Persitangsel Menang di Uji Coba Pertama Menjelang Suratin Cup

Uji-coba-Persitangsel

Tangsel- Persitangsel U-17 terus mematangkan diri jelang tampil di even Suratin Cup. Mereka mengalahkan SSB Atep dari Cianjur dengan skor 3-1. Bermain 2×45 menit, Persitangsel muda unggul melalui gol Gea di menit 15 dan dua gol dari Riko ( ’70 dan ’85). Sedangkan, satu gol dari SSB Atep di cetak Angga di menit 35. Uji coba pertama di Lapangan Paku Jaya, Serpong Utara, Rabu (10/1), bertujuan untuk meningkatkan stamina para pemain. Asisten Pelatih Persitangsel U-17, Iwan Rukmana mengatakan, akan fokus membenahi stamina para pemain hingga akhir Januari ini. “Saya kurang puas, stamina anak-anak masih kendor. Tapi, saya maklum. Ini uji coba pertama,” jelas Iwan, akhir pekan lalu. Saat ini, Persitangsel dihuni 30 pemain dan akan memilih 20 pemain terbaik untuk mengikuti Suratin Cup. Ia sudah mengantongi nama-nama pemain dalam skemanya dan akan mencoret beberapa pemain yang tak maksimal. “Sistem degradasi pemain masih ada sampai akhir Januari. Ada enam pemain yang berpotensi ikut, atau dicoret,” tambahnya. Dengan target juara di Suratin Cup, Manajer tim, Edi Mamat siap memberi pola makanan yang sehat dan vitamin. “Ketika anak-anak latihan, mereka punya problem dengan pola makan. Artinya mereka butuh pola makan yang sehat, dan tambahan vitamin. Semoga target juara bisa tercapai,” tutup Edi, yang juga legislator Kota Tangsel. (pah)

Duet Toha dan Edi Resmi Mengatur Kendali Persitangsel U-17

M-Toha-(kiri)-dan-H-Edi-Mamat-(kanan)

Persitangsel U-17 patut berbangga, sebab dua anggota dewan Tangsel yakni M Toha dan H Edi Mamat secara resmi memegang kendali Persitangsel U-17 atau menjadi manajer. Peresmian duet manajer ini, disaksikan pelatih Persitangsel U-17, Iwan Rukmana dan juga official staff Persitangsel U-17 di Stadion Mini Ciputat, Senin (8/1). Manajer Persitangsel U-17, M Toha tentunya sangat senang dengan bergabungnya H Edi Mamat menjadi manajer. “Tidak ada wakil manajer. Saya dan H Edi Mamat sama-sama menejer Persitangsel U-17,” tuturnya. Toha juga mengungkapkan harapan dengan bergabungnya H Edi di dalam Persitangsel U-17. Ia pun, secara langsung akan membagi-bagi tugas guna membangun Persitangsel berprestasi. “Ya, saya harap bisa membawa nama Tangsel berprestasi dan juga membangun sepakbola Tangsel,” harap Toha. Sedangkan, H Edi Mamat langsung memberikan arahan kepada pemain Persitangsel muda agar mencontoh sang kakak yakni M Rezaldi Hehanusa yang kini sukses membela Timnas Indonesia. “Anak-anak harus semangat, mereka harus mempunyai kemauan untuk mengikuti kakak-kakaknya seperti Rezaldi Bule yang sudah menjadi pemain Timnas,” ungkapnya. Duet Toha dan Edi pun, langsung menargetkan juara di Suratin Cup pada bulan Maret mendatang. “Kami ingin membangun Persitangsel dan membawa nama harum Tangsel agar lebih maju kedepan. Yang terpenting ingin memajukan sepakbola di Tangsel,” ucap H Edi. Namun, sebelum itu, Toha dan H Edi harus menyelesaikan permasalahan dispensasi sekolah bagi para pemain. Karena, pemain yang mayoritas masih duduk di kelas X dan XI harus menunggu jam pulang sekolah untuk mengikuti latihan dan ingin mengganggu kesiapan tim. (pah)

Persitangsel U-17 Terus Susun Strategi Menjelang Suratin Cup

Persitangsel

Persitangsel U-17 terus melakukan persiapan demi mendapatkan hasil maksimal di Suratin Cup, bulan April mendatang. Seleksi demi seleksi terus dilakukan dibawah komando Iwan Rukmana dan Assisten pelatih, Budi Iswadi serta disaksikan langsung oleh manajer Persitangsel U-17, M Toha di Stadion Mini Ciputat, Tangsel, Senin (8/1). Seleksi sudah berjalan selama dua minggu, dari ratusan anak yang berpartisipasi dalam seleksi, kini sudah mulai mengerucut menjadi 30 anak terbaik dari Tangsel. Di mulai pukul 14.00 WIB, seleksi diawali dengan latihan fisik, kemudian menguji kekompakan dan selanjutnya melakukan game 11 vs 11 antara rompi orange melawan rompi hijau selama 2×25 menit. Dalam game tersebut, dimenangkan rompi orange dengan skor 2-0 melalui gol Faisal dan Andrian. Setelah game berlangsung pun, Persitangsel muda melakukan kembali tes fisik. Pelatih Persitangsel U-17, Iwan Rukmana mengatakan, sistem degradasi masih terus berlangsung untuk mencari 20 pemain terbaik. Iwan menargetkan, akhir Februari kerangka tim sudah terbentuk. “Masih ada sistem degradasi, ini sambil berjalan dan melihat layak masuk kerangka tim atau tidak. Nantinya, dari 30 pemain akan dikerucutkan menjadi 20 pemain terbaik,” ujarnya. Menanggapi game 11 melawan 11, Iwan melihat masih banyak kekurangan terutama di stamina pemain. Dan juga, Persitangsel muda masih membutuhkan pelapis penjaga gawang dan pemain bertahan. “Tadi game 2×25 saja, pemain mulai kedodoran staminya. Di bulan Januari ini, saya fokuskan untuk membenahi stamina pemain. Di bulan selanjutnya, baru saya mulai melakukan taktik bermain. Kendala kerangka tim, masih mencari pelapis di posisi penjaga gawang dan bertahan. Selebihnya saya lihat sudah bagus,” papar Iwan. Rencananya, Persitangsel U-17 akan melakukan agenda uji tanding melawan Ralin. “Kalau bisa lawan Ralin untuk uji tanding, Rabu (10/1) besok,” tutupnya. (pah)