Indonesia Tergabung di Grup C Piala Suhandinata 2025

Trofi Suhandinata Cup

Hasil drawing atau undian Piala Suhandinata 2025 sudah dirilis. Tim bulu tangkis Indonesia tergabung di Grup C. Ya, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah melaksanakan undian untuk ajang Piala Suhandinata 2025. Ini merupakan ajang Kejuaraan Dunia Junior atau BWF World Junior Championships 2025 untuk kategori beregu campuran. Berdasarkan hasil undian, Indonesia akan bergabung ke dalam Grup C. Indonesia yang merupakan unggulan ketiga di Suhandinata Cup 2025 akan berada dalam satu tim bersama Turki, Rumania, dan Belanda. Hasil undian ini cukup menguntungkan, mengingat secara level, Indonesia masih jauh dari ketiga lawan-lawannya. Sementara itu, nantinya hanya ada satu tim yang berhak lolos ke perempatfinal, yakni sang juara grup. BWF World Junior Championships 2025 akan berlangsung di Guwahati, India pada 6-19 Oktober 2025. Kategori beregu campuran akan digelar pada 6-12 Oktober 2025, dilanjutkan kategori individu pada 13-19 Oktober 2025. Indonesia pun berstatus sebagai juara bertahan di Suhandinata Cup 2025. Pada tahun lalu, tim Merah Putih yang dimotori Moh Zaki Ubaidillah keluar sebagai jawara usai mengalahkan China dengan skor 110-103. Untuk tahun ini, sistem skor untuk kategori beregu campuran pun mengalami perubahan kembali. Jika tahun lalu menggunakan sistem skor 110, untuk tahun ini sistem skor yang akan digunakan di beregu campuran adalah best of three sets dengan perolehan setiap set maksimal 45 poin. Tim yang terlebih dulu mencapai 45 poin di setiap set akan memenangkan set tersebut. Satu set terdiri dari satu pertandingan yang dimainkan oleh setiap nomor (tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, ganda campuran). Berikut Hasil Drawing Piala Suhandinata 2025: Grup A: Thailand, Denmark, Slovenia, Kepulauan Cook Grup B: Taiwan, Uni Emirat Arab, Kanada, Inggris, Norwegia Grup C: Indonesia, Turki, Rumania, Belanda Grup D: Polandia, Amerika Serikat, Hungaria, Irlandia, Filipina Grup E: China, Jepang, Singapura, Brasil, Bhutan Grup F: Malaysia, Australia, Sri Lanka, Slovakia, Vietnam Grup G: Prancis, Korea Selatan, Portugal, Mesir, Uganda Grup H: India, Hong Kong, Nepal, Ghana

Tim Perahu Naga Indonesia Raih 3 Emas di The World Games 2025

Tim Perahu Naga Indonesia

Tim Dragon Boat Indonesia sukses mengharumkan nama bangsa dengan meraih tiga medali emas dan dua medali perak dalam ajang olahraga internasional The World Games 2025 yang digelar di Chengdu, China, pada 7 hingga 17 Agustus 2025. Ajang ini menjadi momen bersejarah bagi cabang olahraga Kano, khususnya nomor Dragon Boat, di mana Indonesia menunjukkan dominasinya di level dunia. Tim yang beranggotakan atlet-atlet tangguh seperti Firmansyah Yuda, Irwan, Sutrisno, Dapit, Harjito Mugi, Roby Kuswandi, Nur Meni, Dayumin, Riska Andriyani, Maryati, Hafiza Nadia, dan Wahyuni Reski berhasil menaklukkan lawan-lawan tangguh dari berbagai negara. Medali emas pertama diraih dari kategori 10 seater 500 meter mixed, mengalahkan tim kuat dari Ukraina dan Thailand yang harus puas di posisi kedua dan ketiga. Ini menjadi pembuka kemenangan gemilang Indonesia di ajang tersebut. Tak berhenti di sana, emas kedua datang dari nomor Open 8 seater 2000 meter mixed, memperlihatkan ketahanan dan koordinasi luar biasa dalam jarak panjang. Emas ketiga disempurnakan dari nomor sprint, yakni Open 8 seater 200 meter mixed, yang menunjukkan kecepatan dan ketepatan tim Indonesia di lintasan. Sementara itu, dua medali perak yang diraih datang dari nomor 10 seater 2000 meter mixed dan Open 8 seater 500 meter mixed. Meskipun tak meraih emas di dua nomor tersebut, tim Indonesia tetap menunjukkan performa terbaiknya dengan selisih waktu yang sangat tipis dari juara pertama. Capaian ini terasa semakin spesial karena bertepatan dengan momen perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Prestasi yang membanggakan ini menjadi hadiah manis menjelang peringatan kemerdekaan, sekaligus motivasi bagi atlet-atlet muda di seluruh tanah air. Dukungan dan apresiasi pun datang dari berbagai pihak, termasuk dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Melalui akun resmi Instagram @kemenpora, pemerintah menyampaikan rasa bangganya terhadap perjuangan para atlet. “Riska, Dapit, Dayumin, Irwan, Roby, Maryati, Nur, Harjito, Nadia, Reski, Sutrisno, dan Yuda membuktikan bahwa kerja sama tim, ketangguhan, dan tekad kuat bisa membawa Indonesia berjaya di panggung dunia,” tulis Kemenpora dalam unggahannya pada Minggu, 10 Agustus 2025.

Kejurnas Tenis Junior IMTC-Wamenhan Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda

Kejurnas Tenis Junior Piala IMTC-Wamenhan RI

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Junior Piala IMTC-Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Republik Indonesia resmi dibuka Selasa (5/8) dan akan berlangsung hingga Minggu (10/8). Ajang tersebut digelar di dua lokasi, yakni Lapangan Tenis Kementerian Pertahanan Cawang, dan Lapangan Tenis Bea Cukai Rawamangun, Jakarta Timur. Ada 300 peserta yang berasal dari 82 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Peserta tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, dan Sumatra, juga dari Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Wamenhan RI, Donny Ermawan Taufanto secara resmi membuka kejuaraan tersebut, menyampaikan harapannya bahwa ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan bela negara. “Melalui kegiatan olahraga seperti tenis ini, kita berharap dapat melahirkan atlet-atlet muda yang tidak hanya berprestasi di dalam negeri, tetapi juga mampu berlaga di ajang internasional,” ujar Wamenhan. Sementara itu, Direktur IMTC (Irawati Moerid Tennis Competition), Irawati Moerid, menambahkan bahwa para petenis junior yang mengikuti kejuaraan ini adalah akar rumput yang sangat penting dalam pembentukan bibit atlet nasional. “Mereka adalah calon-calon petenis yang akan membawa nama Indonesia di panggung internasional di masa mendatang,” kata Irawati yang merupakan mantan petenis nasional. Kejurnas Tenis Junior Piala IMTC-Wamenhan merupakan kejuaraan yang diakui oleh Pengurus Besar Persatuan Lawn Tennis Indonesia (PB Pelti). Para peserta di ajang ini akan memperoleh poin yang akan menentukan peringkat nasional mereka, sehingga memberikan motivasi tambahan bagi para petenis muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kejuaraan yang berlangsung selama enam hari ini diharapkan menjadi ajang rutin yang dapat terus mengembangkan prestasi tenis junior Indonesia sekaligus memperkuat semangat bela negara melalui olahraga. Kejurnas dimeriahkan dengan eksibisi Wamenhan Donny Ermawan Taufanto dan Irjen Kemenhan Rui Fernando Guedes Palmeiras Duarte. Sumber: Media Indonesia

FIVB Volleyball Women’s U21 World Championship 2025 Dibuka Menpora

FIVB Volleyball Women’s U21 World Championship 2025

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo berharap FIVB Volleyball Women’s U21 World Championship 2025 jadi ajang menaikkan ranking dan prestasi olahraga voli Indonesia di pentas dunia. Hal itu disampaikan Menpora Dito usai membuka kejuaraan FIVB Volleyball Women’s U21 World Championship 2025 sekaligus menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia melawan Vietnam bersama Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo di Jawa Pos Arena, Surabaya, Kamis (7/8) malam. “Ajang ini untuk menaikkan prestasi timnas voli kita baik putra dan putri di ranking dunia. Jadi dengan adanya kejuaraan ini adalah langkah awal bagaimana kita bisa membangkitkan olahraga voli kita di mata dunia,” kata Menpora Dito. Menpora Dito juga menyampaikan bahwa olahraga voli adalah salah satu cabang olahraga yang banyak diminati oleh masyarakat. Dengan adanya ajang ini menurut Menpora Dito sebagai salah satu langkah untuk menaikkan animo olahraga voli di masyarakat. “Kita tahu voli sebagai salah satu cabor olahraga nomor tiga yang banyak digemari masyarakat. Jadi kejuaraan ini adalah salah satu langkah kita untuk menaikan animo olahraga voli yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia,” tambah Menpora Dito. Terkait Timnas U21 Indonesia yang bermain di ajang ini menurut Menpora Dito sebagian besar pemain-pemainya yang akan disiapkan untuk ke jenjang senior. “Timnas U21 yang bermain di ajang ini memang kita siapkan untuk ke jenjang berikutnya menjadi timnas senior yang lebih baik lagi.Insyallah ke depan pembinaan olahraga voli baik dari infrastrukturnya sampai kejuaraanya akan kita dukung,” pungkas Menpora Dito. Kejuaraan FIVB Volleyball Women’s U21 World Championship 2025 yang digelar dari tanggal 7 hingga 17 Agustus ini diikuti 24 negara, antara lain Indonesia, Tiongkok, Italia, Brazil, Argentina, Serbia, Puerto Rico, Kanada, Vietnam, Kroasia, Korea Selatan, Republik Dominika, Meksiko, Amerika Serikat, Ceko, Aljazair, Polandia, Mesir, Turki, Bulgaria, Chili, Thailand, Tunisia, dan Jepang. Pertandingan ini telah terbagi menjadi 4 kelompok untuk babak penyisihan. Timnas Indonesia berada di Pool A bersama Kanada, Argentina, Serbia, Puerto Rico, dan Vietnam.

Jadwal Piala Kemerdekaan 2025, Ajang Unjuk Gigi Timnas U17

Piala Kemerdekaan 2025

Piala Kemerdekaan 2025 dimulai dari tanggal 12 hingga 18 Juli mendatang. Turnamen internasional U-17 ini diikuti oleh empat negara yakni Indonesia, Tajikistan, Mali, dan Uzbekistan. Seluruh pertandingan Piala Kemerdekaan 2025 akan berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang. Turnamen ini juga sebagai persiapan empat negara ini yang akan tampil di Piala Dunia U-17 tahun 2025 di Qatar pada 3-27 November 2025. Saat ini Indonesia U-17 sedang menjalani pemusatan latihan di Bali. Uzbekistan merupakan juara Piala Asia U-17 2025, sementara Mali runner up Piala Afrika U-17 2025, dan Tajikistan tim yang lolos ke babak 8 besar Piala Asia U-17 2025. Pada laga pembuka tanggal 12 Agustus 2025 akan tersaji dua pertandingan yakni Mali versus Uzbekistan pukul 15.30 WIB dan Indonesia melawan Tajikistan pukul 19.30 WIB. Setelah itu, pada tanggal 15 Agustus 2025, giliran Tajikistan lawan Mali pukul 15.30 WIB dan Uzbekistan versus Indonesia pukul 19.30 WIB. Pada pertandingan terakhir tanggal 18 Agustus yakni Uzbekistan lawan Tajikistan pukul 16.00 WIB dan Indonesia versus Mali pukul 20.30 WIB. Jadwal Pertadingan Piala Kemerdekaan 2025: Selasa, 12 Agustus 2025 Mali vs Uzbekistan pukul 15.30 WIB Indonesia vsTajikistan pukul 19.30 WIB Jumat, 15 Agustus 2025 Tajikistan vs Mali pukul 15.30 WIB Uzbekistan vs Indonesia pukul 19.30 WIB Senin, 18 Agustus 2025 Uzbekistan vs Tajikistan pukul 16.00 WIB Indonesia vs Mali pukul 20.30 WIB

3×3 Indonesia Tournament 2025 Tambah Kategori Usia Demi Jaring Bibit Muda

Konferensi Pers 3×3 Indonesia Tournament 2025

Ajang basket 3×3 Indonesia Tournament kembali hadir di tahun 2025 dengan format yang lebih segar. Turnamen yang menjadi wadah unjuk gigi talenta muda ini, kini memperluas cakupannya dengan penambahan kategori usia. Inisiatif dari PT Supersport Sensation (SSS) International, yang berkolaborasi dengan PP Perbasi dan Bank Mandiri, telah menjadi magnet bagi ribuan atlet sejak pertama kali digelar pada 2022. Tak sedikit alumni turnamen ini yang kini bersinar di level nasional, bahkan internasional. Beberapa alumninya kini memperkuat Timnas 3×3 antara lain Evelyn Fiyo, Angelica Jennifer Chandra, Christine Aldora Djundawan, Natasya Amelia Putri, dan Tasya Heru Saputra. Fiyo dan Natasya bahkan tampil di ajang prestisius FIBA 3×3 Women’s Series Jakarta 2025. Sementara di sektor putra, nama Jonathan Patrick Alex turut mewakili Indonesia di kancah internasional. Direktur SSS International Azwan Karim mengatakan sejumlah alumni turnamen ini juga berhasil menembus klub-klub profesional di ajang Indonesia Basketball League (IBL) seperti Arlan Bryan Jason (Prawira), Junior Ibrahim (Dewa United), serta Kevin dan Brian (Satya Wacana). “Sejak 2022, setiap edisi turnamen ini diikuti lebih dari 2.000 atlet 3×3 dari seluruh Indonesia,” ujar Azwan dalam konferensi pers di Sarinah, Senin (4/8/2025). Mandiri 3×3 Indonesia Tournament kini menghadirkan kategori usia KU-15 dan KU-12 Mix, melengkapi kategori yang sudah ada, yaitu KU-18 dan KU-23. Turnamen tahun ini akan dibagi menjadi tiga zona utama: Sumatera (Medan, 23-24 Agustus), NTB & Bali (Lombok & Bali, 6 & 13 September), dan Pulau Jawa (Yogyakarta, Surabaya, Jabodetabek, Bandung, 20 September – 11 Oktober). Grand final akan digelar di Jakarta. Total hadiah yang diperebutkan mencapai lebih dari Rp200 juta. Biaya pendaftaran adalah Rp1 juta per tim. Format play-in kini menggunakan sistem grup, sehingga setiap tim akan bermain minimal tiga kali. Turnamen ini tetap mengacu pada standar kompetisi resmi FIBA, termasuk penggunaan perangkat event maker untuk pemeringkatan FIBA. Pendaftaran telah dibuka sejak Juli 2025, dengan kuota maksimal 12 tim per kategori. Ketua badan 3×3 PP Perbasi, Anthony Gunawan, menekankan pentingnya turnamen ini sebagai wadah pembinaan atlet muda. “Uniknya di 3×3 ini, masing-masing pemain punya individual ranking, mirip dengan badminton. Ranking ini bisa meloloskan mereka ke level Asia, Kejuaraan Dunia, atau Olimpiade,” jelas Anthony.

Atlet Panahan Berkuda Usia 14 Tahun Ini Sabet Emas di Ajang Bergengsi Eropa

Rayyan Abdul Karim

Di usia yang baru 14 tahun, Rayyan Abdul Karim Ardianto menorehkan tinta emas untuk Indonesia di kancah olahraga ekstrem dunia. Bertanding di ajang bergengsi International Horseback Archery Championship 2025, Rayyan mencuri perhatian dunia usai menyabet medali emas, mengalahkan atlet-atlet top dari Inggris hingga Hungaria. Berlaga di Pomaz, Hungaria, pada 1–3 Agustus 2025, Rayyan yang membela Wening Academy Student, tampil di kategori Stars: HA4–HA6 Junior kelas Tower 90. Di hari pertama kompetisi, Rayyan sukses membungkam para pesaingnya dengan aksi memukau di atas kuda Hucul yang setia membawanya menuju podium tertinggi. Rayyan berhasil mengalahkan para peserta lainnya dari berbagai negara yang sebagian besar berusia lebih tua darinya. Ia berhasil memanah dengan akurat dan konsisten, menjadikannya sebagai peserta talen muda yang sangat diharapkan di masa depan. Prestasi Rayyan ini mendapat pujian dan penghargaan langsung dari ketua Federasi Panahan Indonesia, Otto Rajasa. “Kami sangat bangga dengan pencapaian Rayyan. Ini menunjukkan bahwa pelatih dan program pelatihan kami benar-benar berfungsi,” kata Rajasa. Kemenangan Rayyan ini membuat Indonesia semakin dikenal di dunia olahraga panahan berkuda. Itu juga membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk meraih prestasi dan sukses, dengan usia yang masih muda, Rayyan memiliki potensi besar untuk menjadi atlet panahan berkuda yang handal dan berprestasi di masa depan. Rayyan memang dikenal sebagai pemanah muda yang berbakat sejak awal. Ia telah menunjukkan kemampuannya di berbagai kompetisi dan pertandingan baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan prestasi ini, Indonesia mengharapkan Rayyan dapat menginspirasi atlet muda lainnya untuk terus berlatih dan berprestasi di kancah internasional. Selamat kepada Rayyan Abdul Karim Ardianto atas prestasi nya! Semoga ini menjadi langkah awal dari banyak kemenangan dan prestasi lainnya di masa depan. Indonesia berharap kamu terus menjadi inspirasi untuk generasi muda atlet di negeri ini.

Kejurnas Angkat Besi Remaja & Junior Tuntas, 74 Rekornas Tercipta

Kejurnas Angkat Besi Remaja & Junior Tuntas, 74 Rekornas Tercipta

Selesai sudah Kejuaraan Nasional Angkat Besi dan Junior Pupuk Indonesia 2025. Ada 74 rekor nasional berhasil dipecahkan. Pada ajang yang digelar di GOR Saparua, Bandung, Senin (3/8/2025), 44 rekornas pecah di kelas remaja dan 30 rekornas pecah di kelas junior dari 20 kelas yang dipertandingkan. Total ada 150 atlet ikut dari 25 provinsi. Selain itu, pada Kejurnas kali ini, lifter-lifter pelatnas yang dipersiapkan menghadapi ajang Asian Youth Games (AYG) 2025 Di Manama, Bahrain, juga tampil sebagai bintang tamu, diantaranya, M.Rijal Abdillah di Kelas 60kg, Immanuel Leonard Aipassa (65kg), serta Juara Asia Remaja Putri, Alya Maulida di kelas 77kg. “Banyaknya pemecahan Rekornas membuktikan bahwa, daerah-daerah betul betul mempersiapkan atlet remaja dan junior cukup serius,” kata Sekjen Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) Djoko Pramono dalam rilis kepada detikSport. Meski begitu, Djoko juga menyayangkan ada beberapa lifter jagoan di kategori remaja ini tidak didaftarkan oleh daerahnya masing-masing. Padahal, mereka diharapkan bisa menjadi pembanding bagi lifter-lifter Pelatnas AYG yang tampil di Kejurnas ini. “Seharusnya, pada Kejurnas setiap Pengprov harus menerjunkan atlet yang terbaik. Buat apa mereka dibina seolah-olah disembunyikan. Ini level Kejurnas, kenapa ada daerah yang hanya menunjuk perwakilan dari Pengcab untuk mengikuti Kejurnas. Sangat disayangkan,” sambung Djoko. Mengomentari hasil yang diraih oleh para lifter Pelatnas AYG 2025, Djoko Pramono mengaku belum puas. Performa mereka harus ditingkatkan lagi. “Mereka belum tampil maksimal. Saya harapkan mereka untuk lebih baik lagi dalam mempersiapkan diri menghadapi AYG 2025. Rencananya, kami akan mengirimkan sebanyak 10 lifter yang berpotensi meraih medali,” papar Djoko. Sementara itu, di kategori Remaja, Jawa Timur menempati peringkat pertama dengan perolehan 6 emas, Sumatera Utara berada di peringkat kedua dengan 5 emas, 3 perak, serta 1 perunggu, dan peringkat ketiga diraih Jawa Barat (3-3-3). Di kategori Yunior, peringkat pertama diraih Besi Jawa Timur (9-2-1), Jambi di posisi kedua (6-2-1), serta peringkat ketiga ditempati Jawa Barat (5-3-1). Pada Kejurnas kali ini, gelar The Best Lifter Kategori Remaja jatuh kepada lifter putri asal Jawa Tengah, Lintang, yang tampil di kelas +63kg, sementara di bagian putra ada lifter asal Jawa Timur Samuel (71kg). Sedangkan di kategori Yunior, lifter putra asal Lampung, M.Husni (60kg) dinobatkan sebagai lifter terbaik. Di putri, Dewani Ramadhan (+63kg) jadi yang terbaik. Sumber: detiksport

Indonesia Bangga! Tim Wushu Junior Bawa Pulang 12 Emas dan 30 Medali

Wushu Junior Asia 2025

Tim Wushu Junior Indonesia menorehkan prestasi gemilang dengan meraih total 30 medali, terdiri atas 12 emas, 6 perak, dan 12 perunggu dalam ajang Kejuaraan Wushu Junior Asia 2025 yang digelar di Jianjian, China, pada 22–30 Juli. Hasil tersebut menempatkan Indonesia di posisi ketiga klasemen akhir, di bawah China dan Hong Kong. China keluar sebagai juara umum dengan mengumpulkan 17 medali emas dan 2 perunggu, sementara Hong Kong berada di peringkat kedua dengan 14 emas, 4 perak, dan 23 perunggu. Keberhasilan tim nasional Indonesia dinilai sebagai buah dari penerapan program pembinaan atlet muda secara berjenjang dan berkesinambungan. “Ini prestasi yang luar biasa. Semua ini bisa dicapai berkat komitmen dan dukungan dari pengurus dewan kehormatan dan pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, untuk menjalankan program pembinaan. Kita sudah memiliki atlet-atlet muda yang diharapkan bisa menggantikan posisi seniornya kelak,” ujar Wakil Ketua Umum II Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Kompol (Purn) Setyo Wasisto, dalam keterangan persnya. Senada dengan itu, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Khusus Taolu PB WI, Herman Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada orang tua atlet yang telah memberikan dukungan penuh terhadap anak-anak mereka dalam berlatih. “Ini adalah kejuaraan tingkat Asia untuk kelas junior. Indonesia mendapatkan 12 emas, 6 perak dan 7 perunggu dari nomor Taolu. Sedangkan nomor sanda mendapatkan 5 perunggu,” jelas Herman, yang juga pemilik Sasana Rajawali Sakti Jakarta. Ia menambahkan bahwa kontribusi orang tua dan tim pelatih menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan atlet. “Peran orang tua, pelatih dan timnya itu sangat besar,” tegasnya. Berikut daftar peraih medali dari Indonesia: Junior A Mikhael Nugroho Wibisono (1 emas, 1 perak) Thalia Marvelina Tanzil (2 emas, 1 perak) Vini Nur Azizah (1 emas, 1 perunggu) Junior B Richard Dean Kurnia (2 perunggu) Aaron Hanjaya Tios (1 emas, 1 perunggu) Clara Abigail (1 perak) Majidah Tangguh (1 perak, 1 perunggu) Junior C Zivan Abimanyu Ravendria (2 perak, 1 perunggu) Gavriel Bryan Wijaya (2 emas) Jenny Ngaserin (2 emas) Breene Jeffelin Susanto (3 emas) Sanda Junior Elang Wijaya Panjaitan (1 perunggu – 42kg) Elvina Marwa Joanda (1 perunggu – 52kg) Sania Silma Farida (1 perunggu – 56kg) Sanda Youth Kiemas Sakti Negara (1 perunggu – 52kg) Maulana Saddam Ra’uf (1 perunggu – 65kg). Sumber: Detik

PB PABSI gelar Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2025 di Bandung

Pembukaan Kejurnas Angkat Besi Remaja Junior 2025

Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Remaja dan Junior 2025 di GOR Saparua, Bandung, Jawa Barat, pada 31 Juli–5 Agustus 2025. Kejurnas yang didukung PT Pupuk Indonesia Tbk ini diikuti 220 peserta, terdiri atas 150 atlet, 39 pelatih, dan 33 ofisial dari 25 provinsi. Ketua Panitia Penyelenggara Hadi Wihardja mengatakan Kejurnas ini menjadi ajang pemantauan atlet untuk persiapan menghadapi Asian Youth Games (AYG) 2025 yang akan digelar di Manama, Bahrain, pada 22–31 Oktober mendatang. “Selain itu, kami juga menyiapkan nominasi lifter untuk program Sentra Latihan Olahragawan Muda Potensial Nasional (SLOMPN) dan Cibubur Youth Athlete Training Centre (CYATC),” kata Hadi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat. Kejurnas melombakan 20 kelas, terdiri atas 10 kelas kategori remaja dan 10 kelas kategori junior. Untuk kelompok remaja putri terdiri atas kelas 44 kg, 48 kg, 53 kg, 58 kg, dan +58 kg, sedangkan remaja putra 56 kg, 60 kg, 65 kg, 71 kg, dan +71 kg. Sementara itu, kategori junior putri mempertandingkan kelas 48 kg, 53 kg, 58 kg, 63 kg, dan +63 kg, sedangkan junior putra 60 kg, 65 kg, 71 kg, 79 kg, dan +79 kg Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengapresiasi PB PABSI yang memiliki agenda pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. “PB PABSI telah melakukan pembinaan yang sangat baik. Bendera Merah Putih selalu dikibarkan dan lagu Indonesia Raya berkumandang berkat prestasi atlet angkat besi Indonesia. Hal ini juga tak lepas dari dukungan PT Pupuk Indonesia,” ujar Marciano. Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB PABSI Mayjen TNI (Purn) Djoko Pramono, yang mewakili Ketua Umum Rosan Roeslani, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh PT Pupuk Indonesia dalam pembinaan olahraga angkat besi. “Tidak ada cabang olahraga lain yang menggelar Kejurnas tiga kali dalam setahun. Ini menunjukkan keseriusan PB PABSI dalam mencetak atlet berprestasi,” ujar Djoko. Ia juga mengungkapkan sejumlah prestasi atlet Indonesia dalam kejuaraan internasional beberapa bulan terakhir, di antaranya Rahmat Erwin Abdullah yang menjuarai kelas 73 kg Kejuaraan Asia 2025 dan Alyamaulida Kartika yang meraih emas di kelas 77 kg kategori remaja pada Kejuaraan Asia Angkat Besi Remaja dan Junior 2025. Pada kategori remaja, Kevin Andrian Ramadhan meraih perak clean & jerk dengan angkatan 127 kg pada kelas 56 kg, sementara Sarah menyabet tiga medali perak di kelas 63 kg masing-masing melalui snatch (93 kg), clean & jerk (120 kg), dan total angkatan (213 kg). Direktur SDM PT Pupuk Indonesia (Persero) Tina T. Kemala Intan mengatakan pihaknya siap mendukung keberlanjutan pembinaan atlet muda melalui kemitraan dengan PB PABSI. “Kami akan terus mendukung dan menciptakan ekosistem yang sehat untuk anak muda. Kami percaya atlet seperti Alya dan Rizky Juniansyah bisa menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya,” ujarnya. Tina juga berharap para atlet muda memanfaatkan Kejurnas sebagai panggung untuk menunjukkan dedikasi dan semangat pantang menyerah demi masa depan yang lebih gemilang. Sumber: ANTARA

DBL Academy Matangkan Persiapan Jelang ke Korea Selatan

DBL Academy Selection Team

DBL Academy Selection Team bakal mengikuti turnamen Seoul Youth International Basketball Series 2025 di Seoul, Korea Selatan. Agenda ini menjadi kegiatan tahunan DBL Academy. Tahun sebelumnya, DBL Academy Selection berlatih dan belajar di Tiongkok. Tahun ini Korea Selatan menjadi destinasi mereka untuk mengejar pengalaman bertanding. Skuad DBL Academy Selection adalah siswa terpilih yang berasal dari DBL Academy Surabaya dan Yogyakarta. Korea Selatan dipilih juga karena ada pertimbangan khusus. Mereka berada di ranking 53 FIBA. Di kawasan Asia, Korea Selatan berada di urutan sembilan. Seoul Youth International Basketball Series 2025 berlangsung mulai 1 sampai 6 Agustus mendatang. “Kegiatan ini memang rutin kami gelar setiap tahunnya. Kami pernah ke Australia buat berlatih dan bertanding. Tahun lalu ke Tiongkok. Tahun ini kami memilih Korea Selatan,” ungkap Hasan Fuadi, Supervisor DBL Academy. Hasan Fuadi lantas menambahkan, “Basket di Asia Timur itu bagus. Kami juga ingin mencoba sesuatu yang baru. Berkompetisi dan menimba ilmu di sana (Korea Selatan),” Bakal beradu dengan tim-tim yang berasal dari negara-negara maju, skuad DBL Academy Selection Team punya serangkaian kegiatan. Salah satunya adalah menggelar pemusatan latihan sekaligus pembekalan jelang keberangkatan. “Sebelum berangkat kami punya beberapa agenda yang sudah dan bakal terlaksana. Seperti pemusatan latihan dan menggelar beberapa uji coba. Besok (Kamis, 30 Juli) seluruh tim bakal berkumpul di Surabaya untuk melakukan pembekalan terakhir sebelum berangkat lusa (Jumat, 31 Juli 2025),” terangnya. Salah satu menu pembekalan yang bakal dilahap penggawa DBL Academy Selection Team 2025 adalah soal Character Building. Membentuk mental dan karakter juara. Pasalnya yang mereka hadapi di Seoul Youth International Basketball Series 2025 bukan tim sembarangan. Program mengikuti turnamen di luar negeri memang rutin diselenggarakan oleh DBL Academy. Tujuannya sudah pasti untuk mengejar pengalaman sekaligus merasakan bertanding di level internasional. “Pastinya jelas meningkatkan kemampuan individu pemain. Apalagi kan tim-tim yang ikut nanti tim yang berasal dari negara-negara yang level basketnya lebih bagus ketimbang Indonesia,” cetusnya.

Agenda Timnas U23 Usai Piala AFF 2025

Agenda Timnas U23 usai Piala AFF 2205 adalah mengikuti Kualifikasi Piala Asia U23 2026. Jadwal kualifikasi tersebut akan berlangsung pada 3-9 September 2025. Indonesia akan menjadi tuan rumah di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Skuad Timnas Indonesia U23 tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan usai gagal juara di Piala AFF U23 2025. Kekalahan dari Vietnam di laga final wajib dijadikan pelajaran berharga demi target lebih tinggi yakni di pentas Asia. Apalagi Indonesia asuhan Gerald Vanenburg akan menjalani laga tidak mudah di Kualifikasi AFC U23 nanti. Skuad Garuda Muda berada di Grup J bersama Korea Selatan, Laos, dan Macau. Sesuai jadwal, Indonesia akan menghadapi Laos di pertandingan pertama pada Rabu 3 September. Laga ini wajib hukumnya dimenangkan oleh Jens Raven dan kawan-kawan. Berdasarkan sejarah, Laos tercatat belum pernah lolos ke putaran final Piala Asia U23. Tiga hari kemudian atau pada Sabtu 6 September, Indonesia giliran menghadapi Macau. Tim tersebut juga belum pernah lolos ke putaran final Piala Asia U23 dan secara peta kekuatan Indonesia seharusnya bisa mengamankan tiga poin di laga ini. Dua kemenangan atas Laos dan Macau akan menjadi modal Timnas U23 menghadapi Korea Selatan di laga terakhir. Laga tersebut akan berlangsung pada Selasa 9 September. Korea Selatan tentu menjadi favorit di Grup J. Pasalnya dari enam edisi Piala Asia U23 terdahulu, Korea Selatan selalu lolos ke putaran final. Mereka bahkan pernah juara tahun 2020, runner-up tahun 2016, dan dua kali menjadi juara keempat tahun 2013 dan 2018. Hanya saja dalam dua edisi terakhir, Korea Selatan selalu gugur di perempat final. Salah satunya saat kalah adu penalti dari Indonesia asuhan Shin Tae-yong pada tahun 2024. Lalu, bagaimana prestasi Indonesia? Tahun 2024 kemarin menjadi pertama kalinya Indonesia lolos ke Piala Asia U23. Saat itu mereka menjadi juara keempat walau kemudian gagal lolos ke Olimpiade. Bisa menahan imbang Korea Selatan seharusnya menjadi hasil bagus bagi Indonesia untuk lolos. Sebagai informasi bahwa hanya juara grup yang akan lolos ke putaran final Piala Asia U23 2026 di Arab Saudi. Sedangkan para tim yang menghuni posisi runner-up juga memiliki peluang lolos ke turnamen. Mereka nantinya akan dibuatkan klasemen mini dan empat runner-up terbaik berhak melaju ke Arab Saudi. Vanenburg memiliki waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan tim jelang kualifikasi tersebut. Setelah gagal juara di Piala AFF U23 2025, pelatih asal Belanda itu tentu sudah punya gambaran soal apa yang perlu diperbaiki. Terutama lini tengah yang mati kutu ketika Toni Firmansyah dan Arkhan Fikri absen di laga penting seperti semifinal. Toni juga absen di final dan Arkhan baru main di menit akhir. Selama keduanya tidak main, tidak ada kreasi berbahaya dari lini tengah Indonesia. “Kami harus mempersiapkan diri untuk turnamen berikutnya. Saya rasa kami sudah menberikan banyak hal. Di turnamen berikutnya, kami harus siap,” kata Vanenburg dikutip dari laman Antara. Tidak seperti Shin Tae-yong yang dipecat usai gagal di Piala AFF 2024, atau Satoru Mochizuki yang dilengserkan dari posisi pelatih Timnas Putri setelah gagal lolos ke Piala Asia, posisi Vanenburg sejauh ini masih aman. Hal itu ditegaskan Ketum PSSI, Erick Thohir, setelah pertandingan final kemarin. “(Untuk pelatih di SEA Games 2025) Nanti kita diskusi sama Badan Tim Nasional. Yang pasti untuk AFC (Kualifikasi Piala Asia U23 2026) Gerald,” jelas Erick di laman Antara. Jadwal Timnas U23 Kualifikasi Piala Asia 2026 Berikut jadwal Timnas Indonesia U23 di Kualifikasi Piala Asia U23 2026: Rabu, 3 September 2025 19.30 WIB: Indonesia vs Laos Sabtu, 6 September 2025 19.30 WIB: Macau vs Indonesia Selasa, 9 September 2025 19.30 WIB: Korea Selatan vs Indonesia *Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu.

Piala AFF U23 2025: Garuda Muda Runner-up

Hasil Timnas U23 Indonesia vs Vietnam di final Piala AFF U23 2025 berkesudahan 0-1, The Golden Star Warriors raih trofi juara. Nguyen Cong Phuong jadi pahlawan kemenangan Timnas Vietnam U23. Bagi Timnas Vietnam U23, kemenangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Selasa (29/7/2025) malam ini, menjadi trofi ke-3 secara beruntun yang mereka raih, yakni selepas edisi 2022 dan 2023. Piala AFF U23 2025 sekaligus menegaskan dominasi Vietnam U23 di ajang ini dalam 3 edisi terakhir. Pada periode tersebut The Golden Star selalu masuk final, lalu ditutup dengan gelar juara. Starting Line-up Indonesia U23 vs Vietnam U23 Indonesia U23 (4-3-3) Muhammad Ardiansyah (GK); Doni Tri Pamungkas, Kakang Rudianto, Kadek Arel, Frengky Missa; Dominikus Dion, Robi Darwis, Muhammad Ferarri; Rahmat Arjuna, Jens Raven, Rayhan Hannan Pelatih: Gerald Vanenburg Cadangan: A. Buffon, H. Caraka, V. Dethan, D. Fasya, A. Fikri, T. Firmansyah, A. Indie, F. Juliansyah, A. Maulana, B. Scheunemann, C. Supriadi, Y. Yafi Vietnam U23 (3-6-1) Tran Trung Kien (GK); Phạm Ly Duc, Nguyen Hieu Minh, Nguyen Nhat Minh; Vo Anh Quan, Nguyen Van Truong, Nguyen Xuan Bac, Nguyen Phi Hoang, Nguyen Cong Phuong, Khuat Van Khang; Nguyen Dinh Bac Pelatih: Kim Sang-sik Cadangan: Cao Van Binh, Le Viktor, Le Van Thuan, Le Van Ha, Nguyen Duc Anh, Nguyen Thanh Dat, Nguyen Tan, Nguyen Quoc Viet, Nguyen Thai Sơn, Nguyen Ngọc My, Phạm Minh Phuc, Dang Tuan Phong

Borong 8 Medali Emas, Taekwondo Undip Juara Umum ATF UI 2025

ATF UI ke-3 Taekwondo Championship 2025

Tim Taekwondo Universitas Diponegoro (Undip) meraih gelar juara umum di turnamen ATF UI ke-3 Taekwondo Championship 2025. Dalam event yang berlangsung selama dua hari, (Jumat-Sabtu/26-27 Juli 2025), Tim Taekwondo Undip yang membawa 17 atlet mendulang 8 medali emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Pelatih Taekwondo Undip, Devina Syahrani, mengaku bangga atas prestasi yang diraih timnya di tengah kesibukan kuliah. Apalagi persiapan mengikuti turnamen AFT UI 2025 tergolong singkat hanya sekitar satu bulan. “Sebagai pelatih saya senang dengan prestasi yang diraih di sini. Mereka sudah disiplin berlatih sambil kuliah dan saat masa libur mereka berjuang sekuat tenaga bertanding,” ungkapnya kepada LUDUS.id, seusai penutupan ATF UI 2025 di Balairung UI, Kota Depok. Tim Taekwondo Undip memboyong satu gelar prestius yaitu atlet terbaik senior putri yang diperoleh Tatya Augusta Putri Nasihin. Mahasiswi semester III Fakultas Hukum Undip ini juga meraih medali emas di nomor Under 53 Kg Senior Prestasi Putri. “Saya senang dan bersyukur, setelah berlatih keras akhirnya bisa meraih juara satu. Alhamdulillah saya masih diberikan penghargaan atlet terbaik senior putri. Semoga prestasi ini membuat saya semakin lebih baik dan juara umum bersama Tim Taekwondo Undip,” tuturnya. Prestasi membanggakan juga diraih oleh Naikolan Taekwondo sebagai Tim Terfavorit dalam ajang ATF UI ke-3 Taekwondo Championship 2025. Naikolan Taekwondo menyabet empat medali emas dari empat atlet yang diturunkan. Empat atlet yang berhasil meraih medali emas tersebut adalah Stevano Salatian Junior Bano (cadet Putra Under 37 kg), Lucky Arif Boymau (Pra-cadet Putra Under 28 kg), Mario Alejandro Bano (Pra-cadet Putra Under 33 kg), dan Evalend Kanya Paulus (Pra-cadet Putri Under 22 kg). Pelatih Naikolan Taekwondo, Sabeum Roy Vandiron mengatakan, prestasi ini sangat spesial karena diraih ketika pertama kali turnamen di tingkat nasional. “Ini prestasi luar biasa yang akan menjadi motivasi besar bagi seluruh atlet Dojang Naikolan,” ujarnya. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Provinsi NTT, Fransisco Bessi, atas dukungan dan perhatiannya. Para atlet kebanggaan NTT meraih prestasi membanggakan. Di antaranya Bernadus Erasmus Nong Kristian yang meraih medali emas di nomor Kyorugi kelas Junior under 59 Kg. Agnes Baross meraih medali perak, serta Anjani Nubatonis dan Pirlo Kiak masing-masing meraih medali perunggu. Ajang ATF UI ke-3 Taekwondo Championship 2025 ditutup Kepala Sekretariat Umum PBTI, Ricky Arinuryadi SH MM. Hadir juga Dekan FISIP Universitas Indonesia Prof Dr Semiarto Aji Purwanto. “Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya pada FISIP UI yang konsisten melaksanakannya event ini. Semoga ATF UI menjadi wadah generasi muda untuk berprestasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur taekwondo,” katanya. Pemenang ATF UI ke-3 Taekwondo Championship 2025: Juara Umum Prestasi Taekwondo Undip Max Taekwondo Academy Smantiq Taekwondo Club Juara Umum Pemula Junos Klub Srikandi Taekwondo PPTI Tim Terfavorit Magna Taekwondo Naikolan Taekwondo Tim Terbaik Wirabuana Club MRT Taekwondo Academy Sumber: LUDUS.id

Persiapan World Archery Youth Championship 2025, 6 Atlet TC di Kudus

Enam atlet panahan Indonesia Junior U18

Enam atlet panahan Indonesia junior U18 menjalani training camp (TC) di Stadion Super Soccer Arena (SSA) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk persiapan World Archery Youth Championship 2025 di Winnipeg, Kanada. Keenam atlet panahan itu menjalani TC mulai hari ini, Senin (28/7/2025) hingga Kamis (14/8/2025). Sementara ajang World Archery Youth Championship 2025 akan dilangsungkan pada 17-24 Agustus 2025. Keenam atlet tersebut terdiri dari tiga atlet putra dan tiga atlet putri. Yakni, Raz Azhar Azaqi (Banten), Hylmi Nauca Zaida (DIY), Malik Adzka Abdurrahman (Jateng), Fayola Jingga Naeva M (Jateng), Shafira Nurin Najwa (Jateng), Fathiyya Erista Maharani (Jateng). Kemudian ada dua pelatih yang mendampingi atlet. Keduanya yakni Denny (PB Perpani) dan Rahmat Sulistyawan (DIY). Pelatih Panahan Indonesia U18 Rahmat Sulistyawan mengatakan, enam atlet ini merupakan yang terbaik. Mereka memiliki track record di kejurnas junior yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. ”Kami sudah mulai berlatih hari ini untuk persiapan ke Kanada. Teknik dan fisik atlet terus kami asah. Untuk fisik saat ini lebih menjaga kebugaran karena waktu sudah mepet, kami tidak bisa meningkatkan kualitas fisik atlet melainkan hanya bisa menjaga fisik,” katanya, Senin (28/7/2025). Ia menambahkan, waktu latihan sudah disusun. Selama TC, nantinya atlet akan berlatih pagi hari dan sore hari. Perihal persaingan di ajang World Archery Youth Championship 2025 itu menurutnya merata. Kejuaraan itu bakal diikuti berbagai negara seperti Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan negara lainnya. ”Pada kejuaraan junior seperti ini persaingannya merata. Tetapi biasanya negara Korea Selatan dan Turki permainannya bagus. Atlet dari dua negara itu dari kejuaraan ini bisa ke Olympic beberapa tahun yang lalu,” sambungnya. Ia meyakini anak didiknya dapat memberikan hasil terbaik di World Archery Youth Championship 2025. Dirinya berharap semua pihak dapat mendukung atlet panahan. Rencananya atlet panahan akan berada di Kanada pada 16 Agustus 2025 untuk melakukan latihan. Kemudian melakukan official training pada 17 Agustus 2025. ”Kami mulai bertanding 18 Agustus 2025,” imbuhnya. Sumber: Muria News

Salsabilla Rebut Perunggu di Kejuaraan Taekowondo Junior Asia 2025

Salsabilla Ramadhani

Atlet taekwondo putri Indonesia, Salsabilla Ramadhani merebut medali perunggu di Kejuaraan Taekwondo Junior Asia 2025 yang berlangsung di Kuching, Malaysia. “Prestasi Salsabilla tak hanya membanggakan secara medali, tetapi juga mengangkat citra Taekwondo Indonesia di mata dunia,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Richard Tampubolon dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Senin. Bersaing di kategori junior putri, Salsabilla menunjukkan teknik dan semangat bertanding yang luar biasa. Ia berhasil melaju hingga babak semifinal dan berhasil mengalahkan Kang Yu Bin, atlet Korea yang menjuarai Asia Cadet 2022, untuk mengamankan podium ketiga dan mempersembahkan satu medali perunggu bagi Indonesia. Richard mengatakan, hal lain yang membanggakan dari prestasi tersebut yaitu Presiden World Taekwondo Chungwon Choue secara langsung memberikan penghargaan istimewa kepada Salsabilla atas keberhasilan dan sportivitasnya selama pertandingan. Dalam momen yang penuh kehormatan, Choue menemui Salsabilla seusai pertandingannya dan menyematkan pin eksklusif Olimpiade Paris 2024, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya di arena taekwondo internasional. “Kejadian itu menjadi momen langka dan bersejarah, menunjukkan pengakuan internasional terhadap potensi atlet muda Indonesia,” katanya. Richard berharap pencapaian Salsabilla dapat menjadi motivasi bagi seluruh atlet muda Indonesia untuk terus berlatih dan menggapai prestasi setinggi mungkin di kancah internasional.

BAJC 2025: Ubed Raih Emas!

Mohammad Zaki Ubaidillah

Pemain bulu tangkis Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, meraih gelar juara tunggal putra Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior 2025 (BAJC 2025) setelah mengalahkan wakil China Liu Yang Ming Yu pada final di GOR Indoor Manahan, Solo, Minggu, 27 Juli 2025. Ubed, sapaan akrab Zaki Ubaidillah, tampil apik sepanjang pertandingan dan menang atas Liu dua gim langsung 21-12, 21-17 dalam tempo 43 menit. Kemenangan ini menandai pencapaian terbaik Zaki di level Asia sekaligus mempersembahkan gelar pertama bagi Indonesia dalam turnamen bergengsi kelompok usia junior tersebut tahun ini. Ubed menjadi pemain bulu tangkis tunggal putra Indonesia ketiga yang pernah meraih emas Kejuaraan Asia Junior, setelah Taufik Hidayat (1997) dan Ardiansyah (2001). Ubed menjadi satu-satunya penyumbang gelar juara bagi Indonesia pada ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior 2025. Satu wakil lain, ganda campuran, Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinara Nastine gagal juara setelah takluk dari unggulan Cina, Chen Jun Ting/Cao Zi Han. Sementara itu, dari sektor ganda putra, pasangan asal Cina, Chen Jun Ting/Liu Jun Rong lebih dulu memastikan gelar setelah menang telak atas wakil Korea Selatan, Cho Hyeong-woo/Lee Hyeong-woo. Lalu ganda putri, pasangan asal Cina, Cao Zihan/Chen Fan Shu Tian juga menjadi juara setelah mengalahkan pasangan asal Thailand, Hathaithip Mijad/Napapakor Tungkasatan. Cina juga dipastikan meraih gelar juara pada sektor tunggal putri setelah Yin Yi Qing mengalahkan Liu Si. Hasil Lengkap Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior 2025 Perorangan: MD: Cho Hyeong-woo/Lee Hyeong vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong: 11-21, 12-21 MS: Moh. Zaki Ubaidillah vs Liu Yang Ming Yu: 21-12, 21-17 WD: Hathaithip Mijad/Napapakor Tungkasatan vs Cao Zihan/Chen Fan Shu Tian: 12-21, 10-21 WS: Liu Si vs Yin Yi Qing: 13-21, 13-21 XD: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinara vs Chen Jun Ting/Cao Zi Han: 12-21, 13-21

BAJC 2025: Ikhsan/Rinjani Takluk di Final

Podium Ganda Campuran WONDR Badminton Asia Junior Championships 2025.

Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinara Nastine kalah di final Badminton Asia Junior Championships 2025 dari Chen Jun Ting/Zi Han Cao. Ikhsan/Rinjani kalah 12-21 dan 13-21 dari wakil Tiongkok itu. Ikhsan/Rinjani kesulitan mengimbangi permainan cepat Chen/Zi yang bermain dengan kepercayaan diri tinggi. Ikhsan/Rinjani mengaku sudah bermain dengan nyaman, tapi mereka merasa perlu meningkatkan banyak hal untuk bisa bersaing di level yang lebih tinggi. “Tadi lawan bermain bagus dan cepat. Variasi bola atas mereka juga bahaya jadi kita terpaksa buka bola terus,” ujar Ikhsan. “Mereka sudah menang percaya diri karena sudah menang di ganda putra dan ganda putri. Untuk pola mainnya mereka sudah tau satu sama lain, jadi susah untuk menyerang, karena mereka langsung membatasi dan untuk Zi Han Cao juga cepat bagus mencari bolanya,” ungkap Rinjani. “Final ini secara feeling permainan saya sudah nyaman, hanya kami kalah pola saja. Sebelumnya pernah bertemu Zi Han Cao dengan partner lamanya,” beber Ikhsan. “Untuk evaluasi ke depannya dipersiapkan lagi dari fisik, teknik, mental, dan pola mainnya karena lawan-lawan nanti juga sudah kami tahu hanya ditambah Eropa saja,” papar Rinjani.

Albert Januarta Menjadi Juara Kejuaraan Dunia Biliar Junior 2025

Albert Januarta

Pebiliar dari Carabao Billiards Indonesia, Albert Januarta, berhasil meraih juara dalam World Pool Championship Junior 2025 setelah mengalahkan pemain biliar Jerman, Pius Baier, dengan skor 9-5 di babak final di Arab Saudi. “Hasil ini merupakan awal yang positif karena Albert (Januarta) telah membawa nama Indonesia ke tingkat internasional dengan baik,” tulis Hendra Kurniawan, CEO Carabao Billiards Indonesia, dalam akun media sosialnya yang diakses di Jakarta pada hari Sabtu. Albert menunjukkan performa yang mengesankan sepanjang turnamen dengan berhasil mengalahkan lawan-lawan tangguh dari berbagai negara. Sebelum mencapai babak final, bakat muda biliar Indonesia tersebut telah menyingkirkan Abdulaziz Alaswad dari Arab Saudi dengan skor 7–1, Liao Hung-Yen dari Taiwan dengan skor 7-5, dan Ahmad Altattan dengan skor 7-1. Kurniawan menyatakan bahwa pencapaian luar biasa dari Albert menunjukkan bahwa usaha keras serta dukungan, terutama dari orang tua, telah membuahkan hasil yang memuaskan. Selanjutnya, pada bulan Agustus, pebiliar asal Kepulauan Riau ini akan berkunjung ke Amerika Serikat selama satu bulan untuk ikut serta dalam serangkaian turnamen di tingkat senior. Kurniawan juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Indonesia (PB POBSI) yang dipimpin oleh Hary Tanoesudibjo atas dukungan penuh yang diberikan untuk semangat tim yang berjuang dalam turnamen internasional tersebut. Selain itu, ia juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah menciptakan kesempatan bagi atlet biliar Indonesia untuk berkompetisi di tingkat dunia. “Saya merasa bangga bisa berkontribusi dalam mendukung regenerasi atlet biliar Indonesia,” tuturnya.

Ciptakan Bibit Unggul, KONI Kota Cirebon Apresiasi Kejuaraan Renang Danyon Arhanud 2025

Kejuaraan Renang Danyon Arhanud 2025

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cirebon memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Kejuaraan Renang Danyon Arhanud 14/PWY Cup II Swimming Championship 2025 yang digelar selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (25–27 Juli 2025), di Kolam Renang Tirta Wira Yudha Pilang, Jalan Pilang Raya, Kota Cirebon. Event ini mempertandingkan dua kategori utama: fun swimming dan kejuaraan antarklub renang se-Jawa Barat, dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai kota dan kabupaten. Ketua KONI Kota Cirebon, M. Handarujati Kalamullah, yang akrab disapa Andru, menyambut positif penyelenggaraan event ini sebagai langkah nyata dalam menjaring dan membina atlet-atlet renang muda, khususnya di level pelajar. “Kejuaraan ini bukan hanya menjadi ajang lomba, tapi juga wadah untuk menemukan talenta baru, meningkatkan prestasi, dan membangun fondasi pembibitan atlet renang Kota Cirebon,” ujar Andru, Sabtu (26/7/2025). Ia juga mengapresiasi capaian atlet-atlet lokal yang berhasil meraih posisi juara pertama dan ketiga dalam kompetisi tersebut, yang menurutnya menjadi bukti nyata keberhasilan proses pembinaan. “Hasil ini menunjukkan pentingnya event semacam ini. Kami berharap ke depannya makin banyak kegiatan olahraga seperti ini untuk mendukung regenerasi atlet,” tambahnya. Andru menekankan bahwa KONI tidak hanya menargetkan sukses di Porprov 2026, tetapi juga sudah menyusun strategi jangka panjang menuju Porprov 2030. “Atlet pelajar yang berlaga hari ini mungkin belum siap untuk Porprov 2026, tapi mereka adalah aset besar untuk 2030. Maka dari itu, masa empat tahun ini sangat krusial untuk pembinaan,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, KONI juga memberikan apresiasi kepada Danyon Arhanud 14/PWY dan Pengcab Akuatik Kota Cirebon atas suksesnya penyelenggaraan kejuaraan yang berjalan lancar dan meriah. Lebih lanjut, Andru menegaskan bahwa saat ini KONI berperan sebagai fasilitator, sedangkan cabang olahraga (cabor) harus menjadi motor utama dalam program pembinaan dan pengembangan atlet. “KONI berperan memfasilitasi, sementara cabor harus lebih aktif dan solid sebagai super team untuk membina atlet secara optimal,” tegasnya. Meski dihadapkan pada tantangan keterbatasan anggaran jika dibandingkan dengan kota besar lain seperti Bandung, Bogor, atau Bekasi yang memiliki dukungan dana hingga Rp50 miliar per tahun, Andru tetap optimis. “Kalau daerah lain bisa beli atlet, kita harus fokus membina. Dengan anggaran terbatas, kami tetap percaya diri bisa mencetak atlet berprestasi dari daerah sendiri,” tandasnya. Porprov 2026 disebut sebagai target antara, dengan 10 besar menjadi sasaran realistis KONI Kota Cirebon. Namun, fokus utama tetap diarahkan pada keberhasilan pembinaan jangka panjang menuju Porprov 2030. “Kami optimistis dengan sinergi antara KONI, cabor, dan Pemerintah Kota, pembinaan bisa terus ditingkatkan. Target 10 besar di Porprov 2026 harus dicapai secara kolektif,” pungkasnya. Sumber: Arah Pantura