Jenis Olahraga Ini Terbukti Dapat Mengurangi Tingkat Stress Kamu

Kamu pasti pernah atau bahkan sedang merasakan stress. Tentu, itu akan terjadi dalam hidup. Namun, kamu jangan berlarut-larut tenggelam dalam emosi dan stress belaka. Karena stress itu sendiri memiliki banyak dampak buruk bagi kesehatan, bahkan berhubungan langsung dengan fungsi tubuh. Jika kamu mengalami stress berlebih, bisa saja kamu akan mudah sakit dan sistem kekebalanmu menurun. Tak hanya itu, tekanan darah kamu pun akan tinggi. Kamu tentu tidak ingin kan stress jadi merusak kesehatan tubuhmu, maka dari itu coba deh untuk melakukan aktivitas positif baik itu di dalam atau di luar rumah. Salah satunya coba dengan aktivitas olahraga. Apakah Olahraga Dapat Menghilangkan Stress? bentuk ‘stress’ fisik pada tubuh itulah olahraga. Apa maksudnya? Jadi, dengan kamu membiasakan diri melakukan olahraga sama saja membiasakan tubuh untuk beradaptasi menghadapi ‘stress’ fisik dengan baik. Sehingga, jika kamu rutin dalam berolahraga, kemudian mengalami stress, tubuh akan beradaptasi pada tekanan tersebut atau bisa merespon stress lebih tenang. Misal saat kamu lari, detak jantung pasti menjadi lebih cepat, otot menegang, dan tekanan darah meningkat, maka dengan sendirinya juga olahraga dapat menurunkan dan membuat menjadi normal kembali. Intinya, dengan melakukan olahraga secara rutin, tekanan akibat stress akan lebih dapat diatasi. Olahraga Apa Saja Yang Dapat Mengatasi Stress? Berbagai olahraga sebenarnya mampu menurunkan stress, dan bisa membuat tubuh rileks. Bisa olahraga yang kamu sukai atau juga Olahraga yang menurutmu mudah dan sederhana dilakukan, misalnya lari, bersepeda, berenang, yoga, dan lain-lain. Jika antara keempat itu kamu masih belum cocok, ini dia 3 referensi olahraga penghilang stress lainnya buat kamu: Jalan Kaki Kamu bisa memilih jalan kaki rutin, setiap pagi atau sore hari yang dapat menjernihkan pikiran dan membuat pikiran rileks, sehingga mood lebih baik. Daripada jalan kaki terasa jauh dan bosan, kamu bisa sambil dengar musik dari handphonemu, biarkan pikiran kamu tenang dan hirup-buang napas dalam-dalam. Olahraga Outdoor Nah, referensi satu ini, cocok buat kamu yang suka aktivitas memacu adrenalin. Kamu bisa  berteriak-teriak meluapkan amarah, kesal, dan semua pikiran yang mengganggu hidup kamu di olahraga ini. Contoh, cobalah olahraga outdoor bungee jumping, parasailing, jumping rope, panjat tebing. Lompat Tali Lompat tali memang menyimpan sejuta manfaat. Selain sehat, olahraga ini juga sebagai olahraga yang menyenangkan. Gerakan intens secara berulang akan melepaskan hormon endorphin, yang memberikan kamu perasaan senang. Terpenting dari semua adalah melakukan olahraga apapun yang kamu pilih secara rutin. Tubuh butuh terbiasa dengan hal tersebut. Pilih olahraga yang kamu sukai, dengan begitu hati dan jiwa raga kamu tentu akan happy. Ingat, dengan olahraga yang teratur, tubuh akan terbiasa atau lebih beradaptasi terhadap suatu tekanan (stress).

Ibtihaj Muhammad, Atlet Anggar Inspirasi Terciptanya Barbie Berhijab

Pertengahan bulan ini ada cerita menarik dari figur mainan legendaris kaum perempuan dari masa ke masa ini. Nah, Figur itu adalah Barbie. Boneka asal Amerika ini Setelah hampir lebih dari setengah abad menjadi mainan ternama bagi anak perempuan, kini boneka barbie merilis figur wanita berhijab untuk pertama kalinya. Ibtihaj Muhammad, sebagai inspirasi terciptanya figur barbie tersebut. Mattel, perusahaan AS yang memproduksi Barbie, memilih sosok pemain anggar wanita Amerika, yang berani tampil berbeda dan mencuri perhatian pada Olympic Games 2016 yang berlangsung di Rio de Janeiro. Ibtihaj adalah seorang atlet anggar putri AS peraih medali emas. Di ajang Olympic Games untuk pertama kalinya atlet mengenakan hijab saat bertanding. berkat kemampuannya dalam bermain anggar, ia menjadi duta olahraga dan bekerja di the US State Department’s Empowering Women and Girl. Lewat akun twitternya, Ibtihaj Muhammad mengatakan bahwa dia bangga sosoknya dijadikan inspirasi dalam figur Barbie tersebut. Thank you @Mattel for announcing me as the newest member of the @Barbie #Shero family! I’m proud to know that little girls everywhere can now play with a Barbie who chooses to wear hijab! This is a childhood dream come true ?? #shero pic.twitter.com/py7nbtb2KD — Ibtihaj Muhammad (@IbtihajMuhammad) November 13, 2017 Boneka Barbie berhijab tersebut akan mulai di perjualkan secara online pada awal tahun 2018 mendatang. Boneka itu adalah bagian dari Barbie “Shero” yang didedikasikan untuk wanita berprestasi yang berani tampil berbeda. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah merilis Barbie yang terinspirasi dari sosok Gabby Douglas (atlet gymnastik Amerika) dan Selma (direktur Ava DuVernay). “Kami sangat bersemangat untuk menghormati Ibtihaj Muhammad dengan boneka Barbie ini. Ibtihaj telah menjadi inspirasi bagi wanita dan anak perempuan di mana pun untuk melawan batasan,” tulis Mattel lewat akun Twitter resminya.

Lahir Dari Olahraga Wushu, Nama Gunawan Santer Pada Ajang MMA One Pride

Black-Ant-Tim.-(Dari-Kiri-Ke-Kanan)-Amin,-Nelson,-Gunawan-Dan-Rexy.

Gunawan Sutrisno Putra merupakan salah satu pemenang Mixed Matrial Arts (MMA) di acara One Pride. Gunawan yang asli Jawa Timur ini bergabung dalam Black Ant atau yang artinya semut hitam sebuah klub bela diri yang berada di Bintaro, Tangerang Selatan. Gunawan yang dahulu belatar belakang anak jalanan, kini telah dikenal karena prestasi bela dirinya di ajang one pride di salah satu perusahaan TV swasta. Ia menceritakan kepada nysnmedia.com tentang awal mula bergabung di Black Ant. “Saya bisa disini sekitar 4 bulan yang lalu, saya ditelfon untuk ikut perebutan juara Little Fight. Setelah saya latihan sendiri di wilayah Jawa Timur, saya merasa kurang, karena tidak maksimal dengan apa yang saya harapkan, dan intinya tidak ada teman sparing. Akhirnya saya hubungi adik saya, Guntur yang ada di Black Ant. Disini saya dalam persiapan event bersama Bang Irwan untuk Little Fight itu. Alhamdulilah hasilnya kemenangan di One Pride juga.”ujar Gunawan Berawal menapaki karir di cabang olahraga wushu, Gunawan pun mengikuti berbagai cabang olahraga bela diri lain seperti muay thai, mixed matrial arts, boxing dan masih banyak lagi. Bagi Gunawan, pemerintah di nilai sudah mulai sadar dengan kesejahteraan atlet. Namun, dibalik itu, Gunawan masih merasa ada beberapa orang yang tidak bertanggung jawab yang tidak memandang baik atlet. “Namanya atlet, kan paling rentan dicurangi oleh orang lain karena dia ujung tombak cabang olahraga. Kita gak tahu ada kecurangan apa, tapi yang kita tahu hanya yang kita terima.”tuturnya Gunawan juga menambah pesannya untuk atlet-atlet beladiri yang saat ini sedang meniti karir di ajang lokal maupun nasional. “Pandai-pandailah membawa diri. Kita atlet beladiri umurnya gak panjang, berbeda dengan orang lain, karena toh ada masanya. Jadi selama kita ada kesempatan ya kita raih. Hidup juga secukupnya jangan terlalu berlebihan.” ujarnya Menjadi salah satu jebolan acara tarung nasional, membuat Gunawan bersama teman-teman Black Ant kebanjiran pengunjung. Selain nama Gunawan, Blank Ant dipercaya juga menghasilkan petarung terbaik diantaranya Rexy dan Nelson. Hingga saat ini Gunawan masih melatih Rexy dan Nelson, hingga bisa memenangkan juara emas di cabang olahraga boxing pada kejuaraan Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Tangerang Selatan. Bersama Rexy dan Nelson, Gunawan juga mengajar muaythai di Black Ant. Nelson Sianturi yang berasal dari Riau menapaki karir bela diri seperti kungfu, boxing, karate, wushu, silat tradisional. Nelson sempat mengikuti United Fight (UF) ia diajak Guntur bergabung dan mengajar di Black Ant. Nelson yang sudah bergabung di Black Ant sejak sebulan lalu kini telah mempersiapkan diri untuk mengikuti Pekan Olahraga Daerah (PORDA). Meski begitu, Nelson masih merasa pihak pemerintah masih melakukan kecurangan kepada atlet. “Saya bingung pada Kejurda, dan saya dapat emas, tapi gak pernah dapat apa-apa dari provinsi. Semua itu diluar dari janjinya. Dan saya rasa masih banyak penyelewengan,”tutur Nelson Berbeda dengan Nelson, Aqasyah Rexy Fernada, mengawali prestasi bela diri sejak tahun 2012 pada banyak cabang olahraga bela diri yaitu aikido, jujitsu, muaythai dan sebagainya. Rexy yang berdomisili di Ciledug, dahulu sempat menjadi anak jalanan seperti Gunawan. Ia kini telah mengikuti berbagi turnamen bela diri dan ia sudah melatih muay thai di Black Ant. Ia menuturkan kendala menjadi seorang atlet bela diri. “menurut saya, faktor berat badan susah turun itu kendala yang utama, karena memang atlet bela diri harus sesuai kategori. Selain itu, ya cedera sering juga ditulang kering karena kena tendang sama pelatih dan lawan,”tambah Rexy(put/adt)

Perbedaan Olahraga Beladiri dan Beladiri Murni Aikido

Pelatih-Senior-Aikido-dan-murid-muridnya

Saat ini olahraga beladiri Aikido masih di anggap eksklusif, pasalnya alat yang di gunakan dalam persiapannya tergolong khusus. Seperti halnya matras, dan atributnya lebih tebal jika di bandingkan baju beladiri lainnya. Ketebalan baju seragam aikido juga bukan tanpa alasan, untuk menjalani tehnik beladiri aikido lebih mengutamakan cengkraman yang kuat, dan tiga rumus pertahanannya. Yang pertama adalah kuncian, bantingan dan lemparan. Pelatih Aikido Indonesia Robinson G. Munthe mengatakan kepada nysnmedia.com bahwa tehnik aikido sendiri adalah persendian. “Dari keseluruhan bisa saya rumuskan secara spesifik tehnik aikido lebih mengarah ke persendian atau tulang sendi dan bagian tubuh yang dianggap fital, seperti leher,” papar Robinsoon Meski tergolong baru di Indonesia, aikido ini sudah menjadi idola di kalangan beladiri khusus di panggung MMA, yang memiliki karakteristik jenis olahraga ekstreem, oleh sebab itu aikido ini tidak memiliki ajang yang di pertandingkan, tetapi lebih menjadi perlindungan diri yang efektif bagi keselamatan jiwa dari orang-orang yang berniat jahat. Robinson juga nenambahkan bahwa aikido ini mulai masuk dari era tahun 70an, dan pada era 90an mulai banyak di pelajari oleh masyarakat umum. “Aikido ini mulai masuk sekitar tahun 1970, dan mulai marak di tahun 1990an. Dengan latar belakang para peminatnya adalah pertahan diri yang efektif untuk menjalankan aktifitas sehari-hari, guna menghindari penjahat, ataupun seseorang yang memiliki niat menyakiti orang lain,” tambah Robinson Beladiri asal negeri sakura ini di percaya dapat bersinergi kepada olahraga beladiri lainnya seperti muaythai, jujitsu, judo dan bahkan tinju. Karena basic pengetahuan tehniknya tergolong sama, maka dari itu ketika seseorang pernah ikut aikido, lalu beralih ke judo ataupun jujitsu tidak akan mendapatkan kesulitan. Secara dari ruh ataupun sejarahnya itu sama, antara aikido dan judo, ataupun jujitsu,” tambah Robinson Pada sejarahnya aikido ini adalah sekelompok pasukan tempur yang memakai pedang pada sebelum negara jepang di kuasai oleh Amerika, dan setelah di kuasai oleh Amerika hanya merubah sedikit gaya dalam bertarung, karena tehnik aikido ini tergolong lebih sadis di bandingkan sekarang. Artinya ada tehnik serangannya yang mulai di kurangi. Di bandingkan dengan olahraga beladiri lainnya aikido ini konsisten untuk tidak memasuki ranah olahraga, seperti halnya beladiri taekwondo ataupun karate. Karena merupakan penggabungan tehnik yang biasa di sebut grapling yang lebih efektif untuk beladiri, misalnya di pasar, mall, dijalanan ataupun di titik keramaian, karena tergolong dengan tehnik cepat mengantisipasi pukulan secara tiba-tiba. Beladiri merupakan permasalahan mindset, ketika seseorang belajar beladiri, pikirannya harus terbuka. Dan belajar mengkombinasikan tehnik terhadap beladiri lainnya, dimana masih terletak celah-celah kosong pertahanan dari satu beladiri yang kita pelajari. Bagi Robinson melatih dan mengajar itu sama dengan belajar, secara otomatis dirinya mengulas kembali tentang materi tehnik. “Bagi saya, mengajar itu sama dengan belajar, saya tidak pernah berhenti belajar, karena pada dasarnya kita mendapatkan ilmu tambahan dari orang lain, dan biasanya dari sanalah kita mendapatkan manfaat pada umumnya,” terang RobinsonDirinya mengaku telah menggabungkan hampir semua tehnik beladiri yang ada dan telah berhasil melahirkan tehnik baru bernama Combat Aikido, dimana unsur semua tehnik di dapatkannya dari metode menampung masukan dari tehnik beladiri yang ada. Karena pada dasarnya seluruh beladiri yang ada hampir semunya memiliki 3 pondasi dasar, yang pertama fleksibilitas, yang kedua adalah kekuatan, dan terakhir mobilitas. Artinya dengan begitu Robinson merumuskan bahwa beladiri harus bekerjasama dengan beladiri lainnya. “Saya berpendapat dari ketiga unsur di atas, artinya kita harus melengkapi base kita, dan bekerjasama dengan beladiri lainnya, tetapi bukan untuk mengenal beladiri lainnya, tetapi lebih kepada memperkuat base kita masing-masing, saya pribadi mempelajari tehnik lain dari beladiri apapun misalnya muaythai, bukan hanya untuk pengetahuan saja, tapi untuk memperkokoh dan melengkapi base saya sendiri yaitu aikido,”ucapnya Saat ini, Robinson telah memiliki 3 tempat atau cabang beladiri yang biasa di sebut “Dojo” lokasi latihan, diantaranya terletak di medang lestari Gading Serpong, kemudian hasil kerjasama dengan BSA yang terletak di Anggrek Loka BSD, lalu di spring club Gading Serpong, dan rencananya akan buka baru lagi di The Latinos BSD hasil kerjasama dengan BSA.(adt)

Kabupaten Sidoarjo Optimis Raih Medali di Kejurnas Tenis

Kabupaten-Sidoarjo-Optimis-Raih-Medali-di-Kejurnas-Tenis

Kali ini, Kabupaten Sidoardjo akan menurunkan empat atletnya dalam keikut sertaanya dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis di Blitar, pada 30 November hingga 4 Desember 2017 mendatang. Ke empat atlet tenis yang akan bersaing di Kejurnas merupakan binaan dari Pesatuan Lawan Tenis Indonesia (Pelti). Pelatih Khosim mengatakan, faktor kesiapan dan cuaca menjadi kendala dalam persiapan Kejurnas. Meski, ke empat atletnya memiliki potensi namun, apabila persiapan kurang tepat akan menjadi kendala yang berarti. “Terkendala hujan yang setiap hari mengguyur,” ujarnya seperti dikutip Jawa Pos. Alasannya menghentikan, karena ingin menjaga kondisi agar tidak menurunkan fisik atlet. Walaupaun terganggu, Khosim berharap atletnya dapat bersaing dalam perebutan medali. “Mudah-mudahan bisa meraih emas, usaha para atlet harus maksimal,” pungkasnya.(pah/adt)

Olahraga Dodgeball, Perkembangan di Indonesia dan Manfaatnya

dodgeball-in-HK-part-2-post-court

Pernahkah kalian mendengar olahraga dodgeball? Pasti, kalian akan bertanya-tanya olahraga apa itu dan bagaimana permainannya? Dodgeball merupakan olahraga yang unik, dimana para pemainnya harus melempar bola untuk mengenai lawan. Lawan pun, harus menghindar dari lemparan bola agar tidak tereliminasi dari lapangan. Namun, jika lawan berhasil menangkap lemparan dari lawannya, si pelemparlah yang akan tereliminasi. Olahraga yang sangat unik. Olahraga dodgeball yang mirip dengan olahraga handball ini memiliki tiga sistem cara menentukan pemenang, yang pertama sistem eliminasi dimana tim pertama yang bisa eliminasi seluruh pemain lawan. Yang kedua, dengan menggunakan sistem waktu. Dalam sistem waktu, jumlah pemain terbanyak yang masih berada di dalam lapangan itu yang akan menang. Dan yang ketiga, dalam penghitungan skor. Hampir sama dengan menentukan pemenang dengan sistem waktu. Dimana, pada akhir pertandingan akan dilakukan penghitungan jumlah pemain yang masih berada di lapangan. Satu tim terdiri dari empat orang dan dimainkan dalam empat babak masing-masing berdurasi tiga menit. Olahraga dodgeball sangat populer di Malaysia, Singapura dan Thailand. Lalu, bagimana dengan di Indonesia? Sebenarnya, dodgeball sudah mulai masuk Indonesia setelah ajang Sea Games 2011 Jakarta-Palembang. Emmanuel Robin Tan yang juga menjabat sebagai Presiden Asia Dodgeball Federation, mengajak para mahasiswa Palembang yang bekerja sebagai Liaision Officer Sea Games 2011 untuk mengembangkan dodgeball di Indonesia. Lambat laun, di Kota Palembang juga lah lahirnya klub dodgeball pertama yang bernama Palembang Dodgeball Club (PDC). Guna mengembangkan dodgeball di Indonesia, para anggota PDC yang mayoritas diisi oleh mahasiswa ini memberikan pelatihan kepada pelajar SMA di Palembang. Bahkan, di bulan Februari 2017 lalu, Prem Kumar pemilik Amped Trampoline Park, ingin membentuk asosiasi Dodgeball Indonesia dibawah naungan KONI Pusat. Dan, bahkan di Amped Trampoline Park, anak-anak sangat bergembira bermain dodgeball. Tapi, bukan hanya dimainkan anak-anak saja, olahraga ini juga eksis dikalangan remaja dan bahkan sudah mulai banyak yang tertarik olahraga dodgeball. Dan sampai saat ini, olahraga dodgeball terus berkembang. Terutama bagi para pemuda yang sudah mulai menekuni olahraga dodgeball. Salah satunya, di kampus Universitas Pelita Harapan (UPH) yang membuat kompetisi dodgeball antar jurusan. Lantas, apa manfaat yang akan kita dapat ketika bermain Dodgeball? Bagi anak-anak akan bermanfaat seperti gerakannya dapat memberikan manfaat terhadap kekuatan tangan dan kaki, gerakan refleks, serta menaikan tingkat konsentrasi pada anak. Nah, untuk para pemuda banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari olahraga dodgeball Latihan Aerobik Dimana pemain harus berlari kecil di atas trampolin untuk menghindari lemparan bola lawan. Gerakan ini, bisa meningkatkan kesehatan kardiovaskular dengan menurunkan tekanan darah dan denyut nadi, meningkatkan sirkulasi dan membakar kalori. Menurut “High Intensity Interval Training”, interval yang berjalan dapat menawarkan dorongan sementara pada metabolisme sekaligus meningkatkan kekuatan otot dan koordinasi. Agility dan Balance Pemain dodgeball tentunya harus menghindari lempar bola. Tentunya dengan begitu, pemain bisa meningkat kelincahan dan juga melatih keseimbangan diatas matras atau trampolin. Latihan Kekuatan Melempar bola karet kepada lawan, tentunya membutuhkan kekuatan yang besar. Ini yang terjadi di dodgeball. Pemain yang berulang kali melempar bola akan membangun otot di bahu, punggung, perut dan lengan. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S., latihan pembentukan otot secara teratur dapat mengurangi risiko penyakit seperti osteoporosis dan osteoartritis. Koordinasi Tangan-Mata Tentunya, dalam melempar bola. Para pemain, harus memiliki kordinasi tangan dan mata yang baik. Ini bisa melatih fokus serta kecepatan. Bagaimana tertarik untuk berolahraga dodgeball? Eits, jangan khawatir. Permainan dodgeball bisa kalian dapati di kawasan Kelapa Gading, Jakarta tepatnya di Amped Trampoline Park.(pah/adt)

Dilema Olahraga Voli Yang Sering Di Alami Tacik

Eki-Ramdany-Fauzi-voli

Salah satu atlet voli Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2017, Eki Ramdany Fauzi atau yang akrab disapa Tacik berbagi cerita bagaimana ia melihat olahraga di Indonesia terutama olahraga voli. Ada beberapa atlet yang sengaja ditaruh di suatu tim berdasarkan kenalan dari pelatih. Ia berpendapat bahwa banyak atlet yang dipilih tidak berdasarkan kualitas namun berdasarkan kedekatan pelatih dengan atlet. “Jadi orang yang mempunyai kualitas bagus tidak bisa ikut di event-event yang bagus, cuma kalah sama orang-orang yang punya channel. Biasanya itu anak-anak titipan dari pelatih yang bisa ikut padahal kualitasnya biasa saja.”tuturnya Cowok yang berusia 19 tahun ini merasa bahwa kualitas atlet Indonesia tidak bisa maju jika hal ini terus terjadi. “Ya kapan bisa majunya kalau seperti itu. Kualitas pemain yang lebih penting daripada channel atau anak-anak titipan.”ujar Tacik Pada awalnya, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Semarang ini bermain voli sejak duduk dibangku sekolah dasar. Ia juga baru mengetahui bahwa sang ayah juga mantan pemain voli. Sebagai seorang atlet, Tacik pun tidak jauh dari cedera yang pernah alami dibagian kaki. “Waktu itu pas main pertandingan di Maluku, aku ngeblock tapi gak tau ke injek atau nekuk, engkel aku bengkak dan gak bisa lanjut main lagi. Ya agak sedikit kecewa dan langsung kalah tim aku saat aku udah dibawa keluar lapangan.”tutupnya(put/adt)

Rangsang Minat Olahraga Golf Kepada Pemuda, Pembinaan Atlet Golfer Muda Terus Di Gelorakan

Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) Bidang Pertandingan, Markus Anthony Chandra saat memberikan kata sambutan dalam acara launching Indogolf Passport di Restoran Manado Rarampa, Rabu 29/11/17.

Olahraga golf merupakan olahraga yang belum begitu banyak peminatnya. Mungkin di Negara-negara lain, olahraga golf menjadi olahraga yang digandrungi, tetapi tidak di Indonesia. Meski tidak begitu banyak peminatnya terhadap olahraga golf, saat ini perkembangan golf dan pembinaan golf di Indonesia sudah mulai membaik. Hal itu disampaikan langsung oleh Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) Bidang Pertandingan, Markus Anthony Chandra. “Pembinaan golfer, sekerang sudah mulai membaik dibandingkan periode sebelumnya. Tapi, kita belum puas, karena di Negara lain terus bergerak dengan cepat. Kita berusah mengejar ketertinggalan dari Negara lain,” ucap Anthony kepada nysnmedia.com seusai soft lauching Indo Golf Passport, Rabu (29/11). Lanjutnya, dalam hal pembinaan golfer muda semua stakeholder harus ikut bergabung. Karena, olahraga golf merupakan olahraga saja tetapi membutuhkan faktor lain. “Ini tugas stakeholder, bukan institusi saja yang bertanggung jawab. Golf ini harus spesifik dan bukan hanya pembinaan saja, tetapi psikologi, nutrisinya dan faktor lain yang harus dijaga,” ungkapnya. Mengingat prestasi golfer Indonesia masih di bawah peringkat 100 dunia, Anthony akan terus melakukan peningkatan dalam pembinaan dan pertandingan. “Setiap pertandingan sebagai pembinaan. Saat ini pemain kita ada di rangking ratusan dunia. Untuk masuk 100 besar saja, sudah baik. Tapi balik lagi, kita belum puas walaupun saat ini peningkatan sudah baik. Yang dipikirkan sekarang bagaimana lapis bawah (junior) mengisi gap dari senior-seniornya. Tentunya ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bersama kita,” jelas Anthony yang juga menjabat sebagai General Manager Gading Raya Golf. (pah/adt)

Kisah Inspirasi Dibalik Soeratin Cup dan Kontribusinya ke Tim Nasional Indonesia

soeratin2

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang dibentuk pada 19 April 1930 di Yogyakarta, merupakan organisasi olahraga yang dilahirkan pada zaman penjajahan Belanda. Ketua PSSI pertama yakni Ir. Soeratin Sosrosoegondo, belum banyak yang mengetahui, perjuangan Soeratin dalam memajukan perkembangan sepakbola di Indonesia. Pada masa itu Soeratin harus menentang pemerintahan Belanda. Pada 28 Oktober 1928 terdapat pertemuan pemuda Indonesia, moment ini sangat tepat bagi Soeratin untuk membangkitkan nasionalisme melalui sepakbola. Maka dari itu, Soeratin gencar melakukan pertemuan-pertemuan dengan para tokoh sepakbola di Indonesia. Butuh waktu yang lama bagi Soeratin untuk mengembangkan sepakbola bagi pemuda-pemuda Indonesia. Akhirnya, pada tanggal 19 April 1930, berdirilah organisiasi PSSI yang diketuai oleh Soeratin sendiri. Setelah diangkat menjadi ketua, Soeratin langsung menyusun program untuk mengembangkan sepakbola. Dan, lahirlah kejuaraan sepakbola antar perserikatan untuk menentang pemerintahan Belanda. Soeratin yang melihat sepakbola Indonesia kian berkembang, menambah pondasi kuat dengan membuat badan olahraga nasional yakni ISI (Ikatan Sport Indonesia). Dari ISI lah lahirnya PON di Solo pada tahun 1938. Sepakbola Indonesia pada saat itu kian memuncak. Hanya satu yang menjadi tujuan utama Soeratin yakni membuat sepakbola Indonesia tidak dianggap pecundang di negara besar. Alhasil, Indonesia mampu unjuk gigi dikancah sepakbola dunia yakni Piala Dunia 1938. Kala itu Indonesia masih menggunakan nama East Indies. Para pemain sepakbola Indonesia, mampu bersaing dengan negara besar. Hingga pada akhirnya, Soeratin melepaskan jabatannya menjadi ketua PSSI pada tahun 1942, karena sudah melihat perkembangan sepakbola Indonesia mulai pesat. Dan, diteruskan oleh Artono Martosoewignyo. Saat itu, kehidupan Soeratin menjadi serba sulit. Meski sempat bekerja di perusahaan kontruksi dengan gaji yang besar. Namun, karena kecintaannya terhadap Indonesia dan sepakbola, ia tinggalkan pekerjaan itu. Alhasil pada tanggal 1 Desember 1959, Indonesia berduka. Soeratin wafat dalam keadaan ekonomi yang mengenaskan. Pada tahun 1965, PSSI yang diketuai Maulwi Saelan menggelar Soeratin Cup untuk mengenang bagaimana perjuangan Soeratin menyatukan pemuda-pemuda Indonesia untuk sepakbola. Dari Soeratin Cup situlah muncul talenta muda berbakat, seperti Adjat Sudrajat – PERSIB Bandung, Ronny Pasla – PSMS Medan dan Sutan Harhara dari Persija Jakarta. Dan, menjadikan Soeratin Cup sebagai ajang rutin. Soeratin Cup sempat terhenti akibat kisruh PSSI tahun 2012. Cukup lama terhenti, Soeratin Cup kembali bergulir pada tahun 2014 dengan batasan usia 17 tahun. Hasilnya, banyak pesepakbola muda yang bermunculan seperti Gian Zola, Maldini Pali, Febri Hariyadi dan masih banyak lagi pemain berbakat yang lahir dari Soeratin Cup. Dan, yang paling terbaru ada nama Egy Maulana Vikri, bintang timnas u-19. Egy yang membela Persab Brebes berhasil keluar sebagai juara dan Egy juga menjadi top skor. Terima kasih Ir. Soeratin Sosrosoegondo atas jasanya dalam memajukan sepakbola Indonesia. Jasa-jasa mu dalam sepakbola Indonesia tidak akan masyarakat Indonesia lupakan. Semoga, sepakbola Indonesia semakin hari-semakin baik. Dan, pembinaan usia muda berjalan dengan baik. “Soeratin Engkaulah Pahlawan Sepakbola Indonesia !!!”(pah/adt)

Badminton: Di Pasangkan Oleh Orang Yang Belum Di Kenal, Beno Tetap Mampu Raih Medali Emas

Beno-Drajat-Badminton

Prestasi cemerlang berhasil diukir Beno pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2017. Pasalnya ia meraih 1 medali emas, 1 medali perak dan 1 medali perunggu. Beno yang pada saat itu mewakili wilayah Jawa Barat dalam cabang olahraga badminton. Cowok dengan nama lengkap Beno Drajat ini sudah menekuni badminton sejak duduk dibangku sekolah dasar. Dalam ajang POMNas di kategori ganda putra, Beno dipasangkan bersama partner yang belum pernah ia kenal sebelumnya. Meski begitu, ia tetap mampu membawa pulang medali emas. “Di ganda putra saya bersama teman sekampus saya dan saya sebelumnya belum pernah main. Tapi alhamdulilahnya kita dapat medali emas. Emang sebelumnya kita bisa rame main lawan tuan rumah, tapi waktu itu emang harus adaptasi lagi sama partner. Sesudah itu kita bisa main enak sampai ke final,”ujarnya Meski sempat berhenti bermain badminton karena latihan fisik yang cukup keras, Beno pun kembali bangkit berkat dukungan keluarga dan teman-teman dekat. Beno yang kini telah meninggalkan club badmintonnya telah berfokus untuk mewakili kampus yang memberikannya beasiswa, Universitas Komputer Indonesia (Unikom) di Bandung. “Setelah saya keluar dari club dan memulai kuliah karena prestasi saya waktu itu lagi turun, saya harus banting setir. Tapi di kuliah masih badminton jadi ya sekarang kalo pertandingan bawa nama kampus. Apalagi saya dapat beasiswa juga, jadi saya harus banyak ngasih yang terbaik untuk Unikom,”ucap cowok yang berusia 20 tahun ini Beno yang saat ini mengambil jurusan Manajemen pun memiliki pandangan tentang bagaimana badminton di Indonesia. Menurutnya, olahraga badminton dalam sektor tunggal putri di Indonesia masih belum menonjol. “Pastinya badminton lebih bagus ya apalagi sebelumnya di ganda putri lagi turun dan sekarang sudah mulai naik lagi. Cuma tinggal di tunggal putri saja kayaknya masih belum terlalu menonjol gitu. Tapi kalau lebih giat dan berusaha yang maksimal pasti lebih bagus lagi dari sebelumnya,”tutupnya(put/adt)

Kembangkan Silat Modern MMA, Brotherhood dan Black Ant Akan Gelar Seminar Untuk Ormas

Brotherhood-dan-black-ant

Brotherhood Camp dan Black Ant merupakan camp bela diri yang berada di Tangerang Selatan. Salah satu bela diri yang diajarkan adalah Mix Matrial Art (MMA) yang saat ini sedang populer. Salah satu atlet jebolannya adalah Gunawan Sutrisno Putra yang saat ini menjadi juara nasional di One Pride MMA Tv One. Selain menjadi tempat bela diri, camp ini juga sering mengadakan berbagai kejuaraan dan seminar kepada masyarakat umum terkait bela diri. Tahun ini, sudah 5 event yang diadakan dan di tanggal 26 Desember mendatang akan diadakan event ke-6 dengan nama Tangerang Fight Night Series 3. Irwan Taufik, selaku pembina dan tim manajemen dari Brotherhood Camp dan Black Ant menjelaskan tujuan dari acara ini yang berfokus kepada organisasi masyarakat untuk tidak dipandang negatif oleh masyarakat. “Kalau di acara seminar, kita lebih mengenalkan ke masyarakat umum, dan disitu ada pengenalan pencak silat karena di Indonesia sudah banyak bela diri yang datang dari negara lain yang masuk. Lalu merangkul para organisasi masyarakat di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan, karena ya kita tahu bagaimana penilaian masyarakat tentang organisasi masyarakat. Jadi kita satukan di bela diri agar tidak ada hal-hal negatif kedepannya, dan terakhir lebih ke arah stop bullying dan women defense,”tutur Irwan Acara ini terbukti telah menarik ratusan peserta dari berbagai wilayah untuk mewakili camp masing-masing. Irwan juga menjelaskan kategori yang akan dipertandingkan. “Acara ini berbentuk seminar dan pertandingan. Untuk pertandingan akan ada 3 kategori, silat modern, boxing dan MMA amatir. Peserta yang pernah ikut ada yang dari Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Bali, Yogyakarta, Bandung dan sisanya Tangerang.”ucapnya Irwan pun menurturkan harapannya kepada pihak pemerintah agar mendukung acara ini sehingga dapat menumbuhkan bibit-bibit atlet baru yang dapat mengukir prestasi. “Harapan kita kedepan semoga event ini dikawal dalam bentuk dukungan oleh pemerintah daerah untuk sarana dan pra sarana. Karena di Tangerang ini kan belum banyak yang tau MMA dan ini tidak dibina oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tetapi dengan Badan Olahraga Professional Indonesia (BOPI). Nah BOPI sendiri belum bisa berkembang, jadi sepertinya pemerintah daerah harus turun tangan untuk mewujudkan masyarakat yang terdidik, terlatih baik dan juga berprestasi tentunya.”tutupnya (put/adt)

Mengenal Sambo, Olahraga Bela Diri Baru Yang Akan Dipertandingkan Di Asian Games 2018

Sambo-Olahraga-Bela-Diri-Baru-Yang-Akan-Dipertandingkan-Di Asian-Games-2018-1

Perhelatan akbar Asian Games 2018 yang akan di adakan di Indonesia akan memberikan warna baru. Pasalnya, ada beberapa cabang baru yang akan dipertandingkan, salah satunya adalah Sambo. Namun apakah cabang olahraga Sambo itu? Dan bagaimana kiprahnya di Indonesia? Sambo merupakan olahraga atau seni bela diri yang berasal dari Rusia yang populer pada tahun 1940-an. Sambo adalah singkatan dari Samozashchita Bez Oruzhia yang artinya pertahanan diri tanpa senjata.  Saat ini Sambo digunakan untuk seni bela diri militer tentara Rusia. Sambo menggabungkan gulat dan judo dengan menekankan pada kemampuan kontrol dan kuncian kaki. Sambo mengajarkan praktisi cara untuk mengakhiri perkelahian dengan cepat. Hal ini sering dilakukan dengan mengambil lawan ke tanah dan menerapkan penyerahan terus atau serangan cepat. Sejarah Sambo Sambo dipopulerkan oleh Vasily Oshchepkov yang lahir pada 6 Januari 1893 di Alexandrovsky Post. Vasily Oshchepkov pernah dikirim ke Seminari Ortodoks Tokyo Jepang setelah orang tuanya pada tahun 1907. Ia mengenyam pendidikan dan gaya hidup orang-orang Jepang. Pada 1908, Judo masuk dalam kurikulum Seminari yang diajarkan oleh Okamoto Yoshiro. Oshchepkov dan teman-temannya menunjukkan kemampuan yang luar biasa dan kemudian diundang ke Institut Kodokan, pusat komunitas Judo dunia. Namun, Judo dianggap sangat kasar dan Oshchepkov harus mempraktikkan seni bela diri tersebut melawan negara-negara yang pernah berperang dengan Rusia. Oshchepkov menjadi siswa Rusia pertama yang lulus dari Kodokan dan lulus dari seminari dengan nilai yang memuaskan. Ia pun dikirim ke Harbin untuk bertugas sebagai penerjemah militer di angkatan bersenjata Rusia. Ia melewati masa-masa sulit saat bertugas di angkatan bersenjata dan ia tidak pernah berhenti mengasah kemampuan Judonya. Pada tahun 1917, Oshchepkov menjadi salah satu penyelenggara turnamen Judo internasional pertama di Otaru-city Commercial High School. Namun, ia harus kembali ke Rusia pada tahun 1926. Setelah itu, ia mendedikasikan seluruh jiwa dan raganya untuk mempromosikan Judo. Ditahun 1929, Oshchepkov menjadi pelatih Judo di klub olahraga utama Tentara Merah, kemudian pindah ke Institut Pendidikan Fisik Moskow (Moscow Physical Education Institute). Ia pun berhasil membuat Judo sangat populer di kalangan masyarakat Rusia dan mengadaptasinya dengan realitas yang ada di Rusia hingga terbentuklah Sambo. Jenis-jenis Sambo Sambo memiliki 5 jenis yang berbeda, yaitu: Combat Sambo Combat Sambo dibuat untuk militer. Tidak hanya gaya mengunci, tetapi Sambo ini juga menggunakan senjata. Freestyle Sambo Freestyle Sambo menggunakan teknik mencekik, namun teknik ini sempat dilarang dalam olahraga Sambo. Bela Diri Sambo  Bela Diri Sambo adalah Jenis Sambo yang paling umum untuk dipelajari. Pada jenis ini, diajarkan cara membela diri terhadap senjata dan hal-hal sejenisnya. Banyak metode serangan memanfaatkan agresi lawan gerakan ini juga mirip dengan Jujitsu dan Aikido. Sambo Khusus  Sambo khusus ini dirancang untuk unit tertentu dengan serangan dan respon yang sangat cepat. Dalam hal ini, Sambo Khusus sangat mirip dengan Combat Sambo tetapi dengan serangan yang memiliki tujuan tertentu. Olahraga Sambo  Olahraga Sambo sangat mirip dengan Judo. Tujuannya adalah untuk menjatuhkan dan mematahkan pertahanan lawan. Aturan kompetisi mengizinkan semua jenis kuncian, termasuk mengunci dengan menggunakan kaki. Kiprah Sambo Di Indonesia Sambo sudah masuk ke Indonesia sejak tahun 2007 lalu.Tokoh pendiri Sambo di Indonesia adalah Ir. Aji Kusmantri dari Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI). Sambo pertama kali diperkenalkan di lingkungan Universitas Trisakti pada tahun 2008. Bersama Gerard Lim (Singapore Sambo), perlahan olahraga Sambo mulai dikenal di kalangan Perkumpulan Judo Universitas Trisakti. Pada awalnya,  tidak banyak mahasiswa yang mengikuti olahraga ini. Alasannya adalah belum tersosialisasikan dengan baik dan memiliki perbedaan dari segi seragam latihan yaitu menggunakan celana pendek dan sepatu khusus. Saat ini di Indonesia, Sambo telah memiliki induk organisasi resmi yaitu Pengurus Besar Persatuan Sambo Indonesia (PB PERSAMBI). Beberapa atlet telah berhasil menyumbangkan medali bagi Indonesia  dalam turnamen taraf  Dunia. Salah satu atlet yang berprestasi dalam Sambo adalah Vincent Majid yang meraih medali emas di nomor combat sambo kelas + 100 kg pada kejuaraan dunia, World Martial Arts Masterships (WMAM) 2016 di Cheongju City Sports Centre, Korea Selatan. Selain itu, atlet Sambo lainnya adalah Marx Xaverius meraih medali perunggu di kelas sports Sambo kelas -62 kg. Ada juga Johan Mulyo LEgowo (combat/-74 kg) dan Desi Rahayu (sports/-60 kg) yang juga mengikuti kejuaraan WMAM ini. Di Asian Games 2018 mendatang, PB PERSAMBI juga mengincar medali emas karena ini menjadi peluang yang besar bagi Indonesia sebagai tuan rumah dan juga sebagai ajang pemberitahuan bahwa banyak atlet Sambo Indonesia memiliki bakat yang luar biasa. Semangat terus para atlet Sambo Indonesia.(put)

Mengenal Istilah “Eat Breakfast Like A King, Lunch Like A Prince, And Dinner Like A Pauper” Dalam Pola Makan Yang Benar

Adelle Davis, seorang penulis dan ahli gizi dari Amerika, yang dianggap sebagai ahli gizi paling terkenal di awal hingga pertengahan abad ke-20. Foto: azquotes.com

Pernahkah anda mendengar sebuah pepatah tentang pola makan yang benar yaitu “Eat Breakfast Like A King, Lunch Like A Prince, And Dinner Like A Pauper” atau jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah “Makan Sarapan Seperti Seorang Raja, Makan Siang Seperti Seorang Pangeran dan Makan Malam Seperti Si Miskin”. Pepatah tersebut pernah diungkapkan oleh Adelle Davis seorang penulis dan ahli gizi dari Amerika, yang dianggap sebagai ahli gizi paling terkenal di awal hingga pertengahan abad ke-20. Namun, apakah arti dari pepatah tersebut, dan apa hubungannya dengan pola makan yang benar? Mari kita ulas. Breakfast Like A King Sarapan layaknya seorang raja merupakan perumpamaan yang diartikan bahwa kita harus sarapan dengan porsi banyak. Sarapan merupakan makanan pertama yang kita konsumsi setelah beristirahat di malam hari. Hal tersebut perlu dilakukan karena kita harus mengisi glukosa dalam diri yang merupakan hal penting bagi otak dan sumber energi kita sepanjang hari. Jika kita melewatkan sarapan, gula dalam diri kita akan rendah dan akan menurunkan produktivitas diri dalam beraktifitas sepanjang hari. Pada umumnya, kita sering melewatkan sarapan, padahal sarapan sangat penting bagi diri kita untuk menjalani kehidupan maupun aktifitas sehari-hari. Dr. Hana Kahleova salah satu peneliti dari Universitas ;Loma Linda di California menyatakan bahwa makan pagi harus menjadi makanan yang terbesar yang kita konsumsi sehari-hari karena tubuh akan mengeluarkan energi yang lebih banyak maka diperlukan makanan yang cukup. Dalam sarapan, kita harus mengkonsumsi makanan yang memiliki karbohidrat tinggi agar menambah energi seperti gandum, sereal, telur dan sebagainya. Lunch Like A Prince Dalam pola makan yang benar makan siang bagaikan seorang pangeran yang diartikan kita harus mengurangi porsi makan siang kita. Seorang peneliti, Dr. Daneila Jakubowicz pernah melakukan penelitian di Wolfson Medical Center dengan beberapa wanita gemuk. Hasilnya menyatakan bahwa orang yang mengkonsumsi makan siang dengan 700 kalori dapat menurunkan berat badan setelah 12 minggu. Disaat makan siang, diharapkan mengkonsumsi makanan yang tidak terlalu berat dan lebih mengandung protein seperti kacang-kacangan, dada ayam, atau telur. Karena pada dasarnya, porsi makan siang kita harus setengah dari sarapan biasa. Dinner Like A Pauper Lalu pada saat makan malam, bisa diibaratkan makan layaknya si miskin. Dalam artian, kita dianggap tidak memiliki uang dan makan dengan porsi sedikit atau setengah dari porsi makan siang. Hal ini dikarenakan pada malam hari tubuh manusia tidak dapat melakukan proses pencernaan dengan baik bahkan akan mengalami gangguan tidur. Bahkan tidak hanya itu, makan malam dengan porsi banyak akan menaikkan berat badan kita karena tubuh akan menyimpan makanan dan minuman yang dikonsumsi sebagai lemak bukan energi. Profesor ahli gizi, Dr. Marie Pierre St.Onge yang memimpin penelitian di Columbia University’s College Of Physicians And Surgeons menjelaskan bahwa dalam hasil penelitiannya orang yang berpuasa pada malam hari kurang lebih 18-19 jam dan makan pada pagi berikutnya dapat menurunkan berat badan hingga 8 persen dari berat badan aslinya. Pada malam hari, kita disarankan makan buah-buahan untuk membuat kita tetap kenyang walaupun hanya makan sedikit. Nah, para pembaca nysnmedia yang berbahagia, artinya pepatah tersebut sangat berarti dalam pola makan yang benar dan bisa terapkan dalam kehidupan sehari-hari. (put/adt)

Mimpi Pangya Yang Bertekad Mengembangkan Olahraga Rugby Di Indonesia

Pangya-Rugby

Pria yang memiliki nama lengkap Christoper Aditya Hardwika, atau yang biasa disapa dengan Pangya ini merupakan salah satu pemain cabang olahraga rugby yang mewakili Indonesia di berbagai kejuaraan nasional dan internasional. Ia pernah mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON), Sea Games, Tim Nasional U-20 dan masih banyak lagi. Pangya berpendapat bahwa rugby saat ini sudah mulai berkembang di masyarakat, dan ia pun bertekad untuk membuat rugby semakin populer di Indonesia. “Rugby di Indonesia pasti akan berkembang pesat. Melihat orang Indonesia yang punya spirit dan terlebih sekarang sudah banyak juga kegiatan get into rugby di berbagai daerah. Tujuannya untuk mengembangkan dengan mengadakan penyuluhan ke anak-anak sekolah, bahkan universitas supaya rugby semakin populer dan berkembang di Indonesia.”ujarnya Berawal dari bergabung di Jakarta Banteng Rugby Club, Pangya merasa sangat tertantang bermain rugby yang dapat dikatakan olahraga baru di Indonesia. Berlatar belakang rasa kekeluargaan sangat terasa, dan juga terbentuknya karena memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengembangkan rugby di Indonesia. “Saya merasa tertantang serta enjoy saat sedang bermain rugby. Rugby itu fair banget, dilapangan kita saling hajar, cuma kalau sudah selesai pertandingan ya kita ngobrol dan bercanda. Di lapangan memang serius banget, gak kenal teman. Tapi semua nya punya tujuan yang sama buat mengembangkan olahraga rugby di Indonesia.”tutur cowok yang berusia 22 tahun ini. Mahasiswa Teknik Industri Universitas Atma Jaya Jakarta ini, ternyata juga akan membela Indonesia di ajang Asian Games 2018 mendatang. Ajang PON 2016 merupakan salah satu momen yang tidak terlupakan bagi Pangya dan tim rugby Banten. Ketika melawan tim rugby Papua, jumlah pemain tim Banten sangat sedikit sehingga tidak bisa mengganti pemain yang cedera. Meski begitu, tim rugby Banten berhasil mengalahkan tim rugby Papua. “Pas eksibisi PON kemarin, tim Banten dengan pemain yang seadanya bisa menang lawan Papua di babak Semi Final, karena pertandingannya weekday dan banyak yang tidak bisa hadir. Ya walaupun menang kita dibalas di final. Pas dibalas di final, ya kita mengakui mereka lebih hebat dibanding kita. Fisik mereka lebih fit mungkin tapi kita menang di teknik saja,” tutup Pangya.(put/adt)

Sepuluh Atlet Kalsel Siap Bersaing di Kejurnas Atletik Pada Desember Mendatang

Atlet atletik Kalsel

Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mempersiapkan para atletnya di cabang olahraga atletik untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik, tanggal 6-9 Desember mendatang, yang rencananya akan diselenggarakan di Stadion Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur. Ke 10 atlet atletik Kalsel ini, merupakan para atlet yang sudah menghasilkan prestasi di ajang Porprov X di Tabalong, beberapa waktu lalu. Demi mempersiapkan atletnya dengan baik, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) mengadakan pertemuan dengan KONI Kalsel. Pada kesempatan itu Ketua Umum Pengprov PASI, H Rusdi Aziz mengatakan, pertemuannya dengan KONI Kalsel sebagai bentuk laporan para atlet yang akan pentas di Kejurnas Atletik di Jakarta. “Rapat ini sekaligus laporan kepada KONI Kalsel, dan meminta dukungan mengenai dana keberangkatan para atlet,” ucap H Rusdi yang dikutip dari portal banjarmasinpost.co.id. Saat ini, atlet atletik Kalsel sedang menjalani pemusatan latihan dan berangkat ke Jakarta pada 5 Desember mendatang. H Rusdi pun, berharap agar atlet Kalsel dapat berbicara banyak di Kejurnas Atletik. “Kami tidak menargetkan hasil yang tinggi, semoga mampu berbicara di tingkat nasional, ya minimal medali perunggu,” harapnya. Berikut Nama-nama atlet atletik Kalsel yang dikirim ke Kejurnas Jakarta 2017 No-Nama-Nomor Atletik 1. Mardiansyah (HST) -lari 100 meter, 200 meter, dan estafet 2. Ahmad Rofikudin (Baritokuala) -lompat jauh 3. Aif Rahman Rifani (Banjar) -estafet 4. M Surya Ariandy (Banjarmasin) -estafet 5. Nofarin (Banjarmasin) -lompat tinggi 6. M Syaifullah (Tabalong) -lari 5000 meter 7. Ayu Sri Ningsih (Baritokuala) -estafet 8. Desy Ratnasari (Tabalong) -lari 100 meter, estafet 9. Mujalifah (HST) -estafet, lari 100 meter. 10 Ismi (Banjarbaru) -estafet(pah/adt/bmp)

Perkembangan Bola Basket di Usia Dini Mulai Pesat, U-12 Dianggap Sebagai Peluang Emas

Jetz-Basketball-Club-2

Perkembangan olahraga bola basket saat ini, mulai banyak digandrungi oleh usia-usia dini. Bermula dari tayangan televisi atau ajakan dari orangtua, membuat anak-anak ini mulai tertarik menekuni olahraga basket. Seperti di lakukan oleh Jetz Basketball Club, yang sering berlatih di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Jetz Stadium sendiri sudah memiliki fasilitas yang baik, membuat Jetz Basketball Club ini menjadi tujuan pengembangan para orangtua untuk melatih bakat sang anak dalam olahraga bola basket. Penting untuk di catat, bahwa Jetz Stadium selalu menjadi pilihan berlatih timnas pelajar Indonesia. Di Jetz Basketball Club, terdapat pembinaan atlet basket mulai dari usia 4 tahun hingga 18 tahun. Khusus untuk U-10 dilatih oleh pelatih berpengalaman yakni Awi. Awi sendiri sudah melatih di Jetz Basketball Club sejak 2016. Selama berkecimpung di dunia basket, Awi melihat perkembangan basket di usia dini sudah mulai pesat. “Perkembangan basket di usia dini saat ini sudah pesat. Di klub-klub basket saat ini, usia 12 tahun kebawah peminatnya sangat banyak. Ini merupakan, perkembangan yang bagus bagi basket Indonesia untuk membina atlet di usia dini,” terang Awi. Lanjutnya, usia-usia 4 hingga 12 merupakan usia emas mereka untuk melatih bakat dan juga mendapatkan ilmu basket. Tak terkecuali di Jetz Basketball Club yang mempunyai 50 anak usia 10 tahun. “Usia 12 tahun kebawah atau kelahiran 2008, merupakan usia emas mereka untuk melatih gerakan mereka di basket. Mereka akan dengan mudah menerap ilmu basket, walaupun masih berlatih dengan fun,” jelasnya. Dengan pesatnya perkembangan bola basket di usia muda, tentunya akan menjadi nilai plus bagi kemajuan basket Indonesia. Jaya selalu basket Indonesia. (pah/adt)

Jetz Basketball Club Targetkan Anak Binaannya Menjadi Juara di JJBC 2017

Jetz-Basketball-Club

Jetz Junior Basketball Championship (JJBC), merupakan sebuah ajang para pebasket usia muda untuk unjuk kebolehan. Rencananya ajang tersebut di laksanakan bulan Desember mendatang, bertempat di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Nantinya, sebanyak sembilan klub akan bertanding dalam tujuh kategori usia, yakni U-7 hingga U-16. Jetz Basketball Club sendiri sudah mulai mempersiapkan diri dengan baik. Pelatih U-10 Jetz Basketball Club, Awi mengatakan, akan mempersiapkan anak-anaknya untuk meriah juara. Terlebih, di tahun sebelumnya anak-anak U-10 tidak mendapatkan juara. “Kami mempersiapkan dengan baik, berlatih seminggu dua kali, Sabtu dan Minggu. Meski begitu, ada kendala dalam latihan di hari weekend,” ucap Awi. Event JJBC selalu menjadi daya tarik bagi klub basket di wilayah Jabodetabek. Sang pelatih pun, menargetkan akan menjadi juara di JJBC, Desember mendatang. “Target pasti juara yah, maka dari itu kami akan persiapkan diri dengan baik di setiap umur,” katanya. (pah/adt)

Sepak Takraw: Latihan Keras Cici Hingga Larut Malam Akhirnya Membuahkan Hasil

cici-sepak-takraw2

Bermula dari keingintahuan tentang cabang olahraga yang ditekuni sang kakak, Cici Herfiyuli atau yang akrab disapa Cici, berhasil menjadi salah satu atlet sepak takraw perwakilan wilayah Riau pada berbagai turnamen nasional. Gadis yang berusia 20 tahun ini berbagi cerita kepada nysnmedia.com tentang awal mula ia menekuni cabang olahraga sepak takraw. “Dulu saya hanya berlatih di kampung, Taluk Kuantan, Riau. Disana ada penerimaan pembibitan sepak takraw cewek dan saya diajak abang kandung untuk bermain. Dulu untuk pengen jadi atlet sepak takraw gak ada sama sekali keinginan, cuma karena rasa penasaran akhirnya saya mencoba mendalami apa itu sepak takraw. Tanding demi tanding antar kabupaten, dan akhirnya saya terpilih masuk Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di Riau.”ujarnya Sebagai seorang gadis, Cici pun kerap dilarang orang tua untuk mengikuti sepak takraw terutama jika latihan hingga sore dan malam hari. “Pernah saya dan abang telat pulang latihan. Sampai rumah kena marah sama bapak. Dan saya pernah dilarang bermain sepak takraw sama orang tua. Kami kan latihan suka pulang lambat. Untuk seorang cewek apalagi di kampung gak boleh pulang lewat dari magrib. Sedangkan kami latihan mulai jam 4 sampai 6 sore.”tutur atlet yang membawa medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2017 lalu. Cici yang saat ini berkuliah di Universitas Lancang Kuning, jurusan Administrasi Negara, memang sudah 7 tahun menekuni sepak takraw. Cici bersama tim riau pernah mengalami kejadian yang kurang enak saat mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 lalu ketika melawan tim Jawa Barat. “Pas PON melawan Jawa Barat ada masalah dengan teman tim saya yang dibilang memakai kalung. Wasit menganggap itu kalung dari dukun atau semacamnya untuk pegangan tim kita. Padahal itu cuma kalung bola takraw dan Riau sudah memimpin jauh. Karena ada masalah itu jadi gak fokus dalam bermain. Akhirnya kami kalah dalam final lawan Jawa Barat.”tuturnya(put/adt)

Setelah Sukses Dengan Lari Kajen 5K, Bupati Pekalongan Kembali Cabangkan Lari Kajen 20K

event-Lari-Kajen-5K

Dinas Kepemudaan dan Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, baru-baru ini menggelar event Lari Kajen 5K, Minggu (26/11). Event lari yang dibuka langsung oleh Bupati Pekalongan, H Asip Kholbihi dan diikuti oleh kurang lebih 1.234 peserta. Para peserta Lari Kajen 5K Tahun 2017 akan melalui rute Alun alun Kajen – SMA 2 PGRI Kajen – Jalan Teuku Umar – SPBU Gejlig – Jalan Pahlawan – Tugu Km O – Jalan Mandurorejo, dan kembi ke Alun alun Kajen. Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan M Bambang Irianto mengatakan, event ini sebagai ajang pembinaan atlet yang lebih terstruktur dan juga matang. Mayoritas peserta Lari Kajen 5K berasal dari pelajar SMP maupun SMA, yakni sekira 734 dan untuk umumnya sebanyak 500. “Lomba lari Kajen 5K 2017 terbuka untuk pelajar dan umum. Untuk pelajar terbatas hanya pelajar Kabupaten Pekalongan. Sedangkan untuk umum dibuka untuk warga Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten/Kota sekitarnya,” kata Bambang seperti dikutip radarpekalongan.co id Lanjutnya, event Lari Kajen 5K dianggap sebagai wadah para atlet lari untuk mengasah kemampuannya bersama peserta lain “Mengukur pencapaian pembinaan prestasi olahraga atlet cabang atletik Kabupaten Pekalongan. Dan sebagai momentum peningkatan gairah dan motivasi atlet untuk berlatih dan berprestasi di ajang olahraga yang lebih tinggi,” ucapnya. Sementara itu Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi sempat mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh jajaran panitia yang sudah melaksanakan kegiatan Lari Kajen 5K. Bahkan, dirinya akan membuat Lari Kajen dengan jarak 20K. “Hari ini (kemarin, red) kita memasyarakatkan olahraga yang murah meriah sekaligus aspek kekeluargaannya dapat kita jalin yaitu lomba lari Kajen 5K, dimana start-finishnya masih sekitar dalam kota. Untuk itu saya akan merancang Lomba Lari Kajen 20K, dimana nanti larinya menuju columnar joint (karang tegak) Watubahan di Desa Lemahabang Kecamatan Doro. Itu adalah salah satu columnar joint yang ada di Indonesia dan perjalanannya sangat menantang apabila larinya dari Kajen sini,” ujar Bupati. Tambahnya, dengan adanya Lari Kajen 20K para peserta akan tertantang dengan rute yang dilaluinya. Ia juga mengatakan, dengan event seperti ini, secara tidak langsung juga turut memperkenalkan wisata Kota Pekalongan. “Ini saya kira sebuah terobosan yang harus kita laksanakan dalam rangka untuk mengenalkan tempat wisata. Disamping itu juga agar kita bersama-sama mengolahragakan masyarakat dan sebaliknya memasyarakatkan olahraga lari yang murah, meriah, sekaligus kita menjalin silaturahim melalui olahraga ini,” imbuhnya.(pah/adt)

Dua Kali Ikuti Ajang Singa Cup, SSB Astam Cukup Puas Meski Berada Di Posisi 3 Besar

SSB-Astam-U-12

Mengusung konsistensi pembekalan skill secara dini telah dilakukan oleh Sekolah Sepakbola Astam (SSB ASTAM) sebagai salah satu pilot project mencetak atlet muda yang berkualitas. Sempat mengikuti Singa Cup 2017 yang termasuk event tahunan turnamen sepak bola untuk berbagai kelompok usia (KU), mulai dari umur 8, 10, 12,14 hingga 18 tahun di Singapura beberapa waktu lalu. Pada kesempatan itu Tangsel yang diwakili SSB Astam berhasil menyabet gelar juara 3 untuk usia 10 dan juara 2 untuk usia 12. Pelatih SSB Astam, Dzulfikri Bashari mengatakan Singa Cup sudah menjadi agenda rutin bagi SSB Astam, dan ini merupakan kali kedua Astam ikut serta di Singa Cup. “Singa Cup merupakan agenda kompetisi rutin SSB Astam, terutama untuk kompetisi usia 10 dan 12. Astam sendiri baru 2 kali berpartisipasi pada event ini yaitu pada 2016 dan 2017,” ujar Dzulfikri atau biasa disapa Bang Dzul. Di tahun pertama Singa Cup, SSB Astam berhasil menorehkan prestasi yang memuaskan, dimana pada kategori U-12 menjadi runner-up. Sedangkan U-10 pada Singa Cup 2016 harus puas berada di peringkat 4, dimana pada perebutan juara 3 harus takluk oleh tim sesama Indonesia. Di ajang Singa Cup 2017 beberapa waktu lalu, pria yang akrab dengan sapaan Bang Dzul ini juga mengatakan, bahwa tim yang paling siap dalam hal persiapan yakni U-10. Sedangkan, tim U-12 memutuskan tidak ikut dikarenakan beberapa faktor. “Pada Singa Cup 2017 sebenarnya yang paling siap adalah tim U-10 kami, yaitu para siswa kelahiran 2007. Tim U-10 ini selalu berlatih bersama dan mempersiapkan tim untuk singa cup ini dari jauh-jauh hari. Sedangkan, di kategori U-12 sebenarnya Astam sempat memutuskan untuk tidak ikut, karena banyak pemain yang berhalangan untuk ikut dikarenakan banyak hal seperti jadwal sekolah dan lain-lain,” terang Bang Dzul. Namun, beberapa hari menjelang keberangkatan ke Singa Cup, 16 pemain Astam di U-12 telah siap untuk tanding. Nah, pada saat pertandingan berlangsung, Astam yang sejatinya meraih peringkat tiga Singa Cup 2017 U-12. Namun, karena kesalahan teknis membuat Astam meraih runner-up. “Karena tim Imran Soccer Academy terkena diskualifikasi, karena memainkan pemain yang tidak sah, maka Astam U-12 yang tadinya Juara 3 merangkak naik menjadi juara 2, dan Blispi Bina Sentra yang tadinya juara 4 menjadi juara 3. Ini merupakan prestasi yang meningkat bagi Astam,” paparnya. Berikut nysnmedia.com berikan perjalanan SSB Astam U-12 di Singa Cup 2017 Fase Grup: -ASTAM vs Football West Australia (1-0; Ikram Selang) -ASTAM vs FCBarcelona Escola India (4-0; Ikram Selang 2, Rafi Saragih, Hanief) -ASTAM vs ActiveSG Singapore (3-1; Rafi Saragih 2, Ikram Selang) 8 besar -ASTAM vs Balestier Khalsa Singapore (1-0; Rhaga) -Semifinal ASTAM vs ISA (0-5) -Perebutan Juara 3 ASTAM vs Blispi Bina Sentra Indonesia 1(5)-1(4); Zildjian *adu penalti(pah/adt)