Tampil di Istora Senayan, Runner-up World Junior Championship 2018 Merinding

Duet Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti lolos ke babak utama turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2019. Runner-up World Junior Championship 2018 itu, sukses menyudahi wakil Rusia, Rodion Alimov/Alina Davletova, dalam duel tiga gim, 19-21, 21-17, 21-16, pada Selasa (22/1). (Pras/NYSN)

Jakarta- Duet Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti lolos ke babak utama kejuaraan bulutangkis Daihatsu Indonesia Masters 2019. Runner-up World Junior Championship 2018 itu, menyingkirkan wakil Rusia, Rodion Alimov/Alina Davletova, dalam duel tiga gim, dengan skor 19-21, 21-17, 21-16, pada Selasa (22/1). Berbeda dengan Fadia, yang sudah beberapa kali berlaga di Istora Senayan, ketika tampil bersama Agatha Imanuela, rekan duetnya di ganda putri, namun lain halnya dengan Rehan. Baginya, ini adalah pengalaman pertama merasakan atmosfer Istora Senayan, yang selalu gegap gempita kehadiran suporter setiap kali wakil Merah Putih bertanding. “Saya merinding. Baru pertama tanding di sini (Istora). Saya pernah main di WJC (World Junior Championships), di Yogyakarta, tapi tidak ‘segila’ di sini,” ujar pemain kelahiran Bekasi, Jawa Barat, 28 Februari 2000 itu. Padahal, menurut Rehan, laga yang dilakoni baru babak kualifikasi, namun penonton sudah ramai memenuhi Istora. “Saya pikir, pendukung kami banyak, jadi ngapain takut menghadapi lawan,” lanjut pebulutangkis PB Djarum Kudus itu. Terlebih, sebut Rehan, di akhir permainan terdengar teriakan ‘habisin’, hal itu yang kadang membuat dirinya tak sabar menyelesaikan laga. “Kadang ini bikin nafsu ingin menyerang dan mematikan lawan,” tambahnya. Pada laga ini, Rehan/Fadia harus merelakan gim pertama dicuri dobel Rusia penghuni ranking 40 itu. Merubah pola permainan dari menyerang ke bertahan justru memberikan dampak negatif bagi Rehan/Fadia. “Di gim pertama mainnya sudah enak, tapi kami jadi main bertahan. Padahal lawan juga banyak melakukan kesalahan sendiri,” ungkapnya. “Dan di gim kedua dan ketiga itu, bagaimana caranya kami harus banyak menurunkan bola,” tegas Rehan. Di babak utama, penghuni Pelatnas PBSI itu akan beradu kekuatan dengan wakil Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Ganda Indonesia peraih perak Malaysia Junior International Challenge 2018 itu patut waspada. Penampilan wakil Negeri Gajah Putih itu tengah naik daun. Fadia mengaku bila lawan yang dihadapi sangat kuat. “Lawan kami memang kuat, mereka lebih unggul dari segi pengalaman. Pokoknya kami mau fight dulu,” tukas remaja putri kelahiran Bogor, Jawa Barat, 16 November 2000 itu. (Adt)

Jadi Cadangan, Helmy Damanik Cetak Gol Kemenangan di Kompetisi Elit U-18 di Spanyol

Pemain muda Indonesia kelahiran Balikpapan 9 April 2000, Helmy Putra Damanik (kanan), yang membela CIA Amistad, menjadi bintang, usai mencetak gol kemengan pada laga melawan UD Santa Marta di Stadion La Balastera Palencia, Sabtu (19/1), di kompetisi kasta tertinggi U-18 Spanyol. (bola.com)

Jakarta- Helmy Putra Damanik adalah pemain muda Indonesia yang tergabung dalam proyek Vamos Indonesia di Spanyol. Proyek Vamos Indonesia ini dibuat untuk memberikan jam terbang spesial bagi anak-anak Indonesia yang bertalenta spesial, di Liga Division de Honor, yang merupakan kompetisi kasta tertinggi U-18 di Spanyol. Saat ini ada delapan pemain asal Indonesia yang ada dalam proyek ini. Tiga diantaranya, termasuk Helmy, bermain secara resmi, bersama klub yang berlaga di Division de Honor (Liga U-18 Spanyol). Ia bergabung dengan klub CIA Amistad, dalam Castille de Leon Provincial, termasuk Real Madrid U18, Atletico Madrid U-18 Leganes U-18 dll. Sabtu (19/1) lalu, Helmy Damanik menjadi penentu kemenangan timnya, atas UD Santa Marta. Pemain kelahiran Balikpapan 9 April 2000 itu mencetak satu-satunya gol kemenangan CIA Amistad. Turun dari bangku cadangan, pemain 18 tahun ini menjadi bintang, usai mencetak gol pada menit ke-81 lewat tembakan ke arah bawah kiri gawang UD Santa Marta. Project Director Vamos Indonesia, Fanny Riawan, yang melihat secara langsung pertandingan ini di Stadion La Balastera Palencia, Valencia, Spanyol, mengaku cukup puas dengan perkembangan pemain yang tergabung dalam tim Vamos Indonesia. “Laga yang sangat seru, jual beli serangan ala tiki taka Spanyol, sangat indah ditunjukkan kedua tim. Kemenangan ini diraih tidak mudah karena tim lawan juga bermain sangat bagus,” ujar Fanny. CIA AMistad akan bertandang ke markas Atletico Madrid, Sabtu (25/1), pada laga berikutnya. (Adt)

Tantang Unggulan Keenam Asal New York di Australia Open Junior, Priska : Siap Siapapun Lawannya

Petenis Indonesia peringkat 44 dunia, Priska Madelyn Nugroho (15 th) akan menjajal ketangguhan unggulan keenam asal Amerika Serikat berperingkat 19 dunia, Ma Lea (17 th), pada babak kedua Australia Terbuka Junior, pada Selasa (22/1). (picssr.com)

Melbourne- Petenis Indonesia, Priska Madelyn Nugroho menjajal ketangguhan unggulan keenam asal Amerika Serikat, Ma Lea, pada babak kedua Australia Open Junior 2019, pada Selasa (22/1). Pertemuan antara peringkat ke-44 dan 19 dunia itu dijadwalkan berlangsung di lapangan nomor delapan Melbourne Park. Lawan Prsika terhitung cukup matang dari sisi usia. Lea adalah petenis berdarah Tionghoa berasal dari Dix Hills, New York. Dara kelahiran 1 Februari 2001 ini merupakan atlet timnas USA, yang tampil dalam ajang Olimpiade Remaja (Youth Olympic) pada Oktober 2018 lalu, di Buenos Aires, Argentina. “Pokoknya saya siap saja melawan siapapun karena memang tak ada lawan yang mudah di ajang level grand slam seperti ini,” ucap Priska, tak gentar ketika dihubungi pada Senin (21/1), yang tampil di arena pertandingan turnamen tenis berjuluk Grand Slam of Asia Pacific itu. “Berusaha main terbaik dan semaksimal mungkin memanfaatkan peluang yang ada,” lanjut dara kelahiran Jakarta, 29 Mei 2003 ini. Kiprah Priska, satu-satunya wakil Merah Putih di arena grand slam ini hanya tersisa di nomor tunggal, menyusul kekalahannya pada babak pertama ganda, Senin (21/1). Duet Priska/Wei Sijia kandas di tangan unggulan kedua asal Thailand, Thasaporn Naklo/Mananchaya Sawangkaew 0-6 2-6 hanya dalam tempo 46 menit. “Lawan sangat dominan dari awal pertandingan. Priska dan partnernya kesulitan dan tak mampu keluar dari tekanan,” ulas pelatih Ryan Tanujoyo yang bersama Elbert Sie mendampingi Priska. Menurut Ryan, faktor jam terbang juga sangat berpengaruh dalam pertarungan di level grand slam. “Pasangan Thailand itu sangat kompak dan lebih berpengalaman tampil di grand slam seperti Australia Terbuka ini. Sementara Priska dan Wei memang baru melakukan debut di ajang seperti ini,” paparnya. Priska dan Wei Sijia merupakan petenis termuda yang masuk sebagai direct acceptance babak utama Australia Terbuka Junior 2019. “Semoga Priska dapat segera melupakan kekalahan di nomor ganda dan bisa mengambil banyak pelajaran dari pertandingan itu agar lebih siap menjalani partai babak 32 besar tunggal,” tandasnya. (Adt) Jadwal Selasa (22/1)Priska Madelyn Nugroho v 6-Ma Lea (AS) Hasil Senin (21/1)Priska Madelyn Nugroho / Wei Sijia (China) v 2-Thasaporn Naklo / Mananchaya Sawangkaew (Thailand) 0-6 2-6

Ratusan Atlet Perebutkan Hadiah Rp 4,9 Miliar, Indonesia Bidik Satu Gelar Indonesia Masters 2019

Daihatsu Indonesia Masters 2019 BWF World Tour Super 500 siap dihelat di Istora Senayan, Jakarta, pada 22-27 Januari. 267 pebulutangkis elite dunia dari 20 negara bakal bersaing memperebutkan total hadiah total hadiah 350 ribu dollar Amerika Serikat (AS), atau sekitar Rp 4,9 Miliar. (Pras/NYSN)

Jakarta- Kejuaraan bulutangkis bertajuk ‘Daihatsu Indonesia Masters 2019 BWF World Tour Super 500’, siap dihelat di Istora Senayan, Jakarta, pada 22-27 Januari. 267 pebulutangkis elite dunia dari 20 negara bakal bersaing memperebutkan total hadiah 350 ribu dollar Amerika Serikat (AS), atau sekitar Rp 4,9 Miliar. Indonesia selaku tuan rumah akan mengandalkan Anthony Sinisuka Ginting, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dan duet senior Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Deretan pebulutangkis top dunia pun turut meramaikan, yakni Kento Momota (Jepang), Chen Long (China), Viktor Axelsen (Denmark), Nozomi Okuhara (Jepang), serta Li Junhui/Liu Yuchen (China). Achmad Budiharto, Ketua Panitia Pelaksana turnamen, mengatakan Indonesia siap untuk menyambut para pebulutangkis dunia di Istora Senayan. Ia menjelaskan seluruh panitia pelaksana tengah bekerja secara maksimal agar dapat berjalan dengan sukses. “Daihatsu lndonesia Masters 2019 diikuti para pebulutangkis elit dari 20 negara. Secara keseluruhan Istora Senayan sudah siap untuk pertandingan,” ujar Budiharto, di Hotel Sultan Senayan, Jakarta, pada Senin (21/1). Ia memastikan pertarungan menuju gelar juara di turnamen ini akan sengit dan menarik. “Pasti para pemain memiliki motivasi kuat untuk meraih titel di awal tahun ini. Kami berharap Daihatsu lndonesia Masters 2019 bermanfaat dalam mendukung Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan tiap kejuaraan bulutangkis dunia,” tambahnya. Disisi lain, kendati menjadi tuan rumah, Indonesia diperkirakan tak akan mudah meraih gelar. Salah satu tantangan terbesar datang dari Negeri Tirai Bambu. Terlebih, prestasi negara itu tengah berkilau, karena baru saja menyabet tiga gelar juara di ajang BWF World Tour Finals, Desember lalu. Di Daihatsu Indonesia Masters 2019, hasrat China menyapu bersih gelar juara terlihat sebagai negara yang menerjunkan jumlah peserta terbanyak. “China mengirimkan 37 pemainnya, dari semula 44 pemain yang akan berlaga di turnamen ini,” terang Budiharto. Sedangkan Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), menyebut atlet harus berupaya keras untuk meraih minimal satu gelar, yakni dari nomor ganda putra. “Target minimal ganda putra Indonesia bisa kembali menghasilkan gelar juara. Tapi kami juga harapkan muncul kejutan dari sektor-sektor lainnya. Dan, saya tidak bisa sebutkan dari sektor mana,” tegas Susi. Dijelaskannya, prestasi di ajang ini diharapkan bisa menambah motivasi bagi para atlet Indonesia dalam menghadapi rangkaian turnamen sepanjang tahun ini, salah satunya yaitu lndonesia Open yang akan digelar pada Juli mendatang. Di ajang yang sama tahun lalu, Indonesia sukses meraih dua gelar juara dari sektor tunggal putra, melalui Anthony Ginting yang menyingkirkan Kazumasa Sakai (Jepang), dan ganda putra yakni Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi yang menang atas Li Junhui/Liu Yuchen. Sementara itu, Anthony Ginting bertekad mengulang prestasi pada tahun lalu. “Kalau target, saya ingin mengulang kesuksesan tahun lalu. Tapi, saya mau fokus satu demi satu dulu di pertandingan,” tutur Anthony. Di babak pertama Daihatsu Indonesia Masters 2019, Anthony akan berjumpa dengan rekan senegaranya, Tommy Sugiarto. Terakhir, mereka bertemu di ajang All England, Maret 2018. Ketika itu, Anthony takluk dua gim langsung (14-21, 19-21). “Untuk rekor pertemuan, Tommy masih lebih unggul dari saya. Pasti saya akan berusaha sebaik mungkin untuk bisa meraih kemenangan,” tukas penghuni ranking 7 dunia itu. (Adt)

Ganda Putra Selalu Milik Indonesia, Kevin/Marcus Kampiun Malaysia Masters 2019

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengawali 2019 dengan apik. The Minions menyabet gelar juara pertama mereka di tahun ini, usai menjuarai Malaysia Masters 2019, pada Minggu (20/1). (antaranews.com)

Kuala Lumpur- Indonesia merebut satu gelar juara di Malaysia Masters 2019 setelah Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon menaklukkan pasangan tuan rumah, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, Minggu (20/1). Kevin/Marcus menang dua set langsung, 21-15 dan 21-16 dalam waktu 36 menit. Turnamen resmi dengan total hadiah 350 ribu dolar Amerika Serikat ini, diikuti hampir seluruh pebulutangkis top dunia. Terutama mereka yang bergelar pemegang ranking 1 dunia, di lima kategori yang dipertandingkan. Sejatinya, Malaysia Masters bukan turnamen yang angker bagi pemain Indonesia, terbukti sejak turnamen ini digelar pada 2009, Indonesia berhasil meraih 10 dari 50 gelar juara. Jumlah ini menempatkan Indonesia pada posisi kedua papan klasemen negara peraih gelar juara Malaysia Masters. Anehnya, sebagai tuan rumah Malaysia cuma memiliki rekor 2 gelar lebih banyak dari Indonesia. Negeri Jiran mendapatkan 12 gelar saja. Gelar juara terbanyak didapatkan Indonesia dari kategori ganda putra, yaitu sebanyak 4 gelar juara. Uniknya, empat gelar juara itu tak pernah diraih oleh pasangan yang sama. Empat gelar masing-masing disumbangkan Markis Kido/Hendra Setiawan pada 2010, Kevin/Marcus pada 2016, Berry Angriawan/Hardianto pada 2017, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianta pada 2018. Sebelumnya pada nomor ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal menyabet gelar juara. Mereka ditumbangkan unggulan satu, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang), dengan skor 21-18, 16-21 dan 16-21. Rekor pertemuan kini mencatat Greysia/Apriyani tertinggal 5-2 dari Fukushima/Hirota. Mereka kalah lima kali secara berurutan. Di semifinal kemarin, Greysia/Apriyani juga berhadapan dengan wakil Jepang, yakni Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, 20-22, 21-13 dan 21-19. Kemenangan ini menjadi hal penting bagi Greysia/Apriyani, setelah selalu kalah di tiga duel terakhir dari Matsutomo/Takahashi. Atas raihannya di Malaysia, Greysia/Apriyani mengevaluasi penampilan mereka. “Melawan pemain Jepang selalu ketat, kami memang harus benar-benar dalam kondisi terbaik. Dengan lawan kemarin (Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi) kurang lebih sama. Mereka kuat, susah untuk dilawan,” kata Greysia mengenai lawannya itu. Faktor konsistensi tenaga menjadi perhatian mereka kali ini. “Yang harus ditingkatkan adalah tenaga kami. Jadi seumpama kami rubber, tenaga kami bisa konsisten. Bukan hanya pikiran aja yang konsisten. Lawan makin lama main bukan makin menurun, tapi makin kuat untuk naikin bola lagi, kasih lob lagi,” pungkas Apriyani. (Adt)

Loloskan Duo Ganda ke Final, Indonesia Lebih Baik Dari Tuan Rumah di Malaysia Masters 2019

Rangkaian semifinal Malaysia Masters 2019 telah tuntas digelar di Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu (19/1). Dari 10 laga yang dimainkan, skuat bulu tangkis Indonesia berhasil memenangi dua laga, salah satunya dari duet Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. (suara.com)

Kuala Lumpur- Rangkaian semifinal turnamen Malaysia Masters 2019 telah tuntas digelar di Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu (19/1). Dari 10 pertandingan yang dimainkan, skuat bulu tangkis Indonesia berhasil memenangi dua laga. Yakni melalui pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (ganda putra) dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri). Artinya, Indonesia memiliki dua wakil, pada laga final Malaysia Masters 2019, yang berlangsung pada Minggu (20/1). Greysia/Apriyani maju paska menekuk pasangan Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi di babak semifinal. Mereka menang 20-22, 21-13, 21-19, setelah berjuang selama 79 menit. Bagi pasangan putri terbaik merah putih, hasil ini jadi kemenangan kedua mereka atas unggulan kedua tersebut dari 10 kali pertemuan. Sedangkan, Kevin/Marcus menang atas ganda Malaysia, Goh V Shem dan Tan Wee Kiong, dengan skor akhir 21-18, 24-22. Kemenangan “the minions” makin mentasbihkan dominasi mereka atas ganda 13 dunia itu. Ini kemenangan ke empat mereka, dari lima pertemuan. Hasil ini lebih baik, ketimbang yang diraih tim tuan rumah. Dari enam wakil pada babak semifinal, cuma satu yang berhasil lolos ke final. Itupun terjadi pasangan ganda putra, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi yang menjalani perang saudara, dengan Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Mencapai podium tertinggi di turnamen pertama mereka di tahun ini, Kevin dan Marcus amat berharap bisa mengawali catatan apik mereka di turnamen ini, dan memetik gelar juara. “Tentu, kami senang lolos ke final. Tapi ini belum selesai, masih ada satu pertandingan lagi buat besok (final). Kami berharap bisa menjadi juara di sini. Yang pasti, kami harus bermain lebih baik lagi di final dan lebih fokus lagi,” ucap Kevin. Selain Indonesia, negara-negara lain yang mampu menempatkan dua wakil pada final Malaysia Masters 2019 ialah Jepang dan Thailand. Jepang berpeluang meraih gelar juara melalui Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (ganda putri), dan Yuta Watanabe/Arisa Higashino (ganda campuran). Sementara, Thailand bisa membawa pulang titel kampiun, dari juara bertahan tunggal putri, Ratchanok Intanon, dan duet ganda campuran, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. (Adt)

Qarrar Firhand, Titisan Lewis Hamilton Yang Jadi Kuda Hitam Dari Kelas Cadet

Ternyata ada kemiripan wajah antara juara dunia F1, Lewis Hamilton, dengan pegokart cilik asal Jakarta, Qarrar Firhand. Tentu saat keduanya seusia, sekitar 8 tahun. Tak hanya wajah, bahkan rambutnya pun sama keriting. (instagram)

Jakarta- Ternyata ada kemiripan wajah antara juara dunia F1, Lewis Hamilton, dengan pegokart Qarrar Firhand. Tentu saat keduanya seusia, sekitar 8 tahun. Tak hanya wajah, bahkan rambutnya pun sama keriting. “Foto kembar” antara Hamilton dan Qarrar ini, ada di akun Instagram Qarrar_firhand yang diposting admin, pada Sabtu (12/1). “Secara kebetulan, tanggal lahir saya, sama dengan juara dunia, Lewis Hamilton. Pasti perlu kerja keras untuk bisa menjadi nomor satu seperti dia. Latihan keras penuh disiplin, dan usaha optimal untuk menjadi seorang pemenang,” begitu bunyi caption foto tersebut. Firhand Ali, ayahanda Qarrar pun mengaku baru ‘ngeh’, jika keduanya memiliki tanggal lahir yang serupa. Hal itu ia sadari saat Qarrar merayakan ultahnya sepekan lalu. Hamilton lahir 7 Januari 1985, sedang Qarrar pada 7 Januari 2011. “Foto Hamilton maupun Qarrar terlihat mirip saat sama-sama masih main gokart. Hamilton memulai karir balap uga di ajang gokart. Hanya saja, kalau diperhatikan, kulit Qarrar sedikit lebih putih dari juara dunia F1 asal Inggris itu,” ujar Firhand, yang juga mantan pegokart, pada Sabtu (19/1). Akankah Qarrar bisa mengikuti jejak “kembarannya”? Tidak ada yang tidak mungkin, alias sangat mungkin terjadi. Indonesia sudah pernah melahirkan pembalap F1 atas nama Rio Haryanto. Firhand dengan tim Tanada Racing, telah menggembleng Qarrar sejak 2 tahun lalu, saat usianya 6 tahun. Tapi, baru tahun lalu, Qarrar bisa mengikuti event resmi di Indonesia, dan Asia kala menginjak 7 tahun. Toh, tak menyurutkan langkah untuk “berlaga di Eropa”. Lantaran usia 7 tahun belum boleh turun bertanding, Qarrar hanya tampil di sesi Free Practice (latihan bebas), saat hari Jumat di beberapa event gokart di Italia. Tahun ini, saat menginjak usia 8 tahun, Tanada Racing kembali menyusun scheedule Qarrar kembali ke negeri Spaghetti itu. Kali ini, ia sudah bisa mengikuti event hingga tuntas. “Ada 9 kejuaraan gokart akan diikuti Qarrar di Italia pada tahun ini. Targetnya, menambah jam terbang saja,” terang Firhand. Sejumlah kejuaraan-kejuaraan di Italia yang akan jadi menu santapannya diantaranya adalah kejuaraan-kejuaraan lokal Italia dan seri-seri bergengsi di kejuaraan World Series Karting. Memasuki musim balap 2019, Qarrar dipastikan tampil pada Kejurnas Gokart Eshark dan akan berpartisipasi penuh di Kejuaraan Asia Rok Cup. Pada 2018, Qarrar memulai karir profesional di kelas Cadet. Di level nasional, Qarrar sudah mulai menunjukkan talentanya. Sejumlah prestasi ditorehkannya dalam catatan prestasinya, seperti gelaran Kejurnas Eshark Rok Cup 2018, dan Asia Rok Cup 2018 yang sempat diikutinya secara penuh. Prestasi membanggakan juga ia bukukan dalam Eshark Year End Race akhir tahun lalu. Kejuaraan ini cukup bergengsi mengingat ini adalah awal diterapkannya kejuaraan menggunakan dua jenis mesin yakni X30 dan Rok yang menjadi acuan dimusim balap 2019. Saat itu, Qarrar mampu bersaing dengan para seniornya yang menghuni kelas mini, dan mayoritas menggunakan mesin X30. Qarrar yang membesut mesin Rok, berhasil finish diposisi 3 dan merai 3 tropi sebagai Juara 3 Mini, Juara 1 Cadet, dan Juara 1 Cadet Rising Star. (Adt)

Pulangkan Lima Orang dari TC Tahap Kedua, Timnas U-22 Punya 30 Pemain

Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, resmi memulangkan lima pemain dari pemusatan latihan yang berlangsung di Jakarta. Kini Timnas U-22 memiliki skuat untuk Piala AFF U-22 2019, yakni 30 pemain plus tiga nama yang sedang berkarier di luar negeri. (bola.com)

Jakarta- Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, akhirnya resmi memulangkan lima pemain dari pemusatan latihan yang berlangsung di Jakarta. Pemain yang dipulangkan adalah Indra Mustafa (Persib Bandung), Syafril Lestahulu (Persib Bandung U-19), Jayus Hariono (Arema FC), Anan Lestaluhu (Persija Jakarta), dan Wahyudi Hamisi (Borneo FC). Pencoretan kelima pemain itu dilakukan Indra, setelah mempertimbangkan berbagai aspek. Dengan demikian, Timnas U-22 telah menemukan skuat untuk Piala AFF U-22 2019, yakni berjumlah 30 pemain plus tiga nama yang sedang berkarier di luar negeri. “Kami kembalikan lima pemain ke klub, jadi sekarang kami memiliki 30 pemain. Mulai Senin (21/1), kami sudah memulai periodisasi persiapan menuju Piala AFF U-22 di Kamboja,” kata pria 55 tahun ini, seperti dikutip situs resmi PSSI, pada Sabtu (19/1). Syafril Lestahulu dan Jayus Hariono merupakan pemain yang baru bergabung pada tahap kedua. Adapun Indra Mustafa, Wahyu Hamisi, dan Anan Lestaluhu dikembalikan ke klub karena dianggap belum bisa menunjukkan kualitasnya. “Ada empat kriteria pemain yang kami pilih di Timnas U-22, yakni kemampuan skill, fisik, taktik kecerdasan, dan mental. Itu ditambah informasi mengenai kesehatan dan fisioterapi, dan psikotes mereka, dengan semua aspek lainnya,” imbuh Indra Sjafri. Dengan demikian, Timnas Indonesia U-22 sudah bisa fokus dalam persiapan menuju Piala AFF 2019 yang akan dimulai pada pekan ketiga pemusatan latihan, Senin (21/1). Hal itu akan didukung dengan satu agenda uji coba pada akhir Januari 2019. (Adt)

Hadapi Wakil Korsel di Babak Pertama Australia Open Junior 2019, Priska : Dia Kawan Berlatih

Petenis muda Indonesia, Priska Madelyn Nugroho (15 tahun), akan memulai debutnya di ajang Grand Slam, Australia Open Junior 2019, pada Minggu (20/1). Peringkat ke-45 junior dunia itu, bakal menghadapi wakil Korea Selatan (Korsel), Yeon Woo Ku. (tribunnews.com)

Jakarta- Petenis muda Indonesia, Priska Madelyn Nugroho akan memulai debutnya di ajang Grand Slam, Australia Open Junior 2019, Minggu (20/1). Dari hasil undian babak utama yang dilakukan Jumat (18/1), peringkat ke-45 junior dunia itu bakal menghadapi wakil Korea Selatan (Korsel), Yeon Woo Ku, pada laga perdana. Yeon yang saat ini berada di urutan ke-127 junior dunia, masuk babak utama menggunakan fasilitas wild card, setelah memenangi Australia Open Asia Pacific Play Off di Zhuhai (Tiongkok), awal Desember 2018. “Meskipun belum pernah bertemu di lapangan, dia bukanlah lawan yang asing karena beberapa kali berlatih bersama,” tutur Priska, pada keterangannya Jumat (18/1) seusai melakoni latihan di Albert Reserve Park, Melbourne. “Saya optimistis bisa melaju ke babak kedua,” ucap Priska. Akhir tahun lalu dalam persiapan menuju Australia Terbuka ini, bersama Yeon, dara kelahiran Jakarta 29 Mei 2003 bahkan turut mengikuti pemusatan latihan bersama dengan mantan pelatih Andy Roddick, Tarik Benhabilles di Bangkok, Thailand. “Semua lawan di level Grand Slam tidak ada yang mudah. Kami semua berusaha untuk bermain semaksimal mungkin memanfaatkan peluang yang ada. Mohon doa dan dukungan dari seluruh pencinta tenis indonesia,” ucap pelatih Ryan Tanujoyo bersama Elbert Sie, yang mendampingi kiprah Priska, selama di Australia. Bila mampu menepiskan perlawanan Yeon, Priska bakal terlibat bentrok dengan pemenang laga antara unggulan keenam dari Amerika Serikat, Lea Ma dan wakil Rusia, Elina Avanesyan. Priska juga akan tampil di nomor ganda berpasangan dengan petenis asal Tiongkok, Wei Sijia. Keduanya adalah petenis termuda yang lolos sebagai Dirrect Acceptance Babak Utama Australia Terbuka Junior 2019. Undian partai ganda, berlangsung pada Sabtu (19/1). Hadirnya Priska, menandai kehadiran kembali wakil Merah Putih di ajang Grand Slam setelah cukup lama petenis Indonesia absen dari turnamen tenis kelas wahid dunia. (Adt)

Jaring Bibit Muda Berprestasi, Ribuan Pesilat Perebutkan Piala Panglima TNI di Merpati Putih Open 2019

Perguruan Silat Merpati Putih menggelar MP Open 2019, di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada 28 Februari-2 Maret 2019. Abdul Kharis Almasyari (kedua dari kiri) mengatakan event ini bertujuan untuk mencari bibit pesilat tangguh dan berprestasi. (Adt/NYSN)

Jakarta- Perguruan Pencak Silat (PPS) Beladiri Tangan Kosona (Betako) Merpati Putih (MP) akan segera menggelar Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih Open 2019, pada 28 Februari hingga 2 Maret mendatang. Event yang diikuti ribuan pesilat ini, dihelat di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, dan memperebutkan Piala bergilir Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tujuannya, yakni mencari bibit pesilat yang tangguh dan berprestasi untuk menjadi atlet nasional yang mengharumkan Indonesia di kancah internasional. Bersamaan dengan event ini, juga akan dilakukan pencatatan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) peragaan jurus tunggal. Aksi peragaan jurus tunggal ini akan melibatkan 2000 orang pesilat sekaligus. Abdul Kharis Almasyari, Ketua Umum Panitia MP Open 2019, mengatakan penyelenggara event ini adalah PPS Betako Merpati Putih Pengurus Daerah (Pengda) Jawa Barat (Jabar) bekerjasama dengan Pengurus Besar (PB) Ikatan Pencak Silat lndonesia (IPSI) dan Korps Lembaga Wasit Juri DKI Jakarta. “Kegiatan Kejuaraan ini adalah Kejuaraan Pencak Silat Nasional dengan sistim pertandingan prestasi dan pemasalan. Juga diadakan pencatatan rekor MURI untuk peragaan Jurus Tunggal Tangan Kosong yang diikuti 2000 pesilat,” ujar Kharis, di Padepokan Pencak Silat Nasional TMII (Taman Mini Indonesia Indah), Jakarta, pada Kamis (17/1). “Peserta berasal dari perguruan silat seluruh Indonesia. Bahkan beberapa negara mengonfirmasi untuk hadir, seperti Korea, Jepang, Thailand. Dan, biasanya yang tidak pernah absen itu Malaysia serta Singapura. Sedangkan yang juga menyatakan minat untuk hadir, namun belum mengonfirmasi adalah Arab Saudi,” terangnya lagi. Lebih lanjut, pria yang juga menjabat Ketua Komisi I DPR RI itu, akan membatasi jumlah peserta sebanyak 1500 orang. Selain kejuaraan,juga diadakan Seminar Parenting dengan tema ‘Pendidikan Anak melalui Olahraga akan membentuk manusia Indonesia yang berkarakter dan berbudi luhur’. Sedangkan Yuwono Darpito Hudoyo, Ketua Pelaksana MP Open 2019, menjelaskan event bertajuk ‘Kejuaraan antar Perguruan Pencak Silat Nasional Merpati Putih Open 2019 dalam rangka mewujudkan semangat paseduluran, saling hormat dan mental juara’ adalah event persembahan Merpati Putih Pengda Jawa Barat untuk insan Pencak Silat Dunia. “MP Open 2019 adalah pertandingan yang pertama kalinya digelar oleh Perguruan Merpati Putih dan juga pertama kalinya diadakan event pertandingan silat memadukan tiga unsur, yakni kompetisi, edukasi, dan entertainment,” tutur Yuwono. Disebutkannya, untuk kompetisi akan dibagi menjadi dua, yakni pemasalan dan prestasi. Untuk pemasalan terbagi menjadi dua, yakni kategori tanding yang akan diikuti pesilat tingkat SD dan SMP. Sedangkan kategori kedua ialah jurus tunggal tangan kosong. Selain itu, event ini akan memperebutkan total uang pembinaan Rp 50 juta bagi juara, yang penentuannya diperhitungkan dari jumlah medali terbanyak tiap kontingen. “Kategori kanding, pembagian kelasnya akan diklasifikasikan dan disesuaikan dengan data dari surat keterangan dokter, dan formulir pendaftaran. Sementara jurus tunggal tangan kosong, pengelompokan maksimal 3 bagian untuk jenjang SD dan SMP, dengan kuota 100 peserta,” tutur pria yang juga menjabat Ketua Pengda Merpati Putih Jabar itu. Sedangkan untuk nomor prestasi, akan memakai sistim gugur dengan usia 17-27 tahun, atau atlet dengan tahun kelahiran 1992-2002, serta menggunakan sistim bagan dari penyisihan, perempat final, semi final dan final. “Untuk prestasi, Piala Bergilir Panglima TNI diberikan kepada Juara Umum 1, selain Piala Tetap Kepala Staf TNl-AD. Juara Umum II dan III meraih Piala Tetap. Sementara bagi pesilat terbaik putra mendapat Piala Tetap Kepala Staf TNl-AU, dan bagi pesilat terbaik putri diberikan Piala Tetap Kepala Staf-TNl-AL,” tegas Yuwono. (Adt)

Anthony Ginting Tembus 8 Besar Malaysia Masters 2019, Fitriani Akhirnya Kandas

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, berhasil melaju ke perempat final Malaysia Masters 2019, berkat kemenangan atas Kashyap Parupalli (India), dalam waktu 53 menit, dengan skor 21-17 dan 25-23, di Stadium Axiata, Kuala Lumpur Sport City, Malaysia, pada Kamis (17/1). (tribunnews.com)

Kuala Lumpur- Beda hasil diperoleh dua wakil tunggal putra Pelatnas PBSI, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie di babak kedua turnamen bulu tangkis Malaysia Masters 2019. Anthony sukses mengalahkan lawannya, Kashyap Parupalli (India), sedangkan Jonatan dihentikan Chen Long (Cina). Anthony mengalahkan Parupalli, dalam 53 menit dengan skor 21-17 dan 25-23, di Stadium Axiata, Kuala Lumpur Sport City, Malaysia. Hasil ini memantapkan posisi pemuda kelahiran Cimahi 20 Oktober 1996, atas Parupalli pada catatan pertemuannya dengan 3-0. Ia pun menilai pertandingan pada Kamis (17/1), cukup ketat. “Di game pertama, saya bisa menahan poin untuk terjaga jaraknya. Game kedua sampai interval, saya sudah enak mainnya. Tapi, habis interval, dia sempat merubah pola. Jadi, permainan saya sempat terpengaruh, nggak sesuai ekspektasi saya,” ujarnya, dikutip laman resmi PBSI. Pada laga lain, Chen Long rupanya masih terlalu tangguh untuk dihadapi oleh Jonatan. Dari lima kali duel sebelumnya, Jonatan belum pernah meraih kemenangan sekalipun. Kali ini Jonatan kalah 15-21 dan 18-21 dalam waktu 45 menit. “Sebenarnya kami sama-sama menunggu kesalahan masing-masing. Tapi, saya banyak mati sendiri. Di game pertama saat posisi kalah angin, saya seharusnya memanfaatkan untuk menguras tenaganya, tapi saya nggak melakukannya dengan baik. Saya juga terlalu hati-hati, dan permainan terbaca oleh dia,” kata Jonatan. Di babak perempat final, Anthony akan menghadapi Chen Long. Anthony sejatinya berada di peringkat yang lebih rendah, dari Chen Long. Namun, ia memiliki rekor pertemuan yang baik atas pebulu tangkis China itu. Kedua pebulu tangkis sudah tujuh kali bertemu, dengan rekor kemenangan, dikuasai Anthony sebanyak lima kali. Sedangkan Chen Long, baru berhasil mencuri dua kemenangan. Dalam dua pertemuan teranyar keduanya, pemain PB SGS PLN Bandung ini, selalu menang. Rekor yang membuat Anthony cukup diandalkan, untuk menuntaskan dendam Jonatan. Sementara itu, hasil negatif lainnya juga diderita Fitriani, yang pekan lalu, menjuarai Thailand Masters 2019. Satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia ini, akhirnya terhenti di babak kedua. Ia tak berhasil mengatasi lawannya, yang merupakan unggulan dua, He Bingjiao (Cina). Ia kalah dua game langsung, dengan 14-21 dan 11-21. Artinya, Fitriani akhirnya harus menelan kekalahan untuk yang ketiga kalinya dari He. “Di game pertama saya menang angin, baru dorong sedikit sudah out. Saya banyak ragu-ragu dan mati sendiri. Terus, pergerakan kaki juga saya rasa kurang cepat kali ini. Lawannya memang bagus. Fokus saya juga berkurang, kaya nge-blank,” jelas Fitriani seusai bertanding. Futriani melanjutkan, “Fokus saya tak sebaik saat di Thailand kemarin. Setelah ini, saya turun di Indonesia Masters, saya harus lebih menjaga stamina, jaga fokus dan jaga pikirannya. Lebih diperbaiki lagi,” pungkas dara kelahiran Garut 27 Desember 1998 ini. Dengan kekalahan Fitriani, maka wakil tunggal putri Indonesia habis di babak dua Malaysia Masters 2019. Sebelumnya, Gregoria Mariska Tunjung, Lyanny Alessandra Mainaky dan Ruselli Hartawan, sudah rontok di babak pertama. (Adt)

Enggan Juru Kunci Musim 2018/2019, Point Guard GMC Cirebon Bidik Nomor Empat Srikandi Cup

Enggan kembali menduduki posisi juru kunci seperti musim lalu, Bella Sthefani, point guard anyar GMC Cirebon, berharap timnya berada di posisi empat besar Srikandi Cup musim 2018/2019. (srikandicup)

Jakarta- Tim basket putri Generasi Muda Cirebon (GMC) terus mematangkan persiapan jelang seri kedua Srikandi Cup musim 2018/2019, yang dihelat di Gelanggang Olahraga (GOR) Cempaka Putih atau Rawamangun, Jakarta, pada 11-16 Februari mendatang. Performa anak didik Tae-Hi Han asal Korea Selatan (Korsel) di kompetisi kasta tertinggi bola basket wanita Tanah Air pada musim ini menunjukkan tren positif. Dengan karakter permainan Negeri Gingseng yang mengandalkan kecepatan dan pertahanan yang ketat dari wilayah lawan. Hal itulah yang menjadi optimisme tim kebanggaan Kota Udang ini untuk mengakhiri musim ini di posisi empat besar. Meski diakui Bella Sthefani, point guard anyar GMC, tak ada target khusus bagi tim-nya dalam mengarungi Srikandi Cup musim ini, namun ia berharap timnya tak lagi berada di posisi juru kunci seperti musim lalu. “Kami mau improve dari apa yang kami capai musim lalu. Tak mau lagi berada di posisi juru kunci. Kalau boleh memilih, mungkin ingin target tembus empat besar, supaya GMC juga semakin diperhitungkan oleh tim-tim lainnya,” ujar Bella, dikutip srikandicup, pada Kamis (17/1). Bella yang pada musim Srikandi Cup 2017/2018 memperkuat Merah Putih (MP) Jakarta itu, menyebut semangat yang tinggi menjadi kekuatan terbesar dirinya dan kolega dalam mengarungi kompetisi musim ini. “Tapi banyak pemain yang cedera, dan sulit berkumpul utuh, karena pemain memiliki kesibukan masing-masing. Itu kelemahan tim kami,” lanjut alumni Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanegara Jakarta itu. Pada seri kedua, tim Scorpio Jakarta, Sahabat Semarang, Flying Wheel Makassar, dan Tenaga Baru Pontianak akan menjadi lawan GMC. “Yang berpeluang menjadi lawan terberat menurut saya Sahabat Semarang. Ini bukan berarti saya meremehkan tim lain. Semua tim pasti mempersiapkan diri dengan baik untuk menyambut seri dua nanti,” tambah gadis berparas oriental berusia 23 tahun itu. Disisi lain, tim kebanggaan ibukota yakni Scorpio pernah mengandaskan perlawanan GMC melalui drama overtime, dengan skor 59-57, pada seri pertama, di Denpasar, Bali, pada akhir November lalu. “Dikalahkan 1 poin melalui overtime masih nyesek. Dan, kami ingin menunjukkan di Jakarta nanti kami bisa menang atas Scorpio,” tegas Bella. Sedangkan seri ketiga akan berlangsung di GOR Sahabat, Semarang, Jawa Tengah, pada 1-6 April. Dan fase playoff dan grand final akan diselenggarakan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), pada akhir April mendatang. Sementara itu, terkait target pribadi, Bella mengungkapkan bila dirinya ingin membawa pulang salah satu gelar individu, baik top assist atau top steal, pada Srikandi Cup musim ini. “Tapi kalau bicara soal timnas, saya merasa itu sesuatu yang diputuskan dan ditentukan orang lain. Keinginan pasti ada, tapi yang bisa saya lakukan dan pasti akan saya lakukan adalah memberikan yang terbaik bagi tim yang saya perkuat saat ini,” tutup pengemar Kobe Bryant itu. (Adt)

Sinergi PT LIB Dan LaLiga, Demi Pengembangan Kualitas Sepak Bola Indonesia dan Spanyol

PT Liga Indonesia Baru (LIB), operator kompetisi sepak bola profesional di Indonesia, bersinergi dengan LaLiga yang dituangkan dalam MoU, dan ditandatangani oleh Risha Adi Wijaya (CEO PT LIB), dan Ivan Codina (Managing Director LaLiga untuk Asia Tenggara, Jepang, Korea, dan Australia), di Jakarta, pada Rabu (16/1). (Adt/NYSN)

Jakarta- PT Liga Indonesia Baru (LIB), operator kompetisi sepak bola profesional di Indonesia, bersinergi dengan LaLiga. Tujuannya, mengembangkan kualitas permainan sepak bola di Indonesia dan Spanyol. Sinergi itu tertuang melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), di Jakarta, pada Rabu (16/1). Momen ini akan memperkuat komunikasi kedua institusi ini untuk saling berbagi informasi mengenai berbagai aspek, termasuk peningkatan tata manajemen keuangan, masalah keorganisasian, serta pelatihan. Kedua institusi ini juga secara bersama-sama mempromosikan merek LIB dan LaLiga. Termasuk di dalamnya upaya dalam internasionalisasi kedua liga ini, dengan tujuan untuk mendorong perkembangan dan pertumbuhan LIB maupun LaLiga. Perjanjian ini juga mencakup penyelenggaraan konferensi dan diskusi, yang melibatkan pakar dari berbagai bidang. Diantaranya yakni pakar manajemen olahraga, pemasaran, manajemen keuangan, administrasi, keamanan stadion, integritas, pengaturan pertandingan, dan internasionalisasi brand. Selain itu, LIB dan LaLiga akan bekerjasama dalam hal-hal yang terkait dengan pengembangan perwasitan profesional. Hal ini sebagai usaha untuk mengikuti perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam sepak bola profesional. Aspek menonjol lainnnya dalam kerjasama ini yaitu komitmen dari LIB dan LaLiga untuk mempromosikan fairplay dan membasmi pengaturan skor (match fixing). Baik LIB dan LaLiga akan menghukum segala bentuk manipulasi pertandingan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai olahraga dan akan bekerjasama untuk memberantas praktik-praktik tersebut melalui pembentukan peraturan bersama yang berfokus pada aspek integritas pertandingan. Yang juga tak kalah penting dalam perjanjian itu adalah fokus dalam tim sepak bola muda melalui panduan dan bantuan, untuk program pengembangan dan pelatihan tim muda Indonesia, yang akan disediakan oleh LIB dan LaLiga. “Ini menjadi tahap awal yang kami lakukan. Karena PT LIB akan mencoba masuk ke dalam dunia sepak bola internasional. Dan kami ingin memperkenalkan kompetisi Indonesia di mata dunia,” ujar Risha Adi Wijaya, CEO PT LIB. Ia berharap sinergi ini membuat pengelolaan kompetisi, dan sepak bola Indonesia semakin maju kedepannya. Ditambahkannya, LaLiga berada di top 5 kompetisi dunia. Banyak klub LaLiga yang sudah bermain di level internasional, seperti di Liga Champion. “MoU ini berdurasi 3 tahun. Harapannya, Indonesia bisa mendapatkan ilmu dari LaLiga,” tutur Risha. Sementara itu, Ivan Codina, Managing Director LaLiga untuk Asia Tenggara, Jepang, Korea, dan Australia, mengatakan jika Indonesia merupakan pasar besar sepak bola yang cukup potensial. Bahkan, disebutkan Ivan, Indonesia masuk ke dalam lima besar pasar potensial LaLiga di dunia. “Tak hanya soal pasar, Indonesia juga memiliki pemain-pemain muda berbakat dan berkualitas. Talenta anak-anak usia 10-12 tahun yang mengikuti akademi LaLiga sangat luar biasa,” terang Ivan. Lebih lanjut, Ivan menjelaskan sinergi ini sebagai pembelajaran juga bagi kedua institusi. (Adt)

Jelang HUT ke-52 Funakoshi Indonesia, Panitia Gelar Kejurnas Junior 2019

Memperingati HUT ke-52 Funakoshi Karate-Do Indonesia, diselenggarakan Kejuaraan Nasional (kejurnas) 2019 kategori junior, di GOR Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mulai Sabtu (23/1). Tampak gelaran Turnamen serupa memperebutkan Piala Guberur DKI Jakarta yang berlangsung pada 2018 lalu. (poskotanews.com)

Jakarta- Agar terciptanya kualitas dan prestasi atlet karate, perguruan Funakoshi Karate-Do Indonesia akan menggelar Kejuaraan Nasional (kejurnas) 2019. Perhelatan ini akan diadakan di GOR Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mulai Sabtu (23/1). “Kejurnas Funakasohi 2019 bertujuan mencetak atlet karateka berkualitas, demi memajukan prestasi karate di Indonesia,” ujar Ketua Panitia Funakoshi Kejurnas 2019, Safarudin Harahap, pada Senin (14/1). Adapun tema Kejurnas Funakoshi 2019 yakni membentuk generasi muda karateka Funakoshi yang sehat dan berprestasi. Safarudin menjelaskan ajang ini mempertandingkan mulai kelas kumite, kata perorangan, kata beregu, dan seni, untuk kelompok usia 10 tahun hingga 18 tahun ke atas. Pesertanya merupakan kalangan pelajar SD, SMP, SMA dan sederajat se-Indonesia. Ajang ini juga sekaligus memperingati HUT ke-52 Funakoshi Karate-Do Indonesia. Ia meyakini ajang tersebut merupakan bagian dari pembinaan mental generasi muda Indonesia, dan merangsang aktivitas serta kreativitas remaja. Sebanyak 600 karateka mengikuti kejuaraan ini. “Turnamen Funakoshi menjadi wadah generasi muda berprestasi dalam karate, sehat jasmani rohani, bertanggungjawab dan bahagia,” pungkasnya. (Adt)

Lanjutkan Tren Positif, Fitriani Melaju ke Babak Kedua Malaysia Masters 2019

Usai juara di Thailand Masters pekan lalu, Fitriani (20 th), memenangi duel sesama tunggal putri Indonesia, babak pertama Malaysia Masters 2019, melawan Yulia Yosephin Susanto, pada Rabu (16/1). Ani, sapaannya, lolos ke 16 besar dan akan bertemu unggulan kelima, He Bingjiao. (detik.com)

Kuala Lumpur- Fitriani memenangi duel sesama tunggal putri Indonesia, di babak pertama Malaysia Masters 2019, melawan Yulia Yosephin Susanto, pada hari ini, Rabu (16/1). Dengan demikian, Ani, sapaannya, lolos ke 16 besar dan akan bertemu unggulan kelima, He Bingjiao. Berlaga di court-3, Axiata Arena, Kuala Lumpur Sport City, pemain yang pekan lalu merengkuh gelar di Thailand itu, sukses menyudahi perlawanan Yulia, dengan straight game 21-16, 21-18, dalam tempo 39 menit. Ani adalah satu-satunya tunggal putri yang lolos ke babak kedua, pada laga hari ini. Di babak 16 besar yang akan digelar besok, Kamis (17/1), ia telah ditunggu unggulan ke-5 asal Cina, He Bingjiao. Sebagai catatan, dari dua kali pertemuan kontra pebulu tangkis putri asal Negeri Tirai Bambu tersebut, dara kelahiran 27 Desember 1998 ini, sama sekali belum pernah sanggup meraih kemenangan. Mereka pertama kali dipertemukan saat Kejuaraan Dunia Junior 2014, kala itu Ani menyerah rubber game 12-21, 21-19, 14-21. Sedangkan tahun lalu mereka kembali bertemu di ajang French Open 2018. Kali ini atlet asal Garut itu, menyerah dua set langsung, 17-21, 19-21, atas pemain berperingkat 7 dunia tersebut. Sebelumnya, dua tunggal Indonesia lainnya, Lyanny Alessandra Mainaky dan Gregoria ‘Jorji’ Mariska Tunjung harus angkat koper lebih cepat. Lyanny kalah dua gim langsung dari pemain Denmark, Line Hojmark Kjaersfeldt 21-9, 21-15. Dan, Jorji takluk dari unggulan keenam asal Thailand, Ratchanok Intanon, juga dua gim langsung 21-15, 21-16. (Adt)

Setahun Berlatih Dayung di SKO Kendari, Atlet 16 Tahun Berpostur 191 cm Masuk Pelatnas SEA Games 2019

Atlet pelajar SKO Kendari, Sultra, yang baru berusia 16 tahun, Muhammad Afif Faiq Islami (baju merah), dipanggil oleh PB PODSI untuk masuk ke Pelatnas SEA Games 2019 Filipina. Ia menyusul atlet putri PPLP Sultra, Aulia Ghalib yang lebih dahulu dipanggil ke Pelatnas. (zonasultra)

Kendari- Atlet pelajar SKO (Sekolah Keberbakatan Olahraga) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Muhammad Afif Faiq Islami, dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) SEA Games 2019 Filipina. Pemanggilan Afif oleh Pengurus Besar (PB) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) itu menyusul atlet putri Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sultra, Aulia Ghlaib, yang juga dipanggil ke Pelatnas, di bawah asuhan pelatih Boudewijn van Opstal asal Belanda. Terpilihnya remaja berusia 16 tahun masuk skuat timnas dayung bukan sesuatu yang biasa, terlebih, Afif baru setahun menggeluti cabang olahraga (cabor) dayung. Jaya Bhakti, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sultra, pemanggilan Afif ke Pelatnas, membuktikan atlet muda Sultra sangat diperhitungkan. Sekaligus bukti keberhasilan pembinaan yang dilakukan SKO. “Sebelumnya, ada Aulia dipanggil lebih awal. Sekarang ini Afif, yang baru setahun latihan di SKO terpanggil masuk Pelatnas,” ujar Jaya, di Kantor Kadispora Sultra, pada awal pekan ini. “Ini artinya pembinaan yang dilakukan di PPLP dan SKO berjalan sesuai harapan. Dari awal, saya sudah lihat bakat Afif,” lanjutnya. Diakuinya, dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya terus melakukan perbaikan semua aspek. Termasuk, perekrutan atlet yang akan masuk ke PPLP dan SKO, yang dilakukan dengan sangat ketat. “Semua atlet yang masuk harus sesuai dengan standar yang dibutuhkan. Jadi tidak ada unsur kekeluargaan ataupun asal daerah. Sebab, yang kami lakukan ini adalah uang negara. Jadi kami menggunakannya dengan sebaik-baiknya,” tambah Jaya, dikutip kendaripos. Sementara itu, Juliwahyudi, pelatih dayung SKO, mengatakan Afif terpilih masuk Pelatnas SEA Games 2019 berdasarkan hasil pantauan dari PB PODSI saat anak didiknya itu mengikuti Kejurnas (Kejuaraan Nasional) Dayung antar PPLP di Kota Baubau, Sultra, pada Oktober 2018. Dijelaskannya, postur Afif yang mencapai 1,91 meter menjadi salah satu penilaian dari PB PODSI untuk memangilnya ke Pelatnas. Selain itu, terang Juliwahyudi, dengan usia yang masih 16 tahun, sudah tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi PB PODSI. Sebagai pelatih yang melakukan pembinaan sejak awal, ia mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh PB PODSI pada Afif. “Bagi saya, masuk ke Pelatnas dayung dengan usia yang masih sangat muda bukankah sebuah hal biasa,” pungkas Juliwahyudi. Di Pelatnas, Afif akan bergabung dengan seniornya, dan berlatih di nomor rowing. Namun, meski telah dipanggil ke Pelatnas, Afif belum bisa menerima haknya sebagai atlet. Sebab, ungkap Ratna, pelatih dayung Sultra, walau telah terdaftar di Pelatnas dan Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga), namun pihaknya belum menerima surat resmi dari Kemenpora. (Adt)

Bahas Peforma Real Betis, Indra Sjafri ke Spanyol Ambil Lisensi Pelatih Pro AFC

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri (kedua dari kanan), yang akan berangkat ke Spanyol, menyebut klub La liga, Real Betis, bakal menjadi objek penelitiannya, dalam modul keenam, untuk mendapatkan lisensi pelatih A AFC Pro. (tribunnews.com)

Jakarta- Indra Sjafri, pelatih Timnas U-22, bertolak ke Spanyol guna mengikuti kursus Pelatih Profesional Lisensi A AFC Pro. Rencananya, pelatih kelahiran Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, 55 tahun silam itu, akan berangkat ke negara matador pada 21 Januari, dan kembali ke Tanah Air pada 24 Januari 2019. “Saya pribadi mewakili teman-teman mengucapkan terima kasih. Kursus A AFC Pro ini angkatan pertama. Mudah-mudahan kami menyelesaikan semua modul yang sudah dimulai April 2018, kami sudah menyelesaikan 4 modul, tinggal 3 modul lagi, dan kami akan berangkat ke Spanyol,” ujar Indra di Senayan, Jakarta, pada Selasa (15/1). Indra mengungkapkan modul kelima akan digelar selama 10 hari, tapi ia tidak bisa mendapat izin lebih dari lima hari. “Sebenarnya modul lima itu digelar 10 hari. Tapi, saya mendapatkan izin berada di Spanyol selama lima hari. Kebetulan sebelumnya, akhir 2018, saya sudah ke Juventus selama 10 hari,” terangnya. Kendati tak bisa menemani timnas U-22 selama 5 hari di Pelatnas, Indra mengaku tak khawatir, karena ada banyak asisten pelatih yang akan menangani David Maulana cs. “Latihan tetap berjalan karena masih ada Nova Arianto, Nursaelan Santoso, dan Hendro Kartiko, yang menangani tim,” lanjut mantan juru racik U-19 itu. Indra menyebut Real Betis bakal menjadi objek penelitiannya dalam modul keenam guna mendapat lisensi AFC Pro. PSSI menggelar kursus bagi pelatih Indonesia mendapatkan lisensi AFC Pro sejak April 2018. Saat ini, para peserta telah memasuki tahap atau modul kelima. Dalam modul kelima itu, Indra bersama para pelatih lainnya akan menyerap ilmu dari klub La Liga, Deportivo Alaves. “Dalam modul keenam, instruktur melihat bagaimana cara pelatih melatih. Adapun modul ketujuh, kami akan mempresentasikan tesis dengan tugas mengamati klub Eropa selama enam bulan,” jelasnya. “Mengamati klub Eropa selama enam bulan merupakan tugas terakhir. Saya kebetulan dapat Real Betis dan sudah mempersiapkannya dengan baik. Semoga hasil bahasan saya diterima oleh instruktur,” tutur Indra. Dalam laporannya nanti, Indra akan membahas perjalanan Real Betis selama setengah musim mengarungi La Liga. Dia mendapatkan data klub Los Verdiblancos dari dunia maya. “Saya hanya mengikuti Real Betis dari situs web hingga media sosial. Jadi semuanya dari jarak jauh,” ujar Indra Sjafri. Selain Indra, 20 pelatih Indonesia lain pun turut berangkat ke Spanyol. Diantaranya Widodo Cahyono Putro, Rahmad Darmawan, Nilmaizar, serta Djajang Nurdjaman. Usai menyelesaikan kursus Lisensi A Pelatih Profesional di Spanyol, Indra segera kembali ke Indonesia untuk bisa fokus mempersiapkan Timnas U-22. (Adt) Daftar pelatih yang mengikuti kursus pelatih A AFC Pro Pelatih dari Indonesia : Djajang Nurjaman, Bambang Nurdiansyah, Aji Santoso, Wolfgang Pikal, Rudy Eka Priyambada, Joko Susilo, Liestiadi, Hanafing, Tony Ho, Emral Abus, Rahmad Darmawan, Iwan Setiawan, Nil Maizar, Indra Sjafri, Widodo C Putro, Yeyen Tumena, Mundari Karya, Yunan Helmi, Syafrianto Rusli, Seto Nurdiantoro Pelatih dari Malaysia : Adam bin Abdulah Elavaran Pelatih dari Jepang : Fujiwara

Resmi Lolos Trial, Eks Bek Timnas U-19 Ini Segera Merumput di Eropa

Full bek kiri Timnas U-22 kelahiran Medan 11 Mei 1999, Firza Andika, dilaporkan sudah sudah lolos seleksi trial dan memilih tim untuk berlabuh di antara klub Spanyol dan Belgia. (Pras/NYSN)

Jakarta- Full bek kiri Timnas U-22, Firza Andika, dilaporkan sudah memilih tim untuk berlabuh di antara Spanyol dan Belgia. Sebelumnya, Firza sempat mengikuti trial terlebih dahulu bersama dengan AFC Tubize, selaku klub kasta kedua di Belgia, pada November 2018. Pada awal Desember 2018, ia pun mencoba trial di klub kasta ketiga Spanyol, UD Alzira. Setelah menanti pengumuman, bek PSMS Medan ini mengaku sudah lolos seleksi trial di kedua klub tersebut. “Jadi kemarin pas saya trial di Spanyol dan Belgia Alhamdulilah hasilnya saya diterima,” tukasnya. Agen Firza, Khairul Asyraf, juga mengonfirmasi bahwa kliennya itu berhasil lolos seleksi di AFC Tubize dan UD Alzira. “Lolos. Kami sedang menunggu proses Visa,” ujar Khairul, dilansir BolaSport.com. Lebih lanjut, Khairul juga menyebut bila rekan karib Egy Maulan Vikri itu, telah memilih satu dari kedua klub tersebut. “Sudah (memilih klub), tapi kami belum mau umumkan sampai visa sudah di-approve,” ujar Direktur Agensi 2 Touch International itu. Tak hanya dua klub tersebut, pemuda kelahiran Medan 11 Mei 1999 ini, juga mengaku ditawar oleh klub luar negeri lain dan sejumlah klub papan atas Liga 1. “Banyak tawaran baik dalam klub luar negeri ataupun Indonesia. Kita lihat saja karena saya mau fokus seleksi timnas U-22 Indonesia dahulu,” tegasnya. Firza memang saat ini sedang berada di Jakarta dan fokus dengan Timnas U-22 untuk menembus skuat ke Piala AFF U-22 2019. (Adt)

Meski Kalah Angin, Ruselli Hartawan Tembus Babak Utama Malaysia Masters 2019

Tunggal putri Indonesia, Ruselli Hartawan, menembus babak utama kejuaraan bulutangkis Malaysia Masters 2019. Tiket babak utama didapat pebulutangkis kelahiran Jakarta, 27 Desember, 21 tahun silam itu, usai menaklukan Rituparna Das asal India, dua gim langsung, dengan skor 21-13, 26-24, dalam tempo 29 menit. (Humas PBSI)

Kuala Lumpur- Tunggal putri Indonesia, Ruselli Hartawan, menembus babak utama kejuaraan bulutangkis Malaysia Masters 2019. Tiket babak utama didapat pebulutangkis kelahiran Jakarta, 27 Desember, 21 tahun silam itu, usai menaklukan Rituparna Das asal India, dua gim langsung, dengan skor 21-13, 26-24, dalam tempo 29 menit. Melakoni laga di Axiata Arena, Kuala Lumpur Sport City, Bukit Jalil, Malaysia, pada Selasa (15/1), Ruselli mengaku di gim pertama dia kurang nyaman berada di lapangan. Kendati diungkapkannya, pada gim kedua seharusnya bermain lebih enak, karena kalah angin. “Tapi pukulan saya banyak yang nggak pas. Lawannya lumayan bagus, ada ngatur bolanya. Tapi karena saya sudah menonton video dia, jadi sudah tahu,” ujar pemain besutan PB Jaya Raya itu, usai laga, pada Selasa (15/1). Ini kemenangan pertama bagi Ruselli atas Rituparna, karena mereka belum pernah bertemu di berbagai turnamen resmi. Di babak pertama atau 32 besar, Ruselli akan menantang wakil Hong Kong Yip Pu Yin. Meski baru pertama kali berhadapan dengan pemain ranking 34 dunia itu, namun Ruselli menegaskan siap tampil all out di lapangan. “Buat besok (Rabu, 16/1) ngasih yang terbaik aja. Sama lihat video pertandingan lawan,” tukas ranking 48 dunia itu. Selain Ruselli, Yulia Yosephine Susanto berhasil melangkah ke babak utama. Yulia menang dua gim langsung atas Disha Gupta, asal Amerika Serikat. Kedua tunggal putri Merah Putih itu akan berlaga di babak pertama, mendampingi wakil Indonesia lainnnya, yakni Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, dan Lyanny Alessandra Mainaky. (Adt)

Hari Sabtu Ini, Indra Sjafri Rilis Skuat Timnas U-22

Jakarta- Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri akan menciutkan pemain pada akhir pekan nanti. Namun, tak ada pemain promosi untuk TC pekan ketiga mendatang. Saat ini, Timnas U-22 sudah masuk dalam pemusatan latihan tahap kedua, di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, mulai Senin (14/1). Pada latihan kali ini, Indra kembali memfokuskan materi fisik dan taktik. Sebab, ada tiga pemain yang baru masuk, yakni Nadeo Argawinata, Jayus Hariono dan M Syafril Lestaluhu. Mereka menggantikan Hilman Syah, Dalmiansyah Matutu, dan Yoga Pratama, yang terdegradasi, usai TC tahap pertama. Materi latihan seperti ini, disebutkan Indra, masih terus dilakukan hingga akhir pekan ini dan akan diakhiri dengan internal game sebelum melakukan evaluasi secara menyeluruh. “Kami akan latihan pagi terus sampai Jumat. Setelah itu akan ada sesi yang sama seperti kemarin dan diakhiri dengan sesi internal game,” ujar Indra. Namun, berbeda dengan pekan pertama, pada akhir pekan ini, pelatih asal Sumatera Barat itu tak bakal melakukan promosi pemain. Dia akan memulangkan pemain dan langsung menentukan 30 pemain, yang diproyeksikan untuk Piala AFF U-22 yang digelar pada Februari mendatang. Saat ini, tercatat 35 pemain mengikuti TC. Pria kelahiran Batang Kapas, Pesisir Selatan, 2 Februari 1963 ini mengatakan para pemain Timnas U-22 yang dipanggil saat ini akan terus berlatih sampai Jumat (18/1). Lalu, pada Sabtu (19/19), akan ada sesi internal game, serta diakhiri dengan pencoretan pemain “Di akhir pekan kedua, kami akan ciutkan lagi dengan beberapa pemain. Mungkin hanya ada degradasi, sementara promosi kami lakukan usai AFF,” lanjutnya. Ia memiliki alasan khusus tak bakal melakukan promosi pemain. “Karena saya ingin minggu ketiga itu, kami sudah fokus periodesasi untuk AFF,” pungkas pria 55 tahun ini. (Adt)