Kinan, Gadis Cilik Berusia 8 Tahun Yang Mewakili Indonesia di Ajang Ice Skating Internasional

Kinan berpose bersama ibundanya saat mengikuti kompetisi Ice Skating di Hongkong

Berseluncur diatas bongkahan es yang tersusun merupakan kesenangan tersendiri, apalagi kesenangan yang di padukan dengan kepercayaan diri, sudah tentu akan menambah keyakinan dalam mengeksplore diri dan dapat mengukur batas kemampuan. Cut Kinanti Putri Shafira atau Kinan merupakan atlet ice skating yang sudah pernah mengikuti berbagai kompetisi nasional dan internasional. Gadis cilik berusia 8 tahun ini, sudah tertarik dengan ice skating sejak usia 6 tahun. Berawal dari hanya bermain ice skating biasa, Kinan pun tekun dalam menekuni ice skating, ternyata bakatnya dilirik oleh pelatih, dan untuk saat ini rutin mengikuti kompetisi ice skating. Awal Mula Bermain Ice Skating Ibunda Kinan, Cut Deasy Muharni menjelaskan tentang awal mula Kinan bermain ice skating. “Awalnya dia cuma main-main sebentar, terus dilihat sama coach nya ada minatnya lalu ditawarin kenapa gak dilanjutin ke kompetisi. Sekali ikut kompetisi langsung terus gak mau berhenti lagi.”ujarnya Pengalaman Mengikuti Kompetisi Internasional Kinan kini bersekolah di SD Islam Al Azhar 17 Bintaro. Ia pun memiliki idola pemain ice skating asal Korea Selatan, Yuna Kim. Kini, Kinan telah mengikuti berbagai kompetisi ice skating di Hongkong dan Abu Dhabi, Kompetisi Skate Asia dan Internasional Ice Skating Open. Meski telah mengikuti berbagai kompetisi, Kinan tetap merasa gugup jika melawan pemain ice skating dari luar negeri. “Kalau kendala dia gugup sama lawannya ya. Jadi ia suka bilang “aduh mami lawannya kayak gini”. Jadi kadang ia merasa gugup, tapi aku selalu bilang apapun hasilnya yang penting pengalaman. Kalau didalam negeri ya biasanya kompetisi antar sesama skater, tapi kalau diluar negeri, saya tekankan ia agar bisa mencoba rinx di negara lain dan harus mencoba berhadapan dengan lawan yang bukan teman seperti didalam negeri. Intinya jangan lihat lawannya, tapi lakukanlah dengan maksimal. Pasti ada bonusnya, yaitu menang, alhamdulilah,” ucap bunda Kinan Kerja Keras Kinan Hampir setiap hari, Kinan menghabiskan waktu dengan berlatih ice skating, di kawal 4 pelatih. Bahkan, akan ada tambahan pelatih lagi, jika ia akan mengikuti sebuah kompetisi. Meski begitu, ibunda Kinan tetap berusaha memberikan semangat agar bakat Kinan dalam ice skating bisa seimbang dengan nilai sekolah. “Tadinya saya bilang gak perlu, tapi dia sendiri yang minta untuk lanjut. Kita sebagai orang tua kan cuma bisa mendukung. Jadi untuk latihan, dan tambahan lesson dia lebih banyak komunikasi dengan coachnya. Ya cuma aku bilang kalau bakatnya ada, tetapi tidak diiringi usaha juga sama saja. Untuk pelajarannya berarti dia harus seimbang dengan nilai sekolah. Jadi dia harus bisa seimbang antara skate dengan nilai sekolah.”ujarnya Tak hanya itu, Kinan tetap dijaga dalam asupan makanan dan tambahan energi agar tetap bisa sehat meski memiliki jadwal yang padat. “Untuk menjaga staminanya, biasanya di kasih madu hitam, yogurt, dan juga pisang. Dia kan memang butuh energi soalnya kalau main perlu energi dan terus mengeluarkan energi lagi. Jadinya saya selalu kasih makan, tapi ya kalau kebanyakan juga engga boleh karena berat mereka ditimbang. Jadi dia jangan terlalu gemuk dan jangan terlalu kurus kalau gemuk dia tidak bisa untuk meloncat,”tutupnya(put/adt)

Berangkat Dari Atlet Karate Berprestasi, Claresta Berhasil Membangun Karir Sebagai Presenter Olahraga

Claresta-karate

Salah satu tujuan utama olahraga beladiri tangan kosong adalah, mampu menjadikan anggota tubuh yang ada untuk digunakan sebagai alat membela diri. Misalnya kaki dan tangan, bagian tubuh itu di percaya memiliki peran penting untuk menjaga secara keseluruhan tubuh yang kita miliki. Berlatar belakang menekuni ilmu beladiri karate, kali ini, nysnmedia.com akan mengulas sosok gadis cantik bernama panjang Claresta Taufan Kusumarina, atau yang akrab dengan sapaan Claresta. Ia merupakan atlet karate yang sekarang menjadi pembawa acara olahraga di salah satu stasiun TV swasta yang sedang naik daun. Berawal dari mengikuti jejak sang ayah dan kakak yang lebih dulu terjun ke dunia karate. Perlu di acungi jempol, bukan sekedar untuk main-main, bahkan Claresta pernah mengukir beragam prestasi. “Alhamdulillah aku dapat beasiswa di Binus karena prestasi di karate. Dengan syarat harus ngasih piagam prestasi setiap semester dan IP minimal setiap semesternya 3,00.”tuturnya Selain itu, Claresta juga sempat mengikuti berbagai pertandingan, diantaranya adalah Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2015 dan 2016 lalu, Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016, Silent Knight Karate Champhionship Malaysia 2016, Asian Karate Federation (AFK) Uzbekistan 2012 dan masih banyak lagi. Gadis mempesona ini juga menceritakan perjalanannya hingga ia begitu tertarik kepada olahraga karate. “Aku mulai ikut karate pas kelas 3 SD umur 8 tahun. Karena memang Papa seorang atlet karate juga. Terus di sekolah, aku ada ekskul karate dan kebetulan perguruannya sama dengan perguruannya Papa. Lalu Papa ngajak aku dan Mas Bimo untuk ikut, tapi Mas Bimo yang ikut duluan. Mungkin karena setiap latihan aku ikut nganter, dan ya, lama kelamaan aku mulai tertarik sama karate.”ucapnya Prestasinya dalam karate membawa ia berhasil mendapatkan beasiswa di Binus University. Dan saat sekarang sudah memasuki semester akhir mengambil jurusan Arsitektur dengan peminatan Real Estate. Menjadi seorang atlet bela diri, pasti pernah mengalami cedera, Claresta mengatakan dirinya tetap melalui proses dan pernah cedera dibagian hidung hingga harus dioperasi. “Dulu tahun 2015 hidung aku pernah retak di pertandingan nasional, menurut aku sih, karena kurang persiapan dan latihan. Waktu itu juga lagi akhir semester dan sangat sibuk nyiapin untuk presentasi akhir. Pas ketika aku tahu hidungku retak, aku tetap maksa ngelanjutin pertandingan, tapi gak boleh sama tim medisnya. Yaudah deh, dapet juara 3 dan aku harus pakai gips di hidung,”ujarnya View this post on Instagram A post shared by Rr. Claresta Taufan Kusumarina (@clarestaufan) Di luar rutinitasnya menjalani atlet Karate, ternyata Claresta juga menguasai dunia entertainment, Tak tanggung-tanggung, dirinya mampu menaklukan kepercayaan diri dan turut menjadi presenter TV swasta di Tanah Air. Claresta juga menjadi influencer dari salah satu brand apparel olahraga terkemuka. Kesibukannya membuat ia harus pintar membagi waktu, namun ia selalu mensyukuri dengan apa yang ia jalankan, karena bisa menghasilkan prestasi yang membanggakan. “Waktu aku memang gak sebebas remaja kebanyakan, yang bisa main kesana dan kesini. Harus pinter bagi waktu. Tapi kalau dipikir lagi, aku bersyukur alhamdulillah sibuknya bermakna. Bisa menghasilkan prestasi dibandingkan hanya pergi kesana kemari yang tidak ada artinya,”tutupnya(put/adt)

Satlantas Agendakan Kejuaraan Drag Bike Demi Merangkul Para Pembalap

Illustrasi: Drag Bike (Sumber Foto: @twepsbanjar)

Ajang balap motor, terus digandrungi mayoritas kaum remaja. Namun, olahraga yang bisa dikatakan membutuhkan nyali besar ini banyak disalah gunakan oleh para pecinta kebut-kebutan. Mereka, biasanya mengadu kecepatan di lintasan yang bukan pada tempatnya dan tidak memperhatikan keamanan dirinya sendiri maupun orang lain. Bahkan mereka, selalu kejar-kejaran dengan pihak kepolisian karena mengganggu ketertiban. Melihat itu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tangsel dibawah pimpinan Kasat Lantas AKP Lalu Hedwin H.SH.SIK akan merangkul para pembalap ini dalam sebuah kejuaraan Drag Bike. “Ya, kami sudah melakukan diskusi dengan beberapa klub motor yang ada untuk menggelar event kejuaraan Drag Bike. Untuk kapan dilaksanakannya, kami akan rundingkan kembali,” ujar AKP Lalu. Pria kelahiran Malang ini, mengaku ingin mengajak para pembalap untuk terlibat. Dengan tujuan, merangkul para pembalap dan menjadi wadah bagi para pembalap untuk menunjukan bakatnya. “Saya ingin menyatukan mereka dalam kejuaraan Drag Bike nanti. Dari pada mereka melakukan kebut-kebutan di jalan raya dan melakukan hal yang negatif, lebih baik kami fasilitasi serta mengasah bakat mereka dalam sebuah kejuaraan. Dan, bukan hanya dari Tangsel saja, kami akan menyambut baik pembalap dari luar Tangsel untuk berpartisipasi,” paparnya. Lanjutnya, segala persiapan sudah mulai dilakukan dari mulai tempat, perhitungan jarak, keamanan dan lainnya. “Kami sudah melakukan persiapan-persiapan untuk menggelar kejuaraan drag bike. Kami sudah mengatur jarak, memperhitungkan pengereman, keselamatan dan semuanya agar berjalan dengan lancar,” jelasnya. Ia pun mengatakan, jika kejuaraan ini nantinya akan berhasil, bukan tidak mungkin akan dijadikan ajang tahunan Satlantas Polres Tangsel. “Semoga bisa menjadi ajang tahunan Satlantas Polres Tangsel,” tutupnya.(pah/adt)

Rangkaian Semarak Hut Tangsel, Ribuan Atlet Bersaing Dalam Porkot Kota Tangsel 2017

Walikota-Tangsel,-Airin-Rachmi-Diany-ditemani-Ketua-KONI-Tangsel,-Rita-Juwita,

Dalam keseriusannya membina atlet-atlet pelajar, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tangsel mengadakan ajang Perlombaan Olahraga Kota (Porkot) Tangsel. Porkot Kota Tangsel 2017 untuk tingkat pelajar ini dibuka langsung oleh Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany di Lapangan Cilenggang, Serpong, Minggu (19/11). Porkot 2017 yang digagas oleh Dispora Tangsel ini, merupakan rangkaian HUT Tangsel ke-9. Pembukaan Porkot dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Tangsel, E Wiwi Martawijaya, Ketua KONI Tangsel serta ribuan pelajar yang mewakili tujuh kecamatan di Tangsel yang akan mengikuti Porkot 2017. Sebanyak 17 cabang olahraga yang di perlombakan, diantaranya ada renang, pencak silat, karate, taekwondo, voli, dayung, panahan, dan lainnya. Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany menjelaskan perlombaan ini dalam rangka memeriahkan HUT Kota Tangsel ke-9. Dimana kegiatan ini dimulai dari tingkat kelurahan, kecamatan sampai tingkat Kota. “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bukti keperdulian pemerintah dalam membudayakan olahraga di masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam rangka memeriahkan HUT Kota Tangsel,” ungkap Airin. Airin pun sangat berharap, agar masyarakat Tangsel bisa membudayakan olahraga sehat. Dan, untuk para pelajar bisa menjadi pengalaman berharga sekaligus memberikan wadah bagi mereka untuk menunjukan bakat yabg dimilikinya. “Olahraga di Tangsel menjadi salah satu budaya sehat. Sedangkan bagi para pelajar bisa memberikan pengalaman bertanding, juga bagi para atlet muda dalam rangka meningkatkan potensi yang optimal,” tuturnya. Sementara itu, Kadispora Tangsel, E. Wiwi Martawijaya menjelaskan, kegiatan tersebut dibuka untuk pelajar dan umum. Namun yang mendominasi adalah para pelajar yang mewakili kecamatannya masing-masing. “Perlombaan ini dalam rangka untuk mencari bibit-bibit atlet. Sehingga telah diketahui sejak dini. Nantinya mereka akan meneruskan perlombaan di tingkat yang lebih tinggi,” katanya. Wiwi dengan tegas, akan rutin melaksanakan Porkot ini tiap tahunnya demi membangkitkan budaya olahraga bagi masyarakat maupun pelajar. “Kegiatan ini, akan dilaksanakan setiap tahun, untuk membangkitkan budaya olahraga agar merata,” jelasnya. (pah/adt)

UBL Mampu Pukul Telak UPH Dengan Skor 3-0

ubl vs uph LIMA Football

UBL meraih kemenangan keduanya atas UPH dengan skor 3-0 di babak lanjutan LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017 di Stadion UI, Depok, Sabtu (18/11). Sebelumnya, UBL yang berhasil menang tipis atas UII Yogyakarta dengan skor 1-0 pada Kamis (16/11) lalu. Berbeda dengan UBL, UPH yang dilaga pertama kalah telak atas tuan rumah UI dengan skor 4-0, ingin merubah nasibnya. UBL yang tampil dengan penuh percaya diri, untuk bisa meraih kemenangan terus melancarkan serangan-serangan berbahayanya. UPH yang ngotot untuk meraih kemenangan pun demikian. UPH bertarung dengan penuh semangat juang yang tinggi. Peluang demi peluang berhasil diciptakan kedua tim. Namun, tak ada gol tercipta hingga peluit babak pertama berakhir. Jeda istirahat dimanfaatkan oleh UBL untuk memperbaiki permainan. Hasilnya, di awal babak kedua, UBL mampu memecah kebuntuan melalui Rio di menit 47. Skor pun berubah 1-0 untuk UBL. UPH yang tersengat gol pertama mulai bangkit. Namun, hilangnya fokus pemain UPH dimaksimalkan pemain UBL ini. Di menit 69, UBL berhasil menggandakan keunggulan melalui Rio kembali dan membuat skor menjadi 2-0. UBL kian memperlebar jarak menjadi 3-0 di menit 87, melalui gol yang diciptakan Gilang. Skor 3-0 untuk UBL bertahan hingga usai. UPH pun, harus menelan dua kali kekalahan dari dua pertandingan. Pelatih UBL, Agus Setiawan mengakui kesulitannya membuat gol di babak pertama dikarenakan fisik pemain yang masih kelelahan. Tak hanya itu, faktor terburu-buru masih menghinggapi pemain UBL. “Saya tadi melakukan pergantian pemain dengan memainkan pemain yang lebih fit. Di babak kedua kami bermain sabar. Hasilnya 3 gol berhasil kami ciptakan,” kata Agus. (pah/adt)

UNJ Kerja Keras Kalahkan UMJ Di Ajang LIMA Football 2017

unj vs umj lima football

Setelah menang atas Universitas Trisakti dengan skor 2-0 pada Jumat (17/11) lalu. Kini, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melanjutkan trend positifnya dengan mengandaskan perlawanan UMJ dengan skor tipis 1-0 di Stadion UI, Depok, Sabtu (18/11). UNJ harus susah payah meraih kemenangan keduanya dalam lanjutan LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017. Di sepanjang babak pertama, UNJ langsung menekan dan tampil dominan. Beberapa peluang berhasil diciptakan anak-anak UNJ ini. Namun, penyelesaian akhir yang kurang baik terbuang dengan percuma. Sementara, UMJ hanya mengandalkan serangan balik cepat. Skor kacamata alias 0-0 pun, menghiasi babak pertama berakhir. Di babak kedua, UNJ tak mengendurkan serangan. Anak-anak UNJ langsung menekan pertahanan UMJ. Namun, disiplinnya pertahanan UMJ masih bisa membendung serangan UNJ. Frustasi tak bisa menembus pertahanan UMJ, anak-anak UNJ mencoba cara dengan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Hasilnya,l pemain UNJ, Eka berhasil merubah papan skor menjadi 1-0 di menit 53. Unggul 1-0 membuat UNJ kian percaya diri untuk melancarkan serangan dan beberapa kali melancarkan tendangan keras. Sedangkan, UMJ masih mengandalkan serangan balik cepat. Gol tunggal Eka pun, menutup babak kedua berakhir untuk kemenangan UNJ 1-0. Pelatih UNJ, Agung Nopitra mengatakan UMJ merupakan tim yang ditunggu-tunggu. UNJ sebenaenya sudah beberapa kali bertemu dengan UMJ. “Ini merupakan pertandingan yang kami tunggu-tunggu. Kami sudah sering bermain lawan UMJ, tapi ini merupakan kemenangan pertama kami atas UMJ dengan waktu pertandingan normal,” jelasnya. Lanjutnya, dengan kemenangan ini tim UNJ semakin percaya diri untuk meraih kemenangan demi kemenangan di ajang LIMA Football 2017. Dan, hanya butuh beberapa perbaikan dari tim. “Atas hasil ini mungkin kami bisa meneruskan kemenangan kami di pertandingan selanjutnya. Kami hanya mengingatkan teknik dasar dan kerja sama antarpemain,” kata Agung. (pah/adt)

KONI Sebut Porkot Tahun 2017 Sebagai Langkah Terobosan

Ketua-KONI-Tangsel-Rita-Juwita2

Perlombaan Olahraga Kota (Porkot) Tangsel tahun ini yang digagas oleh Dispora Tangsel dalam rangka menyambut HUT Tangsel ke-9, disambut baik oleh Ketua KONI Tangsel, Rita Juwita. Rita mengatakan, Porkot tahun 2017 merupakan suatu terobosan yang baru untuk Kota Tangsel. Dimana, para pelajar akan membela Kecamatannya untuk mendapatkan Piala bergilir Walikota Tangsel. “Ini sangat baik, dimulai dari perlombaan tingkat Kelurahan berlanjut ke tingkat Kota. Jadi, para pelajar ini tidak sembarang atlet karena ada tahapan-tahapannya. Ajang ini merupakan suatu terobosan yang sangat baik sekali bagi Tangsel,” ujar Rita, atau yang biasa disapa Bunda Rita kepada nysnmedia.com. Bunda Rita juga menjelaskan, ajang ini bisa menambah jam terbang bagi para atlet, terutama untuk atlet-atlet junior. Dan, mencari bibit untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2018 dan Pekan Olahraga Provinsi. “Atlet junior bisa menambah jam terbang, dan untuk yang senior bisa mengetahui kemampuan dirinya. Lalu, ajang ini kan banyak dari pelajar, jadi bisa sekaligus mempersiapkan atlet pelajar Tangsel untuk Popda (pekan olahraga pelajar daerah) 2018 dan Porprov (pekan olahraga provinsi). Tentunya, moment ini sangat baik, untuk nantinya atlet mengikuti TC (Training Center),” paparnya. Meski ini pagelaran Dispora, KONI Tangsel akan terus mendukung dan bekerjasama demi kemajuan olahraga di Tangsel. “KONI dan Dispora tidak bisa dipisahkan, semua harus kerja sama demi meraih kejayaan dan sukses,” ujarnya. (pah/adt)

Gagal Saat Bersaing Di SEA Games, Menjadi Cambukan Bagi Tegar Untuk Terus Berprestasi

Tegar-Teuku-Abadi-Atletik

Kegagalan merupakan hal yang tidak diinginkan oleh setiap orang. Terutama bagi atlet yang membawa nama besar negaranya, apalagi membawa nama bangsa Indonesia ke kancah internasional. Melalui seleksi di Singapore Open, Tegar Teuku Abadi atau Tegar, menjadi salah satu atlet atletik galah pembawa nama Indonesia pada ajang SEA Games 2017 lalu. Tegar pernah mengalami sebuah kegagalan ketika ia tidak berhasil melewati galah. “Setiap galah punya kekuatan masing-masing. Pada saat itu, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) membeli galah untuk para atlet tetapi belum datang sampai kita latihan. H-1 galah baru sampai di Malaysia. Jadi galah barunya saya gak bisa pakai saat latihan yang harus tetap jalan. Galah itu kan harus dibiasakan dipake agar tidak kaku tapi ini baru datang. Jadi karena itu point saya 0, alias tidak dapat point di SEA Games. Namanya atlet, ya pasti frustasi sudah latihan terus untuk SEA Games pas sampai disana jadi anjlok gitu.” Ujarnya Meski begitu, atlet yang saat ini berada di dalam binaan PELATNAS Universitas Negeri Jakarta tidak putus asa. Ia memiliki cita-cita menjadi seorang pelatih untuk menumbuhkan bibit-bibit atlet baru. “Kalau terus-terusan jadi atlet ya paling umur 30 atau 35 sudah berhenti, dan umur menjadi faktor utama untuk berhenti jadi atlet. Saya mau menularkan ilmu yang saya dapat gitu. Saya ingin melatih dan membuat orang jadi atlet. Saya mau kayak gitu, karena kan saya dijadiin atlet sama orang lain dan saya mau jadiin orang sebagai atlet malah harus melebihi saya,”ucapnya Cowok yang berusia 18 tahun ini memang menggeluti berbagai cabang olahraga atletik, seperti jangkit, galah dan lari estafet 4×400 meter. Ia juga sudah mengikuti berbagai kompetisi seperti Asia Youth Champhions di Qatar, Asian School Champshions di China, Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV), Pekan Olahraga Pelajar (POPNas) dan masih banyak lagi. Kecintaannya kepada atletik memang sudah ia tekuni sejak masih di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Awalnya, ia mengikuti atletik lari dengan jarak 800 meter. Karena kurang bersaing, ia pindah menekuni lompat jauh dan lompat jangkit. Lalu ketika ada seleksi se-kabupaten, ia pun mulai menekuni lompat galah dan membawanya menjadi atlet nasional dan internsional. Cowok asal Tuban, Jawa Timur ini sedang mempersiapkan Kejuaraan Nasional yang akan diadakan pada 5 sampai 9 Desember ini mengakui begitu mencintai atletik. “Buat saya jadi atlet galah gak ada yang gak enak. Karena saya cinta olahraga ini dan saya suka. Jadi ngelakuin berbagai program, teknik dan sebagainya jadi enjoy.”tutupnya (put/adt)

UBL Menang Tipis Atas UII Yogyakarta Di Laga LIMA Football 2017

UBL-vs-UII-Yogyakarta-LIMA-Football

Kesebelasan Universitas Budi Luhur (UBL) mampu mendulang poin penuh di laga LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017, dengan meraih kemenangan tipis 1-0 atas Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, melalui gol semata wayang pemain Gilang di menit 16. Hujan yang mengguyur Stadion Universitas Indonesia, Kamis (16/11), tak membuat surut kedua kesebelasan untuk bermain dengan penuh semangat. Di babak pertama, kedua kesebelasan terus memeragakan permainan apiknya. Namun, kondisi lapangan yang basah membuat aliran bola sulit untuk di kontrol oleh para pemain. UII yang mengambil aliran serangan terlebih dahulu, harus kecolongan di menit 16. Gilang akhirnya menjadi aktor gol UBL dan membuat skor berubah menjadi 1-0. Tertinggal, UII terus berusaha untuk menyamakan kedudukan. Kedisiplinan anak-anak Budi Luhur dalam bermain, membuat UII kesulitan. Skor 1-0 pun, berakhir hingga turun minum. Di babak kedua, UBL yang sudah unggul 1-0 mencoba bermain dengan tenang. Sementara, UII masih mencari cara untuk membongkar pertahanan UBL. Peluang demi peluang tercipta dari kedua kesebelasan. Lagi dan lagi, aliran bola yang berubah menjadi cepat dikarenakan hujan menjadi faktor kesulitan bagi para pemain. Hingga waktu normal 90 menit, UII tak bisa menyamakan kedudukan. UBL pun, mampu mengamankan tiga poin penuh. Asisten pelatih UBL, Adi Pratomo mengatakan, UII membuat para pemainnya bekerja ekstra keras. Terlebih, UBL baru pertama kali bertemu dengan UII dan belum mengetahui cara bermain anak-anak dari Kota Gudeg ini. “Mengingat duel ini merupakan kali pertama tim sepak bola UBL bertemu dengan UII, kami tidak tahu permainan UII seperti apa. Pada permainan tadi, UII cukup memberikan tekanan,” tambahnya. Meski mendulang poin penuh, Adi mengungkapkan masih banyak yang harus di evaluasi oleh tim UBL. “Tadi kami masih longgar dari segi pertahanan. Namun, setiap ada peluang sekecil apa pun, kami usahakan untuk mencetak gol. Beruntung kami dapat menciptakan sebuah gol di pertandingan tadi,” ucap Adi. Di pertandingan selanjutnya, UBL akan bertemu dengan UPH, Sabtu (18/11) di Stadion UI, Depok.(pah/adt)

Menang Telak, UI Puncaki Klasemen Sementara LIMA Football

Univesitas UPH (Seragam Merah) Menghadapi Universitas Indonesia (Seragam Kuning) di Ajang LIMA Football, Stadion UI, Depok, Kamis (16/11)

Sang tuan rumah, Universitas Indonesia (UI) tampil gemilang di laga pembuka LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017 dengan mengalahkan pasukan Universitas Pelita Harapan (UPH) dengan skor 4-0 di Stadion UI, Depok, Kamis (16/11). Empat gol yang disarangkan UI ke gawang UPH yakni melalui pemain Septia yang mencetak dua gol di babak pertama, Diki dan Janiarto di babak kedua. Sejak wasit meniupkan peluit di babak pertama, UI yang menjadi tuan rumah langsung tancap gas. UPH yang mencoba meredam dan berusaha melancarkan serang balik cepat. Melalui serangan yang rapih, UI berhasil mencetak gol di menit 29. Tendangan keras Septia, mampu merobek jala gawang UPH dan membuat papan skor berubah menjadi 1-0. Unggul 1-0, membuat anak-anak UI tampil menekan. UPH yang tampil dibawah tekanan, mencoba bermain sabar dan memaksimalkan serangan balik. Di penghujung babak pertama berakhir, Septia kembali mencetak gol keduanya dan menutup babak pertama dengan skor 2-0. Di babak kedua, tuan rumah yang sudah unggul 2-0 tak mengendurkan serangan. Hasilnya di menit 48, Diki mampu memperlebar keunggulan UI menjadi 3-0. UPH yang tertinggal jauh, mulai kehilangan fokus dalam bermain. Hal ini, mampu dimanfaatkan baik oleh pemain UI. Pada menit 66, UI kembali menjauh dengan skor 4-0. Kali ini, Janiarto yang ikut menyumbangkan namanya dalam pencetak gol. UPH yang tertinggal jauh tak bisa memperkecil ketinggalan. Skor 4-0 untuk UI pun, bertahan hingga usai. Dengan kemenangan ini, UI berhasil memuncaki klasemen sementara LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017. Asisten Pelatih UI, Ahmad Fakhrillah Yahya mengucap syukur atas kemenangan yang diraih anak asuhnya. Apalagi di tahun ini, UI menargetkan juara di rumah sendiri. “Kami berlatih terus menerus untuk LIMA Football ini. Sebenarnya UPH bermain bagus juga, tapi kami terus berusaha untuk dapat meraih poin dan menjadi juara di sini,” ungkap Ahmad. Di pertandingan selanjutnya, UI akan berhadapan dengan tim asal Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia (UII) pada Jumat (17/11).(pah/adt)

Resmi Dibuka, Ajang LIMA Football Di Fokuskan Untuk Pembinaan Membangun Karakter

Pembukaan-LIMA

Liga Mahasiswa (LIMA) merupakan suatu event bagus untuk mengasah bakat mahasiswa di cabang olahraga. Sepakbola yang merupakan event perdana di LIMA, secara resmi dibuka oleh tendangan bola yang dilakukan perwakilan LIMA, Azwar Mukhlis dan Kepala Sub Bidang Olahraga dan Kepedulian Masyarakat UI, Albert Pj Roring serta peniupan peluit tanda dibukanya kompetisi ini oleh Mustafa Umarella wasit terbaik Piala Presiden, Kamis (16/11) di Stadion UI, Depok. Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh seluruh peserta, perangkat pertandingan, perwakilan LIMA, Azwar Mukhlis dan Kepala Sub Bidang Olahraga dan Kepedulian Masyarakat UI, Albert Pj Roring. Tak hanya itu, para perangkat pertandingan mengucapkan janji wasit serta M Ibnu perwakilan student athlete asal kampus UI, turut mengucapkan janji atlet yang diikuti oleh seluruh student athlete peserta LIMA Football 2017. Dalam sambutannya, perwakilan dari LIMA, Azwar Mukhlis menegaskan kepada seluruh peserta agar bermain dengan tenang. Dan, jadikan ajang LIMA Football sebagai ajang pembinaan. “Bermainlah tanpa terpancing emosi. Turnamen ini merupakan ajang pembinaan. Gelar juara di LIMA Football ini hanya bonus, jangan jadikan tujuan utama. Jadikan ini ajang pembinaan untuk kalian,” jelas Azwar. Sementara itu, Kepala Sub Bidang Olahraga dan Kepedulian Masyarakat UI, Albert Pj Roring mengatakan, bahwa dalam setiap kompetisi menang kalah itu hal yang biasa. Namun, yang paling penting yakni membangun karakter. “Bertandinglah dengan nilai luhur olahraga, yaitu semangat pantang menyerah, kerja sama, dan respek,” tegas Albert.(pah/adt)

UII Yogyakarta Menjadi Satu-Satunya Universitas Dari Luar Jakarta Pada Ajang LIMA Football 2017

Tim-sepakbola-UII-Yogyakarta

Antusias yang tinggi terlihat, pada saat ajang kompetisi antar mahasiswa LIMA menggelar LIMA Football 2017. Tim sepakbola terbaik dari masing-masing Universitas berlomba-lomba mengikuti LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017. Antusias itu terbukti, terdapat tujuh Universitas terbaik yang mengikuti LIMA Football 2017. Salah satunya, ada tim yang datang jauh-jauh dari Kota Gudeg, Yogyakarta yakni Universitas Islam Indonesia dan menjadi satu-satunya tim yang berasal dari luar Jakarta. Manajer Tim Sepakbola UII, Akhsin Yosidha, mengaku lebih tertarik mengikuti LIMA Football dibandingkan event yang lain, karena level pertandingan yang sangat bagus. “Kami lebih memilih mengikuti LIMA Football ini karena kami melihat level pertandingan di LIMA sangat bagus,” tegas Akhsin. Dalam mengikuti LIMA Football, anak-anak Yogyakarta ini datang ke Jakarta dengan persiapan yang matang. Mereka berlatih dengan intens, demi meraih hasil maksimal di LIMA Football 2017. “Persiapan kami sudah cukup baik. Dalam seminggu, kami berlatih tiga kali. Kami berlatih tidak hanya ketika ada pertandingan saja. Meski tidak ada pertandingan, kami tetap berlatih”, ungkap Akhsin.(pah/adt)

Selalu Buat Kejutan, Tim Futsal Putri SMAN 12 Tangsel Patut Diperhitungkan

Tim-futsal-putri-SMA-Negeri-12-Tangsel

Futsal selalu identik dengan olahraga laki-laki, tetapi mulai saat ini wanita sudah mulai menggeluti olahraga futsal. Para wanita ini biasanya mulai bermain di ekstrakulikuler (Ekskul) di sekolah. Ekskul futsal untuk putri di sekolah sudah mulai menjamur. Seperti di SMA Negeri 12 Tangsel. Tim futsal putri SMAN 12 Tangsel ini, mempunyai segudang prestasi yang mengharumkan nama baik sekolah. Di bawah arahan pelatih Fathurohman, tim futsal SMAN 12 Tangsel terus menggeber prestasi maupun latihannya. Fathur mengatakan, futsal putri di SMAN 12 Tangsel sudah mulai banyak pemain yang potensial. “Alhamdulillah, kita selalu regenerasi dan selalu menemukan pemain-pemain yang potensial. Baik itu dikelas 1, kelas 2 maupun kelas 3,” ujar Fahtur. Meski latihan futsal putri, hanya seminggu sekali. Tak membuat tim futsal putri SMAN 12 Tangsel meraih prestasi. “Kami, meraih juara 1 dan 2 di kejuaraan futsal yang di gelar STIKES dan juara 1 di Insan Rabbani. Alhamdulillah itu, kejuaraan antar Jabodetabek maupun wilayah Tangsel,” paparnya. Dengan raihan prestasi itu, kini tim futsal putri SMAN 12 Tangsel mulai di takuti oleh sekolah lain. Fahtur pun, berharap futsal SMAN 12 Tangsel dapat dukungan dari kepala sekolah. (pah/adt)

Animo Sangat Tinggi, Tujuh Universitas Ikuti LIMA Football

Tim-dari-LIMA-sedang-melaksanakan-pertemuan

Liga Mahasiswa (LIMA) ajang kompetisi bagi mahasiswa dengan tujuan untuk mempererat pertemanan antar universitas yang ada di Indonesia. LIMA mempunyai lima cabang olahraga (cabor) yakni renang, futsal, basket, bulutangkis dan renang. Nah, LIMA baru saja menggelar empat cabor yang dipertandingkan yaitu renang, futsal, basket dan bulutangkis, baik tingkat reguler maupun Nasional. Kali ini, LIMA menggelar LIMA Football dengan tajuk LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta and Nusantara Conference 2017 yang rencananya akan dilaksanakan di Stadion Universitas Indonesia (UI), Depok pada 16-23 November 2017. Management Consultant LIMA, Achmad Lanang mengatakan, alasan LIMA menggelar cabor sepakbola yakni untuk membantu sepakbola Indonesia lebih maju. Ditambah, animo dari Universitas yang sangat tinggi dalam cabor sepakbola. “Alasan mengapa LIMA membuka cabor sepak bola karena minat tinggi, dan juga sepak bola merupakan olahraganya Indonesia”, ujar Achmad. Sementara itu, Manajer Departemen Kompetisi dan Pertandingan LIMA, sangat senang melihat antusias universitas untuk mengikuti cabor sepakbola. Apalagi, banyak universitas yang sudah menantikan cabor sepakbola. “Ada peserta yang sudah menantikan pelaksanaan cabor sepak bola di LIMA. Mereka pun langsung mendaftarkan timya untuk mengikuti LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta and Nusantara Conference 2017 ini,” pukasnya. Tujuh universitas yang akan mengikuti LIMA Football yakni Unviersitas Budi Luhur, Universitas Pelita Harapan, Universitas Indonesia, Universitas Muhamadiyah Jakarta, Universitas Trisakti, Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Islam Indonesia (Yogyakarta).(pah/adt)

Air Mineral Prim-A Greater Jakarta and Nusantara Conference 2017, LIMA Football Rancang Peraturan Ketat

Manajer-Departemen-Kompetisi-dan-Pertandingan-LIMA

LIMA akan mulai menghelat cabor sepakbola, karena antusias universitas untuk sepakbola semakin tinggi. Bertajuk LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta and Nusantara Conference 2017, rencananya akan mulai dilaksanakan pada 16 November hingga 23 November mendatang yang berlokasi di Stadion Universitas Indonesia (UI), Depok. LIMA pun, tak mau main-main soal peraturan yang ada. Manajer Departemen Kompetisi dan Pertandingan LIMA, Azwar Mukhlis akan memperketat peraturan LIMA Football sama dengan cabor LIMA lainnya. “Di season 5 ini, kami berusaha menjaga konsistensi peraturan di LIMA, mulai dari verifikasi, kostum, dan peraturan di lapangan,” jelas Azwar. Lanjutnya, LIMA Football akan memakai sistem setengah kompetisi. Dan, ketujuh tim ini akan saling bertemu. “Sistem kompetisi yang digunakan oleh LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta and Nusantara Conference 2017 ini menggunakan setengah kompetisi. Ketujuh tim tersebut akan saling berhadapan di pertandingan yang digelar di UI ini,” tambahnya.(pah/adt)

Cidera Saat Bermain Voli Tidak Menghalangi Tekad Angga Untuk Meneruskan Jejak Sang Ayah

Angga-Pratitis-Setyasa-Voli

Perjalanan mengejar cita-cita menjadi seorang atlet memang butuh perjuangan. Seperti cerita dari Angga Pratitis Setyasa yang merupakan salah satu atlet cabang olahraga voli di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2017. Cowok yang akrab disapa Angga ini merupakan wakil dari wilayah Jawa Tengah yang membawa pulang medali perak. Berawal dari cerita sang ayah yang merupakan pemain voli didaerah asalnya, Angga mulai tertarik untuk mengikuti jejak sang ayah. Saat naik ke kelas 3 Sekolah Menengah Pertama, Angga bertekad untuk mendaftar masuk klub voli, Bina Taruna. Dengan kondisi hujan dan hari sudah mulai malam, Angga bersama ayahnya tetap berangkat untuk mendaftar klub yang berada tidak jauh dari kediamannya tersebut. “Saya suka bermain voli karena dengar cerita Bapak yang dulu pemain voli di kampung. Saat naik kelas 3 SMP, saya diantar bapak daftar di klub yang ada di Semarang, Bina Taruna. Saya ingat pada waktu itu daftarnya malam-malam, dengan kondisi hujan pula,”tuturnya Pintu untuk mengikuti berbagai kompetisi voli mulai terbuka, setelah Angga mendaftar di klub Bina Taruna. Saat kelas 1 SMA, ia terpilih dalam seleksi Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) di Jawa Tengah dan menang juara 1 dalam kompetisi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNas). Tak hanya itu, setelah lulus SMA prestasi Angga semakin gemilang. “Setelah lulus SMA, saya diambil klub senior Semarang Bank Jawa Tengah dan alhamdulilah masih disana sampai sekarang. Selama kuliah juga saya pernah menang juara 1 Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) se-Jawa Tengah, juara 2 POMNas 2017 dan kemarin baru saja saya mengikuti Pra Pekan Olahraga Provinsi (PorProv) alhamdulilah juga juara 2,” ucapnya kepada nysnmedia.com View this post on Instagram A post shared by Angga Setyasa (@anggasetyasa1) Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 jurusan Administrasi Bisnis ini pernah mengalami cedera dibagian engkel kaki, dan ia membutuhkan pemulihan selama 2 bulan. Ia juga sempat berbagi cerita saat ia bertanding di Cilacap. “Saya pernah main di Cilacap jadi saya ngeblock pakai kepala saya tapi di spike sama lawan. Kepala saya langsung pusing, tapi permainan tetap berlanjut.”tutupnya(put/adt)

Ulan, Atlet Taekwondo Junior Yang Berhasil Meraih Medali Emas

Wulan-Kusuma-Wardani

Menjaga berat badan sangatlah penting termasuk untuk para atlet. Seperti yang dilakukan atlet cantik asal Bandung, Jawa Barat, bernama lengkap Wulan Kusuma Wardani, gadis yang akrab disapa Ulan ini merupakan atlet medali emas pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNas) 2017 untuk cabang olahraga Taekwondo. Baginya, menjaga berat badan sangat penting karena ketika ingin ikut turnamen para peserta akan ditimbang untuk tetap masuk dalam kategori yang akan dipertandingkan. “Setiap H-1 sebelum tanding selalu nimbang berat badan, kalau beratnya sudah tidak masuk kategori bisa-bisa di diskualifikasi. Alhamdulilah saya gak pernah tapi jadinya saya lebih jaga makan, gak boleh makan junk food dan lebih banyak latihan,”ujarnya Cewek yang hobinya travelling ini memang sudah banyak mengikuti berbagai turnamen seperti Kejuaraan Nasional Junior beregu dan individu, Pra Pekan Olahraga Nasional 2016 dan masih banyak lagi. Berawal dari mengikuti sang kakak latihan taekwondo, Ulan ikut mengisi waktu luangnya dengan taekwondo dan membawanya menjadi atlet nasional. “Saya masuk taekwondo awal mulanya hanya ikut kakak saya yang memang ikut taekwondo. Selain itu juga saya ingin cari teman baru dan sekadar ingin mengisi waktu luang. Bahkan ga kepikiran menjadi atlet dan memang baru beberapa kali latihan saya disuruh mencoba mengikuti kejuaraan se-kota Bandung. Alhamdulilah saya dapat medali emas, padahal saat itu lawan-lawan saya sabuknya lebih tinggi dan saya juga baru pemula,”tuturnya Siswa kelas 3 SMA di SMAN 14 Bandung ini memang sudah mengikuti taekwondo sejak 5 tahun lalu. Bagi Ulan, taekwondo merupakan beladiri modern dan lebih mengajarkan untuk peduli satu sama lain. “Saya lihat dan membandingkan taekwondo dengan bela diri lain ya memang taekwondo lebih keren dan seninya sangat professional dan lebih modern. Orang-orangnya juga diajarkan untuk peduli satu sama lain dengan cara menghadapi musuh,”tutupnya(put/adt)

Derek Redmond, Pelari Yang Sempat Membuat Dunia Menangis

Derek-Redmond-Pelari-Yang-Sempat-Membuat-Dunia-Menangis-1

Derek Redmond merupakan mantan atlet lari internasionnal yang lahir di Inggis pada 3 September 1965. Pria dengan nama asli Derek Anthony Redmond ini adalah atlet atletik untuk jarak 400 meter dan pernah memenangkan medali emas lari estafet 4×400 meter pada Kejuaraan Dunia dan Kejuaraan Eropa. Pada tahun 1985, Redmond pertama kali memecahkan rekor untuk lari dengan jarak 400 meter dengan waktu 44,82 detik. Di tahun 1991, Redmond bersama tim dari Inggris berhasil menggeser tim dari Amerika pada Olimpiade Dunia. Redmond bersama Roger Black, John Regis dan Kriss Akabusi menjadi tim dengan kecepatan paling cepat dalam sejarah lari estafet 4×400 meter. Cedera Pada Olimpiade Musim Panas 1992  Olimpiade Musim Panas tahun 1992 di Barcelona, Spanyol merupakan momen bersejarah bagi olahraga dunia terutama dalam karir Redmond. Ia sempat membuat seluruh dunia menangis karena cedera hamstring pada saat lomba lari cepat dengan jarak 400 meter. Pada saat itu, para pelari sudah mulai meninggalkan start termasuk Redmond. Setelah 150 meter, tiba-tiba Redmond mulai memperlambat geraknya dan terlihat seperti kesakitan. Tak lama kemudian, ia mulai tertunduk memegang bagian paha kaki kanannya. Tim medis dan para official mulai mendekati Redmond, namun ia tetap berdiri dengan perlahan dan berlari sedikit demi sedikit dengan kondisi pincang. Raut muka Redmond yang menahan sakit membuat seluruh penonton terdiam dan melihat keteguhan Redmond berjalan menuju garis finish walaupun ia sudah tertinggal jauh dari pelari yang lain. Tak lama, ada seorang pria berlari mendekati Redmond walaupun sudah dihalangi oleh berbagai pihak. Pria itu adalah Jim Redmond, ayah dari Derek Redmond yang langsung datang memeluk dan membantu Redmond berjalan hingga ke garis finish. Redmond tidak bisa menahan air matanya melihat sang ayah datang untuk menolongnya. Meskipun Redmond tidak menang tetapi ia mendapatkan tepuk tangan yang luar biasa dari seluruh penonton di stadion yang berjumlah kurang lebih 65.000 orang. Kejadian itu membuat seluruh penonton dan orang-orang yang melihat videonya, menangis terharu melihat kasih sayang ayah Redmond yang tidak membiarkan anaknya mengalami kesulitan. Bahkan menjadi salah satu momen mengharukan dalam sejarah olimpiade dunia. Setelah pensiun menjadi atlet atletik, Derek Redmond memilih untuk menjadi atlet basket dalam klub Brimingham Bullets. Saat ini, Redmond menjadi pelatih untuk para atlet professional, komentator di acara olahraga dan menjadi pembicara dalam berbagai media. Meski kini ia telah pensiun menjadi seorang atlet, kisah inspirasi Redmond dan ayahnya mengajarkan bahwa kita harus tetap melangkah meski dengan tertatih dan kita harus menyelesaikan apapun yang sudah kita mulai.

Kupas Tuntas Kontroversi Liga 1 Indonesia

kontroversi-liga-1

Tanggal 15 April 2017 menjadi sejarah bangkitnya sepakbola Indonesia. Dua tahun lamanya, sepakbola Indonesia telah mati suri setelah di hukum oleh FIFA. November 2016 pula, lahirnya ketua umum PSSI periode 2016-2020 yakni Edy Rahmayadi. Edy terpilih sebagai Ketua Umum PSSI untuk periode 2016-2020 dalam Kongres PSSI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (10/11/2016). Dalam pemungutan suara, Edy, yang juga merupakan Pangkostrad TNI, meraih 76 suara. Dia mengalahkan Moeldoko yang hanya meraih 23 suara. Sementara itu, calon lainnya, Eddy Rumpoko, hanya mendapatkan satu suara. Edy yang juga aktif sebagai TNI berpangkat Letnan Jendral menjabat Pangkostrad ini, diharapkan oleh pecinta sepakbola Indonesia bisa memajukan sepakbola Indonesia dengan ketegasannya. Dalam kutipan cnn.indonesia (10 November 2016) setelah terpilih, Edy memiliki target untuk timnas Indonesia. Edy berjanji akan segera bekerja agar target-targetnya tercapai, salah satunya targetnya adalah timnas tampil di Olimpiade dalam kurun waktu delapan tahun dari sekarang. “Mungkin itu sulit sekali bagi pemain-pemain yang saat ini masih kita ketahui bersama (kemampuannya), tetapi Insya Allah di 2024 kita sudah bisa berkiprah.” “Di saat ini kami harus segera bekerja. Di kelompok U-15, ini kita booming-kan, kami meriahkan, sehingga delapan tahun yang akan datang pemain-pemain yang berusia 23 tahun sudah bisa berkiprah di internasional,” ucapnya melanjutkan. Benar saja, enam bulan memimpin PSSI, tepatnya 15 April dibukanya Liga 1 Indonesia yang memainkan antara Persib Bandung melawan Arema Malang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (SGBLA). Namun, sebelum Liga 1 bergulir banyak kontroversi yang terjadi yakni mengenai regulasi. Regulasi yang diterapkan di liga yaitu tim diwajibkan mengontrak sedikit-dikitnya lima pemain U-23, kemudian hanya bisa mengontrak maksimal tiga pemain asing, di mana dua merupakan pemain non-Asia dan satu pemain Asia atau disebut aturan dua plus satu. Selanjutnya, jumlah pemain berusia 35 tahun ke atas tidak boleh lebih dari dua orang di setiap tim. Peraturan lainnya yaitu setiap klub bisa mengontrak satu “marquee player” yaitu pesepak bola asing yang dianggap berkelas dunia yang pernah bermain setidaknya dalam tiga putaran Piala Dunia terakhir (untuk hal ini pada tahun 2006, 2010 dan 2014) atau pernah berkiprah di klub elite Eropa. Persib Bandung contohnya, mereka menggaet Michael Essien eks Chelsea dan Carlton Cole bintang Timnas Inggris sebagai pemain marquee player mereka. Sementara, regulasi yang mewajibkan klun memainkan pemain U-23 menuai beberapa pro dan kontra. Regulasi ini dibuat memang dipersiapkan untuk timnas Indonesia berlaga di Sea Games Kuala Lumpur, Malaysia. Setiap klub, diwajibkan memainkan tiga pemain U-23. Pelatih pun, mau tidak mau menurunkan pemain U-23. Banyak komentar miring dengan regulasi ini, ada yang beranggapan bahwa jika pemain tidak siap bisa merugikan klub dan pemain U-23 bisa bermain di tim senior bukan karena aturan melainkan karena kesiapan pemain serta prestasi pemain. Setengah musim berjalan, masyarakat Indonesia mulai mengenal wonderkid Febry Haryadi dan Gian Zola (Persib), M Rezaldi Hehanusa (Persija), Kurniawan Kartika Ajie (Persiba Balikpapan). Bisa dikatakan sukses? Mari kita telaah kembali. Kebijakan PSSI membuat regulasi U-23 memang dipersiapkan untuk Sea Games Malaysia, namun ekspektasi berlebih hanya membuahkan medali perunggu saja bagi Indonesia yang dipimpin pelatih asal Spanyol Luis Milla. Muncul kembali peraturan dari PSSI yang membingungkan. Setelah Sea Games berlangsung, PSSI menghapus regulasi U-23 di Liga 1. Keputusan ini, sontak membuat para klub dan pelatih berang. Para pelatih dan klub, menganggap keputusan awal yang dibuat oleh PSSI dengan seenaknya di hapus. Namun, ada juga klub yang bisa dikatakan ketiban durian runtuh dengan adanya penghapusan regulasi U-23. Tak hanya itu, regulasi saja yang membuat kisruh, suporter pun masih belum cukup dewasa. Almarhum Riko Andrean suporter Persib yang tewas pada saat laga big match melawan Persija Jakarta menjadi pusat perhatian kancah dunia sepakbola. PSSI pun, menghukum bobotoh. Sudah seharusnya, suporter Indonesia dewasa. Kepemimpinan wasit pun, menjadi fokus pembenahan PSSI. Wasit Indonesia seharusnya bisa mengambil keputusan dengan tegas tanpa takut di intervensi oleh tim maupun pemain. Puncaknya, PSSI menghadirkan wasit asing pada bulan Agustus. Tujuan PSSI dengan hadirnya wasit asing, bisa memberikan contoh kepada wasit asal Indonesia. Lagi dan lagi, hadirnya wasit asing menjadi pro dan kontra. Seperti pelatih PSM Makasar, Robert Rene Albert yang mengatakan bahwa Indonesia tidak butuh wasit asing tetapi membutuhkan teknologi VAR (Video Assintant Referee). Benar saja, puncaknya pada laga big match antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung kesalahan fatal dibuat wasit asing. Shaun Evan merupakan yang memimpin laga big match tersebut. Wasit asal negeri kangguru Australia, menganulir gol dari penyerang Persib, Ezechiel N’Douassel pada menit ke-27. Sundulan N’Douassel terlihat sudah melewati garis dan sundah menyentuh jaring gawang. Namun, Shaun menganggap bola tersebut belum gol. Kontroversi dari wasit Evans, masih berlanjut. Bek Persib Bandung, Vladimir Vujovic, mendapatkan kartu merah pada menit ke-82 setelah terlihat mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas kepada wasit yang memberinya kartu kuning karena melanggar Bruno Lopes. Pemain Persib yang tidak terima, bergerak kepinggir lapangan. Namun, Evans menganggap pemain Persib mogok bertanding dan menyudahi pertandingan pada menit 83. Ini menjadi perbincangan hangat bagi para pecinta sepakbola. Polemik wasit belum usai, kini giliran penentuan juara yang menjadi pusat perhatian. Bhayangkara FC dinobatkan menjadi juara Liga 1 2017. Kepastian tersebut didapat setelah Bhayangkara FC unggul atas pesaingnya Bali United yang bertengger di posisi kedua. Klub berjuluk The Guardians itu unggul agregat dari dua pertemuan kontra Bali United meski di klasemen memiliki poin yang sama yaitu 68 poin. Namun, terjadi kontroversi juara Bhayangkara. Pada saat melawan Mitra Kukar yang berkesudahan imbang 1-1, Bhayangkara mengajukan banding dengan alasan Mitra Kukar memainkan pemain ilegal yakni Mohammed Sissoko yang sebelumnya mendapatkan hukuman sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Hasil putusan pun, Bhayangkara menang dengan skor 3-0 dan membuatnya naik kepuncak klasemen menggeser Bali United. Ini yang menjadi perdebatan para tim, khususnya Bali United dan PSM Makasar yang bersaing dalam perebutan gelar juara. Di laga terakhirnya, Bhayangkara memastikan juara Liga 1, meski kalah dari Persija Jakarta dengan skor 1-2. Bhayangkara yang sudah dipastikan juara, menjadi gonjang ganjing. PT LIB (Liga Indonesia Baru) belum memastikan Bhayangkara FC juara Liga 1 Indonesia. Tak hanya itu, laman resmi FIFA pun, secara mengejutkan mengeluarkan klasemen yang menyatakan Bali United FC yang menjadi juara di Liga 1 Indonesia. Namun, pada akhirnya FIFA merubah laman tersebut dengan menyatakan Bhayangkara FC sebagai juara Liga 1. … Read more

Raih Peringkat Tiga di Kejurnas, Olahraga Rugby Banten Tunjukan Tajinya

Tim Rugby Banten berhasil meraih peringkat ketiga di ajang Kejurnas Rugby beberapa waktu lalu.

Mungkin bagi sebagian kalangan masyarakat masih banyak yang belum mengenal Olahraga rugby. Permainan tim yang bisa dikatakan menjurus permainan keras cenderung kasar ini, sedang berkembang di Indonesia. Seperti yang sedang di lakukan dalam lingkup wilayah Banten. Tim rugby Banten, baru saja mengikuti ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rugby bulan Oktober lalu. Tim rugby Banten ini berhasil meraih peringkat tiga. Tentunya prestasi ini, sangat membanggakan bagi Provinsi Banten, dari 11 provinsi yang mengikuti kejurnas, Banten berhasil meraih peringkat tiga. Kapten rugby Banten, Christoper Aditya Hardwika merasa sangat puas bisa meraih peringkat tiga dalam ajang Kejurnas. Persiapan selama dua bulan tak menjadi sia-sia untuk tim rugby Banten yang dilatih langsung oleh pelatih asal Fiji. “Dari tim Banten sendiri, merasa cukup puas dengan apa yang telah diperoleh di Kejurnas. Walaupun kamu peringkat ketiga, tapi menurut saya itu hasil yang sangat memuaskan bagi kami, bila dilihat dari persiapan dan juga permainan yang telah dikeluarkan oleh rekan satu tim,” papar Christoper. Berlatih hanya satu kali dalam seminggu ,rugby Banten bisa menunjukan tajinya di Kejurnas olahraga Rugby. Meski begitu, rugby Banten bisa bersaing. Dan, selain kendala latihan, rugby Banten juga kesulitan dalam mencari pemain. “Kami latihannya hanya seminggu sekali, mungkin berbeda dengan Provinsi lain. Cuman, selama latihan yang berlangsung 2 jam pemain tidak pernah menyiakan latihannya, jadi kita latihan dengan serius. Kendala lain, karena olahraga ini sedang berkembang, jadi kemarin agak susah untuk mencari pemain, dan juga lapangannya yang kadang susah dicari untuk latihan,” jelasnya. Perlu diketahui, rugby Banten sudah mempunyai prestasi yang membanggakan. Seperti meraih medali perak di Exhibition PON Jawa Barat. Sukses dan maju terus Rugby Banten. (pah/adt)