Tinjau Situasi Venue dan MPC, Wapres Jusuf Kalla : Indonesia Sudah Sangat Siap Gelar Asian Games 2018

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) didampingi Ketua Inasgoc Erick Thohir, meninjau Media Center Asian Games 2018 di Hall A Jakarta Convention Center (JCC), Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (14/8). (Pras/NYSN)

Jakarta- Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), mengatakan Indonesia sangat siap menggelar Asian Games XVIII/2018. Hal itu ditegaskan Wapres JK melihat persiapan akhir venue Asian Games XVIII/2018, sekaligus meninjau MPC (Media Press Center), di Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Selasa (14/8). “Setelah tadi melihat kondisi GBK dan beberapa venue yang saya datangi, begitu juga dengan press center ini, saya melihat Indonesia sudah sangat siap menggelar Asian Games 2018,” ujar Wapres JK. Bahkan, menurut pria asal Sulawesi Selatan itu, tidak ada keluhan saat ia meninjau wisma atlet di Kemayoran. “Di athlete village, tidak ada keluhan. Semua sudah benar-benar siap,” lanjutnya. Disisi lain, suami dari Mufidah itu tak lupa meminta masyarakat Indonesia memberikan dukungan terhadap perhelatan akbar ini. Sekitar 7.000 wartawan lokal dan asing dari berbagai media cetak, online serta broadcasting akan meliput Asian Games 2018 “Masyarakat Indonesia harus memberi dukungan untuk pesta multievent negara-negara se-Asia edisi ke-18 ini, dengan menjaga kebersihan dan keramahan. Harus murah senyum pada tamu negara-negara peserta,” cetus pria 76 tahun itu. Sementara itu, Kirab obor Asian Games 2018 akan berakhir di Ibu Kota Jakarta pada Rabu (15/8), setelah hampir satu bulan berkelana, mulai dari 15 Juli 2018 di India untuk kemudian disatukan dengan api abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, di Yogyakarta, dan menyambangi setiap sudut Nusantara. Kota Jakarta yang menjadi persinggahan terakhir api obor Asian Games sekaligus menjadi momen bersejarah bagi Indonesia. Sebab, kembalinya api obor Asian Games ke kota ini menjadi nostalgia yang emosional setelah 1962. Indonesia yang baru berumur 17 tahun kala itu menjadi tuan rumah pesta multievent se-Asia itu. Di Jakarta, obor Asian Games akan diarak mengelilingi 5 Kota dan 1 Kabupaten Administratif di Provinsi Jakarta. Jakarta Timur menjadi pertama yang disinggahi kirab obor pada 15 Agustus. Kirab obor akan dimulai di Lippo Mall Kramat Jati pada pukul 07.00 WIB. Kirab ini lalu diarak menuju Taman Mini Indonesia Indah (TMII), menyusuri Jalan TB Simatupang Jakarta Selatan. Pemda DKI Jakarta akan menyemarakkan bersama masyarakat umum dan pelajar di 5 wilayah dan Kepulauan Seribu,” ujar Gufron, Kepala Bidang Olahraga Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Selasa (14/8). “Dan tiap wilayah Jakarta, ada setidaknya 5 ribu pelajar, sehingga total seluruh wilayah kami kerahkan 25 ribu orang. Seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) pun mendukung untuk kesuksesan torch relay ini,” lanjutnya di Media Press Center, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta,. Usai menyambangi Jakarta Timur dan Selatan, pada 16 Agustus pawai obor mengelilingi Jakarta Pusat, yang dimulai dari Masjid Akbar Kemayoran ke Monas, dan Jakarta Barat dari kawasan wisata Kota Tua dan RPTRA Kalijodo hingga ke Jakarta Utara. Lalu pada 17 Agustus, obor menuju Pulau Untung Jawa, dan finish di Monas dan Istana Negara. “Di Monas, sudah disiapkan mini cauldron. Dan pada 18 Agustus obor bergerak menuju ke Pintu 10 Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK),” terang Herty Purba, Direktur Pembukaan dan Penutupan Asian Games 2018. Sedangkan torch relay pada 18 Agustus ditandai dengan pencapaian total jarak 18 kilometer (km) di bulan 8 oleh 2018 pelari. Ini juga jadi rute terpanjang, juga rekor torch bearer terbanyak dengan kekuatan mencapai 50 orang lebih, serta mengambil rute, Jalan Thamrin – Sudirman hingga singgah ke Gedung DPR/MPR. “Total dari 110 titik rute dan kurang lebih 1,100 km perjalanan dari Jakarta Timur, Selatan, Pusat, Barat, Utara dan Kepulauan Seribu, kirab obor diisi deretan tokoh masyarakat, public figure, pejabat, hingga atlet legendari. Dan nanti siapa yang menyalakan api ke cauldron utama di GBK itu masih rahasia,” pungkas Herty. (Adt)

Dijual Akhir Juni, INASGOC Yakin Lebih 1 Juta Tiket Pertandingan Asian Games 2018 Terjual

Panitia Pelaksana Asian Games 2018 yakin, lebih dari satu juta tiket terjual untuk menyaksikan pertandingan. (Adt/NYSN)

Jakarta- Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC) 2018 mengumumkan tiket menonton pertandingan pesta olahraga terbesar negara-negara se-Asia edisi ke 18, mulai dijual pada akhir Juni. INASGOC menunjuk KiosTix sebagai mitra, dalam mengelola ticketing Asian Games 2018. Dan, masyarakat dapat membeli baik secara online maupun offline, dan pop up store merchandise Asian Games 2018, yang tersebar di beberapa mal Jakarta dan Palembang. Panitia juga membuka Ticket Box di venue selama Asian Games 2018 berlangsung. Erick Thohir, Ketua Umum INASGOC, mengatakan dirinya dan seluruh Panitia Pelaksana Asian Games 2018, sangat optimis bila tiket pertandingan akan banyak dibeli, mengingat antusias masyarakat yang sangat tinggi dalam menyambut pesta multievent itu. “Target penjualan tiket saat ini masih kami hitung. Tapi, kami yakin akan lebih dari sejuta tiket yang terjual. Pada waktu Asian Games 2014 Incheon (Korea Selatan), targetnya 1,3 juta tiket,” ujar Erick pada Senin (11/6). Terkait harga tiket, Erick menyebut tiket termurah adalah Rp 30.000 dan rata-rata Rp 100.000. “Tidak ada tiket gratis. Harga tiket sudah termasuk asuransi. Untuk melibatkan pelajar kami akan komunikasikan dengan Pemda (Pemerintah Daerah),” tegas pria yang juga menjabat Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu. “Tiket dibagi empat kategori, dan tiap kategori memiliki harga dan keuntungan berbeda,” cetusnya. Sementara, Sarman Simanjorang, Direktur Ticketing INASGOC, menjelaskan tiket yang dijual nantinya akan berbentuk E-voucher yang dilengkapi dengan QR code dan kemudian bisa ditukar dengan thermal tiket (tiket fisik) atau wristband tiket, saat mendekati waktu pertandingan. “Dengan metode seperti ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan tiket palsu yang sering muncul saat penyelenggaraan event besar,” tegas Sarman. “Proses pemilihan dilakukan secara transparan dan akuntabel, sesuai dengan aturan yang berlaku di Republik Indonesia,” tambahnya. Sedangkan Ade Sulistioputra, CEO KiosTix, mengungkapkan pihaknya merasa bangga karena dilibatkan serta berpartisipasi dalam event besar seperti Asian Games 2018. “Kami telah memiliki pengalaman dalam hal ticketing manajemen. Kami pernah menangani 100 venue dan 300 event, serta jutaan tiket,” tutur Ade. (Adt)

Di Asian Games 2018 Timnas U-23 ‘Batal’ Pakai Apparel Nike, Li-Ning Jadi Gantinya ?

Jersey apparel dari China, Li-Ning, menjadi sponsor resmi seragam Kontingen Indonesia, di Asian Games 2018. (IndoTimes.com)

Jakarta- Timnas U-23 tak akan memakai jersey apparel Nike pada Asian Games 2018. Sebagai gantinya, produk yang akan dikenakan Evan Dimas dkk berasal dari China, yakni Li-Ning. Hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan PSSI beberapa waktu yang lalu. Menurut Sekjen PSSI, Ratu Tisha, mereka masih tetap kerja sama dengan Nike, untuk mendukung perjalanan skuat Garuda pada Asian Games 2018. “Ini menuju Asian Games, jadi kemungkinan besar jersey Timnas Indonesia akan launching pada Juli 2018,” kata Tisha, beberapa waktu lalu. Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, sudah mewajibkan kontingen Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, memakai seragam Li-Ning. Peraturan ini meliputi seluruh cabang olahraga (cabor), termasuk sepak bola yang diwakilkan Timnas U-23. KOI menjalin mitra dengan Li-Ning untuk Asian Games tahun ini. Itu berarti, seluruh kontingen yang bertanding di perhelatan multievent ini, tidak boleh memakai apparel lain, kecuali Li-Ning. “Timnas U-23 harus pakai Li-Ning. Ini multievent. Li-Ning akan provide semua bajunya, memang ada beberapa cabang Li-Ning tak bisa provide, sampaikan cabang apa, kalau memang Li-Ning tidak produksi cabang itu, baru boleh pakai yang lain,” ujar Erick di Jakarta, Senin (28/5). “Timnas Indonesia, mau cabor apa pun, yang resmi yang Li-Ning. Sama, cabor sepak bola, mereka bertanding di Asian Games, bukan single event. Jersey harus Li-Ning, kan ini di bawah KOI. Semua multievent di bawah KOI. Ketika masuk ke multievent, sudah di domainnya KOI,” tegasnya lagi. Selain menjalin mitra dengan Li-Ning, Erick menginginkan Kontingen Indonesia memakai pakaian yang seragam. Selama ini, lanjut Erick, Kontingen Indonesia kerap menggunakan seragam berbeda. “Negara-negara lain juga seragam. Beberapa kali tampil, seragamnya masih belang-belang. Ada ungu, merah, dan lain-lain. Kita (KOI) sudah bersama Li-Ning, kita berinisiatif, semua kita seragam,” kata Erick. “Kita ‘kan tuan rumah, mau perlihatkan kalau kita satu. Tidak hanya Li-Ning, kita sudah ada sponsor lain, asuransi. Ini bisa memperlihatkan ke masyarakat, karena memang kita PR-ing untuk Indonesia. Li-Ning ingin berpartisipasi, KOI tidak tinggal diam,” jelas Erick. (Ham/Dre)

Tak Hanya Adu Prestasi, Asian Games 2018 Beri Dampak Ekonomi Hingga Rp 45,1 Triliun

Asian Games 2018 bukan hanya ajang adu prestasi melainkan memiliki dampak ekonomi sekitar Rp 45,1 triliun. (Adt/NYSN)

Jakarta- Ajang pesta olahraga terbesar negara-negara se-Asia edisi ke-18 akan dihelat pada 18 Agustus – 2 September 2018. Multievent ini diharapkan memberikan manfaat besar kepada masyarakat terutama ekonomi dari berbagai sektor. Berdasarkan hitungan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah memperkirakan total dampak ekonomi langsung event Asian Games 2018. Dari sisi pengeluaran pengunjung, investasi infrastruktur pendukung, dan operasionalisasi acara, maka didapat jumlah Rp 45,1 triliun terhitung sejak 2015 hingga 2018, yakni sejak persiapan hingga pelaksanaan Asian Games mendatang. INASGOC telah memiih 17 perusahaan dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) nasional sebagai pemegang lisensi untuk memproduksi dan menjual merchandise resmi Asian Games 2018. Pemilihan pemegang lisensi itu dilakukan secara transparan dan akuntabel dengan mengumumkannya melaiui website dan kemudian dipilih secara ketat berdasarkan kriteria yang dipersyaratkan. Erick Thohir, Ketua Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC) 2018, menyebut penyelenggaraan Asian Games 2018 akan memberikan legacy serta membawa dampak positif yang besar bagi Indonesia dari sisi ekonomi, sosial dan juga alih pengetahuan dari negara maju di Asia bahkan Dunia. Ia melanjutkan Asian Games 2018 bukan hanya ajang untuk adu prestasi melainkan sebagai ajang guna menciptakan perdamaian di Asia dan khususnya Indonesia. ”Berdasarkan perhitungan sementara Bappenas untuk dampak ekonomi dari pengeluaran pengunjung selama tinggal di Indonesia untuk Asian Games 2018 sebesar Rp 3,6 triliun dengan komposisi 88 persen pengeluaran berasal dari penonton dan wisatawan, diikuti 4,67 persen pengeluaran oleh atlet, lalu 3,96 persen pengeluaran awak media, kemudian 2,34 persen pengeluaran officials, dan 0,77 persen pengeluaran sukarelawan. Dan, akomodasi diperkirakan menjadi komponen pengeluaran terbesar yang mencapai Rp 1,3 triliun,” ujar Erick di Kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (30/5). Selain itu, pengeluaran pengunjung diantaranya termasuk pembelian merchandise resmi Asian Games 2018. Hal itu sebagai salah satu upaya memberikan dampak ekonomi yang besar, INASGOC berkomitmen untuk memajukan produk dalam negeri melalui penyediaan merchandise resmi Asian Games 2018. Sementara, Mochtar Sarman, Direktur Merchandise INASGOC, menyebut panitia selalu mendahulukan perusahaan dan UMKM nasionai untuk menjadi pemegang lisensi merchandise resmi. Menurutnya, hal itu merupakan upaya pihaknya dalam mempromosikan produk dalam negeri kepada dunia. “Kami yakin dengan mengedepankan perusahaan dan UMKM nasional dalam menyediakan merchandise resmi Asian Games, akan memberi warisan yang positif untuk kedepannya,” urai Mochtar. (Adt)

JAGAC 2018 Dibuka Menpora, Target Indonesia Buru Tiket Olimpade Junior di Argentina

Menpora Imam Nahrawi membuka Kejuaraan Asia Senam Artistik Junior 2018 ke 15, di Istora Senayan, Jakarta, pada Rabu (25/4). (net)

Jakarta- Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Imam Nahrawi membuka 15th Junior Artistic Gymnastics Asian Championships (Jagac) atau Kejuaraan Asia Senam Artistik Junior 2018, yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada Rabu (25/4). Pembukaan kejuaraan yang diikuti oleh atlet junior dari 20 negara ini turut dihadiri oleh Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir, Ketua Umum PB Persani Ilya Avianti, dan Wakil Ketua Umum PB Persani Ita Yuliati. “Selamat kepada PB Persani, yang pagi ini saya melihat secara langsung pembukaan kejuaraan Gymnastics Asian Championships,” kata Imam dalam kata sambutannya. “Mudah-mudahan dengan adanya acara ini bisa menjadi motivasi buat atlet lainnya,” ucap pria asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur ini. “Kami bangga menggelar ajang ini dan menjamu negara-negara peserta. Kami diberikan kesempatan untuk menjadi tuan rumah. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung. Dan kami ucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta,” kata Ilya Avianti. Jagac 2018 juga menjadi fase kualifikasi para peserta untuk menembus Youth Olympic Games 2018 di Buenos Aires, Argentina, pada Oktober. Indonesia akan memperebutkan satu dari delapan tiket yang tersedia, untuk wilayah Asia. Dalam kesempatan itu, Imam menjelaskan jika penyelenggaraan Jagac 2018 juga menjadi ajang uji coba bagi panitia jelang Asian Games 2018. Event ini, panitia diharapkan bisa semakin siap dalam mengantisipasi kekurangan penyelenggaraan. “Kalau ada kekurangan teknis, harus langsung disampaikan kepada Kemenpora, Inasgoc, dan Persani,” ujarnya. “Test event bukan mencari kesempurnaan, tetapi kita mencari kekurangan dalam ajang ini, karena dalam penyelenggaraan nanti harus lebih sempurna, tak ada kekurangan,” tutur dia. Turnamen yang diikuti oleh 20 negara itu digelar pada 25-28 April 2018. Sebanyak 14 nomor diselenggarakan, yakni delapan nomor putra dan enam nomor putri. Pada Rabu, nomor team dan all around putra dan putri. Sebagai tuan rumah, Indonesia menurunkan 10 atlet, yakni lima putra dan lima putri. (art)