Cabor Menembak Bidik 3 Medali Emas SEA Games 2019, Dua Atlet Muda Latihan di Kuwait

Dua petembak asal Bali nomor air pistol untuk kategori youth (U-17) yang tengah mengikuti Seleknas (seleksi nasional) atlet menembak untuk Pelatnas (pemusatan latihan nasional) SEA Games 2019, yakni Lely Sulistya Dewi Tirtajaya (kiri) dan Kadek Rico Vergian Dinatha, berkesempatan berlatih di Kuwait, mulai 1-7 Februari 2019. (balipost.com)

Jakarta- Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) meninjau Seleknas (seleksi nasional) atlet menembak untuk Pelatnas (pemusatan latihan nasional) SEA Games 2019, di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, pada Rabu (23/1). Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur (Jatim), mengatakan Seleknas cabang olahraga (cabor) menembak dilaksanakan dengan penuh kegembiraan. Diakuinya, bahwa baru kali ini dirinya melihat langsung proses seleksi dilakukan secara terbuka oleh PB Perbakin. Ia menegaskan semua pihak tidak boleh berkecil hati dengan proses seleksi seperti ini. Menpora menyebut venue menembak di Jakarta dan Palembang merupakan yang terbaik, sehingga harus dimanfaatkan maksimal untuk menggali potensi atlet Indonesia. “Jadi tidak hanya di level senior tapi juga junior. Di TNI, banyak para tentara yang ikut kejuaraan menembak tingkat ASEAN, Asia bahkan dunia. Motivasi ini yang harus kita tularkan kepada atlet-atlet junior,” tambah Menpora. Sementara itu, Mayjen (TNI) Joni Supriyanto, Ketua Umum PB (Pengurus Besar) Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin), menjelaskan proses seleknas ini diproyeksikan untuk ajang SEA Games 2019 Filipina, dan diikuti 65 atlet dari seluruh Indonesia. Seleknas cabor menembak berlangsung pada 18-25 Januari ini menyertakan seluruh nomor yang dipertandingkan yakni 22 nomor. Dari 22 nomor itu, PB Perbakin membidik tiga medali emas di pesta terbesar di kawasan Asia Tenggara itu. “Tiap nomor ada empat orang dan satu tim-nya ada dua orang. Seleksi ini selain untuk SEA Games 2019, juga untuk Olimpiade 2020. Jadi ada nomor yang dilombakan di SEA Games, tapi tidak dilombakan di Olimpiade. Untuk di SEA Games ada 22 nomor, dan Indonesia mengikuti semua nomor,” urai Joni. Di SEA Games 2019 Filipina, sebanyak 22 nomor dilombakan, di antaranya 10 meter air rifle men, 10 meter air rifle women, 10 meter air rifle mixed team, 10 meter air pistol men, dan 10 meter air pistol women. Selain itu, ada 10 meter air pistol mixed team, trap men individual, trap men team, PPC WA 1500 men individual, PPC WA 1500 women individual, PPC WA 1500 women team, Actionshoygun pump men individual, dan action shotgun pump men team. “Kami akan menargetkan 3 medali emas di SEA Games nanti,” tutup Sarozawato. Sementara itu, dua petembak asal Bali yakni Kadek Rico Vergian Dinatha dan Lely Sulistya Dewi Tirtajaya, yang merupakan petembak terbaik di Indonesia nomor air pistol untuk kategori youth (U-17), berkesempatan berlatih di Kuwait, mulai 1-7 Februari 2019. Pelatih tembak Bali, Isro Firdaus, pada Kamis (24/1) menyatakan, Rico dan Lely adalah dua petembak muda yang selama ini mengikuti berbagai event Kejurnas 2918, mendapatkan skor tertinggi. “Saya akan mendampingi dua atlet Indonesia ini berlatih di Kuwait,” ucap Isro. Dikemukakannya, pengiriman atlet muda berbakat dan bertalenta ke Kuwait, merupakan program Asian Shooting Confederation (ASC). Menurut Isro, Rico, kelahiran Denpasar, 14 April 2002, dan Lely bersama lima petembak Bali lainnya, sedang mengikuti seleknas SEA Games, di Lapangan tembak Senayan, Jakarta. Kelima petembak Bali yang megikuti seleknas itu adalah Cok Istri Amrita Purnama, Talita Yudit Almira, Luh Gede Rismayanti (air pistol), Kadek Dwi Putri Pertiwi, dan Savitri Mirzaeila (air rifle). Menurut dia, untuk bisa masuk skuad timnas SEA Games minimal harus tembus peringkat empat besar. Saat ini, skor sementara Lely dan Talita yang berada di peringkat empat besar. “Kami akui persaingan memang ketat, namun kami berharap ada petembak Bali yang masuk timnas SEA Games di nomor air pistol dan air rifle,” ujar Isro. (Adt)

Pertajam Teknik Grapling, Atlet Sambo 18 Tahun Bidik Emas Seleknas Timnas SEA Games 2019

Atlet beladiri Sambo yang baru berusia 18 tahun, Rio Tirtono asal Kalimantan Barat (Kalbar), membidik medali emas di ajang seleknas (seleksi nasional) untuk timnas (tim nasional) SEA Games 2019. (ilustrasi/tirto.id)

Pontianak- Atlet beladiri muda Rio Tirtono asal Kalimantan Barat (Kalbar), membidik medali emas di ajang seleknas (seleksi nasional) untuk timnas (tim nasional) SEA Games 2019. Rio, sapaannya, akan turun di nomor 57 kg Sambo Combat. Seleknas dijadwalkan berlangsung di Bogor, Jawa Barat (Jabar), selama dua hari, pada 25-26 Januari. Guna mewujudkan ambisinya itu, remaja kelahiran Pontianak, Kalbar, 9 Februari 2000 itu, sejak enam bulan terakhir berlatih secara intensif di Pelatnas (pemusatan latihan nasional), di Jakarta. “Saya fokus latihan, selain menambah jam latihan. Saat ini saya fokus latihan di Jakarta untuk mempertajam teknik grapling (kuncian), maupun striking. Di seleknas ini, saya tidak main-main, karena saya mempunyai tekad untuk menjadi juara,” ujar Rio, dikutip tribun, pada Rabu (23/1). Kendati bertekad meraih emas di ajang seleknas, namun diakui, lawan yang bakal dihadapi tak mudah dan memiliki kekuatan lebih. “Lawan yang saya hadapi jauh lebih kuat, pastinya saya latihan lebih keras, dan konsisten untuk mengharumkan nama Kalbar. Target saya di event ini pastinya emas,” lanjut Rio. Selain Rio, terdapat tiga atlet lain yang mengikuti seleknas, yakni Demi Yulianto (kelas 74 kg Sambo Combat), Ariyani (kelas 68 kg Sambo Sport), dan Erik Gustam (kelas 74 kg Sambo Sport). Keempatnya didampingi Junaidi, sebagai pelatih. “Mereka kami harapkan lolos seleknas dan tampil di SEA Games 2019,” cetus Junaidi. (Adt)