Ruichang China Masters: Bagas perlu tambah power usai jadi runner-up

Ruichang China Masters 2026

Tunggal putra Indonesia, Prahdiska Bagas Shujiwo mengatakan perlu menambah kekuatan pukulan atau power sebagai bagian dari evaluasi utama setelah menjadi runner-up Ruichang China Masters 2026. Bagas harus mengakui keunggulan tuan rumah Sun Chao pada partai final di Ruichang, China, Minggu, setelah kalah dua gim langsung 14-21, 11-21. “Alhamdulillah tetap bersyukur dengan hasil ini. Di gim pertama saya tidak bisa keluar dari tekanan lawan. Lawan hari ini bermain sangat bagus dan berani,” ujar Bagas dalam keterangan PP PBSI setelah laga. Ia menjelaskan, upayanya untuk mengikuti tempo permainan lawan pada gim kedua belum membuahkan hasil karena masih kesulitan keluar dari tekanan, sehingga beberapa pukulannya kurang maksimal dan mampu dimanfaatkan lawan untuk meraih poin. “Gim kedua saya sudah mencoba mengikuti tempo lawan, tetapi tetap belum bisa keluar dari tekanan. Banyak bola buangan saya yang tanggung dan itu bisa dimanfaatkan lawan,” katanya. Bagas mengungkapkan tidak ada kendala berarti secara teknis maupun kondisi fisik pada pertandingan tersebut. Namun, ia mengakui lawannya tampil lebih percaya diri, rapi, serta berani mengambil inisiatif serangan dengan tempo cepat. Menurut Bagas, faktor tekanan pertandingan juga memengaruhi penampilannya sehingga ia tidak bisa menunjukkan permainan terbaik seperti biasanya. “Tekanan pasti ada dan hari ini saya tidak bisa bermain seperti biasa. Lawan juga lebih berani menyerang dan sangat rapi permainannya,” ujarnya. Sebagai bahan perbaikan, Bagas menegaskan perlunya peningkatan di berbagai aspek, terutama kekuatan pukulan agar mampu bersaing lebih baik saat menghadapi pemain dengan permainan agresif. “Ke depannya mungkin saya harus menambah power saya dan masih banyak lagi yang harus saya evaluasi,” kata Bagas.

Putri KW jadikan Swiss Open sebagai bahan evaluasi tingkatkan performa

Putri Kusuma Wardani

Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani menjadikan pencapaiannya menjadi runner-up Swiss Open 2026 sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan performa, terutama dalam menghadapi tekanan saat laga penting. Putri harus mengakui keunggulan wakil Thailand, Supanida Katethong dengan skor 11-21, 15-21 pada final yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Minggu. “Sebenarnya saya ingin bisa mengeluarkan permainan terbaik dari awal, tapi di lapangan merasa cukup tertekan. Supanida juga menerapkan strategi yang tepat dengan membatasi bola atas saya dan mempercepat tempo permainan,” kata Putri dalam keterangan resmi PP PBSI setelah laga final. Unggulan pertama tersebut tetap bersyukur mampu menembus partai final, meski mengaku belum puas karena merasa permainannya tidak berkembang optimal pada laga penentuan gelar. “Tapi memang kurang puas karena permainan saya tidak keluar hari ini,” ujarnya. Putri menambahkan, rangkaian turnamen yang diikutinya dalam beberapa pekan terakhir memberinya banyak pengalaman berharga, terutama saat menghadapi pemain-pemain dengan karakter permainan berbeda. Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi pemain dengan pertahanan solid maupun serangan agresif. “Dari dua minggu ini saya dapat banyak pengalaman dari pemain top. Saya bisa belajar bagaimana menghadapi tipe permainan yang berbeda-beda,” katanya. Ke depan, Putri mengatakan masih perlu meningkatkan berbagai aspek, mulai dari fisik, teknik, hingga faktor nonteknis seperti fokus dan kemampuan mengatasi tekanan dalam pertandingan. “Secara keseluruhan saya harus lebih kuat lagi, baik dari fisik, teknik, maupun nonteknis seperti fokus dan kemampuan keluar dari tekanan,” ujar Putri.

Swiss Open 2026: Alwi akui tampil antiklimaks

Alwi Farhan

Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan mengakui penampilannya antiklimaks setelah keluar sebagai runner-up Swiss Open 2026 lantaran kalah dari wakil Jepang Yushi Tanaka pada partai final. Pada pertandingan yang berlangsung di St Jakobshalle, Basel, Minggu, unggulan keenam itu takluk dua gim langsung dengan skor 18-21, 12-21. “Pasti bersyukur, ini minggu yang luar biasa dan tidak gampang juga karena banyak tantangan yang harus saya lewati. Sayang sekali di partai final saya merasa antiklimaks, tapi saya mengakui Yushi bermain lebih baik,” ujar Alwi setelah laga, dikutip dari keterangan resmi PP PBSI. Alwi mengatakan kondisi fisik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performanya pada laga final, terutama karena waktu pemulihan yang terbatas setelah menjalani pertandingan semifinal sehari sebelumnya. Dia mengaku belum mampu melakukan pemulihan secara optimal sehingga berdampak pada penampilan di laga puncak, meski tetap berusaha memberikan perlawanan maksimal. “Saya merasa kurang bisa recovery lebih bagus saja setelah laga semifinal tadi malam. Saya akan kembali lebih kuat dan mencoba di lain kesempatan,” kata Alwi. Meski gagal meraih gelar, Alwi mengungkapkan dua pekan terakhir menjadi periode penting untuk menambah pengalaman bertanding, terutama saat menghadapi turnamen dengan tingkat persaingan tinggi. Menurut dia, meski Swiss Open berlevel Super 300, tantangan yang dihadapi tidak jauh berbeda dengan turnamen level Super 1000 yang diikutinya pada pekan sebelumnya di All England 2026. “Dengan kondisi yang sudah tidak 100 persen saya tetap mencoba berusaha. Pengalaman untuk pertandingan berikutnya,” tutur Alwi.

Atlet BMX Indonesia raih emas pada ajang di Thailand

Amellya Nur Syifa

Atlet BMX Indonesia, Amellya Nur Syifa, berhasil memenangi medali emas pada ajang ASEAN BMX Racing Cup 2026, yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Minggu. Amellya memenangi medali emas tersebut di nomor BMX Racing Women Elite. Medali emas yang dimenangi Amellya menjadi satu-satunya medali emas yang dapat dibawa pulang atlet Indonesia dari kejuaraan ini. Untuk medali perak, tim Indonesia berhasil membawa pulang dua medali perak. Medali perak pertama diraih Aditya Fajar Putu Soekarno dari nomor BMX Racing Men Elite, kemudian Rafelino Mahendra dari nomor BMX Racing Men U23. Tim Indonesia juga berhasil membawa pulang tiga medali perunggu. Medali-medali perunggu itu disumbangkan oleh Rio Akbar dari nomor BMX Racing Men Elite, M.Irsyad Panji Putra Asywa dari nomor BMX Racing Men U23, dan Fasya Ahsana Rifki dari nomor BMX Racing Men Elite. Dengan perolehan satu medali emas, dua medali perak, dan tiga medali perunggu tersebut, tim Indonesia berhak menghuni posisi kedua di klasemen umum medali. Sedangkan posisi pemuncak klasemen dikuasai tuan rumah Thailand dengan lima medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu.

Sayu Bella bawa pulang perunggu pada kejuaraan MTB di Jepang

MTB Coupe de Japon Aichi International 2026.

Pembalap sepeda gunung (mountain bike/MTB) putri Indonesia, Sayu Bella Sukma Dewi kembali menunjukkan performa positif dengan naik podium setelah meraih medali perunggu pada ajang MTB Coupe de Japon Aichi International 2026 di Aichi, Jepang, Minggu waktu setempat. Tampil pada nomor cross country olympic (XCO) elite putri, Sayu finis di posisi ketiga dengan catatan waktu 1 jam 27 menit 31 detik. Ia berada di bawah dua pembalap China, Zhifan Wu yang menjadi juara dengan waktu 1 jam 24 menit 44 detik, serta Zhenglan Liang yang finis di posisi kedua dengan catatan waktu 1 jam 25 menit 10 detik. Hasil tersebut menunjukkan progres positif Sayu setelah pada awal musim 2026 resmi bersaing di level elite. Sepanjang tahun ini, ia juga mencatatkan prestasi dengan menjuarai Thailand Mountain Bike Cup nomor Cross-Country Olympic (XCO) pada 14 Januari serta Asian Mountain Bike Series UCC India-1 pada 26–28 Februari 2026. Sementara itu, wakil Indonesia lainnya di nomor elite putri, Bera Sefti Rahmadani, menempati posisi ke-13. Di sektor elite putra, Feri Yudoyono menjadi wakil terbaik Indonesia dengan finis di posisi ke-12 dengan catatan waktu 1 jam 27 menit 45 detik. Adapun gelar juara diraih pembalap tuan rumah Toki Sawada dengan waktu 1 jam 24 menit 24 detik. Posisi kedua ditempati sesama pembalap Jepang, Tatsuumi Soejima, dengan waktu 1 jam 24 menit 29 detik, sedangkan posisi ketiga menjadi milik wakil China, Jinwei Yuan, dengan catatan waktu yang sama. Wakil Indonesia lainnya, Zaenal Fanani, finis di posisi ke-15 dengan waktu 1 jam 28 menit 35 detik, sedangkan Ihza Muhammad menempati urutan ke-26 dengan catatan waktu 1 jam 32 menit 17 detik. Tim MTB Indonesia menjadikan ajang MTB Coupe de Japon Aichi International 2026 yang berlangsung pada 14-15 Maret tersebut sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026. Sebelumnya, Zaenal Fanani menyebut kejuaraan di Jepang memiliki arti penting karena menggunakan lintasan yang juga akan dipakai pada Asian Games 2026. Karena itu, ajang ini menjadi kesempatan bagi atlet Indonesia untuk mengenali karakter trek sekaligus mengukur kemampuan saat bersaing dengan pembalap level dunia. “Lintasan di sini akan dipakai untuk Asian Games, jadi ini kesempatan bagus buat kami untuk adaptasi. Selain itu, kami juga bisa melihat langsung kemampuan kami saat bersaing dengan pembalap kelas dunia,” ujar Fanani.

PBSI Tetapkan Mekanisme Magang, Promosi, dan Degradasi Atlet Pelatnas

Penutupan Seleknas PBSI 2026

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) terus berkomitmen membangun sistem pembinaan prestasi yang objektif, terukur, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penetapan Peraturan Organisasi PBSI Nomor 012 tentang Mekanisme Rekrutmen, Promosi, dan Degradasi Atlet serta Pelatih Pelatnas. Melalui peraturan tersebut, PBSI menetapkan ketentuan teknis dan operasional yang mengatur proses pembinaan atlet secara lebih terstruktur. Sistem ini mencakup tiga mekanisme utama dalam pembinaan atlet menuju dan di dalam Pelatnas PBSI, yaitu program magang (internship) atlet daerah, mekanisme promosi atlet Pelatnas, dan mekanisme degradasi atlet Pelatnas. Program magang atlet daerah menjadi salah satu jalur pembinaan yang memberikan kesempatan bagi atlet-atlet potensial dari berbagai daerah untuk merasakan atmosfer latihan di Pelatnas PBSI. Atlet yang mengikuti program ini direkomendasikan oleh pelatih Pelatnas berdasarkan data dan catatan prestasi yang dimiliki. Selama masa magang yang berlangsung selama tiga bulan, atlet akan mengikuti program latihan bersama pelatih sektor terkait sekaligus melalui proses evaluasi performa. Dalam pelaksanaannya, pembiayaan transportasi kedatangan dan kepulangan atlet menjadi tanggung jawab klub asal atlet. Sementara itu, biaya latihan dan akomodasi selama mengikuti program magang ditanggung oleh PP PBSI, sedangkan keikutsertaan atlet dalam kejuaraan tetap menjadi tanggung jawab klub asal masing-masing atlet. Selain program magang, PBSI juga menetapkan mekanisme promosi atlet ke Pelatnas sebagai jalur bagi atlet berprestasi untuk bergabung ke dalam sistem pembinaan nasional. Promosi atlet didasarkan pada sejumlah kriteria, di antaranya pencapaian minimal 50% dan satu gelar juara pada turnamen nasional dalam satu tahun yang sama, seperti Sirnas A/Premier, Kejuaraan Nasional, maupun Grand Prix Pembangunan Jaya atau turnamen setara. Kriteria lainnya meliputi juara Seleksi Nasional (Seleknas), juara turnamen Super 100 kategori U-19, rekomendasi pelatih Pelatnas dan Tim Pemandu Bakat, serta prestasi di ajang internasional kelompok usia seperti Asia Junior Championships dan World Junior Championships nomor perorangan. Atlet yang dipromosikan ke Pelatnas PBSI juga diwajibkan mengikuti rangkaian tes yang meliputi tes fisik, tes medis, dan tes psikologis. Penetapan promosi atlet dilakukan berdasarkan persetujuan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas dan disahkan oleh Wakil Ketua Umum PBSI. Di sisi lain, mekanisme degradasi atlet Pelatnas diterapkan sebagai bagian dari evaluasi pembinaan secara berkala untuk menjaga standar dan performa atlet sesuai indikator capaian prestasi. Mekanisme ini juga bertujuan memberikan ruang regenerasi bagi atlet-atlet potensial lainnya, sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan berdasarkan prinsip meritokrasi dan kompetisi yang sehat. Penilaian degradasi atlet dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah parameter, antara lain usia atlet, lama masa pembinaan di Pelatnas, capaian prestasi, Key Performance Index (KPI) atlet, serta data perkembangan yang mencakup aspek medis, fisik, psikologis, dan presensi atlet. Proses penetapan degradasi diawali dengan usulan dari pelatih sektor yang disertai data pendukung, kemudian dibahas dalam rapat koordinasi Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas. Hasil rapat tersebut selanjutnya diajukan untuk mendapatkan persetujuan Wakil Ketua Umum I sebelum ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Degradasi Atlet Pelatnas PBSI. Melalui penerapan mekanisme magang, promosi, dan degradasi ini, PBSI berharap seluruh Pengurus Provinsi PBSI dan Perkumpulan Bulutangkis di Indonesia memiliki pemahaman yang seragam mengenai sistem pembinaan atlet. Dengan demikian, diharapkan tercipta kesinambungan proses pembinaan prestasi yang berkelanjutan, mulai dari tingkat daerah hingga menuju Pelatnas PBSI. Sistem pembinaan yang semakin terstruktur ini juga diharapkan dapat memperkuat upaya PBSI dalam melahirkan atlet-atlet bulutangkis Indonesia yang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat dunia.

Pencarian Bibit Pelari Berbakat Lewat Depok Night Run Ramadan

Depok Night Run Ramadan

Babak final pada ajang balap lari jalanan bertajuk Depok Night Run Ramadhan 2026 sukses digelar pada Jumat (13/3) malam. Lintasan sepanjang 100 meter di kawasan Balaikota Depok, disulap menjadi arena pacu lari yang meriah, lengkap dengan dukungan warga yang memadati sisi jalan. Ratusan peserta dari berbagai kecamatan di Kota Depok ambil bagian dalam lomba lari malam yang digelar dalam suasana bulan suci Ramadan tersebut. Wakil Walikota Depok, Chandra Rahmansyah menyampaikan, kegiatan Depok Night Run Ramadan 2026 merupakan ajang positif untuk menyalurkan minat dan bakat masyarakat, khususnya generasi muda di bidang olahraga. “Kegiatan ini sangat positif sebagai wadah mencari bibit-bibit pelari atau atlet muda berbakat yang nantinya bisa mewakili Kota Depok dalam berbagai ajang olahraga,” ujar Chandra. Masyarakat menyambut ajang Ramadan ini begitu antusias. Peserta datang dari berbagai wilayah seperti Bojongsari, Cimanggis, hingga Sukmajaya yang mendominasi jalannya pertandingan. Sementara itu, Wakapolres Metro Depok, AKBP Akmal menyampaikan, kegiatan olahraga seperti ini juga menjadi salah satu upaya untuk menyalurkan energi dan aspirasi generasi muda ke arah yang lebih positif. “Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi anak-anak muda untuk menyalurkan energi dan bakatnya melalui kegiatan olahraga, sehingga dapat mencegah terjadinya tawuran maupun kenakalan remaja lainnya,” ungkapnya. Gelaran Depok Night Run Ramadan 2026 pun berlangsung dengan penuh semangat sportivitas, sekaligus menjadi ajang silaturahmi masyarakat Kota Depok dalam suasana Ramadan yang penuh kebersamaan.

CGF beri apresiasi mitra lewat Ciputra Golfpreneur Awards 2026

Ciputra Golfpreneur Awards 2026

Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) memberikan apresiasi kepada para mitra dan pendukung melalui ajang Ciputra Golfpreneur Awards 2026 yang digelar di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (12/3). Acara tersebut menjadi bentuk penghargaan kepada pihak-pihak yang selama ini berkomitmen mendukung kegiatan CGF, khususnya dalam penyelenggaraan Ciputra Golfpreneur Junior World Championship (CGJWC) dan Ciputra Golfpreneur Tour (CGT). “Kami bersyukur banyak pihak yang terus memberikan dukungan kepada CGF, terutama dalam penyelenggaraan CGJWC dan CGT. Mereka memiliki tujuan yang sama dengan kami, yaitu mendorong perkembangan prestasi olahraga golf di dalam negeri, regional, hingga dunia,” kata pendiri sekaligus ketua Dewan Pengawas CGF Budiarsa, dikutip dari keterangan tertulis. Ia menjelaskan penghargaan tersebut diberikan tidak hanya kepada sponsor pada tahun sebelumnya, tetapi juga kepada individu maupun perusahaan yang telah berkontribusi sejak awal penyelenggaraan kedua turnamen tersebut. Dalam ajang ini CGF memberikan tiga kategori penghargaan untuk perusahaan, yakni gold, silver, dan bronze. Selain itu terdapat kategori khusus bagi individu yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan yayasan. CGJWC merupakan salah satu turnamen golf junior paling bergengsi di Indonesia yang pertama kali digelar pada 1993 atas inisiasi almarhum DR (HC) Ir Ciputra. Turnamen tersebut awalnya berskala nasional sebelum berkembang menjadi ajang Asia Tenggara, Asia Pasifik, hingga tingkat dunia sejak 2007. Sementara itu, CGT merupakan turnamen golf profesional yang menjadi bagian dari rangkaian Asian Development Tour (ADT) dan mulai diselenggarakan pada 2014. Pada edisi ke-10 tahun lalu, total hadiah turnamen ini meningkat menjadi 150 ribu dolar AS. Ketua CGF Nararya Ciputra Sastrawinata mengatakan pihaknya menargetkan suatu saat nanti pegolf Indonesia dapat tampil di Olimpiade. “Selama ini kami memberikan dukungan kepada atlet potensial, mulai dari level junior, amatir, hingga profesional. Kami cukup gembira melihat perkembangan mereka,” katanya. Menurut dia, para atlet mendapatkan fasilitas latihan di Damai Indah Golf PIK dan BSD Course serta Ciputra Golf Surabaya, sekaligus dukungan untuk mengikuti berbagai turnamen profesional. Saat ini terdapat delapan pegolf profesional yang berada di bawah pembinaan CGF, termasuk Naraajie Emerald Ramadanputra, Kevin Caesario Akbar, Alfred Raja Sitohang, dan Fadhli Rahman Soetarso. Selain itu terdapat 23 pegolf dari kategori junior dan amatir yang juga mendapat pembinaan dari yayasan tersebut.

Walikota Cup XVI 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Basket Muda Denpasar

Walikota Cup XVI 2026

Turnamen bola basket Walikota Cup ke-16 Tahun 2026 resmi digelar pada 13–15 Maret 2026. Ajang ini menjadi salah satu wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit atlet muda yang diharapkan mampu mengharumkan nama Kota Denpasar hingga ke tingkat nasional maupun internasional. Pembukaan turnamen dilakukan oleh Ketua Umum KONI Denpasar, Putu Yudi Atmika. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kejuaraan seperti Walikota Cup memiliki peran penting dalam memastikan proses pembibitan atlet bola basket berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, kompetisi yang rutin digelar dapat menjadi ruang bagi atlet-atlet muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjadi ajang lahirnya talenta baru setiap tahun. “Harapan kami tentu pembibitan atlet basket terus berlanjut sehingga tidak terputus. Setiap tahun harus ada atlet muda yang muncul, baik dari usia dini maupun atlet yang siap berprestasi. Dengan adanya Walikota Cup ini kami berharap bisa ditindaklanjuti oleh cabang olahraga untuk meningkatkan prestasi,” ujarnya usai pembukaan turnamen pada Sabtu (14/3/2026). Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Denpasar dan Bali yang selama ini terus mendukung pembinaan atlet. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet yang tidak hanya mewakili Denpasar dan Bali, tetapi juga Indonesia di kancah internasional. Sementara itu, Ketua Umum PERBASI Bali, Gede Wahyu Surya Putra, menyebut Kota Denpasar selama ini menjadi barometer pembinaan olahraga bola basket di Bali. Hal ini terlihat dari banyaknya klub pembinaan yang berkembang di Kota Denpasar dibandingkan kabupaten lainnya. “Denpasar memang menjadi barometer pembinaan bola basket di Bali. Klub pembinaan di Denpasar jumlahnya paling banyak dibandingkan daerah lain, sehingga bagi kami di PERBASI Bali tentu lebih mudah memiliki stok atlet yang besar dari Denpasar, meskipun kabupaten lain juga turut berkontribusi,” jelasnya. Sumber

PSSI Pilih Sumatera Utara Gelar ASEAN U19 Championship 2026

Stadion Teladan

Sepak bola Indonesia terus bergerak menuju pemerataan pembangunan di berbagai daerah. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan komitmen PSSI untuk membawa atmosfer kompetisi internasional ke lebih banyak wilayah di Tanah Air. Kali ini, Provinsi Sumatera Utara dipercaya menjadi tuan rumah ASEAN U19 Championship 2026 (AFF U19) yang dijadwalkan berlangsung pada 1–14 Juni 2026. Keputusan tersebut tertuang dalam surat resmi PSSI bernomor 1057/UDN/623/III-2026 yang ditujukan kepada Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Penunjukan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PSSI untuk memperluas pusat kegiatan sepak bola nasional agar tidak hanya terpusat di Pulau Jawa. “Sepak bola adalah milik seluruh masyarakat Indonesia. Kami ingin memberikan kesempatan bagi berbagai daerah untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan event internasional. Sumatera Utara menunjukkan kesiapan dan dukungan yang baik,” ujar Erick Thohir di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Penunjukan Sumatera Utara bukan tanpa alasan. Sebelumnya, provinsi ini sukses menggelar Piala Kemerdekaan 2025 yang diikuti tim U-17 dari Indonesia, Tajikistan, Mali, dan Uzbekistan. Turnamen tersebut menjadi bagian dari persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA U-17 World Cup 2025 di Qatar. Menurut Erick, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa daerah memiliki kapasitas untuk menjadi tuan rumah turnamen internasional dengan dukungan infrastruktur dan antusiasme masyarakat. “Keberhasilan sebelumnya menjadi referensi penting. Kami melihat adanya kesiapan dari sisi fasilitas dan dukungan masyarakat,” kata Erick. Untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan turnamen yang akan diikuti 11 negara anggota ASEAN Football Federation (AFF), PSSI telah melakukan inspeksi stadion dan fasilitas latihan di Sumatera Utara pada 25–27 Februari 2026. Inspeksi tersebut dipimpin oleh anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga. Sejumlah stadion yang diusulkan sebagai venue pertandingan antara lain: Stadion Utama Sumatera Utara Stadion Teladan Stadion Mini Pancing Sementara itu, beberapa lapangan latihan yang disiapkan meliputi: Stadion Mini Pancing Stadion Madya Sumatera Utara 1 Stadion Madya Sumatera Utara 2 Lapangan PPLP Sumatera Utara Lapangan Cadika Medan PSSI juga menyampaikan bahwa inspeksi lanjutan dari AFF dijadwalkan berlangsung pada April 2026 untuk memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar penyelenggaraan turnamen internasional. PSSI berharap penyelenggaraan ASEAN U19 Championship 2026 dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan sepak bola di daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. “Harapannya, kegiatan seperti ini bisa menjadi momentum bagi daerah untuk terus meningkatkan fasilitas olahraga serta mendorong tumbuhnya ekosistem sepak bola yang lebih luas,” ujar Erick. Dengan persiapan yang terus berjalan, Sumatera Utara diharapkan dapat menyelenggarakan ASEAN U19 Championship 2026 dengan baik sekaligus menunjukkan bahwa berbagai daerah di Indonesia siap menjadi tuan rumah kompetisi internasional.

Kelme Luncurkan Jersey Terbaru Tim Nasional Indonesia

Kelme Luncurkan Jersey Terbaru Tim Nasional Indonesia

Produsen apparel olahraga, Kelme, resmi meluncurkan jersi baru timnas Indonesia di Plaza Utara Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis. Acara peluncuran itu dihadiri oleh sejumlah petinggi PSSI yakni Ketua umum Erick Thohir, Sekretaris jenderal, Yunus Nusi, anggota Komite Eksekutif, Arya Sinulingga, serta pelatih timnas Indonesia, John Herdman dan pelatih timnas U17, Kurniawan Dwi Yulianto. Pada acara itu, Kelme memperlihatkan jersi kandang, jersi tandang, jersi untuk timnas putri, jersi kiper kandang, dan jersi kiper tandang. Untuk jersi kandang, Kelme menggunakan paduan kaus merah, celana merah, dan kaus kaki merah. Sedangkan untuk jersi tandang digunakan paduan kaus putih, celana putih, dan kaus kaki putih. Untuk jersi kiper, Kelme menyediakan dua perpaduan. Perpaduan pertama untuk jersi kiper kandang adalah kaus hijau, celana hijau, dan kaus kaki putih, sedangkan untuk jersi kiper tandang adalah kaus biru, celana biru, dan kaus kaki biru. Pada kerja sama apparel kali ini, Kelme bukan hanya menyediakan jersi untuk timnas sepak bola, namun juga akan menyuplai jersi untuk timnas futsal. Hal ini berbeda dengan kerja sama sebelumnya, ketika jersi timnas sepak bola berbeda dengan jersi timnas futsal. PSSI telah mengumumkan bahwa Kelme akan menjadi sponsor apparel timnas yang baru pada akhir Januari silam. Kerja sama dengan Kelme sekaligus mengakhiri kemitraan jersi PSSI dengan Erspo yang telah menjadi sponsor apparel PSSI sejak Januari 2024.

Elkan Baggott Kembali Dipanggil Timnas Usai 2 Tahun Absen

Elkan Baggott

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberi kesempatan Elkan Baggott untuk comeback. Elkan dipastikan masuk masuk daftar panggil Timnas Indonesia untuk ajang FIFA Series 2026. “Iya, Elkan dipanggil ke Timnas Indonesia,” kata Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Timnas Indonesia, Sumardji, soal pemanggilan Elkan Baggott. Saat ini PSSI sebenarnya belum merilis skuad full ‘Garuda Calling’ untuk ajang FIFA Series. Namun beberapa pemain tentunya sudah masuk daftar panggil, termasuk Elkan Baggot. Untuk diketahui, bek Ipswich Town itu sudah hampir 2 tahun terpinggirkan dari Timnas Garuda. Dua pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert tidak pernah menggunakan jasanya. Terakhir kali Elkan dipanggil saat Timnas U-23 akan melakoni playoff Olimpiade kontra Guinea pada Mei 2024. Saat itu Elkan mangkir dari playoff Olimpiade untuk berlibur. Sejak saat itu, Shin Tae-yong tidak pernah memanggilnya lagi. Hal serupa terjadi ketika Skuad Garuda ditangani Kluivert. Adapun Timnas Indonesia akan bertanding di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada akhir Maret. Timnas Indonesia akan jumpa Saint Kitts dan Nevis pada 27 Maret, lalu jumpa Bulgaria/Kepulauan Solomon pada 30 Maret.

Tim sepeda Indonesia runner-up Biwase Tour of Vietnam 2026

Tim balap sepeda putri Indonesia

Tim balap sepeda putri Indonesia menutup perjuangan pada Biwase Tour of Vietnam 2026 dengan menempati posisi kedua dalam klasifikasi akhir tim setelah menyelesaikan lima etape yang berlangsung di Vietnam, Rabu-Minggu (4-8 Maret). Berdasarkan klasemen akhir, skuad Merah Putih terpaut 15 menit 29 detik dari tim asal Norwegia Hitec Products–Fluid Control yang keluar sebagai juara dengan catatan waktu 45 jam 53 menit 51 detik. “Perjuangan sebanyak lima stage dari BIWASE Tour of Vietnam 2026 UCI 2.2 sudah selesai dilalui dengan penuh juang Tim Cycling Road Women Indonesia 2026,” demikian pernyataan Federasi Sepeda Indonesia (ICF) melalui akun Instagram resmi mereka, Minggu. Pada klasifikasi umum individu atau perebutan jersei kuning, pesepeda Indonesia, Ayustina Delia Priatna yang sempat memimpin lomba pada tiga etape pertama harus puas menempati posisi keempat setelah finis di urutan ketujuh pada etape terakhir. Ayustina mencatatkan selisih waktu 1 menit 10 detik dari pemenang lomba Marina Komina dari tim Lining Star Ladies yang menorehkan total waktu 15 jam 16 menit 37 detik. Sementara posisi kedua dan ketiga klasifikasi umum ditempati dua pesepeda tim Hitec Products–Fluid Control, yakni Karin Soderqvist dan Oda Aune Gissinger, yang masing-masing terpaut 10 detik dan 41 detik dari Komina. “Hasil yang sangat membanggakan pada klasemen General Classification yang diraih oleh Tim Cycling Road Women Indonesia merupakan catatan sejarah untuk Indonesia,” tulis ICF. Selain Ayustina, empat pesepeda Indonesia lainnya juga menuntaskan lomba. Ida Ayu Malik L. Dewi menempati posisi ke-13 klasifikasi umum, diikuti Andini Putri Anatasya di peringkat ke-22, Dewika Mulya Sova di posisi ke-29, serta Nihayatuzzain Asshofi di urutan ke-42. Pada klasifikasi pembalap muda atau perebutan jersei putih, Ida Ayu menempati posisi keempat, Andini di peringkat ketujuh, dan Nihayatuzzain di urutan ke-14. ICF menyatakan perjuangan tim Indonesia belum berakhir karena para pembalap akan melanjutkan partisipasi pada ajang Biwase Cup 2026 yang digelar pada 10-14 Maret. “Tidak hanya terhenti di Biwase Tour of Vietnam 2026, besok akan siap berlanjut di BIWASE Cup 2026,” demikian pernyataan ICF.

Rizki Juniansyah Resmi Catat Dua Rekor Versi Guinness World Records

Rizki Juniansyah

Atlet angkat besi Indonesia, Rizki Juniansyah kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional setelah namanya resmi masuk dalam daftar rekor dunia versi Guinness World Records. Lifter muda tersebut diakui sebagai pemegang dua rekor dunia di cabang olahraga angkat besi pada kelas 79 kilogram putra. Pengakuan tersebut diberikan atas performa Rizki saat tampil dalam ajang SEA Games 2025 yang digelar di Thailand. Dalam kompetisi tersebut, ia mencatat total angkatan tertinggi di kelas 79 kg putra sekaligus mencetak rekor clean and jerk tertinggi pada kelas yang sama. Catatan itu menjadikannya sebagai salah satu lifter muda paling menonjol di kawasan Asia Tenggara. Sebagai bentuk pengakuan resmi, Guinness World Records menggelar penyerahan sertifikat rekor dunia kepada Rizki dalam sebuah acara khusus di tempat latihannya, Bulldog Gym. Perwakilan organisasi tersebut menyerahkan langsung sertifikat yang menegaskan pencapaian atlet Indonesia tersebut di panggung olahraga internasional. Prestasi tersebut menambah daftar keberhasilan Rizki dalam kariernya sebagai atlet angkat besi. Atlet kelahiran Serang pada 17 Juni 2003 itu telah lama dikenal sebagai salah satu talenta muda menjanjikan di cabang weightlifting. Dalam beberapa tahun terakhir, ia secara konsisten meraih medali dari berbagai kejuaraan internasional. Salah satu pencapaian terbesarnya terjadi pada ajang Olimpiade Paris 2024. Pada kompetisi tersebut, Rizki berhasil meraih medali emas di kelas 73 kilogram putra, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu lifter terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Di usia yang masih 22 tahun, pencapaian tersebut menunjukkan perkembangan pesat dalam karier Rizki. Rekor dunia yang baru diakui oleh Guinness World Records menjadi tambahan penting dalam perjalanan prestasinya, sekaligus memperkuat reputasi Indonesia di cabang olahraga angkat besi di tingkat global.

Hasil Drawing ASEAN U17 Boys Championship 2026

Hasil Drawing ASEAN U17 Boys Championship 2026

Timnas Indonesia U17 tergabung di Grup A pada ajang ASEAN U17 Boys Championship 2026 bersama Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste. Hasil tersebut didapat setelah drawing resmi turnamen digelar di Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2026. Menurut agenda, turnamen kelompok usia ini akan berlangsung pada 11 hingga 23 April 2026 mendatang di Jawa Timur dan mempertemukan tim-tim muda terbaik dari kawasan Asia Tenggara. Bagi Garuda Muda, persaingan di Grup A diprediksi berlangsung kompetitif. Vietnam dan Malaysia dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola usia muda di kawasan, sementara Timor Leste juga berpotensi memberikan perlawanan dengan semangat juang tinggi. Pada ajang ini, Garuda Muda akan dipimpin oleh Kurniawan Dwi Yulianto yang dipercaya sebagai kepala pelatih Timnas Indonesia U17. Selain itu, ajang ASEAN U17 Boys Championship 2026 akan menjadi momentum penting bagi tim asuhan Kurniawan untuk menguji kemampuan para pemain di level regional sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju Piala Asia U17. Berikut hasil lengkap drawing ASEAN U-17 Boys Championship 2026: Grup A Indonesia Vietnam Malaysia Timor Leste Grup B Thailand Laos Myanmar Filipina Grup C Australia Kamboja Singapura Brunei Darussalam

All England 2026: Raymond/Nikolaus Terhenti

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mengambil banyak pelajaran berharga setelah menghadapi pasangan peringkat satu dunia Kim Won Ho/Seo Seung Jae pada semifinal All England 2026 di Utillita Arena Birmingham, Birmingham, Minggu pagi WIB. Raymond/Nikolaus harus mengakui keunggulan wakil Korea Selatan tersebut setelah kalah dua gim langsung 19-21, 13-21. Meski gagal melangkah ke final, pasangan muda Indonesia itu justru melihat pertandingan tersebut sebagai kesempatan belajar dari salah satu pasangan terbaik dunia. “Kami akan mencoba meniru seperti mereka supaya kami bisa lebih baik ke depannya,” kata Nikolaus dalam keterangan resmi PP PBSI, Minggu. Raymond mengatakan mereka sebenarnya sempat berada dalam posisi yang cukup baik pada gim pertama. Namun kurangnya konsentrasi di poin-poin krusial membuat lawan mampu membalikkan keadaan. “Puji Tuhan pertandingan berjalan lancar walaupun tadi tidak menang. Di gim pertama kami sudah unggul tapi konsentrasinya kurang jadi lawan bisa membalikkan keadaan. Mereka punya kekuatan yaitu bisa tampil konsisten terutama di poin-poin akhir,” ujar Raymond. Menurut Raymond, perjalanan di turnamen level Super 1000 tersebut memberikan pengalaman yang sangat penting bagi perkembangan permainan mereka. “Pengalaman yang sangat berharga kami dapat di All England ini. Dari babak pertama kami tidak menemukan lawan yang mudah, semuanya setara di level Super 1000. Makin tinggi levelnya makin susah juga,” katanya. Sementara itu, Nikolaus mengungkapkan sejak awal mereka menyadari peluang di lapangan selalu terbuka bagi kedua pasangan. Namun pada pertandingan tersebut, pasangan Korea Selatan tampil lebih siap. “Pada awalnya kami berpikir sama-sama di lapangan, sama-sama punya kesempatan untuk menang. Tapi hari ini kami mengakui mereka lebih siap,” ujar Nikolaus. Ia bahkan merasakan perbedaan kualitas tersebut sejak sebelum pertandingan dimulai. “Melawan peringkat satu dunia kami banyak mendapat pelajaran. Dari pemanasan saja auranya sudah berbeda. Kim/Seo benar-benar stabil terus dari awal sampai akhir,” katanya. Bagi Raymond/Nikolaus, kesempatan menghadapi pasangan nomor satu dunia secara langsung menjadi pengalaman penting untuk memahami standar permainan di level tertinggi. Konsistensi dan stabilitas permainan yang ditunjukkan Kim/Seo menjadi hal yang ingin mereka pelajari untuk meningkatkan kualitas permainan ke depan. Keberhasilan menembus semifinal All England juga menjadi modal kepercayaan diri bagi Raymond/Nikolaus untuk melanjutkan perjalanan mereka di turnamen-turnamen besar berikutnya. “Tentu hal ini membuat kami lebih percaya diri dengan hasil semifinal ini. Ke depan tidak boleh dijadikan beban, kami mau menjalani dengan enjoy saja,” kata Nikolaus.

All England 2026: Raymond/Joaquin Tembus Semifinal

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melanjutkan kejutan di All England 2026 dengan mengalahkan Liang Wei Keng/Wang Chang 21-12, 21-18. Raymond/Joaquin ke semifinal jadi wakil Indonesia yang tersisa. Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menghadapi unggulan ketiga Liang Wei Keng/Wang Chang (China) pada perempatfinal All England 2026. Laga ini berlangsung di Utilitia Arena, Birmingham, Inggris, Sabtu (7/3/2026) dini hari WIB. Raymond/Joaquin tampil apik sejak awal gim pertama. Mereka mampu unggul 4-2. Liang/Wang sempat mengejar dengan hanya tertinggal satu angka saat 5-6. Indra/Joaquin bisa kembali menjauh dengan mendapat tiga poin beruntun untuk unggul 9-5. Raymond/Joaquin unggul 11-6 saat interval. Selepas interval, Liang/Wang perlahan memangkas jarak angka hingga 15-17. Raymond/Joaquin bermain apik mengimbangi agresivitas Liang/Wang. Ganda putra ranking 17 ini mendapatkan game point saat kedudukan 20-16. Mereka bisa memenangi gim pertama 21-16. Duel sengit di awal gim kedua. Pukulan terukur Indra ke area belakang Liang/Wang mengakhiri rally bikin skor imbang 3-3. Raymond/Joaquin kemudian sempat tertinggal 3-5. Secara luar bisa mereka bangkit untuk berbalik unggul 7-5. Liang/Wang setelahnya banyak membuat kesalahan. Hal ini diamanfaatkan Indra/Joaquin untuk menjauh hingga unggul 11-7 saat interval gim kedua. Raymond/Joaquin langsung bermain agresif usai interval. Hasilnya mereka bisa mendulang dua angka. Raymond/Joaquin terus konsisten. Mereka unggul sembilan angka saat skor 18-9. Smash Raymond yang gagal dikembalikkan Wang bikin pasangan Indonesia mendapatkan match point 20-10. Pengembalian Liang yang melebar bikin Raymond/Joaquin memenangi laga usai mengamankan gim kedua 21-18. Raymond/Joaquin melaju ke semifinal. Mereka jadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di All England 2026.

Tiga atlet surfing Indonesia lolos ke WSL Challenger Series

WSL Challenger Series

Tiga atlet selancar ombak Indonesia, yakni Bronson Meydi, Ketut Agus, dan Dylan Wilcoxen, memastikan diri lolos ke ajang World Surf League (WSL) Challenger Series setelah menutup musim Qualifying Series dengan baik. Pelatih kepala tim nasional surfing Indonesia, Arya Subyakto mengatakan ketiga atlet tersebut berhasil mengamankan tiket ke Challenger Series melalui peringkat regional Asia pada musim lalu. “Untuk bisa masuk Challenger Series mereka harus finis di lima besar Asia di Qualifying Series,” kata Arya dikutip dari ANTARA.. Dari tiga nama tersebut, Bronson Meydi tercatat sudah pernah tampil di Challenger Series pada musim sebelumnya. Sementara Ketut Agus juga pernah mencapai level tersebut, namun tidak dapat melanjutkan kompetisi karena mengalami cedera. Musim 2025, Bronson menjuarai WSL QS 6.000 Siargao di Filipina pada Oktober lalu, sementara Ketut Agus sukses meraih gelar juara dalam QS 6.000 Siheung Korea Open di Korea Selatan pada Juli lalu. Sementara itu, Dylan Wilcoxen menjadi satu-satunya peselancar Indonesia yang baru pertama kali “promosi” ke Challenger Series musim ini. Arya menilai Dylan, yang berusia 16 tahun, tampil mengejutkan sepanjang musim lalu, terutama setelah menjuarai ajang QS level 6.000 di Nias Pro. “Dylan benar-benar mengejutkan tahun ini. Dia menang di Nias di QS 6.000 dan itu membuktikan dia bisa main di berbagai kondisi ombak,” ujar Arya. Menurut Arya, sebelumnya Dylan dikenal sebagai peselancar yang kuat di ombak besar karena berasal dari kawasan Mentawai. Namun, performanya dalam sejumlah kompetisi terakhir menunjukkan ia juga mampu bersaing di ombak yang lebih kecil. Meski demikian, Arya mengingatkan bahwa persaingan di Challenger Series akan jauh lebih berat dibandingkan Qualifying Series karena diikuti peselancar terbaik dari berbagai benua. “Di Challenger Series mereka akan menghadapi sekitar 90 sampai 100 peselancar terbaik dari berbagai benua. Persiapannya juga lebih berat karena perjalanan dan kondisi ombak yang berbeda-beda,” ujarnya. Ia menambahkan dalam olahraga selancar, kemampuan teknik yang baik perlu diimbangi dengan faktor keberuntungan dalam mendapatkan ombak yang bagus saat pertandingan. “Semua atlet sebenarnya punya kualitas permainan yang bagus, tapi yang mendapatkan ombak bagus biasanya punya peluang lebih besar untuk menghasilkan skor tinggi,” kata Arya. Para peselancar yang tampil di Challenger Series nantinya harus menembus peringkat 10 besar untuk dapat promosi ke tur utama dunia, yakni World Surf League Championship Tour. Arya menilai perjalanan menuju level tersebut tidak mudah karena banyak peselancar dunia yang harus mencoba berkali-kali sebelum berhasil lolos. Ia mencontohkan keberhasilan peselancar Indonesia Rio Waida yang mampu menembus tur utama dalam dalam tahun pertama di Challenger Series setelah melalui perjalanan panjang di Qualifying Series. “Semoga Bronson, Ketut Agus, Dylan bisa finis di 10 besar, karena memang mereka punya kemampuan untuk itu,” ujar Arya. Selain fokus pada kompetisi profesional, tim nasional surfing Indonesia juga mempersiapkan diri menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya yang membuka peluang kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028 melalui peraih medali emas.

Tangerang Gymnastics wakili Indonesia dalam kejuaraan di Bangkok

Tangerang Gymnastics Club

Tangerang Gymnastics Club (TGC) mengutus sembilan atlet muda terbaiknya guna mewakili Indonesia dalam ajang internasional Moose Games 2026 yang digelar pada 26–29 Maret 2026 di Bangkok, Thailand. “Ajang ini menjadi kesempatan besar bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta menunjukkan potensi mereka di tingkat internasional,” kata Pelatih Tangerang Gymnastics Club Alfin Hudayatama dalam keterangannya di Tangerang pada Sabtu. Kejuaraan internasional ini diikuti oleh sekitar 890 atlet dari 10 negara yang akan bersaing dalam berbagai kategori. Alfin menilai keterlibatan atletnya dalam ajang ini menjadi kebanggaan dan sekaligus menunjukkan kualitas pembinaan olahraga yang terus berkembang di daerahnya. Keseimbalan atlet Tangerang itu adalah Carren Queensha Aghnia, Kiona Denadine Kharisma, Quinella Angel Queen, Rachel Callista Napitupulu, Aina Mahya Dzakiya Hermawandi, Emily Dasiryu, Fraya Aurora Berdikari, Rakkasya Ibrahim Ansar dan Renaya Nashana Sutranto. Arifin menilai keikutsertaan dalam kompetisi ini menjadi pengalaman berharga bagi para atlet muda dalam menguji kemampuan, disiplin, dan mental bertanding. Bersama kerja keras para atlet dan dukungan penuh dari pelatih, orang tua, dan masyarakat, Tangerang Gymnastics Club optimistis atlet-atletnya memberikan hasil terbaik dalam Moose Games 2026 sehingga membuat bangga Indonesia. “Kami datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk mengharumkan nama Indonesia di mata dunia,” kata Alfin.

Janice Tjen segel tiket 16 besar Indian Wells 2026

Chan Hao-ching dan Janice Tjen

Petenis Indonesia, Janice Tjen yang berpasangan dengan petenis Chan Hao-Ching menyegel tiket babak 16 besar sektor ganda putri Indian Wells 2026. Dalam laga 32 besar yang berlangsung di Indian Wells, California, Amerika Serikat, Jumat, Janice/Chan menghajar Katarzyna Piter/Andreja Klepac lewat skor 6-4 dan 6-2. Di gim pertama, Janice/Chan tampil mendominasi dengan unggul dalam persentase serve pertama dengan mencatatkan 88 persen berbanding Katarzyna/Andreja yang mengukir 56 persen seperti statistik yang dicatatkan dalam WTA. Janice/Chan juga tampil dominan dalam persentase serve kedua dengan mengamankan probabilitas kemenangan 67 persen dibanding Katarzyna/Andreja yang mengunci 62 persen. Di set pertama, Janice/Chan meladeni permainan terbuka Kararztna/Andreja dan berhasil unggul 5-4 sebelum menutup kemenangan menjadi 6-4. Memasuki set kedua, Janice/Chan bahkan memenangkan poin sebanyak lima kali beruntun pada pertandingan kali ini dan unggul 5-1 sebelum berhasil menutup pertandingan lewat kemenangan 6-2. Di babak 16 besar, Janice/Chan akan menunggu calon lawan antara Christina Busca/Nicole Melichar atau Darija Jurak Schreib/Giuliana Olmos.