Bidik Bibit Atlet Berbakat, Pemkab Muba Bangun Sarana dan Prasarana Olahraga

Bidik Bibit Atlet Berbakat, Pemkab Muba Bangun Sarana dan Prasarana Olahraga

Untuk menjaring bibit atlet berbakat serta meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Musi Banyuasin, Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bakal membangun Sarana Prasarana Olahraga di sejumlah Kecamatan Keluang pada tahun 2021. Hal tersebut diungkapkan Dodi pada saat peresmian lapangan bulu tangkis di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Keluang, Rabu (18/11), yang tak lain merupakan salah satu dari sekian banyak rencana pembangunan sarana olahraga di Kabupaten Musa Banyuasin. “Potensi atlet di kabupaten tidak kalah sebenarnya dengan yang ada di perkotaan, tapi untuk memunculkannya seringkali terkendala sarana dan prasarana. Untuk itu secara bertahap kami akan memenuhinya,” ujar Dodi, dilansir dari Antara Sumsel. Lebih lanjut, Dodi mengatakan pengembangan di bidang olahraga tidak bisa disepelekan karena pada bidang ini dicetak generasi muda yang berkarakter unggul yang nantinya dapat membangun bangsa dan negara. Hal tersebut seakan selaras dengan Musi Banyuasin yang sejak lama memiliki kepedulian pada pembinaan atlet sehingga selalu menjadi penyumbang terbesar untuk memperkuat kontingen daerah berlaga di ajang Kejurnas hingga PON. “Saya berharap dengan adanya lapangan bulu tangkis ini dapat memacu semangat anak-anak muda di Keluang untuk menjadi atlet,” kata Dodi. Kabupaten Muba membangun Sport Center Desa Karya Maju Kecamatan Keluang, dan Sport Center Desa Mulyo Asih di Kecamatan Keluang pada 2020. Dua desa ini dinilai layak menjadi pengembangan olahraga karena beberapa waktu lalu menjuarai turnamen sepak bola tingkat kabupaten. Di Desa Mekar Jaya ini juga akan dibangunkan lapangan futsal. Rencananya, Pemkab Muba juga membangun tribun lapangan sepak bola di Desa Tegal Mulyo, Sport Center di Desa Cipta Praja, tribun dan lapangan voli di Desa Sidorejo, Sport Center di Desa Sumber Agung, tribun dan penataan lapangan sepak bola di Desa Loka Jaya, dan tribun mini lapangan sepak bola di Desa Mulyo Asih. “Terkait pembangunan ini, saya masyarakat dapat mendukung,” pungkas Dodi. Senada, Camat Keluang, Debby Heryanto SSTP MSi, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas perhatian Bupati terhadap masyarakat Keluang dengan membangun infrastruktur serta saran prasarana olahraga yang dapat memicu meningkatkan kualitas dan perekonomian masyarakat. “Saya atas nama Pemerintah Kecamatan Keluang dan masyarakat Keluang mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Muba, khususnya kepada Bapak Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA yang sudah berkenan hadir dan membuka langsung acara Home Tournament Karang Taruna Keluang Cup pada hari ini,” katanya.

Ini Calon Lawan Timnas U-19 di Korea Selatan

Ini Calon Lawan Timnas U-19 di Korea Selatan

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 saat ini tengah mempersiapkan diri jelang pemusatan latihan (TC) kembali. Belum diketahui secara pasti di mana Bagas Kaffa dan kawan-kawan akan menjalani TC. Namun, beredar kabar jika Timnas Indonesia bakal menjalani TC di Negara Gingseng. Kabar tersebut disampaikan oleh salah satu media Korea Selatan, Yeongnam. Rencanannya, Garuda Muda bakal menggelar TC di Kota Daegu, yang dikenal sebagai kota industri di Korea Selatan. Dari pihak Kota Daegu menjelaskan bahwa salah satu staf Timnas Indonesia telah mencari akomodasi hingga yang lainnya dari Kamis, 12 November lalu. Rencananya sebanyak 50 orang dari 30 pemain dan 20 staf pendamping itu akan datang ke Korea Selatan pada 25 November mendatang. Setelah itu rombongan Timnas Indonesia akan menjalani karantina selama 15 hari dan memulai latihan perdana pada 10 Desember 2020. TC yang dijadwalkan bakal berakhir Januari 2021 itu juga memiliki agenda uji coba yang telah disiapkan oleh Shin Tae-yong. Dalam kabar tersebut, disebutkan bahwa Timnas Indonesia akan melakoni pertandingan persahabatan dengan tim Divisi 2 Daegu FC selama masa latihan yang berlangsung hingga akhir Januari 2021. “Selain itu, mereka merencanakan pertandingan persahabatan dengan tim sepak bola Universitas Yeungnam, Universitas Daegu, dan Universitas Gyeongil,” tulis media Yeongnam. Selain sederet jadwal uji coba yang berlangsung hingga akhir Januari 2021 nanti, Shin Tae-yong juga telah menyiapkan program latihan juga untuk para anak asuhnya. Penguatan fisik hingga semangat kompetitif dalam setiap pertandingan ditekankan pada TC lanjutan di Korea Selatan nantinya. Sementara itu, Garuda Muda sudah berkumpul di Jakarta sejak Jumat (13/11/2020) lalu di Hotel Fairmont. Kemudian pada hari Senin (17/11/2020) mereka telah menjalani latihan perdana di Stadion Madya, Jakarta. Pada latihan perdana ini, pelatih Shin Tae-yong memantau anak asuhnya secara virtual. TC di Jakarta ini berlangsung hingga 23 November 2020 mendatang. Timnas Indonesia memiliki agenda cukup padat di tahun 2021. Mereka tengah dipersiapkan untuk menghadapi Piala AFC U-19 2020 yang rencananya akan digelar bulan Maret 2021 mendatang di Uzbekistan. Selain itu, Garuda Muda akan berlaga di ajang bergengsi yakni Piala Dunia U-20 yang notabene Indonesia menjadi tuan rumah.

Cari Bakat Muda, Gubernur Sumsel Gelar Turnamen Bulu Tangkis

Cari Bakat Muda, Gubernur Sumsel Gelar Turnamen Bulu Tangkis

Dalam rangka menjaring atlet-atlet muda bulu tangkis, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengadakan turnamen bulu tangkis bertajuk Kejuaran Gubernur Super Series Badminton 2020/2021. Turnamen ini digelar untuk wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) khususnya wilayah OKU, OKU Timur dan OKU Selatan. Turnamen ini nantinya akan dipusatkan di Gor Baturaja. Pada upacara pembukaan secara virtual dari Griya Agung Palembang itu, Deru menyambut baik turnamen ini. Ia pun berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu sebagai tuan rumah Kejuaraan Gubernur Super Series Badminton 2020/2021. “Melalui turnamen ini kita harapkan akan muncul lebih banyak lagi bakat-bakat baru.  Dan memberikan pengalaman bertanding kepada para atlet, pemula dan remaja,” ujar Deru, dilansir dari Moeslim Choice. Lebih lanjut, Deru menjelaskan jika turnamen ini dikhususkan untuk atlet muda, mulai dari 13 tahun sampai usia 16 tahun. Sehingga menjadi momentum persemaian atlet muda di pelosok kabupaten/kota di Sumsel. Para atlet inilah, kelak akan mengisi daftar sebagai atlet berprestasi Sumsel dan Nasional,” tegas Deru. Selain itu, Deru menilai, adanya penyelenggaraan kejuaraan ini sebagai bukti pemanfaatan venue GOR di kabupaten/kota dapat lebih maksimal untuk pembinaan atlet daerah. “Setelah penyelenggaraan ini juga akan digelar event badminton berskala dunia dan bergengsi lainnya, untuk pembinaan berkelanjutan,” ucapnya. Tak lupa, orang nomor satu di Sumsel ini juga memberikan pesan kepada atlet agar bertanding dengan berpegang teguh pada nilai-nilai luhur olahraga dan bisa mempersembahkan prestasi terbaik. “Percayalah apa yang dilakukan akan sangat besar artinya, baik bagi kita semua maupun Provinsi Sumsel yang sama-sama kita cintai ini,” tandasnya. Sementara itu, Roy Sapril selaku ketua panitia pelaksana menyebut, pada penyelenggaraan Gubernur Super Series Badminton 2020/2021 Zona 1 ini diikuti 155 peserta yang berasal dari OKU Raya. Yakni 76 peserta dari OKU, 56 peserta dari OKU Selatan dan 23 peserta dari OKU Timur. Pelaksanaan selama 3 hari mulai tanggal 17 November sampai dengan 20 November 2020. Pembukaan telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 17 November 2020 di gedung olahraga Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu dan akan ditutup Jumat tanggal 20 November 2020 mendatang. “Para pemenang akan mendapatkan tropi dan uang pembinaan untuk setiap kategori perlombaan baik tingkat SMP dan SMA sederajat,” ujarnya.

Faathir Sumbang Medali Bagi Merah-Putih

Faathir Sumbang Medali Bagi Merah-Putih

Lifter muda Indonesia, Muhammad Faathir, mampu menyumbang medali pada Kejuaraan Dunia Remaja Virtual 2020 yang digelar dari Lima, Peru, Jumat (13/11/2020) dini hari. Faathir yang tampil di kelas 61 kg putra berhasil mengibarkan bendera Merah-Putih dengan meraih 2 emas dan 1 perak. Faathir yang bertanding pukul 01.30 dini hari WIB itu meraih emas di angkatan clean and jerk seberat 150 kg dan total angkatan seberat 263 kg. Sementara perak diraihnya melalui angkatan snatch seberat 113 kg. Pada angkatan pertama Faathir berhasil melakukan angkatan seberat 112 kg, di angkatan kedua ia menaikan angkatannya seberat 1 kg menjadi 113 kg dan berhasil. Namun, sayangnya pada angkatan ketiga, Faathir yang mencoba untuk melampaui total angkatannya di kejuaraan sebelumnya di Uzbekistan seberat 119 kg menjadi 122 kg itu dianggap oleh wasit kurang sempurna. Medali emas untuk nomor snatch jatuh ke tangan lifter Meksiko Carrazco Cetz Herseleid Antonio dengan angkatan seberat 114 kg. “Tadi sebenarnya sudah kena, tapi oleh wasit kena diskualifikasi karena angkatan saya dianggap kurang sempurna karena dinilai press out pada tangan kanan saya, ketika mengangkat barbel,” tandas atlet kelahiran 21 Mei 2003 itu. Begitu juga ketika Faathir mencoba menaikan angkatan sebelumnya di Uzbekistan seberat 154 kg menjadi 155 kg, namun kembali upayanya itu gagal. “Saya sudah berupaya sebaik mungkin dan berusaha melampui angkatan sebelumya, namun belum beruntung, masih banyak yang harus saya perbaiki ke depannya dan harus berlatih lebih keras lagi agar target menambah beban angkatan bisa tercapai,” ungkapnya. Sementara itu sehari sebelumnya, lifter putri Indonesia Najla Khoirunnisa yang turun di kelas 45 kg harus puas berada di peringkat keenam pada Kejuaraan Dunia Remaja Virtual. Atlet berusia 15 tahun itu hanya membukukan total angkatan seberat 132 kg dengan snatch 59 kg dan clean and jerk 73 kg.

Pegolf Muda Indonesia Resmi Bergabung dengan Klub Kelas Dunia

Pegolf Muda Indonesia Resmi Bergabung dengan Klub Golf Elit Dunia

Pegolf muda kebanggaan Indonesia, Kentaro Nanayama, secara resmi bergabung dengan salah satu klub golf elit, Purdue Golf Team, dari Purdue University, Amerika Serikat, Kamis (12/11/2020). Tidak hanya itu, Kentaro sekaligus menerima beasiswa di kampus bergengsi tersebut. Bagi Kentaro, Purdue University adalah pilihan tepat karena merupakan salah satu kampus terbaik di Amerika Serikat yang memiliki fasilitas golf sangat lengkap. “Saya direkrut oleh Purdue University setelah berlaga dalam sejumlah turnamen di Amerika Serikat. Beberapa kampus lain juga mulai melakukan pendekatan setelah turnamen, namun saya mantap memilih Purdue University,” ujar Kentaro. Purdue Golf Team mencari para pelajar yang dapat mengelola waktu dengan baik, memiliki nilai yang bagus serta skill yang hebat. Mereka juga mencari atlet pelajar yang dapat membuat perbedaan dalam tim. Siswa kelas 12 Jakarta Intercultural School ini menambahkan, tim golf Purdue University juga diisi oleh atlet-atlet kelas dunia yang selalu mendorong para anggota untuk menjadi lebih baik sehingga sukses memenangkan banyak penghargaan bagi kampus. “Saya yakin, Purdue akan menyediakan segalanya bagi saya untuk meraih impian masa depan, menjadi pegolf kelas dunia,” ujarnya Kentaro, dilansir dari Bisnis.com. Kentaro mulai mengenal golf sejak usia tujuh dari ayahnya. Ia mulai berlatih setiap hari sejak menginjak grade 4 hingga 8, dan mencoba merasakan kompetisi dalam turnamen pada usia 11. Saat menginjak grade 9, ia belajar di Jakarta Intercultural School dan dipercaya menjadi kapten Varsity Golf Team. “Jakarta Intercultural School seperti rumah kedua bagi saya. Sekolah ini sangat mendukung saya dalam meraih prestasi serta mempersiapkan semua kebutuhan akademis untuk menjadi atlet pelajar. Kerja keras guru-guru dan para konselor memiliki arti besar dalam pencapaian luar biasa ini. Dan peran sebagai kapten Varsity Golf Team telah mengajarkan saya keterampilan kepemimpinan yang saya yakini akan berguna saat saya melanjutkan pendidikan di Purdue University,” katanya. Di JIS, Kentaro mendapat bimbingan secara langsung dari Garret Anderson, pelatih golf di SMA JIS, dan Jake Stockman, Athletics Coordinator di JIS. JIS memang mendukung atlet pelajar agar dapat meraih prestasi akademis dan olahraga. Bagi JIS, kesuksesan Kentaro diharapkan dapat menginspirasi para pelajar Indonesia agar mampu mengharumkan nama bangsa melalui olahraga dan aktivitas apapun yang diminati. Sementara itu, Head of School JIS, Dr. Tarek Razik, mengaku banga karena salah satu muridnya bisa bergabung dengan salah satu klub golf kelas dunia. Ia pun berharap prestasi yang diraih oleh Kentaro ini dapat ditiru oleh para pelajar lain. “JIS sangat bangga dengan prestasi Kentaro dapat bergabung dengan klub golf terbaik dan kampus kelas dunia. Kerja keras dan ketekunan Kentaro kami harapkan dapat menginspirasi para pelajar lain untuk meraih prestasi terbaik di tingkat dunia. Dengan komitmen besar dalam memajukan pendidikan Indonesia, JIS senantiasa mendorong para pelajar dan para pendidik untuk mencetak lebih banyak pelajar berprestasi yang siap menjadi pemimpin masa depan negeri ini, seperti Kentaro dan alumni JIS lainnya” ujar Dr. Tarek Razik. Kentaro pun tak lupa berbagi rahasia kesuksesannya tersebut. Ia mengaku hanya menikmati setiap pertandingan dan tidak menjadikannya sebuah beban. “Bagi saya, yang terpenting adalah menikmati setiap laga. Jika terlalu serius, permainan menjadi tidak menyenangkan lagi. Inilah bagian penting yang akan membentuk anak-anak muda menjadi apa yang mereka mau. Jika tak menyenangkan, tentu mereka tak akan melanjutkannya. Kini saya melihat semakin banyak anak muda bermain golf dengan teman-temannya. Semoga pencapaian yang saya raih juga dapat memotivasi mereka untuk terus berlatih dan meningkatkan kualitas permainan,” ungkapnya.

Shin Tae-yong Panggil 38 Pemain Ikuti TC Timnas U-19 di Jakarta

Shin Tae-yong Panggil 38 Pemain Ikuti TC Timnas U-19 di Jakarta

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 kembali menggelar pemusatan latihan (TC) di Jakarta pada 13-23 November 2020. Pelatih Shin Tae-yong memanggil 38 nama untuk mengikuti pemusatan latihan tersebut. Skuat Garuda Nusantara akan menjalani latihan di Stadion Madya, Jakarta. David Maulana dan kawan-kawan mulai berkumpul pada Jumat (13/11/2020). Sebelum TC di Jakarta, timnas U-19 menjalani virtual home training sejak 5 November lalu. “Kami memanggil sebanyak 38 pemain untuk TC di Jakarta. Para pemain merupakan pemain yang ikut serta pada virtual home training yang sudah berjalan hampir dua pekan ini,” kata Shin Tae-yong seperti dikutip situs resmi PSSI, Jumat (13/11/2020). “Mereka akan memulai latihan di lapangan pada hari Senin (16/11/2020). Saya memantau latihan secara virtual karena masih berada di Korea Selatan. Di lapangan nanti dibantu tim pelatih dari Indonesia,” tambahnya. TC di Jakarta ini sebagai persiapan menghadapi Piala AFC U-19 2020 yang rencananya akan digelar bulan Maret 2021 mendatang di Uzbekistan. Selain itu, Garuda Muda akan berlaga di ajang bergengsi yakni Piala Dunia U-20 yang notabene Indonesia menjadi tuan rumah. Sementara itu, salah satu pemain yakni Syukran Arabia Samual sangat senang dipanggil pelatih Shin Tae-yong pada TC kali ini. “Ini menjadi pemanggilan pertama saya untuk timnas. Saya bertekad untuk bekerja keras dan tentu memberikan hal yang terbaik. Kesempatan ini sangat penting bagi karier saya,” kata Syukran. 38 Nama Pemain Timnas U-19 di TC Jakarta, 13 – 23 November 2020 Rizky Ridho (Persebaya Surabaya) Erlangga Setyo (Persib Bandung) Bagas Kaffa (Barito Putra) Beckham Putra (Persib Bandung) Mohammad Kanu (Babel United) M. Adi Satrio (PSMS Medan) Mochammad Supriadi (Persebaya Surabaya) Irfan Jauhari (Bali United) Pratama Arhan (PSIS Semarang) Braif Fatari (Persija Jakarta) Bayu M Fiqri (Persib Bandung) Khairul Imam Zakiri Yudha Febrian (Barito Putra) Saddam Gaffar (PSS Sleman) Muhammad Fadhil (Semen Padang) Irfan (Tiga Naga) Sandi Samosir (Persija Jakarta) Komang Tri (Bali United) Andre Oktaviansyah Komang Teguh (Borneo FC) Brylian Aldama David Maulana (Barito Putra) Jack Brown Yofandani Damai (PSIS Semarang) Moh. Bahril Fajar PSIS Semarang) Salman Alfarid (Persija Jakarta) Rendy Juliansyah Titan Agung Bagus (Arema FC) Kakang Rudianto (Persib Bandung) Alfrianto Nico (Persija Jakarta) Genta Alparedo (Semen Padang) Fajar fathur Rahman (Borneo FC) Risky Sudirman (Persija Jakarta) Hamsa Lestaluhu (Bhayangkara FC) Serdy Fano (Bhayangkara FC) Pualam Bahari (Borneo FC) Arya Gerryan (Borneo FC) Syukran Arabia

Lifter Indonesia Incar Rekor di Kejuaraan Dunia Remaja 2020

Lifter Indonesia Incar Rekor di Kejuaraan Dunia Remaja 2020

Jelang IWF Youth Wolrd Cup atau Kejuaraan Dunia Remaja Angkat Besi 2020 yang akan berlangsung secara virtual di Peru, 11-18 November, lifter Muda Indonesia, Muhammad Faathir, berpeluang besar mempertajam rekor dunia remaja atas namanya yang diciptakan pada Kejuaraan Asia Remaja di Tashkent, Uzbekistan, Februari lalu. Faathir dan tiga lifter lainnya akan mewakili Indonesia untuk bersaing dan memperebutkan medali emas. Faathir akan tampil di kelas 61 kg pukul 15.00 waktu Peru atau pukul 01.30 WIB dini hari. Saat ditanya mengenai persiapan apa saja yang sudah dilakukan untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Remaja tahun ini, Faathir mengungkapkan, dirinya sudah siap. “Persiapan saya sudah oke semua tinggal nunggu tampilnya saja di hari-H,” kata Faathir, seperti dilansir detikSport, Selasa (10/11/2020). “Sejauh ini saya sudah adaptasi dengan latihan malam jadi tidak terlalu ada kendala. Tinggal tancap gas saja besok,” dia menambahkan. Menyoal persaingan, lifter atlet kelahiran Samarinda, 21 Mei 2003 ini, enggan memikirkannya. Ia memilih fokus untuk memecahkan rekor dunia remaja angkatan snatch. Syukur-syukur bisa sekaligus mempertajam rekor clean and jerk dan total angkatannya. Faathir saat ini masih memegang rekor rekor Asia dan dunia kategori remaja untuk angkatan clean and jerk 154 kg dan total angkatannya 273 kg. Prestasi itu ia peroleh saat tampil di Kejuaraan Asia Remaja & Junior yang berlangsung di Taskent, Uzbekistan, pada Februari 2020. Sedangkan untuk angkatan snacth, Faathir hanya memegang rekor Asia remaja dengan angkatan 119 kg saat bertanding di Asian Youth Championship pada Oktober 2019. Nah, untuk rekor dunia masih dipegang lifter Turki, Dogan Donen, dengan angkatan snatch terbaik 121 kg. “Makanya target saya mengamankan pecah rekor dulu dengan angkatan yang pulih. Harapannya clean and jerknya 162 kg dan snatchnya 122 kg,” ujarnya. “Untuk angkatan clean and and jerk sebenarnya 155 kg saja saya sudah mempertajam rekor remaja, tapi untuk rekor dunia juniornya kan 159 kg (Kim Chung guk, Korea Utara) makanya diusahakan memecahkan angkatan itu. Insya Allah bisa,” Faathir mengharapkan. Bersama Faathir, Rizky Juniansyah juga menjadi ujung tombak tim angkat besi Indonesia pada Kejuaraan Dunia Remaja Angkat Besi kali ini. Jika Faathir turun di kelas 61 kg, Rizky akan tampil di kelas 73 kg. Rizky juga merupakan pemegang dua rekor dunia remaja. Dua rekor yang dipecahkannya, yaitu snatch dari 138 kg menjadi 139 kg, serta total angkatan dari 306 kg menjadi 307 kg yang juga sama-sama diciptakan di Taskent, Uzbekistan. Sementara itu, tanpa mengecilkan keikutsertaan dua lifter putri yang baru bergabung di Pelatnas Kwini, Jakarta, yakni Najla Khoirunnisa (45 kg) dan Luluk Diana Triwijayana (49 kg), keduanya diharapkan mampu menembus peringkat lima besar dunia.

Atlet Putri Indonesia Sabet Medali Perak Kejuaraan Dunia Junior Sambo

Atlet Desiana Safitri menyabet medali perak di Kejuaraan Dunia Sambo Remaja & Junior 2020 yang berlangsung 4-9 November lalu di Novi Sad, Serbia. (Foto: istimewa)

Indonesia mengukir prestasi membanggakan dari cabang olahraga Sambo. Prestasi tersebut hadir melalui Desiana Safitri yang sukses menyabet medali perak di kelas 48 kg pada ajang Kejuaraan Dunia Junior Sambo yang berlangsung di Serbia, 4-9 November 2020 lalu. Hebatnya, Desiana hanya menjalani persiapan kurang dari 2 bulan. Bahkan pada kejuaraan yang mempertandingkan 40 kelas itu, Desiana mampu menunjukkan kualitasnya dan mengundang decak kagum para offisial Sambo dari negara lain. Selain dijalani dengan persiapannya yang terbilang mepet, lawan yang dihadapi juga cukup tangguh. Mengingat kejuaraan ini diikuti oleh 30 negara raksasa sambo di dunia. Dalam kejuaraan itu, Desiana diuntungkan dengan status bye dan langsung melaju ke semifinal menghadapi wakil dari Ukraina, Marta Chaplispka. Tanpa kesulitan, Pesambo asal Karawang tersebut melibasnya dengan skor 10-4. Sayangnya pada laga final, Desiana harus mengakui keunggulan lawan setelah ditumbangkan Pesambo asal Uzbekistan, Musharraf Ibodullaeva dengan skor 0-2. Namun, diakui Desiana hasil yang ia raih ini merupakan diluar target dirinya. “Sebelumnya gak yakin bisa meraih medali perak, karena banyak negara-negara yang lebih hebat, Jadi gak nyangkalah, karena target awal saya hanya pengalaman saja,” kata Desiana, dilansir Nusantaratv.com, Rabu (11/11/2020). Lebih lanjut, atlet kelahiran 18 Desember 2001 itu mengaku belum puas meski berhasil meraih medali. Dengan tegas ia mengatakan, bakal berlatih lebih keras lagi agar bisa meraih prestasi yang lebih tinggi. “Target saya ingin memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. ini menjadi motivasi untuk berlatih lebih keras lagi, karena inginnya mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya di podium utama. Sambo Indonesia harus berjaya di kancah internasional,” lanjut atlet asal Karawang, Jawa Barat ini. Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Sambo Indonesia (Persambi), Krisna Bayu merasa bangga dengan prestasi yang dicapai atlet sambo asal Jawa Barat tersebut. Menurutnya, perjuangan Desiana dalam situasi pandemi ini patut diapresiasi. “Saya ucapkan terimakasih kepada Desiana yang telah meraih medali perak di ajang kejuaraan dunia dan kepada pengurus PP Persambi yang tetap konsisten memajukan olahraga Sambo,” ungkapnya. Krisna Bayu yang juga mantan atlet peraih lima medali emas di lima ajang Sea Games berbeda pun yakin jika semangat juang atlet dan pengurus PP Persambi tetap tinggi, maka olahraga yang ditekuni atlet MMA Khabib Normagomedov itu akan maju di Indonesia. Selanjutnya pada tahun 2021 sejumlah kejuaraan level internasional sudah menanti. Mulai dari Kejuaraan Asia di Bali hingga Asian Indoor Martial Art Games (AIMAG) di Thailand. Menghadapi hal tersebut, PP Persambi pun sudah menyiapkan atletnya dari sekarang untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan tersebut.

Inilah 21 Pemain yang Terpilih Masuk Tim Garuda Select Jilid Ketiga

Inilah 21 Pemain yang Terpilih Masuk Tim Garuda Select Jilid Ketiga

PSSI akhirnya resmi mengumumkan 21 nama pemain yang terpilih masuk ke tim Garuda Select jilid ketiga. Mereka terpilih usai melewati proses pencarian bakat dan rangkaian seleksi yang dimulai 29 Oktober 2020 dan selesai pada Selasa 3 November 2020 lalu. Para pemain ini nantinya akan mengikuti pemusatan latihan secara intensif yang rencananya akan berlangsung di Inggris hingga Mei 2021. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa PSSI bersyukur kembali melaksanakan program Garuda Select di tengah situasi pandemi Covid-19. “Alhamdulillah program seleksi Garuda Select jilid ketiga yang dilakukan PSSI bersama Mola TV berjalan lancar. PSSI terus berkomitmen untuk pengembangan sepak bola usia muda di Tanah Air. Selamat kepada 21 pemain yang terpilih berangkat ke Inggris. Yang belum terpilih kami harap tetap bersemangat, jangan menyerah, terus berlatih dan kerja keras,” ujar Iriawan, dilansir dari laman resmi PSSI. “Selama proses seleksi, para pemain berjuang keras dan memperlihatkan kemampuan terbaik di hadapan pelatih. Tentu hal ini bagus untuk perkembangan sepak bola Indonesia. PSSI berharap pemain yang terpilih untuk berangkat ke Inggris nantinya bisa menimba ilmu sebanyak mungkin serta menjadi pemain masa depan timnas Indonesia nantinya,” lanjut pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut. Para pemain yang mengikuti seleksi Garuda Select berasal dari kompetisi yang dilakukan PSSI sebelum pandemi Covid-19. Kompetisi tersebut seperti Piala Soeratin U-15 dan rekomendasi klub-klub anggota Elite Pro Academy U-16. Selain itu ada dari hasil pantauan dari Dennis Wise serta tim pelatihnya. Sementara itu, Dennis Wise selaku Direktur Sepakbola Garuda Select telah melihat kemampuan semua peserta. Menurutnya, banyak yang harus dipertimbangkan untuk menentukan pemain yang akan masuk skuad di musim ketiga ini. “Tim pemandu bakat Garuda Select telah berkeliling ke berbagai daerah Indonesia untuk mencari bakat-bakat terbaik yang ada pada kompetisi Piala Soeratin dan kompetisi lain seperti Liga Topskor. Kami juga sudah melihat pemain-pemain yang dikirimkan oleh klub Elite Pro Academy Liga 1 U16. Indonesia memiliki banyak pemain potensial yang masih bisa dikembangkan. Tinggal bagaimana menuntun mereka ke arah yang tepat,” kata Wise dalam rilis Mola TV. “Kami sudah melakukan seleksi dan akhirnya terpilih 21 pemain terbaik yang akan diberangkatkan ke Eropa. Inilah pemain terbaik hasil seleksi yang sudah kami pilih berdasarkan pengamatan kami selama di Indonesia. Mereka adalah pemain-pemain terbaik yang akan melakukan serangkaian pelatihan intensif dan akan melawan tim-tim usia muda terbaik di Inggris dan Eropa,” sambungnya. Garuda Select merupakan program akselerasi pengembangan bakat-bakat muda terbaik Indonesia. Tujuan utama program Garuda Select bukan untuk membentuk sebuah tim, tapi untuk menanamkan profesionalisme sehingga mereka bisa berkembang dalam dunia sepak bola profesional baik di dalam maupun di luar negeri. Di setiap musim, Garuda Select memilih bakat-bakat terbaik Indonesia untuk ditempa secara intensif di Eropa. Mengejar segala ketinggalan mereka baik dari sisi mental, fisik, teknik, atau pun taktik. Kriteria pemilihan bakat dilakukan berdasarkan penilaian atas potensi mereka untuk berkembang di masa depan, bukan berdasarkan kemampuan yang mereka tunjukkan sekarang. Selamat kepada Garuda Muda yang terpilih! Berikut nama-nama pemain Garuda Select Jilid Ketiga: Wahyu Agung Drajat Mulyono – ex Persebaya U16 Hokky Caraka – PSS U16 Frezy Al-Hudaifi – Astam I Gusti Made Rendi Sanjaya Putra – Persebaya U16 Muhammad Faqih Maulana – Tajimalela Noval Junior Iskandar – FASS Junior Krisna Sulistia Budianto – SSB Djarum Kudus Adre Arido Geovani – Bina Taruna Ridwan Ansori – Persib U16 Dustin Pratama Bramantio – Persela U16 I Putu Dipa Yogi Arta- Bali United Ridho Syuhada Putra – PSIS U16 Daniel Naa – Bhayangkara U16 Kakang Rudianto – Garuda Select II Rafli Asrul – Garuda Select II Fernando Pamungkas – Garuda Select II Edgar Amping – Garuda Select II Ibnu Murarak – Kalimantan Timur I Gede Aditya Juli Antara – Persebaya U16 Muhammad Faiz Maulana – Bina Taruna Roki – Gabsis Sambas

Dukung Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional, PSSI-Kemenpora Rancang Database Statistik Pemain Muda

Dukung Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional, PSSI-Kemenpora Rancang Database Statistik Pemain Muda

PSSI selaku induk sepak bola tanah air dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sepakat akan segera menyusun database yang berisi statistik para pemain muda sejak berada di tingkatan sekolah sepak bola (SSB) hingga nasional. Database itu nantinya akan digunakan untuk memantau pemain yang berpotensi sehingga bisa dilibatkan dalam berbagai program pengembangan bakat. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, dalam webinar yang berlangsung Rabu, 4 November 2020. “Database yang sedang kami benahi, dulu sudah ada tapi mungkin kelengkapan dan tempat penyimpanannya. Sekarang ada di deputi teknik (PSSI) sedang melakukan itu, sehingga kita bisa tahu sesuai data mulai dari Asprov pemain mana yang berpotensi,” ujar Iriawan. Iriawan mengatakan pencarian bakat melalui teknologi olahraga atau sport science harus mulai dilakukan demi memonitoring bakat-bakat yang ada di seluruh penjuru negeri. Nantinya dalam database tersebut segala statistik seperti jumlah menit bermain, gol, stamina, hingga statistik pemain lainnya bisa dilihat secara terbuka. Dengan begitu, tak sulit bagi PSSI untuk memberi kesempatan bergabung di program yang dimiliki. “Itu menjadi sorotan kita sehingga kita tinggal buka saja seperti di AFC atau FIFA. Kita bisa tahu pemain ini bermain berapa menit menggolkan berapa-berapa. Ini menjadi bahan kami untuk mencari pemain yang kita butuhkan,” pungkas Iriawan. Senada dengan Iriawan, Menpora Zainudin Amali menyebut database itu sesuai dengan Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan persepakbolaan nasional. Dalam Inpres itu pemerintah melalui Kemenpora mendesain pembinaan sepak bola secara terstruktur, sistematis, dan berkesinambungan. Namun kata dia, program ini harus terus berjalan meski terjadi perubahan rezim agar upaya yang dilakukan tak menjadi sia-sia. “Saya berharap nanti saatnya berganti pemerintahan, Menko ganti, Menpora ganti, pemerintahan berganti, program ini akan tetap berjalan,” kata dia. “Jangan lagi kita mengulangi apa yang terjadi pada masa lalu. Kalau itu terus terjadi, kita tidak akan mungkin dapat sistem pembinaan yang sistematis, berkesinambungan, berkelanjutan, dan berjangka panjang,” ujarnya menambahkan.

Profil Athar, Crosser Cilik Bernyali Besar

Profil Athar, Crosser Cilik Bernyali Besar

Motocross merupakan salah satu olahraga ekstrem yang hanya diminati kalangan tertentu. Olahraga ini sangat memicu adrenalin dengan tingkat resiko yang sangat tinggi. Tak heran jika motocross masih sangat jarang diminati kalangan usia dini. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Athar. Pemilik nama lengkap Muhammad Athar Al Ghifary ini merupakan seorang crosser muda asal Kabupaten Bandung Barat. Pada usianya yang baru menginjak 10 tahun, ia lihai menunggangi mini motocross dan berhasil meraih prestasi di berbagai kompetisi motocross nasional. Diakui Athar, kecintaannya terhadap dunia motocross sudah ada sejak ia kecil. Awalnya, ia dikenalkan oleh sang ayah Hilman Laksana yang kini menjadi menejer Athar. “Aku suka motor trail dari umur empat (4) tahun. Ayah juga pembalap, aku seneng aja sama motor trail terus aku mau belajar,” ujar Athar. Bakat serta keinginan Athar untuk menekuni dunia motocross nampaknya turun dari sang ayah yang juga merupakan crosser. Hilman menceritakan bahwa sang anak terkadang masih suka takut terlebih Athar pernah terjatuh dan mengalami cedera. Namun, Hilman tak henti memberikan nasihat dan bimbingan pada Athar. Ia selalu memberi nasihat bahwa memiliki rasa takut itu wajar. Namun, harus bisa mengalahkan rasa takut itu sendiri. “Takut sih ada tapi saya pesankan ke dia harus bisa mengalahkan rasa takut itu, sekarang saja masih ada itu pen di tanganya akibat jatuh dari balapan sebelumnya,” tutur Hilman. Meski masih di usia anak-anak ia pernah mengikuti beberapa kejuaraan bergengsi motocross hingga ke Jawa Tengah dan Bali. “Waktu di Bali itu Kejuaraan Nasional Motocross 2018, kebetulan dia juara nasionalnya di kelas 50cc,” ujar Hilman yang terus mendampingi Athar yang saat ini tergabung dalam Tim Karunia Mandiri Sport Qiblattour VMX KONI KKB ini. Menurutnya, prestasi membanggakan yang diraih Athar tak diperoleh secara instan. Juara nasional yang kini diembannya merupakan hasil kerja keras panjang pemiliki nomor 23 ini selama 5 tahun terakhir. “Dia dari umur 3 tahun sudah balap sepeda BMX di sepeda dia juga podium terus. Alhamdulillah dari sana ada sponsor yang menawarkan sepeda motor (minitrail) hingga sekarang dibarengi dengan latihan dan usaha keras,” jelasnya. Bakat kerja keras dan ketekunannya dalam berlatih, Athar pernah menyabet gelar juara daerah pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Barat tahun 2016 silam. Sepanjang tahun 2016, Athar berulang kali meraih gelar juara motocross junior yang diikutinya. Pada 2017, Athar berhasil meraih juara 3 nasional dan kerap meraih juara 1 pada beberapa Kejurda yang diikutinya. Athar seperti tak memiliki rasa takut jika sudah berada di lintasan garuk tanah. Tak jarang ia suka bertanding dengan anak-anak yang usianya lebih tua. “Jadi musuhnya Athar sekarang itu kakak kelasnya ada yang dari Bandung, Jawa Tengah, Jawa Timur, luar pulau ia berani melawan dari pebalap yang usianya diatasnya yang lebih berpengalaman,” ujar Hilman. Terakhir, Athar turun di ajang Jabar Open Motocross Grasstrack Championship 2020 Series Piala Menpora RI di Sirkuit Motocross Cambora, Sumedang, Jawa Barat, Minggu (30/8). Lagi – lagi Ia mencuri perhatian, karena berhasil meraih prestasi di ajang olahraga ektrim ini. Pada ajang Jabar Open Motocross Grasstrack Championship 2020 Series Piala Menpora RI ia berhasil meraih juara di dua kelas yang diikutinya. Ia menjadi juara I di kelas Special Engine (SE) 65 cc Novice dan menjadi juara I di kelas SE 65 cc.

Percasi-KONI Sumsel Gelar turnamen Catur Kapolda Cup II Sumsel

Percasi-KONI Sumsel Gelar turnamen Catur Kapolda Cup II Sumsel

Dalam rangka menjaring pecatur muda potensial, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) dan KONI Sumatra Selatan (Sumsel) menggelar Turnamen Catur Kapolda CUP II di Kantor Dinas Pendidikan Kota Palembang, Jumat (6/11/2020). Lebih dari 300 peserta yang merupakan pelajar mengikuti turnamen yang merupakan turnamen kedua setelah digelar pada tahun 2018 ini. “Ada 359 peserta dari pelajar dan 190 lagi tingkat Master dan Veteran. Setelah pertandingan sampai besok (7/10/2020), nanti kita kumpulkan juara dan dibina untuk mengikuti seleksi nasional,” ujar perwakilan Percasi Sumsel, Cotri Juliana Jab, dilansir dari Sumsel.idntimes.com. Cotri menjelaskan, meski kategori lain seperti master dan veteran turut diikutsertakan, turnamen Kapolda Cup ini difokuskan untuk mencari atlet potensial dari pelajar. “Paling dominan Alhamdulillah memang dari pelajar tingkat SD, SMP dan SMA. Karena kita itu tujuannya menjaring atlet-atlet masa depan,” kata dia. Cotri berharap kompetisi yang dilaksanakan secara rutin oleh Percasi Sumsel, bisa menghasilkan pecatur berprestasi. Menurutnya, catur merupakan olahraga rakyat dan tidak mahal, serta membantu kecerdasan untuk mengasah otak dalam mengatur strategi. “Pertandingan ini diikuti peserta dari Empat Lawang, Lahat, Muara Enim lalu Muba. Semoga Percasi Sumsel mendapatkan pecatur yang berpotensi,” tambahnya. Sementara itu, wakil Ketua Umum KONI Sumsel, Suparman Roman melanjutkan, antusiasme para peserta tergolong tinggi. Hal tersebut tercermin dari jumlah peserta yang cukup banyak membuktikan kejuaraan terbuka tersebut cukup diminati. Sehingga menurutnya, langkah awal penjaringan dinilai berhasil. “Pertanda baik, ternyata catur diminati di Sumsel khususnya Palembang. Kita mencari atlet karena di awal targetnya adalah pembibitan,” ujar Suparman.

Pengkot PBSI Bandung Bangun Sekolah Bulu Tangkis Demi Tingkatkan Prestasi

Pengkot PBSI Bandung Bangun Sekolah Bulu Tangkis Demi Tingkatkan Prestasi

Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Bandung akan membangun sebuah sekolah bulu tangkis di Kota Bandung dalam waktu dekat. Sekolah bulu tangkis yang nantinya akan diberi nama Bandung Badminton Academy itu akan dikelola langsung oleh PBSI Kota Bandung. Bandung Badminton Academy akan membuka kelas-kelas anak-anak usia dini mulai dari pemula, junior hingga senior. Sementara itu, latar belakang didirikannya Bandung Badminton Academy karena rasa keprihatinan Ketua Umum PBSI Kota Bandung, Nurfalah, atas prestasi bulu tangkis di Kota Bandung. “Semua tahu bahwa Kota Bandung adalah gudangnya atlet bulu tangkis. Sejak tahun 50-an, orang-orang Bandung sudah melanglang buana menjadi juara dunia seperti Tan Joe Hok, lalu ada Kang Iie Sumirat, sampai Taufik Hidayat, terinspiras kesana, saatnya kita memiliki Bandung Badminton Academy, kita galakan lagi prestasi bulu tangkis di Kota Bandung agar lahir-lahir atlet baru seperti tiga legenda bulutangkis itu,” papar Nurfalah, seperti dilansir dari maungbandung.pikiran-rakyat.com. Nurfalah menambahkan, olahraga bulu tangkis merupakan olahraga yang telah banyak memberi kontribusi dalam membawa harum bangsa Indonesia ke seluruh dunia. Melalui sekolah bulu tangkis yang akan didirikan ini, Kota Bandung harus kembali menjadi barometer lahirnya atlet-atlet bulu tangkis berprestasi untuk kepentingan bangsa. “Seniman Mang Koko saking bangganya pada waktu sampai menciptakan lagu badminton dengan Bahasa Sunda, bukan dengan bahasa nasional, itu artinya saat Mang Koko menciptakan lagu itu prestasi bulu tangkis Kota Bandung sedang menanjak karena pada saat itu manggung pebulutangkis–pebulutangkis Jawa Barat khususnya di Kota Bandung,” kata Nurfalah menambahkan. Oleh sebab itu ujar Nurfalah, bukan hal mustahil dengan didirikannya Bandung Badminton Academy, tidak hanya akan mencetak namun akan melahirkan sekaligus melanjutkan kejayaan Kota Bandung sebagai barometer bulu tangkis di Tanah Air. Nurfalah bersama dengan jajaran baru saja dilantik sebagai Pengcab PBSI Kota Bandung periode 2020-2024 pada Sabtu 7 November 2020 kemarin di GOR Bandung Juara Jalan Jakarta, Kota Bandung. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Harian Pengprov PBSI Jabar, Ugianto Hartono. Pada pelantikan tersebut, turut dihadiri oleh Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Barat, Akhmad Wiyagus, yang memberikan sambutanya secara virtual. Selain itu, Wakil Walikotta Bandung, Yana Mulyana, Ketua Umum KONI Kota Bandung Nuryadi, Sekum Pengprov PBSI Jawa Barat, Lutfi Hamid serta para legenda bulu tangkis Kota Bandung, Nara Sudjana, Iie Sumirat dan Taufik Hidayat turut menyaksikan pelantikan acara tersebut.

Pembinaan Atlet Menjadi Target Utama Pengcab Muay Thai Kab Bogor

Pembinaan Atlet Menjadi Target Utama Pengurus Cabor Muaythai Kab Bogor

Setelah resmi dilantik kurang lebih satu bulan lalu, Haris Setiawan selaku Ketua Pengurus Cabang Olahraga Muay Thai Kabupaten Bogor, mulai membentuk tim sekaligus program kerja yang akan dijalankan lima tahun ke depan. Salah satu tujuannya yaitu membuat cabang olahraga muay thai lebih dikenal di masyarakat Kabupaten Bogor. “Dari pengenalan, kita bisa tahu mana yang bisa dijadikan bibit unggul dalam pencetakan atlet-atlet muda,” ujar Haris, seperti dilansir dari Radar Bogor. Haris menegaskan bahwa pembinaan atlet harus dilakukan sejak dini bukan pada saat akan mengikuti kejuaraan saja. “Mulai dipikirkan agar kita tahu potensi diri, potensi asli putra daerah, caranya tidak lain adalah dengan pembinaan dari awal, tidak hanya untuk persiapan kejuaraan saja,” jelas Haris. Walaupun struktur organisasi cabor ini belum resmi terbentuk, Haris optimis akan membawa harum nama Kabupaten Bogor dalam prestasi cabang olahraga muay thai dan mampu menyumbang emas, piagam, piala dan penghargaan dari berbagai kejuaraan. Lebih lanjut Haris mengatakan, dalam program kerja yang akan timnya bentuk akan lebih masif dan menargetkan untuk mengajak semua kalangan lebih mengenal olahraga muay thai. Langkah ini akan ia mulai dari pendataan klub-klub atau unit latihan muay thai di Kabupaten Bogor. Selain itu, diakui Haris cabang olahraga muay thai di Kabupaten Bogor masih kalah dari cabor bela diri lainnya seperti taekwondo, pencak silat, karate, judo atau kempo. “Cabor Muaythai memang sudah masuk dalam Porda Jabar 2018 lalu, tapi saat ini tugas terberat kami adalah melakukan sosialisasi ke sejumlah klub yang ada di Kabupaten Bogor agar mereka bisa jadi bagian keanggotaan klub muay thai,” ujar Haris. “Lebih familiar di kalangan masyarakat Kabupaten Bogor merupakan prestasi tak ternilai, itu yang akan kita kejar,” lanjutnya. Berbicara target pada kejuaraan terdekat, Haris menargetkan 6 medali emas bagi cabor yang dipimpinnya untuk Porda Jabar 2022 mendatang. Hal ini bukan tanpa alasan, saat Porda Jabar 2018 lalu, cabor muay thai Kabupaten Bogorberhasil merebut 6 medali emas. Untuk itu, pada Porda tahun 2022 nanti, minimalnya cabor muay thai Kabupaten Bogor bisa meraih jumlah medali yang sama seperti Porda Jabar 2018. “Saya belum bisa mentargetkan jumlah medali yang lebih dari tahun lalu. Karena kami masih akan melakukan pendataan dulu atlet atlet yang akan jadi bagian tim muay thai Kabupaten Bogor untuk Porda Jabar 2022,” pungkas Haris.

Jelang SEA Games 2021, PB PODSI Gelar Seleksi Nasional

Jelang SEA Games 2021, PB PODSI Gelar Seleksi Nasional

Pengurus Besar (PB) Persatuan Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) mulai melakukan persiapan guna mengikuti SEA Games 2021 yang berlangsung di Hanoi, Vietnam. Salah satu agenda dari PB PODSI yakni menggelar seleksi nasional pada awal Desember mendatang. Seleksi nasional itu dimaksudkan untuk mencari sekaligus menyaring pedayung muda yang dimiliki Indonesia. Menurut pelatih nasional dayung, Muhammad Hadris, SEA Games Vietnam sendiri untuk cabang dayung akan mempertandingkan 16 nomor event khusus cabang rowing. Sedangkan atlet yang saat ini tersedia hanya sembilan, itu pun mereka akan difokuskan lebih dulu menuju Olimpiade Tokyo tahun depan. Oleh sebab itu, PB PODSI masih kekurangan atlet muda untuk melengkapi nomor yang akan dipertandingkan pada multiajang Asia Tenggara dua tahunan tersebut. “Kalau memungkinkan kita bisa ikut semua makanya kami gelar seleknas ini, mana tahu ada atlet berkualitas untuk komposisi SEA Games nanti,” kata Hadris, seperti dilansir dari detikSport, Senin (2/11/2020). Saat ini PB PODSI melalui wakil ketua umum, Budiman Setiawan, telah bersurat kepada tiap-tiap pengurus provinsi daerah untuk menyiapkan atletnya untuk mengikuti seleksi itu. “Atlet yang diincar sudah ada, artinya kami panggil ada yang eks Asian Games 2018, eks SEA Games, yang sekarang berlatih di daerahnya tentu mereka punya kemauan untuk bisa memperkuat timnas kembali,” ujar Hadris. “Kalau kita totalin mungkin lebih dari 20 atlet (yang kami siapkan untuk SEA Games) jika ingin ikut semua nomor. Jadi minimal satu atlet satu nomor, dan ada juga beregu,” lanjutnya. Adapun pelaksanaan seleknas rencananya berlangsung di Situ Cipule, Karawang. Tapi khusus untuk atlet proyeksi Olimpiade akan dites di Jatiluhur. “Kemungkinan besar atlet yang masuk skuad SEA Games ini ialah mereka yang sekarang ini sedang berlatih (untuk persiapan Olimpiade) karena mereka berlatih lebih awal ketimbang atlet lain. Makanya, seleknas ini buat tambahan tim yang sudah ada,” ujarnya. Prestasi Tim Rowing Indonesia Pada SEA Games 2019: Men Lightweight Double Sculls – Medali Emas Mahendra Yanto dan Ihram Lightweight Single Sculls – Medali Perunggu Kakan Kusmana Pairs – Medali Emas Denri Maulidzar al Ghiffari dan Ferdiansyah Women Lightweight Single Sculls – Medali Perunggu Mutiara Rahma Putri Pairs – Medali Emas Julianti dan Yayah Rokayah

Jaring Atlet Muda Berbakat, Calon Bupati Nabire Gelar Turnamen eSports

Jaring Atlet Muda Berbakat, Calon Bupati Nabire Gelar Turnamen eSports

Meski tergolong baru, minat generasi muda Indonseia terhadap eSports tergolong tinggi. Di sisi lain eSports bisa menjadi alternatif mengisi kekosongan agenda olahraga karena pandemi ini. Hal ini yang coba dirangkul oleh calon Bupati Nabire, Yufinia Mote. Ia berinisiatif untuk mengadakan turnamen eSports bertajuk PUBG Mobile YUDA League. Tujuannya yakni memberi wadah anak muda untuk berkreasi, mengembangkan diri dan potensinya di tengah pandemi Covid-19 terutama untuk bidang eSports. Lebih lanjut, Yufinia Mote menjelaskan bahwa ada 650 peserta yang terbagi dalam 130 tim pada ajang PUBG Mobile YUDA League kali ini. Dia berharap, kegiatan yang dibuatnya bisa memberikan manfaat yang besar di tengah pandemi ini. “eSports ialah cabang olahraga digital baru yang dilombakan saat masa pandemi, kami bekerja sama dengan Kemenpora RI yang menghandle cabor ini. Nabire juga sebagai bagian Republik Indonesia diharapkan turut mengambil bagian, membesarkan olahraga digital ini,” tuturnya, dilansir dari JPNN.com. Ia pun berharap nantinya akan lahir atlet-atlet eSports dari Nabire yang bisa terus bersaing sampai dengan level nasional dan internasional. Sementara itu, untuk total hadiah yang diperebutkan oleh peserta nilainya mencapai lebih dari Rp 24 juta. Sedikit flash back, Kementerian Pemuda dan Olahraga dan KONI secara resmi telah memutuskan eSports sebagai cabang olahraga prestasi di Indonesia pada Rapat Kerja Nasional KONI 2020 yang diadakan pada 25-27 Agustus 2020 lalu. Bahkan, sudah ada turnamen resmi yang digelar yaitu Piala Menpora eSports 2020 yang baru saja selesai pada awal bulan Oktober lalu.

PSSI Kembali Gelar Program Garuda Select

PSSI Kembali Gelar Garuda Select

Program pengembangan pemain muda Garuda Select akhirnya kembali dilakukan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Saat ini proses seleksi untuk Garuda Select sudah berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, sejak Selasa (27/10/2020) dan rencananya diakhiri pada Rabu (4/11/2020). Garuda Select merupakan program pengembangan pemain usia muda kerja sama PSSI dengan Mola TV. Ini merupakan edisi ketiga Garuda Select yang sebelumnya sudah dilakukan sejak awal tahun 2019. Proses seleksi ini dihadiri Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri dan ditangani langsung oleh Dennis Wise selaku Direktur Sepak bola Garuda Select beserta tim pelatihnya dari Inggris. Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri mengatakan bahwa PSSI bersyukur dapat melaksanakan program Garuda Select di tengah situasi pandemi Covid-19. Pada seleksi kali ini, PSSI menyeleksi sebanyak 130 pemain untuk program ini. “Para pemain ini berasal dari kompetisi yang dilakukan PSSI sebelum pandemi Covid-19. Kompetisi tersebut seperti Piala Soeratin U-15 dan rekomendasi klub-klub anggota Elite Pro Academy U-16. Selain itu ada hasil pantauan (scouting) dari Dennis Wise dan tim pelatihnya,” kata Indra Sjafri, dilansir dari laman resmi PSSI. “Proses seleksi, setiap hari ada pengurangan pemain. Pemain yang hari ini dinyatakan lulus seleksi, akan terus ikut program seleksi di hari berikutnya, sementara yang tidak lolos akan dipulangkan. Pada hari terakhir akan didapatkan para pemain yang memenuhi standar untuk melanjutkan program utama Garuda Select yang rencananya akan diberangkatkan ke Inggris,” tambahnya. PSSI berharap program Garuda Select akan memberikan banyak manfaat bagi pemain muda untuk belajar dan mendapatkan pelatihan intensif secara profesional. Program ini juga merupakan solusi dan sebagai muara dari kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-16 serta Piala Soeratin. Sementara itu, Direktur Sepak bola Garuda Select, Dennis Wise mengatakan di tengah situasi pandemi Covid-19, ia optimistis bersama PSSI dapat menggelar seleksi dan program Garuda Select edisi ketiga ini dengan baik. “Kami mencari pemain-pemain muda dari seluruh Indonesia yang sumbernya dari kompetisi usia muda PSSI dan pantauan kami. Mereka kami seleksi untuk kami bawa ke Inggris mereka harus menampilkan kemampuan terbaiknya di sini,” kata Dennis. “Kami mencari pemain-pemain dengan standar kemampuan tinggi seperti David Maulana, Brylian Aldama, Braif Fatari dan alumni Garuda Select lainnya. Semakin banyak pemain-pemain Indonesia yang bisa merasakan atmosfer berlatih dan bertanding di Eropa, tentu akan semakin baik. Kami berharap sepak bola di sini semakin meningkat dan tumbuh pemain-pemain muda berbakat untuk tim nasional Indonesia,” ujarnya.

Sempat Tak Punya Papan Skate, Skater Muda Ini Bisa Juara dan Kini Punya Sponsor

Sempat Tak Punya Papan Skate, Skater Muda Ini Bisa Juara dan Kini Punya Sponsor

Sebuah kisah insipiratif sekaligus menyentuh datang dari Kota Malang. Kisah ini milik Muhammad Maulana Malik Ibrahim atau yang lebih dikenal dengan panggilan Joko. Ia merupakan skater yang masih belia. Usianya baru menginjak 10 tahun. Beberapa waktu belakangan ini, video Joko saat beraksi di atas papan skate tengah viral. Kemahirannya bermain skateboard menjadi perbincangan dan dikagumi banyak warganet. Padahal, ada kisah menyentuh dibalik itu. Joko yang saat ini merupakan siswa kelas 4 di SDN Merjosari 1 Kota Malang, menceritakan awal mula ia tertarik pada olahraga skateboard. Ia mengaku tertarik dengan skateboard karena sering melihat orang bermain skateboard, sehingga muncul keinginan untuk ikut bermain. Namun, keinginan terpendam Joko untuk bermain skateboard awalnya seperti hanya impian belaka karena ia tidak bisa memiliki papan skate. Terlebih, berdasarkan informasi yang didapat, Joko adalah anak yatim yang tinggal hanya dengan neneknya. Perjuangan untuk bisa bermain Skateboard pun terus dilakukan Joko dengan mendatangi Skate Park di Taman Singha Merjosari di mana di situ adalah tempat latihan Bolang SK8 School. Akhirnya, pelatih skate yang melihat bocah setiap hari melihat pemainnya berlatih merasa iba kepada bocah berusia 10 tahun ini dan meminjami Jojo papan skate. Ia pun menunjukkan kesungguhannya untuk bermain skateboard. “Awalnya lihat-lihat saja di sini, lalu dipinjami (papan skate) sama pelatih dan akhirnya bisa sampai sekarang,” kata Joko, dilansir dari jatimtimes.com. Ditanya tentang kenapa tertarik dengan olahraga skateboard, Joko mengaku bahwa ia merasa dengan olahraga bisa banyak teman sehingga ia bisa bermain dengan hal yang positif. Selain itu, ia ingin berprestasi di bidang olahraga untuk membanggakan keluarganya. “Tertarik dengan skateboard ini, ya, karena bisa punya banyak teman. Dan saya bisa berprestasi,” ucapnya. Dari segi prestasi, Joko yang baru bergabung latihan dengan Bolang SK8 School kurang lebih 2 hingga 3 bulan lalu ini sudah mengikuti berbagai kejuaraan yang antara lain di Solo, Bali, hingga Jakarta, bahkan di Bekasi Joko pernah menyabet juara 1 kejuaraan Skateboard Wali Kota Cup U-15. Disinggung masalah sekolah, Joko mengaku bahwa ia tidak melupakan sekolahnya meski terus fokus berlatih skateboard. “Ya sekolah biasa saja, kalau mau ujian belajar dulu, sementara latihannya di skip dulu, fokus ujian. Kalau sudah selesai baru bisa latihan rutin lagi,” ungkapnya. Berkat prestasi yang telah diraihnya, Joko kini sudah memiliki sponsor mulai dari papan skate hingga baju untuk digunakan saat mengikuti kejuaraan. Selain itu, sang nenek pun sangat mendukung apa yang dilakukan. “Mendukung sekali kalau keluarga, sama nenek itu, Alhamdulillah mendukung. Buktinya sekarang Alhamdulillah sudah punya papan skate sendiri dari sponsor. Jadi kalau rusak itu ya dikirim lagi,” ujarnya.

Jaring Talenta Bulu Tangkis, Bupati Bangka Cup Digelar

Patuhi Protokol Kesehatan, Bupati Bangka Cup Digelar Tanpa Penonton

Kejuaraan bulu tangkis Bupati Bangka Cup 2020 akan dimulai besok, Selasa (27/10/2020) di Stadion Orom Sungailiat. Sebanyak 115 atlet dari berbagai wilayah Kabupaten Bangka memastikan ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Meski digelar ditengah pandemi, Bupati Bangka Cup akan digelar tanpa penonton demi mematuhi protokol kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia, Julian Saputra, Senin (26/10/2020) petang. “Kita gelar tanpa penonton di Lapangan Bulutangkis Orom yang mendaftar hingga penutupan sebanyak 115 atlet,” kata Julian Saputra, dilansir dari Bangkapos.com. 115 Pebulutangkis yang ambil bagian terbagi dalam 5 nomor. Untuk nomor tunggal putra kelahiran 2010 diikuti sebanyak 21 atlet, sementara untuk tunggal putri kelahiran tahun 2010 diikuti 11 atlet. Selanjutnya tunggal putra kelahiran 2008 diikuti 21 atlet, tunggal putri kelahiran 2004 diikuti 15 atlet, tunggal putra kelahiran 2004 diikuti 21 atlet. Kemudian ganda putra veteran diikuti 18 atlet dan ganda putra umum 8 atlet. Menurut Julian Saputra pihaknya telah berkeliling kecamatan kecamatan di Kabupaten Bangka mempromosikan kejuaraan termasuk memasang spanduk ditempat tempat strategis dan membagikan brosur. “Sudah kita informasikan sejak satu bulan ini intensif,” kata Julian Saputra. Diharapkan dari kejuaraan yang digelar setiap tahun ini akan muncul atlet atlet bulutangkis potensial. Dimana akan ditindaklanjuti dengan pembinaan oleh PBSI Bangka bekerjasama dengan klub bulutangkis tempat atlet bernaung. “Terus terang pebulutangkis usia muda di Kabupaten Bangka angkanya terus menurun tentunya lewat ajang ini kita bisa menjaring atlet potensial untuk dapat mengharumkan nama Kabupaten Bangka,” kata Julian.

Pelatnas Renang Olimpiade di Stadion GBK Akuatik Dimulai Dengan Protokol Kesehatan Ketat

Fadlan, Doni, Farrel, Wisnu, Siman, Albert, Glen. Sumber: Pelatnas Akuatik

Jakarta, Tim renang nasional Indonesia menggelar pemusatan latihan untuk proyeksi Olimpiade 2021 Tokyo di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin 26 Oktober 2020. Pelatnas di tengah pandemi ini tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Dimulai dengan memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk kolam renang, cek suhu tubuh, alas kaki dilepas, pembatasan lintasan sampai dengan protokol ketat di kamar bilas. “Senang ya sudah bisa mulai berlatih di Kolam Renang GBK. Tentu semuanya harus patuh dengan protokol kesehatan mulai dari penginapan, perjalanan, kolam renang dan tiba lagi di penginapan,” papar Manajer Pelatnas Olimpiade Renang, Wisnu Wardhana, Senin 26 Oktober 2020. Team Manajer Pelatnas, Coach Wisnu Wardhana mengatakan, pelatnas Renang yang diikuti enam perenang terbaik Indonesia ini sudah dimulai sejak sepekan lalu, Senin 19 Oktober 2020. Saat ini latihan masih fokus pada pemulihan dan persiapan loading endurance atau daya tahan setelah selama pandemi dan PSBB perenang hanya berlatih secara terbatas. “Untuk pelatnas Olimpiade ini kami mulai kurang lebih seminggu. Ini minggu kedua kami latihan di GBK. Untuk satu-dua bulan pertama, kami masih latihan fisik yaitu untuk memantapkan sekaligus untuk adaptasi mereka,” papar Wisnu. Latihan Pelatnas Olimpiade 2021 diikuti enam perenang yakni I Gede Siman Sudartawa, Glen Victor Susanto, Fadlan Prawira, Farrel Armandio Tangkas, Triady Fauzi Sidiq dan Azzahra Permatahani yang dipimpin Tim manajer Wisnu Wardhana serta duo Pelatih Albert Sutanto dan Doni B.Utomo. Dua perenang Triady dan Azzahra belum bisa berlatih penuh, diharapkan segera bergabung serta berlatih bersama tim pelatnas. “Saat pandemi Covid 19 kemarin kita kesulitan berlatih baik di gym maupun di kolam renang. Dan harus diakui kita yang di pelatnas sangat kurang berlatih, dan saat ini saya juga meninggalkan Bandung menuju Jakarta yang fasilitas kolam serta protokol kesehatan cukup baik. Semoga ini bisa meingkatkan lagi kemampuan, karena memulainya juga dari nol lagi,” tambah Glen Victor. “Saat pandemi kemarin kita latihan terbatas seperti lewat zoom karena kolamnya tutup. Dan saat dibuka hanya bisa sehari sekali. Jadi latihan kita melalui zoom. Saat ini dengan bisa berlatih bersama tim pelatnas semoga bisa bertambah untuk meningkatkan kemampuan,” sambung Fadlan Prawira. Dengan target lolos kualifikasi limit A Olimpiade 2021, rencananya pada awal tahun 2021, para atlet bakal menjalani try out menuju Australia.