Hobi Iseng-Iseng Luki Berbuah Menjadi Juara 1 Renang Popda

Hanya berawal dari mengisi waktu luang dan iseng-iseng, Luki akhirnya dapat berkembang dan mencetak berbagai prestasi yang sangat membanggakan dalam olahraga renang. Theodorus Luki, yang lahir di Jakarta, pada tanggal18 Agustus 2000 ini, merupakan siswa kelas XI di SMU Saint John’s BSD, Tangsel. Remaja yang sehari-hari dipanggil Luki ini sangat berprestasi di bidang olahraga renang. Tergabung dalam club renang bernama Citius Aquatic sejak kelas 3 SMP, membuat Luki banyak mendapatkan ilmu renang yang cukup untuk menjadikannya sebagai juara di berbagai kejuaraan. Dan ia tercatat sebagai salah satu perenang terbaik dalam Club tersebut. Prestasi yang berhasil diraih Luki antara lain Juara I Popda Banten dan Juara 3 Seleksi Nasional. Bagi Luki, orang tua dan juga orang-orang di sekitarnya sangat berperan dalam perjuangannya meraih prestasi karena selalu memberikannya dukungan positif. Menurut Luki, kejuaraan antar sekolah adalah hal yang paling seru, karena dirinya dapat bertemu dengan pelajar-pelajar dari sekolah lain dan saling membagi ilmu. “Terkadang saya harus mengurangi ikut kejuaraan untuk mengejar ketinggalan pelajaran, karena acara perlombaan renang cukup banyak yang mengadakan eventnya. Jadi kalau diambil semua pasti harus sering izin sekolah dan bisa tertinggal pelajaran.” ungkap Luki seolah menjelaskan kendala yang kadang terjadi. Luki yang mengikuti les bahasa inggris dan mandarin di luar sekolah, juga mempunyai hobby renang dan menyukai berbagai jenis olahraga. Luki yang bercita-cita ingin menjadi pebisnis handal sangat senang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan bidang management. Luki mengatakan kepada NYSN, bahwa latihan gaya dan pernapasan adalah hal tersulit untuk dipelajari sampai benar-benar mahir. Tapi jika rajin latihan, lama kelamaan akan terbiasa dan terlatih. “Saya amat sangat menggemari semua jenis makanan, namun tetap mengatur pola makannya untuk menjaga kondisi fisiknya dengan cara menghindari junk food. Karena menurutku, hal tersebut dapat membuat tubuh lebih mudah terserang penyakit.”tutup Luki (crs/adt)

Stevie Persiapkan Diri Untuk Bersaing Di Cabang Olahraga Bola Basket Popnas Semarang

Stevie (Kanan) saat sedang mewakili Banten dalam pertandingan Kejurnas

Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) adalah kegiatan olahraga multi event yang merupakan titik kulminasi pembinaan olahraga pelajar di Indonesia. Stevanie Suhori, kelas XI SMU Saint John’s BSD, Tangsel sangat hobby bermain basket memaparkan kepada NYSN awal bergelut di dunia bola basket. “Awal tertarik dengan basket waktu kelas 4 SD, karena diajak sama guru untuk bergabung di salah satu club basket.” ujar Stevie yang mulai ikut kejuaraan sejak kelas 5 SD.”paparnya Di kelas 2 SMP, Stevie mulai diundang untuk mengikuti seleksi daerah mewakili tangsel dan menang sehingga bisa melanjutkan untuk mewakili Banten. Tidak hanya sampai disitu, Stevie lanjut lagi mengikuti beberapa Kejurnas dan salah satunya menduduki peringkat 4. Pada bulan Mei tahun 2016, Stevie kembali mendapatkan juara I mewakili Tangsel dalam Popda yang diadakan di Pandeglang. Dan di bulan November 2016, Stevie mendapatkan peringkat 2 dalam Popwil di Yogyakarta. Dan saat ini, Stevie sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Popnas di Semarang bulan September nanti. Stevie menceritakan kepada NYSN, bahwa ia semakin mahir bermain basket ketika mulai rutin latihan untuk Popda. Dalam seminggu, Stevie berlatih 4-5 kali, yang akhirnya membuat Stevie juga lebih banyak mempunyai pengalaman setelah mengikuti berbagai kejuaraan. Remaja yang bercita-cita ingin menjadi Teknik Sipil tersebut juga mengakui bahwa dirinya merupakan orang yang mempunyai komitmen yang tinggi. “Saya sering datang lebih cepat dari jadwal latihan. Walaupun pelatih dan teman-teman belum datang, saya suka memulai latihan sendiri, itu komitmen yang selalu saya tanamkan terhadap diri sendiri.” Menurut Stevie, basket memang terkenal dengan ukuran tubuh yg tinggi, dan ia menyadari bahwa tubuhnya tidak terlalu tinggi. Tapi ia mengatakan bahwa jangan selalu mengandalkan badan, karena yang terpenting adalah skill dan kepintaran kita dalam bermain basket. Dalam basket, Stevie unggul dalam menembak/shooter. Waktu latihan yang terkadang bertabrakan dengan jam sekolah membuat Stevie sering izin tidak mengikuti pelajaran sekolah. Akan tetapi, Stevie selalu aktif bertanya kepada guru mengenai pelajaran-pelajaran yang dirasa tertinggal olehnya. “Semuanya harus balance, kalau dalam pelajaran mengalami penurunan, izin latihan bisa dicabut dari sekolah sampai nilai-nilai meningkat kembali.” ungkap remaja yang juga menyukai hampir semua bidang olahraga. Dengan portofolio basket dan ijazah akademiknya yang sangat berprestasi, Stevie sudah mengantongi beasiswa dari salah satu Universitas di luar negeri. Orang tua Stevie yang awalnya lebih mendukung Stevie untuk fokus pada sekolahnya, akhirnya membebaskan anaknya untuk tetap bermain basket karena prestasi yang Stevie tunjukan. “Basket itu hobby, cita-cita saya tetap Teknik Sipil, tapi saya tidak menolak untuk mengembangkan kemampuan basket saya sampai keluar negeri.” ujar Stevie kepada NYSN. Terakhir, Stevie menutup percakapannya bersama NYSN dengan memberikan pesan bahwa jika ingin sampai ke level yang lebih tinggi, harus selalu rajin latihan dan sangat penting untuk berkomitmen. “Memang butuh pengorbanan, tetapi semua rasa capek dan lelah akan terbayar dan sepadan dengan apa yang sudah kita perjuangkan.”imbuhnya (crs/adt)

Timnas U-16 Berhasil Menang 4-0 Telak atas Singapura

Pemain Timnas Indonesia U-16 saat merayakan kemenangan atas Filipina. (Foto : Antara)

Tim nasional (timnas) U-16 Indonesia, arahan pelatih Fakhri Husaini menang 4-0 atas Singapura di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Kamis (8/6/2017). Kemenangan dengan skor 4-0 ini melanjutkan tren gemilang yang dimiliki timnas U-16. Seakan pertandingan ini, mempertegas ketajaman mereka dalam meraih kemenangan minggu lalu dengan skor sama saat menjamu Filipina, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (21/5/2017). Awal menit pertandingan Kamis ini pada babak pertama, Indonesia hanya unggul 1-0. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilepaskan Brylian Negietha Dwiki Aldana pada menit ke 24 pun gagal dihadang kiper Singapura, Dylan Christopher. Namun, siapa sangka, babak kedua, menjadi awal bersinarnya Timnas U-16 ini. Berkat kerja sama tim dan ketajaman lini serang, peluang gol yang didapat begitu banyak. Indonesia berhasil menggandakan kedudukan lewat tendangan Sukra Yatul Fajra pada menit ke-48. Sukra sukses merebut bola dari pemain belakang Singapura yang tidak mampu menguasai bola dengan baik. Ia telah menaklukkan kiper dalam posisi satu lawan satu. Menit ke-57, Indonesia mampu memperbesar keunggulan melalui eksekusi penalti Fadilah Nur Rahman. Pesta gol Garuda Muda akhirnya ditutup oleh sontekan Yadi Mulyadi pada menit ke-74. Dua kemenangan besar dicatat dengan bangga oleh para pemain Indonesia yang bersiap tampil di Piala AFF U-16 2017 dan Kualifikasi Piala AFC U-16 2018. Pada Piala AFF U-16, Indonesia tergabung di Grup A bersama Myanmar, Australia, Laos, dan Singapura. Menurut lansiran kompas.com, rencananya Brylian dkk akan bertandang ke Vietnam untuk menghadapi tim tuan rumah dan juga Myanmar. Namun, belum diketahui tanggal dan tempat pertandingan tersebut akan digelar. (sof/iha)

Kelas 2 Sekolah Dasar, Zachry Sudah Menguasai Tehnik Motor Trail

Sejiwa dengan saudaranya siswa SDN 03 Pd. Ranji, tangsel bernama M. Zachry Akbar (9) sangat menyukai balap motor trail. Ia tergabung dalam komunitas PPC Pondok Cabe di kelas 65 cc. Ibunda Zachry memaparkan kepada NYSN bahwa menyukai olahraga tersebut ketika mendatangi sirkuit balap motor trail dan langsung berminat untuk bergabung. Prestasi Zachry dalam berbagai kejuaraan balap motor trail juga sudah tidak diragukan lagi. Ia tercatat menjadi juara beberapa kali, diantaranya juara I kejurda Banten, juara I kejurda Jabar, dan juara 5 dalam kejurnas dan masih banyak lagi. “Sejak kelas 2 SD, Zachry sudah mengikuti latihan balap motor trail.” ungkap Andi Tenri Seno, Ibunda Zachry. Ajaibnya dikatakan Andi, Zachry berlatih menggunakan motor kopling 65cc sedangkan untuk anak seusianya biasa menggunakan motir matic 50cc sebagai langkah awal. Namun hal tersebut malah membuat Zachry jadi lebih cepat menguasai motor matic karena motor kopling lebih susah proses latihannya.”papar Andi. Sibuk mengikuti kejuaraan dimana-mana tidak membuat pelajar yang mengikuti jejak kakaknya menjadi pembalap motor trail ini meninggalkan kewajibannya sebagai seorang pelajar. Siswa yang menyukai pelajaran matematika ini selalu masuk 10 besar di kelasnya. Walaupun masih kelas 3 SD, Zachry merupakan anak yang mempunyai semangat tinggi. Sampai suatu ketika, Zachry mengalami demam tinggi di hari akan diadakannya perlombaan. Andi sempat ragu bahwa Zachry tetap bisa menghadiri acara tersebut. Namun, Zachry mengatakan bahwa ia mampu melakukannya, dan ternyata ia dapat menyelesaikan perlombaan dengan baik di sela-sela kondisinya yang kurang sehat. Pertama kali mengikuti kejurnas, Zachry merasa kecewa karena motornya bermasalah ketika sedang ikut kejuaraan. Menurutnya, seharusnya ia berpeluang untuk menjadi juara I, tetapi karena di tengah pertandingan motornya mengalami kendala, Zachry akhirnya berhasil menyelesaikan balapan dengan menduduki peringkat kedua. Dan hal itu membuat Zachry belajar untuk lebih baik lagi. Zachry juga pernah mengalami cidera di perut ketika sedang mengikuti salah satu kejuaraan. Namun bagi Andi, hal tersebut sudah biasa untuk anak-anak yang menggeluti motor trail, yang penting tetap memakai atribut keamanan agar dapat meminimalisir cidera yang serius saat terjatuh.(crs/adt)

Hebat, Anak Kelas 4 SD Ini Menduduki Peringkat 5 Besar Dalam Kejurnas Balap Motor Trail

Azura saat berlaga diatas motorcross

Sekali nyoba pasti langsung ketagihan sampai-sampai jatuh kadang tak terasa karena saat olahraga motocross mulai mengadiksi. Menunggangi motor di jalan tanah lalu melompat-lompat memang mengasyikkan dan mampu memacu adrenalin. Seperti yang di lakukan oleh M. Azura Zakaria (11), siswa kelas 6 SDN 03 Pondok Ranji, Tangsel. Yang sehari-hari biasa dipanggil Azura. Pelajar yang mempunyai banyak prestasi di bidang motor trail ini awalnya hanya melihat-lihat saja sampai akhirnya saat kelas 4 SD, ia memutuskan untuk bergabung dalam komunitas PPC Pondok Cabe. Berbekal latihan seminggu 4 kali pada hari kamis-minggu, Azura cepat menguasai olahraga ekstrim tersebut. Ia juga pernah menduduki peringkat ke-5 dalam kejurnas balap motor trail. Andi Tenri Seno, Ibunda Azura mengatakan bahwa dukungan dari keluarga dan terutama suaminya sangat diberikan terhadap keinginan anaknya. “Azura sangat mahir dalam jumping, sedangkan adiknya lebih mahir motor kopling.” jelas Andi, yang mempunyai dua orang anak lelaki dan keduanya berprestasi dalam dunia motor trail. Andi menambahkan bahwa Azura sendiri memang mengakui bahwa ia mempunyai cita-cita menjadi pembalap. Karena itulah ia sangat senang dapat tergabung dalam salah satu komunitas balap. Namun terkadang karena jadwal kejuaraan yang selalu diadakan pada hari sabtu, Azura sesekali harus izin tidak masuk sekolah pada hari tersebut jika ia harus mengikuti kejuaraan. Tapi hal itu bukanlah sebuah masalah bagi Azura. Karena kecerdasannya, Azura tetap dapat mengikuti pelajaran sekolah dengan baik dan tidak menunjukkan kemunduran pada nilai-nilai pelajarannya. “Peserta balap motor trail seusia Azura biasanya sudah lebih ekstrim dan lebih jago bermainnya. Terkadang saya suka takut kalau melihat mereka balapan, takut cidera berat.” ungkap Andi, yang juga mengatakan kepada NYSN bahwa Azura pernah mengalami patah jari ketika mengikuti kejuaraan. Namun, Azura tidak kapok karena kejadian itu. Semakin lama Azura menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. “Awal ikut kejuaraan, Azura hanya mendapat peringkat kedua belas, tapi lama kelamaan bisa naik sampai sepuluh besar. Karena biasanya, peringkat satu sampai sepuluhlah yang banyak dicari oleh para sponsor.” tutur Andi. Andi juga menambahkan, ia tidak lupa menanamkan ajaran-ajaran agama kepada anak-anaknya. Azura dan adiknya mengikuti les mengaji setiap hari Senin-Rabu. Andi berpesan untuk para orang tua yang anak-anaknya ingin bergabung dalam komunitas motor trail. “Jangan dilarang, didukung aja dan jangan khawatir.” tutup Andi mengakhiri perbincangan.(crs/adt)

Wow, Pelatih Anggar Ini Mencetak Ratusan Medali Untuk Muridnya Yang Berprestasi

FX Widi Dwi Anggono, mengenakan atribut khas Anggar. NYSN Media (06/07/17)

Pria kelahiran 23 Januari 1983 ini mulai berlatih anggar sejak tahun 2002, dan pernah mengikuti pra PON & PON di Palembang, Kalimantan, Riau, dan Bandung. Widi juga pernah menjadi juara 3 tingkat nasional individu dan regu, dan pernah ikut bertanding ke Eropa, Madrid, Israel, serta mengikuti latihan bersama di Jerman dan Ukraina. Pria yang bernama lengkap FX Widi Dwi Anggono, pelatih anggar di sekolah St. john’s BSD, tangsel yang mempunyai segudang prestasi di bidang yang di gelutinya. Diantaranya berhasil mencetak bibit Ekskul anggar di St. John’s pernah menjadi juara II Nasional pelajar pada tahun 2012 di Kalimantan, dan juga menjadi juara II Nasional di Kejurnas Anggar Jakarta, lalu ada 1 siswa yang ikut di kejuaraan Asia yang diadakan di Thailand. Disamping menjadi pelatih anggar dan wakil kepala sekolah bagian Olahraga di St. John’s, Widi juga menjabat sebagai Ketua Harian di IKASI Tangsel. Widi mulai mengajar di sekolah St. John’s sejak tahun 2007 dan pada tahun 2009, Widi membuka ekskul anggar di sekolah tersebut. Selama menjadi pelatih di St. John’s, Widi telah menyumbangkan sekitar 143 medali anggar untuk sekolah tersebut sejak tahun 2009-2017. “Olahraga anggar lebih ke pembentukan karakter dan fisik siswa, karena dapat mengembangkan sifat disiplin, kerja keras, teamwork, dan leadership di dalam diri para siswa dan siswi lewat latihan anggar. Biasanya untuk pemanasan full olah tubuh bisa memakan waktu sekitar satu jam.” ujar Widi. Widi juga mengatakan bahwa walaupun masih level pelajar, prestasi St. John’s dalam bidang anggar bisa bersaing dengan PPLP sekolah Atlet, dan mempunyai program yang cukup jelas dalam bidang olahraga tersebut. “Olahraga anggar juga dapat menjadi bekal yang cukup bagi para siswa yang berprestasi di bidang tersebut untuk mendapatkan beasiswa, bahkan sampai ke luar negeri.”tambahnya Mayoritas siswa yang ikut ekskul anggar adalah para siswa yang mempunyai IQ cukup tinggi, yaitu di atas 40. Bahkan ada salah satu siswa yang disebut Widi sebagai siswa superior karena hanya membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk dilatih dan ikut dalam kejuaraan. “Namun, belum banyak sekolah yang mau memasukkan olahraga anggar dalam ekskulnya. Biasanya karena faktor alat-alat yang harganya cukup mahal.” jelas Widi kepada NYSN.(crs/adt)

Sering Memar Saat Bertanding, Nanda Raup Simpatik Orang Tua Dengan Segudang Prestasi

Nanda, saat mewakili Indonesia dalam bidang olahraga Anggar di Thailand

Awalnya hanya coba-coba mengikuti ekskul anggar, hingga pada akhirnya tertarik dan menjadi serius dalam olahraga tersebut, remaja yang bernama Jayanto Nanda Putra sudah berlatih anggar dari kelas 2 SMP, Siswa kelas X di SMU St. John’s BSD, Serpong, Tangsel. Menurut Nanda, anggar merupakan olahraga yang unik dan mempunyai alat/senjata yang keren. Ia juga mengatakan kepada NYSN bahwa berlatih anggar tidak memerlukan waktu lama untuk bisa dimengerti. “Asal rajin nonton youtube aja lihat bagaimana para atlet bermain anggar.” ujar Nanda membagikan kiat agar cepat mahir bermain anggar. Siswa yang juga mempunyai hobby bermain game ini mengatakan bahwa selain dapat mengumpulkan banyak prestasi, ia juga dapat melatih mental dan keberaniannya melalui keikutsertaannya dalam berbagai kejuaraan anggar. Namun, Nanda mengakui bahwa terkadang ia sulit membagi waktu antara latihan anggar dan pelajaran sekolahnya. Ia sering kali izin les karena harus mengikuti latihan. Walaupun begitu, remaja yang lahir di Jakarta, 27 November 2001 tersebut tetap giat mengejar ketinggalannya dalam pelajaran sehingga nilainya juga tetap memuaskan. Jika Nanda mengalami kegagalan dalam kejuaraan, hal tersebut tidak akan membuatnya patah semangat dan terus berjuang. Dan terbukti, perjuangannya membuahkan hasil. Nanda mempunyai cukup banyak prestasi, antara lain: 1. Juara 3 Junior High School Men Sabre SYNC 2014 2. Juara 1 Junior High School Men Sabre Highscope Cup 2015 3. Juara 3 OPEN Men Sabre Se JaBoDeTaBek 2015 4. Juara 1 Junior High School Men Sabre SYNC 2015 5. Juara 2 Junior High School Men Sabre PPLP Nasional di Solo 2015 6. Juara 2 Kejurda Men Sabre Cadet 2015 7. Juara 3 Kejurda Men Sabre Junior 2015 8. Juara 3 Men Sabre WalKot Cup 2016 9. Juara 1 KejurDa Men Sabee Cadet 2016 10. Juara 2 KejurNas Men Sabre Cadet 2016 11. Juara 1 KejurDa Men Sabre Junior 2016 12. Representing Indonesia at Korat, Thailand 13. Juara 3 Cadet Jakarta Open Fencing Festival 2 – 2016 Dukungan sempat tidak diberikan oleh orang tua Nanda ketika melihat tubuh Nanda banyak memar selama menjalani latihan anggar. Tetapi Nanda mampu membuat orang tuanya berubah pikiran dengan menunjukkan prestasi-prestasi yang luar biasa. “Waktu di Thailand, aku bangga banget bisa mewakili Indonesia di tingkat Internasional. Walaupun tidak menang, tapi aku punya jaket Indonesia, rasanya bangga banget, walaupun banyak bekas memar di badanku.” ujar Nanda. “Kalau kalian ingin berprestasi, kalian harus giat berlatih dan mempunyai tekad yang tinggi agar bisa menjadi juara. Kalah gakpapa, karena kalah membuat kita belajar dari kesalahan dan bisa memperbaikinya. Salam Olahraga! Jaya!” tutup Nanda dengan semangat.(crs/adt)

Jarang Peminat, Anggar Malah Jadi Pilihan Anshel Mengejar Beasiswa

Jarang Peminat, Anggar Malah Jadi Pilihan Anshel Mengejar Beasiswa

Hardyanshel Kesuma, siswa kelas X dari SMU St. John’s BSD, tangsel yang berprestasi dalam bidang olahraga anggar, dan sudah mengikuti berbagai kejuaraan. Pelajar yang sehari-harinya sering dipanggil Anshel ini sudah mengikuti ekskul anggar sejak duduk di kelas 8. Awalnya Anshel berminat pada olahraga badminton, tapi ternyata ia merasa bahwa anggar lebih menarik perhatiannya. Salah satu tujuan Anshel menekuni anggar juga karena jika berprestasi, dirinya bisa mendapatkan sertifikat yang bisa digunakan untuk mengikuti program beasiswa. Mayoritas kejuaraan anggar yang telah diikuti oleh Anshel adalah di tingkat provinsi. Salah satu prestasinya adalah juara II dalam Kejurda Banten. Anshel juga punya prestasi lain, yaitu di bidang matematika dan masih menekuni juga sampai sekarang. Berbeda dengan anggar, Anshel telah mengikuti kejuaraan matematika sejak di bangku SD dan sudah mengikuti kejuaraan sampai ke luar negeri. Meskipun dirinya bercita-cita menjadi Aktuaria, tetapi ia tetap mencintai anggar. Menurut Anshel, tidak ada kendala dalam membagi waktu belajar dan latihan. Walaupun pernah sesekali izin untuk berlatih anggar dan harus mengikuti ulangan harian susulan, tapi itu tidak sering terjadi dan tidak ada pengaruh buruk untuk nilai-nilai pelajaran sekolahnya. Orang tua Anshel juga mendukung dirinya untuk mengikuti berbagai kejuaraan anggar. Bagi orang tua Anshel, olahraga anggar belum banyak pesaingnya. Walaupun berprestasi, Anshel tetap pernah merasakan pengalaman pahit yaitu kalah dalam kejuaraan, dan hal tersebut dikatakan Anshel adalah hal yang tidak terlupakan. “Pernah waktu ikut kejurnas sempat merasa putus asa dan ingin menyerah karena merasa tidak bisa bermain dengan baik dan akhirnya mengalami kekalahan.”ujar Anshel. Akan tetapi Anshel terus mendapatkan dukungan dan selalu disemangati oleh pelatih dan orang tuanya, sehingga ia bisa bangkit lagi dari keterpurukan dan mulai menghasilkan prestasi-prestasi yang membanggakan bagi sekolahnya. “Serius dalam latihan, dan setiap ada lomba ikut saja, kalah tidak apa-apa yang penting sudah mencoba dan bisa punya pengalaman.”tutup Anshel seraya memberikan pesan-pesan untuk para pelajar agar bisa meraih prestasi. (crs/adt)

Sosok Aristoteles Menjadi Penyemangat Gerak dan Kata Dalam Menekuni Olahraga Karate Gojukai

Daffa Aditya Sonjaya (11), memegang piala kemenangannya. Foto: NYSNMedia (06/07/17)

Seperti yang kita ketahui bahwa bela diri asal negeri sakura yang berdiri di era 1950-1965 karate Gojukai ini masih di gandrungi oleh banyak kalangan, Gojukai bukan hanya mengajarkan tehnik bela diri tetapi lebih dalam lagi mengajarkan kehidupan yang berbudi luhur. Badan sehat, berbudi luhur, prestasi tercapai inilah target yang akan di capai Daffa Aditya Sonjaya (11) ke depan. Daffa yang tak lain merupakan pelajar sekolah dasar yang berprestasi dalam olahraga beladiri karate gojukai saat ini masih bersekolah di Cikal Harapkan, Rawabuntu, Serpong, Tangsel. Daffa yang gemar makan sate, sudah berhasil duduk di tingkatan sabuk biru walaupun baru kelas 5 sekolah dasar mengatakan kepada NYSN bahwa Gojukai merupakan wadah dari karateka. “Gojukai adalah wadah dari karateka, berbagai perlombaan kejuaraan sudah berhasil aku di lalui, dan seringkali aku selalu pulang membawa kebanggaan untuk orang tuaku.”ujar Daffa dengan nada lugu. Gokasi cup di Depok daffa berhasil pulang membawa piala dan medali juara ke dua, IYOS di Cibubur Daffa kembali menang dengan menyandang juara pertama, sedangkan dalam turnamen GIS Daffa meraih juara 2, dan banyak lagi kompetisi yang ia juarai dari tingkatan setara. Tak luput jenis pertandingan kata atau gerak jurus adalah pertandingan yang daffa lakukan, kata tekyoku, deit, seifa, sepai, seisan dan kururunfa adalah jenis-jenis kata yang sering kali di pertandingan. Daffa menambahkan bahwa jadwal latihan dua kali seminggu adalah modal awal latihan daffa di sekolahnya. Dan tokoh besar Aristoles menjadi idamannya dalam bercermin kedispilinan. “Sang simpai Aristoteles selalu mengajarkan kedisiplinan yang tinggi, dan penekanan keseriusan adalah titik awal kekuatan. Dua kali dalam seminggu merupakan modal awalku meraih impian dan cita cita.” Tambahnya “Aku ingin terus menjadi karateka supaya aku selalu sehat dan aku ingin bisa menjadi guru yang mengajarkan karate kepada muridku nanti. Aku juga ingin bisa melindungi papa dan mama dari orang- orang jahat.” Tutup Daffa dengan nada semangat. (bam/adt)

Merah Putih Berkibar Atas Kemenangan Tim Bola Basket Putri U-18 di Malaysia

Tim basket putri Indonesia menjadi juara FIBA 3x3 U18 Asia Cup 2017, di Cyberjaya, Malaysia. Foto : Perbasi

Tim Basket 3×3 Putri Indonesia U-18 berhasil meraih prestasi yang membanggakan dalam ajang FIBA 3×3 U18 Asia Cup 2017, yang di selenggarakan di Cyberjaya, Malaysia. Seperti yang di lansir oleh perbasi, bahwa Tim Malaysia berhasil di kalahkan Indonesia dengan hasil kemenangan 13-6. Tim yang diperkuat oleh Lea Kahol, Michelle Kurniawan, Nathania Claresta Orville, dan Valencia Pramono tersebut berhasil keluar sebagai juara Sementara itu, China berhasil di singkirkan tim basket putri indonesia di babak semifinal dengan skor tipis 19-16. Danny Kosasih ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), memberikan pujian atas kemenangan Miechelle dan tim. “Kami menyambut gembira keberhasilan Indonesia menjadi juara dalam ajang FIBA U-18 3×3 ini. PP Perbasi memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras mereka,” tutur Kosasih. Kosasih menjelaskan bahwa Ini adalah awal yang bagus untuk bola basket U 18 Indonesia. Tahun lalu kita bisa naik level. Sekarang di level 3×3 kita bisa menjadi juara. Namun sayangnya, kesuksesan tim basket putri tersebut, tidak diraih juga oleh wakil nomor putra yang tergabung dalam grup D bersama Cina dan Taiwan, Indonesia menempati peringkat juru kunci di grup akibat dua kekalahan 8-21 dari Taiwan dan 10-21 dari Cina.(bam/adt/isport)

Indonesia Ditunjuk Menjadi Tuan Rumah Oleh AFC Untuk Kualifikasi Piala Asia U-16 & U-19

Stadion Wibawa Mukti, Bekasi. Tempat akan diadakannya kualifikasi U-16 & U19 Piala Asia. Foto : skycrappercity.com

Indonesia menggelar laga Grup J Piala U-16 Asia dan yang akan mempertandingkan empat negara yaitu Jepang, Malaysia, Singapura dan Guam. dan sementara untuk kualifikasi tingkat U-19 Asia, Indonesia menjadi tuan rumah laga Grup J yang disertai oleh Australia, Korea Utara, Hong Kong dan Kepulauan Mariana Utara. Kualifikasi untuk U-16 Asia digelar pada 16-24 September 2017, sementara untuk kualifikasi U-19 dilaksanakan pada 31 Oktober-8 November 2017. Seperti yang di kutip dari Antara bahwa Suatu kebanggaan tersendiri untuk Indonesia yang di tunjuk menjadi tuan rumah untuk kualifikasi Piala U-16 dan U-19 2018 Asia yang diselenggarakan pada September dan Oktober 2017. “Ditunjuk oleh AFC, Indonesia menjadi tuan rumah dan semua pembiayaan akan ditanggung oleh AFC. PSSI lah yang akan jadi panitia penyelengara lokal.” Ujar Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono di Kantor PSSI, Jakarta. Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono menambahkan Seluruh pertandingan kualifikasi tersebut diadakan di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi. Stadion Wibawa Mukti merupakan salah satu stadion yang menjadi pilihan untuk mempertandingkan cabang olahraga sepakbola Asian Games 2018 selain itu ada pula beberapa lokasi lain seperti Stadion Pakansari, Bogor dan Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi. Indonesia pun ambil bagian untuk mengikuti kualifikasi Piala Asia U-16 dan U-19. Timnas U-16 yang dilatih Fakhri Husaini Indonesia bergabung di Group G bersama tuan rumah kualifikasi Thailand, Laos, Timor Leste dan Kepulauan Mariana Utara dan untuk kualifikasi Piala U-19 Asia, Indonesia masuk di Group F dengan Korea Selatan sebagai tuan rumah, Malaysia, Timor Leste dan Brunei Darussalam yang menjadi pesertanya.(bam/adt/glm)

Uji Coba Asian Games di Undur Januari Mendatang

Rapat terbatas terkait penyelenggaraan Asian Games 2018 yang dipimpin oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Sumber foto Tempo

Penjadwalan ulang oleh Indonesia untuk kejuaraan uji coba multi-cabang olahraga Asian Games 2018 dari bulan November-Desember 2017 menjadi bulan Januari 2018. Ini tentang menyusul nya penyelesaiyan renovasi sejumlah gelanggang dan stadion olahraga pada 30 desember 2017. “Kami mendapat laporan dari perwakilan Kemenpora yang mengikuti rapat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ada kemungkinan untuk rencana kejuaraan uji coba itu diundur paling lambat pada Januari 2018,” ujar Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto di Jakarta. Gatot menambahkan renovasi beberapa gelanggang olahraga di kawasan Gelora Bung Karno Jakarta akan selesai pada Oktober 2017. Dua gelanggang yang dijadwalkan selesai renovasi pada 8 Oktober adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno dan gelanggang Akuatik. Sedangkan Stadion Istora akan selesai direnovasi pada 8 November, terkait tentang perkembang infrastruktur untuk Asian Games 2018 laporan dari kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Diperkirakan lima gelanggang lain (Stadiom Atletik madya, Stadion basket, Stadion Sofbol dan baseball, fasilitas latihan, sepaket penataan kawasan di Gelora Bung Karno untuk zona 1, 2 dan kawasan Wisma Atlet Kemayoran) akan selesai pada Desember 2017 dua gelanggang yang akan selesai direnovasi pada 10 Juni 2017 yaitu lapangan hoki, lapangan ABC, dan lapangan tenis indoor dan outdoor, Laporan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Renovasi gelanggang yang dikerjakan oleh JakPro di lapangan equestrian Pulomas dan velodrome Rawamangun akan selesai pada Juni 2018. “Kami akan menyampaikan perubahan rencana kejuaraan uji coba Asian Games ini kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA).”Ujar Gatot. Menurut sumber tempo.co Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) 2018 Erick Thohir mengatakan akan mengundang 10 pengurus cabang olahraga yang akan menggelar kejuaraan uji coba terkait perubahan jadwal pelaksanaan kejuaraan, pada pertemuan sebelumnya dengan kesertaan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sepuluh cabang yang akan digelar untuk kejuaraan uji coba Asian Games 2018 antara lain sepak bola, atletik, panahan, bulutangkis, basket, tinju, pencak silat, taekwondo, voli indoor, dan angkat besi. (bam/adt/T.co)

Agung, Seorang Anak Penjual Bantal yang Mewujudkan Cita-Cita Melalui Sepakbola

Pasti semua orang mempunyai impian besar, dan banyak pula orang yang putus asa untuk menggapai keinginan mereka, tentunya menggapai harapan dapat di wujudkan melalui do’a dan juga niat yang bersungguh-sunguh. Agung Patara, Anak penjual bantal, kasur dan guling yang sering kita gunakan untuk menemani tidur, berangkat dari Medan yang berjuang keras untuk wujudkan cita citanya menjadi pemain sepakbola. Pengurus Unipapua DKI Jakarta yang akrab di sapa Bunda Hirma menjelaskan kepada NYSN melalui Hp selulernya bahwa Agung merupakan salah satu pilot project managemen Unipapua. “Ya, Agung Ini adalah salah satu pilot project management talent Unipapua ID GEN yang akan kami buktikan pada dunia, begitu banyak pengorbanannya sampai saat cidera dan bisa aktif kembali.” Tutur Hirma. Hirma juga menambahkan bahwa Agung Patara mempunyai skill yang amat complex dan berhasil lolos seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri 2017 (SNMPTN).(26/5) “Selain cepat memahami permainan olahraga sepak bola, Agung juga menguasai ilmu umum, dan buktinya dia berhasil lulus SNMPTN 2017 dengan nilai yang bagus, dan berhasil masuk perguruan tinggi negeri universitas negeri Jakarta.” Tambah Hirma. Agung Patara merupakan binaan Unipapua yang memiliki segudang Prestasi diantaranya, pernah menjadi juara 1 Yamaha Cup 2011 wilayah medan U 13, di tahun yang sama juga menjadi juara 3 Asean Cup Thailand U 13. Sedangkan di tahun 2012 Tim Agung mendapkan gelar juara 3 Aqua DNC wilayah Medan, lalu di tahun 2013 berhasil menjadi juara 1 Trofeo U 16 di Jakarta Timur, juara 1 Trofeo Ragunan U 16. Pada tahun 2014 kembali mendapatkan menjadi juara 1 POPDA Kabupaten Bekasi, sekaligus menjadi 5 besar Borneo Cup Malaysia U 14. Di susul pada tahun 2015 menjadi juara 3 Haornas Kota Bekasi U 15. Kemudian timnya masuk peringkat 8 besar MIC Cup di Spanyol U 15. Lalu pada tahun berikutnya 2016 Tim Agung juga meraih Prestasi yang gemilang menjadi juara 1 antar pelajar wijayakrama Cup, juara 2 antar pelajar tingkat Kodim U 16. lalu di teruskan mendapat peringkat 3 liga superball U 16, juara 2 se provinsi DKI Jakarta U 17. Bahkan dirinya sempat di nobatkan menjadi 10 pemain terbaik United training, dan menjadi perwakilan Indonesia di Allianz junior football camp U 16 pada tahun 2016.(adt)

Football For Peace : Acara Sepakbola Internasional Pertama Kali di Indonesia

Piala Football for Peace

Jakarta – Football for Peace sebuah acara yang bertemakan sepak bola sosial Internasional pertama kalinya akan diadakan di Indonesia pada tanggal 20-21 Mei 2017, tepatnya di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta. Dengan bantuan dari Kementerian Luar Negeri, Football for peace ini diadakan dalam rangka pertandingan persahabatan antar 30 negara yang akan berlaga untuk mempromosikan dan menggalang dana demi misi perdamaian dan kemanusiaan melalui sepak bola. Salah satu hal yang unik dari pertandingan ini adalah, semua peserta yang berpartisipasi akan mendapatkan medali, baik dari pihak yang menang ataupun pihak yang kalah. Ini adalah suatu simbolik atau tanda terimakasih atas partisipasi para peserta dari berbagai negara yang telah membantu mempromosikan misi sepakbola sosial tersebut. “Football for Peace ini bertajuk persahabatan, sehingga tujuan acara ini bukannya menentukan yang mana yang terbaik dan bukan, tetapi demi mempererat persahabatan dan rasa fun diantara negara sahabat, sehingga semua peserta akan mendapatkan medali, dan Piala hanya diperuntukkan untuk pemenang” ujar Andi Hartono selaku Operation Manager Uni Papua FC. Football for Peace ini diselenggarakan oleh ID Gen (International Indonesia Generation Foundation) salah satu NGO / Non Govermental Organization yang juga mengepalai Uni Papua FC, yang berfokus untuk pendidikan dan pengembangan karakter masyarakan Indonesia melalui sepak bola sebagai wadahnya. Selain itu ID Gen juga berfokus untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berbasis pada pengembangan karakter anak-anak dan para pemuda di Indonesia. Selain diikuti oleh 30 negara, JKT 69 sebuah tim sepakbola yang beranggotakan para selebritis tanah air seperti Ficky Notonegoro, Riko Ceper, Judika, Delon Idol, Roky Putiray, Darius Sinatria, dan Ibnu Jamil akan turut meramaikan acara yang bertajuk kedamaian tersebut di akhir pekan nanti. Bagi Anda yang berminat untuk menghadiri acara tersebut dapat menghubungi Fuad (0813 8656 3286), Wondo (0813 1129 6939) atau Andi (0823 1234 7890) atau dapat langsung menuju ke GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta pada tanggal 20-21 Mei 2017 nanti. Untuk bisa mengikuti acara ini Anda akan diminta untuk berdonasi seikhlasnya untuk mendapatkan tiket masuk sekaligus wristband football for peace. (iha)  

Kevin Rose Nasution Optimis Anak Didiknya Maju Mewakili DKI Jakarta

kevin rose nasution

Ajang penyeleksian Swimming Open 2017 yang di adakan di gor mahasiswa Soemantri Brodjonegoro berlangsung semarak, sorak sorai pendukung dan suara pluit menambah ketegangan antara persaingan Club renang menuju pekan olahraga nasional (POPNAS) dan PON remaja. Salah satu panitia Swimming Open 2017 H. Turmuji mengatakan kepada NYSN bahwa ajang penyeleksian berdasarkan limit waktu kecepatan. “Atlet yang terpilih mewakili DKI Jakarta berdasarkan limit waktu yang dicapai atau berdasarkan kecepatan, lalu akan mendapatkan 36 nomor dari masing masing kategori renang, diantaranya gaya dada, punggung, bebas dan kupu kupu.” Pungkas Turmuji Hal senada juga di ungkapkan oleh atlet Nasional putri yang juga merupakan pemilik Club Pari Sakti sempat menjelaskan kepada NYSN bahwa untuk lolos dan mewakili nama DKI Jakarta hanya memiliki kuota sebanyak 20 atlet muda. “Untuk menuju ke ajang POPNAS, DKI selalu membina melalui tiga tahapan, dan juga memiliki kuota paling banyak sama dengan tiga daerah lain diantaranya Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yaitu memiliki kuota sebanyak 20 orang atlet dengan komposisi 10 laki laki dan 10 perempuan per Provinsi dan juga mengirimkan 8 pelatih.” Ungkap Kevin Kevin menambahkan bahwa pari sakti akan berlatih keras untuk mewujudkan prestasi dalam cabang olah raga renang. “Dalam catatan pari sakti banyak klub besar yang berhasil mengirim atlit tercepat dalam ajang seleksi ini diantaranya, millenium, parisakti dan klub lainnya. Intinya semua Club turut memberikan kontribusi mengirimkan kandidat untuk merebut gelar juara POPNAS dan PON remaja mrndatang.”Tambah Kevin Rencananya nama Dwiky Anugrah dari Club pari sakti yang saat ini berumur 17 tahun, yang bergabung ke pari sakti semenjak kelas tiga SD akan di gadang untuk mewakili pari sakti dan sekaligus mewakili DKI.(adt)⁠⁠⁠⁠

Swimming Open 2017 Jakarta Championship Siapkan Bibit ke Arena Olimpiade & PON

Para peserta Swimming Open 2017 saat sedang berlaga di GOR SOemqantri Brodjonegoro, 5/26/17 (NYSY Media)

Acara yang di buka pada tanggal 23 Mei 2017 kemarin masih berlangsung ketat di Gelanggang renang Gor mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta. (25/5) Swimming open 2017 Jakarta Championship yang berhasil menyerap kurang lebih 40 Club Se Indonesia di harapkan mampu mewakili Indonesia di ajang Olimpiade maupun Pekan Olahraga Nasional (PON). Dari tiap Club yang mewakili Kota, Kabupaten ataupun Provinsi di Indonesia antara lain, hampir mengikuti semua kategori gaya. Gaya dada, gaya punggung, gaya kupu kupu dan gaya bebas. Dalam renang sendiri, lebih untuk sebuah olahraga yang melombakan kecepatan atlet dalam berenang. Faturmuji selaku panitia pelaksana kegiatan mengatakan kepada NYSN, bahwa ajang tersebut guna mempersiapkan atau menseleksi atlit menyambut Olimpiade dan PON mendatang. “Atlit atlit muda yang mengikuti limba ini merupakan perwakilan club dari berbagai macam kota, kabupaten yang tersebar hampir seluruh pelosok negeri. Dan para Atlit yang ikut sudah melalui tahapan seleksi dan yang paling berprestasi di wilayahnya masing masing. Lalu acara ini di dedikasikan untuk mempersiapkan olimpiade dan PON mendatang.” Ungkap Fatur. Event Swimming open 2017 Jakarta Championship yang di gagas oleh FINA, AASF, PRSI dan KUMANG ini di percaya mampu akan menyalurkan dan mewakili nama besar Indonesia di ajang olahraga Nasional PON dan Internasional tiap empat tahunan yang mempertandingkan cabang-cabang olahraga musim panas dan musim dingin serta diikuti oleh ribuan atlet yang berkompetisi dalam berbagai pertandingan olahraga.(bgs/adt)

Anindya Bakrie Kukuhkan Pengganti Sandiaga Uno Sebagai Ketua PRSI DKI Jakarta

Erwin Eka nomor dua dari kiri, saat pelantikan pengurus di acara Swimming Open 2017, di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kamis 25/05/17. (NYSN Media)

Persatuan Renang Seluruh Indonesia yang disingkat PRSI merupakan  organisasi yang mengatur kegiatan olahraga renang di Indonesia. PRSI sendiri berdiri pada tanggal 21 Maret1951 di Jakarta dengan ketua umum pertamanya  Prof. dr. Poerwo Soedarmo, dan hingga saat ini di pimpin oleh Anindya Bakrie. PRSI di bawah kepemimpinan Anindya Bakrie mengukuhkan pengurus PRSI Prov DKI Jakarta di Gor Soemantri Brodjonegoro, Kuningan Jakarta, selepas ajang penyeleksian atlet junior swimming Open 2017. (25/5) Jabatan Ketua Umum PRSI Jakarta periode 2017-2021 resmi dipegang oleh Erwin Eka. Semangat yang terlontar membuatnya optimis dapat mengembalikan kejayaan renang pada masa lalu. “Dengan Motto Bring Back Glory” kita akan mengembalikan kemenangan pada masa itu, dengan kerja keras secara tim betul-betul kejayaan renang di DKI Jakarta akan kembali, kami butuh prestasi” Ujar Erwin dalam sambutannya. Sementara itu di tempat yang sama Ketua Umum PRSI Anindya Bakrie selain berikan ucapkan selamat juga mengatakan kepada wartawan bahwa PRSI akan focus menjaring potensi atlet dari gambaran piramida. “Pertama, saya ucapkan selamat kepada Erwin Eka yang telah menggantikan posisi Sandiaga Uno karena berakhir masa waktu, dan saya berharap, terpilihnya Sandiaga menjadi wakil Gubernur DKI Jakarta lebih leluasa lagi mendorong atlet renang menuju pintu kemenangan. Dan PRSI akan focus dalam segitiga piramida, memperkuat lini tengah dan bawah, yaitu atlet akan di ambil tingkat Kabupaten, Kota” Tegas Anindya. (bgs/adt)

Ingin Menjadi Polisi, Alam Buktikan Dirinya Dengan Prestasi

Alam saat memenangkan kejuaraan nasional di Malang 2016

Alam Dwi Putra yang kesehariannya kerap di sapa dengan panggilan Alam ini merupakan siswa di SMK Islamic Village Kota Tangerang. mempunyai segudang prestasi di olahraga volley ball atau bola volly, remaja yang mempunyai postur tubuh 181cm ini amatlah ideal untuk menjadi seorang pemain volley. Perjalanan prestasinya diawali ketika Alam masih bersekolah di SMPN 1 Serpong, Tangsel di bawah asuhan seorang guru olah raga bernama Karman. Atas instruksi latihan rutin dari Karman, si kecil Alam sudah mendapatkan tempat berkiprah diturnamen volly tingkat nasional yang mewakili sekolahnya Prov Banten. Alam mengatakan kepada NYSN bahwa mengikuti turnamen volly tingkat Nasional merupakan kebanggaan tersendiri. “Ya mas, mengikuti turnamen merupakan kebanggan tersendiri buat saya yang terpilih mewakili Prov Banten, apalagi ketika itu masih berumur 14 tahun. Saya berhasil lolos ditingkat provinsi Turnamen O2SN yang di selenggarakan di Samarinda beberapa waktu lalu.” Ujar Alam.(22/5) Alam menambahkan bahwa masuk dalam 5 besar merupakan hasil dari latihan yang rutin ia jalankan. “Masuk dalam posisi 5 besar kala itu berkat kekompakan tim dan seringnya latihan yang kami lakukan.Turnamen demi turnamen saya lalui, dan alhamdullilah kami selalu membawa trophy juara.” Tambah Alam Berhasil menghantar nama sekolah dengan prestasi, menjadikan nama Alam di kenal sewilayahnya. Remaja yang sangat menyukai ayam goreng ini juga menuturkan bahwa keberhasilan yang alam dapatkan saat ini tidak lah mudah latihan yang rutin dan tekun adalah resepnya. “Atas bimbingan guru dan dukungan ayah, semua ini berhasil saya lalui, di tahun 2015 turnamen antar SMK tingkat provinsi yang di gelar di makasar, saya menjadi juara 2, sedangkan di turnamen kejuaraan nasional kami berhasil merebut juara 1 melawan tim dari jawa barat antar Club volly di Malang.” Tegas Alam Dan hingga saat ini, Alam yang duduk di bangku kelas 3 ini memutuskan untuk bergabung Club Vobgard Ragunan, bermain dengan posisi sebagai Spike Alam sangat ingin bercita cita menjadi seorang polisi. (bgs/adt)

Luar Biasa, Anak Penjual Nasi Uduk ini Mengukir Prestasi ke Jepang

Irvan yang mentorehkan prestasi saat menjadi 5 besar di Jepang mewakili DKI Jakarta

Muhammad Irvan Maulana yang kesehariaannya sering di sapa dengan panggilan Irvan adalah remaja yang duduk di kelas 3 SMA Darusalam Ciputat, Tangsel. Remaja ini menyenangi sepak bola sedari kecil, di mulai saat dirinya berumur 6 tahun. Bergabung di SSB villa 2000 Pamulang, Ivan pernah menjuarai turnamen futsal antar sekolah menengah pertama se Kota Tangsel saat dirinya masih duduk di bangku SMP tahun 2013, kala itu Ivan bersekolah di SMP Arayisa Pamulang. Pada tahun yang sama tahun 2013, Ivan terpilih mengikuti turnamen Sister city yang berlangsung di Jepang, mewakili DKI Jakarta yang dipilih dari tiap sekolah sepak bola (SSB). Turnamen Sister city yang diikuti oleh 16 negara ini berlangsung selama kurang lebih 2 minggu dan tim Irvan berhasil masuk dalam urutan 5 besar. Remaja yang juga sangat menyukai sate ayam ini mengatakan kepada NYSN bahwa olah raga Futsal tidak sulit. “Menekuni sepak bola dan futsal tidak sulit kok, aturan mainnya sangat sederhana, apalagi saya di arahkan oleh pelatih futsal yang berpengalaman.” Papar Irvan yang tak lain anak dari ibu Sawi yang kesehariannya berprofesi sebagai penjual nasi uduk. Atas prestasinya ini Irvan berharap mendapatkan hasil yang baik bagi masa depannya, guna membantu ekonomi orangtuanya. “Saya berharap dengan prestasi yang berhasil saya raih, akan mampu membantu ekonomi keluarga, dan semoga ke depan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak bagi saya.” Harap Irvan yang telah berhasil menyabet gelar juara 1 dalam ajang perebutan trophy Dispora Kota Tangerang Selatan.(bgs/adt)

Swimming Open 2017 Jakarta Championship Siapkan Bibit ke Arena Olimpiade dan PON

swiminng open 2017

Acara yang di buka pada tanggal 23 Mei 2017 kemarin masih berlangsung ketat di Gelanggang renang Gor mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta. (25/5) Swimming open 2017 Jakarta Championship yang berhasil menyerap kurang lebih 40 Club Se Indonesia di harapkan mampu mewakili Indonesia di ajang Olimpiade maupun Pekan Olahraga Nasional (PON). Dari tiap Club yang mewakili Kota, Kabupaten ataupun Provinsi di Indonesia antara lain, hampir mengikuti semua kategori gaya. Gaya dada, gaya punggung, gaya kupu kupu dan gaya bebas. Dalam renang sendiri, lebih untuk sebuah olahraga yang melombakan kecepatan atlet dalam berenang. Faturmuji selaku panitia pelaksana kegiatan mengatakan kepada NYSN, bahwa ajang tersebut guna mempersiapkan atau menseleksi atlit menyambut Olimpiade dan PON mendatang. “Atlit atlit muda yang mengikuti lomba ini merupakan perwakilan club dari berbagai macam kota, kabupaten yang tersebar hampir seluruh pelosok negeri. Dan para Atlit yang ikut sudah melalui tahapan seleksi dan yang paling berprestasi di wilayahnya masing masing. Lalu acara ini di dedikasikan untuk mempersiapkan olimpiade dan PON mendatang.” Ungkap Fatur. Event Swimming open 2017 Jakarta Championship yang di gagas oleh FINA, AASF, PRSI dan KUMANG ini di percaya mampu akan menyalurkan dan mewakili nama besar Indonesia di ajang olahraga Nasional PON dan Internasional tiap empat tahunan yang mempertandingkan cabang-cabang olahraga musim panas dan musim dingin serta diikuti oleh ribuan atlet yang berkompetisi dalam berbagai pertandingan olahraga.(bgs/adt)