Hadapi Pra-musim 2019-2020, IBL Gelar Turnamen 3×3

Hasan Gozali mengatakan IBL bakal menggelar turnamen bola basket 3x3 atau tiga lawan tiga pada Juli 2019. (Adt/NYSN)

Jakarta- Indonesia Basketball League (IBL) bakal menggelar turnamen bola basket 3×3 atau tiga lawan tiga pada Juli 2019. Event ini dihelat sebagai kompetisi pramusim sebelum IBL musim 2019-2020 bergulir. Kompetisi tersebut rencananya berlangsung di lima kota, yakni Cirebon, Bandung, Yogyakarta, Bali dan Jakarta. Hasan Gozali, Direktur IBL, mengatakan turnamen 3×3 yang digelar pada tahun ini merupakan edisi kedua. Dan, ia memastikan kompetisi kali ini akan lebih meriah dari turnamen sebelumnya. Kompetisi 3×3 pertama kali digelar pada 2018, dan tim yang menjadi juara ketika itu adalah Satria Muda Pertamina. Disebutkan Hasan, pada tahun lalu, perusahaan transportasi nasional GoJek menjadi sponsor utama. “Saya yakin tahun ini akan lebih meriah penyelenggaraanya dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Hasan, di Jakarta, Kamis (30/5). Hasan menambahkan tim yang berhasil menjuarai kompetisi 3×3 IBL 2019 nantiny berhak mewakili Indonesia di FIBA 3×3 World Tour Master, di Jeddah, Arab Saudi, pada 18-19 Oktober 2019. Seperti edisi 2018, ungkap Hasan, turnamen tahun ini akan diikuti klub-klub Liga Bola Basket Indonesia. Menurutnya, satu klub boleh mengirim dua tim, dimana satu tim terdiri atas empat hingga enam pemain. “Kalau ada yang (kirim) dua silahkan, sama dengan season lalu. Kuota kami sediakan 18 tim dan grand final diselenggarakan Jakarta,” tutur Hasan. Kompetisi 3×3 ini dihelat guna memberikan kesempatan kepada klub dan pemain agar tetap bugar di tengah libur kompetisi. Adapun jadwal kompetisi musim 2019-2020, pihak IBL belum bisa memastikan. Namun kemungkinan besar akan bergulir usai penyelenggaraan SEA Games 2019 Filipina, pada akhir November hingga awal Desember nanti. “Musim depan belum bisa pastikan karena bentrok dengan SEA Games. Nanti akan kami matangkan lagi,” jelas Hasan. Dalam kesempatan itu, Hasan mengapresiasi Harja Jaladri, salah satu wasit FIBA Indonesia yang akan bertugas pada Piala Dunia Basket atau FIBA World Cup 2019, di China, pada 21 Agustus hingga 15 September 2019. Diterangkan Hasan, Harja merupakan satu dari 56 wasit yang terpilih sebagai pengadil dilapangkan pada ajang bergengsi tersebut. “Ini merupakan sebuah pencapaian yang sungguh luar biasa dan membanggakan. Kami hanya ingin mengapresiasi kerja keras dan dedikasi yang bisa mengharumkan nama bangsa,” cetusnya. Ke depan, ia berharap akan ada banyak wasit asal Indonesia yang terpilih memimpin pertandingan pada kejuaraan dunia tersebut. Saat ini, lanjutnya, Indonesia sudah memiliki lima wasit yang mengantongi lisensi FIBA. “Saya harap ini bisa jadi motivasi bagi wasit lain untuk meraih capaian seperti itu,” tuturnya. Senada, Harja juga berharap keberhasilannya terpilih sebagai wasit Piala Dunia FIBA dapat memacu wasit-wasit Indonesia lainnya untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan di lapangan. “Saya berharap dengan adanya beberapa wasit Indonesia yang memimpin di Asia, dan saya memimpin di kejuaraan dunia. Semoga ada banyak orang juga yang tertarik menjadi wasit,” tukas Harja. (Adt)

FPTI Tentukan 10 Atlet Pelatnas Hasil Promosi dan Degradasi untuk Perebutkan Tiket Olimpiade 2020 Tokyo

Atlet panjat tebing Rivaldi Ode R (Bali) menjadi salah satu atlet yang disiapkan untuk memperebutkan tiket Olimpiade 2020. (FPTI)

Jakarta- Setelah melalui tahap pemusatan latihan nasional (Pelatnas) sejak awal Februari 2019 serta melakoni beberapa laga di luar negeri, tim pelatih dan manajemen Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) telah menentukan 10 atlet yang akan memperebutkan tiket ke Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang. Dibagian putra terpilih lima atlet yang akan mewakili Indonesia. Yakni Alfian M Fajri (Jawa Tengah), Aspar Jaelolo (DKI Jakarta), Fathur Roji (Jawa Timur), Rivaldi Ode R (Bali), dan Sabri (Kalimantan Utara). Dan dibagian putri yaitu Aries Susanti Rahayu (Jawa Tengah), Nurul Iqamah (Nusa Tenggara Barat), Fitria Hartani (Jawa Timur), Salsabila (Jawa Barat), dan Choirul Umi (Jawa Timur). Selama berlatih, para atlet ini akan didukung dua atlet sebagai sparring partner yakni Jamal Alhadad (Kalimantan Timur) dan Rahmayuna Fadillah (Daerah Istimewa Yogyakarta). Ada pula atlet yang terdegradasi yakni Temi Teli Lasa (Bali) dan mengundurkan diri yakni Agustina Sari (Jawa Tengah). Sehingg terpilih atlet berbakat dengan kriteria yang sudah ditetapkan serta terukur, misalnya catatan prestasi dan peringkat nasional. Pristiawan Buntoro, Manajer Tim Panjat Tebing Indonesia, mengatakan 10 atlet tersebut terpilih seiring berjalannya Pelatnas sejak Februari dan try out di empat seri Worldcul di Swiss, Rusia, dan China. “Pelatnas ini konsentrasinya untuk prakualifikasi Olimpiade. Laga di luar negeri kemarin untuk mengukur kemampuan para atlet setelah berlatih keras di Pelatnas,” ujar Pristiawan. Tim panjat tebing telah kembali ke Indonesia dan langsung disambung latihan yang lebih intensif. Fokus tim panjat tebing dalamberlatih adalah mempertahankan keunggulan di nomor speed, sembati memperkuat nomor lead dan boulder lantara Olimpiade Tokyo mempertandingkan nomor combined. Dijelaskannya, tiga event penentu lolos atau tidaknya telah menghadang di depan mata yakni seleksi di World Championship pada Agustus 2019, prakualifikasi Olimpade pada November, dan satu event lagi pada Mei 2020. “Untuk Agustus nanti kami bisa mengirimkan lima atlet putra dan putri untuk ikut event. Untuk single event di November ada syarat khusus yakni hanya atlet yang masuk peringkat 20 dunia di kategori speed, atau lead, atau boulder yang berhak ikut seleksi,” lanjutnya. Dan, berdasarkan peringkat dunia, baik di nomor speed world record putra dan putri Indonesia telah mengamankan masing-masing tiga dan dua atlet. Di kategori putra atlet yang masuk peringkat 20 besar dunia yakni Alfian M Fajri di peringkat lima, Aspar Jaelolo peringkat tujuh, dan Fathur Roji peringkat sembilan. Sementara, di nomor putri Aries Susanti Rahayu bertengger di peringkat empat dunia dan Nurul Iqamah di peringkat 20. (Adt)

Pertajam Rekor Nasional di Jepang, Lalu Muhammad Zohri Lolos Olimpiade 2020

Sprinter berusia 18 tahun Lalu Muhammad Zohri lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang setelah meraih medali perunggu di Seiko Grand Prix 2019, Minggu (19/5). (idntimes)

Jakarta- Sprinter muda Indonesia Lalu Muhammad Zohri berhasil lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Torehan itu didapat setelah ia meraih medali perunggu nomor 100 meter di ajang Seiko Grand Prix 2019, Osaka, Jepang, pada Minggu (19/5), dengan catatan waktu 10,03 detik. Hasil itu sekaligus mempertajam rekor nasional (Rekornas) yang selama ini dipegangnya yakni 10,15 detik. Rekornas sendiri dipecahkan pria kelahiran Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), 1 Juli 2000 itu pada Kejuaraan Atletik Asia 2019, di Doha, Qatar, Senin (21/4). Rekor sebelumnya dipegang Suryo Agung dengan catatan waktu 10,17 detik serta bertahan selama 10 tahun. Sedangkan medali emas Seiko Grand Prix 2019 diraih Justlin Gatlin (Amerika Serikat). Sprinter dunia pemegang medali emas Olimpiade 2004 dan medali perak Olimpiade 2016 itu membukukan catatan waktu 10,00 detik. Diikuti Yoshinide Kiryu (Jepang) yang mencetak waktu 10,01 detik, dan berhak atas medali perak. Dengan prestasi gemilang yang dicetak Zohri tersebut membuat dirinya dipastikan berlaga di Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. “Lalu Zohri fix lolos ke Tokyo karena catatan waktunya di Osaka masuk limit. Limit Olimpiade itu 10,05 detik. Kejuaraan di Osaka masuk kualifikasi Olimpiade,” ungkap Hendri Firzani, Humas PB (Pengurus Besar) PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia), pada Minggu (19/5). Zohri telah membuktikan dirinya mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Jika konsisten, bukan tidak mungkin, anak didik Eni Nuraeni itu berpulang memberikan medali bagi Indonesia di ajang pesta olahraga terbesar sejagat di Negeri Sakura pada 2020. (Adt)

Tampil All-Out, Gloria Emanuelle Optimis Ganda Campuran Atasi Inggris dan Denmark

Gloria Emanuelle Widjaja optimis ganda campuran Indonesia mampu mengatasi wakil Inggris dan Denmark di Piala Sudirman 2019. (Dok. Humas PBSI)

Nanning- Tim Piala Sudirman Indonesia sudah tiba di Nanning, China, pada Rabu (15/5) malam. Skuat Garuda akan berhadapan dengan dua negara Eropa di babak penyisihan grup B Piala Sudirman 2019 yakni Inggris dan Denmark. Penyisihan berlangsung pada Minggu (19/5), dan dimulai dengan laga Indonesia melawan Inggris. Gloria Emanuelle Widjaja, pemain spesialis ganda campuran, mengaku optimis tim ganda campuran mampu mengatasi wakil Inggris dan Denmark. Pasukan Pelatnas PBSI Cipayung membawa tiga wakil ganda campuran yaitu Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, dan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow. Sedangkan Inggris juga membawa tiga pasangan ganda campuran yaitu Chris Adcock/Gabrielle Adcock, Marcus Ellis/Lauren Smith dan Ben Lane/Jessica Pugh. Berdasarkan catatan, Hafiz/Gloria punya rekor imbang 1-1 melawan Duo Adcock, unggul 1-0 atas Lane/Pugh serta belum pernah bertemu dengan Ellis/Smith. Sementara tim Denmark diperkuat pasangan Niclas Nohr/Sara Thygesen. Kendati begitu, hingga hari ini, dalam daftar pemain Denmark tidak ada nama pasangan Mathias Bay-Smidt/Rike Soby yang merupakan Juara Swiss Open 2019. Namun nama Soby masuk di tim inti, begitu pula Mathias Christiansen yang sebelumnya berpasangan dengan Christinna Pedersen yang telah gantung raket. “Kami sudah pernah ketemu Adcock/Adcock, pernah menang dan pernah kalah. Kalau wakil Denmark, kami belum pernah ketemu. Pasangan Eropa kurang lebih sama tipe permainannya, yang penting itu kami di lapangan. Saya optimis tim ganda campuran bisa mengatasi Inggris dan Denmark,” ujar Gloria mengomentari laga penyisihan. Disisi lain, jelang keberangkatan ke Negeri Tirai Bambu, Hafiz/Gloria tak punya banyak waktu untuk melakukan persiapan karena baru saja kembali dari New Zealand Open 2019. “Persiapan kami cuma sekitar tujuh hari saja. Mau nggak mau, kami di tim ganda campuran mencoba untuk total dalam sisa hari persiapan itu, yang paling penting kami harus all-out di lapangan,” lanjutnya. “Persiapan khusus memang ada, kalau saya pribadi, masih terus program penguatan tangan, baik itu untuk menyerang atau defense dan koreksi kekurangan di pertandingan-pertandingan sebelumnya. Di turnamen-turnamen sebelumnya itu ada evaluasinya, sehingga dari evaluasi itu yang saya tingkatkan lagi, pelajari lagi selama latihan,” tambah Gloria. Diketahui, capaian yang diraih Hafiz/Gloria di beberapa turnamen belakangan membuat rasa percaya diri mereka meningkat. Di German Open 2019, Hafiz/Gloria finis sebagai runner up. Pasangan rangking enam dunia ini juga menjadi semifinalis di India Open 2019, Singapore Open 2019, serta New Zealand Open 2019. “Hasil yang didapat tim ganda campuran di beberapa turnamen terakhir mungkin jadi pertimbangan kalau ganda campuran juga bisa dijadikan andalan dapat poin. Memang hasilnya lumayan, nggak terlalu timpang dengan yang lain, jadi rasa percaya diri kami meningkat. Kami punya kans juga untuk sumbang poin. Kalau pede itu harus dong, pelatih kami (Richard Mainaky) juga sudah punya analisis, siapa yang kira-kira akan turun dan bagaimana cara menghadapi lawan,” cetus pemain binaan PB Djarum Kudus itu. “Jujur, saya yakin tim Indonesia bisa juara grup. Kalau ada yang bilang ada peluang juara, amien. Mohon doanya supaya kami bisa dapat hasil terbaik. Walaupun saingan kami berat-berat seperti China dan Jepang, namun tidak ada yang tidak mungkin selagi kita berusaha dan timnya solid,” tukas pemain berusia 25 tahun itu. (Adt)

Gelar Juara Piala Sudirman 2019 Bisa Jadi Kado HUT PBSI Terindah

Ketua Umum PP PBSI Wiranto bersama pengurus dan tim Piala Sudirman saat merayakan HUT PBSI di Hotel Century Senayan, Jakarta, Sabtu (11/5). (Dok. Humas PBSI)

Jakarta- Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-68 yang jatuh pada 5 Mei 2019, dan baru dirayakan pada Sabtu (11/5), di Hotel Century Senayan, Jakarta. Disisi lain, kurang dari sepekan, tim bulutangkis Indonesia akan berlaga di Piala Sudirman 2019, di Nanning, China, pada 19-26 Mei mendatang. Dijadwalkan Hendra Setiawan dan kawan-kawan akan bertolak ke Negeri Tirai Bambu pada Rabu (15/5). Diharapkan Indonesia bisa membawa pulang gelar juara turnamen bergengsi nomor beregu tersebut sebagai kado HUT PBSI terindah. “Semoga tim Indonesia dapat merebut kembali Piala Sudirman pada tahun ini. Piala Sudirman itu tentunya akan menjadi kado yang terindah. Tapi memang tidak mudah untuk bisa meraih gelar juara. Keahlian saja tidak cukup, namun juga harus memiliki semangat, mental baja, dan tekad kuat untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi lawan,” ujar Wiranto, Ketua Umum PP PBSI. Selain itu, pria yang menjabat Menkopolhukam (Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan) tersebut menyebut terdapat beberapa faktor non teknis yang harus selalu dijaga seperti kekompakan, kebersamaan, komunikasi, dan keterbukaan dalam tim. “Saya minta kepada manajer dan official tim agar faktor non teknis itu selalu diperhatikan dan dibangun terus. Semoga tahun ini Indonesia bisa merebut dan membawa pulang kembali Piala Sudirman ke Tanah Air,” lanjut Wiranto. Di kesempatan yang sama, Achmad Budiharto, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PP PBSI, mengungkapkan terdapat milestones utama PBSI di usianya ke-68 ini. “Usia ke-68 adalah usia yang cukup matang bagi organisasi. Mudah-mudahan PBSI menjadi organisasi yang kuat dan solid baik dalam pembinaan maupun prestasi,” terang Budiharto. Ia juga berharap di hari jadinya PBSI ke-68 ini bisa mendapat kebanggaan berupa gelar juara di Piala Sudirman, Kejuaraan Dunia, serta meloloskan sebanyak mungkin pemain ke Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Khusus Piala Sudirman 2019, pria yang juga menjabat sebagai Chief de Mission (CdM) itu, meminta semua pemain yang diturunkan bisa tampil semaksimal mungkin. “Saat ini tiga nomor andalan kami masih di ganda putra, tunggal putra dan ganda campuran. Nomor ganda putri pun bisa dibilang andalan meskipun kami hanya membawa satu pasangan tetap yaitu Greysia/Apriyani, karena penampilan mereka yang paling stabil. Kami pun berharap ada kejutan dari tim tunggal putri,” ungkap Budiharto. Sementara itu, Hendra Setiawan, Kapten Tim Piala Sudirman 2019, mengaku optimis timnya bisa meraih hasil maksimal. “Semua bisa terjadi di pertandingan, apalagi di pertandingan beregu. Hasilnya tidak bisa ditebak. Tapi, kami di tim semuanya harus optimis dulu,” tutur Hendra. Di Piala Sudirman 2019, Indonesia menurunkan kekuatan penuh dengan total 20 pemain yang terdiri dari 12 pemain putra dan delapan pemain putri. Pemain putra yakni Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Tontowi Ahmad, Praveen Jordan dan Hafiz Faizal. Sedangkan pemain putri diantaranya Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Melati Daeva Oktavianti, Gloria Emanuelle Widjaja dan Winny Oktavina Kandow. (Adt)

Ini Rekomendasi BOPI untuk Penyelenggaraan Kompetisi Sepak Bola Liga 1

BOPI melalui Ketua Umum Richard Sambera mengeluarkan surat rekomendasi penyelenggaraan Liga 1 2019 kepada PT LIB. (Adt/NYSN)

Jakarta- Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) memberikan surat rekomendasi untuk penyelenggaraan Liga 1 2019. Acara penyerahan surat rekomendasi juga dibarengi penyerahan pakta integritas dari PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator kompetisi, dan perwakilan klub serta suporter kepada BOPI, di Media Center Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga), Senayan, Jakarta, Jumat (10/5). Rekomendasi itu diberikan terkait dengan telah selesainya verifikasi yang dilakukan BOPI sejak pengajuan PT LIB pada April 2019. Dalam kesempatan itu, Richard Sambera, Ketua Umum BOPI menyampaikan harapannya terkait penyelenggaraan liga sepak bola kasta tertinggi di Indonesia tersebut. “Pertama, BOPI berharap bahwa operator dalam hal ini PT Liga Indonesia Baru (LIB) bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab agar tidak ada kekacauan disekitar pertandingan sehingga setiap pertandingan berjalan dengan aman dan nyaman untuk seluruh keluarga Indonesia,” ujar Richard. Kedua, ungkap Richard, PSSI sebagai lembaga atau federasi yang menaungi persepak bolaan Indonesia harus tegas dan mampu memberikan pengadil (wasit) yang berintegritas. Ia melanjutkan, ketiga, klub-klub berkompetisi dan berbisnis dengan profesional sehingga tidak ada lagi kejadian penunggakan gaji pemain. “Keempat, kepada pemain kedepankan sportif dan memberikan contoh kepada masyarakat dan suporter untuk saling menghormati,” terang pria berusia 47 tahun. Dan, kelima, sebut Richard, para suporter jangan anarkis, rasis, dan tawuran, semua hendaknya duduk damai menikmati dengan aman dan nyaman. “Terakhir, pesan kepada media massa hendaknya dapat terus memberitakan dengan baik agar kompetisi dapat berjalan dengan tajam dalam suasana yang kondusif,” tegas peraih medali perak kejuaraan dunia renang 2000, di Hong Kong. Richard menjelaskan BOPI telah melakukan verifikasi semua klub yang akan berlaga di Liga 1 sesuai kewenangan yang dimiliki institusi yang dipimpinnya tersebut, sehingga hasilnya rekomendasi dapat dikeluarkan. “Saya menyampaikan harapan kepada semua yang terlibat, mari kita sukseskan Liga 1 tahun 2019 ini dan semoga menjadi liga tersukses sepanjang sejarah,” tutur Richard. Sedangkan Dirk Soplanit, Direktur Interim PT LIB, mengatakan dengan keluarnya surat rekomendasi dari BOPI, maka Liga 1 bisa dipastikan segera bergulir pada 15 Mei mendatang, dimana kick off pertama akan mempertemukan PS Sleman dengan Arema FC. “Alasan kedua klub ini sebagai laga pembuka kompetisi karena juara Liga 1 tahun 2018 Persija ada agenda AFC, sementara durasi jadwal tahun ini sangat mepet yaitu berakhir 22 Desember, maka kick off tanggal 15 Mei mempertandingkan Juara Liga 2 dengan Juara Piala Presiden,” jelas Dirk. Sementara itu, terkait PT LIB yang belum menunaikan kewajiban pembayaran kepada sejumlah klub pada musim lalu, Dirk menyebut akan segera diselesaikan sesuai komitmen. “Kalau bicara soal utang piutang. Sebagai sebuah korporasi, karena LIB ini sebuah PT, maka utang piutang itu sesuatu yang biasa dan wajar saja. Namun sampai sejauh mana utang itu dapat diselesaikan dengan baik, dan pada saatnya diselesaikan sesuai dengan komitmen,” tukas Dirk. (Adt)

Gelar Kejuaraan Boling Internasional di Sumsel, PBI Ingin Pecahkan Rekor Peserta Terbanyak

Pengurus PB PBI periode 2018-2022 usai dilantik Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Palembang- Pengurus Besar (PB) Persatuan Boling Indonesia (PBI) akan menggelar kejuaraan boling internasional di kompleks Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), pada 16-24 November 2019. Herman Deru, Gubernur Sumsel, mengatakan Sumsel sudah siap menjadi tuan rumah kejuaraan boling internasional pada November mendatang. “Sumsel sudah siap karena arena boling di Jakabaring sudah berskala internasional,” ujar Herman di Palembang, Rabu (8/5). Menurut Percha Leanpuri, Ketua Umum PB PBI, ratusan atlet terbaik dari puluhan negara bakal mengikuti event internasional ini. “Indonesia menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya setelah 1980 dengan memaksimalkan penggunaan fasilitas boling di Jakabaring yang merupakan terbaik di kawasan Asia,” terang Percha. Diungkapkannya, sesuai regulasi, setiap negara dibatasi mengirim masing – masing satu atlet putra dan putri terbaik. “Target minimal 65-75 negara. Kami juga optimis akan diikuti setidaknya 150 peserta,” lanjutnya. Disisi lain, Kurmin Halim, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PBI Sumsel, pihaknya akan menggencarkan promosi mengenai kejuaraan internasional ini ke luar negeri, baik di kawasan Asia, Eropa, maupun Timur Tengah. “Harapan kami peserta bisa mencapai seratusan negara di dunia. Kalau ini tercapai, kita ingin pecahkan rekor peserta terbanyak yang selama ini dipegang Singapura dengan 98 negara,” tutur Kurmin. (Adt)

Buktikan Janji, Priscilla Raih Kemenangan Dalam Kondisi Cedera di Ajang One Championship

Petarung putri Priscilla Hertati Lumban Gaol meraih kemenangan di ajang ONE: For Honor di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (3/5) malam. (Adt/NYSN)

Jakarta- Petarung putri Indonesia Priscilla Hertati Lumban Gaol membuktikan dirinya sebagai seorang petarung sejati Mixed Martial Arts (MMA). Meski mengalami cedera, namun perempuan kelahiran Jakarta, 16 Mei 1988 itu sukses meraih kemenangan di ajang ONE: For Honor di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (3/5) malam. Ia meraih kemenangan unanimous decision setelah menjatuhkan petarung asal Kamboja, Nou Srey Pov, di akhir ronde ketiga di partai kesepuluh One Championship, pada kelas atomweight. Sepekan sebelum laga, ia memang tak sabar dan berjanji akan menghempaskan Nou Srey Pov di atas ring. “Perasaan pasti senang. Karena ini pertama kali Mama (ibu) datang nonton saya selama kurang lebih 13 tahun menjadi atlet. Saya tidak tahu karena ketika saya pulang ke rumah sebelum berangkat ke hotel, saya bilang ke Mama, mau nonton nggak? Tapi, Mama cuma bilang berdoa saja dari rumah. Jadi surprise Mama bisa datang karena tidak kasih tahu saya,” ujar Priscilla usai tarung. Kehadiran sang Mama bersama keluarga, diakui mantan atlet Wushu ini memberikan motivasi besar bagi dirinya dalam mengarungi laga di atas ring. “Kehadiran Mama membuat saya lebih termotivasi. Padahal, kalau mau jujur, dua hari sebelum pertandingan saya cedera, kaki kiri saya tidak bisa napak. Tapi, saya tidak boleh menunjukkan ke lawan kalau saya cedera. Harus saya paksakan bertanding,” lanjutnya. Diakui Priscilla, lawan yang dihadapi memiliki stamina yang kuat, terlebih Nou Srey Pov masih berusia muda, membuat semangatnya masih tinggi. “Saya tahu kemampuan lawan itu dari YouTube. Dia sangat kuat dan masih muda secara usia jauh dari saya,” tuturnya. Bagi Priscilla, ini merupakan kemenangan keenam dari sebelas pertandingannya di ajang kejuaraan tarung bebas One Championship. Kemenangan ini sekaligus menjadi tiket untuk menghadapi pertandingan bergengsi yaitu memperebutkan predikat juara dunia kelas atomweight dimana sebelumnya pada pertandingan di Istora Senayan, Jakarta, Januari lalu, mengalami kekalahan oleh petarung Puja Tomar. “Saya harus berlatih lebih keras lagi. Karena banyak orang yang ingin menjadi juara. Jadi saya harus latihannya lebih dari yang sekarang,” tegas perempuan yang akrab disapa Thathi itu. Sementara itu, dipertandingan lainnya, Adrian Mattheis juga sukses menghempaskan lawan. Petarung dari Indonesia Timur itu mengalahkan petarung asal India Himanshu Kaushik di detik akhir ronde pertama dengan submission. “Ini pertandingan yang sangat melelahkan. Tapi disini, saya punya rumah, ini Indonesia. Jadi apapun yang terjadi saya harus melakukan yang terbaik dan menang,” tutur Adrian. Pria yang akrab disapa Papua Badboy itu menyebut bila kemenanganya ini ia persembahkan untuk saudara-saudaranya di Sentani, Jayapura, Papua, yang belum lama ini dilanda musibah bencana alam banjir bandang. “Saya ingin persembahkan kemenangan ini untuk saudara-saudara saya di Sentani. Semoga mereka juga bisa bergembira dengan kemenangan yang saya dapat malam ini,” tambahnya. Usai laga ini, Adrian menegaskan dirinya akan berlaga lebih keras untuk menghadapi lawan-lawan selanjutnya. “Saya juga belum tahu lawan berikutnya yang akan saya hadapi. Tapi setelah ini saya harus latihan lebih keras dan baik lagi,” tukas Adrian. (Adt)

Inilah Susunan Pemain Terbaik Indonesia yang Akan Bertarung di Piala Sudirman 2019

Anthony Sinisuka Ginting (Dok. Humas PBSI)

Piala Sudirman akan segera digelar di Nanning, China, 19-26 Mei 2019, 20 pebulu tangkis putra putri terbaik Indonesia akan tergabung dalam kompetisi tersebut. Tim Indonesia terdiri dari 12 pemain putra dan 8 pemain putri, dari sektor tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran masing-masing membawa tiga wakil. Adapun tunggal putri mengirimkan dua wakil. Sedangkan ganda putri hanya membawa satu wakilnya saja yaitu pasangan Greysia Polii/ Apriyani Rahayu sementara satu pemain lainnya adalah Ni Ketut Mahadewi Istarani yang bisa saja diturunkan dengan Greysia atau Apriyani. “Pertimbangan susunan tim ini melihat dari kebutuhan tim seperti apa. Kami perkuat di sektor putra yang memang memiliki peluang untuk mengambil poin lebih besar,” kata Susy Susanti, Manajer Tim Indonesia yang dilansir dari kompas.com “Untuk pemain ganda putri, kami bawa yang terkuat, yaitu Greysia/Apriyani plus cadangan yang bisa cocok dipasangkan dengan Greysia/Apriyani,” tutur Susy. Menurut Susy Indonesia memiliki peluang untuk menjadi juara karena Indonesia berada di urutan 3/ 4 dalam daftar unggulan. “Kami sekarang unggulan 3/4, peluang untuk juara tetap ada. Kami maunya sih kali ini bisa membawa pulang Piala Sudirman ke Tanah Air,” kata Susy. Berikut ini daftar lengkap tim Indonesia pada Piala Sudirman 2019: Putra Jonatan Christie Anthony Sinisuka Ginting Shesar Hiren Rhustavito Kevin Sanjaya Sukamuljo Marcus Fernaldi Gideon Hendra Setiawan Mohammad Ahsan Fajar Alfian Muhammad Rian Ardianto Tontowi Ahmad Praveen Jordan Hafiz Faizal Putri Gregoria Mariska Tunjung Fitriani Greysia Polii Apriyani Rahayu Ni Ketut Mahadewi Istarani Gloria Emanuelle Widjaja Melati Daeva Oktavianti Winny Oktavina Kandow Sparring: Tania Oktaviani Kusumah Pelatih: Hendry Saputra Ho (tunggal putra) Rionny Frederik Mainaky (tunggal putri) Minarti Timur (tunggal putri) Herry Iman Pierngadi (ganda putra) Eng Hian (ganda putri) Richard Leonard Mainaky (ganda campuran) Ary Subarkah (pelatih fisik) Ricky Susiono (pelatih fisik) CDM : Achmad Budiharto Manajer Tim : Susy Susanti . (IHA)

Merpati Putih Open 2019 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka

Kejuaraan MP Open 2019 Piala Panglima TNI resmi dibuka oleh Ketua Umum Panitia Pelaksana DR. H. Abdul Kharis Almasyhari, Rabu (1/5). (Istimewa)

Jakarta- Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih (MP) Open 2019 yang diselenggarakan Perguruan Pencak Silat (PPS) Bela Diri Tangan Kosong (Betako) Merpati Putih di Gedung Olah Raga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, resmi dibuka, pada Rabu, 1 Mei 2019. Pembukaan Kejuaraan MP Open 2019 yang dilakukan Ketua Umum Panitia Pelaksana MP Open 2019 DR. H. Abdul Kharis Almasyhari, MM. AK ditandai dengan seremonial pemukulan gong. “Merpati Putih Open 2019 merupakan kejuaraan silat tingkat nasional yang juga diikuti peserta dari luar negeri. Ini merupakan suatu even untuk pembibitan atlet disamping untuk memupuk persatuan dan persaudaraan antar perguruan silat yang ujungnya adalah untuk pembinaan prestasi demi mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” ujar Abdul Kharis yang juga Ketua Komisi I DPR RI ini usai pembukaan MP Open. Abdul Kharis menegaskan, event MP Open 2019 ini memadukan tiga unsur yaitu Kompetisi, Edukasi dan Entertainment. Unsur Edukasi yang dimasukan dalam ajang ini yaitu dengan menggelar Seminar Parenting oleh psikolog, ahli olahraga dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan sasaran peserta adalah orang tua, guru dan pelatih. “Seminar Parenting ini dilakukan untuk mengarahkan orangtua bahwa anak-anak yang sehat itu berpeluang lebih tinggi berprestasi dibanding anak yang tidak sehat. Sehingga silat sebagai salah satu cabang beladiri dan olah raga dapat juga membuat anak berprestasi,” tegasnya. Sedangkan unsur Entertainment, lanjut Abdul Kharis, dengan menggelar Marching Band, Reog Ponorogo, Sisingaan, Silat Bercerita, Live Music oleh Grup Band disamping pencatatan Rekor MURI atas peragaan jurus tunggal oleh seluruh peserta MP Open. Menurut Abdul Kharis, saat ini jumlah peserta MP Open tercatat ada 1.615 pesilat dari 26 perguruan silat dari seluruh Indonesia disamping satu peserta dari perwakilan Singapura. Sementara itu, 15 provinsi yang berpartisipasi diantaranya: DKI Jakarta, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jambi, Lampung , Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Rangkaian kegiatan MP Open yang memperebutkan Piala Panglima TNI ini telah mulai dilaksanakan pada Sabtu, 27 April 2019. Dimana pada hari itu telah dimulai pemasalan dilanjutkan pada Selasa, 30 April dengan TM Prestasi. Dan, pada Rabu, 1 Mei ini langsung dilakukan tanding prestasi hingga 2 Mei 2019. Sedangkan pada 3-4 Mei akan dilakukan tanding pemasalan hingga closing ceremony yang juga akan dilaksanakan pada 4 Mei 2019. (Adt)

Adinda Larasati Perenang Terbaik FAI 2019, Ukir 7 Medali Emas dan 2 Rekornas

Adinda perenang terbaik putri dan Fadlan perenang terbaik putra bersama Harlin (Wakil Ketua Umum PB PRSI). (Istimewa)

Jakarta- Adinda Larasati Dewi dinobatkan sebagai perenang terbaik di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Renang bertajuk ‘Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2019, di Stadion Akuatik Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Adinda berhasil memecahkan dua Rekornas dan menyabet tujuh medali emas sekaligus membawa kontingen Jawa Timur (Jatim) sebagai juara umum FAI 2019. “Alhamdulillah bisa capai target dapat tujuh emas dan 2 Rekornas serta satu menyamai Rekornas. Kuncinya harus tetap berlatih, jangan pernah bosan,” ujar Adinda, Minggu (28/4). Sementara itu, Harlin Rahardjo, Wakil Ketua Umum PB (Pengurus Besar) PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia), mengatakan dengan adanya Rekornas dan Rekornas kelompok umur (KU) maka jenjang pembinaan berjalan dengan baik. “Alhamdulillah para perenang kita bisa memecahkan Rekornas dan Rekornas KU dan para pelatih serta pembina masing-masing patut di apresiasi. Di setiap kejuaraan muncul para perenang baru. Mudah-mudahan ini bisa jadi pemicu perenang muda yang lain,” tutur Harlin. Di klasemen umum perolehan medali kontingen Jatim tidak terkejar setelah mengoleksi 34 emas, 23 perak dan 19 perunggu. Kedua dihuni Jawa Barat (Jabar) dengan 21 emas, 21 perak, dan 15 perunggu. Ketiga milik DKI Jakarta dengan 21 emas, 17 perak, dan 27 perunggu. Keempat ditempati Bali dengan 19 emas, 29 perak, dan 20 perunggu. Dan, kelima Riau dengan 5 emas, 5 perak, dan 3 perunggu, serta keenam Jawa Tengah (Jateng) dengan 4 emas, 9 perak, dan 10 perunggu. Di hari terakhir, Minggu (28/4), Adinda mampu memecahkan Rekornas nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri dengan waktu 02 menit 12,84 detik atau mempertajam Rekornas lama miliknya sendiri yakni 02 menit 12,92 detik. Total Adinda mencetak dua Rekornas. Sebelumnya Rekornas 100 meter gaya kupu-kupu dan satu menyamai Rekornas di nomor 50 meter gaya kupu-kupu. Sedangkan perenang terbaik putra adalah Aflah Fadlan Prawira yang menyabet tujuh emas dan satu perunggu. Perenang terbaik grup-2 adalah Agung Sulaksono (14 tahun) asal Jat dengan koleksi lima emas dan dua perak. Untuk perenang terbaik putri grup-2 yakni Adelia (15 tahun) asal Jabar dengan raihan tiga emas serta tiga Rekornas kelompok umur. Perenang terbaik grup-3 putra adalah Bryan Haganta Tarigan (DKI) dengan 4 emas, 4 perak, dan perenang terbaik putri yaitu Ni Putu Pande Lisa Primasari (12 tahun) asal Bali dengan 4 emas, 3 perak. Selain itu, Adinda juga menyumbang emas nomor 1500 gaya bebas putri (Jatim) dengan waktu 17 menit 20,77 detik dan kedua Azzahra Permatahani (Riau) dengan catatan waktu 17 menit 45,42 detik serta ketiga Prada Hanan (Jabar) dengan catatan waktu 18 menit 00,00 detik. Teranyar, Adinda mempertajam Rekornas nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri. Di sesi penyisihan pagi hari, Adinda mencatat waktu Rekornas baru yaitu 2 menit 12,84 detik, mempertajam Rekornas lama miliknya yakni 2 menit 12,92 detik. Sebelumnya, di hari pertama, Adinda juga memecahkan Rekornas di nomor 100 meter gaya kupu-kupu dengan catatan waktu 01 menit 00,55 detik lebih cepat dari Rekornas lama miliknya dengan waktu 01 menit 00,98 detik. Pada nomor 200 meter gaya punggung putra, emas dimenangkan Reza Bayu Prasetyo (Jabar) dengan catatan waktu 02 menit 01,86 detik. Kedua Fadlan Prawira (Jabar) dengan catatan waktu 02 menit 02,62 detik, dan ketiga Joe Aditya (DKI) dengan catatan waktu 02 menit 03,20 detik. Pada nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri, Adinda Kusuma Ningrum (Jabar) meraih emas dengan waktu 02 menit 20,14 detik. Kedua Adinda Larasati Dewi (Jatim) dengan waktu 02 menit 24,84 detik, dan ketiga Desak Made Sri Widyadari (Bali) dengan 02 menit 27,73 detik. Di nomor bergengsi 50 meter gaya bebas putra, emas masih milik Triadi Fauzi (Jabar) dengan catatan waktu 23,39 detik. Kedua Gagarin Nathaniel Yus (DKI) dengan 24,26 detik, dan ketiga I-Gede Siman Sudartawa (DKI) dengan 24,50 detik. Pada nomor 50 meter gaya bebas putri, emas diraih Istri Kania Ratih (Bali) dengan 26,56 detik. Kedua Adinda Larasati Dewi (Jatim) dengan 26,68 detik serta ketiga Patrisia Yosita (DKI) dengan 27,08 detik. Di nomor 200 meter gaya dada putra, medali emas milik Dwiki Rahardjo (Jabar) dengan 02 menit 18,25 detik dan kedua Pande Made Iron Digjaya (Bali) dengan 02 menit 19,98 detik serta ketiga Gerdi Zulfitranto (Jabar) dengan 02 menit 20,03 detik. Di nomor 200 meter gaya dada putri, Ananda Treciel Vannesae Evato (Riau) meraih medali emas dengan catatan waktu 02 menit 36,59 detik dan kedua Azzahra Permatahani (Riau) dengan 02 menit 36,74 detik serta ketiga Ressa Kania Dewi (Jatim) dengan 02 menit 39,42 detik. Pada nomor jarak jauh 1500 meter gaya bebas putra emas dimenangkan Fadlan Prawira (Jabar) dengan waktu 15 menit 52,28 detik dan kedua Rashief Amila Yaqin (Jabar) dengan waktu 16 menit 09,41 detik dan ketiga Joe Aditya (DKI) usai membukukan waktu 16 menit 12,99 detik. (Adt)

Jawa Timur Pimpin Klasemen Medali FAI 2019, Adinda Samai Rekornas

Jawa Timur memimpin perolehan sementara medali Festival Akuatik Indonesia (FAI), di Stadion Akuatik GBK Senayan, Jakarta. (Istimewa)

Jakarta- Kontingen Jawa Timur (Jatim) memimpin perolehan medali emas pada Kejurnas bertajuk Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2019, di Stadion Akuatik GBK (Gelora Bung Karno) Senayan, Jakarta, Sabtu (27/4). Hingga hari ketiga, Jatim mengoleksi 27 emas, 17 perak dan 14 perunggu. Kedua DKI Jakarta (17-15-20), ketiga Bali (14-21-15), keempat Jawa Barat (12-14-12). Di nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri, perenang Jatim yang menyabet medali emas adalah Adinda Larasati Dewi dengan catatan waktu 27,85 detik. Catatan waktu Adinda menyamai rekornas (rekor nasional) yang dibuatnya pada event SNAG di Singapura, pada 2017. Diikuti oleh A.A Istri Kania Ratih (Bali) dengan catatan waktu 28,83 detik dan posisi ketiga milik Nurul Fajar Fitriyati (Jatim) dengan membukukan waktu 28,45 detik. Di nomor 200 meter gaya bebas putri, Adinda kembali meraih emas dengan catatan waktu 02 menit 04,05 detik. Kedua Ressa Kania Dewi (Jawa Timur) dengan waktu 02 menit 04,79 detik dan ketiga Mai Ushirono (Jepang) dengan 02 menit 06,15 detik. Untuk medali perunggu Kejurnas diraih Prada Hanan Farmadini (Jawa Barat) yang menempati peringkat empat dengan waktu 02 menit 07,51 detik. Untuk medali, perenang Jepang tidak dihitung pada Kejurnas ini. Di nomor 100 meter punggung putri, perenang Jatim Nurul Fajar meraih emas dengan waktu 01 menit 03,87 detik. Kedua Hinata Yamashita (Jepang) dengan 01 menit 04,78 detik dan ketiga Istri Kania Ratih (Bali) dengan 01 menit 06,14 detik serta keempat Ulul Azminia Primidita (Jatim) dengan 01 menit 07,98 detik. Untuk medali kejurnas, medali emas diraih Nurul, perak Istri Kania dan perunggu Ulul. Di nomor 200 meter gaya bebas, Perenang Jabar Fadlan Prawira, finish pertama dengan catatan satu menit 51,09 detik. Kedua Putra M. Randa (DKI Jakarta) dengan 01 menit 52,57 detik dan ketiga Agus Nuarta (Bali) dengan satu menit 54,33 detik. Pada nomor 100 meter gaya punggung putra dimenangkan perenang asal Jepang, Koudai Nishiono dengan waktu 57,54 detik. Kedua Dwiki Anugrah (DKI) dengan 58,20 detik dan ketiga Farrel Armandio Tangkas (Papua) dengan 58,94 detik serta keempat A.A Gede Oka Satria (Bali) dengan 01 menit 00,21 detik. Untuk Kejurnas ini medali emas diraih Dwiki, perak Farrel dan perunggu Gede Oka. Pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra, perenang Jatim Glen Victor Sutanto memenangi lomba sekaligus meraih emas dengan catatan waktu 24,38 detik. Medali perak Triady Fauzi (Jabar) dengan 24,83 detik dan medali perunggu Muhammad Fauzan Martzah (Bali) dengan 25,49 detik. Pada nomor 400 meter gaya ganti putra, dimenangi Aflah Fadlan Prawira (Jabar) dengan 4 menit 26,88 detik. Kedua Koudai Nishiono (Jepang) dengan 04 menit 27,87 detik dan ketiga Athalarik Maulidio (Jabar) dengan 4 menit 36,46 detik serta keempat I-Putu Wirawan (Bali) dengan 4 menit 37,28 detik. Pada Kejurnas ini medali emas diraih Fadlan, perak Maulidio dan perunggu Putu Wirawan. Di nomor 400 meter gaya ganti putri, lomba dimenangkan Hinata Yamashita (Jepang) dengan 04 menit 52,68 detik. Kedua Azzahra Permatahani (Riau) dengan 05 menit 01,76 detik dan ketiga Inka Nur Fadilah (Jatim) dengan 05 menit 17,55 detik serta keempat Vannesa Sanjoyo (Jateng) dengan 05 menit 18,59 detik. Untuk event Kejurnas ini medali emas Azzahra, perak Inka dan perunggu Vannesa. (Adt)

Singkirkan Wakil Ukraina, Alfian M. Fajri Raih Medali Emas Kejuaraan Dunia IFSC Climbing Chongqing China

Atlet panjat tebing Alfian M. Fajri meraih medali emas di kejuaraan dunia IFSC Climbing Chongqing, China. (FPTI)

Chongqing- Indonesia kembali meraih medali emas di kejuaraan dunia IFSC Worldcup di Chongqing, China. Gelar juara dunia kali ini dipersembahkan atlet Timnas Alfian M. Fajri dari nomor men’s speed world record. Alfian berhasil mengalahkan lawannya dari Ukraina, Kostiantyn Pavlenko. Pria asal Solo, Jawa Tengah ini menorehkan catatan waktu 5,961 detik, sedangkan Pavlenko hanya mampu membukukan waktu 6,310 detik. Lalu, medali perunggu diraih Sergey Rukin dari Rusia dengan catatan waktu 6,808 detik. Rukin mengalahkan lawannya asal China, Zhong Qixin, yang mengalami fall dalam perebutan medali perunggu. Bagi Alfian ini adalah medali pertamanya di IFSC worldcup dan langsung meraih gelar juara dunia. Sebelumnya Alfian meraih medali emas di Asian Championship di Kurayoshi, Jepang, pada November 2018. “Saya terimakasih kepada semua yang telah mendukung. Syukur Alhamdulillah kepada Tuhan yang Maha Esa saya bisa maksimal,” ujar Alfian, di Chongqing, China, Jumat (26/4). Dijelaskan Alfian, kunci kemenangannya ini adalah perasaan yang lebih tenang dan rileks. Ia juga selalu berdoa agar diberi kelancaran selama bertanding. Faisol Riza, Ketua Umum FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia), menyambut gembira kemenangan Alfian di Chongqing. “Ini awal bagus bagi Timnas. Dan saya percaya pelatih punya strategi agar kita juga bisa bagus di nomor boulder dan lead,” cetus Faisol. Di sisi lain, Aspar Jaelolo gagal melaju ke perempat final setelah dikalahkan Pavlenko, yang peraih medali perak. Di babak perdelapan final, Aspar sempat sedikit terpeleset sehingga catatan waktunya mengendur menjadi 6,286 detik. Pavlenko unggul 0,1 detik dengan catatan waktu 6,130 detik. Di babak perempat final, Pavlenko kembali mengalahkan atlet Indonesia, Fatchur Roji. Roji yang sempat unggul di start justru terpeleset di tengah lintasan dan mencatatkan waktu 7,518 detik. Sedangkan Pavlenko melesat di 5,997 detik. Sementara itu, untuk nomor women’s speed world record, medali emas diraih atlet asal China, Yiling Song dengan catatan waktu 7,673 detik. Medali perak diraih atlet Polandia, Aleksandra Rudzinska yang mengalami fall di babak big final. Untuk medali perunggu diraih atlet asal Rusia, Luliia Kaplina dengan catatan waktu 8,429 detik. Kaplina berhasil mengalahkan atlet Prancis Anouck Jaubert yang mengalami fall. Atlet putri andalan Indonesia, Aries Susanti Rahayu, gagal melaju ke babak semi final. Aries dikalahkan Anouck Jaubert dari Prancis dengan selisih skor tipis 0,02 detik. Aries menorehkan waktu 7,429 detik, sedangkan Jaubert 7,400 detik. Atlet putri Indonesia lainnya, Nurul Iqamah, gagal di babak perdelapan final melawan Rudzinska. Nurul menorehkan catatan waktu 8,724 detik, sedangkan Rudzinska 7,742 detik. Sebelumnya pada 2018, Aries meraih gelar juara dunia pertamanya di IFSC Worldcup Chongqing. Video aksinya berlaga di babak final beredar luas dan sejak saat itulah julukan spiderwomen melekat padanya. Menanggapi hasil pertandingan, Hendra Basyir selaku Pelatih Timnas Panjat Tebing, mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih Alfian. Namun, ia menegaskan secara umum performa anak asuhnya kali ini kurang optimal. Fokus latihan yang harus dibagi antara speed, lead, dan boulder, tentu saja bukan hal yang mudah bagi para atlet. “Memang secara hasil kita Alhamdulillah bisa juara dunia kali ini untuk di putranya, hanya secara overall performa kita belum maksimal,” tuturnya. Hendra menerangkan seperti Kejuaraan Dunia di Moscow beberapa waktu lalu, targetnya kali ini adalah mempertahankan keunggulan di speed, sekaligus meminimalisir margin dari kelemahan di lead dan boulder. (Adt)

Persija Jakarta U-16 Ingin Lanjutkan Tren Positif di Elite Pro Academy Liga U-16

Tim Persija Jakarta U-16 ingin melanjutkan tren kemenangan saat bertandang ke markas Perseru Badak Lampung pada lanjutan Elite Pro Academy U-16. (persija.id)

Lampung- Persija Jakarta U-16 melakoni laga tandang ke markas Perseru Badak Lampung pada lanjutan Elite Pro Academy Liga U-16, di Lapangan Yonif 143, Lampung, pada 27-28 April 2019. Young Tiger, julukan Persija Jakarta U-16, ingin melanjutkan tren kemenangan, dimana mereka sukses menyapu bersih dua kemenangan sebelumnya saat bertandang ke markas Semen Padang. Muhammad Arief, Pelatih Kiper Persija Jakarta U-16, mengatakan anak didiknya tersebut tak mau pulang dengan tangan hampa di perjalanan jauh yakni away perdana ke Lampung. “Kami datang melawan tim yang bagus mengingat mereka sempat mencuri poin saat bertemu TIRA yang juga bagus. Kami ingin berusaha sebaik mungkin mengambil poin di Lampung,” ujar Arief, di Wisma Lampung Sakti, Lampung, Jumat (26/4). Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Ghesenk itu menegaskan persiapan Fiore Rafli Cs berjalan dengan baik. Ia juga menyebut tidak masalah ada satu pemain yakni Muhammad Rafli yang absen karena mengalami kartu merah di pertandingan sebelumnya. “Seminggu ini kami sudah persiapan dengan baik, baik itu di tim dan juga melihat kekuatan lawan melalui rekaman video. Total kami membawa 19 pemain dan satu pemain kami absen karena mengalami kartu merah, tapi kami memiliki pemain yang kualitas sama, jadinya kami tidak khawatir akan hal itu,” tutup pria asal Tangerang itu. (Adt)

Langkah Rizki/Della Belum Terbendung, Amankan Tiket Semifinal BAC 2019

Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris sukses mengamankan tiket semifinal BAC 2019. Mereka akan berhadapan dengan ganda tuan rumah unggulan empat Chen Qingchen/Jia Yifan. (PBSI)

Wuhan- Langkah ganda putri Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris masih belum terbendung di ajang Badminton Asia Championship 2019. Bertanding di Wuhan Sport Center, Wuhan, China, Jumat (26/4), dobel Merah Putih ranking 16 dunia itu sukses mengamankan tiket semifinal usai menaklukan wakil Taiwan Chang Ching Hui/Yang Chin Tung, straight game, dengan skor 21-12, 21-18. Pada laga yang memakan waktu 38 menit itu, Rizki/Della terus memberikan tekanan pada lawan sejak awal. Bahkan, mereka mampu mengontrol irama permainan Chan/Yang hingga tak mampu mengembangkan permainan. “Memang pasangan Taiwan ini tipe mainnya seperti itu, tidak mudah dimatikan, pertahanannya cukup rapat. Tadi banyak reli-reli panjang. Pada gim pertama, mereka kalau diserang bisa langsung tembus, tapi di gim kedua mereka lebih siap,” tutur Della usai laga. Ditambahkan Rizki, dirinya bersama kolega bisa memenangkan laga dalam dua gim disebabakan lebih siap dibandingkan lawan. “Hari ini bisa menang dua gim langsung, karena kami lebih siap dari lawan,” cetus Rizki. Di babak semifinal BAC 2019, Rizki/Della akan berjumpa dengan wakil Tiongkok Chen Qingchen/Jia Yifan (4) yang menang atas Lee So Hee/Shin Seung Chan (Korea), rubber game, dengan skor 18-21, 21-16, 21-13, dalam tempo 56 menit. Berdasarkan rekor pertemuan, Rizki/Della belum pernah kalah dari ganda putri tuan rumah itu dalam tiga pertemuan mereka. Terakhir, kedua pasangan ini berjumpa di ajang yang sama pada 2018. “Mau ketemu siapa saja pun sama, yang penting dari kami harus lebih siap. Kami sudah setahun nggak pernah ketemu Chen/Jia. Sekarang Chen/Jia sedang naik lagi performanya,” terang Rizki. Senada, Della mengakui meski belum mengetahui permainan Chen/Jia saat ini, namun mereka siap bertemu dengan siapapun lawan. “Sudah lama nggak ketemu Chen/Jia, kami belum tahu permainan yang sekarang. Mau ketemu siapa saja sama, harus siap,” tukas Della. (Adt)

776 Pebulutangkis Dari 13 Negara Panaskan Persaingan Turnamen Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019

Sebanyak 776 pebulutangkis turut meramaikan turnamen bertajuk 'Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019, di GOR PB Jaya Raya Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. (Adt/NYSN)

Jakarta- Sebanyak 776 pemain dari 13 negara akan tampil pada turnamen bulutangkis bertajuk ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019’, di GOR (Gelanggang Olahraga) PB Jaya Raya Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, pada 30 April – 5 Mei 2019. Turnamen yang dibagi dalam tiga kategori kelompok umur (KU), yakni U-15, U-17 dan U-19 tersebut memiliki gengsi yang cukup tinggi. Sebab, hanya diselenggarakan empat kali selama setahun, yakni dua di Asia dan dua di Eropa. Pemain junior papan atas dunia dipastikan akan hadir karena di turnamen ini poin yang didapat nilainya hanya satu level di bawah kejuaraan dunia. PB Jaya Raya sudah dipercaya menjadi tuan rumah sejak 2016 dan kali ini merupakan penyelenggaraan keempat dengan titel turnamen ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019’. “Ini sebuah kepercayaan besar bagi Jaya Raya untuk menjadi salah satu tuan rumah. Tentu kami berharap tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga gemilang dengan prestasi pemain-pemain junior Indonesia, terutama dari Jaya Raya,” ujar R. Tony Soehartono, Ketua Panitia Penyelenggara, di Jakarta, Jumat (26/4). Diungkapkannya, antusias peserta untuk tampil di turnamen ini cukup tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang mendaftar lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu. “Tahun ini jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 1238, sedangkan tahun lalu jumlahnya 1125 peserta. Namun, setelah menyeleksi administrasi, hanya 776 pemain yang akan tampil pada turnamen kali ini,” lanjut pria yang juga menjabat Direktur Eksekutif Yayasan Pembangunan Jaya Raya. Tahun lalu, dikategori U-15, Indonesia mendapat dua gelar dari nomor tunggal putri dan ganda putri. Dan untuk kategori U-17, Indonesia meraih tiga gelar dari nomor ganda campuran, ganda putri dan tunggal putri. Sedangkan di kategori U-19, juaranya didominasi pemain China dengan empat gelar, dan Thailand dengan satu gelar. Sementara itu, Rudy Hartono, Ketua Umum PB Jaya Raya, mengatakan turnamen ini menjadi salah satu barometer kekuatan bulutangkis dunia di masa yang akan datang. Ia berharap dari turnamen ini muncul pemain-pemain potensial masa depan Indonesia. “Kejuaraan ini sangat penting, dimana lingkupnya sudah Asia bahkan dunia, karena kejuaraan junior seperti ini sangat jarang. Dengan adanya kejuaraan ini membuat klub Jaya Raya dan klub-klub bulutangkis lainnya di Indonesia sangat diuntungkan demi memunculkan pemain-pemain potensial di masa depan,” tutur juara All England selama 8 kali pada era 1960-an dan 1970-an. Sedangkan Susy Susanti, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), menegaskan bila PBSI sangat terbantu dengan adanya turnamen junior ini. Istri dari legenda bulutangkis Alan Budikusuma itu menambahkan kejuaraan yang dikhususkan bagi para pemain muda itu merupakan ajang yang tidak hanya sebagai bahan evaluasi, namun juga sebagai gambaran peta kekuatan untuk mengetahui kemampuan lawan di masa yang akan datang, sehingga bisa terpantau bakat yang mereka miliki sedini mungkin. “Turnamen ini juga masuk dalam perhitungan poin BWF, dan tidak banyak yang menggelar kejuaraan junior seperti ini. Jadi sangat bagus bagi para pemain muda untuk mencari pengalaman serta mendulang poin,” cetus peraih medali emas Olimpiade 1992, Barcelona, Spanyol. (Adt)

Persaingan Sektor Ganda Putra Makin Ketat, Kevin/Markus Tak Ingin Jadikan Beban

Kevin/Marcus mengakui persaingan sektor ganda putra saat ini semakin ketat. (PBSI)

Wuhan- Duet andalan Merah Putih Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon memastikan satu tiket ke babak perempat final turnamen Badminton Asia Championship (BAC) 2019, pada laga yang dihelat Kamis (25/4). Melakoni laga di Wuhan Sport Center, Kevin/Marcus hanya butuh waktu 25 menit untuk meraih kemenangan atas dobel Hong Kong Chang Tak Ching/Yeung Ming Nok, straight game, dengan skor 21-18, 21-18. Di ajang ini, Kevin/Marcus tetap diunggulkan di tempat pertama, meski prestasi mereka tengah mengalami penurunan. Dimana dalam beberapa turnamen terakhir yang diikuti seperti All England 2019, Malaysia Open 2019, dan Singapore Open 2019, mereka bermain tak maksimal sehingga gagal meraih gelar. “Memang tiap tanding maunya menang terus, tapi lawannya bagus-bagus. Persaingan sekarang ramai, tapi kami tidak ada beban,” ujar Marcus. Kendati diunggulkan, namun Marcus dan Kevin tetap fokus dan tak ingin terbebani dengan status unggulan yang disandangnya. “Walaupun diunggulkan, tapi kami tidak terbebani, ya dinikmati saja,” lanjut Marcus. Hal serupa diungkapkan Kevin. Pebulutangkis asal PB Djarum Kudus, Jawa Tengah itu, menjelaskan bahwa mereka telah mengeluarkan performa terbaik disetiap turnamen yang mereka ikuti. “Kalau tanding nggak mungkin menang terus juga, yang penting kami fokus di tiap pertandingan,” tutur Kevin. Diakui Kevin, dirinya bersama kolega saat ini fokus untuk mencapai tujuan yang ditargetkan pada tahun ini maupun tahun depan. “Kalau ditanya mau menang, pasti mau menang, tapi kami mau kasih yang terbaik mulai perhitungan Olimpiade,” cetus Kevin. (Adt)

Melenggang ke Babak 16 Besar BAC 2019, Pebulutangkis 19 Tahun asal Wonogiri Tak Puas Dengan Performanya

Gregoria Mariska Tunjung lolos ke babak 16 besar BAC 2019 dan berjumpa dengan unggulan satu asal Tiongkok Chen Yufei. (PBSI)

Wuhan- Tunggal putri Merah Putih Gregoria Mariska Tunjung berhasil melenggang ke babak kedua atau 16 besar turnamen Badminton Asia Championship (BAC) 2019, di Wuhan Sport Center, Wuhan, China, pada Rabu (24/4). Kepastian itu didapat usai mengalahkan wakil Hong Kong Cheung Ying Mei, dua gim langsung, dengan skor 21-18, 21-16, dalam duel berdurasi 33 menit. Kendati lolos ke babak selanjutnya, pemain kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 11 Agustus, 19 tahun lalu itu mengaku tak puas dengan penampilannya yang dianggap masih belum stabil. “Saya kurang puas sama mainnya, di gim pertama sempat ramai, lawan banyak dapat poin dari kesalahan saya. Di awal gim kedua, saya bermain cukup baik dan bisa unggul sampai tujuh poin, tapi kemudian mulai lagi, permainan saya masih naik-turun,” ujar Gregoria. Di babak 16 besar, penghuni Pelatnas PBSI sejak 2013 itu akan menantang unggulan pertama asal Tiongkok Chen Yufei. Gregoria bertekad membalas kekalahannya atas tunggal putri tuan rumah itu di ajang World Championship 2018. Ketika itu, ia takluk dua gim langsung, dengan skor 17-21, 20-22. “Pastinya mau revans, karena di pertemuan terakhir saya kalah dan di gim keduanya kalah adu setting. Saya ingin menang, tapi saya mau memikirkan cara main dulu, yang penting saya bisa mengeluarkan permainan saya. Target diri sendiri, mau menang dulu lawan Yufei,” lanjutnya. “Sebetulnya senjatanya tidak terlalu mematikan, tapi dia pemain yang tenang, sabar dan punya timing yang pas untuk mencari celah pada lawan. Saya harus lebih sabar dan bisa mengimbangi dari awal, jangan sampai kecolongan start,” tukas juara dunia junior BWF 2017, di Yogyakarta itu. (Adt)

Miliki GOR Bertaraf Internasional, Palembang Jadi Tuan Rumah Sirnas Sumatera Selatan Open 2019

Palembang, Sumatera Selatan, menjadi tuan rumah Djarum Sirnas 2019, pada 22-27 April ini. (PBSI)

Palembang- Usai sukses digelar di kota Purwokerto, Jawa Tengah, kini waktunya seri kedua Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) 2019 siap dihelat. Jakabaring Sport City (JSC), di Palembang, Sumatera Selatan, akan menjadi tempat pelaksanaan kejuaraan bulutangkis yang mulai berlangsung Senin (22/4) hingga Sabtu (27/4). Palembang dipercaya sebagai tuan rumah Djarum Sirnas yang ketiga kalinya setelah sebelumnya pada 2012 dan 2015. Untuk itu, Palembang sangat siap menyukseskan perhelatan yang bertajuk Djarum Sirkuit Nasional Li Ning Sumatera Selatan Open 2019. “Kita memiliki GOR Dempo yang bertaraf Internasional, fasilitas yang terkumplit di Indonesisa, jadi Palembang sangat siap sekali untuk menyukseskan turnamen ini, terbukti dari turnamen yang pernah terselenggara di Palembang ini,” ujar Densyah R.S, Ketua Umum PENGPROV (Pengurus Provinsi) PBSI Sumatera Selatan, Senin (22/4). “Kita juga punya komplek yang terintegrasi dan transportasi dari Bandara hanya sepuluh ribu saja pakai LRT, langsung turun di depan komplek Jakabaring yang menjadi tempat terselenggaranya Djarum Sirnas seri kedua ini,” lanjut pria yang juga Ketua Pelaksana Djarum Sirnas Palembang 2019 itu. Kejuaraan yang akan memperebutkan total hadiah Rp 340 juta ini, akan dihadiri 500 atlet dari 85 klub atau PB se-Indonesia, yang akan menyajikan 491 pertandingan dari kelompok tunggal pemula putra dan putri, tunggal remaja putra dan putri, tunggal taruna putra dan putri, tunggal dewasa putra dan putri, ganda pemula putra dan putri, ganda remaja putra dan putri, ganda taruna putra dan putri, ganda dewasa putra dan putri, ganda campuran remaja, ganda campuran taruna, dan ganda campuran dewasa. Sejauh ini kota Palembang memang menjadi kota yang sering menjadi sorotan karena fasilitas yang bertaraf internasional khususnya tempat pertandingan Djarum Sirkuit Nasional Li Ning Sumatera Selatan Open 2019, yaitu GOR (Gelanggang Olahraga) Dempo. Kembali, Densyah mengatakan bahwa masyarakat Palembang sangat antusias menyaksikan setiap event yang terselenggara di kota Palembang. “Selain fasilitas yang mumpuni, kita juga punya masyarakat yang antusiasmenya sangat besar terhadap olahraga bulutangkis dan SDM masyarakat Sumatera Selatan Khususnya Palembang, punya SDM yang bagus,” tambahnya. “Tentunya kami berharap Djarum Sirnas kali ini akan kembali berjalan dengan sukses, dan lewat Djarum Sirnas yang akan berlangsung di Palembang kali ini dapat lahir kembali bintang bulutangkis yang bakal bersinar di masa yang akan datang,” tutup Densyah. (Adt)

Lakoni Debut Perdana One Championship, Eko Roni Saputra Incar Gelar Juara Dunia di Filipina

Eko Roni Saputra baka melakoni debut perdana di ajang One Championship di Mall of Asia Arena, Manila, Filipina, pada 12 April 2019. Ia optimis meraih gelar Juara Dunia One Flyweight. (Adt/NYSN)

Jakarta- Mantan pegulat Indonesia, Eko Roni Saputra, menyatakan siap melakoni debut perdana di ajang One Championship pada laga ONE: Roots of Honor, di Mall of Asia Arena, di Manila, Filipina, pada 12 April 2019. Eko bahkan percaya diri bisa meraih gelar Juara Dunia One Flyweight (kelas terbang). Demi mewujudkan ambisinya, pria berusia 27 tahun itu secara matang mempersiapkan diri. “Persiapan saya matang, karena sudah latihan selama kurang lebih enam bulan di Evolve MMA yang sangat terkenal di dunia. Saya juga sekarang tinggal di Singapura,” ujar Eko, dalam acara Media Day, di Hotel Westin, Jakarta, Jumat (5/4). Selama berlatih di Singapura, Eko digembleng guna meningkatkan keterampilannya di berbagai disiplin bela diri yang berbeda seperti gulat, Brazilian Jiu-Jitsu, dan Muay Thai. Diakui Eko, bila dirinya merasa sangat terhormat dapat menjadi bagian dari organisasi terkemuka seperti ONE Championship. “Menjadi bagian di antara para seniman bala diri terbaik di dunia dan berkompetisi di platform seni bela diri terbesar jelas menjadi sebuah mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya,” lanjutnya. “Saya sangat bersyukur telah merasakan kesuksesan di gulat dan saya akan melakukan segalanya untuk dapat mencapai hal yang sama di dunia seni bela diri campuran,” tambah Eko. Lebih lanjut, Eko menegaskan bila dirinya akan bekerja keras hingga bisa membawa gelar juara dunia ke Indonesia. “Indonesia adalah sarang dari bakat-bakat terbaik dalam seni bela diri campuran, dan saya bangga dapat mengikuti jejak beberapa petarung berbakat yang berasal dari negeri ini. Seperti halnya mereka, saya siap untuk memberikan yang terbaik di panggung ONE Championship,” terangnya. Dikenal sebagai pegulat gaya bebas nomor satu dalam sejarah Indonesia, Eko adalah salah satu akuisisi terbaru dari ONE Championship, yang semakin memperkuat daftar atlet kelas dunia yang terus dikembangkan. Dikenal dengan gayanya yang dinamis dan meledak-ledak, Eko telah memenangkan bebarapa medali di berbagai kompetisi internasional, termasuk di ajang Southest Asian (SEA) Games. Setelah mendominasi peringkat gulat amatir dengan bakatnya yang luar biasa. Eko sepenuhnya berusaha mewujudkan mimpinya untuk menjadi seniman bela diri campuran profesional saat ia dijadwalkan untuk melakukan debut ONE Championship dengan melawan Niko Soe asal Singapura di ONE: ROOTS OF HONOR. “Lawan mungkin lebih berpengalaman dari saya dan sudah menjalani debut empat kali, dengan meraih 3 kemenangan serta 1 kali kalah. Tapi, saya tak peduli dan terus semangat serta optimis untuk bisa meraih kemenangan,” tukas anak pertama dari empat bersaudara itu. (Adt)