Sejarah PB Djarum, Klub Yang Rutin Melahirkan Atlet Bulu Tangkis Berprestasi

Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum (disingkat PB Djarum) merupakan salah satu klub bulu tangkis terbesar di Indonesia. Klub yang bermarkas di Kota Kudus ini rutin menyumbang atlet yang mengharumkan nama bangsa. Mulai dari Liem Swie King hingga Kevin Sanjaya. Lantas bagaimana kah sejarah terbentuknya PB Djarum? Semua berawalnya pada tahun 1969. Saat itu, setiap sore selepas jam kerja, sejumlah karyawan pabrik bermain bulu tangkis di dalam bangunan yang biasa dipakai untuk melinting rokok, atau yang biasa disebut brak di Bitingan Lama. Mereka kemudian membentuk Komunitas Kudus. Seiring berjalannya waktu, yang ikut berlatih di perkumpulan itu bukan hanya karyawan, melainkan juga orang-orang termasuk atlet bulu tangkis dari luar pabrik. Siapa sangka, salah satu atlet yang ikut berlatih disitu ternyata kelak menjadi legenda bulutangkis Indonesia. Ialah Liem Swie King. Liem muda kala itu cukup menonjol saat latihan. Tak heran, pada tahun Pada 1972, Liem meraih gelar juara Tunggal Putra Junior di Piala Munadi ketika usianya masih 15 tahun. Tak hanya itu, ia juga berhasil menjuarai cabang bulu tangkis dalam Pekan Olahraga Pelajar Indonesia (POPSI) tingkat provinsi. Kejutan terus berlanjut. Setahun kemudian tepatnya pada tahun 1973, Liem kembali merengkuh Piala Munadi Cup untuk kedua kalinya. Kali ini ia mampu menjuarai dua sektor sekaligus, yakni tunggal putra serta ganda putra, berpasangan dengan Kartono Hariamanto yang juga berasal dari komunitas yang sama. Ditahun yang sama, Liem berhasil membawa pulang medali perak di Pekan Olahraga Nasional (PON )1973 untuk cabang bulu tangkis putra. Berkat torehan prestasi-prestasi Liem yang membanggakan tersebut, Pihak PT Djarum pun lantas berkomitmen untuk mendukung perkumpulan atau komunitas bulu tangkis di pabriknya itu. Berkat antusiasme dari karyawan pabrik maupun warga sekitar terhadap bulu tangkis, akhirnya pada tahun 1974, perkumpulan latihan badminton itu diresmikan dengan nama PB Djarum yang kala itu diketuai oleh Setyo Margono. Dua tahun berselang, PB Djarum Semarang pun diresmikan. Di tahun yang sama pula, Liem Swie King menjadi atlet asal PB Djarum pertama yang mampu mencapai partai puncak All England. Meskipun ia harus mengakui keunggulan legenda bulu tangkis Indonesia lainnya yakni Rudy Hartono. Pada 1978, Liem Swie King akhirnya menjadi pemain PB Djarum pertama yang menjuarai Tunggal Putra All England. Liem Swie King tercatat menjadi Juara Tunggal Putra asal Indonesia ketiga yang berhasil menjuarai turnamen bergengsi tersebut. Capaian paling membanggakan terjadi pada 1992 dan 2016. Alan Budikusuma mempersembahkan medali emas Olimpiade nomor tunggal putra. Pada partai final dia mengalahkan kompatriotnya, Ardy B Wiranata. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengulang capaian tersebut 14 tahun berselang. Sama-sama besar di PB Djarum, mereka menyumbang medali emas ketujuh Indonesia di Olimpiade Selain Olimpiade, atlet asal PB Djarum juga berprestasi ajang paling bergengsi yakni Kejuaraan Dunia. Beberapa nama yang sukses merengkuh titel juara dunia yaitu Liliyana Natsir (4 kali), Tontowi Ahmad (2), Haryanto Arbi (2), dan Sigit Budiarto. Tak hanya Liem Swie King (3) yang mampu meraih juara All England lebih dari satu kali, beberapa nama atlet asal PB Djarum sukses mengikuti capaian luar biasa tersebut yakni Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (3), Haryanto Arbi (2), Rudy Gunawan (2), hingga Kevin Sanjaya (2). Atlet PB Djarum turut bersinar pada secara kolektif. Catatan paling mentereng terjadi kala Indonesia memenangkan Piala Thomas 1984. Ketika itu tujuh dari delapan anggota tim merupakan anggota PB Djarum. Rentetan prestasi tersebut tak lepas dari dukungan dari sang pemilik PT Djarum. Sejumlah agenda rutin sudah dilakukan demi menjaring bakat-bakat bulu tangkis di Indonesia. Sebut saja Audisi umum PB Djarum yang sudah bergulir sejak 2006 dan dilaksanakan setiap tahun. Audisi umum PB Djarum biasanya digelar di sejumlah kota sebelum nantinya peserta terpilih akan maju ke final audisi yang digelar di markas PB Djarum di Kudus. Berbondong-bondong para orang tua dan anaknya mengikuti screening dan tahap demi tahap untuk mewujudkan cita-cita menjadi atlet bulu tangkis kebanggaan Indonesia. Meski sempat tersandung kasus tahun lalu dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI menuduh PB Djarum telah mengeksploitasi anak lewat audisi. Setelah melalui proses mediasi, akhirnya KPAI dan PB Djarum menemukan kata sepakat untuk tetap melanjutkan program Audisi Umum PB Djarum meski dengan beberapa syarat yang sudah disepakati bersama Semoga dengan terus bergulirnya audisi ini, akan lahir juara-juara bulu tangkis asal Indonesia yang mampu berbicara banyak di kancah internasional. Beberapa nama atlet jebolan PB Djarum Kudus: Liem Swie King Kartono Heryanto Christian Hadinata Ardy B Wiranata Alan Budi Kusuma Edi Hartono Haryanto Arbi Denny Kantono Antonius Ariantho Sigit Budiarto Chandra Wijaya Tri Kusharyanto Minarti Timur Maria Kristin Yulianti Maria Febe Tontowi Ahmad Liliyana Natsir Praveen Jordan Debby Susanto Mohammad Ahsan Melati Daeva Oktavianti Kevin Sanjaya Sukamuljo

Rahmad Adi Mulyono, Pemuda 19 Tahun dengan Target Prestasinya di Asian Games & Olimpiade di Panjat Tebing

Inilah Target Rahmad Adi Mulyono di Asian Games dan Olimpiade

Pemanjat dinding Indonesia, Rahmad Adi Mulyono, mengincar dua target kemenangan di Asia Games 2022 dan Olimpiade Paris 2024. Adi yang berhasil meraih emas di IFSC Connected Speed Knockout 2020 pada 2 Agustus 2020 lalu itu mengaku siap bersaing dengan para seniornya untuk bisa berprestasi di level internasional. “Kalau latihan tidak mau kalah sama yang senior, pengen sih ngalahin prestasi yang senior-senior itu,” kata Adi seperti dikutip dari Sport.tempo.co, Senin, 10 Agustus 2020. Tentang target, atlet yang baru menginjak usia 19 tahun ini mematok juara di Asian Games Hangzhou 2022 dan Olimpiade Paris 2024. Sedangkan Olimpiade Tokyo 2021, ia memilih realistis karena cabang olahraga panjat tebing masih memperlombakan nomor kombinasi yakni speed, lead, dan boulder. “Targetnya 2024, kalau Olimpiade Tokyo itu tiga kategori. Kalau saya fokus ke Asian Games 2022 dan Olimpiade 2024,” ungkap Adi. Adi merupakan anggota klub panjat dinding Life Sport Climbing di Surabaya. Spesialisasinya adalah panjat dinding kecepatan. Ia mengaku pertama kali mengenal olahraga panjat tebing saat ia berada di kelas 6 SD. Pada awalnya, Adi merasa tertantang oleh adiknya yang lebih dahulu mengenal olahraga panjat tebing. “Lihat-lihat kok menantang, akhirnya ikut sendiri. Pertama diejek sama adek, dulu adikku sering juara, kamu tidak bisa seperti aku,” kata Adi menirukan tantangan adiknya. “Aku latihan terus, tak buktiin. Jadi saling bersaing, sekarang adekku masih di Pengcab (pengurus cabang) Surabaya,” lanjutnya. Nama Adi kian melejit saat ia menjuarai Kejuaraan Nasional kelompok umur pada 2015. Setelah itu, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mempercayakan dirinya tampil di Asian Youth Championship 2017 di Singapura. Namun, Adi belum mendapatkan hasil maksimal kala itu. Setelah itu, satu demi satu kejuaraan baik level nasional mau pun internasional diikuti oleh atlet kelahiran Surabaya, 31 Oktober 2000 ini. Adi pun bisa mempersembahkan beberapa medali hasil dari kerja kerasnya tersebut. Diantaranya medali emas di kejuaraan daerah dan nasional, medali perunggu untuk nomor perorangan dan medali emas untuk nomor beregu di Asian Youth Championship 2019. Ia juga menjadi kontingen Indonesia yang berangkat ke IFSC Youth World Championships di Arco, Italia. Adi berhasil membawa pulang medali perunggu.

Pemain Ipwich Town, Elkan Baggott Dipanggil Untuk Membela Kandang Timnas U-19

Pemain Ipwich Town, Elkan Baggott Dipanggil Untuk Membela Kandang Timnas U-19

Elkan Baggott merupakan salah satu dari 46 pemain yang dipanggil ke pemusatan latihan Timnas U-19 Indonesia. Pemilik nama lengkap Elkan William Tio Baggott itu menjadi satu-satunya pemain blasteran yang masuk ke dalam daftar pemain asuhan Shin Tae-yong. Pemain berpostur 194 cm tersebut memiliki darah Indonesia dari sang ibu dan ayahnya merupakan pria berkewarganegaraan Inggris. Namun, ia juga sempat diberitakan akan dipanggil oleh Timnas Thailand karena ia lahir di Bangkok. Akan tetapi akhirnya Elkan memutuskan untuk membela Timnas Indonesia. Ia mengaku senang dan bangga karena dapat membela tanah kelahiran ibunya tersebut. “Saya merasa bangga dan terhormat bahwa saya dapat mewakili negara saya dan saya ingin segera menyatu dengan tim dan memenangkan beberapa kompetisi dan piala.” Ungkap Elkan dalam video wawancara eksklusif bersama PSSI. “Semua keluarga terdekat saya tinggal di sini dan saya ingin membela negara saya (juga) membuat bangga negara dan kedua orang tua saya, itulah mengapa saya memilih Indonesia,” lanjutnya. Perlu diketahui, Elkan saat ini merumput di Inggris bersama klub Ipswich Town U-18. Pemain yang baru berusia 17 tahun tersebut nantinya akan menambah kekuatan pada sektor pertahanan timnas U-19 Indonesia. Saat ditanya harapan kedepannya, Elkan mengaku ingin terlebih dahulu fokus untuk lebih menyatu dengan tim dan memenangkan Piala AFC serta melakukan yang terbaik untuk Piala Dunia U-20. Elkan dan 45 pemain lain yang dipanggil pemusatan latihan kali ini memang diproyesikan untuk tampil di Piala AFC U-19 2020 pada 14-31 Oktober dan Piala Dunia U-20 2021 yang akan berlangsung di Jakarta. Sebelum pemusatan latihan Timnas U-19 yang digelar sejak akhir bulan lalu, PSSI dan pelatih Shin Tae-yong, memang sudah bergerak aktif mencari pemain keturunan. Beberapa nama sudah masuk list, sebelum akhirnya Elkan Baggott menjadi nama pertama yang dipilih. Menurut Shin, ada salah satu keunggulan Elkan yang menarik minatnya, yaitu terkait postur. “Setelah melihat Elkan, postur tubuhnya tinggi. Bagus. Saya pilih dia,” ujar Shin usai latihan perdana timnas (7/8/2020).

Rio Waida, Peselancar Muda Asal Bali Penuh Prestasi

Rio Waida merupakan salah satu peselancar muda asal Bali yang saat ini baru genap 20 tahun. Namun, dibalik usianya yang masih muda tersebut, Rio berhasil menaklukkan berbagai kejuaraan mulai dari kategori Boys, Junior hingga Men’s. Rio mengaku jika ia menemukan kedamaian dan ketenangan dengan berselancar. Deretan prestasi pun menjadi pelengkap hobi yang ditekuninya sejak dini. Ditambah ia tinggal di “surga” bagi para peselancar dan juga keluarga yang menyukai selancar. Hal tersebut yang seakan menjadi pendukung bagi Rio. Namanya mulai mencuat saat meraih posisi keempat untuk leg pertama even Billabong Grommet Attack tahun 2015 lalu. Sejak saat itu, karirnya terus menanjak. Beberapa kali ia mampu merasakaan naik ke atas podium. Ia bahkan pernah membuat kejutan saat mengalahkan juara dunia dua kali, Gabriel Medina, pada ajang World Surf League (WSL) 2019. Di tahun yang sama, Atlet kelahiran 25 Januari 2000 ini juga menjadi salah satu atlet Indonesia yang mampu menyumbang medali pada gelaran SEA Games 2019 di Filipina. Di babak final, Rio bersaing ketat dengan sesama atlet Indonesia asal NTB Hairil Anwar. Karir dan Prestasi Rio Waida: Posisi 3 – Corona Open China 2020 Medali Perak SEA Games 2019, Filipina Juara Billabong Junior Series Ballito 2018 Posisi 2 – Minami Boso Junior Pro Juara Ise Shima Pro Junior 2018 Posisi 3 – Taiwan Open World Junior Championships – Men’s 2018 Posisi 2 – NIB Pro Junior 2017 Posisi 3 – Ise Shima Pro Junior 2017 Posisi 3 – Minami Boso Junior Pro 2016 Posisi 4 – Rip Curl GromSearch International 2016 Juara Quiksilver Young Guns Surf 2016 Posisi 3 – Rote Open International Surfing 2015 Posisi 1 – Final Leg Billabong Grommet Attack 2015 Posisi 2 – Quiksilver Canggu Challenge 2015 Posisi 4 – First Leg Billabong Grommet Attack 2015

Daftar Pebulu Tangkis Indonesia Yang Masuk 10 Besar Rangking BWF Junior

Daftar Pebulu tangkis Indonesia Yang Masuk 10 Besar Peringkat BWF Junior

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memang telah membekukan peringkat dunia untuk level senior dan junior terhitung sejak Selasa, 31 Maret 2020 lalu. Keputusan ini diambil karena tidak adanya turnamen seusai gelaran All England Open 2020. Dalam keterangan resminya, BWF membekukan peringkat dunia hingga waktu yang belum ditentukan. Namun, siapa saja kah para pebulu tangkis muda Indonesia yang mampu masuk deretan 10 besar Rangking BWF Junior? Dari nomor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani dan Stephany Widjaja mampu masuk ke dalam daftar 10 besar dalam Rangking BWF Junior per 17 Maret 2020. Putri Kusuma Wardani berada di peringkat ke-5 dengan raihan 14,610 poin dari 8 turnamen musim ini. Sementara Stephany Widjaja berada satu strip dibawahnya dengan raihan 13,670 poin dari 11 turnamen. Beralih ke nomor ganda putri, Melani Mamahit dan Tryola Nadia mampu meraih posisi runner-up dengan raihan total poin sebanyak 15,800 dari 11 turnamen. Posisi Melani berada di bawah Zhou Xin Ru dari China yang menempati posisi ranking 1 dunia dengan raihan poin 17,210 dari 5 turnamen. Sementara itu, Indah Cahya Sari Jamil mampu memuncaki Rangking BWF Junior dengan total 25,430 poin dari 10 turnamen. Disusul oleh Teges Satriaji Cahya Hutomo dengan raihan 12,965 poin dari 7 turnamen. Yang menjadi catatan dalam Rangking BWF Junior adalah di tunggal putra dan ganda putra. Di dua nomor bergengsi tunggal itu, pemain Indonesia tertinggal dari negara lain. Ini harus menjadi perhatian bagi PB PBSI untuk mendongkrak kualitas tunggal putra dan ganda putra junior Indonesia. Dengan keadaan yang serba terbatas saat ini, tentu menjadi tantangan tersendiri yang mau tidak mau harus dihadapi dan dipersiapkan dengan matang. Karena setelah semua ini berlalu, setiap negara maupun individu akan saling berlari kencang untuk menjadi yang terbaik dan mengejar semua ketertinggalan.

Pandemi Justru Membuka Kesempatan Bagi Atlet Junior Menembak Untuk Unjuk Gigi

Ebrahim Inanlou saat memberikan instruksi kepada anak didiknya di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Jumat (12/6). (Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra)

Pengurus Besar (PB) Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) saat ini memberikan kesempatan kepada Pelatnas menembak untuk lebih fokus membina para atlet junior mereka. Fokus Pelatnas tahun ini seharusnya mempersiapkan para atlet menghadapi kualifikasi Olimpiade Tokyo. Namun, karena adanya pandemi COVID-19 ini Olimpiade Tokyo pun ditunda pelaksanaannya. Akhirnya, fokus Pelatnas menembak pun diubah, program latihan saat ini diberikan kepada seluruh atlet termasuk para junior. Menurut sang Pelatih kepala PB Perbakin, Ebrahim Inanlou, fokus ini digunakan untuk mempersiapkan atlet muda untuk berlaga pada SEA Games 2021 di Vietnam. “Kami saat ini sedang mempersiapkan atlet untuk SEA Games Vietnam. Ini waktu yang bagus untuk kami dan kami rasa kami bisa manfaatkan ini untuk SEA Games nanti,” kata Ebrahim dikutip dari Sport.tempo.co. Indonesia sebenarnya sudah meloloskan satu perwakilan mereka untuk berlaga di Olimpiade Tokyo melalui Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba. Fika yang saat ini baru menginjak usia 19 tahun tersebut dinyatakan lolos ke gelaran Olimpiade Tokyo usai mengikuti turnamen Asian Shooting Championship (ASC) di Qatar pada November 2019 lalu. Fika dinyatakan lolos kualifikasi dengan menempati urutan ke-14 peringkat penembak se-Asia. “Sekarang kami mulai 50 m riffle 3 position khusus Fika (Vidya Rafika) karena dia harus menembak air rifle dengan 3 position. Untungnya dengan waktu yang kami punya, kami jadi bisa mulai 3 position dengan atlet lainnya juga,” Ebrahim menjelaskan. Terkait peluang Indonesia untuk menambah wakil atlet menembak ke Olimpiade, menurut pelatih asal Iran tersebut dirasa cukup sulit untuk bisa terpenuhi mengingat hanya ada 12 kuota tersisa yang akan diperebutkan petembak yang menduduki ranking dunia. Meskipun memang masih ada kesempatan hingga tahun depan, tapi peluang itu dinilainya kecil. “Peluangnya kecil tapi kami akan coba meski sangat sulit. Sekarang saya fokus ke atlet remaja, SEA Games dan mungkin kompetisi di masa mendatang,” tuturnya. Namun, pembinaan para atlet junior sejak dini sangat penting demi melahirkan tim petembak junior yang kuat pada setiap kejuaraan sekaligus regenerasi atlet senior ketika mereka memutuskan untuk pensiun.

Mengintip Peluang Pemain Muda Untuk Menembus Tim Piala Uber Indonesia

Putri Kusuma Wardani Saat Melakukan Selebrasi. (Foto: PP PBSI)

Beberapa waktu lalu, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sukses menggelar PBSI Home Tournament. Tunggal putri pun menjadi sektor terakhir yang dipertandingkan dan beberapa pemain muda sukses mencuri perhatian dengan memberikan kejutan sepanjang jalannya turnamen. Beberapa nama tersebut ialah Putri Kusuma Wardani dan Saifi Rizka Nur Hidayah yang mampu mencuri perhatian lewat permainan apiknya di sepanjang turnamen yang berlangsung di kompleks Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur ini. Secara luar biasa, Putri mampu keluar sebagai runner-up, sedangkan Saifi finis di posisi ketiga. Meski baru berusia 18 tahun dan menempati ranking 261 dunia, Putri mampu mengalahkan sang unggulan, Gregoria Mariska Tunjung di fase penyisihan Grup M dan Fitriani di babak perempat final. Sementara Saifi yang baru berusia 17 tahun mampu melangkah hingga babak semifinal. Pencapaian para pemain di PBSI Home Tournament menjadi bekal evaluasi PP PBSI untuk mempersiapkan diri ke Piala Thomas dan Uber yang direncanakan berlangsung pada 3-11 Oktober mendatang di Aarhus, Denmark. Untuk mempersiapkan Piala Thomas dan Uber tersebut, PBSI melakukan evaluasi secara menyeluruh, khususnya dari sektor tunggal putri. Kabid Binpres PP PBSI, Susy Susanti, mengatakan ada angin segar dari sektor tunggal putri setelah melihat hasil dari turnamen internal PBSI Home Tournament. “Hasil dari keseluruhan turnamen ini memang cukup baik. Perlawanan juga bagus antara junior dan senior,” kata Susy dikutip dari laman Bolasport.com. Lebih lanjut Susy mengatakan, pemain muda memang tampil menjanjikan, tapi peringkat pemain memang menjadi faktor penentu dalam perekrutan tim Piala Uber. Walaupun itu bukan yang utama. “Ada capaian prestasi, bagaimana perkembangan performa mereka, dan tentu saja mentalnya. Itu yang paling penting. Bisa main bagus tapi mental nggak mendukung, ya percuma,”  tutup Susy. Tim Uber Indonesia sendiri tergabung dalam grup b bersama Korea, Malaysia dan Australia. Saat ini, Korea jelas menjadi lawan yang cukup berat buat tim Uber Indonesia. Tapi peluang srikandi Merah Putih untuk lolos ke babak-babak selanjutnya masih terbuka lebar.

Kapolri Cup 2020 Jadi Ajang Unjuk Gigi Para Atlet Muda Menembak

Kapolri Cup 2020 Jadi Ajang Ujuk Gigi Para Bibit Atlet Menembak Profesional

Kejuaraan Menembak Kapolri Cup 2020 memang sudah selesai beberapa waktu lalu. Namun, kejuaraan yang berlangsung di Lapangan Menembak Senayan, Jakarta, ini seakan menjadi ajang unjuk gigi bagi para atlet muda menembak profesional Indonesia. Beberapa penembak junior berhasil membuktikan diri pada ajang tingkat nasional tersebut, diantaranya adalah Abdullah Imam dan M Rifky yang mampu menyabet total tiga keping medali emas. Abdulah Imam tercatat meraih dua medali emas untuk nomor Grade D Junior dan Production Junior. Sementara M. Rifky mencatat sukses meraih juara di nomor Standart Junior. Berkat raihan tersebut, Abdullah Imam dan M Rifky menambah perolehan medali emas Banten menjadi 4 pada ajang Kapolri Cup, baik Kejurnas menembak virtual maupun benchrest dan tembak reaksi. Sebelumnya, Banten telah mengamankan 1 medali emas dari nomor air rifle putri, atas nama Monica Daryanti dari Kabupaten Tangerang. “Hasil ini sebenarnya tidak mengejutkan karena Imam (sapaan Abdulah Imam) dan Rifky sudah punya pengalaman tampil di berbagai event nasional maupun internasional. Tapi juara di Kapolri Cup menambah keyakinan keduanya menjadi atlet andalan Banten di masa depan,” ucap Pelatih Menembak Banten, Raden Imam Susandhi Nugraha seperti dikutip dari Kabar-banten.com. Sementara itu, terkait prestasi dua penembak junior Banten, Sekretaris Umum Pengcab Perbakin Kota Cilegon, M. Ferry Muchdiana mengatakan, hal tersebut tidak lepas dari dukungan orangtua kedua atlet tersebut. “Terakhir mereka tampil di Filipina awal tahun lalu. Di sana keduanya mendapat tambahan pengalaman tampil dan juga mental bertanding. Ke depan saya yakin Imam dan Rifky akan menjadi aset penembak andal bukan saja buat Kota Cilegon tapi juga Banten,” ucap Ferry. Oleh karena itu, prestasi di Kejurnas Kapolri Cup semakin menambah semangat Pengcab Perbakin Kota Cilegon dalam melakukan pembinaan nomor tembak reaksi. “Saat ini nomor tembak reaksi banyak peminatnya dan makin bertambah tiap tahunnya. Ke depan kami yakin akan menghasilkan atlet andal lain baik di kategori senior atau junior,” tuturnya.

Mengenal M. Fakhri Akbar Siregar, Petenis Junior Ranking Satu Nasional Saat Ini

Mengenal M. Fakhri Akbar Siregar, Petenis Junior Ranking Satu Nasional Saat Ini

Mungkin banyak dari Anda yang masih asing dengan nama M. Fakhri Akbar Siregar. Fakhri Siregar atau yang akrab dipanggil Abang ini merupakan seorang atlet tenis junior Indonesia yang saat ini menempati peringkat 1 Kelompok Umur (KU) 10 tahun nasional dari 274 petenis yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Berdasarkan data terakhir dari PP (Pengurus Pusat) Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) tanggal 10 Mei 2020, tercatat nama M. Fakhri Akbar Siregar, petenis binaan Cibinong Tenis Club (CTC) asuhan Mei Sarwanto itu menduduki peringkat nomor 1. Anak ketiga dari pasangan Fahlan Siregar dan Citra Fajar Rininta ini sudah sering mengikuti turnamen tenis bahkan sejak ia masih kelas 1 SD. Keinginan Fakhri untuk menjadi petenis nampaknya memang sesuai dengan cita-citanya sejak kecil. “Aku ingin menjadi petenis dari kecil, dan aku ingin bermain di tingkat internasional,” ucap Fakhri dikutip dari Bogorsportnews.id. Sang ibu menambahkan, selama ini Fakhri selalu mengikuti dan mampu bersaing di berbagai turnamen tenis di KU 10 tahun yang ada di Tanah Air seperti di Jogjakarta, Bandung, Magelang dan Tegal. “Alhamdulilah Fakhri selalu masuk grand final dan sering jadi juara 1 di berbagai event tenis yang diikutinya selama ini,” ungkap Citra yang kerap mendampingi anaknya saat berlatih di Lapangan Tenis Pendopo Bupati Bogor. Bakat serta minat Fakhri untuk bermain tenis nampaknya berasal dari sang ayah dan juga kakeknya yang juga merupakan atlet tenis nasional. Tak heran jika atlet yang saat ini duduk di kelas V SDIP Daruul Janah, Cibinong , Kabupaten Bogor, tersebut sangat bersemangat jika tiba waktunya untuk berlatih bahkan di masa pandemi seperti saat ini. “Aku gak mau ketinggalan sama atlet tenis yang lain, jadi harus tetap latihan,” tegas Fakhri. Dengan ambisi dan semangat yang ia miliki saat ini, Fakhri merupakan harapan di masa depan bagi tenis Indonesia. Jalannya masih terbentang luas untuk terus berkembang dan tidak cepat puas.

KONI Sulteng Komit Untuk Jalankan Program Pembinaan Atlet Usia Dini

Komitmen KONI Sulteng Jalankan Program Pembinaan Atlet Usia Dini

Upaya untuk menjaring bibit atlet calon juara terus dilakukan. Sulawesi Tengah menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang gencar mencari bibit-bibit potensi tersebut. Hal ini didukung langsung oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tengah yang terus berupaya untuk meningkatkan prestasi atlet melalui program pembinaan atlet usia dini. “Program itu seharusnya menjadi prioritas bagi pengurus provinsi setiap cabang olahraga yang ada di Sulteng,” kata Ketua KONI Provinsi Sulawesi Tengah, Anwar Ponulele di Palu, dikutip dari Antara Sulteng. Menurut Anwar, tidak ada atlet yang langsung menjadi besar dan mecapai prestasi tertentu tanpa melalui sebuah sistem pembinaan yang dilakukan sceara terprogram oleh masing-masing cabang olahraga. “Semua atlet yang telah mengukir prestasi cemerlang, baik tingkat lokal, regional sampai tingkat nasional maupun internasional tentu sebelumnya telah melalui tahapan pembinaan deari usia dini,” lanjutnya. Menurut Anwar, program pembinaan atlet usia dini harus dilakukan secara kontinuitas sehingga atlet berprentasi tidak terputus, dan jika program ini dilaksanakan dengan baik dan benar, niscaya Sulteng akan melahirkan atlet berprestasi secara berkelanjutan. Selain itu, tentu perlu mendapat dukungan penuh baik dari KONI maupun pemerintah daerah. “Ini artinya prestasi atlet tidak terputus, sebab sejak usia dini mereka sudah mendapatkan pembinaan yang baik dan stok atlet berprestasi selalu tersedia. Ketika atlet sudah masuk ke jenjang junior dan senior tetap ada prestasi, dan begitu atlet senior pensiun, maka ada atlet junior yang bisa melanjutkan prestasi mereka,” ujarnya. Oleh sebab itu, KONI terus mendorong semua cabang olahraga di kabupaten/kota di Provinsi Sulteng untuk benar-benar fokus pada pembinaan atlet usia dini, seiring juga dengan tetap perhatian pada pembinaan atlet junior dan senior. Beberapa atlet asal Sulawesi Tengah pernah mencatatkan beberapa prestasi di kancah internasional. Salah satunya yaitu Abdul Rahman Darwin dari cabang olah raga taekwondo. Abdul pernah beberapa kali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Diantaranya, meraih medali perunggu di kategori Freestyle Poomsae Mixed Team pada ajang SEA Games 2019 di Manila dan dua medali bersama timnas taekwondo pada turnamen JEJU Korea Open Internasional Taekwondo Championship 2018 di Korea Selatan. Tidak hanya itu, provinsi Sulawesi Tengah juga kerap menyumbang atletnya sebagai langganan tim Indonesia untuk bertanding di even-even olahraga internasional. 

Persiapan Jelang Piala AFC U-16, Timnas Indonesia Rencanakan Mulai Gelar Latihan

Persiapan Jelang Piala AFC U-16, Timnas Indonesia Rencanakan Mulai Gelar Latihan

Sejak mengadakan latihan pertama pada Senin (6/7/2020) lalu di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, Timnas U-16 sudah memainkan dua kali laga uji coba, pertama melawan Asosiasi Kabupaten Bekasi U-18 dan menang dengan skor 5-0, Jumat (24/7/2020). Terakhir melawan Bina Taruna U-18 yang berakhir dengan skor imbang 0-0, Selasa (28/7/2020). Seluruh rangkaian latihan dan uji coba tersebut merupakan bagian dari persiapan sebelum berkiprah di Piala AFC U-16 2020. Selanjutnya, Jika sesuai rencana, Timnas U-16 akan kembali latihan pada bulan Agustus ini. Seperti yang diutarakan oleh sang kepala pelatih, Bima Sakti. “InsyaAllah di tanggal 9 Agustus 2020 nanti kami akan kembali mengadakan pemusatan latihan,” ujar mantan kapten Timnas Indonesia era 1990-an itu dalam rilis PSSI. Timnas U-16 Indonesia akan berlaga di Piala AFC U-16 pada 25 November hingga 12 Desember 2020 di Bahrein. Indonesia sendiri tergabung dalam Grup D bersama Jepang, Arab Saudi, dan Tiongkok. Untuk kembali me-refresh ingatan, Timnas U-16 berhasil lolos ke putaran final sebagai runner-up grup G usai melewati babak kualifikasi Piala Asia U-16 2020 yang dilaksanakan di Jakarta, September tahun lalu. Kepastian lolosnya Timnas Indonesia U-16 ke Piala AFC U-16 2020 didapat usai menahan imbang Tiongkok 0-0 pada laga pamungkas Grup G di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (22/9/2019). Alexandro Felix Kamuru dan kawan-kawan berhasil mengumpulkan 10 poin hasil 3 kemenangan dan 1 kali imbang. Sementara itu, empat tim yang mencapai semi final Piala AFC U-16 2020 akan lolos ke Piala Dunia U-17 2021 mendatang di Peru. Indonesia merupakan satu-satunya negara dari ASEAN yang tampil pada salah satu turnamen usia muda Asia bergengsi dua tahunan tersebut.

Status Djarum Sirnas 2020: Masih Dikaji

Djarum Sirnas 2020

Djarum Sirkuit Nasional yang lebih dikenal dengan sebutan Sirnas, pelaksanaan nya tahun ini masih dalam status penundaan akibat dampak dari pandemic Covid-19. Sejatinya seri pertama Sirnas 2020 dijadwalkan untuk dilaksanakan pada tanggal 23-38 Maret 2020 di Purwokerto, Jawa Tengah. Dilansir dari situs Djarumbadminton.com, ketua PP PBSI, Achmad Budiharto menyampaikan bahwa Jadwal Djarum Sirnas 2020 masih disusun dan akan dirapatkan antara bidang turnamen, sponsor dan PP PBSI. Adapun jadwal yang telah disusun sebelumnya meliputi 8 kota, 5 diantaranya adalah kota-kota baru yang belum pernah mengadakan Sirnas sebelumnya. 3 kota yang kembali ditunjuk menjadi penyelenggara adalah DKI Jakarta, Bandung (Jawa Barat) dan Purwokerto (Jawa Tengah). Berikut jadwal lengkap Sirkuit Nasional 2020 sebelum ditunda: 1. Sirnas Jawa Tengah di Purwokerto (Premier) – 23-28 Maret 2. Sirnas Jambi di Jambi – 6-11 April 3. Sirnas Jawa Barat di Bandung (Premier) – 29 Juni-4 Jul 4. Sirnas Bali di Denpasar – 20-25 Juli 5. Sirnas DKI Jakarta di Jakarta (Premier) – 24-29 Agustu 6. Sirnas Kalimantan Tengah di Palangkaraya – 22-26 September 7. Sirnas Sulawesi Selatan di Makassar – 23-28 November 8. Sirnas Jawa Timur di Surabaya (Premier) – 7-12 Desember Sponsor yang ditunjuk dalam Sirnas 2020 ini adalah Djarum Foundation, Li Ning, Flypower dan Polytron. Dikutip dari situs badmintonindonesia.org, salah satu syarat umum Djarum Sirnas 2020 yaitu: KETENTUAN KELOMPOK USIA YANG DIPERTANDINGKAN : • MANDATORI a. Remaja Putra/Putri usia di bawah 17 tahun, kelahiran tahun 2004 atau sesudahnya (Tunggal, Ganda dan Ganda Campuran) b. Taruna Putra/Putri usia di bawah 19 tahun, kelahiran tahun 2002 atau sesudahnya (Tunggal, Ganda dan Ganda Campuran) c. Dewasa Putra/Putri usia bebas (Tunggal, Ganda dan Ganda Campuran) • OPSIONAL a. Pemula Putra/Putri usia di bawah 15 tahun, kelahiran tahun 2006 atau sesudahnya (Tunggal, Ganda) KETENTUAN PESERTA : Peserta adalah : 1. Perkumpulan/klub SAH PBSI (sudah terdaftar dalam SI PBSI) 2. Pelatnas/Pelatprov/Pelatkab/Pelatkot/Pusdiklat/SKO/PPOP 3. Peserta Luar Negeri

Kuliah kemana ya para Mantan DBL All Star 2019?

Mantan-DBL-All-Star-2019

Dengan berakhir nya musim DBL 2019 dan juga masa sekolah, bagi para siswa siswi tingkat akhir SMA atau setara pada umumnya akan melalui tahapan untuk menentukan pilihan ke jenjang pendidikan berikut nya. Tentunya sangat disarankan untuk memilih sesuai dengan keinginan, kemampuan dan passion. Nah, untuk inspirasi #SobatMudaNYSN, dilansir dari situs DBL, berikut adalah pilihan para mantan DBL All Star 2019 untuk meneruskan kuliah nya: Pemain Putra Honda DBL Indonesia All Star 2019 GUARD  Andreas Marcellino Bonfilio – SMA St. Louis 1 Surabaya — Universitas Surabaya (UBAYA) FORWARD  Grady Cahyadi – SMA 1 BPK Penabur Bandung Universitas Pelita Harapan (UPH) / Universitas Parahyangan (UNPAR)*  Fernando Manangsang – SMA Lokon St. Nikolus Tomohon – STIE PERBANAS CENTER  Dearren Alvado Glendyap – SMA Bopkri 1 Jogjakarta – Universitas Atmajaya Jogjakarta  Julian Alexandre Chalias – SMA Soverdi Tuban – Lycée Françoise Combe, PERANCIS (proses pendaftaran), dan bermain di klub Croix d’Argent Basket Montpellier – Divisi 2 Perancis  William Hardi Dinata – SMA Santu Petrus Pontianak — Universitas Surabaya (UBAYA) Pemain Putri Honda DBL Indonesia All-Star 2019 DBL All Star  Christina Michelle Susanto – SMA St. Louis 1 Surabaya – Universitas Pelita Harapan (UPH)  Stephanie Wijaya – SMA 1 Penabur Jakarta – City University of Hongkong FORWARD  Jesslyn Angelique – SMA UPH College Tangerang — Universitas Pelita Harapan (UPH) CENTER  Amelia Ryan Ayu Ardhany – SMAN 8 Malang – Universitas Airlangga (UNAIR)*  Erica Adiyanto – Nation Star Academy Surabaya – Sekolah Tinggi Pariwisata Bali / Bali Pastry College Menjadi Student-Athelete memang mempunyai tantangan tersendiri. Tanggung jawab dan disiplin sangat diperlukan sehingga bisa sukses di kedua bidang. Mudah-mudahan #SobatMudaNYSN tetap terinspirasi dan berpikiran positif dalam menentukan pilihan kuliah.

PSSI: Timnas U-16 akan TC di Bekasi bulan Juli 2020

Daftar pemain timnas U-16

Dalam persiapan untuk menghadapi Piala AFC U-16, 25 November – 12 Desember yang akan diadakan di Bahrain, PSSI mengumumkan TC untuk TImnas U-16 akan dilaksanakan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi dari tanggal 6-29 Juli 2020. Indonesia tergabung dalam Group D bersama Jepang, Arab Saudi dan Tiongkok. Dikutip dari situs resmi PSSI, pemusatan latihan (TC) Timnas U-16 ini akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Yunus Nusi, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal PSSI, Sesuai arahan Ketua Umum PSSI, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait agar TC ini berjalan dengan baik mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid19. Dinas Kesehatan dan juga Dinas Kepemudaan dan Olahraga kota Bekasi sudah memberi izin kepada pihak PSSI untuk melaksanakan TC di Stadion Patriot Candrabhaga. Pelatih Timnas U-16, Bima Sakti mengatakan bahwa berbagai menu latihan sudah disiapkan dan bila situasi sudah kondusif akan melakukan uji coba sesuai program yang sudah dibuat. Sejak April lalu, Timnas U-16 melakukan TC secara virtual untuk menjaga stamina. Berikut daftar Pemain Timnas U-16 di TC Bekasi 6-29 Juli 2020: 1. I Made Putra Kaicen – Bali United 2. Raka Octa Bernanda – PSS 3. Ahmad Rifai – Persita 4. Kadek Arel Priyatna – Bali United 5. Mochammad Aditya Rangga Saputra – Persebaya 6. Marcel Januar Putra – Bali United 7. Mikael Alfredo Tata – Persipura 8. Alexandro Felix Kamuru – Barito Putra 9. Fere Murarri – Bhayangkara FC 10. Muhammad Faqih Maulana – Bhayangkara FC 11. Aditya Daffa Al-Haqi – Barito Putra 12. Dimas Juliono Pamungkas – Persib 13. Resa Aditya Nugraha – Persija 14. Mochammad Faizal Shaifullah – Persela 15. Raka Cahyana Rizky – Persija 16. Marselino Ferdinan – Persebaya 17. Diandra Diaz Dewari – Persib 18. Ahmad Sthallah Araihan – SKO Ragunan 19. Ruy Arianto – Persebaya 20. Valeron – Persib 21. Wahyu Agong Drajat Mulyono – Persebaya 22. Krisna Budi Sulistia – Gabsis Sambas 23. Fiore Rafli Alifasyah Zainal – Persija 24. Vito Ramadyzky – Persikabo 25. Rholy Hizkia Gogaly – SKO Ragunan 26. Franciscus Valentino Amaral – PSIS

Ingin jadi Student Athlete, program Beasiswa Sport UPH buka sampai 15 Agustus 2020

UPH Buka Kesempatan Menjadi Student Athlete Melalui Beasiswa Sport

Dilansir dari website resmi Universitas Pelita Harapan (UPH), program Beasiswa Sport UPH masih menerima pendaftaran hingga 15 Agustus 2020 dengan limit terbatas. Bagi para #sobatmudaNYSN yang berminat, tidak ada salah nya untuk mencari info lebih lanjut mengenai program ini. Jika berhasil untuk mendapatkan Beasiswa Sport UPH ini, maka nanti nya akan tergabung di dalam tim UPH Eagles dan mendapatkan training sebagai Student-Athlete. Cabang olahraga yang tersedia adalah basket, sepakbola, futsal, badminton dan renang. Prestasi UPH Eagles selama ini bisa dilihat dari pencapaian di tingkat nasional maupun internasional. Di level nasional, UPH Eagles berhasil mendapatkan 4 medali emas di kompetisi basket putra dan 1 emas untuk basket putri di Liga Mahasiswa (LIMA). Selain itu, tim putra UPH Eagles juga menjadi juara umum di Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) Banten dengan pencapaian 23 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Di kancah internasional, UPH Eagles menyabet juara 2 di ASEAN University Games 2018 dan yang terbaru adalah juara 3 di 3×3 Asia Basketball Championship 2019. Sumber: https://www.uph.edu/2020/04/28/uph-buka-kesempatan-menjadi-student-athlete-melalui-beasiswa-sport/

Training Virtual Sejak Mei 2020, Sutan Diego Tetap Semangat

Sutan-Zico

Sejak 14 Mei 2020, Tim Nasional U-19 Indonesia di bawah manajer Shin Tae-yong sudah mengikuti training secara virtual bersama. Pandemi Covid-19 membuat timnas U-19 harus menyesuaikan diri supaya tetap fit dan berlatih secara maksimal. Di bulan Oktober 2020, laga Piala AFC U-19 yang diadakan di Uzbekistan sudah menunggu dan juga persiapan menuju Piala Dunia U-20 tahun 2021 yang harus tetap dilakukan. Dilansir dan situs resmi PSSI, Sutan Diego dan tim tetap bersemangat mengikuti setiap sesi yang diberikan pelatih. “Kami terus berlatih hampir setiap hari bersama teman-teman Timnas U-19. Pelatih memberikan berbagai variasi menu latihan dan kami menikmatinya,” kata Sutan Zico. Sutan pun menambahkan, “Yang terpenting saat ini bagaimana semuanya menjaga kesehatan serta disiplin berlatih. Kami juga menjaga asupan makanan dengan begitu kondisi kita dapat terjaga,” Sesi virtual training ini berlangsung setiap hari dari jam 09.00 – 10.00 WIB dan diikuti oleh 44 pemain. Timnas U-19 berhasil menjadi juara Group K dan masuk dalam Pot 2 dalam pengundian bersama Jepang, Australia dan Tajikistan. Tim Garuda Muda berpotensi untuk bertemu satu di antara 4 negara yang masuk dalam Pot 1 yang terdiri dari tim tuan rumah Uzbekistan, Arab Saudi, Korea Selatan dan Qatar. Jika sesuai rencana, pengundian akan dilakukan pada tanggal 18 Juni 2020 mendatang di Kuala Lumpur.

Ikut BWF World Junior Championship Terakhir, Indah Jamil Ingin Juara

Indah Jamil

Barfoot & Thompson BWF World Junior Championship 2020 telah resmi ditunda penyelenggaraan nya namun tidak membuat redup semangat atlet junior ganda campuran Indonesia Indah Jamil. Bertanding di level junior untuk terakhir kali nya dan memiliki waktu lebih panjang untuk melakukan persiapan menjadi modal utama bagi Indah memasang target juara. Dikutip dari situs resmi PBSI, Indah mengatakan, “Inginnya tahun ini bisa juara. Kan ini tahun terakhir juga buat saya. Pengen penutupan yang baik, insya Allah. Tapi tetap fokus step by step. Walaupun harus tertunda karena wabah ini, nggak apa-apa. Hitung-hitung persiapan saya lebih panjang”. Di ajang yang sama yang diadakan di Kanada tahun 2018, Indah yang berpasangan dengan Leo Rolly Carnando berhasil mempersembahkan satu emas untuk Indonesia. Tahun berikutnya 2019 di Rusia, mereka mendapatkan medali perak. Di tahun yang sama bulan July, Indah/Leo juara di Asia Junior Championship 2019 yang diadakan di Suzhou, China. Setelah Leo Rolly naik ke level senior, Indah berpasangan dengan Teges Satriaji Cahyo Hutomo. Pasangan Indah/Teges berhasil menjadi juara di Dutch Junior International 2020 yang diadakan pada bulan Febuari dan German Junior 2020 pada bulan Maret.

Kejuaraan BWF World Junior Championship 2020 resmi ditunda ke Januari 2021

Kejuaraan BWF World Junior Championship 2020

Dilansir dari situs resmi BWF (Badminton World Federation), Kejuaraan BWF World Junior Championship 2020 resmi ditunda. Kompetisi ini awalnya dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 28 September – 11 Oktober mendatang di Auckland, Selandia Baru. Namun dengan mempertimbangkan dampak Covid-19 dalam hal traveling dan lain nya, maka event ini di re-schedule menjadi tanggal 11-24 January 2021. Kompetisi yang dikenal dengan nama lengkap Barfoot & Thompson BWF World Junior Champhionship 2020 ini akan diawali dengan: – Mixed Team Championship (Suhandinata Cup; sejak 2008) untuk beregu: 11-16 Januari 2020 – Single Championship (Eye Level Cup) untuk perorangan: 18-24 Januari 2020 Adapun prestasi Indonesia di tahun 2019 yang diadakan di Rusia yaitu Juara Suhandinata Cup dan satu Eye Level Cup dari pasangan Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin. Beberapa nama besar yang lahir dari Kejuaraan BWF World Junior ini termasuk Kento Momota (Jepang), Ratchanok Intanon (Thailand), Viktor Axelsen (Denmark) dan Chen Long (China). Kejuaran BWF World Junior Championship ini pada mulanya diprakarsai dari Bimantara World Junior Invitational yang diadakan di Indonesia dari tahun 1987 sampai 1991. Ardy Wiranata dan Haryanto Arbi masing-masing merupakan kampiun dari event tersebut.

UEFA Foundation dan Arsenal Foundation membantu anak-anak di Indonesia

Yayasan UEFA untuk Anak-anak (UEFA Foundation for Children), bersama dengan Arsenal Foundation dan Save the Children berkolaborasi dalam sebuah proyek yang akan menguntungkan lebih dari 1.000 anak-anak di Jakarta serta merenovasi tujuh lapangan sepakbola.

UEFA Foundation for Children telah bekerja sama dengan Arsenal Foundation dan Save the Children untuk meningkatkan kondisi kehidupan anak-anak dan khususnya anak perempuan, di ibukota Indonesia, Jakarta. Ada jumlah besar anak-anak yang terpaksa mencari nafkah sejak usia muda sehingga tidak dapat masuk sekolah dan mendapat pendidikan. Sayangnya, beberapa diantara mereka mengalami kekerasan dan kondisi mereka berakhir dalam kemiskinan, dengan sedikit harapan untuk mengubah nasib mereka menjadi lebih baik. Pembinaan seumur hidup Arsenal Foundation, dalam kerja sama dengan Save the Children, telah mengembangkan program yang disebut Coaching for Life. Disampaikan secara eksklusif melalui sesi latihan sepakbola dan di lapangan, program ini menggabungkan keahlian Save the Children dalam perlindungan anak-anak dan pembangunan resiliensi mereka. Program Pembinaan Seumur Hidup ini bertujuan untuk mendukung anak perempuan di Indonesia dengan membangun keberanian dan kekuatan batin mereka melalui modul pelatihan yang inovatif untuk membantu mereka membela hak-hak mereka dan memerangi tantangan yang mereka hadapi, seperti bekerja sejak usia muda untuk memenuhi kebutuhan mereka, keluarga mereka, serta risiko pernikahan anak dan kehamilan dini. Pelatih sepak bola dari Arsenal FC sedang dibawa untuk membimbing pelatih sepak bola lokal dengan melakukan beberapa sesi pelatihan gabungan. Bersama dengan anak-anak, mereka mengeksplorasi tema seperti emosi, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Program ini juga membantu merenovasi tujuh lapangan sepakbola dalam rangka menyediakan untuk anak-anak tempat yang aman untuk bermain. Untuk memastikan warisan jangka panjang, para pelatih Arsenal akan membimbing 35 pelatih di Jakarta, dan sekitar 1.500 orang tua dan pengasuh juga akan berpartisipasi dalam program ini, yang akan meningkatkan kemampuan mereka untuk mendukung kesejahteraan anak-anak mereka. ketrampilan hidup yang utama Leah Williamson dari Arsenal telah melihat secara langsung dampak positif yang dimiliki proyek tersebut terhadap anak perempuan di Jakarta. Bek internasional Inggris ini mengunjungi ibu kota Indonesia pada tahun 2019 untuk memberikan pelajaran utama bagi anak perempuan yang terlibat dalam merintis program pelatihan sepakbola ini. “Anak perempuan di Jakarta ini menginspirasi saya dan telah membuat saya sangat bangga menjadi seorang wanita dan panutan bagi anak perempuan,” katanya. “Saya telah berada di Arsenal sejak berusia sembilan tahun dan sudah paham mengenai peran dan fungsi kami di dalam komunitas. Itu ada dalam DNA kami (sudah melekat pada diri kami). Kami semua mengerti keistimewaan menggunakan kekuatan dan nama klub untuk berbuat baik. Jika diterapkan dengan cara yang benar-benar istimewa, itu dapat digunakan untuk mencapai hal-hal yang luar biasa, seperti mengembangkan kepercayaan diri, ketangguhan, dan keterampilan-keterampilan hidup utama lain dalam kehidupan. “Meskipun tumbuh dewasa di London, Yordania atau Jakarta, sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang. Sungguh menakjubkan melihat bagaimana Pembinaan Seumur Hidup dibangun dalam kemitraan dengan Save the Children untuk menciptakan sesuatu yang begitu istimewa untuk menginspirasi para anak perempuan yang saya temui.” Sepak bola adalah alat yang ampuh Presiden UEFA Aleksander Čeferin memimpin dewan pengurus yayasan dan memuji pekerjaan yang dilakukan sejak 2015, dan bagaimana sepakbola terbukti menjadi kekuatan utama dalam kebaikan hubungan sosial. “Setelah memiliki kesempatan untuk terlibat secara pribadi dalam berbagai proyek, saya melihat bahwa sepakbola adalah alat yang sangat kuat,” kata presiden UEFA. “Meskipun di kamp-kamp pengungsi di seluruh dunia, pinggiran kota-kota Eropa yang bermasalah atau zona konflik yang terlupakan, semua kegiatan yang didukung oleh UEFA Foundation for Children telah memperkuat keinginan saya untuk melihat sepak bola Eropa mengambil perannya dalam pengembangan sosial kaum muda di seluruh dunia.” Satu juta anak Dalam lima tahun sejak UEFA Foundation for Children didirikan, sekitar satu juta anak telah mendapat manfaat dari palet kegiatannya yang luas di seluruh dunia, sementara itu Yayasan ini juga telah memberikan dukungan untuk proyek-proyek di 100 negara di lima benua. Melalui olahraga dan sepak bola khususnya, Yayasan ini membantu memberikan harapan kepada anak-anak dari latar belakang yang sulit untuk membantu mereka mencapai tujuan mereka dalam hidup. 

Musim 2021-2022, NBA Ganti Bola Basket

Wilson jadi pengganti Spalding untuk bola basket NBA musim 2021-2022

Musim mendatang 2021-2022, NBA (National Basketball Association) akan mempunyai mitra baru dalam pengadaan resmi bola basket untuk pertandingan. Menurut berita yang dilansir dari Yahoo Sports, Wilson akan ditunjuk sebagai pengganti dari Spalding yang sudah menjadi mitra NBA dalam pengadaan bola basket dari tahun 1983. Selain untuk NBA, Wilson juga ditunjuk sebagai bola basket official di kompetisi WNBA, NBA G-League, NBA Y2K League dan BAL (Basketball Africa League). Dalam hal kemitraan, sebenarnya Wilson bukan mitra baru bagi NBA. Wilson pernah menjadi mitra NBA selama 37 tahun sebelum pada tahun 1983, NBA memutuskan untuk bermitra dengan Spalding. Wilson selama ini telah menjadi mitra lama NCAA (National College Athletic Association), sebuah kompetisi antar universitas di Amerika Serikat. Selain di tingkat universitas, Wilson juga digunakan di pertandingan di level High School. Sesuai website Spalding, jenis bola basket yang digunakan adalah full grained leather yang dibuat hanya untuk permainan indoor dengan jenis hardwood flooring. Spesifikasi lainnya adalah ukuran 7 dan 29.5 inch untuk keliling dan tekanan 7.5 sampai dengan 8.5 pounds per square inch. NBA dan NBPA (asosiasi pemain NBA) akan berdiskusi untuk memastikan bola basket yang baru akan memenuhi standard seperti yang digunakan sekarang.