Tembus 8 Besar Dunia, Pebalap Putri 20 Tahun Lolos Kualifikasi Kejuaraan Dunia Polandia

Pebalap putri Indonesia, Crismonita Dwi Putri, akan tampil di kualifikasi kejuaraan dunia trek di Warsawa, Polandia, pada 27 Februari - 3 Maret 2019. Dara berusia 20 tahun akan turun di satu nomor saja, yaitu 500 meter time trial. (kompas.com)

Jakarta- Pebalap putri Indonesia Crismonita Dwi Putri, akan tampil di kualifikasi kejuaraan dunia setelah sebelumnya mampu menembus posisi delapan besar pada kejuaraan dunia trek di Hongkong, akhir Januari lalu. Kualifikasi kejuaraan dunia trek akan digelar di Warsawa, Polandia, 27 Februari – 3 Maret 2019. Pebalap berusia 20 tahun pada kejuaraan trek di Warsawa ini akan turun di satu nomor saja, yakni 500 meter time trial. “Crismon (sapaannya) berkesempatan tampil pada kualifikasi kejuaraan dunia. Hasil di Hongkong itu amat berpengaruh akan keberangkatannya ke Polandia,” kata Budi Saputra, manajer Crismon. Saat di Hongkong, dara kelahiran Lamongan (Jawa Timur), 23 April 1998 itu turun di nomor tim sprint, bersama Wiji Lestari. Dan nomor sprint-lah yang menempatkannya di posisi delapan dunia. Pada nomor sprint 200 meter, ia mengawali balapan dengan mengalahkan wakil Italia, Miriam Vece, pada babak 1/16 besar dengan waktu 11.487 detik. Hasil positif itu berlanjut di babak perdelapan besar. Crismon mampu mengalahkan wakil Jerman, Lea Sophie Friedrich, dengan catatan waktu 11.339 detik. Memasuki babak perempat final, pertarungan semakin ketat karena delapan pebalap terbaik bersaing. Pada babak ini Crismon berhadapan dengan wakil Lithuania, Simona Krupeckaite. Tiga kali perlombaan harus digelar karena kedua pebalap memiliki skor yang sama 1-1. Namun, di balapan penentuan Crismon harus menyerah dari sang lawan. “Kami harapkan progres Crismon terus meningkat. Saat ini, tim pelatih terus memberikan program menghadapi kejuaraan dunia,” katanya menambahkan. Di Polandia, atlet cantik ini bakal bertandem dengan pebalap putra kelahiran 14 Maret 1999, Terry Yudha Kusuma. Atlet Boyolali (Jawa Tengah) ini turun pada kualifikasi nomor 1.000 meter time trial. “Ini kesempatan bagi Terry, menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dia masih muda dan berpotensi,” kata pria asal Purwokerto Jawa Tengah itu. Guna menghadapi kejuaraan dunia trek di Polandia, baik Crismon maupun Terry Yudha terus ditempa di arena Jakarta International Velodrome (JIV), Rawamangun, Jakarta Timur. Mempunyai velodrome kelas dunia jelas menjadi keuntungan sendiri bagi pebalap Indonesia. (Adt)

Apresiasi Program Kampanye Perdamaian, FIFA Foundation dan La Liga Dukung Uni Papua

Uni Papua yang merupakan gerakan sepak bola sosial di Indonesia kembali meraih kepercayaan dan dukungan FIFA Foundation serta La Liga Spanyol. Perwakilan LaLiga Global Network, Rodrigo Gallego Abad (kanan), bertemu dengan Harry Widjaja, Founder & CEO Uni Papua. (istimewa)

Jakarta– Uni Papua yang merupakan gerakan sepak bola sosial di Indonesia kembali meraih kepercayaan dan dukungan FIFA Foundation serta La Liga Spanyol. FIFA Foundation mendukung program dari yayasan yang didirikannya pada Maret 2013 itu, karena Uni Papua mengampanyekan sepak bola untuk menanamkan benih-benih perdamaian. Adapun program dari Uni Papua itu adalah Football For Peace Indonesia 2019. CEO Uni Papua, Harry Widjaja, mengungkapkan rasa gembira karena FIFA Foundation kembali memberikan kepercayaan pada yayasannya. Ia berharap seluruh kalangan, khususnya di Indonesia, bisa menggunakan sepak bola sebagai alat perdamaian dan silaturahmi. “Kerja sama dengan FIFA ini dimulai sejak 2014 dengan organisasi FIFA yang bernama FIFA FOOTBALL FOR HOPE. Setelah 5 tahun berjalan, FIFA FOUNDATION mendukung kembali Uni Papua di tahun 2019. Ini adalah sebuah kesempatan berharga dan kepercayaan dari FIFA kepada Uni Papua dan Organisasi Indonesia,” ujar Harry. “Saya dengan kerendahan hati memohon dukungan semua pihak, baik pemerintah, media, jurnalis, aktivis dan pencinta sepakbola, klub-klub sepakbola, suporter, maupun semua pihak yang ingin menggunakan sepak bola untuk perdamaian,” tuturnya. Ia menyampaikan bahwa FIFA Foundatioan dalam waktu dekat juga akan memberitahukan kepada Federasi Sepakbola Indonesia, dalam hal ini adalah PSSI tentang dukungan kerja sama institusinya dengan Uni Papua. FIFA Foundation menyetujui tiga program dari Uni Papua, yaitu: Memperkuat rasa toleransi dan penerimaan perbedaan suku, ras, dan agama di kalangan anak-anak. Mengajak berbagai pihak, baik organisasi, perorangan, maupun pemerintah untuk mendukung Sepak Bola untuk Perdamaian. Menciptakan role model, yaitu figur duta perdamaian dari anak-anak berbagai kalangan atau status sosial. Sementara itu, tak hanya FIFA Foundation, La Liga Spanyol juga memberi dukungan untuk Uni Papua. Melalui perwakilannya di Indonesia, La Liga Global Network, Rodrigo Gallego Abad, bertemu dengan Harry di Jakarta, pada Rabu (23/1). La Liga akan melanjutkan kerja sama dengan Uni Papua yang sudah dimulai pada 2017. Dukungan yang diberikan di antaranya coaching clinic dari pelatih La Liga Spanyol yang akan berkunjung ke Indonesia. Uni Papua dan La Liga akan mengadakan kompetisi 5-A-Side bagi anak-anak yang sudah mengikuti coaching clinic. Selain itu, mereka akan memproduksi jersey dan t-shirt kasual sebagai produk charity, yaitu penggalangan dana bagi sepak bola untuk kemanusiaan dan trauma healing bagi anak-anak. (Adt)

Balapan di Kejuaraan Dunia Trek, Momen Atlet 20 Tahun Crismonita Raup Poin Demi Lolos Olimpiade 2020

Pebalap sepeda putri Indonesia berusia 20 tahun, Crismonita Dwi Putri, lolos ke kejuaraan dunia trek yang berlangsung di Hong Kong, 25-27 Januari. Event ini menjadi ajang menambah poin agar lolos Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. (instagram)

Banyuwangi- Performa gemilang di Kejuaraan Asian Track Championship (ATC) 2019, di Jakarta International Velodrome (JIV), Rawamangun, pada 9-13 Januari, membuat pebalap putri Indonesia, Crismonita Dwi Putri, berhak tampil di Kejuaraan Dunia Track, di Hong Kong, pada 25-27 Januari 2019. Partisipasi Crismon, sapaannya, di kejuaraan dunia ini, karena akumulasi poin yang diraih mantan atlet disiplin mountain bike (MTB) dan road race ini selama mengikuti kejuaraan-kejuaraan balap sepeda resmi, seperti di India, Thailand, dan Malaysia, sudah mencapai 562 poin untuk nomor Sprint, dan 330 untuk nomor Keirin. Dan, di Hongkong, Crismon akan bertanding di 3 nomor yaitu Keirin, Sprint dan Team Sprint. Ia tak sendiri berjuang di kejuaraan dunia itu, karena Pengurus Besar (PB) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), juga memberangkatkan tandemnya saat turun di nomor team sprint ATC 2019 yaitu Wiji Lestari. PB ISSI juga berharap event ini bisa menambah poin sebanyak-banyaknya sebagai modal lolos menuju Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Dara kelahiran Lamongan, Jawa Timur, 23 April 1998 itu, jadi satu-satunya pebalap trek Indonesia yang berpeluang tampil di pesta multievent sejagat di Negeri Sakura. Dadang Haries Purnomo, Pelatih Timnas Balap Sepeda Indonesia, mengatakan kejuaraan dunia ini memiliki poin tinggi. Untuk itu, ia meminta Crismon meraih hasil terbaik. Sekaligus menambah jumlah poin bagi dirinya agar bisa lolos dan berlaga di Olimpiade 2020. “Crismon jadi satu-satunya pebalap putri Indonesia yang punya peluang terbesar lolos Olimpiade. Sehingga dia harus tampil maksimal, dan meraih hasil terbaik,” ujar Dadang berharap kepada pemilik dua medali perak dan satu perunggu PON 2016 itu, Jumat (25/1). (Adt)

Pakai Jersey Nomor 38, Firza Andika Pilih AFC Tubize Karena Sepi

Usai resmi menandatangani kontrak dengan klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize, Firza Andika, akan memakai nomor punggung 38. Ia akan membela tim berjuluk Les Sang et Or (Si Merah Darah dan Emas) itu selama dua musim. Tampak Firza (kiri), dan CEO AFC Tubize, Shim Chan Koo, di Kantor Northcliff, Jakarta, pada Jumat (25/1). (bolasport.com)

Jakarta- Eks Timnas U-19 yang tengah mengikut Pelatnas Timnas U-22, Firza Andika resmi menandatangani kontrak dengan klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize. Firza telah menandatangani kontrak berdurasi dua musim dalam acara seremoni yang digelar di Kantor Northcliff Indonesia, SCBD, Jakarta, Jumat (25/1). Hadir dalam kesempatan ini berbagai perwakilan pihak-pihak yang mendukung Firza merumput dan berkarir di Eropa. Yakni Shim Chan Koo selaku CEO AFC Tubize, dan Khairul Asyraf selaku Consultant of Northcliff Sport. Selain resmi menandatangani kontrak berdurasi dua musim, Firza juga mendapatkan nomor punggung 38. “Pakai nomor 38 karena sebenarnya mau pakai 11 atau 29. Tapi, nomor itu sudah dipakai,” ujar pemuda kelahiran Medan 11 Mei 1999. “Kalau 3 ditambah 8 ‘kan jadinya 11 juga dan itu adalah tanggal lahir dan di timnas pun pakai nomor 11,” ujar bek sayap yang mengawali karir dari SSB Tasbih dan SSB Asamkumbang di Medan. “Terima kasih untuk Northcliff yang mendukung saya selama ini. Terima kasih juga manajemen Tubize. Mungkin anak Indonesia bisa bermimpi seperti saya. Intinya bekerja keras untuk bisa menggapai mimpi,” tukas jebolan Akademi Semen Padang dan Sekolah Semen Padang ini. Firza punya dua pilihan sebelum akhirnya menerima tawaran klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize. Selain menjalani trial di Tubize, pemain yang pernah menjadi bek kanan, gelandang, sayap kiri dan striker ini, sempat menunjukkan kemampuannya bersama klub kasta keempat Liga Spanyol yakni UD Alzira. Kedua klub itu kemudian sama-sama menyatakan minatnya kepada eks bek kiri PSMS Medan itu. Ia akhirnya lebih memilih AFC Tubize dan menandatangani kontrak berdurasi dua musim di Kantor Northclifff, Jakarta, Jumat (25/1). Lalu apa alasan Firza memilih berkarier di klub dengan Stadion Leburton sebagai kandang itu ? “Saya pilih Tubize karena permainan timnya sangat bagus. Orang-orangnya juga bisa berkomunikasi dengan baik dan sangat terbuka,” bilangnya paska tandatangani kontrak. “Jadi, saya sangat ingin bermain di sana. Selama trial, di sana juga tak ada kendala berarti, seperti misalnya cuaca,” terang pemain yang punya kecepatan ini. Kota Tubize, berada sekitar 33 km ke arah selatan Brussel, ibu kota Belgia. Suasana sepi Tubize, juga jadi salah satu faktor pilihannya. Firza bisa fokus mengembangkan karier dan bakatnya. “Lingkungan di sana juga bagus karena sepi, jadi bisa lebih fokus. Apalagi saya orangnya tak terlalu suka main keluar,” tuturnya. (Adt)

Ramaikan Turnamen Game Indonesia, Piala Presiden Esports 2019 Segera Bergulir

Ajang bergengsi Piala Presiden Esport 2019 akan segera digelar awal tahun ini dan mempertandingkan beberapa game-game populer di Indonesia. Indonesia Esports Premiere League (IESPL), Event Organizer e-sports lokal terbesar di Indonesia, dikabarkan menjadi penyelenggaranya. (instagram)

Jakarta- Piala Presiden biasanya dikenal sebagai turnamen sepakbola pra musim liga 1 dimulai, tapi kini, pemerintah mulai merangkul e-sports. Piala Presiden Esports 2019 akan digelar awal tahun ini dan akan memertandingkan beberapa game. Penyelenggaraan Piala Presiden Esports 2019 menjadi jawaban dari perkembangan e-Sports yang semakin meluas di Indonesia. Merunut informasi yang ditampilkan pada akun media sosial tersebut, penyelenggara utama adalah Indonesia Esports Premiere League (IESPL). Sayang, tak banyak informasi yang diungkap dari akun Instagram itu. Piala Presiden Esport 2019 akan berkerja sama dengan IESPL, salah satu Event Organizer e-sports lokal terbesar di Indonesia. Pihak penyelenggara belum membocorkan waktu turnamen tersebut akan berlangsung. Info yang didapat melalui Instagram IESPL, hanya sebuah Insta Story yang memuat tautan untuk pendaftaran peserta turnamen. Keterangan dari akun itu hanya menyebut, gelaran ini segera berlangsung dalam waktu dekat di 2019. Saat dihubungi terkait gelaran ini, Presiden IESPL, Giring Ganesha tak banyak berkomentar. “Saya masih belum bisa bilang apa-apa mengenai Piala Presiden Esports 2019. (Tunggu) Tanggal 28,” tuturnya. Pihak panitia penyelenggara akan mengadakan sesi konferensi pada Senin (28/1). Sebelumnya, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Nasional (BEKRAF), Triawan Munaf, menegaskan, keberadaan event Piala Presiden Esports 2019 akan menjadi satu di antara upaya pemerintah memberi tempat terhadap perkembangan e-Sports. Ia menyebut, ajang Piala Presiden ini bakal menjadi ‘pesta’ sekaligus adu kreativitas antarpemain. Triawan berharap, langkah pemerintah ini memberi ruang keselarasan bagi keinginan lingkungan e-Sports di Tanah Air. Sebelumnya, esports dipastikan bakal menjadi salah satu cabor (cabang olahraga) di SEA Games 2019 di Filipina. e-sports masuk dalam Kategori 3 dari daftar cabor SEA Games yang diusulkan Komite Penyelenggara SEA Games Filipina atau PHISGOC. e-sports bergabung dengan cabor lainnya, seperti arnis, floorball, jiu-jitsu, kickboxing, kurash, lawn bowling/petanque, netball, obstacle course, sambo/vovinam, underwater hockey, wakeboarding. Seperti kabar sebelumnya, SEA Games tahun depan bakal mempertandingkan enam judul gim. “Info terakhir akan ada 6 judul gim, yang terdiri dari PC, mobile, dan konsol,” ungkap Ketua IeSPA, Eddy Lim, pada Selasa (27/11/2018). Adapun judul gim yang bakal dipertandingkan di SEA Games 2019, antara lain NBA2K19 dan Tekken (konsol), Dota 2 dan StarCraft II (PC), serta Mobile Legends dan Arena of Valor (mobile). Walau belum dirilis resmi oleh panitia SEA Games 2019 Filipina, Eddy Lim, selaku ketua IeSPA mengonfirmasi kabar keenam judul gim tersebut benar. “Iya, keenam judul gim tersebut 1000 persen confirm. Jadi kalau ada info berbeda di media luar, itu salah,” tulis Eddy Lim, pada Kamis (20/12/2018). Jika diperhatikan, gim League of Legends (LoL), FIFA, Heartstone, dan Clash Royal yang sebelumnya dikabarkan bakal muncul di SEA Games 2019, tidak masuk ke dalam daftar. (Adt)

Jadi Tunggal Tersisa Indonesia, Jonatan Christie Masuk Semifinal Indonesia Masters 2019

Tunggal putra Indonsia, Jonatan Christie sukses melaju ke babak semifinal (4 besar) Daihatsu Indonesia Masters 2019, paska menyudahi unggulan ke-8 asal India, Kidambi Srikanth, pada babak perempat final di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (25/1). (Humas PBSI)

Jakarta- Jonatan Christie mampu mempertahankan performa menawan para wakil tuan rumah di court-1 Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (25/1). Butuh waktu 48 menit bagi tunggal putra peringkat 12 dunia itu menekuk unggulan ke-8 asal India, Kidambi Srikanth, demi tiket ke babak semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2019. Awal gim pertama, pertarungan berlangsung ketat. Namun jelang interval Jojo, sapaannya mampu mendulang beberapa poin beruntun, hingga membuatnya sedikit menjauh dari kejaran poin Kidambi. Masa interval, jagoan tuan rumah unggul 11-7. Selepas jeda, Kidambi yang kini bercokol di peringkat 8 dunia itu mulai bangkit. Sedikit demi sedikit, pemain 25 tahun ini mulai mengejar perolehan poin Jojo. Poin berimbang di angka 15-15, bahkan tunggal India mampu balik memimpin 15-18. Namun, atlet PB Tangkas yang didukung penuh suporter tuan rumah sebagaimana saat ia meraih medali emas Asian Games 2018, tak lantas tinggal diam. Lewat sebuah momentum yang tepat, pemain kelahiran Jakarta 15 September 1997 itu mampu mendulang lima poin berturut-turut mengakhiri gim pertama dengan kemenangan 21-18. Gim kedua dibuka dengan mulus oleh Jonatan. Ia meraup enam poin beruntun untuk leading 6-0. Jeda interval pun dikuasai Jojo, lewat keunggulan 11-4. Sebenarnya Jonatan memimpin perolehan angka. Namun saat memasuki periode poin kritis, Kidambi menipiskan ketertinggalannya menjadi 17-15. Pemain India ini bahkan mampu menyamakan kedudukan di angka 19-19. Performa Jojo yang mulai kedodoran saat masuk periode krusial, ternyata gagal dimanfaatkan dengan baik oleh wakil India. Ia pun sukses menutup set kedua lewat kemenangan tipis 21-19. Jojo pun sukses menyusul dua wakil tuan rumah lainnya yang telah memastikan diri masuk ke babak 4 besar. Masing-masing dari sektor ganda putri lewat aksi Greysia/Apriyani, dan ganda campuran dar pasangan Tontowi/Liliyana. Sementara Juara bertahan tahun lalu, Anthopny Sinisuka Ginting harus mengubur impiannya ke semifinal lantaran kalah dari tunggal asal Jepang, Kento Momota. Anthony takluk dari unggulan pertama turnamen ini dengan straigt game, 9-21, 10-21, di Istora Senayan, Jumat (25/1). Di babak semifinal yang bakal digelar pada Sabtu (26/1), Jojo ditunggu ranking 20 dunia asal Denmark, Anders Antonsen. Dalam laga di court-3 itu, Antonsen tak diduga menundukkan wakil Malaysia, Lee Zii Jia, dua set langsung, dengan skor identik 21-13, 21-13. “Antonsen mungkin menebak permainan saya, begitu juga saya, akan melihat video pertandingan masing-masing. Saya unggul di supporter, lawan-lawan saya terlihat sedikit nervous dengan riuhnya Istora, ini salah satu modal buat saya,” terang Jojo. “Antonsen pemain bagus, masih muda. Tipikal mainnya seperti pemain Eropa yang cepat, angkat bola dan smash. Mirip dengan (Viktor) Axelsen, tapi Antonsen lebih cepat karena dia lebih muda,” pungkasnya. (Adt)

Cabor Menembak Bidik 3 Medali Emas SEA Games 2019, Dua Atlet Muda Latihan di Kuwait

Dua petembak asal Bali nomor air pistol untuk kategori youth (U-17) yang tengah mengikuti Seleknas (seleksi nasional) atlet menembak untuk Pelatnas (pemusatan latihan nasional) SEA Games 2019, yakni Lely Sulistya Dewi Tirtajaya (kiri) dan Kadek Rico Vergian Dinatha, berkesempatan berlatih di Kuwait, mulai 1-7 Februari 2019. (balipost.com)

Jakarta- Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) meninjau Seleknas (seleksi nasional) atlet menembak untuk Pelatnas (pemusatan latihan nasional) SEA Games 2019, di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, pada Rabu (23/1). Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur (Jatim), mengatakan Seleknas cabang olahraga (cabor) menembak dilaksanakan dengan penuh kegembiraan. Diakuinya, bahwa baru kali ini dirinya melihat langsung proses seleksi dilakukan secara terbuka oleh PB Perbakin. Ia menegaskan semua pihak tidak boleh berkecil hati dengan proses seleksi seperti ini. Menpora menyebut venue menembak di Jakarta dan Palembang merupakan yang terbaik, sehingga harus dimanfaatkan maksimal untuk menggali potensi atlet Indonesia. “Jadi tidak hanya di level senior tapi juga junior. Di TNI, banyak para tentara yang ikut kejuaraan menembak tingkat ASEAN, Asia bahkan dunia. Motivasi ini yang harus kita tularkan kepada atlet-atlet junior,” tambah Menpora. Sementara itu, Mayjen (TNI) Joni Supriyanto, Ketua Umum PB (Pengurus Besar) Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin), menjelaskan proses seleknas ini diproyeksikan untuk ajang SEA Games 2019 Filipina, dan diikuti 65 atlet dari seluruh Indonesia. Seleknas cabor menembak berlangsung pada 18-25 Januari ini menyertakan seluruh nomor yang dipertandingkan yakni 22 nomor. Dari 22 nomor itu, PB Perbakin membidik tiga medali emas di pesta terbesar di kawasan Asia Tenggara itu. “Tiap nomor ada empat orang dan satu tim-nya ada dua orang. Seleksi ini selain untuk SEA Games 2019, juga untuk Olimpiade 2020. Jadi ada nomor yang dilombakan di SEA Games, tapi tidak dilombakan di Olimpiade. Untuk di SEA Games ada 22 nomor, dan Indonesia mengikuti semua nomor,” urai Joni. Di SEA Games 2019 Filipina, sebanyak 22 nomor dilombakan, di antaranya 10 meter air rifle men, 10 meter air rifle women, 10 meter air rifle mixed team, 10 meter air pistol men, dan 10 meter air pistol women. Selain itu, ada 10 meter air pistol mixed team, trap men individual, trap men team, PPC WA 1500 men individual, PPC WA 1500 women individual, PPC WA 1500 women team, Actionshoygun pump men individual, dan action shotgun pump men team. “Kami akan menargetkan 3 medali emas di SEA Games nanti,” tutup Sarozawato. Sementara itu, dua petembak asal Bali yakni Kadek Rico Vergian Dinatha dan Lely Sulistya Dewi Tirtajaya, yang merupakan petembak terbaik di Indonesia nomor air pistol untuk kategori youth (U-17), berkesempatan berlatih di Kuwait, mulai 1-7 Februari 2019. Pelatih tembak Bali, Isro Firdaus, pada Kamis (24/1) menyatakan, Rico dan Lely adalah dua petembak muda yang selama ini mengikuti berbagai event Kejurnas 2918, mendapatkan skor tertinggi. “Saya akan mendampingi dua atlet Indonesia ini berlatih di Kuwait,” ucap Isro. Dikemukakannya, pengiriman atlet muda berbakat dan bertalenta ke Kuwait, merupakan program Asian Shooting Confederation (ASC). Menurut Isro, Rico, kelahiran Denpasar, 14 April 2002, dan Lely bersama lima petembak Bali lainnya, sedang mengikuti seleknas SEA Games, di Lapangan tembak Senayan, Jakarta. Kelima petembak Bali yang megikuti seleknas itu adalah Cok Istri Amrita Purnama, Talita Yudit Almira, Luh Gede Rismayanti (air pistol), Kadek Dwi Putri Pertiwi, dan Savitri Mirzaeila (air rifle). Menurut dia, untuk bisa masuk skuad timnas SEA Games minimal harus tembus peringkat empat besar. Saat ini, skor sementara Lely dan Talita yang berada di peringkat empat besar. “Kami akui persaingan memang ketat, namun kami berharap ada petembak Bali yang masuk timnas SEA Games di nomor air pistol dan air rifle,” ujar Isro. (Adt)

Medan Gelar Kejurnas Panjat Tebing Kapolda Sumut Cup 2019, Juara Dunia Aspar Jaelolo Turun Berlaga

Polda Sumut akan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Open Panjat Tebing bertajuk 'Kapolda Sumut Cup 2019' pada 1-5 Februari 2019, di Lapangan Mako Brimob Polda Sumut, Medan. Juara dunia panjat tebing Indonesia, Aspar Jaelolo, dipastikan tampil pada Kejurnas Open Polda Sumut ini. (FPTI)

Medan- Polda Sumut akan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Open Panjat Tebing bertajuk ‘Kapolda Sumut Cup’ pada 1-5 Februari 2019, di Lapangan Mako Brimob Polda Sumut, Medan. Terdapat empat kelas putra dan putri yang akan dipertandingkan pada Kejurnas ini yakni kelas speed WR, speed klasik, lead, dan boulder. Ketua II Panitia Panjat Tebing Kapolda Sumut Cup, Junet Iskandar mengungkapkan, jika salah satu juara dunia panjat tebing Indonesia, Aspar Jaelolo, dipastikan tampil pada Kejurnas Open Polda Sumut ini. “Atlet Asian Games kemarin juga akan turun, seperti Rajiah Salsabillah dan Abu Dzar Yulianto. Kejurnas ini event pertama yang diadakan tahun ini juga menjadi hitungan peringkat berjalan. Karena untuk seleksi Asian Championship, pada November 2019,” terangnya pada Kamis (25/1), di Mako Brimob Polda Sumut, Medan. Aspar berhasil meraih medali emas pada kategori speed di Piala Dunia Panjat Tebing, bertajuk IFSC Climbing Worldcup di Wujiang, Tiongkok, pada Oktober 2018. Sementara Salsabillah dan Abu Dzar, merupakan atlet peraih emas di nomor speed relay putra dan putri, di Asian Games 2018. Junet menjelaskan hadirnya juara dunia dan Asian Games ini akan membuat para climbers Sumut, belajar dari atlet pencetak rekor dunia. “Kami ingin kasih semangat buat atlet kita (Sumut) biar lebih kerja kerasnya. Hadirnya uara dunia dan Asian Games ini juga akan mendongkrak gengsi dan kemeriahan event ini,” tegasnya. Ia menerangkan akan ada 300 atlet yang berasal dari berbagai daerah serta negara tetangga, berpartisipasi dalam kejuaraan ini. Setidaknya, tercatat sembilan provinsi yang telah mendaftar untuk mengikuti Kejurnas Poldasu Cup ini. Ia menargetkan 200 atlet panjat tebing akan berlaga di Kejurnas ini. “Sudah ada delapan daerah yang telah mendaftar, seperti Aceh, Lampung, Sumbar, Bengkulu, Padang, lalu dari Jawa ada Bandung, Surabaya, Jawa Timur dan Jakarta. Hingga hari ini sudah ada 41 atlet yang mendaftar dan akan terus bertambah,” jelas pria kelahiran Medan, 17 Juni 1974 ini. Ketua Pengcab Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Medan ini memastikan jika 30 atlet panjat tebing FPTI Sumut, akan berlaga pada kejurnas kali ini. Bahkan kejuaraan Poldasu Cup ini juga menjadi tolak ukur sebelum menghadapi Popwil, sebagai kualifikasi menuju PON 2020. “Sekitar 30 atlet panjat tebing Sumut nanti akan berlaga disini. Atlet-atlet dari Sumatera memang rata-rata semua ikut Kejuaraan. Sehingga nantinya menjadi barometer mereka, jelang persiapan menghadapi Popwil Sumatera, pada November 2019, di Lampung,” tegasnya. Lebih lanjut, kejuaraan ini berlangsung berkat kepedulian Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, untuk memajukan olahraga panjat tebing di Sumut. “Ini bukti kepedulian Pak Kapolda menghidupkan kembali olahraga panjat tebing ini, dengan membangun sarana baru dengan standar track speed wr dengan rekor dunia,” pungkasnya. (Adt)

Jadi Arsitek Timnas Senior, PSSI Beri Dua Target Bagi Simon Mcmenemy

Simon Mcmenemy (kiri) mendapatkan dua target khusus dari PSSI selama melatih Timnas Indonesia senior pada 2019-2020. Pelatih 41 tahun asal Skotlandia itu dituntut bisa membawa Indonesia duduk di peringkat 120 besar FIFA, dan meraih juara Piala AFF 2020. (Adt/NYSN)

Jakarta- Simon Mcmenemy mendapatkan dua target khusus dari PSSI selama menjadi pelatih Timnas Indonesia senior pada 2019-2020. PSSI selaku federasi sepak bola nasional yang bertanggung jawa terhadap prestasi merah putih, memiliki dua target khusus pada edisi 2019-2020. Dua target ini dipasrahkan kepada Mcmenemy, yang akan menangani skuat Garuda selama dua tahun ke depan. Pelatih 41 tahun asal Skotlandia itu dituntut membawa timnas Indonesia sanggup menembus peringkat 120 besar FIFA, dan meraih gelar juara di Piala AFF 2020. Kedua target itu diharapkan bisa terealisasi pada akhir 2020. “PSSI menargetkan kerja keras jangka panjang dimulai dari hari ini supaya bisa menyongsong ambisi juara di akhir 2020,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, di Jakarta, Kamis (24/1). “Ini menjadi satu kesatuan dengan agenda besar pada akhir 2020 peringkat FIFA kita baik signifikan dan ditargetkan masuk 120 besar,” ujar Tisha. Saat ini, Indonesia masih menempati peringkat ke-159 per Desember 2018. Ratu mengungkapkan sejumlah event dan target bakal dipikul pria yang mulai melatih pada usia 33 tahun itu. Pada perhelatan Piala AFF 2018, Indonesia gagal lolos dari fase grup setelah menempati peringkat keempat di Grup B dengan catatan satu kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan. Timnas Indonesia belum pernah meraih gelar juara di ajang Piala AFF sejak edisi pertama pada 1996. Catatan terbaik timnas Indonesia hanyalah menjadi runner-up selama lima kali pada 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016. Selain Piala AFF tahun depan, Indonesia menjalani babak kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala Asia 2023, pada 2019. Ronde pertama babak kualifikasi akan dimulai pada bulan Juni nanti. Selain itu, Indonesia juga memiliki agenda pertandingan persahabatan pada Maret. Namun, Tisha berharap Indonesia tidak perlu menjalani ronde pertama dan bisa langsung masuk ronde kedua. Adapun ronde kedua babak kualifikasi, dijadwalkan berlangsung pada September 2019. “Diharapkan pada Juni nanti Indonesia tak perlu lagi berlaga di ronde pertama, namun kami otomatis lolos ke ronde kedua di bulan September,” ucap Tisha mengakhiri. Dua target ini akan menjadi tantangan baru bagi eks pelatih Timnas Filiphina, yang sukses mengantarkan Bhayangkara FC meraih gelar juara Liga 1 2017. (Adt)

Teken Kontrak Dua Tahun, Bek 19 Tahun Asal Medan Bela Klub Kasta Kedua Belgia

Bek sayap serba bisa milik Timnas U-19 dan mantan pemain PSMS Medan, Firza Andika (kiri), resmi dikontrak Klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize. Pemain Kelahiran Medan 11 Mei 1999 ini bergabung usai tampil di Piala AFF U-22. (foxsports.co.id)

Jakarta- Pesepakbola asal Medan, Firza Andika mewujudkan mimpinya bermain di Eropa. Klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize resmi mengontrak eks pemain PSMS tersebut, pasca mengikuti proses trial selama dua minggu pada November 2018. Hal tersebut dibenarkan Khairul Asyraf, agen Firza yang juga Direktur 2Touch. “Iya benar (sudah deal) di sana. Dia dikontrak dua tahun,” ujarnya via WhatsApp, Kamis (24/1) petang. Konsultan Sepak Bola Divisi Olahraga NorthCliff ini menambahkan pilihan jatuh ke AFC Tubize juga lantaran klub tersebut sangat bagus untuk perkembangan pemain muda. “Klub yang sangat bagus untuk mengembangkan potensi pemain muda di sana,” jelasnya. Namun, Firza belum bisa bergabung dengan klub barunya, karena mengikutui pemusatan latihan Timnas U-22 di Jakarta. Mantan bek sayap kiri PSMS itu berpeluang tampil di Piala AFF U-22 bulan depan di Kamboja. Klub Tubize didirikan pada tahun 1990 dan saat ini bermain di First Divison B (kasta kedua) Belgia di bawah asuhan manajer Philippe Thys. Pemain Kelahiran Medan 11 Mei 1999 ini akan memulai transisi dari tim cadangan (reserve), sebelum bergabung dengan tim senior tahun ini. First Division B di Belgia saat ini berada di tahap paruh kedua musim, selayaknya kompetisi lain di Eropa, dan klub ini juga memiliki relasi yang kuat dengan raksasa Inggris, Manchester City. Ernest Agyiri dan Aaron Nemane adalah pemain Tubize yang dipinjam dari tim Premier League Inggris, sementara putra dari legenda Liverpool Ronny Rosenthal, yakni Tom Rosenthal, akan menjadi salah satu rekan satu tim bek sayap serba bisa milik Timnas U-19 dan PSMS Medan, di Tubize nanti. Kini Firza segera menyusul rekannya di Timnas U-19 yaitu Egy Maulana Vikri yang lebih dulu bergabung dengan klub Polandia, Lechia Gdansk sejak tahun lalu. Indonesia kini telah menarik banyak minat para pencari bakat dari klub-klub di sepakbola Eropa. (Adt)

Pertajam Teknik Grapling, Atlet Sambo 18 Tahun Bidik Emas Seleknas Timnas SEA Games 2019

Atlet beladiri Sambo yang baru berusia 18 tahun, Rio Tirtono asal Kalimantan Barat (Kalbar), membidik medali emas di ajang seleknas (seleksi nasional) untuk timnas (tim nasional) SEA Games 2019. (ilustrasi/tirto.id)

Pontianak- Atlet beladiri muda Rio Tirtono asal Kalimantan Barat (Kalbar), membidik medali emas di ajang seleknas (seleksi nasional) untuk timnas (tim nasional) SEA Games 2019. Rio, sapaannya, akan turun di nomor 57 kg Sambo Combat. Seleknas dijadwalkan berlangsung di Bogor, Jawa Barat (Jabar), selama dua hari, pada 25-26 Januari. Guna mewujudkan ambisinya itu, remaja kelahiran Pontianak, Kalbar, 9 Februari 2000 itu, sejak enam bulan terakhir berlatih secara intensif di Pelatnas (pemusatan latihan nasional), di Jakarta. “Saya fokus latihan, selain menambah jam latihan. Saat ini saya fokus latihan di Jakarta untuk mempertajam teknik grapling (kuncian), maupun striking. Di seleknas ini, saya tidak main-main, karena saya mempunyai tekad untuk menjadi juara,” ujar Rio, dikutip tribun, pada Rabu (23/1). Kendati bertekad meraih emas di ajang seleknas, namun diakui, lawan yang bakal dihadapi tak mudah dan memiliki kekuatan lebih. “Lawan yang saya hadapi jauh lebih kuat, pastinya saya latihan lebih keras, dan konsisten untuk mengharumkan nama Kalbar. Target saya di event ini pastinya emas,” lanjut Rio. Selain Rio, terdapat tiga atlet lain yang mengikuti seleknas, yakni Demi Yulianto (kelas 74 kg Sambo Combat), Ariyani (kelas 68 kg Sambo Sport), dan Erik Gustam (kelas 74 kg Sambo Sport). Keempatnya didampingi Junaidi, sebagai pelatih. “Mereka kami harapkan lolos seleknas dan tampil di SEA Games 2019,” cetus Junaidi. (Adt)

Jonatan Christie Singkirkan Unggulan Kedua Asal China, Anthony Ginting Susul ke Perempat Final

Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, secara mengejutkan melaju ke babak perempatfinal Daihatus Indonesia Masters 2019. Dia menang mudah atas wakil China, Shi Yuqi, lewat pertandiangan dua gim 22-20 dan 21-6, lewat drama pertarungan selama 39 menit. (tribunnews.com)

Jakarta- Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, secara mengejutkan melaju ke babak perempatfinal Daihatus Indonesia Masters 2019. Dia lolos usai menang mudah atas wakil China, Shi Yuqi, lewat dua gim. Dalam laga yang berlangsung di Istora Senayan, pada Kamis (24/1), Jojo, sapaannya, mengawali gim pertama dengan baik. Dia bisa mengimbangi perlawanan dari Shi Yuqi. Sempat tertinggal 17-20, Jojo akhirnya berhasil menutup gim pertama dengan keunggulan 22-20. Mendapat dukungan hebat dari publik Istora, Jojo bermain dengan impresif di gim kedua. Bahkan Shi Yuqi dibuat tak berdaya di awal set kedua tersebut, Jojo mampu cetak empat poin. Setiap pergerakan unggulan kedua itu mampu dibaca dengan baik oleh Jojo. Atlet kelahiran Jakarta 15 September 1997, akhirnya menutup dengan kemenangan 21-6. Tercatat ia hanya butuh 39 menit melewati laga ini. Di perempatfinal nanti, pebulutangkis berusia 22 tahun akan melawan Srikanth Kidambi (India). Sementara itu, perjalanan Anthony Sinisuka Ginting mempertahankan gelar juara di Indonesia Masters masih mulus. Ranking 7 dunia itu memastikan 1 tiket perempatfinal usai menang mudah atas tunggal putra China, Zhao Junpeng, di laga 16 besar. Duel itu berlangsung sengit. Apalagi, di gim pertama, Zhao beberapa kali memimpin perolehan poin. Namun, usai jeda turun minum, Anthony tampil makin membaik dan merebut kemenangan 21-15. Di gim kedua, ia tampil ganas sejak awal. Memimpin raihan angka hingga menutup pertandingan di menit ke 40, Anhtony menyudahi laga dengan poin akhir 21-12. Dengan hasil ini, pada babak perempatfinal, pemuda kelahiran Cimahi 20 Oktober 1996 ini, akan menantang Juara Dunia 2018 asal Jepang, Kento Momota. Berdasarkan rekor pertemuan, Anthony tertinggal 3-5 dari tunggal andalan Negeri Sakura itu. Terakhir, kedua pemain bertemu di ajang Denmark Open, pada Oktober 2018. “Saya harus siap capek, siap susah, makin kesini lawannya makin susah, harus benar-benar siap, dengan sistem reli poin, kalau buat salah, langsung kehilangan poin,” tambah jebolan MILO School Competition itu. Sejatinya, walau bercokol di ranking 45 dunia, Zhao bukan lawan yang mudah. Atlet kidal ini punya penempatan bola yang tak terduga. Buktinya di babak 32 besar Indonesia Masters 2019, ia menaklukan juara dunia 4 kali, Lin Dan. Bahkan, Zhao pernah mengalahkan Anthony di Indonesia Masters 2016. Tapi, yang terbaru, atlet klub PB SGS PLN ini, sukses menumbangkan Zhao, di Thailand Masters 2017. (Adt)

Jadi Tuan Rumah Kerjurnas Basket U-18 di Banjarmasin, Tim Putra Kalsel Bidik Juara

Kontingen Tim basket putra Kalimantan Selatan (Kalsel) yang akan tampil di Kejurnas Basket U-18 2019, tengah melakukan sesi foto bersama Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah (dua dari kiri depan), pada acara welcome dinner di Aula Kayuh Baimbai Balai Kota Banjarmasin, Senin (21/1) malam. (apahabar.com)

Banjarmasin– Tim bola basket putra Kalimantan Selatan (Kalsel) diharapkan menoreh prestasi tertinggi di Kejurnas Basket U-18 yang berlangsung di Banjarmasin, 22-27 Januari, di GOR Suria Arena, Banjarmasin. Sebagai tuan rumah, Pengprov Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kalsel diharap juga sukses sebagai penyelenggara. Ajang junior ini diikuti oleh lima provinsi. Disamping tuan rumah Kalsel, empat provinsi yang menjadi lawan yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah dan NTB. Sebelum bertanding, para kontingen dari lima provinsi tersebut, hadir pada acara welcome dinner di Balai Kota Banjarmasin, Senin (21/1) malam. Puluhan atlet hadir ditemani sejumlah pelatih maupun official. Selain mereka, sejumlah pengurus Perbasi Kalsel juga turut hadir. Mereka diundang oleh Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah, untuk makan malam bersama sebelum bertanding di Banjarmasin, Selasa (22/1). Wakil Walikota Banjarmasin, H Hermansyah, merasa bangga atas terpilihnya Banjarmasin sebagai tuan rumah Kejurnas Bola Basket U-18 2019. Selaku tuan rumah ia mengajak semua pihak untuk mensukseskan pelaksanaan kejurnas ini. “Saya atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin mengucapkan selamat datang kepada Pengurus Perbasi Provinsi Kalimantan Selatan dan Peserta Kejurnas Bola Basket Kelompok Umur 18 Tahun 2019 di Kota Banjarmasin, Kota Sungai Terindah di Indonesia, dan selamat bertanding, jaga selalu sportivitas,” tutur Hermansyah dalam sambutannya. Kegiatan yang digelar dari Selasa (22/1) hingga Minggu (27/1) , diharapkan mampu melahirkan bibit baru dan mengukir prestasi. “Saya harap lahir atlet bola basket yang handal dan berprestasi, sehingga pada gilirannya dapat mengangkat nama daerah,” harap pria yang juga menjabat sebagai Ketua KONI Kota Banjarmasin itu. Sementara itu, Ketua PB Perbasi Kalsel, Ratana Arya Khrisna mengaku, sebagai tuan rumah momen ini tak akan disia-siakan. “Kami bukan hanya mau menjadi pelaksana, terbaik tetapi tuan rumah terbaik,” kata Koh Aling, sapaan akrabnya. Pada Kejurnas junior ini, menurut Koh Aling, Kalsel mengutus tim putra terbaiknya, di bawah asuhan Zetro Marpaung. Terpilih 15 pemain hasil seleksi beberapa waktu lalu. Kemudian digembleng dengan latihan rutin selama tiga kali dalam sepekan. Dengan harapkan menorehkan segudang pencapaian dalam gelaran itu. (Adt)

Gabung Klub Elit Polo Air di Serbia, Dua Atlet Indonesia Cicipi Kompetisi Eropa

Dua atlet Polo Air Indonesia, Rezza Auditya Putra (kiri) dan Ridjkie Mulia Harahap, diperkenalkan PB PRSI, sebelum bertolak ke Serbia, di Kantor PB PRSI, Jakarta, pada Selasa (22/1). Keduanya akan membela tim Polo Air elit Eropa, VK Belgrade, untuk mengarungi Liga utama di Serbia. (Tribunnews.com)

Jakarta- Atlet Polo Air Indonesia, Rezza Auditya Putra bersama Ridjkie Mulia Harahap, dua bulan ke depan akan berada di Serbia. Di sana mereka akan membela tim Polo Air elit Eropa, VK Belgrade, untuk mengarungi Liga utama di Serbia. Kualitas mumpuni yang dimiliki dua atlet tersebut, menjadi alasan utama kenapa Belgrade memilihnya, hal ini diakui oleh Wakil Ketua Umum PB PRSI, Harlin E. Rahardjo. Rezza dan Ridjkie sendiri akan mengikuti kompetisi bersama Belgrade selama dua bulan, dan akan menetap pada 24 Januari hingga 26 Maret 2019. “Ini kesempatan emas untuk Ridjkie dan Rezza, karena tidak mudah bisa diterima bermain di Liga Top Polo Air Serbia. Tim Polo Air Serbia adalah juara Olimpiade, kami berharap, dua pemain ini bisa menimba ilmu dari tik terkuat dunia,” kata Harlin, ketika ditemui di Wisma Bakrie 1, Jakarta. Saat ditanya target kedepan setelah bermain bersama VK Belgrade, Rezza pun tak berpikir jauh, dalam benaknya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk timnya dan saat kembali ke tanah air ia bisa berguna untuk Timnas Polo Air Indonesia. “Untuk pribadi tidak memikirkan habis musim ini mau gimana, tapi bagaimana kami berdua bisa dapat pengalaman dan bisa buat Timnas, kalau misalnya kita masuk ke bursa transfer ya itu Alhamdulillah, dan pasti itu impian kita bisa bermain di liga Eropa,” kata Rezza di Jakarta, Selasa (22/1). Apalagi pada akhir 2019, Indonesia akan turut serta pada ajang SEA Games yang akan dihelat di Filipina. “Untuk sekarang foksunya memperbaiki skill dan mental sebagai individu dan pemain, jelang tampil di SEA Games nanti,” sambung atlet kelahiran Jakarta 16 Januari 1990. Senada dengan Ridjkie, pemain yang menjabat sebagai kapten Timnas Polo Air Indonesia itu juga mengaku minim pengalaman dalam hal mental. Di sana ia pun ingin melatih serta meningkatkan mental bertandingnya. Rencananya Rezza dan Ridjkie akan bertolak ke Serbia pada esok hari, Rabu (23/1). “Kalau teknik Polo Air, sebetulnya hampir sebagaian besar itu sudah kami dapatkan dari pelatih, karena apa yang Serbia pelajari kita sudah dapat, cuma kan di level kompetisi ini kan butuh mental bertanding yang kuat,” ujar pria kelahiran 13 Juni 1990. VK Belgrade adalah klub polo air asal Belgrade, Serbia, yang bermain di kasta tertinggi Liga Polo Air Serbia. Klub ini berambisi mengincar peringkat tiga klasemen musim ini. Rezza dan Ridjkie direkrut dengan status free transfer atau bebas kontrak. Mereka akan berada di bawah asuhan pelatih Nikola Milosavljevic. (Adt)

Tekuk Unggulan Keenam, Priska Jumpa Seeded Kesembilan Australia Open Junior 2019

Priska Madelyn Nugroho, melaju ke babak ketiga nomor tunggal Australia Terbuka Junior 2019. Pada babak kedua, Selasa (22/1), satu-satunya wakil andalan Merah Putih itu, mendepak unggulan keenam dari Amerika Serikat, Ma Lea, dengan skor akhir 5-7 6-3 6-0. (topskor.co.id)

Melbourne- Petenis Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, melaju ke babak ketiga nomor tunggal Australia Terbuka Junior 2019. Pada babak kedua, Selasa (22/1), satu-satunya wakil Merah Putih di turnamen tenis berjuluk Grand Slam of Asia Pacific itu, mendepak unggulan keenam dari Amerika Serikat, Ma Lea. Priska unggul dalam laga rubber set dengan skor akhir 5-7 6-3 6-0. Sebelumnya, di laga pembuka Australia Open Junior 2019, pada Minggu (20/1), Priska menyudahi petenis Korea Selatan, Yoen Woo Ku, juga dengan tiga set 6-3, 6-7, 6-4. “Saya sempat kehilangan konsentrasi ketika unggul 3-1 di set awal. Kejadian serupa nyaris terulang pada set kedua. Tapi saya bisa kembali mengontrol permainan dan menyelesaikan set kedua dan percaya diri menyelesaikan set berikutnya,” ucap Priska usai laga. Partai seru berdurasi satu jam 18 menit itu, berlangsung di lapangan nomor delapan Melbourne Park ini. “Serve pertama menjadi kunci kemenangan ini,” imbuh dara manis berkawat gigi yang lahir 29 Mei 2003 ini. Merujuk statistik pertandingan, Priska sanggup melesakkan tujuh kali aces alias serve yang tak tertepis lawan. Padahal, rata-rata kecepatan servisnya hanya 144 km/jam, yang sejatinya lebih pelan dari Ma Lea, yang mencatat rerata ace 147 km/jam. Pada babak ketiga, Rabu (23/1), Priska bakal kembali menghadapi lawan yang tak kalah berbobot, yakni Kamilla Bartone. Petenis Latvia peringkat 21 dunia itu menempati posisi unggulan kesembilan turnamen. Di babak 32 besar, remaja semampai kelahiran Riga, Latvia, 7 Juni 2002 itu, menang atas andalan Australia, Olivia Gadecki 7-6(4) 4-6 6-3. Sepekan silam, saat tampil di babak kedua turnamen pemanasan di Traralgon, Priska unggul straight set atas Gadecki 6-4 6-2. “Kalau Priska mampu mempertahankan level permainan seperti babak kedua, saya yakin peluangnya cukup besar melewati babak 16 Besar,” tutur pelatih Ryan Tanujoyo yang bersama Elbert Sie mendampingi Priska selama di Negeri Kanguru. (Adt) Hasil Selasa (22/1)Babak Kedua (32 Besar)Priska Madelyn Nugroho v 6-Ma Lea (AS) 5-7 6-3 6-0 Jadwal Rabu (23/1)Babak Ketiga (16 Besar)Priska Madelyn Nugroho v 9-Kamilla Bartone (Latvia)

Tampil di Istora Senayan, Runner-up World Junior Championship 2018 Merinding

Duet Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti lolos ke babak utama turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2019. Runner-up World Junior Championship 2018 itu, sukses menyudahi wakil Rusia, Rodion Alimov/Alina Davletova, dalam duel tiga gim, 19-21, 21-17, 21-16, pada Selasa (22/1). (Pras/NYSN)

Jakarta- Duet Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti lolos ke babak utama kejuaraan bulutangkis Daihatsu Indonesia Masters 2019. Runner-up World Junior Championship 2018 itu, menyingkirkan wakil Rusia, Rodion Alimov/Alina Davletova, dalam duel tiga gim, dengan skor 19-21, 21-17, 21-16, pada Selasa (22/1). Berbeda dengan Fadia, yang sudah beberapa kali berlaga di Istora Senayan, ketika tampil bersama Agatha Imanuela, rekan duetnya di ganda putri, namun lain halnya dengan Rehan. Baginya, ini adalah pengalaman pertama merasakan atmosfer Istora Senayan, yang selalu gegap gempita kehadiran suporter setiap kali wakil Merah Putih bertanding. “Saya merinding. Baru pertama tanding di sini (Istora). Saya pernah main di WJC (World Junior Championships), di Yogyakarta, tapi tidak ‘segila’ di sini,” ujar pemain kelahiran Bekasi, Jawa Barat, 28 Februari 2000 itu. Padahal, menurut Rehan, laga yang dilakoni baru babak kualifikasi, namun penonton sudah ramai memenuhi Istora. “Saya pikir, pendukung kami banyak, jadi ngapain takut menghadapi lawan,” lanjut pebulutangkis PB Djarum Kudus itu. Terlebih, sebut Rehan, di akhir permainan terdengar teriakan ‘habisin’, hal itu yang kadang membuat dirinya tak sabar menyelesaikan laga. “Kadang ini bikin nafsu ingin menyerang dan mematikan lawan,” tambahnya. Pada laga ini, Rehan/Fadia harus merelakan gim pertama dicuri dobel Rusia penghuni ranking 40 itu. Merubah pola permainan dari menyerang ke bertahan justru memberikan dampak negatif bagi Rehan/Fadia. “Di gim pertama mainnya sudah enak, tapi kami jadi main bertahan. Padahal lawan juga banyak melakukan kesalahan sendiri,” ungkapnya. “Dan di gim kedua dan ketiga itu, bagaimana caranya kami harus banyak menurunkan bola,” tegas Rehan. Di babak utama, penghuni Pelatnas PBSI itu akan beradu kekuatan dengan wakil Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Ganda Indonesia peraih perak Malaysia Junior International Challenge 2018 itu patut waspada. Penampilan wakil Negeri Gajah Putih itu tengah naik daun. Fadia mengaku bila lawan yang dihadapi sangat kuat. “Lawan kami memang kuat, mereka lebih unggul dari segi pengalaman. Pokoknya kami mau fight dulu,” tukas remaja putri kelahiran Bogor, Jawa Barat, 16 November 2000 itu. (Adt)

Jadi Cadangan, Helmy Damanik Cetak Gol Kemenangan di Kompetisi Elit U-18 di Spanyol

Pemain muda Indonesia kelahiran Balikpapan 9 April 2000, Helmy Putra Damanik (kanan), yang membela CIA Amistad, menjadi bintang, usai mencetak gol kemengan pada laga melawan UD Santa Marta di Stadion La Balastera Palencia, Sabtu (19/1), di kompetisi kasta tertinggi U-18 Spanyol. (bola.com)

Jakarta- Helmy Putra Damanik adalah pemain muda Indonesia yang tergabung dalam proyek Vamos Indonesia di Spanyol. Proyek Vamos Indonesia ini dibuat untuk memberikan jam terbang spesial bagi anak-anak Indonesia yang bertalenta spesial, di Liga Division de Honor, yang merupakan kompetisi kasta tertinggi U-18 di Spanyol. Saat ini ada delapan pemain asal Indonesia yang ada dalam proyek ini. Tiga diantaranya, termasuk Helmy, bermain secara resmi, bersama klub yang berlaga di Division de Honor (Liga U-18 Spanyol). Ia bergabung dengan klub CIA Amistad, dalam Castille de Leon Provincial, termasuk Real Madrid U18, Atletico Madrid U-18 Leganes U-18 dll. Sabtu (19/1) lalu, Helmy Damanik menjadi penentu kemenangan timnya, atas UD Santa Marta. Pemain kelahiran Balikpapan 9 April 2000 itu mencetak satu-satunya gol kemenangan CIA Amistad. Turun dari bangku cadangan, pemain 18 tahun ini menjadi bintang, usai mencetak gol pada menit ke-81 lewat tembakan ke arah bawah kiri gawang UD Santa Marta. Project Director Vamos Indonesia, Fanny Riawan, yang melihat secara langsung pertandingan ini di Stadion La Balastera Palencia, Valencia, Spanyol, mengaku cukup puas dengan perkembangan pemain yang tergabung dalam tim Vamos Indonesia. “Laga yang sangat seru, jual beli serangan ala tiki taka Spanyol, sangat indah ditunjukkan kedua tim. Kemenangan ini diraih tidak mudah karena tim lawan juga bermain sangat bagus,” ujar Fanny. CIA AMistad akan bertandang ke markas Atletico Madrid, Sabtu (25/1), pada laga berikutnya. (Adt)

Tantang Unggulan Keenam Asal New York di Australia Open Junior, Priska : Siap Siapapun Lawannya

Petenis Indonesia peringkat 44 dunia, Priska Madelyn Nugroho (15 th) akan menjajal ketangguhan unggulan keenam asal Amerika Serikat berperingkat 19 dunia, Ma Lea (17 th), pada babak kedua Australia Terbuka Junior, pada Selasa (22/1). (picssr.com)

Melbourne- Petenis Indonesia, Priska Madelyn Nugroho menjajal ketangguhan unggulan keenam asal Amerika Serikat, Ma Lea, pada babak kedua Australia Open Junior 2019, pada Selasa (22/1). Pertemuan antara peringkat ke-44 dan 19 dunia itu dijadwalkan berlangsung di lapangan nomor delapan Melbourne Park. Lawan Prsika terhitung cukup matang dari sisi usia. Lea adalah petenis berdarah Tionghoa berasal dari Dix Hills, New York. Dara kelahiran 1 Februari 2001 ini merupakan atlet timnas USA, yang tampil dalam ajang Olimpiade Remaja (Youth Olympic) pada Oktober 2018 lalu, di Buenos Aires, Argentina. “Pokoknya saya siap saja melawan siapapun karena memang tak ada lawan yang mudah di ajang level grand slam seperti ini,” ucap Priska, tak gentar ketika dihubungi pada Senin (21/1), yang tampil di arena pertandingan turnamen tenis berjuluk Grand Slam of Asia Pacific itu. “Berusaha main terbaik dan semaksimal mungkin memanfaatkan peluang yang ada,” lanjut dara kelahiran Jakarta, 29 Mei 2003 ini. Kiprah Priska, satu-satunya wakil Merah Putih di arena grand slam ini hanya tersisa di nomor tunggal, menyusul kekalahannya pada babak pertama ganda, Senin (21/1). Duet Priska/Wei Sijia kandas di tangan unggulan kedua asal Thailand, Thasaporn Naklo/Mananchaya Sawangkaew 0-6 2-6 hanya dalam tempo 46 menit. “Lawan sangat dominan dari awal pertandingan. Priska dan partnernya kesulitan dan tak mampu keluar dari tekanan,” ulas pelatih Ryan Tanujoyo yang bersama Elbert Sie mendampingi Priska. Menurut Ryan, faktor jam terbang juga sangat berpengaruh dalam pertarungan di level grand slam. “Pasangan Thailand itu sangat kompak dan lebih berpengalaman tampil di grand slam seperti Australia Terbuka ini. Sementara Priska dan Wei memang baru melakukan debut di ajang seperti ini,” paparnya. Priska dan Wei Sijia merupakan petenis termuda yang masuk sebagai direct acceptance babak utama Australia Terbuka Junior 2019. “Semoga Priska dapat segera melupakan kekalahan di nomor ganda dan bisa mengambil banyak pelajaran dari pertandingan itu agar lebih siap menjalani partai babak 32 besar tunggal,” tandasnya. (Adt) Jadwal Selasa (22/1)Priska Madelyn Nugroho v 6-Ma Lea (AS) Hasil Senin (21/1)Priska Madelyn Nugroho / Wei Sijia (China) v 2-Thasaporn Naklo / Mananchaya Sawangkaew (Thailand) 0-6 2-6

Ratusan Atlet Perebutkan Hadiah Rp 4,9 Miliar, Indonesia Bidik Satu Gelar Indonesia Masters 2019

Daihatsu Indonesia Masters 2019 BWF World Tour Super 500 siap dihelat di Istora Senayan, Jakarta, pada 22-27 Januari. 267 pebulutangkis elite dunia dari 20 negara bakal bersaing memperebutkan total hadiah total hadiah 350 ribu dollar Amerika Serikat (AS), atau sekitar Rp 4,9 Miliar. (Pras/NYSN)

Jakarta- Kejuaraan bulutangkis bertajuk ‘Daihatsu Indonesia Masters 2019 BWF World Tour Super 500’, siap dihelat di Istora Senayan, Jakarta, pada 22-27 Januari. 267 pebulutangkis elite dunia dari 20 negara bakal bersaing memperebutkan total hadiah 350 ribu dollar Amerika Serikat (AS), atau sekitar Rp 4,9 Miliar. Indonesia selaku tuan rumah akan mengandalkan Anthony Sinisuka Ginting, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dan duet senior Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Deretan pebulutangkis top dunia pun turut meramaikan, yakni Kento Momota (Jepang), Chen Long (China), Viktor Axelsen (Denmark), Nozomi Okuhara (Jepang), serta Li Junhui/Liu Yuchen (China). Achmad Budiharto, Ketua Panitia Pelaksana turnamen, mengatakan Indonesia siap untuk menyambut para pebulutangkis dunia di Istora Senayan. Ia menjelaskan seluruh panitia pelaksana tengah bekerja secara maksimal agar dapat berjalan dengan sukses. “Daihatsu lndonesia Masters 2019 diikuti para pebulutangkis elit dari 20 negara. Secara keseluruhan Istora Senayan sudah siap untuk pertandingan,” ujar Budiharto, di Hotel Sultan Senayan, Jakarta, pada Senin (21/1). Ia memastikan pertarungan menuju gelar juara di turnamen ini akan sengit dan menarik. “Pasti para pemain memiliki motivasi kuat untuk meraih titel di awal tahun ini. Kami berharap Daihatsu lndonesia Masters 2019 bermanfaat dalam mendukung Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan tiap kejuaraan bulutangkis dunia,” tambahnya. Disisi lain, kendati menjadi tuan rumah, Indonesia diperkirakan tak akan mudah meraih gelar. Salah satu tantangan terbesar datang dari Negeri Tirai Bambu. Terlebih, prestasi negara itu tengah berkilau, karena baru saja menyabet tiga gelar juara di ajang BWF World Tour Finals, Desember lalu. Di Daihatsu Indonesia Masters 2019, hasrat China menyapu bersih gelar juara terlihat sebagai negara yang menerjunkan jumlah peserta terbanyak. “China mengirimkan 37 pemainnya, dari semula 44 pemain yang akan berlaga di turnamen ini,” terang Budiharto. Sedangkan Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), menyebut atlet harus berupaya keras untuk meraih minimal satu gelar, yakni dari nomor ganda putra. “Target minimal ganda putra Indonesia bisa kembali menghasilkan gelar juara. Tapi kami juga harapkan muncul kejutan dari sektor-sektor lainnya. Dan, saya tidak bisa sebutkan dari sektor mana,” tegas Susi. Dijelaskannya, prestasi di ajang ini diharapkan bisa menambah motivasi bagi para atlet Indonesia dalam menghadapi rangkaian turnamen sepanjang tahun ini, salah satunya yaitu lndonesia Open yang akan digelar pada Juli mendatang. Di ajang yang sama tahun lalu, Indonesia sukses meraih dua gelar juara dari sektor tunggal putra, melalui Anthony Ginting yang menyingkirkan Kazumasa Sakai (Jepang), dan ganda putra yakni Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi yang menang atas Li Junhui/Liu Yuchen. Sementara itu, Anthony Ginting bertekad mengulang prestasi pada tahun lalu. “Kalau target, saya ingin mengulang kesuksesan tahun lalu. Tapi, saya mau fokus satu demi satu dulu di pertandingan,” tutur Anthony. Di babak pertama Daihatsu Indonesia Masters 2019, Anthony akan berjumpa dengan rekan senegaranya, Tommy Sugiarto. Terakhir, mereka bertemu di ajang All England, Maret 2018. Ketika itu, Anthony takluk dua gim langsung (14-21, 19-21). “Untuk rekor pertemuan, Tommy masih lebih unggul dari saya. Pasti saya akan berusaha sebaik mungkin untuk bisa meraih kemenangan,” tukas penghuni ranking 7 dunia itu. (Adt)

Ganda Putra Selalu Milik Indonesia, Kevin/Marcus Kampiun Malaysia Masters 2019

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengawali 2019 dengan apik. The Minions menyabet gelar juara pertama mereka di tahun ini, usai menjuarai Malaysia Masters 2019, pada Minggu (20/1). (antaranews.com)

Kuala Lumpur- Indonesia merebut satu gelar juara di Malaysia Masters 2019 setelah Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon menaklukkan pasangan tuan rumah, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, Minggu (20/1). Kevin/Marcus menang dua set langsung, 21-15 dan 21-16 dalam waktu 36 menit. Turnamen resmi dengan total hadiah 350 ribu dolar Amerika Serikat ini, diikuti hampir seluruh pebulutangkis top dunia. Terutama mereka yang bergelar pemegang ranking 1 dunia, di lima kategori yang dipertandingkan. Sejatinya, Malaysia Masters bukan turnamen yang angker bagi pemain Indonesia, terbukti sejak turnamen ini digelar pada 2009, Indonesia berhasil meraih 10 dari 50 gelar juara. Jumlah ini menempatkan Indonesia pada posisi kedua papan klasemen negara peraih gelar juara Malaysia Masters. Anehnya, sebagai tuan rumah Malaysia cuma memiliki rekor 2 gelar lebih banyak dari Indonesia. Negeri Jiran mendapatkan 12 gelar saja. Gelar juara terbanyak didapatkan Indonesia dari kategori ganda putra, yaitu sebanyak 4 gelar juara. Uniknya, empat gelar juara itu tak pernah diraih oleh pasangan yang sama. Empat gelar masing-masing disumbangkan Markis Kido/Hendra Setiawan pada 2010, Kevin/Marcus pada 2016, Berry Angriawan/Hardianto pada 2017, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianta pada 2018. Sebelumnya pada nomor ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal menyabet gelar juara. Mereka ditumbangkan unggulan satu, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang), dengan skor 21-18, 16-21 dan 16-21. Rekor pertemuan kini mencatat Greysia/Apriyani tertinggal 5-2 dari Fukushima/Hirota. Mereka kalah lima kali secara berurutan. Di semifinal kemarin, Greysia/Apriyani juga berhadapan dengan wakil Jepang, yakni Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, 20-22, 21-13 dan 21-19. Kemenangan ini menjadi hal penting bagi Greysia/Apriyani, setelah selalu kalah di tiga duel terakhir dari Matsutomo/Takahashi. Atas raihannya di Malaysia, Greysia/Apriyani mengevaluasi penampilan mereka. “Melawan pemain Jepang selalu ketat, kami memang harus benar-benar dalam kondisi terbaik. Dengan lawan kemarin (Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi) kurang lebih sama. Mereka kuat, susah untuk dilawan,” kata Greysia mengenai lawannya itu. Faktor konsistensi tenaga menjadi perhatian mereka kali ini. “Yang harus ditingkatkan adalah tenaga kami. Jadi seumpama kami rubber, tenaga kami bisa konsisten. Bukan hanya pikiran aja yang konsisten. Lawan makin lama main bukan makin menurun, tapi makin kuat untuk naikin bola lagi, kasih lob lagi,” pungkas Apriyani. (Adt)