PSSI: Timnas U-16 akan TC di Bekasi bulan Juli 2020

Daftar pemain timnas U-16

Dalam persiapan untuk menghadapi Piala AFC U-16, 25 November – 12 Desember yang akan diadakan di Bahrain, PSSI mengumumkan TC untuk TImnas U-16 akan dilaksanakan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi dari tanggal 6-29 Juli 2020. Indonesia tergabung dalam Group D bersama Jepang, Arab Saudi dan Tiongkok. Dikutip dari situs resmi PSSI, pemusatan latihan (TC) Timnas U-16 ini akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Yunus Nusi, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal PSSI, Sesuai arahan Ketua Umum PSSI, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait agar TC ini berjalan dengan baik mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid19. Dinas Kesehatan dan juga Dinas Kepemudaan dan Olahraga kota Bekasi sudah memberi izin kepada pihak PSSI untuk melaksanakan TC di Stadion Patriot Candrabhaga. Pelatih Timnas U-16, Bima Sakti mengatakan bahwa berbagai menu latihan sudah disiapkan dan bila situasi sudah kondusif akan melakukan uji coba sesuai program yang sudah dibuat. Sejak April lalu, Timnas U-16 melakukan TC secara virtual untuk menjaga stamina. Berikut daftar Pemain Timnas U-16 di TC Bekasi 6-29 Juli 2020: 1. I Made Putra Kaicen – Bali United 2. Raka Octa Bernanda – PSS 3. Ahmad Rifai – Persita 4. Kadek Arel Priyatna – Bali United 5. Mochammad Aditya Rangga Saputra – Persebaya 6. Marcel Januar Putra – Bali United 7. Mikael Alfredo Tata – Persipura 8. Alexandro Felix Kamuru – Barito Putra 9. Fere Murarri – Bhayangkara FC 10. Muhammad Faqih Maulana – Bhayangkara FC 11. Aditya Daffa Al-Haqi – Barito Putra 12. Dimas Juliono Pamungkas – Persib 13. Resa Aditya Nugraha – Persija 14. Mochammad Faizal Shaifullah – Persela 15. Raka Cahyana Rizky – Persija 16. Marselino Ferdinan – Persebaya 17. Diandra Diaz Dewari – Persib 18. Ahmad Sthallah Araihan – SKO Ragunan 19. Ruy Arianto – Persebaya 20. Valeron – Persib 21. Wahyu Agong Drajat Mulyono – Persebaya 22. Krisna Budi Sulistia – Gabsis Sambas 23. Fiore Rafli Alifasyah Zainal – Persija 24. Vito Ramadyzky – Persikabo 25. Rholy Hizkia Gogaly – SKO Ragunan 26. Franciscus Valentino Amaral – PSIS

Anindya Bakrie Dan Oxford United, In Love With English Football

Anindya Bakrie Dan Oxford United, In Love With English Football

Jakarta, Dua pengusaha asal Indonesia Anindya Bakrie dan Emmanuel Wanandi menjadi pembicara dalam diskusi webinar yang digelar Britcham Indonesia bertajuk ‘In Love With English Football‘: Unique & Exclusive Insight. Diskusi untuk umum ini berlangsung Kamis 18 Juni 2020 yang dipandu moderator Chris Wren membahas ketertarikan dua investor asal Indonesia untuk berinvestasi di klub Liga Inggris. Anindya Bakrie merupakan pemilik klub Oxford United yang berkompetisi di League One Liga Inggris. Anin berinvestasi bersama Erick Thohir dan juga pengusaha asal Thailand, Sumrith Thanakarnjanasuth. Sedangkan Emmanuel L. Wanandi bersama Grup Santini merupakan investor di Klub League One lainnya yakni Tranmere Rovers. Pembicara lainnya adalah Mark Palios merupakan Chairman of Transmere Rover, klub League One Liga Inggris. Saat ini Oxford United dan Tranmere Rovers menjalani kompetisi League One Inggris, atau kompetisi divisi tiga Liga Inggris dibawah Premiere League dan Divisi Championship. Akibat pandemi Covid 19, EFL atau operator League One memutuskan memberhentikan liga dan tidak menyelesaikannya. AKhirnya Tranmere berada di peringkat 21 dan harus degradasi ke League Two, musim depan bersama dua tim lain Southend United dan Bolton Wanderes. Sedangkan Oxford United musim ini finis di peringkat empat dan akan menjalani babak play off, bersaing dengan tiga tim lain yakni Wycombe Wanderers, Fleetwood Town dan Porsmouth untuk berebut satu tiket promosi ke Divisi Championship. Oxford akan menjalani laga tandang dan melawan Porsmouth 3 dan 6 Juli 2020. Saat ditanya moderator alasan berinvestasi sepakbola di Inggris Anin menjelaskan. “Saya di dunia sepak bola mungkin hal baru, tapi bagi Keluarga Bakrie, ini bukan hal yang baru. Sudah lama Bakrie invest di sepak bola baik dalam maupun luar negeri. Bahkan Bakrie pernah investasi di Leicester City 2010-2012,” kata Anin. Ketika ditanya pilihannya Oxford United, bukan di klub Premiere League Anin mengatakan, “Karena kami ingin belajar step by step, berproses dari bawah dan alhamdulillah klub kami berpeluang promosi ke kompetisi kasta kedua yakni Divisi Championship, mohon doanya. Plus Brand Oxford sudah sangat terkenal dengan komunitas mahasiswa/guru sekitar 50,000, lokasi dekat dengan London, sejarah klub sudah lebih dari 130 tahun,” paparnya. “Berharap bersama teman saya Erick Thohir, yang sama-sama investasi di Oxford United, kami bisa menjadikan pengalaman dari Inggris untuk memajukan industri bola di Indonesia. Apalagi Erick juga berpengalaman di Inter Milan Italia dan DC United,” jelas Anin yang juga Ketua Umum PB PRSI. Lebih dari itu, lanjut Anin, Inggris adalah asal dari industrialisasi dan Kelompok Usaha Bakrie juga sudah lebih dari 78 tahun di dunia industri. Tentu akan banyak hal yang bisa saya pelajari, dan memang banyak peluang yang bisa diambil dari hubungan baik Indonesia dan Inggris.

Training Virtual Sejak Mei 2020, Sutan Diego Tetap Semangat

Sutan-Zico

Sejak 14 Mei 2020, Tim Nasional U-19 Indonesia di bawah manajer Shin Tae-yong sudah mengikuti training secara virtual bersama. Pandemi Covid-19 membuat timnas U-19 harus menyesuaikan diri supaya tetap fit dan berlatih secara maksimal. Di bulan Oktober 2020, laga Piala AFC U-19 yang diadakan di Uzbekistan sudah menunggu dan juga persiapan menuju Piala Dunia U-20 tahun 2021 yang harus tetap dilakukan. Dilansir dan situs resmi PSSI, Sutan Diego dan tim tetap bersemangat mengikuti setiap sesi yang diberikan pelatih. “Kami terus berlatih hampir setiap hari bersama teman-teman Timnas U-19. Pelatih memberikan berbagai variasi menu latihan dan kami menikmatinya,” kata Sutan Zico. Sutan pun menambahkan, “Yang terpenting saat ini bagaimana semuanya menjaga kesehatan serta disiplin berlatih. Kami juga menjaga asupan makanan dengan begitu kondisi kita dapat terjaga,” Sesi virtual training ini berlangsung setiap hari dari jam 09.00 – 10.00 WIB dan diikuti oleh 44 pemain. Timnas U-19 berhasil menjadi juara Group K dan masuk dalam Pot 2 dalam pengundian bersama Jepang, Australia dan Tajikistan. Tim Garuda Muda berpotensi untuk bertemu satu di antara 4 negara yang masuk dalam Pot 1 yang terdiri dari tim tuan rumah Uzbekistan, Arab Saudi, Korea Selatan dan Qatar. Jika sesuai rencana, pengundian akan dilakukan pada tanggal 18 Juni 2020 mendatang di Kuala Lumpur.

UEFA Foundation dan Arsenal Foundation membantu anak-anak di Indonesia

Yayasan UEFA untuk Anak-anak (UEFA Foundation for Children), bersama dengan Arsenal Foundation dan Save the Children berkolaborasi dalam sebuah proyek yang akan menguntungkan lebih dari 1.000 anak-anak di Jakarta serta merenovasi tujuh lapangan sepakbola.

UEFA Foundation for Children telah bekerja sama dengan Arsenal Foundation dan Save the Children untuk meningkatkan kondisi kehidupan anak-anak dan khususnya anak perempuan, di ibukota Indonesia, Jakarta. Ada jumlah besar anak-anak yang terpaksa mencari nafkah sejak usia muda sehingga tidak dapat masuk sekolah dan mendapat pendidikan. Sayangnya, beberapa diantara mereka mengalami kekerasan dan kondisi mereka berakhir dalam kemiskinan, dengan sedikit harapan untuk mengubah nasib mereka menjadi lebih baik. Pembinaan seumur hidup Arsenal Foundation, dalam kerja sama dengan Save the Children, telah mengembangkan program yang disebut Coaching for Life. Disampaikan secara eksklusif melalui sesi latihan sepakbola dan di lapangan, program ini menggabungkan keahlian Save the Children dalam perlindungan anak-anak dan pembangunan resiliensi mereka. Program Pembinaan Seumur Hidup ini bertujuan untuk mendukung anak perempuan di Indonesia dengan membangun keberanian dan kekuatan batin mereka melalui modul pelatihan yang inovatif untuk membantu mereka membela hak-hak mereka dan memerangi tantangan yang mereka hadapi, seperti bekerja sejak usia muda untuk memenuhi kebutuhan mereka, keluarga mereka, serta risiko pernikahan anak dan kehamilan dini. Pelatih sepak bola dari Arsenal FC sedang dibawa untuk membimbing pelatih sepak bola lokal dengan melakukan beberapa sesi pelatihan gabungan. Bersama dengan anak-anak, mereka mengeksplorasi tema seperti emosi, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Program ini juga membantu merenovasi tujuh lapangan sepakbola dalam rangka menyediakan untuk anak-anak tempat yang aman untuk bermain. Untuk memastikan warisan jangka panjang, para pelatih Arsenal akan membimbing 35 pelatih di Jakarta, dan sekitar 1.500 orang tua dan pengasuh juga akan berpartisipasi dalam program ini, yang akan meningkatkan kemampuan mereka untuk mendukung kesejahteraan anak-anak mereka. ketrampilan hidup yang utama Leah Williamson dari Arsenal telah melihat secara langsung dampak positif yang dimiliki proyek tersebut terhadap anak perempuan di Jakarta. Bek internasional Inggris ini mengunjungi ibu kota Indonesia pada tahun 2019 untuk memberikan pelajaran utama bagi anak perempuan yang terlibat dalam merintis program pelatihan sepakbola ini. “Anak perempuan di Jakarta ini menginspirasi saya dan telah membuat saya sangat bangga menjadi seorang wanita dan panutan bagi anak perempuan,” katanya. “Saya telah berada di Arsenal sejak berusia sembilan tahun dan sudah paham mengenai peran dan fungsi kami di dalam komunitas. Itu ada dalam DNA kami (sudah melekat pada diri kami). Kami semua mengerti keistimewaan menggunakan kekuatan dan nama klub untuk berbuat baik. Jika diterapkan dengan cara yang benar-benar istimewa, itu dapat digunakan untuk mencapai hal-hal yang luar biasa, seperti mengembangkan kepercayaan diri, ketangguhan, dan keterampilan-keterampilan hidup utama lain dalam kehidupan. “Meskipun tumbuh dewasa di London, Yordania atau Jakarta, sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang. Sungguh menakjubkan melihat bagaimana Pembinaan Seumur Hidup dibangun dalam kemitraan dengan Save the Children untuk menciptakan sesuatu yang begitu istimewa untuk menginspirasi para anak perempuan yang saya temui.” Sepak bola adalah alat yang ampuh Presiden UEFA Aleksander Čeferin memimpin dewan pengurus yayasan dan memuji pekerjaan yang dilakukan sejak 2015, dan bagaimana sepakbola terbukti menjadi kekuatan utama dalam kebaikan hubungan sosial. “Setelah memiliki kesempatan untuk terlibat secara pribadi dalam berbagai proyek, saya melihat bahwa sepakbola adalah alat yang sangat kuat,” kata presiden UEFA. “Meskipun di kamp-kamp pengungsi di seluruh dunia, pinggiran kota-kota Eropa yang bermasalah atau zona konflik yang terlupakan, semua kegiatan yang didukung oleh UEFA Foundation for Children telah memperkuat keinginan saya untuk melihat sepak bola Eropa mengambil perannya dalam pengembangan sosial kaum muda di seluruh dunia.” Satu juta anak Dalam lima tahun sejak UEFA Foundation for Children didirikan, sekitar satu juta anak telah mendapat manfaat dari palet kegiatannya yang luas di seluruh dunia, sementara itu Yayasan ini juga telah memberikan dukungan untuk proyek-proyek di 100 negara di lima benua. Melalui olahraga dan sepak bola khususnya, Yayasan ini membantu memberikan harapan kepada anak-anak dari latar belakang yang sulit untuk membantu mereka mencapai tujuan mereka dalam hidup. 

Rencana Pemain Muda Persija Setelah Lulus Dari SMA

Salah satu pemain muda Persija Jakarta, Salman Alfarid. (Sumber: Persija.id)

Jakarta- Salah satu pemain muda Persija Jakarta, Salman Alfarid tengah berbahagia karena baru saja diumumkan lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) secara online pada Sabtu (2/5) kemarin. Sebelumnya pemain yang memperkuat Persija U-20 ini tercatat sebagai siswa kelas XII SMA Diklat Ragunan, Jakarta. Penggawa Timnas U-19 ini pun bersyukur akhirnya bisa menyelesaikan pendidikannya. Meskipun di satu sisi sebagai seorang pesepakbola harus mampu membagi waktu antara pendidikan dan aktivitas sebagai atlet. “Alhamdulillah saya sudah dinyatakan lulus dari SMA. Setelah ini tentunya juga saya memiliki keinginan melanjutkan ke jenjang kuliah. Ini bisa jadi bekal untuk masa depan saya nantinya mengingat saya tidak selamanya di dunia sepakbola juga,” ujar Salman. Lebih lanjut pemain berposisi bek sayap kiri ini berencana masuk ke perguruan tinggi jurusan keolahragaan. Namun hingga kini Salman belum menentukan kampus mana yang ia pilih. Ia akan berusaha keras untuk bisa masuk universitas pilihannya. “Rencananya mau ambil jurusan keolahragaan. Saya ambil kuliah juga untuk menyeimbangkan kegiatan lain selain sepakbola. Akan tetapi saat ini sepakbola tetap jadi prioritas saya sambil kuliah,” tambahnya. Rencana sama juga diutarakan penggawa muda Persija lainnya, Braif Fatari. Braif sendiri juga dipastikan lulus sekolah tahun ini. “Iya Puji Tuhan saya lulus sekolah. Kini saya bisa fokus di sepakbola mengingat ketika saya sekolah fokus saya terbagi. Apalagi saat latihan pikiran saya selalu sekolah. Sekarang senang saya sudah lulus. Rencananya saya juga mau melanjutkan kuliah,” timpal Braif.

Serial Dream Chasers Garuda Select Dipesan Oleh Banyak Negara

Serial Dream Chasers Garuda Select

Jakarta, 20 April 2020 – Serial Dream Chasers Garuda Select hasil produksi Mola TV ternyata sukses menarik animo cukup besar dari para penonton. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di berbagai belahan dunia. Mola TV bekerja sama dengan Copa 90 untuk menyiarkan serial semi-dokumenter ini di luar Indonesia. Acara serial Dream Chasers Garuda Select bahkan telah dipesan oleh Belanda, Sipris, Dan beberapa negara lain. Beragam reaksi positif dari penonton luar tanah air bisa dilihat melalui kolom komentar di akun Youtube Copa 90. Penonton yang memberikan komennya berasal dari berbagai macam negara seperti Malaysia, Thailand, dan Australia. “Serial yang bagus. Suka menonton ini di Copa. Saya suporter Thailand, tapi juga mendukung saudara kami di Indonesia. Saya ingin melihat rival-rival kami di Asia Tenggara menjadi tim besar seperti Jepang dan Arab Saudi,” tulis akun Youtube, 11viya. “Sejujurnya saya orang Malaysia dan saya tidak percaya bahwa saya mendukung tim muda Indonesia. Namun, saya bangga melihat para pemain berjuang demi karier profesional mereka,” tambah akun Youtube, Alif Mukhtar. Pemain andalan Garuda Select, Amiruddin Bagus Kahfi juga banyak mendapat perhatian. Aksi Bagus memang kerap kali merepotkan lawan-lawan di mana pada musim kedua serial Dream Chasers, ia terpotret dengan nyata sebagai mesin gol Garuda Select. “Bagus sangat luar biasa,” tulis akun Youtube, darkp4nther. “Ingat nama Bagus,” tambah akun Youtube, SS Minnows Johnson. Serial Dream Chasers Garuda Select itu sendiri bercerita tentang kisah perjuangan anak-anak Indonesia yang mendapat kesempatan langka mengejar mimpi berkarier secara profesional di Eropa. Diasuh oleh duet berkarakter, Dennis Wise dan Des Walker, total 24 anak mendapat pelatihan dengan standar kelas dunia. Pada musim kedua, keseharian Skuad Garuda Select saat berlatih, bersantap makan, berjalan-jalan, hingga bertanding, bisa terus diikuti. Kali ini, perjalanan bahkan tidak hanya terbatas di Inggris, tapi juga di Italia. Nama-nama besar seperti Torino, Internazionale, hingga Juventus, sempat menjadi lawan David Maulana cs. di Italia, selain tentunya Sheffield United, dan Bournemouth di Inggris. Untuk di Indonesia Serial Dream Chasers Garuda Select ini bisa disaksikan di Mola TV melalui App atau web www.mola.tv, serta di TVRI.

Redam Covid-19, Liga Kompas Kacang Garuda U-14 Tunda Kompetisi

Striker SSB Siaga Pratama Chakra Satria Utama (kanan) berusaha mengangkat bola mengecoh bek SSB Big Stars Babek FA Rafi Azhar Mumtaza Ramadhani (kiri) dalam lanjutan Liga Kompas Kacang Garuda U-14 di Lapangan Sepakbola Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (20/10/2019). Laga antara Siaga Pratama melawan Big Stars Babek FA berakhir imbang dengan skor 1-1. Siaga Pratama saat ini berada pada urutan ke 6 peringkat klasemen. Sedangkan Big Stars FA berada pada peringkat ke 4 urutan klasemen. Sumber: KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO (RON) 20-10-2019

Liga Kompas Kacang Garuda U-14 musim ini dihentikan sementara selama dua pekan ke depan guna mencegah penyebaran Covid-19 yang kini menjadi pandemi. Pelaksanaan pekan ke-26 dan ke-27 ditunda sambil menunggu kondisi kembali kondusif. Direktur Liga KG Emilius Caesar Alexey menyatakan, pekan ke-26 yang seharusnya berlangsung pada Minggu (15/3/2020) dan pekan ke-27 pada Minggu depan di Stadion GOR Ciracas, Jakarta Timur, batal digelar. Langkah ini diambil menyusul imbauan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghentikan seluruh aktivitas di fasilitas publik di DKI, termasuk GOR Ciracas, selama 14 hari. Itu untuk membatasi penyebaran Covid-19. ”Liga Kompas memutuskan menunda (kompetisi) guna ikut mencegah penyebaran Covid-19. Terus bertambah banyaknya pasien positif Covid-19 menimbulkan pertanyaan seberapa luas penyebaran penyakit ini di tengah masyarakat?” ujar Emilius, Sabtu (14/3/2020), di Jakarta. Dengan menunda kompetisi, ujarnya, interaksi antarmanusia bisa dikurangi sehingga menekan potensi penularan virus. Penularan berisiko terjadi karena panitia tidak mengetahui riwayat perjalanan dan interaksi pemain, staf, ataupun orangtua pemain. Panitia  belum menentukan kapan kompetisi usia dini itu akan dimulai lagi. Mereka akan menimbang situasi dan kondisi pandemi Covid-19 pada dua pekan mendatang. Keputusan panitia itu didukung tim-tim peserta LKG. Pelatih Matador Mekarsari Supriyono Prima mengatakan, situasi mengharuskan kompetisi ini ditunda. Sebab, beberapa orangtua juga khawatir akan anak-anaknya yang akan mengikuti pertandingan. Situasi mengharuskan kompetisi ini ditunda. Sebab, beberapa orangtua juga khawatir akan anak-anaknya yang akan mengikuti pertandingan. ”Situasi, kan, sudah berkembang sedemikian rupa. Ini masalah keselamatan sih. Justru, kalau saya pribadi memang harus ada kejelasan. Negara lain, kan, juga sudah mengambil sikap yang jelas,” kata Supriyono saat dihubungi dari Jakarta. Ia menambahkan, anak-anak asuhannya memang tengah semangat memasuki lima pekan terakhir kompetisi musim ini. Matador kini berada di peringkat kedua klasemen dan hanya terpaut dua poin dari peringkat pertama, Buperta Cibubur. Meskipun begitu, pelatih yang juga mantan pemain profesional ini meminta anak-anak asuhannya untuk mengerti situasi. ”Memang, guna mendapatkan puncak performa akan sulit lagi. Enggak mudah. Namun, kita harus berpikir luas untuk kebaikan semua pihak. Mudah-mudahan (situasi) bisa cepat normal lagi,” katanya. Penundaan kompetisi olahraga tidak hanya terjadi di Liga KG. Sejumlah kompetisi di dalam dan luar negeri, seperti Liga Premier Inggris dan Liga Bola Basket Indonesia (IBL), juga dihentikan sementara akibat pandemi Covid-19 yang dipicu virus korona tipe baru yang mudah menular.

Garuda Select Selangkah Lagi Kantongi Sertifikat Level 1 FA

Subhan Fajri, salah satu pemain Garuda Select

Jakarta, 20 Maret 2020 – Para pemain Garuda Select angkatan kedua tinggal menunggu waktu untuk mengantongi sertifikat kursus lisensi kepelatihan level 1 FA. Sejak Selasa (17/3), para pemain melakukan tes online sebagai kelanjutan dari kelas kepelatihan yang didapatkan sejak awal Februari 2020. Beberapa nama dari angkatan kedua seperti Alfriyanto Nico, Subhan Fajri, dan Muhammad Rafli Asrul, termasuk di antara yang sudah menyelesaikan ujian online. Jadi, para pemain akan diajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi dari kelas kepelatihan sebelumnya. “Jadi kami diberi homework (tugas rumah) secara online yang harus diselesaikan supaya mendapatkan sertifikasi kepelatihan Level 1 FA. Sekarang sudah selesai dan tinggal menunggu sertifikat turun,” ucap Subhan Fajri kepada Mola TV. Ada beberapa materi kursus yang harus diselesaikan. Di antaranya ada Introduction to Coaching, Introduction to Equality and Diversity, Level 1 in Coaching Football – face to face sessions, dan, Long Term Player Development. Ditambah lagi dengan Plan, Do, Review, serta Respect for Coaches. Materi-materi ini merupakan dasar kepelatihan yang bisa menjadi bekal bagi para pemain di kemudian hari. Termasuk Subhan, mengikuti kursus kepelatihan ini menjadi investasinya di masa depan selama berkiprah di sepak bola. Meski masih menginjak usia muda, visinya sudah mengarah jauh ke depan. “Ini menjadi salah satu cara untuk terus menggali pengalaman dan menurut saya perlu. Setidaknya, ada jalan jika ingin melanjutkan karier sebagai pelatih,” papar Subhan. Pemberian materi kepelatihan seperti ini merupakan agenda rutin setiap tahunnya di Program Garuda Select. Tahun lalu, pemain-pemain angkatan pertama seperti Bagus Kahfi, Brylian Aldama, David Maulana, Fajar Fathur Rahman, Andre Oktaviansyah, dan Risky Sudirman juga mendapat pelatihan serupa. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Pelatih Siapkan Porsi Latihan Khusus Selama Jeda Bertanding

Aktivitas para pemain Garuda Select

Jakarta, 18 Maret 2020 – Aktivitas para pemain Garuda Select selama penundaan seluruh agenda pertandingan lebih difokuskan untuk peningkatan invididu. Danny Holmes selaku asisten pelatih, menuturkan bahwa para pemain tetap harus bergerak demi menjaga kebugaran. Untuk mengisi kekosongan jadwal bertanding, tim pelatih berencana akan terus memberi materi terutama dari segi fisik. Caranya bisa dengan mengadakan sesi latihan di pusat kebugaran, atau dengan menggelar pertandingan internal. “Kami akan melihat kebutuhan para pemain. Kemarin kami sempat melakukan pertandingan internal dan hasilnya cukup memuaskan. Beberapa pemain memperlihatkan kinerja individu yang sangat baik. Namun, tidak menutup kemungkinan akan ada sesi latihan fisik dengan Jake (Fitzsimmons, pelatih fisik)” ucap Holmes kepada Mola TV. “Latihan fisik diperlukan untuk memastikan para pemain tetap menyesuaikan tubuh mereka yang sudah terbiasa bertanding setiap pekannya. Namun, sepertinya porsi latihan fisik akan lebih berat dari biasanya. Intinya, para pemain tetap mendapatkan pengawasan setiap harinya,” lanjut Holmes. Program Garuda Select angkatan kedua dijadwalkan berakhir pada penghujung April 2020. Dengan waktu yang tersisa, Holmes berharap para pemain tetap berkonsentrasi dan menyerap semua pembelajaran yang mereka dapatkan selama mengikuti pemusatan latihan sejak Oktober 2019. “Konsentrasi adalah kunci utama jika ingin berkembang. Mereka harus terus meningkatkan kualitas diri. Mulai dari mendengarkan dan menyerap informasi yang diberikan, sambil terus mengaplikasikannya di atas lapangan,” tutupnya. Terakhir kali Garuda Select melakoni pertandingan adalah saat mengalahkan Bournemouth U18 pada Rabu (11/3), dengan skor 2-0. Dua gol disumbang oleh Alfriyanto Nico dan Ferdiansyah. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Krisna Sulistia, Pemain Berusia 14 Tahun Anggota Terbaru Garuda Select

Profil Krisna Sulistia, Anggota Terbaru Garuda Select

Jakarta, 12 Maret 2020 – Nama Krisna Sulistia meroket pada Piala Soeratin U15 2019 lalu. Selain membawa timnya, Kalimantan Barat, melangkah ke final, Krisna juga berhasil merebut gelar pencetak gol terbanyak. Krisna mencetak total enam gol sepanjang turnamen. Penampilan apiknya membuat pemain dengan tinggi 178cm tersebut menarik minat pencari bakat Garuda Select, Wesley Awad. Pengidola Cristiano Ronaldo ini dijadwalkan terbang ke Inggris untuk bergabung bersama Garuda Select asuhan Dennis Wise dan Des Walker di Birmingham. Pengalaman ini tentu akan sangat berharga bagi pemain yang berasal dari SSB Djarum Kudus tersebut. Krisna mengaku bahwa dirinya sangat mencintai sepak bola. Ia berharap bisa menjadi pemain timnas di masa mendatang dan melanjutkan kiprah di luar negeri. “Saya mengenal sepak bola dari ayah saya. Saya sejak kecil sudah menonton dan bermain sepak bola. Saya jatuh cinta dengan olahraga ini,” ucap Krisna kepada Mola TV. Mendapat kesempatan bergabung dengan Garuda Select membuat Krisna merasa sangat senang. Ia yakin bahwa banyak pelajaran yang bisa ia ambil selama berlatih di Inggris. “Alhamdulilah saya merasa sangat senang. Karena itu, saya akan lebih giat belajar dan saya akan mencari ilmu di luar sana,” lanjut pemain berusia 14 tahun tersebut. Sebelum berangkat ke Birmingham, Krisna terlebih dahulu menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U16 hingga 20 Maret. Meski masih berusia muda, tidak tertutup kemungkinan Krisna langsung menjadi andalan Indonesia U16. Agenda penting tim asuhan Bima Sakti tahun ini adalah Piala Asia U16 2020 yang diselenggarakan di Bahrain pada tanggal 16 September hingga 3 Oktober. Biodata Singkat: Nama: Krisna Sulistia Tanggal Lahir: 31 Mei 2006 Tinggi: 178cm Sekolah: SMP 3 Kudus SSB: SSB Djarum Kudus Pemain Favorit: Cristiano Ronaldo Klub Favorit: Juventus Prestasi: – Juara GSI Tingkat Nasional – Runner-up Piala Soeratin U15 2019 – Top Scorer Piala Soeratin U15 2019 Program Garuda Select yang merupakan hasil kerja sama jangka panjang antara PSSI dan Mola TV diharapkan mampu menelurkan bakat-bakat muda terbaik, yang akan menjadi tulang punggung tim nasional Indonesia di masa mendatang. Penampilan Garuda Select di setiap pertandingan dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat Saksikan perjuangan Garuda Select GRATIS hanya melalui aplikasi Mola TV. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Elite Pro Academy Liga 1 U-16 dan U-18 Segera Bergulir

Selain Shopee Liga 1 2020 yang sudah berputar sejak 29 Februari dan Liga 2 yang direncanakan kick off akhir pekan ini, PSSI akan menghelat kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-16 dan U-18 mulai akhir bulan Maret ini. Kompetisi bergengsi usia dini ini rencananya diikuti 18 klub peserta Shopee Liga 1 2020. Ini menjadi tahun ketiga EPA Liga 1 U-16 dan U-18 dilaksanakan sejak tahun 2018 lalu. “Alhamdulillah, Insya Allah kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-16 dan U-18 akan dimulai pada akhir Maret ini. PSSI berharap kompetisi ini berjalan lancar dan sesuai visi program PSSI yang ingin terus meningkatkan kualitas kompetisi terutama usia dini,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan saat memimpin rapat persiapan kompetisi EPA di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2020. Pada pertemuan itu, hadir pula Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Somantri, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria, Deputi Sekjen Bidang Sepak bola Dessy Arfianto, Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri dan Direktur Kompetisi PSSI Ronny Suhatril. Lebih lanjut, Iriawan menekankan, kompetisi EPA Liga 1 U-16 dan U-18 penting dilaksanakan PSSI demi pembinaan pemain muda dan tentunya sebagai sarana mencari pemain Timnas Nasional Indonesia usia muda. “Kompetisi ini bukan hanya untuk kepentingan PSSI. Tapi juga kepentingan klub untuk mempersiapkan pemain-pemain masa depan,” tambah pria yang akrab disapa ‘Iwan Bule’ ini. Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri mengatakan bahwa dengan adanya kompetisi ini nantinya para pelatih klub atau Timnas Indonesia terbantu untuk mencari pemain yang diinginkan. Karena setiap klub membawa atau merekrut setiap pemain terbaik di kota asal tim tersebut. “Ini menjadi tahun ketiga digelarnya kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-16 dan U-18. Tentu harus lebih baik dan semakin banyak menciptakan pemain berkualitas. Pemain juga terasah sejak usia muda karena mereka dituntut kemampuan, teknik, skill, kecerdasan, dan fair play,” kata Indra Sjafri. Pada tahun 2019, tim Bhayangkara FC tampil sebagai juara EPA Liga 1 U-18, sementara PS Tira menjadi juara Liga 1 U-16. Sementara Persib Bandung memborong dua gelar EPA Liga 1 U-16 dan U-18 di tahun 2018.

Masih 14 Tahun, Krisna Sulistia Diyakini Bisa Bersaing di Garuda Select

Krisna Sulistia top scorer piala soeratin u15

London- Krisna Sulistia dipilih oleh pemantau bakat (chief scout) Garuda Select, Wesley Awad, saat ia bermain di Piala Soeratin U-15. Wesley yang sebelumnya menjabat sebagai pemantau bakat Timnas Inggris dan Akademi Crystal Palace, melihat ada sesuatu yang istimewa dari Krisna sejak ia melakukan pemanasan. Krisna terlihat memiliki teknik dan keseimbangan di atas rata rata, dan saat bertanding ia pun selalu waspada atas posisi teman dan lawan sehingga kerap memiliki waktu untuk menguasai dan mengolah bola dengan baik. Selain itu, Krisna juga banyak melakukan pergerakan tanpa bola yang cerdas, dan menunjukkan kemampuan pengambilan keputusan yang baik dalam memilih umpan. Namun, untuk menilai kemampuan Krisna dengan lebih pasti, dianjurkan ia segera bergabung di pelatihan Garuda Select di Inggris dimana ia akan menghadapi lawan-lawan dengan kualitas yang lebih tinggi. Menurut Wesley, meski pemain-pemain Garuda Select rata-rata tiga tahun lebih tua dari Krisna, tetapi pemain asal SSB Djarum (Kudus, Jawa Tengah) yang masih berusia 14 tahun itu, diperkirakan akan mampu mengimbangi permainan kakak-kakaknya. Krisna sedang dipersiapkan untuk bergabung di sisa program Garuda Select jilid dua yang berlangsung hingga akhir April 2020, dimana mereka akan menjajal beberapa akademi tim besar Inggris seperti Leicester City, Arsenal, dan Manchester City. Dipimpin mantan legenda Chelsea Dennis Wise, program Garuda Select adalah program 10 tahun inisiatif PT Djarum yang dijalankan dari tahun 2018 hingga 2028 dengan tujuan untuk melahirkan pemain pemain bola profesional berkualitas yang diharapkan akan dapat memberikan kontribusi positif bagi Timnas dan sepakbola Indonesia. Kini berjalan di tahun kedua, progres dari program Garuda Select bisa dikatakan melebihi ekspektasi dengan sudah ada 5 pemain yang diproyeksikan bisa merumput di Eropa. Tahapan jenjang perkembangan Program Garuda Select: Program Garuda Select sendiri terdiri dari beberapa tahap, diawali dengan seleksi pemain di Indonesia untuk memilih 24 pemain di setiap tahunnya untuk lalu berlatih di Training Camp Garuda Select di Eropa dimana mereka dilatih dan menjalankan proses pengamatan potensi perkembangan. Di tahun selanjutnya, mereka yang dianggap berpotensi berkembang lebih lanjut diundang untuk mengikuti pelatihan Tahap Kedua, pematangan persiapan untuk bermain di klub Eropa. Di Tahap Ketiga, pemain yang dianggap benar-benar berpotensi akan dititipkan ke salah satu klub untuk belajar beradaptasi di lingkup klub profesional yang masih dalam pantauan Dennis Wise, tetapi tanpa ekspektasi bahwa ia akan ikut berkompetisi. Di Tahap Keempat pemain yang sudah layak bermain di Eropa dipinjamkan ke klub Eropa untuk ikut kompetisi, dimana ia diharapkan dapat bisa bersaing dengan pemain profesional lainnya. Namun, karena masih dalam pantauan Dennis Wise, ia masih bisa dipindahkan jika ada hal yang tidak diinginkan Di tahap terakhir, atau Tahap kelima, pemain tersebut benar-benar dilepas untuk berjuang sendiri di klub profesional Eropa.

Cedera Bagus Kahfi Jadi Momentum Bagi Arsa Dan Nico

kiri ke kanan: Alfriyanto Nico dan Arsa Ahmad

Jakarta, 9 Maret 2020 – Cedera yang menimpa Bagus Kahfi membuat tim pelatih Garuda Select harus memikirkan strategi alternatif untuk laga-laga ke depan. Saat ini, dengan cederanya pemain kelahiran Magelang tersebut, stok pemain depan hanya tersisa Arsa Ahmad dan Alfriyanto Nico. Dua pemain yang sempat menjadi duet andalan di lini serang, sebelum Bagus kembali bergabung pada medio Desember lalu. Asisten Pelatih Garuda Select, Danny Holmes, mengatakan bahwa kondisi ini menjadi momentum bagi kedua pemain tersebut untuk kembali unjuk gigi. “Dalam sepak bola, jika Anda mendapatkan kesempatan, maka harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya kepada Mola TV. Jika beberapa pekan sebelumnya lini belakang menjadi fokus utama dalam latihan, ini giliran sektor depan. Holmes menuturkan bahwa para pemain sedang mematangkan pertukaran posisi ketika menyerang. Di sini, pengambilan keputusan menjadi aspek penting yang harus diutamakan, terlebih ketika dihadapkan dengan situasi apakah harus menembak, atau mengoper ke rekan terdekat. “Akan ada banyak latihan perubahan posisi kali ini. Para pemain dituntut memiliki ketahanan fisik yang kuat untuk bisa melakukan strategi ini dengan baik. Kebugaran mereka benar-benar diuji dalam sistem seperti ini. Itu sebabnya mereka membutuhkan dua sesi latihan hari ini. Pagi di gym bersama Jake (pelatih fisik), dan sore di lapangan,” katanya menambahkan. Pada kesempatan yang sama, Pelatih Fisik Garuda Select, Jake Fitzsimmons, memaparkan kondisi para pemain terlihat meyakinkan. Skema pertukaran posisi membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam berlari, oleh karena itu, latihan di gym lebih difokuskan untuk pada area tubuh bagian bawah. “Para pemain memperlihatkan kerja keras yang mengagumkan pada sesi latihan kali ini. Saya sempat meminta mereka untuk menjajal sprint sebagai bentuk pemanasan,” tutur Jake Fitzsimmons. Agenda terdekat Garuda Select adalah menghadapi Bournemouth U18 pada Rabu (11/3). Menurut rencana, pertandingan akan berlangsung di markas akademi tim berjuluk The Cherries tersebut. Saksikan perjuangan Garuda Select GRATIS hanya melalui aplikasi Mola TV. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Alami Patah Kaki, Dennis Wise Tunggu Hasil CT Scan Bagus Kahfi

Penyerang Garuda Select alami cedera

Jakarta, 3 Maret 2020 – Penyerang Garuda Select, Amiruddin Bagus Kahfi mengalami cedera saat melawan Reading U18, Selasa (3/3). Pelatih Dennis Wise menyebut saat ini ia masih menunggu hasil CT Scan di kaki Bagus. Pemain bernomor punggung 20 tersebut mengalami cedera usai berduel udara dengan gelandang Reading, Michael Stickland. Bagus langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Kami masih menunggu kabar tentang Bagus. Ia akan menjalani CT Scan dan kami menunggu hasilnya. Bagus akan ditangani dengan baik di sini,” ucap Dennis. Sebelum ditarik ke luar, Bagus bermain gemilang. Saudara kembar dari Bagas Kaffa tersebut memborong dua gol dan membuat Garuda Select sempat unggul 2-0. Dennis menambahkan bahwa keluarnya Bagus berpengaruh terhadap timnya. Ia kecewa, tapi merasa skor akhir 2-2 merupakan hasil yang adil. “Mengecewakan karena kami bermain baik di babak pertama. Kami harus lebih berani lagi. Tapi, sejujurnya ini hasil yang adil. Kami kehilangan Bagus dan ini mengubah jalannya pertandingan. Namun, Arsa Ahmad dan Alfriyanto Nico jadi punya kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan mereka,”lanjut legenda Chelsea tersebut. Garuda Select masih punya serangkaian laga di Inggris. Kita tentu berharap cedera Bagus tidak parah dan pemain dengan ciri khas rambut kribo ini bisa segera kembali ke lapangan hijau. Program Garuda Select yang merupakan hasil kerja sama jangka panjang antara PSSI dan Mola TV diharapkan mampu menelurkan bakat-bakat muda terbaik, yang akan menjadi tulang punggung tim nasional Indonesia di masa mendatang.

Ketajaman Bagus Kahfi Minspirasi Dua Pemain Muda Garuda Select Lainnya

Alfriyanto Nico dan Arsa Ahmad

Jakarta, 1 Maret 2020 – Tingginya rasa kebersamaan menjadi salah satu hal yang paling diutamakan di skuad Garuda Select. Dennis Wise selaku direktur teknik menganggap para pemain memang harus bisa saling mendukung baik saat suka mau pun duka. Dengan demikian, kekompakan yang tercipta di luar lapangan, bisa menuluar ke arena pertandingan. Bukti nyata adalah ketajaman Bagus Kahfi yang sejauh ini sudah mengemas 14 gol bersama skuad Garuda Select. Ketajaman pemain asal Magelang tersebut memunculkan kompetisi sehat di antara pemain lainnya, untuk tampil lebih baik lagi, terutama para penyerang depan seperti Arsa Ahmad dan Alfriyanto Nico. Dari aspek jenjang usia, kedua pemain ini terbilang menjadi adik kelas Bagus Kahfi di Garuda Select. Namun, keduanya mengaku tidak ada jarak hierarkis yang membatasi hubungan mereka di dalam skuad. “Bagus orangnya baik banget. Ada saja yang dibahas kalau bersama dia. Suka bercanda juga,” ujar Arsa ketika dihubungi Mola TV. Tidak jauh berbeda, Nico pun mengatakan hal yang hampir senada. “Saya sering mendapat masukan dari dia, ketika melawan Huddersfield, dia pesan untuk lebih percaya diri ketika memegang bola. Ada kalanya kita harus yakin untuk menembak sendiri, tidak usah umpan ke teman,” kata Nico. Bagus memang tidak asal memberi nasehat. Ketajamannya di atas lapangan menjadi bukti bahwa pemain ini punya kapasitas untuk menjadi sosok penting di masa mendatang. Hal ini pula yang menginspirasi Arsa dan Nico untuk menampilkan kualitas terbaik. Dari sisi performa, keduanya terbilang mumpuni, terutama dalam urusan mencetak gol. Jumlah gol Arsa (5) dan Nico (7) hanya kalah dari Rafli Asrul yang mengemas sembilan gol, dan tentu saja Bagus dengan 14 golnya. “Bagus kuat dari sisi fisik, insting mencetak golnya juga sangat tinggi. Itu yang membuat saya termotivasi. Banyak pelajaran baru yang saya dapatkan dari dia juga,” ujar Nico mengomentari sosok sang senior. “Kalau berbicara termotivasi, itu sudah sejak dia pertama kali datang ke sini,” kata Arsa. Saat ini, Bagus semakin mendekati level yang dibutuhkan untuk bermain di pentas Eropa. Hal tersebut diakui langsung oleh sang pemain lewat akun Instagramnya beberapa waktu lalu. Jika segala proses berjalan lancar, bukan tidak mungkin nantinya ia akan menyusul Brylian Aldama yang sudah secara resmi bergabung ke salah satu agensi berlisensi FIFA. Saksikan perjuangan Garuda Select GRATIS hanya melalui aplikasi Mola TV. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Bambang Pamungkas Dukung Para Pemain Muda Berkarier di Eropa

Program Garuda Select

Jakarta, 27 Februari 2020 – Legenda sepak bola Indonesia dan klub Persija Jakarta yang baru menyatakan pensiun sebagai pemain, Bambang Pamungkas, memberikan dukungan kepada Brylian Aldama, Bagus Kahfi, dan pemain-pemain muda lainnya untuk bisa berkarier di luar negeri. Menurut Bepe, semakin banyak pemain kita yang bermain di luar negeri maka akan semakin bagus, tidak hanya bagi si pemain, tetapi juga untuk sepak bola Indonesia. Brylian yang saat ini sedang digembleng dalam Program Garuda Select di Inggris, baru saja menandatangani kontrak dengan agen pemain berlisensi FIFA asal Belanda, Forza Sports Group. Hal itu untuk membantu mengurus administrasi kepindahannya ke salah satu klub Eropa. Kabarnya Bagus Kahfi juga diminati oleh klub Eropa dan ia menyatakan siap untuk berkarier di Eropa. Berikut pendangan-pandangan Bepe, yang kini menjabat sebagai Manajer Klub Persija, menyangkut pemain-pemain muda kita, termasuk juga dukungan untuk Brylian dan Bagus. Bepe mengikuti perkembangan Program Garuda Select, walaupun hanya melalui pemberitaan di media. Menurut ia program seperti ini bukan yang pertama, dulu ia pernah juga menjalankan program Primavera, Baretti, dan juga SAD. Program-program seperti ini bagus, karena dapat memberikan pengalaman dan membuka wawasan para pemain muda kita tentang iklim kompetisi usia dini yang lebih sehat dan profesional. Namun, berkaca dari program-program sebelumnya, hasilnya belum begitu maksimal. Tentang pemain muda yang mengikuti program Garuda Select, mereka adalah pemain-pemain muda yang memiliki bakat yang sangat baik. Tidak semua pesepak bola muda di tanah air yang mendapatkan kesempatan seperti mereka, jadi pergunakan kesempatan sebaik mungkin. Bepe turut memberi saran agar berhati-hati dan pandai-pandailah memilah, mana yang perlu dan mana yang tidak perlu untuk dilakukan. Karena Di era yang semakin modern seperti saat ini gangguan atau cobaan yang akan mereka dapatkan sangatlah besar, terutama dari media sosial. Mereka masih dalam pembentukan diri sebagai pemain profesional. Bepe juga berpendapat, jika semakin banyak pemain kita yang bermain di luar negeri maka akan semakin bagus, tidak hanya bagi si pemain namun juga untuk sepak bola Indonesia. Kita tentu berharap prosesnya berjalan dengan lancar, dan semoga sukses untuk Brylian dan Bagus. Sementara itu Bepe tidak memberi komentar tentang Shin Tae-yong. Sebagai pelatih timnas tentu ia (Shin Tae-yong) tahu apa yang harus dilakukan, menyangkut pemain-pemain muda kita. Saran Bepe untuk pembinaan usia muda, termasuk Program Garuda Select yaitu semoga nantinya bisa dibarengi dengan pembinaan serta kompetisi usia dini di dalam negeri yang berjenjang dan juga berkualitas, karena program seperti Primavera, Baretti, SAD, maupun Garuda Select ini hanya mencakup sebagian kecil dari bibit-bibit muda kita. Rasanya PSSI juga memiliki tanggung jawab yang sama, kepada pesepak bola muda yang lain yang berkompetisi di dalam negeri. Program Garuda Select yang merupakan hasil kerja sama jangka panjang antara PSSI dan Mola TV diharapkan mampu menelurkan bakat-bakat muda terbaik, yang akan menjadi tulang punggung tim nasional Indonesia di masa mendatang. Penampilan Garuda Select di setiap pertandingan dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat Saksikan perjuangan Garuda Select GRATIS hanya melalui aplikasi Mola TV. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Bagus Kahfi Ingin Bermain Di Eropa Dan Meminta Semua Pihak Mendukungnya

Bagus mencoba melewati salah satu pemain Juventus U-17.

Bergabungnya Brylian Aldama ke salah satu agensi pemain bergengsi di Eropa membuka jalan bagi pemain lain untuk mengikuti jejak serupa. Salah satu yang berpotensi mendapatkan peluang yang sama adalah Bagus Kahfi, pemain yang berposisi penyerang di skuad Garuda Select. Sepanjang mengikuti Program Garuda Select, pemain asal Magelang itu sangat menonjol. Sejak kembali bergabung dengan Garuda Select pada akhir tahun 2019, ia bahkan telah mencetak 14 gol. Ketika ditanya soal arah kariernya ke depan oleh beberapa media yang tengah berada di Inggris yakni Bolasport, Vivanews, Bolanet, Goal, dan IDN Times, Bagus dengan mantap menjawab. “Saya 100 persen ingin berkarier di Eropa. Semua itu saya percayakan langsung kepada Dennis Wise soal ke klub mana saya akan bermain,” ucap Bagus. Hanya saja, Bagus saat ini tercatat sebagai bagian dari salah satu pemain di klub Indonesia yakni Barito Putra. Meski begitu, Bagus menyatakan bahwa ada klausul pihak klub akan mengizinkan jika ia diminati oleh klub Eropa, dan meminta semua pihak mendukungnya. “Saya punya kontrak di Barito sampai 2021, tetapi ketika berangkat untuk Garuda Select, ada klausul kalau saya ditawar oleh klub Eropa, maka Barito akan mengizinkan demi perkembangan karier saya ke depan. Semoga Barito menepati itu,” sambungnya. Tujuan dari program Garuda Select adalah mencetak pemain dengan karakter dan kualitas yang dibutuhkan untuk bermain di Eropa. Brylian Aldama menjadi contoh nyata bahwa pengembangan sepak bola usia muda yang dijalani dengan baik dan sesuai dengan tahapan yang benar, akan menghasilkan bakat menjanjikan di masa mendatang. “Semoga saja ada kesempatan menyusul Brylian. Intinya saya ingin bermain di Eropa,” tutup Bagus Kahfi. Bagus dan Brylian merupakan pemain Garuda Select angkatan pertama yang kembali dipanggil untuk mengikuti pelatihan di Inggris dan Italia pada tahun kedua ini bersama beberapa pemain lainnya. Dennis Wise selaku Direktur Teknik Garuda Select juga memanggil tiga pemain lain yakni Fajar Fathur Rahman, David Maulana, dan Risky Sudirman. Mereka bersinergi dengan pemain-pemain dari angkatan kedua dalam melakoni pertandingan melawan tim-tim dari Inggris dan Italia.

Rahasia Ketahanan Fisik Pemain Garuda Select Berusia 16 Tahun

Rafli Asrul, Pemain 16 tahun asal Enrekang, Sulawesi Selatan

Jakarta, 25 Februari 2020 – Menjalani pemusatan latihan jauh dari tanah air bukanlah perkara mudah. Terutama bagi seorang pemain muda yang baru menginjak usia 16 tahun. Berbagai tantangan, dimulai dari bahasa, budaya, hingga cuaca, menjadi pekerjaan rumah yang harus dijajaki sekaligus, demi menjadi seorang pemain berkualitas. Faktanya, itulah yang dialami seorang Rafli Asrul. Anak muda asal Enrekang, Sulawesi Selatan tersebut, merupakan salah satu pemain yang bakatnya terpantau lewat kompetisi jenjang usia muda, Elite Pro Academy. Bersama pemain-pemain lainnya, ia berangkat ke Inggris pada Oktober 2019 untuk ditempa langsung oleh dua sosok tenar di sepak bola Inggris: Dennis Wise dan Des Walker. Berbagai tantangan ternyata mampu dilewati cukup baik oleh Rafli. Beberapa waktu lalu, Mola TV merilis dirinya merupakan pemain dengan daya jelajah paling tinggi di skuad Garuda Select. Dengan kata lain, ia adalah pemain yang paling sering berlari sepanjang pertandingan. Bukan sesuatu yang mudah tentunya. Namun, performa seperti itulah yang dibutuhkan untuk menghadapi pemain-pemain berfisik apik asal daratan Inggris. Menurut Rafli pribadi, tidak sembarang pemain bisa menorehkan catatan demikian. “Kuncinya saya selalu menjaga kondisi kebugaran. Menghindari membuang waktu ke luar yang tidak perlu. Kalau sedang tidak ada latihan atau pertandingan, saya memilih beristirahat,” kata Rafli kepada Mola TV. “Pelatih meminta saya untuk terus bergerak di setiap pertandingan. Saya juga tidak menyadari bahwa ternyata saya jadi yang paling jauh jarak jelajahnya di antara pemain yang lain,” sambungnya. Dennis Wise selaku direktur teknik memang sering menekankan pentingnya kesiapan fisik. Terutama dalam menghadapi pemain-pemain asal Inggris. “Para pemain harus tetap ingat bahwa mereka sekarang berada di tempat yang pemain-pemainnya mengandalkan kekuatan fisik. Agak berbeda dengan Italia yang lebih dominan sisi tekniknya,” ucap Wise. Agenda terdekat Garuda Select adalah menghadapi Preston North End pada Selasa (25/2) di Lapangan Aspray Arena, Willenhall, Walsall, Inggris. Ini adalah tempat yang sama ketika mereka menggilas Huddersfield tiga gol tanpa balas pekan lalu. Saksikan aksi Rafli bersama Garuda Select hanya di Mola TV! Penampilan Garuda Select di setiap pertandingan dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Pemain-pemain Dengan Daya Jelajah Tinggi Di Garuda Select

Salah satu pemain yang paling aktif bergerak di setiap pertandingannya adalah Rafli Asrul

Jakarta, 23 Februari 2020 – Taktik dan strategi yang diajarkan tim pelatih kepada para pemain Garuda Select menuntut ketahanan fisik yang tinggi. Ini jelas bukan tanpa alasan, karakteristik permainan mayoritas tim-tim di Inggris, tempat mereka menimba ilmu, memang menuntut demikian. Tidak hanya sekadar kuat dalam beradu fisik, para pemain juga harus terus bergerak mengejar bola sepanjang pertandingan. Tim pelatih tidak hanya asal menuntut pemain untuk terus bergerak menjelajahi lapangan. Tapi juga memantau perkembangan setiap pekannya. Setiap pemain dibekali chip GPS pada bodi mereka di setiap pertandingan. Dari sana, bisa terlihat seberapa aktif seorang pemain bergerak. Setiap pekannya, Jake Fitzsimmons selaku pelatih fisik, mencatat data-data tersebut. Berdasarkan data yang didapat Mola TV, salah satu pemain yang paling aktif bergerak di setiap pertandingannya adalah Rafli Asrul. Sejak pertandingan pertama melawan Northampton, Oktober 2019, pemain muda milik PSM Makassar tersebut mencatatkan 132,69 km dari seluruh laga yang sudah dijalani, dengan rata-rata 16,58 km per laga. Itu merupakan catatan tertinggi di antara seluruh pemain Garuda Select. Sektor tengah memang menjadi wilayah operasi Rafli pada setiap pertandingan yang dilakoni Garuda Select. Tugas utamanya adalah sebagai penyuplai utama bola untuk lini depan yang diisi Bagus Kahfi, Arsa Ahmad, atau Alfriyanto Nico. Sambil ditopang dua gelandang dinamis lain seperti David Maulana dan Brylian Aldama. “Saya tidak memikirkan apa pun. Hanya menjalankan instruksi pelatih,” kata Rafli kepada Mola TV soal aksinya di atas lapangan. Pemain berusia 17 tahun itu juga sempat menjadi yang tersubur, sebelum predikat tersebut dipegang rekan setimnya, Bagus Kahfi. Dengan ketahanan serta daya jelajah Rafli yang mumpuni, tidak mengherankan apabila tim pelatih tidak memainkannya hanya di satu pertandingan saja, yakni ketika melawan Como. Sementara itu, di sisa laga uji coba yang lain, perannya hampir tidak tergantikan di lini tengah Garuda Select. Berikut lima besar pemain dengan jarak jelajah tertinggi di Garuda Select: 1. Muhammad Rafli Asrul Total : 132,69 km Rata-rata : 16,58 km 2. Edgard Amping Total : 121,45 km Rata-rata : 8,67 km 3. Bramdani Total : 109,1 km Rata-rata : 9,16 km 4. Fajar Fathur Rahman Total : 88,04 km Rata-rata : 9,77 km 5. Bagus Kahfi Total : 78,14 km Rata-rata : 8,68 km Saksikan perjuangan Garuda Select GRATIS hanya melalui aplikasi Mola TV. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Pentingnya Komunikasi Untuk Perkuat Koordinasi Lini Belakang Garuda Select

Kakang Rudianto seorang bek Garuda Select ketika melawan Huddersfield

Jakarta, 23 Februari 2020 – Komunikasi merupakaan elemen penting yang paling sering ditekankan oleh pelatih kepada para pemain Garuda Select. Baik ketika bertahan maupun saat menyerang, koordinasi di antara para pemain merupakan kunci keberhasilan sebuah skema permainan. Pelatih Kepala Garuda Select, Des Walker, sering mengingatkan kepada para pemain untuk tetap saling berkomunikasi ketika berada di atas lapangan. “Jika para pemain tidak saling mengingatkan, skema yang diinginkan tidak akan berjalan dengan baik. Mereka harus lebih sering berteriak untuk meminta pemain di sebelahnya apa yang harus dilakukan,” katanya kepada Mola TV. Apa yang dikatakan mantan pemain Nottingham Forest tersebut benar-benar diterapkan dengan baik oleh para pemain Garuda Select. Salah satunya adalah pemain paling konsisten di lini belakang, Kakang Rudianto. Pemain asal Cianjur ini memang menjadi langganan line-up di lini belakang ketika memulai pertandingan. Bagi Kakang, komunikasi sangat penting bagi para pemain untuk tetap berada pada posisinya. Selain itu, dengan tetap saling mengingatkan, rekan-rekannya juga jadi lebih mudah dalam menjalankan transisi bermain. “Biasanya, kami saling berkoordinasi di belakang. Komando tidak harus datang dari saya, tetapi semua pemain belakang, bahkan termasuk kiper. Jadi, kami sudah tahu posisi masing-masing dan ketika ada yang keluar dari posis awai, langsung diingatkan,” kata Kakang. Setelah melakukan adaptasi selama beberapa bulan, secara perlahan tapi pasti, kemampuan para pemaindalam berkomunikasi di atas lapangan semakin membaik. Terlihat pada hasil yang diraih pada pertandingan pertama melawan Northampton, dan laga terkini menghadapi Huddersfield. “Bagi saya, permainan paling memuaskan sebagai seorang bek yaitu ketika melawan Huddersfield kemarin. Kami benar-benar fokus sepanjang pertandingan, dan semua skema berjalan dengan baik sehingga bisa terhindar dari kebobolan,” tutup pemain bernomor punggung 23 tersebut. Saksikan petualangan Garuda Select GRATIS MELALUI APLIKASI MOLA TV!