Menangi Laga ‘Hidup-Mati’ Kontra Kazakhstan, Timnas Basket Putra U-18 Lolos Ke Babak 12 Besar

Yesaya Alessandro Michael (7) tampil impresif saat mencetak 26 poin, 10 rebounds, 4 steal, dan 2 assist melawan Kazakhstan U-18 di penyisihan grup A, FIBA U-18 Asian Championship 2018, di Bangkok, Thailand, Selasa (7/8). (fiba.basketball)

Jakarta- Timnas basket U-18 putra Indonesia berhasil meraih kemenangan pada laga ‘hidup-mati’ kontra Kazakhstan dengan skor akhir 79-64, pada babak penyisihan grup A, FIBA U-18 Asian Championship 2018, di Bangkok, Thailand, Selasa (7/8). Sebelumnya, di pertandingan pertama, Minggu (5/8), Indonesia takluk dari Iran dengan skor 50-80. Hasil kurang memuaskan Merah Putih berlanjut saat berjumpa dengan Jepang, Senin (6/8). Indonesia tumbang 53-86. Hasil positif atas Kazakhstan membawa Yesaya Alessandro Michael dan kolega melaju ke babak 12 besar. Berposisi sebagai peringkat ketiga grup A, Indonesia akan berhadapan dengan tim peringkat dua dari grup B. Dan, laga babak 12 besar berlangsung pada Rabu (8/8). Di pertandingan itu, Kazakhstan mengunci kuarter pertama dengan skor 20-18. Dominasi negara Asia Tengah berlanjut di kuarter kedua. Kazakhstan mampu memundi 21 poin, sedangkan Indonesia hanya 19 poin. Pertandingan kuarter kedua berakhir dengan skor 41-37 untuk Kazakhstan. Namun di kuarter ketiga, menerapkan disiplin tinggi dengan menutup rapat pertahanan membuat Indonesia balik unggul 53-52 paska memanen 16 poin, sementara Kazkhstan hanya mengoleksi 11 poin. Agresifitas Yesaya dan kawan-kawan makin tak terbendung di kuarter keempat. Indonesia mengantongi 26 poin, berbeda dengan lawan yang hanya memundi 12 poin. Indonesia menutup laga dengan skor meyakinkan 79-64. Pada pertandingan ini, Yesaya tampil impresif dengan mencetak 26 poin, 10 rebounds, 4 steal, dan 2 assist. Sementara di kubu lawan, Merey Uapov menjadi andalan tim dengan torehan 21 poin. Meski unggul dalam produktifitas poin, namun catatan penting pada laga itu, tim asuhan Andika Supriadi Saputra ini masih melakukan 23 turn over, dan lawan melakukan 20 turn over. (Adt)

Indonesia Junior League U-9 & U-11 Berakhir, Fokus Berikutnya Putar Kategori U-13

SSB Asiop Apac Inti menjadi juara Indonesia Junior League (IJL) Mayapada 2018 untuk kategori U-9. (Dre/NYSN)

Tangerang Selatan- Indonesia Junior League (IJL) Mayapada 2018 mencapai babak final di kategori U-9 dan U-11. Acara penutupan berlangsung di Lapangan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, pada Minggu (5/8), dengan menghadirkan dua laga final, di masing-masing kategori. Pada kategori U-9, mempertemukan SSB Asiop Apac Inti melawan SSB CISS (Camp Indonesia Soccer Skill), sementara SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) kontra Putra Sejati menapaki partai final untuk kategori U-11. SSB Asiop Apac Inti akhirnya menjadi juara, paska mengandaskan perlawaan alot SSB CISS, dengan skor tipis 1-0. Sementara di kategori U-11, kampiunnya diraih SSB Putra Sejati setelah unggul 2-1 dari SSB ASTAM. Dengan selesainya kompetisi IJL Mayapada 2018 kategori U-9 dan U-11, maka level kategori U-13 akan segera bergulir. Rezza Mahaputra Lubis, selaku CEO Indonesia Junior League, mengaku cukup bangga atas pencapaian turnamen kelompok usia dini, yang berputar sejak Februari-Agustus 2018 ini. “Saya cukup bahagia atas pencapaian ini, karena seluruh laga berjalan lancar dan bagus. Yang terutama adalah IJL memiliki hal yang mulia, yakni membina potensi anak-anak sejak dini,” jelas Rezza kepada nysnmedia.com, pada Minggu (5/8). IJL kini fokus memutar kompetisi U-13 yang berada di usia remaja. “Kami segera memutar kompetisi kategori U-13, yang levelnya ada di kasta lebih tinggi, dibanding U-9 dan U-11 ini. Kami harus jaga konsistensi kualitas kompetisi ini, karena harus sejalan dengan program kompetisi Internasional yang kami miliki”, pungkasnya. (Dre) Penghargaan Ajang Indonesia Junior League (IJL) 2018 Kategori U-9 Juara 1 SSB Asiop Apac Inti Juara 2 SSB Camp Indonesia Soccer Skill (CISS) Juara 3 SSB Maesa Cijantung Juara Harapan 1 SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) Juara Harapan 2 SSB Pro Direct Academy Klub Ter-fair play : SSB Pelita Jaya Kiper Terbaik : Ali Putra (SSB Asiop Apac Inti) Topskor : Rizky Eka Saputra (SSB Pelita Jaya) Pemain Terbaik : Eval (SSB CISS) Kategori U-11 Juara 1 SSB Putra Sejati Juara 2 SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) Juara 3 SSB Gagak Rimang Juara Harapan 1 SSB Sparta Juara Harapan 2 SSB Villa 2000 FC Klub Ter-fair play : SSB Serpong Jaya Kiper Terbaik : M. Farrel (SSB Putra Sejati) Topskor : Rival (SSB Sparta) Pemain Terbaik : Fernanda (SSB Astam)

Bidik Podium Juara, Jadi Misi Pecah Telur Garuda Asia Usai 16 tahun Tampil di Piala AFF U-16

Striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi (20) yang tampil produktif dengan torehan delapan gol selama penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 diharapkan mampu membawa prestasi terbaik bagi merah putih. (inews.id)

Sidoarjo- Timnas U-16 belum pernah sekalipun mengecap gelar juara, semenjak Piala AFF U-16 dimulai pada 2002. Di event tahunan ini, satu-satunya catatan terbaik Timnas U-16 di podium hanyalah meraih gelar runner up, pada event Piala AFF U-16 2013, di Myanmar. Saat itu, Indonesia takluk dari Malaysia, yang akhirnya keluar menjadi juara. Garuda Asia kalah lewat drama adu penalti dengan skor ketat 2-3, setelah di babak normal pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Ajang turnamen remaja di Asean yang sudah bergulir 12 kali (2002, 2005, 2006, 2007, 2008, 2010, 2011, 2012, 2013, 2015, 2016, 2017), Timnas U-16 baru tiga kali melaju ke Semi Final dan 1 kali ke Final. Semifinal pertama diukir pada 2002, kala menjadi tuan rumah bersama Malaysia. Berjibaku dan lolos penyisihan, Indonesia melaju ke semifinal menantang Myanmar. Di laga ini, Indonesia justru keok dan digebuk setengah lusin gol, 6-0.  Akhirnya Indonesia mengecap peringkat ke 3, usai mengalahkan Malaysia. Dua kesempatan lainnya, Indonesia dapatkan ketika menembus semifinal pada 2007 dan 2013. Pada 2007, saat dilaksanakan di Kamboja, Timnas U-16 sanggup menjejak ke semifinal. Sayang, Laos akhirnya mengagalkan langkah Timnas U-16 ke final, usai takluk 0-3. Saat perebutan posisi 3, Indonesia kembali rontok, kali ini dari Vietnam, dalam drama adu penalti, dan harus puas finish di posisi ke-4. Hasil terbaik Indonesia akhirnya ditorehkan di Piala AFF U-16 2013, di Myanmar. Indonesia sukses melwati fase peyisihaan lalu menyegel tiket semifinal. Lalu menantang tim unggulan, Australia. Di partai ini, Timnas U-16 menahan imbang Socceros 2-2 di waktu normal. Bahkan, Asnawi Mangkualam dkk sukses melewati drama adu penalti, yang berkesudahan dengan skor 5-4 untuk kemenangan Garuda Asia. Mencapai asa di fase puncak melayani Malaysia, Indonesia sempat berpeluang meraih titel juara. Sayang, Indonesia akhrinya kalah, lagi-lagi lewat babak adu penalti dari Malaysia, dengan skor tipis 2-3, setelah di babak normal, pertandingan berakhir imbang 1-1. Di 2018, laga Timnas U-16 Malaysia versus Singapura, di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Minggu (5/8), berkesudahan dengan skor 4-0. Ini artinya, Malaysia memperpanjang nafas mereka di turnamen Piala AFF U-16 2018 dan membuka peluang lolos ke semifinal. Parade gol Malaysua dipersembahkan oleh Alief Abdul Aziz, Harith Jaineh, Fahmi Zaaim, dan gol bunuh diri Ryaan Sanizal. Dengan tambahan tiga poin, Malaysia memiliki 6 poin, dan masih berpeluang lolos ke semifinal Piala AFF U-16 2018. Timnas U-16 Malaysia dapat memaksimalkan laga terakhirnya di babak penyisihan Grup B. Negri Jiran perlu memenangkan laga kontra Laos, untuk lolos ke semifinal Piala AFF U-16 2018. Jika Malaysia lolos ke semifinal sebagai runner-up, maka berpeluang bertemu Indonesia. Dengan catatan, Indonesia menjadi juara Grup A dengan memenangi laga terakhir melawan Kamboja, pada Senin (6/8). Thailand sudah resmi mengamankan tiket ke babak semi-final Piala AFF U-16 2018, setelah hanya menyelesaikan laga, imbang tanpa gol oleh Laos, di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Minggu (5/8). Kendati meraih predikat sebagai tim pertama yang mewakili Grup B ke semfinal, namun hasil 0-0 melawan Laos cukup mengejutkan. Laos pun tetap mengintip peluang mecuri tiket empat besar. Keberhasilan Thailand didapat karena mereka mengemas sepuluh poin hasil dari tiga kemenangan dan satu kali imbang. Torehan itu memuluskan peforma mereka sebagai juara Grup B. Penentuan tempat kedua, diperebutkan oleh Malaysia dan Laos. Kedua tim akan saling sikut pada laga penutup pada Selasa (7/8). Laos saat ini di posisi dua dengan tujuh poin, sementara Malaysia di posisi tiga, dengan enam poin. Tim yang menjadi runner-up dari Grup B, berpotensi besar menghadapi Timnas U-16 pada empat besar. Garuda Asia saat ini, tak tersentuh sebagai raja Grup A, lewat empat kemenangan beruntun yang mereka raih dari Timor Leste, Myanmar, Vietnam dan Filipina. (Ham)

Incar Posisi Empat Besar, Villa 2000 U-12 Siap Merumput di Gothia Cup China 2018

CEO Villa 2000 Asher Imaret Siregar (ketiga dari kiri), saat melepas tim Villa 2000 U-12 yang akan tampil di Turnamen Gothia Cup U-12, pada 12-18 Desember 2018, di Qingdao, China. (Dre/NYSN)

Tangerang Selatan- Jelang tampil mengikuti kejuaraan usia dini dan usia muda turnamen Gothia Cup China 2018 di Qingdao, China, pada 12-18 Agustus 2018, Villa 2000 U-12 menggelar konferensi pers di Aula Villa 2000 FC Academy, Villa Pamulang, Tangerang Selatan, pada Minggu (5/8). Selain para pemain, acara ini turut dihadiri Asher Imaret Siregar (CEO Villa 2000 FC), Arta Wijaya (Pelatih Senior), Feraldo Axel Paulus (Manager Villa 2000 FC Gothia Cup), serta Ayadi (Pelatih Villa 2000 U-12). Asher mengatakan, ini untuk pertama kalinya Villa 2000 mengikuti turnamen U-12 di Gothia Cup China 2018. Terakhir, Villa 2000 mengikuti turnamen serupa, di Manchester, Inggris, pada 2008. Ia juga mengucapkan rasa terima kasih kepada orang tua siswa SSB Villa 2000 yang sudah bersinergi untuk membawa anaknya berlaga di event tersebut. “Gothia Cup 2018 merupakan turnamen cukup besar yang berlangsung di China. Turnamen itu ada di usia 8 tahun sampai 18, dan tim kami ikut di level 12 tahun. Di sana lawannya mayoritas SSB China yang juga tangguh-tangguh,” kata Asher. “Saya berharap rombongan yang akan berangkat bisa saling membantu karena akan berlaga di negara orang,” tambahnya. Asher menunjuk Ayadl sebagai pelatih menukangi Villa 2000 U-12. Ia juga meminta Feraldo ‘Aldo’ Axel Paulus, seorang mahasiswa di Liverpool, Inggris, untuk menjadi manajer tim tersebut. Ayadi sebagai pelatih kepala mengatakan sangat bersyukur timnya bisa bermain di level lebih tinggi. Terkait persiapan, Hariyadi mengatakan timnya sudah siap. “Secara keseluruhan, tim ini sangat siap. Target kami adalah empat besar,” ucapnya. Sebelum berlaga di Gothia Cup 2018, Ayadi menambah intensistas waktu sesi latihan, dari seminggu dua kali menjadi empat kali. Beberapa turnamen dan lawan uji coba juga digelar Ayadi, agar pemainnya bisa langsung mengerti permainan tim. “Ini kami lakukan untuk melihat persiapan anak-anak sudah sampai mana agar mereka bisa mengaplikasikan apa yang saya mau di sana,” bilangnya. “Saya harap pemain bisa bersemangat untuk menerapkan apa yang sudah dilakukan selama ini. Anak-anak juga harus mandiri karena ini turnamen yang bergengsi,” ucap Ayadi. Adapun Arta Wijaya, selaku pelatih senior di Villa 2000, menekankan agar pemain bersikap displin. “Disiplin waktu. Saat istirahat dan makan, harus dipatuhi, karena seluruh pemain yang tampil, tidak didampingi orangtua. Juga jangan minder, jangan takut. Siapapun harus dihadapi,” jelas Taul panggilan akrabnya. Gothia Cup China adalah cabang dari Gothia Cup Swedia. Sebab, kejuaraan ini merupakan pelebaran sayap dari penyelenggaraan di Swedia. Hal itu karena disadari besarnya potensi tim dari Asia, tetapi terkendala besarnya pengeluaraan untuk pergi ke Swedia mengikuti Gothia Cup. Oleh karena itu penyelenggara Gothia Cup melebarkan sayap penyelenggaraan ke Asia. Dan, Cina yang merupakan negara dengan penduduk terbanyak di dunia menjadi tempat penyelenggara. Gothia Cup China 2018 mempertandingkan tim putra (Boys) jenjang usia 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, dan 25. Lalu putri (Girls) kelompok umur 12 dan 14. Tahun ini di Gothia Cup China, 5 tim dari Indonesia tersebar di tiga penyelenggaraan kelompok umur. Villa 2000 U-12 dan IJL U-12 akan mengikuti ajang Boys 12. Kemudian TopSkor Indonesia mengirimkan 2 tim, untuk kelas Boys 14 dan Boys 15. Terakhir adalah Tim Pelajar Kemenpora (U-16) yang mengikuti Boys 16. Nantinya, 13 pemain Villa 2000 akan bersaing dengan pemain dari 31 klub lainnya. Villa 2000 U-12 tergabung dalam grup 4, bersama tiga klub asal China, yakni Left Wing FC, Wenlai MS, dan Zhengzhou Quenjia FC. Di penyisihan grup, setiap tim bermain empat kali mulai Senin sampai Jumat, dengan ada satu hari libur bertanding. Selebihnya adalah fase knock-out. Villa 2000 U-12 bertolak menuju kota Qingdao pada Sabtu (11/8) pukul 16.00 WIB. (Dre) Skuat Villa 2000 U-12 Gothia Cup China 2018 1. Rahmatito Hijrah Harjana 2. Masyraffa Nabatan Setiyono (C) 3. Muhammad Haikal Riansyah 4. Dzikri Ahmadi Akbar 5. Muhammad Hannan Hadzami 6. Irsyad Maulana 7. Malvin Evander Lopulalan Kurniawan 8. Fachry Ghulam Aradana 9. Muhammad Zulfan Djiaulhaq Mukti 10. Maha Rhaziqa Putra Ediwan 11. Galang Rai Nugraha Wedya Sukma Direja 12. Jatsia Rabbani 13. Erlangga Maula Syahputra Tim Indonesia Gothia Cup China 2018 Boys 12 Villa 2000 U-12 (Grup 4) IJSL U-12 (Grup 8) Boys 14 TopSkor Indonesia (Grup 5) Boys 15 TopSkor Indonesia (Grup 1) Boys 16 Tim Pelajar Kemenpora (Grup 2)

Soroti Peforma Sektor Tunggal, Candra Wijaya : Pelatih Harus Diberi Target, Atau Dipecat

Aksi Tunggal putra Jonatan Christie saat tampil di ajang Blibli Indonesia open 2018, dan takluk dari pebulutangkis nomor satu dunia asal Denmark, Viktor Axelsen, dalam pertandingan 2 game dengan skor 21-10 dan 21-19. (Pras/NYSN)

Serpong Utara- Prestasi tunggal putra dan putri masih jadi pekerjaan rumah serius Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Hasil Kejuaraan Dunia Bulutangkis (BWF World Championship 2018) jadi ukurannya. Dari lima wakil tunggal, tak ada satupun yang mampu menjejak ke partai final. Tiga wakil tunggal putra yakni Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Tommy Sugiarto harus menelan pil pahit. Langkah mereka terhenti di babak kedua. Hasil serupa terjadi di tunggal putri. Dua wakil yaitu Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani dipaksa pulang setelah kalah pada laga babak kedua. Prestasi lebih baik dicapai sektor ganda, meski tak satupun wakil Indonesia di partai final kejuaraan dunia tahun ini. Duet Merah Putih Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (1) takluk di perempat final dari wakil Jepang Takeshi Komura/Keigo Sonoda (5). Setali tiga uang, dobel Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta (8) tak berdaya kontra wakil Negeri Sakura Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto. Begitu pula dengan pasangan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani (14). Mereka tumbang Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (2) asal Jepang. Hasil lebih baik ditorehkan Greysia Polii/ Apriyani Rahayu (5). Mereka berlaga di semifinal dan menerima kenyataan gagal lolos ke partai puncak setelah dijegal wakil Jepang Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara. Hal ini mendapat sorotan dari Candra Wijaya. Peraih medali emas Olimpiade 2000, Sidney, Australia, mengatakan khusus sektor tunggal seharusnya PBSI selaku induk organisasi bulutangkis memberikan target kepada pelatih, dengan konsekuensi khusus. “Pelatih harus bisa meraih beberapa gelar juara dalam rentang waktu tertentu yang ditargetkan oleh PBSI. Kalau target itu tak tercapai, maka pelatihnya harus diganti. Ini jadinya profesional,” ujar pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat, 16 September 1975 itu. Mantan pebulutangkis nasional yang mulai berlatih sejak usia 12 tahun di klub Rajawali Cirebon itu mencontohkan pada perebutan Piala Thomas dan Uber 2018, Mei lalu, saat Indonesia berjumpa China di semifinal, dan akhirnya takluk. Menurutnya, titik terlemah skuat Merah Putih di Piala Thomas ada di sektor tunggal putra. “Bukan mau sombong. Tapi yang memberi poin bagi Indonesia di nomor ganda, dan yang melepas itu tunggal putra,” ujar peraih gelar World Championship 1997 bersama Sigit Budiarto itu. “Saya tak bermaksud mau ikut campur soal prestasi di sektor tunggal. Ini saran dari mantan pemain,” lanjut suami dari Caroline Indriani itu. Apakah ketiadaan sosok pemain tunggal Indonesia yang bisa menjadi panutan bagi pemain muda dalam beberapa tahun belakangan berpengaruh? “Sedikit banyak berpengaruh. Setelah era-nya Taufik Hidayat tidak ada lagi pemain tunggal yang bagus,” ungkap juara All England 1999 bersama Tony Gunawan dan 2003 bersama Sigit Budiarto itu. “Mestinya Taufik Hidayat diberi kesempatan melatih di Pelatnas PBSI. Karena Taufik juga prestasinya selama menjadi pemain memang bagus,” tukasnya. Candra melanjutkan, begitu juga dengan pelatih-pelatih berkualitas di luar Pelatnas yang harus juga diberi kesempatan. (Adt)

Delapan Gol Bagus Kahfi Bantu Timnas U-16 Kunci Tiket Semifinal Piala AFF U-16

Amiruddin Bagus Kahfi (20), kembali memimpin daftar top skor atau pencetak gol terbanyak sementara Piala AFF U-16 2018, dengan total raihan delapan gol. (tribunnews.com)

Sidoarjo- Timnas U-16 mengunci tiket semifinal Piala AFF U-16 2018 usai menang 3-0 atas Timor Leste di laga keempat Grup A di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (4/8). Meski menyisakan satu partai terakhir versus Kamboja, pada Senin (6/8), Garuda Asia mengemas 12 poin dari empat pertandingan dan tak terkejar pesaingnya. Gol-gol kemenangan Timnas U-16 atas Timor Leste dicetak oleh Amiruddin Bagus Kahfi (49’dan 82′) serta Sultan Zico (72′). Dengan koleksi 12 poin dari empat laga, David Maulana dkk dipastikan takkan tergeser oleh Myanmar, maupun Vietnam, yang sama-sama mengoleksi 9 poin. Sementara itu, Thailand lebih dulu memastikan diri melaju ke semifinal dari Grup B. Mereka adalah tim pertama yang lolos usai menang 3-1 atas Singapura, Jumat (3/8). Thailand mengoleksi 9 poin dari tiga laga. Posisi mereka aman karena para pesaingnya akan saling berhadapan pada dua laga sisa, yaitu Laos vs Malaysia, pada Rabu (7/8). Saat ini, empat tim yang sudah dipastikan tersisih dan tak mungkin lolos ke semifinal Piala AFF U-16 2018 adalah: Kamboja, Timor Leste, Filipina (Grup A) dan Brunei (Grup B). Timnas U-16 juga kini mengukir calon kandidat pencetak gol terbayak. Bagus yang memborong dua gol pada laga ini, resmi melewati catatan top skor tahun lalu. Pada 2017, top skorer Piala AFF level U-16 adalah penyerang Kamboja, Sieng Chanthea. Dia membukukan sebanyak lima gol. Gol-gol Chanthea itu tak mampu mengantarkan Kamboja lolos grup. Pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Piala AFF U-16 adalah John Robert dan Marc Moric. Mereka membukukan delapan gol. John Robert mencatatkannya dua kali, yakni pada event Piala AFF U-16 edisi 2016 dan 2017. Sementara Moric sekali mencatatkannya pada 2016, bersama Roberts. Bagus pun kini juga sudah mengoleksi delapan gol. Menyisakan satu partai di fase grup tahun ini, Bagus berpotensi kembali menambah pundi-pundi golnya lagi. Di laga pertama melawan Filipina, Bagus baru masuk di babak kedua, namun ia langsung mencetak dua gol. Sedangkan melawan Myanmar, dua gol kembali ia cetak saat tampil sebagai starter. Saat melawan Vietnam, striker asal Magelang ini juga bermain dari bangku cadangan di babak kedua menggantikan Sutan Zico. Lagi-lagi Bagus bisa mencetak dua gol, satu melalui titik putih. Nalurinya dalam mencetak gol akan dibutuhkan lagi oleh Timnas U-16 di laga terakhir fase grup, melawan Kamboja. Uniknya, Bagus selalu mencetak dua gol setiap turun tampil bermain. (Dre) Hasil lengkap Grup A Kamboja 0-1 Vietnam Indonesia 8-0 Filipina Myanmar 3-2 Timor Leste Vietnam 4-0 Timor Leste Indonesia 2-1 Myanmar Kamboja 5-1 Filipina Timor Leste 2-1 Kamboja Vietnam 2-4 Indonesia Myanmar 4-1 Kamboja Vietnam 6-1 Filipina Indonesia 3-0 Timor Leste Klasemen Grup A Piala AFF U-16 No     Tim     Main  Gol   Poin 1 Indonesia    3    +14    12 2 Myanmar     3    +10     9 3 Vietnam      3     +8      9 4 Kamboja     3     −1      3 5 Timor Leste 3    −7       3 6 Filipina        3    −24     0 Jadwal Grup A Senin, 6 Agustus 2018 15.30 WIB Timor Leste vs Filipina (Stadion Joko Samudro, Gresik) 15.30 WIB Vietnam vs Myanmar (Stadion Gelora Delta, Sidoaro) 19.00 WIB Kamboja vs Timnas U-16 (Stadion Gelora Delta, Sidoaro) Daftar Top Skorer Sepanjang Masa Piala AFF U-16 Piala AFF U-16 2017 Sieng Chanthea Mynmar 5 Gol Piala AFF U-16 2016 John Roberts Australia 8 Gol Piala AFF U-16 2015 Marc Moric Australia 8 Gol John Roberts Australia 8 Gol Piala AFF U-16 2014 Dibatalkan karena kurang peserta. Hanya tiga yang mendaftar, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Piala AFF U-16 2013 Cameron Joice Australia 6 Gol Bạch Hồng Hân Vietnam 6 Gol Piala AFF U-16 2012 Ryoma Watanabe Jepang 3 Gol Piala AFF U-16 2011 Adam Swandi Singapura 5 Gol Piala AFF U-16 2010 Liang Yu China 2 Gol Rogerio Seran Timor Leste 2 Gol Piala AFF U-16 2009 Dibatalkan karena virus H1N1 menyebar di Thailand. Piala AFF U-16 2008 Kamal Ibrahim Australia 4 Gol Kerem Bulut Australia 4 Gol

Tambah Motivasi, Juara Asia Junior Championship 2018 Duet Febriana/Ribka Diganjar Bonus Rp 60 Juta

Djarum Foundation memberikan apresiasi berupa bonus Rp 60 juta kepada Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto setelah menjadi kampiun di Kejuaraan Asia Junior 2018. (PB Djarum)

Karanganyar- Meraih titel juara di Badminton Asia Junior Championship 2018 memberi berkah bagi duet Pelatnas Pratama asal PB Djarum Kudus Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto. Mereka diganjar bonus Rp 60 juta dari Djarum Foundation, di Gelanggang Olahraga (GOR) RM Said Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (4/8). Pada Juli lalu, Febriana/Ribka menjadi kampiun di ajang Badminton Asia Junior Championship 2018 usai di final menaklukan wakil Malaysia, Pearly Koong Le Tan/Ee Wei Toh, straight game, 21-12 dan 21-16, di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, mengatakan pemberian bonus menjadi tambahan motivasi bagi Febriana/Ribka, sehingga mampu berprestasi di level yang lebih tinggi. “Ini bukan anak tangga terakhir yang harus mereka capai. Karena ada anak tangga berikutnya yang harus mereka hadapi. Yang terdekat adalah juara di Kejuaraan Dunia di Kanada,” ujar Yoppy dikutip situs resmi PB Djarum, Sabtu (4/8). Kejuaraan Dunia Junior akan dihelat di Markham Pan Am Venue, Kanada, November 2018. Bahkan, lanjut pria berkacamata itu, jika mereka mampu tampil maksimal di kejuaraan dunia itu masih ada kompetisi yang harus dilewati yang tak kalah penting. “Yaitu juara mulai dari level Challenge hingga Olimpiade,” lanjutnya. Yoppy menambahkan pemberian bonus ini sekaligus bentuk motivasi bagi peserta Audisi Umum yang dihelat di Karanganyar, Jateng. “Minimal mereka bisa makin giat berlatih, dan ingin mengikuti jejak seniornya. Tujuan lain adalah ingin menunjukkan jika kami sangat peduli dengan bulutangkis dan Indonesia,” tegas Yoppy. Sementara itu, Ribka mengaku senang dengan apresiasi ini. “Semoga di kejuaraan dunia junior kami bisa juara,” tutur Ribka. Senada dengan Ribka. Febriana membentang harapan pada kejuaraan dunia junior nanti. “Target kami semoga di kejuaraan dunia junior menjadi yang terbaik,” tukas Febriana. (Adt)

Volume 2 King Basketball 3×3 Kembali Bergulir, Jawara IBL 3×3 Turut Serta

Tim Cool Boyz (hijau) sukses mengalahkan tim Indonesia Muda (biru) dengan skor tipis 9-8, pada laga perdana King Basketball 3x3 Volume 2, di Atrium Mall @Alam Sutera, Kota Tangerang, Banten. (Pras/NYSN)

Tangerang- Mengusung tema ‘National Is Me’ King Basketball 3×3 Volume 2 kembali menggelar event basketball 3×3 di Atrium Mall @Alam Sutera, Kota Tangerang, Banten. Acara ini berlangsung 3-5 Agustus 2018. Bertujuan menggali bakat penggemar basket 3 on 3, Giovanni Vivaldi selaku ketua pelaksana merasa perlu mewadahi olahraga ini. “Basketball 3×3 kembali booming, kami ingin memberi wadah bakat anak muda, yang gemar dan potensial. Meski unsur entertainment-nya tinggi, ajang ini ternyata mendapat tanggapan yang positif. Event pertama sudah digelar di Mall Puri Mansion. Sekarang di Mall @Alam Sutera (kedua),” kata Giovani yang akrab disapa Gio, pada Jumat (3/8). “Antusiasme para peserta dan penonton juga luar biasa,” jelasnya lagi. Gio menambahkan, terdapat 60 tim yang turut berpartisipasi di turnamen King Basketball 3×3 ini, dan terbagi dalam dua kategori. “Turnamen ini memakai sistem gugur, serta terbagi dua kategori, yakni Kategori Umum (KU) dan Kategori Umum (KU) U-18. Tiap kategori, ada 36 tim untuk KU, dan 24 tim KU U-18,” imbuh Giovanni. Turnamen ini berhadiah total 20 juta rupiah, dan tiap kategori mendapat 10 juta rupiah, dengan perincian juara 1 (Rp 5 juta), juara 2 (Rp 3 juta), dan juara 3 (Rp 2 juta). Ajang ini tak berhenti di dua ‘volume’ saja, King Basketball akan kembali menghelat turnamen 3×3 pada bulan Mei 2019, di ICE BSD, Tangerang Selatan. Laga perdana turnamen ini di kategori umum (KU) U-18, mempertemukan tim Cool Boyz kontra Indonesia Muda. Tim Cool Boyz pekan lalu, sukses menjadi kampiun IBL Gojek 3×3 Basketball Indonesia Tour 2018 – Jakarta Usia (U) 18 Tahun, di Mall Kokas. Laga yang dilangsungkan di Atrium Mall @Alam Sutera, Tangerang ini dimulai dengan ketat. Denga durasi waktu bertanding hanya sepuluh menit, kedua tim saling mengejar poin. Meski Cool Boyz sempat mendapatkan poin dua angka lebih dulu dari hasil tembakan di luar lingkaran, konstan aksi lay-up Indonesia Muda memperkecil poin dengan skor 2-1. Namun, aksi dua poin kembali dilakukan oleh pemain Cool Boyz yang memperlebar jarak menjadi 4-1. Sampai menit ke-7, permainan semakin sengit. Di menit 7 Indonesia Muda mampu menyamai skor menjadi 6-6. Tetapi, usaha Indonesia Muda untuk memenangi pertandingan, beluml berhasil. Hingga laga berakhir, Cool Boyz unggul tipis dengan skor 9-8. “Tadi kita sempat seri ya dan skor itu menambah kami bersemangat. Tapi, sampai akhir pertandingan kita tidak mampu mengungguli mereka. Mereka begitu kuat dan bagus. Kita harus belajar lagi”, ujar Pattiwel, salah satu skuat Indonesia Muda, usai laga. Kemenangan ini membuat Cool Boyz berhak melangkah ke fase berikutnya. (Dre) King Basketball 3×3 Volume 2 Tim Kategori Umum 1. Bayerische 2. North Hustler 3. Marmut Muthakir 4. Chiki Ballz 5. Bromo 2 6. Kweenz 7. Pendiri Bangunan 8. Gators 9. 4fun 10. GSW A 11. Valiant 12. Kliksport TV 13. Giant 14. GSBC 1 15. Menantu Idaman 16. Mix 17. FDYA 18. GKI Aries 19. STPI 20. X1 21. GSW B 22. Stallion A 23. Horee 24. Elang Laut 25. GSBC 2 26. GSW C 27. Bromo 1 28. TGIF 29. GSW D 30. Zenly 31. Hyenas 32. Mokodo 33. Seraphim 34. Blek 35. Havefun 36. Stallion B Tim Kategori Umum U-18 1. Cool Boyz 2. Indonesia Muda 3. Keluarga 4. Nusty Bunny 5. Edsu 6. Lemewin 7. Classy 8. Kuntos 9. Tim Brio 10. Buzzer C 11. Buzzer B 12. SMAK 2 13. Mokodo Jr 14. 16 15. Harsa 16. Crows 17. 3rd World Handles 18. Buzzer A 19. Hustler 20. YDG 21. Underdog 22. Phoenix Tim 23. Semoga Diberkati 24. Bowo Lovers

Lakoni Duel Rubber Game, Duet Tuan Rumah Gabriel/Galuh Mulus Ke Partai Puncak U-17

Ganda putra Gabriel Christopher Wintan Wijaya/Galuh Dwi Putra (Daihatsu Candra Wijaya) harus melewati laga rubber game kontra Crisandy Santosa/Enzo Ramadhan Satriyadi, 15-21, 21-19, dan 21-17, dalam tempo 46 menit. (Pras/NYSN)

Serpong- Langkah ganda putra Gabriel Christopher Wintan Wijaya/Galuh Dwi Putra (Daihatsu Candra Wijaya) belum terbendung pada kejuaraan bertajuk ‘9th Yonex-Sunrise Double Special Championship 2018’, Kategori Usia (U) 17 Tahun. Melakoni laga semifinal, di Hall Candra Wijaya International Badminton Centre (CWIBC), pada Jumat (3/8), duet tuan rumah sekaligus unggulan satu itu dipaksa melakoni pertarungan melelahkan rubber game kontra Crisandy Santosa/Enzo Ramadhan Satriyadi, 15-21, 21-19, dan 21-17, dalam tempo 46 menit. Galuh mengatakan kekalahan yang diderita pada gim pertama akibat ia bersama Gabriel masih mencari celah kelemahan lawan. “Di gim kedua kami main lebih cepat dan nggak banyak angkat bola. Lebih diturunin lagi bolanya. Karena sebelumnya juga sudah pernah ketemu sama mereka,” ujar remaja kelahiran 31 Mei 2003 itu usai laga. Sementara itu, Gabriel mengaku di awal laga dirinya bersama pasangan kurang tenang sehingga lawan meraih kemenangan di gim pertama. “Di gim kedua mainnya mulai enjoy, dan lebih tenang. Pelatih juga kasih instruksi kalau kami harus bermain lebih safe,” terang siswa SMAN 10 Kota Tangerang Selatan itu. Dan di partai pamungkas, Sabtu (3/8), Gabriel/Galuh akan ditantang ganda asal PB Exist Jakarta Muhammad Hasnan Alimni/Yoel Alexander yang menyingkirkan Muhammad Haikal Zaki/Muhammad Satria (PB Jaya Raya Jakarta Pusat),17-21, 21-13, dan 21-19. “Lawan mungkin tipenya sama seperti di semifinal ini karena mereka juga dari PB Exist Jakarta. Jadi makin termotivasi menghadapi laga final,” tutur Galuh. “Untuk lawan juga baru pertama kali ketemu. Tidakingin banyak komentar dulu soal lawan, lihat saja besok di lapangan seperti apa mainnya,” timpal Gabriel. Di nomor lain, menyandang status non unggulan Rahmat Hidayat/Gity Gabriel Rambing (PB Djarum Kudus) justru membuat kejutan pada Kategori ganda campuran Usia (U) 19 Tahun. Di semifinal, Rahmat/Gity menumbangkan unggulan satu Dejan Ferdinansyah/Tsavanne Bethalia Putri Mertoso (PB Exist Jakarta), rubber game, 12-21, 21-16, dan 21-19. “Awalnya tegang, karena lawan kemampuannya lebih baik. Jadi kami berusaha bermain nothing to lose saja. Kuncinya percaya diri,” ujar Rahmat usai laga. Alumni SMP Islamic Village Tangerang itu menambahkan kekalahan di gim pertama membuat ia dan kolega berusaha bangkit untuk bisa meraih kemenangan di dua gim sisa pertandingan. “Kalau saya mungkin lebih banyak memberikan tekanan ke Tsavanne. Bisa dibilang porsinya hampir 80 persen, dibandingkan dengan memberikan bola ke Dejan. Apalagi dari segi postur dan tenaga lawan lebih unggul, jadi lebih banyak nurunin bola juga tadi,” lanjut remaja kelahiran Tangerang, Banten, 17 Juni 2003 itu. Senada dikatakan Gity. Menurut siswi SMAN 1 Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut) itu, bila kemampuan lawan berada jauh di atas. Namun, ungkapnya, bermain tanpa beban membuat penampilannya bisa lebih lepas. “Kemampuan kami dengan lawan nggak beda jauh. Mereka unggul di postur sama speed. Pelatih juga bilang harus yakin bisa menang. Tadi Dejan mainnya juga sedikit emosional sehingga hilang fokus,” cetus dara kelahiran Kotamobagu, 20 Desember 2002 itu. Di partai pamungkas, Sabtu (4/8), Rahmat/Gity berjumpa akan berhadapan dengan Muhammad Yahdil Ansar/Frida Ayu Wulandari (PB Jaya Raya Jakarta Pusat/PB Banda Baru Batam) yang menang atas Asyhari Anhar/Windi Siti Mulyani (PB Victory Bogor Jakarta Timur), rubber game, 15-21, 21-18, dan 21-15. (Adt)

Punya Kualitas Sekelas Eropa, Timnas U-16 Akankah Terganjal Persoalan Klasik Soal Konsistensi ?

Winger Timnas U-16, Mochammad Supriadi (11), saat berakselerasi dalam laga Piala AFF U-16 2018 kontra Vietnam di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (2/8). (medcom.id)

Jakarta- Tiga kali tampil di fase penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 ternyata Timnas U-16 memiliki karakter yang serupa dengan seniornya di Timnas U-19, atau Timnas U-23 yang tak lama lagi berlaga di Asian Games 2018. Membukukan 16 gol dan kebobolan tiga, kemiripan pasukan Fakhri Husaini dengan skuat Indra Sjafri dan Luis Milla adalah penguasaan bola. Ketiga tim ini cenderung aktif menyerang, dengan strategi memegang sebola banyak mungkin. Saat menghadapi Filipina, Myanmar, dan Vietnam, Garuda Asia – julukan Timnas U-16 – mencetak penguasaan bola sebesar 73 persen, 61 persen, dan 57 persen. Jika dirata-ratakan, maka Indonesia sekurang-kurangnya mendapatkan bola sebanyak 63,66 persen. Sekadar mencari pembanding, pada Piala Dunia 2014 di Brasil, event yang tercatat sebagai gelaran Piala Dunia dengan intensitas dan kualitas sepakbola tertinggi, rata-rata penguasaan bolanya malah tak sampai menyentuh angka 60 persen. Berdasarkan riset International Journal Science Culture and Sport, juara dunia saat itu, Jerman, tercatat sebagai tim dengan penguasaan bola terbesar pada angka 56,71 persen, diikuti Argentina dengan 54,56 persen, Brasil dengan 53,12 persen, dan Belanda mencatatkan 50,32 persen. Namun, penguasaan bola tersebut harus pula dibuktikan dengan akurasi dan kesuksesan menyampaikan umpan. Untuk angka ini, Timnas U-16 ternyata tak jauh berada di bawah empat tim terbaik di Piala Dunia 2014. Di tiga laga pembuka AFF 2018, Timnas U-16 mencatatkan 82 persen umpan sukses versus Filipina, 73 persen kontra Myanmar, dan 69 persen menghadapi Vietnam. Rata-rata mereka mencatatkan 74,66 persen umpan sukses. Jumlah itu berselisih 0,13 persen dari Brasil di Piala Dunia 2014. Sementara Jerman, mendapatkan 81,90 persen umpan sukses. Andai level tim Piala Dunia masih terlalu jauh untuk dijadikan perbandingan, mari melihat statistik laga final Piala Dunia U-17 2017 antara Inggris dan Spanyol di Kalkuta, India, Oktober tahun lalu. Untuk urusan penguasaan bola, Indonesia pun masih unggul. Inggris, yang keluar sebagai pemenang dalam laga yang berakhir melalui adu penalti itu, hanya menguasai 52 persen bola, berbanding 48 persen yang dimiliki Spanyol. Atau, dari segi yang lain, catatan laga Piala Eropa U-17 antara Italia dan Belanda, di Rotherham, Inggris, 21 Mei 2018. Partai yang dimenangi Belanda sebagai juara usai adu penalti (1-4), merangkum total tembakan yang dilepaskan Italia adalah empat bidikan sukses dan tujuh melenceng. Sedangkan sang juara mengoleksi sembilan tembakan, empat di antaranya on target dan sisanya melenceng. Bandingkan dengan Indonesia, yang mencatatkan total sebelas tembakan dalam laga menghadapi Vietnam, selama 80 menit bermain. Tujuh di antaranya mengarah ke gawang lawan. Tidak berbeda dengan Italia, dan bahkan lebih dari Belanda. Catatan ini menunjukkan kepada pencinta sepakbola Indonesia, bila peforma Timnas U-16 potensial bersaing di level yang lebih menantang. Hanya saja, komitmen terbesarnya adalah apakah potensi itu bisa terjaga saat mereka bermain di kategori senior. (art)

Gagal ke Semifinal Kejuaraan Dunia, Kevin/Marcus Alihkan Fokus Ke Asian Games 2018

Ganda putra Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, sukses menekuk dobel nomor satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dalam dua game dengan skor 19-21 dan 18-21. (tribunnews.com)

Jakarta– Pupus asa duet Merah Putih, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, untuk meraih gelar juara dunia 2018. Duo Minions harus mengubur impiannya tersebut usai tersingkir di babak perempat final Kejuaraan Dunia Bulutangkis (BWF World Championship 2018). Mereka takluk dari ganda putra Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, dalam dua game dengan skor 19-21 dan 18-21. Laga yang berlangsung Jumat (3/8) di Nanjing Olympic Sports Centre, China, pasangan nomor satu dunia ini tampil di bawah level permainan terbaiknya. Selain itu, juara All England 2017 & 2018 ini kerap melakukan kesalahan sendiri. Hasil ini serupa dengan raihan tahun lalu, yang juga terhenti di babak perempatfinal. “Lawan pertahannnya rapat, bolanya berat dan enggak gampang dismes, jadi lebih enak untuk lawan. Selain pertahanan yang bagus, Kamura/Sonoda serangannya juga bagus. Ketemu mereka memang selalu ramai. Semoga kami bisa meraih hasil yang lebih baik di Asian Games 2018,” ungkap Marcus usai laga dalam rilis resmi PBSI. Kevin/Marcus bakal menjadi salah satu andalan Indonesia dalam meraih medali emas pada Asian Games 2018, yang akan berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September. “Memang lawannya bagus, tak gampang dimatikan. Kami sudah tahu dari awal kalau lawan mereka pasti tidak akan gampang,” tambah Kevin. Kekalahan itu sekaligus membuat rekor head to head Kevin/Marcus dengan Kamura/Sonoda menjadi imbang 4-4. Indonesia juga tak memiliki wakil lagi di sektor ganda putra. Dengan hasil ini, Kevin/Marcus, yang mengoleksi sepuluh gelar juara super series itu, belum bisa meraih titel di turnamen mayor. (Adt)

Kuasai Klasemen, Indonesia Tatap Skenario Lawan Malaysia di Semifinal Piala AFF U-16 2018

Dua gol striker asal Magelang, Jawa Tengah, Amiruddin Bagus Kahfi (20) saat menekuk Vietnam 4-2, mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak sementara di Piala AFF U-16 dengan torehan enam gol. (goal.om)

Sidoarjo- Raih kemenangan ketiga secara beruntun Timnas U-16 selangkah lagi menembus babak semifinal Piala AFF U-16 2018. Yang terbaru saat skuat asuhan Fakhri Husaini menang 4-3 atas Vietnam dalam laga ketiga Grup A pada Kamis (2/8), di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Garuda Asia saat ini hanya butuh minimal satu hasil imbang di dua laga terakhir Grup A, yakni melawan Timor Leste dan Kamboja yang notabene kualitasnya dibawah mereka. Status juara grup membuat Indonesia berpotensi bertemu dengan Malaysia di babak semifinal turnamen ini. Malaysia baru tampil satu kali di Grup B, dan mereka kalah 1-2 dari tim unggulan Thailand. Masih tersisa empat pertandingan lagi bagi Malaysia di putaran grup, yakni melawan Brunei, Singapura dan Laos. Pertemuan Indonesia dan Malaysia tentu akan berlangsung dengan aroma panas. Kedua negara memiliki rivalitas tinggi baik di level senior maupun junior. Timnas U-16 bisa membalas kekalahan yang diderita timnas U-19 di Piala AFF U-19 bulan lalu. Sebelumnya sempat terjadi polemik yang disebabkan oleh salah satu pemain asal Malaysia yakni Amirul Ashrafiq Hanifah. Nama Amirul memang sempat viral dan mendapat kecaman dari netizen Indonesia. Hal itu setelah dia mengunggah Insta-story dengan membalik bendera Indonesia. Namun tak lama usai kejadian itu dirinya meminta maaf. Banyak yang menyayangkan atas tindakan Amirul karena memicu hawa panas jelang bergulirnya Piala AFF U-16 2018. Usai laga kontra Vietnam, Fakhri memuji timnya yang bermain penuh determinasi. Timnas U-16 dalam laga ini sebenarnya sempat tertinggal 0-1. Namun Garuda Asia membalikkan keadaan hingga menang 4-2, meski harus diwarnai drama kartu merah untuk wingback merah putih, Amiruddin Bagas Kahfi. “Syukur Alhamdulilah kami menang di laga yang berat dan ketat menguras banyak tenaga. Saya bangga dengan yang diperlihatkan pemain selama 80 menit dengan determinasi tinggi. Motivasi yang tinggi ini tidak lepas dari semangat untuk mengalahkan juara bertahan,” ucap Fakhri. Fakhri mengingatkan bahwa kemenangan ini tak perlu dirayakan secara berlebihan. Para penggawa Garuda Asia harus tetap rendah hati mengingat tiket semifinal pun belum berada di dalam genggaman. “Saya mengingatkan kepada seluruh pemain ini masih babak penyisihan kami tidak perlu merayakan secara berlebihan. Tapi, saya apresiasi semua pemain dan tidak hanya yang mencetak gol,” lanjut Fakhri. Sementara arsitek Vietnam, Vu Hong Viet mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit asal Laos, Xaypaseth. Hong Viet mempertanyakan kartu merah yang diterima pemainnya, Vo Nguyen Hoang. Menurutnya keputusan itu sangat tidak wajar. “Saya ingin mengucapkan selamat kepada Indonesia. Ini pertandingan yang bagus dimana kedua tim bermain baik. Saya tidak senang dengan wasit, dan tidak mengerti alasan pemain saya di kartu merah, karena ia tidak melakukan apa-apa,” ucap Hong Viet. Kekalahan ini membuat peluang Vietnam makin terancam untuk lolos ke semifinal. Vietnam butuh kemenangan di dua laga terakhir melawan Filipina dan Myanmar untuk bisa lolos. Tambahan tiga poin membuat Indonesia kini mengoleksi 9 angka di klasemen Grup A. Sementara Vietnam merosot ke posisi ketiga, digusur Myanmar yang mencetak kemenangan telak 7-0 atas Filipina di hari yang sama. Sementara itu, Timor Leste menang 2-1 atas Kamboja pada hari ini. Itu merupakan kemenangan pertama mereka di ajang Piala AFF U-16 2018. Selain kokoh di puncak klasemen Grup A, kemenangan Indonesia turut membawa nama Amiruddin Bagus Kahfi kian tak tersentuh di daftar pencetak gol terbanyak ajang ini. Dua gol penyerang asal Magelang, Jawa Tengah itu, kini memantapkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sementara di Piala AFF U-16 dengan torehan enam gol. Raihan Bagus dikuntit oleh striker Laos, Chony Wenpaserth dan frontman Vietnam, Dinh Thanh Trung, yang sama-sama mengoleksi empat gol. (Dre) Hasil Pertandingan Kamis (2/8) 15:30 WIB Timor Leste vs Kamboja 2-1 15:30 WIB Filipina vs Myanmar 0-7 19:00 WIB Indonesia vs Vietnam 4-2 Hasil lengkap Grup A Kamboja 0-1 Vietnam Indonesia 8-0 Filipina Myanmar 3-2 Timor Leste Vietnam 4-0 Timor Leste Indonesia 2-1 Myanmar Kamboja 5-1 Filipina Timor Leste 2-1 Kamboja Vietnam 2-4 Indonesia Klasemen Grup A Piala AFF U16 No       Tim     Main  Gol  Poin 1    Indonesia    3    +11    9 2    Myanmar     3    +7     6 3    Vietnam      3     +3     6 4    Kamboja     3    +2      3 5    Timor Leste 3    −4      3 6    Filipina        3   −19     0 Jadwal Grup A Sabtu, 4 Agustus 2018 15.30 WIB Filipina VS Vietnam (Stadion Joko Samudro, Gresik) 15.30 WIB Myanmar VS Kamboja (Stadion Gelora Delta, Sidoaro) 19.00 WIB Timnas U-16 vs Timor Leste (Stadion Gelora Delta, Sidoaro) Daftar Top skorer sementara Piala AFF U-16 2018. 6 Gol Bagus Kahfi 4 Gol Chony Wenpaserth (Laos) Dinh Thanh Trung (Vietnam) 2 Gol Mochammad Supriadi Ky Rina (Kamboja) 1 Gol David Maulana Komang Teguh Trisnanda Putra Muhammad Fajar Fathurahman Mohammad Supriadi Rendy Juliansyah Sutan Diego Armando Ondriano Zico Andre Oktaviansah Dinh Thanh Trung (Vietnam) Khun Kyaw Zin Hein (Myanmar) Aung Ko Oo (Myanmar) Naing Htwe (Myanmar) Angelo Da Costa Gusmao (Timor Leste) Aldo Amaral (Timor Leste)

Batal Bagikan Tiket Gratis Modern Pentathlon, Pemkab Tangerang Akhirnya Ajukan Syarat

Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa (duduk) saat mengunjungi venue Asian Games 2018 cabang olahraga modern pentathlon di SMA Adriya Pratama Mulya, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. (tribunnews.com)

Tangerang– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang akhirnya membatalkan gratis tiket menonton cabang olahraga (Cabor) Modern Pentathlon Asian Games 2018, di SMA Adriya Pratama Mulya, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Pemkab Tangerang memutuskan tiket gratis kini dibatasi untuk 100 orang. 100 orang warga kabupaten Tangerang yang bisa menyaksikan pertandingan Asian Games 2018, juga harus menunjukkan bukti kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) asli sebagai warga kabupaten Tangerang. “Tiket tidak bisa gratis, keputusan yang akhirnya harus kami terima. Jadi, ya kita lakukan pemberlakuan syarat,” kata Plt Bupati Tangerang, Komarudin, usai membuka pelaksanaan gerak jalan Asian Games 2018 di Tigaraksa, Kamis (2/8). “Masyarakat harus memiliki KTP atau Kartu Keluarga Tangerang, untuk bisa mendapatkan tiket yang kami sediakan sebanyak 100 tiket (gratis),” lanjutnya. Pembatalan tiket gratis tersebut karena adanya kekhawatiran terkait tingginya animo masyarakat, yang dapat mengganggu jalannya pertandingan di ajang akbar se-Asia tersebut. Sebelumnya, pemda setempat memberikan pernyataan berencana akan menggratiskan tiket masuk Modern Pentathlon, bagi masyarakat Tangerang untuk bisa menyaksikan ajang internasional Asian Games 2018 tersebut. Yayasan Adria Pratama Mulya (APM), yang jadi tempat berlangsungnya Modern Pentathlon itu, memiliki kapasitas 300 – 800 penonton. Ketua Harian APM, Triwatty Marciano menuturkan, pihak pengelola venue sejak awal mengharapkan tak diberikan tiket gratis kepada masyarakat. “Saya minta tidak gratis, karena khawatir penonton akan membeludak kalau gratis, mengingat kapasitas yang kami miliki,” tegasnya. Harga tiket Asian Games 2018 untuk Modern Pentathlon pun dibanderol sebesar Rp150 ribu, yang dapat dibeli melalui situs resmi Asian Games 2018 dan juga beberapa situs perbelanjaan online lainnya. Modern Pentathlon akan memperebutan dua medali emas di Asian Games 2018. Modern pentathlon merupakan gabungan dari lima disiplin olahraga, yaitu berkuda, anggar, renang, menembak dan lari. Sistem pemberian poin setiap nomor juga berbeda. Pada lomba berkuda, peserta akan berlomba di nomor jumping melewati berbagai rintangan. Pada nomor anggar, setiap atlet akan saling bertarung dan harus mencetak poin terbanyak dalam satu menit. Lalu nomor renang gaya bebas 200 meter. Semakin cepat dari batas waktu standar yang diberikan, maka makin banyak pula poin yang diraih. Dan terakhir adalah Laser Run atau gabungan dari lari sejauh 3 KM dan diselingi adu kecepatan menembak di jarak 10 m rifle. Cabang dengan yang mempertandingkan lima disiplin ini akan dipertandingkan (gametime) pada 31 Agustus dan 1 September 2018. Dari enam atlet pelatnas modern Pentathlon, nantinya dipilih empat atlet, dua putra dan dua putri yang akan berlaga di Asian Games 2018. Keenam atlet itu, yakni Yusri, Frada Saleh Harahap, dan M Taufik di sektor putra. Kemudian Dea Salsabila, Adrianida Irma Saleh serta Maharani Azhri Wahyuningtyas di sektor putri. (Art)

Jadi Juara Junior Asia, Spesialis Ganda Ini Ternyata Jago Main Piano Dan Ingin Menjadi Guru

Juara Bulutangkis nomor ganda putri Kejuaraan Asia Junior 2018, Febriana Dwipuji Kusuma, yang bercita-cita mulia menjadi guru. (Ham/NYSN).

Jakarta- Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2018 yang berlangsung 18-22 Juli 2018 telah berakhir. Tampil di hadapan pendukungnya sendiri, Indonesia mampu meraih satu emas dan tiga medali perunggu. Satu medali emas itu didapat dari sektor ganda putri, yakni duet Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto “Alhamdulillah, senang dan bersyukur. Tapi yang pasti nggak boleh cepat puas,” kata Febriana usai pertandingan. Bagi, Ana, sapaannya, gelar ini menjadi bekal positif jelang tampil Kejuaraan dunia World Junior Championship (WJC) 2018, di Ontario, Kanada, pada November nanti. Ana mengenal bulutangkis sejak usia 5 tahun, dari sang kakak, yang menekuni hobi serupa. Namun, bermain bulutangkis sejatinya bukan alasan penting bagi bungsu dari dua bersaudara ini. Justru faktor berat badan yang membawanya rutin, menjalani latihan tepok bulu ini. “Awal kenal bulutangkis itu, saya hanya ikut kakak latihan. Ya sekalian ngurusin badan niatnya. Dulu ‘kan waktu kecil saya gendut. Lama-lama seneng dan keterusan sampe sekarang,” tukas Ana sambil tersenyum. Dara kelahiran Jember 19 Februari 2001 ini bergabung dengan PB Smash Jember sejak Taman Kanak-Kanak (TK), hingga lulus SD. “Pada 2013, setelah lulus SD, saya pindah ke PB Djarum Jakarta, dan masuk nomor ganda putri. Saya ikut berbagai kejuaraan nasional dan internasional. Pada 2016, usai ikut kejurnas, Alhamdulillah, saya dipanggil masuk Pelatnas PBSI sampai sekarang,” beber Ana. Ana menjadi salah satu atlet termuda yang masuk pelatnas, lantaran baru menginjak 16 tahun saat terpanggil masuk Cipayung pada awal 2017. Selama di Pelatnas, spesialis ganda ini mengaku tak memiliki kendala berarti menjalani proses belajar. Bahkan, tugas sekolah rutin ia kerjakan dari jarak jauh. “Kalau ujian, saya pulang ke Jember, sebab ujiannya harus di sekolah, nggak bisa di Jakarta. Jadi pulang beberapa hari, terus balik lagi ke pelatnas,” terang dara yang mengidolakan seniornya Greysia Polii itu. Kelak jika lulus SMA nanti, ia tetap ingin melanjutkan kuliah, tanpa meninggalkan rutinitas latihannya sebagai atlet. Menjadi guru adalah cita-cita siswi Madrasah Aliyah Al-Badri, Jember ini, andai harus menyudahi karirnya sebagai pemain bulutangkis. Itu sebabnya Ana tetap akan melanjutkan studi pendidikannya hingga jenjang Universitas. Tak hanya tekun berlatih bulutangkis, remaja asal ‘Kota jenang dodol Suwar-Suwir’ itu ternyata mahir bermain piano, karena tertarik memainkan denting tuts piano klasik maupun elektrik, sambil bernyanyi. “Waktu kecil senang nyanyi dan main piano. Malah sampe pernah les piano. Tapi kok betah main bulutangkis gitu, ya udah akhirnya ditinggalin les pianonya. Tapi kadang dirumah masih main piano juga,” cetus remaja yang mengaku fans berat eks kiper Arema Indonesia, Kurnia Meiga Hermansyah. Tak hanya hoby bermain piano, saat bertemu NYSNMedia.com, Ana pun tengah berenang. Menurutnya, berenang cocok disandingkan dengan bulutangkis karena melatih ketahanan nafas sehingga stamina saat bertanding bulutangkis, menjadi lebih baik. Meski tak terlalu detail, ia nyaris menguasai semua gaya olahraga akuatik ini. “Nggak jago-jago amat, tapi hampir semua gaya berenang yang dilombakan, sudah saya lakukan. Tapi tujuannya melatih fisik dan stamina, modal bertanding bulutangkis,” jelas penggemar es kelapa jeruk dan blewah dingin ini. (Ham) Biodata Nama : Febriana Dwipuji Kusuma Tempat/Tgl Lahir : Jember (Jawa Timur), 19 Februari 2001 Orang Tua : Didik Tripuji Suharyadi (ayah) dan Ngatodah (ibu) Tinggi Badan : 163 cm Berat : 51 Kg Media Sosial : Instagram @febrianadk19 Status Saudara : Anak kedua dari dua saudara Agama : Islam Pendidikan SDN Jember Lor 1 SMP Negri Bintoro Jember MA Al-Badri Jember Prestasi – Juara Asia Junior Championships 2018 (ganda putri) – Semifinalis Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2017 (ganda dewasa putri) – Juara Indonesia International Challenge 2017 (ganda putri) – Runner Up Pembangunan Jaya Cup 2016 (Beregu Campuran) – Semifinalis Superliga Junior 2016 (Beregu Putri) – Juara Kejurnas Perorangan Taruna 2016 (Ganda Taruna Putra) – Semifinalis Indonesia International Challenge 2016 (Ganda Putri) – Juara Djarum Sirkuit Nasional Li Ning Jawa Tengah Open 2016 (Ganda Taruna Putri) – Juara Malaysia Junior International 2016 (Ganda Putri) – Semifinal Djarum Sirnas Jawa Barat 2016 (Ganda Campuran Remaja) – Runner up Djarum Sirnas Jawa Barat 2016 (Ganda Taruna Putri) – Semifinal Jakarta Open Junior International Championships 2016 (Ganda Putri U17) – Juara Jakarta Open Junior International Championships 2016 (Ganda Campuran U17) – Juara Djarum Sirnas Lampung 2016 (Ganda Taruna Putri) – Runner up Djarum Sirnas Premier Jakarta Open 2016 (Ganda Taruna Putri) – Semifinalis Djarum Sirnas Sulawesi Selatan Open 2016 (Ganda Taruna Putri) – Juara Djarum Sirnas Kalimantan Selatan Open 2016 (Ganda Taruna Putri) – Semifinalis Thailand Junior International 2016 (Ganda Putri) – Juara Djarum Sirnas Jawa Timur 2015 (Ganda Remaja Putri) – Juara Yonex Sunrise Double Special by Candra Wijaya 2015 (Ganda Remaja Putri) – Runner up Djarum Sirnas Manado 2015 (Ganda Remaja Campuran) – Juara Djarum Sirnas Manado 2015 (Ganda Remaja Putri) – Runner up Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bali 2014 (Ganda Remaja Putri) – Semifinalis Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Banten 2014 (Ganda Remaja Campuran) – Juara Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Banten 2014 (Ganda Remaja Putri) – Juara Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Palangkaraya 2014 (Ganda Pemula Putri) – Juara Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Tengah 2014 (Ganda Pemula Putri) – Semifinalis Astec Open 2014 (Ganda Remaja Campuran)

Indonesia Kirim Enam Wakil di Kejuaraan Dunia 2018, Duet Kevin/Marcus Nyaris Tersungkur

Dobel utama Indonesia sekaligus unggulan satu turnamen, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon memenangi duel sengit kontra ganda tuan rumah, Han Chengkai/Zhou Haodong (ranking 24), pada Rabu (1/8). (Humas PBSI)

Nanjing- Enam dari 11 wakil Indonesia melaju ke babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulutangkis (BWF World Championship 2018), pada Rabu (1/8). Mereka terbagi di dua nomor yakni ganda putra dan ganda putri. Tiga dari empat wakil ganda putra lolos ke 16 besar. Alias hanya Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso yang gagal. Namun, kegagalan lolos mereka wajar. Sebab, Wahyu/Ade harus menghadapi sesama rekannya di pelatnas, Berry Angriawan/Hardianto. Sementara, tiga wakil ganda putri yang tanding hari ini lolos semua. Alhasil, hanya tunggal saja di putra maupun putri, yang langkahnya terhenti. “Hari ini kami merasa belum keluar semua permainannya. Bola-bola smash-nya masih belum enak,” Muhammad Rian Ardianto, usai menundukkan wakil Belanda, Jacco Arends/Ruben Jille. “Kami memanfaatkan pertandingan tadi untuk menyesuaikan diri dengan atmosfer di lapangan,” Fajar Alfian menambahkan. Ganda putra jadi andalan meraih gelar pada edisi ke-24 Kejuaraan Dunia ini. Apalagi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengundurkan diri untuk fokus menghadapi Asian Games 2018. Tontowi/Liliyana merupakan juara bertahan ganda campuran. Sedangkan dobel utama Indonesia sekaligus unggulan satu turnamen, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil memenangi duel sengit kontra ganda tuan rumah Han Chengkai/Zhou Haodong (ranking 24), pada Rabu (1/8). Melakoni laga di babak kedua (32 besar), Kevin/Marcus menang setelah melalui drama pertarungan melelahkan tiga gim, dengan skor 18-21, 21-14, dan 21-18 atas Han/Zhou, dalam tempo 52 menit, di Nanjing Olympic Sports Centre, Nanjing, China. “Mereka mainnya nothing to lose banget. Jadi dapat speed-nya dan jarang membuat kesalahan sendiri,” ujar Marcus, dilansir situs resmi PBSI, Rabu (1/8). Berjumpa dengan Han/Zhou, Marcus menyebut lawan tidak mudah dimatikan dan fight-nya luar biasa. Sementara, Kevin mengaku dirinya bersama Marcus tak maksimal. Sebab, belum bisa mengeluarkan kemampuan seratus persen. “Di peartai berikutnya kami harus main lebih baik, karena hari ini sudah bertanding cukup sengit,” tambah Kevin. Meski terbebani dengan status sebagai duet unggulan satu serta menjadi andalan Merah Putih untuk membawa pulang gelar juara dunia, namun Marcus menegaskan tak ingin terlalu memikirkan hal itu. “Tekanan pasti ada. Namanya juga kejuaraan besar. Tapi, kami nggak mau memikirkan itu, jalani saja, nikmati permainan,” cetus Marcus. Di babak ketiga (16 besar), ganda Indonesia juara All England 2018 itu ditantang wakil Rusia dan unggulan 10 turnamen, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov (ranking 12) usai menyingkirkan wakil Vietnam Minh Bao/Bao Duc Duong (ranking 88), straight game, 21-13 dan 21-14. (Adt) Hasil Wakil Indonesia Tunggal Putra Kanta Tsuneyama (Jepang) Vs Anthony Sinisuka Ginting (#12) 21-17, 21-13 Hans-Kristian Solberg Vittinghus (Denmark) Vs Tommy Sugiarto (#15) 21-14, 21-15 Tunggal Putri Pusarla Venkata Sindhu (India #3) Vs Fitriani 21-14, 21-9 Chen Yufei (Cina #5) Vs Gregoria Mariska Tunjung 21-17, 22-20 Ganda Putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (#1) Vs Han Chengkai/Zhou Haodong (Cina) 18-21, 21-14, 21-18 Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (#9) Vs Jacco Arends/Ruben Jille (Belanda) 21-15, 21-11 Berry Angriawan/Hardianto (#15) Vs Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso 21-18, 21-18 Ganda Putri Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani (#14) Vs Chang Ching Hui/Yang Ching Tun (Taiwan) 21-14, 21-14 Greysia Polii/Apriyani Rahayu (#5) Vs Ng Wing Yung/Yuen Sin Ying 21-9, 21-10 Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta (#8) Vs Debora Jille/Imke Van Der Aar (Belanda) 21-8, 21-18

Jalani Laga ‘Perempat Final’, Timnas U-16 Hadapi Kutukan Kontra Vietnam di Piala AFF U-16

Amiruddin Bagus Kahfi (20) yang sudah mencatak 4 gol dalam Piala AFF U-16 2018, akan beradu tajam dengan striker Vietnam U-16, Dinh Thanh Trung, yang mengoleksi tiga gol, dalam laga Kamis (2/8), di Stadion Gelora Delta, Siodarjo. (goal.com)

Sidoarjo- Timnas U-16 akan menghadapi juara bertahan Vietnam, pada Piala AFF U-16. Pertandingan ketiga Grup A itu, akan digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (2/8) pukul 19.00 WIB. Vietnam menjadi juara Piala AFF U-16 2017, usai mengalahkan tuan rumah Timnas U-16 Thailand, di final 4-2 lewa adu penalti. Itu merupakan gelar ketiga bagi Vietnam, menyamai koleksi Thailand, sekaligus menjadi dua tim terbanyak yang menjuarai Piala AFF U-16. Saat itu, Tim merah putih tersingkir di penyisihan Grup, karena hanya meraih nilai 4 dari 5 laga. Duel Vietnam versus Indonesia kali ini, sangat berpotensi menjadi acuan lolos-tidaknya ke semifinal. Indonesia dan Vietnam sama-sama mengoleksi nilai 6 dari 2 laga. Timnas U-16 sementara memimpin klasemen sementara karena ungggul selisih gol. Jika Indonesia kalah, Vietnam akan naik ke puncak klasemen dengan poin 9. Sebelum Vietnam versus Indonesia, ada partai lain di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik. Partai itu adalah Timnas U-16 Timor Leste versus Timnas U-16 Kamboja. Kamboja diprediksi menang atas Timor Leste, dan naik ke posisi kedua, jika kekalahan Indonesia dari Vietnam, menggerus selisih poinnya. Timnas U-16 Myanmar juga berpotensi menang besar atas Filipina, pada jam yang sama. Bila Timnas U-16 kalah, masih ada kesempatan mendulang poin dari dua laga terakhir melawan Timor Leste dan Kamboja. Namun, sejatinya Timnas U-16 menyimpan catatan buruk jika menghadapi Vietnam. Dari 9 kali edisi di Piala AFF U-16, Timnas U-16 baru dua kali bersua Vietnam. Dan dua kali duel di Piala AFF U-16 itu, Timnas U-16 tak pernah sekalipun menang atas Vietnam. Saat Piala AFF U-16 2007 di Kamboja, Timnas kalah 3-4 dari Vietnam, dalam adu penalti di perebutan peringkat ketiga. Pada Piala AFF U-16 2010 yang berlangsung di Solo, di fase grup, Indonesia lagi-lagi takluk 1-0 dari Vietnam. Pada 2013 di ajang kualifikasi Piala Asia (AFC) U-16 2014, Indonesia kembali kalah 1-2 dari Vietnam. Catatan head to head ini patut diwaspadai oleh pelatih Fakhri Husaini, terlebih Vietnam berstatus sebagai juara bertahan Piala AFF U-16. Pada AFF Under-16 Championship tahun ini, performa pemain Vietnam terus meningkat. Di laga pertama, Vietnam menang tipis 1-0 berkat gol penalti dari Dinh Thanh Trung. Tapi di laga kedua melawan Timor Leste remaja Vietnam ini tampil ciamik dengan melibas Timor Leste empat gol tanpa balas, dengan dua gol dicetak oleh Din Thanh Trung. Pertandingan nanti juga merupakan laga adu tajam pencetak gol terbanyak turnamen ini. Striker Vietnam, Din Thang Trung yang mencetak tiga gol untuk Vietnam, akan saling butikankan sebagai striker tertajam kontra penyerang Timnas U-16. Amirudin Bagus Kahfi, yang sudah mengoleksi empat gol. (Dre) HEAD TO HEAD Vietnam-Indonesia Piala AFF U-16 2010 Penyisihan Grup Stadion Manahan, Solo, Indonesia Vietnam 1-0 Indonesia Piala AFF U-16 2007 Perebutan Peringkat Ketiga Stadion Olimpik Nasional Phnom Penh, Phnom Penh, Kamboja Vietnam 1-1 (4-3) Indonesia Setelah perpanjangan waktu, Vietnam menang adu penalti 4-3 Piala AFF U-16 2018 Klasemen Grup A Tim Mn M S K SG Poin Indonesia (H) 2 2 0 0 +9 6 Vietnam 2 2 0 0 +5 6 Kamboja 2 1 0 1 +3 3 Myanmar 2 1 0 1 0 3 Timor Leste 2 0 0 2 −5 0 Filipina 2 0 0 2 −12 0

Tundukkan Duet Jaya Raya, Unggulan Satu Dejan/Tsavanne Bethalia Mulus Ke Perempat Final

Dejan Ferdinansyah/Tsavanne Bethalia Putri Mertoso (PB Exist Jakarta) maju ke perempat final usai kandaskan wakil PB Jaya Raya Jakarta Pusat (Jakpus) Panjer Aji Siloka Dadiara/Shella Maharani Putri, 21-11 dan 21-12, Rabu (1/8). (Adt/NYSN).

Serpong Utara- Pasangan ganda klub PB Exist Jakarta sekaligus unggulan satu Dejan Ferdinansyah/Tsavanne Bethalia Putri Mertoso, berhasil melangkah ke perempat final kejuaraan bertajuk ‘9th Yonex Sunrise Double Special Championship 2018’, kategori usia (U) 19 tahun, pada Rabu (1/8). Di babak kedua (16 besar), Dejan/Tsavanne menyingkirkan duet PB Jaya Raya Jakarta Pusat (Jakpus) Panjer Aji Siloka Dadiara/Shella Maharani Putri, dua gim langsung, dengan skor 21-11 dan 21-12, dalam tempo 25 menit, di di Candra Wijaya International Badminton Centre, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten. Baik Dejan/Tsavanne maupun Panjer/Shella sama-sama mendapatkan bye di babak pertama (32 besar). Dan, dibabak perempat final, Dejan/Tsavanne akan ditantang dobel asal PB Victory Bogor, Jakarta Timur (Jaktim) Muhammad Juan Elgiffani/Inas Hasnaya. Juan/Inas melangkah ke perempat final usai mengalahkan kompatriotnya Alvin Rizky Wiratama/Muzammil Elya Tantri, rubber game, 15-21, 21-10, dan 21-18. Aji, sapaan akrab pemain ganda PB Jaya Raya Jakpus itu, mengaku bila lawan bermain lebih rapih dan mampu mengatur serangan dengan baik. “Mereka bisa nutup ruang pertahanan yang kosong. Dan, kami juga tidak terbebani dengan status lawan yang merupakan unggulan. Memang dari awal kami bermain nothing to lose saja,” ujar Aji mengomentari kekalahannya atas Dejan/Tsavanne. Diakuinya, dirinya bersama kolega masih butuh adaptasi. Terlebih, mereka belum lama diduetkan. “Untuk Shella masih kategori pemula akhir untuk nantinya menuju taruna. Ini juga bagus untuk dia menambah pengalaman,” cetus Aji. (Adt)

Kejuaraan ‘9th Yonex Sunrise Double Special Championship 2018′, Komitmen Candra Wijaya Lahirkan Bibit Ganda Potensial

Candra Wijaya memberikan penghargaan kepada Verawaty Fajrin (hijab) dan Imelda Wiguna, disela-sela kejuaraan, di kawasan Serpong Utara, Tangsel, Banten, Rabu (1/8). (Adt/NYSN).

Serpong Utara- Kejuaraan bertajuk ‘9th Yonex Sunrise Double Special Championship 2018’, mulai dihelat di Candra Wijaya International Badminton Centre, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, 1-4 Agustus 2018. Sebanyak 442 peserta dari 23 klub bulutangkis di Tanah Air ditambah peserta dari Srilanka dan Norwegia turut meramaikan persaingan event tahunan itu. Dalam kesempatan itu, Candra Wijaya memberikan penghargaan kepada dua legenda bukutangkis Indonesia yakni Verawaty Fajrin dan Imelda Wiguna. Verawaty, kelahiran Jakarta, 1 Oktober, 60 tahun silam itu merupakan pemain bulu tangkis Indonesia era 1980-an. Ia meraih banyak gelar juara di nomor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran. Sedangkan Imelda Wiguna Kurniawan kelahiran Slawi, Tegal, Jawa Tengah, 66 tahun silam itu merupakan pemain bulu tangkis Indonesia di era 1970-an hingga 1980-an. Ia banyak meraih gelar juara dalam berbagai kejuaraan internasional, baik dalam dalam nomor ganda putri maupun ganda campuran. Saat masih menjadi pemain, kedua pemain yang memang spesialis ganda, pernah berpasangan dan meraih titel bergengsi, diantaranya medali emas Asian Games 1978, dan juara All England 1979. “Kami bersyukur bisa menggelar kejuaraan khusus ganda. Kejuaraan ini bisa menjadi sumbangsih bagi dunia bulutangkis nasional. Tujuannya adalah mencetak bibit pemain dimasa yang akan datang,” ujar Candara Wijaya saat pembukaan kejuaraan, di Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (1/8). Lebih lanjut, sosok yang pernah meraih penghargaan pemain terbaik dunia ‘Eddy Choong Player of The Year Award 2000’ itu menyebut sebagai mantan pemain pihaknya tidak akan tinggal diam dalam melahirkan pemain-pemain potensial khususnya di sektor ganda. “Kami akan usahakan kejuaraan ini terus berlangsung. Apalagi hadiah yang kami berikan cukup besar di level nasional. Semoga kejuaraan ini memberi kejayaan bagi dunia bulutangkis Indonesia,” lanjut pemain yang pernah meraih medali emas Olimpiade 2000, Sydney, Australia, bersama Tony Gunawan itu. Sementara itu, Benyamin Davnie, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengatakan event ini merupakan kontribusi positif bagi perkembangan dunia olahraga bulutangkis baik skala nasional maupun internasional. “Kejuaraan ini harus rutin digelar untuk menambah motivasi pemain-pemain muda. Dimana nantinya akan lahir pemain-pemain dengan talenta yang hebat yang bisa mewakili Indonesia di pentas internasional,” tukas Benjamin. (Adt)

Menang Tipis 2-1 dari Myanmar, Pelatih Timnas U-16 : Kiper Indonesia Tak Dilindungi Wasit

Striker Timnas U-16 Amirudin Bagus Kahfi (20) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Myanmar U-16 pada penyisihan grup A Piala AFF U-16, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sidoarjo, pada Selasa (31/7). (Antarafoto)

Jakarta- Timnas U-16 mengalahkan Myanmar 2-1 dalam Piala AFF U-16, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa (31/7). Timnas U-16 kini memimpin klasemen sementara Grup A Piala AFF U-16 dengan nilai 6. Juara bertahan Vietnam juga mengumpulkan nilai 6, namun kalah selisih gol. Gol Indonesia dicetak striker asal Jakarta, Amirudin Bagus Khafi, pada menit ke-7 dan ke-25. Gol balasan Myanmar dicetak Zaw Win Thien, menit ke-72 dari titik penalti. Pelatih Myanmar, Nyi Nyi Latt, menyebut Timnas U-16 lebih bagus dari timnya. “Hari ini kami bermain tidak begitu baik. Indonesia lebih baik dari Myanmar. Tapi tim kami bermain tanpa beban dan semangat tinggi. Tim kami bermain untuk negaranya. Mewakili tim, saya ingin mengucapkan terima kasih untuk Indonesia, suporter di sini, dan media,” ucap Latt. Sementara Pelatih Garuda Asia, Fakhri Husaini menyebut laga ini tidak berjalan dengan mudah bagi timnya. Meski Timnas U-16 sempat unggul 2-0, justru di babak kedua, Myanmar bisa memperkecil ketertinggalan lewat titik putih, dari sepakan Zaw Win Thien. “Kemenangan ini modal besar untuk laga selanjutnya. Melawan Myanmar sangat tidak mudah. Mirip di dua pertandingan sebelumnya, ketika bertemu Myanmar di Tien Phong dan AFF 2017, situasinya sama. Pertandingan berjalan terbuka dengan tempo tinggi,” ucap Fakhri. “Emosi pemain agak terganggu karena beberapa keputusan. Tapi saya tak ingin protes soal wasit. Idealnya pertandingan akan lebih enak dilihat bila wasit bisa memimpin lebih tegas,” jelas Fakhri. Ia heran dengan keputusan wasit asal Brunei Darussalam, Abdillah Zainuddin, yang memberikan hadiah penalti untuk Myanmar. Insiden ini terjadi pada menit ke-72. Kiper Timnas U-16, Ernando Ari, dianggap melakukan pelanggaran terhadap pemain lawan, usai menangkap bola hasil sepak pojok, di dalam kotak penalti. Sambil bercanda, ia menyebut andai hal itu dianggap pelanggaran, ia akan instruksikan anak asuhnya untuk sering jatuh di kotak penalti. “Dalam sepak bola itu, kiper harus dilindungi. Saya tak yakin wasit mengambil keputusan itu, karena wasit berkoordinasi dengan hakim garis,” ungkapnya. Dalam laga ini, Myanmar sempat tertinggal 0-2. Namun perlawanan sengit diberikan, dan memperkecil ketertinggalan di babak kedua dari titik putih. Meski kalah, peluang Myanmar belum tertutup sepenuhnya. Myanmar saat ini berada di peringkat empat, dengan koleksi tiga poin. Tiga partai dimainkan dalam matchday kedua Grup A Piala AFF U-16 2018 pada Selasa (31/7) di dua stadion yakni Gelora Delta dan Gelora Joko Samudra. Di laga pertama Vietnam mengatasi perlawanan tim lemah Timor Leste, dengan skor 4-0. Filipina kembali menelan kekalahan kedua dengan skor besar. Kali ini mereka takluk 1-5 dari Kamboja. Di laga terakhir Grup A, tuan rumah Indonesia berhasil mengatasi perlawanan Myanmar dengan skor 2-1. Ini adalah kemenangan kedua baik bagi Indonesia dan juga Vietnam, dan sama-sama mengumpulkan enam poin. Namun tim merah putih masih memimpin klasemen berkat keunggulan agresivitas gol yakni sembilan gol. Sedangkan Vietnam dengan lima gol. Hanya dua tim teratas yang berhak melaju ke babak semifinal. (Ham) Hasil pertandingan Selasa, 31 Juli 2018 Vietnam vs Timor Leste 4-0 Kamboja vs Filipina 5-1 Myanmar vs Indonesia 2-1 Klasemen Grup A Pos Tim Main Gol Poin 1 Indonesia 2 +9 6 2 Vietnam 2 +5 6 3 Kamboja 2 +3 3 4 Myanmar 2 0 3 5 Timor Leste 2 −5 0 6 Filippina 2 −12 0 Klasemen Piala AFF U-16 Grup B Pos Tim Main Gol Poin 1 Laos 1 +1 3 2 Thailand 1 +1 3 3 Singapura 0 0 0 4 Brunei 1 −1 0 5 Malaysia 1 −1 0 Laga selanjutnya, Kamis (2/8): 15.30 WIB, Timor Leste vs Kamboja (Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik) 15.30 WIB, Filipina vs Myanmar (Stadion Gelora Delta, Sidoarjo) 19.00 WIB, Indonesia vs Vietnam (Stadion Gelora Delta, Sidoarjo)

Tinjau Cabor Senam Trampoline, Menpora Harap Bisa Dipertandingkan di Pekan Olahraga Pelajar Nasional 2019

Imam Nahrawi (Menpora) berharap cabang olahraga (cabor) senam trampoline dipertandingkan di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2019 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua. (Kemenpora)

Jakarta- Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) berharap cabang olahraga (cabor) senam trampoline bisa dipertandingkan pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2019 maupun Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua. Hal itu dikatakan menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, saat meninjau kesiapan atlet dan venue pertandingan cabor senam trampoline di Houbii Urban-Adventure Park, Pondok Indah Mall (PIM) 3, Jakarta Selatan, Selasa (31/7). Dalam kesempatan itu, Menpora didampingi Tommy Kurniawan (Staf Khusus Olahraga Kemenpora), Dian Arifin (Manajer Pelatnas Timnas Senam Indonesia), dan Lulu Manurung (Pelatih Senam Trampoline). Saat ini ada tiga atlet yang berlatih di Houbii Urban-Adventure Park yang merupakan official training center untuk atlet gymnastic trampoline kontingen Indonesia Asian Games 2018, yakni Calvin Ponco, Dimas Sindu, dan Yudha Tri Aditya. “Tadi sudah dilihat bagaimana atlet senam trampoline berlatih. Saya juga lihat semangat dan optimisme para atlet, meskipun ini olahraga baru yang belum dipertandingkan di Pekan Olahraga Pelajar Nasional atau Pekan Olahraga Nasional,” ujar Imam. Dengan banyaknya fasilitas trampoline di Jakarta dan daerah, pria 44 tahun itu berharap trampoline bisa dipertandingkan di ajang Popnas 2019 dan PON 2020 Papua. Disisi lain, Imam mengapresiasi pihak Houbii Urban-Adventure Park yang ingin menjadi patner pemerintah. “Ini langkah bagus, karena harus seperti itu. Ada partner yang menyiapkan tempat latihan, seragam dan yang lainnya. Atas partisipasi dari Houbii Urban-Adventure Park saya ucapkan terima kasih,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Menpora mendapatkan keluhan soal keterlambatan honor untuk atlet senam trampoline. “Akan saya tindaklanjuti masalah ini. Saya juga minta kepada PB Persani (Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia) untuk mengajukan ulang soal administrasinya,” urai ayah 7 anak itu. Sementara itu, Lulu berharap masalah ini segera diselesaikan, mengingat atlet merupakan wakil bangsa yang berusaha mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional. “Semoga masalah honor atlet yang terlambat bisa segera diselesaikan dan diberikan secepatnya,” tegas Lulu. (Adt)