Timnas Basket Putra Indonesia Langsung Tumbang 65-104 di Laga Perdana Kontra Korsel

Point Guard Timnas Basket Indonesia, Andakara Prastawa Dhyaksa (putih), dikepung peman Korea Selatan, dalam laga perdana penyisihan Grup A cabor Bola Basket Asian Games 2018, yang berkesudahan 104-65 bagi kemenangan tim negeri Ginseng. (Pras/NYSN)

Jakarta- Keseruan tersaji di babak penyisihan grup A cabang basket putra Asian Games 2018 pada laga Indonesia kontra Korea Selatan, di Hall Basket Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Selasa (14/8). Mendapat dukungan penuh publik, Timnas putra Merah Putih justru gagal meraih hasil positif. Andakara Prastawa Dhyaksa dan kolega harus mengakui ketangguhan para pemain asal Negeri Ginseng dengan skor lebar, 65-104. Korea langsung mengambil inisiatif serangan usai wasit melakukan jump ball tanda pertandingan dimulai. Dimotori Ricardo Preston Ratliffe, Korea lebih dulu unggul 28-18 di kuarter pertama. Memasuki kuarter kedua, Korea makin ‘ganas’ tembakan demi tembakan dari para pemain membuahkan poin. Indonesia makin jauh tertinggal. Memundi 25 poin, Korea mengunci kuarter kedua dengan skor 53-31. Usai jeda, Indonesia berusaha terus memberikan tekanan pada Korea. Meski mampu memanen poin, namun itu belum cukup memperkecil margin angka skuat Garuda atas Korea. Para pemain Indonesia berupaya keras untuk lepas dari bayang-bayang dominasi Korea. Namun, pertahanan Korea juga tergolong tangguh karena beberapa kali mampu mencuri bola pemain tuan rumah. Indonesia mengakhiri kuarter ketiga, dengan tertinggal 45-80. Anak asuh Fictor Gideon Roring belum menyerah di kuarter keempat. Tapi, Korea sudah mengunci kemenangan, dengan poin yang sulit terkejar oleh punggawa Garuda. Kuarter keempat pun berkesudahan 65-104 untuk Korea. “Hasil ini sesuai prediksi. Korea tim kuat dan punya line up pemain di dalam dan luar yang kuat. Shooter mereka itu nomor satu di Asia. Bisa dibilang, dua kelas di atas Indonesia,” ujar juru racik tim kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 18 Desember 1972 itu. Pada pertandingan kali ini, menurut Fictor, difense menjadi fokus evaluasi anak didiknya. “Difense harus diperkuat, karena tadi terlalu mudah. Tapi harus diakui memang lawan lebih tangguh,” urainya. Di kubu Indonesia, Andakara menyumbang 20 poin, dan Jamarr Andre Johnson 16 poin, serta Valentino Wuwungan dengan 6 poin. Sementara, pemain Korea Ricardo Preston Ratliffe menjadi pencetak poin terbanyak dengan 30 poin, diikuti Sunhyung Kim dan Junbeom Jeon dengan 13 poin. “Sebenarnya kami main enak-enak saja. Mungkin kurang ngalir bolanya. Kalau untuk ofensif kami tidak ada masalah, mungkin difensif saja yang kewalahan,” ungkap Andakara usai laga. Menghadapi laga selanjutnya, pemain berusia 25 tahun itu mengaku optimis timnya bisa meraih hasil positif. “Melawan Thailand dan Mongolia kami optimis. Karena masih ada waktu untuk istirahat, dan kami akan tonton video mereka tanding. Sehingga kami bisa lebih fokus lagi,” tutup point guard lulusan SMAN 3 Jakarta itu. (Adt)

Tampil di Asian Games, Palestina Selalu Kesulitan Saat Melawan Tim Asia Tenggara

Bek sekaligus kapten Palestina U-23, Abdallatif Albahdari (putih), akhirnya mencetak gol pada menit ke-90+5 ke gawang Laos, dan membawa timnya menang denga skor akhir 2-1, di laga fase Grup A Asian Games 2018. (pikiran-rakyat.com)

Jakarta- Timnas Indonesia tercatat tampil dalam sembilan edisi Asian Games. Partisipasi itu terjadi di tahun 1951, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1986, 2006, dan 2014. Dari keikutsertaan itu, Timnas Indonesia berhasil lolos ke perempatfinal sebanyak tiga kali, yaitu pada edisi Asian Games 1951, 1966, dan 1970. Merah putih juga lolos ke fase 16 besar di Asian Games 2014. Prestasi terbaik yang pernah diukir tim garuda adalah saat Asian Games 1954, 1958, dan 1986. Pada Asian Games 1954 di Manila, Timnas gagal merebut peringkat ketiga, setelah kalah 4-5 dari Myanmar. Timnas Indonesia akhirnya mampu meraih medali perunggu, pada Asian Games 1958 di Tokyo, Jepang, usai menekuk India 4-1. Lalu, Asian Games edisi 1986 di Seoul, Korea Selatan, Timnas finis di peringkat keempat. Pada perebutan medali perunggu, ketika itu Robby Darwis dkk. harus takluk 0-5 dari Kuwait. Berbeda dengan tim merah putih, meraba kekuatan Palestina dari tahun ke tahun, mereka tak sekali pun meraih kemenangan jika menantang kontestan dari Asia Tenggara. Di Asian Games 2002, Palestina tergabung dengan tiga tim besar sekelas Jepang, Bahrain, dan Uzbekistan. Palestina tak mampu meraih poin dan menjadi juru kunci Grup D Asian Games 2002. Berlanjut pada 2006, Palestina kembali menjadi juru kunci Grup C yang berisi Thailand, Kuwait dan Kirgistan. Kala itu, Palestina dipaksa menyerah dari Thailand, dengan skor tipis 1-0 Stadion Al-Rayyan, Qatar. Ini jadi tahun tersuram bagi Palestina, yang selalu kalah dan tak mencetak satu gol pun. Asian Games 2010, Palestina kembali gaagal di fase grup. Menjadi peringkat ketiga diantara Korea Utara, Korea Selatan, dan Jordania, jadi prestasi terbaik Palestina kala itu. Lalu, Asian Games 2014 menjadi titik balik kebangkitan. Meski kalah dari Singapura dengan skor 1-2, di Stadion Ansan Wa, Korea Selatan, Palestina sukses tampil sebagai juara Grup C kala itu. Namun, aksi Palestina terhenti di babak 16 besar, setelah ditekuk Jepang dengan skor akhir 0-4. Di babak fase grup Asian Games 2018, 25 tim cabor sepak bola tengah berusaha untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Tim-tim di Grup A sudah bertanding sejak tanggal 10 Agustus. Sementara itu, tim-tim di grup lain baru bertanding mulai 14 Agustus. Regulasi laga si kulit bundar di ajang multi event ini pun sudah diketuk. Di babak fase grup, pihak panitia penyelenggara telah menentukan aturan yang dipakai andai ada dua tim atau lebih, memiliki jumlah poin sama di klasemen akhir. Selisih gol menjadi penentu paling utama, bila terdapat poin yang sama. Faktor kedua, yakni keunggulan sisi produktivitas tim yang bersangkutan, bila selisih golnya sama. Bila ada tim yang masih sama juga jumlahnya, maka format head to head antar kedua tim, yang menjadi pertimbangan. Babak fase grup Asian Games 2018 cabang sepak bola rencananya akan bergulir hingga 20 Agustus. Setelah itu, fase knock-out dimulai pada 23 Agustus. (Dre) Peforma Palestina Berhadapan Tim asal Asia Tenggara di ajang Asian Games  28 November 2006 Palestina 0-1 Thailand 21 September 2014 Palestina 1-2 Singapura

Obral Strategi False Nine Lawan Palestina, Timnas U-23 Wajib Penuhi Banyak Syarat

Timnas U-23 kemungkinan akan menerapkan strategi false nine melawan Palestina pada laga kedua Grup A Asian Games 2018, di Stadion Patriot Candrabhaga, Rabu (15/8). (bola.com)

Jakarta- Pelatih Timnas U-23 Luis Milla berpeluang memakai strategi berbeda menghadapi Palestina dalam lanjutan penyisihan Grup A Asian Games 2018 yang akan digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (15/8). Selain merotasi beberapa pemain, pelatih asal Spanyol itu ingin menjajal strategi false nine kontra Palestina. “Ini turnamen yang sangat ketat dan waktu pemulihan kondisi sedikit. Jadi, seperti pertandingan sebelumnya termasuk SEA Games 2017, kemungkinan komposisi pemain akan diubah,” kata asisten pelatih Bima Sakti seperti dikutip Antara, Selasa (14/8). “Ada kemungkinan menggunakan pemain dengan peran sebagai false nine,” sambungnya. Mantan pemain primavera Indonesia itu memastikan skuat Garuda Muda dalam keadaan bugar jelang laga, termasuk kondisi pemain asal Mitra Kukar, Septian David Maulana yang sempat mengalami masalah di ototnya. Skuat Indonesia, kemungkinan akan menerapkan strategi yang berbeda saat menghadapi Palestina. Salah satunya perubahan komposisi lini depan Merah Putih yang sebelumnya bertumpu kepada Beto Goncalves. Artinya, Beto, bakal disimpan. Sebagai gantinya, tim pelatih akan menurunkan pemain bertipikal ‘false nine’ sebagai ujung tombak lawan Palestina. False nine sejatinya bukanlah sebatas posisi bermain, melainkan sebuah peran. ‘Si nomor 9 yang palsu ini’ seolah-olah bermain sebagai ujung tombak, namun ia bergerak lebih leluasa ke belakang, atau ke sisi sayap untuk membuka celah kepada pemain lainnya. Ilham Udin Armaiyn, Septian David Maulana serta Saddil Ramdani, berpotensi sebagai opsi mengisi peran ‘pembohong’ yang ingin diterapkan Milla. Namun, faktanya, tidak semua tim sebetulnya mampu menggunakan false 9, karena memang tak semua penyerang atau gelandang, bisa mengambil keputusan untuk memainkan peran false 9 dengan baik. Pemain ini setidaknya, harus memiliki kemampuan mencari ruang yang baik. Selain itu sang pemain juga harus punya kemampuan mengolah bola yang baik, karena false 9 juga akan menjadi pengatur serangan ketika dia telah menguasai bola. Sistem false 9 juga menyaratkan tim memiliki lini kedua yang baik, yang mampu menerobos masuk ke kotak penalti, kala sang striker melakukan “gerakan tipuan”. Indonesia berpeluang mengudeta puncak klasemen jika berhasil mengalahkan Palestina. Sebaliknya, Palestina memantapkan posisinya di tempat teratas jika mampu meraih poin atas Indonesia. Saat ini Palestina berhak memuncaki klasemen dengan raihan empat poin usai menang 2-1 atas Kamboja dan imbang 0-0 lawan Taiwan. Indonesia menguntit di posisi kedua dengan tiga poin, hasil kemenangan 4-0 atas Taiwan. Dari daftar pemain yang ada, terdapat tiga pemain Palestina yang kini tercatat bermain di klub Eropa. Pertama adalah Michel Milad Termanini, pemain 20 tahun itu kini bermain di klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Swedia, AFC Eskilstuna. Dalam dua pertandingan yang telah dijalani Palestina, Termanini adalah andalan di lini belakang. Pemain kedua yang berkiprah di klub Eropa adalah Omar Al Sharif. Al Sharif adalah pemain yang berposisi sebagai bek dan kini tercatat sebagai pemain SV Arminia Hannover. Klub tersebut kini berkiprah di kompetisi kasta kelima Liga Jerman atau yang dikenal Niedersachsenliga. Selanjutnya, ada Mohamed Darwish yang juga memperkuat Arminia Hannover. Berbeda dengan dua rekan setimnya, Darwish biasa bermain sebagai seorang gelandang. Berdasarkan data performa mereka dalam dua laga sebelumnya, Termanini menjadi pemain yang paling sering bermain di antara ketiganya. Tercatat, pemain bernomor punggung 4 itu sudah bermain selama 180 menit dalam dua laga. Sedangkan Al Sharif bermain sebagai pemain pengganti selama 24 menit saat melawan Cina Taipei dan 90 menit ketika menghadapi Laos. Sementara Darwish, baru dimainkan saat melawan Laos sebagai pemain pengganti dengan durasi 31 menit. (Ham) Jadwal Grup A Rabu (15/8) Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi 16:00 WIB Hong Kong vs Taiwan 19:00 WIB Indonesia vs Palestina Klasemen Grup A sepak bola Asian Games 2018 No      Tim           Main  Gol  Poin 1. Palestina U-23     2     2-1    4 2. Indonesia U-23    1     4-0    3 3. Hong Kong U-23  1     3-1    3 4. Taiwan U-23        2     0-4    1 5. Laos U-23           2     2-5    0

Kemenpora Gulirkan Dana Rp 26,77 Miliar, Kontribusi Pemerintah Untuk PSSI

Mulyana (Deputi IV Peningkatan Prestasi Kemenpora) menyebut pemerintah tela menggelontorkan dana Rp 26,77 miliar sebagai kontribusi untuk PSSI. (Kemenpora)

Jakarta- Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelontorkan dana Rp 26,77 miliar sebagai bentuk kontribusi untuk PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia). Nilai total dana yang diberikan kepada PSSI sebesar Rp 26,77 miliar, dan sudah dicairkan sekitar 70 persen atau Rp 19,37 miliar. Hal ini Diungkapkan Mulyana, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora. Ia mengatakan Kemenpora telah memberikan kontribusi kepada Pelatnas (pemusatan latihan nasional) Asian Games XVIII/2018, maupun peningkatan tenaga keolahragaan kepada PSSI. “Dengan perincian untuk Timnas (tim nasional) putra Rp 10,18 miliar dan Timnas putri Rp 9,18 miliar. Juga sebesar Rp 5,9 miliar yang diperuntukan untuk lisensi wasit internasional, pelatih profesional, dan upgrade pelatih international,” ujar Mulyana di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (13/8). Mulyana didampingi Raden Isnanta (Deputi Pembudayaan Olahraga), dan Candra Bhakti (Asisten Deputi Olahraga Prestasi). Dalam kesempatan itu, Mulyana memberikan selamat kepada skuat Timnas U-16, yang sukses menjadi kampiun di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, akhir pekan lalu. “Kami berikan apresiasi bagi Timnas U-16 yang menjuarai Piala AFF U-16 Tahun 2018 ini paska menaklukkan Thailand di partai final. Kemenangan ini memotivasi sekaligus modal dasar bagi atlet yang akan tampil di Asian Games nanti,” tegasnya. Mulyana mengungkapkan khusus Timnas U-16, pemerintah mang tak mengalokasikan bantuan saat penyisihan kejuaraan AFF U-16 pada 2018 ini. “Tapi kami membantu pembinaan dan kesiapan atlet sebesar Rp 1,5 miliar. Untuk pencairan Rp 1,5 miliar, mekanismenya nanti PSSI bisa mengajukan proposal,” tambahnya. Sementara itu, Isnanta mengungkapkan pihaknya selalu memantau serta mengikuti perkembangan Timnas U-16. “Perlu kami laporkan bahwa Kemenpora melalui Deputi III punya kompetisi berjenjang yakni U-12, U-14, dan U-16. Ada pula kompetisi usia dini lainnya,” tuturnya. “Memang ini sistem yang kami bangun, sistem usia muda yang berjenjang yang tujuannya adalah event internasional. Artinya, Kemenpora telah memberikan kontribusi kepada sistem kompetisi yang berjenjang yang melahirkan keberhasilan sepakbola tanah air,” terangnya. Lanjut Isnanta, dari sisi anggaran pada kompetisi liga berjenjang tiap tahunnya pemerintah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 8,7 miliar, untuk Liga Santri Rp 8 miliar, dan ditingkat Desa terdapat Liga Desa dengan anggaran lebih dari Rp 7 miliar. “Di PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) kami mempunyai 12 Diklat dengan anggaran tiap tahun sebesar Rp 23,4 miliar. Selain itu, pemberian penghargaan kami juga memberikan pada usia muda,” tukas Isnanta. (Adt)

Alvin, Pemuda 18 Tahun ini Optimis Dapat Menjadi Juara Dunia Bulutangkis All England

Alberto Alvin Yulianto. ikut mengharumkan nama Indonesia di kejuaraan Badminton Asia Junior Championship 2018.

Jakarta- Indonesia memiliki banyak potensi atlet-atlet usia muda dari masing-masing cabang olahraga, baik dari laki-laki maupun perempuan. Salah satunya adalah Alberto Alvin Yulianto atau “Alvin” sapaan akrabnya. Tergabung di Pelatnas Cipayung sejak tahun 2017 lalu, Ia turut serta dalam mengharumkan nama Indonesia di kejuaraan Badminton Asia Junior Championship 2018. Memulai karirnya di olahraga bulutangkis sejak usianya 7 tahun, ketika itu dirinya diajak oleh sang ayah dan ibu ke lapangan untuk bermain bulutangkis hingga akhirnya menyukai olahraga tersebut. “Udah merasa nyaman ya di bulutangkis, dulu kan suka dapet bonus kalo juara jadi makin semangat latihannya” kata Alvin. Berkat kemampuannya dalam bermain bulutangkis yang kian terasah Alvin akhirnya terrgabung dalam PB Kartika di Purwokerto, disini Ia mengikuti kejuaraan pertamanya saat masih berusia 10 tahun pada tingkat Propinsi Jawa Tengah, kemudian pada tahun 2011 Alvin bergabung dengan PB Djarum yang berlokasi di ‘Kota Kretek’ Kudus. “Saya 6 tahun di PB Djarum dari tahun 2011, saat itu ada pemanggilan untuk gabung ke pelatnas ditahun 2017 saya mulai gabung.” ujar remaja berusia 18 tahun itu. Bermain di area tunggal putra menjadi pilihannya sejak kecil, merasa nyaman dan sudah mendapatkan alur yang tepat menjadi alasannya untuk berjuang seorang diri di lapangan. Saat ini dirinya sudah lulus dari bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) dan akan segera menentukan jalannya untuk lebih terjun ke dunia pendidikan atau fokus untuk menjadi atlet. “Kalau sekarang fokusnya masih badminton sih, kalau kuliahnya masih belom terlalu dipikirin. Kalau harus milih sekolah dan badminton, saya pilih badminton” ungkap remaja kelahiran Purwokerto tersebut. Alasan lebih memilih menjadi atlet karena sudah menjadi rutinitas sejak kecil dan sudah memfokuskan diri untuk terus berlatih, membuat dirinya optimis menjadi seorang atlet. Selama menjadi atlet ada banyak cobaan  yang dilalui, bahkan Alvin pun sempat mengalami cidera di bagian pinggang yang cukup parah pada tahun 2015. Cidera ini mengakibatkan dirinya harus beristirahat penuh selama kurang lebih satu bulan. “Suka duka jadi pemain sih, dari sukanya banyak yang dukung kayak penonton, orang tua, keluarga, dapet bonus kalau juara. Kalau duka sih waktu habis untuk latihan ya, orang-orang pada liburan bareng keluarga kita harus latihan” pungkas remaja yang mengidolakan Lee Chong Wei dan Anthony Ginting itu. Dalam waktu dekat Alvin menargetkan dirinya untuk lolos bahkan menjadi juara di event Asia Junior dan juga event World Junior, bahkan untuk jangka panjang Alvin optimis bisa meraih medali emas di kompetisi internasional seperti All England.(Ham) Profil Singkat Nama : Alberto Alvin Yulianto Tempat/Tgl Lahir : Purwokerto, 7 Januari 2000 Alamat Tinggal : Pelatnas Cipayung jl Damai Raya Jakarta Timur Alamat Rumah : Perum. Puri Hijau P16 no. 17 Purwokerto Selatan Orang Tua : Lilik (ayah) Sucien (ibu) Nomor Ponsel : 087888703977 Media Sosial : Ig @albertoalvinyulianto Pendidikan SD Santo Yoseph purwokerto SMP Taman Dewasa Kudus SMA Keluarga Kudus Prestasi Juara 1 Sirkuit Nasional Semarang Tahun 2016 Juara 1 Sirkuit Nasional Medan Tahun 2016 Runner Up Sirkuit Nasional Makassar Tahun 2016 Semi Final Sirkuit Nasional Cirebon Tahun 2016 Semi Final Victor Exist Junior Tahun 2016 Juara 1 Junior Master Cup Tahun 2016 Juara 3 International Junior Championship Tahun 2017 Juara 3 International Series Peru Tahun 2017 Juara 1 Pembangunan Jaya Raya Cup Tahun 2017 Juara 1 Super Liga Junior Tahun 2017 Kuarter Final Grand Prix Dutch Belanda 2018 Kuarter Final Grand Prix Jerman Junior 2018 Kuarter Final Grand Prix Thailand Junior 2018

Si Kecil Cabe Rawit, Julukan Untuk Falen Atlet Tenis Berusia 8 Tahun

Falen, murid didik dari Jakarta International Tennis Academy.

Jakarta- Olahraga Tenis mungkin belum sepopuler olahraga lain seperti sepak bola, futsal, basket maupun badminton, meski demikan ada beberapa kalangan yang cukup menyukai cabang olahraga ini. Jakarta International Tennis Academy (JITA) adalah salah satu dari sekian banyak sekolah tenis di Jakarta yang sukses mengantarkan anak didiknya untuk bertanding di ranah nasional maupun internasional. Falen salah satunya, anak berusia 8 tahun tersebut meski terbilang usianya masih amat muda namun kemampuannya dalam memukul bola tenis di lapangan tak perlu diragukan lagi. Menurun dari hobi sang ayah yang juga menjabat sebagai pelatih tenis di JITA, sang anak justru memiliki ketertarikan dengan olahraga tenis saat usianya masih berusia 2 tahun. “Saat itu masih 2 tahun mulai penasaran dia sama raketnya, saya coba lemparkan ke anak bolanya malah dipukul. Akhirnya ketika umur 3,5 tahun baru saya kenalkan pelan-pelan, karena 2 tahun masih terlalu kecil ya” ungkap Sebastian, ayah dari Falen. Sebelum bergabung dengan JITA, Falen mulai berlatih dengan sang ayah dan kakak karena kebetulan sang kakak memiliki hobi yang sama. Mulai bergabung dengan JITA saat umurnya 3 tahun, Falen masih mengikuti latihan sesuai usia dan kemampuannya. Ketika berusia 5 tahun barulah terjun mengikuti turnamen perdananya namun sayang hanya sampai posisi Runner Up saja. “Sekitar umur 4-5 tahun mulai main di turnamen internal kita dulu, anaknya makin senang. Setelah dirasa cukup mumpuni baru terjun kejuaraan” tambah sang ayah. Saat ini anak kelahiran 1 Maret 2010 tersebut masih duduk di kelas 2 Sekolah Dasar, namun dalam usia semuda itu Falen ternyata memiliki jadwal yang sangat padat untuk belajar di sekolah sekaligus berlatih Tenis. Selain itu oleh pihak sekolah Falen juga  mengikuti ekstrakulikuler Baske dan Renang “Bisa dibilang sangat sedikit waktu istirahatnya, tapi anaknya senang. Saya suruh istrahat malah marah-marah anaknya” tambah Sebastian. Namun yang dikhawatirkan ketika Falen akan merasa jenuh dengan segudang aktivitasnya, bahkan ketika akhir pekan Falen menghabiskan waktu 6 jam di JITA untuk berlatih, tak ayal lagi bahwa peran orang tua sangat diperlukan dalem menjaga keseimbangan aktivitas dan kesehatannya. Kerap kali sang anak diberikan multivitamin dan makanan yang bergizi agar kondisinya tetap terjaga, dengan waktu latihan dan jadwal aktivitas yang tergolong padat, agar berhasil membuahkan segudang prestasi yang dibawanya pulang. “Sejauh ini masih bisa dikondisikan, aktivitasnya saya atur agar tetap fit. Latihan pun ringan saja paling joging, skiping aja saya suruh 500 dia bisa sampai 3000 kali” ujar pelatih sekaligus ayah Falen seraya bergurau. Harapan yang disampaikan sang ayah adalah semoga Falen bisa menjaga konsistensinya hingga usia 12 tahun, agar Ia bisa bisa menjadi atlet top nasional bahkan internasional. (Ham) Profil Singkat Nama : Rafalentino Ali Da Costa Tempat/Tgl Lahir : Tangerang Selatan, 1 Maret 2010 Orang Tua : Sebastian Ali Da Costa (ayah) Dwi Komala Sri (ibu) Nomor Ponsel : 087771556829 (ibu) Anak kedua, kakak Justmin Ali Da Costa Pendidikan SD Al-Fath BSD, Tangerang Prestasi KU 8: Sportama Orange 2015 – RUNNER Up KU 10: AFR 2017 – SEMIFINAL KU 10: CBR 2017 – SEMIFINAL KU 10: Sportama 2017 – Semifinal KU 10: Thamrin Cup 2018 – SEMIFINAL KU 10:BNI 2017 – RUNNER Up KU 10:AFR 2017- RUNNER Up KU 10:AFR 2017- WINNER KU 10:CBR 2017- WINNER

Statistik Tampil Cemerlang, Gelandang Senior Timnas U-23 Ini Enjoy Jadi Striker

Pemain Timnas U-23, Stefano Lilipaly (merah) mencetak gol akrobatik, saat Timnas U-23 menang 4-0 atas Taiwan, pada laga perdana penyisihan grup Asian Games 2018, di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/8). (tribunnews.com)

Jakarta- Gelandang senior Timnas U-23, Stefano Lilipaly mengaku senang bisa mencetak dua gol bagi kemenangan di Asian Games 2018. Timnas U-23 menang 4-0 atas Taiwan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (12/8). Ia mencetak dua gol, salah satunya dengan tendangan salto spektakuler, dan juga menciptakan satu assist Lilipaly membayar tuntas kepercayaan Luis Milla yang memainkan dirinya sejak menit pertama. Bermain di lini tengah, Lilipaly bahu-membahu bersama Zulfian, Evan Dimas, Febri Hariyadi, dan Irfan Jaya untuk mengalirkan bola-bola matang ke AlBerto ‘Beto’ Goncalves yang diplot sebagai ujung tombak. Gol salto Lilipaly yang tercipta di menit ke-75, berawal dari umpan Rezaldi Hehanusa di sisi kanan. Kendati ditempel bek Taiwan, Lilipaly mampu menuntaskan umpan tersebut lewat aksi akrobatik, yang membuat si kulit bundar meluncur deras ke sudut kiri bawah gawang kiper Timnas U-23 Taiwan, Pan Wenchieh. Sebelumnya, Lilipaly juga menyumbang gol pertama bagi Indonesia di menit ke-67. Memanfaatkan sepakan bebas Evan Dimas, Lilipaly melepaskan sundulan akurat dari dalam kotak penalti. Bola lantas mengarah ke sudut kanan bawah gawang dan tak kuasa dibendung Wenchieh. Lilipaly yang saat ini berusia 28 tahun adalah satu dari tiga pemain senior yang dibawa Milla di Asian Games 2018. Selain dirinya, pelatih asal Spanyol itu juga memanggil kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, dan striker Sriwijaya FC, Beto. Nama terakhir menyumbang satu gol di laga melawan Taiwan. Sementara pemain Bhayangkara FC, Muhammad Hargianto menutup pesta gol Indonesia di injury time. “Saya senang bisa cetak gol dan bantu kemenangan tim di pertandingan ini. Ini hasil kerja keras semua pemain. Tapi paling penting kita dapat tiga poin malam ini. Terima kasih suporter Indonesia,” ujar Lilipaly, selepas pertandingan. Fano (panggilan akrab Stefano) juga tak mempermasalahkan dengan posisinya yang beberapa kali ditempatkan sebagai striker. “Tidak masalah, saya suka menjadi gelandang serang dan sayap. Terserah pelatih,” tambahnya. Dua gol Fano membuka peluang Indonesia di Grup A. Saat ini Skuat Garuda Muda berada di posisi kedua dengan koleksi tiga poin. Selisih satu poin dengan Palestina di puncak klasemen dengan poin empat. Dilansir dari Labbola, Lilipaly mencetak dua gol dari total 4 tembakan. Sebetulnya, total tembakan Lilipaly sama dengan Beto yang jadi tumpuan Indonesia di lini depan. Beto, pemain naturalisasi asal Brasil itu melepaskan 3 tembakan tepat ke gawang (satu tembakan berhasil menjadi gol) dan satu shots off target. Namun, Lilipaly lebih tajam karena dia berhasil mencetak 2 gol dari 2 tembakan tepat sasaran. Sementara itu dua tembakan lain yang dilepaskan Lilipaly gagal mengenai sasaran. Selain tembakan, kelebihan lain dari Lilipaly adalah umpan sukses. Pemain Bali United ini melepaskan 15 umpan sukses dari total 19. Tingkat kesuksesannya mencapai 78 persen. Dengan penampilan Lilipaly ini, setidaknya keputusan Milla cukup tepat untuk memainkannya pada Asian Games 2018. Lilipaly baru dipanggil dalam pemusatan latihan terakhir yang digelar di Bali, beberapa waktu lalu. (Ham)

Cetak Gol Salto, Lilipaly Bawa Indonesia Posisi Runner Up di Laga Perdana Asian Games 2018

Striker Timnas U-23, Stefano Lilipaly (10) mencetak dua dari empat gol kemenangan Timnas U-23 atas Taiwan, pada laga perdana penyisihan grup Asian Games 2018, di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/8). (INASGOC)

Jakarta- Timnas U-23 memetik kemenangan perdana pada fase penyisihan Grup A pada cabang olahraga sepak bola Asian Games 2018. Menghadapi Taiwan, Garuda Muda berhasil menang dengan skor telak 4-0 pada laga yang digelar di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/8). Empat gol kemenangan Tim Merah Putih muda dicetak oleh Stefano Lilipaly (66′ dan 76′), Alberto Goncalves (71′), dan Muhammad Hargianto (90+3). Walau menang degan skor telak, Indonesia ternyata belum berhasil meraih puncak klasemen sementara Grup A. Hansamu Yama dkk masih bertengger di peringkat kedua klasemen sementara Grup A, dengan koleksi tiga poin hasil dari satu laga yang dilakoni. Sedangkan Palestina masih nyaman duduk di puncak klasemen dengan raihan empat poin hasil dari dua laga. Sebelumnya, Palestina meraih satu kemenangan saat menghadapi Laos (2-1) dan satu hasil imbang, kala bertanding menghadapi Taiwan (0-0). Sementara itu, peringkat ketiga Grup A diduduki oleh Hong Kong U-23 yang meraih tiga poin. Kendati memiliki raihan poin yang sama dengan Indonesia, Hong Kong kalah dari segi produktivitas gol. Usai takluk dari Indonesia, Taiwan harus mendekam di peringkat empat dengan koleksi satu poin hasil dari dua laga yang dilakoni. Sedangkan posisi buncit Grup A dihuni oleh Timnas U-23 Laos yang belum berhasil meraih poin sama sekali. Dari dua laga yang dilakoni, Laos menelan kekalahan dua kali, yakni saat tumbang dari Hong Kong (1-3) dan takluk dari Palestina (1-2). Sementara itu, skuat asuhan Luis Milla akan menjalani laga kedua menghadapi Timnas U-23 Palestina. Laga akan digelar pada Rabu (15/8) di Stadion Patriot, Kota Bekasi, Jawa Barat. Melihat skornya, hasil gemilang ini merupakan start terbaik kedua yang pernah dilakukan Tim Merah Putih sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Games. Kemenangan 4-0 atas Taiwan pada Minggu kemarin hanya kalah dari kesuksesan Indonesia melibas Timor Timur 7-0 pada pertandingan pertama Asian Games 2014. Selain dua edisi terbaru, Indonesia juga tampil pada Asian Games 1951, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1986, dan 2006. Pada 1951, partai awal Indonesia berujung dengan kekalahan 0-3 dari India. Karena saat itu sistem pertandingan masih menggunakan sistem gugur, Indonesia pun langsung tersingkir. Tiga tahun kemudian di Asian Games 1954, Indonesia yang tergabung di Grup C, mengawali langkah usai mengalahkan Jepang 5-3. Indonesia mampu mencapai peringkat empat di akhir turnamen. Di Asian Games 1958, Tim Merah Putih sukses melangkah hingga peringkat ketiga. Ini merupakan pencapaian terbaik sepanjang sejarah partisipasi di Asian Games. Empat tahun kemudian di Asian Games 1962, Indonesia mengalahkan Vietnam Selatan 1-0 pada pertandingan pertama di Grup A. Tetapi, Vietnam Selatan justru kemudian lolos ke babak berikutnya, sedangkan Indonesia tersingkir di fase grup. Pada Asian Games 1966, saat Indonesia mencapai perempat final, hasil partai pertama timnas di Grup C adalah kemenangan 3-0 atas Singapura. Berselang empat tahun, saat Indonesia kembali mencapai perempat final Asian Games 1970, Iswadi Idris dkk. ditahan Iran 2-2 di perjumpaan pertama di Grup C. Kemudian start timnas Indonesia di Asian Games 1986 adalah sukses menahan Qatar 1-1 di Grup C. Pada Asian Games 2006, Tim Merah Hitam langsung dihajar Irak 0-6 pada pertandingan pertama Grup B, dan akhirnya langkahnya terhenti di fase grup. (Dre/Ham) Hasil Asian Games 2018 Grup A, Minggu (12/8) Palestina 2-1 Laos Indonesia 4-0 Taiwan Hasil Grup A sebelumnya Taiwan vs Palestina: 0-0 Laos vs Hong Kong: 1-3. Jadwal Grup A Rabu (15/8) Stadion Patriot, Bekasi 16:00 WIB Hong Kong vs Taiwan 19:00 WIB Indonesia vs Palestina Klasemen Grup A sepak bola Asian Games 2018 No        Tim          Main  Gol   Poin 1. Palestina U-23     2      2-1     4 2. Indonesia U-23    1      4-0     3 3. Hong Kong U-23  1      3-1     3 4. Taiwan U-23        2      0-4     1 5. Laos U-23           2      2-5     0

Unggul Statistik, Timnas U-16 Dominasi Laga Final Piala AFF U-16 2018 Kontra Thailand

Selain mengawinkan titel juara Piala AFF U-16 2018, dengan gelar top skorer lewat Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri, Timnas U-16 secara statistik tampil superior melawan Thailand U-16 di babak final. (istimewa)

Sidoarjo- Indonesia meraih gelar perdana di Piala AFF U-16 paska mengatasi Thailand pada edisi 2018, lewat drama adu penalti di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (11/8). Drama adu penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal. Timnas U-16 besutan Fakhri Husaini unggul lebih dulu setelah pemain pengganti, Fajar Fathur Rachman, memaksimalkan assist Andre Oktaviansyah menjadi gol menit ke-33. Namun, Thailand bisa menyamakan skor pada menit ke-72 lewat Apidet Janggam. Skor 1-1 pada 80 menit waktu normal membuat laga berlanjut di fase adu penalti. Empat eksekutor Garuda Asia, yakni Diego Sutan Zico, Bagus Kahfi, Rendy Juliansyah, serta kapten David Maulana berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Adapun kiper Ernando Ari Sutaryadi akhirnya menjadi pahlawan setelah mementahkan eksekutor kedua dan kelima Thailand. Kendati berbau bantuan ‘dewi fortuna’, sebenarnya Timnas U-16 membuat Thailand kerepotan di pertandingan ini. Pada babak pertama misalnya, keempat bek Thailand dipaksa melakukan 13 sapuan. Bek kanan Thailand, Pongsakorn Innet, menjadi yang terbanyak melakukan clearance (5) pada babak pertama. Sementara kedua bek tengah Thailand, membuat 6 halauan. Adapun keempat bek merah putih ‘cuma’ melakukan delapan clearance pada babak pertama. Tekanan yang dilancarkan timnas U-16 Indonesia tak berkurang di babak kedua. Keempat bek Thailand melakukan 11 clearance selepas turun minum. Artinya, kuartet bek timnas U-16 Thailand total mencatat 24 sapuan sepanjang laga. Sementara itu, keempat bek Garuda Asia tercatat ‘hanya’ menorehkan 19 clearance. Bek tengah Komang Teguh Trisnanda menjadi yang paling aktif dengan total 8 sapuan sepanjang pertandingan. Tak hanya itu saja, di lini depan, Timnas U-16 pun aktif melepas tembakan ke arah gawang. Tepatnya 12 shots, dan 7 sepakan itu di antaranya tepat sasaran. Sementara Thailand cuma melepas 8 tembakan, dan hanya 1 yang tepat mengarah ke gawang. Pelatih Thailand U-16, Thongchai Rungreangleas mengakui skuatnya tertekan pada babak pertama saat di partai final Piala AFF U-16, Sabtu (11/8). “Indonesia bermain cukup bagus. Kami akui pemain sempat tertekan dengan atmosfer pertandingan,” ungkap Rungreangleas usai laga, saat konferensi pers, Sabtu (11/8). Rungreangleas menambahkan, kehadiran puluhan ribu suporter membuat mental pemain gugup. “Atmosfer dan suporter yang bagus. Itu yang membuat pemain kami semakin dalan terlibat tekanan pada babak pertama,” tutup Rungreangleas. Namun ia terkagum-kagum dengan antusiasme pendukung Timnas U-16 . Menurutnya, suporter Indonesia sangat atraktif, walau baginya sangat ramah dan bersahabat. Lantaran tertekan di awal-awal babak pertama, ia berinisiatif melakukan sejumlah pergantian pemain dan perubahan strategi di babak kedua, sehingga membuat tim negeri Gajah Putih ini mampu mengimbangi tim merah putih. “Babak pertama kami kurang efektif. Kami coba lakukan pergantian pemain dan taktik di bahak kedua. Baru permainan berjalan baik dan mampu mengimbangi di babak kedua,” ujar Thongchai. Dengan hasil ini timnya akan melakukan evaluasi dan mempersiapkan turnamen selanjutnya yakni Piala AFC U-16 2018, yang diselenggarakan di Malaysia pada 20 September hingga 7 Oktober nanti. (Ham)

Hadiah HUT RI ke-73, Timnas Kawinkan Titel Juara Piala AFF U-16 2018 Dengan Gelar Sepatu Emas Bagus Kahfi

Timnas U-16 mengawinkan gelar juara Piala AFF U-16 2018, dengan gelar pencetak gol terbanyak (top skorer) melalui Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri, dengan torehan 12 gol. (istimewa)

Sidoarjo- Timnas U-16 akhirnya berhasil meraih gelar juara pertamanya di Piala AFF U-16 2018. Indonesia menang adu penalti 4-3 atas Thailand, pada laga final di Stadion Gelora Delta, Sabtu (11/8). Adu penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 sepanjang 80 menit pertandingan. Tim Merah Putih unggul terlebih dahulu lewat Fajar Faturachman pada menit ke-32. Ini merupakan gol kedua striker berusia 16 tahun jebolan ASAD 313 Jaya Perkasa. di Piala AFF U-16 2018. Namun, Thailand menyamakan kedudukan lewat Apidet Janngam pada menit ke-71. Dalam drama tos-tosan, tendangan dua algojo Thailand berhasil dimentahkan kiper Timnas U-16, Ernando Ari Sutaryadi. Sedangkan empat eksekutor Garuda Asia menjalankan tugasnya dengan sempurna. Bagi Indonesia, inilah prestasi terbaik sepanjang keikutsertaan di Piala AFF U-16. Sebelumnya, catatan prestasi terbaik Timnas U-16 di ajang Piala AFF U-16 adalah runner up yang diraih pada 2013. Saat itu Indonesia kalah adu penalti dari Malaysia. Thailand dan Vietnam adalah dua negara tersering yang menjadi juara Piala AFF U-16. Mereka memenanginya sebanyak tiga kali. Sejak pertama kali digelar pada 2002, sudah tujuh negara menjadi juara Piala AFF U-16. Salah satunya adalah Jepang yang menjadi tamu pada 2012. Berkat keberhasilan pada 2018, David Maulana dan kolega, juga mengukir rekor langka, yang belum bisa diwujudkan tim-tim lain di Asia Tenggara. Rekor itu adalah juara sekaligus top skorer Piala AFF U-16 2018, melalui Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri dengan 12 gol. Hanya dua tim tamu, Australia dan Jepang, yang pernah melakukan itu. Belum pernah ada tim Asia Tenggara, termasuk Thailand dan Vietnam selaku juara Piala AFF U-16 tiga kali, yang mampu mengukir prestasi ini. Pada Piala AFF U-16 2008, Australia juara sekaligus merebut top skorer, lewat Kamal Ibrahim dan Kerem Bulut. Masing-masing mencetak 4 gol. Lalu, pada AFF U-16 2012, Jepang meraih juara sekaligus merebut gelar top skorer, lewat Ryoma Watanabe dengan mencetak 3 gol. Australia kembali merebut juara dan gelar top skorer pada Piala AFF U-16 2016 lewat John Roberts dengan 8 gol. Timnas U-16 akan berjuang di Piala AFC U-16 2018. Turnamen akan digelar di Malaysia, pada 20 September hingga 7 Oktober 2018. Indonesia lolos sebagai salah satu dari 16 peserta. Di Piala AFC U-16, Timnas U-16 pernah menduduki posisi keempat pada 1990. Pada empat kesempatan lainnya, Tim Garuda Muda selalu kandas di babak grup. (Dre) Daftar Juara dan Top Skorer Piala AFF U-16 Thailand 2007 Top Skorer : Kraikitti In-utane (Thailand) 5 gol 2011 Top Skorer : Adam Swandi (Singapura) 5 gol 2015 Top Skorer : Marc Moric (Australia) 8 gol Vietnam 2006 Top Skorer : – 2010 Top Skorer : Liang Yu (China) dan Rogerio Seran (Timor Leste) 2 gol 2017 Top Skorer : Sieng Chanthea (Myanmar) 5 Gol Myanmar 2002 Top Skorer : – 2005 Top Skorer : – Australia 2008 Top Skorer : Kamal Ibrahim dan Karem Bulut (Australia) 4 gol 2016 Top Skorer : John Roberts (Australia) 8 gol Jepang 2012 Top Skorer : Ryoma Watanabe (Jepang) 3 gol Malaysia 2013 Top Skorer : Cameron Joice (Australia) 6 gol Indonesia 2018 Top Skorer : Amiruddin Bagus Kahfi (Indonesia) 12 Gol Rekam Jejak Sejarah Indonesia di Piala AFF U-16 2002: posisi ketiga 2005: babak grup 2006: tak ikut 2007: posisi keempat 2008: babak grup 2009: tak ada turnamen 2010: posisi keempat 2011: babak grup 2012: tak ikut 2013: runner-up 2014: tak digelar 2015: hukuman sanksi FIFA 2016: hukuman sanksi FIFA 2017: babak grup 2018: JUARA

Matangkan Strategi dan Mental, Timnas Sofbol Realistis di Asian Games 2018

Kapten Timnas Sofbol Putri Asian Games XVIII/2018, Cresida Mariska Dwiyanti dan kolega berusaha realistis, dalam menghadapi ajang Asian Games XVIII/2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Kurang dari 9 hari pelaksanaan Asian Games XVIII/2018, tim nasional (Timnas) sofbol Indonesia fokus mematangkan strategi dan mental tanding. Kapten Timnas Sofbol, Cresida Mariska Dwiyanti, memastikan hal itu, di Lapangan Baseball dan Softball Senayan, Jakarta, Kamis (9/8). “Saat ini fokus kami adalah strategi dan kesiapan mental bertanding. Kalau untuk fisik dan power, sudah maksimal,” ujar Sisi-panggilan akarabnya. Peraih Golden Glove Award – Nike Camp 2002, University California of Riverside di Amerika Serikat (AS) itu mengaku berusaha realistis menghadapi persaingan di pentas Asia. “Di kawasan Asia, kami akan menghadapi 5 negara yang merupakan raksasa dunia untuk sofbol, seperti Jepang, Taiwan, China, Korea dan Philipina. Untuk Philipina mereka memiliki pemain naturalisasi dari Amerika Serikat,” lanjut wanita cantik kelahiran Jakarta 12 Maret 1988. “Dan untuk Asian Games 2018, target kami bersaing dengan Korea dan Philipina. Kalau untuk Jepang, Taiwan, China, kami masih kalah kelas. Mungkin step by step dulu,” tambah atlet yang bersama tim DKI meraih emas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008, Kalimantan Timur itu. Menyoal beberapa kendala yang dihadapi jelang perhelatan multievent terkait peralatan yang hingga kini belum diterima para atlet, Cresida mengungkapkan bila hal itu dijadikan motivasi untuk meraih hasil terbaik pada ajang Asian Games nanti. “Kami selalu berpikir positif. Yang pasti kendala yang ada justru kami jadikan motivasi. Apalagi kami tidak dibebankan target, dan Asian Games ini sebenarnya sebagai sasaran antara untuk SEA Games 2019, Manila, Philipina,” terang pemain di posisi shortstop (SS), yang kini juga sudah mulai melatih ini. “Pada SEA Games 2017 Singapura kami tidak dapat medali. Maka untuk SEA Games 2017 target kami finalis,” tukas peraih gelar The Best Slugger dan Most Valuable Player (MVP) pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Baseball dan Softball Junior 2003, di Yogyakarta itu. (Adt)

Rekor Bagus Lewati Raja Gol Singapura di Piala AFF Senior, Kaki Kirinya Ganas Meski Tak Kidal

Seluruh gol yang dicetak Amiruddin Bagus Kahfi dilakukan dari dalam kotak penalti. Bagus pun rata-rata mencetak 2,2 gol per pertandingan fase grup Piala AFF U-16 2018. (Goal.com)

Sidoarjo- Striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi tampil luar biasa di Piala AFF U-16 2018. Pemain asal Magelang, Jawa Tengah itu mengemas 11 gol dalam 280 menit bermain di lima pertandingan grup Piala AFF U-16.Bagus mencetak dua gol ke gawang Filipina, Myanmar, Vietnam dan Timor Leste. Sedangkan tiga gol lainnya dicetak ke gawang Kamboja saat menang 4-0 di laga akhir Grup A. Menariknya, torehan 11 gol menjadi yang terbanyak bagi pemain di ajang Piala AFF, di level U-16, U-19, dan senior. Sebelum Bagus, pemain Australia Marc Robic dan John Roberts, mengemas delapan gol pada edisi 2015 dan 2016. Sedangkan pada level U-19, gol terbanyak dicetak oleh Nguyen Xuan Nam dari Vietnam, di Piala AFF U-19 2011 dengan delapan gol. Lalu Egy Maulana Vikri dari Indonesia dengan torehan gol yang sama pada 2017. Luar biasanya, Bagus pun ternyata menyalip perolehan gol dari legenda Singapura, Noh Alam Shah. Along (sapaan akrab Noh Alam Shah) sukses mengukir namanya sebagai pencetak gol terbanyak Piala AFF senior, pada 2007 dengan koleksi 10 gol. Kini, semua catatan tersebut dilampaui oleh Bagus. Pencapaian luar biasanya patut diapresiasi. Pemain binaan Chelsea Soccer School itu berpeluang besar menjadi Top Skorer Piala Asia U-16 tahun ini. Dalam statistik yang ada, kaki kiri pemuda berambut kriting itu lebih mematikan dibanding kaki andalannya, kaki kanan. Selama lima laga di Grup A, sebanyak enam gol diciptakan pemain kelahiran Magelang itu dengan kaki kiri. Sisanya lima gol dikemas Bagus dengan menggunakan kaki kanan, termasuk dua gol dari titik penalti. Belum ada gol yang dicetak Bagus dengan menggunakan kepalanya. Dalam posisi mencetak gol, seluruh gol yang dibuat Bagus juga terjadi di kotak penalti lawan. Sebanyak empat gol dengan sontekan, dua penalti, dan selebihnya melalui akselerasi, yang dilanjutkan dengan tembakan ke gawang lawan. Bagus yang merupakan saudara kembar Amiruddin Bagas Kaffa, full bek Timnas U-16 itu, awalnya merupakan pemain cadangan saat Indonesia menang telak 8-0 atas Filipina di pertandingan pertama. Bagus masuk pada menit ke-61, usai Garuda Asia unggul 5-0. Meski hanya bermain selama 29 menit, Bagus yang kini berusia 16 tahun itu sukses mencetak dua gol pada menit ke67 dan 73′. Gol Bagus bertambah ketika dimainkan sejak awal oleh pelatih Fakhri Husaini saat melawan Myanmar di laga kedua. Di partai ini, Bagus kembali mengemas dua gol pada menit kedelapan dan 26′. Di duel ketiga melawan Vietnam, Bagus kembali menjadi cadangan dan bermain di babak kedua. Masuk dari bangku cadangan tak membuat ketajaman Bagus berkurang. Dua gol kembali dibuat pemain bernomor punggung 20 itu pada menit ke-45 dan 61′. Konsistensi Bagus tetap terjaga hingga pertandingan keempat melawan Timor Leste. Kesulitan mencetak gol di babak pertama, Bagus akhirnya bisa mencetak dua gol di babak kedua, menit ke-49 dan 82′. Pada laga terakhir melawan Kamboja penampilan Bagus makin mengilap. Meski hanya bermain selama 51 menit, Bagus justru sukses mencetak hattrick (21′, 34′, dan 43′). (Dre)

20 Tim Terbaik Lolos, LIMA Basketball Nationals 2018 Bergulir di Surabaya

LIMA Basketball Nationals 2018 akan berlangsung 9-16 Agustus 2018 di Universitas Airlangga, Surabaya, sekaligus menjadi event puncak kompetisi bola basket tahunan antarmahasiswa. (LIMA)

Surabaya- LIMA Basketball Nationals 2018 siap digelar. Perhelatan akbar ini akan menutup rangkaian kompetisi bola basket tahunan antarmahasiswa di musim keenam LIMA Basketball. GOR Universitas Airlangga Kampus C, Surabaya, Jawa Timur, menjadi tuan rumah pergelaran yang akan dihelat 9-16 Agustus 2018 ini. Sebanyak 20 tim terbaik dari Greater Jakarta Conference (GJC), West Java Conference (WJC), Sumatra Conference (SMC), Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) dan East Java Conference (EJC) siap beradu di fase selanjutnya, yaitu nasional. Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball Season 6 sebelumnya melewati fase conference. Lima region sukses menggelar kompetisi bola basket tahunan antarmahasiswa ini sejak Juni hingga Agustus 2018. Jakarta Raya menjadi region pembuka dalam pergelaran yang bertajuk LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC). Region Sumatra dan Jawa Barat secara bersamaan turut menghelat ajang ini. LIMA Basketball: Go-Jek Sumatra Conference (SMC) di Medan dan LIMA Basketball: Blibli.com West Java Conference (WJC) di Bandung menjadi persinggahan setelah GJC. Region keempat yang disinggahi yaitu Jawa Tengah dan DIY dalam perhelatan LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) yang digelar di Yogyakarta. Terakhir, LIMA menyambangi Surabaya dalam ajang LIMA Basketball: McDonald’s East Java Conference (EJC). Dari lima wilayah tersebut, LIMA Basketball season 6 ini terdapat 51 perguruan tinggi aktif berpartisipasi. Tercatat 61 tim putra dan 40 tim putri ambil bagian dalam perhelatan ini. Stidaknya, 1.070 student athlete ikut serta dalam pergelaran bola basket antarmahasiswa terbesar di Indonesia ini. Technical meeting (TM) untuk membahas administrasi, sistem kompetisi dan pertandingan, serta hal-hal yang berkaitan soal LIMA Basketball Nationals 2018 ini digelar di Ruang Aula Kahuripan Lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Airlangga Kampus C, Surabaya, pada Rabu (8/8). Pertemuan ini dipimpin oleh Azwar Muhlis, selaku manager Kompetisi dan Pertandingan LIMA, Achmad Nuryadi dan Lukmannul Hakim selaku tim technical delegates. Pengundian pul LIMA Basketball Nationals 2018 hanya dilakukan untuk sektor putra. Keputusan tersebut dilakukan atas hasil pemungutan suara seluruh perwakilan tim dalam memilih sistem pembagian pul. Sebelumnya, LIMA menyusun pembagian Pul berdasarkan nilai koefisien conference, yakni nilai keikutsertaan tiap region sejak musim ketiga LIMA. Namun, LIMA tidak menutup segala masukan dari para peserta. LIMA Basketball Nationals 2018 ini akan menampilkan komposisi 12 tim putra dan delapan tim putri, hasil pemilahan dari tiap wilayah. Berbeda dengan sektor putra, untuk putri, yang hanya terdiri dari dua pul, proses pengundian tak dilakukan. Pembagian pul telah dilakukan oleh LIMA berdasarkan nilai koefisien setiap conference. “Tahun ini, untuk pertama kalinya LIMA Basketball Nationals memakai nilai koefisien conference untuk pembagian pul. Tujuannya agar semua tim memiliki jam terbang yang lebih. Namun, kami menerima masukan untuk pengundian pul. Akhirnya, voting kami lakukan. Di nasional ini semua tim sama kuat,” ungkap Azwar usai proses TM. (Adt) Hasil Undian pul sektor putra LIMA Basketball Nationals 2018 Pul A Universitas Pelita Harapan Banten Universitas Esa Unggul Jakarta Universitas Negeri Jakarta Pul B Institut Teknologi Harapan Bangsa Bandung Universitas Airlangga Surabaya Universitas Padjadjaran Bandung Pul C Universitas Surabaya Institut Perbanas Jakarta Universitas Parahyangan Bandung Pul D Universitas Atma Jaya Yogyakarta Universitas Prima Indonesia Medan Universitas Dian Nuswantoro Semarang Hasil Undian pul sektor putri LIMA Basketball Nationals 2018 Pul X Universitas Pelita Harapan Banten Universitas Surabaya Universitas Airlangga Surabaya Universitas Negeri Malang Pul Y Universitas Esa Unggul Jakarta Universitas Tarumanegara Jakarta Universitas Katolik Parahyangan Bandung Universitas Dian Nuswantoro Semarang

Yesaya Alessandro Michael Gagal Bawa Indonesia Lolos Perempat Final, Takluk Dari China 102-45

Yesaya Alessandro Michael akhirnya gagal membawa Indonesia ke perempat final FIBA U-18 Asian Championship 2018, usai takluk dari Cina 45-102. (fiba.basketball)

Jakarta- Timnas basket U-18 putra Indonesia akhirnya harus mengakui ketangguhan China di babak 12 besar FIBA U-18 Asian Championship 2018, di Bangkok, Thailand, Rabu (8/8). Yesaya Alessandro Michael dan kolega takluk dengan skor mencolok, 45-102. Pada pertandingan itu, Indonesia dibuat tak berkutik bahkan tak diberi kesempatan mengembangkan permainan. Terlebih, para bigman skuat Garuda pun tak mampu berbuat banyak. Tercatat Indonesia melakukan 12 turn over, dan lawan 9 turn over. Memainkan kuarter pertama, para pemain China langsung menekan pertahanan Indonesia. Hasilnya, China memimpin perolehan angka dan menutup kuarter dengan skor 33-10. Situasi belum berubah di kuarter kedua. Alih-alih memangkas jarak angka, justru China mampu memundi 24 poin, sedangkan Indonesia hanya menambah 9 poin. Kuarter kedua berakhir 19-57 untuk China. Usai jeda, dominasi China masih berlanjut. Di kuarter ketiga poin yang didapat China makin tak terkejar oleh anak asuh Andika Supriadi Saputra. Indonesia tertinggal 30-87 dari China sekaligus mengunci kuarter ini. Meski sama-sama menambah 15 poin, namun, Indonesia yang sudah tertinggal dipaksa menyerah. China akhirnya resmi membungkus kuarter ini 102 atas Merah Putih sekaligus memastikan langkah ke perempat final FIBA U-18 Asia Championship 2018. Pencetak poin terbanyak di laga ini adalah Haonan Chen dengan 18 poin, sedangkan Yesaya mengukir 13 poin. Usai mengandaskan Indonesia, China melaju ke perempat final. Di fase tersebut, Negeri Tirai Bambu itu akan berhadapan dengan Korea Selatan, sebagai juara grup D. (Adt)

Gempa Guncang Lombok, Lalu Muhammad Zohri Tegar Berlatih Meski Ingin Pulang

Lalu Muhammad Zohri (berpeci putih) mendapat hadiah berupa umroh gratis dari ustadz Adi Hidayat, Direktur Quantum Akhyar Institute, usai menjadi juara dunia atletik U-20, di Finlandia. (Pras/NYSN)

Jakarta- Gempa bumi berkekuatan 7.0 skala richter (SR) dengan kedalaman 15 kilometer yang berpusat di darat 18 kilometer barat laut Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengakibatkan jatuhya korban jiwa dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Atlet pemusatan latihan nasional (Pelatnas) kelahiran Lombok, NTB, 1 Juli 2000, Lalu Muhammad Zohri sempat terbersit untuk pulang ke kampung halamannya di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Setelah mendapat kabar gempa itu saya sempat kepikiran dan langsung mau pulang. Saya ditelepon kakak dan teman sambil menangis. Mereka bilang masjid dan rumah-rumah sudah rata semua akibat gempa. Tapi Alhamdulilah rumah saya tak mengalami kerusakan,” ujar juara dunia atletik U-20, pada Rabu (8/8), di Stadion Madya Senayan, Jakarta. Meski mengalami kesedihan mendalam akibat musibah gempa yang menimpa kampung halamannya, namun tugas negara sudah menanti remaja yang akrab disapa Badok itu. Ia bakal mewakili Merah Putih di ajang Asian Games XVIII/2018, pada 18 Agustus – 2September mendatang. “Tapi ini ‘kan mau Asian Games. Takutnya malah bikin Indonesia kalah. Mungkin setelah Asian Games, saya segera pulang. Apalagi kakak, juga kasih semangat dan support agar tetap fokus ke Asian Games,” lanjut saudara kandung dari Baiq Fazilah, Lalu Ma’arif, dan Baiq Fujianti itu. Zohri mendapat suntikan semangat dari pemuka agama ustadz Adi Hidayat, Direktur Quantum Akhyar Institute. Ia hadir di Stadion Madya Senayan menepati janji memberikan hadiah berupa umroh gratis bagi Zohri, Eni Nuraeni (pelatih), dan Idan Fauzan Richsan (atlet lompat galah). “Saya datang sebagai putra bangsa dan ingin menepati janji saya untuk memberi hadiah umroh bagi Zohri, pelatih Zohri, dan Idan. Terlebih sebentar lagi ada Asian Games. Tentu perjuangan yang tidak biasa. Momen ini semoga bisa menjadi penambah semangat untuk semua atlet,” tutur Ustadz Adi. Tak hanya itu, Ustadz Adi menjanjikan akan memberikan hadiah bagi peraih medali di ajang Asian Games mendatang. “Untuk yang muslim saya akan hadiahkan umroh, dan untuk yang non muslim saya berikan apresiasi sebesar Rp 30 juta,” ungkapnya. “Terpenting guna menghadapi Asian Games nanti adalah mempersiapkan diri terutam fisik, intelektual, dan spiritual. Perhatikan lawan serta lintasan yang dilalui. Semoga dengan kekuatan spiritual akan memberikan ketenangan sehingga memiliki fokus lebih baik,” tuturnya. Kembali, Zohri mengaku bersyukur dengan apresiasi yang diberikan semua pihak, atas prestasi ia dan rekan-rekannya. “Saya sangat bersyukur sekali, apalagi dapat hadiah umroh gratis lagi. Bagi saya ini sangat luar biasa,” tutup Zohri. (Adt)

Digembleng Ala Semi Militer, Tim Hansaplast Topskor Indonesia U-14 Optimistis Juara di Gothia Cup China

Tim Hansaplast TopSkor Indonesia (TSI) U-14 digembleng ala semi militer sebelum tampil dalam Turnamen Gothia Cup China 2018 level B14 (Boys 14), yang berlangsung 12-18 Agustus 2018, Qingdao, China. (Ham/NYSN)

Jakarta- Tim Hansaplast TopSkor Indonesia (TSI) U-14 akan segera bertolak menuju Qingdao, China, untuk tampil dalam Turnamen Gothia Cup China 2018 level B14 (Boys 14), yang berlangsung 12-18 Agustus 2018. Ketua Delegasi Topskor Indonesia, Mohamad Yusuf Kurniawan mengatakan, berbekal persiapan matang dan pengalaman yang dimiliki, tim TSI U-14 diharapakan berbicara banyak dalam ajang Gothia Cup China 2018. Tim TSI U-14 rencananya akan berangkat pada Jumat (10/8). “Runner-up Gothia China Cup 2016, dan posisi 3 pada 2017, serta terkini meraih runner-up JSSL Cup Singapura 2018 pada April lalu, kini kami bertekad juara di Gothia China Cup 2018. Pengalaman bertanding dan pelatihan intensif, adalah bekal agar target juara bisa terpenuhi,” ujar Yusuf dalam acara pelepasan Tim TSI U-14, pada Rabu (8/8). Hal senada juga diungkap Deris Herdiansyah, selaku pelatih TSI U-14. Ia menyampaikan persiapan para pemain dilakukan dengan sangat serius, mengingat tak semua pemain, memiliki pengalaman di ajang internasional. “Persiapan kami sudah cukup lama dan matang, sejak 5 bulan yang lalu. Terutama selain fisik dan taktik, kami membangun kondisi mental pemain. Beberapa anak ada yang belum pernah main di turnamen level internasional,” kata Deris. Dalam pembentukan karakter dan mental pemain, ia menggunakan metode disiplin semi militer, agar para pemain mampu menerima tekanan dari lawan, maupun dari para pendukung yang hadir di lokasi. Konsep ini ditempuh, karena sebagai besar staf pelatih TSI U-14 berlatar belakang anggota TNI. Ia pun tak ragu memilih berlatih intensi di komplek lapangan Rindam Jaya, di kawasan Condet, Jakarta Timur. Berbicara potensi peluang juara, Deris yakin, jika anak asuhnya bisa menyajikan peforma yang meyakinkan. Melihat prestasi tahun lalu, tim dengan materi pemain kelahiran 2003, sanggup meraih peringkat 3, serta runner Up pada 2016. “Kriteria pemain yang dipilih terutama mereka yang punya kemampuan baik terkait dasar-dasar bermain sepak bola. Kemudian skill penting guna menyempurnakan gaya permainan yang akan diterapkan nanti,” tambah pria berbadan subur tersebut. Tomas Schwarz, pun turut optimistis. “Tampil di tingkat internasional semoga bisa mengasah kemampuan dan pengalaman mereka. Selamat berjuang Tim Sepakbola Hansaplast TopSkor Indonesia U-14,” ucap Direktur Pemasaran PT. Beiersdorf Indonesia ini, yang membawahi unit bisnis Hansaplast, produk plester penutup luka. (Dre/Ham) Daftar Pemain Tim Hansaplast Topskor Indonesia U-14 1. Muhammad Wisnu (SSB Bina Taruna) 2. Syarif Slamet (SSB Saint Prima) 3. Andhika Dwi (SSB Salfas Soccer) 4. Abdul Jaffar (SSB Buperta) 5. Vito Ramadyzky (SSB Remaja Masa Depan) 6. Richko Ridho (SSB Remaja Masa Depan) 7. Saptian Dwi W. (SSB ISA ICK Trisakti) 8. Jodi Chandra Geraldi (SSB Remaja Masa Depan) 9. Raychan Adji (SSB Remaja Masa Depan) 10. M. Akiel Marjik (SSB Tajimalela FA) 11. Resa Aditya (SSB ISA ICK Trisakti) 12. Arya Rafael (SSB Benteng Muda) 13. Tafrizal Aditya (SSB Garuda Putra) 14. Dicky Daniel (SSB Ragunan SS) 15. Azmiar Al Qadri (SSB ISA ICK Trisakti) 16. M. Ridho Imran (SSB ISA ICK Trisakti) 17. Aron Byron (SSB Matador Mekarsari) 18. Diandra Diaz Dewari (SSB SASWCO) 19. Bevan Rulif (SSB ISA ICK Trisakti) 20. Rayhan Everhard Bollemeyer (SSB ASIOP Apacinti)

Ada Anomali Mengejutkan Dari Hasil Kejuaraan Dunia dan Emas Bulutangkis Asian Games

Ganda Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo meski gagal membawa gelar juara pada kejuaraa dunia 2018 di China, diharapkan mampu meraih medali emas pada Asian Games 2018 di Indonesia. (djarumbadminton.com)

Jakarta– Kegagalan tim bulutangkis Indonesia pada Kejuaraan Dunia 2018 pekan lalu, mencuatkan sejumlah pertanyaan, apakah skuat Merah Putih sanggup merebut emas di ajang Asian Games 2018 ? Kini, justru fakta menarik mulai terungkap. Walau gagal merebut satu gelar pun di Kejuaraan Dunia, tapi nyatanya Indonesia justru berhasil merengkuh medali emas di ajang Asian Games, saat tahun yang bersamaan dengan digelarnya turnamen berlabel BWF World Championships itu. Fakta ini setidaknya tersaji pada 3 edisi Asian Games sebelumnya, yakni pada 2014, 2010 dan 2006 silam. Tercatat, pada 2014, 2010 dan 2006, Indonesia juga gagal merebut satu pun gelar di Kejuaraan Dunia Bulutangkis, namun berhasil merebut medali emas Asian Games di tahun yang sama. Pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, Indonesia sukses mengawinkan emas bulutangkis, di sektor ganda putra dan ganda putri. Dobel Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan duet Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, sama-sama mengukir medali emas, meski sebulan sebelumnya, gagal meraih gelar Kejuaraan Dunia 2014 di Copenhagen, Denmark. Hal serupa juga dialami pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan pada 2010, dan tunggal putra Taufik Hidayat, pada 2006. Kegagalan di Kejuaraan Dunia seolah menghadirkan motivasi berlipat di pentas pesta olahraga terbesar bangsa Asia itu. Sejak 2005, Kejuaraan Dunia Bulutangkis berganti format dengan digelar setiap tahun, kecuali pada tahun diberlangsungnya Olimpiade. Hal ini pula yang menjadikan penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Bulutangkis, selalu berlangsung dan tampil bersamaan waktunya, dengan tahun diselenggarakan ajang multi event Asian Games, sejak 2006 lalu. Ganda putra Indonesia yang juga unggulan pertama Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo rontok di perempatfinal. Jepang dan China akhirnya mengoleksi dua gelar juara, sedangkan satu titel diraih Spanyol, melalui Carolina Marin. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Susi Susanti mengatakan, hasil yang didapat di Kejuaraan Dunia tak mengubah target di Asian Games 2018. Indonesia menargetkan dua emas cabor bulutangkis, dari sektor ganda putra (Kevin/Marcus) dan campuran (Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir). “Tak ada perubahan target di Asian Games. Kami melihat peluang yang ada, dan selalu mengevaluasi perjalanan mereka dari Januari-Agustus ini,” kata Susi pada Senin (6/8). “Kami memang bukan membebani atlet, tapi ya ini situasinya realistis saja. Peluang ada di sektor ganda,” tambah Susi. Usai Kejuaraan Dunia di Nanjing, China, atlet Indonesia sudah ditunggu Asian Games 2018. Cabor bulutangkis dipertandingkan pada 19 Agustus. “Harus lebih siap lagi, karena kalau dibilang alarm, setiap pertadingan kalau kalah tentu ada alaramnya untuk mengingatkan. Tapi, bukan berarti habis,” pungkasnya. (Adt)

Timnas U-16 Dihantui Bayang-bayang Inferior Malaysia Jelang Tampil di Semifinal Piala AFF U-16 2018

Gelandang Timnas U-16, Andre Oktaviansyah (kanan) mencoba menghadang laju pemain Malaysia U-16 pada laga uji coba di Stadion Petaling Jaya, Selangor, 6 Juli 2018. (facebook.com/FAM official)

Sidoarjo- Partai seru bakal tersaji pada semifinal Piala AFF U-16 2018 antara Timnas U-16 kontra Malaysia, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (9/8). Meski timnas U-16 lolos dari Grup A dengan sempurna, tetapi David Maulana dan kolega tak boleh menganggap remeh Malaysia. Dalam laga uji coba jelang Piala AFF U-16 2018, gawang Timnas U-16 dibobol empat kali oleh Malaysia. Laga di Petaling Jaya, Kuala Lumpur, pada Jumat (6/7) ini, sukses dimenangi negri Jiran dengan skor 4-3. Gol Malaysia dicetak oleh Harith Haiqal, Muhammad Alif, Muhammad Amirul Azzim, dan Muhammad Najmudin Akmal. Sedangkan gol Indonesia diciptakan Yadi Mulyadi, David Maulana, dan Muhammad Firdaus. Oleh sebab itu, laga semifinal tersebut harus dimanfaatkan oleh tim berjulukan Garuda Asia untuk membalas kekalahan saat laga uji coba di Malaysia. Namun, Malaysia juga tak akan tinggal diam mengingat kakak mereka, Tim U-19 pun turut mempermalukan Indonesia, pada semifinal Piala AFF U-19 2018. Saat itu, Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan takluk dengan drama adu penalti juga di Stadion Gelora Delta. Jika dicermati, maka dua partai semifinal Piala AFF U-16 2018, serupa dengan ‘adegan’ semifinal Piala AFF U-19 2018, pada Juli lalu. Saat itu, Indonesia berjumpa Malaysia, sedangkan pada partai lainnya, Thailand menghadapi Myanmar. Malaysia U-16 lolos sebagai peringkat kedua Grup B Piala AFF U-16, usai menang 1-0 atas Laos U-16. Malaysia U-16 akhirnya berjumpa dengan Timnas U-16 di semifinal. Pada laga lainnya, Thailand yang berada di puncak klasemen, akan menghadapi Myanmar, yang lolos sebagai peringkat kedua Grup A. Dua pertandingan itu, ternyata identik dengan semifinal Piala AFF U-19 2018. Skuad Timnas U-19 yang dinahkodai Indra Sjafri, juga berjumpa dengan Malaysia, di partai semifinal. Semifinal Piala AFF U-19 lainnya pun, menghadirkan pertemuan Thailand kontra Myanmar. Memang, laga Indonesia versus Malaysia selalu menyajikan duel yang menarik, entah karena intrik nuansa politik antar negara, atau faktor kualitas tim nasional keduanya yang tak jauh berbeda. Dari beberapa pertemuan terakhir, khususnya di level Timnas U-16, Indonesia dan Malaysia memang terbukti sama kuat. Pada penyisihan grup Piala AFF U-16 2013 di Mynamar, keduanya bermain imbang tanpa gol. Di turnamen yang sama, Indonesia kembali bertemu Malaysia di laga final. Saat itu, Garuda Asia harus kembali tertahan imbang 1-1 dalam 90 menit waktu normal, dan harus kalah lewat babak adu penalti yang membuat Malaysia meraih titel kampiun. Sejatinya, hingga lolos fase grup, Timnas U-16 mencatat hasil yang meyakinkan di ajang Piala AFF U-16 2018. Skuad asuhan Fakhri Husaini selalu menang dalam lima laga yang dihadapinya. Indonesia bahkan mengunci tiket lolos ke semifinal, sejak Sabtu (4/8). Mereka melaju ke babak empat besar dengan status juara Grup A. Indonesia mengoleksi 15 poin dari lima partai di fase grup. Tim merah putih juga paling produktif dalam turnamen ini. Garuda Muda telah mencetak 21 gol dari lima laga. Artinya, mereka menceploskan rata-rata 4,2 gol. Di Grup B, untuk sementara Thailand paling produktif dengan 12 gol atau rata-rata 3 gol per laga, disusul Malaysia 12 gol. Selain tajam di depan, Indonesia juga kuat di sektor pertahanan. Sebagai bukti, gawang Indonesia baru kebobolan tiga gol. di babak penyisihan grup. Garuda Asia jadi kesebelasan dengan pertahanan terbaik kedua setelah Thailand. Di Grup B, Thailand merajai persaingan dan sejauh ini mereka baru kecolongan dua gol saja. Tak hanya itu, Indonesia melambungkan striker Amiruddin Bagus Kahfi sebagai top skorer sementara di turnamen ini. Striker asal Magelang, Jawa Tengah yang akrab disapa Bagus itu, kini telah mencetak 11 gol dari lima penampilannya. Bagus unggul tiga gol dari striker Vietnam, Dinh Thanh Trung. Namun kran gol Thanh Trung tak akan bertambah karena Vietnam gagal lolos ke semifinal Piala AFF U-16 2018. (Dre)

Bernomor Punggung Sama, Bepe Minta Striker U-16 Bagus Kahfi Diberi Ruang Berkembang

Legenda Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas (kanan), menanggapi peforma striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi, yang memecahkan rekor top skorer Piala AFF U-16 sepanjang masa dengan torehan sementara 11 gol. (Ham/NYSN)

Jakarta- Legenda tim nasional Indonesia, Bambang Pamungkas, meminta masyarakat Indonesia untuk memberikan kesempatan striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi, untuk berkembang tanpa dibebankan tekanan berlebih. Hal itu dikatakan pria yang akrab disapa Bepe terkait peforma cemerlang Bagus, di penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 di Sidoarjo, Jawa Timur. “Bagi saya, pressure kadang bikin talenta jadi seperti yang tidak diinginkan. Saran saya, biarkan mereka berkembang,” kata Bepe, di acara Nivea Men di Jakarta, Selasa (7/8). Bagus tengah disorot penampilannya di Piala AFF U-16, usai memuncaki daftar pencetak gol sementara ajang kelompok umur di bawah usia 16 tahun itu. Di laga pamungkas penyisihan Grup A, Bagus mengemas trigol ke gawang Laos dalam kemenangan 4-0 skuat merah putih. Tambahan tiga gol ini membuat pemuda Magelang, Jawa Tengah itu memimpin list pencetak gol Piala AFF U-16 dengan 11 gol, dan melampaui rekor gol terbanyak sepanjang turnamen yang sebelumnya dipegang dua pemain Australia, Marc Moris dan John Roberts, yang masing-masing mencetak delapan gol, pada edisi 2015 dan 2016. Menariknya, Bagus juga mengenakan nomor punggung 20 di skuat Timnas U-16, nomor punggung khas Bepe yang selalu dikenakan saat membela Timnas Indonesia, maupun di level klub. Bambang menilai capaian Bagus, memperlihatkan Indonesia memiliki banyak potensi di cabang olahraga terpopuler itu. Namun, selain dukungan harus ada pengawalan agar prestasi itu bisa diterjemahkan di level senior. “Banyak talenta junior Indonesia yang nggak kalah dengan negara lain, tapi akhirnya tak konsisten penampilannya saat di level senior. Perlu perjuangan, pengorbanan sampai mereka menikmati jadi level yang kita inginkan,” katanya. “Ada potensi di sana, kita dukung. Suatu saat nanti mereka bisa membuat kita bangga,” ujarnya menambahkan. Bagus, berpeluang mempertajam rekor catatan golnya di Piala AFF U-16, mengingat Indonesia melaju ke babak semi final dan melawan Malaysia, yang menjadi runner up Grup B. Malaysia menantang Indonesia pada semifinal Piala AFF U-16, setelah mengalahkan Laos 1-0 di laga terakhir grup B yang berlangsung di Stadion Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Selasa (7/8). Malaysia menempati peringkat kedua dan lolos bersama Thailand yang menjadi juara Grup B. Thailand akan menghadapi Myanmar. Malaysia lolos dengan koleksi poin 9 dari empat pertandingan, sedangkan peringkat pertama Thailand lolos dengan torehan poin 10. Partai semi final  berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (9/8). Andai Indonesia bisa melaju ke final, pertandingan partai pucak akan terselenggara pada Sabtu (11/8). (Ham)

Berbekal Medali Kejuaraan Asia, Atlet Panjat Tebing 19 Tahun Rajiah Sallsabillah Yakin Sumbang Emas Asian Games 2018

Atlet panjat tebing 19 tahun nomor kecepatan (speed) kelahiran Banten 30 April, Rajiah Salsabillah yakin sumbang medali emas Asian Games XVIII/2018. (FPTI)

Jakarta- Kurang dari sepuluh hari pelaksanaan Asia Games XVIII/2018, persiapan atlet makin matang. Mereka terus mempertajam skill dan mental tanding. Salah satunya yang dilakukan atlet putri panjat tebing pemusatan latihan nasional (Pelatnas), Rajiah Sallsabillah. Dara kelahiran Banten 30 April 1999 ini makin giat berlatih demi tekad menyumbangkan medali emas bagi Merah Putih. Bukan tanpa alasan ia membentang asa di pesta multievent empat tahunan itu. Segudang prestasi ia torehkan. Memulai debutnya di kejuaraan nasional (Kejurnas) Surabaya Cup 2015, ia menempati peringkat 11. Di tahun yang sama, ia tampil di Kejurnas Yogyakarta. Sayang, peringkatnya melorot ke urutan 16. Tak patah arang, Rajiah kembali menempa kemampuannya pada kejuaraan di wilayah Jakarta Utara. Kali ini ia membuktikan kualitasnya sebagai atlet panjat tebing nomor kecepatan (speed) yang mumpuni. Hasilnya, dua medali emas dari nomor speed klasik umum putri dan speed klasik youth A putri, sukses disabet. Setahun kemudian, mahasiswa Universitas Budi Luhur Jakarta itu kembali mengukir prestasi. Tepatnya di kejuaraan Sawah Lunto Wall Climbing, Sumatra Barat (Sumbar), ia menjadi kampiun di nomor speed klasik perorangan putri. Prestasinya berlanjut di Cianjur, Jawa Barat (Jabar) dengan mengunci medali emas di nomor speed klasik perorangan putri, masih di tahun yang sama. Berjaya di tingkat nasional, Rajiah mencoba peruntungan di level internasional. Remaja lulusan SMKN 9 Tangerang, Banten itu berlaga di ajang Asian Championship 2017 di Iran. Turun gelanggang di nomor speed world record relay tim putri, Rajiah berhasil mengantongi medali perak. Ia juga mengikuti kejuaraan di Xiamen dan Wujiang, China serta di Moskow, Rusia. Di Rusia, Rajiah berada di peringkat keenam. Lalu, dari kejuaraan dunia di Moskow, ia mengikuti kejuaraan dunia di Chongqing dan Tai’an, China. “Di Chongqing peringkat 10 dan Tai’an peringkat delapan,” ujar atlet asal Banten itu, dikutip situs resmi FPTI, Selasa (7/8). Rajiah mengaku dari semua event yang diikuti terutama di pentas internasional, event di Iran memiliki kesan tersendiri baginya. “Karena dapat medali pertama (di event iternasional),” cetusnya. Perkenalan Rajiah dengan panjat tebing dimulai saat usinya masih 14 tahun. Adalah sang kakak yang juga seorang atlet memperkenalkan dirinya pada olahraga ekstrem itu pada 2013. Dan, sang kakak yang kerap membawa piala usai kejuaraan makin membuat Rajiah jatuh hati pada panjat tebing. “Awal suka panjat tebing karena senang lihat kakak. Tiap lomba pasti bawa piala. Terus pingin coba kayak kakak dan pulang bawa piala,” pungkas atlet yang tengah mengambil studi Sistem informasi ini. (Adt)