Kesan Asnawi Mangkualam Setelah Bermain Dua Musim di Korea

Asnawi Mangkualam sudah menyelesaikan musim keduanya di Korea bersama Ansan Greeners. Musim keduanya ini terbilang berjalan sangat baik buat Asnawi. Eks pemain PSM Makassar itu tampil 79 menit pada pekan terakhir K League 2 saat kalah dari tamunya Daejeon Hana Citizen, 15 Oktober. Totalnya ia mencatat 26 penampilan bersama Ansan Greeners di K League 2 2022. Jumlah penampilan di musim keduanya ini sangat meningkat dibanding musim pertamanya. Bahkan perbandingannya nyaris dua kali lipat. Pemain yang berposisi sebagai bek kanan itu mencatat 14 penampilan dengan 1003 menit bermain pada musim 2021. Lalu musim kedua bermain sebanyak 26 kali dengan 1556 menit bermain. Tak cuma itu, Asnawi juga menyumbang dua gol dan dua assist di K League 2 2022. Sayang Ansan cuma bisa mengakhiri K League 2 di urutan ke-9 dari 11 peserta. Setidaknya, ada harapan Asnawi bisa memberikan yang lebih baik lagi buat Ansan. Masalah adaptasi yang sempat menjadi isu, kini nampak sudah tak menjadi hambatan. “Ansan sejak awal sangat serius berminat dengan kemampuan saya. Ada tawaran lain, tapi tentunya saya lebih memilih Korea. Saat saya mendapatkan tawaran, yang saya tahu di Korea kemampuan pemain dan liganya sangat bagus. Jadi saya harus siapkan mental dan fisik, itu yang harus saya benahi,” kata Asnawi, di kanal resmi Youtube K League. “Faktanya memang pemain di sini semua bekerja keras, mentalitas bagus, fisik juga, totalitas setiap pertandingan. Saya banyak belajar terutama segi fisik dan mental,” lanjutnya. “Lalu, beda tempo permainan di sini dengan Liga Indonesia. Di sini saya belajar soal kualitas permainan,” ujarnya menambahkan. Kedatangan Asnawi ke Ansan tak lepas dari peran Shin Tae-yong. Pelatih Timnas Indonesia itu yang memasang badan serta menjamin kualitas Asnawi. Saat itu Asnawi dan agennya mengirimkan CV (curriculum vitae) ke Ansan saat kompetisi Liga 1 2020 ditunda dan akhirnya tak lanjut. Shin Tae-yong kemudian menjamin kepada Ansan bahwa Asnawi adalah pemain berkualitas yang sayang jika tak direkrut. Shin Tae-yong juga beberapa kali menyempatkan langsung pertandingan Ansan, baik kandang maupun tandang. Kebetulan putranya, Shin Jae-hyuk, juga bermain untuk Ansan sejak pertengahan 2021. “Berkat dia (Shin Tae-yong) juga saya termotivasi harus bermain maksimal, dia pelatih timnas saya harus sehingga saya bisa terpantau coach Shin,” tutur Asnawi. “Kalau saya tak maksimal, saya tak bisa dipanggil ke timnas, itu jadi motivasi saya. Ketika dia datang, saya berusaha jadi yang terbaik. Ansan sejak awal sangat serius berminat dengan kemampuan saya,” ungkapnya. Setelah dua musim di K League 2, Asnawi menyimpan asa untuk bisa naik level. Ia berharap suatu saat nanti bisa bermain di K League 1 yang secara strata berada satu tingkat di atas K League 2. “Tujuan saya bisa memberi kontribusi buat tim, tentunya saya bisa bermain di level tertinggi di Korea,” kata Asnawi bertekad.

Ansan Taklukkan Busan IPark 3-1, Asnawi Sumbang 1 Assist

Ansan Taklukkan Busan IPark 3-1, Asnawi Sumbang 1 Assist

Ansan Greeners memetik kemenangan kedelapan di ajang K League 2. Mereka menaklukkan Busan IPark dengan skor 3-1, Asanawi Mangkualam menyumbang 1 assist. Saat bertanding di Ansan Wa Stadium, Minggu (4/9/2022), Ansan memetik kemenangan dengan susah payah. Tim asuhan Jeong-Heon Im ketinggalan lebih dulu pada menit ke-10. Jung Won-jin yang menjadi pencetak gol tim tamu. https://twitter.com/MedioVideo/status/1566351902656249857?s=20&t=cHTlpTzB_5E3Hx9gr6-4cg Gol penyeimbang Ansan Greeners dikemas pada menit ke-35. Menerima umpan terobosan, Asnawi melakukan tusukan dari sayap kanan. Dia mengirim umpan tarikke mulut gawang yang diselesaikan oleh Geon-Joo Choi. Ansan Greeners baru bisa membalik kedudukan pada babak kedua. Sang-Min Lee yang mengemas gol pada menit ke-51. Setelah itu Song Jin-kyu yang menambah keunggulan Ansan Greeners pada menit ke-73. Dengan tambahan tiga angka ini, Ansan Greeners ada di posisi ketujuh klasemen K League 2 dengan raihan 35 poin. Sementara itu, Busan IPark ada di posisi juru kunci dengan koleksi 23 angka. Bagi Asanawi ini merupakan assist kedua untuk Ansan Greeners pada musim ini. Dalam 24 pertandingan bersama Ansan, Asnawi juga mampu membukukan dua gol. Satu assist lainnya dikemas saat Ansan Greeners imbang 2-2 melawan Chungnam Asan. Sementara satu gol dikemas Asnawi saat membantu Ansan menang 3-1 atas Gimpo FC dan satu gol lainnya dibukukan ke gawang Jeongnam Dragons.

Asnawi Mangkualam Cetak Gol Perdana untuk Ansan Greeners

Asnawi Mangkualam berhasil mencetak gol perdana bersama Ansan Greeners di K League 2. Bintang Timnas Indonesia itu membobol gawang Gimpo FC. Ansan Greeners menjamu Gimpo FC dalam lanjutan K League 2 di Ansan Wa Stadium, Sabtu (23/7/2022). Asnawi tampil sebagai starter dan ditempatkan sebagai bek kanan. Gimpo FC unggul 1-0 di babak pertama via gol Min-Ho Yun. Ansan Greeners menyamakan kedudukan dua menit setelah turun minum lewat gol Song Jin-Kyu. Tim tuan rumah berbalik unggul melalui gol Geon-Joo Choi pada menit ke-56. Ansan Greeners menambah skor pada menit ke-88. Kali ini Asnawi Mangkualam yang mencatatkan namanya di papan skor. Dia mendapat bola di sisi kanan, sebelum berlari mendekati kotak penalti dan menendangnya. Bola sepakan Asnawi meluncur rendah di tengah guyuran hujan yang membasahi Ansan Wa Stadium. Kiper Gimpo, Lee Sang-wook, tak kuasa membendung bola yang meluncur masuk ke dalam gawang. Gol Asnawi memastikan Ansan Greeners meraih kemenangan 3-1 atas Gimpo FC. 🇮🇩 #Asnawi​'s first #KLeague goal! 🐺 Ansan fans worldwide, what rating would you give this one?#K리그 | #아스나위​ | #Ewako pic.twitter.com/GLPG8NcMt4 — K League (@kleague) July 23, 2022 Ini menjadi gol pertama Asnawi Mangkualam di K League 2 sejak berseragam Ansan Greeners pada 2021. Dia tercatat sudah bermain 31 kali di semua kompetisi untuk klub Korea Selatan tersebut.

Kabar Baik! Asnawi Sudah Gabung Bersama Garuda Muda

Kabar Baik! Asnawi Sudah Gabung Bersama Garuda Muda

Bek kanan andalan Tim U-23 Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar, sudah bergabung dalam pemusatan latihan (TC) skuad Garuda Muda. Bahkan, pemain Ansan Greeners FC itu sudah mengikuti sesi latihan Tim U-23 Indonesia di Daejeon World Cup Stadium, Selasa (26/4). Asnawi akan ikut dalam uji coba terakhir Tim U-23 Indonesia melawan Daejeon Hana Citizen di Stadion Distrik Suseong, Daegu, Rabu (27/4). “Intinya sangat senang bergabung di sini, walaupun gabung di uji coba terakhir melawan Daejon (Hana). Setelah itu, saya akan kembali ke Ansan (Greeners), baru tanggal 3 (Mei) bergabung dengan (Tim U-23) di Vietnam untuk SEA Games (2021),” kata Asnawi. “Besok uji coba saya main, sambil menunggu informasi (dari Ansan) bisa atau tidak gabung (ke Timnas) tanggal 3 (Mei). Jadi saya berikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujarnya. “Mendapatkan hasil terbaik, tentu dengan kemenangan. Agar pemain percaya diri saat bertanding melawan Vietnam nanti di laga pembuka SEA Games. Dan tentunya agar semua pemain dalam motivasi yang bagus, setelah menjalani TC yang cukup lama di sini,” tambah pemain berumur 21 tahun tersebut. Di sisi lain, Asnawi juga bertekad memberikan yang terbaik untuk Tim U-23 Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam. “Harapannya dapat medali emas. Ini SEA Games ketiga saya. Pertama, saya dapat perunggu (Malaysia 2017), lalu perak tahun 2019 kemarin (Filipina), dan semoga kali ini emas,” harap Asnawi. Di SEA Games 2021, Tim U-23 Indonesia tergabung di Grup A cabang olahraga sepak bola putra, bersama tuan rumah sekaligus juara bertahan Vietnam, Myanmar, Filipina, dan Timor Leste. Skuad Garuda Muda akan melawan Vietnam, pada laga perdana SEA Games 2021, 6 Mei mendatang.

Asnawi Siap Berikan yang Terbaik untuk Indonesia

Asnawi Siap Berikan yang Terbaik untuk Indonesia

Jelang laga play off kualifikasi Piala Asia 2023 pada 7 dan 11 Oktober mendatang, pemain Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar mengatakan bahwa dirinya dalam kondisi fit. Saat ini, skuad Garuda sendiri sudah berada di Buriram, Thailand. “Sangat senang dan menikmati latihan bersama penggawa Timnas Indonesia hari ini. Saya dalam kondisi baik dan siap melawan Taiwan,” kata Asnawi. Pemain kelahiran 4 Oktober 1999 tahun tersebut menambahkan bahwa ia sudah melewati proses pemulihan cedera dengan baik. Apalagi ia bertekad membawa Indonesia lolos ke babak kualifikasi Piala Asia 2023 mendatang. “Insya Allah di pertandingan melawan Taiwan kita bisa melakukan apa yang diinginkan pelatih dan meraih hasil terbaik. Harapan saya, kami dapat meraih kemenangan melawan Taiwan,” ujar pemain asal klub Ansan Greeners, Korea Selatan tersebut. Laga Indonesia melawan Taiwan pada laga play off kualifikasi Piala Asia 2023 akan berlangsung di Stadion Chang Arena, Buriram, Thailand, Kamis (7/10). Pada peringkat FIFA, Taiwan saat ini berada di posisi 151 dengan raihan 1046 poin. Asnawi diprediksi akan menjadi pilihan utama pelatih Shin Tae-yong untuk mengisi sektor bek kanan Indonesia melawan Taiwan. Penampilannya yang konsisten dan penuh daya juang membuat ia belum tergantikan di posisi tersebut.

Nasihat Marc Klok Untuk Pemain Muda Indonesia

Nasihat Marc Klok Untuk Pemain Muda Indonesia

Pemain Persija Jakarta, Marc Klok, memberikan nasihat kepada para pesepakbola muda Indonesia. Gelandang berusia 27 tahun itu menuturkan bahwa seorang pesepakbola harus berani untuk keluar dari “zona nyaman”. Hal itu diungkapkan Klok dalam wawancaranya dengan konfederasi sepakbola Asia (AFC). Klok berharap, pemain muda harus “berani” ketika ada tawaran untuk berkarir di luar negeri demi meningkatkan kemampuan diri sendiri. AFC sebelumnya menyoroti sejumlah pemain muda Indonesia yang memilih berkarir di Eropa maupun Asia. AFC menyebut ada lima pemain muda memilih berkarir di Eropa, yakni Witan Sulaeman yang merumput bersama klub Serbia, FK Radnik Surdulica, Egy Maualana Vikri (Lechia Gdansk/Polandia), Elkan Baggott (Ipswich Town/Inggris), Brylan Aldama (HNK Rijeka/Kroasia), dan Bagus Kahfi (FC Utrecht/Belanda). Sedangkan tiga lainnya memilih berkarir di kompetisi Asia, seperti Todd Rivaldo Ferre yang memperkuat klub Thailand, Lampang FC, Syahrian Abimanyu (Newcastle Jets/Australia), dan Asnawi Mangkualam Bahar (Ansan Greeners/Korea Selatan). “Jika kita bicara dari sisi profesionalisme dan struktur, ada beberapa liga yang bagus di Asia. Jika pemain Indonesia mendapatkan pengalaman di sana, itu akan sama seperti bermain di Eropa,” ujar Klok. “Bukan berarti Eropa itu lebih bagus dibandingkan negara-negara [Asia] itu. Jika mereka pergi ke kompetisi elit Asia, atau Eropa, itu hanya membuktikan mereka berani keluar dari zona nyaman.” lanjutnya. “Itu merupakan faktor paling penting buat mereka untuk berkembang. Jika selalu berada di zona nyaman, mereka tidak akan pernah mendapatkan didikan dan perkembangan dengan cara yang berbeda, karena mereka tidak pernah mendapatkan dorongan yang bisa mereka peroleh di liga yang berbeda.” kata pemain kelahiran Amsterdam, Belanda, tersebut. Klok menambahkan, keberanian keluar dari zona nyaman bakal mendatangkan keuntungan tersendiri bagi sang pemain, terutama karir mereka di masa depan. Sebab, para pemain ini nantinya mempunyai pengalaman yang dapat meningkatkan kualitas sepakbola Indonesia. “Sebagai pemain muda, Anda perlu bermain dan mengambil kesempatan berkarir di luar negeri. Mendapatkan kesempatan bermain di Eropa atau bahkan liga-liga terbaik di Asia dengan organisasi yang bagus dan level lebih tinggi, itu akan menjadi keuntungan buat mereka,” tutur Klok. “Itu akan menjadi modal dalam karir mereka. Sebab level struktur dan profesionalisme yang akan mereka lihat, bermain dengan cara berbeda, serta bagaimana cara hidup seorang atlet, tidak bakal mereka peroleh bila tetap menghabiskan karir di Indonesia.” “Saya sangat senang dengan mereka [yang berkarir di luar Indonesia], karena itu akan mencerahkan masa depan mereka. Saya berharap lebih banyak lagi yang mengikuti jejak pemain-pemain itu. Pada akhirnya, ini akan memberikan keuntungan tersendiri untuk persepakbolaan Indonesia agar menjadi lebih baik.” pungkasnya.

Resmi! Asnawi Bela Ansan Greeners FC

Resmi! Asnawi Bela Ansan Greeners FC

Setelah kabar mengenai kepindahannya kian kencang, Asnawi Mangkualam Bahar akhirnya secara resmi telah dipinang oleh Ansan Greeners FC, klub K-League 2 di Korea Selatan. Asnawi telah mengucapkan salam perpisahan kepada PSM Makassar klub yang telah ia bela selama 4 tahun. Ia mengaku jika bermain di luar negeri merupakan cita-citanya sejak kecil. Ia menjelaskan bahwa ada beberapa klub luar negeri yang menginginkannya. Namun, Ansan Greeners FC, lah, yang paling serius. Ketika kesempatan tersebut datang, ia pun seakan tidak mau melewatkannya begitu saja. Terlebih, PSM sangat mendukung keputusan Asnawi untuk bermain di luar negeri dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. “Karena memang impian saya sejak kecil bermain di luar negeri. Alhamdulillah baru sekarang mendapat tawaran bermain di luar,” kata Asnawi, dilansir dari Detik.com. “Saya sudah 4 tahun menunggu dan Alhamdulillah tahun ini bisa terwujud. Ada beberapa, sih, cuman yang lebih serius yah Ansan,” ujar pemain berusia 21 tahun tersebut. Bagi Asnawi, kiprahnya di kompetisi dalam negeri sejauh ini serasa kurang lengkap karena belum bisa mewujudkan impian masa kecil. “Karena prinsip saya percuma saya berprestasi di Indonesia tapi salah satu impian saya belum terwujud,” tegasnya. Dalam kesempatan berbeda sebelumnya, PSM Makassar yang menjadi klub Asnawi Mangkualam sebelum menuju Ansan Greeners FC sudah turut menyatakan harapannya agar pemain timnas Indonesia itu bisa unjuk gigi di Korea. “PSM Makassar dan Klub K-League 2 Ansan Greeners FC menyepakati melepas pemain Asnawi Mangkualam Bahar,” kata Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim saat dikonfirmasi, Jumat (29/1/2021). “Meski kontraknya masih tersisa semusim, PSM Makassar bersedia melepas demi pengembangan karier sang pemain. Apalagi di tengah situasi sepakbola dalam negeri yang tidak pasti,” tambahnya. “PSM Makassar berterimakasih atas dedikasi Asnawi dan mendoakannya sukses di Ansan Greneers FC, bisa mengharumkan nama PSM Makassar dan Indonesia. Semoga Ansaan Greneers terus meraih kesuksesan di masa-masa mendatang,” pungkas Sulaiman. Asnawi dikabarkan telah menandatangani kontrak berdurasi 1+1 pada tanggal 19 Januari lalu. Kabar kepindahannya pertama kali ditulis oleh KBS, sebuah media Korea Selatan beberapa waktu lalu. Ada fakta menarik dibalik kepindahan Asnawi. Rupanya ada peran pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, dalam transfer itu. Shin Tae-yong rupanya memberi rekomendasi buat Asnawi Mangkualam, yang ia sebut sangat layak untuk bermain di kompetisi Korsel setelah beberapa kali melihat permainannya. “Pemain ini (Asnawi) nomor 1 di hati saya. Dia pemain yang tak akan saya sesali (untuk direkomendasikan),” kata Shin Tae-yong.

Pemain Muda Indonesia Banyak Dilirik, Giliran Asnawi Diincar Klub Korea Selatan

Pemain Muda Indonesia Banyak Dilirik, Giliran Asnawi Diincar Klub Korea Selatan

Beberapa waktu lalu, banyak pemain muda Indonesia yang mendapat kesempatan untuk berkarir di luar negeri. Seperti Bagus Kahfi (FC Utrecht), Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk), dan Witan Sulaeman (Radnik Surdulic). Kali ini giliran pemain PSM, Asnawi Mangkualam Bahar, yang dikabarkan segera bergabung ke klub Korea Selatan, Ansan Greeners. Ia dikabarkan bakal diikat kontrak selama setahun. Kabar mengenai perekrutan Asnawi ini diungkap oleh situs berita Negeri Ginseng, KBS. Lewat salah satu petingginya, Joo Chan-yong, Ansan Greeners FC mengungkapkan perekrutan bek berusia 21 tahun itu. “Pada tanggal 19, sudah diputuskan untuk mendatangkan pemain bertahan tim nasional Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar. Kontrak diatur dengan durasi 1 tahun (dengan opsi perpanjangan 1 tahun,” kata Chan-yong mengenai perekrutan Asnawi. Asnawi akan menjadi pemain Indonesia pertama yang memperkuat klub Korsel. Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, rupanya memang sangat menyarankan pemain asal Makassar itu untuk bisa berkiprah di K-League. “Sebagai seorang pemain bertahan, dia merupakan pemain dengan determinasi dan semangat,” kata Shin Tae-yong di KBS. “Sebagai pemain yang menjanjikan, yang menembus Timnas dengan usianya di Indonesia, dia saat ini aktif bermain di Timnas U-23 dan Timnas senior. Dia beroperasi di sisi kanan pertahanan dan kemampuan bertahannya luar biasa dengan menempel pemain depan di hadapannya agar tak bisa menunjukkan kemampuannya dengan baik,” kata dia menambahkan lagi. Klub Asnawi saat ini yakni PSM telah memberi respons terkait rumor tersebut. Melalui Media Officer mereka, Sulaiman Abdul Karim, meski baru sekadar rumor, PSM mendukung Asnawi jika ingin berkarir di luar negeri. Apalagi pemain bertahan timnas Indonesia itu masih sangat muda dan kondisi sepakbola dalam negeri dinilainya masih tak pasti. “Kalau ada peluang untuk pengembangan karier pemain, ya itu bagus untuk pemain. PSM sendiri mendukung perkembangan pemain muda yang berkarier terutama untuk bermain di luar negeri, apalagi dengan kondisi sepakbola dalam negeri yang belum pasti,” jelasnya. Lebih lanjut rumor tersebut juga bagus jika Asnawi dilirik oleh klub luar negeri. Asnawi bahkan disebut sebagai ikon PSM Makassar. “Tapi ini adalah sesuatu yang bagus karena pemain muda asli produk PSM Makassar dan bisa dikatakan sebagai ikon PSM, dikait-kaitkan dengan klub luar negeri,” terangnya. Biodata: Nama: Asnawi Mangkualam Bahar Tanggal Lahir: 4 Oktober 1999 Tempat Lahir: Makassar Posisi: Pemain Belakang Klub: PSM Makassar Fun Fact: Asnawi merupakan anak dari legenda sepak bola asal Makassar, Bahar Muharram.