Shopee Liga 1 2019 Siap Bergulir, 18 Klub Papan Atas Bersaing Raih Gelar Juara

Turnamen sepak bola paling bergengsi di Tanah Air, Shopee Liga 1 2019 segera bergulir pada Rabu (15/5). (Adt)

Jakarta- Turnamen sepak bola paling bergengsi di Tanah Air, Shopee Liga 1 2019 siap bergulir. Kompetisi kasta tertinggi dari sepak bola yang akan memasuki musim ketiganya ini akan diikuti 18 klub bola terbaik di Indonesia dengan mengadopsi sistem kompetisi home and away demi memperebutkan piala bergengsi Shopee Liga 1 2019. Laga perdana akan berlangsung pada Rabu (15/5), yang mempertemukan PSS Sleman melawan Arema FC, di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta. Liga 1 2019 akan disiarkan secara langsung oleh Emtek Group yang akan menghadirkan 306 pertandingan. Sebanyak 160 laga akan ditayangkan secara eksklusif di Indosiar dan 78 pertandingan lainnya melalui O’Channel. “Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya kami sepakat dengan Shopee sebagai sponsor utama Liga 1 2019. Kami berharap kesepakatan ini menjadi tonggak untuk menuju prestasi dan tolak ukur yang lebih baik lagi. Dengan kata lain, kualitas kompetisi jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Kami juga berharap bisa menyajikan kompetisi yang bersih, kompetitif, fair play dan menjadikan hiburan yang berkelas bagi seluruh penikmat sepak bola nasional,” ujar Dirk Soplanit, Direktur PT LIB (Liga Indonesia Baru), di Jakarta, Senin (13/5). Sedangkan Pandu Sjahrir, Presiden Komisaris SEA Grup, Induk perusahaan Shopee, mengatakan dengan dukungan Shopee pihaknya percaya niatan dari PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) dan PT LIB untuk menciptakan iklim sepak bola Indonesia yang lebih professional bisa cepat terlaksana. “Pada kesempatan ini kami ingin menegaskan bahwa Shopee mendukung penuh perbaikan sepak bola Indonesia dengan menjadi sponsor utama Liga 1 2019. Semoga dengan dukungan Shopee, e-commerce terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan maka sepak bola Indonesia bisa menjadi lebih baik,” terang Pandu. Sementara itu, Harsiwi Achmad, Direktur Programming SCM, menjelaskan tayangan sepak bola nasional sudah menjadi signature Emtek khususnya Indosiar. “Konsistensi Indosiar ini berbuah semakin meluasnya penggemar tayangan sepak bola di seluruh lapisan masyarakat,” tutur Harsiwi. Disisi lain, Gatot S. Dewa Broto, Sekertaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), berharap Shopee Liga 1 2019 berjalan transparan dalam pengelolaan keuangan karena hal tersebut menjadi prioritas. “Kami berharap liga ini berjalan baik dari skill permainan dan keuangan agar transparan pendistribusian pendapatan sponsor, operatornya (PT LIB) dan yang tidak kalah jangan ada pengaturan skor karena ujungnya adalah kepercayaan masyarakat,” terang Gatot. Sedangkan Ratu Tisha Destria, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PSSI, mengapresiasi dukungan semua pihak yang mengawal sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik, sehingga memungkinkan kondisi patnership bisa terjalin. “PSSI memiliki target Timnas Indonesia bisa berlaga di Olimpiade 2024, tapi juga bisa bersaing pada top 5 Liga di Asia pada 2022 ini bisa terwujud dari kerja keras, kerja cerdas, dan sinergi berbagai pihak serta dukungan penuh pemerintah,” tukas Ratu. (Adt)

Kurmin Halim Minta KONI dan Menpora Tak Akui Hasil Munaslub PB PTMSI

14 Pengprov PTMSI yang tidak sepakat hasil Munaslub melakukan aksi walk out. (Adt/NYSN)

Jakarta- Calon Ketua Umum PB (Pengurus Besar) PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia), Kurmin Halim meminta KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Pusat dan Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) tidak mengakui hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) PB PTMSI yang digelar di Hotel Twin Plaza, Jakarta, Sabtu (11/5) malam. Sebab, Munaslub yang salah satu agenda memilih Ketua Umum PB PTMSI periode 2019-2023 tidak memenuhi kourum akibat 14 Pengprov (Pengurus Provinsi) PTMSI melakukan aksi walk out. “Pieter Layardi sebagai kandidat telah merekayasa Munaslub PB PTMSI dengan mengarahkan peserta untuk kepentingannya. Makanya, 14 Pengprov PTMSI yang tidak sepakat melakukan aksi walk out. Jadi, saya minta KONI Pusat dan Kemenpora bertindak fair dengan tidak mensahkan hasil Munaslub,” ujar Kurmin. Sejak awal, Kurmin yang juga Ketua Pengprov PTMSI Sumatera Selatan (Sumsel) sudah melihat adanya ketidakberesan dalam pelaksanaan Munaslub. Yakni, pimpinan sidang Kol Sus (Purn) Irfan tidak membuka secara transparan tentang keabsahan peserta yang hadir. “Pimpinan sidang hanya menyebutkan Munaslub dihadiri 30 Pengprov PTMSI, tetapi menolak saat diminta menyebutkan secara rinci. Ini jelas merusak citra dunia olahraga Indonesia yang menjunjung tinggi sportifitas,” lanjutnya. Menurut Kurmin, dirinya bersedia mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PB PTMSI atas permintaan Pengprov dan keinginan untuk menyatukan dualisme organasi tenis meja Indonesia. “Saya itu maju mencalonkan sebagai Ketua Umum PB PTMSI karena diminta dan berkeinginan memperbaiki tenis meja Indonesia. Perlu diketahui bahwa target saya setelah terpilih adalah mempersatukan dualisme organisasi tenis meja Indonesia. Dualisme inilah yang harus diselesaikan sehingga kita bisa bersama-sama membangun prestasi olahraga tenis meka ke depan,” tambah Kurmin. Sementara itu, Azrad, Ketua Pengprov PTMSI Sulawesi Barat (Sulbar), mengakui memang ada rekayasa yang dilakukan dalam Munaslub. Sebagai bukti, ia menyebut, AD/ART tentang tata tertib Munaslub yang belum pernah diplenokan. “Saya itu termasuk dalam Tim Tujuh yang menyusun AD/ART tentang tata tertib Munaslub. Tetapi AD/ART itu tidak pernah dibahas dalam rapat pleno,” cetusnya. “Yang lebih parah lagi, tata tertib Munaslub itu kan harus dibacakan dan dikoreksi seluruh peserta. Tapi, semua ini tidak diindahkan malah yang melakukan instruksi disuruh keluar,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa Munaslub PB PTMSI jelas tidak sah. “Munaslub PB PTMSI itu tidak memenuhi kourum. Dengan walk outnya 14 Pengprov PTMSI sudah jelas syarat Munaslub yang harus dihadiri 2/3 anggota tidak memenuhi kourum. Ini cacat hukum,” tukasnya. Ke-14 Pengprov PTMSI yang melakukan aksi walk out yakni Jambi, Sumsel, Aceh, Sumatera Barat, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sulbar, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Papua Barat, Maluku, dan Sulawesi Utara. (Adt)

Gelar Juara Piala Sudirman 2019 Bisa Jadi Kado HUT PBSI Terindah

Ketua Umum PP PBSI Wiranto bersama pengurus dan tim Piala Sudirman saat merayakan HUT PBSI di Hotel Century Senayan, Jakarta, Sabtu (11/5). (Dok. Humas PBSI)

Jakarta- Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-68 yang jatuh pada 5 Mei 2019, dan baru dirayakan pada Sabtu (11/5), di Hotel Century Senayan, Jakarta. Disisi lain, kurang dari sepekan, tim bulutangkis Indonesia akan berlaga di Piala Sudirman 2019, di Nanning, China, pada 19-26 Mei mendatang. Dijadwalkan Hendra Setiawan dan kawan-kawan akan bertolak ke Negeri Tirai Bambu pada Rabu (15/5). Diharapkan Indonesia bisa membawa pulang gelar juara turnamen bergengsi nomor beregu tersebut sebagai kado HUT PBSI terindah. “Semoga tim Indonesia dapat merebut kembali Piala Sudirman pada tahun ini. Piala Sudirman itu tentunya akan menjadi kado yang terindah. Tapi memang tidak mudah untuk bisa meraih gelar juara. Keahlian saja tidak cukup, namun juga harus memiliki semangat, mental baja, dan tekad kuat untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi lawan,” ujar Wiranto, Ketua Umum PP PBSI. Selain itu, pria yang menjabat Menkopolhukam (Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan) tersebut menyebut terdapat beberapa faktor non teknis yang harus selalu dijaga seperti kekompakan, kebersamaan, komunikasi, dan keterbukaan dalam tim. “Saya minta kepada manajer dan official tim agar faktor non teknis itu selalu diperhatikan dan dibangun terus. Semoga tahun ini Indonesia bisa merebut dan membawa pulang kembali Piala Sudirman ke Tanah Air,” lanjut Wiranto. Di kesempatan yang sama, Achmad Budiharto, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PP PBSI, mengungkapkan terdapat milestones utama PBSI di usianya ke-68 ini. “Usia ke-68 adalah usia yang cukup matang bagi organisasi. Mudah-mudahan PBSI menjadi organisasi yang kuat dan solid baik dalam pembinaan maupun prestasi,” terang Budiharto. Ia juga berharap di hari jadinya PBSI ke-68 ini bisa mendapat kebanggaan berupa gelar juara di Piala Sudirman, Kejuaraan Dunia, serta meloloskan sebanyak mungkin pemain ke Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Khusus Piala Sudirman 2019, pria yang juga menjabat sebagai Chief de Mission (CdM) itu, meminta semua pemain yang diturunkan bisa tampil semaksimal mungkin. “Saat ini tiga nomor andalan kami masih di ganda putra, tunggal putra dan ganda campuran. Nomor ganda putri pun bisa dibilang andalan meskipun kami hanya membawa satu pasangan tetap yaitu Greysia/Apriyani, karena penampilan mereka yang paling stabil. Kami pun berharap ada kejutan dari tim tunggal putri,” ungkap Budiharto. Sementara itu, Hendra Setiawan, Kapten Tim Piala Sudirman 2019, mengaku optimis timnya bisa meraih hasil maksimal. “Semua bisa terjadi di pertandingan, apalagi di pertandingan beregu. Hasilnya tidak bisa ditebak. Tapi, kami di tim semuanya harus optimis dulu,” tutur Hendra. Di Piala Sudirman 2019, Indonesia menurunkan kekuatan penuh dengan total 20 pemain yang terdiri dari 12 pemain putra dan delapan pemain putri. Pemain putra yakni Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Tontowi Ahmad, Praveen Jordan dan Hafiz Faizal. Sedangkan pemain putri diantaranya Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Melati Daeva Oktavianti, Gloria Emanuelle Widjaja dan Winny Oktavina Kandow. (Adt)

Ini Rekomendasi BOPI untuk Penyelenggaraan Kompetisi Sepak Bola Liga 1

BOPI melalui Ketua Umum Richard Sambera mengeluarkan surat rekomendasi penyelenggaraan Liga 1 2019 kepada PT LIB. (Adt/NYSN)

Jakarta- Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) memberikan surat rekomendasi untuk penyelenggaraan Liga 1 2019. Acara penyerahan surat rekomendasi juga dibarengi penyerahan pakta integritas dari PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator kompetisi, dan perwakilan klub serta suporter kepada BOPI, di Media Center Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga), Senayan, Jakarta, Jumat (10/5). Rekomendasi itu diberikan terkait dengan telah selesainya verifikasi yang dilakukan BOPI sejak pengajuan PT LIB pada April 2019. Dalam kesempatan itu, Richard Sambera, Ketua Umum BOPI menyampaikan harapannya terkait penyelenggaraan liga sepak bola kasta tertinggi di Indonesia tersebut. “Pertama, BOPI berharap bahwa operator dalam hal ini PT Liga Indonesia Baru (LIB) bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab agar tidak ada kekacauan disekitar pertandingan sehingga setiap pertandingan berjalan dengan aman dan nyaman untuk seluruh keluarga Indonesia,” ujar Richard. Kedua, ungkap Richard, PSSI sebagai lembaga atau federasi yang menaungi persepak bolaan Indonesia harus tegas dan mampu memberikan pengadil (wasit) yang berintegritas. Ia melanjutkan, ketiga, klub-klub berkompetisi dan berbisnis dengan profesional sehingga tidak ada lagi kejadian penunggakan gaji pemain. “Keempat, kepada pemain kedepankan sportif dan memberikan contoh kepada masyarakat dan suporter untuk saling menghormati,” terang pria berusia 47 tahun. Dan, kelima, sebut Richard, para suporter jangan anarkis, rasis, dan tawuran, semua hendaknya duduk damai menikmati dengan aman dan nyaman. “Terakhir, pesan kepada media massa hendaknya dapat terus memberitakan dengan baik agar kompetisi dapat berjalan dengan tajam dalam suasana yang kondusif,” tegas peraih medali perak kejuaraan dunia renang 2000, di Hong Kong. Richard menjelaskan BOPI telah melakukan verifikasi semua klub yang akan berlaga di Liga 1 sesuai kewenangan yang dimiliki institusi yang dipimpinnya tersebut, sehingga hasilnya rekomendasi dapat dikeluarkan. “Saya menyampaikan harapan kepada semua yang terlibat, mari kita sukseskan Liga 1 tahun 2019 ini dan semoga menjadi liga tersukses sepanjang sejarah,” tutur Richard. Sedangkan Dirk Soplanit, Direktur Interim PT LIB, mengatakan dengan keluarnya surat rekomendasi dari BOPI, maka Liga 1 bisa dipastikan segera bergulir pada 15 Mei mendatang, dimana kick off pertama akan mempertemukan PS Sleman dengan Arema FC. “Alasan kedua klub ini sebagai laga pembuka kompetisi karena juara Liga 1 tahun 2018 Persija ada agenda AFC, sementara durasi jadwal tahun ini sangat mepet yaitu berakhir 22 Desember, maka kick off tanggal 15 Mei mempertandingkan Juara Liga 2 dengan Juara Piala Presiden,” jelas Dirk. Sementara itu, terkait PT LIB yang belum menunaikan kewajiban pembayaran kepada sejumlah klub pada musim lalu, Dirk menyebut akan segera diselesaikan sesuai komitmen. “Kalau bicara soal utang piutang. Sebagai sebuah korporasi, karena LIB ini sebuah PT, maka utang piutang itu sesuatu yang biasa dan wajar saja. Namun sampai sejauh mana utang itu dapat diselesaikan dengan baik, dan pada saatnya diselesaikan sesuai dengan komitmen,” tukas Dirk. (Adt)

Timnas Indonesia U-16 Akan Bersaing Dengan China di Kualifikasi Piala Asia U-16 2020

Timnas U-16 tergabung di dalam grup G dalam Kualifikasi Piala Asia U-16 2020.(AFC)

Federasi Sepak Bola Asia (AFC) telah melaksanakan drawing pembagian grup Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 bertempat di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (9/5/2019). Hasilnya, Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah dalam babak penyisihan Grup G yang berisikan China, Filipina, Brunei Darussalam, dan Kepualauan Mariana. Kendati demikian, PSSI selaku induk sepak bola Indonesia belum memutuskan stadion mana yang akan digunakan untuk menggelar sejumlah partai pada penyisihan Grup G. Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 rencananya digelar pada 14 September 2019, khusus untuk Grup G yang terdiri dari lima negara peserta. Sementara itu, grup yang hanya berisikian empat negara akan memulai kualifikasi empat hari kemudian atau pada 18 September 2019. Nantinya, hanya juara grup dan empat runner up terbaik yang akan tampil di Piala Asia U-16 2020. Satu tempat tersisa akan diisi oleh tuan rumah yang saat ini belum disebutkan AFC. Namun, bila tuan rumah ternyata lolos dari kualifikasi, jatah tiket tersebut diberikan kepada runner-up terbaik kelima. Untuk timnas U-16 Indonesia nantinya akan dilatih oleh Bima Sakti. Pelatih asal Balikpapan, Kalimantan Timur, itu akan melakukan seleksi tahap pertama dengan memanggil 45 pemain Timnas U-16 Indonesia. Pemusatan rencananya akan dimulai pada 12 Mei bertempat di National Youth Training Center (NYTC), Sawangan, Bojongsari, Jawa Barat. Sejauh ini, Bima Sakti masih merahasiakan nama-nama pemain yang akan dipanggilnya. (IHA)

Masuk Tim Inti Piala Sudirman 2019, Ni Ketut Mahadewi Siap Bayar Kepercayaan

Pebulutangkis ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani dipercaya masuk tim inti Piala Sudirman 2019. (Dok. Humas PBSI)

Jakarta- Pebulutangkis ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani masuk tim inti Piala Sudirman yang dihelat di Nanning, China, pada 19-26 Mei 2019. Ia mengaku kaget bisa dipercaya membela Merah Putih untuk pertama kalinya di kejuaraan bulutangkis internasional nomor beregu campuran tersebut. Di Piala Sudirman, sektor ganda putri mengirimkan tiga pemain yakni Greysia Polii, Apriyani Rahayu, dan Ketut. Selain Ketut, terdapat enam pemain yang juga debutan di skuat Piala Sudirman yaitu Melati Daeva Oktavianti, Winny Oktavina Kandow, Shesar Hiren Rhustavito, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, dan Hafiz Faizal. “Kaget banget, saya nggak menyangka bisa masuk tim Piala Sudirman. Pastinya senang, mudah-mudahan kalau diturunkan saya bisa memberikan yang terbaik buat tim,” ujar Ketut, Kamis (9/5). Pemain asal PB Jaya Raya Suryanaga Surabaya itu berharap kendati berangkat dengan hanya mengandalkan satu pasangan tetap, tim ganda putri bisa tampil maksimal dan menyumbang kemenangan bagi tim Indonesia. Ketut menegaskan bahwa dirinya siap untuk dipasangkan dengan siapa saja, baik dengan Greysia maupun Apriyani. “Kalau sudah terpilih masuk tim, berarti sudah punya tanggungjawab. Sudah harus siap dipasangkan dengan siapa saja, sudah tidak ada alasan lagi,” lanjut pemain kelahiran Tabanan, Bali, 12 September 1994. “Saya berharap nomor ganda putri bisa menyumbang poin untuk Indonesia di setiap pertandingan. Saya percaya dengan teman-teman semua yang terpilih masuk tim inti, menurut saya kali ini Indonesia punya peluang untuk juara,” tambahnya. Jelang keberangkatan menuju Nanning, China, pada Rabu (15/5), Ketut sudah mendapat program latihan khusus dari sang pelatih kepala ganda putri Indonesia, Eng Hian. “Program latihannya lebih banyak ke penguatan daya tahan di dalam lapangan dan menambah power supaya bisa lebih tahan lama,” urainya. “Kami juga dapat jadwal latihan tambahan. Programnya lebih ke spesifik memperbaiki kekurangan individu masing-masing,” jelas Ketut. Sebelumnya, Ketut berpasangan dengan Rizki Amelia Pradipta dan duduk di peringkat 18 dunia. Dalam dua turnamen terakhir, Rizki dicoba kembali dengan pasangan lamanya, Della Destiara Haris. Disebutkan Eng, Ketut dipilih masuk tim bersama Greysia/Apriyani karena ia cukup fleksibel untuk dipasangkan dengan siapa saja. Ketut juga pernah berduet dengan Della di Piala Uber 2018 dan menyumbang kemenangan untuk tim Indonesia dalam laga penyisihan grup melawan Perancis. (Adt)

Gelar Kejuaraan Boling Internasional di Sumsel, PBI Ingin Pecahkan Rekor Peserta Terbanyak

Pengurus PB PBI periode 2018-2022 usai dilantik Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Palembang- Pengurus Besar (PB) Persatuan Boling Indonesia (PBI) akan menggelar kejuaraan boling internasional di kompleks Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), pada 16-24 November 2019. Herman Deru, Gubernur Sumsel, mengatakan Sumsel sudah siap menjadi tuan rumah kejuaraan boling internasional pada November mendatang. “Sumsel sudah siap karena arena boling di Jakabaring sudah berskala internasional,” ujar Herman di Palembang, Rabu (8/5). Menurut Percha Leanpuri, Ketua Umum PB PBI, ratusan atlet terbaik dari puluhan negara bakal mengikuti event internasional ini. “Indonesia menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya setelah 1980 dengan memaksimalkan penggunaan fasilitas boling di Jakabaring yang merupakan terbaik di kawasan Asia,” terang Percha. Diungkapkannya, sesuai regulasi, setiap negara dibatasi mengirim masing – masing satu atlet putra dan putri terbaik. “Target minimal 65-75 negara. Kami juga optimis akan diikuti setidaknya 150 peserta,” lanjutnya. Disisi lain, Kurmin Halim, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PBI Sumsel, pihaknya akan menggencarkan promosi mengenai kejuaraan internasional ini ke luar negeri, baik di kawasan Asia, Eropa, maupun Timur Tengah. “Harapan kami peserta bisa mencapai seratusan negara di dunia. Kalau ini tercapai, kita ingin pecahkan rekor peserta terbanyak yang selama ini dipegang Singapura dengan 98 negara,” tutur Kurmin. (Adt)

Jersey Terbaru Uni Papua Resmi di Rilis Untuk Musim 2019/2020

Sepak bola social Uni Papua FC memperkenalkan jersey terbarunya untuk musim 2019/2020. Masih dengan dominasi warna putih, biru dan merah, Jersey baru ini diumumkan pada hari Pendidikan nasional tepatnya 2 Mei silam. Di bagian depan terpampang logo sponsor utama Uni Papua, serta logo uni papua diatasnya, selain itu juga ada logo dari beberapa sponsor lainnya. Pada bagian lengan sebelah kiri terdapat logo GP Ansor sebagai mitra dan IDSPORTS di lengan kanan yang merupakan perusahaan sports manajemen yang berafiliasi dengan Uni Papua. “Kita akan menggelorakan semangat Persatuan Indonesia di Hari Pendidikan Nasional 2 Mei ini. Menyebarkan virus perdamaian melalui Football For Peace,” kata Founder & CEO Uni Papua FC, Harry Widjaja. Jersey ini akan diproduksi secara konsisten dalam waktu dua tahun sebanyak 10 ribu buah yang akan dijual, dimana hasil penjualannya akan didonasikan sebagai bentuk dukungan program trauma healing bagi anak-anak yang menjadi korban bencana alam di Indonesia. Selain itu semua anggota Uni Papua yang sudah menjadi anggota selama satu tahun, dan masih aktif untuk mengikuti semua latihan dan program juga akan mengenakan jersey ini sebagai simblik dari kesetiaannya. Begitu juga denga para relawan, pelatih, dan pengurus cabang yang berada di lebih dari 30 lokasi di Indonesia dan juga 4 cabang Uni Papua di luar negeri juga akan berhak mendapatkan jersey sepakbola Sosial ini. Selain para relawan ada juga para mitra-mitra dan media partner dalam dan luar negeri yang juga berkesempatan mendapatkan jersey ini, seperti; FIFA Foundation, LaLiga, CD Numancia, Coaches Across Continents, Street Football World, Akademi Sepakbola Tiga Naga, DPP GP Ansor, Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang, Sekolah Kristen Calvin Kemayoran, juga Royal Sport Medical Center Sunter Jersey ini juga akan dikenakan oleh team Uni Papua yang berada di Finlandia yang akan mengikuti laga tahunan di Helsinki. Sebelumnya jersey ini juga sudah diperkenalkan di ajang World Football Summit Asia di Kuala Lumpur pada 29-30 April silam. Perkenalan jersey ini diwakilkan oleh Gabriel Edoway selaku duta Uni Papua. Dalam ajang tersebut Gabriel mengatakan “Indonesia harus dibentuk oleh kita, bukan orang lain, karena kita adalah masa depan Indonesia yang bisa membangun Negara.” (IHA)

Joseph Simatupang, Pemuda 16 Tahun direkrut oleh Blackburn Rovers

Josep Simatupang Ferguson saat menandatangani kontrak bersama Blackburn Rovers. (Foto: Instagram @josephferguson1_)

Joseph Simatupang Ferguson, merupakan bocah pemain berdarah Indonesia yang berhasil direkrut oleh salah satu club di Eropa, yaitu Blackburn Rovers. Joseph yang masih berusia 16 tahun itu sudah menandatangani kontrak bersama tim U-18 Blackburn Rovers. Blackburn Rovers merupakan salah satu tim raksasa di Inggris yang mimiliki tiga gelar juara divisi top Eropa. Sejak musim 2012/2013, Blackburn Rovers masuk ke divisi Championship dan di musim ini Rovers mampu bertahan di divisi Championship di peringkat 15. Kabar itu diumumkan olehnya di akun Instagramnya. View this post on Instagram A post shared by @josephfergusonsima “Hari yang membanggakan buat saya dan keluarga saya untuk menandatangani beasiswa untuk Blackburn Rovers. Mudah-mudahan hal-hal baik akan datang ke depannya,” tulis Joseph di akun josephferguson1_. Joseph yang berdarah batak, sejak usia 11 tahun sudah menimba ilmu di akademi Blackburn Rovers, dengan kontraknya ini maka perjalanan Joseph akan lebih dekat menuju tim utama. Walaupun begitu Joseph masih bisa memilih status kewarganegaraannya, apakah ia nantinya akan memilih untuk membela Timnas Inggris atau kembali ke tanah air Indonesia. (IHA)

Jeda Kompetisi Selama Ramadhan, Persija Jakarta U-16 Siapkan Agenda Ujicoba

Persija Jakarta U-16 siapkan agenda ujicoba saat jeda kompetisi selama Ramadhan. (persija.id)

Jakarta- Elite Pro Academy PSSI Liga 1 U-16 memasuki waktu libur selama Ramadhan. Kompetisi ini kembali bergulir sepekan usai Idul Fitri. Saat ini, Persija Jakarta U-16 menempati posisi kedua Grup A Liga 1 U-16 dengan raihan 12 poin. Dan selama Ramadhan, tim berjuluk Young Tiger itu tetap menggelar latihan. Terlebih, selepas jeda Ramadhan Persija Jakarta U-16 akan bertemu TIRA Persikabo sebagai pemuncak klasemen. “Kami tetap berlatih seperti biasa untuk waktunya nanti akan diinfokan lebih lanjut bisa mendekati magrib atau malam hari,” ujar Muhamad Jusuf, Pelatih Persija Jakarta U-16, pada Senin (6/5). “Kami akan juga menjalani beberapa uji coba sekaligus hal ini lebih matang saat menghadapi TIRA sang pemuncak klasemen,” lanjutnya. Pada laga terakhir, Persija Jakarta U-16 hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan PSIS Semarang. Jusuf menilai pada laga melawan PSIS Semarang timnya hanya kecolongan saja. Menurutnya, secara keseluruhan anak didiknya tersebut sudah tampil baik. “Kami memang kecolongan hal itu juga jadi perhatian kami untuk menghadapi laga melawan TIRA,” tukas Jusuf. (Adt)

Pebulutangkis Muda Jaya Raya Berhasil Amankan Medali Emas Dari Empat Nomor Berbeda

Pebulutangkis tunggal putra Jaya Raya U-17 Muhammad Sultan Nurhabibu sukses meraih medali emas Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Grand Prix 2019. (Istimewa)

Jakarta- Pebulutangkis nomor tunggal putri U-17, Tasya Farahnailah berhasil memberikan kejutan pada babak final turnamen Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Grand Prix 2019. Lewat persaingan sengit, ia berhasil meraih medali emas setelah membungkam wakil Hong Kong, Cheng Sin Yan Happy Serena, straight game, dengan skor 21-13, 21-17. Ini sekaligus menjadi catatan rekor tersendiri bagi Tasya, sebab untuk pertama kalinya dia berhasil memenangkan turnamen tersebut. Sebelumnya pada 2018, ia hanya mampu mencapai babak semifinal setelah dikalahkan Pitchamon Opatniput (Thailand), straight game, dengan skor 18-21, 12-21. Pada gim pertama, Tasya berhasil mendominasi jalannya pertandingan. Hal itu tidak terlepas dari kesalahan yang sering dilakukan Cheng, dimana pukulan bolanya selalu out. Namun, saat memasuki gim kedua, pola permainan Cheng langsung berubah. Ia berhasil membalikkan keadaan pada menit-menit awal gim kedua. Bahkan ia mampu bermain seimbang melawan Tasya. Alhasil, kejar-mengejar angka tidak dapat dihindari. Beruntung, Tasya berhasil mengatasi permasalahan, sehingga ia mampu memastikan kemenangannya. “Gim kedua sulit, saling kejar mengejar. Soalnya pas diakhir-akhir itu inginya cepat-cepat selesai, tinggal dikit lagi. Alhamdulillah bisa menang,” jelas pebulutangkis kelahiran 2004. Disadari Tasya bahwa masih ada yang kurang dari pola permainanya. Ia mengaku harus melatih mental dan lebih menguatkan kekuatan pukulannya. Hal senada diungkapkan pelatih PB Jaya Raya, Taufiq Hidayat Akbar. Ia menilai meskipun dapat meraih hasil positif, tetapi Tasya masih memiliki kekurangan dalam hal pukulannya. “Alhamdulillah penampilannya di final sudah bagus. Namun tadi dia sempat menurun, terutama di serangan-serangannya. Dia harus meningkatkan fisik dan powernya,” terang Taufiq. Tidak hanya di nomor tunggal putri U-17 saja, PB Jaya Raya juga mampu mendulang medali emas di nomor tunggal putra U-17. Keberhasilan itu didapat setelah Muhammad Sultan Nurhabibu Mayang mampu membungkam pebulutangkis asal Malaysia, Justin Hoh Shou Wei, straight game, dengan skor 21-14, 23-21. Bukan perkara mudah bagi Sultan untuk dapat meraih kemenangan tersebut. Sebab Justin mampu memberikan perlawanan yang cukup sengit pada gim kedua. Dia mampu membuat Sultan kewalahan dengan bermain poin secara deuce. Padahal pada gim pertama Sultan mampu menangani perlawanan Justin dengan sangat baik. Ia dapat dengan mudah mengatasi tembakan-tembakkan tajam yang dikeluarkan oleh lawannya. “Kesulitan di poin akhir, soalnya dia mampu keluar dari strategi saya. Sebaliknya saya justru terbawa oleh strategi dia di akhir gim kedua. Saya harus tingkatkan fokus dan pola permainan saya,” tegas Sultan. Selain kedua pebulutangkis tersebut, wakil PB Jaya Raya di nomor ganda putra U-15, Jonathan Farel Gosall/Adrian Pratama juga mampu mendulang hasil yang sama. Jonathan/Adrian berhasil membuktikan kemampuannya setelah melewati pertarungan melawan sesama wakil Indonesia, Muhammad Al Farizi/Yuke Gamereza Radjasa. Pada laga itu, Jonathan/Adrian yang menjadi unggulan pertama dapat menuntaskan pertandingan dengan mudah melalui dua gim langsung. Mereka mampu meraih keberhasilan setelah unggul dengan skor 21-17, 23-21. Hasil positif juga diraih pasangan ganda putri U-15, Alya Ardelia/Ariella Naqiyyah. Pasangan asal PB Jaya Raya ini sukses mengalungkan medali emas usai menundukkan Intan Nabila Kusuma/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, rubber game, dengan skor 15-21, 21-17, 21-12. Disamping pebulutangkis dari Jaya Raya, terdapat lima wakil Indonesia lainnya yang berhasil meraih medali emas pada masing-masing nomor yang dipertandingkan. Mereka adalah Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (ganda putra U-19), Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil (ganda campuran U-19), Rahmat Hidayat/Febi Setianingrum (ganda campuran U-17), Alwi Farhan (tunggal putra U-15), dan Shiva Nabila Putri/Vijayanda Bintang Racketa (ganda putri U-17), Adapun pebulutangkis asing yang berhasil meraih medali emas diantaranya adalah, Dai Wang asal Cina (tunggal putri U-19), Li Yunze asal Cina (tunggal putra U-19), Lin Fangling/Zhou Xinru asal Cina (ganda putri U-19), Pitchamon Opatniput asal Thailand (tunggal putri U-15), dan Pyeong Kang Choi/Yong Jin asal Korea Selatan (ganda putra U-17). (Adt)

Merpati Putih Open 2019 Piala Panglima TNI Resmi Ditutup, Pecahkan Rekor MURI

Abdul Kharis Almasyhari (Ketua Umum Panitia MP Open 2019), mengatakan kejuaraan pencak silat MP Open 2019 berjalan sukses. (Adt/NYSN)

Jakarta- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat Merpati Putih (MP) Open 2019, resmi ditutup, pada Sabtu (4/5), di Lapangan Olahraga Ciracas, Jakarta Timur. Event pencak silat nasional ini diikuti 1.615 pesilat dari 26 perguruan silat dari seluruh Indonesia serta perwakilan dari mancanegara yakni Singapura. Tim pencak silat Pelatda DKI Jakarta berhasil meraih juara umum kategori dewasa usai mengoleksi 7 medali emas dan 2 perak. Posisi kedua dihuni PPOP DKI Jakarta dengan 3 medali emas dan 1 perak. Dan PPLD NTT berhak menempati peringkat tiga dengan 2 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. Atas prestasinya, Pelatda DKI Jakarta mendapatkan Piala Bergilir Panglima TNI serta uang pembinaan Rp 15 juta. Untuk pesilat dewasa putra terbaik diraih Ronaldo Neno pesilat kelas F putra PPLD NTT. Ia berhak menerima Piala Tetap Kepala Staf TNI AU dan uang pembinaan Rp 2,5 juta. Sedangkan pesilat terbaik putri diraih Widya Faranisa pesilat kelas A putri dari PPOP DKI Jakarta yang berhak menerima Piala Tetap Kepala Staf TNI AL dan uang pembinaan Rp 2,5 juta. Dan untuk Piala Tetap Kepala Staf TNI AD diberikan kepada juara umum I, II, dan III. “Bagi para pemenang untuk tidak bangga dan tinggi hati. Sedangkan yang belum juara harus berlatih lebih keras lagi untuk menjadi yang terbaik di masa depan,” demikian amanat tertulis Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dihadapan ribuan pesilat yang hadir di acara penutupan MP Open 2019. Sementara itu, Abdul Kharis Almasyhari, Ketua Umum Panitia MP Open 2019, menyebut pelaksanaan kejuaraan pencak silat MP Open 2019 berjalan lancar. “Kejuaraan MP Open 2019 sudah berlangsung sejak Rabu (1/5), dan penutupan Sabtu (4/5). Alhamdulillah kejuaraan nasional ini berjalan lancar,” terang Abdul Kharis. Dijelaskannya, MP Open 2019 merupakan kejuaraan silat tingkat nasional yang dikuti peserta tak hanya dari Indonesia, tapi juga mancanegara seperti Singapura yang mengirimkan 20 atlet pencak silat. Menurut Abdul Kharis, event ini sebagai ajang pembibitan atlet disamping untuk memupuk persatuan dan persaudaraan antar perguruan silat yang ujungnya adalah untuk pembinaan prestasi demi mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. “Even ini untuk mencari bibit atlet pencak silat tangguh dari berbagai daerah di seluruh Indonesia,” lanjut pria yang menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR RI. Selain menggelar kejuaraan pencak silat, event ini juga memasukan unsur entertainment dengan menggelar marching band, reog Ponorogo, sisingaan, dan silat bercerita. Dan, sebagai puncak acara dilakukan pencatatan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia), dimana sebanyak 1.500 pesilat secara serentak melakukan peragaan Jurus Tunggal Tangan Kosong IPSI dari berbagai perguruan silat di Tanah Air. “Ini bukan hanya memecahkan rekor MURI, tapi juga tercatat sebagai rekor dunia,” tukas perwakilan MURI. (Adt)

Buktikan Janji, Priscilla Raih Kemenangan Dalam Kondisi Cedera di Ajang One Championship

Petarung putri Priscilla Hertati Lumban Gaol meraih kemenangan di ajang ONE: For Honor di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (3/5) malam. (Adt/NYSN)

Jakarta- Petarung putri Indonesia Priscilla Hertati Lumban Gaol membuktikan dirinya sebagai seorang petarung sejati Mixed Martial Arts (MMA). Meski mengalami cedera, namun perempuan kelahiran Jakarta, 16 Mei 1988 itu sukses meraih kemenangan di ajang ONE: For Honor di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (3/5) malam. Ia meraih kemenangan unanimous decision setelah menjatuhkan petarung asal Kamboja, Nou Srey Pov, di akhir ronde ketiga di partai kesepuluh One Championship, pada kelas atomweight. Sepekan sebelum laga, ia memang tak sabar dan berjanji akan menghempaskan Nou Srey Pov di atas ring. “Perasaan pasti senang. Karena ini pertama kali Mama (ibu) datang nonton saya selama kurang lebih 13 tahun menjadi atlet. Saya tidak tahu karena ketika saya pulang ke rumah sebelum berangkat ke hotel, saya bilang ke Mama, mau nonton nggak? Tapi, Mama cuma bilang berdoa saja dari rumah. Jadi surprise Mama bisa datang karena tidak kasih tahu saya,” ujar Priscilla usai tarung. Kehadiran sang Mama bersama keluarga, diakui mantan atlet Wushu ini memberikan motivasi besar bagi dirinya dalam mengarungi laga di atas ring. “Kehadiran Mama membuat saya lebih termotivasi. Padahal, kalau mau jujur, dua hari sebelum pertandingan saya cedera, kaki kiri saya tidak bisa napak. Tapi, saya tidak boleh menunjukkan ke lawan kalau saya cedera. Harus saya paksakan bertanding,” lanjutnya. Diakui Priscilla, lawan yang dihadapi memiliki stamina yang kuat, terlebih Nou Srey Pov masih berusia muda, membuat semangatnya masih tinggi. “Saya tahu kemampuan lawan itu dari YouTube. Dia sangat kuat dan masih muda secara usia jauh dari saya,” tuturnya. Bagi Priscilla, ini merupakan kemenangan keenam dari sebelas pertandingannya di ajang kejuaraan tarung bebas One Championship. Kemenangan ini sekaligus menjadi tiket untuk menghadapi pertandingan bergengsi yaitu memperebutkan predikat juara dunia kelas atomweight dimana sebelumnya pada pertandingan di Istora Senayan, Jakarta, Januari lalu, mengalami kekalahan oleh petarung Puja Tomar. “Saya harus berlatih lebih keras lagi. Karena banyak orang yang ingin menjadi juara. Jadi saya harus latihannya lebih dari yang sekarang,” tegas perempuan yang akrab disapa Thathi itu. Sementara itu, dipertandingan lainnya, Adrian Mattheis juga sukses menghempaskan lawan. Petarung dari Indonesia Timur itu mengalahkan petarung asal India Himanshu Kaushik di detik akhir ronde pertama dengan submission. “Ini pertandingan yang sangat melelahkan. Tapi disini, saya punya rumah, ini Indonesia. Jadi apapun yang terjadi saya harus melakukan yang terbaik dan menang,” tutur Adrian. Pria yang akrab disapa Papua Badboy itu menyebut bila kemenanganya ini ia persembahkan untuk saudara-saudaranya di Sentani, Jayapura, Papua, yang belum lama ini dilanda musibah bencana alam banjir bandang. “Saya ingin persembahkan kemenangan ini untuk saudara-saudara saya di Sentani. Semoga mereka juga bisa bergembira dengan kemenangan yang saya dapat malam ini,” tambahnya. Usai laga ini, Adrian menegaskan dirinya akan berlaga lebih keras untuk menghadapi lawan-lawan selanjutnya. “Saya juga belum tahu lawan berikutnya yang akan saya hadapi. Tapi setelah ini saya harus latihan lebih keras dan baik lagi,” tukas Adrian. (Adt)

Esport Asian Cup 2019 Mendapat Dukungan Penuh dari Kemenpora

Ilustrasi Esport

Olahraga jenis baru Esport semakin tumbuh di Indonesia, saat ini ada banyak event-event tournament Esport yang menunjukkan perkembangan positif di Indonesia. Dengan pertumbuhan olahraga ini Kemenpora menyambut baik digelarnya turnamen game FIFA 19 berskala internasional, Asian Cup 2019 yang akan diselegarakan oleh IVPL (Indonesia Virtual Pro League) bekerja sama dengan The AEFA dari Jepang. Gatot S, Dewa Broto, selaku Sekretaris Kementrian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) pun myambut baik hal ini saat menerima kunjungan tim Indonesia Virtual Pro League (IVPL) beberapa waktu lalu yang bertujuan untuk menggandeng pemerintah untuk menggelar turnamen-turnamen bergengsi lainnya. “Sebuah kebanggaan tersendiri, Indonesia melalui IVPL bisa menjadi penyelenggara kompetisi esport berskala internasional seperti Asian Cup,” Ujar Gatot. IVPL yang berdiri sejak tahun 2012 ini sudah mengantongi ijn dari EA Sports untuk menggelar turnamen. IVPL selama ini sudah ikut berpartisipasi untuk mengembangkan industry Esports di Indonesia, salah satu tunrmanen yang sedang berlangsung adalah Asian Cup 2019: FIFA 19 11vs11. “Turnamen Asian Cup dari IVPL ini merupakan hal yang baru bagi saya. Dibutuhkan kerjasama dari masing-masing pemain untuk saling bersinergi dalam meraih kemenangan. Selayaknya menonton pertandingan sepakbola asli,” ujar Gatot. “Maju terus, IVPL. Go ahead. Kemenpora tentu mendukung kegiatan dan turnamen seperti ini, dan semoga bisa membawa prestasi bagi Indonesia,” tambahnya. Sementara Rizki Darmawan, CEO dari IVPL gembira dengan dukungan dari Kemepora tersebut. “Tentunya saya sangat senang dengan hal ini. Semoga ini menjadi titik awal kerjasama antara IVPL dengan Kemenpora. Dengan dukungan Kemenpora, kami berharap bisa membawa IVPL terbang lebih tinggi dan dikenal masyarakat luas, serta membuat turnamen bergengsi lainnya,” kata Rizki. (IHA)

Inilah Susunan Pemain Terbaik Indonesia yang Akan Bertarung di Piala Sudirman 2019

Anthony Sinisuka Ginting (Dok. Humas PBSI)

Piala Sudirman akan segera digelar di Nanning, China, 19-26 Mei 2019, 20 pebulu tangkis putra putri terbaik Indonesia akan tergabung dalam kompetisi tersebut. Tim Indonesia terdiri dari 12 pemain putra dan 8 pemain putri, dari sektor tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran masing-masing membawa tiga wakil. Adapun tunggal putri mengirimkan dua wakil. Sedangkan ganda putri hanya membawa satu wakilnya saja yaitu pasangan Greysia Polii/ Apriyani Rahayu sementara satu pemain lainnya adalah Ni Ketut Mahadewi Istarani yang bisa saja diturunkan dengan Greysia atau Apriyani. “Pertimbangan susunan tim ini melihat dari kebutuhan tim seperti apa. Kami perkuat di sektor putra yang memang memiliki peluang untuk mengambil poin lebih besar,” kata Susy Susanti, Manajer Tim Indonesia yang dilansir dari kompas.com “Untuk pemain ganda putri, kami bawa yang terkuat, yaitu Greysia/Apriyani plus cadangan yang bisa cocok dipasangkan dengan Greysia/Apriyani,” tutur Susy. Menurut Susy Indonesia memiliki peluang untuk menjadi juara karena Indonesia berada di urutan 3/ 4 dalam daftar unggulan. “Kami sekarang unggulan 3/4, peluang untuk juara tetap ada. Kami maunya sih kali ini bisa membawa pulang Piala Sudirman ke Tanah Air,” kata Susy. Berikut ini daftar lengkap tim Indonesia pada Piala Sudirman 2019: Putra Jonatan Christie Anthony Sinisuka Ginting Shesar Hiren Rhustavito Kevin Sanjaya Sukamuljo Marcus Fernaldi Gideon Hendra Setiawan Mohammad Ahsan Fajar Alfian Muhammad Rian Ardianto Tontowi Ahmad Praveen Jordan Hafiz Faizal Putri Gregoria Mariska Tunjung Fitriani Greysia Polii Apriyani Rahayu Ni Ketut Mahadewi Istarani Gloria Emanuelle Widjaja Melati Daeva Oktavianti Winny Oktavina Kandow Sparring: Tania Oktaviani Kusumah Pelatih: Hendry Saputra Ho (tunggal putra) Rionny Frederik Mainaky (tunggal putri) Minarti Timur (tunggal putri) Herry Iman Pierngadi (ganda putra) Eng Hian (ganda putri) Richard Leonard Mainaky (ganda campuran) Ary Subarkah (pelatih fisik) Ricky Susiono (pelatih fisik) CDM : Achmad Budiharto Manajer Tim : Susy Susanti . (IHA)

Diusung Jadi Calon Ketua Umum PSSI, Rahim Soekasah Fokus Program Usia Muda

Sejumlah mantan pemain tim nasional (Timnas) Indonesia mendorong Rahim Soekasah maju dalam pencalonan Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). (Adt/NYSN)

Jakarta- Sejumlah mantan pemain tim nasional (Timnas) Indonesia mendorong Rahim Soekasah maju dalam pencalonan Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Beberapa nama mantan pemain Timnas Indonesia diantaranya Eli Idris, Yudo Hadiyanto, Patar Tambunan, Aries Renaldi, Johanes Auri, Simson Rumapasal, Nasir Salasa, Robby Binur, Oyong Liza, Sangap Surbakti, Benny Tomasoa, dan Hermansyah. Mereka mendorong Rahim untuk maju dalam perebutan kursi nomor satu induk organisasi sepak bola Tanah Air itu lantaran resah dengan kondisi PSSI yang carut-marut. Mulai dari prestasi Timnas yang tak kunjung membaik hingga kasus pengaturan skor yang melibatkan petinggi PSSI. Benny Tomasoa, salah satu mantan pemain nasional yang mengusulkan Rahim sebagai kandidat Ketua Umum PSSI, mengatakan Rahim memiliki pengalaman yang matang di dunia sepak bola Indonesia. Disisi lain, Benny dkk mengaku kecewa dengan kondisi PSSI saat ini yang terserang kasus pengaturan skor. “Kami ingin Ketua Umum PSSI dari insan sepak bola dan punya pengalaman. Namun yang paling penting kami ingin PSSI bersih,” ujar Benny, di Jakarta, Kamis (2/5). Senada, Nasir Salasa menyebut dirinya bersama para mantan pemain nasional mendorong Rahim lantaran eks Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI era Ketua Umum PSSI Nurdin Halid tersebut adalah orang yang sangat mengerti tentang sepak bola. “PSSI sekarang banyak orang yang tidak pernah berkecimpung di sepak bola. Sehingga kami merasa beliau sangat pantas dan bisa membawa sepak bola Indonesia lebih maju lagi,” tutur Nasir. Menanggapi dukungan tersebut, Rahim menyatakan kesiapannya maju sebagai Ketua Umum PSSI. “Saya siap (dicalonkan sebagai Ketua Umum PSSI), dan semua saya serahkan ke voters (pemilik hak suara). Saya sudah puluhan tahun mengurus sepak bola dan sudah paham betul persepak bolaan nasional,” tutur Rahim. Ditegaskannya, bahwa siapapun berhak untuk menjadi pengurus dan Ketua Umum PSSI, baik itu dari kalangan pengusaha, militer dan politisi. Namun Rahim mengingatkan jangan menjadikan jabatan di PSSI hanya sekadar mencari popularitas. “Di luar negeri, mereka yang menjadi pengurus sepak bola umumnya sudah mengabdi selama 10 sampai 25 tahun tahun. Dan tim penjaringan calon Ketua Umum PSSI harus jujur. Jangan sampai orang yang tidak pernah mengurusi sepak bola dibilang pernah mengurusi sepak bola. Tidak boleh ada lagi yang seperti itu,” cetus Rahim. Jika nantinya terpilih menjadi Ketua Umum PSSI, Rahim akan fokus melakukan pembinaan usia muda. Menurutnya, dalam melahirkan pemain hebat, maka perlu mendapatkan perhatian khusus sejak usia dini. “Saya akan fokus pada program pembinaan usia muda. Mereka harus mendapatkan perhatian khusus. Usia muda kita seperti U-16 dan U-19 perah menjadi juara. Sehingga perlu diberi pengawasan secara berkesinambungan,” tambahnya. “Dahulu, saya termasuk salah satu yang terlibat dalam menyeleksi pemain Primavera (program PSSI tahun 1993) selama kurang lebih 7 bulan. Dari puluhan pemain saya harus menyeleksi menjadi beberapa orang. Yang pasti melahirkan pemain bintang tidak mudah. Jadi pembinanan usia muda menjadi salah satu target saya nantinya,” tukas Rahim. Rahim yang mengawali karir di dunia sepak bola sebagai manajer klub UMS pada 1980-an pernah menjadi manajer Timnas pada 1990-an. Di era kompetisi sepak bola Galatama, ia merupakan manajer tim Pelita Jaya dan sukses mengantarkan klub tersebut juara empat kali. Selain itu, Rahim juga pernah menjadi Wakil Ketua Umum PSSI versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) pada 2012 serta Chairman klub sepak bola Brisbane Roar yang merupakan klub Liga Utama Australia. (Adt)

Merpati Putih Open 2019 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka

Kejuaraan MP Open 2019 Piala Panglima TNI resmi dibuka oleh Ketua Umum Panitia Pelaksana DR. H. Abdul Kharis Almasyhari, Rabu (1/5). (Istimewa)

Jakarta- Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih (MP) Open 2019 yang diselenggarakan Perguruan Pencak Silat (PPS) Bela Diri Tangan Kosong (Betako) Merpati Putih di Gedung Olah Raga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, resmi dibuka, pada Rabu, 1 Mei 2019. Pembukaan Kejuaraan MP Open 2019 yang dilakukan Ketua Umum Panitia Pelaksana MP Open 2019 DR. H. Abdul Kharis Almasyhari, MM. AK ditandai dengan seremonial pemukulan gong. “Merpati Putih Open 2019 merupakan kejuaraan silat tingkat nasional yang juga diikuti peserta dari luar negeri. Ini merupakan suatu even untuk pembibitan atlet disamping untuk memupuk persatuan dan persaudaraan antar perguruan silat yang ujungnya adalah untuk pembinaan prestasi demi mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” ujar Abdul Kharis yang juga Ketua Komisi I DPR RI ini usai pembukaan MP Open. Abdul Kharis menegaskan, event MP Open 2019 ini memadukan tiga unsur yaitu Kompetisi, Edukasi dan Entertainment. Unsur Edukasi yang dimasukan dalam ajang ini yaitu dengan menggelar Seminar Parenting oleh psikolog, ahli olahraga dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan sasaran peserta adalah orang tua, guru dan pelatih. “Seminar Parenting ini dilakukan untuk mengarahkan orangtua bahwa anak-anak yang sehat itu berpeluang lebih tinggi berprestasi dibanding anak yang tidak sehat. Sehingga silat sebagai salah satu cabang beladiri dan olah raga dapat juga membuat anak berprestasi,” tegasnya. Sedangkan unsur Entertainment, lanjut Abdul Kharis, dengan menggelar Marching Band, Reog Ponorogo, Sisingaan, Silat Bercerita, Live Music oleh Grup Band disamping pencatatan Rekor MURI atas peragaan jurus tunggal oleh seluruh peserta MP Open. Menurut Abdul Kharis, saat ini jumlah peserta MP Open tercatat ada 1.615 pesilat dari 26 perguruan silat dari seluruh Indonesia disamping satu peserta dari perwakilan Singapura. Sementara itu, 15 provinsi yang berpartisipasi diantaranya: DKI Jakarta, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jambi, Lampung , Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Rangkaian kegiatan MP Open yang memperebutkan Piala Panglima TNI ini telah mulai dilaksanakan pada Sabtu, 27 April 2019. Dimana pada hari itu telah dimulai pemasalan dilanjutkan pada Selasa, 30 April dengan TM Prestasi. Dan, pada Rabu, 1 Mei ini langsung dilakukan tanding prestasi hingga 2 Mei 2019. Sedangkan pada 3-4 Mei akan dilakukan tanding pemasalan hingga closing ceremony yang juga akan dilaksanakan pada 4 Mei 2019. (Adt)

Open Workout ONE Championship: For Honor, Priscilla Tak Sabar Hadapi Nou Srey Pov

Petarung putri ONE Championship asal Indonesia, Priscilla Hertati Lumban Gaol tak sabar tampil di pentas ONE Championship melawan Nou Srey Pov (Kamboja), bertajuk ONE: For Honor di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (3/5). (Adi/NYSN)

Jakarta- Jelang perhelatan ONE Championship: For Honor, properti media olahraga global terbesar dalam sejarah Asia, menggelar sesi latihan terbuka (open workout) bagi para atlet pada Selasa (30/4), di Syena Martial Art Center, Jakarta Selatan. Latihan terbuka itu dihadiri para atlet yang akan tampil di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (3/5), guna menunjukkan berbagai keahlian di antaranya pemegang gelar dunia Muay Thai kelas terbang, Sam-A Gayanghadao (Thailand) dan penantangnya Jonathan Haggerty (Inggris). Adapula Priscilla Hertati Lumban Gaol (Indonesia), Nou Srey Pov (Kamboja), Paul Lumihi (Indonesia), Sunoto (Indonesia), Adrian Matheis (Indonesia), dan Himanshu Kaushik (India). Petarung putri ONE Championship asal Indonesia, Priscilla Hertati Lumban Gaol mengatakan, dirinya telah berlatih keras untuk memperbaiki kelemahan serta memaksimalkan kemampuan terbaik yang dimiliknya. “Saya telah berlatih keras di gym, memperbaiki kelemahan saya, di saat yang bersamaan, juga memperkuat keungguan yang saya miliki. Saya telah semakin baik sejak pertarungan terakhir saya,” ujar Priscilla. Diakui mantan atlet wushu nasional ini, dirinya tak sabar untuk menunjukkan kemampuan terbarunya. Selain itu, ia juga ingin memuaskan para fans pada laga tarung bebas ONE Championship dengan tajuk One: For Honor di Istora Senayan, Jakarta, pekan ini, menghadapi bintang baru asal Kamboja, Nou Srey Pov dalam laga kelas atomweight sebanyak tiga ronde itu. “Saya tak sabar untuk menunjukkan kemampuan saya yang baru dan lebih baik bagi para fans. Lawan saya muda serta kuat dan ia sangat suka menyerang. Namun ini adalah seni bela diri campuran dan saya akan melayani pertarungan tersebut dimana saya memiliki keunggulan. Saya tak sabar untuk segera tampil dan menunjukkan kemampuan terbaik saya,” lanjut petarung yang akrab disapa Thathie itu. Srey Pov sendiri bertekad menjaga rekor dan memantapkan dirinya di panggung global usai menang dalam debutnya melawan Rika Ishige pada awal tahun ini. “Priscilla adalah petarung yang hebat. Dia sangat kuat, namun saya telah mempersiapkan segala hal untuk menghadapinya di atas ring,” tegas Srey Pov. Priscilla mengawali musim ini dengan hasil kurang memuaskan. Ia menderita kekalahan dari wakil India, Puja Tomar di laga ONE: ETERNAL GLORY, yang menjadi laga perdana ONE Championship pada 19 Januari 2019. Padahal, sebelumnya Priscilla berhasil meraih kemenangan secara beruntun sepanjang 2018. Disisi lain, pemegang gelar ONE Flyweight Muay Thai World Champion Sam-A Gaiyanghadao asal Thailand, menegaskan dirinya sangat senang bisa kembali. Menurutnya, memenangkan gelar dunia merupakan salah satu kehormatan bagi Thailand, dan ia pun bangga mewakili Muay Thai di panggung kompetisi global. “Lawan saya kali ini masih muda dan lapar (kemenangan), dan sangat ingin mengambil gelar saya. Tapi saya telah mengalami banyak tantangan sepanjang karir saya,” tutur Sam-A Gayanghadao. “Saya telah menyiapkan diri untuk mempertahankan sabuk juara dan membawa kemenangan bagi negara saya. Saya sangat berterima kasih atas kesempatan untuk menunjukkan kemampuan saya sekali lagi kepada jutaan penggemar di seluruh dunia,” tambahnya. Sedangkan Jonathan Haggerty menyebut bertarung untuk meraih gelar juara dunia melawan seorang legenda seperti Sam-A Gaiyanghadao adalah sebuah kehormatan besar. “Saya telah melihatnya bertarung sejak remaja. Ia adalah petarung hebat layaknya sebuah mesin. Sekarang saya melawannya dan ini adalah hal yang cerdas. Saya berharap ia telah berlatih keras karena saya tidak akan main-main. Saya datang untuk sabuk (juara) tersebut dengan semua yang saya miliki. Saya benar-benar mengincar kemenangan dengan kuncian atau KO, jadi jangan berkedip saat menontonnya,” tukas Jonathan. (Adt)

Festival Akuatik Selesai Digelar, PRSI Umumkan 10 Perenang Pelatnas SEA Games

Adinda Larasati Dewi yang dilantik menjadi perenang terbaik pada festival akuatik 2019. (ANTARA FOTO/INASGOC/M RISYAL HIDAYAT)

Atlet renang yang akan mengikuti pelatnas SEA Games 2019 dan kualifikasi Olimpiade 2020 sudah dikantongi oleh PB RSI (Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia). Hasil ini didapat dari Festival Akuatik Indonesia (FAI) yang usai pekan lalu (28/4/29), pada ajang tersebut Jawa Timur dilantik menjadi juara umum dengan perolehan medali 34 emas, 23 perak, dan 19 perunggu, sedangkan Jawa Barat menyusul di posisi kedua dengan perolehan 21 emas, 21 perak, dan 15 perunggu. DKI Jakarta pun berada pada posisi ketiga dengan 21 emas, 17 perak, dan 27 perunggu. Adinda Larasati Dewi, dari kategori perorangan berhasil menyabet gelar perenang terbaik. Adinda berhasil memecahkan tiga rekor nasional dan merebut tujuh medali emas sekaligus. Tiga rekornas itu dari 200 meter gaya kupu-kupu dengan catatan waktu 2 menit 12,84 detik, yang mempertajam rekornya sendiri 2 menit 12,92 detik. Kemudian, rekornas dari 100 meter gaya kupu-kupu (1 menit 00,55 detik dari sebelumnya 1 menit 00,98 detik miliknya), dan menyamai rekor dia tahun lalu di nomor 50 meter gaya kupu-kupu. Sedangkan Aflah Fadlan Prawira di kategori putra yang dilantik menjadi perenang terbaik, Aflah berhasil menyabet tujuh medali emas dan perunggu. Adinda dan Afla sudah dipastikan lolos seleksi pelatnas renang SEA Games di tahun ini. Selain mereka berdua PRSI juga mengumumkan delapan perenang yang juga lolos ke pelatnas, yaitu , I Gede Siman Sudartawa, Glen Victor, Triady Fauzi Siddiq, Gagarin Nathaniel, Adinda, Nurul Fajar, Fadlan Prawira, Azzahra Permatahani, dan Farrel Armandio Tangkas. “Kami sudah rapatkan untuk atlet-atlet yang lolos seleksi dari kejuaraan kemarin prioritas utama kami untuk pelatnas renang sepuluh atlet,” kata Wakil Ketua PB PRSI, Harlin E. Rahardjo, yang dilansir dari detikSport, Senin (29/4/2019). “Memang nama-namanya tidak jauh dari saat pelatnas Asian Games kemarin. Tapi ada dua nama yang baru seperti Farrel. Dia memecahkan rekornas I Gede Siman Sudartawa nomor 200 punggung dan Muhammad Fachri di 50 meter gaya dada. Dia bagus lah, waktunya juga lebih bagus dari best timnya. Jadi potensi masuk ke 10 nama itu,” Harlin menjelaskan. Para atlet pelatnas tersebut akan melakukan pemusatan latihan di Bali sebelum jadwal training campe dan uji coba di luar negeri. Lokasi uji tanding yang dinilai tepat adalah Amerika Serikat, selain itu juga akan ada tiga kejuaraan besar sebelum SEA Games dimulai, yaitu 43th South East Asia Aage Group Swimming Championship di Phonm Penh, Kamboja, 28-30 Juni, kemudian Kejuaraan Dunia Renang senior di Gwangju, Korea Selatan, 12-28 Juli, Kejuaraan Dunia Renang junior di Budapest, Hungaria, 20-25 Agustus, dan terakhir SEA Games 2019. “Kami sudah list 19 nama yang akan turun di SEA Age, sementara kejuaraan dunia junior sudah pasti Azzahra dan Farel, sisanya berangkat ke Gwangju,” katanya. Walaupun sepuluh atlet tersbeut sudah masuk pelatnas akan tetapi Harlin mengatakan bahwa September mendatang seleksi nasional akan diadakan kembali. “Seleknas ini untuk mempersiapkan menuju SEA Games 2019. Jadi untuk membangun kompetisi lagi di antara mereka,” dia menambahkan. (IHA)

Adinda Larasati Perenang Terbaik FAI 2019, Ukir 7 Medali Emas dan 2 Rekornas

Adinda perenang terbaik putri dan Fadlan perenang terbaik putra bersama Harlin (Wakil Ketua Umum PB PRSI). (Istimewa)

Jakarta- Adinda Larasati Dewi dinobatkan sebagai perenang terbaik di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Renang bertajuk ‘Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2019, di Stadion Akuatik Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Adinda berhasil memecahkan dua Rekornas dan menyabet tujuh medali emas sekaligus membawa kontingen Jawa Timur (Jatim) sebagai juara umum FAI 2019. “Alhamdulillah bisa capai target dapat tujuh emas dan 2 Rekornas serta satu menyamai Rekornas. Kuncinya harus tetap berlatih, jangan pernah bosan,” ujar Adinda, Minggu (28/4). Sementara itu, Harlin Rahardjo, Wakil Ketua Umum PB (Pengurus Besar) PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia), mengatakan dengan adanya Rekornas dan Rekornas kelompok umur (KU) maka jenjang pembinaan berjalan dengan baik. “Alhamdulillah para perenang kita bisa memecahkan Rekornas dan Rekornas KU dan para pelatih serta pembina masing-masing patut di apresiasi. Di setiap kejuaraan muncul para perenang baru. Mudah-mudahan ini bisa jadi pemicu perenang muda yang lain,” tutur Harlin. Di klasemen umum perolehan medali kontingen Jatim tidak terkejar setelah mengoleksi 34 emas, 23 perak dan 19 perunggu. Kedua dihuni Jawa Barat (Jabar) dengan 21 emas, 21 perak, dan 15 perunggu. Ketiga milik DKI Jakarta dengan 21 emas, 17 perak, dan 27 perunggu. Keempat ditempati Bali dengan 19 emas, 29 perak, dan 20 perunggu. Dan, kelima Riau dengan 5 emas, 5 perak, dan 3 perunggu, serta keenam Jawa Tengah (Jateng) dengan 4 emas, 9 perak, dan 10 perunggu. Di hari terakhir, Minggu (28/4), Adinda mampu memecahkan Rekornas nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri dengan waktu 02 menit 12,84 detik atau mempertajam Rekornas lama miliknya sendiri yakni 02 menit 12,92 detik. Total Adinda mencetak dua Rekornas. Sebelumnya Rekornas 100 meter gaya kupu-kupu dan satu menyamai Rekornas di nomor 50 meter gaya kupu-kupu. Sedangkan perenang terbaik putra adalah Aflah Fadlan Prawira yang menyabet tujuh emas dan satu perunggu. Perenang terbaik grup-2 adalah Agung Sulaksono (14 tahun) asal Jat dengan koleksi lima emas dan dua perak. Untuk perenang terbaik putri grup-2 yakni Adelia (15 tahun) asal Jabar dengan raihan tiga emas serta tiga Rekornas kelompok umur. Perenang terbaik grup-3 putra adalah Bryan Haganta Tarigan (DKI) dengan 4 emas, 4 perak, dan perenang terbaik putri yaitu Ni Putu Pande Lisa Primasari (12 tahun) asal Bali dengan 4 emas, 3 perak. Selain itu, Adinda juga menyumbang emas nomor 1500 gaya bebas putri (Jatim) dengan waktu 17 menit 20,77 detik dan kedua Azzahra Permatahani (Riau) dengan catatan waktu 17 menit 45,42 detik serta ketiga Prada Hanan (Jabar) dengan catatan waktu 18 menit 00,00 detik. Teranyar, Adinda mempertajam Rekornas nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri. Di sesi penyisihan pagi hari, Adinda mencatat waktu Rekornas baru yaitu 2 menit 12,84 detik, mempertajam Rekornas lama miliknya yakni 2 menit 12,92 detik. Sebelumnya, di hari pertama, Adinda juga memecahkan Rekornas di nomor 100 meter gaya kupu-kupu dengan catatan waktu 01 menit 00,55 detik lebih cepat dari Rekornas lama miliknya dengan waktu 01 menit 00,98 detik. Pada nomor 200 meter gaya punggung putra, emas dimenangkan Reza Bayu Prasetyo (Jabar) dengan catatan waktu 02 menit 01,86 detik. Kedua Fadlan Prawira (Jabar) dengan catatan waktu 02 menit 02,62 detik, dan ketiga Joe Aditya (DKI) dengan catatan waktu 02 menit 03,20 detik. Pada nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri, Adinda Kusuma Ningrum (Jabar) meraih emas dengan waktu 02 menit 20,14 detik. Kedua Adinda Larasati Dewi (Jatim) dengan waktu 02 menit 24,84 detik, dan ketiga Desak Made Sri Widyadari (Bali) dengan 02 menit 27,73 detik. Di nomor bergengsi 50 meter gaya bebas putra, emas masih milik Triadi Fauzi (Jabar) dengan catatan waktu 23,39 detik. Kedua Gagarin Nathaniel Yus (DKI) dengan 24,26 detik, dan ketiga I-Gede Siman Sudartawa (DKI) dengan 24,50 detik. Pada nomor 50 meter gaya bebas putri, emas diraih Istri Kania Ratih (Bali) dengan 26,56 detik. Kedua Adinda Larasati Dewi (Jatim) dengan 26,68 detik serta ketiga Patrisia Yosita (DKI) dengan 27,08 detik. Di nomor 200 meter gaya dada putra, medali emas milik Dwiki Rahardjo (Jabar) dengan 02 menit 18,25 detik dan kedua Pande Made Iron Digjaya (Bali) dengan 02 menit 19,98 detik serta ketiga Gerdi Zulfitranto (Jabar) dengan 02 menit 20,03 detik. Di nomor 200 meter gaya dada putri, Ananda Treciel Vannesae Evato (Riau) meraih medali emas dengan catatan waktu 02 menit 36,59 detik dan kedua Azzahra Permatahani (Riau) dengan 02 menit 36,74 detik serta ketiga Ressa Kania Dewi (Jatim) dengan 02 menit 39,42 detik. Pada nomor jarak jauh 1500 meter gaya bebas putra emas dimenangkan Fadlan Prawira (Jabar) dengan waktu 15 menit 52,28 detik dan kedua Rashief Amila Yaqin (Jabar) dengan waktu 16 menit 09,41 detik dan ketiga Joe Aditya (DKI) usai membukukan waktu 16 menit 12,99 detik. (Adt)