Pentingnya Program Kepelatihan Level 1 FA Bagi Skuad Garuda Select

Skuad Garuda Select

Jakarta, 21 Februari 2020 – Skuad Garuda Select angkatan kedua baru saja melakoni pertandingan melawan Huddersfield Town U18, Selasa (18/2). Dalam partai yang berlangsung di Aspray Arena, Willenhall, anak asuh Dennis Wise dan Des Walker sukses menaklukkan sang lawan dengan skor tiga gol tanpa balas. Brace Bagus Kahfi dan sepakan bebas David Maulana memastikan kemenangan tersebut. Selang beberapa hari, Garuda Select kembali mempersiapkan diri guna menyambut laga uji coba selanjutnya menghadapi Preston North End U18, Selasa mendatang. Evaluasi serta penyempurnaan taktik tentu jadi fokus utama. Namun, pembekalan bagi para pemain tidak hanya terbatas dalam hal taktik. Sebagai bekal jangka panjang, mereka diberi Program Kepelatihan Level 1 FA. Dalam program ini, seluruh pemain Garuda Select akan mendapat lisensi atau sertifikat sebagai bukti mengikuti latihan dari induk organisasi sepak bola Inggris. “Meski masih berusia rata-rata 16 tahun, mereka sudah dibekali ilmu kepelatihan langsung dari Inggris yang berguna bagi karier di masa depan,” ujar Wise, selaku Direktur Teknik Garuda Select. Salah satu materi yang diberikan dalam pelatihan adalah terkait pertolongan pertama dalam keadaan yang tidak diinginkan alias darurat. Di sesi tersebut, para pemain diajarkan bagaimana melakukan tindak penanganan yang tepat di saat hal-hal yang bersifat darurat semisal pingsan, tersedak, maupun cedera yang bersifat traumatik terjadi. Program pelatihan itu dirasa sangat bermanfaat oleh para pemain. Bagi mereka, mengetahui langkah-langkah penanganan situasi darurat secara tepat menjadi bekal penting untuk karier mereka. Hal itu diamini oleh salah satu peserta program pelatihan, Arsa Ahmad. “Banyak sekali hal penting yang diajarkan. Salah satunya cara menangani kondisi darurat di mana salah satu rekan terjatuh pingsan. Langkah-langkah yang dibutuhkan seperti membuka saluran pernapasannya, mengarahkan kepala menghadap ke atas, hingga mengecek detak jantungnya. Semuanya menjadi wawasan baru bagi kami,” ujar penyerang kelahiran 31 Oktober 2003 tersebut. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Bagus Kahfi Jadi Raja Gol Garuda Select

Bagus Kahfi mesin goal Garuda Select

Jakarta, 20 Februari 2020 – Torehan dua gol Amiruddin Bagus Kahfi ke gawang Huddersfield Town U18, Selasa (18/2) membawanya ke puncak daftar top skor. Total, Bagus sudah mencetak 11 gol di musim kedua bersama Garuda Select. Garuda Select tampil impresif dan mengalahkan Huddersfield Town U18 dengan skor 3-0. Satu gol lainnya dari Garuda Select dilesakkan oleh David Maulana. Menariknya, catatan 11 gol ini didapat Bagus hanya dari delapan pertandingan. Ini jelas menjadi catatan bagus bagi penggawa Timnas Indonesia U19 tersebut. “Hari ini (18/2) kami, para pemain, tampil bagus dan bisa menerapkan apa yang diperintahkan pelatih. Kami benar-benar memperbaiki beberapa hal dari pertandingan sebelumnya, termasuk bisa melewati pertandingan tanpa kebobolan,” ucap Bagus. Bagus akan kembali menjadi andalan tim asuhan Dennis Wise dan Des Walker di pertandingan selanjutnya. Garuda Select akan menghadapi Preston North End U18 pada tanggal 25 Februari. Seluruh aksi Bagus bersama Garuda Select dapat disaksikan hanya di Mola TV! Daftar Pencetak Gol Garuda Select: 11 Gol – Bagus Kahfi 9 Gol – Rafli Asrul 7 Gol – Alfriyanto Nico 5 Gol – Arsa Ahmad 2 Gol – David Maulana 1 Gol – Subhan Fajri, Ardi Ardiana, Brylian Aldama, Ferdiansyah Penampilan Garuda Select di setiap pertandingan dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Kiat Danny Holmes Untuk Garuda Select Dalam Berduel Melawan Pemain Bertubuh Besar

Asisten pelatih Garuda Select, Danny Holmes.

Jakarta, 16 Februari 2020 – Garuda Select angkatan kedua kini tengah dalam persiapan menjelang laga uji coba ketiga mereka pascakembali ke Inggris. Usai melewati laga sengit kontra QPR U18 (4/2) dan Sheffield United U18 (12/2), armada Dennis Wise dan Des Walker akan menghadapi Huddersfield Town U18, Selasa (18/2), pukul 20:00 WIB. Dalam persiapan kali ini, tim pelatih melakukan evaluasi khusus terkait dua pertandingan terakhir di mana Rafli Asrul dan kawan-kawan kembali dihadapkan dengan tim U18 setelah sebelumnya di Italia, berhadapan dengan tim U17. Satu hal yang menjadi fokus adalah terkait duel menghadapi pemain dengan postur lebih besar. Hal itu disampaikan Asisten Pelatih Garuda Select, Danny Holmes. Menghadapi pemain yang bukan hanya secara postur lebih besar, namun dari segi usia dan pengalaman lebih matang, Holmes memberikan kiat khusus bagaimana berduel melawan mereka di atas lapangan. “Kami (tim pelatih) selalu menekankan kepada pemain agar jangan lembek saat menghadapi tim-tim yang secara nama maupun postur lebih besar. Kami terkadang memberi waktu dan ruang gerak yang cukup leluasa untuk mereka. Bahkan di beberapa kesempatan, para pemain cenderung menghindari kontak fisik. Mindset itulah yang kami ubah,” ujar Holmes kepada Mola TV. Holmes menambahkan bahwa faktor yang menjadi kunci dalam berduel melawan pemain yang memiliki postur lebih besar adalah keberanian. “Berani menyundul di udara, beradu tekel, hingga melakukan kontak fisik lainnya adalah cara ampuh untuk membangun kepercayaan diri. Jika terbiasa bersikap berani, para pemain akan lebih percaya diri di lapangan dan peluang memenangi duel akan meningkat,” tungkasnya. Terkait duel versus lawan, Holmes juga memberi instruksi khusus bagi trio lini tengah yakni Rafli, David Maulana, dan Brylian Aldama. Ketiganya menurut Holmes memegang peranan pada sektor terpenting di lapangan. “Poros lini tengah juga wajib memberanikan diri untuk meladeni pergerakan lawan. Sektor tengah adalah sektor terbaik lawan sejauh ini. Jadi, kita tak boleh terpana dengan lawan, melainkan harus kerja lebih keras guna memenangi duel di lini tersebut,” tutup Holmes. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Respek dan Kelola Emosi, Pelajaran Berharga Dari Laga Kontra Sheffield United U18

Brylian Aldama saat berhadapan dengan saah satu pemain Sheffield United U18

Jakarta, 14 Februari 2020 – Garuda Select kembali melakoni laga sengit di Inggris tatkala berjumpa Sheffield United U18, Rabu (12/2). Pertandingan yang berlangsung di Lapangan Birmingham County FA, Ray Hall Lane, Birmingham, berakhir dengan kemenangan tipis 2-3 untuk sang lawan. Pertandingan itu sendiri berjalan cukup seimbang lantaran kedua tim silih berganti melancarkan serangan dan membuat peluang di depan gawang lawan. Gol demi gol yang tercipta pun mayoritas berjarak kurang dari lima menit. Namun, satu insiden sempat mengawali babak kedua, tepat sebelum Garuda Select dan Sheffield United U18 saling berbalas gol. Di menit ke-51, Brylian Aldama sempat terlibat kontak fisik dengan salah seorang pemain lawan, Connor Blunt. Intensitas benturan yang cukup tinggi konon memancing keributan antar kedua pemain, yang kemudian melibatkan anggota tim dari kedua kubu. Panasnya tensi yang terjadi saat itu berujung hadiah kartu merah untuk Brylian dan Blunt. Insiden tersebut sontak jadi pelajaran tersendiri bagi skuad asuhan Dennis Wise dan Des Walker. Melawan pemain yang dari sisi usia dan pengalaman lebih matang, Garuda Select tetap mampu tampil apik dan memberi perlawanan hingga mengimbangi lawan dari perspektif permainan. Namun, tambahan pelajaran penting yang didapat kali ini adalah dalam hal respek dan manajemen emosi. Sebagai sebuah tim, wajar jika para pemain secara spontan membela Brylian. Yang patut dihindari adalah meluapkan emosi dengan cara yang salah. Dari insiden di pertandingan tersebut, Kakang Rudianto dan pemain lainnya bisa belajar bagaimana untuk tetap mengendalikan emosi agar mampu menjaga sikap. Dan yang tak kalah penting, tetap menaruh rasa hormat alias respek pada lawan dan pengadil di lapangan. Hal itu diakui Kakang, yang dalam insiden tersebut tampak mengambil peran cukup besar. Bek asal Cianjur itu mengaku banyak belajar soal respek pada lawan dan mencoba untuk menahan diri dari tindakan tidak terpuji di atas lapangan. “Saya tidak pernah punya niat untuk bertindak kasar pada lawan. Pada kenyataannya, saya tidak melakukannya. Pertandingan secara umum berlangsung terbuka. Kami saling support selama pertandingan. Semoga kami bisa memperbaiki penampilan di pertandingan selanjutnya,” ujar Kakang kepada Mola TV. Hal positif juga dilontarkan pelatih Sheffield United U18, Derek Geary, khususnya terkait respek. Melalui komentarnya, ia memberikan teladan bagaimana menaruh rasa hormat pada lawan. “Kredit untuk Garuda Select karena mereka mampu memberi tekanan bagi kami, terutama di babak kedua. Pertandingan secara keseluruhan berlangsung kompetitif. Saya melihat banyak kualitas di tim Garuda Select. Semoga kita bisa bertanding lagi suatu saat nanti,” tutur Geary. Selain perihal teknis, sejatinya banyak hal yang bisa dipelajari para pemain selama mengikuti rangkaian program dan pertandingan, termasuk soal respek dan manajemen emosi. Di sisa bulan Februari ini, Kakang dan kawan-kawan akan menghadapi dua laga uji coba yakni menghadapi Huddersfield U18 (18/2) dan Preston North End U18 (25/2). Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Garuda Select Mendapat Pelajaran Penting Dari Pertandingan Melawan Sheffield United

Peningkatan signifikan terlihat dari permainan Garuda Select jika dibandingkan saat menghadapi QPR pekan lalu. Dalam pertandingan ini, penguasaan bola Brylian Aldama dkk

Jakarta, 12 Februari 2020 – Saat melawan Sheffield United, Rabu (12/2) malam waktu setempat, Direktur Teknik Garuda Select, Dennis Wise, dan pelatih kepala, Des Walker, hanya melakukan satu pergantian pemain dari laga melawan Queens Park Rangers pekan lalu. Hanya Kakang Rudianto yang mengisi posisi Ridyan Taufiq dalam susunan 11 pemain saat memulai laga. Posisi penjaga gawang masih diserahkan kepada Rizky Sudirman. Demikian halnya dengan poros lini tengah yang tetap menjadi milik trio David Maulana, Brylian Aldama, dan Rafli Asrul. Garis terdepan diisi Ferdiansyah dan Bramdani, yang mengapit sang ujung tombak, Bagus Kahfi. Peningkatan signifikan terlihat dari permainan Garuda Select jika dibandingkan saat menghadapi QPR pekan lalu. Dalam pertandingan ini, penguasaan bola Brylian Aldama dkk. terbilang lebih baik. Beberapa usaha lawan untuk masuk ke wilayah pertahanan juga berhasil dihalau dengan baik. Meski demikian, belum ada gol tercipta sepanjang babak pertama. Garuda Select mulai menguasai keadaan ketika memasuki babak kedua. Sempat kebobolan lebih dahulu pada menit ke-62, tim arahan Dennis Wise dan Des Walker tersebut membalikkan keadaan dalam tempo dua menit. Bagus Kahfi dan Rafli Asrul kembali memperlihatkan produktivitasnya di depan gawang dengan gol yang mereka cetak. Bagus menyamakan kedudukan pada menit ke-63, sedangkan Rafli mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-65. Kedua pemain ini sama-sama mengantongi sembilan gol untuk Garuda Select. Di sisa pertandingan, Sheffield mampu memanfaatkan waktu yang ada. Mereka mencetak dua gol lewat Angelo Capello (67’) dan Antwoine Hackford (71’) untuk kembali unggul hingga akhir pertandingan. Setelah laga, Dennis Wise menyampaikan pandangannya soal penampilan Garuda Select. “Para pemain harus lebih berani dan cepat dalam mengambil keputusan, terutama ketika lawan mendekati sektor pertahanan. Jika tidak bertindak cepat, lawan semakin punya banyak pilihan dalam menyerang,” ucapnya. Lawan-lawan yang dihadapi Garuda Select selama di Inggris berusia lebih tua yakni 18 tahun. Sementara itu, mayoritas usia pemain Garuda Select, terutama angkatan kedua, baru 16 dan 17 tahun. Artinya, lawan-lawan di Inggris jauh lebih matang dari berbagai segi. Pemilihan lawan dengan usia lebih tua bertujuan untuk mengasah mental serta kemampuan para pemain agar siap menghadapi karier profesional. Saksikan perjuangan Garuda Select GRATIS hanya melalui aplikasi Mola TV. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Kembalinya Duet Kakang-Dodi di Lini Belakang Garuda Select

Dodi Irawan dan Kakang Rudianto

Jakarta, 12 Februari 2020 – Kakang Rudianto kembali dipercaya mengisi daftar 11 pemain yang memulai pertandingan sejak awal di skuad Garuda Select. Menghadapi Sheffield United U18 di Lapangan Birmingham County FA, Ray Hall Lane, Birmingham, pada Rabu (12/2), pemain asal Cianjur tersebut kembali diduetkan dengan Dodi Irawan. Ini adalah pertama kalinya sejak 17 Desember 2019, Kakang dan Dodi mengisi daftar starting line-up. Terakhir kali mereka memulai pertandingan bersama adalah ketika menghadapi Swindon Town di lapangan yang sama. Setelah itu, pelatih secara bergantian memasangkan keduanya dengan pemain lain. Kini, dengan hasil yang diraih melawan QPR pekan lalu, Kakang punya tambahan motivasi untuk tampil lebih baik. “Tim sudah latihan, pelatih sudah memberi masukan apa saja yang harus dilakukan nanti. Intinya, para pemain harus lebih berani berduel dan tidak kalah mental dari lawan. Kami diminta untuk bermain lebih simpel dan efektif, soal hasil kita lihat nanti,” ujar Kakang kepada Mola TV. Sheffield United U18 jelas bukan lawan sembarangan. Produk akademi mereka termasuk yang paling baik kualitasnya di Inggris. Sebut saja nama-nama seperti Phil Jagielka, Kyle Walker, bahkan bek termahal dunia saat ini, Harry Maguire, pernah menimba ilmu di sana. Dengan lawan berkualitas seperti Sheffield, banyak pelajaran yang bisa diambil Kakang dkk. dari pertandingan nanti. Hal ini pula yang membuat Direktur Teknik Garuda Select, Dennis Wise, merasa optimistis. “Saya yakin mereka bisa bermain lebih baik kali ini karena dilihat pada pertandingan babak kedua (melawan QPR), mereka bermain lebih baik. Saya senang melihat cara mereka bereaksi terhadap permainan lawan di sisa pertandingan,” kata Dennis. Setelah The Blades, masih ada Huddersfield (18/2) dan Preston North End (25/2) yang harus dihadapi Kakang dkk. di sisa waktu Februari 2020. Saksikan perjuangan Kakang dan kawan-kawan di Garuda Select saat menghadapi Sheffield United U18 GRATIS hanya melalui aplikasi Mola TV. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis! Contact Person

Bahas Pengembangan Sepakbola Usia Dini, Risma Ingin Investasi Jangka Panjang

Tri rismaharani dan pelatih Tranmere Rovers

SURABAYA – Dua pelatih klub sepakbola Tranmere Rovers, Daniel O’Donell dan Matthew Hunter bertemu wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam Surabaya, Senin (10/2/2020). Tranmere Rovers Football Club adalah klub sepakbola profesional yang berbasis di Birkenhead, Merseyside, Inggris, yang berdiri sejak tahun 1884. Setelah berbincang-bincang, mereka langsung memberikan coaching clinic kepada 25 anak Surabaya di Gelora 10 November, Tambak Sari Surabaya. “Mereka datang ke sini memberikan coaching untuk 25 anak Surabaya dan itu gratis,” kata Risma. Mereka merencanakan keberangkatan anak-anak Surabaya untuk berlatih ke klub Transmere Rovers. Pemerintah Kota Surabaya bisa mengirimkan 10 anak untuk berlatih ke Inggris. Jika mengundang pelatih ke Surabaya, kuota anak yang mendapatkan pelatihan jadi lebih banyak. “Kami masih komunikasikan apakah bisa seperti itu. Kita cari yang terbaik. Kalau mereka bisa kita undang ke sini dan bersedia, maka akan lebih banyak lagi anak yang bisa kita latih,” ungkap Risma. Menurutnya, hal ini merupakan salah satu bentuk investasi jangka panjang, khususnya di bidang sepakbola. Karena itu, Risma optimistis investasi ini bisa membuahkan hasil. “Saya percaya sangat yakin, kalau kita konsisten maka suatu saat anak Surabaya yang punya bakat dan serius di sepakbola akan bisa naik,” ujarnya. Sementara itu, pelatih Tranmere Rovers Daniel O’Donell berterima kasih karena disambut baik oleh Wali Kota Surabaya. “Kali ini kami ingin memberikan sedikit pelatihan untuk anak-anak di Surabaya. Selain itu hal ini tentunya untuk meningkatkan hubungan sister city antara Surabaya dan Liverpool serta antara Transmere Rovers dengan Surabaya,” kata Daniel. Menurut Daniel, Risma memiliki rencana yang bagus untuk masa depan sepakbola di Surabaya. Bahkan, ia berharap ingin menjadi bagian dalam perkembangan sepakbola di Surabaya dengan memberikan pelatihan untuk para pelatih dan pemain dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Jelang Hadapi Sheffield, Duet Bagus-Rafli Semakin Padu

Bagus-Rafli semakin padu di Garuda Select

Jakarta, 9 Februari 2020 – Garuda Select angkatan kedua tengah dalam persiapan menghadapi laga uji coba berikutnya setelah sebelumnya meladeni jamuan tuan rumah QPR U18, Selasa (4/2). Pertandingan pertama pasca kembali ke Inggris itu diwarnai hujan gol dengan skor 8-5 untuk QPR. Meski takluk dari sisi skor, Garuda Select berhasil memberi perlawanan sengit dan menorehkan lima gol lewat permainan apik. Dua nama yang paling menonjol di laga itu adalah Bagus Kahfi dan Rafli Asrul. Keduanya terlibat dalam seluruh gol yang diciptakan anak asuh Dennis Wise dan Des Walker. Bagus mencatat sejarah dengan menjadi pemain Garuda Select pertama di season kali ini yang sukses mencatatkan quat-trick alias empat gol dalam satu pertandingan. Ketajaman striker kelahiran 16 Januari 2002 itu tengah memuncak. Dalam tujuh laga uji coba terakhir, Bagus hanya absen mencetak gol di dua laga. Sementara itu sang kompatriot, Rafli, juga tak kalah mentereng. Sumbangsih satu gol dan dua assist juga menjadikannya salah satu protagonis dalam laga tersebut. Selain urusan mencetak gol, pemain milik PSM Makassar U16 itu juga membuktikan kepiawaiannya dalam hal memberi assist. Kedua pemain kini menduduki posisi puncak daftar pencetak gol Garuda Select. Namun, mereka enggan memuji diri sendiri dan lebih mengedepankan tim. “Performa saya tidak lepas dari usaha tim secara keseluruhan. Berkat mereka, saya mampu mencetak empat gol. Kita kerja keras dan berjuang bersama,” ujar Bagus kepada Mola TV. Menyambut laga uji coba selanjutnya, Bagus juga menyebut targetnya untuk mempertahankan penampilan apik seperti yang dipertontonkan di laga terakhir. “Lawan Sheffield nanti, kami ingin menerapkan permainan kami seperti di babak kedua ketika menghadapi QPR,” tambah saudara kembar Bagas Kaffa itu. Dalam tiga hari mendatang, Garuda Select akan menghadapi lawan berikutnya, yakni Sheffield United U18. Pertandingan rencananya akan digelar di Lapangan Birmingham County FA, Ray Hall Lane, Birmingham. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

David Maulana dan Fajar Fathur Rahman Belum Tergantikan

Jakarta, 7 Februari 2020 – Direktur Teknik Garuda Select, Dennis Wise, pernah mengungkapkan bahwa tujuannya memanggil sejumlah pemain dari generasi pertama untuk kembali bergabung adalah untuk meningkatkan level permainan. Setelah melewati beberapa pertandingan, hasilnya sudah mulai terlihat. Kepercayaan diri para pemain Garuda Select semakin meningkat dan cenderung menguasai permainan. Torino digilas 3-0, serta Juventus dan Internazionale yang dibuat kesulitan, menjadi salah satu sinyal bahwa Dennis Wise mulai sedikit menemukan kerangka bermain yang jelas bagi tim binaannya ini. Jika melihat catatan durasi bermain para pemain, Fajar Fathur Rahman dan David Maulana menjadi yang paling konsisten sejak kembalinya mereka berdua pada Desember 2019. Sejauh ini memang belum ada pemain yang diplot menggantikan mereka di tengah jalan dalam satu pertandingan pun. Sejak kedua pemain ini bergabung kembali, tidak ada pemain yang mencatatkan menit bermain lebih banyak dari mereka dengan 590 menit. Kedua pemain ini selalu dipercaya bermain penuh dalam pertandingan menghadapi Cheltenham, Swindon, Torino, Juventus, Internazionale, Como, hingga QPR. Sebuah sinyal yang menandakan bahwa David dan Fajar menjadi pemain yang selalu mampu menjawab kebutuhan pelatih. Dennis Wise pernah berujar tentang peningkatan grafik permainan yang ditunjukan David. “David mengalami perkembangan yang luar biasa sejak kembalinya ke tim ini. Ia juga mampu membawa pengaruh positif bagi pemain lain,” kata mantan pemain Chelsea tersebut. Sementara itu, Pelatih Kepala Garuda Select, Des Walker, punya kesan tersendiri terhadap Fajar. “Ia tahu kapan saatnya berlari, kapan menghemat tenaga, dan menyerang. Tetapi, satu hal pasti ia harus kembali ke posisinya begitu lawan mendapatkan bola,” kata Des Walker. Agenda selanjutnya Garuda Select datang dalam wujud Sheffield United pada Rabu (12/2). Jika tetap sesuai rencana awal, pertandingan akan berlangsung di Lapangan Birmingham County FA, Ray Hall Lane, Birmingham. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Pelatih QPR Kagumi Agresivitas Garuda Select

Jakarta, 7 Februari 2020 – Garuda Select belum meraih hasil maksimal ketika bertandang ke markas Queens Park Rangers U18 di QPR Training Center, Crane Lodge Road, London pada Selasa (4/2). Meski demikian, permainan tim asuhan Dennis Wise dan Des Walker, tetap mendapat pujian dari pelatih tim lawan, Paul Furlong. Menurut Furlong, permainan Garuda Select sangat mengejutkan, terutama pada babak kedua ketika empat gol bersarang di gawang anak asuhnya. Sementara itu, QPR hanya mampu menjaringkan dua gol sepanjang  paruh kedua permainan. “Kami memang sempat unggul lima gol pada babak pertama, namun saya tekankan kepada pemain untuk tetap waspada. Benar saja, Garuda Select lebih mendominasi penguasaan bola pada babak kedua. Memang itu yang mereka inginkan sejak awal,” ucapnya kepada Mola TV setelah pertandingan. Hasil ini membuat Garuda Select belum berhasil mengulang catatan pada pertemuan pertama ketika mereka menang 4-0 atas QPR. Namun, Furlong menekankan bahwa dirinya sama sekali tidak terpikir hasil ini menjadi pembalasan dendam tahun lalu. “Ini bukan ajang balas dendam. Saya hanya ingin memberikan lawan tanding yang bagus untuk para pemain. Saya tahu sejak awal mereka akan berbahaya dan Anda bisa lihat sendiri seperti apa mereka di babak kedua. Garuda Select tampil mengerikan. Kami senang bisa bertanding melawan mereka,” katanya. Kelima gol Garuda Select tercipta lewat quat-trick Bagus Kahfi, serta tambahan satu gol oleh Rafli Asrul. Hasil ini menjadi bekal yang cukup untuk menyambut laga selanjutnya menghadapi Sheffield United U18 di Lapangan Birmingham County FA, pada Rabu (12/2). Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Dennis Wise Matangkan Skema Baru Jelang Duel Garuda Select VS QPR U18

Depan: Rafli Asrul (dribel), Arjuna Agung Belakang: Nando Pamungkas, Dodi Irawan

Jakarta, 4 Februari 2020 – Garuda Select akan kembali memulai kiprahnya di Inggris. Kali ini, lawan yang akan dihadapi adalah Queens Park Rangers U18, pada Selasa (4/2), di QPR Academy, Crane Lodge Road, Cranford, London. Latihan bertahap langsung diterapkan oleh tim pelatih untuk memaksimalkan waktu persiapan para pemain. Dennis Wise selaku Direktur Teknik Garuda Select, menuturkan, ia sedang fokus membenahi pergerakan pemain ketika bertahan dalam mengantisipasi bola mati lawan. Salah satunya adalah menerapkan garis pertahanan yang tinggi. “Diperlukan pengertian dan keberanian yang tinggi di dalam tim untuk bisa memaksimalkan skema ini. Ini hal baru untuk dipelajari oleh para pemain dan saya ingin mereka melakukannya,” ucap Dennis Wise kepada Mola TV. Selama di Italia, Garuda Select kemasukan lima gol ketika menghadapi dua tim kuat, Juventus dan Internazionale. Sementara saat melawan Torino dan Como, tim berhasil mencatatkan clean sheets. Garuda Select punya rekor bagus ketika menghadapi Queens Park Rangers. Tahun lalu, Bagus Kahfi dkk. menang empat gol tanpa balas di London. Meski demikian, Wise tidak ingin anak asuhnya terlena. “Kami akan menghadapi QPR dan yang harus diperhatikan adalah tim saat ini berbeda dengan tahun lalu. Hasil pertadingan nanti berada di tangan kami. Apakah mengulangi hasil tahun lalu atau tidak. Lagi-lagi lini pertahanan mendapatkan perhatian khusus,” katanya. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Potensi Pemain Garuda Select Berkarier Di Eropa, Bagus Inginkan Akhir Manis Di Italia

Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri

Jakarta, 24 Januari 2020 – Garuda Select angkatan kedua telah melengkapi tiga dari empat laga uji coba yang dijadwalkan di Italia. Hasil yang diraih yakni menang telak atas Torino U17 (dengan skor 3-0), kalah tipis melawan Juventus U17 (1-2), serta kejar-mengejar angka dalam pertandingan sengit kontra Internazionale U17 (2-3). Menanggapi hasil yang didapat selama beberapa uji coba terakhir, Direktur Teknik Garuda Select, Dennis Wise, mengaku puas melihat perkembangan setiap pemain secara umum. Meski mengalami dua kekalahan, eks pemain Chelsea itu melihat banyak kemajuan baik dari segi pemahaman taktik, hingga koordinasi di lapangan. Bahkan, sejak awal Wise sudah melihat potensi dan bakat anak didiknya. Ia pun tak ragu memberi jawaban positif ketika diberi pertanyaan terkait potensi skuadnya berkarier di klub Eropa. “Beberapa pemain punya bakat yang cukup untuk bermain di Eropa. Memang tidak semua. Namun beberapa dari mereka, saya yakin masih bisa dipoles menjadi lebih baik lagi. Kalau soal main di Eropa, memang itu tujuan kami,” ujar Wise dalam sesi Q&A di akun media sosial Garuda Select (@programgarudaselect). “Pemain-pemain seperti Bagus (Kahfi), Brylian (Aldama), Rafli (Asrul), dan David (Maulana), sejauh ini punya standar bagus. Indonesia punya banyak bakat hebat. Masalahnya hanya beberapa pemain yang kami ambil di sini. Saya rasa kita harus menemukan bakat-bakat lain di daerah terpencil. Jadi, masih ada kesempatan lebih besar bagi anak-anak Indonesia untuk belajar sepak bola,” tambahnya. Anak asuh Wise dan Des Walker kini tengah dalam persiapan menyambut laga keempat menghadapi Como U17. Pertandingan yang rencananya akan berlangsung di SNEF Lambrone Sport Center, Senin (27/1), akan menjadi laga penutup di Negeri Pizza. Penyerang Garuda Select, Bagus Kahfi, masih belum menyerah untuk kembali meraih hasil positif dalam agenda tur Italia di awal tahun ini. Agenda terdekat tim yang diarsiteki Dennis Wise selaku direktur teknik dan Des Walker sebagai pelatih kepala itu adalah menghadapi Como U17 di SNEF Lambrone Sport Center, Como pada Senin (27/1) waktu setempat. Bagus tidak asal pasang target. Catatan pribadinya memang menunjukkan demikian karena sepanjang tiga pertandingan ia lakoni di selama Italia, tiga gol berhasil dicetaknya. Mulai dari melawan Torino U17, Juventus U17, dan Internazionale U17. Dengan performa yang sedang meningkat, bukan tidak mungkin pemain kelahiran Magelang tersebut bisa menutup perjalanannya di Negeri Pizza dengan mencetak setidaknya satu gol lagi. Meski demikian, Bagus tetap menunggu keputusan pelatih soal pemain yang akan diturunkan. “Pertandingan melawan Como itu laga terakhir di Italia. Semoga kami bisa meraih kemenangan. Siapa pun yang akan tampil nantinya, semoga tetap bisa mengerahkan kemampuan 100 persen,” ucapnya kepada Mola TV. Kabar menggembirakan datang dari Bagus di awal tahun ini. Bersama Brylian Aldama, ia dipercaya untuk menjalani latihan dengan tim utama Como beberapa waktu lalu. Menurutnya, kesempatan itu membuatnya optimistis menatap laga-laga selanjutanya bersama skuad Garuda Select. “Senang dan bangga sempat berlatih bersama tim senior Como, bagi kami tentu hal ini menambah kepercayaan,” tuturnya lagi. Como tidak bisa dipandang remeh. Meski namanya tidak sementereng Juventus atau Inter, mereka pernah memproduksi pemain-pemain top Italia, bahkan dunia. Salah satunya ada Gianluca Zambrotta yang namanya berkibar di Juventus, Barcelona, dan AC Milan. Bahkan meraih trofi Piala Dunia 2006 bersama timnas Italia. Selain itu masih ada Marco Tardelli, pemain timnas Italia di era 70 dan 80-an yang juga pernah mengangkat trofi Piala Dunia pada 1982. Agenda pertandingan menghadapi Como U17 merupakan yang terakhir di Italia. Garuda Select akan kembali ke Inggris pada Selasa (28/1) atau tepat satu hari setelah laga. Jadwal selanjutnya adalah menghadapi Queens Park Ranger pada Selasa (4/2) yang sejauh ini direncanakan berlangsung di Queens Park Rangers FC Training Ground. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Garuda Select Tunjukkan Grafik Meningkat Di Laga Melawan Internazionale U-17

Bagus kahfi kehilangan fokus saat menghadapi 3 pemain inter U-17

Jakarta, 22 Januari 2020 – Garuda Select masih belum meraih kemenangan ketika bertandang ke markas Internazionale U-17 di Sunning Development Center, Milan pada Rabu (22/1). Meski demikian, tim racikan Dennis Wise dan Des Walker terlihat memperbaiki kekurangan dari pertandingan sebelumnya melawan Juventus. Lengkapnya poros lini tengah David Maulana, Rafli Asrul, dan Brylian Aldama secara tidak langsung membuat transisi permainan Garuda Select kembali seimbang. Pada laga sebelumnya melawan Juventus, Brylian harus absen sehingga agak sedikit mengubah keseimbangan di sektor tengah. Garuda Select sempat lengah mengantisipasi pergerakan Gabriele Menegatti ketika laga baru bergulir delapan menit. Akibatnya, pemain bernomor punggung tujuh tersebut mampu mengoyak jala Yogi Hermawan. Namun, setelah itu, Garuda Select dengan cepat kembali menguasai ritme permainan. Kran gol Bagus Kahfi sejak berada di Italia belum terhenti. Ia kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-35. Empat menit berselang, giliran Ferdiansyah yang membalikkan kedudukan sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1. Babak kedua dimulai, Inter langsung melancarkan serangan cepat yang membuat barisan belakang Garuda Select hilang konsentrasi. Tuan rumah mencetak gol penyama kedudukan lewat Tommaso Clerici, dua menit paruh kedua berjalan. Inter kembali unggul 3-2 berkat gol Andrea Cappadonna hingga pertandingan selesai. Setelah pertandingan, salah satu pencetak gol Garuda Select, Bagus Kahfi, menuturkan timnya sudah bekerja maksimal. Selain itu, pertahanan Inter cukup stabil meski berkali-kali digempur sepanjang pertandingan. “Bek mereka bermain lebih disiplin. Kami cukup kesulitan meski mampu mencetak dua gol. Itulah sepak bola, tidak ada yang tahu hasil akhir akan seperti apa. Kami mampu mengimbangi, tetapi mereka tetap unggul hari ini,” papar Bagus. Garuda Select harus segera memulihkan kebugaran. Lima hari mendatang, Bagus Kahfi dkk. sudah ditunggu Como U-17 di Lapangan SNEF Lambrone Sport Center pada Senin, 27 Januari 2020.

Garuda Select Sudah Kantongi Kekuatan Inter U-17

Bagus Kahfi melakukan tendangan saat melawan Inter U-17.

Jakarta, 22 Januari 2020 – Garuda Select meraih dua hasil berbeda dari dua laga selama rangkaian tur Italia di awal tahun ini. Sempat menang besar kala menghadapi Torino, Bagus Kahfi dkk. menyerah 1-2 karena tendangan penalti saat melawan Juventus. Malam nanti, Garuda Select akan kembali menyambangi markas tim Italia lainnya. Kali ini, lawan yang akan dihadapi adalah Internazionale U-17. Evaluasi sudah barang tentu dilakukan oleh seluruh jajaran tim, mulai dari pemain hingga pelatih. Grafik permainan yang perlahan tapi pasti meningkat tentu harus dibarengi dengan hasil maksimal pula. Tim pelatih memastikan sudah mengantongi kekuatan Inter yang harus diwasapdai oleh para pemain. “Agak berbeda dengan Juventus, pemain Inter lebih menggunakan pendekatan fisik. Mereka juga lebih cenderung memperagakan umpan langsung ke depan dan lebih berani dalam berduel. Tentu para pemain harus siap,” kata Asisten Pelatih Garuda Select, Danny Holmes. Secara keseluruhan, Garuda Select tidak bermain buruk saat menghadapi Juventus. Beberapa kali pergerakan dengan atau tanpa bola Bagus Kahfi dkk. terlihat merepotkan barisan bertahan tim lawan. Tuan rumah bahkan membutuhkan dua kali hadiah penalti untuk meraih kemenangan. Meski demikian, kekalahan dari Juventus memberikan banyak pelajaran berharga bagi para pemain Garuda Select. Danny berharap para pemain bisa berkaca dari pertandingan melawan Juve, untuk tampil maksimal kala menghadapi Inter. “Kami sudah mengantisipasi beberapa hal untuk pertandingan melawan Inter. Semoga kami tidak mudah kehilangan bola seperti pertandingan sebelumnya dan mendapatkan hasil yang diinginkan,” ucap Holmes. Dua pemain Garuda Select, Bagus Kahfi dan Fajar Fathurrahman, juga sudah melupakan hasil melawan Juventus. Saat ini, fokus mereka hanya tertuju untuk Inter. “Pertandingan melawan Inter kami harus fokus dan konsentrasi. Kami siap belajar banyak di pertandingan nanti,” kata Bagus. “Inter U-17 saat ini berada di peringkat pertama liga. Kemampuan teknik mereka mungkin sama dengan Juventus, tapi secara taktik dan mental bisa jadi lebih baik,” Fajar menambahkan. Pertandingan melawan Inter U-17 akan berlangsung di Sunning Youth Development Center, Milan, pada Rabu (22/1) malam. Laga nanti akan disiarkan langsung oleh Mola TV pukul 21:00 WIB. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Para Pemain Alami Banyak Perkembangan Sejak Gabung Garuda Select

Edgard Amping dan Arsa Ahmad bersyukur ia telah menjalani uji coba dengan tim Inggris dan Italia.

Jakarta, 19 Januari 2020 – Garuda Select sudah berlatih sekitar empat bulan. Para pemain merasakan banyak perkembangan selama mengikuti program yang dilatih duet Des Walker dan Dennis Wise ini. Pemain belakang Garuda Select, Edgard Amping bersyukur ia telah menjalani uji coba dengan tim Inggris dan Italia. Ia jadi merasakan pengalaman menghadapi lawan dengan teknik bagus seperti tim Italia dan lawan yang mengandalkan fisik layaknya tim Inggris. “Kalau soal perkembangan selama empat bulan cukup banyak. Mulai dari teknik, visi bermain, kerja sama tim, dan komunikasi,” ucap Edgard. Sementara Arsa Ahmad merasakan perkembangan dari sisi fisik. Ini merupakan faktor penting bagi setiap pemain untuk bermain konstan selama 90 menit. “Yang paling penting sih perkembangan fisik karena kami di sini ditempa fisik. Setiap tiga kali seminggu kami latihan gim,” ujar Arsa. Skuad Garuda Select terdekat akan menghadapi Inter Milan. Laga ini dijadwalkan pada tanggal 22 Januari. Penampilan Garuda Select di setiap pertandingan dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Demi Kompetisi EPA 2020, Klub Liga 1 dan PSSI Tidak Menghargai SSB, DIKLAT SB & AKADEMI SB.

PSSI

Menjelang bergulirnya Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 PSSI U-16. U-18, dan U-20 tahun 2020, kini banyak beredar iklan lewat media sosial tentang seleksi terbuka yang dilakukan oleh berbagai klub Liga 1 PSSI. Yang lebih memprihatinkan adalah, iklan-iklan tersebut ditujukan untuk mencari pemain dari berbagai daerah, untuk di ambil sebagai pemain klub bersangkutan, dengan cara registrasi secara online. Iklan pun di share terbuka melalui instagram dan medsos lain secara resmi oleh klub-klub pencari pemain. Luar biasanya setiap pemain yang akan ikut seleksi terbuka, dipungut biaya. Ada yang dalam iklan menyampaikan pemain asal daerah dari klub berdomisili gratis, namun pemain dari luar daerah membayar. Ada yang memungut biaya tiga ratus ribu rupiah, ada yang memungut biaya dua ratus ribu rupiah per pemain. Namun, panitia seleksi dari klub-klub tersebut juga secara resmi mengumumkan bahwa seleksi dibatasi hingga ratusan pemain. Ini cara-cara tak “sopan” klub liga 1, mencari pemain gratisan, juga mencari “recehan” dari orangtua pemain. Sungguh memalukan. Lalu, siapa sasaran pemain seleksi yang diincar para klub Liga 1 tersebut? Jelas anak-anak yang selama ini sudah dibina oleh Sekolah Sepak Bola (SSB) atau Akademi Sepak Bola (ASB) atau Diklat Sepak Bola (DSB) yang sudah terlebih dahulu menjadi pembina secara resmi. Cara-cara yang kini dilakukan oleh klub-klub Liga 1 demi memiliki pemain untuk kompetisi EPA U-16, U-18, dan U-20 secara gratisan, tanpa membina pemain, bahkan saat melakukan seleksi terbuka juga memungut biaya, sungguh menciderai sportivitas pembinaan sepak bola akar rumput (usia dini dan muda). Dari regulasi PSSI sendiri, klub-klub peserta Liga 1, wajib memenuhi syarat bahwa pemain EPA setiap klub wajib menjadi pemilik klub, dan saat merekrut pemain dengan seleksi terbuka atau tak terbuka, pemain dari SSB atau ASB atau DSB yang terpilih harus minta Surar Keluar dari SSB atau ASB atau DSB bersangkutan. Memang tidak semua klub liga 1 melakukan cara-cara “picik” merekrut pemain tanpa membina, ada juga Klub liga 1 yang memang sudah memiliki pemain binaan sendiri.

Kunci Penampilan Apik Bagus Kahfi Saat Hadapi Juventus

Pemain Garuda Select bernomor punggung 10, Bagus Kahfi

Jakarta, 18 Januari 2020 – Juventus U-17 hanya mampu mencetak gol lewat eksekusi penalti ketika menang 2-1 atas Garuda Select di Juventus Training Center, Vinovo, pada Kamis (16/1) waktu setempat. Tim tuan rumah juga cukup kerepotan menghadapi permainan skuad arahan Des Walker yang kerap mengandalkan umpan panjang. Secara keseluruhan, tidak ada penurunan performa signifikan dari Garuda Select jika dibandingkan dengan laga melawan Torino U-17 pekan lalu. Bagus Kahfi masih menjadi andalan di garis depan, dengan ditopang David Maulana dan Rafli Asrul dari sektor tengah. Meski demikian, beberapa hal masih harus diperbaiki. Setelah pertandingan, Bagus mengakui bahwa tidak mudah menghadapi Juventus U-17. Jika harus membandingkannya dengan tim-tim di Inggris, tentu ada perbedaan mencolok. “Tim Italia lebih ketat dalam bertahan dibandingkan tim-tim Inggris. Kalau di Inggris, masih ada sedikit celah di lini belakang, sementara Italia benar-benar ketat. Contohnya Juventus ini, makanya ketika mendapatkan kesempatan, saya harus memaksimalkannya,” tutur Bagus selepas laga kepada Mola TV. Bagi Bagus, gol tersebut menjadi yang ketiga sejak kembali bergabung dengan skuad Garuda Select pada Desember 2019. Pada laga pertandingan melawan Torino pekan lalu, pemain kelahiran Magelang tersebut juga mengemas satu gol. Sementara itu, satu gol lainnya dicetak kala menghadapi Swindon Town di Lapangan Birmingham County FA. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Tantangan Garuda Select Hadapi Gaya Main Berbeda di Inggris dan Italia

Pendapat Arsa Ahmad mengenai perbedaan permainan Inggris dan Italia

Jakarta, 19 Januari 2020 – Garuda Select mengenyam latihan dan bertanding melawan tim-tim Inggris dan Italia. Tim asuhan duet Des Walker dan Dennis Wise ini harus cepat beradaptasi melawan tim dengan gaya main berbeda. Setelah berlatih dua bulan di Inggris, Garuda Select melanjutkan latihan di Como, Italia. Terdekat, Garuda Select akan melawan Inter Milan di tanggal 22 Januari. “Soal perbedaan Inggris dan Italia ada perbedaannya tapi tidak terlalu banyak. Permainan di Italia lebih fokus ke teknik mereka bermain build-up dari bawah bisa sampai ke depan dengan baik,” ucap bek kiri Garuda Select, Edgard Amping. Sementara itu, menurut Arsa Ahmad anak-anak Inggris lebih fokus kepada fisik. Sangat banyak benturan badan di setiap pertandingan yang dijalani. “Kalau Inggris itu lebih banyak tentang fisiknya. Adu fisiknya, tentang benturan badan, otot-otot semua, kalau di Inggris seperti itu,” ujar Arsa. Bagi Arsa, lawan-lawan di Inggris dan Italia sama-sama sulit. Para pemain harus bisa beradaptasi dengan cepat untuk bisa mengalahkan lawan dengan karakter berbeda. “Sama-sama sulit kalau yang satu lebih sulit di faktor bagian fisik, yang satu lagi bagus di bagian teknik,” lanjut Arsa.

Persija Resmi Umumkan Pelatih Baru, Bepe Siap Bantu Sergio Farias

Persija Jakarta menunjuk Sergio Farias sebagai Pelatih musim 2020.

Jakarta -Sergio Farias resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Persija Jakarta. Proses perkenalan pelatih berkebangsaan Brasil itu berlangsung di Elite Club Epicentrum, Setiabudi, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Salah satu alasan dirinya menerima pinangan Macan Kemayoran adalah mencari tantangan baru. Tim Ibu Kota ini merupakan klub bersejarah dan memiliki basis suporter yang besar, sehingga Ia tertantang untuk memberikan gelar di Persija. “Saya pernah di Asia dan saya dapat undangan dari Persija. Ini tantangan besar serta level pekerjaan yang bagus. Apalagi saya pernah juara Liga Champions tapi sudah lama sekarang saya butuh tantangan baru,” ujar Sergio. “Ditambah lagi tim ini tim besar banyak suporter dan sangat fanatik. Jadi saya akan berikan yang terbaik buat Persija,” tambahnya. Rencananya selama di Persija baru dibantu dua asisten pelatih. Dua asisten pelatih yakni Stefano selaku asisten pelatih dan Rodrigo Pellegrino selaku pelatih fisik sekaligus analis. Keduanya juga sudah dikenalkan di depan awak media. “Kami sebelum ini sudah mencari tahu soal Persija baik itu melalui online maupun beberapa pelatih Brasil yang sebelumnya melatih di Indonesia. Intinya saya akan bertahap dan menganalisis agar nantinya bisa membangun tim ini menjadi baik sekaligus bisa meraih juara,” tutupnya. PERSIJA TUNJUK BEPE JADI MANAJER TIM Bambang Pamungkas telah dipastikan mengemban tugas baru di Persija Jakarta selepas pensiun. Ia resmi ditunjuk sebagai manajer tim untuk musim depan. Pengumuman ini disampaikan di Elite Club Epicentrum, Setiabudi, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Tugas utama pria yang akrab disapa Bepe yakni membantu tim pelatih mengelola tim di dalam maupun luar lapangan. Ia mengaku akan tetap bekerja sama dengan Marsma TNI, Ardhi Tjahjoko, yang mendapatkan jabatan baru sebagai pembina tim. “Sekali lagi saya diperkenalkan secara resmi sebagai manajer Persija. Ini bukan peran baru untuk saya. Yang pasti, saya dan Pak Ardhi akan sama-sama membantu tim pelatih dan menyediakan hal yang dia perlukan untuk menjalani roda tim ini,” kata Bepe. “Sekali lagi tidak ada pengurangan orang di manajemen tim, tapi diperkuat. Saya melengkapi. Saya dan Pak Ardhi menjadi kepanjangan presiden tim,” tambahnya. Lebih lanjut Ia juga menegaskan tidak akan mengintervensi ke arah teknikal. Pasalnya wewenang ini sepenuhnya dipegang Sergio Farias sebagai pelatih kepala. “Saya sudah lama di tim ini. Sudah mengenal tim ini. Saya mempercepat pengenalan pelatih kepala ke tim ini, misal soal budaya dan lain-lain. Tapi kami tak akan mencampuri area teknis pelatih,” imbuh eks striker Timnas Indonesia itu.

Beri Perlawanan Sengit, Edgard Amping Dapat Pelajaran Berharga Dari Juventus U-17

Garuda Select menjalani partai uji coba keduanya dengan menghadapi Juventus U-17 di Juventus Training Center, Vinovo, Turin. Laga yang digelar pada Kamis (16/1), berakhir dengan skor tipis 2-1 untuk keunggulan tuan rumah. Des Walker menurunkan skuad yang hampir sama dengan pertandingan sebelumnya. Perubahan praktis hanya terletak di lini tengah. Bramdani yang di laga kontra Torino mengisi lini tengah bersama Rafli Asrul dan David Maulana, kini digantikan oleh Fernando. Berbeda dari laga melawan Torino, kali ini lini tengah lebih didominasi oleh Juventus. Barisan pertahanan yang digalang Dodi Irawan dan Renaldi menerima serangan demi serangan I Bianconeri. Garuda Select akhirnya mampu keluar dari tekanan dan mendapat peluang emas di menit ke-14 melalui Bagus Kahfi. Sayang, sepakan pemain yang tengah merayakan hari ulang tahunnya itu masih bisa ditepis Simone Scaglia. Juventus mendapat hadiah penalti di menit ke-19 setelah Dodi menjatuhkan Nicolo’ Turco di kotak terlarang. Turco yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan peluang untuk mengubah skor menjadi 1-0. Dua menit berselang, Bagus akhirnya mewujudkan angan untuk mencetak gol di hari jadinya. Mendapat umpan terobosan matang dari Subhan Fajri, Bagus dengan tenang melewati penjaga gawang dan melesakkan bola. Skor imbang bertahan hingga turun minum. Di awal babak kedua, Walker tidak melakukan banyak perubahan. Hanya Yogi Hermawan yang digantikan Risky Sudirman di bawah mistar. Debut Risky – yang sejatinya merupakan kiper Garuda Select angkatan pertama – harus ‘ternoda’ ketika Juventus kembali mendapat penalti di menit ke-48. Luis Hasa yang mendapat giliran menjadi eksekutor membawa timnya kembali unggul 2-1. Gol kedua Juventus membuat Garuda Select menambah kedalaman di lini tengah, sekaligus mempertajam di lini depan. Walker memasukkan Dika Kuswardani dan Alfriyanto Nico menggantikan Bramdani dan Subhan Fajri. Garuda Select terus berupaya untuk kembali menyamakan kedudukan. Beberapa kali peluang dihasilkan oleh Rafli, Bagus, hingga Renaldi yang sempat terjebak off-side. Namun, tak ada lagi gol tambahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Meski menelan kekalahan, tidak ada penyesalan yang terlihat di wajah para pemain Garuda Select. Para pemain tetap meninggalkan lapangan dengan kepala tegak karena mereka sadar, banyak pelajaran yang bisa diambil dari pertandingan ini. Salah satu pemain yang mengakuinya ada Edgard Amping, bek kiri asal Mamuju, Sulawesi Barat. “Ada pelajaran penting yang bisa kami ambil dari pertandingan ini. Kami sudah berusaha maksimal, meskipun memang hasil belum memihak,” katanya setelah pertandingan kepada Mola TV. Edgard, yang diberi kesempatan bermain penuh, bergerak dengan sigap di sektor kiri pertahanan Garuda Select. Sambil sesekali, dengan kecepatannya, ia merangsek ke depan untuk membantu serangan. Konsistensi Edgard di sisi kiri permainan Garuda Select masih sulit tergantikan. Sejauh 11 pertandingan yang sudah dijalani pada musim kedua ini, ia tidak pernah absen sekali pun meski tak selalu bermain penuh. Delapan pertandingan dia dimainkan sejak awal hingga akhir, dua masuk sebagai pemain pengganti, dan sekali ditarik keluar pada babak kedua. Meski harus mengakui keunggulan Juventus, Asisten Pelatih Garuda Select, Danny Holmes, mengaku bangga dengan performa yang ditampilkan anak asuhnya. “Pertandingan berjalan bagus. Banyak pelajaran dari permainan tim Italia seperti possession, bertahan dalam, counter. Kami mampu membuat beberapa peluang dan gol yang bagus. Para pemain tetap bersemangat sejak awal,” jelas Holmes kepada Mola TV. Dengan tuntasnya pertandingan ini, Garuda Select sudah melewati dua laga uji coba di Italia. Bagus dan kawan-kawan selanjutnya akan mempersiapkan diri menyambut laga berikutnya yakni menghadapi Internazionale U-17 (22/1) dan Como U-17 (28/1).