WJC 2025: Indonesia Lolos Babak 8 Besar

Ikhsan Lintang Pramudya - Rinjani Kwinnara Nastine

Indonesia berhasil menuntaskan laga terakhir dengan kemenangan melawan Hong Kong pada fase grup F World Junior Mixed Team Championships 2025 yang berlangsung di National Centre of Excellence, Guwahati, India, Rabu (08/10). Laga ketiga Garuda muda, tak berjalan dengan mudah. Moh. Zaki Ubaidillah dan kawan-kawan dipaksa bermain 2-1 oleh Hong Kong dengan skor 44-45, 45-37, 45-23. Indonesia sempat kecolongan di set pertama dengan poin yang cukup dramatis. Sektor pertama yang diturunkan pada laga kali ini adalah ganda putra Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono yang harus mengakui kekuatan tim lawan dengan kedudukan 6-9. Hasil kurang baik juga didapatkan sang kapten Moh. Zaki Ubaidillah dan Thalita Ramadhani Wiryawan yang juga menelan kekalahan. Nafas Merah-Putih berhasil diselamatkan oleh pasangan ganda putri Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine yang berhasil meraih kemenangan ketat 36-35. Namun setelah berganti sektor, Rinjani yang langsung bermain ganda campuran bersama Ikhsan Lintang Pramudya harus menelan kekalahan tipis dengan skor 44-45. “Permainan hari ini cukup ketat dan menegangkan karena di set pertama kita kalah 0-1. Saya sendiri berusaha bermain tanpa beban dan mengeluarkan semua kemampuan saya,” ungkap pemain kelahiran Surabaya ini. “Lawan saya tadi cukup bagus dari segi serangan. Sempat ada protes di set ke-2, lawan tidak menerima keputusan wasit karena bolanya dinyatakan keluar,” tambah pemain yang akrab disapa Tali. “Set kedua meskipun tegang saya berusaha hadapi dengan tenang dan bermain bagus. Rally poin 9 ini mainnya harus bersih dan jangan sampai membuang poin terlalu banyak,” tuturnya. Pada laga penentuan grup F ini, Indonesia menurunkan 7 pemain andalannya yaitu: Moh. Zaki Ubaidillah, Muhammad Rizki Mubarrok, Raihan Daffa Edsel Pramono, Thalita Ramadhani Wiryawan, Riska Anggraini, Rinjani Kwinnara Nastine, dan Ikhsan Lintang Pramudya. Sempat kehilangan set pertama, performa tim muda Indonesia ini berhasil meningkat di dua set terakhir terutama di set ke-3 dimana Hong Kong hanya mendapatkan 23 poin. “Berada di partai penentu, pasti ada rasa tegangnya tinggal bagaimana saya mengatasinya. Set pertama kita kurang tenang padahal sudah balik unggul menjadi 44-43. Kendala saya sendiri di set 1 saya masih beradaptasi lapangan dan di dua set terakhir kami sudah lebih tenang dan enjoy,” ungkap Lintang. “Dengan Rinjani saya terus menjaga komunikasi, sebelum Rinjani main ganda putri kami juga pemanasan bareng. Menurut saya dengan sistem poin 9 yang terpenting kita harus langsung memegang kendali sejak poin pertama,” tambahnya. Kemenangan atas Hong Kong menjadikan Indonesia keluar sebagai juara grup dan dipastikan lolos ke babak 8 besar yang akan berlangsung pada hari Kamis, (09/10). Di babak 8 besar nanti Indonesia akan menghadapi juara dari grup E antara tim Denmark atau tim Chinese Taipei. “Kalau melihat performa Thalita Ramadhani Wiryawan, ini kali kedua dia diturunkan, pertama saat bertemu Filipina saya liat progresnya semakin bagus dengan adaptasi point 9 ini. Dia lebih bisa enjoy dan menyesuaikan diri, hari ini melawan Hong Kong dari ketiga laga yang dimainkan performannya juga selalu meningkat,” ucap Herli Djaenudin, selaku pelatih tunggal putri yang mendampingi Thalita. “Yang menjadi perbaikan dari sektor tunggal putri adalah dia harus lebih tenang lagi dan menjaga fokusnya. Karena ini poinnya pendek jadi pemanasannya harus maksimal dan kami saling berkoordinasi dengan pelatih fisik. Yang kedua harus bermain lebih rapi lagi karena dengan sistem poin pendek ini secara tekanan yang dirasakan akan lebih tinggi,” Tambah Herli. “Persiapan untuk besok kita jaga kondisi para atlet dan koordinasi dengan dokter gizi untuk asupan nutrisinya, apa yang diperlukan agar recovery berjalan bagus.” tutup Herli. Berikut hasil lengkap pertandingan tim Indonesia vs Hong Kong: MD 1: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Cheng Ying Kit/Deng Chi Fai 6-9 MS 1: Moh. Zaki Ubaidillah vs Lam Ka To 15-18 WS 1: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Ip Sum Yau 26-27 WD 1: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Ho Yan/Wong Yan Lam Yanes 36-35 XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cheng Ying Kit/Hung Ho Yan 44-45 MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Cheng Ying Kit/Deng Chi Fai 9-8 MS 2: Moh. Zaki Ubaidillah vs Lam Ka To 18-15 WS 2: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Ip Sum Yau 27-23 WD 2: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Ho Yan/Wong Yan Lam Yanes 36-33 XD 2: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cheng Ying Kit/Hung Ho Yan 45-37 MD 3: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Cheng Ying Kit/Deng Chi Fai 9-6 MS 3: Moh. Zaki Ubaidillah vs Lam Ka To 18-8 WS 3: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Ip Sum Yau 27-13 WD 3: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Ho Yan/Wong Yan Lam Yanes 36-18 XD 3: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cheng Ying Kit/Hung Ho Yan 45-23

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Juara WTA 125 Suzhou

Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen

Duet atlet tenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen berhasil menjadi juara Ganda Putri WTA 125 Suzhou di Cina pada 5 Oktober 2025 usai menang dari pasangan petenis Polandia-Jepang, Katarzyna Kawa/Mokoto Ninomiya dengan skor 6-4, 6-3 pada pertandingan yang berlangsung 1 jam, 14 menit. “Selamat kepada Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen yang telah meraih gelar juara ganda putri WTA 125 Suzhou. Prestasi ini sangat membanggakan Indonesia di kancah dunia,” kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman. “Terima kasih atas kerja keras kalian, semoga ini menjadi motivasi untuk meraih gelar juara berikutnya,” kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman. “Momen ini menjadi bukti bahwa atlet tenis Indonesia mampu berprestasi di tingkat dunia. Saya berharap, akan muncul atlet-atlet tenis lainnya yang mengikuti jejak Aldila dan Janice,” sambungnya. Kedua pasangan ini juga merupakan peraih medali perunggu Asian Games 2023 Hangzhou. “Terima kasih atas pembinaan yang dilakukan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP.Pelti) yang dipimpin Bapak Nurdin Halid dan juga KONI Provinsi, karena melakukan pembinaan dengan baik, mulai sosialisasi, penjaringan, hingga penyaringan sampai mendapat atlet bertalenta,” lanjutnya.

Rizki Juniansyah Raih 2 Medali Emas dan Pecah Rekor di Kejuaraan Dunia 2025

Podium Kejuaraan Dunia Angkat Besi IWF 2025.

Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah tampil gemilang di Kejuaraan Dunia Angkat Besi IWF (IWF World Championship) 2025. Bertanding di Forde, Norwegia, Selasa dinihari WIB, Rizki meraih dua medali emas di kelas 79 kilogram putra pada kategori Clean and Jerk dan angkatan total, seperti dilansir dari catatan IWF, Selasa. Rizki memecahkan rekor dunia ketika bertarung pada kategori Clean and Jerk setelah berhasil melakukan angkatan dengan total beban 204 kilogram. Hasil itu membuatnya menyabet medali emas. Medali emas berikutnya didapat dari kategori angkatan total dengan 361 kilogram, dengan rincian 157 kilogram pada Snatch dan 204 di Clean and Jerk. Rizki juga mendapatkan medali perunggu pada kategori Snatch setelah berhasil mengangkat beban dengan total berat 157 kilogram, akan tetapi selanjutnya gagal dalam dua kali percobaan angkatan 162 kilogram. Rekannya, lifter asal Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah berhasil mendapatkan medali perak pada kategori Clean and Jerk setelah mampu mengangkat beban dengan total 203 kilogram. Sementara itu, medali perak kelas 79 kilogram putra kategori angkatan total menjadi milik lifter asal Korea Utara Ri Chong-song dengan total angkatan 360 kilogram. Ia juga mampu mendapatkan medali emas pada kategori Snatch setelah mengangkat beban seberat 163 kilogram. Medali perunggu kelas 79 kilogram putra kategori angkatan total disabet oleh lifter asal Mesir Mohamed Younes dengan total angkatan 360 kilogram, hasil dari 162 kilogram di Snatch dan 198 di Clean and Jerk. Selanjutnya medali perunggu kelas 79 kilogram putra kategori Clean and Jerk didapatkan oleh lifter asal Korea Selatan Son Hyeon-ho dengan angkatan seberat 198 kilogram. Sebelumnya, lifter senior Indonesia Eko Yuli Irawan meraih medali perunggu pada kelas 65 kilogram putra pada kategori Snatch dengan total angkatan 137 kilogram pada Sabtu lalu.

WJC 2025: Indonesia Raih Kemenangan di Laga Perdana

Moh. Zaki Ubaidillah

Tim Indonesia berhasil memenangkan laga pertama Grup F World Junior Mixed Team Championships 2025 melawan Filipina. Berlangsung di National Centre of Excellence, Guwahati, Assam, India Moh. Zaki Ubaidillah dan tim berhasil menang 2 – 0 atas Filipina dengan skor 45-17, 45-40. Menjadi laga pembuka dan perdana serta berstatus sebagai kapten tim, Moh. Zaki Ubaidillah yang akrab disapa Ubed ini mengakui sudah bermain maksimal dan bersyukur bisa menyumbangkan poin untuk tim Merah-Putih. “Alhamdulillah cukup senang bisa bermain di World Junior Mixed Team Championships 2025 ini yang merupakan turnamen junior terakhir saya. Tadi mainnya sudah baik dan maksimal, saya juga bersyukur bisa menyumbangkan poin untuk tim,” ucap Ubed. Berbicara soal strategi, pemain kelahiran Sampang ini mengungkapkan pentingnya untuk selalu menjaga fokus dan pikiran serta rasa tidak mau kalah dengan kuat . Sementara kekompakan tim, dirinya merasa timnya sudah cukup kompak. “Strategi saya lebih ke menjaga fokus, lalu pikiran, dan rasa tidak mau kalahnya harus kuat. Melihat kekompakan tim saya rasa cukup oke, kami sering diskusi dan ada latihan bareng untuk yel-yel, saya juga tidak bosan untuk mengingatkan tim untuk menjaga semangat dan kekompakan baik di dalam maupun luar lapangan,” tambah Ubed. Langkah Garuda muda tidak semulus di game pertama yang berhasil menang telak 45-17. Meskipun diawal game kedua Richie Duta Richardo sudah berhasil unggul 9-5, sayangnya tidak berhasil diikuti pasangan XD 2 Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica yang harus kalah di poin krusial 17-18 oleh pasangan Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal. Pasangan Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono berhasil membalikkan keadaan dam membawa Indonesia kembali unggul menjadi 27-22. Menanggapi hasil baik tersebut pasangan yang juga turun pada game pertama ini berusaha tetap enjoy, fokus dan tetap percaya diri serta sudah mulai bisa mengatasi rasa tegang. “Tadi di game kedua sempat tertinggal 1 angka, disini kami berprinsip untuk tidak boleh kalah, berapapun poin tertinggal kami harus bisa menang dan kalau bisa menjauhkan point,” ungkap Mubarok. “Ikut kejuaraan beregu lagi disini kami sudah tidak terlalu tegang seperti halnya di Asia Junior 2025 kemarin. Kali ini kami sudah bisa mengatasi rasa tegangnya dan kedepanya semoga kami bisa terus konsisten,” pungkas Edsel. Sementara itu, Wiempie Mahardi yang turun mendampingi sektor tunggal putra mengakui ada rasa tegang dengan sistem baru yaitu 9 poin. Dirinya berharap agar tim Indonesia tetap fokus dan jangan kecolongan pada fase penyisihan grup karena hanya juara grup yang akan lolos ke babak selanjutnya. “Di sektor tunggal putra dengan sistem skor 9 poin memang diawal ada rasa tegang tetapi di game pertama Moh. Zaki Ubaidillah berhasil keluar dari rasa tegangnya dan bisa mengambil kemenangan. Sama halnya dengan Richie meskipun pointnya sempat ramai di awal tetapi akhirnya bisa mengatasi rasa tegangnya,” Ungkap Wiempie. “Jadi di fase grup ini hanya juara grup yang akan lanjut ke babak quarter final dan kemenangan hari ini akan menjadi modal untuk besok melawan Slovenia. Kita tetap fokus jangan sampai kecolongan terutama dari sektor tunggal putra,” ujar Wiempie. Indonesia sendiri masuk ke grup F bersama dengan Filipina, Slovenia, dan Hong Kong China. Wiempie menilai kekompakan tim saat pertandingan sudah terbentuk lewat team building dan kelas dengan psikolog. “Untuk tim sendiri secara kekompakan sudah bagus, kemarin sebelum berangkat para atlet ada kelas dengan psikolog dan juga team building, jadi kekompakan saat pertandingan sudah terbentuk.” tutup Wiempie. Berikut hasil lengkap pertandingan Indonesia vs Filipina MS 1: Moh. Zaki Ubaidillah vs Jamal Rahmat Pandi 9-4 XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal 18-9 MD 1: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono VS Ralph NiñO Dalojo/John Vincent Lanuza 27-10 WS 1: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Fuentespina Christel Rei 36-15 WD 1: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine VS Hernandez Andrea Princess Mary Destiny Untal 45- 17 MS 2: Richie Duta Richardo vs Jamal Rahmat Pandi 9-5 XD 2: Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica vs Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal 17 – 18 MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Ralph Niño DALOJO/John Vincent LANUZA 27-22 WS 2: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Fuentespina Christel Rei 36 -32 WD 2: Salsabila Zahra Aulia/Yasintha Ristyna Putri vs Hernandez Andrea Princess Mary Destiny Untal 45-40

Ditutup Menpora, Inilah Juara Piala Presiden U12 dan U15 2025

Menpora Erick Saat Menyerahkan Hadiah di Festival Sepak Bola U12 dan U15.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir menghadiri Upacara Penutupan Festival Sepak Bola U12 dan U15 Piala Presiden 2025 di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Kamis (2/10) lalu. Dalam kesempatan itu Menpora menyaksikan secara langsung laga final kategori U-15 yang mempertemukan tim Asti Kudus melawan PS Malaka Kupang. Seusai laga yang dimenangkan Asti Kudus 1-0 tersebut, Menpora Erick melakukan penyerahan piala kepada tim-tim juara dalam turnamen ini. Menpora Erick mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekolaborasi menyelenggarakan kejuaraan ini. Mulai dari Kemenpora, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan juga PSSI. Hal ini membuktikan bahwa apabila dilakukan dengan bekerja sama maka semua pekerjaan akan terasa ringan. “Apalagi kerja sama ini untuk masa depan anak muda Indonesia. Tidak hanya tadi bermain sepak bolanya, tetapi pembentukan karakter anak muda,” jelas Menpora Erick. “Kita harus bisa menciptakan anak muda yang berani bermimpi, berkarya dan cinta Tanah Air, dan kita tanamkan ke mereka, nilai-nilai patriotik, gigih, tetapi juga empati,” imbuh Menpora. Menpora Erick menegaskan Kemenpora akan terus menjalankan program-program seperti Piala Presiden ini di daerah. Bukan hanya untuk cabang olahraga sepak bola, melainkan juga untuk cabang-cabang olahraga lainnya. Apalagi para peserta kejuaraan ini begitu antusias dan berharap kejuaraan seperti ini terus digelar. Salah satunya disampaikan Lionel Watekukly dari SSB Petra Sentani Papua. Dalam surat kepada Menpora yang dibacakannya, mengharapkan Kemenpora bisa melanjutkan Piala Presiden ini untuk generasi-generasi sepak bola usia dini berikutnya. Apalagi menurutnya Piala Presiden ini membuatnya memiliki banyak saudara dari Aceh hingga ke Papua. “Bapak, kami mohon teruskan dan lanjutkan program Piala Presiden ini sampai nanti adik-adik kami merasakannya. Bapak, dengan harapan baru di tangan Bapak sebagai Menpora, kami yakin sepak bola usia dini akan semakin berkembang dan maju,” ujar Lionel yang bermain di kategori U12. “Lanjutkan ya Pak, Piala Presiden setiap tahun. Sampaikan kepada Bapak Presiden, terima kasih dari kami anak-anak indonesia,” sambungnya. Diketahui dalam Piala Presiden ini untuk kategori U12 diikuti 18 tim dengan 252 pemain. Sementara untuk kategori U15, diikuti 16 tim dengan 288 pemain. Secara keseluruhan, hadir 34 tim dengan 540 pemain yang datang dari berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Ternate, Makassar, dan Jayapura hingga Medan, Padang, Jakarta, Surabaya, dan Lombok.

Djarum Foundation dan PSSI Selenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Lisensi D Nasional

KUDUS, 4 Oktober 2025 – Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife bekerjasama dengan PSSI menyelenggarakan sertifikasi kepelatihan lisensi D Nasional yang diikuti oleh 30 pelatih maupun guru olahraga di Kudus. Berlangsung selama satu pekan mulai dari 29 September hingga 5 Oktober 2025 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, kegiatan ini dikomandoi oleh Muhammad Hanafing Ibrahim selaku Coach Educator PSSI yang juga memiliki lisensi AFC Pro.   Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan, kegiatan ini digagas guna meningkatkan kualitas pelatih maupun guru olahraga, khususnya dalam memberikan pembinaan sepak bola yang lebih baik bagi anak didiknya. Pelaksanaan sertifikasi ini juga menjadi bagian dari rangkaian MilkLife Soccer Challenge (MLSC), dengan harapan kualitas peserta MLSC di Kudus pada edisi mendatang akan semakin meningkat. “Inisiasi ini berawal dari gelaran MLSC yang mendapat sambutan baik di Kudus. Kami melihat banyak guru olahraga yang belum memiliki kemampuan melatih sepak bola secara formal. Karena itu, kami berkoordinasi dengan PSSI pusat maupun Asprov Jateng dan Askab Kudus untuk mengadakan kursus lisensi D. Harapannya, program ini bisa menjadi pijakan awal bagi lahirnya lebih banyak pelatih berkualitas,” ungkap Teddy. Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi ini, para pelatih diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu dan lisensi yang diperoleh guna mendukung perkembangan sepak bola usia dini di daerah masing-masing. Hal tersebut selaras dengan visi Bakti Olahraga Djarum Foundation maupun MilkLife untuk memajukan sepak bola putri Tanah Air.  “Kami berharap para pelatih yang mengikuti sertifikasi ini dapat menularkan ilmu yang didapatkan kepada anak didiknya. Dengan semakin banyak pelatih berlisensi, ekosistem sepak bola di daerah akan berkembang lebih sehat dan berkelanjutan, termasuk dalam mendukung pertumbuhan sepak bola putri yang kini juga semakin mendapat perhatian,” Teddy menjelaskan. Jadwal kepelatihan terbagi menjadi dua tahapan, yaitu sesi teori dan praktek. Melalui metode ini, para peserta tidak hanya mendapatkan bekal ilmu kepelatihan di kelas, tetapi juga kesempatan untuk langsung mengaplikasikannya di lapangan.  Pada sesi praktek, sejumlah atlet juga dilibatkan untuk menjadi peraga di lapangan. Coach Hanafing didampingi oleh asisten pelatih Yayat R. Hidayat dan Pamungkas Yuli Kurniawan sepanjang rangkaian sertifikasi kepelatihan. Beberapa kelas teori yang diberikan mulai dari filosofi sepak bola Indonesia (Filanesia), peran seorang pelatih, prinsip bertahan & menyerang, game management, fase akuisisi skill, fase pengembangan permainan, hingga fase penampilan. Sementara untuk sesi praktek diantaranya passing & first touch, dribbling & running with the ball, attacking build up, defending high press, defending prevent goal, game management preparation, sampai football conditioning 11v11. Coach Educator PSSI, Muhammad Hanafing Ibrahim menegaskan pentingnya sertifikasi ini dalam menyiapkan pelatih yang kompeten. Pria kelahiran Makassar tersebut menuturkan, bahwa untuk melatih atlet usia dini faktor paling utama adalah teknik. Pada kesempatan ini, terdapat enam teknik dasar yang ia berikan, yakni passing, control, dribbling, running with the ball, heading, dan scoring. “Lisensi D adalah pintu masuk bagi siapa pun yang ingin serius berkarier di dunia kepelatihan sepak bola. Melalui kursus ini, para peserta dibekali pondasi dasar agar bisa melatih sesuai standar PSSI, sehingga nantinya para pemain usia dini yang mereka latih mendapatkan bimbingan yang benar sejak awal. Karena pelatih hebat akan melahirkan pemain yang hebat pula,” ujarnya. Menariknya, sertifikasi lisensi D yang biasanya membutuhkan biaya hingga Rp3 juta, pada kesempatan ini peserta hanya mengeluarkan biaya yang jauh lebih terjangkau, yakni Rp750 ribu. Inisiatif ini dilakukan agar semakin banyak pelatih dan guru olahraga di Kudus yang memiliki kesempatan meningkatkan kompetensinya.  Salah satu peserta, Just Nurkha Habibi, guru olahraga SD Muhammadiyah Birrul Walidain, mengaku terbantu dengan adanya program ini. Ia mengaku bahwa materi yang diberikan sangat menarik dan menuntutnya untuk aktif berpikir juga berdiskusi antar pelatih, sehingga banyak input positif yang didapat untuk meningkatkan kemampuan kepelatihan. “Biasanya biaya lisensi sangat mahal dan sulit dijangkau. Kalau ini harga terjangkau murah untuk ilmu yang sangat mahal. Dengan adanya program ini, kami bisa belajar langsung dari instruktur PSSI. Saya berharap ilmu yang saya dapat bisa saya terapkan di sekolah untuk membimbing anak-anak agar bermain bola dengan lebih baik dan disiplin. Selain itu juga program ini berkelanjutan dan ke depannya ada untuk lisensi C,” ungkapnya.

PBSI Gelar Simulasi dan Pelepasan Tim Jelang WJC 2025

Pelepasan Tim World Junior Championships 2025

Menjelang Kejuaraan Dunia Junior (BWF World Junior Championships/WJC) 2025 yang akan berlangsung di Guwahati, Assam, India, pada 6–19 Oktober, tim junior Indonesia menggelar simulasi sekaligus acara pelepasan di markas besar Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (1/10/2025) pagi. Acara ini dihadiri Ketua Umum PP PBSI, Moh Fadil Imran, Sekretaris Jenderal, Ricky Soebagdja, Wakil Ketua Umum I, Taufik Hidayat, Wakil Ketua Umum III, Armand Darmadji, jajaran pengurus, serta perwakilan sponsor. Dalam sambutannya, Fadil menekankan bahwa tugas atlet bukan hanya mengejar medali, tetapi juga menghadirkan optimisme bangsa di kancah dunia. Ia berharap tim Indonesia mampu mempertahankan Piala Suhandinata seperti tahun lalu. “Tugas kalian bukan hanya sekadar mengejar medali, tetapi menjadi wajah optimisme bangsa Indonesia di mata dunia,” kata Fadil Imran. “Tahun lalu Moh Zaki Ubaidillah dkk berhasil merebut Piala Suhandinata di Tiongkok setelah menundukkan tuan rumah di final. Tahun ini saya berharap kita kembali bisa membawa piala itu pulang. Berjuanglah dengan senyum, menangkan pertandingan dengan hati, dan pulanglah membawa kebanggaan. Apa pun hasilnya, yang penting berikan yang terbaik,” tambahnya. Turnamen WJC 2025 akan terbagi menjadi dua kategori, yaitu beregu campuran pada 6–11 Oktober 2025 dan individu pada 13–19 Oktober 2025. Berdasarkan laporan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Eng Hian, Indonesia mengirimkan 26 atlet, terdiri atas 14 putra dan 12 putri. Tim dijadwalkan berangkat ke India pada Jumat (3/10/2025). “Persiapan tim sudah dimulai sejak 22 September 2025. Dalam masa persiapan juga dilakukan simulasi sebanyak dua kali, termasuk hari ini. Mari kita bersama-sama memberikan doa dan dukungan agar tim mampu mengharumkan nama bangsa di ajang WJC 2025,” ujar Eng Hian. WJC 2025 kembali menggunakan format baru. Nomor beregu menerapkan sistem relay point 3×45, sedangkan kategori individu menggunakan format skor 15×3. Wakil kapten tim sekaligus juara bertahan beregu, Rinjani Kwinnara Nastine, menilai peluang juara tetap terbuka. “Kans juara di beregu pasti ada. Ini sistem baru, lawan juga masih meraba-raba. Jadi, siapa yang lebih cepat beradaptasi di lapangan akan lebih unggul. Tahun lalu dengan format baru kita bisa juara, semoga tahun ini juga bisa,” kata Rinjani yang akrab disapa Jani. Jani mengaku siap bermain rangkap di ganda putri dan ganda campuran. “Secara individu saya sudah siap bertanding. Untuk beregu, saya percaya tim bisa meraih hasil lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya. Senada dengan Jani, kapten tim, Zaki Ubaidillah menargetkan juara di beregu sekaligus hasil lebih baik di nomor individu. Ia menjadikan pengalaman bermain di turnamen level Super 500 sebagai bekal berharga. “Persiapan alhamdulillah lancar. Saya sempat ikut turnamen Korea Open dan Hong Kong Open Super 500. Pengalaman itu jadi pelajaran berharga menuju WJC,” kata Ubed. “Untuk beregu target kami juara seperti tahun lalu. Di individu saya ingin hasil lebih baik. Saya ingin menutup karier junior saya dengan gelar juara,” tegasnya.

Indra Sjafri Panggil 32 Pemain untuk TC Timnas SEA Games 2025

Pelatih Timnas U-23, Indra Sjafri memanggil sebanyak 32 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) untuk persiapan SEA Games 2025. TC ini berlangsung di Jakarta pada 2 hingga 14 Oktober 2025. Garuda Muda juga dijadwalkan menjalani dua laga uji coba internasional melawan India pada 10 dan 13 Oktober 2025 di Stadion Madya, Jakarta. Ada empat kiper yang dipanggil yakni Cahya Supriadi dari PSIM Yogyakarta, Daffa Fasya Sumawijaya dari Borneo FC, Erlangga Setyo Dwi S. dari PSPS Pekanbaru, dan Muhammad Ardiansyah dari PSM Makassar. Untuk pemain belakang ada Kadek Arel Priyatna, Muhammad Ferrari, Muhammad Dzaky Asraf, dan Muhammad Alfarezzi Buffon. Selain itu, ada Dony Tri Pamungkas, Dion Marxx dan Tim Geypens, Kakang Rudianto, Frengky Deaner Missa, Ahmad Rusadi dan Raka Cahyana Riski. Pada sektor gelandang terdapat nama, Rivaldo Enero Pakpahan, Robi Darwis, Toni Firmansyah, dan M. Rayhan Hannan. Selain itu, Ananda Raehan Alief, Ivar Jenner, Arkhan Fikri, dan Zanadin Fariz. Posisi penyerang diisi oleh Victor Dethan, Rafael Struick, Hokky Caraka, Jens Raven, Arlyansyah Abdulmanan, Rahmat Arjuna, Adrian Wibowo, Ricky Pratama dan Wigi Pratama. SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand yang rencananya digelar pada tanggal 9 hingga 20 Desember 2025 mendatang. Daftar 32 Pemain untuk TC Timnas U-23 bulan Oktober: Kiper Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta) Daffa Fasya Sumawijaya (Borneo FC) Erlangga Setyo Dwi S. (PSPS Pekanbaru) Muhammad Ardiansyah (PSM Makassar) Belakang Kadek Arel Priyatna (Bali United) Muhammad Ferrari (Bhayangkara Presisi FC) Muhammad Dzaky Asraf (PSM Makassar) Muhammad Alfarezzi Buffon (Borneo FC) Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta) Dion Marxx (TOP Oss – Belanda) Kakang Rudianto (Persib Bandung) Frengky Deaner Missa (Bhayangkara Presisi FC) Tim Geypens (FC Emmen – Belanda) Ahmad Rusadi (Madura United) Raka Cahyana Riski (PSIM Yogyakarta) Gelandang Rivaldo Enero Pakpahan (Borneo FC) Robi Darwis (Persib Bandung) Toni Firmansyah (Persebaya Surabaya) M. Rayhan Hannan (Persija Jakarta) Ananda Raehan Alief (PSM Makassar) Ivar Jenner (FC Utrecht – Belanda) Arkhan Fikri (Arema FC) Zanadin Fariz (Persis Solo) Penyerang Victor Dethan (PSM Makassar) Rafael Struick (Dewa United) Hokky Caraka (Persita Tangerang) Jens Raven (Bali United) Arlyansyah Abdulmanan (Persija Jakarta) Rahmat Arjuna (Bali United) Adrian Wibowo (Los Angeles FC – Amerika Serikat) Ricky Pratama (PSM Makassar) Wigi Pratama (Persik Kediri)

Indonesia Posisi Tiga 3rd Junior Asian Pencak Silat Championship 2025

Tim Indonesia Untuk 3rd Junior Asian Pencak Silat Championship 2025

Kontingen Indonesia menempati peringkat ketiga pada Kejuaraan Junior Asia yang berlangsung di Kashmir, India, Kamis – Selasa (25-30/9/2025). Kejuaraan yang igagas Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antar-Bangsa) ini diikuti sekitar 300 peserta dari 11 negara, antara lain India, Indonesia, Filipina, Vietnam, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Thailand, Sri Lanka, Bangladesh, Nepal, dan Kazakhstan. Indonesia mampu meraih total 8 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Juara umum diraih Vietnam (8-3-6), disusul Filipina (8-1-6). Pelatih asal Jateng, Sapto Purnomo yang mendampingi Timnas menilai, kunci sukses para pesilatnya adalah semangat juang tinggi. Dia mencontohkan, Krisnanto sudah kena sanksi pengurangan angka 15 poin pada babak pertama melawan pesilat Vietnam di final. Meski demikian, Krisnanto tak menyerah, dan hingga akhir pertandingan unggul poin. “Kami berharap performa mereka tetap stabil, dan menjadi pesilat masa depan Jateng di panggung nasional dan internasional,” kata Sapto saat dihubungi, Rabu(1/10/2025). Mantan pendekar juara dunia 2010 itu menambahkan, hasil kejuaraan ini juga menempatkan Qiken di kelas D untuk mewakili Tim Indonesia pada Asian Youth Games Oktober 2025 di Bahrain. Untuk pertama kalinya, cabang pencak silat akan dipertandingkan pada ajang multievent junior tingkat Asia itu. Sementara, Ketua Umum Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia(IPSI) Jateng, Harry Nuryanto melalui Wakil Ketua Umum II Indro Catur Haryono menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian tersebut. “Pokoknya keren, kontingen Indonesia datang dengan kekuatan minimal, namun hasilnya maksimal,” katanya. PEROLEHAN MEDALI Vietnam: 8 Emas, 3 Perak, 6 Perunggu (Trophy Juara Umum) Filipina: 8 Emas, 1 Perak, 6 Perunggu Indonesia: 8 Emas, 1 Perak, 3 Perunggu India: 7 Emas, 18 Perak, 26 Perunggu Kazakhstan: 4 Emas, 5 Perak, 12 Perunggu Uzbekistan: 1 Emas, 4 Perak, 4 Perunggu Thailand: 4 Perak, 2 Perunggu Nepal: 5 Perunggu

ITF Widjojo Soejono ke-42 Digelar, Hadirkan 20 Negara dan 550 Atlet

ITF Widjojo Soejono ke-42

Turnamen tenis internasional bergengsi, ITF Widjojo Soejono International Junior Championships edisi ke-42, pada tahun ini resmi dimulai pada Senin (29/9/2025). Ajang warisan dari penggagas turnamen tenis berkelas internasional ini, almarhum Widjojo Soejono, kembali menjadi panggung bagi atlet muda berbakat dari dalam dan luar negeri. Putra Widjojo Soejono, Roy Pandu Widjojo menegaskan bahwa pelaksanaan turnamen ini adalah bentuk amanah keluarga untuk terus melanjutkan perjuangan Widjojo Soejono dalam memajukan tenis Indonesia. “Meskipun beliau sudah tiada, semangatnya tetap hidup. ITF Widjojo Soejono ini bukan hanya turnamen, tetapi juga kesempatan emas bagi atlet-atlet muda Indonesia untuk bertanding di level internasional tanpa harus keluar negeri,” ujar Roy. Turnamen yang masuk kalender resmi International Tennis Federation (ITF) dan Pengurus Pusat PELTI ini tercatat diikuti oleh 20 negara dengan total 550 atlet dari berbagai kelompok usia. Khusus kategori internasional junior, jumlah peserta mencapai 120 atlet yang siap bersaing memperebutkan poin ranking dunia. Ketua Pengprov PELTI Jatim, Ismed Jauhar, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan baik dari jumlah peserta maupun kualitas pertandingan. “Turnamen ini menjadi ajang berjenjang. Atlet usia 8 hingga 16 tahun di level nasional, kemudian bisa melanjutkan ke level internasional di usia 18. Banyak jebolan turnamen ini yang kemudian berprestasi di ajang dunia, seperti Aldila Sutjiadi dan Janice Chen,” katanya.

Indonesia Siapkan 123 Atlet Muda ke Asian Youth Games 2025

3rd Asian Youth Games Bahrain 2025

Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) menyiapkan sebanyak 123 atlet muda untuk memperkuat kontingen Merah Putih pada Asian Youth Games (AYG) 2025 di Manama, Bahrain, 22–31 Oktober. Kontingen Indonesia juga akan didampingi 51 ofisial dalam ajang yang mempertandingkan 24 cabang olahraga tersebut. Sejumlah cabang potensial medali yang diikuti antara lain akuatik (renang), atletik, bulu tangkis, basket 3×3, balap sepeda, equestrian (show jumping), dan e-sports. Selain itu, Indonesia juga turun di golf, judo, jiu-jitsu, muaythai, angkat besi, serta mixed martial arts (MMA). Cabang bela diri unggulan lain seperti taekwondo, akan menjadi andalan tambahan, disertai kiprah atlet muda di tenis meja, teqball, triatlon, serta voli indoor dan voli pantai. Chef de Mission (CdM) AYG 2025, Akbar Nasution mengatakan keikutsertaan Indonesia menjadi momentum penting untuk menyiapkan generasi penerus atlet nasional dengan target medali dari cabang unggulan. “AYG adalah momentum penting untuk menyiapkan generasi penerus atlet Indonesia. NOC Indonesia memastikan seluruh aspek keberangkatan agar atlet muda bisa tampil optimal. Dari bulu tangkis, angkat besi, atletik, hingga renang, kita melihat peluang besar meraih medali,” kata Akbar seperti dilansir laman resmi KOI, Senin. Akbar menambahkan, pencapaian di AYG 2025 tidak hanya dilihat dari perolehan medali, melainkan juga dari pengalaman internasional yang menjadi bekal menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dan Brisbane 2032. Asian Youth Games terakhir kali digelar pada 2013 di Nanjing, China. Ketika itu Indonesia meraih satu emas, dua perak, dan dua perunggu sehingga menempati peringkat 15 klasemen akhir. AYG Bahrain 2025 akan mempertemukan lebih dari 40 negara Asia dengan mempertandingkan 24 cabang olahraga.

Audisi Umum PB Djarum 2025: 28 Peserta Melaju ke Tahap Terakhir Karantina

Peserta Audisi Umum PB Djarum 2025

Setelah menjalani proses karantina sejak Sabtu (13/9), sebanyak 50 peserta Audisi Umum PB Djarum 2025 diseleksi secara ketat untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke tahap karantina kedua. Hingga Sabtu (27/9), PB Djarum akhirnya mengumumkan hasil seleksi. Sebanyak 28 peserta dinyatakan lolos, sementara 22 peserta lainnya harus kembali ke klub asal masing-masing. Pelatih PB Djarum, Sigit Budiarto, menjelaskan bahwa penilaian selama tahap karantina pertama tidak hanya berdasarkan kemampuan teknis, tetapi juga mencakup aspek non-teknis. “Hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ada tes fisik, latihan rutin, dan pengamatan keseharian di asrama. Kami menilai karakter, disiplin, serta kemampuan individu. Secara keseluruhan, para peserta menunjukkan performa yang cukup baik, meskipun ada sedikit gejolak. Tapi itu wajar, namanya juga anak-anak,” ujar Sigit. Ia juga menyebutkan bahwa selama masa karantina, para peserta tidak langsung digabungkan dengan atlet PB Djarum. Namun, ada sesi latihan bersama yang dilakukan secara terbatas. “Selama karantina, latihan dilakukan terpisah dari atlet PB Djarum. Tapi ada beberapa kesempatan di mana mereka berlatih bersama,” tambahnya. Proses seleksi menuju karantina kedua diakui cukup menantang karena kemampuan para peserta dinilai relatif seimbang, terutama dari segi teknik pukulan. “Keputusan siapa yang lanjut dan siapa yang harus pulang itu sangat sulit. Kemampuan mereka, terutama dari sisi teknik, cukup merata. Jadi, proses seleksi ini benar-benar menguras energi tim pelatih,” jelas Sigit. Memasuki tahap karantina kedua, seleksi akan semakin ketat dengan penambahan tes kesehatan serta evaluasi yang lebih mendalam. “Di tahap kedua nanti akan ada tambahan tes kesehatan. Jumlah peserta akan semakin mengerucut, persaingan makin ketat, dan penilaiannya pun jadi lebih kompleks,” ujarnya. Sigit berharap para peserta yang lolos ke tahap karantina kedua mampu memaksimalkan kesempatan ini dan menunjukkan potensi terbaik mereka. “Harapan kami, baik dari tim pelatih maupun PB Djarum, peserta yang masuk tahap karantina kedua bisa memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin. Dengan begitu, kami bisa menilai mereka dengan lebih objektif dan menyeluruh,” tutup Sigit. Berikut 28 Peserta yang melaju ke tahap kedua Karantina: U11 Putra 647 Jisrel Elfiano Lumoindong, Kota Manado (PB Talenta) 663 Muh Rifky Harimurti Ramadhan, Kabupaten Kolaka (SBS Kolaka) 805 Tristan Geovanni Pardosi, Kabupaten Tangerang (PB Champion Gading Jaya) 853 Muhammad Lazar Abrizam Adhyasta, Kabupaten Blora (PB Apita Badminton Club) 888 Azka Adhitama, Kabupaten Bekasi (PB Bhinneka 2) 1725 Muhammad Marus Sulaiman, Kabupaten Pekalongan (Champion Klaten) KU 11 Putra 155 La Ode Muhammad Ahsan Kamil, Kota Sorong (PB Champion Kudus) 1322 Kendrick Danzell Otnayira, Kabupaten Sleman (Istimewa Badminton Club) 1412 Kadek Kevin Putra Adnyana, Kabupaten Buleleng (PB Menang Kalah Sehat Singaraja) 1459 Baron Baswara Putra Kota Yogyakarta (PB Griya Bugar Yogyakarta) 1502 Muhammad Ramdani Mubarok, Kabupaten Bandung (PB Victory Bandung) 1545 Fawwaz Sani Adhipramana, Kabupaten Ponorogo (PB Pms Solo) 1617 Muhammad Abidzar Alghifari, Kota Balikpapan (PB Terpadu Balikpapan) 1730 Muhammad Rafa Shirdi, Kota Balikpapan (Champion Klaten) KU 12 Putra 471 Aufar Ahmad Hamidzikri, Kota Cimahi (Jingga Badminton Academy) 607 Keith Ezequiel Lincoln Sumarauw, Kota Manado (PB Talenta) 1539 Kevin Maitimu, Kabupaten Sleman (PB Mataram Raya Sleman) 1551 Rafa Radithya Kusuma, Kota Samarinda (Jaya Raya Ragunan) U11 Putri 547 Anggi Yeputa. Kabupaten Klaten (PB Benggol Boyolali) 587 Afiqa Dewi Humaira, Kabupaten Bogor (PB Jimmy Hantu) 1472 Lungita Gelda Krisyuani, Kabupaten Gunung Kidul (PB Dewaruci Gunungkidul) 1586 Kesy Hanifa Ramadhani, Kota Bekasi (Champion Klaten) KU 11 Putri 494 Shallom Angelica Sari, Kabupaten Jepara (Champion Klaten) 825 Lubna Naffisah, Kabupaten Bogor (Kayp1 Champion Academy) 1374 Joylynn Jusuf, Kota Palu (PB Champion Klaten) 1563 Syarifah Adshila Nugroho, Kabupaten Sleman (Non Klub) KU 12 Putri 1333 Syauqia Aisya Inara, Kabupaten Bantul (Istimewa Badminton Club) 1340 Aqila Maiza Bazla, Kabupaten Banyumas (Kartika Purwokerto)

Indra Sjafri Pelatih Timnas U23 untuk SEA Games 2025

PSSI & Indra Sjafri

PSSI menunjuk Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas U23 untuk SEA Games 2025 pada Desember mendatang yang digelar di Thailand. Hal ini diumumkan Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali yang didampingi Sekjen PSSI, Yunus Nusi di Jakarta pada Senin (29/9). “PSSI sudah siap menjadi bagian dari kontingen Indonesia cabor sepak bola yang akan berlaga di SEA Games 2025. Akhirnya diputuskan yang akan memimpin timnas Indonesia di SEA Games 2025 adalah pelatih kepala, Indra Sjafri,” kata Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali. Amali menambahkan bahwa salah satu dasar penunjukan Indra Sjafri sebagai pelatih untuk SEA Games 2025 adalah keberhasilan Indra Sjafri membawa Indonesia meraih medali emas pada SEA Games 2023 yang berlangsung di Kamboja. “Kami berharap adanya dukungan dari segala pihak, terutama suporter, dalam perjuangan timnas di bawah arahan pelatih Indra Sjafri. SEA Games ini sangat berbeda, nuansa dan atmosfernya. Dan publik sangat berharap betul, tentang kembalinya medali emas SEA Games,” tambahnya. Sementara itu, Indra Sjafri menyambut dengan semangat soal penunjukkan ini. Dia mengakusiap menjawab penunjukkan ini dengan sebuah prestasi untuk Timnas U23. “Kalau namanya tugas negara, tentu harus dilaksanakan dengan rasa tanggung jawab dan perjuangan yang maksimal. Dengan pengumumannya hari ini, tentu kami membangun rangka pertama,” kata Indra Sjafri. “Kemarin siang saya membaca semua regulasi tentang SEA Games, handbook SEA Games. Bahwasanya nanti mulai dari jumlah pemain seperti yang sampaikan tadi, dan sistem kompetisinya dan juga kapan kami harus datang ke sana,” ujarnya. “Terus respons kami setelah diumumkan ini adalah berdiskusi dengan kesekjenan PSSI nanti untuk menutup team behind the team para asisten pelatih dan ofisial yang nanti akan membantu kami dan Insya Allah nanti dalam waktu dekat kami akan umumkan siapa-siapa saja yang akan kami rekrut untuk membantu kami,” pungkasnya. Rencananya pada pekan ini juga, timnas U23 sudah menjalani pemusatan latihan di Jakarta.

Gwen Borong 3 Emas di The 1st ASEAN-China Women’s Wushu Championship 2025:

Christina Maria Gweneth Samudi

Atlet wushu putri Indonesia, Christina Maria Gweneth Samudi sukses meraih 3 medali emas pada The1st ASEAN-China Women’s Wushu Championship 2025 yang berlangsung di Royale Chulan Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, 21-26 September 2025. Gwen yang merupakan atlet asal Sumatera Utara (Sumut) ini meraih medali emas dari nomor Nangun, Nandao, dan Nanquan kategori junior. Dengan hasil ini, Gwen juga meraih gelar atlet terbaik di kategori junior sedangkan Tan Cheong Min dari Malaysia yang mengoleksi 2 emas dan 1 perak menjadi atlet terbaik di kategori senior. “Saya senang bisa meraih 3 medali emas dan menjadi atlet terbaik,” kata Gwen, panggilan karibnya saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (25/6/2025). Pelatih Heriyanto memberikan apresiasi kepad Gwen mengingat lawan-lawan yang dihadapi merupakan atlet-atlet terbaik dari negara-negara Asia Tenggara. “Persaingan di kejuaraan ini cukup ketat. Terutama di nomor senior, dimana atlet dari Malaysia dan Singapura yang baru saja tampil di Kejuaraan Dunia Wushu di Brasil bulan Agustus-September lalu,” katanya. Kesuksesan ini, kata Heriyanto, menjadi modal Gwen buat tampil pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) yang akan berlangsung di Jakarta, November mendatang. “Gwen memang perlu pengalaman bertanding internasional. Jadi, kita bisa melakukan evaluasi terhadap penampilannya agar bisa menyumbangkan medali emas bagi Sumut pada POPNAS nanti,” jelas Heriyanto

Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior 2025 Dipastikan Diikuti 31 Negara

Atlet Indonesia yang akan berlomba di Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior 2025

Sebanyak 31 negara dipastikan akan mengikuti Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Yunior 2025 (World Sambo Youth & Junior Championships 2025) di Indonesia. Pengurus Pusat Persatuan Beladiri Sambo Indonesia (PP Persambi) memastikan negara-negara itu sudah mengonfirmasi hadir dalam ajang yang dihelat di JSI Resort, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, pada 3-5 Oktober 2025. Wakil Sekretaris PP Persambi, Deddy Afriadi, dalam keterangan resmi yang diterima memastikan bahwa total single event ini akan diikuti oleh 328 atlet. Selain itu, akan hadir juga 120 ofisial. “Jumlah ini lebih banyak dari kejuaraan tahun sebelumnya meskipun kategori yang dipertandingkan berkurang, dari sebelumnya tiga kategori kini tinggal dua kategori,” ujar Deddy. Negara-negara yang dipastikan hadir, yakni Yunani, Italia, Jepang, Jordania, Armenia, Australia, Ajerbaijan, Bulgaria, Kroasia, Rusia, FIAS II, Perancis, Kirgistan, Lithuania, Mongolia, Maroko, Belanda, Selandia Baru, Filipina, Korea Selatan, Moldova, Rumania, Serbia, Singapura, Spanyol, Tajikistan, Turki, Turkmenistan, Ukraina, Uzbekistan, dan Indonesia. Deddy mengatakan bahwa saat ini kesiapan venue dan kepanitiaan sudah 98 persen saat ajang itu tinggal menghitung hari. Selanjutnya tanggal 30 September 2025 persiapan sudah memasuki tehnical delegate. “Ini menyangkut nama baik bangsa dan menjaga kepercayaan Federasi Sambo Internasional (FIAS) yang menunjuk Indonesia untuk pertama kalinya sebagai tuan rumah,” pungkasnya. “Jadi, kami PP Persambi sekuat tenaga mengerahkan kekuatan yang ada untuk menjadi tuan rumah terbaik yang kita bisa,” kata Deddy. Dia juga memastikan bahwa seluruh aspek mulai dari venue, akomodasi, transportasi, keamanan, sistem pertandingan, hingga konsumsi sudah dipersiapkan sesuai standar internasional. “Kami akan memberikan pengalaman baru bagi para atlet dan tamu undangan. Ini sekaligus menunjukkan Indonesia layak menjadi tuan rumah ajang olahraga bergengsi yang melibatkan banyak negara,” tuturnya. Indonesia akan menurunkan 33 atlet terbaiknya. Mereka akan mengikuti seluruh kelas, kecuali combat 98 kg, junior women 72 kg, dan women +80 kg karena memang tidak ada atletnya. Sumber: VOI

13 Pesilat Bertarung pada Kejuaraan Junior Asia 2025 di India

Tim pencak silat Indonesia

Tiga belas pesilat muda Indonesia bertarung pada Kejuaraan Junior Asia di Kashmir, India, Kamis-Selasa (25-30/9/2025). Mereka didampingi tiga pelatih, yakni Sapto Purnomo, Johanes Edisson Buru dan Yulinar Tikasari Wardah pada ajang bertajuk Junior Asian Pencak Silat Championship 2025 itu. Rombongan itu juga dikawal komandan delegasi Iwan Hermawan, Manajer Irul Trishima Atias, serta seorang masseure sebagai pendukung, Eko Wahyono. “Tujuh dari 13 pesilat yang berangkat itu berasal dari Jawa Tengah. Rinciannya, empat orang merupakan juara pada kejurnas yunior beberapa waktu lalu, dan tiga lainnya yang selama ini penghuni Cibubur Youth Athlete Training Center atau CYATC,” kata Sapto Purnomo, dikutip Solo Suara Merdeka, Kamis (25/9). Tujuh pesilat junior Jateng itu adalah Abdul Fauzan Nur Adhima yang akan turun di kelas B putra (Klaten), Krisnanto Suryo Koco (F putra/Solo), Qiken Dwi Tata Olifia (D putri/Pati), Ghina Salsabila (H putri/Purbalingga), Nurisa Mutiara Azka (G putri/Boyolali, CYATC), Navizi Kurnia Al Dika (C putra/Banjarnegara, CYATC) dan Raja Edgina Phalosa Yongsheng (G putra/Pemalang, CYATC). Atlet-atlet lainnya yakni Furgon Habbil Winata (D putra/Sumatera Barat), Muhamad Ridho Rofi (E putra/CYATC), Muhammad Iqbal (H putra/Kaltim), Az Zahra Arlesta Palestin (B putri/DKI Jakarta), Balqis Duratul Hikmah (E putri/CYATC) dan Farahdina Hamdi (F putri/Jawa Timur). Disinggung tentang target tim, Sapto Purnomo menyebut tidak ada target khusus pada ajang yang merupakan rangkaian program Pencak Silat Road to Olympic tersebut. “Kami minta para atlet bisa tampil maksimal. Mereka kan juga butuh jam terbang dan pengalaman bertanding di arena internasional,” tutur pelatih asal Solo itu.

Rohmalia Jadi Atlet Cricket Indonesia Pertama yang Raih Guinness World Records

Rohmalia

Guinness World Records (GWR), yang tahun ini berulang tahun ke-70 sejak berdiri pada 1955, secara resmi mengakui rekor yang dicetak oleh atlet cricket Indonesia, Rohmalia pada 24 April 2024 di pertandingan Twenty20 (T20) International putri. Gelar yang dianugerahkan kepada atlet berusia 19 tahun itu pada kesempatan ini adalah “Angka bowling terbaik dalam ajang cricket T20 International (putri)” (Best bowling figures in a T20 International (female). Ia berhasil mendapatkan tujuh wicket tanpa kehilangan run, kemudian menjadikannya sebagai atlet cricket asal Indonesia pertama yang berhasil menorehkan gelar GWR. Demi merayakan pencapaian Rohmalia, GWR mengirimkan sertifikat resmi yang disimbolisasikan dalam upacara pengumuman Persatuan Cricket Indonesia (PCI) pada Kamis (18/9) di Kantor Pusat PCI, Jakarta Selatan. “Saya sangat senang sekali dan pencapaian ini adalah kebanggaan bagi saya serta anggota tim pada saat itu. Saya sangat berterima kasih kepada semua yang sudah mendukung saya hingga saat ini,” kata Rohmalia. “Berikutnya, saya berharap untuk bisa dapat bermain di piala dunia untuk Indonesia serta mencetak rekor dunia untuk batting sebagai all-rounder,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat PCI, Abhiram Singh Yadav mengatakan, Persatuan Cricket Indonesia merasa sangat bangga atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh Rohmalia. Ia telah mencatatkan diri dalam sejarah Guinness World Records. “Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Rohmalia, tetapi juga merupakan tonggak bersejarah bagi cricket Indonesia di panggung internasional,” kata Yadav. Yadav pun berharap, pencapaian Rohmalia bisa menjadi awal dari perjalanan panjang karier gemilangnya. Lalu, mendorongnya untuk terus berkontribusi bagi kejayaan cricket Indonesia. “Saya berharap penggemar cricket Indonesia akan terus mendukung tim kami di ajang pertandingan internasional. Bagi semua talenta muda di Indonesia, terus semangat, disiplin, kerja keras, dan raih mimpi-mimpimu,” jelas Rohmalia. GWR kini sedang memulai upaya untuk memantau talenta-talenta berpotensi di Asia Tenggara. Fokus utamanya adalah Indonesia sebagai titik awal perluasan aktivitasnya. “Tahun ini merupakan tahun yang luar biasa bagi GWR dan peringatan ulang tahun ke-70 kami seiring dengan perayaan sejumlah pemegang rekor dari Indonesia. Hal ini menjadi bukti potensi yang kami lihat pada talenta-talenta asal negara ini, dan untuk ke depannya, kami ingin terus mendorong lebih banyak orang di Indonesia untuk menjadi bagian dari upaya pemecahan rekor,” tutur Wakil Presiden GWR untuk Jepang dan Asia Tenggara, Kaoru Ishikawa.

Indonesia Siap Tunjukkan Prestasi pada Youth & Junior World Sambo Championship 2025

Kontingen Tim Nasional Bela Diri Sambo Indonesia

Wakil Ketua Umum I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, S.IP., M.Sc., secara resmi melepas Kontingen Tim Nasional Bela Diri Sambo Indonesia yang akan berlaga dalam ajang Youth & Junior World Sambo Championship 2025, pada Rabu, 24 September 2025, di Ruang Rapat Lukman Niode, Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta. Tahun ini, Indonesia mendapat kehormatan sebagai tuan rumah kejuaraan dunia Sambo tingkat usia muda dan junior tersebut. Kejuaraan akan digelar pada 3 hingga 5 Oktober 2025 di JSI Resort, Megamendung, Bogor. Tentu, KONI Pusat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP.Persambi) meyakinkan komunitas internasional dan menyelenggarakan kejuaraan dunia. Kejuaraan Dunia Sambo ‘Youth & Junior World Sambo Championship 2025’ mempertandingkan sebanyak 37 nomor pertandingan, dengan diikuti sebanyak 32 negara termasuk Indonesia. Tim Nasional Sambo Indonesia terdiri; 33 atlet yang berasal dari 9 provinsi diantaranya Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, dan Papua Barat Daya. Para atlet akan didampingi oleh 6 pelatih yang semuanya telah mengantongi lisensi internasional, sesuai dengan regulasi resmi turnamen. “Kita akan bertemu dengan banyak negara. Ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga. Saya berharap kalian tampil lebih baik dibanding sebelumnya,” ujar Waketum I KONI Pusat. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kepercayaan diri dan karakter saat bertanding. “Olahraga itu juga merupakan bagian dari pembentukan karakter. Kita sudah sama-sama dilatih, dibina, dan dipersiapkan dengan baik. Saat kalian berada di arena, semuanya ada di tangan kalian sendiri. Jangan ragu, jangan bertanding setengah hati. Yakinlah bahwa kalian memiliki kemampuan dan mental yang kuat. Tunjukkan yang terbaik!” tambahnya memotivasi. Suwarno juga mengingatkan makna simbolis dari perjuangan atlet Indonesia di kancah dunia “Berhasil mengibarkan bendera Merah Putih pada kejuaraan internasional adalah bentuk kehormatan bangsa. Itu hanya bisa kita lihat dalam kunjungan Presiden RI di luar negeri, atau ketika atlet Indonesia meraih medali emas di panggung internasional,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Umum Pengurus PP.Persambi, Krisna Bayu, Oly., menyampaikan bahwa keikutsertaan atlet dalam kejuaraan dunia kali ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga membawa misi besar untuk mengangkat nama Bangsa Indonesia. “Terima kasih atas sambutan dan motivasi dari KONI Pusat. Kami merasa terhormat dan bangga. Doa restu dari KONI sebagai orang tua dalam pembinaan olahraga nasional sangat penting bagi kami,” ungkap Krisna Bayu. “Keikutsertaan atlet Sambo kali ini membawa misi kehormatan bangsa. Apalagi Indonesia menjadi tuan rumah. Kami berharap mereka bisa tampil maksimal. Moto kami tetap kehormatan bangsa adalah segalanya. Maka dari itu, para atlet kami tidak hanya bertanding untuk medali, tetapi juga untuk menjaga nama baik Merah Putih di mata dunia,” lanjutnya. Krisna Bayu juga menambahkan bahwa demi menjaga kualitas pertandingan, seluruh pelatih yang mendampingi wajib memiliki lisensi internasional, sebagai syarat utama dari Federasi Internasional Sambo. Dengan pelepasan resmi ini, KONI Pusat berharap kontingen Indonesia mampu menampilkan performa maksimal sehingga mampu meraih prestasi terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta membawa nama baik bangsa di mata dunia. Kepercayaan sebagai tuan rumah menjadi momentum penting untuk menunjukkan kesiapan Indonesia dalam penyelenggaraan event olahraga internasional, sekaligus mencetak generasi atlet berkarakter dan berprestasi.

Binaragawan Oscar Tamio Berjaya di Singapura

Oscar Tamio

Satu lagi atlet Indonesia mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Binaragawan Oscar Tamio membawa pulang medali emas dari Singapura. Oscar tampil di ajang WFF International Grand Prix Singapore 2025 yang digelar akhir pekan kemarin. Oscar mewakili Indonesia melalui Perbafi (Persatuan Binaraga dan Olahraga Fisik) DKI yang berada di bawah naungan KORMI serta Kemenpora. Keberangkatan ini juga didampingi oleh jajaran pengurus, termasuk Ketua Perbafi DKI Akira Yenandhira serta Ketua Umum Perbafi Jawa Timur yang juga Sekjen WFF Indonesia dan KORMI, Debi Sisilia Samoa. Dukungan dari tim dan organisasi inilah jadi modal berharga Oscar dalam menaklukkan lawan-lawannya. Dia pun berhasil meraih medali emas di kategori Men’s Physique (Bermuda Model) Junior U24 dan medali perak sebagai Overall Runner Up Men’s Physique (Bermuda Model). “Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tapi kemenangan untuk Indonesia. Saya sangat bersyukur bisa berdiri di podium dunia dan membawa pulang dua medali,” ujar Oscar yang bernaung di bawah Team Idachi Fitness Jakarta serta mendapat dukungan penuh dari Up Nutrition tersebut. Oscar juga mempersembahkan prestasinya sebagai penghormatan terakhir bagi sahabatnya, Timotius Alberto, yang baru saja berpulang. Timotius adalah sosok penting yang mengenalkan Oscar pada dunia Perbafi dan WFF. “Kalau bukan karena dia, saya mungkin tidak akan ada di sini. Semua ini saya persembahkan untuk Timotius Alberto. Dia yang membuka jalan saya ke dunia kompetisi. Semoga dia bangga melihat perjuangan saya dari atas sana,” sambung Oscar, dikutip dari detikSport. Tak hanya Oscar, beberapa atlet Indonesia juga meraih medali di ajang bergengsi ini. Havier Navarro tampil luar biasa dengan meraih emas di kategori Jeans Model Tall, serta koleksi tiga medali perak masing-masing di Sports Model Tall, Overall Jeans Model Grand Prix, dan Overall Sports Model Grand Prix. Lalu ada Aho Lim menyabet emas di Men’s Physique Tall (Bermuda Model), serta menembus lima besar Overall Men’s Physique (Bermuda Model). Ajang WFF International Grand Prix Singapore dikenal sebagai salah satu kompetisi internasional prestisius yang mempertemukan para atlet fitness dan physique terbaik dunia. Raihan medali dari Oscar Tamio dan rekan-rekan membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing di level tertinggi. “Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berjuang, berdisiplin, dan berani mengharumkan nama bangsa,” demikian Oscar.

Festival SenengMinton 2025 Sambangi Solo, Ratusan Siswa Antusias

Festival SenengMinton 2025

Setelah sukses terselenggara di Kudus, Festival SenengMinton 2025 meluas ke empat kota di Jawa Tengah, yakni Solo, Magelang, Semarang, dan Purwokerto. Khusus di Solo, terdapat 451 siswa kelas 1 hingga kelas 3 dari 16 Sekolah Dasar (SD) yang berpartisipasi. Ajang yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah ini bergulir di GOR FKOR UNS, Selasa 23 September 2025. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan Festival SenengMinton digelar sebagai upaya menyebarkan virus positif kepada siswa untuk mencintai olahraga bulu tangkis sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Ia berharap, kompetisi berbalut fun games ini menjadi langkah awal yang terstruktur dan sistematis dalam proses pembibitan hingga bermuara pada regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia di masa mendatang. “Kami berkomitmen untuk mendukung keberlangsungan ekosistem bulu tangkis yang menjadi cabang olahraga andalan Indonesia di mata dunia. Festival SenengMinton merupakan salah satu upaya kami dalam memasyarakatkan bulu tangkis dari level grassroot yang dikemas dengan cara menyenangkan. Melalui perlombaan ini, kami berharap para peserta secara gembira berkenalan dengan olahraga bulu tangkis dan termotivasi untuk menekuninya lebih serius,” kata Yoppy dalam keterangan resmi penyelenggara event. Wakil Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika, menyambut gembira antusiasme para peserta Festival SenengMinton di Kota Bengawan. Menurutnya, Solo dipilih karena dinilai sebagai salah satu kota aktif dalam melakukan pembibitan maupun penyelenggara kejuaraan bulu tangkis. Kemudian, Yuni pun optimistis kecintaan pada olahraga tepok bulu dapat segera menular dan mengakar dalam benak para peserta. “Kami memandang pentingnya mengenalkan olahraga bulu tangkis sejak usia dini untuk dibina lebih lanjut. Kami ingin agar para peserta Festival SenengMinton bisa enjoy belajar hal tentang bulu tangkis. Melihat tingginya antusiasme peserta pada seri ini, diharapkan minat bulu tangkis semakin bergema sejak usia dini, sehingga nantinya di sekolah-sekolah dapat tercipta ekstrakulikuler bulu tangkis dan mereka yang punya bakat bisa bergabung dengan klub,” tutur Yuni. Usai Solo, Festival SenengMinton juga akan terselenggara di Magelang, Semarang, dan Purwokerto. Tujuannya, imbuh Yuni, agar pembibitan maupun pembinaan bulu tangkis dapat berjalan secara merata dan menjadi supply calon atlet untuk bergabung ke klub, khususnya di Jawa Tengah. “Festival SenengMinton adalah salah satu cara menjaring kesenangan dan minat anak untuk bermain bulu tangkis. Kalau kami lihat secara garis besar, Jawa Tengah pembibitan klubnya berjalan, tapi secara pembibitan awal perkenalan bulu tangkisnya yang belum ada. Dan kita mencari kota besar karena minatnya bagus, klub sudah banyak. Kami akan terus aktif mengadakan berbagai kegiatan dan turnamen dari level pengenalan, pembinaan dan prestasi,” papar Yuni. Berbeda dengan penyelenggaraan Festival SenengMinton di Kudus yang mengadopsi sistem beregu, Festival SenengMinton Solo 2025 menerapkan sistem perorangan dengan penilaian pemenang berdasarkan catatan waktu tercepat. Untuk peserta kelas 3, terdapat lima jenis rintangan, yakni Service to Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing The Shuttlecock dan Zig Zag Run. Sementara untuk peserta kelas 1 dan 2, hanya ditiadakan perlombaan Service to Target. Service to Target merupakan lomba servis lurus dengan memasukkan shuttlecock ke dalam bidang target warna yang ditentukan. Shuttle Run, berlari dari titik tengah mengambil kok, kemudian memindahkan ke sisi seberangnya. Pyramid Shuttlecock, menyusun kok berbentuk piramid sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan. Throwing The Shuttlecock, melempar kok ke dalam lubang target. Sedangkan Zig Zag Run, berlari melalui halang rintang secara zig zag. Usai menyelesaikan seluruh perlombaan, peserta harus menekan tombol timer selesai. Masing-masing gim dirancang untuk melatih motorik, koordinasi, serta mengenalkan dasar-dasar teknik bulu tangkis dalam bentuk permainan yang menyenangkan. Kehadiran Festival SenengMinton di Solo mendapat sambutan positif dari sejumlah sekolah, terutama SD Negeri Joglo Surakarta yang mengirimkan total 30 siswa-siswi untuk mengikuti semua kategori. Mereka antusias menyelesaikan tantangan demi tantangan untuk menjadi yang tercepat di arena perlombaan. Daya juang itu tak lepas dari peran tim guru yang selalu memberikan motivasi dari pinggir lapangan. “Yang terpenting, kami selalu menanamkan bahwa bermain bulu tangkis itu menyenangkan dan kami melihat para siswa sangat antusias untuk mengenal cabang olahraga ini. Dengan perlombaan ini, kami ingin menggencarkan ekstrakurikuler di sekolah dan berharap ajang Festival SenengMinton dapat berkelanjutan,” kata Guru Olahraga SD Negeri Joglo Surakarta, Sugeng. Juara kategori kelas 3 putra, Nidan Ahmad dengan catatan waktu 00:59.92 detik mengaku senang ikut serta dalam Festival SenengMinton Solo 2025. Siswa SD Negeri Mangkubumen Wetan 63 Surakarta itu rupanya telah jatuh hati pada olahraga bulu tangkis dan tekun berlatih di salah satu klub di kota Solo bernama PB Tangkis Jaya. “Aku suka bulu tangkis dari umur 5 tahun, soalnya selain karena olahraganya seru, juga bisa menambah teman. Semua tantangan di Festival SenengMinton seru banget dan aku berhasil jadi yang tercepat. Aku ingin terus latihan bulu tangkis supaya nantinya bisa masuk Pelatnas,” kata Nidan yang mengidolakan pebulu tangkis Indonesia, Mohammad Ahsan. Kemenangan juga diperoleh Raffasya Naura Ainayya siswi kelas 2 SD Negeri Panularan yang berhasil mencatatkan waktu terbaik 00:44.69 detik untuk menyelesaikan tantangan di ajang Festival SenengMinton Solo 2025. Dukungan dari guru dan orangtua serta kecintaannya pada bulu tangkis menjadi modal untuk percaya diri dalam mengikuti berbagai jenis perlombaan yang disuguhkan. “Aku senang bisa menang karena ini pertama kali aku ikut lomba bulu tangkis. Awalnya deg-degan takut tidak juara tapi karena memang suka bermain bulu tangkis sejak kelas 1 SD, aku mencoba untuk secepat mungkin menyelesaikan rintangannya,” bilang Raffasya. Para pemenang Festival SenengMinton di tiap lomba mendapat piala, uang pembinaan, dan hadiah dari sponsor yaitu MilkLife, Kenko, Aice, dan Hundred. Selain itu, seluruh peserta juga mendapatkan goodie bag dari MilkLife, Kenko, Dua Kelinci dan Aice. Berikut daftar pemenang Festival SenengMinton Solo 2025 (nama peserta – nama sekolah – catatan waktu): Kelas 1 Putra Juara: Dimas Putra Febriandi – SD Negeri Kemasan 1 Surakarta (00:39.54) Runner-up: Muhammad Athallah Akbar Ramadhan – SD Djama’atul Ichwan (00:40.36) Semifinalis: Aditama Raka Hananto – SD Al Azhar Syifa Budi Solo (00:41.03) Kelas 1 Putri Juara: Miqaila Azahra Bilqis Ayunda – SD Negeri Mojosongo 5 Surakarta (00:42.79) Runner-up: Fatimah Aulia Safitri – SD Negeri Mojosongo 5 Surakarta (00:44.07) Semifinalis: Naura Salsabila Sutisna – SD Negeri Slembaran (00:44.21) Kelas 2 Putra Juara: Arsyaka Kalandra Kurniawan – SD Negeri Mojosongo 5 Surakarta (00:39.49) Runner-up: Azlan Fajar Al Ayubi – SD Negeri Joglo (00:41.52) Semifinalis: Kilua D Gabriel Setiawan – SD … Read more