Prudential Indonesia Berhasil Gaet Ribuan Pengunjung di Kemeriahan PRURide Indonesia 2019

PRURide Indonesia 2019 - Competition - Flag off professional ride

Yogyakarta, 8 Desember 2019 – Sportsfest pertama dan terbesar persembahan PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), PRURide Indonesia 2019 sukses digelar selama 7-8 Desember di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Gelaran yang berhasil menarik perhatian masyarakat Yogyakarta maupun wilayah nusantara lainnya ini ditutup dengan pengumuman pemenang kompetisi balap sepeda PRURide Indonesia 2019 serta penampilan spesial dari Kunto Aji. Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia, mengutarakan, “Kami bangga bahwa masyarakat Yogyakarta menyambut antusias komitmen Prudential Indonesia untuk mendukung gaya hidup sehat mereka melalui kegiatan PRURide Indonesia 2019. Tentunya hal ini akan semakin memotivasi kami untuk terus berinovasi – baik itu dalam menghadirkan solusi proteksi kesehatan dan investasi yang terbaik, maupun melalui berbagai bentuk aktivitas yang inspiratif.” Sejak dini hari, ribuan masyarakat dari berbagai lapisan usia telah memadati Stadion Mandala Krida untuk mengikuti ajang utama dari event ini, yaitu kompetisi balap sepeda PRURide Indonesia 2019 yang terbagi dalam tiga kategori. Mereka terdiri dari 288 peserta untuk kategori Medio Fondo (60K), 568 peserta untuk kategori Gran Fondo (120K), dan lebih dari 1.500 peserta untuk kategori Fun Ride (10K). Edi Purnomo dan Sri Suyamti yang masing-masing mencatat waktu 03:24:58 dan 03:52:34 berhasil menempati urutan teratas dan resmi menjadi Overall Winner di dalam kompetisi ini. Masing-masing pemenang berhak mendapatkan hadiah Rp10.000.000 serta kesempatan mewakili Indonesia bertanding di PRURide Philippines 2020 mendatang. Sungguh unik bahwa kedua pemenang ini ternyata adalah pasangan suami istri. Memiliki hobi dan passion yang sama, mereka berdua sudah malang melintang di berbagai kompetisi balapan sepeda. Mereka berkomentar, “Menurut kami, PRURide Indonesia 2019 adalah salah satu kompetisi paling menantang yang pernah kami ikuti. Selain rute-nya yang cukup sulit, sejak awal seluruh peserta memang sudah berkendara dengan speed yang cepat, jadi bisa dibilang kami saling bersaing hampir di sepanjang rute. Kami berdua sangat berterima kasih kepada pihak penyelenggara yang sudah mengorganisir acara ini dengan baik sehingga kami sebagai peserta bisa selalu fokus pada garis finish.” Luskito Hambali, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, mengungkapkan, “Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kesuksesan PRURide Indonesia 2019. Salut kepada seluruh peserta atas segala upayanya menaklukkan tantangan demi tantangan di sepanjang rute, seperti jalur flat dengan hambatan angin kencang, tanjakan lebih dari ketinggian 30mdpl menuju 420mdpl hingga turunan tikungan sepanjang 10km. Semoga menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan, dan selamat atas seluruh pencapaiannya!” Kegembiraan ternyata tidak hanya dirasakan oleh kedua overall winner. Djanuarsih Sariawati, pemenang salah satu kelompok kategori, yaitu Medio Fondo Award untuk wanita usia lebih dari 60 tahun berbagi cerita, “PRURide Indonesia 2019 adalah balapan sepeda pertama yang saya ikuti. Selama ini saya menyalurkan hobi bersepeda dengan mengikuti touring bersama suami, baik itu di dalam maupun luar negeri. Menurut saya rute hari ini cukup menantang, terutama di tanjakan menjelang 22km. Ditambah lagi cuaca begitu panas sehingga setiap kayuhan terasa lebih berat. Tapi saya tetap bertekad melanjutkan, dan Alhamdulillah menang.” Ibu berusia 68 tahun asal Bandung ini mempersembahkan kemenangannya untuk sang suami, yang tak pernah lelah mendorong dirinya untuk hidup lebih sehat. Muhammad Fadli, atlet para-cycling kebanggaan Indonesia yang ambil bagian di kategori Gran Fondo juga berbagi kisah, “Sebelum mencapai jarak 10km, saya sempat terjatuh sehingga sepeda dan kaki prostetik saya mengalami kerusakan. Sempat terpikir untuk menyerah, tapi saya teringat akan motto hidup saya, ‘Ada start, dan harus ada finish’; saya harus menyelesaikan apapun yang saya mulai. Terima kasih pada pihak penyelenggara, meskipun jalur ‘King of Mountain’-nya sangat menantang, tapi kami selalu dijaga oleh begitu banyak marshall, bisa tetap terhidrasi dengan water stations di banyak titik, bahkan di saat post-race tersedia ice bath dan konsumsi yang melimpah. Meskipun baru pertamakali terselenggara, bagi saya PRURide Indonesia dapat bersaing dengan event-event balap sepeda lain yang pernah saya ikuti.” Selain antusiasme terhadap kompetisi balap sepeda, PRURide Indonesia 2019 tak pernah sepi pengunjung selama dua hari pelaksanaannya. Kerumunan orang selalu memadati area “We DO Village” yang menjadi pusat kemeriahan healthy lifestyle celebration ala Prudential Indonesia. Seluruh keluarga dapat mengisi akhir pekan mereka dengan lebih bermakna melalui ragam inspirasi hidup lebih sehat hingga wawasan mengenai keuangan.

Olahraga Softball Perlahan Mulai Naik Pamor Dan Digandrungi di Kalangan Pelajar

Pertandingan tim softball pelajar di. Foto: Istimewa

Peminat cabang olahraga Softball dinilai meningkat, hal ini terlihat dari kenaikan jumlah sekolah yang merekomendasikan muridnya untuk belajar cabang olahraga tersebut salah satunya adalah di Sonny Nurochman Softball Arena Kawasan Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Menurut Nandang Mulyana, pelatih Softball Kabupaten Tangerang, pola latihanyang diterapkan kepada para pelajar masih pada tahap lempar tangkap. “Kita perkenalkan pada olah raga softball yang mengutamakan lempar dan tangkap bola. Kita berikan menu ringan agar mereka suka dulu. Baru setelah suka kita beri latihan yang lebih khusus,” ucap Nandang yang juga mantan pitcher Banten tersebut yang dilansir dari kabar-banten.com. Sementara itu, mantan atlet softball Nasional Andy Lumowa menyambut gembira kehadiran atlet pemula di lapangan Sonny Nurochman Softball Arena. Hal ini menandakan bahwa minat masyarakat terhadap olahraga softball dan baseball mulai meningkat. “Karena banyak yang tidak tahu olah raga baseball dan softball secara umum, tapi dengan menghadirkan pelajar langsung ke lapangan ini menjadikan mereka tahu apa sebenarnya olah raga ini,” ucapnya. Ketua Pengcab Perbasasi Kabupaten Tangerang Asep Syaiful Nurhakim mengatakan bahwa, pihaknya memang membidik untuk menambah jumlah atlet softball dan baseball dari kalangan pelajar. Hal itu jadi pilihan karena banyak sekolah yang berada di lingkup sekitar lapangan Sonny Nurochman Softball Arena. “Sekarang sudah ada murid SD dan SMA sederajat. Kita juga mengincar pelajar SMP dan berusaha menambah jumlah atlet pelajar SMA sederajat. Minimal kita bisa membentuk tiga sampai empat tim di tiap level sekolah,” tutur Asep. Selain itu, Asep juga akan menggandeng Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Kabupaten Tangerang untuk melakukan sosialisasi softball dan baseball. “Minimal kita melakukan sosialisasi di tingkat kecamatan dimana Bapopsi memiliki cabangnya. Sehingga ke depan bisa lebih banyak menjaring atlet pelajar,” tutur Asep. (IHA)

Nayaka & Arjuna, Dua Pelajar Asal Malang Yang Sukses Memenangkan Medali Emas Catur di Bangkok

Nayaka Budhi Dharma (12), pelajar yang meraih medali emas di bangkok pada ajang Eastern Asia Youth Chess Championship 2019. Foto : Detik

Dua pelajar asal Malang, Jawa Timur, Nayaka Budhi Dharma (12) dan Arjuna Satria Pamungkas (11) asal berhasil menorehkan prestasi dengan meraih medali emas pada ajang Kejuaraan Catur Remaja tingak Asia. Eastern Asia Youth Chess Championship 2019 adalah ajang yang diikuti oleh Nayaka dan Arjuna di Bangkok, Thailand. Mereka tergabung dengan 11 atlet catur remaja lainnya yang juga mengikuti ajang tersebut. Keduanya berhasil meraih hasil yang gemilang, Nayaka yang bertanding di kelompok Junior C atau kelompok umur dibawah 15 tahun dan Arjuna yang bertanding di kelompok junior D atau kelompok umur dibawah 13 tahun. Nayaka, siswa kelas 1 SMP Negeri 5 kota Malang tersebut berhasil meraih satu media emas yang dimenangkan setelah berhasil mengalahkan pecatur tuan rumah di kelas catur klasik (90 menit). Selain medali emas, Nayaka juga berhasil meraih dua medali perak, di kelas catur cepat (15 menit) dan catur kilat (5 menit). Dari kejuaraan yang dilangsungkan 1-10 Agustus 2019 dan diikuti oleh 18 negara di Asia itu, Nayaka, siswa kelas 1 SMP Negeri 5 Kota Malang, memperoleh sekeping medali emas dan dua perak. Emas diraih setelah mengalahkan pecatur tuan rumah. Medali emas diraih Nayaka di kelas catur klasik (90 menit) dengan mengalahkan pecatur junior tuan rumah. Nayaka juga mendapat dua medali perak, masing-masing di kelas catur cepat atau rapid chess (15 menit) dan catur kilat (5 menit) melawan pecatur asal Thailand dan Malaysia. Ini bukan pertama kalinya Nayaka mewakili Indonesia dalam kompetisi catur tingkat dunia, karena sebelum berlaga di ajang yang diikuti oleh 18 negara di Asia ini, Nayaka juga sudah memperkuat tim Indonesia dalam Kejuaraan Catur Kelompok Umur Terbuka ASEAN ke 18 (18thAsean Age Group 2017) yang diadakan di Kuantan, Pahang, Malaysia, tahun 2017 silam. Selain Nayaka, Arjuna, pelajar SD Negeri 5 Mojolangu, Malang ini juga berhasil meraih satu medali emas, satu medali perak dan juga satu medali perunggu. Medali emasnya dimenangkan setelah sukses mengalahkan pecatur asal Thailand. Thatit Boedisucahyo selaku Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Malang, menyatakan bahwa PB Percasi secara spesifik meminta Nayaka dan Arjuna untuk ikut serta dalam kejuaraan Asia tersebut setelah meraih medali emas di Kejuaraan Nasional Catur ke-47 di Banda Aceh, oktober tahun 2018 silam. Wali Kota Sutiaji bersama Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyambut kehadiran Nayaka dan Arjuna di Balai Kota Malang, Senin siang. Wali Kota berjanji akan memberikan beasiswa bagi kedua pecatur junior itu. “Kita janjikan beasiswa, tapi kepastiannya menunggu PAK APBD tahun 2020,” ujar Sutiaji terpisah. (IHA)

Edge 530 dan Edge 830, Komputer Sepeda Ber-GPS dengan Fitur Canggih Bagi Pengendara Hingga Atlet

Jakarta- Selama beberapa dekade, Garmin telah merintis navigasi GPS baru dan perangkat nirkabel maupun aplikasi yang dirancang untuk gaya hidup aktif. Pada Sabtu (3/8/2019), Garmin resmi memperkenalkan Edge 530 dan Edge 830, komputer sepeda ber-GPS yang memiliki pemetaan canggih, fitur keselamatan, dan insight performance dynamics. Acara peluncuran dihelat di The Spoke Bistro, Alam Sutera, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Melalui dua produknya itu, Garmin memberikan kesan baru bagi para pesepeda untuk merasakan langsung kehebatan pemetaan, fitur keselamatan bersepeda dan desain yang ringan untuk digunakan disegala medan. Untuk pengendara yang mencarli perubahan suasana, Edge 530 dan Edge 830 menampilkan data Trail Forks terintegrasi baru, serta dinamika sepeda gunung termasuk jumlah lompatan, jarak lompatan dan waktu menggantung, membuatnya lebih mudah untuk menjinakkan jalan setapak. Ideal untuk dikendarai dalam kondisi cuaca apa pun, Edge 530 memiliki desain tombol dan layar warna 2,6 inci beresolusi tinggi, sedangkan Edge 830 menawarkan tampilan layar sentuh yang cepat dan responsif bahkan saat basah atau digunakan dengan sarung tangan. “Edge 530 dan Edge 830 mencakup fitur-fitur baru yang dirancang untuk semua pengendara apakah Anda seorang podium finisher, gravel grinder, commuters, atau di suatu tempat di antaranya,” ujar Engelhard Sundoro, Managing Director Garmin South Asia dan India, dalam keterangan persnya, Sabtu (3/8/2019). “Menawarkan data dan panduan perjalan baru, peningkatan navigasi, fitur keselamatan, pelacakan dan banyak lagi. Anda benar-benar dapat menemukan Edge Anda, hanya dari Garmin,” tambah Engelhard. Dalam kesempatan itu, Rian Krisna, Marketing Manager Garmin, mengatakan kehadiran Edge 530 dan Edge 830 dengan fitur baru yang canggih dapat memberikan kemudahan pengguna dalam mencapai tujuannya. “Edge 530 dan Edge 830 ini memiliki segudang fitur canggih. Sehingga harapnnya, produk ini bisa mempermudah untuk mencapai tujuan para pengendara sepeda,” jelas Rian. Di sisi lain, Rian menyebut Edge 530 dan 830 merupakan inovasi terbaru dari segmen kebugaran Garmin yang terus berkembang dalam teknologi guna meningkatkan dan mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif. Baik pengguna adalah pelari, pesepeda, perenang, atlet multi-olahraga, atau sekadar ingin tetap aktif sepanjang hari, dimana terdapat produk yang dapat membantu mereka mencapai tujuan kesehatan dan kebugaran mereka. “Kami juga terus mensupport atlet lokal termasuk pada saat Asian Games maupun Asian Para Games. Ke depan kami ingin berkontribusi terhadap dunia sepeda, tidak hanya untuk komunitas, tapi juga dalam skala nasional, Termasuk event-event sepeda berskala internasional,” jelas Rian. Dengan daya tahan baterai hingga 20 jam dengan GPS, Edge 530 dijual seharga Rp4.999.000, dan Edge 830 dibanderol Rp6.699.000. Dan produk ini tersedia sejak 3 Agustus 2019.

Rudy “Ahong” Gunawan Hadapi Theodorus Ginting Pertahankan Sabuk Juara Nasional Kelas Welter One Pride PRO Never Quit

Fight Night 30: Undefeated Never Quit tanggal 27 Juli 2019

Jakarta-One Pride Pro Never Quit, Promotor MMA (Mixed Martial Art) terbesar di Indonesia dengan lebih dari 200 laga per tahun dengan 300 petarung yang berasal dari lebih 50 klub di 34 provinsi di Indonesia, kembali akan menghadirkan Fight Night dari Tennis Indoor Senayan, Jakarta pada 27 Juli 2019. Fight Night ke 30 nanti akan menyajikan partai utama pertahanan sabuk juara nasional kelas welterweight One Pride, Rudy “Ahong” Gunawan melawan Theodorus Ginting. Rudy “Ahong” Gunawan, pria kelahiran Jakarta ini belum terkalahkan di One Pride Arena. Ahong saat ini lebih dikenal sebagai KOKO (King of KO), karena kemampuan tangan kanannya yang bisa mengakhiri perlawanan musuhnya secepat kilat. Pemegang Dan-4 Jiu Jitsu Jepang ini terbukti mengakhiri semua pertarungan gelarnya dengan KO tidak lebih dari 30 detik. Hal itu termasuk 3 kali memecahkan rekor KO tercepat di kelas welterweight One Pride. Tidak hanya handal di atas, permainan bantingan dan kuncian Ahong mengantarnya untuk mewakili Indonesia di cabang olah raga Jiu Jitsu pada Asian Games 2018 lalu. Pada pertahanan gelar keempatnya, Ahong akan menghadapi lawan terberatnya, Theodorus Ginting. Theodorus “Singa Karo” Ginting, putra Karo kelahiran Jakarta ini sudah menorehkan banyak prestasi di berbagai ajang olahraga, termasuk memegang gelar tinju nasional, kejuaraan kickboxing, dan MMA. Sejak debutnya di One Pride pada bulan September 2017, pemegang sabuk biru Brazilian Jiu Jitsu dari Carlson Gracie ini juga belum pernah terkalahkan. Theo dikenal sebagai fighter dengan kemampuan tarung yang lengkap dan bisa mengakhiri perlawanan baik di permainan atas maupun permainan bawah. Perseteruan antara kedua fighter ini sudah dimulai sejak bulan Februari 2018, di mana Theo mengatakan “Tahun ini, Ahong bukan siapa-siapa”. Theo juga menantang Ahong untuk merebut sabuk juara kelas welter. Namun, kesempatan itu tidak jatuh padanya, Ahong juga harus memulihkan diri dari patah tangan pada pertandingan terakhirnya, sehingga kesempatan Theo pun kembali tertunda. Selama masa pemulihan Ahong, Theo telah bertarung 2 kali dengan mempertaruhkan posisi penantang gelarnya, sehingga perseteruan keduanya pun semakin panas, mulai dari Ahong menyebut tindakan Theo layaknya “petarung abal-abal” dan “mental pengecut”. (Art)

Thunder11 Martial Arts Bawa Karambit Ke Workshop Pencak Silat

Iko Uwais, Kol. Infanteri Susilo, Kombes. Pol. Indarto, Letkol Arm. Abdi Wirawan, Wakil Walikota Tri Adhianto

Bekasi 9 Juli 2019 – Thunder11 Martial Arts menggelar sesi workshop Pencak Silat bertajuk Karambit: From Indonesia to The World pada Minggu, 7 Juli 2019 di Hotel Aston Imperial Bekasi. Acara ini merupakan inisiatif dari Thunder11, pusat pelatihan bela diri milik aktor dan pesilat, Iko Uwais, yang berkolaborasi dengan Kodim 0507/Bekasi. Mengangkat tema senjata tradisional Karambit, acara ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan generasi penerus bela diri Indonesia terhadap warisan budaya nusantara, serta melestarikan penggunaaan Karambit sendiri dalam dunia pencak silat. Dalam kesempatan ini, Cecep Arif Rahman, pesilat dan aktor John Wick 3, terlibat sebagai pengajar. “Karambit memiliki banyak kelebihan yang dapat diandalkan untuk menyerang lawan sebagai bentuk pertahanan diri. Namun peran alat ini harus diimbangi dengan bekal ilmu yang mumpuni serta mental yang bijaksana. Saya berharap generasi muda dapat terus melestarikan penggunaaan karambit dalam dunia pencak silat Indonesia, khususnya di tengah-tengah hadirnya ragam jenis bela diri dari negara lain.” ujar Cecep. Sementara itu, sebagai pendiri, Iko Uwais mengungkapkan motivasinya dalam mendirikan Thunder11 “Bela diri merupakan seni mengendalikan diri yang dapat membentuk kepribadian mengayomi pada diri seseorang. Kami percaya hal ini dapat meredam premanisme secara dini. Kontribusi utama kami adalah membuka akses pendidikan bela diri yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.” Senada dengan Iko, Letkol Arm. Abdi Wirawan selaku Komandan Dandim 0507/Bekasi turut menyampaikan harapannya, “Saya berharap generasi muda senantiasa mampu menumbuhkan jiwa nasionalisme lewat pencak silat.” Acara ini juga dihadiri oleh segenap pejabat Pemerintah Kota Bekasi, antara lain Wakil Walikota Tri Adhianto Tjahyono, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Ahmad Zarkasih, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Tedi Hafni Tresnadi, kemudian Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes. Pol. Indarto, Danrem 051/Wijayakarta Kolonel Infanteri Susilo, dan tak ketinggalan Ketua KONI Bekasi Abdul Rosyad Irwan.

Universitas Brawijaya Tuan Rumah POMDA Jatim Cabang Karate dan Bulutangkis

Universitas Brawijaya tuan rumah POMDA Jatim cabang karate dan bulutangkis. (istimewa)

Malang- Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur (Jatim), menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) tingkat Jawa Timur (Jatim). POMDA menjadi ajang mencari atlet kontingen yang akan berlaga di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) mendatang. Tahun ini, UB menjadi tuan rumah untuk cabang olahraga Karate dan Bulu Tangkis yang mulai dihelat pada 24-30 Juni 2019. Dan, diikuti oleh 162 atlet dari 19 perguruan tinggi di Jatim. Untuk cabang karate berlangsung di Gedung Samanta Krida, sedangkan Gelanggang Olahraga (GOR) Pertamina-UB untuk cabang bulutangkis. Upacara pembukaan POMDA Jatim ini dilaksanakan pada Senin (24/6/2019) di Gedung Samanta Krida. Kepada para kontingen, Sekretaris Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI), Sulistyorini mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya dilakukan di Malang. “POMDA dan SELEKDA juga dilaksanakan di Surabaya, Jember, Kediri, Madiun dan Bangkalan dan terdiri dari 22 cabang olahraga”, ujar Sulistyorini dikutip situs resmi Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur (Jatim), Selasa (25/6). Melalui ajang ini, ia berharap dapat menjaring atlet berprestasi untuk POMNAS. Sementara itu, Nuhfil Hanani, Rektor UB, berharap ajang ini dapat menguatkan persaudaraan dan persatuan antar kontingen. “Baik di Jawa Timur maupun di tingkat nasional, semoga POMDA juga bisa menciptakan persatuan dan persaudaraan. Junjung sportivitas dan kejujuran dan ciptakan prestasi Jawa Timur,” tukas Nuhfil. (Adt)

Queendy Masuk Lima Besar Singapore Nations Figure Skating Championship

Queendy Shareefa Adhiesty siswi SDI Al Azhar BSD Kelas 5 yang mengikuti kejuaraan Singapore Nations Figure Skating Championship

Tangerang – Kembali, siswi SD Islam Al Azhar BSD meraih prestasi membanggakan di ajang kejuaraan tingkat Internasional sekaligus membanggakan Indonesia atas raihan prestasinya. Kali ini, Queendy Shareefa Adhiesty siswi SDI Al Azhar BSD Kelas 5 yang mengikuti kejuaraan Singapore Nations Figure Skating Championship meraih lima besar yang diikuti sebanyak 15 negara pada 30-31 Maret lalu. Dalam ajang tersebut, Queendy masuk di kategori future stars girls under 9th. Queendy berhasil masuk kelima besar dengan meraup 14,87 poin. Menurut Queendy, saat menuju rink es dirinya sempat gugup. Namun, dirinya hanya fokus untuk tidak terjatuh dan memberikan hasil yang terbaik bagi Indonesia maupun klub yang dibelanya yakni BX Rink. “Ya kan soalnya di Indonesia itu enggak kaya luar negeri. Kalau di luar negeri sudah punya fasilitas yang lengkap. Tapi berusaha enggak jatuh, kalau jatuh dikurangin lima point,” ujar Queendy, Jumat (14/6/2019). Queendy seakan berdansa di lintasan es yang begitu besar dengan waktu yang diberikan oleh dewan juri 1 menit 30 detik. Putri kedua dari pasangan Mustika Sari dan Didi Nuryanto ini, selalu mendapat dukungan dari orangtua. “Aku dari kecil, dari umur 5 tahun udah suka main ice skating, tapi cuman main-main aja. Fokus mulai kelas 4 SD. Suka sama ice skiting, karena seru aja loncat-loncat di atas es terus pengen nyoba,” ucap siswi kelahiran Tangerang, 14 November 2008. Kini dirinya, memfokuskan diri untuk mengikuti kejuaraan di Malaysia dan Kejurnas yang akan berlangsung dua tahun lagi. “Abis lebaran persiapan buat ikut skating Malaysia, abis lebaran. Nanti bulan puasa juga tetep latihan mendekati lomba. Terus target buat Kejurnas dua tahun lagi, karena kan tahun depan aku ujian. Jadi harus nyiapin buat ujian,” ungkapnya. Prestasi Queendy selain di Singapore yakni di ajang Skating Asia di Bangkok, Thailand juara 1 pada 2018. Skating di Bandung juara 1 dan 2 pada tahun 2015-2016. Kejurnas peringkat 4 tahun 2019. Dan ISSO BX Juara 2 tahun 2019. Kepala SDI Al Azhar BSD, Dedi Hidayat mengaku bangga atas pencapain siswanya yang berhasil menorehkan prestasi di ajang Internasional. “Queendy itu anak baik, prestasi akademik dan prestasi non akademik juga bagus. Saya turut bangga atas prestasi Queendy. Apalagi Queendy ini juga ikut tim OSN Matematika. Jadi prestasi dia sangat seimbang. Pelajaran oke dan olahraga juga oke,” papar Dedi. (Lan)

Sinergi JAPFA-Percasi Gelar GM dan WGM Chess Tournament 2019, Demi Lahirkan Bibit Unggul Pecatur Indonesia

JAPFA dan PB Percasi menggelar JAPFA GM & WGM Chess Tournament 2019, di Hotel Grand Inna Garuda Yogyakarta, 13-21 Juni. (Adt/NYSN)

Jakarta- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk bersinergi dengan Pengurus Besar (PB) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) menggelar JAPFA Grand Master dan Women Grand Master Chess Tournament (GM & WGM Tournament) 2019, di Hotel Grand Inna Garuda Yogyakarta, 13-21 Juni mendatang. Tujuannya, melahirkan bibit unggul pecatur Indonesia. Pada Tournament ini, sebanyak 12 pecatur putra dan 12 pecatur putri dari Eropa dan Asia turut meramaikan persaingan. Diantaranya lima pecatur putri luar negeri, yakni IM Sophie Millet (Perancis/2415), WGM Gong Qianyun (Singapura/2381), WGM Keti Tsatsalashvili (Georgia/2356), IM Alina L’ami (Romania/2293), WIM Luong Phuong Hanh (Vietnam/2271), serta WIM Rucha Pujari (India/2234). Mereka nantinya akan ditantang para pecatur tuan rumah yang terdiri dari WFM Chelsie Monica Sihite (2212), WIM Dewi AA Citra (2205), WFM Umi Fisabilillah (2201), WFM Monica Putri (2151), WFM Tammi Nasuha Nurdin (2125), dan WFM Zahra Chumaira (2112) yang akan bertanding sebanyak 11 babak memainkan catur klasik. Sementara itu, dibagian putra, Indonesia menurunkan pecatur GM Susanto Megaranto (2548), IM Novendra Priasmoro (2457), IM Yoseph Theolifus Taher (2446), IM Sean Winshand Cuhendi (2422), FM Azarya Jodi Setyaki (2421), dan pecatur wanita yang bermain di kelompok putra yakni WGM Medina Wardah Aulia (2375). Rachmat Indrajaya selaku Corporate Affairs Director JAPFA mengatakan gelaran JAPFA GM dan WGM ini merupakan perwujudan komitmen JAPFA guna mencari bibit unggul Indonesia untuk meraih gelar Grand Master (GM) untuk melanjutkan perjalanan GM Utut Adianto dan GM Susanto Megaranto. “Sebelumnya JAPFA telah mendukung Tim Indonesia untuk Asian Chess Championship Fide Zone 3.3 di Ulanbataar. Di ajang tersebut, Tim Indonesia berhasil meraih dua tiket menuju Piala Dunia Catur 2019,” ujar Rachmat, di Hotel Century Senayan, Jakarta, Senin (10/6). Ditegaskan Rachmat, Indonesia membutuhkan Grand Master muda dan potensial untuk mengukir nama Indonesia di kancah internasional. “Mencari dan melatih bibit unggul merupakan kunci untuk keberhasilan prestasi catur Indonesia di masa datang,” lanjutnya. “Langkah inilah yang membuat China dan negara-negara Asia berhasil menggeser posisi US dan Rusia di kancah catur dunia,” tambah Rachmat. Dan bagi JAPFA, ini merupakan yang ke-20 kalinya mensponsori turnamen internasional sejak 1999. JAPFA mengaku bangga karena berkat turnamen ini banyak melahirkan pecatur Indonesia yang telah meraih gelar internasional. Dalam kesempatan itu, Utut Adianto sebagai Ketua Umum PB Percasi berharap melalui pertandingan sembilan babak, Tim Indonesia bisa mengeluarkan potensi terbaiknya untuk berjumpa dengan lawan tanding yang mumpuni dari Asia dan Eropa. “PB Percasi bersama JAPFA menghadirkan GM dengan elo rating tinggi, GM Kokarev (Rusia, 2609), GM Ivan Sokolov (Belanda, 2595) untuk menjadi lawan tanding Tim Indonesia,” terang Utut. Selain meningkatkan elo rating calon-calon Grand Master muda harapan , ungkap Utut, ajang ini juga menjadi latih tanding GM Susanto Megaranto dan WGM Media Warda Aulia untuk persiapan di Kejuaraan Dunia Catur 2019. “Kesempatan berkompetisi dengan para pecatur dari luar negeri harus bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para pecatur nasional dalam upaya meningkatkan elo rating mereka. Terutama para pecatur yang belum meraih gelar norma Women Grand Master(WGM),” tutur Utut. Disisi lain, WGM Media Aulia Wardah, mengapresiasi gelaran tournament ini karena menjadi ajang bagi dirinya dalam mempersiapkan diri menuju Kejuaraan Dunia Catur 2019. “Bagi saya tournament ini sangat bagus. Saya mengucapkan terima kasih kepada PB Percasi dan JAPFA, karena ini menjadi ajang latihan sebelum mengikuti Kejuaraan Dunia nantinya,” tukas WGM Medina. (Adt)

Turunkan Atlet Pelapis di SEA Games 2019 Filipina, PBTI Incar Empat Medali Emas

Sejumlah Pengurus Besar Persatuan Taekwondo Indonesia (PBTI) masa bakti 2019-2023 berfoto bersama usai dilantik oleh Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tono Suratman selaku Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) secara resmi melantik Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Taekwondo Indonesia (PBTI) masa bakti 2019-2023. Acara pelantikan yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/5), dihadiri jajaran pengurus KONI Pusat, seluruh pengurus PBTI masa bakti 2019-2023 serta Ketua Pengprov (Pengurus Provinsi) TI seluruh Indonesia. Usai dilantik, Thamrin Marzuki bertekad meningkatkan capaian prestasi sebelumnya. “Banyak prestasi dunia yang telah ditorehkan oleh pengurus taekwondo Indonesia sebelumnya, oleh karena itu menjadi kewajiban saya untuk melanjutkan capaian prestasi tersebut. Dan yang terdekat adalah SEA Games di Manila (Filipina) tahun ini,” ujar Thamrin. Menurut Thamrin, pesta olahraga dua tahunan terbesar di kawasan Asia Tenggara pada tahun ini (30 November hingga 11 Desember 2019) akan dijadikan sebagai sasaran antara untuk menuju prestasi yang lebih tinggi dan bergengsi yakni Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. “SEA Games nanti kami akan jadikan sasaran antara, dan termasuk program jangka pendek untuk segera kami siapkan atlet. Namun, sesungguhnya kami ingin memastikan bisa berlaga di Olimpiade 2020. Ini program yang harus kami siapkan secara matang dengan melakukan pemusatan latihan,” lanjutnya. Ditegaskannya, pada SEA Games 2019, pihaknya akan menurunkan mayoritas atlet pelapis. Kendati menurunkan atlet pelapis, namun Thamrin menargetkan taekwondo bisa meraih empat medali emas. “Kami turunkan atlet pelapis untuk SEA Games 2019. Tujuannya, agar mereka ini nantinya bisa lebih siap dalam menghadapi Olimpiade mendatang. Kami targetkan di SEA Games bisa meraih empat medali emas,” ungkap Thamrin. Keinginan Thamrin agar atlet taekwondo bisa berprestasi di Olimpiade, bukan tanpa alasan. Sebab, beladiri asal Korea Selatan (Korsel) ini menjadi cabang olahraga (cabor) andalan Indonesia di berbagai event akbar. Terlebih, pada Asian Games 2018, taekwondo berhasil meraih satu medali emas melalui Defia Rosmaniar. Sekaligus medali emas pertama cabang taekwondo Indonesia sepanjang sejarah pelaksanaan Asian Games. Sedangkan pada SEA Games 2017 di Malaysia, cabor taekwondo menyumbang dua medali emas untuk kontingen Merah Putih. Medali emas diraih Mariska Halinda (53 kg putri), dan Ibrahim Zarman (63 kg putra). Sementara itu, Tono Suratman berharap di bawah kepemimpinan Thamrin Marzuki, cabor taekwondo bisa meningkat prestasinya. “Semoga taekwondo Indonesia bisa lebih baik. Kami juga optimistis, di bawah kepemimpinan Pak Thamrin Marzuki yang menggantikan Pak Marciano Norman akan melanjutkan prestasi cabor ini,” tukas Tono. (Adt)

FPTI Tentukan 10 Atlet Pelatnas Hasil Promosi dan Degradasi untuk Perebutkan Tiket Olimpiade 2020 Tokyo

Atlet panjat tebing Rivaldi Ode R (Bali) menjadi salah satu atlet yang disiapkan untuk memperebutkan tiket Olimpiade 2020. (FPTI)

Jakarta- Setelah melalui tahap pemusatan latihan nasional (Pelatnas) sejak awal Februari 2019 serta melakoni beberapa laga di luar negeri, tim pelatih dan manajemen Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) telah menentukan 10 atlet yang akan memperebutkan tiket ke Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang. Dibagian putra terpilih lima atlet yang akan mewakili Indonesia. Yakni Alfian M Fajri (Jawa Tengah), Aspar Jaelolo (DKI Jakarta), Fathur Roji (Jawa Timur), Rivaldi Ode R (Bali), dan Sabri (Kalimantan Utara). Dan dibagian putri yaitu Aries Susanti Rahayu (Jawa Tengah), Nurul Iqamah (Nusa Tenggara Barat), Fitria Hartani (Jawa Timur), Salsabila (Jawa Barat), dan Choirul Umi (Jawa Timur). Selama berlatih, para atlet ini akan didukung dua atlet sebagai sparring partner yakni Jamal Alhadad (Kalimantan Timur) dan Rahmayuna Fadillah (Daerah Istimewa Yogyakarta). Ada pula atlet yang terdegradasi yakni Temi Teli Lasa (Bali) dan mengundurkan diri yakni Agustina Sari (Jawa Tengah). Sehingg terpilih atlet berbakat dengan kriteria yang sudah ditetapkan serta terukur, misalnya catatan prestasi dan peringkat nasional. Pristiawan Buntoro, Manajer Tim Panjat Tebing Indonesia, mengatakan 10 atlet tersebut terpilih seiring berjalannya Pelatnas sejak Februari dan try out di empat seri Worldcul di Swiss, Rusia, dan China. “Pelatnas ini konsentrasinya untuk prakualifikasi Olimpiade. Laga di luar negeri kemarin untuk mengukur kemampuan para atlet setelah berlatih keras di Pelatnas,” ujar Pristiawan. Tim panjat tebing telah kembali ke Indonesia dan langsung disambung latihan yang lebih intensif. Fokus tim panjat tebing dalamberlatih adalah mempertahankan keunggulan di nomor speed, sembati memperkuat nomor lead dan boulder lantara Olimpiade Tokyo mempertandingkan nomor combined. Dijelaskannya, tiga event penentu lolos atau tidaknya telah menghadang di depan mata yakni seleksi di World Championship pada Agustus 2019, prakualifikasi Olimpade pada November, dan satu event lagi pada Mei 2020. “Untuk Agustus nanti kami bisa mengirimkan lima atlet putra dan putri untuk ikut event. Untuk single event di November ada syarat khusus yakni hanya atlet yang masuk peringkat 20 dunia di kategori speed, atau lead, atau boulder yang berhak ikut seleksi,” lanjutnya. Dan, berdasarkan peringkat dunia, baik di nomor speed world record putra dan putri Indonesia telah mengamankan masing-masing tiga dan dua atlet. Di kategori putra atlet yang masuk peringkat 20 besar dunia yakni Alfian M Fajri di peringkat lima, Aspar Jaelolo peringkat tujuh, dan Fathur Roji peringkat sembilan. Sementara, di nomor putri Aries Susanti Rahayu bertengger di peringkat empat dunia dan Nurul Iqamah di peringkat 20. (Adt)

Gelar Kejuaraan Boling Internasional di Sumsel, PBI Ingin Pecahkan Rekor Peserta Terbanyak

Pengurus PB PBI periode 2018-2022 usai dilantik Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Palembang- Pengurus Besar (PB) Persatuan Boling Indonesia (PBI) akan menggelar kejuaraan boling internasional di kompleks Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), pada 16-24 November 2019. Herman Deru, Gubernur Sumsel, mengatakan Sumsel sudah siap menjadi tuan rumah kejuaraan boling internasional pada November mendatang. “Sumsel sudah siap karena arena boling di Jakabaring sudah berskala internasional,” ujar Herman di Palembang, Rabu (8/5). Menurut Percha Leanpuri, Ketua Umum PB PBI, ratusan atlet terbaik dari puluhan negara bakal mengikuti event internasional ini. “Indonesia menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya setelah 1980 dengan memaksimalkan penggunaan fasilitas boling di Jakabaring yang merupakan terbaik di kawasan Asia,” terang Percha. Diungkapkannya, sesuai regulasi, setiap negara dibatasi mengirim masing – masing satu atlet putra dan putri terbaik. “Target minimal 65-75 negara. Kami juga optimis akan diikuti setidaknya 150 peserta,” lanjutnya. Disisi lain, Kurmin Halim, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PBI Sumsel, pihaknya akan menggencarkan promosi mengenai kejuaraan internasional ini ke luar negeri, baik di kawasan Asia, Eropa, maupun Timur Tengah. “Harapan kami peserta bisa mencapai seratusan negara di dunia. Kalau ini tercapai, kita ingin pecahkan rekor peserta terbanyak yang selama ini dipegang Singapura dengan 98 negara,” tutur Kurmin. (Adt)

Merpati Putih Open 2019 Piala Panglima TNI Resmi Ditutup, Pecahkan Rekor MURI

Abdul Kharis Almasyhari (Ketua Umum Panitia MP Open 2019), mengatakan kejuaraan pencak silat MP Open 2019 berjalan sukses. (Adt/NYSN)

Jakarta- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat Merpati Putih (MP) Open 2019, resmi ditutup, pada Sabtu (4/5), di Lapangan Olahraga Ciracas, Jakarta Timur. Event pencak silat nasional ini diikuti 1.615 pesilat dari 26 perguruan silat dari seluruh Indonesia serta perwakilan dari mancanegara yakni Singapura. Tim pencak silat Pelatda DKI Jakarta berhasil meraih juara umum kategori dewasa usai mengoleksi 7 medali emas dan 2 perak. Posisi kedua dihuni PPOP DKI Jakarta dengan 3 medali emas dan 1 perak. Dan PPLD NTT berhak menempati peringkat tiga dengan 2 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. Atas prestasinya, Pelatda DKI Jakarta mendapatkan Piala Bergilir Panglima TNI serta uang pembinaan Rp 15 juta. Untuk pesilat dewasa putra terbaik diraih Ronaldo Neno pesilat kelas F putra PPLD NTT. Ia berhak menerima Piala Tetap Kepala Staf TNI AU dan uang pembinaan Rp 2,5 juta. Sedangkan pesilat terbaik putri diraih Widya Faranisa pesilat kelas A putri dari PPOP DKI Jakarta yang berhak menerima Piala Tetap Kepala Staf TNI AL dan uang pembinaan Rp 2,5 juta. Dan untuk Piala Tetap Kepala Staf TNI AD diberikan kepada juara umum I, II, dan III. “Bagi para pemenang untuk tidak bangga dan tinggi hati. Sedangkan yang belum juara harus berlatih lebih keras lagi untuk menjadi yang terbaik di masa depan,” demikian amanat tertulis Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dihadapan ribuan pesilat yang hadir di acara penutupan MP Open 2019. Sementara itu, Abdul Kharis Almasyhari, Ketua Umum Panitia MP Open 2019, menyebut pelaksanaan kejuaraan pencak silat MP Open 2019 berjalan lancar. “Kejuaraan MP Open 2019 sudah berlangsung sejak Rabu (1/5), dan penutupan Sabtu (4/5). Alhamdulillah kejuaraan nasional ini berjalan lancar,” terang Abdul Kharis. Dijelaskannya, MP Open 2019 merupakan kejuaraan silat tingkat nasional yang dikuti peserta tak hanya dari Indonesia, tapi juga mancanegara seperti Singapura yang mengirimkan 20 atlet pencak silat. Menurut Abdul Kharis, event ini sebagai ajang pembibitan atlet disamping untuk memupuk persatuan dan persaudaraan antar perguruan silat yang ujungnya adalah untuk pembinaan prestasi demi mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. “Even ini untuk mencari bibit atlet pencak silat tangguh dari berbagai daerah di seluruh Indonesia,” lanjut pria yang menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR RI. Selain menggelar kejuaraan pencak silat, event ini juga memasukan unsur entertainment dengan menggelar marching band, reog Ponorogo, sisingaan, dan silat bercerita. Dan, sebagai puncak acara dilakukan pencatatan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia), dimana sebanyak 1.500 pesilat secara serentak melakukan peragaan Jurus Tunggal Tangan Kosong IPSI dari berbagai perguruan silat di Tanah Air. “Ini bukan hanya memecahkan rekor MURI, tapi juga tercatat sebagai rekor dunia,” tukas perwakilan MURI. (Adt)

Buktikan Janji, Priscilla Raih Kemenangan Dalam Kondisi Cedera di Ajang One Championship

Petarung putri Priscilla Hertati Lumban Gaol meraih kemenangan di ajang ONE: For Honor di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (3/5) malam. (Adt/NYSN)

Jakarta- Petarung putri Indonesia Priscilla Hertati Lumban Gaol membuktikan dirinya sebagai seorang petarung sejati Mixed Martial Arts (MMA). Meski mengalami cedera, namun perempuan kelahiran Jakarta, 16 Mei 1988 itu sukses meraih kemenangan di ajang ONE: For Honor di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (3/5) malam. Ia meraih kemenangan unanimous decision setelah menjatuhkan petarung asal Kamboja, Nou Srey Pov, di akhir ronde ketiga di partai kesepuluh One Championship, pada kelas atomweight. Sepekan sebelum laga, ia memang tak sabar dan berjanji akan menghempaskan Nou Srey Pov di atas ring. “Perasaan pasti senang. Karena ini pertama kali Mama (ibu) datang nonton saya selama kurang lebih 13 tahun menjadi atlet. Saya tidak tahu karena ketika saya pulang ke rumah sebelum berangkat ke hotel, saya bilang ke Mama, mau nonton nggak? Tapi, Mama cuma bilang berdoa saja dari rumah. Jadi surprise Mama bisa datang karena tidak kasih tahu saya,” ujar Priscilla usai tarung. Kehadiran sang Mama bersama keluarga, diakui mantan atlet Wushu ini memberikan motivasi besar bagi dirinya dalam mengarungi laga di atas ring. “Kehadiran Mama membuat saya lebih termotivasi. Padahal, kalau mau jujur, dua hari sebelum pertandingan saya cedera, kaki kiri saya tidak bisa napak. Tapi, saya tidak boleh menunjukkan ke lawan kalau saya cedera. Harus saya paksakan bertanding,” lanjutnya. Diakui Priscilla, lawan yang dihadapi memiliki stamina yang kuat, terlebih Nou Srey Pov masih berusia muda, membuat semangatnya masih tinggi. “Saya tahu kemampuan lawan itu dari YouTube. Dia sangat kuat dan masih muda secara usia jauh dari saya,” tuturnya. Bagi Priscilla, ini merupakan kemenangan keenam dari sebelas pertandingannya di ajang kejuaraan tarung bebas One Championship. Kemenangan ini sekaligus menjadi tiket untuk menghadapi pertandingan bergengsi yaitu memperebutkan predikat juara dunia kelas atomweight dimana sebelumnya pada pertandingan di Istora Senayan, Jakarta, Januari lalu, mengalami kekalahan oleh petarung Puja Tomar. “Saya harus berlatih lebih keras lagi. Karena banyak orang yang ingin menjadi juara. Jadi saya harus latihannya lebih dari yang sekarang,” tegas perempuan yang akrab disapa Thathi itu. Sementara itu, dipertandingan lainnya, Adrian Mattheis juga sukses menghempaskan lawan. Petarung dari Indonesia Timur itu mengalahkan petarung asal India Himanshu Kaushik di detik akhir ronde pertama dengan submission. “Ini pertandingan yang sangat melelahkan. Tapi disini, saya punya rumah, ini Indonesia. Jadi apapun yang terjadi saya harus melakukan yang terbaik dan menang,” tutur Adrian. Pria yang akrab disapa Papua Badboy itu menyebut bila kemenanganya ini ia persembahkan untuk saudara-saudaranya di Sentani, Jayapura, Papua, yang belum lama ini dilanda musibah bencana alam banjir bandang. “Saya ingin persembahkan kemenangan ini untuk saudara-saudara saya di Sentani. Semoga mereka juga bisa bergembira dengan kemenangan yang saya dapat malam ini,” tambahnya. Usai laga ini, Adrian menegaskan dirinya akan berlaga lebih keras untuk menghadapi lawan-lawan selanjutnya. “Saya juga belum tahu lawan berikutnya yang akan saya hadapi. Tapi setelah ini saya harus latihan lebih keras dan baik lagi,” tukas Adrian. (Adt)

Merpati Putih Open 2019 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka

Kejuaraan MP Open 2019 Piala Panglima TNI resmi dibuka oleh Ketua Umum Panitia Pelaksana DR. H. Abdul Kharis Almasyhari, Rabu (1/5). (Istimewa)

Jakarta- Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih (MP) Open 2019 yang diselenggarakan Perguruan Pencak Silat (PPS) Bela Diri Tangan Kosong (Betako) Merpati Putih di Gedung Olah Raga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, resmi dibuka, pada Rabu, 1 Mei 2019. Pembukaan Kejuaraan MP Open 2019 yang dilakukan Ketua Umum Panitia Pelaksana MP Open 2019 DR. H. Abdul Kharis Almasyhari, MM. AK ditandai dengan seremonial pemukulan gong. “Merpati Putih Open 2019 merupakan kejuaraan silat tingkat nasional yang juga diikuti peserta dari luar negeri. Ini merupakan suatu even untuk pembibitan atlet disamping untuk memupuk persatuan dan persaudaraan antar perguruan silat yang ujungnya adalah untuk pembinaan prestasi demi mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” ujar Abdul Kharis yang juga Ketua Komisi I DPR RI ini usai pembukaan MP Open. Abdul Kharis menegaskan, event MP Open 2019 ini memadukan tiga unsur yaitu Kompetisi, Edukasi dan Entertainment. Unsur Edukasi yang dimasukan dalam ajang ini yaitu dengan menggelar Seminar Parenting oleh psikolog, ahli olahraga dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan sasaran peserta adalah orang tua, guru dan pelatih. “Seminar Parenting ini dilakukan untuk mengarahkan orangtua bahwa anak-anak yang sehat itu berpeluang lebih tinggi berprestasi dibanding anak yang tidak sehat. Sehingga silat sebagai salah satu cabang beladiri dan olah raga dapat juga membuat anak berprestasi,” tegasnya. Sedangkan unsur Entertainment, lanjut Abdul Kharis, dengan menggelar Marching Band, Reog Ponorogo, Sisingaan, Silat Bercerita, Live Music oleh Grup Band disamping pencatatan Rekor MURI atas peragaan jurus tunggal oleh seluruh peserta MP Open. Menurut Abdul Kharis, saat ini jumlah peserta MP Open tercatat ada 1.615 pesilat dari 26 perguruan silat dari seluruh Indonesia disamping satu peserta dari perwakilan Singapura. Sementara itu, 15 provinsi yang berpartisipasi diantaranya: DKI Jakarta, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jambi, Lampung , Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Rangkaian kegiatan MP Open yang memperebutkan Piala Panglima TNI ini telah mulai dilaksanakan pada Sabtu, 27 April 2019. Dimana pada hari itu telah dimulai pemasalan dilanjutkan pada Selasa, 30 April dengan TM Prestasi. Dan, pada Rabu, 1 Mei ini langsung dilakukan tanding prestasi hingga 2 Mei 2019. Sedangkan pada 3-4 Mei akan dilakukan tanding pemasalan hingga closing ceremony yang juga akan dilaksanakan pada 4 Mei 2019. (Adt)

Open Workout ONE Championship: For Honor, Priscilla Tak Sabar Hadapi Nou Srey Pov

Petarung putri ONE Championship asal Indonesia, Priscilla Hertati Lumban Gaol tak sabar tampil di pentas ONE Championship melawan Nou Srey Pov (Kamboja), bertajuk ONE: For Honor di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (3/5). (Adi/NYSN)

Jakarta- Jelang perhelatan ONE Championship: For Honor, properti media olahraga global terbesar dalam sejarah Asia, menggelar sesi latihan terbuka (open workout) bagi para atlet pada Selasa (30/4), di Syena Martial Art Center, Jakarta Selatan. Latihan terbuka itu dihadiri para atlet yang akan tampil di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (3/5), guna menunjukkan berbagai keahlian di antaranya pemegang gelar dunia Muay Thai kelas terbang, Sam-A Gayanghadao (Thailand) dan penantangnya Jonathan Haggerty (Inggris). Adapula Priscilla Hertati Lumban Gaol (Indonesia), Nou Srey Pov (Kamboja), Paul Lumihi (Indonesia), Sunoto (Indonesia), Adrian Matheis (Indonesia), dan Himanshu Kaushik (India). Petarung putri ONE Championship asal Indonesia, Priscilla Hertati Lumban Gaol mengatakan, dirinya telah berlatih keras untuk memperbaiki kelemahan serta memaksimalkan kemampuan terbaik yang dimiliknya. “Saya telah berlatih keras di gym, memperbaiki kelemahan saya, di saat yang bersamaan, juga memperkuat keungguan yang saya miliki. Saya telah semakin baik sejak pertarungan terakhir saya,” ujar Priscilla. Diakui mantan atlet wushu nasional ini, dirinya tak sabar untuk menunjukkan kemampuan terbarunya. Selain itu, ia juga ingin memuaskan para fans pada laga tarung bebas ONE Championship dengan tajuk One: For Honor di Istora Senayan, Jakarta, pekan ini, menghadapi bintang baru asal Kamboja, Nou Srey Pov dalam laga kelas atomweight sebanyak tiga ronde itu. “Saya tak sabar untuk menunjukkan kemampuan saya yang baru dan lebih baik bagi para fans. Lawan saya muda serta kuat dan ia sangat suka menyerang. Namun ini adalah seni bela diri campuran dan saya akan melayani pertarungan tersebut dimana saya memiliki keunggulan. Saya tak sabar untuk segera tampil dan menunjukkan kemampuan terbaik saya,” lanjut petarung yang akrab disapa Thathie itu. Srey Pov sendiri bertekad menjaga rekor dan memantapkan dirinya di panggung global usai menang dalam debutnya melawan Rika Ishige pada awal tahun ini. “Priscilla adalah petarung yang hebat. Dia sangat kuat, namun saya telah mempersiapkan segala hal untuk menghadapinya di atas ring,” tegas Srey Pov. Priscilla mengawali musim ini dengan hasil kurang memuaskan. Ia menderita kekalahan dari wakil India, Puja Tomar di laga ONE: ETERNAL GLORY, yang menjadi laga perdana ONE Championship pada 19 Januari 2019. Padahal, sebelumnya Priscilla berhasil meraih kemenangan secara beruntun sepanjang 2018. Disisi lain, pemegang gelar ONE Flyweight Muay Thai World Champion Sam-A Gaiyanghadao asal Thailand, menegaskan dirinya sangat senang bisa kembali. Menurutnya, memenangkan gelar dunia merupakan salah satu kehormatan bagi Thailand, dan ia pun bangga mewakili Muay Thai di panggung kompetisi global. “Lawan saya kali ini masih muda dan lapar (kemenangan), dan sangat ingin mengambil gelar saya. Tapi saya telah mengalami banyak tantangan sepanjang karir saya,” tutur Sam-A Gayanghadao. “Saya telah menyiapkan diri untuk mempertahankan sabuk juara dan membawa kemenangan bagi negara saya. Saya sangat berterima kasih atas kesempatan untuk menunjukkan kemampuan saya sekali lagi kepada jutaan penggemar di seluruh dunia,” tambahnya. Sedangkan Jonathan Haggerty menyebut bertarung untuk meraih gelar juara dunia melawan seorang legenda seperti Sam-A Gaiyanghadao adalah sebuah kehormatan besar. “Saya telah melihatnya bertarung sejak remaja. Ia adalah petarung hebat layaknya sebuah mesin. Sekarang saya melawannya dan ini adalah hal yang cerdas. Saya berharap ia telah berlatih keras karena saya tidak akan main-main. Saya datang untuk sabuk (juara) tersebut dengan semua yang saya miliki. Saya benar-benar mengincar kemenangan dengan kuncian atau KO, jadi jangan berkedip saat menontonnya,” tukas Jonathan. (Adt)

Singkirkan Wakil Ukraina, Alfian M. Fajri Raih Medali Emas Kejuaraan Dunia IFSC Climbing Chongqing China

Atlet panjat tebing Alfian M. Fajri meraih medali emas di kejuaraan dunia IFSC Climbing Chongqing, China. (FPTI)

Chongqing- Indonesia kembali meraih medali emas di kejuaraan dunia IFSC Worldcup di Chongqing, China. Gelar juara dunia kali ini dipersembahkan atlet Timnas Alfian M. Fajri dari nomor men’s speed world record. Alfian berhasil mengalahkan lawannya dari Ukraina, Kostiantyn Pavlenko. Pria asal Solo, Jawa Tengah ini menorehkan catatan waktu 5,961 detik, sedangkan Pavlenko hanya mampu membukukan waktu 6,310 detik. Lalu, medali perunggu diraih Sergey Rukin dari Rusia dengan catatan waktu 6,808 detik. Rukin mengalahkan lawannya asal China, Zhong Qixin, yang mengalami fall dalam perebutan medali perunggu. Bagi Alfian ini adalah medali pertamanya di IFSC worldcup dan langsung meraih gelar juara dunia. Sebelumnya Alfian meraih medali emas di Asian Championship di Kurayoshi, Jepang, pada November 2018. “Saya terimakasih kepada semua yang telah mendukung. Syukur Alhamdulillah kepada Tuhan yang Maha Esa saya bisa maksimal,” ujar Alfian, di Chongqing, China, Jumat (26/4). Dijelaskan Alfian, kunci kemenangannya ini adalah perasaan yang lebih tenang dan rileks. Ia juga selalu berdoa agar diberi kelancaran selama bertanding. Faisol Riza, Ketua Umum FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia), menyambut gembira kemenangan Alfian di Chongqing. “Ini awal bagus bagi Timnas. Dan saya percaya pelatih punya strategi agar kita juga bisa bagus di nomor boulder dan lead,” cetus Faisol. Di sisi lain, Aspar Jaelolo gagal melaju ke perempat final setelah dikalahkan Pavlenko, yang peraih medali perak. Di babak perdelapan final, Aspar sempat sedikit terpeleset sehingga catatan waktunya mengendur menjadi 6,286 detik. Pavlenko unggul 0,1 detik dengan catatan waktu 6,130 detik. Di babak perempat final, Pavlenko kembali mengalahkan atlet Indonesia, Fatchur Roji. Roji yang sempat unggul di start justru terpeleset di tengah lintasan dan mencatatkan waktu 7,518 detik. Sedangkan Pavlenko melesat di 5,997 detik. Sementara itu, untuk nomor women’s speed world record, medali emas diraih atlet asal China, Yiling Song dengan catatan waktu 7,673 detik. Medali perak diraih atlet Polandia, Aleksandra Rudzinska yang mengalami fall di babak big final. Untuk medali perunggu diraih atlet asal Rusia, Luliia Kaplina dengan catatan waktu 8,429 detik. Kaplina berhasil mengalahkan atlet Prancis Anouck Jaubert yang mengalami fall. Atlet putri andalan Indonesia, Aries Susanti Rahayu, gagal melaju ke babak semi final. Aries dikalahkan Anouck Jaubert dari Prancis dengan selisih skor tipis 0,02 detik. Aries menorehkan waktu 7,429 detik, sedangkan Jaubert 7,400 detik. Atlet putri Indonesia lainnya, Nurul Iqamah, gagal di babak perdelapan final melawan Rudzinska. Nurul menorehkan catatan waktu 8,724 detik, sedangkan Rudzinska 7,742 detik. Sebelumnya pada 2018, Aries meraih gelar juara dunia pertamanya di IFSC Worldcup Chongqing. Video aksinya berlaga di babak final beredar luas dan sejak saat itulah julukan spiderwomen melekat padanya. Menanggapi hasil pertandingan, Hendra Basyir selaku Pelatih Timnas Panjat Tebing, mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih Alfian. Namun, ia menegaskan secara umum performa anak asuhnya kali ini kurang optimal. Fokus latihan yang harus dibagi antara speed, lead, dan boulder, tentu saja bukan hal yang mudah bagi para atlet. “Memang secara hasil kita Alhamdulillah bisa juara dunia kali ini untuk di putranya, hanya secara overall performa kita belum maksimal,” tuturnya. Hendra menerangkan seperti Kejuaraan Dunia di Moscow beberapa waktu lalu, targetnya kali ini adalah mempertahankan keunggulan di speed, sekaligus meminimalisir margin dari kelemahan di lead dan boulder. (Adt)

Lakoni Debut Perdana One Championship, Eko Roni Saputra Incar Gelar Juara Dunia di Filipina

Eko Roni Saputra baka melakoni debut perdana di ajang One Championship di Mall of Asia Arena, Manila, Filipina, pada 12 April 2019. Ia optimis meraih gelar Juara Dunia One Flyweight. (Adt/NYSN)

Jakarta- Mantan pegulat Indonesia, Eko Roni Saputra, menyatakan siap melakoni debut perdana di ajang One Championship pada laga ONE: Roots of Honor, di Mall of Asia Arena, di Manila, Filipina, pada 12 April 2019. Eko bahkan percaya diri bisa meraih gelar Juara Dunia One Flyweight (kelas terbang). Demi mewujudkan ambisinya, pria berusia 27 tahun itu secara matang mempersiapkan diri. “Persiapan saya matang, karena sudah latihan selama kurang lebih enam bulan di Evolve MMA yang sangat terkenal di dunia. Saya juga sekarang tinggal di Singapura,” ujar Eko, dalam acara Media Day, di Hotel Westin, Jakarta, Jumat (5/4). Selama berlatih di Singapura, Eko digembleng guna meningkatkan keterampilannya di berbagai disiplin bela diri yang berbeda seperti gulat, Brazilian Jiu-Jitsu, dan Muay Thai. Diakui Eko, bila dirinya merasa sangat terhormat dapat menjadi bagian dari organisasi terkemuka seperti ONE Championship. “Menjadi bagian di antara para seniman bala diri terbaik di dunia dan berkompetisi di platform seni bela diri terbesar jelas menjadi sebuah mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya,” lanjutnya. “Saya sangat bersyukur telah merasakan kesuksesan di gulat dan saya akan melakukan segalanya untuk dapat mencapai hal yang sama di dunia seni bela diri campuran,” tambah Eko. Lebih lanjut, Eko menegaskan bila dirinya akan bekerja keras hingga bisa membawa gelar juara dunia ke Indonesia. “Indonesia adalah sarang dari bakat-bakat terbaik dalam seni bela diri campuran, dan saya bangga dapat mengikuti jejak beberapa petarung berbakat yang berasal dari negeri ini. Seperti halnya mereka, saya siap untuk memberikan yang terbaik di panggung ONE Championship,” terangnya. Dikenal sebagai pegulat gaya bebas nomor satu dalam sejarah Indonesia, Eko adalah salah satu akuisisi terbaru dari ONE Championship, yang semakin memperkuat daftar atlet kelas dunia yang terus dikembangkan. Dikenal dengan gayanya yang dinamis dan meledak-ledak, Eko telah memenangkan bebarapa medali di berbagai kompetisi internasional, termasuk di ajang Southest Asian (SEA) Games. Setelah mendominasi peringkat gulat amatir dengan bakatnya yang luar biasa. Eko sepenuhnya berusaha mewujudkan mimpinya untuk menjadi seniman bela diri campuran profesional saat ia dijadwalkan untuk melakukan debut ONE Championship dengan melawan Niko Soe asal Singapura di ONE: ROOTS OF HONOR. “Lawan mungkin lebih berpengalaman dari saya dan sudah menjalani debut empat kali, dengan meraih 3 kemenangan serta 1 kali kalah. Tapi, saya tak peduli dan terus semangat serta optimis untuk bisa meraih kemenangan,” tukas anak pertama dari empat bersaudara itu. (Adt)

Spiderwoman Asal Grobogan Aries Susanti, Masuk Daftar 17 Milenial Paling Berprestasi se-Asia versi Majalah Forbes

Atlet panjat tebing Aries Susanti masuk dalam daftar 17 milenial paling berprestasi se_Asia versi majalah Forbes. (istimewa)

Jakarta- Spiderwoman Aries Susanti Rahayu tak berhenti menginspirasi. Kali ini, perempuan asal Grobogan, Jawa Tengah itu, masuk daftar bergengsi 30 Under 30 Asia 2019 versi majalah Forbes. 30 Under 30 Asia merupakan daftar orang berprestasi se-Asia dan masih berusia di bawah 30 tahun. Setiap tahunnya majalah Forbes rutin merilis daftar terbaru para bintang muda itu. Dikutip dari Forbes, ada sederet kriteria untuk masuk dalam daftar ini. Hanya mereka yang membawa perubahan bagi dunia melalui temuan atau prestasi yang bisa masuk daftar tersebut. Terdapat sekitar 2.000 peserta dari 23 negara se-Asia Pasifik yang masuk dalam daftar 30 Under 30 Asia 2019. Mereka diseleksi oleh reporter dan juri hingga terpilih 300 orang. “Jika Anda mencari generasi pemimpin Asia berikutnya, ini adalah panduan definitif Anda,” tulis Forbes. Di Indonesia, ada 17 orang yang masuk dalam kriteria tersebut. Salah satunya peraih juara dunia speed world record, Aries Susanti Rahayu. Deretan prestasi Aries di kancah dunia membuat Forbes tak ragu memasukkan atlet berusia 24 tahun ini sebagai salah satu perempuan muda paling berprestasi se-Asia. Prestasi Aries yang paling disorot adalah raihan medali emas di Asian Games 2018 dan 3 kali meraih juara dunia IFSC Climbing Worldcup pada 2017 dan 2018. “Perempuan berjulukan spiderwoman ini adalah salah satu pemanjat speed dengan ranking tertinggi di dunia,” tulis Forbes. Dari 17 orang asal Indonesia yang masuk daftar 30 Under 30 Asia, hanya Aries yang berasal dari kalangan atlet. 16 Orang sisanya merupakan founder dan cofounder berbagai aplikasi atau produk. Menanggapi penghargaan yang diberikan oleh Forbes itu, Aries mengaku bersyukur. Ia tidak menyangka dirinya bisa masuk ‘radar’ Forbes. “Senang, enggak nyangka aja ternyata Aries kepilih gitu kan. Soalnya banyak juga anak muda sekarang yang berprestasi. Terima kasih untuk semuanya,” ujar Aries. (Adt)