Target Azzahra Untuk Olimpiade Tokyo dan SEA Games Hanoi

Target Azzahra Untuk Olimpiade Tokyo dan SEA Games Hanoi

Perenang muda Indonesia, Azzahra Permatahani, terus mempersiapkan dirinya untuk mengikuti dua kejuaraan multi ajang penting di tahun ini yakni, Olimpiade Tokyo dan Sea Games Hanoi. Gadis kelahiran Jakarta, 7 Januari 2002 ini menjelaskan, dirinya memiliki target yang ingin dicapai. Azzahra mengaku target utamanya untuk dua Olimpiade Tokyo dan SEA Games Hanoi mendatang ialah memperbaiki catatan waktunya. Maka dari itu, saat ia terus berlatih mengembalikan kekuatan. Hal ini sempat terkendala akibat awal covid-19 tahun 2020 lalu yang membuat latihannya sempat diliburkan. “Sekarang latihannya mulai maksimal. Latihan renang biasanya sembilan kali dalam seminggu, dua kali gym juga. Selain itu saya joging dan skipping,” ujar Zahra, dilansir Warta Kota. “Target utama saya memang memperbaiki catatan waktu baik di Olimpiade maupun di Sea Games, dan saya bersyukur saat ini latihan sudah bisa digelar di kolam renang Akuatik, Senayan, Jadi saya bisa mempersiapkan diri lebih baik lagi,” jelasnya. Zahra sendiri merupakan pemegang tiga rekor nasional yakni nomor 200 meter gaya dada putri, 200 meter gaya ganti putri, dan 400 meter gaya ganti putri. Bahkan dirinya telah menembus limit B nomor 200 meter gaya ganti putri. Sebelumnya pada tahun 2019 lalu, Zahra memecahkan rekor nasional nomor 200 meter gaya dada putri dengan catatan waktu 2 menit 32,22 detik. Sebelumnya rekor tersebut dipegang oleh Anandia Treciel Vanessa Evato dengan catatan waktu 2 menit, 32,57 detik. Prestasi Azzahra Permatahani: Medali Perak SEA Games 2017 Kuala Lumpur Medali Emas Indonesia Open 2018 Jakarta Medali Emas SEA Age Group 2018 Filipina Medali Emas SEA Age Group 2019 Kamboja Medali Perunggu SEA Games 2019 Filipina

Jadi Pemain Termuda di TC Timnas Wanita, Salwa Wujudkan Mimpi Bermain dengan Idola

Jadi Pemain Termuda di TC Timnas Wanita, Salwa Wujudkan Mimpi Bermain dengan Idola

Timnas Indonesia putri memang tengah melakukan pemusatan latihan. Sebanyak 38 pemain berlatih di bawah arahan komando pelatih Rudy Eka Priyambada. Dalam pemusatan latihan kali ini, Rudy Eka Priyambada memang memanggil wajah-wajah baru. Bahkan tak sedikit dari mereka yang baru pertama kali dipanggil oleh timnas Indonesia. Salwa Rafidatun Nabila menjadi salah satu pemain yang dipanggil pelatih Rudy Eka Priyambada pada seleksi dan pemusatan latihan (TC) Tim Nasional Wanita di Jakarta. Pemain yang akrab disapa Salwa ini tidak pernah menyangka bahwa kecintaannya terhadap dunia sepak bola, ternyata berhasil membawanya terbang dari kampung halaman ke Jakarta demi mengikuti rangkaian seleksi. Salwa memang menarik perhatian karena dirinya menjadi pemain termuda yang ikut pada seleksi Timnas wanita saat ini. Pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang ini memang bersaing dengan beberapa nama yang tidak asing dibawah mistar gawang skuat Garuda Pertiwi, seperti kiper Timnas Norffince Boma, serta dua kiper lain yang juga pernah mengikuti Timnas Putri U-16, Adinda Citra dan Fani. Salwa yang masih berusia 15 tahun ini merasa bersyukur karena mendapat kesempatan untuk merasakan atmosfer seleksi dan TC hingga level Tim Nasional. “Waktu saya dapat kabar dipanggil untuk seleksi dan ikut TC, saya dan orang tua sangat kaget karena dapat kesempatan ikut seleksi ke Jakarta. Sampai sekarang rasanya masih campur aduk antara gugup, takut dan senang sekaligus bangga karena bisa dipanggil ikut seleksi ini,” ungkap Salwa. Pemain yang kini duduk di bangku kelas 8 SMP Negeri 1 Kretek, Bantul ini mengaku baru satu tahun terakhir menekuni sepakbola. Itu pun berawal dari kompetisi internal di sekolah yang memainkan anak-anak perempuan dalam kompetisi mini sepak bola. “Awal saya bermain sepakbola saat saya masih kelas 7, tepatnya saat pertandingan kecil antar kelas. Di kompetisi itu sebenarnya saya menjadi pemain depan, tetapi pelatih saya di sekolah mengarahkan saya jadi kiper. Sempat tidak mau, tapi saya coba untuk jadi kiper dan kebawa sampai sekarang, saya pun latihan di klub Protaba Bantul dengan posisi yang sama hingga saat ini” lanjut Salwa. Ada hal menarik ketika Salwa tiba di Jakarta untuk mengikuti seleksi dan pemusatan latihan Timnas Wanita. Anak ketiga dari tiga bersaudara ini bertemu dengan pemain sepakbola wanita idolanya yakni Zahra Muzdalifah. “Masuk dalam seleksi sudah luar biasa bersyukur karena mendapat ilmu baru dari pelatih yang ada. Masuk TC ini juga ada pemain idola saya kak Zahra Muzdalifah. Masih tidak menyangka bisa latihan bersama,” ujar Salwa. Mendapat suntikan motivasi dengan berlatih dengan sang idola, Salwa pun berkomitmen untuk menjalani latihan bersama tim yang sedianya diproyeksikan untuk SEA Games 2021 di Vietnam ini. “Ini kesempatan langka bagi saya untuk berlatih bersama pelatih dan kakak-kakak senior. Awalnya saya masih malu-malu, tetapi alhamdulillah bisa beradaptasi dengan cepat dengan semuanya. Saya akan latihan dengan sungguh-sungguh dan fokus selama seleksi ini” tutup Salwa. Sebelumya pelaksanaan TC untuk timnas Wanita diapresiasi oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Ia menyebut ini adalah momentum yang baik. Apalagi timnas wanita satu tahun lebih belum ada kegiatan karena pandemi Covid-19. “Alhamdulillah TC untuk timnas wanita bisa digelar di awal tahun ini. Saya berharap para pemain bekerja keras, disiplin dan berlatih secara maksimal di TC ini,” kata Iriawan. Iriawan pun mengingatkan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan ketat bagi semua pihak yang menjadi TC ini. “Kesehatan dan kedisiplinan menjadi hal terpenting saat penyelenggaraan TC di tengah pandemi. Mari kita sama-sama disiplin, baik saat latihan maupun menerapkan protokol kesehatan untuk keselamatan kita bersama” pungkasnya.

Sukses Jalani Debut, Victoria Lee Remaja Termuda di ONE Championship

Sukses Jalani Debut, Victoria Lee Remaja Termuda di ONE Championship

Dibalik usianya yang baru menginjak 16 tahun, Victoria Lee atau yang kerap dijuluki “The Prodigy” tersebut merupakan remaja termuda yang menjalani debut profesional di ONE Championship. Laga debutnya berjalan tanpa hambatan. Tampil melawan Sunisa “Thunderstorm” Srisa, Lee tampil dominan dalam laga MMA divisi atomweight di Singapore Indoor Stadium pada Jumat, 26 Februari lalu. Dalam ajang bertajuk ONE: FISTS OF FURY tersebut, ia menghentikan sang rival dari Thailand dengan teknik rear-naked choke pada ronde kedua. “Saat pertama kali naik ke atas panggung dan mereka mengumumkan nama saya, itu sangat luar biasa. Itu adalah pengalaman yang sangat keren dan saya menikmatinya,” kenang Lee. “Saya merasakan [berbagai] ketegangan. Ini adalah hal terbesar yang pernah saya lakukan dalam hidup saya dan saya merasakan semua itu saat berjalan memasuki arena. Namun, ketika saya memasuki Circle, saya membendung itu semua, bernafas, dan hal itu benar-benar membantu saya mengosongkan pikiran untuk terfokus pada laga dan tampil di luar sana.” lanjutnya. Lee memang tampil dominan menghadapi lawan yang justru lebih berpengalaman darinya. Namun, atlet keturunan Singapura-Amerika ini sadar ada banyak hal yang harus dikembangkan sebelum ia kembali tampil. “Saya senang dapat menyelesaikan laga dan meraih kemenangan, namun saya selalu ingin mengembangkan diri. Saya tak sabar untuk kembali ke sasana, bekerja lebih keras dan meningkatkan penampilan saya,” kata Lee. Bagi dirinya sendiri, “The Prodigy” memasuki debut profesionalnya dengan berbagai beban dan ekspektasi di pundaknya. Dan, terlepas dari jawaban yang baik atas semua itu, ia mengakui bahwa seperti ada beban yang terangkat dari punggungnya saat wasit menghentikan pertandingan tersebut dan mengumumkan bahwa Lee mampu meraih kemenangan. “Oh, itu seperti kelegaan besar bagi saya,” kata Lee. “Terdapat berbagai kegemparan yang mendahului laga ini dengan tekanan dan emosi, dan segera setelah laga itu berakhir, semua itu hanya seperti kelegaan besar. Itu terasa hebat.” tegasnya. Saat menghentikan Srisen, Lee memberi penampilan yang jauh melebihi usianya, dimana para penggemar kini ingin melihat apakah ia dapat mengikuti jejak kedua kakaknya untuk memasuki Kejuaraan Dunia. Perlu diketahui, Lee merupakan adik dari dua Juara Dunia ONE, “Unstoppable” Angela Lee dan Christian “The Warrior” Lee. Berada dalam lingkungan juara, Lee memikul berbagai ekspektasi besar. Namun, sang ayah tak ingin terlalu cepat berlari. Ia mengetahui bahwa putrinya memiliki kesempatan melakukan berbagai hal yang hebat, tetapi juga menambahkan bahwa ia terlebih dahulu wajib mengembangkan kemampuannya untuk bersiap menghadapi ujian lain yang jauh lebih berat lagi. “[Hal yang terpenting] adalah bahwa ia bertumbuh dan belajar dari pengalaman ini, dan bahwa ia terus mengembangkan permainannya,” katanya. “The Prodigy” pun setuju. Ia akan menghadapi lawannya saat mereka datang sembari terus mengasah kemampuannya di sasana dan di dalam Circle. Terlebih lagi, sangatlah penting bahwa dirinya melakukan itu dalam ritme yang tepat, agar dirinya dapat membangun dasar yang kuat untuk sesuatu yang jelas akan menjadi karier yang panjang bersama ONE. “Tak ada seorangpun yang ada dalam pikiran saya [untuk dihadapi selanjutnya],” kata Victoria.

6 Pegolf Junior Bali Rebut Gelar Juara

6 Pegolf Junior Bali Rebut Gelar Juara

Enam pegolf muda asal Pulau Dewata berhasil meraih hasil luar biasa dalam turnamen yang diselenggarakan oleh Akademi Golf Indonesia di Lapangan Imperial Golf Karawaci, Tangerang, 6-7 Maret lalu dengan masing-masing meraih gelar juara. Keenam pegolf muda tersebut yakni Kenneth Hanson (juara kategori B putra), Nathan Pangestu (juara II B putra), Axel Pangestu (juara C putra), Jayden Liem (best nett C putra), Abigail Rhea (juara C putri), dan Quinn Leticia (juara D putri). Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Junior Pengprov PGI Bali, Jurry Soeryo Wiharko, menuturkan bahwa Bali tidak mengirimkan wakilnya untuk kategori A. “Kami tidak menurunkan pegolf junior kategori A, sehingga untuk kategori A juaranya bukan dari Bali,” jelasnya, dilansir dari Bali Post. Kesuksesan ini menurutnya sesuai dengan target yang diemban oleh PGI Bali. Diakuinya, penampilan pegolf junior Bali senantiasa menjunjung tinggi sportivitas yang ditopang dengan semangat juang yang tinggi. Apalagi, penampilan mereka kemarin turut disaksikan oleh Ketua Umum PGI Bali, Wayan Muntra, yang didampingi oleh Eddy Pantja yang juga pengurus PB PGI. Pada kesempatan berbeda, Ketua Umum PGI Bali, Wayan Muntra, memberikan apresiasi atas prestasi yang ditorehkan oleh para juniornya. “Saya kira prestasi ini luar biasa, apalagi mereka bisa tampil di lapangan golf sekelas imperial, tentunya kejuaraan ini sangat bergengsi,” ujar Muntra. Ia melanjutkan, keberhasilan ini juga merupakan jerih payah antarpengurus PGI Bali termasuk para orangtua. Hal ini sekaligus berperan sebagai pemberi semangat dan motivasi bagi para pegolf muda lainnya. “Keberhasilan ini juga tak luput dari PGI Bali yang rutin menggelar turnamen bulanan khusus untuk atlet junior,” lanjutnya. Muntra menambahkan, olahraga golf mengandung unsur pendidikan kepada anak-anak, utamanya menanamkan sifat kejujuran dan sportivitas. Selain itu, program turnamen golf bulanan yang rutin dilakukan juga memberikan dampak positif pada pihak lain. “Turnamen golf junior yang digelar tiap bulan diselenggarakan secara berpindah-pindah, dan memberikan manfaat bagi pengelola lapangan golf di Bali,” pungkasnya

Pesan Iga Swiatek Bagi Para Petenis Muda

Pesan Iga Swiatek Bagi Para Petenis Muda

Petenis muda asal Polandia, Iga Swiatek, mampu tampil memukau dengan menjuarai Grand Slam pertama dalam kariernya di Prancis Terbuka 2020 usai menumbangkan unggulan asal Amerika Serikat, Sofia Kenin. Iga Swiatek diyakini akan semakin berkembang sebagai seorang atlet dan menjadi panutan bagi para atlet yang lebih muda. Ia pun ingin memberikan saran bagi para atlet muda lainnya. “Bersabar dan memiliki orang-orang yang baik di sekeliling anda. Karena bahkan jika tenis adalah olahraga individual, sulit untuk melakukannya seorang diri. Saya memiliki dukungan luar biasa di sekeliling saya dan tanpa tim saya, saya pikir saya tidak akan berada di posisi saya saat ini,” jelas Swiatek dalam sesi tanya jawab bersama Laureus Sports Awards. Selain itu, petenis yang baru berusia 19 tahun itu memahami kecenderungan para atlet yang ingin melakukannya seorang diri. Tetapi ia menekankan bahwa perjalanan itu akan berjalan lebih lancar hanya dengan keberadaan tim yang suportif. “Berpikir bahwa anda tidak bisa melakukannya seorang diri, karena itu bukan hal yang buruk. Itu kenyataan dan semuanya akan jauh lebih mudah jika anda memiliki orang-orang baik di sekeliling anda,” tambah Swiatek. Pemberhentian selanjutnya bagi petenis peringkat 15 dunia adalah Dubai. Ia akan memasuki turnamen tersebut sebagai petenis unggulan kedelapan dan selain gelar, ia juga akan berkompetisi demi 1000 poin. Iga Swiatek juga menjadi petenis yang diantisipasi di setiap turnamen yang ia lakoni. Selain itu, memenangkan gelar Grand Slam kedua dalam kariernya akan menjadi tantangan besar. Untuk saat ini, Swiatek akan mendapatkan semua pengalaman yang ia butuhkan demi menjadi salah satu petenis terbaik. Profil Swiatek: Nama Lengkap: Iga Swiatek Tempat, Tanggal Lahir: Warsaw, Polandia, 31 Mei 2001 (19 Tahun) Tinggi Badan: 175 cm Mulai Karir: 2016 Peringkat WTA Saat Ini: 17 (12 Oktober 2020) Peringkat WTA Tertinggi: 17 (12 Oktober 2020)

Mengenal Arbi, Pembalap Muda Yang Akan Berlaga di Losail

Mengenal Arbi, Pembalap Muda Yang Akan Berlaga di Losail

Fadillah Arbi Aditama merupakan seorang rider muda asal Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Arbi akan mengikuti Kejuaraan Asia Talent Cup (ATC) yang akan digelar di Sirkuit Internasional Losail, Qatar mulai 19 Maret 2021. Ia sekaligus menjadi rider asal Purworejo pertama yang berlaga di Qatar. Remaja kelahiran 14 Juli 2005 itu akan berlaga di kelas 250cc bersama ketiga pebalap lain dari Pati, Yogyakarta dan Tangerang. “Alhamdulilah, persiapam  sudah cukup matang, mulai dari latihan fisik hingga mental. Insya Allah sanggup,” kata Arbi saat menghadap Bupati Purworejo, Agus Bastian, Rabu (3/3). Menurutnya yang menjad lawan terberat bukan dari pembalap lain, melainkan dirinya sendiri. Dia mengaku harus benar-benar dapat menjaga rasa percaya diri dengan baik, tidak over confident, yang justru akan merugikan ketika berlaga. “Target yang pasti ingin juara satu, tetapi karena ini merupakan tahun pertama saya mengikuti balap ATC, jadi harus step by step dulu. Saya optimis bisa memberikan yang terbaik,” imbuh Arbi didampingi kedua orang tuanya, Robi Yuda Kurniawan dan Anggi Putri Anggraeni. ATC merupakan kompetisi balap motor yang diperuntukan bagi pembalap muda di kawasan Asia dan Oceania. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Dorna, yang juga menjalankan kompetisi MotoGP, dan Kejuaraan Dunia Superbike. “Saya akan mulai melakukan persiapan di Jakarta pada tanggal 6 Maret. Kemudian tanggal 14-16 Maret akan mengikuti tes terlebih dahulu di Qatar. Saya juga akan mengikuti dua seri balap ATC di Sirkuit Internasional Losail,  Qatar. Seri-seri selanjutnya akan berlangsung di Asia, seri terakhir akan digelar di Sirkuit Mandalika Indonesia,” lanjut Arbi yang tergabung dalam tim Astra Honda Racing Team. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Purworejo, Agus Bastian, berpesan agar Arbi bisa meraih prestasi yang membanggakan bagi Bangsa Indonesia dan Kabupaten Purworejo khususnya. “Kedepan, diharapkan Purworejo dapat melahirkan atlet-atlet olahraga yang berprestasi di kancah nasional maupun internasional, termasuk balap motor. Harap dipersiapkan fisik, mental dan tentunya istirahat harus diperhatikan jangan sampai sakit, jangan lupa protokol kesehatan karena masih pandemi,” kata Agus. Berikut berbagai kejuaraan yang pernah dimenangkan Arbi: Juara 4 kelas Mp6 Kejurda Kebumen (2016) Juara 2 kelas Mp5 Kejurda Purworejo dan juara 2 kelas Mp6 (2017) Juara 2 kelas Mp5 Kejurda Purbalingga dan juara 3 kelas CBR250r IRS Sentul (2018) Juara 1 Kejurda Boyolali dan juara umum pada kejuaraan AHRS tahun (2019)

5 Atlet Muda eSport Indonesia Dengan Penghasilan Tertinggi

5 Atlet Muda eSport Indonesia Dengan Penghasilan Tertinggi

Esport atau olahraga elektronik telah menjadi ladang basah di Indonesia. Pertumbuhan eSport kian menjanjikan setelah semakin banyaknya turnamen yang digelar setiap tahunnya. Profesi pro player pun kini semakin mendapatkan tempat. Selain bisa mengembangkan hobi, ternyata menjadi atlet eSport bisa menambah pundi-pundi uang. Berikut 5 atlet eSport Indonesia dengan penghasilan tertinggi dari data esportsearnings.com: Nizar ‘Microboy’ Lugatio Kita mulai dengan posisi ke-5 yang diisi oleh pro player PUBG Mobile. Nizar Lugatio merupakan salah satu pemain EVOS setelah sebelumnya bermain untuk Bigetron Red Aliens. Microboy yang merupakan kelahiran 19 Juni 2000 sudah mengantongi pendapatan sebesar USD 117,825 yang bila dikonversikan berkisar Rp 1,6 miliar. Muhammad ‘Ryzen’ Albi Ryzen adalah pro player PUBG Mobile dari Bigetron Red Aliens. Sama seperti mantan rekan setimnya, Microboy, Ryzen termasuk pro player dengan penghasilan tertinggi. Ia berada di urutan ke-4 dengan penghasilan hingga USD 141.395 yang setara dengan Rp 1,9 miliar. Made Bagas ‘Zuxxy’ Pramudita Nampaknya Bigetron Red Aliens termasuk tim eSport yang mencetak pemain andal. Zuxxy adalah salah satunya. Ia menempati posisi ke-3 di usia muda yakni 17 tahun dengan penghasilan USD 145.248 yang setara Rp 2 miliar. Made Bagus ‘Luxxy’ Prabaswara Luxxy adalah kembaran dari Zuxxy dan sama-sama masuk lini Bigetron Red Aliens untuk PUBG Mobile. Ia juga termasuk orang yang mengantarkan timnya menjadi juara dunia PUBG Mobile, loh. Untuk angka penghasilan, ia menyimpan jumlah yang sama dengan Zuxxy. Hansel ‘BnTeT’ Ferdinand Nama Hansel Ferdinand atau BnTet sudah dikenal dengan baik di kalangan pecinta game. Karir eSport-nya sudah digeluti sejak 2016. Atlet CG:GO terbaik Indonesia ini menghasilkan angka yang bombastis dengan USD 168.758 yang secara rupiah berkisar Rp 2,3 miliar. Bagaimana? Tertarik untuk menjadi atlet eSport juga? Tentu pundi-pundi yang mampu diraih kelima atlet di atas merupakan hasil kerja keras mereka. Sudah banyak pengorbanan yang mereka lakukan untuk bisa meraih posisi saat ini. Namun, bukan berarti kalian tidak bisa. Source: Detiksport

Peselancar Muda Indonesia Incar Tiket ke Olimpiade Tokyo

Peselancar Muda Indonesia Incar Tiket ke Olimpiade Tokyo

Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI) masih berharap bisa mengirimkan atletnya ke Olimpiade Tokyo. Salah satu upayanya adalah berburu tiket melalui kejuaraan kualifikasi surfing di El Salvador, 29 Mei hingga 6 Juni. “Masih ada lima slot yang diperebutkan pada kualifikasi terakhir itu. Makanya akan kami maksimalkan meski prosesnya bakal tidak mudah,” kata Ketua Umum Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI), Arya Sena Subyanto, di Jakarta pada Kamis (25/2). Menurut dia, saat ini PSOI menyiapkan tiga atlet putra yaitu Rio Waida, I Ketut Agus Aditya Putra dan Hairil Anwar serta tiga atlet putri yaitu Taina Angel Izquierdo, Kailani Kusuma Johnson dan Dhea Natasya. Dari keenam peselancar itu, nama Rio Waida yang menjadi unggulan. Surfer muda asal Bali itu memiliki peringkat yang lebih baik dibanding rekan-rekannya. Peluangnya untuk tampil di Olimpiade Tokyo terbilang masih cukup lebar. “Menurut peringkat, peluang paling besar ada pada Rio Waida. Tapi kita lihat dan doakan yang terbaik untuk semua atlet di El Salvador nanti,” ungkap Ketua Harian PSOI yang juga merangkap manajer tim nasional surfing, Egy Adhitya Hilman. Karier Rio Waida memang terbilang cukup mengesankan. Ketika masih berusia 19 tahun, dirinya pernah mengalahkan juara dunia dua kali, Gabriel Medina. Momen tersebut terjadi pada ajang World Surf League 2019 di Pantai Keramas, Bali. Sekarang ini Rio dan kawan-kawan masih melakukan latihan rutin di Bali. “Untuk latihan mereka tidak ada masalah. Semua atlet ada di Bali. Mereka kan atlet profesional. Jadi terus berlatih,” tegas Arya. Rencananya para surfer akan berangkat El Salvador pada tanggal 16 Mei. Proses keberangkatan ke negara Amerika Tengah itu tidak mudah. Hal ini dikarenakan belum adanya kedutaan besar El Salvador di Indonesia. Sehingga ada kendala dalam pengurusan visa. “Kami juga sudah komunikasi dengan Kedutaan El Salvador di Thailand. Tapi kan bukan wewenang dari mereka. Makanya hingga saat ini kami terus berkomunikasi dengan yang berwenang di Indonesia,” ungkap Arya. Untuk Olimpiade Tokyo, sebetulnya para surfer Indonesia tidak diberikan target khusus. Karena PSOI masih seumur jagung. Organisasi yang mewadahi para surfer itu baru terbentuk dan disahkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). “Dulu memang sempat stagnan. Tapi sekarang mulai kembali. Apalagi Indonesia merupakan tujuan peselancar dunia. Kita punya ombak yang bagus mulai dari timur hingga Sumatera,” cerita Arya. Kehadiran PSOI mendapat atensi baik dari Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman. Menurutnya surfing di Indonesia bisa berkembang dengan baik menjadi olahraga yang juga memajukan pariwisata. Sehingga bisa menggerakkan roda ekonomi daerah. “Bali, Nias merupakan daerah yang menjadi jujukan peselancar dunia. Dua daerah itu juga menjadi tujuan wisata. Kami harapkan PSOI bergerak cepat termasuk bekerjasama dengan media cetak maupun elektronik untuk publikasinya,” kata Norman. Selanjutnya Norman, berharap kedepan PSOI bisa melahirkan peselancar kelas dunia. Yang bisa berprestasi di kancah internasional seperti Olimpiade. Mengingat kondisi alam di Indonesia sangat mendukung surfer tanah air untuk berlatih maksimal. “Harapannya pada Olimpiade 2023, ada medali emas selain dari bulutangkis. Bisa angkat besi, penahan, bela diri maupun surfing,” tutup pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Badan Intelejen Nasional tersebut.

Miftah Resmi Direkrut Oleh Klub Bosnia-Herzegovina

Miftah Resmi Direkrut Oleh Klub Bosnia-Herzegovina

Pemain belakang asal Persita, Miftah Anwar Sani, resmi diumumkan bergabung bersama klub Bosnia-Herzegovina, FK Sloboda Tuzla, Selasa (16/2/2021). Tentu saja kabar ini sedikit mengejutkan karena sebelumnya sang pemain telah membantah kabar soal dirinya yang akan bergabung bersama klub Eropa. Saat itu Miftah Anwar Sani menyebutkan bahwa dirinya tidak mungkin bisa bermain di Eropa mengingat statusnya adalah anggota TNI aktif. Belakangan diketahui bantahan Miftah ini hanyalah upayanya agar tidak menimbulkan kegaduhan. Faktanya, pada Selasa (16/2/2021) lalu, Miftah menggelar konferensi pers di Kedutaan Besar Bosnia-Herzegovina. Duta Besar Bosnia-Herzegovina, Mehmed Halilovic, mengatakan bahwa Miftah akan menjadi pemain Indonesia pertama yang akan berkompetisi di Bosnia. “(Miftah) segera menandatangani kontrak dengan salah satu klub Bosnia-Herzegovina, FK Sloboda Tuzla,” kata Mehmed, Selasa (16/2/2021). “Setahu saya Miftah adalah pemain Indonesia pertama yang akan bermain di Bosnia, kalau di Eropa mungkin sudah ada, tapi Miftah yang pertama ke Bosnia,” jelasnya. FK Sloboda Tuzla sendiri adalah klub yang berkompetisi di kasta tertinggi Liga Bosnia-Herzegovina. Miftah Anwar Sani dikabarkan dikontrak selama enam bulan hingga akhir musim 2020/21, yaitu Juni 2021. Dengan bergabungnya Miftah bersama FK Sloboda Tuzla maka menambah panjang daftar Garuda Muda yang berhasil menembus Eropa. Sebelumnya ada Witan Sulaeman yang merumput bersama klub Serbia, FK Radnik Surdulica, Egy Maualana Vikri (Lechia Gdansk/Polandia), Elkan Baggott (Ipswich Town/Inggris), Brylan Aldama (HNK Rijeka/Kroasia), dan Bagus Kahfi (FC Utrecht/Belanda). Biodata: Nama: Miftah Anwar Sani Tempat, Tanggal Lahir: Salatiga, 19 September 1995 Posisi: Pemain belakang Karir Sepak Bola: 2017-2019: TIRA-Persikabo 2017: PPSM Magelang (Dipinjamkan Dari TIRA-Persikabo) 2018: Madua (Dipinjamkan Dari TIRA-Persikabo) 2019: Badak Lampung 2020-2021: Pesita Tangerang 2021: Sloboda Tuzla

Vika Jadi Satu-satunya Petembak Wakil Merah-Putih di Olimpiade Tokyo

Vika Jadi Satu-satunya Petembak Wakil Merah-Putih di Olimpiade Tokyo

Insan olahraga tentu tak asing lagi mendengar nama Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba atau yang akrab disapa Vika, seorang petembak muda senapan angin potensial yang dimiliki Indonesia saat ini. Vika menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang bakal turun di Olimpiade Tokyo 2021. Hal itu sudah dikonfirmasi oleh Sekjen Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (PB Perbakin), Justin Judiswandarta. “Benar. Hanya satu atlet saja yang lolos ke Olimpiade. Sebenarnya kami juga sudah menjadwalkan untuk mengejar tambahan kuota,” ujar Justin Judiswandarta saat dikonfirmasi dilansir Antara. PB Perbakin, kata dia, tetap berusaha menambah kuota dengan mengirimkan atlet ke kejuaraan yang sudah dijadwalkan oleh Federasi Olahraga Menembak Internasional (ISSF). Hanya saja kejuaraan kualifikasi itu dibatalkan karena pandemi Covid-19. “Dengan batalnya beberapa kejuaraan kualifikasi, praktis kita tidak bisa menambah atlet. Vika satu-satunya petembak yang tampil di Tokyo,” katanya menambahkan. Mantan Ketua Pengprov Perbakin Jawa Timur itu menjelaskan, upaya untuk menambah kuota tidak hanya melalui kejuaraan kualifikasi yang sudah dijadwalkan, namun juga dilalukan dengan cara lain seperti mengajukan wild card. Hanya saja, menurut Justian, upaya untuk mendapatkan wild card tidak dikabulkan oleh ISSF karena jatah yang ada diberikan kepada atlet menembak dari negara-negara yang sedang mengalami konflik. “Kebijakan ISSF memberikan jatah wild card kepada penembak dari negara yang konflik itu patut dimaklumi. Sebab, ISSF menjadikan cabang olahraga menembak bukan hanya mengejar prestasi tetapi sebagai sarana untuk kampanye perdamaian dunia,” kata Justian menegaskan. Vidya Rafika Rahmatan Thayiba merupakan atlet menembak muda yang bakal turun di nomor Air Rifle Match dan 3 position 50 meter putri kejuaraan empat tahunan yang pelaksanaannya mundur satu tahun dari jadwal semula. Tiket lolosnya Vika didapat saat turun di Kejuaraan Menembak Asia di Qatar 2019. Setelah itu rentetan prestasi terus raih termasuk raihan dua emas pada SEA Games 2019 di Manila, Filipina. Biodata: Nama: Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba Tempat, Tanggal Lahir: Depok, Jawa Barat, 27 Mei 2001 Prestasi: SEA Games 2019 Filipina (1 medali emas Air Rifle Women, 1 medali emas AirRifle Mix) Asian Shooting Championships Qatar 2019 (lolos Olimpiade Tokyo 2020) SEASA 2019, Indonesia (2 medali emas) SEASA 2017, Malaysia (1 medali perak, 1 medali perunggu)

Meski Sibuk, 5 Pro Player eSports Ini Tetap Pentingkan Pendidikan

Menjadi seorang Pro Player eSports memang kelihatannya mudah dan menyenangkan karena ‘hanya’ bermain game. Namun, sebetulnya menjadi pro player sama sekali tak semudah kelihatannya. Ada komitmen yang harus dipegang. Salah satunya yaitu komitmen untuk tetap mengenyam bangku pendidikan sembari meniti karir di eSports. Memang banyak kasus para pro player akhirnya meninggalkan sekolah demi menjadi mengejar karir. Bukannya tidak baik, tapi sebenarnya kedua hal tersebut bisa dilakukan bersamaan. Buktinya, banyak yang tetap mengejar sekolah meskipun sudah menjadi pro player. Seperti kelima pro player yang akan dibahas kali ini. Meskipun sibuk menjalani profesi sebagai atlet eSports profesional, mereka juga bisa tetap menjalani pendidikan. Tak hanya itu, mereka bahkan tetap bisa mencetak prestasi di skena kompetitif. Siapa saja mereka? Eldin ‘Celiboy’ Rahardian – Alter Ego Sang pemenang dari MPL Invitational ini adalah salah satu carry muda yang paling diwaspadai. Setiap penampilannya selalu membuat para penonton kagum karena dirinya adalah salah satu pro player dengan mekanik tinggi. Pada usia yang baru menginjak umur 17 tahun, Celiboy sudah mencetak banyak prestasi selama berkarier menjadi punggawa dari Alter Ego. Prestasi yang tidak kalah mengagumkan adalah, di tengah kesibukan menjadi seorang pro player, Celiboy tidak meninggalkan pendidikan. Dirinya menjalani home schooling yang jadwalnya disesuaikan dengan latihan di tim. Dengan begitu, kedua hal tersebut bisa dijalani olehnya tanpa hambatan. Albert ‘Alberttt’ Nielsen – RRQ Hoshi Selain Celiboy, ada satu nama lagi yang langsung gemilang pada debutnya, yaitu RRQ Alberttt. Cowok berusia 17 tahun ini merupakan pemegang peran carry di tim RRQ Hoshi. Perjalanannya di kancah profesional terbilang mulus. Selepas tampil di MDL Season 2, RRQ Alberttt langsung ditarik ke divisi utama dan ternyata dirinya bisa membantu kemenangan RRQ Hoshi di ajang MPL Season 6. Meskipun terbilang sukses sebagai pro player, RRQ Alberttt tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang murid dari sebuah home schooling. Pada usia yang sangat muda, RRQ Alberttt punya manajemen waktu yang baik. Dalam seminggu, dirinya membagi jadwal latihan dan belajar di tempatnya mengenyam pendidikan. Jeremy ‘Tibold’ Yulianto – Onic eSports Mantan pro player ini sempat diperbincangkan karena berhasil tembus menjadi pelatih tim nasional Mobile Legends untuk ajang SEA Games 2019. Kualitas pengamatannya tidak perlu diperbincangkan lagi. Bahkan, ONIC eSports sampai meminangnya menjadi pelatih. Bisa dibilang prestasinya selama menjalani karier di ranah kompetitif cukup gemilang. Akan tetapi, dirinya memilih hengkang dari tim dan izin untuk melanjutkan sekolah. ONIC eSports pun melepas Tibold dengan sebuah video farewell di kanal Youtube resmi mereka. Vivi ‘Vivi’ Novica – RRQ Hikari Vivi Novica Lee atau yang akrab disapa RRQ Vivi ini merupakan salah satu anggota RRQ Hikari yang merupakan divisi ladies untuk game PUBG Mobile milik Team RRQ. Selama berkarier, pengalaman RRQ Vivi di kancah eSports tidak bisa dibilang sedikit. sebut saja turnamen-turnamen besar yang pernah diikutinya, seperti BUBU eSports Tournament dan PMPL Indonesia Ladies 2020. Prestasi di ranah eSports membuat dirinya semakin dikagumi kala mengetahui fakta bahwa dirinya juga sedang menjalani pendidikan di Universitas Pelita Harapan. Hebatnya lagi, di kampus ini RRQ Vivi mengambil pendidikan hukum. Bridgita ‘Ruby’ Fabiola – RRQ Hikari Sama seperti RRQ Vivi, meskipun dirinya tengah disibukkan dengan menjadi pro player, RRQ Ruby tidak melupakan soal pendidikan. Sekarang, RRQ Ruby adalah seorang mahasiswi di Universitas Gunadarma, Depok. Cewek kelahiran 10 Oktober 1999 ini mengambil pendidikan sarjana jurusan Sastra Inggris. Dari sebuah wawancara, Ruby mengaku bahwa kegiatan perkuliahannya tidak terganggu sama sekali dengan profesinya sebagai atlet eSports. Apalagi di tengah pandemi ini, sekarang perkuliahannya berjalan secara online dan memudahkannya untuk mengikuti mata kuliah dan berlatih di RRQ Hikari. Dari kelima sosok di atas, kita bisa belajar bahwa meskipun tengah sibuk menjalani hal yang disukai, bukan berarti harus meninggalkan pendidikan. Mereka adalah orang-orang yang berhasil untuk mengatur waktu sedemikian baiknya hingga bisa menjalani karier sebagai pro player dan pelajar di saat yang bersamaan. sumber: detikINET dan Team RRQ.

Kisah Rio Perenang Junior Yang Pecahkan Rekor Nasional

Kisah Rio Perenang Junior Yang Pecahkan Rekor Nasional

Ridho Athallah Zufar Shembudi atau yang akrab disapa Rio merupakan perenang junior asal Tangerang. Usianya baru menginjak 12 tahun, namun, baru-baru ini ia mampu memecahkan rekor nasional. Rio memecahkan rekor nasional untuk gaya bebas 50 meter. Siapa sangka, dibalik prestasinya tersebut, Rio memiliki cerita unik. Rio kecil adalah anak yang takut dengan air, apalagi harus berenang. Selain itu, awalnya Rio tertarik dengan sepak bola, namun pada suatu saat Rio pernah terjatuh dan akhirnya sang orang tua mengarahkannya ke olah raga renang. Masuk usia 10 tahun tepatnya saat sekolah kelas 4 SD, Rio mulai diajak untuk belajar berenang, di bawah asuhan pelatih yang pertama mengenalkannya yakni Puji Raharjo, yang juga owner Citius Akuatik Club. Saat ini, Rio terus berlatih di club renang terbesar di Indonesia yakni Millenium Aquatic Jakarta. Saat ini, Rio yang juga salah satu atlet cabang olaraga Renang Kota Tangerang Selatan ini, di kelompok umurnya untuk Gaya Bebas 50 M masuk dalam urutan 1 nasional. “Menurut pak pelatih, Rio itu talent, karena di keluarga kami tidak ada yang jadi  atlit. Sekarang Rio latihan seminggu 5 sampe 6 kali mulai jam 04.45 sampe 07.00 di GBK (Gelora Bung Karno). Padet banget mas, setelah itu daring sampai jam 15.00,” ungkap Rio. Pada masa Pandemi Covid-19, Rio pun masih tetap harus mengikuti latihan rutin di kolam renang, tentunya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan covid-19. Sempat di awal terjadinya Pandemi Covid-19 dia pun harus berhenti latihan selama tiga bulan. “Baru mulai lagi di pertengahan Juni. Di GBK protokol kesehatannya ketat banget, setiap lintasan hanya boleh untuk 2 orang,” cerita Rio. Biodata Nama: Ridho Athallah Zufar Shembudi Tempat, Tanggal Lahir: Tangerang, 8 Januari 2005 Sekolah: Kelas X IPA 5 SMAN 2 Tangsel Hobi: Renang & Sinematograpi Cita-cita: Jadi Orang Berguna Ayah: Prorika Shembudi Ibu: Martini Prorika S. Prestasi Kejuaraan Nasional Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2019: 1. Juara I (50 M Gaya Bebas) Kelompok Usia 2 2. Juara I (Estafet 4×100 M Gaya Bebas) Kelompok Usia 2 3. Juara I (Estafet 4×100 M Gaya Ganti) Kelompok Usia 2 Kejuaraan Internasional Singapore 2019: 1. Juara III (100 M Gaya Kupu-Kupu) 50th SNAG Kejuaraan Nasional IOAC 2018: 1. Juara I (50 M Gaya Bebas) Kelompok Usia 3 2. Juara I (50 M Gaya Dada) Kelompok Usia 3 3. Juara II (50 M Gaya Kupu-Kupu) Kelompok Usia 3 4. Juara II (100 M Gaya Bebas) Kelompok Usia 3 5. Juara II (100 M Gaya Kupu-Kupu) Kelompok Usia 3 6. Juara II (100 M Gaya Dada) Kelompok Usia 3 7. Juara I (Estafet 4×100 M Gaya Bebas) Kelompok Usia 3 8. Juara I (Estafet 4×100 M Gaya Ganti) Kelompok Usia 3 9. Juara I (Estafet 4×200 M Gaya Bebas) Kelompok Usia 3 Kejuaraan Nasional Indonesia Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2018: 1. Juara II (50 M Gaya Bebas) Kelompok Usia 3 2. Juara II (50 M Gaya Kupu-Kupu) Kelompok Usia 3 3. Juara II (100 M Gaya Kupu-Kupu) Kelompok Usia 3 4. Juara III (200 M Gaya Kupu-Kupu) Kelompok Usia 3

Tampil Percaya Diri, Vito Sabet Medali Emas dan Atlet Terbaik

Tampil Percaya Diri, Vito Sabet Medali Emas dan Atlet Terbaik

Atlet taekwondo junior asal Dojang Kodim 0304 Agam Taekwondo Fighter Bukittinggi, Sumatera Barat, Vito Putra Johnata, mampu tampil luar biasa dengan mengalahkan lawan-lawanannya pada kejuaraan Piala Diskepora Provinsi Jambi di GOR Kota Baru Jambi, Sabtu (6/2/2021). Medali emas di dapat setelah Vito berhasil menumbangkan dua lawannya dengan kemenangan telak. Bahkan di partai puncak, Vito menang KO setelah tendangan memutarnya bersarang telak di rahang lawan. Seketika lawan tumbang dan tidak bisa melanjutkan pertarungan. Tak hanya menjadi juara dan menyabet medali emas, Vito yang tampil pada ajang Kuju Cadet Championship tersebut, dinobatkan sebagai atlet terbaik. Sebelumnya Vito juga telah meraih banyak prestasi di kejuaraan taekwondo tingkat junior. Tahun 2019, Vito juga tampil sebagai juara dan meraih medali emas di turnamen Taekwondo Indonesia Andalan Championship 2019 yang digelar di Kota Pekanbaru, Riau. Sebagai informasi tambahan, Piala Diskepora Provinsi Jambi ini digelar oleh Kuju Taekwondo Academy dan dibuka langsung Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jambi Budi Setiawan. Piala Diskepora Provinsi Jambi ini melibatkan sebanyak 22 klub dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya tuan rumah Jambi, Sulawesi Selatan, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan

Petenis Muda Indonesia Boyong Dua Gelar Juara di Singapura

Petenis Muda Indonesia Boyong Dua Gelar Juara di Singapura

Nathan Anthony Barki berhasil meraih gelar juara tunggal ITF Junior Championships II, Jumat (5/2/21). Bermain di Kallang Tennis Center, Nathan menang atas andalan tuan rumah, Matthew Johnstone, dengan skor akhir 6-2 dan 6-0. Ini menjadi gelar juara kedua dalam dua pekan, setelah sebelumnya, Nathan juga menjadi juara pada kompetisi resmi Federasi Tenis Internasional (ITF), pekan lalu di arena yang sama. https://www.instagram.com/p/CK5s8PLA-7S/ Keberhasilannya dalam meraih dua gelar juara ini membuat petenis berusia 16 tahun tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan dalam sepuluh pertandingan nomor tunggal tanpa kehilangan satu set pun pada awal tahun ini “Setelah kemenangan minggu lalu, saya memiliki banyak momentum untuk menjuarai kembali turnamen pekan ini,” ujar Nathan, dilansir dari Medcom. “Namun tidak mudah karena kondisi cukup menantang pusaran angin yang kencang sepanjang pertandingan. Tetapi saya bisa memanfaatkan pengalaman bertanding di Australia dalam kondisi serupa ini untuk memenangi gelar juara tunggal ITFJ5 yang keempat,” lanjutnya. Sayangnya, Nathan harus puas hanya berada di posisi runner-up untuk nomor ganda putera. Nathan yang berpasangan dengan Brendan Nicholas Hendrata harus mengakui keunggulan ganda gado-gado Amerika Serikat dan Singapura Cameron Austin Chang/Matthew Johnstone 4-6 6-2 (8-10) Hasil pekan ini memberi tambahan 30 poin tunggal dan 13 poin ganda dan bakal melambungkan posisi Nathan Anthony Barki pada kisaran 190 dunia dengan total 148 poin dalam daftar peringkat ITF Junior, Senin 8 Februari “Terima kasih atas dukungan terus menerus dari keluarga dan pelatih, Michael Baroch, Terima kasih pula kepada Singapore Tennis Associations (STA), yang telah memberikan kesempatan berkompetisi di level ITF selama pandemi,” ujarnya “Dan yang terpernting, terima kasih kepada PP Pelti yang selama ini terus mendukung partisipasi saya pada ajang internasional,” pungkasnya.

Syahrian Abimanyu Resmi Perkuat Klub Australia

Syahrian Abimanyu Resmi Perkuat Klub Australia

Akhir pekan ini, media massa olahraga disibukkan dengan berita-berita kepindahan pemain antar klub. Tak terkecuali para pesepakbola asal Indonesia yang telah merampungkan proses kepindahan mereka. Salah satunya Syahrian Abimanyu yang telah resmi bergabung dengan klub Australia, Newcastle Jets. Abimanyu bergabung dengan status pinjaman dari klub Malaysia, Johor Darul Ta’zim (JDT). Ia akan bertanding di kasta tertinggi Liga Australia yakni A-League hingga akhir musim ini. “Newcastle Jets dengan bangga mengumumkan kedatangan Syahrian Abimanyu dengan status pinjaman untuk musim 2020/21,” tulis pernyataan resmi Jets. Pemain berusia 21 tahun tersebut bergabung bersama Newcastle Jets sebagai bagian dari kebijakan JDT. Dalam klausul kontrak dengan JDT, Abimanyu disebut bakal dipinjamkan ke klub lain pada musim pertama untuk menambah jam terbang. Selain itu, karena slot pemain asing JDT sudah terisi penuh. Dengan bergabungnya Abimanyu, ia diharapkan bisa membantu Newcastle Jets bangkit di sisa musim. Sejauh ini, tim asal New South Wales itu sedang berada di urutan terbawah klasemen sementara A-League dengan 4 poin dari 6 laga. “Dia masih muda tapi memiliki teknik bermain yang dibutuhkan sebagai pemain bernaluri menyerang,” ujar Manajer Operasional Sepakbola untuk Newcastle Jets, Joel Griffiths. “Dia juga pemain yang tak egois. Mentalitas bermain di tim utama yang dimiliki olehnya membuat saya yakin dia akan langsung cocok dengan tim kami,” sambungnya. Saat ini, Syahrian Abimanyu sedang menjalani karantina di Sydney. Ia juga baru bisa bermain membela Newcastle Jets setelah bursa transfer Liga Australia dibuka pada 16 Februari mendatang. Berposisi sebagai gelandang, Abimanyu mengawali karir sepakbolanya bersama SSB Jaya Mandiri Bogor dan Jakarta Football Academy. Kemudian, pada tahun 2016, ia melanjutkan karir juniornya bersama klub La Liga, Spanyol, Levante. Pada tahun 2017, ia kembali ke Indonesia untuk merumput bersama Persija Jakarta. Usai dari Persija, Abimanyu memulai karir seniornya bersama Sriwijaya FC pada tahun 2018. Pada debutnya tersebut, Abimanyu tampil sebanyak 8 kali. Pada musim yang sama, Abimayu pindah ke Madura United usai mencatatkan 20 penampilan dalam dua musim di sana. Setelah dari Madura United, barulah ia mencoba peruntungan dengan bergabung bersama JDT. Di level tim nasional, Syahrian Abimanyu adalah langganan timnas sejak Timnas Indonesia U-16. Ia juga terdaftar dalam skuat Timnas Indonesia untuk SEA Games 2019 di Filipina. View this post on Instagram A post shared by newcastlejetsfc (@newcastlejetsfc)

Mengenakan Batik, Bagus Kahfi Resmi Diperkenalkan FC Utrecht

Mengenakan Batik, Bagus Kahfi Resmi Diperkenalkan FC Utrecht

FC Utrecht telah resmi memperkenalkan Bagus Kahfi sebagai pemain mereka pada Jumat (5/1/2021) sore WIB. Dalam perkenalannya tersebut, Bagus tampak mengenakan batik berwarna coklat-hitam sembari difoto dengan memegang kostum kebanggaan FC Utrecht. Bagus Kahfi akan bersama dengan klub yang bermarkas di Stadion Galgenwaard tersebut hingga pertengahan tahun 2022 dengan opsi perpanjang kontrak selama dua tahun.   Meski dikenalkan oleh akun tim utama, Bagus Kahfi tak akan langsung tampil bersama FC Utrecht senior. Dia akan lebih dahulu diasah performanya di Jong FC Utrecht, tim usia muda yang tampil di Jupiler League, atau kompetisi kasta kedua Liga Belanda. Nama Bagus Kahfi mulai santer dibicarakan pencinta sepak bola Indonesia sebagai bakat muda usai penampilannya di timnas Indonesia kategori U-16 dan U-19 besutan Fakhri Husaini. Kala berada di timnas Indonesia U-16, dia membawa skuad Garuda Muda juara Piala AFF U-18 tahun 2018. Kemudian pada timnas Indonesia U-19, nama Bagus Kahfi tercatat sebagai pemain tersubur di ajang Piala U-18 AFF tahun 2019. Kemampuan tersebut yang membuat Bagus mendapatkan pujian dari Direktur Teknik FC Utrecht, Jordy Zuidam. “Bagus itu pemain yang kreatif dan mempunyai kemampuan teknik, dengan dribble yang bagus,” kata Zuidam di situs resmi FC Utrecht. “Dia sudah terbukti di klub dan tim muda Indonesia bahwa dia mempunyai kemampuan mencetak gol. Untuk Bagus, melangkah dari Indonesia ke Eropa merupakan salah satu yang besar,” lanjutnya. “Oleh karena itu, kami akan memberinya kesempatan untuk melakukan aklimatisasi dengan tim U-18. Di sana dia bisa beradaptasi dan menyatu dengan program kami. Kami akan melakukan apapun yang kami bisa untuk bisa melakukan pengembangan lebih lanjut, Bagus bersama kami dan melihat kesempatan dari ini,” kata dia menambahkan. Bagus Kahfi menjadi segelintir pemain muda Indonesia yang berkarier di Benua Eropa seperti Egy Maulana Vikri (Lechia Gdanks/Polandia), Witan Sulaeman (FK Radnik Surdulica/Serbia), dan Brylian Aldama (HNK Rijeka/Kroasia). View this post on Instagram A post shared by FC Utrecht (@fc_utrecht)

Resmi! Asnawi Bela Ansan Greeners FC

Resmi! Asnawi Bela Ansan Greeners FC

Setelah kabar mengenai kepindahannya kian kencang, Asnawi Mangkualam Bahar akhirnya secara resmi telah dipinang oleh Ansan Greeners FC, klub K-League 2 di Korea Selatan. Asnawi telah mengucapkan salam perpisahan kepada PSM Makassar klub yang telah ia bela selama 4 tahun. Ia mengaku jika bermain di luar negeri merupakan cita-citanya sejak kecil. Ia menjelaskan bahwa ada beberapa klub luar negeri yang menginginkannya. Namun, Ansan Greeners FC, lah, yang paling serius. Ketika kesempatan tersebut datang, ia pun seakan tidak mau melewatkannya begitu saja. Terlebih, PSM sangat mendukung keputusan Asnawi untuk bermain di luar negeri dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. “Karena memang impian saya sejak kecil bermain di luar negeri. Alhamdulillah baru sekarang mendapat tawaran bermain di luar,” kata Asnawi, dilansir dari Detik.com. “Saya sudah 4 tahun menunggu dan Alhamdulillah tahun ini bisa terwujud. Ada beberapa, sih, cuman yang lebih serius yah Ansan,” ujar pemain berusia 21 tahun tersebut. Bagi Asnawi, kiprahnya di kompetisi dalam negeri sejauh ini serasa kurang lengkap karena belum bisa mewujudkan impian masa kecil. “Karena prinsip saya percuma saya berprestasi di Indonesia tapi salah satu impian saya belum terwujud,” tegasnya. Dalam kesempatan berbeda sebelumnya, PSM Makassar yang menjadi klub Asnawi Mangkualam sebelum menuju Ansan Greeners FC sudah turut menyatakan harapannya agar pemain timnas Indonesia itu bisa unjuk gigi di Korea. “PSM Makassar dan Klub K-League 2 Ansan Greeners FC menyepakati melepas pemain Asnawi Mangkualam Bahar,” kata Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim saat dikonfirmasi, Jumat (29/1/2021). “Meski kontraknya masih tersisa semusim, PSM Makassar bersedia melepas demi pengembangan karier sang pemain. Apalagi di tengah situasi sepakbola dalam negeri yang tidak pasti,” tambahnya. “PSM Makassar berterimakasih atas dedikasi Asnawi dan mendoakannya sukses di Ansan Greneers FC, bisa mengharumkan nama PSM Makassar dan Indonesia. Semoga Ansaan Greneers terus meraih kesuksesan di masa-masa mendatang,” pungkas Sulaiman. Asnawi dikabarkan telah menandatangani kontrak berdurasi 1+1 pada tanggal 19 Januari lalu. Kabar kepindahannya pertama kali ditulis oleh KBS, sebuah media Korea Selatan beberapa waktu lalu. Ada fakta menarik dibalik kepindahan Asnawi. Rupanya ada peran pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, dalam transfer itu. Shin Tae-yong rupanya memberi rekomendasi buat Asnawi Mangkualam, yang ia sebut sangat layak untuk bermain di kompetisi Korsel setelah beberapa kali melihat permainannya. “Pemain ini (Asnawi) nomor 1 di hati saya. Dia pemain yang tak akan saya sesali (untuk direkomendasikan),” kata Shin Tae-yong.

Dua Karateka Junior Bogor Naik Podium di Kejuaraan Dunia Karate 2020

Dua Karateka Junior Bogor Rebut Rebut Juara Dunia Karate 2020

Dua karateka cilik asal Bogor, Zahira dan Zahran, mencatat prestasi membanggakan dengan menyabet gelar di Kejuaraan Dunia Junior Karate 2020. Berkat torehan tersebut, keduanya diundang secara khusus untuk bertemu dengan Bupati Bogor, Hj Ade Yasin, SH. Undangan tersebut diberikan setelah Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin, mengatur semua agenda pertemuan Zahira dan Zahran dengan orang nomor satu di Kabupaten Bogor yang terjadi pada Kamis, 28 Januari 2021. Zahira dan Zahran hadir bersama dengan kedua orang tuanya dan didampingi oleh Junaidi Samsudin serta Ketua Umum FORKI Kabupaten Bogor, Alek Purnama Johan, saat diterima Ade Yasin di Pendopo Bupati Bogor, di Cibinong. “Saya sangat senang dan bangga atas prestasi yang diraih Zahira dan dan Zahran. Pagi ini Zahira dan Zahran jadi tamu istimewa saya,” ujar Ade Yasin, dilansir dari ANTV Klik. Ade Yasin sangat kagum atas raihan prestasi dua karateka anak anak yang telah mengharumkan Kabupaten Bogor di kancah karate dunia dengan menjadi juara 1 dan juara 3. “Ini harus jadi motivasi para atlet lainnya yang berada dinaungan semua cabor anggota KONI Kabupaten Bogor. Saya berharap Zahira dan Zahran akan terus mengukir prestasi emas di masa datang. Apalagi perjalanan karirnya masih sangat panjang,” harap Ade Yasin. “Kedepan harus lebih banyak atlet-atlet juara dunia dari Kabupaten Bogor. Bukan hanya dari olahraga karate, tapi juga dari cabang-cabang olahraga lainnya,” pungkasnya. Pemilik nama lengkap Zahran Kautsar Fortius Kamarullah (10) dan Zahira Aulyanissa Putri Kamarullah (7) berjaya dalam Kejuaraan dunia Karate Championship 30-31 Desember 2020 secara Virtual. Keduanya saat ini tercatat sebagai Siswa di SDN Nyalindung, Desa Mampir, Kecamaran Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Zahran menduduki posisi ketiga se­bagai juara Kata U-11 dan Zahira berhasil tampil sebagai juara Kata Pra Usia Dini Putri. Zahran merupakan anak dengan usia termuda yang telah mencapai tingkatan sabuk hitam pada INKADO se-Indonesia sejak berusia sembilan tahun. Zahran dan Zahira mulai berlatih karate pada usia masing-masing empat tahun. Mereka juga sudah mulai mengikuti kejuaraan karate sejak 2017 pada tingkat provinsi dan meraih juara kedua pada KUMITE Pra Usia Dini Putra. Sedangkan Zahira mulai mengikuti kejuaraan Karate sejak 2018 di Jakarta yang juga meraih juara kedua pada kategori Pra Usia Dini Putri.

Demi Tampil di PON, Mayra Tingkatkan Porsi Latihan

Demi Tampil di PON, Mayra Tingkatkan Porsi Latihan

Wisesya Mayraina Putri Kinasih atau yang akrab disapa Mayra merupakan salah satu perenang junior asal Bajarmasin, Kalimantan Selatan. Usianya masih terbilang dini, yakni baru menginjak 14 tahun. Namun, prestasi yang telah diraih sudah banyak. Baru-baru ini, ia memasang target untuk bisa tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON). Mayra pertama kali ingin menjadi atlet renang setelah merasa kagum atas prestasi yang diraih oleh teman-temannya yang pada saat itu yang berhasil juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Semenjak itu, Mayra termotivasi juga untuk menjadi atlet renang. Pada tahun 2014, Mayra pun memulai karirnya sebagai perenang. Hingga saat ini, ia telah menorehkan berbagai prestasi, diantaranya peraih juara 1 O2SN SD tingkat provinsi tahun 2016, peraih 3 emas di Popda 2017, peraih 3 emas, 2 perak, 1 perunggu di Popda 2019 dan peraih 3 emas, 3 perak, 2 perunggu di Kejurprov Renang 2019. Semua prestasi yang ia raih didapatkan setelah menempuh proses yang tidak mudah. Sejak menggeluti olah raga renang pada 2014 lalu, latihan keras rutin dilakukan bahkan sebelum ia pergi ke sekolah. Saat subuh, ia melatih fisiknya dengan melakukan joging dan diteruskan latihan renang saat sore harinya. “Dari subuh sampai jam 7, terus latihan dilanjutkan setelah pulang sekolah,” ujar Mayra, dilansir dari Banjarmasin Post. Ia pun memiliki pengalaman berkesan pada Popda 2017 lalu. Saat itu Mayra yang masih kelas 5 Sekolah Dasar berhasil naik podium juara mengalahkan pesaingnya yang merupakan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Ia pun telah kini telah masuk ke SMP dan memperkuat kontingen Banjarmasin beserta Pelindo III Swimming Club. Disana ia difokuskan di gaya kupu jarak menengah dan gaya ganti jelang Kejurprov tahun ini. Meskipun sudah menorehkan berbagai prestasi di tingkat daerah, namun Mayra masih memiliki target yang belum tercapai. “Ingin lebih berprestasi, bisa masuk PON dan menjadi juara,” harapnya.

Kapolres Jayapura Beri Dukungan Kepada Atlet Timnas U-15 Asal Papua

Kapolres Jayapura Beri Dukungan Kepada Atlet Timnas U-15 Asal Papua

Papua menjadi daerah penyumbang pesepak bola penuh talenta dalam sejarah sepak bola di Indonesia. Banyak pemain yang akhirnya punya nama besar yang berasal dari provinsi paling timur di Indonesia ini. Regenerasi pesepakbola asal Papua pun terus berlangsung. Baru-baru ini, ada 9 wonderkid asal Papua yang tergabung di Timnas Indonesia U-15. Ke-9 pemain tersebut yaitu, Mikael Tata, Rhoben Pulanda, Sewori Aisoki, Marcello Buara, Kosmas Kamarka, Richardo Kaka Youwe, Donny Yoku, Desman Wakerkwa dan Adriano Manuri. Mereka diundangan untuk datang bersama orang tua masing-masing ke Command Centre Polres Jayapura dan dilanjutkan ke Stadion Lukas Enembe di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, untuk memenuhi panggilan dari Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, Kamis, 28/01 pagi. Menurut Victor, undangan khusus ini sengaja dilakukan untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para pemain yang akan kembali menempuh pendidikan umum dan sekolah sepak bola di Bandung Jawa Barat, usai liburan natal 2020. “Ini adalah momen yang tidak datang dua kali, sehingga harus dimanfaatkan dengan baik. Tetap berkarya dan berjuang dengan membawa nama baik keluarga dan Papua pada umumnya,” kata Victor kepada 9 pemain sepak bola U-15 asal Papua. Victor meyakinkan ke-9 atlet muda asal Papua bahwa mereka tak salah jalan dengan membangun karakter yang baik sejak usia remaja. “Pintar saja tidak cukup jika tidak mempunyai karakter yang baik. Sebagai anak Papua harus maju, terus bersaing dengan hal – hal positif dan selalu berdoa. Jika masih ada yang kurang, masih ada yang salah, tetap harus berdoa,” Victor terus memberikan motivasi. Dirinya juga memberikan dukungan kepada orangtua pemain yangtetap berperan aktif untuk mengingatkan apa yang kurang maupun hal-hal positif yang harus dilakukan kepada anak-anaknya dalam berprestasi. Pertemuan yang dilakukan Kapolres Jayapura bersama ke-9 pemain sepak bola muda asal Papua bukan yang pertama kali. Tahun 2019 juga pernah dilakukan pertemuan kepada atlet sepak bola muda Papua sebelum berangkat mengikuti turnamen internasional Iber Cup Estoril di negara Portugal.