Punya Mental Juang Habis-habisan, Dust Gagalkan Misi Nasa Juarai DBL 2018 Jakarta East Region

Shooting guard SMAN 21 Jakarta, Muhammad Irfan Fadhillah (1/abu-abu) tampil memikat dengan torehan 26 poin, saat membantu timnya menjadi juara Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region, pad Jumat (2/11), di GOR Pulogadung, Jakarta Timur. Dust (julukan SMAN 21) menekuk perlawanan SMAN 61 Jakarta, dengan skor 50-42. (Pras/NYSN)

Jakarta- Ambisi tim putra SMAN 61 Jakarta untuk revans atas kekalahan dari SMAN 21 Jakarta di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018, gagal terwujud. Dust (julukan SMAN 21) berhasil menaklukan Nasa (julukan SMAN 61) dengan skor 50-42, pada final party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region, Jumat (2/11). Meski menang, Dust bermain tak seperti biasanya. Mereka dipaksa bermain tanpa mengandalkan pemain center andalan mereka, Ihsan Faiz Ilhamsyah. Pegerakan Faiz di dalam area paint berhasil dikunci oleh Yoel Marco Benyamin, center andalan Nasa. Memanfaatkan kecepatannya Yoel membuat pergerakan big man bernomor punggung 4 itu nihil. Alhasil, Faiz hanya mampu mencetak 4 poin untuk Dust. Pelatih Nasa, Muhammad Fahmi menginstruksikan para pemainnya untuk menjaga Faiz secara ketat. Menyadari anak-anaknya kesulitan mendobrak pertahanan lawan, arsitek Dust, Rizqy Almushaddieq mengubah strategi, guna mengatasi ketatnya tembok pertahanan Nasa. Muhammad Irfan Fadhillah, akhirnya menjadi pilar utama Dust meruntuhkan rapatnya defense Nasa. Selama pertandingan, Irfan, membuat kocar-kacir barisan pertahanan Nasa. Berbekal speed yang kencang dan keberanian menusuk pertahanan Nasa, Student athlete kelahiran 2001 itu dominan mendulang angkat untuk Dust. Total, torehan 26 poin jadi bukti shooting guard andalan Dust ini tampil memikat di GOR Pulogadung, Jakarta Timur. Nasa sempat mengancam Dust untuk menelan pil pahit. Center andalan Dust, Faiz terpaksa terkena foul trouble pada menit kedua kuarter empat. Hal ini tentunya membuat pertahanan Dust semakin rentan. Lowongnya pertahanan Dust, dimanfaatkan Nasa dan memimpin pertama kalinya, pada kuarter keempat. Dust tertinggal dengan skor skor 41-39. Toh, semangat juang skuat Kayu Putih, membuktikan mereka mengoleksi mental juara. Irfan mencetak 6 poin terakhir dari free throw, di dua menit terakhir, serta menjauh dari kejaran Nasa. Berkat kegaharan Irfan dan kolega, mimpi Nasa meraih titel juara harus kandas. Dust memenangkan laga dengan skor 50-42. Menjadi juara tentunya membuat Rizqy gembira dengan prestasi yang diukir anak-anaknya tersebut. Namun, ia mengaku harus membenahi beberapa kekurangan timnya. Lawan yang akan dihadapi saat Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 merupakan tim terbaik wakil regionalnya masing-masing. “Alhamdulillah kami menjadi juara. Namun, masih ada kekurangan di sisi pertahanan, dan sering melakukan turn over. Sedangkan babak Championship sudah mepet waktunya,” ungkapnya. Sementara itu, kapten dari Nasa, Tyas Satrio menyadari kekalahan timnya menjadi pekerjaan rumah yang besar. Jeda sepekan jelang Championship Series harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. “Belajar dari kekalahan di final East Region, kami harus melakukan banyak scrimmage untuk memperkuat mental kami. Kondisi kami yang di atas angin tadi sempat membuat kami lengah sehingga membuat kami kecolongan dari Dust, ungkapnya. (Adt)

SMAN 21 Jakarta, Sang Kampiun Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 Regional Selatan

Galeri Foto Sapta Eka Lumat SMAN 36 Jakarta, Honda DBL DKI Series 2018 – East Region

Tembus Final DBL 2018 Jakarta East Region, Tim Putri SMAN 36 Jakarta Kini Torehkan Sejarah

Guard tim Putri SMAN 36 Jakarta, Patricia Putri Christian (9/hijau), saat mengalahkan SMAN 21 Jakarta, dalam laga semifinal Honda Developmental Basketball League (DBL) DKI Jakarta Series 2018 – East Region, di GOR Pulogadung, Jakarta Timur, pada Rabu (31/10). (tribunjakarta.com)

Jakarta- Tim basket putri SMAN 36 Jakarta akhirnya lolos ke babak final, Honda Developmental Basketball League (DBL) DKI Jakarta Series 2018 – East Region, usai menekuk SMAN 21 Jakarta. Sejak menit awal tim basket putri SMAN 36 Jakarta sudah dominan unggul atas Srikandi Dust (julukan SMAN 21), hingga kuarter empat berakhir. Skor akhir yang diraih SMAN 36 Jakarta atas SMAN 21 Jakarta terpaut tipis, dengan skor 33 – 41, di GOR Pulogadung, Jakarta Timur. Pelatih tim basket putri SMAN 36 Jakarta, Franki Defretes mengaku sudah puas dengan penampilan tim besutannya karena sudah berhasil mencapai target. “Sekarang sudah mencapai target. Targetnya gak muluk-muluk ya final saja sudah enak, sudah tenang,” ujar Franki saat ditemui usai pertandingan, Rabu (31/10). Sebab, DKI Jakarta Series 2018 – East Region, merupakan laga pertama tim putri SMAN 36 Jakarta. Raihan babak final pun menjadi prestasi yang membanggakan baginya. “Gausah juara satu, kalau pun nanti juara 1 berarti rezeki. Yang penting masih lolos ke ajang championship,” ujar Franki. Di babak final DKI Jakarta Series 2018 – East Region, pada Jumat (2/10), tim basket putri SMAN 71 Jakarta telah menanti, di GOR Pulogadung. Kepala sekolah SMAN 36 Jakarta, Endang Supardi, pun turut menjadi saksi keberhasilan anak muridnya melaju ke babak final Honda DBL DKI Jakarta East Region 2018. Endang mengaku bangga dengan pencapaian yang telah ditorehkan anak muridnya di ajang kompetisi basket untuk student athlete ini. “Sangat takjub melihat penampilan anak-anak di lapangan. Saya sebagai pimpinan sekolah harus memberikan inspirasi dan fighting spirit agar kepemipinan saya di sekolah bisa berprestasi lagi,” kata Endang, dilansir TribunJakarta, Rabu (31/10). Lebih lanjut, ia berharap anak muridnya bisa membanggakan sekolah dengan meraih gelar juara di partai puncak. “Insha Allah partai final itu kembali kepada energi dan spirit, seperti Asian Games 2018 butuh spirit. Tanpa semangat dan rasa nyaman, pastu tidak akan menjadi juara,” pungkas Endang. Sementara itu, tim basket putra SMAN 21 Jakarta sukses menembus partai puncak DKI Jakarta Series 2018 – East Region. Anak asuh Rizqy Almushaddieq itu menyudahi SMAN 39 Jakarta, dengan skor 53-49, di venue yang sama. Kepala sekolah SMAN 21 Jakarta, Taga Radja Gah, turut hadir menjadi saksi keberhasilan anak muridnya ke final. Ia mengaku bangga dengan perjuangan dan kerja keras yang dilakukan oleh anak muridnya di laga tersebut. “Penampilan anak-anak sangat luar biasa. Yang jelas, saya dari babak pertama, kedua dan ketiga itu, nafas saya seolah itu teras berat banget, karena poinnya ketat dan sempat tertinggal dari lawan,” kata Taga, usai laga. “Kita sempat ketinggalan 7-0 dan itu membuat drop. Sempat cepat leading, tapi nyatanya tim lawan juga mampu mendominasi awal pertandingan,” kata Taga. Para pemain SMAN 21 Jakarta berhasil tampil lepas, dan menampilkan permainan terbaik di laga kontra SMAN 39 Jakarta. “Tapi, saya lihat mereka mengatasi dengan baik dan konsistensinya terjaga. Akurasi juga kerjasamanya bagus,” kata Taga. Ia menilai keberhasilan anak asuhnya melaku ke partai puncak tak lepas dari defend yang kuat dilakukan oleh anak muridnya. (Adt)

Kandas di Laga Terakhir Penyisihan, Adelaide Callista Cs Justru Berpeluang ke Semifinal Kejuaraan Basket Asia U-18

Jasmine Isabelle (1/merah), power forward Timnas Basket Putri U-18 berusaha melepaskan diri dari hadangan lawan, untuk mencetak poin bagi kubu Merah Putih. Namun, Indonesia harus kalah dari Taiwan, dengan skor 54-99, pada Selasa (30/10). (FIBA)

Bengaluru- Adelaide Callista Wongsohardjo Cs gagal memetik kemenangan dari Taiwan, di pertandingan terakhir babak penyisihan Grup A, FIBA Usia (U)-18 Women’s Asian Championship (Kejuaraan Asia U-18) 2018. Kartini muda Indonesia dipaksa menyerah oleh Taiwan dengan skor 54-99, di Sree Kanteerava Indoor Stadium, Karnataka, India, pada Selasa (30/10). Anak asuh Arif Gunarto itu tertinggal cukup jauh di kuarter pertama, dengan skor 7-30. Taiwan mampu menambah 22 poin, sedangkan Indonesia hanya mengoleksi 13 poin. Kuarter kedua berakhir 20-52. Kartini muda masih belum menemukan formula yang tepat untuk mengejar defisit poin dari Cina Taipei di kuarter ketiga. Sebaliknya, lawan memiliki keleluasaan untuk bisa memperlebar jarak dengan Indonesia. Hasilnya, Cina Taipei mengunci kuarter ini dengan membukukan skor 78-33. Memimpin tiga kuarter, Taiwan tak mengendurkan serangan. Meski performa Tricia Mary Aoijs dan kolega membaik di kuarter akhir, namun tak cukup menghentikan dominasi tim yang dimotori Yu Chieh Chen. Sama-sama memanen 21 poin, akhirnya pertarungan ditutup Taiwan, dengan skor menyakinkan 99-54. Pada partai ini, jumlah turn over Indonesia, yakni 25. Sebaliknya, Taiwan hanya 15. Selain itu, Indonesia pun kalah rebound. Taiwan membuat total 62 rebound, sementara Indonesia hanya 40. Tricia Mary dan Leonita Angela Suwanto, mencetak poin terbanyak bagi Indonesia dengan 15 poin. Dari Taiwan, poin terbanyak disumbang Yu Chieh Chen, diikuti Hsuan Chia Hung dan Chih Ying Chen, yang mencetak 12 poin. Hasil negatif dari tiga kekalahan beruntun itu, membuat Indonesia berada di dasar klasemen penyisihan Grup. Sedangkan Korea Selatan (Korsel) berada di puncak klasemen dengan hasil sempurna. Mereka meraih tiga kemenangan dari tiga partai yang dilakoninya. Dan, Australia menempati posisi kedua, dengan dua kemenangan.Negeri Kanguru hanya sekali takluk, saat berhadapan dengan Korsel. Namun, hasil itu tak membuat Indonesia harus segera angkat koper, dari persaingan di Kejuaraan Asia U-18 ini. Sebab, Indonesia meski di dasar klasemen masih berpeluang maju ke semifinal lewat jalur perebutan peringkat. Indonesia menantang peringkat akhir Grup B, Malaysia, pada Kamis (1/11), yang juga menelan tiga kekalahan dari tiga laga penyisihan, yakni dari China (28-102), Jepang (31-130), dan Selandia Baru (32-99). (Adt)

Tim Putri UNY dan UNS Bantai Lawan-lawannya, Langsung Pimpin Klasemen LIMA Futsal 2018

Rois Nurhidayah Safitri (5) skuat tim futsal putri Univ. Sebelas Maret Surakarta (UNS) sukses menyumbang sebuah gol, saat melumat tim tuan rumah Universitas Islam Indonesia (UII) dengan skor telak 16-1, pada laga perdana LIMA Futsal 2018 Java and Special Region of Yogyakarta Conferencem di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Yogyakarta. (LIMA)

Yogyakarta- Tim Putri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengawali dengan impresif laga LIMA Futsal: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference 2018. Pada Rabu (31/10), UNY mengalahkan Univ. PGRI Semarang (UPGRIS) dalam laga yang melibatkan banyak gol ini. UNY memborong tujuh dari sepuluh gol dalam duel di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Univ. Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Pemain UNY, Artika Novitasari (nomor punggung 16) membuka skor pada menit kedua. Naura Qatrunnada (15) membuat dua gol lagi bagi UNY di menit keempat dan ke-16 Namun, sebelum jeda antarbabak, Mufidatul Umah (25) memperkecil ketertinggalan semenit UNY kembali menggelontorkan empat gol lagi di paruh kedua. Ismi Nur Adizah (13) menyumbangkan dua gol [30′ dan 35′]. Dewi Setya Maharani (10) dan Sabrina Mutiara Firdaus Wibowo (5) menambah satu gol, masing-masing di menit ke-33 dan 37. UPGRIS menambah dua gol di babak kedua ini. Yuni Nur Afifah (5) mencetak gol di menit ke-25, disusul Mufidatul yang menorehan gol keduanya saat semenit sebelum bubar. Partai ketat juga terjadi pada pertandingan berikutnya. Bekal menjadi status tuan rumah, ternyata tak senantiasa memberikan keuntungan. Tim futsal putri Universitas Islam Indonesia (UII) merasakannya pada hari pertama LIMA Futsal: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference 2018, pada Rabu (31/10). Univ. Sebelas Maret Surakarta (UNS), terlalu tangguh dan melibas tuan rumah 16-1. UNS bahkan sudah menunjukkan keperkasaannya sejak menit awal. Tim dari Surakarta ini melesakkan 10 gol di babak pertama. UII hanya bisa memperkecil ketertinggalan dari kaki Vuan Maharani (9) di menit ke-17. UNS menambah setengah lusin gol lagi di paruh kedua. UII, di arena kebanggaan mereka, GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Yogyakarta, tak bisa menambah perbendaharaan gol mereka. Elen Yulianti (10) menjadi bintang dengan melesakkan lima gol. Dua pemain, yakni Zahra Juliashaputri Feriyanto (15) dan Renanda Kevin Selviana (9), mencetak trigol. Lalu Annisa Carollina (4) dan Erni Setyorini (19) menyumbangkan dua gol. Rois Nurhidayah Safitri (5) menambah sebuah gol. Kemenangan telak ini melesatkan UNS ke puncak klasemen Pul X. Duel berikutnya akan menarik. Dua tim yang telah membukukan sebuah kemenangan, UNS dan UNY, akan bersua pada Kamis (1/11). Di hari yang sama, UPGRIS akan menghadapi Univ. Gadjah Mada (UGM). UII baru akan melakoni partai kedua mereka pada Jumat (2/11), kontra UPGRIS. (Adt)

Banyak Hasil Tak Terduga, Battle of Semifinal DBL 2018 Jakarta East Region Bakal Penuh Kejutan

Tim putra SMA Islam Al Ma’ruf (putih), yang secara tak terduga menumbangkan SMAN 54 Jakarta, dengan keunggulan tipis 23-20, di GOR Pulogadung, pada Selasa (30/10), bakal melakoni battle of semifinals Honda Developmental Basketball League (DBL) DKI Jakarta Series 2018 – East Region, melawan SMAN 61. (DBL)

Jakarta- Honda Developmental Basketball League (DBL) DKI Jakarta Series 2018 – East Region kini memasuki fase krusial. Tersisa empat tim putra dan putri terbaik dari Jakarta Timur, yang siap tampil habis-habisan, pada battle of semifinals di GOR Pulogadung, pada Rabu (31/10). Ini adalah babak yang sangat menentukan. Karena siapapun yang menang, akan melanjutkan langkah tampil pada final party, pada Jumat (2/11). Sekaligus, memastikan diri sebagai wakil Jakarta Timur untuk bersaing dengan para finalis dari tiga regional lainnya (West, North, dan South), pada babak Championship di GOR Soemantri, 10-17 November mendatang. Tim putri SMAN 21 Jakarta, menjadi tim terakhir yang menempati slot semifinal. Kepastian itu diraih srikandi Dust (julukan SMAN 21), setelah menundukkan SMA Don Bosco 2, dengan keunggulan 28-18, pada Selasa (30/10). Hasil itu membawa Dust menantang SMAN 36, di fase semifinal. SMAN 36 sebelumnya terlebih dahulu memastikan tiket empat besar usai mengandaskan SMAN 42 Jakarta dengan skor telak 29-8. Laga semifinal putri lainnya mempertemukan SMA Labschool Rawamangun, dengan runner-up Honda DBL edisi 2015, SMAN 71 Jakarta. SMA Labschool Rawamangun menjadi tim pertama yang mengunci tiket semifinal. Mereka menyudahi perlawanan SMAN 39 Jakarta, dengan skor 16-7. Sementara itu, Sapta Eka (julukan SMAN 71) menyegel tiket semifinal setelah melangkahi lawannya SMAN 12 Jakarta, dengan skor meyakinkan 20-7. Sedangkan, persaingan di sektor putra pun tak kalah seru. Tiga slot semifinal juga baru bisa dipastikan, pada Selasa (30/10). Adalah SMA Islam Al Ma’ruf, SMAN 21 Jakarta, dan SMAN 39 Jakarta, lolos melaju ke semifinal. Tim putra SMAN 61 Jakarta menahbiskan diri sebagai tim pertama lolos ke babak Empat Besar. Lalu skuat debutan, tim SMA Islam Al Ma’ruf, yang tak terduga menumbangkan SMAN 54 Jakarta, dengan keunggulan tipis 23-20, Selasa (30/10). Hari ini, layak ditunggu apakah kejutan itu berlanjut. Lawan SMA Islam Al Ma’ruf pada semifinal adalah tim kuda hitam SMAN 61 Jakarta, yang menyingkirkan finalis Honda DBL DKI Jakarta Series dua tahun beruntun, SMAN 71 Jakarta, dengan skor 29-22. Laga semifinal putra lainnya, akan mempertemukan SMAN 21 Jakarta versus SMAN 39. Jagoan Dust (julukan SMAN 21) berangkat ke partai ini, setelah menyudahi perlawanan SMA Fons Vitae 1, dengan skor 39-15, pada Selasa (30/10). Hasil itu membuat Dust sebagai satu-satunya sekolah di Jakarta Timur, yang mengirim tim putra dan putrinya di semifinal. Dust akan ditantang oleh tim putra SMAN 39 Jakarta. Berstatus sebagai tim debutan, Galan (julukan SMAN 39) sukses menyingkirkan SMAN 14, dengan keunggulan 30-18, kemarin. (Adt)

Persija U-19 Bantai 7-1 PS TIRA U-19, The Young Tiger Juara Grup dan Lolos 8 Besar

Persija Jakarta U-19 (oranye) memastikan diri menjadi juara Grup A Liga U-19, usai laga terakhir membantai PS TIRA U-19 dengan skor telak 7-1, di Stadion Atletik Luar, Kompleks Jakabaring, Palembang, Selasa (30/10). The Young Tiger pun melaju ke babak delapan besar Liga 1 U-19 2018. (Persija.id)

Palembang– Persija Jakarta U-19 memastikan diri menjadi juara Grup A Liga U-19, usai laga terakhir membantai PS TIRA U-19 dengan skor 7-1, di Stadion Atletik Luar, Kompleks Jakabaring, Palembang, Selasa (30/10). Gol Persija lahir dari hattrick Ghalih Apriliana, dua gol Ammarsyahdi, dan gol Irwanto Bajo serta Mario Nucahyo. Tim asuhan Sudirman memimpin klasemen akhir Grup A dengan perolehan 20 poin, unggul dua poin dari Sriwijaya FC. Atas keberhasilan ini, asisten pelatih Washiyatul Akmal mengaku lega karena ini sesuai target awal manajemen. The Young Tiger mampu mendulang enam kali kemenangan, dan masing-masing dua hasil seri dan kalah. “Kami bersyukur, Alhamdulillah diberi kemenangan oleh Allah SWT di laga terakhir, dimana kami bermain seperti yang kami harapkan tetap tidak anggap remeh lawan,” ujar Akmal, selepas laga, pada Selasa (30/10). “Anak-anak pun bermain seperti yang kami harapkan. Setiap pertandingan kami bilang pertandingan ini adalah final, final, final. Alhamdullilah diaplikasikan sesuai yang kami inginkan,” tambah mantan gelandang Persija Jakarta era 2000an ini. Meski lolos ke babak 8 besar, Akmal berharap anak asuhnya jangan cepat puas. Mengingat di 8 besar lawan berat sudah menanti. Anan Lestaluhu dan kolega akan menunggu, siapa yang akan menjadi lawannya di babak delapan besar. “Usai lolos ke 8 besar, kami harapkan kami tetap fokus dan tim pelatih tetap akan lakukan evaluasi. Dengan ini kami bisa terus melaju sejauh mungkin di turnamen ini,” tutupnya. Rencananya, pengundian fase delapan besar Liga 1 U-19, akan digelar di Jakarta, pada Rabu (31/10). Dan babak delapan besar akan dimulai Senin (5/11) dengan sistem Home Tournament dan dibagi menjadi dua grup. Pada 2017 lalu, Persipura Jayapura U-19 merebut juara Liga 1 U-19 2017. Mutiara Hitam menekuk Persib Bandung U-19, di laga final yang digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, pada Selasa (6/11/2017). Satu-satunya gol di laga ini dicetak melalui tendangan bebas, Todd Rivaldo Ferre, pada menit ke-30. Valdo, sapaannya, saat itu selain membawa timnya juara, striker mungil yang kini membela Timnas U-19 itu juga keluar sebagai pemain terbaik dan membawa pulang hadiah Rp 25 juta. (art)

Tundukan Jabar 54-46, Putri Kalbar KU-18 Pastikan Tiket Semifinal Kejurnas Basket di Pontianak

Tim Putri Kalimantan Barat (Kalbar) U-18 memastikan langkah ke babak semifinal Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Basket KU-16 Putra dan KU-18 Putri, usai menumbangkan Jabar, dengan skor 54-46 di GOR Perbasi, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa (30/10). (tribunnews.com)

Pontianak- Sebanyak 15 tim basket, yakni 8 tim putra dan 7 tim putri bersaing menjadi yang terbaik di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Basket KU-16 Tahun Putra dan KU-18 Tahun Putri, di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), pada 30 Oktober-3 November 2018. Adapun tim-tim yang berlaga diantaranya untuk KU-16 Putra, di Grup A, terdapat tuan rumah Kalbar, Jawa Tengah (Jateng), Banten, dan Sumatera Utara (Sumut). Sedangkan Grup B, dihuni Jawa Timur (Jatim), DKI Jakarta, Kalimantan Timur (Kaltim), Jawa Barat (Jabar). Sementara, di Grup A KU-18 Putri, ditempati Jatim, DKI Jakarta, Kaltim, dan Jateng. Kemudian, di Grup B, ada tuan rumah Kalbar, Jabar, dan Riau. Melakoni laga perdana di Gelanggang Olahraga (GOR) Perbasi, Kota Pontianak, pada Selasa (30/10), tim tuan rumah menorehkan hasil positif. Tim KU-16 Kalbar putra berhasil meraih kemenangan atas Sumut dengan skor meyakinkan 85-47. Hasil ini membuka peluang ke semifinal. Asalkan, tuan rumah berhasil mengukir kemenangan kedua kontra Banten. Sedangkan, srikandi tuan rumah berhasil menumbangkan Jabar, dengan skor 54-46. Kemenangan ini memastikan langkah tim Putri Kalbar KU-18 ke semifinal. Sebab, di Grup B hanya dihuni 3 tim. Selanjutnya, tim tuan rumah hanya tinggal berhadapan dengan Riau, di pertandingan terakhir. Terpisah, Jatim melalui Evi Ekawati, Manajer Tim, membidik gelar juara di Kejurnas KU-16. “Kami optimis mampu bersaing dengan tim-tim yang berkualitas dari daerah lain,” ujar Evi. Wanita yang juga menjabat Ketua Perbasi (Persatuan Bola Basket) Kota Surabaya itu, berharap anak didiknya bisa meraih hasil terbaik dengan menjadi juara. “Kejurnas ini juga sebagai media menambah pengalaman dan jam terbang bagi para atlet muda. Selain itu, dapat membentuk pemain, agar bisa menjadi atlet yang berkarakter,” pungkas Evi. (Adt)

Kirim Remaja 15 Tahun Tampil di BWF World Junior Championships 2018, Ajang Seleksi Aset Masa Depan Indonesia

Pebulu tangkis tunggal putri junior, Stephani Widjaja, yang baru berusia 15 tahun, berpose di sela event Pembangunan Jaya Junior Grand Prix 2018, pada April lalu. Ia menjadi anggota skuat Indonesia yang akan tampil di BWF World Junior Championships 2018, di Ontario, Kanada, awal November. (bulutangkis.com)

Jakarta- Jelang keberangkatan ke Kanada, Wakil Ketua Umum 1 PP PBSI, Alex Tirta memberi semangat kepada tim junior Indonesia yang akan bertanding di BWF World Junior Championships 2018. Alex berharap para garuda muda bisa mengeluarkan kemampuannya dengan maksimal dan bertanding tanpa beban. “Segala persiapan dan latihan sudah dilakukan dengan maksimal. Saya harap para atlet mampu mengeluarkan permainan terbaiknya. Keinginan menang pasti ada, tapi jangan sampai membebani penampilan di lapangan. Saya yakin kalian bisa,” ujar Alex pada pelepasan tim di Pelatnas PBSI Cipayung, Senin (29/10). Sebanyak 23 atlet Indonesia turun pada BWF World Junior Championships 2018 yang berlangsung pada 5-18 November 2018 di Markham Pan Am Venue, Ontario, Kanada. BWF World Junior Championships 2018 akan mempertandingkan dua nomor, yaitu beregu dan perorangan. Pertandingan beregu campuran berlangsung pada 5-10 November. Sedangkan perorangan berlangsung mulai 12-18 November. Tim Indonesia rencananya akan bertolak ke Kanada pada Rabu (31/10), menggunakan maskapai Cathay Pacific Airways CX 792, pukul 05.45 WIB, dari bandar udara Soekarno Hatta, Cengkareng. Rata-rata pemain Indonesia yang tampil di turnamen kali ini, masuk skuat tim junior Indonesia di Asia Junior Championships 2018 pada Juli lalu di Jakarta. “Pemilihan dilihat dari prestasi, rangking, dan potensi atlet, juga kebutuhan tim,” kata manajer tim junior Indonesia, Susy Susanti, awal Oktober lalu. “Target kami pada event ini meraih satu gelar juara. Kami usahakan mempertahankan dua gelar,” tuturnya. Tahun lalu, di kejuaraan yang sama, Indonesia berhasil pulang dengan membawa dua gelar melalui Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri) dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Salah satu terobosan yang dilakukan PP PBSI adalah mengirim Stephani Widjaja. Stephani adalah aset Indonesia di tunggal putri. Pada April lalu, ia menjadi andalan tim Indonesia U-19, pada turnamen bulutangkis Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix 2018 di GOR PB Jaya Raya Bintaro, Tangerang Selatan. Sayang, langkah Stephani di nomor tunggal putri, gagal. Menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke perempat final, Stephani harus terhenti. Dia kalah 13-21, 2-11 (ret), dari pemain China, Yang Ruiwen. Stephanie masih berusia 15 tahun dan bernaung di bawah Klub Jaya Raya, Jakarta. Secara umur, Runner Up U-15 tunggal putri Asia Youth 2017 ini sebenarnya masuk kategori U-17. Namun, remaja kelahiran Jakarta, 19 Februari 2003 itu, justru ikut kelas yang lebih tinggi, bersaing dengan pemain yang secara umur lebih tua dan unggul dalam pengalaman. Pada 2018, Stephani tercatat sebagai atlet bulutangkis termuda, yang namanya lolos dipanggil masuk Pelatnas PP PBSI, dengan status magang. (Adt) Komposisi Skuat Indonesia di BWF World Junior Championships 2018 BEREGU Putra 1. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 2. Karono 3. Alberto Alvin Yulianto 4. Leo Rolly Carnando 5. Daniel Marthin 6. Ghifari Anandaffa Prihardika 7. Pramudya Kusumardana Riyanto 8. Rehan Naufal Kusharjanto 9. Christian Adinata 10. Bernadus Bagas Kusumawardana Putri 1. Putri Kusuma Wardani 2. Stephani Widjaja 3. Yasnita Enggira Setiawan 4. Siti Fadia Silva Ramadhanti 5. Agatha Imanuela 6. Ribka Sugiarto 7. Febriana Dwipuji Kusuma 8. Lisa Ayu Kusumawati 9. Putri Syaikah 10. Nita Violina Marwah PERORANGAN Tunggal Putra 1. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 2. Karono 3. Alberto Alvin Yulianto 4. Christian Adinata Tunggal Putri 1. Putri Kusuma Wardani 2. Stephani Widjaja 3. Yasnita Enggira Setiawan 4. Olivia Chelin Maria Ganda Putra 1. Daniel Marthin 2. Leo Rolly Carnando 3. Ghifari Anandaffa Prihardika 4. Pramudya Kusumardana Riyanto 5. Dwiki Rafian Restu 6. Bernadus Bagas Kusumawardana Ganda Putri 1. Siti Fadia Silva Ramadhanti 2. Agatha Imanuela 3. Ribka Sugiarto 4. Febriana Dwipuji Kusuma 5. Putri Syaikah 6. Nita Violina Marwah Ganda Campuran 1. Rehan Naufal Kusharjanto 2. Siti Fadia Silva Ramadhanti 3. Ghifari Anandaffa Prihardika 4. Lisa Ayu Kusumawati 5. Pramudya Kusumardana Riyanto 6. Ribka Sugiarto 7. Leo Rolly Carnando 8. Indah Cahya Sari Jamil

Lakoni Penyisihan Kejuaraan Basket Asia U-18 Putri, Srikandi Muda Indonesia Kalah Telak Dari Australia dan Korea Selatan

Timnas Basket Putri Indonesia U-18 yang diisi Adelaide Callista Wongsohardjo dan kolega, kalah telak di dua laga penyisihan Grup A, FIBA Usia (U)-18 Women’s Asian Championship (Kejuaraan Asia U-18), di Sree Kanteerava Indoor Stadium, Bengaluru, Karnataka, India. (FIBA)

Bengaluru- Srikandi muda Indonesia harus mengalami kekalahan telak di dua laga penyisihan Grup A, FIBA Usia (U)-18 Women’s Asian Championship (Kejuaraan Asia U-18) 2018, di Bengaluru, Karnataka, India. Bertanding di Sree Kanteerava Indoor Stadium, pada Minggu (28/10), Adelaide Callista Wongsohardjo dan kolega dipaksa menyerah dari Australia, dengan skor 28-96. Di pertandingan itu, Indonesia tercatat melakukan 33 turn over. Faizzatus Shoimah, siswi SMAN 8 Malang, Jawa Timur (Jatim), mencetak poin terbanyak skuat Merah Putih, yakni 8 poin, 4 rebound, dan 1 steal. Di tim Australia, Isobel Anne Anstey, pemain center berusia 17 tahun ini mampu mencetak 20 poin, 12 rebound, 2 assist, dan 4 steal. Berikutnya, pada Senin (29/10), Indonesia dipaksa menyerah 40-84 dari Korea Selatan (Korsel). Di kuarter pertama, Indonesia tertinggal 6-20. Tim Negeri Gingseng makin memantapkan keunggulan setelah memundi 25 poin di kuarter kedua. Pertandingan berakhir dengan kedudukan 45-14 untuk Korsel. Indonesia berusaha bangkit dengan mendulang 16 poin di kuarter ketiga. Namun hasil itu belum cukup mengejar defisit poin dari Korsel yang mampu memanen 24 poin. Korsel tetap memimpin 69-30. Di kuarter akhir, kedua tim tetap tampil impresif. Sayang, akurasi yang buruk membuat Adelaide Callista Cs tak mampu mendulang poin. Sebaliknya, Korsel yang dimotori Jihyun Park memaksimalkan kesempatan melesakkan bola ke keranjang Indonesia. Hasilnya, laga berakhir dengan keunggulan 40-84 untuk Korsel. Dikubu Korsel, Jihyun Park, forward berusia 18 tahun ini mencetak 20 poin, 9 rebound, 5 assist, 3 steal, dan 1 block. Sebaliknya, Indonesia melalui Adelaide Callista, point guard kelahiran 12 Oktober 2001, menghasilkan 5 poin, 5 rebound, 2 assist, dan 3 steal. Indonesia melakoni laga kontra Cina Taipei, pada Selasa (30/10). Laga kedua tim adalah pertandingan terakhir penyisihan Grup A. Senasib, Cina Taipei juga menelan dua kekalahan, yakni melawan Korsel 56-64, dan Australia 66-106. Nantinya, semifinalis kompetisi ini berkesempatan lolos langsung ke Piala Dunia Basket U-19, pada 2019, di Thailand. (Adt)

Genjot Kualitas Atlet, Kei Shin Kan Segera Perbanyak Event Nasional Dan Junior

Karateka Kei Shin Kan asal Jawa Barat, Silvani Anjela (16 tahun), menjadi juara best of the best kadet-junior Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kei Shin Kan edisi ketujuh 2018. Juara kumite -53 kg junior putri itu jadi yang terbaik, usai menekuk karateka juara kelas 48 kg putri junior asal Sumatera Utara, Nadya Zaskia Harahap. (sindonews.com)

Jakarta- Perguruan Karate Kei Shin Kan akan terus meningkatkan kualitas karatekanya dengan memperbanyak event nasional. Bahkan, usai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kei Shin Kan edisi ketujuh 2018 di GOR Cempaka Putih, Jakarta, Minggu (28/10), mereka menetapkan DI Yogyakarta (DIY), sebagai tuan rumah berikutnya dua tahun mendatang. “Ini bagian dari pembinaan kontinu yang kami lakukan. DIY akan menjadi tuan rumah kejurnas berikutnya,” ujar Ketua Umum PP Kei Shin Kan Leonard Mamahit. Ia meyakini dengan banyak event yang digelar perguruan, itu membantu proses peningkatan kualitas karateka. Mereka memperoleh pengalaman bertanding dari berbagai karakter karateka. ”Kami berharap Yogyakarta siap dan mampu menggelar event dengan lebih baik lagi,” ujar Sekjen PP Kei Shin Kan Bahari, yang juga Ketua Panitia Kejurnas Kei Shinkan VII. Kejurnas Kei Shin Kan VII pada 27-28 Oktober berlangsung sangat ketat. Terbukti, event ini diikuti 412 karateka dari 14 provinsi. Kejuaraan itu mempertandingkan 87 nomor kata dan kumite putra putri dalam tujuh kategori junior dan dua senior, yakni kategori prausia dini (6-7 tahun), usia dini (8-9 tahun), pra pemula (10-11 tahun), pemula (12-13 tahun), kadet (14-15 tahun), junior (16-17 tahun), U-21 (18-20 tahun), senior (>20 tahun), dan veteran. Pada event itu, tim Kei Shin Kan Jawa Barat, tampil sebagai yang terbaik dengan 31 medali emas, 30 perak, dan 35 perunggu. Posisi kedua direbut tim Kei Shin Kan Sumatera Utara, yang meraih 20 medali emas, 9 perak, dan 11 perunggu. Tuan rumah DKI Jakarta, menempati posisi ketiga dengan 4 emas, 6 perak, dan 22 perunggu. Kesuksesan tim Jawa Barat makin sempurna, dengan penampilan Silvani Anjela (16 tahun), menjadi juara best of the best kadet-junior. Juara kumite -53 kg junior putri itu menjadi yang terbaik, setelah menundukkan karateka juara kelas 48 kg putri junior asal Sumatera Utara, Nadya Zaskia Harahap. Sementara best of the best putra jatuh ke tangan karateka Sumatera Utara, Willy Situmorang. Willy yang sebelumnya sudah menjuarai kelas 76 kg putra junior, menjadi yang terbaik setelah menundukkan rekan setimnya, Muhammad Idil, yang juara kelas 55 kg putra junior. ”Kami berharap kejurnas ini menjadi tambahan pengalaman bagi karateka kami. Kami akan terus membina dan mempersiapkan mereka dengan mengirimkan atlet ke event nasional yang digelar PB Forki maupun event internasional lainnya,” ujar Leonard. Kejurnas Kei Shin Kan 2018 ini juga semakin bermakna berkat kehadiran Ketua Kei Shin Kan Internasional Shihan Kisaku Uchida yang juga pemegang sabuk hitam Dan 8, Ketua Kei Shin Kan Jepang Eiichi Yamazaki (Dan8), serta Ketua Kei Shin Kan Singapura dan Australia. “Dari sisi teknik, saya lihat Kei Shin Kan Indonesia sudah sangat bagus. Kejurnas seperti ini sangat penting untuk mengasah jam terbang dan kemampuan karateka. Karena, dalam mencetak karateka andal diperlukan latihan rutin dan pertandingan kontinu,” kata Shihan Uchida. (Adt)

Sengit Sesama Satu Wilayah, Derby Duren Sawit Akhirnya Resmi Milik SMAN 61

Dua tim sekolah yang sama-sama berasal dari Duren Sawit, SMAN 61 dan SMAN 71, harus melakoni derby, dalam lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region, di GOR Pulogadung, Senin (29/10). SMAN 61 akhirnya menang 29-22. (DBL)

Jakarta- Duel sengit tersaji dalam lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region, di GOR Pulogadung, Senin (29/10). Dua tim sekolah yang sama-sama berasal dari Duren Sawit, SMAN 61 dan SMAN 71, harus melakoni derby. Demi melanjutkan langkah pada kompetisi basket pelajar terbesar di tanah air ini. Sejak tip-off dimulai, laga derby ini langsung membuat para penonton riuh. Kedua tim saling berbalas mengoyak ring dan ngotot memenangkan laga sore hari ini. Namun, SMAN 61 berhasil menyudahi perjalanan runner-up Honda DBL DKI Jakarta Series tahun lalu, SMAN 71, lewat keunggulan 29-22. Pada menit-menit awal, Sapta Eka (Julukan SMAN 71) dan SMAN 61 sama-sama scoreless. Kedua tim menuai kebuntuan dalam mencetak poin. Inisiatif time out langsung diambil Sapta Eka, Addy Mulyadi pada menit ketiga. Sejak itu, skuat Sapta Eka langsung terbakar. Finalis edisi 2016 dan 2017 itu mengeluarkan tajinya. Tiga poin Ananta Dandy menutup keunggulan Sapta Eka, skor 6-4. Memasuki kuarter kedua, SMAN 61 berbalik unggul. Melalui forward Dhimas Aldry, yang berhasil membukukan 8 poin untuk membawa timnya unggul. Belum genap satu menit berlaga, pemain bernomor punggung 9 itu langsung mencetak three point. Hal itu jadi titik balik SMAN 61 untuk unggul atas rival abadinya, dan menutup kuarter kedua dengan berbalik unggul. Tyas Satrio dkk unggul 15-8. Ketatnya laga semakin meningkat pada kuarter ketiga. Kali ini, Sapta Eka yang kembali unggul atas SMAN 61. Duet Nasser Muhammad dan Ananta Dandy membuat tim polesan Muhammad Fahmi tak berkutik. Torehan 6 poin Nasser dan Ananta dari total 10 poin Sapta Eka, pada kuarter ketiga membuat mereka unggul tipis satu bola. Sementara SMAN 61, hanya mampu membukukan 1 poin pada kuarter ini, skor 18-16, jadi milik Sapta Eka atas rivalnya. Puncak drama terjadi, saat memasuki kuarter keempat. Pada babak penentu ini, kedua tim asal Duren Sawit terlihat ngotot untuk memenangkan laga. Digadang-gadang sebagai sebagai final prematur, SMAN 61 menunjukkan mereka layak dipandang di Honda DBL DKI Jakarta. Tim berjersey putih ini memperlihatkan team work yang lebih baik, pola permainan mereka sangat terlihat rapi pada kuarter penentu. Kali ini center andalan mereka, Yoel Marco mampu membawa timnya unggul. Torehan 14 rebound pemain berpostur tinggi 190 sentimeter ini, membuat barisan penyerangan Sapta Eka buntu. Ditambah, absennya salah satu guard andalan Sapta Eka, Muhammad Hafizh, yang membela DKI Jakarta di Kejurnas Basket U-16 di Pontianak, Kalbar, makin membuat Sapta Eka sulit berkembang pada masa-masa krusial. Hal ini sudah diprediksi Fahmi, sebagai arsitek tim. “Kami sudah scouting pemain SMAN 71, saat mereka tanding pada babak awal East Region. Jadi, saya sudah sangat menyiapkan plot pemain untuk saling menempel ketat pemain andalan mereka. Dan hal itu berhasil, Alhamdulillah kami menang,” jelas Fahmi. (Adt)

Dua Skuat Timnas U-16, Kini Resmi Memperkuat Persebaya Surabaya U-16 Di Ajang Liga 1 U-16

Persebaya Surabaya U-16 menurunkan dua pemain Timnas U-16, Ernando Ari Sutaryadi (71) dan Brylian Negietha Dwiki Aldama (68), dalam laga perdana Seri 3 ajang Liga 1 U-16 Grup C, di Makassar, Sulawesi Selatan, pekan ini. (Persebaya.id)

Surabaya- Kiper Timnas U-16, Ernando Ari Sutaryadi, resmi bergabung dengan Persebaya U-16, untuk berlaga di kancah Liga 1 U-16. Ernando bahkan dimainkan saat Persebaya U-16 menghadapi PSM Makassar, Senin (29/10). Usai mendatangkan Brylian Negietha Dwiki Aldama, Persebaya U-16 kembali merekrut skuat Timnas U-16 lainnya, yakni Nando, sapaannya, yang berposisi sebagai kiper. Remaja kelahiran Semarang, 2 Februari 2002, didatangkan ke Persebaya U-16, karena memiliki hubungan baik dengan keluarga. “Nando kini sudah resmi memperkuat Persebaya U-16. Ada hubungan yang baik antara kami dan keluarganya. Kebetulan adiknya, pemain Putra Surabaya U-13,” ungkap Yahya Hasan Alkatiri, manajer Persebaya U-16. Nando yang mengawal gawang Timnas U-16 pada Piala Asia U-16 2018 langsung dimainkan, saat Persebaya U-16 melawan PSM Makassar U-16, di Lapangan Hasanuddin, Makassar. Pada laga itu, Persebaya U-16 harus puas bermain imbang dengan skor 1-1 versus PSM U-16. Persebaya U-16 sempat tertinggal pada menit ke-6, melalui gol Aan Sesario. Pada menit ke-31, M. Akrom, akhirnya berhasil mencetak gol penyeimbang. Sehari sebelumnya, Brylian sukses mencatatkan debut manis, saat mencetak gol kemenangan melawan Mitra Kukar U-16, pada Liga 1 U-16, Minggu (28/10). Menghadapi Mitra, pada laga perdana Seri 3 Liga 1 U-16 Grup C, gelandang enerjik Timnas Garuda Asia ini mencetak satu-satunya gol pada laga itu. Bermain di Lapangan Hasanuddin, Makassar, Persebaya U-16 baru bisa mencetak gol jelang laga usai. Brylian sukses mencetak gol pada menit ke-60 setelah menerima umpan dari Ega Vafian Fitrianto. Ia melepaskan tembakan kaki kanan untuk membobol gawang Mitra, yang dikawal Muhammad Syahru Ramadhan. Hingga laga usai, skor 1-0 Persebaya U-16 atas Mitra U-16 tetap bertahan. Laga melawan Mitra, sekaligus menjadi partai perdana Brylian, menjadi skuad Persebaya U-16. Laga debut remaja kelahiran Sidoarjo 23 Februari 2002, bersama Persebaya U-16 makin berkesan, dengan catatan gol yang dicetak pemain yang punya daya jelajah tinggi saat bermain. (art)

Tim Putra SMAN 1 Denpasar Kampiun Kadispora Cup 2018, Event Berikutnya Siap Munculkan Bibit Baru Pebasket Bali

Tim putra SMA 1 Denpasar (hitam) menjadi juara, usai menekuk SMA Soverdi Badung Kuta, dengan skor 70 -51, dalam Kejuaraan basket antar SMA tingkat Nasional putra-putri Kadispora Cup 2018, yang digelar mulai 22-28 Oktober di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Sementara SMA SKO Ragunan Jakarta menjadi juara di kategori putri. (wartabalionline.com)

Denpasar– Kejuaraan basket antar SMA tingkat Nasional putra-putri Kadispora Cup 2018 yang digelar mulai 22-28 Oktober di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali, rampung. Pada laga final Minggu (28/10), SMAN 1 Denpasar (Smansa) menyerah 57- 67, dan SMA Ragunan Jakarta keluar sebagai juara katagori putri. Pelatih SMA Ragunan Rino Tendean, mengakui pertandingan final sangat bagus. Setiap quarter laga berjalan ketat. Dan raihan poin selalu saling berkejaran. Apalagi tim Ragunan sempat tertinggal di quarter pertama meskipun tipis. Beruntung quarter selanjutnya Ragunan mampu mengambil alih. Sedangkan pelatih tim putri Smansa, Adi Setiawan mengakui timnya tak begitu maksimal di final, terutama di penyelesaian akhir. Banyak poin terbuang percuma, padahal kesempatan sudah didepan mata. Juga pertandingan sangat ketat. Di laga lain, SMAN 2 (Resman) Denpasar, merebut peringkat ketiga, usai mengalahkan SMAN 1 Mengwi, dengan skor 66-42. Sedangkan di sektor putra, Smansa meraih titel juara Kadispora Cup. Di final, Smansa mengalahkan SMA Soverdi Badung Kuta, dengan skor 70-51. Laga final menambah panjang kekalahan Soverdi dari Smansa. Sejak awal coach Soverdi, IGN Ngurah Teguh bertekad mengalahkan Smansa. Namun hal itu tak terwujud. Sebab penampilan anak asuh Rusta Wijaya, terlalu tangguh bagi Soverdi, yang harus puas di posisi kedua. Sementara tempat ketiga di bagian putra, ditempati SMAN 2 Denpasar (Resman) Denpasar, usai menekuk Smanela 49-62. Dalam sambutan penutup, ketua panitia Kadispora Cup 2018, Cokorda Raka Satrya Wibawa, mengaku puas dengan pelaksanaan event tahun ini. Ia berharap regenerasi pebasket semakin lancar dengan adanya turnamen ini. “Dua tahun terakhir, gairah basket di Bali mulai bangkit lagi. Di putri ada Merpati Bali yang mengikuti kompetisi Srikandi Cup dan harapan kami lewat Kadispora Cup akan bermunculan bibit-bibit basket Bali di sektor putra putri, untuk persiapan PON dan kejuaraan nasional lainnya,” kata Coka Raka, dalam rilisnya. Asa melihat olahraga basket di Bali dapat berprestasi kembali tingkat nasional diamini oleh beberapa mantan pebasket profesional yang kini berdomisili di Bali, seperti IGN Rusta Wijaya (eks Kalila Jakarta), IGN Ngurah Teguh dan Ary Sapto (Hang Tuah Sumsel), hingga Putu Donny Hermawan (Pacific Surabaya). “Kadispora Cup adalah momentum yang tepat, untuk memulai era regenerasi basket di Bali. Kami sudah melihat beberapa potensi baru di tim putra maupun putri. Kami butuh kompetisi yang konsisten dari level kelompok umur, pelajar dan juga antar klub,” jelas IGN Ngurah Teguh yang juga pelatih tim SMA Putra Soverdi Badung. “Kami akan menggelar berbagai kejuaraan basket ataupun cabang lainnya, di tingkat nasional. ASW Sports didirikan sebagai amanah membaktikan visi dan misi kami, salah satunya menularkan kecintaan olahraga di Bali. Jangan hanya mengandalkan dari Perbasi atau Koni Provinsi Bali saja,” sahut Ali Santoso Wibowo pendiri ASW Sports. Pujian terhadap pebasket Bali, dilontarkan Yohanes Kristian, pelatih SMAK 1 Bina Bakti Bandung. Ia menilai mereka punya potensi sama baiknya dengan pebasket di Pulau Jawa. “Karakter pemain Bali keras dan skillnya tak kalah dengan pebasket di Pulau Jawa. Mereka akan berbicara banyak dan menyumbang pemain di timnas,” ujar Yohanes. Rencananya di awal bulan Desember mendatang, ASW Sports kembali akan menggelar kejuaraan turnamen bola basket terbuka KU-14 nasional, dan antar klub yang membolehkan mantan pemain professional terlibat didalamnya. (Adt) Hasil kejuaraan Kadispora Cup 2018 Putra Juara 1 SMA 1 Denpasar (Smansa) Runner Up SMAK Soverdi Tuban Badung Peringkat 3 SMA 2 Denpasar (Resman) Putri Juara 1 SKO Ragunan Jakarta Runner Up SMA 1 Denpasar (Smansa) Peringkat 3 SMA 2 Denpasar (Resman)

Rebut Gelar Indonesia Internasional Challenge 2018, Ganda Putra Merah Putih Masih Menjanjikan

Psangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama (kedua kanan) dan Frengky Wijaya Putra (kanan), sukses menjadi juara di ajang Paytren Berkat Abadi Indonesia Internasional Challenge 2018, di GOR Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (28/10). (Antaranews.com)

Surabaya- Kejuaraan bulutangkis ‘Paytren Berkat Abadi Indonesia Internasional Challenge 2018’, berakhir pada Minggu (28/10), di GOR Sudirman, Surabaya, Jawa Timur. Sektor ganda putra menunjukkan prestasi gemilang dengan menghadirkan all Indonesian final. Duet Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra (2) saling berhadapan dengan Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana. Di partai pamungkas, Sabar/Frengki akhirnya sukses menjadi kampiun, usai menekuk kompatriotnya itu, straight game, dengan skor 21-16, 21-15. Pertandingan itu memakan waktu 32 menit. “Alhamdulillah. Soalnya baru pulih lagi setelah 2 bulan rehat dari cedera. Hasil ini bisa dikatakan di luar dugaan, karena dari babak-babak awal saya masih merasa tegang di lapangan,” ujar Sabar usai laga. “Apalagi ini menjadi turnamen pertama bagi saya paska cedera,” lanjutnya. Dijelaskan Sabar, kunci kesuksesan di pertandingan final kali ini berusaha lebih tenang. “Karena lawan pasti tanpa beban mainnya, soalnya mereka usianya di bawah kami. Yang pasti harus bisa kontrol saja,” urainya. Selain sektor ganda putra, Indonesia juga berhasil membawa pulang gelar di sektor tunggal, melalui Chico Aura Dwi Wardoyo (11) yang menyingkirkan pemain senior, Sony Dwi Kuncoro (4), straight game, 21-15, 21-9, dalam tempo 33 menit. Juga, sektor ganda putri, lewat Tania Oktaviani Kusumah/Vania Arianti Sukoco. Mereka menaklukan wakil Jepang, Miki Kashihara/Miyuki Kato (5), 20-22, 21-11, 21-11, yang memakan waktu 53 menit. Sedangkan nomor tunggal putri, dimenangkan wakil Jepang, Shiori Saito (4), yang menumbangkan Se Young An asal Korea Selatan, straight game, dengan skor 21-12, 21-13, pada pertarungan berdurasi 37 menit. Jepang juga merebut gelar di ganda campuran, setelah dobel Kohei Gondo/Ayane Kurihara (1) sukses membungkam wakil tuan rumah, Adnan Maulana/Shela Devi Aulia (6), straight game, 21-17, 23-21, selama 33 menit. (Adt)

Punya Pemain Raksasa, Laju SMAN 21 Tak Terhadang Eka Paksi di DBL 2018 Jakarta East Region

SMAN 21 Jakarta (Dust) beruntung memiliki Ihsan Faiz Ilhamsyah (4). Big man bertinggi 190 sentimeter dan bobot 105 kg ini, seolah menjadi ‘monster’ yang sulit dibendung pasukan Eka Paksi (julukan SMAN 81), dalam lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region, di GOR Pulogadung, Minggu (28/10). (DBL)

Jakarta- Duel sengit lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region, antara SMAN 21 Jakarta kontra SMAN 81 Jakarta, berakhir dramatis di GOR Pulogadung, Minggu (28/10). Dari awal, kedua tim saling menunjukan semangat untuk tidak mau kalah. Aksi kejar-kejaran poin pun tak terhindarkan. Namun, beruntung Dust (Julukan SMAN 21), memiliki keunggulan postur pemain. Adalah Ihsan Faiz Ilhamsyah, yang tampil sebagai pembeda. Big man bertinggi 190 sentimeter dan bobot 105 kg ini, menjadi ‘monster’ yang sulit dibendung oleh pasukan Eka Paksi (julukan SMAN 81). Duel seru hingga detik-detik akhir itu ditutup kemenangan Dust dengan skor 33-29. Pertarungan dimulai dengan perolehan poin yang sangat ketat, pada kuarter pertama skor hanya terpaut tiga angka untuk keunggulan Eka Paksi. Memasuki kuarter selanjutnya, secara perlahan Dust mengejar angka di papan skor. Para penonton pun semakin gerah melihat pertarungan sengit kedua tim. Beruntung, Dust memiliki Faiz yang berkontribusi dalam bertahan maupun saat menyerang. Faiz mampu menjadi tumpuan Dust untuk menyingkirkan Eka Paksi. Posturnya yang tinggi besar mengingatkan pada sosok pebasket di liga profesional, Toni Sugiharto. Toni adalah mantan pemain asal klub Hangtuah Sumsel, yang melejit karirnya, usai menjadi bintang bagi tim sekolahnya, MAN 2 Model Pekanbaru, di ajang Honda DBL Riau Series, pada 2008 silam. Soal duel udara, Faiz juga sangat berani menghantam center lawan, yang terus menempelnya di paint area. Selain itu, akurasi tembakan bebasnya tergolong lumayan. Pada kuarter pertama, pemain bernomor punggung 4 tersebut berhasil memasukan free throw dengan tingkat akurasi 100 persen. Tercatat, Faiz dapat mengemas 12 poin untuk timnya sepanjang pertandingan. Dari sisi pertahanan, Faiz juga memiliki andil dalam mengamankan bola-bola liar. Sebanyak 8 rebound dibukukan student athlete kelahiran Jakarta, 25 Oktober 18 tahun silam ini. Coach Dust, Rizqy Almushaddieq mengaku memang memanfaatkan kelebihan postur besar Faiz di lapangan. “Saya akui kami beruntung memiliki pemain seperti Faiz. Strategi yang kami siapkan berjalan baik, bola tersalurkan ke dalam lewat Faiz,” jelasnya. Eka Paksi sebenarnya tampil ngotot. Sang kapten, Muhammad Hafizh menjadi pemain yang menjaga asa kemenangan bagi sekolah asal Jatiwaringin tersebut. Pemain bernomor punggung 7 tersebut memiliki skill yang lengkap. Hafizh pun mengemas double-double lewat kombinasi 18 poin dan 12 rebound. Namun penampilan apiknya itu tak mampu membawa timya meraih kemenangan. (Adt)

Sabet Poin tertinggi, Pegokart 9 Tahun Aditya Wibowo Juara Gokart Asia Termuda 2018 di Malaysia

Pegokart cilik Gandasari Racing Team, Aditya Wibowo (9 tahun) ditemani sang adik, Calvin Wibowo, meraih gelar juara Asia, setelah memenangi seri 6 kejuaraan Asia Max Challenge 2018, di sirkuit Elite Speedway Plus, Malaysia, pada Minggu (28/10) siang. (beritasatu.com)

Subang Jaya- Pegokart cilik Indonesia, Aditya Wibowo (9 tahun), sukses meraih gelar juara Asia, usai memenangi seri 6 kelas Micro Max seri Rotax Asia Max Challenge (AMC) 2018. di sirkuit Elite Speedway Plus, Subang Jaya, Malaysia, Minggu (28/10) siang. Aditya tampil dengan misi khusus dan bersemangat tinggi karena harus mengejar ketinggalan 4 poin dari pimpinan klasemen kelas Micro Max, Ranvir Singh dari India. Pada babak kualifikasi, pembalap Gandasari Racing Team ini berada pada posisi ketiga di bawah Adam Mikail (Malaysia) dan Ranvir Singh. Demikian pula pada sesi Pre-final, siswa kelas 5 SD Bakti Mulia, Pondok Indah, Jakarta Selatan itu harus puas finish ketiga. Namun, berkat dukungan moril keluarganya yang mendampingi langsung di sisi sirkuit dan mendapat suntikan semangat dari pegokart senior Senna SN, Aditya membalap dengan tanpa cela. Di akhir lomba, putra sulung pasangan pengusaha Andy Wibowo dan Nadia Fransisca itu finish pertama, diikuti Ranvir. “Di final, Adit mencoba atur ritme meninggalkan lawannya terutama pembalap tuan rumah. Namun, rekan tim Ranvir, yakni Adam Mikail (Malaysia), berusaha mengganggu Adit,” ujar sang ayah, Andy, di Jakarta. Setelah berhasil mengambil alih posisi kedua, balapan terjadi dengan seru. Tampak sekali, Ranvir dan Adam mencoba memainkan strategi team order, membuat sempat terjadi overtake di antara ketiga pembalap unggulan ini. “Kekompakan” pembalap Malaysia dan India dari DRM Team tersebut membuat Adit harus mengatur strategi lebih tajam dan cermat agar tidak terulang seperti kejadian seri 5 AMC lalu. Dengan fokus dan penetrasi yang tinggi, akhirnya Adit menembus finish pertama, diikuti Ranvir kedua, dan Adam ketiga. Kerasnya persaingan sangat jelas terjadi. “Kami belajar dari kasus kejadian pada seri 5 lalu, saat Adit sudah memimpin di depan, tapi dikeluarkan oleh pembalap tuan rumah, sehingga akhirnya hanya finish ketiga,” ungkap Andy. Saat itu, ia tak bisa mendampingi Adit berlomba karena ada urusan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. “Bercermin dari itu, kami upayakan harus ada di samping Adit ketika membalap untuk menambah kepercayaan diri dan meraih hasil terbaik,” terangnya. Hasil hitung-hitungan yang mengakumulasi 5 dari 6 seri poin terbaik, Adit mengoleksi nilai tertinggi sehingga, ia berhak menyandang gelar sebagai juara AMC 2018 untuk kelas Micro Max. Bukan itu saja, pelajar kelahiran Tanjung pinang, Kepri ini juga menjadi juara termuda di kelasnya. (Adt)

Ditonton Lebih dari 65 ribu orang, Timnas U-19 Takluk 0-2 Dari Jepang Dan Gagal Lolos ke Piala Dunia U-20

Duo Timnas U-19, Witan Sulaeman (8/merah) dan Hanis Saghara (19/merah), saat berduel dengan bek Jepang U-19, Daiki Hashioka (4), yang tampil di tengah guyuran hujan, saat laga perempat final Piala Asia U-19 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (28/10). Indonesia takluk 0-2, dan gagal lolos Piala Dunia U-20 2019 di Polandia. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 harus mengubur impian melaju ke Piala Dunia U-20 kandas usai kalah 0-2 dari Jepang U-19, pada laga perempat final Piala Asia U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (28/10). Tim Samurai Biru Muda tampil lebih dominan sejak awal laga. Situasi ini memaksa Indonesia untukk tampil dominan bertahan di babak pertama. Dan lini kiri skuat Garuda Nusantara, menjadi sisi yang paling sering dieksploitasi lawan. Jepang sempat sempat membuat suporter Indonesia terdiam saat Daiki Hashioka membobol gawang Muhammad Riyandi, lewat sundulan pada menit ke-11. Tapi, gol dianulir wasit Mooud Bonyadifard (Iran), karena dianggap offside. Timnas U-19 nyaris membuka keunggulan di menit ke-36 lewat serangan balik cepat. Hanis Saghara melepaskan umpan pada Saddil Ramdani di sisi kiri kotak penalti Jepang. Sayang, tendangan Saddil masih melenceng di sisi kiri gawang Kosei Tani. Jepang yang bermain lebih sabar untuk membongkar pertahanan rapat Indonesia akhirnya membuahkan hasil di menit ke-40. Lihat foto-foto pertandingan Indonesia vs Jepang Disini Tendangan jarak jauh bek kiri, Higashi Shunki dari luar kotak penalti, bersarang di pojok kiri gawang Riyandi. Indonesia mencoba mengambil inisiatif serangan di babak kedua. Luthfi Kamal mencoba melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti di menit ke-52, namun bola belum menemui sasaran. Perjuangan anak-anak Indonesia untuk menyamakan kedudukan semakin berat, paska Jepang menggandakan keunggulan jadi 2-0 di menit ke-70. Mendapat umpan cerdik di kotak penalti, Taishei Miyashiro sukses menceploskan gawang Riyandi. Tertinggal dua gol memaksa Indonesia tampil lebih agresif. Sayang sejumlah peluang yang dimiliki gagal dimanfaatkan. Tim Merah Putih harus mengakui keunggulan Jepang 0-2 di SUGBK. Hasil negatif ini memaksa Garuda Nusantara tersingkir di Piala Asia U-19, sekaligus kembali gagal mewujudkan mimpi lolos ke Piala Dunia U-20, yang edisi 2019 berlangsung di Polandia. Namun, laga ini akhirnya dipastikan memecahkan rekor penonton non timnas senior terbanyak, dalam sejarah Piala Asia U-19 2018. Pihak Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan rekor penonton di ajang Piala Asia U-19 sebelumnya, terjadi saat Indonesia takluk dari Qatar, pada laga Grup A di SUGBK, Minggu (21/10). Kala itu 38.217 penonton hadir menyaksikan pertandingan menegangkan Indonesia dikalahkan Qatar 5-6. Rekor penonton itu kembali pecah, saat Indonesia menghadapi Jepang. Setidaknya, lebih dari 65 ribu penonton, hadir di SUGBK malam ini, menyaksikan laga Indonesia vs Jepang setelah tiket pertandingan ludes terjual. (art)

PABBSI Kirim 11 Lifter Ke Kejuaraan Dunia Turkmenistan, Atlet 17 Tahun Asal Sulsel Disiapkan Jadi Penerus

Atlet angkat besi asal Sulawesi Selatan (Sulsel), Rahmat Erwin Abdullah, yang masih berusia 17 tahun, gagal menyumbang medali pada Asian Games 2018. Pemuda kelahiran 13 Oktober 2000 itu, kini berangkat ke Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Ashgabat, Turkmenistan, 1-10 November. (Antaranews.com)

Jakarta- Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat Binaraga dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) mengirimkan 11 lifter terbaiknya ke IWF World Championships 2018 atau Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018, di Ashgabat, Turkmenistan, 1-10 November. Wakil Ketua Umum PB PABBSI Joko Pramono, dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (8/10), mengatakan bila kejuaraan dunia di Ashgabat ini sekaligus sebagai ajang kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. “Saya bersama jajaran PB PABBSI berharap bisa meloloskan atlet sebanyak mungkin demi menpertahankan tradisi medali Olimpiade. Makanya semuanya harus bisa meraih hasil maksimal,” katanya. 11 lifter Indonesia yang diberangkatkan ke Ashgabat adalah Eko Yuli Irawan dan Surahmat untuk kelas 61 kg, Deni kelas 67 kg, Triyatno dan Rahmat Erwin Abdullah kelas 73 kg. Selanjutnya Sri Wahyuni kelas 49 Kg, Yolanda Putri 49 Kg, Sarah Anggraeni kelas 55 Kg, Acchedya Jaggadhita kelas 59 Kg dan Nurul Akmal kelas + 87 Kg. Menurut Joko, tradisi meraih medali pada kejuaraan multi event terbesar di dunia itu memang harus dipertahankan. Salah satu upayanya adalah banyak menurunkan lifter pada kejuaraan yang masuk kualifikasi. Dan kegiatan tersebut dibarengi dengan proses regenerasi. Pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro Brazil, Indonesia mampu mengirimkan lima orang lifter dan dua diantaranya yaitu Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni mampu menyumbang medali untuk kontingen Indonesia. Kini, dua lifter muda Indonesia yakni Rahmat Erwin yang baru berusia 17 tahun, kelahiran Makassar (Sulsel) 13 Oktober 2000, dan Yolanda asal Deli Serdang (Sumut) 23 Januari 2000, diharapkan bisa menjadi penerus era Eko Yuli dan Sri Wahyuni, di masa depan,. Sementara itu, Manajer tim angkat besi Indonesia, Sony Kasiran mengatakan, tim saat ini sudah bertolak menuju Ashgabat, dan sebelumnya dilepas oleh Ketua Umum PB PABBSI Rosan Perkasa Roeslani. “Yang menjadi fokus PB PABBSI adalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin, untuk perebutan tiket ke Olimpiade Tokyo 2020,” katanya. (Adt)