Banyak Kejutan di Pekan ke-20 Liga Kompas

Siaga-Pratama-(hijau)-bermain-sangat-baik-ketika-menghadapi-JFA

Liga Kompas Gramedia U-14 sudah memasuki pekan ke-20, pada Sabtu (23/12) lalu. Banyak kejutan yang terjadi di tiap pertandingan, Liga Kompas Gramedia U-14 Asiop Apacinti (1) vs Remci Tangerang (0) Seperti yang telah di kutip oleh ligakg.kompas.id. Asiop Apacinti yang bertemu dengan Remci Tangerang yang mempertontonkan pertandingan yang alot. Kedua tim, sama-sama saling ngotot ingin meraih kemenangan. Hasilnya, gol tunggal dari Tegar Andy (17) berhasil membawa Asiop unggul pada menit ke-17, sekaligus menutup laga dengan skor 1-0. Dengan kemenangan ini, Asiop berhasil mengambil alih puncak klasemen sementara pada Liga Kompas Gramedia U-14. Pelatih Asiop Apacinti, Yayat mengatakan, pertandingan semakin ketat dan tak bisa di prediksi. Tak hanya itu, cuaca pun juga sulit di prediksi. “Tidak peduli papan atas maupun bawah, semuanya tampak kompetitif pada musim ini. Cuaca lapangan yang panas di luar dugaan kami, karena selama ini latihan selalu hujan. Makanya saya minta anak-anak lebih bermain taktikal”, imbuhnya. Sedangkan, Tim binaan Firman Utina yakni Talenta Muda FU15 belum memberikan hasil maksimal di pekan ke-20. FU15 yang bertemu dengan penghuni dasar klasemen SSJ Kota Bogor, hanya bermain imbang tanpa gol hingga laga usai. Dan hasil skorpun tak berubah. Talenta Muda FU15 (0) vs SSJ Bogor (0) Bina Taruna yang ditinggalkan sang pelatih, berdampak pada permainan tim. Dan benar saja, Bina Taruna harus takluk di tangan Cibinong Raya dengan skor 1-0. Meski, bermain dengan baik yakni menguasi penguasaan bola. Bina Taruna, merasa kesulitan menghadapi Cibinong Raya. Justru, Cibinong Raya berhasil mencuri gol di menit 45 melalui Dwi Putra (14). Gol tersebut, menjadi satu-satunya gol yang tercipta dan membuat Cibinong Raya meraih poin penuh. Hasilnya Cibinong Raya (1) vs Bina Taruna (0) Pelatih sementara Bina Taruna, Anwar sempat mengatakan, bahwa strategi yang digunakan tidak berjalan dengan baik. “Melawan Cibinong Raya kami selalu berusaha untuk pressing ke depan, namun transisi pemain dari menyerang ke bertahan masih belum sempurna,” terang Anwar. Sementara itu, Asiop Apacinti harus berterima kasih kepada Siaga Pratama. Karena, Siaga Pratama mampu mengalahkan JFA yang beberapa pekan ini berhasil memuncaki klasemen sementara. Siaga Pratama sukses mengalahkan JFA dengan skor 2-0 dan harus rela posisi puncaknya direbut Asiop Apacinti. Para pemain JFA tak menduga, pemain Siaga Pratama bermain begitu menggila. JFA tak bisa mengeluarkan permainan terbaiknya. Justru, pertahanan JFA terus menerus di tekan pemain Siaga Pratama. Wildhan (26) dan Satria Thoriq (12) menjadi aktor kunci mengalahkan JFA dengan sumbangan golnya pada menit 27 dan 47. Skor 2-0 pun, membuat Siaga Pratama meraih poin penuh atas JFA. Pelatih fisik Siaga Pratama, Wanda mengatakan, fisik pemain yang prima menjadi kunci utama memenangkan pertandingan ini. Walaupun, masih banyak terkendala dalam berlatih. “Sebenarnya lapangan latihan menjadi kendala utama kami. Siaga Pratama hanya bisa berlatih strategi permainan pada hari Jumat karena ketersediaan lapangan”, tuturnya. (pah/adt)

Sembilan Cabor Akan Ikuti Test Event Asian Games 2018

AFF SUZUKI CUP 2016 Final Rounds Final Leg 1, Indonesia 14 December 2016

Beberapa bulan lagi, pagelaran event olahraga terbesar kedua yakni Asian Games akan dihelat. Indonesia menjadi tuan rumah pada pagelaran Asian Games 2018 ajang empat tahunan ini. Demi kelancaran event tersebut dan pemanasan para atlet, Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) bersiap menggelar test event bagi sembilan cabang olahraga (cabor) dan mempertandingkan 105 nomor. Total terdapat 1.991 atlet yang akan mengikuti test event pada Februari 2018 di Jakarta. “Saat ini KOI mempersiapkan perangkat untuk seleksi atlet yang akan ikut test event Asian Games 2018. Kami akan berkoordinasi dengan para manajer dan Chief de Mission masing-masing,” tutur pelaksana tugas Sekjen KOI, Hellen Sarita Delima, di kantor INASGOC seperti dikutip bola.com. INASGOC akan terus bekerja keras untuk mengkebut perbaikan venue yang sedang dalam tahap renovasi. Meski dalam tahap renovasi, terdapat beberapa cabor yang sudah menggelar test event terlebih dahulu. Karena, jika menurut jadwal test event akan berakhir pada bulan Maret mendatang. Berikut sembilan cabang olahraga yang akan menggelar test event Asian Games 2018:  Sepak Bola  Voli Indoor  Taekwondo  Angkat Besi  Pencak Silat  Panahan  Basket  Tinju  Atletik (pah/adt/blc)

Kaleidoskop: Momen Tak Terlupakan Dunia Olahraga Indonesia Sepanjang Tahun 2017

kaleideskop 2017

Tahun 2017 akan segera berakhir. Berbagai momen bersejarah dan tak terlupakan pun terjadi terutama di dunia olahraga Indonesia. Momen apa sajakah itu? Berikut momen-momen tak terlupakan yang dirangkum tim nysnmedia.com Match Fixing Indonesian Basketball League (IBL) Di bulan November lalu, kabar tak menyenangkan datang dari dunia basket Indonesia. Pasalnya, terdapat 8 pemain basket dan 1 official pada klub JNE Siliwangi Bandung yang tersandung kasus match fixing atau pengaturan skor. Mereka adalah Ferdinand Damanik, Tri Wilopo, Gian Gumilar, Haritsa Herludityo. Untung Gendro Maryono, Fredy, Vinton Nolan Sarawi, Robertus Riza Raharjo dan Zulhimi Fatturohman. Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi)mengeluarkan surat sanksi yaitu pembekuan paling lama 5 tahun dan IBL memberikan sanksi tidak memperbolehkan 9 nama tersebut berkontribusi di IBL seumur hidup. Hingga saat ini, kasus tersebut masih terus diselidiki. Kontorversi Liga 1 Kompetisi liga 1 mulai diadakan pada 15 April 2017 lalu memang menuai banyak kontroversi. Berbagai macam aturan yang diberlakukan dianggap menyulitkan seperti batasan usia pemain maksimal 35 tahun dan mewajibkan pemain U-23 bermain sebagai starter. Tak hanya itu, tidak konsisten dalam menggunakan wasit asing dan perubahan jadwal yang dadakan dianggap sangat tidak efektif. Bahkan supporter dari Persib Bandung pun juga sangat mencuri perhatian. Dan yang sangat kontroversi adalah perbedaan antara Liga 1 dan FIFA tentang penobatan juara liga 1. Kecurangan Yang Dilakukan Malaysia Terhadap Indonesia Di SEA Games Ajang olahraga tingkat Asia Tenggara 2017 lalu yang dilaksanakan di Malaysia dapat dikatakan sangat buruk. Malaysia melakukan berbagai kecurangan bukan hanya terhadap Indonesia namun juga negara-negara lain. Kecurangan yang menerpa Indonesia antara lain insiden posisi bendera Indonesia terbalik di buku panduan SEA Games, salah melakukan pemberian kartu kuning kepada Evan Dimas ketika melawan Timor Leste hingga kecurangan wasit dalam cabang olahraga sepak takraw. Chairul Huda Wafat Saat Bertanding Kiper legendaris Chairul Huda yang membela tim Persela Lamongan wafat saat bertanding melawan tim Semen Padang. Chairul Huda meninggal akibat benturan di bagian kepala dan leher dari rekan setim nya, Ramon Rodrigues. Kejadian tersebut sontak mengejutkan seluruh pihak yang saat itu menyaksikan Chairul Huda yang sempat memegangi dada dan kepalanya setelah terjadi benturan. Duka pun menyelimuti dunia sepak bola dengan kehilangan salah satu kiper panutan pemain-pemain muda Indonesia. Pembukaan Politeknik Olahraga Indonesia (POI) Politeknik Olahraga Indonesia resmi dibuka pada 21 November lalu. Politeknik yang berada di Palembang, Sumatera Selatan ini memiliki 3 program studi, yaitu Sport Industry, Perguruan Tinggi dan Kepelatihan. Ketiga program studi ini dianggap memiliki potensi yang menjanjikan dalam kenaikan prestasi olahraga di Indonesia. Dengan didirikannya POI, diharapkan Indonesia bisa mencetak atlet dan pelatih olahraga professional dimasa depan Dimas Ekky Pratama Mengikuti Ajang Moto2 Pembalap kelahiran tahun 1992 ini dengan bangga membawa nama Indonesia di ajang Moto2 yang diadakan di Sirkuit Sepang, Malaysia. Namun ia gagal melewati garis finish akibat jatuh di lap kedua. Saat itu, ia sedang berada diposisi ke-12. Meski gagal, ia tetap bangga bisa ikut dalam ajang balap motor Internasional. Kemenangan Kevin Sanjaya Dan Marcus Fernaldi Gideon Duet ganda putra terbaik Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon berhasil menjuarai turnamen BWF Super Series Finals 2017 pada 17 Desember lalu. Gelar Dubai Super Series Finals ini menjadi gelar juara ketujuh yang diraih Kevin/Marcus di ajang Super Series atau Super Series Premier sepanjang tahun 2017. Ini merupakan sejarah baru bagi Indonesia dan bagi pasangan berjuluk The Minions. Tujuh gelar yang diraih Kevin/Marcus masing-masing datang dari All England, India Terbuka, Malaysia Terbuka, Jepang Terbuka, China Terbuka, Hong Kong Terbuka, dan BWF Super Series Finals Indonesia Juara Umum ASEAN Para Games Indonesia menjadi juara umum diajang ASEAN Para Games 2017 yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Indonesia berhasil membawa pulang 125 emas, 75 perak, dan 50 perunggu. Hal tersebut menunjukkan bahwa atlet difabel bisa Indonesia mengharumkan nama bangsa. Dengan segala keterbatasan dan disabilitas, mereka menjadi sosok-sosok penting pembawa nama baik bangsa di hadapan dunia. Renovasi Venue Asian Games 2018 Menyambut Asian Games 2018, berbagai fasilitas olahraga di Indonesia terutama Jakarta dan Palembang melakukan renovasi besar-besaran. Di Jakarta, kompleks Gelora Bung Karno saat ini sudah mulai rampung, seperti Stadion utama Gelora Bung Karno, Training Facility, Stadion Tenis Indoor dan Outdoor, Stadion Madya, Softball, Gedung Basket dan Lapangan Baseball, Lapangan Hoki, Lapangan Panahan dan Sepakbola ABC serta Stadion Renang (Aquatic). Selain itu, pembangunan juga dilakukan di arena menembak dan danau dayung di Jakabaring Sport Center (JSC) Palembang, rehabilitasi 17 venue di Jawa Barat, dan pembangunan venue Jetski dan Dayung di Ancol, Jakarta. Beberapa momen diatas memang tak akan terlupakan. Semoga di tahun 2018, olahraga di Indonesia bisa terus berkembang hingga kembali mengukir sejarah.(put)

Bonus “Wah” Menanti Peraih Medali Emas Asian Games 2018

Atlet-bulutangkis-Tontowi-Ahmad-dan-Liliyana-Natsir

Jika pada Olimpiade Rio de Janeiro para atlet penyumbang emas mendapat bonus mencapai Rp 5 miliar, Kini di event terbesar kedua di dunia Asian Games 2018, Kemenpora akan memberikan bonus bagi peraih medali emas, terlebih Indonesia akan menjadi tuan rumah. Dengan begitu, atlet semakin terpacu untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia. “Belum bisa diumumkan, tapi bonus Olimpiade kemarin berapa? 5 miliar kan, jadi yang jelas lebih besar dari Asian Games Incheon, tapi tidak boleh lebih dari Olimpiade,” ujar Kemenpora Imam Nahrawi seperti dikutip oleh Antara. Di Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan, atlet Indonesia yang berhasil meraih medali emas memperoleh bonus Rp 400 juta. Namun, kali ini di Asian Games 2018 para atlet tak hanya mendapatkan uang saja tetapi mendapatkan rumah. “Sesuai arahan Pak Wapres dan Pak Presiden, bonus bagi peraih medali emas Asian Games kali ini akan berbeda dari bonus-bonus yang pernah ada, selain uang, peraih emas juga akan mendapatkan rumah, mobil dan kesempatan menjadi PNS,” kata Imam. Imam menambahkan, semua itu dilakukan untuk meningkatkan semangat para atlet untuk mengharumkan nama bangsa di ajang pesta olahraga se-Asia tersebut. Sebelumnya Ketua Dewan Pengarah Panitia Pelaksana Asian Games 2018 Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, menyebutkan akan mendukung para atlet melaksanakan pelatnas. Namun, harus sesuai dengan komitmen prestasi yang diberikan, karena Indonesia memasang target menembus 10 besar. “Kita siapkan 700 miliar untuk itu. Hanya untuk 8 bulan ke depan, jadi setidak-tidaknya mungkin sekitar 100 miliar untuk satu bulan kita pakai pelatihan-pelatihan itu. Silakan anda bikin Pelatnas-Pelatnas, harus Pelatnas, mau try out ke negara mana, silakan. Semua akan kita berikan, tapi tentu kita minta komitmen prestasinya,” papar JK. (pah/adt/ant)

GBK Aquatic Stadium Resmi Ditunjuk Sebagai Markas Pelatnas Menjelang Asian Games 2018

Fasilitas-di-GBK-Aquatik-Stadium-Senayan

Asian Games 2018 akan dimulai pada 18 Agustus mendatang di Indonesia. Tentunya, segala persiapan baik itu segi fasilitas maupun atlet terus digenjot untuk memberikan hasil yang maksimal. Seperti, Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) yang sudah menunjuk GBK Aquatic Stadium Senayan sebagai tempat pemusatan latihan Nasional (Pelatnas). Kepala Bidang pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) PB PRSI, Wisnu Wardhana mengatakan, fasilitas di GBK sudah memadai bagi para atlet. Ditambah, atlet akan terbiasa dan mudah beradaptasi dengan venue. “Apalagi inilah venues yang akan digunakan pada event Asian Games mendatang. Jadi para atlet kita akan lebih terbiasa,” ungkapnya. Namun, akan ada atlet yang akan uji coba dan pelatnas ke luar negeri. “Namun kita juga punya rencana para atlet renang akan melakukan uji coba dan pemusatan latihan di luar negeri. Sebagian ke AS dan sebagian ke Australia. Sementara untuk polo air kita akan ke Serbia, dengan loncat indah melakukannya di China,” lanjut Wisnu seperti dikutip kompas.com. Pelatnas atlet renang, selama ini menunjuk Bali sebagai pelatihan bagi para atlet. Dengan menunjuknya Jakarta sebagai pelatnas bagi atlet, pastinya bisa kordinasi dengan mudah. “Ya, kita akan memutuskan pemusatan untuk ada di Jakarta, sehingga lebih memudahkan untuk koordinasi dan efisiensi,” ungkap Wisnu. Perihal mengenai target yang dicanangkan. Wisnu, lebih condong ke tiga nomor yang bisa memberikan kontribusi medali. “Jika prestasi memungkinkan perak, tapi diusahakan emas. Itu ada di 50 meter gaya punggung putra, 50 meter gaya dada putra dan estafet 4×100 meter,” ungkap Wisnu. Di arena SEA Games Kuala Lumpur 2017 lalu, pada nomor 50 meter gaya punggung, emas didapat dari I Gde Siman Sudartawa, sementara di nomor 50 meter gaya dada Indra Gunawan juga mendapatkan emas. Namun di nomor 4×100 meter gaya ganti putera, Indonesia hanya mendapat medali perak di bawah Joseph Schooling cs dari Singapura. Sementara itu, pelatih loncat indah, Harly Ramayani menyambut baik adanya pelatnas di GBK. Karena, selama ini latihan para atlet belum mempunyai tempat yang memenuhi standar. “Kalau bisa seusai Indonesia Open ini, loncat indah langsung latihan di Senayan. Selama ini tempat latihan kami sama sekali tak memenuhi standar. Yang di Senayan ini saja, memang menara masih terlalu tebal, tetapi cukuplah buat kami,” papar Harly. (pah/adt)

Ini Juara dan Daftar Pemain Terbaik JJBC 2017

The-hawk-KU-16-Girls-menjadi-juara-setelah-mengalahkan-Jetz-KU-16-Girls

Ajang tahunan JJBC 2017 berakhir sudah pada Minggu (17/12), sebanyak 14 klub dari 34 team bermain sangat sportif sepanjang perhelatan JJBC 2017, baik di kategori KU (Kelompok Umur) 7 hingga KU 16. Tangsi, tawa, senang, emosi dan berbagai macam gestur ditunjukan para pemain maupun para suporter yang hadir di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Panitia yang tak kenal lelah, terus memberikan yang terbaik perlu di acungi jempol dan segenap pendukung keberhasilan JJBC 2017. Dan, berikut nysnmedia.com berikan daftar juara dan pemain yang meraih gelar MVP maupun Top Scorer dari berbagai KU: KU 7 Juara 1 : Jetz Juara 2 : Cakra Sakti Juara 3 : Rockstar Gym KU 9 Juara 1 : Jetz Juara 2 : Cakra Sakti Juara 3 : Gading Muda Top Scorer : Efrael dari Jetz MVP : Efrael dari Jetz KU 10 Juara 1 : Jetz Juara 2 : Metro Starlight Juara 3 : Eagles Academy Top Scorer : Kenneth dari Jetz MVP: Jayden dari Jetz KU 12 Juara 1 : Indonesia Falcon Juara 2 : Jetz Juara 3 : Eagles Academy Top Scorer : Razrel dari Indonesia Falcon MVP : M Akram dari Indonesia Falcon KU 13 Juara 1 : Learn Juara 2 : Indonesia Falcon Juara 3 : Jetz Top Scorer : Andrew dari Learn MVP : Andrew dari Learn KU 16 Putri Juara 1 : The Hawk Juara 2 : Jetz Juara 3 : The Sky Top Scorer : Kezia dari Jetz MVP : Yosia KU 16 Putra Juara 1 : Metro Starlight Juara 2 : Jetz Juara 3 : The Hawk Top Scorer : Yosua dari Metro Starlight MVP : Yosua dari Metro Starlight Nah, itu dia daftar juara, top scorer dan MVP di JJBC 2017 untuk tim kalian yang belum mendapat juara, jangan berkecil hati yah guys. Terus berlatih dan berlatih untuk meraih prestasi yang membanggakan. Dan, sampai jumpa di JJBC 2018.

Permainan Bagus The Hawk Girl Menjadi Kado Manis Bagi Coach Wiwin

Salah-satu-pemain-jetz-(putih)-berusaha-mengambil-bola-tapi-dibayangi-pemain-the-hawk-(ungu)

Duel klasik antara Jetz melawan The Hawk tersaji di babak final KU-16 girls JJBC 2017. Tak hanya itu, pelatih kedua tim merupakan mantan pemain Nasional yang merumput di ajang Indonesian Basket League (IBL) yakni Rico Hantono yang memimpin Jetz dan Cokorda Raka atau coach Wiwin di The Hawk. Quarter pertama, kedua tim bermain dengan alot. Jetz selaku tuan rumah bermain dengan penuh semangat, sementara The Hawk bermain dengan enjoy. Namun, The Hawk memimpin lebih awal di quarter pertama dengan skor 7-10. Sedangkan pada quarter kedua, The Hawk menemukan ritme permainan apiknya. Joan bernomor punggung 8 menjadi motor serangan The Hawk untuk mendulang poin. Tembakan three point dari pemain The Hawk, membuat mereka menjauh dari kejaran Jetz dengan kedudukan 12-22. Quarter ketiga, masih di dominasi permainan The Hawk. Joan lagi-lagi beraksi dengan three point shootnya. Jetz yang tertinggal kian jauh, mulai melancarkan serangan. Namun, kuatnya defense The Hawk menggagalkan upaya anak-anak Jetz. Quarter tiga pun, ditutup dengan skor 17-30. Pada quarter penentuan yakni quarter keempat. The Hawk masih mendominasi, dari segi permainan. Lemahnya, defense pemain Jetz mampu dimaksimalkan The Hawk untuk mendulang poin. Hasilnya, The Hawk mampu mengunci juara di KU-16 girls dengan kemenangan 26-46. Pelatih The Hawk, Cokorda Raka mengatakan, sangat puas dengan permainan hari ini, dan sesuai dengan instruksi. “Anak-anak bermain dengan bagus. Mereka bermain sesuai dengan intruksi yang saya berikan,” ujar Cokorda atau biasa disapa coach Wiwin. Usai pertandingan pun, para pemain The Hawk memberikan kejutan kepada sang pelatih, karena akan berpisah dengan pemain The Hawk. “Tiga bulan saya melatih dan ini terakhir saya melatih anak-anak, bulan depan saya akan mudik ke Bali. Ini kado manis bagi saya yang diberikan oleh anak-anak,” paparnya. (pah/adt)

Learn Sabet Juara Pertama di KU-13 Boys Pada Ajang JJBC 2017

Pemain-Indonesia-Falcons-(Merah)-dihadang-pemain-Learn-(Abu-abu)-di-final-JJBC

Babak grand final ajang JJBC yang diadakan hari ini (17/12) menyuguhkan pertandingan yang sengit. Learn kembali menyabet gelar juara untuk kelompok umur (KU) 13. Learn yang berhasil mengalahkan tim Indonesia Falcons dengan skor 27-32, semakin tampil percaya diri. Quarter pertama dibuka dengan 3 poin dari Learn. Di sisa waktu 5 menit, Indonesia Falcons masih belum berhasil mencetak angka. Quarter pertama ditutup dengan skor 4-12. Beberapa percobaan tembakan skor dari Indonesia Falcons terus digagalkan oleh tim Learn. Indonesia Falcons pun harus tertinggal 12 poin di akhir quarter kedua. Keadaan mulai berbalik ketika Indonesia Falcons mulai berusaha menyamakan kedudukan. Sementara itu pada quarter keempat, pertandingan semakin panas. Para penonton pun terus menyuarakan dukungannya. Indonesia Falcons berupaya menambah skor namun berhasil di hadang oleh tim Learn. Skor hampir imbang, 27-28. Namun, di waktu 30 detik terakhir, Learn menambah 4 poin hingga keluar menjadi juara untuk KU-13.(put/adt)

JJBC KU-12 Boys, Indonesia Falcons Rebut Juara Dari Tuan Rumah

Pemain-Jetz-(Putih)-berupaya-membawa-bola-saat-melawan-Indonesia-Falcons-(Merah)

Pertandingan kelima kelompok umur 12 tahun hari ini (17/12) di kejuaraan Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) 2017 sudah mencapai partai final. Indonesian Falcons berhasil menumbangkan tuan rumah, Jetz dengan skor cukup jauh 28-51. Sejak awal pertandingan, Indonesia Falcons memang sudah memimpin. Di sisa waktu 3 menit quarter pertama, Jetz belum berhasil mencetak poin. Indonesia Falcons terus melaju hingga quarter kedua. Jetz pun berusaha menyamakan kedudukan. Skor hampir imbang dengan 10-13. Tetapi, Indonesia Falcons terus menambah poin hingga Jetz tertinggal 11 poin. Quarter ketiga, Jetz berupaya untuk membalas. Namun, usaha Jetz terus digagalkan oleh tim Indonesia Falcons. Sementara itu pada quarter keempat, Jetz tertinggal 20 poin dengan skor 28-48. Hingga sisa waktu 10 detik akhir di quarter keempat, Jetz pun gagal untuk menyamakan kedudukan. Indonesia Falcons berhasil menjuarai kompetisi Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) dengan mengalahkan sang tuan rumah.(put/adt)

The Hawk Boys Rengkuh Juara Tiga di KU-16 JJBC 2017

Pemain-Hang-Tuah-(putih)-bekerja-keras-ketika-menghadapi-The-Hawk-di-perebutan-juara-tiga-KU-16-Boys-JJBC-2017

Perebutan peringkat tiga, kategori KU-16 Boys di ajang JJBC 2017 menjadi milik The Hawk setelah mengalahkan Hang Tuah dengan skor 29-45, Minggu (17/12). Di dua menit quarter pertama, permainan kedua tim sangat alot. Hang Tuah dan The Hawk masing-masing masih membaca ritme permainan lawan. Baru di lima menit quarter pertama, jual beli serangan dan saling berbalas poin tersaji. Namun, Hang Tuah lebih bisa maksimalkan three point shoot dan unggul sementara dengan skor 15-12. Pada quarter kedua, The Hawk yang sempat tertinggal mencoba bangkit. Lima menit quarter kedua, The Hawk bisa memimpin sementara dengan skor 16-18. Namun, bisa disamakan Hang Tuah 18-18. Di sisa waktu yang ada, kedua tim masih bermain dengan ketat. Tetapi, quarter dua kali sekaligus menjadi milik The Hawk dengan skor 20-23. Di empat menit awal quarter ketiga, The Hawk masih memimpin. Hang Tuah sempat memperkecil jarak menjadi 22-23. Namun, The Hawk kembali menjauh 22-25. Setelah itu, saling berbalas serang membuat permainan semakin menarik. The Hawk kembali memimpin dengan skor 25-30. Pada quarter keempat, Hang Tuah bermain dengan ngotot. Sementara, The Hawk bermain dengan enjoy dan beberapa kali berhasil memanfaatkan peluang untuk mendulang poin. Hasilnya, The Hawk mampu merebut quarter keempat dengan skor 29-45. Sekaligus merebut juara tiga di KU 16 Boys JJBC 2017.(pah/adt)

Jetz Mendominasi Pada Laga JJBC 2017 KU-10 Boys

Pemain-Metro-Starlight-(Hijau)-Mencoba-mencetak-angka

Pertandingan keempat JJBC 2017, di partai puncak grand final mempertemukan Metro Starlight melawan Jetz di KU-10 Boys, Minggu (17/12). Metro Starlight yang menggunakan jersey kebanggaannya hijau-hijau, bermain apik di quarter pertama. Sedangkan, Jetz yang menggunakan jersey kebesarannya kuning-kuning, masih terlihat agak demam panggung. Dua menit akhir quarter pertama, Jetz masih tertinggal dari Metro Starlight dengan skor 6-4. Dari ketinggalannya, anak-anak Jetz mulai mencoba bangkit untuk menyamakan kedudukan, bahkan berusaha membalikan keadaan. Namun, skor 6-4 masih tetap bertahan hingga quarter pertama berakhir. Di quarter kedua, Jetz yang tertinggal mencoba bangkit dan mengejar poinnya. Poin demi poin, berhasil diamankan anak-anak Jetz. Tambahan 15 poin, membuat Jetz unggul pada quarter kedua dengan skor 10-19. Awal quarter tiga, Jetz langsung mendulang poin melalui Lebron. Metro Starlight yang senpat tertinggal, mencoba bangkit dan bermain dengan semangat. Namun, lagi-lagi Jetz masih memimpin dengan skor 22-34. Sedangkan pada quarter keempat, poin Jetz tak bisa terkejar oleh tim Metro Stralight. Lebron, Efrael, Jayden, dan Darren terus menambah perolehan poin bagi Jetz. Jetz pun, berhasil merengkuh juara di KU-10 JJBC 2017 dengan skor akhir 28-51.(pah/adt)

Kevin/Marcus Sabet Gelar Juara BWF Super Series 2017

Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon berhasil tampil gemilang dan dapat menjuarai turnamen BWF Super Series Finals 2017. Pasangan ganda putra nomor satu dunia ini mampu mengalahkan pasangan China, Zhang Nan/Liu Cheng dalam dua gim 21-16, 21-15, dalam final yang berlangsung di Hamdan Sports Complex, Dubai, Uni Emirat Arab. Dalam gim pertama poin hingga 16-15, sebelum akhirnya tim Kevin/Marcus melejit ke 21-16. Sedangkan, gim kedua Marcus/Kevin unggul di angka 11 hingga jadi 17-13. Poin tertambah lewat pukulan silang Kevin. Pertandingan final yang berlangsung begitu ketat, tidak menjadi halangan bagi tim Indonesia untuk unggul atas ganda China. Menurut lansiran dari bolaSport.com (18/12/2017), Asisten Pelatih Ganda Putra PBSI, Aryono Miranat, diakuinya yakin dengan kemenangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di BWF Superseries Finals 2017. Dikatakan Aryono, mereka punya mental yang sangat bagus, di lapangan selalu fight, percaya diri. Kevin/Marcus dikatakan sebagai pasangan pebulutangkis yang saling melengkapi. Saat Kevin tak bisa mengeluarkan permainan, Marcus mengambil alih dan memberi semangat, begitu sebaliknya. “ Tahun depan harus jaga konsistensi, percaya diri boleh, tetapi tetap rendah hati,” tutup Aryono dalam lansiran dari bolaSport.com

Simak Dua Pertandingan JJBC KU-16 Girls, Tuan Rumah Jetz Kalah Oleh The Hawk

Tim-DBC-(Putih)-saat-mencetak-poin-ketika-melawan-tim-Badak-Banten

Pertandingan sengit di JJBC 2017 Season 3, tuan rumah Jetz harus mengakui kekalahannya dari The Hawk untuk kelompok umur 16 tahun girls. Sejak quarter pertama, The Hawk memang unggul hingga quarter akhir. Sabtu (15/12) Di quarter pertama, pemain Jetz nomor 15 Kesia, berhasil memberikan skor pembuka di menit ke-3. Pada quarter kedua, The Hawk mulai bisa unggul dengan skor 9-15. Kesia dan tim kembali mencoba menyamakan kedudukan. Dengan melakukan lay up, kesia berhasil menyumbangkan 2 poin lagi untuk Jetz. Hingga berakhirnya quarter ketiga, Jetz terus mencoba menambah angka, namun upaya tersebut gagal. Sementara itu hingga quarter ketiga berakhir, skor di tutup dengan 16-21. Jetz pun kembali membangun pertahanan untuk menjaga pemain The Hawk. Hingga sisa waktu 10 detik di quarter akhir, The Hawk menambah 2 poin dan berhasil menang dengan skor 21-27. Pertandingan sengit juga terjadi ketika tim DBC melawan Badak Banten untuk kelompok umur 16 tahun girls. Di quarter pertama dan kedua, hanya tim DBC yang unggul dengan skor 4-0. Badak Banten belum mampu berikan perlawanan terbaiknya hingga terjadi foul. Poin pertama berhasil dicetak Badak Banten melalui free throw. Badak Banten pun terus mencoba untuk menambah skor namun tidak berhasil. Lalu, Badak Banten yang tertinggal 15 poin dari DBC, pada detik-detik akhir quarter ketiga DBC kembali menambahkan angka 2 poin. Dan skor sementara menjadi 24-9 akhir quarter ketiga. Sedangkan pada quarter keempat, DBC semakin melaju. Rapuhnya pertahanan tim Badak Banten tak mampu membendung kerja sama tim DBC untuk menambah poin. Sampai tiba di akhir pertandingan Badak Banten belum dapat mencetak skor dan harus takluk dari tim DBC dengan skor 37-9.(put/adt)

Kota Tangerang Menjadi Tuan Rumah Kejurnas Voli Antar Klub U-17

Wakil-Walikota-Tangerang,-Sachrudin-beserta-Ketua-PBVSI-Tangerang-H.-Marsudi

Setelah sukses menyelenggarakan, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PGN Livoli 2017. Kini, Kota Tangerang di percaya menjadi tuan rumah diajang Kejurnas Voli antar klub U-17, pada 14-20 Desember mendatang di GOR Dimyati Tangerang. Ini merupakan kejuaraan pertama yang digelar di Kota Tangerang. Ada 21 tim dari 13 provinsi yang akan bertanding diantaranya Banten, Jabar, Jateng dan provinsi lainnya. Ketua PBVSI Kota Tangerang, H. Marsudi mengatakan, event tersebut dijadikan ajang pencarian bibit voli berbakat untuk menuju Asian Games dan Asia Junior. “Antusiasme peserta sangat luar biasa, biasanya dalam kejuaraan hanya 8-15 tim. Kali ini, sampai 21 tim,” ucapnya. Ia pun, berharap tim Banten bisa mencapai partai final. Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin berharap melalui Kejurnas Bola Voli Indoor Putra Putri Junior ini dapat melahirkan atlet-atlet voli nasional yang mampu mencetak prestasi dan menjadi kebanggan bangsa Indonesia. “Kami berharap agar Kejurnas ini bisa melahirkan atlet-atlet bola voli yang handal dan mampu membawa nama baik Indonesia,” kata Sachrudin. Lanjutnya, di event Kejurnas ini para pemain harus menjunjung tinggi sportivitas bertanding. “Jaga sportivitas dalam bertanding. Dan, wasit pun juga harus sportif dalam memimpin pertandingan,” pungkasnya. Hal senada juga diutarakan oleh Ketua Panitia Kejurnas Voli antar klub U-17, Ngadino, bahwa ada beberapa alasan kenapa diadakan di GOR Dimyati untuk menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior di Kota Tangerang. “Pertama untuk menghidupkan kembali klub bola voli amatir sebagai ujung tombak, kedua memperkenalkan Kota Tangerang di event tingkat Nasional, dimana Kota Tangerang ini memiliki berbagai sarana yang lengkap untuk menyukseskan kejuaraan,”imbuhnya Ngadino juga berterimakasih kepada PBVSI Provinsi Banten dan Koni Provinsi Banten yang telah memberikan kepercayaan kepada KONI Kota Tangerang untuk menyelenggarakan Kejurnas Bola Voli.(pah/adt)

Ketatnya Kompetisi JJBC 2017, Cakra Sakti Sukses Kalahkan Jetz di KU-7

Pemain-Jetz-KU-7-(putih)-yang-lepas-dari-kawalan-pemain-Cakra-Sakti-(merah)

H-1 menjelang partai puncak JJBC 2017, mempertandingkan Jetz melawan Cakra Sakti pada kategori KU 7, di Jetz Stadium, Gading Serpong, Sabtu (16/12). Quarter pertama, baik itu Jetz maupun Cakra Sakti bermain dengan sangat ketat. Quarter pertama pun, berakhir dengan skor sama kuat, yakni 2-2. Pada quarter kedua, Cakra Sakti mulai menemukan kepercayaan diri dalam bermain. Jayden bernomor punggung 9, menjadi motor serangan Cakra Sakti dan membawa Cakra Sakti unggul di quarter kedua dengan 4-8. Pada quarter ketiga, pertandingan kembali ketat. Jetz melalui pemain Faid nomor 11, menjadi penggerak serangan Jetz. Namun, tambahan tiga poin Jetz, masih belum bisa merubah ketertinggalan Jetz. Skor quarter tiga, menjadi milik Cakra Sakti dengan perolehan poin 7-10. Sementara itu pada quarter penentuan, kedua tim bersemangat untuk mendulang poin. Saling berbalas poin, tak terbendung pada pertandingan ini. Jayden pemain Cakra Sakti nomor 9 dan Faid pemain Jetz nomor 11, menjadi penyumbang poin terbanyak bagi masing-masing tim. Di satu menit akhir pertandingan, nuansa tekanan terasa semakin ketat. Dengan penuh drama, Cakra Sakti akhirnya berhasil menang dengan skor 13-16. Pelatih Cakra Sakti, Rendy mengatakan, harus memaksimalkan istirahat untuk pertandingan final. Dan, masih ada evaluasi untuk partai final. “Defense mereka harus ketat banget. Saya sudah punya feeling di final bertemu Jetz, dan terbukti besok di final melawan Jetz lagi. Ada strategi khusus buat besok final, kita liat aja besok,” tuturnya. Sementara, dipertandingan sebelumnya di kategori yang sama yakni KU 7, Rockstar berhasil mengalahkan Warriors dengan skor 17-0.(pah/adt)

Duet Efrael Dan Jaden Berhasil Membawa Jetz Menang Atas Phoniex KU-9 di JJBC 2017

Pemain-Jetz-KU-9,-Efrael-(putih)-menjadi-motor-serangan-Jetz-untuk-mendulang-poin.

Pertandingan ke-49 di JJBC 2017 season 3, mempertemukan Jetz melawan Phoniex di KU-9, di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang, Sabtu (16/12). Jetz langsung mengambil inisiatif serangan di quarter pertama. Efrael dan Jaden saling menyumbangkan poin untuk Jetz. Jetz pun, memimpin dengan skor 17-4. Di quarter kedua, Jetz merubah kompisisi pemainnya. Hasilnya, Phoniex mampu menambah 12 poin dan memperkecil ketinggalan menjadi 22-16. Pada quarter ketiga, Phoniex terus berusaha memperkecil ketinggalan poin. Dan, bermain dengan penuh semangat. Poin demi poin, berhasil disarangkan pemain Phoniex. Quarter tiga pun, ditutup dengan skor 30-24. Di quarter keempat, Jetz mulai panas dan kembali menjauh dengan tambahan poin demi poin. Efrael nomor 1 dan Jaden nomor 8, menjadi duet bagi Jetz untuk mendulang poin. Sementara itu, Phoniex mencoba bermain dengan penuh semangat guna memperkecil jarak ketertinggalannya. Tembakan tiga poin, Efrael memperlebar jarak Jetz dan mengunci kemenangan dengan skor 52-31. Di pertandingan berikutnya, Gading Muda meraih kemenangan kedua dengan skor 17-21, ketika berhadapan dengan Rockstar Gym. Pelatih Gading Muda, Calvin mengatakan, permainan anak asuhnya makin hari makin baik. Dan, peringkat tiga di JJBC 2017 akan menjadi pemicu semangat anak-anak untuk berlatih dengan giat. “Pastinya banyak evaluasi yang harus diperbaiki. Peringkat ketiga, bisa dikatakan belum puas, tapi better bisa menjadi semangat anak-anak berlatih dengan giat demi meraih hasil yang bagus. Ditambah, ada tiga orang yang akan naik ke level usia 12 untuk Kejurda regional,” jelas Calvin.(pah/adt)

Jetz Tunggu Indonesia Falcon di Final KU-12 Boys JJBC 2017

Pemain-Jetz,-Marsello-(kuning)-berusaha-melepaskan-passing-dari-hadangan-pemain-Cakra-Sakti.

Di kategori KU-12 Boys JJBC 2017 sudah mendapatkan dua tim terbaik yang akan berlaga di babak grand final, pada Minggu (17/12) besok. Kedua tim itu yakni, Jetz dan Indonesia Falcon. Di babak semi final, Indonesia Falcon memastikan tiket final lebih awal, setelah mengandaskan perlawanan Eagles Academy dengan skor 44-16. Pelatih Indonesia Falcon, I Made Indrawan mengatakan, ajang ini sebagai pemanasan pemainnya untuk mengikuti event basket DBA. Di final nanti, diharapkan mental pemainnya bisa bagus karena akan menghadapi tuan rumah. “Kalau dari permainan sudah cukup bagus, hanya saja mental mereka harus terus diasah. Ini sangat bagus buat pemanasan mereka nanti di DBA tahun depan. Di final, saya rasa tak ada strategi khusus, saya ingin pemain semua bermain dengan enjoy,” paparnya. Setelah pertandingan Indonesia Falcon melawan Eagles Academy berakhir dan dimenangkan Indonesia Falcon. Semi final kedua KU-12 Boys JJBC 2017 mempertemukan antara Cakra Sakti melawan Jetz. Jetz yang lebih dominan dalam bermain menyerang, tak bisa dibendung oleh pemain Cakra Sakti dari quarter pertama hingga keempat. Alhasil, Jetz yang mendapat suntikan tenaga dari para suporter berhasil menang dengan skor meyakinkan 45-16. Pelatih Jetz KU-12 Boys, Eka Putra mengatakan, sebelumnya sudah bertemu dengan Indonesia Falcon. Meski begitu, tak ada strategi khusus untuk anak asuhnya. Eka lebih condong, akan mengevaluasi permainan anak-anak yang terlalu terburu-buru. “Tadi anak-anak main terlalu terburu-buru dan defense masih sedikit kendor. Di final besok, akan kami perbaiki. Menghadapi Indonesia Falcon, saya rasa tak ada strategi khusus, para pemain cukup bermain enjoy saja,” ungkap Eka.(pah/adt)

Lolos Ke Babak Final KU-16 Boys, Jetz Di Tunggu Metro Starlight

Pemain-Hang-Tuah-(Hitam)-berusaha-meloloskan-diri-dari-pemain-Jetz-(Kuning)

Menyandang predikat tuan rumah, Jetz berhasil mengantongi tiket final di ajang Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) 2017. Jetz telah menaklukkan tim Hang Tuah di babak semi final hari ini (16/12). Quarter satu, Jetz memimpin dengan skor 11-9. Memasuki quarter dua, pertandingan mulai panas ketika Hang Tuah mengejar skor Jetz. Bahkan, Hang Tuah berhasil memimpin dengan skor 15-16. Zenn dari Hang Tuah berhasil memberikan 2 poin dari lay upnya. Di 2 detik akhir, Jetz pun mencetak 3 poin hingga quarter kedua ditutup dengan skor 19-20. Jetz berusaha menyamakan kedudukan dan berhasil di quarter ketiga. Jetz kembali memimpin dengan skor 36-28. Babak quarter empat pun, Hang Tuah tidak bisa menahan kekuatan tim Jetz hingga skornya tertinggal jauh, 41-28. Usaha Hang Tuah untuk membalap skor pun gagal. Jetz lolos ke babak final setelah mengalahkan Hang Tuah dengan skor 45-32. Coach Faisal dari Hang Tuah beranggapan bahwa Jetz lebih siap dan harus meningkatkan permainan dengan pemain-pemain baru. “Jelas ya musuhnya lebih siap cuma mental anak-anak yang gak siap. Perlu latihan dan ini pengalaman buat pemain-pemain yang baru,”tuturnya Jetz akan bertemu dengan tim Metro Starlight dipartai final besok. Di pertandingan sebelumnya untuk KU-16, Metro Starlight mengalahkan tim The Hawk dengan skor 34-39. Kedua tim ini bertanding dengan sengit. Namun, The Hawk harus merelakan tiket untuk maju ke babak final.(put/adt)

Eagles Academy Kunci Juara Tiga Pasca Taklukan Cakra Sakti Pada JJBC KU-12 2017

Pemain-Cakra-Sakti-(merah)-mencoba-menerobos-pertahanan-Eagles-Academy

Perebutan juara tiga JJBC 2017 di kategori KU-12 Boys yang mempertemukan antara Eagles Academy melawan Cakra Sakti di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang, Minggu (17/12). Kedua tim, sama-sama menunjukan performa terbaiknya yang ingin merebut juara tiga di JJBC 2017. Cakra Sakti bermain dengan kekuatan terbaiknya, seperti biasanya cenderung bermain menyerang. Sementara, Eagles lebih condong melakukan defense. Alhasil, quarter pertama menjadi milik Cakra Sakti dengan skor 5-10. Pada quarter kedua, Cakra Sakti terus bermain menyerang. Sedangkan, Eagles sesekali melakukan percobaan three point shoot namun kandas. Eagles yang terus mendapatkan tekanan dari pemain Cakra Sakti, namun quarter kedua masih menjadi milik Cakra Sakti dengan keunggulan 10-18. Lalu di saat quarter tiga di mulai, pemain Eagles terus berusaha untuk memperkecil jarak keunggulan dengan Cakra Sakti. Pemain Eagles, Ryan nomor 8 menjadi pemimpin serangan rekan-rekannya. Cakra Sakti di quarter tiga ini cenderung, lebih banyak ditekan. Defense mereka tak begitu baik. Hal ini mampu dimanfaatkan dengan baik, oleh pemain Eagles dan menutup quarter tiga dengan skor 21-23. Babak penentuan atau quarter keempat, menjadi penentuan bagi kedua tim. Terlebih Eagles hanya tertinggal dua poin dari Cakra Sakti. Permainan semakin ketat dan alot, saling jual beli serangan tersaji. Semangat juang dan pantang menyerah Eagles terbayarkan sudah. Satu menit akhir, Eagles memimpin dengan keunggulan 29-28. Keunggulan ini berhasil dipertahankan hingga akhir quarter keempat. Dan hasilnya, Eagles berhasil meraih peringkat tiga di JJBC 2017. Pelatih Eagles Academy, Fajar Kusumasari mengapresiasi semangat juang anak asuhnya. “Tiga quarter tertinggal, karena defense anak-anak masih kurang. Tapi, semangat juang anak-anak sangat bagus. Motivasi mereka untuk meraih juara tiga sangat bagus. Kami akan evaluasi, dari defense dan fisik anak-anak,” paparnya. Pelatih Eagles ini pun, mengacungi jempol perhelatan JJBC 2017. Dan, akan kembali mengikuti JJBC di tahun depan. “JJBC sangat bagus buat jam terbang anak-anak. Kami tahun depan pasti akan ikut kembali, jika mendapat undangan,” tutupnya. (pah/adt)

Tampilkan Kerjasama Yang Baik, Membawa Jetz Menjadi Juara di KU-7 JJBC 2017

Cakra-Sakti-(putih)-melawan-Jetz-di-grand-final-KU-7-JJBC-2017.

Pertandingan kedua di JJBC 2017 mempertemukan Cakra Sakti melawan Jetz di kategori KU-7 di babak grand final, Minggu (17/12). Ini merupakan partai ulangan, pada hari Sabtu (16/12) lalu. Dimana, Cakra Sakti sukses menang dengan perolehan skor 16-13. Tentunya, Jetz ingin membalas kekalahannya di babak grand final ini. Di quarter pertama, Jetz maupun Cakra Sakti bermain dengan penuh determinasi yang tinggi. Pemain Jetz tak ingin menelan kekalahan kembali dari Cakra Sakti. Quarter pertama berjalan dengan alot dan skor pun berakhir sama kuat yakni 2-2. Lalu pada quarter kedua, permainan semakin seru. Terlebih, kedua suporter saling memberikan yel-yel untuk menambah semangat pemain. Jetz dan Cakra Sakti sama-sama menekan. Pemain Jetz, Faid nomor 11 menjadi pembeda permainan Jetz dan membawa Jetz unggul di quarter kedua dengan skor 4-7. Pada quarter ketiga, Jetz semakin percaya diri dalam menyerang. Faio dan Edu nomor 10, saling bahu membahu membentuk strategi jitu untuk memberikan poin. Alhasil, Jetz masih memimpin dengan keunggulan 7-9. Di quarter keempat, merupakan babak penentuan bagi kedua tim untuk meraih juara di KU-7. Cakra Sakti melalui pemain Jayden nomor 9, terus memberikan tekanan bagi pemain Jetz. Defense bagus yang diperagakan Jetz, membuat Jayden tak bisa berkutik. Di satu menit akhir, Jetz memimpin dengan 10-11. Suporter kedua tim pun, semakin tegang. Terlebih selesih poin, hanya setengah bola. Namun, dengan disiplinnya pemain Jetz berhasil mempertahankan keunggulan. Sekaligus, menjadi juara di KU-7 dan berhasil revans dari kekalahan kemarin. Pelatih Jetz KU 7, Sugeng Hariyadi mengatakan, kunci keberhasilan timnya meraih juara yakni kerjasama tim. “Kunci kemenangan ini adalah kerjasama tim yang begitu baik. Kekalahan kemarin membuat kami, mengatur strategi dengan baik. Pemain Cakra Sakti nomor 9, Jayden berhasil kami kunci pergerakannya dan hasilnya sukses,” tuturnya. (pah/adt)