadi, selalu nyambung dan kontinyu,” katanya. Ketua Umum Pengda FPTI Jatim, Danu Iswara, senang Jatim bisa mempertahankan gelar juara umum. Namun, ia mengakui akan ada evaluasi yang dilakukan usai Kejurnas. “Banyak yang perlu dievaluasi juga karena ga semua provinsi hadir dan ada provinsi lain yang persiapannya belum maksimal,” katanya. Menurutnya, Jatim akan memperkuat nomor speed karena masih didominasi Jawa Tengah. Sementara itu, peringkat kedua diduduki Jawa Tengah dengan empat emas, empat perak, dan tiga perunggu. Emas Jateng didapat dari speed WR perorangan putri, speed WR rellay putra, speed WR rellay putri, dan boulder tim putri. Medali perak didapat dari speed WR perorangan putra, boulder tim putra, lead perorangan putra, dan combined putri. Perunggu diperoleh dari speed WR perorangan putri, lead tim putri, dan combined putra. Peringkat ketiga diduduki DKI Jakarta dengan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu. Emas DKI didapat dari speed WR perorangan putra dan speed track perorangan putra. Lalu, Perak dari speed WR perorangan putri, sedangkan perunggu dari speed WR rellay putri, lead perorangan putra, dan speed track perorangan putri. (Adt)

Perenang 16 Tahun Klub Belibis Pecahkan Rekor Nasional, Patricia Yosita Jadi Ratu Gaya Bebas

Perenang klub Belibis Riau, Azzahra Permatahani, yang masih berusia 16 tahun, memecahkan rekor nasional nomor 200 Meter Gaya Ganti Perorangan Putri, pada hari kedua 2nd Indonesia Open Aquatic 2018, Minggu (2/12). Siswa kelas XII SMA Cendana Rumbai ini, mematahkan rekornya sendiri, yang tercipta pada 2017 (02.17.42). (metrotvnews.com)

Jakarta- Perenang klub Belibis, Azzahra Permatahani, gemilang pada hari kedua 2nd Indonesia Open Aquatic Championship 2018, di GBK Aquatic Stadium, pada Minggu (2/12). Melesat menjadi yang terdepan untuk meraih emas (02.16.71), Zahra, sapaanya juga memecahkan rekor nasional nomor 200 Meter Gaya Ganti Perorangan Putri. Dara kelahiran Jakarta, 7 Januari 2002 itu mematahkan rekor miliknya sendiri, yang tercipta pada 2017 (02.17.42). Wakil klub MNA Surabaya, Ressa Kania Dewi, mendapat perak (02.18.85). Perunggu dikantongi perenang HIU, Adinda Larasati (02.25.30). “Kaget sih memecahkan Rekor Nasional, karena memang nggak ada rencana untuk memecahkan Rekor. Awalnya cuma menajamkan best time sendiri,” ucap zahra. Siswa kelas XII SMA Cendana Rumbai ini, juga mengukir medali emas nomor 1500 Meter Gaya Bebas Putri (17.25.04). Lalu, Raina Saumi dari klub ESC, di poisis dua (17.31.90). Perenang klub TH, Izzy Dwifaiva, harus puas dengan perunggu (18.11.47). Sedangkan atlet cantik klub MNA Surabaya, Patricia Yosita Hapsari, menjadi ratu pada nomor 100 Meter Gaya Bebas Putri. Atlet kelahiran Jakarta, 30 Juli 1995 ini, layak mendapat emas, usai mengantongi waktu tercepat 57.97 detik. Menyusul perenang klub HIU, Adinda Larasati (58.17). Posisi tiga atau perunggu, diduduki Sagita Putri yang membela klub TCS (59.10). Perenang andalan Indonesia, Gede Siman Sudartawa kembali unjuk gigi. Kali ini Siman yang membela klub MNA Jakarta mengunci titel kampiun nomor 50 Meter Gaya Punggung Putra. Catatan waktu Siman (25.58) menjadi yang tercepat dan berhak mengantongi emas. Menyusul di tempat kedua ada perenang Pari Sakti, Dwiki Anugrah, mendapat perak (27.31). Dan Farrel Armandio, yang membela klub Kraken AQ, mendapat perunggu (27.62). Untuk nomor 50 Meter Gaya Punggung Putri, emas berhasil diraih perenang Petrokimia, Nurul Fajar (30.43). AA Istri Kania dari klub MNA Jakarta menempati peringkat dua (30.59). Perenang klub MNA lainnya, Sofie Kemala, harus puas dengan perunggu (30.80). 100 Meter Gaya Bebas Putra dikuasai perenang ESC, Triadi Fauzi (51.50). Perak dikantongi sesama perenang ESC, Ricky Anggawijaya (51.80). Dan Erick Ahmad Fathoni dari klub Aquarius, mendapat perunggu (52.17). Persaingan sengit juga terjadi di nomor 200 Meter Gaya Ganti Perorangan Putra. Emas berhasil diraih Aflah Fadlan wakil dari klub Aquarius (02.04.81). Perak dikantongi Dwiki Anugrah, dari klub Pari Sakti (02.08.57). Dan I Putu Wirawan dari klub Bali Pari, meraih perunggu (02.09.27). Aflah Fadlan Prawira juga mendapat emas 800 Meter Gaya Bebas Putra. (08.15.35). Disusul Joe Aditya yang membela klub Pari Sakti, meraih perak (08.22.03). Sementara wakil Aquarius lainnya, Reza Bayu Prasetyo mengantongi perunggu (08.22.39). Pada Senin (3/12), akan memainkan nomor 200 Meter Gaya Bebas Putra dan Putri, 50 Meter Gaya Dada Putra dan Putri, 200 Meter Gaya Kupu-kupu Putra dan Putri, 4×50 Meter Gaya Bebas Estafet Putra dan Putri, serta 4×100 Meter Gaya Ganti Estafet Putri. Sementara cabang Polo Air Putra, juga akan mulai bertanding DKI Jakarta A melawan Jawa Timur, Jawa Barat kontra Jambi DKI Jakarta B menghadapi Sumatera Selatan pada sesi pagi hari mulai Pukul 08.30 WIB, dan dilanjutkan sore hari Pukul 15.00 WIB yakni DKI Jakarta A kontra Merauke Jawa Barat melawan DKI Jakarta B. (Adt)

Tembus Dominasi Korsel, Angelica Irena Terhenti di Final Ajang Soft Tennis Championships 2018

Angelica Irena Lontoh (21 th), satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke babak akhir The 4th Indonesia Soft Tennis Championships 2018, harus mengakui keunggulan atlet Korea Selatan, Jin Sua. Irena, sapaannya, takluk di nomor final tunggal putri dengan skor 2-4. (tribunnews.com)

Denpasar- Kubu tuan rumah terpaksa harus gigit jari dalam ajang The 4th Indonesia Soft Tennis Championships 2018, di Lapangan Tenis KONI Bali Denpasar, Minggu (2/12). Angelica Irena Lontoh, satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke babak akhir, harus mengakui keunggulan atlet Korea Selatan, Jin Sua. Irena, sapaannya, akhirnya takluk di nomor final tunggal putri 2-4. Usai dikalahkan, mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul Jakarta ini mengakui, dirinya memang kalah teknik dan strategi. “Kami akui, bila teknik Jin Sua lebih matang,” ujarnya. Pemain kelahiran Manado, 17 Oktober 1997 ini, menerankan, dirinya berawal dari tenis lapangan, namun sejak 2014 beralih ke soft tennis. “Saya masuk cadangan skuad timnas Asian Games 2018 lalu,” ucapnya. Timnas soft tennis Indonesia akhirnya merebut satu medali perak dan perunggu pada Asian Games. Dengan hasil itu, memastikan tim Korea Selatan menyapu bersih semua gelar dari enam nomor pertandingan di ajang ini. Sehari sebelumnya, putra putri asal Negeri Ginseng telah berada di podium tertinggi nomor beregu, ganda putra dan putri. Indonesia hanya kebagian tiga perak dari tunggal putri (Angelica) serta beregu putra putri, lima perunggu dari tunggal putra (Risky Saputra), beregu putra dan putri, serta ganda putri (Angelica/Sharon Watupongoh), dan ganda putra (Hemat Bhakti Anugrah/Fernando Daniel Sanger). “Kami tak terkejut dengan hasil ini. Usai Asian Games 2018, Pelatnas Soft Tenis juga berakhir. Semua Atlet dipulangkan dan mereka hanya berlatih sekedarnya di daerah masing-masing.” tutur Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Soft Tenis Seluruh Indonesia (PP Pesti), Ferly Montolalu. “Namun kami juga bersyukur dengan hasil yang didapatkan oleh Angelica di turnamen ini. Dia memang bersiap lebih baik karena mengikuti serangkaian kegiatan, mulai dari Kejurnas di Manado, awal November hingga Kejuaraan Dunia Yunior di Korsel, pekan silam,” paparnya. Setelah turnamen internasional di Denpasar, Bali, PP Pesti memiliki agenda untuk melakukan seleksi pembentukan Timnas Merah Putih yang akan berlaga di ajang multi event SEA Games 2019 di Manila, Filipina. “PP Pesti mengundang 20 pemain, putra maupun putri untuk melakukan pemusatan latihan bersama, sebelum diseleksi sebagai kerangka tim Indonesia SEA Games 2019,” tutur Ketua Panitia Pelaksana The 4th Indonesia Soft Tennis Championships, Agus Rosadi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PP Pesti. (Adt) Hasil Final Minggu (2/12) Tunggal Putra Park Jae Kyu (Korsel) v Kim Sun Min (Korsel) 4-1 Tunggal Putri Jin Sua (Korsel) v Angelica Irena Lontoh 4-2 Ganda Putra Park Sang Min / Yoon Hyoung Wook (Korsel) v Park Kyu Cheol /Seo Kyo Weon (Korsel) 5-1 Ganda Putri Ko Eun Gi / Yun So Ra (Korsel) v Cho Hye Jin / Jin Su A (Korsel) 5-0

24 Student Athlete Terbaik Indonesia Lolos Ke AS, Empat Orang Masih Berstatus Siswa Kelas X

Dendy Sean (tengah), Marketing Director MPM Motor Honda, bersama dengan Most Valuable Player (MVP) Honda DBL Camp 2018, yakni Andreas Marcellino Bonfilio (kiri/putra) dan Namira Ramandha (kanan/putri). Honda DBL Indonesia All-Star 2018 ini, nantinya akan menimba ilmu di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Februari 2019. (DBL)

Surabaya- Setelah lima hari penyelenggaraan, terpilihlah 24 student-athlete putra dan putri terbaik dari seluruh Indonesia. Melalui proses persaingan dan seleksi yang sangat ketat, para Honda DBL Indonesia All-Star 2018 nantinya akan menimba ilmu di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Februari 2019. Dari total 24 orang yang terpilih, dua putra dan dua putri diantaranya merupakan pelajar kelas X. Mereka yakni Juan Alexander dari SMA Soverdi Tuban, Mario Davidson dari SMA Karangturi Semarang, Brylia Tumanduk dari Manado Independent School, dan Putu Putri Nandini dari SMAN 2 Denpasar. Sebagai informasi, di perhelatan 2018, Honda DBL membuat regulasi baru, yaitu pelajar kelas X bisa turut serta berpartisipasi mengharumkan nama sekolah. Hal ini membuktikan meski masih musim pertama, mereka bisa menunjukkan performa terbaiknya. Mario mengungkapkan jika dirinya tak menyangka lolos dan menjadi salah satu diantara 12 pemain terbaik se-Indonesia. Ia mengaku sebelum di Surabaya selalu dilatih oleh sang kakak, yang pernah menjadi salah satu partisipan Honda DBL pada 2010. Ia juga mempersiapkan fisik lebih besar, karena tahu akan diberi banyak drill latihan dalam sehari. “Tak hanya menemani latihan lay-up serta shooting, Kakak saya, Andre, selalu berpesan supaya lebih giat latihan bila ingin mengikuti jejaknya menjadi pemain profesional. Selain Papa dan Mama, Kakak punya dampak besar dalam dunia basket saya,” ujar pemain dengan tinggi 178 cm ini. Tak hanya itu, Provinsi Bali dan Jawa Timur dilabeli sebagai dua provinsi yang paling konsisten menyumbang student-athlete terbaiknya. Sejak 2008, Jawa Timur sudah mengirim total 34 pemain terbaiknya, hingga musim lalu. Di tahun ini, lima pemain yang terdiri dari tiga putri dan dua putra, tergabung dalam skuad Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Sedangkan Bali yang menyumbang pemain terbaiknya sejak 2009, berhasil menerbangkan dua putra dan tiga putri di 2018, ke Amerika Serikat. Di tahun ke-11 penyelenggaraanya, Andrew Vlahov, Head Coach World Basketball Academy serta International Coach Honda DBL Camp 2018 menuturkan, bilaa musim ini sangat luar biasa. Secara skill, campers memiliki kemampuan yang merata. Bahkan di setiap step seleksi, sejak best 50, best 24, Wild Card, hingga Honda DBL Indonesia All-star 2018 para coach dibuat kesulitan memilih mereka. “Di tahun ini, campers terutama putra, memiliki fundamental yang lebih bagus, dibanding musim sebelumnya. Harapannya, tahun ini outputnya akan lebih kuat,” ujar Andrew. Azrul Ananda, Founder dan CEO DBL Indonesia menjelaskan para Honda DBL All-Star 2018 memiliki average tinggi yang bagus dan didukung dengan tubuh atletis. Tak hanya itu, secara skill fundamental campers juga sudah meningkat. Ini menunjukkan jika akar basket di Indonesia berupa pengembangan di kota-kota lain sudah mulai membaik. Selain dari segi fundamental yang membaik di tiap-tiap kota, empat siswa kelas X yang berhasil lolos dan masuk kedalam skuad Honda DBL Indonesia All-Star 2018, adalah sebuah “berlian” yang berhasil ditemukan. “Sekusam apapun situasi, berlian akan muncul. Ini sangat bagus karena artinya pengembangan basket di kota-kota membaik. Tinggal lihat akankah mereka terpilih kembali tahun depan atau tidak. Pasalnya, akan ada kelas sepuluh lain di musim depan yang akan bersaing dengan mereka,” tutup Azrul. (Adt) Honda DBL Indonesia All-Star 2018 Dalam Angka 6 Enam dari 12 putri dan 1 dari 12 Honda DBL Indonesia all-star 2018 merupakan skuad musim lalu 4 Empat dari 24 putra dan putri Honda DBL Indonesia All-Star adalah siswa kelas X Bali dan Jawa Timur jadi provinsi penyumbang Honda DBL Indonesia All-Star terbanyak musim ini. Keduanya menyumbang dua putra dan tiga putri. Jawa Timur jadi provinsi terproduktif dengan menyumbangkan pemain terbaiknya sejak tahun 2008 tanpa henti. Total ada 39 student athlete yang sudah menjadi bagian dari Honda DBL Indonesia All-Star. Sulawesi Selatan pun kembali menyumbang pemainnya ke Honda DBL Indonesia All-Star, setelah terakhir terjadi pada 2014.

Siman Masih Raja 100 Meter Gaya Punggung Putra, Perenang Tangsel 18 Tahun Turut Sabet Emas

Hari pertama event 2nd Indonesia Open Aquatic Championship 2018, menggelar delapan nomor final di GBK Aquatic Stadium, Sabtu (1/12). Perenang andalan Indonesia, I Gede Siman Sudartawa, yang tampil untuk klub Millennium Aquatic (MNA) Jakarta, melesat menjadi raja pada nomor 100 Meter Gaya Punggung Putra. (istimewa)

Jakarta- Hari pertama gelaran 2nd Indonesia Open Aquatic Championship 2018, menggelar delapan nomor final di GBK Aquatic Stadium, Sabtu (1/12). Perenang andalan Indonesia, I Gede Siman Sudartawa, yang tampil untuk klub Millennium Aquatic (MNA) Jakarta, melesat menjadi raja pada nomor 100 Meter Gaya Punggung Putra. Mengukir catatan waktu 56.68 detik, Siman pun berhak atas medali emas. Perak dikantongi Ricky Anggawijaya yang membela Elite Swimming Club/ESC (57.62), dan Farrel Armandio dari klub Kraken AQ mendapat perunggu (57.65). Lalu, Nurul Fajar Fitriyati dari klub Petrokimia, meraih emas nomor 100 meter gaya punggung putri (01.03.96). Posisi dua atau perak diraih perenang Belibis, Azzahra Permatahani, (01.06.35). Sementara Dewi Novita yang membela Elang Laut, mendapat perunggu (01.06.70). Aflah Fadlan Prawira dari klub Aquarius Bandung, menjadi penguasa di nomor 400 Meter Gaya Bebas Putra (03.55.41). Menyusul di tempat kedua atau perak diraih Joe Aditya dari Pari Sakti (04.01.01), sementara perunggu diraih Agus Nuarta dari klub TB Denpasar (04.03.73). Di 400 Meter Gaya Bebas Putri dikuasai perenang Tri Cakti Semesta (TCS) Semarang, Sagita Putri, berhak mendapat emas (04.26.53). Perak diraih perenang ESC, Raina Saumi, (04.27.08) dan perenang Aquarius, Prada Hanan, berhak atas perunggu (04.30.72). Persaingan sengit tersaji di nomor 200 Meter Gaya Dada Putra. Perenang muda ESC asal Tangsel yang masih berusia 18 tahun, M Dwiky Raharjo, menyabet emas usai menorehkan waktu dua menit 19 detik.23. Perenang Bali Pari, Pande Made Iron berhak atas perunggu (02.19.76). Dan perak dikantongi Gerdi Zulfitranto dari klub MNA Jakarta (02.22.52). Untuk 200 Meter Gaya Dada sektor Putri, emas dikuasai AT Vanessae Evato dari klub Belibis Riau (02.33.01). Wakil Belibis lainnya, Azzahra Permatahani, berhak atas perak (02.33.55). Sedangkan Ressa Kania dari klub MNA Surabaya, harus puas dengan perunggu (02.36.82). 50 Meter Gaya Bebas Putra juga berjalan seru. Perenang ESC, Triadi Fauzi berhasil menjadi yang tercepat dan mengantongi emas (23.29). Perenang MNA Surabaya, Glenn Victor membuntuti di posisi dua (23.40). Perunggu diraih Danandra Indra dari klub MNA Surabaya (24.05). Perenang MNA Jakarta, AA Istri Kania jadi yang tercepat untuk nomor 50 Meter Gaya Bebas Putri (26.62), disusul Adinda Larasati dari klub HIU surabaya di posisi dua menggenggam perak (26.82). Perenang MNA Surabaya, Patrisia Yosita terpaksa mendapat perunggu (27.12). Pada Minggu (2/12), 2nd Indonesia Open Aquatic Championship, akan memainkan sembilan nomor cabang renang. Esok hari event ini juga akan memainkan cabang olahraga Polo Air Putri, Jambi melawan Sumatera Selatan dan Jawa Barat kontra DKI Jakarta. Ke-9 nomor itu yakni 1500 Gaya Bebas Putri, 800 Gaya Bebas Putra, 50 Meter Gaya Punggung Putra dan Putri, 100 Meter Gaya Bebas Putrai dan Putri, 200 Meter Gaya Ganti Perorangan Putra dan Putri, serta 4×100 Meter Estafet Putri. Kesemua nomor akan dimulai pukul 08.00 WIB. (Adt)

Usai Gelar Piala Kadispora 2018, Bali Kembali Gulirkan Turnamen Basket ASW Cup KU 14 Tahun

Gelaran Kadispora Cup 2018 untuk pelajar tingkat SMA, pada Oktober lalu berlangsung sukses di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Mulai 2-8 Desember, di tempat yang sama kembali bergulir turnamen basket bertajuk ASW Cup 2018 KU (kelompok umur) 14 Tahun dan senior. (wartabali.com)

Denpasar- Sukses dengan Kadispora Cup, Dinas Kepemudaan dan olahraga Provinsi Bali kembali menggelar turnamen basket. Dengan titel All Star Winner (ASW) Cup 2018 yang bekerjasama dengan Perbasi Denpasar. Kadispora Cup 2018 yang diperuntukkan untuk para pelajar tingkat SMA Oktober lalu berlangsung sukses. Oleh karena itu, demi lebih menggalakkan perkembangan basket di Bali, Dispora setempat menggelar turnamen yang lebih luas lagi. Kali ini bertajuk All Star Winner Cup 2018, turnamen basket untuk dua kategori umur, yakni Kelompok Umur (KU) 14 tahun dan Senior Putra. Tujuan diadakannya ASW Cup 2018, selain ingin memajukan olahraga di Bali, diharapkan bisa menjaring talenta muda Bali khususnya kelompok umur 14 tahun. Turnamen ini digelar di GOR Ngurah Rai, Denpasar, mulai 2 hingga 8 Desember. Sebanyak tujuh tim U-14 dan 9 tim senior putra tampil di turnamen dengan total hadiah Rp 20 juta. Selain itu, juga dilombakan kontes slam dunk dan ajang three point. Event yang digagas oleh pendiri ASW yakni Ali Santoso Wibowo ini rencananya akan ruti dijadikan kegiatan tahunan yang berperan dalam kemajuan bola basket di Pulau Dewata. “Komitmen kami yang utama adalah ingin memajukan olahraga di Bali. Namun untuk saat ini fokus kami adalah bola basket. Ke depannya kami ingin Bali menjadi salah satu sentral percontohan tidak hanya dari segi pembinaan olahraga di berbagai cabang, tapi juga dari segi pelaksana kegiatan olahraganya,” ujar Ali pada Sabtu (1/12). Pada acara ini hadir juga ketua panitia ASW Cup 2018 yang juga mantan pebasket nasional, Cokorda Raka Satrya Wibawa. Wiwin, sapaan Cokorda, berharap event ini bisa menambah jam terbang pemuda di klub-klub basket lokal. Ia menyadari perkembangan bola basket di seluruh daerah tak bisa dipisahkan dari peran serta klub-klub yang ada. “Saya berharap banyaknya mantan pemain profesional yang ikut berpartisipasi di kategori senior seperti Andrie Ekayana, Dimaz Muhari, Merio Ferdiansyah dan lainnya bisa mengedukasi para pemain muda di kelompok umur 14 tahun agar bisa lebih maju,” papar Wiwin yang kini bekerja sebagai PNS Dispora Bali. Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum Perbasi Kota Denpasar, Gede Wahyu terkai ASW Cup 2018 dan siap mendukung acara ini berlangsung. “Kami ucapkan terima kasih kepada ASW yang berkomitmen memajukan basket, khususnya di Bali. Perbasi Provinsi Bali dan juga Pengkot Denpasar, siap menyukseskan event ini,” tegas Wahyu. (Adt) Tim ASW Cup 2018 Kelompok Umur (KU)-14 tahun Juanda Bogor Sonic Samarinda Elite Denpasar ABC Denpasar Gema Tabanan Black Stallions Denpasar Merpati Denpasar SENIOR PUTRA Barberbar Jakarta Flying Wheel Makassar BBM Surabaya Black Stallions Denpasar Raket Denpasar GGC Denpasar Mangupura Badung Takapit Denpasar Wrong Island Denpasar

Gagal di Ganda Campuran, Atlet 21 Tahun Incar Juara di Turnamen Internasional Soft Tenis di Bali

Atlet Indonesia, Angelica Irena Lontoh (21 tahun) lolos ke babak final nomor tunggal putri, turnamen Tennis Championships 2018 The 4 th Indonesia Soft, di Lapangan Tenis KONI Bali, Jalan Angsoka, Denpasar, Bali. Irena akan menghadapi wakil Korea Selatan, Jin Sua, pada Minggu (2/12). (suaramerdeka.com)

Denpasar- Atlet soft tenis Indonesia, Angelica Irena Lontoh (21 tahun) sukses melangkah ke babak puncak nomor tunggal putri, turnamen Tennis Championships 2018 The 4 th Indonesia Soft, yang berlangsung di Lapangan Tenis KONI Bali, Jalan Angsoka, Denpasar, Bali. Pada babak perempat final, Jumat (30/11), Irena sukses menepiskan perlawanan kompatriotnya, Runi Utama, dengan skor 4-1. Dan di semi final, pemain kelahiran Manado, 17 Oktober 1997 ini, kembali mengalahkan rekan senegara, Sharon Cornelia Watupongoh, 4-2. “Tentu senang bisa masuk final. Selangkah lagi bisa mewujudkan target meraih juara di turnamen ini,” tutur Irena, sapaannya, usai laga semi final, pada Jumat (30/11). Di final, Irena menantang Jin Sua, yang memenangi babak empat besar atas sesama wakil Korea Selatan, Ju Seul Gi 1 retired. “Pemain Korsel memang sulit dikalahkan, namun saya optimistis mampu mengatasinya,” tutur mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul Jakarta ini. “Bola itu bundar, segala kemungkinan bisa terjadi di atas lapangan. Saat kita serahkan segala sesuatunya kepada Tuhan, yang pun mustahil akan menjadi mungkin,” imbuhnya. Tak hanya nomor tunggal, Irena sejatinya juga melangkah mulus ke semifinal di nomor ganda putri. Berpasangan dengan Sharon Cornelia Watupongoh, akhirnya pasangan ini disingkirkan oleh duet Ko Eun Ji/Yun So Ra (Korsel) dengan skor 4-2, pada laga yang terjadi di Sabtu (1/12). Sayangnya, langkah gemilang Irena gagal diikuti atlet tuan rumah di nomor tunggal putra. Lima wakil Merah Putih yang lolos perempat final tak kuasa menahan sepak terjang tiga atlet Korea Selatan. Irfandi Hendrawan kandas di tangan Park Jae Kyu 0-4, sedangkan Hemat Bakti Anugerah kalah dari Kim Sun Min 2-4. Kendati sempat memberikan perlawanan sengit, Fernando Daniel Sanger harus mengakui keunggulan Yoon Hyoung Wook 3-4. Sementara itu, Risky Saputra yang memenangi perang saudara atas Ragil Wahyudiono 4-2, juga tak mampu mengadang langkah Kim Sun Min di babak empat besar. Risky yang meraih emas tunggal putra Kejurnas Soft Tenis di Manado awal bulan ini, harus menelan pil pahit paska dilumat dengan skor 0-4 oleh Kim. All Korean Final pun tak terelakkan bakal mewarnai partai puncak nomor tunggal putra, mempertemukan dua wakil Korea Selatan, Park Jae Kyu dan Kim Sun Min. Partai final tunggal putra dan putri dijadwalkan berlangsung Minggu (2/12). Indonesia menurunkan skuat Asian Games 2018, di antaranya peraih perak Alexander Elbert Sie yang akan berduet dengan Irfandi Hendrawan, Prima Simpatiaji berduet dengan Sunu Wahyu Trijati, serta pada ganda putri, Dwi Rahayu Pitri dan Voni Darlina. (Adt)

Kunjungi Jakarta, Pegolf Putri Nomor 1 Dunia Asal Thailand Beri Resep Sukses ke Atlet Junior Indonesia

Pegolf putri ranking satu dunia versi LPGA (The Ladies Professional Golf Association), Ariya Jutanugarn, yang baru berusia 23 tahun, berbagi pengalaman dengan pegolf junior Indonesia dalam acara “Golf Inspiration”. (beritasatu.com)

Jakarta- Pegolf putri ranking satu dunia versi LPGA (The Ladies Professional Golf Association), Ariya Jutanugarn, berbagi pengalaman dengan pegolf junior Indonesia dalam acara “Golf Inspiration”. Pegolf asal Thailand itu ingin menularkan passion dalam golf kepada pegolf muda Indonesia. Jutanugarn berbagi inspirasi di depan 50 pegolf junior dalam acara yang digelar SCG (Siam Cement Group) di Jakarta, pada Sabtu (1/12). Ia mengaku, sangat mencintai golf dan yakin jika olahraga ini adalah passion-nya. Didorong dengan semangat yang sama, Jutanugarn dan SCG ingin menginspirasi orang lain untuk mengejar mimpi mereka. “Apa yang saya pelajari dari kisah sukses kebanyakan orang adalah, bahwa mereka bekerja bukan karena uang, tapi karena cinta,” ujar Jutanugarn. “Orang yang sukses juga memiliki tujuan jelas yang mendorong mereka menghargai hidup setiap hari dan mengetahui apa yang akan mereka lakukan saat bangun di pagi hari,” lanjutnya. Ia pun melihat semangat yang luar biasa dari generasi muda Indonesia mengejar passion mereka dan menjadi orang yang lebih baik setiap harinya. “Tips dari saya untuk berhasil mengejar passion mereka adalah, pahami dan temukan passion sesungguhnya, dan selalu berikan usaha 110% meraih passion atau impian tersebut” jelasnya. Sementara itu, Country Director SCG Indonesia, Nantapong Chantrakul, menambahkan, olahraga adalah sarana yang baik untuk membangun kepercayaan diri generasi muda, mendorong perkembangan ekonomi dan menciptakan perdamaian di kawasan regional. “Bagi SCG, olahraga adalah salah satu energi pendorong pembangunan masyarakat dan negara. Acara ini menjadi bagian dari passion kami, mendukung perkembangan olahraga. Kami yakin bahwa olahraga berdampak positif pada generasi muda dalam hal mengembangkan potensi diri,” jelas Nantapong. SCG telah mendukung Jutanugarn sejak ia memulai karir golf profesionalnya. Sejak kecil, Jutanugarn adalah pegolf muda yang penuh semangat dan memiliki dedikasi yang kuat, moral yang baik, dan ketekunan. Dara kelahiran Bangkok, 23 November 1995, adalah golfer pertama Asia Tenggara, yang menduduki peringkat pertama di LPGA. Pada usia 21 tahun 6 bulan 20 hari, wanita yang akrab disapa May ini adalah pegolf wanita termuda kedua, yang meraih pucuk ranking pegolf wanita dunia. Ia menjadi pegolf Thailand pertama, yang akhirnya memiliki gelar nomor satu dunia. Belum pernah ada pegolf Thailand, baik laki-laki atau perempuan, di nomor satu dunia sebelumnya. “Jutanugarn adalah teladan bagi orang yang memiliki semangat ‘Passion for Better’. Dan kami lihat banyak potensi di dalam dirinya. Saat ini, kami berkolaborasi dengan Jutanugarn untuk membagikan passion-nya kepada para pemuda Indonesia,” pungkasnya. (Adt)

Spiderwoman Aries Susanti Sabet Emas Speed World Record, Pemanjat Junior Berthdigna Taklukan Atlet Pelatnas

Aries Susanti Rahayu (Jawa Tengah) meraih medali emas nomor speed world record putri Kejurnas Panjat Tebing di Solo, Jawa Tengah, usai mengalahkan rekan satu Pelatnas Puji Lestari (kiri), pada Jumat (30/11). Sementara, pemanjat junior 19 tahun, Berthdigna Devi Surya Kusuma (kanan), mendapat perunggu. (FPTI)

Solo- Perebutan medali emas nomor speed world record putri kejuraan nasional (Kejurnas) XVII seakan mengulang momen Asian Games 2018 lalu. Spiderwomen Grobogan Aries Susanti Rahayu, kembali berduel dengan Puji Lestari di Solo Sport Climbing Center, Kompleks Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (30/11). Mewakili Jawa Tengah, Aries memenangi duel panas, dengan Puji, usai mencatat catatan waktu 7,76 detik. Sedangkan Puji yang merupakan utusan DKI Jakarta, mengoleksi waktu 8,92 detik. Di pertandingan lain, suasana panas juga terjadi dalam perebutan medali perunggu. Atlet 19 tahun asal Blora, Berthdigna Devi Surya Kusuma berhadapan dengan atlet nasional asal Banten, Rajiah Salsabillah. Bertha, sapaanya, yang membela Jawa Tengah, berhasil memenangkan pertandingan, setelah Rajiah sempat terpeleset. Catatan waktu Bertha 8,74 detik, sedangkan Rajiah 8,85 detik. Bagi mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, Fakultas Bisnis ini begitu berkesan, karena dirinya bisa mengalahkan atlet nasional dan lebih senior darinya. “Nggak nyangka, Alhamdulillah banget bisa menang,” ujar dara kelahiran Kudus, 21 September 1999. Kemenangan Bertha disambut positif oleh Puji dan Aries. Ini menunjukkan adanya regenerasi yang bagus di speed. “Semoga akan ada lebih banyak atlet-atlet junior yang berprestasi sehingga panjat tebing semakin dikenal luas oleh masyarakat,” ujar Aries kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 21 Maret 1995 itu. Sementara itu, dibagian putra, Aspar Jaelolo (DKI Jakarta) berhasil mengunci medali emas nomor speed world record setelah menyingkirkan rekan satu Pelatnas Alfian M. Fajri (Jawa Tengah). Aspar berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 6,78 detik, sedangkan Alfian hanya mencetak waktu 7,30 detik. Lalu, Pangeran Septo Wibowo Siburian yang merupakan atlet Pelatnas harus rela menyerahkan medali perunggu akibat kalah cepat dengan Wira Hutanianto. Catatan waktu Wira 5,95 detik, sedangkan Pangeran 6,96 detik. Wira mengaku bangga dengan perolehan medali perunggu ini. Ia tak menyangka mampu mengalahkan atlet nasional yang jam terbangnya jauh lebih tinggi. “Saya senang sekali, nggak nyangka bisa satu karantina sama atlet-atlet Pelatnas. Ini pertama kalinya bagi saya,” tukas Wira. (Adt)

Kirim Sembilan Orang, Lima Atlet SKO Ragunan Lolos Delapan Besar Kejuaraan Bulutangkis Remaja di Singapura

Ganda putra SKO Ragunan yang turun di kategori U-17, M. Gibran Afriansyah/Gerardo Risqullah Hafiz, lolos ke babak perdelapan final Singapore Youth International Series 2018 di Singapura, Kamis (29/11), setelah mengalahkan rekan senegaranya, Dheva Asya Fikri/Bela Restu Gusti, yang berasal PPOP DKI dengan skor 21-15, 21-17. (Kemenpora)

Jakarta- Sebanyak lima atlet dari Sekolah Olahraga (SKO) Ragunan melangkah ke babak delapan besar Singapore Youth International Series 2018, pada Kamis (29/11) di Sport Hall Heartbeat Bedok, Singapura. Sukses pertama diraih Az-Azahra Putri Diana, di nomor tunggal putri, kategori dibawah usia 15 (U-15) Putri, sapaannya menang mudah dua set langsung 21-7, 21-16, usai menundukkan Nicole Gonzales Chaw asal Taiwan. Bermain cerdik di babak pertama dengan penempatan bola yang akurat dan dipojok lapangan, membuat Nicole gagal mengembangkan permaian, sehingga Putri berhasil dengan mudah mengakhiri game pertama, 21-7. Dibabak kedua, Nicole sempat memberi perlawanan lewat bola-bola lambung dan reli panjang. Namun, Putri mengatasinya dan mengunci laga, dengan skor 21-16. Kemenangan ini meloloskan dirinya ke partai perempat final, dan akan menantang unggulan kelima asal Jepang, Hina Akheci, pada Sabtu (29/11). Putri juga menjadi satu-satunya atlet pelajar asal Indonesia di kategori U-15, yang lolos ke babak perdelapan final. Keberhasilan Putri diikuti ganda putra asal SKO Ragunan yang turun di kategori usia dibawah 17 tahun (U-17), yakni M. Gibran Afriansyah/Gerardo Risqullah Hafiz. Duet remaja ini menghentikan rekan senegara, Dheva Asya Fikri/Bela Restu Gusti, asal PPOP DKI, 21-15, 21-17. Sementara itu, dobel U-19, M. Rezky Alfarezi/Azhar Zaim Zaidan pun tembus kebabak perdelapan final, paska menekuk pasangan Thailand, Retchapol Makkasasithom/Paramet Poomsarin melalui rubber game, 16-21, 21-13, 21-16. Dengan hasil di pertandingan di hari ketiga ini, total skuat SKO Ragunan berhasil meloloskan lima pemainnya melaju ke babak delapan besar, dari sembilan pemain yang di kirim dalam kejuaraan ini. Selain dari SKO Ragunan, atlet Indonesia lainnya berasal dari beberapa klub bulutangkis seperti Klub Jaya Raya, Klub Chandra Wijaya, Klub Djarum, Klub Sarwendah, Klub Victory, dan PPOP DKI Jakarta. Terkait SKO Ragunan, Kepala Bidang Sekolah Khusus Olahraga Asdep Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Pura Dermawan mengaku, pentingnya pengumpulan poin untuk meningkatkan peringkat individul atlet pelajar SKO Ragunan. “SKO Ragunan dibawah pembinaan Kemenpora, karenanya Kemenpora melalui Deputi Peeningkatan Prestasi Olahraga merasa perlu memfasilitasi sembilan atlet bulutangkis SKO Ragunan untuk mengumpulkan poin melalui kejuaraan seperti ini,” ujar Pura, pada JUmat (30/11). Kemenpora melalui Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahrga memfasilitasi sembilan atlet bulutangkis SKO Ragunan pada event ini. “Makin tinggi level eventnya, semakin banyak poin yang diraih. Artinya, makin banyak atlet binaan Kemenpora yang memiliki rangking individu yang tinggi,” katanya menambahkan. Singapore Youth International Series 2018 merupakan kejuaraan bulutangkis internasional level junior, yang masuk dalam kalender Badminton World Federation (BWF) dan Badminton Asia untuk menentukan perhitungan poin rengking individu. Kejuaraan yang berlangsung 26 November-2 Desember ini menampilkan nomor tunggal putra-putri dan ganda putra putri untuk kategori junior usia dibawah 13, 15,17 dan 19 tahun diikuti Indonesia, Jepang, China Taipei, Australia, Malaysia, Hongkong, Vietnam, Perancis, Thailand dan tuan rumah Singapura. (Adt)

Asian Open Short Track Speed Skating Trophy 2018 Diikuti 12 Negara, Sertakan Nomor Atlet Usia 11 Tahun

Ajang Asian Open Short Track Speed Skating Trophy 2018, yang berlangsung di Oasis Centre Arena (OCA), AEON Mall Jakarta Garden City, Jakarta Timur, pada 30 November - 2 Desember 2018, menjadi lompatan menuju SEA Games 2019. (Adt/NYSN)

Jakarta- Federasi Ice Skating Indonesia (FISI) siap menggelar Asian Open Short Track Speed Skating Trophy 2018, di Oasis Centre Arena (OCA), AEON Mall Jakarta Garden City, Jakarta Timur, pada 30 November – 2 Desember 2018. Gelaran kompetisi internasional pertama di Indonesia ini diikuti 113 atlet dari 12 negara. Yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, China Taipei, Korea, China, Hong Kong, Qatar, Australia, Jepang, dan India. Turnamen mempertandingkan lima nomor, di antaranya Senior, Junior A, Junior B, Junior C dan Junior D, serta 11 tahun. Sekaligus menjadi ajang unjuk skill menuju SEA Games 2019 Filipina Gatot S. Dewabroto, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), mengatakan melalui turnamen ini pemerintah memberi dukungan penuh yang tidak berhenti di Asian Games dan Asian Para Games 2018 saja. Ia menyebut cabang olahraga ice skating menjadi salah satu yang dipertandingkan di SEA Games 2019 Filipina. “Banyak event nasional dan internasional yang kami dorong. Tak hanya sport olympic, tapi juga non sport olympic program,” ujar Gatot, di Senayan, Jakarta, pada Jumat (30/11). “Turnamen dengan level Asia ini menjadi kesempatan bagi para atlet dalam menunjukkan kemampuannya menuju SEA Games 2019 di Manila,” lanjutnya. Sementara itu, Yovita Bellina, Sekertaris Jenderal (Sekjen) FISI, mengungkapkan Indonesia memiliki peluang besar meraih prestasi di ajang turnamen internasional ini. Sebab, jelasnya, para atlet telah berlatih selama dua bulan lebih, dan bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Kontingen ice skating Indonesia mengincar prestasi yang lebih tinggi diSEA Games yang berlangsung di Manila, Filipina pada 2019. Satu emas dan satu perak dari kategori putra dan putri target Federasi ICe Skating Indonesia (FISI) dari disiplin short track menyusul pencapaian mereka di SEA Games Kuala Lumpur, Malaysia, 2017 lalu. Kala itu, atlet Merah Putih berhasi membawa pulang satu perak dari nomor 500 meter putra dan 1 perunggu dari estafet beregu putri. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi FISI, Fitra Tara Mizar mengaku, optimistis atlet-atlet binaannya dapat mencapai prestasi yang lebih baik. “Target realistis kami adalah emas di 500 meter putra, dari Stafanus Wihardja. Saat di Malaysia dia dapat perak sehingga kami harapkan bisa genjot lagi, dan saat-saat ini adalah era keemasannya. Kalau di putri yang beregu itu yang kita andalkan dari yang semula perunggu menjadi perak,” ujar Fitra, pada Jumat (30/11). Fitra menambahkan, di Manila terdapat pengurangan nomor pertandingan dibandingkan dengan SEA Games sebelumnya. Di Kuala Lumpur terdapat 8 nomor yang dipertandingkan, di Manila baru diputuskan 6 nomor, yaitu 500 meter putra-putri, 1.000 meter putra-putri, dan 1.500 meter putra-putri. “Kalau yang 1.500 meter memang masih bargaining, negara-negara peserta masih mencoba melobi, kalau bisa jangan 1.500, tetapi beregu saja, karena peluang kita di beregu itu. Makanya, kita berharap beregu ada cuma dari tuan rumah memang belum fixed antara beregu sama 1.500 meter,” tambahnya. Fitra menjelaskan lawan terberat Indonesia saat ini masih sama, yakni Malaysia dan Thailand di nomor short track, serta Filipina di figure skating. Ia mengaku menuju ke Manila di akhir 2019, pihaknya sudah mengagendakan serangkaian turnamen uji coba yang akan diikuti di sepanjang tahun. Para ice-skater Merah Putih akan mengikuti Asian Skating Union Series yang terdiri dari empat seri. Kompetisi itu berlangsung di Tiongkok, Korea Selatan, Taipei, dan Jepang sejak Februari hingga Juni, pada 2019. Selain ajang uji coba, seri itu juga menjadi ajang pengumpulan poin Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing. Namun, untuk lolos, para atlet Indonesia harus lebih dulu berkompetisi dalam ajang Asian Open Short Track Speed Skating Trophy 2018, di Jakara. “Event di Jakarta ini salah satu kualifikasi di sirkuit Asia, sehingga harus ada limit waktu yang dipenuhi. Misalnya, di nomor track 500 meter putra, jika catatan waktunya nggak masuk 46 detik, berarti gagal tampil. Begitu juga putri, kalau catatannya kurang dari 50 detik, ya batal ikut di sirkuit Asia,” jelas Fitra. Untuk seri tersebut, FISI sudah menargetkan beberapa atlet yang ikut. “Kalau di putra ada Stefanus dan Yohannes, sementara putri ada empat yang kemarin ikut estafet di SEA Games 2017, yaitu Ratu Afifah Nur Indah, Alyssa Thirza Putri, Rahmah Osya, dan Gita Widya Yunika,” pungkasnya. (Adt)

Kejurnas PBSI 2018 Digelar di Jakarta Bulan Depan, Kelas Taruna Jadi Promosi Atlet Bulutangkis Muda

DKI Jakarta menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional PBSI 2018 pada 18-22 Desember. Sport Mall Kelapa Gading, bakal menjadi arena pertandingan kejurnas, yang dibagi menjadi dua bagian yakni divisi I dan divisi II. (twitter.com)

Jakarta- DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah penyelenggara kejuaraan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (kejurnas PBSI) 2018 pada 18-22 Desember. Sport Mall Kelapa Gading, bakal menjadi arena pertandingan kejurnas, yang dibagi menjadi dua bagian yakni divisi I dan divisi II. Tiga ketentuan peserta yang masuk ke divisi I adalah mereka yang memiliki kontribusi besar dalam mengirim atlet ke Pelatnas PBSI seperti provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Selain itu, para atlet/klub yang meraih gelar juara Divisi II pada kejurnas tahun sebelumnya, berhak tampil, serta para atlet tunggal dan ganda yang memiliki ranking 30 besar, dihitung dari satu bulan sebelum kejurnas. Dari segi usia, kejurnas juga dibagi menjadi dua bagian yaitu taruna (U-19) dan dewasa. Pada tahun genap, kejurnas kelas dewasa akan memainkan nomor beregu campuran yang memainkan nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri serta ganda campuran, sementara kelas taruna memainkan nomor perorangan. Kejurnas khususnya kelas taruna, menjadi salah satu tempat ujian para atlet muda, serta untuk meninjau hasil pembinaan bibit-bibit muda di klub. Penyebabnya, mereka yang akan menjadi generasi penerus pada masa datang. Adapun bagi para pemain top dunia, menjadi sebuah kebanggaan membela klub yang telah membesarkan nama mereka, pada turnamen nasional paling bergengsi ini. Kehadiran para pemain elite tentunya menambah semangat bagi para pemain muda di klub tersebut. Sampai saat ini, PBSI tengah menggodok waktu pendaftaran. Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, menyebut ajang itu menjadi kesempatan pebulutangksi taruna untuk melihat langsung aksi pemain elite. Di sisi lain, PBSI akan menggunakan sebagai salah satu penilaian promosi dan degradasi. “Kami memang mau memantau bibit-bibit muda lewat hasil pertandingan terakhir di kejurnas ini. Untuk persiapan jelang Kejurnas, kami akan persilahkan para atlet untuk bergabung ke klub masing-masing untuk memaksimalkan kesiapan mereka,” kata Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI. Susy menjelaskan, Kejurnas PBSI 2018 tentunya bukan jadi satu-satunya event yang menentukan promosi dan degradasi atlet. Faktor-faktor ini juga dilihat selama setahun penuh di rangkaian turnamen BWF World Tour 2018 yang mereka jalani. “Kami akan pulangkan semua atlet ke klub, jelang kejurnas. Nanti ada pemanggilan lagi usai kejurnas, mungkin awal tahun depan diumumkan daftar promosi dan degradasi,” ujar Susy. Dua tahun lalu, Kejurnas Bulutangkis di Solo, Jawa Tengah, PB Djarum Kudus menjadi kampiun, usai mengalahkan Jaya Raya Jakarta dengan skor 3-0. (Adt)

Anak Penjual Martabak di Solo, Jadi Juara Karate Internasional di Belgia

Nandana Putra Purnama (11), Siswa kelas V SD Al Islam 2 Jamsaren, Solo, diapit ayah dan ibunya didepan rumah mereka yang sederhana, serta membawa piala hasil juara di 3rd edition of International Karate Open of Province de Liege, Herstal, Belgia, 14-21 November lalu. (medcom.id)

Solo- Tak ada yang istimewa dari rumah berwarna krem di Jalan Ponconoko I, Tipes, Serengan, Solo, Jawa Tengah ini. Bahkan beberapa cat di bagian pintunya tampak telah mengelupas. Sebuah gerobak bertulis ‘Martabak Bagong’, terparkir di sisi timur rumah. Siapa sangka, rumah serta gerobak itu telah menjadi saksi bisu perjuangan Nandana Putra Purnama (12). Nanda, sapaannya, adalah juara internasional di ajang 3rd edition of International Karate Open of Province de Liege, Herstal, Belgia, pada 14-21 November 2018 lalu. Selain meraih emas di nomor kumite putra, ia juga mengukir medali emas untuk nomor Kata. “Di sini, kami masih ngontrak,” ungkap ayah Nanda, Rohman Sidik Purnomo, akhir pekan lalu, dilansir Medcom.id. Nanda adalah anak kedua dari pasangan Rohman Sidik Purnomo (41) dan Nuryani Puji Lestari (37). Sehari-hari, Rohman bekerja menjual martabak di Jalan Radjiman, Solo. Rohman berjualan setiap pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB. Sedangkan istrinya adalah ibu rumah tangga biasa. Penghasilan sebagai penjual martabak, lanjut Rohman, memang tak seberapa. Namun semangat Rohman untuk mengasah potensi anak keduanya dalam bidang karate tak pernah surut. Nanda, ucap Rohman, menggemari olahraga karate sejak duduk di kelas TK nol besar. Potensi bocah kelahiran Solo, 6 September 2007 itu, dipengaruhi oleh minat Nanda saat menonotn film laga Ultraman. “Sejak bayi, ia suka nonton Ultraman,” sahut Rohman sembari tertawa dan menunjukkan koleksi keping VCD film Ultraman di rumahnya. Selama menggeluti karate, seringkali Nanda mengikuti berbagai kompetisi karate. Hanya saja, mereka sering terbentur biaya pendaftaran, transportasi dan akomodasi. Terlebih jika kompetisi digelar di luar kota. Sebab, keluarga Rohman hanya mengandalkan penghasilan jualan martabak yang setiap hari tak tentu jumlahnya. “Kuncinya Nanda harus tahu tanggal kompetisi, minimal sebulan sebelumnya. Jadi, kami menabung lebih dahulu untuk bayar pendaftaran dan akomodasi,” terang Rohman. Ia menyebut akan menabung sehari Rp20ribu, jika Nanda memberi jadwal sebuah kompetisi. Selain kompetisi, Rohman mengaku perlengkapan karate tidaklah murah. Satu set perlengkapan mulai dari kostum, hingga pelindung dan sabuk, bahkan bisa mencapai Rp7 juta. Namun bukan Rohman namanya, jika menyerah pada mimpi anaknya menjadi juara karate. Perjuangannya sebagai tulang punggung keluarga tidak sia-sia. Meniti kompetisi demi kompetisi, Nanda pun akhirnya memenangi kejuaraan karate tingkat internasional di Herstal, Belgia. Disiplin. Demikian Rohman mengungkapkan kunci kesuksesan anaknya. Di rumah, Rohman selalu menanamkan bahwa kedisiplinan penting untuk selalu diterapkan. “Shalat harus tepat waktu, begitu juga dengan latihan,” ujar bapak dua anak tersebut. Sejak meminta izin mengikuti karate, Rohman tak pernah khawatir anaknya menyalahgunakan karate untuk berkelahi. Sebab Nanda, akunya, adalah anak pintar, pengertian dan tidak neko-neko. “Kalau di rumah sering juga bantuin saya membeli bahan untuk jualan martabak,” beber pria berusia 41 tahun itu sembari tersenyum. Terus mengasah potensi Nanda dan menyekolahkan putranya hingga perguruan tinggi menjadi impian Rohman dan istrinya. Ia berharap, dari prestasinya suatu saat Nanda akan mendapatkan beasiswa hingga jenjang universitas. Sebelum tampil di Belgia, Nanda menyabet gelar Juara dalam putaran final Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabor Karate, yang berlangsung di Jogja, September lalu. Siswa kelas V SD Al Islam 2 Jamsaren ini, mengalahkan wakil Kalimantan Timur di partai puncak. Ia meraih medali emas dari nomor kumite tingkat SD/MI. Beruntung, Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, akhirnya berjanji menjamin pendidikan untuk anak berprestasi tersebut. Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo akan memberikan kemudahan Nanda untuk masuk ke Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMPN 1 Surakarta. “Minimal itu yang bisa kita berikan,” kata Rudy pada Senin (26/11). Menurutnya, KKO yang dimiliki Pemkot Solo tepat membina prestasi Nanda. Apalagi, KKO juga menyediakan kelas khusus untuk olahraga karate. Selain menjamin pendidikan untuk Nanda, pemerintah Solo juga akan berusaha memberi hadiah prestasi, dalam bentuk uang pembinaan. Rudy, begitu dia disapa, belum dapat menjanjikan kapan hadiah itu bisa cair. “Kalau untuk dana tidak terencana seperti ini kan kita kesulitan. Sekarang selain bencana tidak bisa cair. Tapi kita tetap akan usahakan,” ujar Rudy. (Adt)

Deniece Adriana Jadi Aktor Kemenangan GMC Cirebon, Benamkan Sahabat Semarang 53-51

Shooting Guard GMC Cirebon, Deniece Adriana Gunarto (Merah/9) menjadi aktor kunci kemenangan tim kota udang dari klub Sahabat Semarang, dengan skor 53-51, pada laga Jumat (30/11), di GOR Merpati, Denpasar, Bali. (Srikandi Cup)

Denpasar- GMC Cirebon kembali menuai hasil positif pada laga ketiganya dalam lanjutan Srikandi Cup musim 2018-2019 seri pertama, di Gelanggang Olahraga (GOR) Merpati, Denpasar, Bali, pada Jumat (30/11). GMC membenamkan Sahabat Semarang dengan skor 53-51. Laga kedua tim berlangsung ketat. Tim Kota Udang besutan pelatih asal Korea, Tae Hi Han, unggul pada dua kuarter awal (12-11, 20-25). Pemain GMC bernomor punggung 9, Deniece Adriana Gunarto, dipertandingan kali ini menjadi salah satu aktor kemenangan bagi timnya. Kendati ia turun dari bangku cadangan, namun putri dari Wahyu Gunarto yang merupakan eks shooter andalan Timnas di era 80-an itu memberikan kontribusi yang nyata untuk timnya. Bermain selama 36 menit 44 detik. Deniece mampu mencetak 4 kali tembakan tiga angka (dari 10 kali kesempatan) dan total 21 poin berhasil dibuatnya. Selain itu, ia mengemas 7 rebound, 1 asis dan 2 steal. Tiga pemain sahabat mencetak double digit pada game kali ini, yakni Yuni Anggraeni dan Nia Titin Sulistyarini (13 angka), dan Dyah Lestari yang mencetak double-double 10 poin dan 16 rebound. Jeda half time, sebenarnya Sahabat mulai mengejar bahkan sempat unggul 27-26 pada tiga menit laga baru berjalan. Xaverius Wiwid, Juru Racik Sahabat, akhirnya mulai dapat mencari solusi untuk bisa memaksimalkan permainan tim-nya di kuarter ketiga. Jika GMC menutup paruh pertama dengan keunggulan 5 angka, kali ini situasinya berbalik untuk keunggulan Sahabat yang behasil menang 5 poin untuk menutup kuarter ketiga 37-32. Kembali, performa gemilang Deniece akhirnya mengubur ambisi Sahabat untuk bisa memenangi laga pada ini. Pada 6 detik tersisa kuarter keempat, Deniece mampu mencetak satu angka dari dua kali kesempatan free throw dan membuat timnya unggul 53-51 hingga buzzer berbunyi, meski pada kesempatan 24 detik sebelumnya, pemain Sahabat Dyah Lestari, mampu memperkecil margin kekalahan menjadi setengah bola saja yakni 51-52. “Saya senang dengan kemenangan ini dan juga tim GMC musim ini. Kemarin (saat kalah dari Scorpio Jakarta) kami kurang komunikasi. Dan hari ini yakni terjadi lagi kami sedikit tegang, tapi saya bersyukur akhirnya kita bisa menang melawan Sahabat,” ujar Deniece. Sementara itu, Henki, Asisten Pelatih GMC, menyebut kelemahan utama tim-nya masih dalam urusan komunikasi. “Pelatih Tae Hi Han, mengistruksikan untuk menjaga area 3 poin lawan, karena mereka banyak shooter yang bagus dan memancing agar bola terus ke Yuni. Setelah itu, kita double team penjagaanya,” terang Henki. Sedang Xaverius menyebut hingga game ketiga, game plan yang berjalan hanya pada pertandingan di game pertama saja. “Hari ini anak-anak tak bermain dengan bagus, mungkin jika saya nilai poin mereka hari ini nilainya 4. Melawan Flying Wheel Makasar besok (Sabtu, 1/12), kami harus bermain dengan konsisten,” pungkasnya. (Adt)

Kemenpora Gelar Kejuaraan Internasional Sepak Bola U-15 di Bali, Tambah Jam Terbang Pemain Muda Indonesia

Raden Isnanta, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora (memegang maskot), berharap turnamen Bali IFC U-15 dapat memberikan jam terbang dan pengalaman tanding yang lebih banyak kepada pemain muda Indonesia. (Adt/NYSN)

Jakarta- Indonesia untuk pertama kalinya menggelar turnamen sepak bola usia (U)-15 berskala international. Turnamen yang diprakarsai Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) dan diikuti 10 negara di Asia itu bertajuk Bali International Football Championship (Bali IFC) 2018, dan akan berlangsung pada 1-10 Desember 2018. Terdapat 12 tim dari 10 negara yang tampil di Stadion Pecatu, Badung, Bali, untuk menjadi yang terbaik. Tuan rumah mengikutsertakan dua tim, yakni Tim Nasional Pelajar U-15, yang diarsiteki Firman Utina. Timnas ini merupakan hasil seleksi Piala Menpora U-14 tahun. Dan tim lainnya adalah Bara FC, yang merupakan kombinasi para pemain Bali dan SKO Ragunan, dengan juru taktik Bambang Warsito. Jepang mengirimkan tim Progresso Sano FC dengan pelatih Masao Katahara. China menerjunkan tim Hubei FA yang dilatih Chen Fangping. Sedangkan Australia mempercayakan misinya kepada tim Western Football dengan pelatih Garry Church. Korea Selatan mengirimkan dua timnya, yakni Busan Football Academy yang dilatih Cho Chan Dae, dan tim Gyeongnam Changnyeong SC, dengan pelatih Park Giho. Filipina mengutus tim Apuesto Buenos United FC dengan pelatih Elierjer Fabroada. Thailand mengirim tim Cruzeiro Academy Asia dengan pelatih Jonathas Candido. Kemudian Malaysia menampilkan tim Felda United FC dengan pelatih Mohd Nasir Shariff. Lalu, Singapura mewakilkan tim Sporting CF SA didikan Terence Ong. Dan, Timor Leste mengirim National Team Timor Leste, besutan Sekjen (Sekertaris Jenderal) FA. Raden Isnanta, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, mengaku perhelatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman bertanding bagi atlet muda berbakat Indonesia, agar memiliki jam terbang tinggi sejak di usia muda. “Mereka nantinya akan menghadapi lawan yang memiliki postur tubuh dan karakteristik permainan yang berbeda. Itu bagus untuk mengasah mental bertandingnya untuk lebih matang,” ujar Isnanta, di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, pada Jumat (30/11). Dari sisi pembinaan, lanjut Isnanta, turnamen internasional ini dapat memacu pembina SSB (Sekolah Sepak Bola) yang ada di Indonesia maupun akademi-akademi usia muda Indonesia untuk lebih semangat. “Pemerintah memfasilitasi event-event usia muda seperti ini. Dan, dipastikan akan melahirkan calon atlet usia muda untuk bisa bermain di pentas Internasional membawa nama Indonesia,” tuturnya. Menurutnya, pemain usia muda yang dimiliki Indonesia sangat banyak. Isnanta berjanji pihaknya akan terus memantau dan menciptakan generasi muda baru. “Sehingga pada usia emas yakni pada 2032, para pemain muda ini dapat membawa sepak bola Indonesia berjaya di level internasional,” terangnya. Pria asal Kulon Progo itu menegaskan kedepannya Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemenpora dan Pemerintah Daerah (Pemda), yakni Kabupaten Badung, Bali, memiliki komitmen yang kuat ingin memperluas dengan melakukan ekspansi terhadap event ini. “Tentu diawali dengan penyediaan lapangan yang berstandar internasional serta jumlahnya yang semakin meningkat,” jelasnya. Ditegaskannya, jika gelaran Bali IFC U-15 ini akan menjadi event tahunan yang terus berlangsung di Bali. “Jika nanti ada pihak lain atau sponsorship yang peduli dengan pembinaan sepak bola muda Indonesia untuk kelompok umur yang lainnya, maka akan kita percayakan kepada daerah lain yang tentunya akan membranding potensi kearifan lokal maupun wisatanya,” cetus Isnanta. Sementara itu, Alman Hudri, Panitia Nasional Bali IFC U-15, berharap tim U-15 yang bertanding ini kedepannya menjadi tim inti di U-16 tahun. “Fakhri Husaini (pelatih timnas U-16) juga akan hadir memantau bakat-bakat pemain U-15,” ungkap pria yang menjabat Asisten Deputi (Asdep) Pengelolaan Olahraga Pendidikan Kemenpora itu. Sedangkan Muhammad Ahwani, Tim Statistik GoBolaBali, menyebut Stadion Pecatu, Badung, Bali, secara umum sudah siap digunakan. “Rumput Stadion Pecatu tak kalah dengan yang ada di Stadion Utama Gelora Bung Karno atau Pakansari. Kami sedang memastikan 12 tim sudah fix, guna memudahkan pembagian grup,” tukas Ahwani. (Adt)

33 Atlet Pelajar Jabar Ikuti Kejurnas Taekwondo Junior 2018, PBTI Fokus Seleksi Berpostur Ideal

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Junior 2018, di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, 14-16 Desember, dan diikuti 34 Propinsi, dengan mempertandingkan dua kategori, yakni Kyorugi dan Poomsae. (PBTI)

Bandung- Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Barat resmi menetapkan 33 atlet yang berusia 14 hingga 17 tahun, tampil pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Junior 2018, di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, pada 14 – 16 Desember. Menurut Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengprov TI Jawa Barat, Bayu Firmansyah, penetapan tim inti Kejurnas ini dilakukan karena pihaknya sudah harus memasukan siapa saja atlet yang akan ikut serta di Kejurnas. Adapun pemilihan atlet menggunakan sistem entry by name. “Sebab pada Minggu (25/11), sudah harus masuk entry by name. Dan kini, Pengprov sudah menetapkan jumlah atlet yang akan di ikut sertakan pada Kejurnas Taekwondo Junior 2018,” ucap Bayu, pada Rabu (26/11) . Bayu menambahkan, penetapan tim inti Kejurnas Junior sudah melalui tahapan seleksi, dengan kurun waktu persiapan kurang lebih sekitar dua bulan lamanya. Adapun jumlah tim inti Kejurnas Taekwondo Junior 2018, berjumlah 33 orang. “Seleksi dilaksanakan sekaligus dengan pelatda, dan sebelum menetapkan tim inti, kami sudah melaksanakan pelatda selama sebulan lebih. Sebelum seleksi, jumlah atlet ada 42 orang,” terangnya. Adapun komposisi atlet Jabar di Kejurnas Taekwondo Junior 2018, kata dia, terdiri dari 20 atlet putra/putri (Pa/Pi) nomor kyorugi, dan 13 atlet pomsaee Pa/Pi. Berbeda dengan nomor kyorugi, menurutnya, atlet pomsaee tak mengalami pengurangan dari jumlah total atlet sebelumnya. Kejurnas Junior ini akan diikuti oleh 34 Propinsi dengan mempertandingkan dua kategori, Kyorugi dan Poomsae. Untuk Kyorugi akan mempertandingkan sebanyak 10 (sepuluh) kelas putra dan 10 (sepuluh) kelas putri. Sedangkan, Kategori Poomsae mempertandingkan 5 (lima) kelas. Menurut Ketua Pelaksana Kejurnas Junior 2018, Tb. Ade Lukman, Kejurnas Junior ini jadi momentum strategis tak saja bagi Pengprov, karena sebagai ajang menetapkan formasi ideal atlet mereka, yang akan turun di PON 2020 di Papua, tapi juga bagi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI). Menurutnya, PBTI menjadikan event ini menjaring atlet muda menjadi pelapis atlet pelatnas, yang sebagian kini sudah terdegradasi. Selain itu, kata Ade, Kejurnas Junior ini juga dijadikan PBTI melakukan seleksi Timnas Junior, yang akan turun di kejuaraan Junior Asia 2019 mendatang. “Kejurnas kali ini menjadi sangat penting artinya, bukan saja bagi Pengprov yang akan membuktikan kualitas generasi baru atletnya yang akan tampil di PON 2020 di Papua, tapi juga bagi PBTI, guna mengambil atlet terbaik untuk kejuaraan Asia di 2019,” ujar Ade, di Jakarta, awal pekan ini. Lebih lanjut, ia menjelaskan gelaran Kejurnas Junior kali ini juga, PBTI melalui team talent scouting, akan lebih ketat dan fokus mengidentifikasi bakat atlet terbaik. Bukan saja dari segi teknik dan fisik, tapi juga dari sisi postur tubuh yang ideal. Atlet yang akan turun di Kejurnas Junior adalah atlet berusia di bawah 17 tahun. Tepatnya kelahiran antara tahun 2001 hingga 2004 dan melampirkan dan membuktikan Akte Kelahiran, Ijazah sekolah (Raport), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Sertifkat Taekwondo Minimal Geup V (ASLI) yang dikeluarkan oleh PBTI kepada panitia pelaksana. Dalam Kejurnas Taekowndo Junior 2018, kategori Kyorugi akan mempertandingkan sebanyak 10 (sepuluh) kelas putra dan 10 (sepuluh) kelas putri. Adapun untuk kategori Poomsae menampilkan 5 (lima) kelas yakni Individual Putra, Individual Putri, Team Putra, Team Putri dan Pair (Pasangan). Kelas untuk Putra : U-45 Kg, U-48 Kg, U-51 Kg, U-55 Kg, U-59 Kg, U-63 Kg, U-68 Kg, U-73 Kg, U-78 Kg dan Over 78 Kg. Sedangkan untuk putri kelas U-42 Kg, U-44 Kg, U-46 Kg, U-49 Kg, U-52 Kg, U-55 Kg, U-59 Kg, U-63 Kg, U-68 Kg dan Over 68 Kg. (Adt)

Seleksi Sangat Ketat, Unselected Players Honda DBL Camp 2018 Berebut Dua Tiket Wild Card

Para Campers putra Honda DBL Camp 2018, memerhatikan penjelasan coach CJ Jackson, dari World Basketball Academy (WBA) Australia, dengan antusias. Lewat proses seleksi yang sangat ketat, terpilih Top 24 campers dari kelompok putra dan putri. (DBL)

Surabaya- Kamp basket pelajar terbesar tanah air, Honda DBL Camp 2018, menginjak hari kedua, pada Kamis (29/11). Melalui proses seleksi yang sangat ketat, terpilih Top 24 campers dari kelompok putra dan putri. Mereka terpilih usai menunjukkan potensi dalam offensive concept section, di DBL Academy Pakuwon Mall, Surabaya. Dengan arahan tim pelatih dari World Basketball Academy (WBA) Australia dan DBL Academy, Andrew Vlahov dan tim pelatih dari WBA memberikan dan mengaplikasikan materi tentang pentingnya memahami dan menerapkan pattern dalam menyerang. Beberapa pattern seperti 2on2 dan 3on3 offensive concept menjadi menu latihan mereka sejak pagi hari. Menurut Makailah Dyer, pelatih WBA, tujuan utama dari latihan ini adalah memberikan gambaran baru, dalam pola offense mereka. Ia melihat jika para campers saat ini terstigma bahwa pola serangan harus cepat. “Padahal, dalam menyerang itu tidak perlu tergesa-gesa. Karena mereka harus melihat pola defense lawan dulu, setelah itu tempo bisa meningkat secara drastis. Dan yang terpenting selanjutnya adalah masalah spacing (jarak). Hal ini akan berpengaruh terhadap banyaknya opsi dalam menyerang,” ujar Makailah. Pada Jum’at (30/11), perjuangan para campers untuk menembus skuad Honda DBL Indonesia All-Star 2018 masih berlanjut. Mereka yang terpilih sebagai Top 24 Campers putra dan putri, akan melanjutkan sesi offensive concept dan scrimmage game, di DBL Academy Pakuwon Mall, Surabaya. Sementara itu, bagi mereka yang berstatus unselected players, atau para campers yang tersisih dari status Top 50 dan Top 24, tetap akan berlatih dan diseleksi kembali di Sports Center Puncak Permai, dan indoor court Gloria 1 School, Surabaya. Mereka akan saling bersaing guna memperebutkan dua tiket wild card putra dan putri. Pengumuman siapa campers yang berhasil merebut tiket wild card akan dilakukan di lapangan DBL Academy Pakuwon Mall. Mereka yang berhasil mendapatkan tiket wild card, akan bersaing dengan Top 24 campers. Dan, puncaknya pada hari terakhir, pada Sabtu (1/12), akan diumumkan 12 pemain putra dan 12 putri, serta 4 pelatih, yang berhak menjadi skuat Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Mereka inilah yang akan diterbangkan ke Los Angeles, Amerika Serikat, untuk belajar dan bertanding pada Februari 2019. (Adt)

E-Sports Resmi Dipertandingkan di SEA Games 2019, Mobile Legends Bisa Sumbang Medali Emas

Cabang olahraga e-Sports resmi dipertandingkan dan medalinya akan dihitung di klasemen pada ajang sport multievent SEA Games 2019, di Filipina. Mobile Legends dikonfirmasi jadi salah satu judul gim esports, yang dipertandingkan di SEA Games 2019. (foxsportsasia.com)

Jakarta- Kesuksesan eksibisi electronic sports (e-Sports) pada Asian Games 2018, akhirnya berefek positif. Cabang olahraga e-Sports resmi dipertandingkan dan medalinya dihitung di klasemen pada SEA Games 2019 di Filipina. Kepastian tentang kabar ini diumumkan pada konferensi pers yang digelar panitia penyelenggara SEA Games Filipinaa (PhilSGOC), Komite Olimpiade Filipina dan perusahaan perangkat keras games, Razer, di Pasay City, Kamis (29/11). Total ada enam medali emas yang akan diperebutkan di cabang olahraga e-Sports, yang terbagi dalam tiga platform. Perinciannya dua untuk konsol, dua untuk PC, dan dua untuk mobile. Sejauh ini, baru Mobile Legends: Bang-Bang yang resmi diumumkan sebagai judul games yang dipertandingkan pada SEA Games tersebut. Jenis games lainnya baru dibahas hingga 15 Desember 2018. Menurut pihak penyelenggara, games yang dipilih harus sesuai nilai Komite Olimpiade Internasional, serta tak mengandung unsur kekerasan dan judi. Atlet e-Sports dari masing-masing negara akan dipilih melalui turnamen kualifikasi. Tak ada undangan langsung pada atlet e-Sports yang sudah ternama. “Kami bersemangat, antusias, dan bangga memiliki e-Sports di SEA Games dengan Razer sebagai partner. Gamers adalah bagian penting bagi komunitas kami,” kata ketua PhilSGOC, Alan Peter Cayetano, seperti dilansir Fox Sports. “Ini akan membawa para atlet e-Sports di Asia Tenggara ke panggung dunia,” imbuh Chief Strategy Officer Razer, Limeng Lee. Co-founder dan CEO of Razer, Min-Liang Tan, mengungkapkan melalui Facebook bahwa beberapa hari lalu dirinya mengunjungi Filipina untuk bertemu dengan PhilSGOC. Misi utamanya untuk meyakinkan mereka untuk memasukkan e-Sports ke SEA Games 2019 dan memasukkan perolehan medalinya ke klasemen. Perwakilan PhilSGOC juga akan bertemu dengan Dewan Federasi SEA Games pada pekan depan. Dewan Federasi SEA Games akan mengunjungi Filipina untuk memeriksa venue untuk e-Sports di Clark, Pampanga. (Adt)

Tampil Impresif di Kejurnas Panjat Tebing, Lead Tim Putra Sumbang Emas Pertama Bagi Jawa Timur

Lead tim putra kontingen Jawa Timur (kaos hijau), akhirnya sukses meraih medali emas pada hari pertama, pelaksanaan Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018, di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (28/11). (FPTI)

Solo- Kontingen Jawa Timur (Jatim) menyabet satu medali emas dan satu medali perak pada hari pertama kejuaraan nasional (Kejurnas) XVII Panjat Tebing 2018, pada Rabu (28/11), di Solo Sport Climbing Center, Solo, Jawa Tengah (Jateng). Medali emas didapat dari kategori lead tim putra. Sedangkan perak didapat dari boulder tim putri. Lead tim putra Jatim dihuni Yohanes Angel Rossy Que, Akbar Huda Wardana, dan Fatchur Roji. Untuk medali perak lead tim putra direbut kontingen Jabar yang diperkuat Muhammad Rizal Ramdhan, Dimas Wahyu NR, dan Bim Sigrid. Dan, medali perunggu direbut kontingen Bali yang menurunkan Rifaldi Ode Sandjaya, Danes Devrian Sandehang, dan Temi Teli Lasa. Sementara itu, Jatim juga meraih medali perak melalui boulder tim putri. Jatim menurunkan Pradeva Adelin, Choirul Umi Cahyaning Ayub, Fitria Hartani, dan Amanda Nanda Mutia. Dalam babak final, boulder tim putri Jatim menorehkan 1 top, 1 zone, 1 AT, dan 6 AZ. Danu Iswara, Ketua Umum Pengda (Pengurus Daerah) FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Jatim, mengaku bersyukur bisa meraih medali emas dan perak di hari pertama Kejurnas. “Awal yang baik. Semoga performa atlet terus berlanjut sampai hari terakhir Kejurnas,” ujar Danu, pada Rabu (28/11) malam. Dengan raihan ini, Jatim yang merupakan juara umum Kejurnas tahun lalu itu memuncaki klasemen perolehan medali sementara, dengan meraih 1 medali emas dan 1 medali perak. Pada urutan kedua, Jateng mengantongi satu medali emas yang didapat dari tim putri pada kategori Boulder. Sementara kontingen Jabar di posisi ketiga dengan satu medali perak yang diraih tim putra pada kategori Lead. Kontingen Bali menempati posisi keempat dengan satu perak dan dua medali perunggu. Adapun kontingen daerah lain belum mendapat medali pada hari pertama ini. Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 berlangsung selama lima hari ke depan, mulai 28 November hingga 2 Desember 2018. Diikuti oleh 27 kontingen yang memperebutkan medali pada 18 nomor, termasuk 2 nomor olimpiade yang diikuti 129 atlet. (Adt)

Terapkan Passing Cepat dan Pertahanan Ketat, GMC Cirebon Raih Kemenangan Pertama Atas Tenaga Baru Pontianak 66-63

Shooting Guard GMC Cirebon, Bella Sthefani (6/putih), sukses mencetak 12 poin dan membantu timnya meraih kemenangan pertama, melawan tim Tenaga Baru Pontianak, dengan skor 66-63, di GOR Merpati, Denpasar, Bali, pada Kamis (29/11). (Srikandi Cup)

Denpasar- GMC Cirebon berhasil meraih kemenangan perdananya di seri pertama Srikandi Cup musim 2018-2019, di Gelanggang Olahraga (GOR) Merpati, Denpasar, Bali, pada Kamis (29/11). Menghadapi perlawanan Tenaga Baru Pontianak, tim Kota Udang itu menang dengan skor 66-63. Jalannya pertandingan berlangsung ketat hingga empat kuarter. Tenaga Baru yang bermaterikan pemain berpengalaman, harus meladeni GMC yang menerapkan pola permainan ala Korea, yakni bermain dengan passing bola yang cepat, dan melakukan pertahanan yang ketat dari area wilayah lawan. Kekalahan di laga pertama dari Scorpio Jakarta, jadi bahan evaluasi pelatih GMC asal Korea, Tae Hi Han, di pertandingan selanjutnya. Pembenahan terutama free throw, bola rebound serta pertahanan. Disisi lain, Tenaga Baru yang bertumpu kepada kapten tim Fanny Kalumata, sebenarnya tampil cemerlang di game ini. Bahkan Fanny yang identik dan piawai dengan gerakan euro step-nya, beberapa kali dengan mudahnya mengumpulkan pundi-pundi angkanya. Ia juga hampir mencetak double-double. Dan, satu rebound lagi hampir mengantarkan pemain bernomor punggung 17 itu mencatatkan rekor raihan double-double. Sayang, Fanny hanya mampu mengemas 9 rebound saja, mengiringi total 20 poin yang dicetak pada pertandingan ini. Pertandingan kedua tim sesungguhnya berjalan dengan ketat mulai dari kuarter pertama hingga kuarter akhir berlangsung. Tenaga Baru bahkan unggul di 10 menit pertama dengan skor 18-16. Hingga akhirnya, GMC mengimbangi kedudukan menutup jeda half time, dengan skor 27-27. Kedua tim kembali saling kejar mengejar angka pada kuarter ketiga. Meski akhirnya Tenaga Baru yang unggul 46-44. Drama pun terjadi di kuarter keempat. Dimulai dari dua kali tembakan tiga angka pemain Tenaga Baru, Fergie Kawengian, yang bisa mengejar defisit enam angka dan mengubah skor 59-59. Hampir saja pertandingan diprediksi akan berjalan dengan waktu tambahan. Namun, hal itu batal terjadi. Tembakan tiga angka skuat GMC bernomor punggung 6 yakni Bella Sthefani, berhasil masuk, disisa 17 detik waktu usai. Skor lalu berubah 66-63, dan GMC memastikan meraih kemenangan di laga ini. Dua pemain GMC, yakni Bella dan Deniece Adriana Gunarto, sama-sama mencetak 12 angka pada pertandingan ini. “Setelah kalah dari Scorpio, pelatih mengevaluasi kinerja kami dalam hal free throw, rebound dan cara bertahan. Dan hari ini, kami menang dan bisa bermain lebih baik dari game sebelumnya,” ujar Christie Apriyani Rumambi, Kapten Tim GMC yang musim lalu bermain untuk tim Merah Putih Jakarta usai laga, pada Kamis (29/11). Sedangkan Irma Amelya, juru ramu Tenaga Baru, mengungkapkan anak didiknya sebenarnya bermain sangat baik pada pertandingan ini. “Mungkin dewi fortuna belum berpihak kepada kami. Pemain kami juga belum komplit, tapi cepat atau lambat, kami pasti meraih kemenangan,” ungkap Irma. Selanjutnya, Tenaga Baru Pontianak akan menghadapi pemuncak klasemen Tanago Friesian Jakarta, pada Jumat (30/11), sedangkan tim GMC Cirebon bakal berhadapan dengan Sahabat Semarang. (Adt)