Bogor Tuan Rumah Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2021

Kejurnas-Angkat-Besi-Remaja-dan-Junior

Mulai hari ini, Minggu (21/11) hingga Rabu (24/11) mendatang, Kota Bogor, Jawa Barat, menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Angkat Besi Remaja dan Junior. Kejuaraan ini terasa spesial, mengingat ini merupakaan kejuaraan angkat besi pertama yang digelar sejak pandemi covid-19. Berlokasi di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, kejuaraan ini diikuti 160 atlet. Dari jumlah itu, ada 79 atlet remaja dan 81 atlet junior. “Ini merupakan program pembinaan kami,” kata Ketua Panitia Penyelenggara, Sonny Kasiran. Lantaran alasan pandemi, peserta kejuaraan nasional (kejurnas) ini hanya dibatasi delapan atlet dari setiap pengurus provinsi. Kepala Bidang Prestasi PABSI, Hadi Wihardja, dalam kesempatan itu menyebut kejurnas akan menjadi lumbung atlet pelapis yang bisa menggantikan atlet putri Windy Cantika Aisah yang kini menjadi atlet pelatnas. Hadi Wihardja menyebut kejurnas juga akan menghasilkan banyak rekor baru dari angkatan snatch serta clean and jerk maupun total angkatan. Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2021 mempertandingkan 14 kelas yakni 7 putri dan 7 putra baik kategori remaja maupun junior. “Kami menerjunkan tim pemandu bakat pada kejurnas ini,” ucap Hadi Wihardja. Untuk remaja putri ada laga kelas 40 kilogram hingga +64 kilogram. Di kelompok remaja putra ada kelas 49 kilogram hingga +81 kilogram. Kemudian, di kelompok junior putri ada kelas 45 kilogram hingga +71 kilogram. Ada juga pertandingan kelas 55 kilogram dan +89 kilogram putra di kelompok junior putra.

Subhan Fajri Antusias Mengikuti TC di Turki

Subhan Fajri Antusias Mengikuti TC di Turki

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-18 kembali berlatih di Antalya, Turki, dengan penuh semangat dan antusias. Subhan Fajri yang merupakan lulusan program Garuda Select mengungkapkan rasa syukurnya dapat bergabung pada pemusatan latihan di Turki. Ia juga menceritakan bahwa kondisinya dan para pemain dalam kondisi fit. Latihan tiga kali sehari menjadi menu latihan Garuda Nusantara. Mulai dari latihan fisik di pagi hari, gym di siang ahri, dan latihan di lapangan pada sore hari. “Alhamdulillah, saya bersyukur banget sama Allah SWT dikasih kondisi yang aman, semuanya fit, dan semua pemain fit. Kita sudah menjalani latihan di sini dua hari dan sehari itu kita latihan tiga kali sehari. Paginya kita latihan fisik di pantai, terus siangnya gym, terus sore ini kita latihan strength, taktik, dan semua kondisi anak-anak semua fit dan aman,” kata Subhan. Subhan juga mengungkapkan bahwa ia dan para pemain dapat beradaptasi dengan cuaca di Turki karea suhunya tidak terlalu dingin. Ia juga menambahkan bahwa kondisi rumput latihan di lapangan sangat luar biasa. “Luar biasa sih, kalo cuaca di Turki sih gak terlalu dingin dan gak terlalu lama kita buat beradaptasi di sini setelah kita pindah dari Indonesia karena di sini kita juga ngerasain panas-panas gitu. Terus rumputnya emang luar biasa,” ujarnya. Pemain kelahiran 13 Mei 2003 tersebut juga mengungkapkan bahwa para pemain cukup kaget dengan menu latihan yang diberikan coach Shin Tae-yong. Namun dengan kekompakkan dan semangat juang bersama, para pemain selalu siap dalam menjalani program latihan yang diberikan. “Itu anak-anak pada kaget sih, luar biasa. Soalnya mungkin di klub-klubnya belum ngerasain latihan tiga kali sehari ataupun mungkin belum ngerasain latihan sekeras itu ya. Mungkin anak-anak pada kaget, tapi mereka semuanya siap menjalani latihan tadi, soalnya aman,” jelas Subhan. Pada latihan kali ini, ada tiga pemain yang ikut bergabung latihan bersama dengan Timnas senior untuk beberapa menit, yaitu Subhan, Ronaldo, dan Frezy. “Alhamdulillah seneng bisa disuruh gabung ke senior ya, buat nambah pengalaman juga. Ada dua (idola saya) Arhan dan Bang Asnawi. Idola saya karena kerja keras dan mentalnya kuat,” ungkap pemain asal Persiraja tersebut. Selama menjalani pemusatan latihan di Turki, Subhan berharap dapat meningkatkan kemampuan dan mentalnya. Dengan tambahan jam terbang, ia berharap kemampuannya dapat terbentuk lagi. “Semoga kedepannya mentalitas bermain saya semoga lebih kuat, terlatih di sini dengan porsi latihan coach Shin Tae-yong emang bener-bener keras banget. Jadi mentalitas inshaallah kedepannya bakal lebih baik lagi, bakal terbentuk lagi,” tukasnya.

Incar Regenerasi, PABSI Gelar Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2021

Incar Regenerasi, PABSI Gelar Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2021

Pengurus Besar (PB) Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) menggelar Kejuaraan Nasional Angkat Besi Remaja dan Junior 2021. Tujuan utama dari ajang ini adalah untuk menjaring atlet-atlet muda potensial yang diproyeksikan untuk menjadi penerus para atlet senior. Kejurnas Angkat Besi yang bergulir tanpa penonton ini digelar di Hotel Lorin Sentul, Bogor, Jawa Barat, mulai 19-24 November mendatang. Total ada 133 atlet dari 18 Pengprov PABSI. Rinciannya, 79 atlet remaja dan 81 atlet junior. Ketua Panitia Penyelenggara Kejurnas, Sonny Kasiran, mengatakan kejuaraan ini merupakan bagian program pembinaan PABSI yang sempat tertunda karena Pandemi COVID-19. Tujuannya, memberikan ruang aktualisasi bagi para atlet muda supaya semangatnya tidak padam karena mereka terus melakukan latihan spartan meski terhalang pandemi, namun mereka juga butuh kompetisi. Namun, imbas pandemi yang belum sepenuhnya mereda pihaknya terpaksa membatasi jumlah atlet masing-masing Pengrov hanya membawa atlet 8 orang. “Ini kami sesuaikan dengan status level Pandemi COVID-19 di arena pertandingan untuk membatasi kerumunan dan tentunya tanpa penonton,” kata Sonny dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/11/2021). Kejurnas angkat besi remaja dan junior ini juga akan melibatkan tim khusus yang bertugas untuk memantau kiprah dan talenta para lifter muda yang diharapkan bisa jadi penerus Windy Cantika di masa depan. Kepala Bidang Prestasi (Binpres) PABSI, Hadi Wihardja berharap kejuaraan ini melahirkan bibit-bibit atlet pelapis yang kelak akan menggantikan posisi Windy Cantika Aisyah dan kawan-kawan untuk bergabung di Pelatnas Angkat Besi Kwini, Jakarta Pusat. “Mudah-mudahan banyak terjadi pemecahan rekornas baik dari Angkatan Snatch maupun Clean & Jerk, ataupun Total Angkatan dari Kejurnas kali ini. Untuk menjaring mereka kami juga menerjunkan Tim Pemandu Bakat yang akan memantau jalannya Kejurnas,” ucap Hadi. Kejurnas Angkat Besi Remaja & Junior akan mempertandingkan 14 kelas di kategori remaja terdiri dari 7 putra dan 7 putri, dan 14 kelas untuk kategori junior yang juga terdiri dari 7 putra dan 7 putri. Adapun kelas-kelas yang dipertandingkan di antaranya, kelas remaja putri dari kelas 40 kg hingga +64 kg, pemaja putra dari kelas 49 kg hingga +81 kg. Sedangkan junior putri, kelas yang dipertandingkan 45 kg hingga +71 kg putra, dan di bagian putra, kelas 55 kg hingga + 89 kg. “Kami membawa 6 lifter yang semuanya adalah atlet PPLP, salah satunya adalah lifter putri peraih perunggu di PON 2020 Papua di kelas 49 kg,” kata Mujianto, Manajer Tim Angkat Besi dari Kalimantan Selatan.

216 Atlet Ikuti Kejurnas Kelompok Umur Panjat Tebing di Aceh

216 Atlet Ikuti Kejurnas Kelompok Umur Panjat Tebing di Aceh

Kejuaraan Panjat Tebing Indonesia, yang mana Kejurnas Kelompok Umur (KU) ini tidak dapat diselenggarakan tahun lalu dikarenakan kondisi pandemi. Namun, setelah hampir sebulan selesainya PON XX Papua yang mana Cabor Panjat Tebing sukses dalam pelaksanaannya, tentu Kejurnas KU XV 2021 menjadi ajang Silaturahmi yang ditunggu oleh semua Pengprov FPTI dan di ikuti 216 atlet dari berbagai Provinsi. Para peserta yang mengikuti Kejurnas KU ini pun sebanyak 216 yang terdiri dari 127 Atlet Putra dan 89 Atlet Putri yang akan bertanding di 5 Kelompok Umur, 2 (dua) Kategori dan 5 (disiplin) dengan total medali sebanyak 28 Medali yang akan diperebutkan. Kejuaraan Panjat Tebing Indonesia, yang mana Kejurnas Kelompok Umur (KU) ini tidak dapat diselenggarakan tahun lalu dikarenakan kondisi pandemi. Namun setelah hampir sebulan selesainya PON XX Papua yang mana Cabor Panjat Tebing sukses dalam pelaksanaannya, tentu Kejurnas KU XV 2021 menjadi ajang Silaturahmi yang ditunggu oleh semua Pengprov FPTI dan di ikuti 216 atlet dari berbagai Provinsi. Para peserta yang mengikuti Kejurnas KU ini pun sebanyak 216 yang terdiri dari 127 Atlet Putra dan 89 Atlet Putri yang akan bertanding di 5 Kelompok Umur, 2 (dua) Kategori dan 5 (disiplin) dengan total medali sebanyak 28 Medali yang akan diperebutkan. Dalam sambutannya, Mbak Yenny Wahid menyampaikan, kepada para peserta agar selalu bermimpi, karena mimpi merupakan awal dari sebuah prestasi. Dirinya juga sangat mengharapkan, dengan adanya Kejurnas KU dan Event-event serupa dapat melahirkan para atlet – atlet baru yang akan berjuang untuk dapat mengibarkan sang Merah Putih dan mengumandangkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya di dunia internasional di masa mendatang. “Dengan dijadikannya Cabor Panjat Tebing sebagai salah satu Cabor unggulan oleh Kemenpora, maka diharapkan kualitas pertandingan dan output dari kejurnas ini bisa menjadi generasi yang dapat meneruskan prestasi dari Pendahulu mereka di Event-event International,” kata dia. Acara pembukaan diakhiri dengan penyerahan Trophy Bergilir dari Juara Umum Kejurnas KU XIV kepada Ketua Pelaksana H Muhammad Saleh yang juga Ketua Pengprov Aceh, secara resmi piala bergilir ini akan diperebutkan Kembali oleh para pengprov yang bertanding.

BOS Junior Motocross Championship 2021 Sukses Terselenggara

BOS Junior Motocross Championship 2021 Sukses Terselenggara

Kejuaraan balap motocross yang difokuskan untuk pembalap junior, BOS Junior Motocross Championship 2021, telah sukses diselenggarakan. Perhelatan Balap Motocross Junior yang merebutkan piala Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo tersebut, diselenggarakan di Sirkuit MX Gunung Bohong Brigif 15/Kujang II, Cimahi, Jawa Barat. Pada ronde ketiga, Ketua Umum IMI Jawa Barat, Fachrul Sarman turut hadir. “Kami dari Ikatan Motor Indonesia Jawa Barat sangat bersyukur dan mengapresiasi penyelenggaraan event BOS Junior Motocross Championship 2021 yang diselenggarakan oleh Indonesia International Motor Show bersama Blackstone Otomotif Superblok karena telah menyelenggarakan event yang dinanti-nanti di tengah pandemi ini,” ujar Fachrul. Dirinya berharap, event tersebut akan menjadi barometer agar seluruh atlet, riders, maupun crosser dapat terus menyalurkan hobinya dan mencetak prestasi. BOS Junior Motocross Championship 2021 merupakan salah satu rangkaian IIMS Series yang difokuskan untuk pembibitan dan pembinaan para crosser cilik. “Melalui kompetisi ini kami berharap potensi para crosser cilik dapat terlihat. Jadi bagi mereka yang hanya sekadar hobi balapan motor atau memang fokus untuk menjadi atlet balap motocross dapat mengasah skill-nya dengan berpartisipasi pada ajang balap ini,” tutur Presiden Direktur, Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh. “Semoga dengan adanya event ini bisa turut mendukung pembinaan dan pembibitan crosser muda Indonesia sehingga mereka bisa mencapai kancah internasional,” lanjutnya. Perhelatan motocross tersebut tidak hanya diharapkan memberi dampak positif bagi para crosses cilik, tetapi juga bagi warga disekitar lokasi kejuaraan motocross, Gunung Bohong. “Lewat acara ini semoga semakin banyak yang mengetahui lokasi ini, sehingga dapat menjadi opsi destinasi wisata bagi mereka,” harap Hendra. Lebih lanjut Hendra menjelaskan alasan di balik munculnya IIMS Series di event motocross. Itu karena IIMS mendukung seluruh kegiatan otomotif di Indonesia salah satunya event motocross. Berkat suksesnya penyelenggaraan acara tersebut, Hendra mengucapkan terima kasih kepada Blackstone Otomotif Superblok dan sejumlah sponsor yang telah mendukung kesuksesan event ini yakni Pertamina sebagai Official Sponsor, JNE sebagai Official Logistic Partner, Pirelli sebagai One Make Tyre OMR Class dan sederet sponsor dari brand ternama. “Tidak lupa ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada Ketua Ikatan Motor Indonesia Jabar yang telah hadir, Bapak Fahcrul Sarman,” tukas Hendra.

Raih 2 Medali Dalam Sebulan, Della Kian Termotivasi

Raih 2 Medali Dalam Sebulan, Della: Jangan Cepat Berpuas Diri

Della Lutfiah merupakan seorang karateka muda. Baru-baru ini, gadis asal Desa Kayu Abang, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, ini meraih prestasi membanggakan dengan meraih dua prestasi dalam tempo sebulan. Terkini, gadis berjilbab ini sukses meraih juara 1 Kumite Kadet Putri -54 Kg pada Kejuaraan Karate Ketua Umum KONI Cup Kota Banjarmasin Cup 2 pada akhir bulan Oktober lalu. Tak sampai sepekan, Della harus berangkat ke Bandung, Jawa Barat. Ia terpilih bersama tiga atlet Perguruan Lemkari Kalsel masuk tim PB Lemkari untuk berlaga di Kejurnas Piala ketua Umum FORKI yang dihelat di GOR Sabillulungan Si Jalak Harupat, Soreang, Jawa Barat, pada 5-7 November 2021. Kejurnas itu mempertandingkan kelas Kadet, Junior, U-21. Della Lutfiah bertanding di kelas Kadet -54 Kg yang pesertanya cukup banyak. Mereka adalah atlet pilihan dari sejumlah daerah di tanah air maupun perguruan. Di event itu Della sukses meraih medali perunggu yang sangat jarang diraih atlet asal Kalsel. Atas capaian ini, Della sangat termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuannya. “Dengan usaha dan kerja keras semoga saja bisa membanggakan kedua orang tua dan utamanya Tanah Laut,” ujarnya. Della bertekad apa yang sudah dijalani bisa berimbas baik pada kehidupannya di masa mendatang. “Intinya jangan malas untuk berlatih, dan tidak cepat berpuas diri,” pungkasnya.

Lolos ke Ajang Nasional, Atlet Muda Ini Mengaku Kesulitan Biaya

Lolos ke Ajang Nasional, Atlet Muda Ini Mengaku Kesulitan Biaya

Achmad Fawwaz Al Farizi warga Lingkungan Krajan, Kelurahan Jumerto, Kecamatan Patrang, dikenal sebagai seorang atlet panjat tebing junior di Jember. Bocah berumur 10 tahun itu menjadi seorang atlet panjat tebing, mengikuti jejak dari kedua kakaknya. Yakni Achmad Abdi Kamal Maulana (18 tahun) dan Achmad Haydar Priyatama (16 tahun). Fawwaz, bocah yang juga siswa SDN Slawu 1 Jember itu, sejak umur 3 tahun belajar menjadi atlet panjat tebing. Namun sayang, prestasi dan potensi Fawwaz sebagai seorang atlet panjat tebing mendapat ganjalan. Untuk berkompetisi ke Aceh, di ajang kompetisi panjat tebing tingkat Nasional. Fawwaz mengaku kesulitan biaya, untuk memenuhi kebutuhan selama mengikuti kompetisi. Padahal Fawwaz lolos untuk ikut kompetisi tingkat nasional itu, setelah banyak menorehkan prestasi dan mendapat medali di tingkat Provinsi Jawa Timur. “Ini kompetisi tingkat nasional saya yang perdana. Pertama kalinya. Alhamdulillah seleksi tingkat provinsi lolos. Makanya bisa ikut Kejurnas di Aceh. Karena saya sering menang di tingkat Provinsi. Jadi poinnya tinggi,” kata Fawwaz. Di tingkat Provinsi Fawwaz mendapat 8 medali dari kompetisi yang diikutinya. “Emas 2, perak 1, dan perunggu 5, belum lagi prestasi di tingkat daerah, sehingga bisa naik ikut kompetisi di tingkat nasional,” lanjut Fawwaz. Namun demikian, Fawwaz mengaku sedih dengan langkah perdananya untuk ikut kompetisi di tingkat nasional. Pasalnya, Fawwaz tidak memiliki dana untuk biaya hidup selama berkompetisi. “Adanya hanya akomodasi berangkat sama tiket yang dijamin pihak panitia di sana. Ya saya berharap bisa juara satu, juga ada bantuan anggaran untuk sangu (biaya hidup) selama berkompetisi di Aceh,” ujarnya. Saat berkunjung ke rumah Fawwaz. Sehari-hari bocah SD itu berlatih dengan didampingi kakak-kakaknya yang juga seorang atlet panjat tebing. Selain juga didampingi oleh seorang pelatih panjat tebing yang akrab dipanggil Pak Nur. Untuk berlatih panjat tebing, Fawwaz selalu melakukannya di rumah ataupun di lokasi papan panjat tebing di Kampus Unej, dan SMAN Ambulu. Karena di dua lokasi itu yang memiliki papan panjat tebing, dengan ketinggian sesuai untuk kompetisi. Untuk di rumah, Fawwaz dan kedua kakaknya tinggal dalam satu kamar berukuran kurang lebih 7 x 1,5 meter. Di dalamnya ada papan panjat tebing lengkap dengan pin yang disusun teratur. Sebagai tempat latihan bagi Fawwaz dan kedua kakaknya. “Untuk (olahraga) panjat tebing ini, kebanyakan kita biaya sendiri. Mulai dari membuat papan panjat tebing, beli pin, harnes, ataupun sepatu (khusus panjat tebing). Uangnya hasil lomba setelah kita menang. Jadi nyicil sampai jadi seperti sekarang,” kata Kakak Pertama Fawwaz. Selain untuk kebutuhan latihan, lanjut pria yang akrab dipanggil Didi ini, untuk ikut kompetisi ataupun kejuaraan selalu biaya sendiri. “Jarang sekali dapat perhatian pemerintah, lebih banyak sendiri. Tapi untuk kompetisi adik saya ini ke Aceh. Saya berharap ada bantuan pemerintah. Toh kompetisinya nasional dan mewakili Jember,” kata Didi.

Elkan Baggott Dapat KTP, Bisa Perkuat Timnas di Piala AFF

Pemain naturalisasi asal Inggris, Elkan Baggott, akhirnya resmi mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Warga Negara Indonesia. Ia kini bisa memperkuat Tim Nasional Sepak Bola Indonesia di ajang resmi internasional. Pemain asal klub Ipswich Town tersebut membuat KTP di kantor Ditjen Dukcapil Kemendagri, ditemani Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, Selasa, 9 November 2021. “Alhamdulillah Elkan Baggott sudah mendapatkan KTP Warga Negara Indonesia. PSSI mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu Elkan mendapatkan KTP,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, seperti dikutip laman PSSI. “Kami berharap dengan Elkan punya KTP dapat membantu proses administrasinya untuk pertandingan internasional Indonesia. Saat ini pelatih Shin Tae-yong membutuhkan kehadirannya sebagai tembok kokoh pertahanan skuad Garuda,” lanjutnya. Elkan Baggott lahir di Thailand pada 23 Oktober 2002 dari ibu Indonesia dan ayah Inggris. Ia besar di Inggris dan kini memperkuat klub EFL League One Ipswich Town. Ia sudah pernah bermain untuk Timnas U-19 Indonesia pada 11 Oktober 2020 dalam pertandingan persahabatan melawan Makedonia Utara. Ia sempat menerima panggilan untuk bergabung dengan tim nasional sepak bola senior Indonesia pada Mei 2021 tetapi menolaknya karena pembatasan perjalanan COVID-19. Ia kemudian meminta maaf dan Ketua PSSI pun kembali membuka pintu Timnas untuknya. Kini, pemain berusia 19 tahun tersebut saat ini bergabung bersama timnas Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan (TC) di Jakarta. Latihan ini sebagai persiapan Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2020 di Singapura. Sebelum berlaga di turnamen itu, laga uji coba melawan Afghanistan (16 November) serta Myanmar (25 November) akan dilakukan di Turki.

Penyelenggaraan Indonesia Open X-sports Championship (IOXC) KE  XII – Tahun 2021 di BSD XTREME PARK

Salah satu peserta Indonesia Open X-sports Championship (IOXC) kategori Skateboard sedang menunjukkan aksinya. FOTO : Prass.

Indonesia Open X-sports Championship (IOXC) adalah wadah kegiatan para remaja yang menggeluti olahraga ekstrim yang saat ini sedang trend di kalangan remaja perkotaan, seperti Agresive Inline Skate, Skateboard, BMX freestyle, B-Boys battle, Soccer freestyle, serta Parkour.  Olahraga aksi yang popular dengan sebutan sport extreme ini menampilkan kemampuan beratraksi dengan keterampilan berakrobatik yang menantang dan memacu adrenalin dan sangat erat hubungannya dengan music, fashion, serta information technology.  Kegiatan ini sudah diprakarsai  oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga sejak Tahun 2007, sebagai kepedulian pemerintah terhadap olahraga alternatife sekaligus membudayakan olahraga menjadi bagian dari gaya hidup (lifestyle). Dan di Indonesia olahraga ini juga kian mendominasi atau merambah ke seluruh wilayah nusantara. Event  ini mempunyai konsep menggabungkan olahraga dengan entertainment yang disebut sportainment, dan sekarang sudah menjadi sportourism, yang didukung pula oleh penampilan DJ performance sebagai perangkat lomba disiplin olahraga ekstrem, serta dimeriahkan dengan bazaar yang akan diperuntukan kepada UKM para komunitas peserta. Indonesia Open X-sports Championship (IOXC) adalah event lomba extreme sports yang berskala internasional, dan saat ini sebagai event terbesar di Asia Tenggara dan Asia. Kelebihan lain dari event ini adalah  dalam satu arena lomba yang disebut park course dilombakan 3 (tiga) jenis cabang olahraga yaitu: BMX freestyle, Agresive Inline skate dan Skate board, yang hanya ada di event IOXC ini, di negara lain belum ada. Perjalanan penyelenggaraan IOXC : Tahun 2007  di Kuta Galleria – Bali (30 Nov- 2 Des 2007) Tahun 2008 di Mall Cihampelas Walk – Bandung (28-30 Nov 2008) Tahun 2009 di Lapangan Karebosi – Makassar  (15-17 Okt 2009) Tahun 2011 di Benteng Kutobesak – Palembang (14-15 Okt 2011) Tahun 2013 di Stadion Mandala Krida – DI Yogyakarta (1-3 Nov 2013) Tahun 2014 di Lapangan Simpang Lima – Semarang (1-3 Nov 2014) Tahun 2015 di Hall Kampus Telkom – Bandung (2-5 Okt 2015) Tahun 2016 di Alun-alun Serang – Banten (30 Sept – 2 Okt 2016) Tahun 2017 di Megamas – Manado  (6-8 Okt 2017) Tahun 2018 di Scientia Square Park Tangerang – Banten (28-30 Okt 2018) Tahun 2019 di Alun-alun Kabupaten Karanganyar – Jateng (25-27 Okt 2019) Tahun 2021 di BSD xtreme park – Tangerang   ( 10-11 Nopember 2021) Peserta Indonesia Open X-sports Championship (IOXC) setiap tahunnya diikuti oleh lebih dari 300 peserta dalam dan luar negeri, seperti beberapa tahun lalu hadir pemain pro dunia dari Eropa, Amerika, dan Asia yaitu diikuti oleh Perancis,  Jerman, Australia, Canada, Chili, Jepang, Thailand, Malaysia, Singapura, China Taipeh dan Indonesia. Indonesia Open X-sports Championship (IOXC), saat ini sudah yang ke 12 (dua belas) kalinya dan awalnya akan diselenggarakan di Area Candi Borobudur – Magelang Jawa Tengah, sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas pada tanggal 22 – 24 Oktober 2021 mendatang. Namun mengingat perkembangan pandemi yang belum kondusif maka kegiatan ini dipindah tempat ke Golf Jababeka – Cikarang dan akhirnya fix dilaksanakan di BSD xtreme park – Tangerang pada tanggal 10-11 Nopember 2021 mendatang. Teknis pertandingan juga kita membatasi peserta  dengan sistem on line, sehingga kita buat melalui video yang kita nilai melalui tim juri masing-masing Cabor. Dan dilaksanakan secara series sehingga didapatkan  calon pemenang 8 (delapan) besar. Dan final dilaksanakan secara off line dengan mengikuti protokol kesehatan (prokes) dilaksanakan di BSD xtreme park – Tangerang pada tanggal 10-11 Nopember 2021. Kegiatan Indonesia Open X-sports Championship (IOXC) ini dapat dilihat melalui web, IG maupun FB IOXC. Dan ini merupakan upaya Kemenpora dalam melakukan pembudayaan serta pembinaan dalam olahraga ekstrim yang dalam dunia kekinian sudah menjadi trend anak muda perkotaan.

Motivasi Fadlan Terlecut Berprestasi Lebih Tinggi

Motivasi Fadlan Terlecut Berprestasi Lebih Tinggi

Perenang andalan Indonesia, Aflah Fadlan Prawira mendapat suntikan motovasi setelah tampil di Olimpiade 2020 Tokyo. Pengalaman yang didapat mampu melecut konfidensinya untuk berprestasi lebih tinggi demi Merah-Putih. Fadlan, perenang nasional yang genap 24 tahun pada 13 November, mengatakan tampil di Olimpiade membuat dirinya lebih bertanggung jawab terhadap capaian prestasi. Ia kian termotivasi untuk berprestasi, salah satunya menuntaskan rasa penasaran akan medali emas SEA Games 2022 Hanoi, Mei mendatang. “Saya mendapat banyak pengalaman dengan tampil di Olimpiade. Kalender 2022 sangat padat, semoga saya bisa lebih konsisten karena saya juga masih gregetan merebut medali emas SEA Games karena baru bisa mendapat perak saja,” kata Fadlan beberapa waktu lalu. Fadlan menjadi salah satu dari 28 atlet Indonesia yang tampil di Olimpiade Tokyo. Ia turun di dua nomor 400m gaya bebas putra dan 1.500m gaya bebas putra. Tampil di Tokyo Aquatics Center, Fadlan membukukan catatan waktu 3 menit 55,08 detik saat turun di heat dua nomor 400m gaya bebas putra. Sementara di nomor 1.500 m gaya bebas, Fadlan finis di peringkat tiga heat pertama dengan catatan waktu 15 menit 29,94 detik. Hanya saja, capaian waktu tersebut belum mengantarkan Fadlan ke babak semifinal. “Saya ingin Tokyo tak menjadi Olimpiade terakhirku. Saya ingin tampil di Olimpiade Paris sebagai perenang yang lolos kualifikasi. Saya juga ingin naik podium saat Asian Games 2022 Hangzhou dan meraih medalli emas SEA Games Hanoi,” terang Fadlan. Untuk menggapai ambisi tersebut, Fadlan wajib ekstra fokus. Terlebih, perenang junior mampu membuktikkan diri tampil kompetitif saat turun di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 Papua beberapa waktu lalu.

Sebanyak 36 Pemain akan Ikuti TC Timnas U-18 Tahap Keempat

Sebanyak 36 Pemain akan Ikuti TC Timnas U-18 Tahap Keempat

Sebanyak 36 pemain akan mengikuti pemusatan latihan (TC) tahap keempat timnas Indonesia U-18. TC ini akan dimulai pada hari ini, Senin (8/11) di Jakarta. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa TC timnas U-18 dilakukan sebagai persiapan menghadapi Piala Dunia U-20 2023 mendatang. “Kami memang mempersiapkan timnas U-18 dari awal untuk persiapan Piala Dunia U-20 2023 mendatang yang notabene Indonesia menjadi tuan rumah. Ini TC tahap keempat, pada tiga TC sebelumnya pelatih Shin Tae-yong sudah memanggil 108 pemain,” kata Iriawan. Setelah dua hari melakukan TC di Jakarta, pada pekan depan timnas U-18 akan menjalani TC bersama-sama timnas Indonesia senior di Turki hingga awal Desember mendatang. “Nantinya akan ada 36 pemain yang terpilih dari empat TC yang akan berangkat ke Turki. Untuk itu pemain harus bekerja keras, disiplin dan berjuang maksimal demi asa menembus skuad utama timnas U-19. PSSI akan mendukung penuh semua program timnas U-18 agar meraih prestasi,” imbuh pria yang akrap disapan Iwan Bule tersebut. Pada pemanggilan TC timnas U-18 tahap keempat ini, para pemain berasal dari Asosiasi Provinsi (Asprov), tim Liga 1, Liga 2, Liga 3 dan PPLP/SKO. 36 Pemain di TC Timnas Indonesia U-18 Tahap Keempat: Kiper: 1. Fidelis Davin, PSS Sleman 2. Govinda Ryzaqa, PSPS Riau 3. Bryan Bertholino Fomeni, Asprov NTT 4. Andrian Putra Handoko, PS Tira Persikabo Belakang: 5. Ahmad Jaid Kotta, Asprov Maluku 6. Ikhsan Febrian Rizola, Bhayangkara U-18 7. Aditya Aulia Syahputra, SKO Sumatera Barat 8. M. Gazi Al Gifari, Peusangan Raya FC 9. Rivaldi Harim, Asprov Gorontalo, 10. M. Rais Husain, Asprov Maluku Utara 11. Bima Ardiansyah, PSS Sleman 12. Reval Aditya, Taruna Mandiri 13. Romadhona Dwi Kusuma, PSS Sleman 14. Dimas Abdul Hadi, Borneo FC 15. Ikhsan Sabili, PPLP Sumatera Barat 16. M. Zulfadly, Barito Putera Tengah: 17. Fauzan Abbas, Persib Bandung 18. Ahmad Fahd Choir, Persita Tangerang 19. Deni Muhammad, Asprov Jawa Barat 20. Nur Sofyan Daud, Asprov Lampung 21. Viandri MA. Titahelue, Asprov Maluku 22. Mumit Al-Ghory, Asprov Sulawesi Barat 23. Aditya Wendatara Sanjaya, Asprov Lampung 24. M. Figo Fataruba, Asprov Maluku Utara 25. Crespo Halle, Asprov NTT 26. Ferdian Puta Dewanafatara, Asprov D.I Yogyakarta 27. Muh. Dzaky Asraf Huwai, Asprov Sulawesi Tenggara 28. Ricardo Yohosua, Asprov Kalimantan Tengah 29. Fadel Muhammad, Asprov Sulawesi Barat 30. M. Subri Umarella, Asprov Maluku Depan: 31. Yuga Abaryawan, Asprov Jawa Barat 32. Mahesa Zul Jahra P, Asprov Sumatera Barat 33. Rifky Ray Parandi, Asprov Jateng 34. Filah Rohmatulah S, Persita Tangerang 35. Teuku Razza Fachrezi, PS Tira Persikabo 36. Arkhan Fikri, PS Kwarta

Peparnas XVI Papua Targetkan Regenerasi Atlet Disabilitas

Peparnas XVI Papua Targetkan Regenerasi Atlet Disabilitas

Wasekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto, berharap Peparnas XVI Papua dapat menyukseskan target regenerasi atlet penyandang disabilitas di Tanah Air. Peparnas XVI Papua dianggap jadi ajang yang tepat untuk mencari atlet potensial bagi kontingen Indonesia untuk mengikuti kejuaraan internasional di masa mendatang. Sebab banyak atlet muda diprediksi akan bermunculan dari berbagai cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada dua pekan ke depan. “Target Peparnas kali ini adalah sukses regenerasi atlet penyandang disabilitas,” Ujar Rima saat ditemui di Jayapura, Rabu (03/11/2021). Lebih lanjut, Rima menuturkan bahwa pesta olahraga bagi disabiltas kali ini akan lebih difokuskan kepada daerah yang telah melakukan pembinaan olahraga secara optimal. Hal ini akan terlihat dari peforma tiap atlet yang tampil dalam pesta olahraga empat tahunan tersebut. Selain itu, Peparnas XVI Papua akan terbagi dalam dua kategori, yakni nasional dan elite. Atlet yang pernah juara dalam pertandingan internasional masuk dalam kategori elite. Sedangkan kategori nasional disematkan untuk para atlet yang sudah memiliki pengalaman mengikuti event internasional. Atlet yang masuk dalam kategori nasional, dapat mengikuti nomor pertandingan lebih dari dua kali. Hal ini bertujuan membuka peluang banyak atlet disabilitas untuk berkembang lebih baik lagi dalam meningkatkan kualitas atlet. “Sistem pertandingan ini membuat pembinaan atet jadi kunci utama dalam menjuarai Peparnas. Hal ini mendorong percepatan regenerasi atlet penyandang disabilitas,” kata Rima. “Kami ingin atlet disabilitas yang memiliki bakat dapat mengasah kemampuannya dalam ajang bergengsi ini,” lanjutnya. “Yang jelas, kami mendorong agar regenerasi cepat tumbuh pada setiap cabor,” pungkas Rima. Peparnas XVI Papua akan resmi dibuka pada 5 November dan ditutup pada 15 November 2021. Berlangsung di Kota dan Kabupaten Jayapura, Peparnas XVI mempertandingan 12 cabor dan diikuti 1.935 paraatlet dari 33 provinsi.

Sosok Dara Latifah, Pebalap Sepeda Muda Sarat Prestasi

Sosok Dara Latifah, Pebalap Sepeda Muda Sarat Prestasi

Dara Latifah merupakan seorang atlet balap sepeda yang baru saja meraih medali emas di ajang Kejurnas Balap Sepeda ICF Nasional Championship 2021, kelas Women Junior National Championship, di Garut Jawa Barat, pada 23 – 27 Oktober 2021 lalu. Ia mengatakan, prestasi itu merupakan hasil kerja kerasnya selama latihan. Meski masih muda, rupanya gadis yang akrab disapa Dara ini sudah terjun ke cabang olahraga (cabor) sejak masih duduk di bangku SMP. Dara mengisahkan bagaimana ia bisa terjun di cabor ini. “Sejak tahun 2017, tapi fokus nya di 2018. Awal nya main dan gabung sama anak sepeda lainnya itu biasa aja. Tapi pertama kali diajak balapan sepeda tuh rasanya nagih,” katanya, Minggu (31/10/2021), dilansir Tribun Medan. Lanjutnya, setelah memutuskan untuk menyeriusi cabor ini, Dara pun memilih masuk klub sepeda RBC Medan, kemudian pindah ke klub Wikawiki. “Dulu main BMX cross, latihan nya ya di Tuasan Jalan Pancing,” ujarnya. Akunya, untuk aktif di dunia balap sepeda ia termotivasi oleh keluarga dan seniornya saat di klub Wikawiki. Disinggung mengenai apakah ada larangan dari keluarga, Dara mengatakan, ia sempat tidak diizinkan. Keluarganya menilai, mengikuti balap sepeda merupakan cabor yang agak berbahaya bagi perempuan. “Awalnya aja kayak rada takut gitu, karena anak cewe nya suka olahraga gituan. Heheh. Saya hanya bilang ke orang tua, kalau mau sukses harus ngelewatin beberapa rintangan dan ngejalanin proses,” ucapnya. Diakui Dara, Terjun di dunia balap sepeda memiliki dinamika tersendiri. Apa lagi mengingat ia merupakan seorang wanita. “Karena perasaan nya berubah-ubah, kadang seneng banget, kadang juga takut sama lawan dan track yang lumayan ekstrim buat cewek,” ujarnya. Lebih jauh, atlet binaan ISSI Sumut ini menyebutkan, bagi seorang perempuan, terjun di cabor balap sepeda merupakan suatu hal yang biasa. Serupa dengan idola nya di cabor itu, Jolandanef dan mantan atlet nasional, Kusmayati Yazid. Meski seorang perempuan, kedua atlet tersebut bisa berprestasi hingga ajang internasional. “Kalau dari Kusmayati Yazid, aku ambil dari teknik balapan dan cara berpikirnya dia buat maju dan raih prestasi,” katanya. Mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan, Jurusan PKO, angkatan 2021 Unimed ini pun berharap, kompetisi dan program pembinaan balap sepeda, mesti ditingkatkan di Sumatera Utara. “Karena banyak sparing partner nya dan lokasi nya emang paling mantep buat kita kuat di Jawa. Di Sumut susah, engga ada sparing partner anak mtb nya. Terus lokasi buat latihan gak pas, karena kalau kita latihan lebih bagus di ketinggian,” ujarnya. Biodata: Nama: Dara Latifah Tempat Tanggal Lahir: Medan,18 April 2003 Asal: Medan, Sumatera Utara Cabor: Balap Sepeda Prestasi: 1. Juara 3 event MTB XCO di Langsa tahun 2018 2. Juara 1 event enduro di Padang tahun 2019 3. Juara 1 event enduro di Batam tahun 2019 4. Juara 2 event BMX internasional Banyuwangi tahun 2019 5. Juara 1 event enduro di Malaysia tahun 2019 6. Juara 1 event MTB XCO di Kaldera Bikepark danau Toba tahun 2021 7. Juara 1 Enduro di ICF national champhionship tahun 2021

Atlet Muda Indonesia Ukir Sejarah Lolos ke Final Piala Dunia BMX 2021

Atlet Muda Indonesia Ukir Sejarah Lolos ke Final Piala Dunia BMX 2021

Atlet Indonesia kembali mengharumkan nama negara di luar negeri. Kali ini, giliran Amellya Nur Sifa yang mencatatkan sejarah dengan menembus final Piala Dunia BMX 2021 atau UCI BMX Supercross World Cup yang bergulir di Sakarya, Turki, Minggu 31 Oktober 2021. Sekadar informasi, Indonesia seharusnya mengirimkan empat wakil untuk Piala Dunia BMX 2021. Selain Sifa, ada Jasmine Az-Zahra, Aditya Fajar Putu Soekarno, dan Muhammad Alfauzan. Namun, Fauzan mengalami cedera di Belanda sehingga hanya tiga wakil Indonesia yang beralga di Piala Dunia BMX 2021. Di antara mereka, Sifa mampu mengukir prestasi yang luar biasa. Sifa yang turun di ketegori U-23, finis kelima pada awal lomba dengan catatan waktu 41,292 detik. Akan tetapi, dia mampu bangkit pada ronde kedelapan sehingga langsung lolos ke semifiinal setelah finis kedua dengan catatan waktu 41,358 detik pada kesempatan terakhir. Laju impresif Sifa berlanjut di semifinal. Tampil di heat dua, Sifa menunjukkan kemampuan terbaiknya sehingga bisa finis ketiga dengan catatan waktu 40,425 detik. Sifa pun lolos ke final untuk bersaing dengan tujuh atlet lainnnya dari berbagai negara. Di final, Sifa sayangnya hanya finis keenam usai mencatatkan waktu 40,648 detik. Sementara itu, gelar juara pun jatuh ke wakil Prancis, Lea Bridjonc, yang finis pertama dengan catatan waktu 38,676 detik. Sifa mungkin gagal menjuarai Piala Dunia BMX 2021. Akan tetapi, aksinya sungguh luar biasa. Bagaimana tidak, dia adalah atlet Indonesia pertama yang menembus final Piala Dunia BMX. View this post on Instagram A post shared by AMELLYA NUR SIFA (@amellyanur_sifa) Meski seharusnya masuk dalam kategori junior, Sifa mampu bersaing di U-23. Hal itu membuktikan kehebatan Sifa dalam mengendarai sepeda BMX. Prestasi Sifa pun dipuji oleh Kepala BIdang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI). “Sejarah untuk BMX Indonesia dari Amellya Nur Sifa setelah hanya mencapai semifinal di World Cup round 5, 6, dan 7, akhirnya di World Cup round 8 bisa masuk final dan makin meningkat skill-nya,” kata Budi, dikutip dari Antara, Senin (1/11/2021). Budi pun menyatakan PB ISSI akan terus melatih atlet BMX Indonesia sebaik mungkin. Alhasil, mereka bisa berprestasi di level dunia untuk mengharumkan nama Indonesia. “Mereka terus kami siapkan dan matangkan performance dan jam terbang berlomba di level dunia. Terima kasih, kepada Bapak Ketua Umum PB ISSI atas support dan dukungannya,” tutur Budi.

Borong 3 Gelar, Indonesia Juara Umum Finnish Junior 2021

Borong 3 Gelar, Indonesia Juara Umum Finnish Junior 2021

Pebulutangkis Indonesia berhasil memborong 3 gelar dan 2 runner up di turnamen Finnish Junior 2021 pada Minggu (31/10/21). Turnamen ini memiliki level International Series dan digelar pada sejak 29 Oktober 2021 lalu di Espoo, Finlandia. Dari 13 wakil yang didaftarkan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Indonesia berhasil mengirim 5 pebulutangkis ke partai puncak. Dua diantaranya mempertemukan wakil sesama pemain Indonesia di sektor tunggal putri dan tunggal putra, yakni Ester Nurumi dan Siti Sarah Azzahra, serta Yohannes Saut Marcellyno dan Alwi Ramadhan. Dalam duel tunggal putra, Yohannes Saut Marcellyno berhasil mempersembahkan gelar pertama usai mengalahkan kompatriotnya Alwi Farhan dengan skor 21-14 dan 21-14. Pada sektor tunggal putri, Ester Nurumi Tri Wardoyo berhasil membalas kekalahan dari Siti Sarah Azzahra yang mengalahkannya di babak 16 besar Denmark Junior 2021 pekan lalu, Sabtu (23/10/21). Kini di Finnish Junior 2021, Ester Nurumi berganti menang dengan skor 21-14 dan 21-12 setelah 32 menit bermain. Sementara satu tambahan gelar Indonesia berhasil diraih oleh Meilysa Trisas Puspita Sari/Rachel Alleysa Rose. Ganda putri unggulan kedua asal Indonesia itu berhasil menang 21-11 dan 21-15 dari unggulan pertama asal Estonia yaitu Catlyn Kruss/Ramona Oprus. 3 gelar juara dan 2 runner-up ini sudah cukup membawa Indonesia merengkuh predikat juara umum di Finnish Junior 2021. Sementara 2 gelar lain diraih pebulutangkis Malaysia dari sektor ganda putra dan ganda campuran. Berikut ini adalah hasil pertandingan final Finnish Junior 2021: – Tunggal Putra: Yohannes Saut Marcellyno vs Alwi Farhan (21-14, 21-14) – Ganda Putri: Meilysa Trisas Puspita Sari/Rachel Allessya Rose vs Catlyn Kruus/Ramona Uprus (21-11, 21-15) – Ganda Campuran: Wong Vin Sean/Tan Zhing Yi vs Apiluk Gatherong/Sirada Roongpiboonsopit (21-18, 21-11) – Tunggal Putri: Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Siti Sarah Azzahra (21-14, 21-12) – Ganda Putra: Justin Hoh/Ong Zhen Yi vs M.Fazriq/Wong Vin Sean (23-21, 17-21, 21-18)

Kejurnas Balap Sepeda 2021 Lahirkan Atlet Muda Berbakat

Kejurnas Balap Sepeda 2021 Lahirkan Atlet Muda Berbakat

Pengurus Besar (PB) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) menyebut sejumlah bibit atlet muda potensial lahir dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Sepeda 2021 di Garut dan Ciamis, Jawa Barat, 23-31 Oktober. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PB ISSI, Budi Saputra mengatakan, sejak hari pertama lomba atlet muda dari berbagai daerah telah menunjukkan talenta yang luar biasa dalam persaingan menjadi juara. “Animo Pengurus Provinsi (Pengprov) pada Kejurnas Balap Sepeda 2021 sangat tinggi dan yang terpenting adalah potensi-potensi atlet muda bermunculan,” kata Budi kepada ANTARA, Selasa. Selain prestasi atlet yang berasal dari Pulau Jawa, sambung Budi, yang membuat PB ISSI senang adalah keberhasilan tim Kalimantan Selatan menjuarai nomor Cross Country Team Relay (XCR). Dalam lomba tersebut, Rizaldi Ashshadiqqi Ridha, Ramadhana, Nanda Nur Apriliyani, dan Yunia Angelly Syahdat meraih medali emas seusai membukukan catatan waktu 16 menit 10,875 detik. Kalimantan Selatan mengalahkan tim Jawa Timur dan Jawa Barat yang masing-masing meraih perak dan perunggu. “Potensi atlet daerah keluar semua setelah hampir dua tahun tak ada lomba. Terlebih lagi di PON Papua juga tak ikut serta. Semuanya terobati dengan Kejurnas ini,” ujar Budi menambahkan. “Banyak sekali potensi atlet muda, terutama sektor putri bermunculan. Mereka masuk di bank data kami dan akan kami tindak lanjuti untuk proyeksi tiga sampai lima tahun ke depan,” Budi menuturkan. PB ISSI juga bakal menjalankan program pembinaan berkelanjutan alias jangka panjang untuk disiplin balap sepeda. “Kami punya Pelatnas jangka panjang yang sekarang sudah berjalan seperti BMX junior yang sedang lomba di World Cup di Turki,” pungkas Budi.

Cerita Naura Peraih 5 Emas Sepatu Roda PON XX

Cerita Naura Peraih 5 Emas Sepatu Roda PON XX

Luar biasa. Mungkin ungkapan tersebut yang cocok diberikan untuk Naura Rahmadija Hartanti. Atlet yang baru berusia 15 tahun tersebut sukses menyabet lima emas dari lima nomor yang diperlombakan di cabang olahraga sepatu roda yang diikutinya di ajang olahraga terbesar di Tanah Air, yaitu Pekan Olahraga Nasional XX Papua pada 2-15 Oktober 2021. Di PON Papua, Naura Rahmadija Hartanti atau yang akrab disapa Ola berlaga di lima nomor, yaitu sprint 1.000 meter putri, sprint 500 meter putri, relay 3.000 meter putri (beregu), maraton 42.000 meter putri, dan team time trial 10.000 meter putri (beregu). Semua emas dibabat habis olehnya. ”Alhamdulillah semuanya dapat emas,” ujar Ola, Selasa (19/10/2021), dikutip dari Kompas.id. Perolehan itu membuat Provinsi DKI Jakarta yang diwakilinya menjadi juara umum cabang olahraga sepatu roda di PON Papua. ”Seneng banget, bangga banget, puas. Capek yang selama ini aku jalanin, semuanya terbayar. Hasil enggak mengkhianati usaha,” kata Ola. Sejak awal, Ola memang memasang target tinggi untuk setiap nomor yang diikutinya. Target tinggi atau menjadi yang terbaik itu sudah menjadi prinsip Ola sejak mulai serius menekuni olahraga sepatu roda meski perjalanan untuk memberikan yang terbaik tidak selalu mudah. ”Untuk persiapan PON itu sekitar dua tahun. Harusnya setahun, karena kehambat pandemi, jadinya dua tahun,” kata Ola yang mulai masuk pelatda tahun 2017 saat usianya 11 tahun. Karena pandemi, Ola sempat sampai harus latihan sendiri di rumah melakukan program-program yang diberikan kepadanya. Baginya, hal itu tidak mudah. ”Latihan di rumah itu tantangannya diri kita sendiri. Karena kita dikasih program, tanggung jawabnya ke diri sendiri. Itu susah karena pasti ada cheating-cheating-nya dan lain-lain,” kata Ola yang sempat cedera di masa-masa mempersiapkan diri menghadapi PON. PON yang kemudian mundur karena pandemi memberi waktu bagi Ola untuk menyembuhkan cedera pada kakinya. Empat bulan menjelang PON, jadwal latihan semakin padat. Ola dan atlet-atlet lain harus masuk ke training camp. Mereka dikumpulkan di sebuah mes agar lebih fokus menghadapi PON. ”Itu mulai sangat intensif latihannya. Pagi, siang, malam. Sehari tiga kali latihan,” kata Ola. Selama masa ”karantina”, Ola bergaul dengan sesama atlet yang usianya lebih senior darinya, rata-rata mahasiswa. Namun, mereka cocok-cocok saja. Meski harus jauh dari rumah, Ola sangat menikmati seluruh proses yang tak hanya mematangkan fisik, tetapi juga kondisi mental tersebut. Dalam setiap kompetisi, peperangan psikologis (psy war) kerap kali justru memberi pengaruh besar. ”Sebenarnya kalau mental, biasanya dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, jadi bisa kena ke kita. Tapi aku kalau sama lingkungan itu kayak ya udah terserah mau apa. Yang penting aku ngelakuin buat aku sendiri, yang terbaik buat aku,” tutur Ola. Bekal-bekal itu kemudian dia bawa saat berlaga, termasuk berupaya untuk selalu mengendalikan diri di lapangan. Jam terbangnya yang cukup tinggi di dunia sepatu roda menjadi bekal untuk mengontrol dirinya saat bertanding. ”Kadang, tuh, kalau udah bermain, body contact sedikit aja emosinya bisa sangat meluap. Tapi aku selalu dikasih tahu untuk tenang. Kalau enggak, malah bisa didiskualifikasi. Jadi lebih nahan emosi aja saat di lapangan,” katanya. Namun, dari semua itu, yang paling penting menurut Ola adalah menjalaninya dengan senang. Tidak perlu terlalu terbeban. ”Yang penting lakukan yang terbaik. Enjoy. Hasil akhirnya apa, ya udah, berarti emang itu kehendak Tuhan,” ucap Ola. Berdoa, bagi Ola, juga menjadi hal penting. ”Tuhan bisa berkehendak apa aja. Bahkan, kalau udah doa sekeras apa pun, kalau Tuhan berkehendak, kita enggak bisa ngapa-ngapain juga. Yang penting tawakal aja, tapi berusaha kerja keras. Kalau enggak ada doa, setiap latihan itu bisa terjadi apa aja, jatuh, cedera, atau apa pun yang kita enggak mau terjadi,” ungkapnya. Sepatu roda sudah menarik perhatian Ola sejak duduk di kelas I SD. Saat itu, tahun 2012, Ola kecil yang tengah berolahraga di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno melihat ada komunitas sepatu roda. Dia lalu tertarik mencoba. ”Anak kecil, kan, sukanya kenceng-kencengan gitu, lari-larian. Wah, ini (sepatu roda) keren juga bisa kenceng-kencengan,” kenang Ola. Mengikuti jejak sang kakak, Ola pun lalu bergabung di Klub V3 (Vini Vidi Vici). Kedua orangtuanya sangat suportif. Selama Ola enjoy melakoninya, mereka mendukung. ”Pas baru masuk, pemula, latihannya tiap weekend. Lalu pas naik ke standar, jadi seminggu empat kali,” ujar Ola. Kala itu, Ola kecil sempat kerap ogah-ogahan. Kadang dia mau latihan, tak jarang juga hanya melihat orang berlatih saja. ”Sampai akhirnya aku kalah di suatu perlombaan. Dari situ aku merasa pengin menang. Akhirnya mulai serius latihan,” papar gadis dengan tinggi badan 165 cm dan berat 56 kilogram ini. Dia menanamkan tekad untuk tak lagi malas atau bermain-main belaka. Apalagi jarak rumahnya di Bekasi kala itu dan tempat latihan di Senayan cukup jauh. Dia tak ingin mengecewakan sang mama yang setia menemaninya latihan. Kemenangan pertamanya diraih dalam sebuah lomba sepatu roda di Serang, Banten. Dari situ Ola mulai ”kecanduan” menang. ”Sekalinya menang, kan, merasa puas sama diri sendiri. Jadi semangat latihan untuk terus menang,” terang Ola. Menjadi atlet kemudian menjadi pilihan Ola. Di klubnya, Ola menjadi anggota yang pertama kali lolos seleksi pelatda. Sayang, saat sudah serius berlatih, Ola terdepak dari pelatda karena alasan usia yang masih terlalu muda. Hal ini sempat membuatnya patah semangat hingga akhirnya Ola dipanggil kembali masuk pelatda. ”Nah, di situ aku bener-bener langsung nunjukin skill. Bahwa aku, tuh, pantas dan mulai pengin ke jenjang yang lebih tinggi lagi,” kata Ola. Di pelatda, Ola berlatih seminggu enam kali. Praktis istirahat hanya satu hari. Ola tetap semangat. Pengalaman mengikuti training camp di Taiwan tahun 2016 dan 2017 serta bergaul dengan atlet-atlet asal China membuat Ola belajar semakin banyak. Tak hanya soal keterampilan, tetapi juga soal disiplin diri. ”Atlet-atlet China itu, kan, disiplinnya tinggi banget, aku belajar juga dari mereka, lalu juga mulai improve diriku sendiri,” kata Ola. Semua itu dibuktikan di ajang PON XX Papua dengan hasil fantastis. Dengan sepatu rodanya, Ola meluncur seolah tak terbendung menyabet lima emas. Seusai PON, tak ada kata santai. Selain kembali fokus mengejar ketertinggalan di sekolah, Ola juga tengah menantikan seleksi Asian Games 2022 yang akan berlangsung pada Desember 2021. Latihan-latihan ringan sudah mulai dilakukan. Ola menyimpan harapan agar kelak sepatu roda dipertandingkan di Olimpiade. Jika rumor itu terbukti benar, Ola tentu akan bersiap ambil bagian. ”Kalau misalkan memang bener, target jangka panjangnya, ya, … Read more

Menang atas Nepal, Modal Timnas U-23 Indonesia Tantang Australia

Menang atas Nepal, Modal Timnas U-23 Indonesia Tantang Australia

Tim Nasional Sepak Bola U-23 Indonesia kembali meraih hasil positif pada pertandingan uji coba menjelang Kualifikasi Piala Asia U-23 2022. Setelah menang 2-1 atas Tajikistan pada Selasa lalu, timnas U-23 Indonesia kini mengalahkan Nepal U-23 d Hisor Central Stadium, Jumat (22/10/2021) malam WIB. Dalam pertandingan itu, skuad Garuda Muda menang 2-0 berkat gol-gol Hanis Saghara (55′) dan Witan Sulaeman (90+3′). Sebanyak dua kemenangan tersebut menjadi modal berharga timnas U-23 Indonesia untuk melawan Australia di babak Kualifikasi Piala Asia U-23. “Hasil tersebut tentu hal yang positif bagi kami. Pada uji coba ini, saya sengaja memberikan kesempatan hampir semua pemain untuk bermain meski hanya sebentar,” kata pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, dilansir dari PSSI. Meski timnas U-23 Indonesia selalu meraih kemenangan pada laga uji coba, Shin Tae-yong mengungkapkan masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki. Kekurangan-kekurangan itulah yang menjadi fokus Shin Tae-yong dan tim pelatih untuk memoles pemain pada sisa waktu menjelang lawan Australia. “Pada dua laga uji coba ini, kami telah mengetahui perkembangan pemain dalam memainkan pola permainan sesuai keinginan kami,” kata pelatih asal Korea Selatan itu. “Banyak evaluasi dan kami akan perbaiki saat latihan nanti. Melawan Australia jelas harus lebih kerja keras dan fokus,” tutur Shin Tae-yong. Timnas U-23 Indonesia akan berhadapan dengan Australia di babak Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 pada 26 dan 29 Oktober 2021. Semua pertandingan antara Indonesia dan Australia akan berlangsung di Republican Central Stadium Dushanbe, Tajikistan. Apabila mampu mengalahkan Australia, timnas U-23 Indonesia akan lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2022 yang direncanakan digelar di Uzbekistan.

Arista Perdana, Petembak Muda Sarat Prestasi

Arista Perdana, Petembak Muda Sarat Prestasi

Meski masih berusia belia, prestasi Arista Perdana Putri Darmoyo boleh diadu. Atlet menembak perempuan dari Kota Semarang, Jawa Tengah tersebut memiliki sederet prestasi yang membanggakan. Hingga kini lebih dari 20 medali ia koleksi dari berbagai kejuaraan baik tingkat daerah sampai internasional. Tak heran, sebab gadis berusia 16 tahun ini sudah memilih jalan hidup menggandrungi olahraga menembak sejak duduk di kelas 2 SD. Semua itu berawal dari kebiasaan Arista mengikuti sang kakek sebagai pelatih olahraga menembak di Kota Semarang. Sering melihat kakeknya dan para atlet menembak berlatih, ia lama kelamaan tertarik di cabang olahraga tersebut. “Dulu tiap kakek mau melatih saya selalu pengen ikut. Selama ikut dan melihat orang menembak kok seru ya, akhirnya sejak kelas 2 SD saya diajari juga sama kakek olahraga menembak ini,” tuturnya, dikutip dari IDN Times, Jumat (22/10/2021). Saat itu ia mulai memegang senjata jenis pistol dibandingkan rifle. Hal itu karena menyesuaikan dengan postur tubuhnya yang mungil. “Ya, sebenarnya saya tertarik jenis senjata laras panjangan seperti rifle, tapi tubuh saya kecil. Tinggi saya sekarang saja cuma 146 cm. Jadi, sampai sekarang pun tetap pegang pistol,” ungkapnya. Meskipun bertubuh kecil tapi tidak membuat generasi Z ini kecil hati. Arista justru tertantang untuk menekuni olahraga yang penuh adrenalin ini. Mulai kelas 5 SD, remaja asli Semarang ini sudah mengikuti berbagai kompetisi olahraga. Bahkan, di masa itu ia sudah membawa nama Kota Semarang di kejuaraan menembak tingkat nasional. “Namun, baru berhasil meraih juara dan dapat medali emas tuh saat kelas VII SMP. Meski juara di kategori tim tapi seneng banget karena itu kompetisi tingkat nasional. Dari situ saya semakin tertarik dan menekuni menembak hingga meraih skor dan bisa menjadi atlet,” kata atlet binaan Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) dan KONI Kota Semarang itu. Ketekunan terus berusaha, berlatih, dan berdoa ini akhirnya membuahkan prestasi lainnya. Belum lama ini, siswa kelas XI SMA 1 Semarang itu mendulang prestasi yang sangat bergengsi. Putri sulung pasangan Citro Darmoyo dan Retno Wijayanti ini berhasil mengumandangkan lagu Indonesia Raya dalam ajang ‘14th Asian Air Gun Championship’ di Kazakhstan bulan September 2021. Arista meraih medali emas di kategori putri individu dan kategori mix team atau ganda campuran ia bersama rekannya Muhammad Iqbal meraih meraih medali emas. Tidak berselang waktu lama, pada ajang PON XX Papua 2021 mewakili Jawa Tengah ia kembali merebut medali emas untuk cabang olahraga menembak di nomor 10 meter air pistol beregu campuran bersama Muhammad Iqbal. Mengalahkan kontingen dari Bali. “Saya senang sekali dalam waktu berdekatan meraih medali emas dan membawa harum nama Indonesia dan Jawa Tengah melalui olahraga yang saya cintai ini. Apalagi, kejuaraan di Kazakhstan adalah pengalaman pertama saya di luar negeri. Ini tidak bisa terlupakan,” kata Arista. Si kecil-kecil cabe rawit yang bercita-cita sebagai polwan ini pun tidak jera untuk terus berlatih dan mengikuti kejuaraan-kejuaraan lainnya. “Saya pengen ikut dan menang di Sea Games dan Asian Games. Semoga ada kesempatan untuk bertanding di ajang tersebut,” tandasnya.