Festival SenengMinton Kembangkan Bakat Muda Lewat Cinta Bulu Tangkis Sejak Dini

Para pemenang Festival SenengMinton Purwokerto 2025 yang berlangsung di Gedung Serba Guna GOR Satria Purwokerto, Sabtu 8 November 2025

PURWOKERTO, 8 November 2025 – Antusiasme bulu tangkis di kalangan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) terus berlanjut. Usai sukses digelar di Kudus dan Solo, Festival SenengMinton kini menyambangi kota Purwokerto untuk menularkan kecintaan terhadap olahraga bulu tangkis sejak dini. Sabtu (8/11), Gedung Serba Guna GOR Satria Purwokerto menjadi saksi keceriaan 480 siswa SD kelas 1–3 dari 16 sekolah, yang berpartisipasi dalam ajang SenengMinton Purwokerto 2025 yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah.  Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan Festival SenengMinton berawal dari niat sederhana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga bulu tangkis sejak belia melalui pendekatan yang ringan dan menyenangkan. Yoppy menuturkan format fun games dipilih agar para siswa dapat menikmati permainan sambil belajar. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal dari proses pembinaan yang berkesinambungan, sehingga kelak melahirkan regenerasi pebulutangkis berprestasi bagi Indonesia. “Melalui Festival SenengMinton, kami ingin menanamkan semangat sportivitas dan kecintaan terhadap bulu tangkis sejak dini. Kami percaya bahwa mencetak atlet hebat dimulai dari menumbuhkan rasa gembira saat berolahraga. Dengan pendekatan yang fun dan inklusif, kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang bermain, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya generasi penerus bulu tangkis Indonesia yang tangguh dan berprestasi,” kata Yoppy. Wakil Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika, menyambut gembira antusiasme peserta Festival SenengMinton Purwokerto 2025. Pemilihan Purwokerto sebagai tuan rumah kali ini didasari atas semangat dan aktivitas bulu tangkis yang tinggi. Antusiasme yang ditunjukkan oleh para siswa dan guru menurutnya menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga bulu tangkis di kawasan Purwokerto. “Purwokerto kami pilih karena kami melihat semangat bulu tangkis di kota ini begitu hidup, baik dari kalangan murid maupun para guru. Melalui Festival SenengMinton, kami ingin membangun pathway di akar rumput yang kuat agar anak-anak bisa mengenal dan mencintai bulu tangkis sejak dini. Kegiatan ini memang bukan sekadar perlombaan, tetapi juga upaya menumbuhkan minat di lingkungan sekolah agar lahir kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis. Dengan begitu, para peserta dapat berkembang hingga ke klub dan menjadi bagian dari sistem pembinaan yang berjenjang,” ujar Yuni. Yuni menambahkan, meskipun proses pembibitan di tingkat klub di Jawa Tengah telah berjalan cukup baik, namun tahap pengenalan di akar rumput masih perlu diperkuat agar regenerasi atlet dapat berjalan secara menyeluruh, terstruktur, dan berkelanjutan. “Melalui Festival SenengMinton, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi siswa untuk merasakan pengalaman pertama bermain bulu tangkis dengan cara yang menyenangkan dan penuh semangat. Kami yakin dari kota-kota seperti Purwokerto akan tumbuh talenta-talenta bulu tangkis yang berkarakter, tangguh, dan kelak mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Kami ingin memastikan bahwa prestasi bulu tangkis Indonesia akan terus terjaga dan berkembang di masa depan,” tutupnya. Festival SenengMinton Purwokerto 2025 menerapkan sistem perorangan dengan penilaian pemenang berdasarkan catatan waktu tercepat. Untuk peserta kelas 3, terdapat lima jenis rintangan yakni Service to Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing The Shuttlecock dan Zig Zag Run. Sementara untuk peserta kelas 1 dan 2, perlombaan Service to Target ditiadakan dari kelima perlombaan. Pada Service to Target, peserta melakukan service lurus dengan memasukkan shuttlecock ke dalam bidang target warna yang ditentukan. Shuttle Run berlari dari titik tengah mengambil kok, kemudian memindahkan ke sisi seberangnya, siswa berhasil menyelesaikan rintangan ialah yang berhasil memindahkan semua kok. Pyramid Shuttlecock, menyusun kok berbentuk piramid sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan. Sementara Throwing The Shuttlecock melempar kok ke dalam lubang target. Zig Zag Run berlari melalui halang rintang secara zig zag. Usai menyelesaikan seluruh perlombaan tersebut, peserta harus menekan tombol timer selesai. Masing-masing games dirancang untuk melatih motorik, koordinasi, serta mengenalkan dasar-dasar teknik bulu tangkis dalam bentuk permainan yang menyenangkan. Setiap sekolah mengirimkan 6 siswa kelas 1 yang terdiri dari 4 putra dan 2 putri. Sedangkan untuk kelas 2 terdapat 10 peserta tiap sekolah dengan komposisi 6 putra dan 4 putri. Pada kategori kelas 3, per sekolah mengirimkan14 siswa yang terdiri dari  8 putra dan 6 putri. Usai Kudus, Solo dan Purwokerto, Festival SenengMinton 2025 juga akan diselenggarakan di kota Semarang pada 20 November dan Magelang pada 11 Desember mendatang. Adu Kecepatan, Raih Hasil Terbaik Tak hanya peserta, antusias dan semangat membara dalam ajang Festival SenengMinton Purwokerto juga datang dari sekolah, salah satunya SDN Pangebatan yang mengirimkan 30 siswa untuk ikut berpartisipasi. Bukan tanpa alasan, Guru Olahraga SDN Pangebatan Nely Fajrijah mengakui pihak sekolah telah membuka ekstrakulikuler bulu tangkis untuk siswa kelas 1 hingga kelas 5. Nely yang juga mencintai dunia bulu tangkis dengan sabar memperkenalkan hal apa saja yang ada dalam badminton kepada para muridnya setidaknya seminggu sekali. “Kebetulan di sekolah kami menggunakan Balai Desa Pangebatan untuk berlatih bulu tangkis dan respon para siswa sangat antusias. Mereka belajar bagaimana cara memegang raket, cara melempar kok melewati net hingga service. Saya berharap siswa yang ikut Festival SenengMinton tidak hanya berhenti di sini tapi bisa meneruskan bergabung dengan klub, apalagi melihat dukungan penuh dari orang tua jadi saya yakin mereka bisa menggapai impian mereka jadi atlet bulu tangkis,” kata Nely. Di sisi lain, Naufal Cahya Ramadhan dari SDN 1 Jurangbahas Wangon mencatatkan waktu terbaiknya 00:59.89 detik dan menjadi juara Festival SenengMinton Purwokerto 2025 kategori kelas 3. Naufal mengaku mempersiapkan diri untuk ikut perlombaan ini lantaran ingin menekuni lebih dalam dunia bulu tangkis. “Memang suka bulu tangkis sejak kelas 2, sering bermain dengan teman-teman di GOR hanya main aja. Soalnya main badminton itu seru banget. Latihan di GOR itu juga aku sendiri yang pengen karena cita-citanya mau jadi atlet bulu tangkis,” kata Naufal. Para pemenang Festival SenengMinton di tiap lomba mendapat piala, uang pembinaan, dan hadiah dari sponsor yaitu MilkLife, Dua Kelinci, Aice, Hundred dan produk Savoria. Selain itu, seluruh peserta juga mendapatkan goodie bag dari MilkLife, Dua Kelinci, produk Savoria dan Aice.  Berikut daftar pemenang Festival SenengMinton Purwokerto (nama peserta – nama sekolah – catatan waktu): Kelas 1 Putra Juara   : Hafizh Zikri Ramadhan – SDN 1 Karangpucung – 00:44.43 Runner-up : Mika Mustafa Bakri – SDN Patikraja 000:44.66 Semifinalis : Praga Sagan Pratama – MI Ma’arif NU 1 Pageraji – 00:44.83 Kelas 1 Putri Juara   : Adzkiya Khansa Pramita – SDN 1 Jurangbahas Wangon – 00:47.72 Runner-up : … Read more

Ratusan Atlet Ikuti Youth Athletic Competition 2025

Youth Athletic Competition

Ratusan atlet muda dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti Youth Athletic Competition (YAC) yang digelar di Lapangan Atletik GOR Tawang Alun Banyuwangi, Sabtu (8/11/2025). Kejuaraan khusus kelompok umur ini mempertandingkan sejumlah nomor mulai dari lari jarak pendek, menengah, hingga lompat jauh. Panitia penyelenggara YAC, Rendiyana Putra, mengatakan jumlah peserta tahun ini mencapai lebih dari 600 atlet yang berasal dari berbagai daerah. Beberapa peserta di antaranya bersal dari Yogyakarta, Banten, Blitar, Surabaya, Lumajang, Nusa Tengggara Timur (NTT), dan tuan rumah Banyuwangi. “Peserta yang hadir di luar ekspektasi kami, karena atlet asal Jogja bahkan Banten juga hadir mengikuti YAC di Banyuwangi,” ujar Rendi, Sabtu (8/11/2025). Rendi menjelaskan, kategori yang dilombakan mencakup kelompok usia 7 hingga 16 tahun, dengan berbagai nomor lari mulai 60 meter hingga 1.000 meter, serta nomor lompat jauh. Ajang ini menjadi wadah pembinaan dan latih tanding bagi atlet muda Banyuwangi serta daerah lain. “Kejuraan ini merupakan pembinaan atlet muda, namun juri yang memimpin sudah menerapkan sitem pertandingan sesuai standar dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI),” ucap Rendi. Selain meningkatkan prestasi, kegiatan ini juga diharapkan mempererat jejaring pembinaan olahraga atletik di tingkat daerah.

Piala Dunia U17: Timnas Indonesia U17 Takluk Lawan Brazil

Timnas Indonesia U17

Timnas Indonesia U17 harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor 0-4 pada laga kedua Grup H Piala Dunia U17 2025 di Aspire Zone, Al Rayyan, Qatar, Jumat 7 November 2025. Pertandingan baru berjalan tiga menit ketika Brasil membuka keunggulan lewat sundulan bek Luis Eduardo. Gol cepat itu berawal dari situasi kemelut di kotak penalti Indonesia yang tak mampu diantisipasi barisan belakang Garuda. Skuad asuhan Nova Arianto sempat mencoba keluar dari tekanan, namun upaya membangun serangan kerap terhenti di lini tengah akibat pressing ketat Brasil. Pada menit ke17, kiper Dafa Al Gasemi melakukan penyelamatan gemilang saat menepis sepakan keras Tiago. Brasil menggandakan keunggulan pada menit ke-33 lewat sepakan Kayke yang mengenai kaki I Putu Panji dan berbelok arah ke gawang sendiri. Wasit sempat meninjau VAR setelah pelatih Nova Arianto mengajukan kartu VAR, namun gol tetap disahkan. Empat menit berselang, Felipe Morais memperbesar keunggulan Brasil menjadi 3-0 memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia. Skor tersebut bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Nova Arianto melakukan penyegaran dengan memasukkan Mierza Firjatullah dan Zahaby Gholy untuk menambah daya gedor. Namun, pertahanan Brasil tetap solid dalam meredam setiap percobaan dari sektor sayap Indonesia. Pada menit ke-75, Ruan Pablo menutup pesta gol Brasil lewat tendangan spektakuler dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Dafa. Indonesia nyaris memperkecil ketertinggalan di menit ke-83 melalui sepakan Faldy Alberto yang membentur tiang gawang. Dua menit kemudian, tembakan mendatar Zahaby Gholy juga masih melebar tipis. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-4 untuk Brasil tak berubah. Indonesia masih menyisakan satu laga terakhir fase grup melawan Honduras pada Senin 10 November 2025 pukul 21.45 WIB mendatang. Peluang Garuda Muda untuk lolos ke babak 32 besar sebetulnya masih terbuka, yaitu melalui jalur delapan peringkat ketiga terbaik.

Piala Dunia U17: Indonesia Takluk di Laga Perdana

Timnas Indonesia U17

Timnas Indonesia U17 harus mengakui keunggulan Zambia dengan skor 1-3 pada laga pembuka Grup H Piala Dunia U17 2025 di Aspire Zone, Al Rayyan, Qatar, Selasa 4 November 2025. Sempat unggul lebih dulu lewat gol Zahaby Gholy, Garuda Muda akhirnya harus menyerah setelah Zambia membalikkan keadaan lewat permainan cepat dan fisikal mereka. Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak awal. Pada detik ke-27, Zambia sempat merayakan gol cepat dari Mapalo Simute, namun setelah dilakukan peninjauan VAR atas challenge dari pelatih Indonesia Nova Arianto, wasit menganulir gol karena offside. Indonesia mencoba keluar dari tekanan dan membangun serangan dengan umpan-umpan pendek. Upaya itu berbuah hasil pada menit ke-11. Umpan silang Evandra Florasta sempat ditepis kiper Zambia, Christo Chitambala, tetapi bola muntah langsung disambar Zahaby Gholy menjadi gol. Garuda Muda unggul 1-0. Zambia yang mengandalkan kecepatan dan kekuatan fisik terus menekan. Beberapa peluang mereka mampu digagalkan oleh penjaga gawang Indonesia, Dafa Al Gasemi. Namun tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-34. Umpan cutback dari sisi kanan berhasil diselesaikan dengan baik oleh Abel Nyirongo untuk mengubah skor menjadi 1-1. Tiga menit berselang, Abel kembali mencetak gol setelah memanfaatkan kesalahan passing di lini tengah Indonesia dan melepaskan tembakan jarak jauh yang tak mampu diantisipasi Dafa. Zambia menambah keunggulan pada menit ke-41 lewat Lukonde Mwale, yang mencetak gol dengan skema serupa, cutback dari sisi kanan, menutup babak pertama dengan skor 3-1 untuk Zambia. Memasuki babak kedua, Indonesia berupaya bangkit. Pada menit ke-55, Mierza hampir memperkecil ketertinggalan setelah mencuri bola dan berhadapan langsung dengan kiper, namun tembakannya berhasil digagalkan. Enam menit kemudian, Evandra dijatuhkan di kotak penalti dan wasit sempat menunjuk titik putih. Namun setelah tinjauan VAR, keputusan dibatalkan dan Evandra justru mendapat kartu kuning karena dianggap melakukan diving. Nova Arianto kemudian memasukkan Ilham Romadhona dan Rafi Rasyiq pada menit ke-65 untuk menambah tenaga segar di lini depan. Peluang terbaik di babak kedua datang pada menit ke-89 ketika sepakan keras Rafi dari luar kotak penalti membentur mistar gawang. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 3-1 untuk Zambia tak berubah.

ISG 2025: Keren! Muhammad Husni Cetak Hattrick Medali Emas

Muhammad Husni

Lifter muda andalan Indonesia, Muhammad Husni menyabet tiga medali emas di kelas 60kg angkat besi pada ajang Islamic Solidarity Games (ISG) 2025. Husni tampil solid di tiap kategori angkatan dan total angkatan yang ia lakukan. Alhasil, Husni mampu mengakhiri laga dengan tiga emas di tangan. Pada kategori snatch, Husni mencatat angkatan 129kg. Ia unggul jauh, 5kg, dari Aqeel Aljasim yang ada di posisi kedua. Sedangkan di nomor clean and jerk, Husni menorehkan angkatan 154kg. Di kategori ini, Husni lagi-lagi unggil telak atas Burak Aykun yang mencatat 148kg. Kondisi itu otomatis membuat Husni tak terbendung untuk menjadi yang terbaik di kategori angkatan total. Husni mencatat total angkatan sebesar 283kg. Ia unggul jauh atas Burak Aykun yang membukukan total angkatan sebesar 267kg. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mempersembahkan emas pertama untuk Indonesia. Ini hasil kerja keras saya, pelatih, dan seluruh tim yang selalu mendukung.” “Terima kasih juga untuk masyarakat Indonesia, khususnya warga Lampung atas doa dan dukungannya. Semoga hasil ini bisa memotivasi teman-teman atlet lain untuk terus berjuang,” ucap Husni yang baru berusia 20 tahun ini. Tim Angkat Besi Indonesia sudah memberikan total 3 emas dan 6 perak. Basilia Bamerop Ninggan menyumbangkan total tiga medali perak di kelas 53kg putri. Sedangkan Tita Nurcahya Melyani memberikan tiga medali perak di kelas 48kg putri. “Husni, Basilia dan Tita membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk berprestasi di level tertinggi. Tiga medali emas dan enam perak dari angkat besi hari ini kemenangan untuk Merah Putih,” “Tiga kali Indonesia Raya berkumandang di Riyadh. Capaian ini merupakan simbol kekuatan mental, disiplin, dan kerja keras atlet-atlet Tim Indonesia. Ini awal yang sangat positif bagi perjuangan Tim Indonesia di Riyadh,” ungkap CdM Indonesia, Endri Erawan. Hasil Angkat Besi Putra 60Kg Islamic Solidarity Games 2025 Snatch: Medali Emas – Muhammad Husni (Indonesia) Medali Perak – Aqeel Al Jasim (Arab Saudi) Medali Perunggu – Burak Aykun (Turki) Clean & Jerk: Medali Emas – Muhammad Husni (Indonesia) Medali Perak – Burak Aykun (Turki) Medali Perunggu – Elsayed Aly Elsayed Elaraby (Mesir) Total Angkatan: Medali Emas – Muhammad Husni (Indonesia) Medali Perak – Burak Aykun (Turki) Medali Perunggu – Elsayed Aly Elsayed Elaraby (Mesir)

Ratusan Anak Makassar Tunjukkan Semangat di Grassroots Football Festival

Grassroots Football Festival

Suasana penuh semangat mewarnai Lapangan Bosowa Sport Center, Makassar, Minggu 2 November 2025. Ratusan anak dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) di Sulawesi Selatan berkumpul untuk mengikuti Grassroots Football Festival yang digelar oleh PSSI Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Sebanyak 140 pemain muda berusia di bawah 12 tahun ambil bagian dalam kegiatan ini. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir langsung memberikan dukungan bagi para peserta. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan bentuk nyata dari pembangunan karakter dan pembinaan jangka panjang. “Saya senang sekali Coach Indra dan rekan-rekan dari PSSI membawa kegiatan ini ke Makassar. Ini menjadi bukti bahwa perhatian terhadap pembinaan sepak bola, khususnya di kota kami, semakin besar,” ujar Munafri dalam sambutan. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus memperkuat infrastruktur olahraga di Makassar. “Kami memang belum memiliki fasilitas yang ideal, tetapi pemerintah kota siap mempersiapkannya. Makassar adalah kota sepak bola, dengan begitu banyak talenta. Sangat sayang jika potensi besar ini tidak dihadirkan dengan baik. Insya Allah, dalam waktu dekat kami akan menghadirkan delapan lapangan latihan di Makassar,” tambahnya. Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia U23 untuk SEA Games 2025, Indra Sjafri, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari implementasi transformasi sepak bola nasional yang berfokus pada pengembangan pemain sejak usia dini. “Transformasi sepak bola Indonesia terus berlanjut. PSSI sangat serius memperhatikan pembinaan usia muda sebagai fondasi utama pembangunan sepak bola nasional,” tutur Indra. “Dari grassroots, kita menyiapkan generasi yang akan membawa Indonesia menuju Piala Dunia 2034. Melalui festival seperti ini, kami berharap lahir pesepak bola muda yang lebih berkualitas dan berdaya saing dunia,” pungkasnya.

Daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 1 2025 – 2026

Para pemenang MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 1 2025-2026 yang berlangsung pada 28 Oktober - 2 November 2025 di Lapangan Kota Barat dan Lapangan Banyuanyar Solo.

Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 1 2025 – 2026:   Kategori Usia 10 Champion : SD Al Azhar Syifa Budi Runner-up : SDN Cemara Dua Semifinalis : SDN 02 Malangjiwan dan MI Ta’mirul Islam Top Scorer : Joyce Beatricia Adana Putri Bintang – SDN Cemara Dua (50 gol) Best Player : Syarafana Maritza Anggara – SD Al Azhar Syifa Budi Best Goalkeeper : Delisa Rahma Ufairah – SDN 02 Malangjiwan Fairplay Team : SD Kemasan 1   Kategori Usia 12 Champion : SD Kristen Manahan Surakarta Runner-up : MIN 9 Sragen Semifinalis : SDIT Muhammadiyah Al Kautsar dan MIN Surakarta Top Scorer : Ika Wonda – SD Kristen Manahan Surakarta (35 gol) Best Player : Rifa Firyal Alifah – MIN 9 Sragen Best Goalkeeper : Sekar Asha Kani – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Fairplay Team : SDN Cengklik

SD Kristen Manahan Naik Podium Juara, SD Al Azhar Syifa Budi Sukses Pertahankan Gelar Kampiun KU 10

Partai final KU 10 MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 1 2025-2026 mempertemukan SD Al Azhar Syifa Budi dan SDN Cemara Dua berlangsung sengit di Lapangan Kota Barat, Minggu (2/11).

SOLO, 2 NOVEMBER 2025 – Riuh teriakan para suporter dari tribun Lapangan Kota Barat, Minggu (2/11), menambah gelora semangat partai final MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 1 2025 – 2026. Di sektor KU 12, SD Kristen Manahan Surakarta berhasil menjadi kampiun usai mengalahkan MIN 9 Sragen dalam pertandingan bertensi tinggi dengan skor 4-1. Sementara itu, tim KU 10 SD Al Azhar Syifa Budi akhirnya kembali mengunci posisi podium tertinggi usai menang tipis atas SD Cemara Dua dengan skor akhir 3-2. Dari sisi lapangan, laga pamungkas KU 12 yang mempertemukan SD Kristen Manahan Surakarta kontra MIN 9 Sragen berlangsung intens. Sejak wasit Setiyono meniup peluit babak pertama, tim SD Kristen Manahan Surakarta yang dipimpin oleh Ika Wonda langsung membangun serangan ke sisi berbahaya MIN 9 Sragen. Sigap membendung serangan, MIN 9 Sragen yang dikomandoi Lourinda Divya Tera Avantika memukul mundur bola yang diumpan Ika Wonda.  Belum sampai satu menit, Ika Wonda berhasil mengubah skor kacamata di papan menjadi 1-0 berkat umpan lemparan ke dalam oleh Fayola Christ Angel Iswahyudi yang diteruskan dengan sontekan tipis langsung masuk ke gawang. Pertandingan terus berlangsung sengit, mana kala kedua tim berupaya untuk menguasai bola. Ika dan rekan-rekannya terus melakukan pressing ke gawang MIN 9 Sragen hingga sang kiper Alissa Fatimah Az-Zahra harus melakukan penyelamatan apik. Lini serang MIN 9 Sragen tak menyerah untuk melakukan serangan balasan. Kebuntuan terpecah saat MIN 9 Sragen mendapat hadiah tendangan bebas di menit ke-7 yang dieksekusi oleh Lounrinda mampu melaju menukik dari atas masuk ke gawang. Kedudukan imbang 1-1 tersebut tidak bertahan lama saat sepak pojok Ika di menit 12 mampu menyarangkan bola ke dalam gawang MIN 9 Sragen. Satu menit kemudian, Ika mencetak hattrick dengan memanfaatkan umpan silang dengan Ionna Naomi Chrysanta yang langsung ditendang ke gawang. Kedudukan 3-1 bertahan hingga turun minum. Memasuki 15 menit kedua, jual beli serangan terus terjadi. Duel sengit antar lini serang kedua tim kerap menciptakan bola mati. Penggawa SD Kristen Manahan tidak berhenti mengobrak-abrik lini pertahanan lawan. Ika benar-benar menjadi momok bagi MIN 9 Sragen lantaran mampu menciptakan gol keempatnya melalui sepak pojok yang menambah pundi gol menjadi 4-1 dan bertahan hingga babak kedua berakhir. Ini merupakan kemenangan manis bagi SD Kristen Manahan setelah pada gelaran MilkLife Soccer Challenge Solo 2025 pada Mei lalu mereka puasa gelar. “Terharu dan senang sekali akhirnya bisa kembali bawa pulang piala ke SD Kristen Manahan. terimakasih teman-teman atas kerjasamanya di lapangan sewaktu final tadi, sangat bagus. Ayo kita tetap semangat buat prestasi,” ucap Ika Wonda yang juga menorehkan catatan apik sebagai Top Scorer KU 12 dengan mengemas 35 gol. Di sisi lain, laga final yang sengit juga tersaji mana kala tim KU 10 SD Al Azhar Syifa Budi berhadapan dengan SDN Cemara Dua. Ambisi kedua tim cukup besar untuk segera menyarangkan bola ke gawang lawan. Di babak pertama, SDN Cemara Dua memulai serangan agresif yang membuat kemelut di zona bahaya SD Al Azhar Syifa Budi. Beruntungnya, kapten tim KU 10 SD Al Azhar Syifa Budi Syarafana Maritza Anggara langsung menginstruksikan memperketat pertahanan. Upaya tersebut berhasil sebab goal getter SDN Cemara Dua Joyce Beatricia Adana Putri Bintang tak memiliki ruang gerak yang cukup untuk membuat peluang. Pertandingan berjalan cukup  alot. Skor kacamata akhirnya terpecahkan oleh Joyce di akhir babak pertama setelah memanfaatkan umpan terobosan dan berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan. Wasit Sarwanto mengakhiri babak pertama dengan skor 1-0. Usai turun minum, duel sengit kembali terjadi antara Syarafana dan Joyce. Ketertinggalan skor tak mengendurkan semangat skuad SD Al Azhar Syifa Budi untuk mendobrak jantung pertahanan SDN Cemara Dua. Upaya tersebut membuahkan hasil di menit ke 18, Syarafana menyarangkan bola dengan kaki kanannya.  Tak henti di situ, gol kedua bagi SD Al Azhar Syifa Budi tercipta berkat kerjasama apik antara Syarafana dan Almira Sofia Retriva yang mengecoh kiper Alika Wiradhika Putri Cahyono lewat sontekan tipis di mulut gawang. Almira pun mencatatkan brace di menit ke-26 dengan bola liar yang melaju mulus menerobos garis gawang. Kedudukan 3-2 menutup kemenangan bagi SD Al Azhar Syifa Budi.  Putri-putri Solo Semakin Berambisi Jadi Pesepakbola Handal Gelaran MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 1 2025-2026 yang diadakan pada 28 Oktober hingga  2 November 2025 diikuti oleh 1.736 siswi dari 92 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Dalam turnamen sepak bola putri usia dini yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut, mereka terbagi ke dalam 64 tim KU 10 dan 99 tim KU 12.  Jumlah peserta MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 1 2025-2026 meningkat dibanding seri-seri sebelumnya. Sejak penyelenggaraan pertama pada MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 1 2024 pada bulan Juli tahun lalu, tercatat 389 siswi ambil bagian. Selanjutnya, pada MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 2024 di bulan Oktober 2024, jumlah peserta mencapai 830 siswi. Kemudian partisipasi kembali mengalami peningkatan menjadi 1.016 siswi kala MilkLife Soccer Challenge Solo 2025 digelar pada bulan Mei lalu. Head Coach MilkLife Soccer Challenge Timo Scheunemann menyambut gembira tren positif peningkatan jumlah peserta yang selaras dengan kualitas yang ditunjukkan. Timo menyebut hal ini merupakan bentuk ambisi yang besar dari para putri untuk menjadi calon pesepakbola handal Indonesia di masa depan. “Saya melihat sekarang sekolah-sekolah banyak yang lebih serius untuk pembinaan termasuk menyiapkan diri dalam turnamen ini sehingga bisa kita lihat cara permainannya sudah berkembang. Dari Solo juga sudah banyak para pemain putri yang berlatih di SSB untuk mengasah kemampuan mereka di samping konsisten latihan di lingkungan sekolah. Saya mengapresiasi impian mereka untuk memperkuat timnas putri yang sekarang ada contoh nyatanya. itu merupakan hal positif yang membuat para putri makin semangat berlatih,” kata Coach Timo. Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengatakan spirit menuju ‘Kota Solo Sehat’ patut digelorakan sejak usia dini. Melihat tren positif partisipasi para putri Solo dalam turnamen sepak bola putri, Astrid mengajak seluruh warga untuk menjalani pola hidup sehat dengan berolahraga.  “Saya mengapresiasi penyelenggara MilkLife Soccer Challenge yang sudah memberikan ruang khususnya putri di KU 10 dan KU 12 dimana banyak sekali yang ingin terjun ambil bagian dalam pertandingan ini yang jumlahnya meningkat. Ini menunjukkan minat yang bagus, saya kira dengan semangat Solo yang sehat, adanya turnamen semacam ini memberikan nafas baru … Read more

Asian Youth Games 2025: Indonesia Kembali Tambah Emas!

Sashenka Fatimah di Podium Judo Asian Youth Games 2025

Kontingen Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Asian Youth Games 2025. Kali ini, giliran cabang olahraga judo yang menyumbangkan medali emas keempat bagi Tanah Air berkat penampilan gemilang Sashenka Fatimah di nomor -63kg putri. Pertandingan pamungkas berlangsung di Exhibition World Bahrain, pada Kamis (30/10/2025) malam WIB. Di partai final, Sashenka tampil sangat percaya diri menghadapi wakil India, Monika Khuyenthem, yang dikenal tangguh di kelasnya. Dengan teknik ciamik dan strategi matang, Sashenka Fatimah sukses menang by Ippon dan memastikan medali emas untuk Indonesia. Kemenangan ini memperkuat dominasi Sashenka di kelas -63kg sekaligus memperlihatkan kualitas judo muda Indonesia yang kian disegani di level Asia. Raihan dari cabang judo ini membuat Indonesia kini mengoleksi total empat medali emas di Asian Youth Games 2025 yang digelar di Bahrain. Capaian ini membuktikan bahwa semangat juang dan konsistensi atlet muda Indonesia terus membara demi mengibarkan Merah Putih di panggung olahraga internasional.

Asian Youth Games 2025: Bulu Tangkis Sumbang Emas Ketiga Indonesia

Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani

Ganda campuran bulu tangkis Indonesia, Pramono Raihan/Candani Athresia, sukses menyumbang medali emas ketiga bagi kontingen Indonesia di Asian Youth Games 2025. Mereka mengalahkan pasangan Hong Kong, Cheung Sai Shing/Chu Wing Chi, di final dengan skor 21-11 dan 21-17. Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi emas, tetapi juga mendongkrak posisi Indonesia ke peringkat 14 klasemen medali dengan total 26 medali. Tiga cabor yang mendapat medali tertinggi adalah Pencak Silat, Angkat Besi, dan Bulutangkis. Medali emas pertama untuk Indonesia di AYG 2025 diraih oleh Furgon Habbil Winata di cabor pencak silat nomor 51-55 kilogram putra. Sedangkan emas kedua dipersembahkan oleh Muhammad Rijal Abdilla di cabor angkat besi kelas 60 kilogram putra. Indonesia adalah negara Asia Tenggara ketiga dengan perolehan medali terbanyak sejauh ini. Di atas mereka, ada Thailand yang bertengger di posisi kelima klasemen sementara. Kemudian ada Filipina di posisi ke-11. Thailand mengemas 13 emas, 14 perak, dan 13 perunggu. Sementara Filipina mengantongi enam emas, tujuh perak, dan sembilan perunggu.

Kiandra Ramadhipa Juara European Talent Cup Catalunya 2025

Kiandra Ramadhipa

Pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa, tampil luar biasa di ajang European Talent Cup (ETC) Catalunya 2025. Mengutip dari berbagai sumber, meski dijatuhi hukuman start dari posisi ke-24, Ramadhipa justru tampil menggila dan menutup balapan dengan kemenangan dramatis di garis finis. Ramadhipa mendapat penalti bersama sembilan pembalap lain karena melaju terlalu pelan saat sesi kualifikasi. Namun, hukuman itu justru menjadi pemicu semangatnya untuk menunjukkan kemampuan terbaik di lintasan Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, Minggu (2/11/2025). Sejak lampu start padam, Ramadhipa langsung tancap gas. Secara perlahan, pembalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team ini menyalip satu demi satu lawan di tengah kondisi balapan yang kacau akibat banyaknya pembalap terjatuh. Momen itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Rama untuk menembus posisi 20 besar hanya dalam beberapa putaran. Statusnya sebagai rookie terbaik Asia Talent Cup 2024 terbukti bukan tanpa alasan. Di pertengahan balapan, Ramadhipa berhasil menembus posisi delapan besar. Namun perjuangannya belum berakhir. Empat lap terakhir menjadi panggung utama bagi remaja 16 tahun itu. Dengan kecepatan dan ketenangan luar biasa, Rama merangsek ke posisi terdepan dan memimpin balapan. Persaingan sengit pun terjadi di lap terakhir ketika Carlos Cano, sang juara bertahan, mencoba merebut posisi pertama. Rama tetap tenang, membuntuti dalam jarak sangat dekat hingga akhirnya memanfaatkan teknik slipstream di trek lurus terakhir. Aksi tersebut sukses mengantarkannya melintasi garis finis lebih dulu lewat photo finish dramatis. Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Ramadhipa di musim debutnya di European Talent Cup 2025.

Janice dan Aldila Raih Gelar Juara Ganda Chennai Open

Janice dan Aldila

Duo petenis Indonesia Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi berhasil meraih gelar ganda WTA 250 Chennai Open di India. Janice/Aldila yang menempati unggulan kedua sukses mengalahkan unggulan teratas pasangan Australia-Rumania Monica Niculescu/Storm Hunter dengan skor 7-5, 6-4, demikian WTA. Keduanya sukses mengonversi empat dari enam break point atau sekitar 66,7 persen lebih banyak dari lawannya yang mengonversi dua dari empat peluang break point. Servis kuat masih menjadi senjata besar Aldila dan Janice dengan 77,5 persen poin servis pertama. Duet petenis Indonesia tersebut juga mencatatkan satu ace selama satu jam 21 menit laga final berlangsung. Dalam perjalanan meraih gelar, Janice/Aldila harus mengalahkan petenis Indonesia lainnya, yakni Priska Nugroho, yang berpasangan dengan Sofya Lansere pada babak pertama dengan rubber set. Selanjutnya, Janice/Aldila melangkah mulus ke semifinal dengan kemenangan straight set atas pasangan tuan rumah. Namun, mereka mendapatkan perlawanan cukup keras dari pasangan India lainnya pada semifinal untuk menyelesaikan pertandingan dengan rubber set. Gelar di Chennai merupakan gelar bersama pertama ganda WTA bagi pasangan Janice dan Aldila. Pada awal Oktober mereka sukses menjuarai ajang di Suzhou, namun gelar tersebut tidak masuk dalam hitungan WTA dikarenakan ajang level 125 WTA serupa dengan Challenger. Bagi Janice, kemenangan tersebut merupakan gelar kedua setelah meraih gelar ganda WTA 250 Guangzhou Open di China pekan lalu. Chennai Open juga menjadi saksi kesuksesan Janice meraih gelar tunggal WTA pertama, melengkapi kesuksesan sebelumnya, menjuarai WTA 125 Jinan di China pada pertengahan Oktober.

Janice Tjen Juara dan Cetak Sejarah di Chennai

Janice Tjen Juara dan Cetak Sejarah di Chennai Open 2025

Petenis muda Indonesia, Janice Tjen , mengukir sejarah usai keluar sebagai juara Chennai Open 2025. Pasalnya, Janice berhasil memecahkan puasa gelar tunggal putri di turnamen WTA Tour selama 23 tahun lamanya. Janice mengunci gelar juara usai kalahkan Kimberly Birrell lewat dua set langsung dengan skor 6-4 dan 6-3. Pertandingan tersebut berlangsung di SDAT Tennis Stadium, Chennai, India, Minggu (2/11/2025) malam WIB. Kemenangan yang berhasil dikunci itu juga sekaligus mengakhiri puasa gelar tunggal putri Indonesia di WTA Tour selama 23 tahun. Terakhir kali, petenis Indonesia yang menjuarai rangkaian WTA Tour adalah Angelique Widjaja pada 2002 silam. “Kemenangan ini memecah puasa gelar tunggal putri di WTA Tour selama 23 tahun sejak Angelique Widjaja menjuarai Pattaya Open tahun 2002,” tulis akun instagram resmi PELTI, Senin (3/11/2025). Kesuksesan Janice di Chennai Open 2025 sekaligus mempertegas bahwa dirinya sudah berada di level elite dunia. Gelar juara tersebut juga membuat ranking WTA dirinya melesat 29 tingkat ke peringkat 53 dunia. “Sangat fantastis dan mungkin belum pernah terjadi sebelumnya. Terus melangkah, Janice! Indonesia bangga padamu!,” lanjut PELTI.

Asian Youth Games 2025: Timnas Voli Putri Raih Perak

Skuad Timnas Voli Putri Indonesia U18

Perjuangan heroik Tim Nasional (Timnas) Voli Putri U18 Indonesia harus berakhir dengan pilu. Mereka gagal meraih medali emas setelah menelan kekalahan dramatis 2-3 (26-28, 25-20, 25-18, 17-25, 14-16) dari rival kuat, Iran, di babak final Asian Youth Games (AYG) 2025, yang diselenggarakan di Isa Sports City, Bahrain, Rabu (29/10/2025) malam WIB. ​Hasil ini menempatkan Indonesia di posisi kedua dan berhak membawa pulang medali perak, sebuah pencapaian sejarah bagi voli putri muda Indonesia di kancah Asia. Usai laga ​pelatih kepala Timnas Voli Putri U18 Indonesia, Marcos Sugiyama, menyampaikan rasa bangganya terhadap perjuangan anak asuhnya, meski harus puas dengan medali perak. Pelatih berdarah Brasil-Jepang ini menyoroti bagaimana timnya mampu memberikan perlawanan maksimal, terutama dalam menghadapi tekanan di set-set genting. ​”Ini adalah pengalaman yang luar biasa berharga. Tentu kami sedikit kecewa dengan hasil akhir, karena kami sudah sangat dekat dengan emas,” ujar Sugiyama. “Namun, saya katakan kepada para pemain, mereka telah memberikan yang terbaik. Bermain lima set di final melawan tim sekelas Iran menunjukkan bahwa mentalitas bertanding anak-anak sudah terbentuk. Kami hanya kurang beruntung di momen-momen penentuan, terutama di dua poin terakhir tie-break,” tambahnya. ​Sugiyama juga optimistis bahwa medali perak ini menjadi modal penting bagi masa depan timnas voli putri Indonesia. “Medali perak ini adalah sejarah dan bukti bahwa kita bisa bersaing di level tertinggi Asia. Pengalaman ini akan membuat mereka lebih kuat untuk turnamen berikutnya,” tukasnya.

Asian Youth Games 2025: Kavka Tambah Medali Indonesia

Kavka Zhafif Putrawitama

Atlet taekwondo, Kavka Zhafif Putrawitama menambah pundi-pundi medali bagi Indonesia. Berkat medali perunggu yang dipersembahkannya, Indonesia saat ini berada di posisi 13 klasemen Asian Youth Games 2025. Kavka Zhafif Putrawitama tampil apik di cabang olahraga taekwondo kategori nomor Boys -63 kg. Kavka menunjukkan performa impresif sejak tampil perdana di Hall 2 Exhibition World Bahrain, Minggu (26/10/2025). Perjalanan Kavka menuju podium dimulai dari babak 32 besar, ketika ia menaklukkan atlet asal Sri Lanka Pasanjaya Ranasinghe dengan skor 2-0. Kepercayaan diri itu berlanjut di babak 16 besar, saat ia kembali menang dua set langsung atas wakil Kirgistan Amir Davlesovich Chynybaev. Pertarungan ketat terjadi di perempat final melawan Chuck Aeron Alario dari Filipina. Setelah berbagi kemenangan di dua set awal, Kavka berhasil menguasai ritme pertandingan dan menutup laga dengan skor 16-10. Sayangnya, langkahnya harus terhenti di semifinal usai kalah dari Omadbed Otabekov (Uzbekistan). Meski sempat unggul di set pertama, Kavka belum mampu mempertahankan momentum di dua set berikutnya. Kavka tetap bersyukur atas pencapaiannya tersebut. Apalagi, ini adalah hasil latihan berbulan-bulan demi mewakili Merah Putih. “Puji syukur atas hasil ini. Latihan sembilan bulan terakhir membuahkan hasil, meski saya belum sepenuhnya puas karena target pribadi belum tercapai,” ujar Kavka. “Ke depan saya ingin memperkuat fisik, fokus pada teknik, dan terutama memperkuat mental, karena itu yang paling menentukan di lapangan,” imbuhnya. Capaian Kavka menambah daftar prestasi Tim Taekwondo Indonesia, yang hingga hari ini telah mengantongi dua medali perunggu di Asian Youth Games Bahrain 2025. Sebelumnya Queenita Keisha Azzahra juga meraih perunggu di kelas girl’s 49kg. Total, Tim Indonesia di Asian Youth Games 2025 menempati peringkat 13 klasemen perolehan medali dengan catatan dua medali emas, tiga perak dan 12 perunggu.

Garuda Muda Tahan Imbang Pantai Gading

Pemain Timnas Indonesia U17 vs Pantai Gading U17

Hasil Timnas Indonesia U17 vs Pantai Gading U17 berakhir imbang tanpa gol. Laga uji coba ini digelar di Dubai pada Senin (27/10/2025) waktu setempat. Ini menjadi pertandingan uji coba kedua bagi skuad asuhan Nova Arianto. Sebelumnya, Garuda Muda menelan kekalahan tipis 1-2 dari Paraguay U17. Timnas U17 sebenarnya tampil solid dan menciptakan beberapa ancaman. Namun, pertahanan kokoh Pantai Gading terbukti sulit ditembus. Rangkaian uji coba ini merupakan persiapan akhir jelang Piala Dunia U17 2025. Turnamen tersebut akan berlangsung di Qatar pada 3-27 November mendatang. Timnas Indonesia U17 masih menyisakan satu agenda uji coba terakhir. Lawan berikutnya yang akan dihadapi adalah Panama U17. Pertandingan ini diprediksi akan kembali berlangsung sengit. Laga ini menjadi kesempatan terakhir mengasah strategi dan mental. Duel melawan Panama U17 akan kembali dihelat di Dubai. Pertandingan dijadwalkan pada Rabu, 29 Oktober 2025, pukul 22.00 WIB. Setelah merampungkan laga tersebut, Garuda Muda akan segera bertolak. Mereka akan berangkat ke Qatar untuk fokus ke Piala Dunia U17 2025. Perjuangan Timnas Indonesia U17 di Qatar dipastikan tidak akan mudah. Hasil undian menempatkan mereka di Grup H. Lawan-lawan tangguh sudah menanti di fase grup. Garuda Muda akan bersaing melawan Brasil, Honduras, dan Zambia. Laga perdana Timnas Indonesia akan tersaji pada 4 November 2025. Skuad asuhan Nova Arianto akan menantang wakil Afrika, Zambia. Selanjutnya, Indonesia akan melawan favorit juara Brasil (7/11). Laga terakhir grup akan menghadapi Honduras pada 10 November.

Berakhir Sukses, DKI Jakarta Raih Gelar Juara Umum PON Bela Diri Kudus 2025

Tim Wushu DKI Jakarta

Kudus, 26 Oktober 2025 – Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 berakhir manis. Selama 16 hari penyelenggaraan sejak Sabtu (11/10) hingga Minggu (26/10) di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, sebanyak 2.645 atlet bela diri murni yang berasal dari berbagai provinsi menunjukkan pertarungan sengit demi meraih gelar juara. Hasilnya, kontingen DKI Jakarta berhasil keluar sebagai juara umum dengan torehan total 99 medali yang terdiri atas 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu, dalam ajang multi-cabang yang didukung penuh oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini. Ketua Panitia Pelaksana PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan Gozali, mengucap syukur atas kelancaran dan kesuksesan selama penyelenggaraan ajang multi-cabang olahraga tersebut. Ia berharap, kenangan dan kemenangan manis para atlet yang diraih di tengah arena dapat menjadi pelecut motivasi untuk berlatih lebih keras guna meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang. “Selama lebih dari dua minggu, kita telah menyaksikan atlet-atlet terbaik Indonesia dari berbagai cabang olahraga bela diri unjuk kemampuan dan bertarung di level terbaik guna meraih juara. Kami berharap, tidak hanya membawa pulang medali, tapi para atlet-atlet ini juga membawa semangat membara untuk tetap mengasah kemampuan agar bisa berprestasi lebih tinggi di masa depan,” ujar Ryan. Selain itu, Ryan juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dan juga masyarakat setempat yang telah memberikan dukungan luar biasa terhadap penyelenggaraan event ini. Ia optimistis, gelaran ajang multi-event skala nasional yang diadakan di Kudus ini, dapat menjadi pendorong terbentuknya sport tourism yang pada akhirnya membuat roda perekonomian masyarakat Kudus semakin berputar. “Selaras dengan misi Pemkab Kudus yang sedang menggiatkan sport tourism bagi kota ini, kehadiran PON Bela Diri Kudus 2025 diharapkan dapat memberi dampak positif baik dari sisi ekonomi maupun pembangunan sumber daya masyarakat. Karena kami melihat selama penyelenggaraan, berbagai lini bisnis Kudus berputar cukup kuat seperti tingginya okupansi hotel, ramainya tempat wisata hingga rumah makan dan restoran yang dipadati pengunjung. Semoga segenap masyarakat Kudus dapat merasakan manfaat besar dari kegiatan ini,” Ryan menjelaskan. Senada dengan hal tersebut, Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyampaikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara atas keberhasilan menggelar PON Bela Diri Kudus 2025 dengan lancar dan sukses. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kudus atas sambutan hangat yang diberikan kepada para atlet dan ofisial dari berbagai daerah di Indonesia, yang turut menciptakan suasana kompetisi penuh semangat dan persaudaraan. Marciano juga menjelaskan, PON Bela Diri Kudus merupakan ajang dua tahunan yang mendapat dukungan penuh dari Djarum Foundation. Ia berharap kolaborasi antara KONI Pusat dan Djarum Foundation dapat terus berlanjut pada penyelenggaraan PON Bela Diri pada 2027, sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam mendorong kemajuan, memperluas partisipasi, dan memperkuat ekosistem pengembangan olahraga bela diri di Tanah Air. “Di sini nanti, satu hari, Kudus menjadi rumahnya cabang olahraga bela diri Indonesia,” katanya.  Di sisi lain, Marciano menilai, Djarum Arena yang digunakan sebagai lokasi pertandingan 10 cabang olahraga bela diri selama 16 hari terakhir, sudah sangat representatif, sebagaimana juga diakui oleh sejumlah pimpinan cabang olahraga. Namun, pihaknya akan melakukan sejumlah penyesuaian di masa mendatang agar khalayak dapat lebih leluasa menyaksikan jalannya pertandingan. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya membuka akses yang lebih luas bagi warga Kudus dan sekitarnya untuk menonton, tetapi juga memungkinkan mereka menikmati suasana acara melalui berbagai hiburan serta ragam kuliner khas lokal yang tersedia di sekitar arena. “Tempat ini sudah representatif dan jauh lebih bagus dari perkiraan kita sebelumnya,” Marciano, menjelaskan. Adapun, Bupati Kudus Dr. Ars Sam’ani Intakoris, S T., M.T., menuturkan segenap masyarakat Kudus berterima kasih kepada KONI Pusat dan juga Djarum Foundation yang telah berkolaborasi mendukung sport tourism di Kudus melalui penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Ke depannya, pintu Kota Kretek akan selalu terbuka dengan berbagai event olahraga baik skala nasional maupun internasional. “Dengan hadirnya para atlet, ofisial, serta penonton dari berbagai daerah di Kabupaten Kudus, tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Sektor UMKM, perhotelan, hingga jasa transportasi, turut merasakan manfaatnya. Ini merupakan karunia yang luar biasa. Harapannya, penyelenggaraan PON Bela Diri di Kabupaten Kudus pada 2027 dapat berlangsung lebih baik dan lebih sempurna,” Sam’ani, menjelaskan. Sementara itu, dari arena pertandingan, DKI Jakarta keluar sebagai juara umum usai “menyalip di tikungan terakhir” dan menggeser Jawa Barat yang sebelumnya dijagokan keluar sebagai kampiun. Pada tahap ketiga penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025, Jumat (24/10), yang mempertandingkan ju-jitsu, karate, dan wushu, kontingen ibu kota tampil impresif dengan menambah koleksi medali secara signifikan. Mereka akhirnya menegaskan dominasi pada ajang multi-event bela diri murni tersebut. “Memang cabor-cabor (cabang olahraga) yang di pekan terakhir PON Bela Diri Kudus 2025 ini adalah cabor-cabor unggulan DKI Jakarta,” ujar Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta Fatchul Anas. Skuad DKI Jakarta datang ke Kudus berkekuatan 138 atlet dan 45 ofisial. Setelah hanya finis di peringkat kedua pada PON Aceh-Sumut 2024, KONI DKI Jakarta langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh cabang olahraga dan menyiapkan program latihan intensif selama satu tahun. Hasil pembenahan itu kini mulai terlihat, seiring keputusan digelarnya PON Bela Diri Kudus 2025, yang menjadi ajang pembuktian bagi para atlet DKI Jakarta. “Kami memang sudah mencanangkan untuk menjadi juara umum di PON Bela Diri Kudus 2025 ini. Selain itu ajang ini menjadi tolok ukur atas hasil latihan tim DKI Jakarta selama setahun terakhir,” Anas, menjelaskan. Lebih lanjut Anas menjelaskan, pada ajang PON Bela Diri 2025, tim DKI Jakarta menurunkan kombinasi atlet lapis pertama dan kedua. Namun, sejumlah atlet andalan yang tergabung dalam tim nasional tidak diturunkan karena tengah dipersiapkan untuk menghadapi SEA Games 2025 Bangkok. Meski demikian, seluruh cabang olahraga bela diri yang dipertandingkan pada PON Bela Diri Kudus 2025, sangat membutuhkan peningkatan jam terbang dan frekuensi kompetisi yang lebih rutin. Ia menilai, kehadiran ajang ini menjadi sarana penting bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, memperbanyak pengalaman bertanding, serta meningkatkan mental dan konsistensi performa di level yang lebih tinggi. Di sisi lain, catatan gemilang juga lahir di cabang olahraga wushu yang menjadi satu-satunya cabang olahraga yang dipertandingkan pada hari terakhir penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Olahraga bela diri tradisional yang berasal dari China ini menjadi lumbung emas bagi Jawa Timur (Jatim). Muhammad Daffa “Golden Boy” Hidayatullah dan Jennifer Tjahyadi, duo-atlet wushu andalan … Read more

Indonesia Masters II 2025: Ubed Podium Teratas

Moh. Zaki Ubaidillah

Pemain bulu tangkis tunggal putra Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah, sukses menjuarai Indonesia Masters II 2025, setelah menundukkan wakil China, Dong Tian Yao, Minggu (26/10). Bertanding di GOR PBSI, Medan, Sumatra Utara, Ubed, sapaannya, menang straight games 21-11, 21-8 dalam tempo 30 menit. “Pertama–tama saya mau mengucap syukur karena hari ini diberikan kemenangan tanpa cedera dan pertandingan berjalan cukup lancar,” kata Ubed melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI. Atlet asal Sampang, Madura, Jawa Timur ini menuturkan, awal pertandingan berlangsung ketat, tetapi ia tetap berupaya tenang dan meningkatkan fokusnya. Ia mengaku sudah menyiapkan strategi sejak awal, menyadari Dong dengan postur tinggi akan berusaha menyerang lebih dulu. “Jadi saya sudah siap dengan itu, saya ambil posisi lapangan ‘kalah angin’ dulu dengan mindset siap capek dan siap ngadu di lapangan,” ujarnya. “Dari buangan bola saya juga berusaha untuk mengontrol dan membatasi serangan lawan, dalam posisi menyerang pun saya tidak mau buru-buru,” Ubed, menambahkan. Setelah dua kali meraih medali perak pada BWF World Junior Championships 2025 beberapa pekan lalu, Ubed akhirnya sukses menjadi juara di Indonesia Masters 2025. Ia merasa sangat gembira dengan pencapaian ini, sekaligus mendapatkan semangat tambahan dari dukungan penonton yang memadati arena pertandingan. “Kemenangan ini saya persembahkan untuk kedua orang tua dan keluarga saya yang selalu mendoakan saya. Untuk Indonesia, PBSI, dan PB Djarum,” katanya. “Target ke depan, semoga lebih baik lagi dan bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi,” demikian Ubed. Selain itu, Indonesia mampu mengamankan gelar dari nomor ganda putri. Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva mampu mengungguli juniornya, Isyana Meida/Rinjani Nastine. Apri/Fadia menang dengan skor 21-11, 21-17. Dengan demikian, Indonesia mampu mengamankan empat gelar juara.

Indonesia Masters II 2025: Ganda Putra Indonesia Juara

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, menjuarai Indonesia Masters II 2025 berkat kemenangan atas pasangan “gado-gado” asal Korea Selatan dan Malaysia, Choi Sol Gyu/Goh V Shem, Bertanding di GOR PBSI, Medan, Sumatra Utara, Raymond/Joaquin menang tiga gim 21-18, 17-21, 24-22 dalam durasi 66 menit. “Pertama-tama, puji Tuhan kita bisa bermain dengan lancar dan tidak ada cedera. Permainan tadi sungguh menegangkan buat kami,” tanggap Joaquin kepada tim Humas dan Media PP PBSI. Di gim pertama, menurut Joaquin, mereka bermain agresif karena berada di posisi “menang angin”. Namun, di gim berikutnya, meski sempat unggul 11-9, mereka terburu-buru menyerang sehingga Choi/Goh dapat mengantisipasi pukulan, akhirnya kalah 13-21. “Gim ketiga, kita juga mengunakan pola yang sama, yaitu menyerang dan ketika kita berpindah tempat di poin 11, kita di posisi ‘kalah angin’. Kita mencoba bermain sabar dan itu berhasil cuman di pon kritis ketika kita unggul 20-19,” tuturnya. “Saya servis nyangkut dan tangan saya sempat gemetar. Tapi pelatih dan partner saya terus meyakinkan saya untuk mengambil kesempatan ini untuk menjadi juara Super 100,” Joaquin, menuturkan. Di poin-poin kritis, lanjutnya, mereka sempat unggul tiga kali dan diminta untuk menunggu bola lawan sambil tetap tenang dan sabar. Meski begitu, mereka tetap memilih menyerang, percaya bahwa strategi terbaik dalam pertahanan adalah dengan terus menekan lawan. Sementara, menurut Raymond, Choi/Goh memiliki keunggulan pengalaman, yang membuat mereka tetap tenang meski tertinggal, berkat seringnya mereka tampil di turnamen tingkat tinggi. “Tadi di poin kritis, saya kayak deja vu aja, karena saya pernah tiga kali final dan kalah terus di poin mepet-mepet gitu, rasanya bebannya berat aja gitu ke sendiri, karena pengin menang banget,” tuturnya. “Akhirnya lega banget saya bisa juara Super 100. Sebelumnya dengan partner yang beda, gagal dua kali di final dengan Joaquin juga sudah gagal sekali untuk juara. Dukungan penonton sangat memberikan semangat buat kita, apalagi Papa dan Mamanya Joaquin juga hadir di sini,” Raymond, menjelaskan. Di sisi lain, Joaquin menyatakan, kemenangan ini dipersembahkan untuk Indonesia, PBSI, dan skuad ganda putra pratama, menyusul gelar juara perdana mereka di turnamen Super 100. Ia berharap bersama Raymond, prestasi tersebut dapat meningkatkan performa dan grafik perkembangan mereka ke depan. “Minggu depan kita akan berangkat ke Korea Super 300. Karena kita sudah ada gelar di sini kita mau lebih pede tampil di Korea, dan bisa lebih baik dari penampilan sebelumnya di Macau Super 300,” pungkasnya.

Indonesia Masters II 2025: Marwan/Aisyah Juara

Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata

Ganda campuran Indonesia, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata, menempati podium teratas Indonesia Masters II 2025, berkat kemenangan di partai puncak atas pasangan Malaysia, Jimmy Wong/Lai Pei Jing, Minggu (26/10). Bertanding di GOR PBSI, Medan, Sumatra Utara, pasangan unggulan teratas tuan rumah itu menang tiga gim 16-21, 21-19, 21-3 dalam tempo 49 menit. “Pertama-tama bersyukur bisa meraih gelar di rumah sendiri. Tahun lalu kami ada di final, hari ini kami bisa juara. Kepuasan tersendiri bisa juara di Indonesia,” tanggap Marwan melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI. Lebih lanjut Marwan menjelaskan, di gim pebuka, mereka mengalami kesulitan karena banyak melakukan kesalahan sendiri saat servis, tercatat hingga enam kali. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat ritme permainan menjadi tidak nyaman dan turut memengaruhi performa mereka secara keseluruhan. “Hawa mainnya juga kurang dapat gitu, kayak greget mainnya kurang. Main serba datar-datar aja,” kata pemain kelahiran Kuningan, Jawa Barat, pada 05 Mei 2004 itu. “Di gim kedua, kita berusaha untuk meyakinkan diri dan pikiran untuk bisa kembali fokus ke permainan dan akhirnya kami bisa keluar dari tekanan,mengejar ketertinggalan dan berakhir dengan kemenangan 21-19,” Marwan, menambahkan. Marwan menjelaskan, di gim penentuan, mereka mulai menemukan ritme permainan dan tampil lebih percaya diri, dan mampu mengambil kendali sejak awal gim dengan terus menekan lawan melalui serangan agresif, baik dari permainan depan maupun belakang, hingga membuat pasangan negeri jiran itu berbalik tertekan. Sementara, Aisyah mengutarakan, menghadapi Lain, pemain berpengalaman di sektor ganda campuran menjadi pengalaman berharga baginya. Ia mengaku sudah pernah berhadapan dengan Lai bersama pasangan yang berbeda, dan meski kemampuan lawan kali ini dinilainya tidak terlalu merata, laga tersebut tetap menjadi ajang penting untuk menambah jam terbang di level tinggi. “Dukungan penonton berarti banget untuk kami dan kami tidak mau mengecewakan penonton apalagi hari ini di final penontonnya lebih penuh,” ujarnya. Bagi Aisyah, kemenangan ini menjadi persembahan bagi keluarga, pelatih, rekan-rekan, serta bangsa Indonesia, dengan torehan gelar juara. Adapun bagi Marwan, kemenangan di final turnamen bulu tangkis level BWF Tour Super 100 menjadi hadiah bagi orang tua dan orang-orang terdekatnya. Ia mengakui perjuangannya tidak mudah, terlebih setelah sempat tertinggal dan harus beradaptasi dengan pasangan baru. “Semoga ke depannya saya lebih percaya diri,” ujarnya. “Target ke depan pengin di level Super 300 kita bisa lebih bersaing karena sebelumnya kita belum tembus-tembus kerap kalah di babak 16 besar, jadi kita pengin lebih baik dari itu,” demikian Marwan.