SEA Games 2025: Taekwondo Indonesia Juga Raih Emas!

Tim Taekwondo Indonesia

Tim Taekwondo Indonesia akhirnya sukses menyumbangkan medali emas bagi Indonesia di SEA Games 2025 Thailand. Perolehan ini terjadi di Island Hall lantai 3, Fashion Island Shopping Mall Bangkok. Dikutip dari laman kemenpora.go.id Jumat, (12/12/2025) medali emas diraih berkat penampilan impresif Muhammad Alfi Kusuma, Muhammad Hafizh Fachrur Rhozi, dan Muhammad Rizal dalam nomor Poomsae Beregu Putra. Ketiganya berhasil mengumpulkan poin tertinggi dibandingkan pesaing lainnya. Dalam final, tim dari Filipina harus puas membawa medali perak, sementara tim Malaysia memperoleh medali perunggu. Hal ini semakin mengukuhkan dominasi prestasi Taekwondo Indonesia di nomor tersebut. Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga menyatakan rasa syukur atas pencapaian tersebut sekaligus berterima kasih kepada para atlet Taekwondo Indonesia. Ia menyebut pencapaian ini sebagai prestasi yang membanggakan bagi bangsa. “Saya ucapkan selamat untuk Muhammad Rizal, Muhammad Hafizh dan Muhammad Alfi Kusuma, yang sudah menampilkan performa terbaiknya hari ini,” kata Erick Thohir, seperti tertulis di laman kemenpora.go.id. Pernyataan tersebut sekaligus memberi apresiasi atas semangat patriotik dan kegigihan ketiga atlet. Pencapaian emas dari Taekwondo menjadi modal penting mengingat pemerintah menargetkan total 80 medali emas bagi kontingen Indonesia di SEA Games 2025. Target ini membuat setiap medali emas, terutama medal pertama memiliki nilai strategis bagi motivasi tim.

SEA Games 2025: Bantai Malaysia, Tim Badminton Putra Indonesia Raih Emas

Tim badminton beregu putra Indonesia

Tim badminton beregu putra Indonesia berhasil meraih medali emas usai menggulung Malaysia 3-0 di tiga partai langsung pada final SEA Games 2025. Bertanding di Gimnasium 4, Thammasat University Rangsit Campus, Pathum Thani, Rabu (10/12), Indonesia berhasil mengunci kemenangan 3-0 atas Malaysia. Pada partai ketiga yang menjadi pertandingan pengunci kemenangan, tunggal putra Indonesia Muhammad Zaki Ubaidillah alias Ubed sukses mengalahkan wakil Malaysia Hoh Justin dengan skor 21-12, 21-14. Kemenangan ini membuat Indonesia sukses mengalahkan Malaysia 3-0 sekaligus meraih medali emas di nomor beregu putra badminton SEA Games 2025. Pada partai pertama, tunggal putra Indonesia Alwi Farhan sukses mengalahkan wakil pertama Malaysia Leong Jun Hao dengan skor 21-12, 21-19. Usai menang, Alwi Farhan melakukan selebrasi unik yaitu dengan seolah-olah mengeluarkan pistor dari saku celananya, lalu menembakkan ke kepala dan kemudian terjatuh. Setelah Alwi Farhan, bertanding ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Rea Pahlevi Isfahani melawan ganda putra andalan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Sabar/Reza pun sukses mengalahkan Aaron/Soh dengan skor 21-12, 21-12. Sebelumnya, tim badminton beregu putri Indonesia meraih medali perak usai kalah 1-3 dari Thailand pada final SEA Games 2025 di Gymnasium 4, Thammasat University Rangsit Campis, Pathum Thani, Rabu (10/12) siang. Di partai pertama, Indonesia sebenarnya sudah berhasil memimpin 1-0 usai tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani mengalahkan Pornpawee Chochuwong dengan skor 21-8, 13-21, 21-16. Kemudian pada partai kedua, ganda putri Indonesia Rachel Allessta Rose/Febi Setianingrum kalah 18-21, 21-11, 18-21 dari pasangan Thailand Benyapa Aimsaard/Supissara Paewsampran. Lalu di partai ketiga, tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung kalah 7-21, 15-21 dari Ratchanok Intanon. Di gim pertama, Gregoria tertinggal jauh 1-10 di awal permainan hingga akhirnya takluk 7-21. Kemudian di gim kedua, Gregoria juga kesulitan meladeni permainan Ratchanok Intanon, sampai-sampai Gregoria harus menutup wajahnya dengan tangan sendiri karena sulit keluar dari tekanan lawn. Di gim kedua, Gregoria akhirnya kalah 15-21. Pada partai keempat atau penentuan, ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari kalah 19-21, 18-21 dari Ornnicha Jongsathapornparn/Jhenicha Sudjaipraparat. Kekalahan ini membuat skor akhir Indonesia takluk 1-3 dari Thailand di final nomor tim putri badminton SEA Games 2025. Indonesia raih medali perak di nomor beregu putri SEA Games 2025.

SEA Games 2025: Indonesia Raih Emas Pertama dari Kayak

Atlet dayung Indonesia

Cabang olahraga kayak menyumbang emas pertama untuk Indonesia di nomor 500 meter campuran SEA Games 2025 di Pattaya Rayong, Chon Buri, Rabu, berdasarkan catatan medali di laman resmi penyelenggara. Indra Hidayat, Ramla Baharuddin, Subhi, dan Stevani Maysche Ibo melakukan comeback di akhir-akhir lintasan untuk membalap tim Singapura yang lebih dulu memimpin di pertengahan lintasan. Subhi dkk membukukan catatan waktu akhir 1 menit 37,916 detik, unggul tipis dari Singapura yang mencatat 1 menit 38,161 detik. Padahal sebelumnya, Singapura unggul tipis 47,32 detik saat memasuki batas 250 meter, sementara tim Indonesia mencatat 47,73 detik yang dibuntuti oleh Thailand dengan catatan 47,77 detik. Pada babak penyisihan, tim kayak campuran Indonesia berada di peringkat kedua dan terpaut hampir 1 detik dengan tim Singapura. Indonesia mencatat waktu 1 menit 41,725 detik di babak penyisihan, sementara Singapura di posisi pertama mencatat 1 menit 42,638 detik. Selain emas, Krisna Septiana dari nomor tunggal kayak slalom putra juga menyumbang medali perak setelah finis pertama, namun mendapatkan penalti dua detik sehingga harus turun peringkat.

SEA Games 2025: Timnas U22 Kalah di Laga Perdana

Timnas Putra Indonesia U22

Timnas Putra Indonesia U22 harus mengawali perjalanan di cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2025 dengan hasil kurang memuaskan. Menghadapi Filipina pada laga perdana Grup C, Senin 8 Desember 2025 di 700th Anniversary Stadium, Chiang Mai, Garuda Muda takluk 0-1 melalui gol tunggal yang tercipta pada penghujung babak pertama. Sejak peluit awal, Indonesia tampil agresif dengan tempo cepat serta tekanan tinggi. Dalam 10 menit pertama, serangan bergelombang yang dibangun melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan antarlini membuat Filipina lebih banyak bertahan. Namun rapatnya blok pertahanan lawan membuat beberapa peluang Indonesia belum menemui target. Menit 21, peluang terbaik tercipta lewat skema bola mati. Tendangan bebas Dony Tri Pamungkas mengarah ke sudut gawang, namun kiper Filipina, N. Guimaraes, masih sigap menepis. Filipina pun mulai meningkatkan intensitas serangan balasan. Beberapa kali bola direct mereka menguji pertahanan Indonesia, namun aksi sigap Cahya Supriadi sukses mengamankan situasi. Menit 28, Garuda Muda kembali mengancam. Muhammad Ferarri melepaskan tembakan jarak jauh keras dan terukur, tetapi Guimaraes kembali menjadi pembeda melalui penyelamatan gemilangnya. Tujuh menit berselang, giliran Rivaldo Pakpahan melepaskan sepakan kaki kanan, namun bola masih melebar tipis di sisi kiri gawang lawan. Petaka hadir pada momen krusial. Di menit 45+1, lemparan ke dalam Filipina yang dilepaskan Gabriel Guimaraes memantul di area kotak penalti. Otu Banatao bergerak cepat dan mencocor bola melewati jangkauan Cahya Supriadi. Gol tersebut menutup babak pertama dengan skor 0-1 untuk Filipina. Memasuki paruh kedua, Indonesia langsung meningkatkan intensitas. Pelatih Indra Sjafri melakukan beberapa perubahan strategi dengan memasukkan Frengky Missa, Robi Darwis, Toni Firmansyah dan Rahmat Arjuna untuk menambah tenaga dan variasi serangan. Menit 68, peluang emas kembali tercipta. Berawal dari sepak pojok Dony Tri, bola liar di second ball langsung disambar Ivar Jenner. Namun sekali lagi Guimaraes tampil solid dan menangkap bola dengan sempurna. Memasuki menit 80, Filipina semakin memperdalam garis pertahanan, memaksa Indonesia bermain sabar mengalirkan bola dari sisi ke sisi. Beberapa kombinasi penetrasi sayap maupun tembakan dari luar kotak penalti belum berhasil menembus tembok rapat lawan hingga peluit panjang berbunyi. Skor 0-1 bertahan hingga laga usai, dan Indonesia harus menunda perolehan poin perdana di turnamen ini. Kekalahan ini membuat pertandingan selanjutnya melawan Myanmar pada Jumat, 12 Desember 2025 menjadi laga penting untuk menjaga peluang lolos dari fase grup.

Inilah Para Juara Sirkuit Nasional Seri Penutup 2025

PB. Djarum Kudus

Setelah bergulir di 10 kota, rangkaian Sirkuit Nasional (Sirnas) PBSI sepanjang tahun 2025 mencapai puncaknya pada gelaran Wondr by BNI Sirnas Premier PBSI 2025. Kejuaraan ini berlangsung di Gelanggang Remaja Tanjungpriuk, Sunter, Jakarta Utara, 1–6 Desember 2025. Wondr by BNI Sirkuit Nasional Premier 2025 resmi ditutup oleh Ketua umum PP PBSI, Mohammad Fadil Imran yang juga didampingi oleh Sekretaris Jendral PP PBSI, Ricky Achmad Soebagdja, Sabtu (06/12). PB. Djarum Kudus berhasil keluar sebagai juara umum dengan total 16 gelar juara berhasil diraih oleh punggawa dari klub yang bermarkas di kota Kudus dari 23 wakil yang berhasil menempatkan diri di babak final. Kemudian, diikuti oleh PB. Jaya Raya, PB. Exist Jakarta, PB. Mutiara Bandung, Jaya Raya Satria, Jaya Raya Solo, Tjakrindo Sony Dwi Kuncoro, WIMA, dan Bayu Kencana. Sementara Tim Pelatnas membawa satu gelar juara di sektor ganda dewasa putri. Daftar Juara di Wondr by BNI Sirkuit Nasional Premier 2025 UDPA: M. Lazar Abrizam Adhyasta (JAYA MUSTIKA, BLORA) vs Tristan Geovanni Pardosi (DJARUM, KUDUS) 12-21, 20-22. UDPI: Keysha Almirah Dewi (DJARUM, KUDUS) vs Afiqa Fathiyyaturahma (JAYA RAYA JAKARTA) 21-18 21-16. TAPA: Ghathfaan Rizqie Ramadhan Haryanto (DJARUM, KUDUS) vs Khoirul Dwi Fahmi (JAYA RAYA JAKARTA) 21-14, 18-21, 18-21. TAPI: Diajeng Putri Hartini (EXIST BADMINTON CLUB) vs Mikha Ribka Kasalang (DJARUM, KUDUS) 19-21, 26-28. GAPA: Alvian Ditya A/Shiddiq Alfarizi F (JAYA RAYA SOLO) vs Gavriel Aldrich A.L/Kevin Gunawan (DJARUM, KUDUS) 21-9 21-13. GAPI: Naraya Aisha K/Zora Rizqi P (TMSDKBA/Istimewa Badminton Club) vs Hafizah Hasanah Z/Mikha Ribka K (DJARUM, KUDUS) 20-22, 19-21. TPA: Adhy Hasmoro (DJARUM, KUDUS) vs Richardo Regino Mozes Munde (EXIST BADMINTON CLUB) 17-21, 18-21. TPI: Berlian Indah Pinastika (EXIST BADMINTON CLUB) vs. Kalia Rahmadani (DJARUM, KUDUS) 21-19 15-21 16-21. GPA: Deva Devandra Santosa/M. Ashil (DJARUM, KUDUS) vs Darell Fayi A/Han Liang G (MULYA MANDIRI) 21-14 18-21 21-19 GPI: Almaira Dzakira Wulanda L/Kalia Rahmadani (DJARUM, KUDUS) vs Aleyda Dwidyna P/Quinsa Juanita P (Jaya Raya Satria) 9-21, 16-21. GPC: Raynanda Laksmana/Malika Nur A (EXIST BADMINTON CLUB) vs Sultan Nazril/Wishell Zadine A. N (DJARUM, KUDUS) 19-21 21-12 21-15. TRA: Alif Akbar. M (DJARUM, KUDUS) vs M. Derajat Maulana (DJARUM, KUDUS) 21-19 10-21 21-14. TRI: Miftaqul Putri A (JAYA RAYA JAKARTA) vs Hani Miftasari (DJARUM, KUDUS) 21-18 21-17 GRA: Adhwin Arling R/Rizky Caesar R (DJARUM, KUDUS) vs Alfindo/Hazel Rizqi P (DJARUM, KUDUS) 12-21, 18-21. GRI: Nathania Prasetya/Wanda Subadra S. U (JAYA RAYA JAKARTA) vs Nur Hafidzah A/Shafira Atha A (DJARUM, KUDUS) 18-21, 11-21. GRC: Hazel Rizqi P/Halifia Usni P (DJARUM, KUDUS) vs Satya Candrarupa A/Ketty Rudianto (GIDEON BADMINTON ACADEMY) 21-16 17-21 21-14 TTA: Izza Al-Faruq A. M (EXIST BADMINTON CLUB) vs Radithya Bayu W. (DJARUM, KUDUS) 11-21, 4-21. TTI: Mayla Cahya A. P (MUTIARA CARDINAL, BANDUNG) vs Christabel Calista P (DJARUM, KUDUS) 21-8, 20-22, 21-18. GTA: Ghian Rizqy S/Ikhsan Lintang P (DJARUM, KUDUS) vs M. Rizki Mubarrok/Raihan Daffa E. P (DJARUM, KUDUS) 21-13, 18-21, 18-21. GTI: Adelia Nirul M/Salsabila Zahra A (DJARUM, KUDUS) vs Selsi Josika/Yasintha Ristyna P (DJARUM, KUDUS) 14-21, 15-21. GTC: Ghian Rizqy S/Salsabila Zahra A (DJARUM, KUDUS) vs Mitchel Rori M/Balqis Azzahra K. H 21-15 21-14. TDA: M. Rizky Akbar (TJAKRINDO MASTERS SONY DWI KUNCORO) vs M. Falen Ammar Rizki (JAYA RAYA JAKARTA) 21-8 14-21 21-12

Indonesia Tuan Rumah ASEAN School Games 2026

Penyerahan bendera ASEAN Schools Sports Council.

Gelaran 14th Asean School Games resmi berakhir, Indonesia akan menjadi tuan rumah ASEAN Schools Games (ASG) 2026, dengan kota Jakarta sebagai pusat penyelenggaraan. ASG 2026 akan menjadi edisi ke-15 sekaligus salah satu momen penting bagi olahraga pelajar nasional, karena dengan menyelenggarakan dan mengikuti ASG, menunjukkan komitmen Indonesia dalam membina atlet muda dan menguatkan peranannya sebagai sentra kompetisi olahraga di kawasan Asia Tenggara. Penetapan Indonesia menjadi tuan rumah terjadi setelah ASG 2025 di Brunei, di mana Chef de Mission Indonesia, Aziz Ariyanto, menerima penyerahan bendera ASEAN Schools Sports Council (ASSC) dari tuan rumah Brunei. Ini ketiga kalinya Indonesia menjadi tuan rumah ASG setelah sebelumnya pernah di Surabaya (2012) dan Semarang (2019). Namun, belum ada keputusan mengenai tanggal pelaksanaan. Kontingen Indonesia sendiri berjaya di ASEAN School Games 2025 di Brunei. Mereka mengoleksi 93 medali dari tujuh cabang olahraga, terdiri dari 42 emas, 30 perak, dan 20 perunggu, dan berhasil menjadi juara umum. Cabang olahraga renang menjadi penyumbang emas terbanyak dengan 22 medali emas, disusul pencak silat dengan 11 emas, bulu tangkis 5 emas, atletik 3 emas, dan wushu 1 emas. Negara peringkat kedua di ASEAN School Games 2025 adalah Thailand. Sedangkan peringkat ketiga ditempati oleh Malaysia. Dengan catatan prestasi tersebut, menjadi tuan rumah ASG 2026 di Jakarta tampak bukan hanya sebagai kehormatan, tetapi juga peluang strategis bagi Indonesia untuk terus memperkuat ekosistem pembinaan atlet muda. Selain memberikan stimulasi bagi generasi pelajar berprestasi, event ini juga bisa menjadi panggung diplomasi olahraga di ASEAN, sekaligus meningkatkan reputasi Indonesia sebagai tuan rumah kompetisi internasional. Daftar raihan medali ASEAN School Games 2025: Rank Nation Gold Silver Bronze Total 1  Indonesia 42 30 21 93 2  Thailand 20 24 26 70 3  Malaysia 14 16 27 57 4  Philippines 11 10 22 43 5  Singapore 8 13 12 33 6  Vietnam 5 6 4 15 7  Brunei 4 4 10 18 8  Myanmar 2 1 2 5 9  Cambodia 0 1 1 2 10  Laos 0 0 3 3 Totals (10 entries) 106 105 128 33

Indonesia Jadi Juara Umum ASEAN School Games 2025

Penutupan Gelaran 14th Asean School Games

Gelaran 14th Asean School Games resmi berakhir, kontingen Indonesia berhasil keluar sebagai juara umum pada ajang ASEAN School Games 2025 yang digelar di Brunei Darussalam (28/11). Kontingen Indonesia berhasil mengumpulkan 93 medali dari 7 cabang olahraga (cabor). Terdiri dari 42 medali emas, 30 medali perak, dan 20 medali perunggu. Dengan cabor renang menjadi penyumbang medali emas terbanyak dengan total 22 emas, diikuti pencak silat 11 emas, badminton 5 emas atletik 3 emas dan wushu 1 medali emas. Dengan capaian ini Indonesia berhasil menjadi juara umum klasmen akhir medali keseluruhan mengungguli Thailand yang berada di posisi kedua dengan raihan 20 medali emas. Chef de Mission (CdM) Indonesia ASG 2025, Aziz Ariyanto menyampaikan rasa Syukur dan senang atas capaian yang berhasil diraih oleh atlet pelajar Indonesia. “Saya senang atas capaian ini terdapat peningkatan yang pada gelaran sebelumnya kita mendapatkan peringkat kedua namun tahun ini kita berhasil menjadi juara umum,” ujar Aziz. Lebih lanjut Aziz menyampaikan terima kasih kepada semua team atlet, pelatih, official, maupun manager yang telah bekerja keras sehingga Indonesia berhasil mendapatkan hasil yang maskimal. Dan juga berpesan untuk para atlet agar jangan cepat berpuas diri dengan hasil ini supaya mereka lebih maskimal lagi agar kedepan dapat terus berprestasi hingga di tingkat senior. Dengan ditutupnya ASEAN School Games 2025, seluruh kontingen pelajar Indonesia kembali ke tanah air membawa pulang kebanggaan dan harapan baru untuk terus menoreh prestasi di ajang internasional berikutnya.

Ini Dia Juara Kejurnas Bola Voli Antarklub U19 2025

Tim putra Pasundan

Pasundan di sektor putra dan Ganevo Yogya di sektor putri berhasil meraih gelar juara dalam Kejurnas Bolavoli Antarklub U19 Tahun 2025 di GOR Mastrip Probololinggo, Minggu (30/11/2025). Pasundan, klub asal Bandung itu menjadi juara setelah memenangkan laga melawan Porvid Kudus dengan skor 3-0 (26-24, 33-31, 25-21). Usai laga pelatih Pasundan, Fatah Ibrahim Suanda mengungkapkan timnya diinstruksikan untuk main lepas. “Tidak ada beban harus menang. Kalian main bebas saja. Itu instruksi saya kepada pemain,” kata Fatah. Dengan adanya instruksi itu, lanjut Fatah, timnya bermain tanpa beban. Meskipun sempat mendapat perlawanan di set pertama dan kedua. “Namun mereka bisa menyelesaikan dengan kemenangan,” jelasnya. Di sektor putri, Ganevo Yogya memenangi final dengan skor 3-1 atas Grobogan Mitra Bank Jateng, lewat angka 25-16, 25-13, 20-25, 25-18. Tidak ada perubahan strategi dari pertandingan semifinal melawan Petrokimia. Asisten pelatih Koko Prasetyo Darkuncoro memilih melanjutkan skema bertahan yang sebelumnya mereka adopsi, gaya yang ia sebut mirip permainan tim Jepang. “Kita tidak mengubah strategi… itu saya terapkan lagi di final ini,” ucapnya. Pasundan dan Ganevo sebagai juara putra dan putri, selain menerima piala dan medali, juga mendapat hadiah uang pembinaan sebesar Rp 35 juta. Sedangkan runner-up, Porvit Kudus dan Grobogan Mitra Bank Jateng, masing-masing putra dan putri menerima piala dan uang pembinaan sebesar Rp 25 juta. Di posisi ketiga putra, Indomaret dan Petrokimia putri mendapatkan piala dan hadiah pembinaan masing-masing Rp 20 juta. Sementara peringkat keempat putra, Privolley Gurita Kaur dan keempat putri, Lampung Phinisi mendapatkan Rp 15 juta. Susunan Pemain Terbaik (The Best) Putra:  Best outset hitter – Moch Alfian Deni Ansyah (Porvit) Best outset hitter – Fauzan Nibras (Pasundan) Best middle blocker – Putra Bagus Hidayatullah (Indomaret) Best middle blocker – Yusuf Bachtiar (Porvit) Best Opposite Spiker – Raffa Dwiyanto Putra (Pasundan) Best Setter – Irfan Fauzan (Pasundan) Best Libero – Bimo Reno Prakoso (Porvit) MVP – Fauzan Nibras (Pasundan) Putri: Best outset hitter – Azkiya Sanie Nur Hidayah (Ganevo) Best outset hitter – Davina Septianti Eka Putri (Grobogan) Best middle blocker – Syakirah Athania Putriiska (Petrokimia) Best middle blocker – Rafeyfa Alya Wibowo (Ganevo) Best Opposite Spiker – Farin Rizkyana Dewi (Grobogan) Best Setter –  Keysa Devi Arvena (Ganevo) Best Libero –  Lulu Callista Aurellia (Grobogan) MVP – Keysa Devi Arvena (Ganevo) Masing-masing terbaik di kategorinya menerima hadiah uang pembinaan sebesar Rp 1 juta. Sedangkan MVP Rp 1,5 juta.

PSSI Berkolabrasi dengan KNVB Gelar Coaching Clinic untuk Pembinaan Pemain Muda

Coaching Clinic PSSI dan KNVB

PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) bekerja sama dengan Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) menggelar Coaching Clinic yang didukung oleh Indomilk Susu Steril di ASIOP Stadium, Cempaka Putih, Jakarta pada 25-26 November 2025. Program ini merupakan bagian dari MoU PSSI dengan KNVB di tahun 2024 lalu. Selain itu sebagai upaya memperkaya pembinaan pelatih serta pemain muda Indonesia lewat pendekatan sepak bola modern dan edukasi teknik. Seusai dilakukan di Timika pada tanggal 20-22 November lalu, program ini untuk pertama kalinya di Jakarta. Dua instruktur berlisensi UEFA A dari KNVB, Bert Zuurman dan Andre Simmelink, mengajarkan filosofi sepak bola Belanda yang menekankan game-based learning, pengambilan keputusan, serta koneksi kuat antara latihan dan situasi pertandingan. Dengan total 100 peserta anak, kegiatan ini membuka ruang pembelajaran yang terstruktur, progresif, dan relevan dengan kebutuhan pembinaan usia muda saat ini. Bert Zuurman mengapresiasi penyelenggaraan coaching clinic ini, mulai dari fasilitas hingga semangat peserta. “Lapangannya bagus, bolanya oke, dan semua fasilitas bisa digunakan. Semua orang di akademi sangat membantu,” kata Bert Zuurman. Bert juga menekankan pentingnya menghadirkan lebih banyak pemain perempuan pada kegiatan mendatang. “Akan sangat baik jika jumlah peserta perempuan bisa bertambah. Itu penting untuk perkembangan sepak bola perempuan di Indonesia,” tambahnya. Sementara itu, salah satu peserta merasakan langsung manfaat dari materi yang diberikan. Dafa, penjaga gawang 13 tahun, mengakui banyak peningkatan dari sisi dasar permainan. “Basic bola seperti passing dan shooting banyak ditekankan. Tantangannya di pos empat lawan empat, kami belajar transisi positif-negatif, shooting, passing, dan komunikasi,” kata Dafa. Lebih lanjut, Andre Simmelink juga menegaskan bahwa materi yang diberikan sengaja dirancang agar selalu berhubungan dengan permainan nyata. “Anda belajar sepak bola dengan bermain sepak bola. Latihan harus selalu terkait pertandingan. Pemain hanya bisa menjadi lebih baik ketika mereka berada di lingkungan yang menuntut pengambilan keputusan seperti dalam permainan sesungguhnya,” jelasnya. Andre juga menilai pentingnya kesinambungan dalam pendidikan pelatih. “Untuk berkembang, pelatih harus terus mempraktikkan apa yang dipelajari. Kursus lanjutan diperlukan untuk melanjutkan proses yang sudah dimulai ini.” Melalui kolaborasi antara PSSI, KNVB, Indomilk Susu Steril, coaching clinic ini menjadi ruang pembelajaran yang diharapkan membawa dampak positif bagi pesepak bola muda dan pelatih di Indonesia.

Inilah 23 Pemain untuk SEA Games 2025

Pemain Timnas U23

Pelatih Indra Sjafri menetapkan 23 pemain untuk berlaga di SEA Games 2025. Penetapan 23 pemain ini dilakukan pada hari ini dan pada Jumat (28/22) besok, Garuda Muda terbang ke Thailand. Komposisi 23 pemain terdiri dari klub-klub Super League dan diaspora yang berkompetisi di Eropa. “Alhamdulillah proses pemusatan latihan di Jakarta sudah selesai dan kami sudah memilih 23 pemain sesuai regulasi SEA Games 2025. Dari 23 pemain tersebut, empat di antaranya bermain di luar negeri yakni Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, Mauro Zijlstra, dan Dion Markx,” kata Indra Sjafri. Indra Sjafri menambahkan dirinya memulangkan delapan pemain ke klub karena batas maksimal 23 orang yang boleh sesuai regulasi. “Keputusan ini diambil setelah evaluasi matang berdasarkan data-data yang ada selama pemusatan latihan bulan Oktober dan November serta pengamatan pemain saat bermain di Super League yang dilakukan bersama staf pelatih dan team performance,” tambahnya. Pada ajang SEA Games 2025, Indonesia berada di grup C bersama Filipina, Singapura dan Myanmar. Indonesia direncanakan memulai laga perdana melawan Singapura tanggal 5 Desember mendatang. “Dalam kesempatan ini kami ucapkan terima kasih untuk PSSI yang berupaya memastikan pemain abroad yang bisa ikut serta ke SEA Games 2025 ini walaupun bukan Kalender FIFA. Terima kasih juga untuk I.League dan klub-klub yang sudah membantu dalam pembentukan skuad Timnas SEA Games 2025 sampai penetapan sebanyak 23 pemain ini,” tukas Indra Sjafri. Sebelum mengikuti SEA Games 2025, Garuda Muda melakoni laga uji coba internasional dengan melawan India dan Mali yang masing-masing bermain dua kali di Stadion Madya, Jakarta dan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Daftar 23 pemain Indonesia untuk SEA Games 2025 Thailand: Kiper Cahya Supriadi – PSIM Yogyakarta Daffa Fasya – Borneo FC Muhammad Ardiansyah – PSM Makassar Bek Dony Tri Pamungkas – Persija Jakarta Frenkgy Missa – Bhayangkara Presisi Dion Markx – TOP OSS Kadek Arel – Bali United Kakang Rudianto – Persib Bandung Muhammad Ferrari – Bhayangkara Presisi Robi Darwis – Persib Bandung Raka Cahyana – PSIM Yogyakarta Gelandang Ananda Raehan – PSM Makassar Rayhan Hannan – Persija Jakarta Rivaldo Pakpahan – Borneo FC Toni Firmansyah – Persebaya Surabaya Zanadin Fariz – Persis Solo Ivar Jenner – FC Utrecht Penyerang Hokky Caraka – Persita Tangerang Rafael Struick – Dewa United Jens Raven – Bali United Rahmat Arjuna – Bali United Marselino Ferdinan – AS Trencin Mauro Zijlstra – FC Volendam

Daftar Lengkap Penghargaan Piala Dunia U17

Pemain Terbaik Piala Dunia U17 2025

Portugal memenangkan Piala Dunia U17 usai mengalahkan Austria di babak final, Kamis (27/11) waktu setempat. Portugal menang tipis 1-0 lewat gol Anisio Cabral di menit ke-32. Kemenangan tersebut membuat Portugal untuk kali pertama jadi juara Piala Dunia U17. Sukses itu juga diiringi oleh keberhasilan pemain-pemain mereka memenangkan penghargaan individu. Gelandang serang mereka, Mateus Mide berhasil terpilih sebagai pemain terbaik. Mide jadi otak permainan dan serangan Portugal di Piala Dunia U17 ini. Selain Mide, pemain lainnya yang juga mendapatkan penghargaan individu adalah Romario Cunha. Cunha merebut sarung tangan emas pertanda jadi kiper terbaik di turnamen ini. Dalam perjalanan merebut gelar juara, Cunha hanya kebobolan empat gol. Menariknya, sejak babak 16 besar Cunha tidak pernah lagi merasakan memungut bola dari dalam gawang. Anisio Cabral yang mencetak gol di babak final meraih sepatu perak. Hal itu pertanda ia ada di posisi kedua dalam urusan gol terbanyak. Posisi pertama alias perebut sepatu emas adalah Johannes Moser. Bomber Austria itu mencetak delapan gol, unggul satu gol atas Cabral. Selain merebut sepatu emas, Moser juga meraih gelar silver ball alias bola perak. Ia ada di bawah Mide yang jadi pemenang. Sementara itu posisi pemain terbaik ketiga alias Bronze Ball ditempati oleh Mauro Furtado yang juga berasal dari Portugal. Daftar Lengkap Penghargaan Piala Dunia U17 2025 Pemain Terbaik Golden Ball: Mateus Mide (Portugal) Silver Ball: Johannes Moser (Austria) Bronze Ball: Mauro Furtado (Portugal) Top Skorer Golden Boot: Johannes Moser (Austria) – 8 Gol Silver Boot: Anisio Cabral (Portugal) – 7 Gol Bronze Boot: Dell (Brazil) – 5 Gol Kiper Terbaik Golden Glove: Romario Cunha (Portugal) FIFA Fair Play Trophy Republik Ceko

5 Fakta Menarik Usai Portugal Juara Piala Dunia U17 2025

Anisio Cabral

Portugal berhasil menjadi juara Piala Dunia U17 2025. Berikut fakta menarik di balik sukses tersebut. Portugal mampu menjadi juara setelah mengalahkan Austria dengan skor tipis 1-0. Anisio Cabral jadi pencetak gol tunggal kemenangan Portugal di laga tersebut. Berikut fakta menarik di balik keberhasilan Portugal juara Piala Dunia U17 2025: 1. Portugal untuk pertama kalinya berhasil jadi juara Piala Dunia U17 di edisi 2025. Sebelumnya, pencapaian terbaik Portugal di Piala Dunia kategori ini adalah peringkat ketiga pada 1989. 2. Portugal mengawinkan gelar Piala Dunia -17 dengan Piala Eropa U17. Sukses ini jadi salah satu gambaran sukses regenerasi Portugal. 3. Anisio Cabral finis di posisi kedua daftar top skor dengan catatan tujuh gol. Ia hanya kalah dari Johannes Moser asal Austria. Sedangkan Mateus Mide jadi pemain terbaik serta Romario Cunha jadi kiper terbaik. 4. Portugal tidak pernah kebobolan dari babak 16 besar hingga laga final. Secara total, Portugal hanya kebobolan empat gol di Piala Dunia U17 2025. 5. Satu-satunya tim yang mengalahkan Portugal di Piala Dunia U17 2025 adalah Jepang. Jepang menang 2-1 atas Portugal dan kemudian Jepang sendiri kalah dari Austria di babak perempat final.

Taklukkan Austria, Portugal Juara Piala Dunia U17

Timnas Portugal U17

Portugal menjuarai Piala Dunia U17 2025 setelah menaklukkan Austria 1-0 di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Kamis (27/11/2025) malam. Gol kemenangan ditorehkan Anisio Cabral pada menit 32 setelah menerima umpan tarik Duarte Cunha. Gelar ini menjadi trofi pertama Portugal pada ajang Piala Dunia U17 sepanjang sejarah penyelenggaraannya. Raihan tersebut melampaui pencapaian terbaik sebelumnya yang hanya peringkat ketiga pada edisi 1989. Sedangkan Austria mencatat sejarah baru dengan menempati posisi kedua pada turnamen tahun ini. Prestasi tersebut menjadi peningkatan signifikan setelah sebelumnya hanya mampu lolos fase grup. Italia mengunci peringkat ketiga usai menang adu penalti 4-2 atas Brasil pada perebutan tempat ketiga. Kedua tim bermain imbang 0-0 selama waktu normal sehingga laga ditentukan lewat penalti. Portugal tampil agresif sejak awal laga melalui ancaman tendangan Duarte Cunha pada menit ketiga. Austria membalas lewat peluang Hasan Deshishku dan Johannes Moser, namun keduanya gagal menjadi gol. Memasuki babak kedua, Austria berusaha menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas Deshishku pada menit 48. Kiper Portugal Romario melakukan penyelamatan penting untuk menjaga keunggulan timnya. Peluang terbaik Austria lahir dari sundulan Ifeanyi Ndukwe pada menit 81 tetapi kembali digagalkan Romario. Hingga peluit akhir berbunyi, Portugal mempertahankan skor 1-0 dan memastikan gelar juara.

Gresik Lahirkan Bibit Tenis Muda di Kejurnas TDP

IMTC Sukses Gelar Kejurnas Tenis Junior TDP Piala Dandim Gresik 2025

Ratusan atlet tenis junior dari berbagai daerah di Indonesia berkompetisi dalam Kejurnas Tenis Junior TDP IMTC-Piala Dandim Gresik. Turnamen ini berlangsung di Lapangan Tenis Petrokimia Gresik, 18-22 November 2025. Sebanyak 200 atlet dari 70 daerah unjuk kemampuan untuk menjadi yang terbaik di berbagai kelompok umur. Direktur Pertandingan Kejurnas, Irawati Moerid, berhasil menghadirkan sejumlah tokoh penting Gresik. Kapolres, Kajari, Ketua KONI Gresik, Ketua Pelti Gresik, dan perwakilan manajemen Petro Kimia Gresik turut hadir. Penutupan acara berlangsung meriah dengan pengumuman para juara. Dandim Gresik, Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, memimpin langsung upacara penutupan dan pemberian penghargaan. Ia menyerahkan trofi dan medali kepada para juara, termasuk M Aryasatya Dwi T (Sukoharjo), juara KU 16 Tahun Putra. Fadly Subur Karamaha mengapresiasi para atlet yang telah menunjukkan performa terbaiknya. “Bersyukur pada hari ini kita telah selesai melaksanakan pertandingan Kejurnas Tenis ini,” ujar Fadly. Irawati Moerid menegaskan bahwa Kejurnas ini membuktikan bahwa ‘Tak Ada Juara Tanpa Kompetisi’ di Kabupaten Gresik. “Insya Allah Event Piala Dandim Gresik akan berlanjut setiap tahunnya,” pungkas Irawati. Berikut daftar lengkap para juara Kejurnas Tenis Junior TDP IMTC-Piala Dandim Gresik 2025: Tunggal Putra KU 10 Tahun Nadees Arkana (Sleman) Zakky Hildan (Tranggalek) M Raffasya Al Busra (Malang) James Edrick (Surabaya) KU 12 Tahun Al Zayki Zio Asmara (Bogor) Raffasya Putra A (Banjarnegara) Ahza Danis Alby (Nganjuk) Iffat Naratama (Palembang) KU 14 Tahun Dwi Waseso P (Pati) M Falichul Isbah (Sukoharjo) Rafif Zakhwan (Surabaya) Danio Putra Lubis (Aceh) KU 16 Tahun M Aryasatya Dwi T (Sukoharjo) Raja AGB (Semarang) Syawal Noor Kaluku (DKI Jakarta) Raffa Rizky Ramadhan (DKI JKT) KU 18 Tahun Prawara Mulya Laksana (Batam) Noorsyahyana R Albana (Bantul) I Gusti Gde Satria P (NTB) Aidan Hana Indrayana (Semarang) Tunggal Putri KU 10 Tahun Kirana Nadya PW (Tanggerang) Freia Madison H (Surabaya) Maryam Aleena BS (Blitar) Zahira Zee Az Zahra (Gresik) KU 12 Tahun Carolina Lantemona (Kendari) Dewi Ayu Anargya (Gresik) Alyssa Shakira A (Bogor) Saafia Devani Putri (Solon) KU 14 Tahun Kirana Zahra W (Tulungagung) Anastasya P A (Purwokerto) Anisa Zahra (Bojonegoro) Putu Dyvania T (Tabanan) KU 16 Tahun Kheista Rizqi AS (Kediri) Getsa Zainie (Semarang) Amelia Putri T (Bogor) Khanza R Zahira (Batam) KU 18 Tahun Cantik Qurani RR (Batu) Faiza Queena S (Bandung) Noya Myeisha NR (Batu) RR Nashwa Nafeesha (Surabaya) Ganda Putra KU 10 Tahun Nadees AA (Sleman)/M Raffasya Al Busra (Malang). Zaky Hildan P (Tranggelek)/Prasena Wira Natakusuma (Sumenep). Albarra AG (Mataram)/Anakta Hasbi MN (NTB). James Edrick/Josh Antony (Surabaya) KU 12 Tahun M Hafidz Izzadin A (Pekalongan)/ Raffasya Putra AR (Banjarnegara). Azka Putra R (Pekalongan)/Raihan Noor Kaluku (DKI Jakarta) M Faid R (Makasar)/Faidzh RF (Aceh) Al Zayki Zio A (Bogor)/ M Gibran Widiandary (Tegal) KU 14 Tahun Rafif Zakhwan Affandi/Cristiano Federer Tjahyo (Surabaya) M Azka Pradita Pasha (Lampung)/ M Naufal A (Sampang) Dwi Waseso P/Aditrta GP (Pati) Danio Putra L (Aceh)/M Abrisam Tsaqib (Surabaya). KU 16 Tahun Ziyad Hammas (Solo)/Raffa RR (DKI Jakarta) Bima Putra W (Tulungagung)/Raka Aiustha GB (Semarang) Imam Al-Zikri Suwandi (Riau)/ M Aryasatya Dwi T (Sukoharjo) Revano Rhodez R (DKI JKT)/M Ghossan Islammaaleeq (Sleman). KU 18 Tahun Rangga Wisnu KR (Sukoharjo)/Aidan Hana Indayana (Semarang) Tyaga Hijra K/Dino Alex Vergusoen (Surabaya). I Gusti Gede Satria P (NTB)/Prawara Mulya Laksana (Batam) Tito Bima Adha A (Bojonegoro)/Noorsyahyana Rifqi A (Bantul)

Jadwal Timnas Indonesia U23 di SEA Games 2025

Timnas Indonesia U23

SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand pada 9-20 Desember 2025. Cabor sepakbola akan start lebih dulu. Berikut schedule beraksi Timnas Indonesia U23. Indonesia ada di Grup C, bersaing dengan Singapura, Filipina, dan Myanmar. Laga-laga Grup C akan berlangsung di 700th Anniversary Stadium, Chiangmai, Thailand. Indonesia akan menjalani pertandingan pertama pada 5 Desember 2025, Singapura yang akan menjadi lawannya. Setelah itu, Indonesia berturut-turut akan melawan Filipina dan Myanmar. Menatap SEA Games kali ini, Indonesia menyandang status sebagai peraih emas di edisi sebelumnya. Dari tiga grup, masing-masing juara grup akan lolos langsung ke semifinal. Satu slot lain di semifinal akan diberikan kepada runner-up terbaik. Indonesia ditangani oleh Indra Sjafri di SEA Games 2025. Garuda Muda tengah mengupayakan pemain-pemain diaspora seperti Ivar Jenner, Justin Hubner, Mauro Zijlstra agar bisa memperkuat tim. Selain itu, Marselino Ferdinan juga tengah diusahakan bisa bermain di SEA Games 2025. Di SEA Games kali ini, Indonesia tak ditarget meraih emas oleh PSSI. Tim Merah-Putih hanya diberi beban medali perak. Jadwal SEA Games 2025 Cabor Sepakbola Putra Grup C 5 Desember 2025 Indonesia vs Singapura – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Myanmar vs Filipina – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai 8 Desember 2025 Filipina vs Indonesia – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Singapura vs Myanmar – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai 12 Desember 2025 Filipina vs Singapura – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Indonesia vs Myanmar – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Sumber: Detiksport

Rekor, Sejarah, dan Dominasi Baru di Indonesia Arena

Final DBL Jakarta 2025 di Indonesia Arena

Gelaran Final Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Jakarta kembali menjadi panggung lahirnya sejarah baru. Indonesia Arena, venue indoor terbesar kebanggaan Tanah Air kembali menjadi saksi bagaimana basket pelajar Jakarta terus berkembang, melahirkan cerita besar, dan memantik ambisi baru dari generasi muda. Tak hanya soal siapa yang keluar sebagai juara, tetapi juga tentang banyaknya rekor dan capaian bersejarah yang tercipta di dalamnya. Mulai dari konsistensi sekolah-sekolah unggulan, kembalinya tradisi juara, hingga gebrakan tim yang akhirnya mampu mematahkan dominasi lawan. Inilah rangkuman rekor-rekor bersejarah yang lahir di Final Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Jakarta di Indonesia Arena. 1. SMAN 70 Jakarta Jadi Sekolah Pertama yang “Double Final” di Indonesia Arena SMAN 70 Jakarta membuktikan kelasnya sebagai sekolah unggulan di dua dunia, basket dan dance. Musim ini, mereka menjadi sekolah pertama yang kompak mengirimkan tim basket dan tim dance-nya ke partai final di Indonesia Arena. Sebuah pencapaian yang menegaskan bahwa kultur kompetitif SMAN 70 Jakarta (Bulungan) bukan hanya soal gelar, tetapi juga bagaimana usaha mereka untuk bisa mencapai ke panggung tertinggi. Namun, akhir cerita pahit justru dialami oleh skuad basket putri Bulungan. Mereka gagal menjemput gelar juara kelima beruntun di DBL Jakarta 2025 atau quintuple. Dan terhenti sebagai runner up. Beruntung, tim dance SMAN 70 Jakarta (Bulungan Dance Crew) berhasil memetik sejarah baru dan meraih Third Place Azarine DBL Dance Competition 2025 Jakarta. 2. Srikandi Jubilee Pecahkan Kutukan, Hentikan Dominasi Bulungan Empat musim menembus final, tiga musim berakhir sebagai runner up. Hasil ini terus menghantui skuad putri SMA Jubilee Jakarta sejak debutnya di DBL Jakarta 2022. Namun, penantian akhirnya terbayar tuntas. SMA Jubilee Jakarta akhirnya tercatat sebagai juara DBL Jakarta 2025 pasca menekuk SMAN 70 Jakarta lewat duel ketat yang berlanjut ke babak overtime dengan skor akhir 36-32. Gelar ini menandai titik balik besar, di mana hegemoni empat gelar beruntun dari Bulungan resmi berhenti di tangan Jubilee. 3. Rekor Baru Penonton Olahraga di Lapangan Indoor Catatan sejarah lain juga terukir dari tribun. Final musim ini mencatat 15.729 penonton, menjadi rekor tertinggi pertandingan olahraga indoor pada gelaran DBL Jakarta. Dukungan luar biasa itu mengubah atmosfer final menjadi sebuah pertunjukan megah setara dengan laga profesional. Padahal, mereka adalah pelajar SMA yang bermain dengan mimpi besar. 4. Buksi Penyandang Gelar Juara Terbanyak DBL Jakarta Di sektor putra, SMA Bukit Sion Jakarta (Buksi) makin menancapkan dominasinya. Kemenangan atas SMA Jubilee Jakarta di DBL Jakarta 2025 menambah koleksi gelar mereka menjadi 7 trofi juara dari 10 final dalam 13 musim penyelenggaraan DBL Jakarta. Mereka hanya absen dari partai final pada 2012, 2016, dan 2017. Dinasti Buksi? Hal ini menjadi bukti bahwa dinasti Buksi tak lekang oleh waktu. 5. Putra dan Putri Jubilee Tak Pernah Absen dari Indonesia Arena Tak hanya putrinya yang pecah kutukan, pasukan Jubilee juga mencatatkan konsistensi luar biasa. Mereka menjadi satu-satunya sekolah yang selalu mengirimkan tim putra dan putrinya ke Final DBL Jakarta di Indonesia Arena dalam tiga musim terakhir. Konsistensi yang membuktikan program pembinaan mereka terus berkembang ke arah yang tepat. Sekalipun Jubilee belum pernah kompak meraih gelar juara atau kawin gelar. Mengingat, tim putri SMA Jubilee Jakarta berhasil keluar sebagai juara baru DBL Jakarta 2025. Namun, skuad putra Jubilee justru terhenti sebagai runner up. Sumber: DBL

Ratusan Atlet Se-Indoneisa Ikuti Kejurnas Tenis Meja 2025

Kejuaraan Nasional Tenis Meja 2025

Kejuaraan Nasional Tenis Meja 2025 Kalimantan Selatan dibuka dan digelar di GOR Hassanudin HM Banjarmasin, Senin siang (24/11/25). Kejuaraan ini diikuti sekitar 500 petenis meja dari 28 provinsi, terdiri dari petenis meja junior hingga senior. Seluruh atlet ini akan bertarung dan memperebutkan medali dari 27 kategori yang dipertandingkan. Ketua Umum PTMSI Pusat, Peter Layardi Lay, berharap dari Kejurnas ini dapat muncul petenis muda berbakat yang bisa membela Indonesia di kancah internasional. “Jadi tenis meja ini adalah cabor yang banyak atletnya, jadi setiap tahun kita gelar dan selalu meningkat pesertanya. Jadi kita melihat prestasi bagaimana pembinaan, dan kita akan mendapat anak-anak yang baik, dan kalau sudah besar kita arahkan ke internasional,” ujarnya. Ahmad Faridi, Ketua Panitia Kejuaraan Nasional Tenis Meja 2025 Kalimantan Selatan, menjelaskan bahwa kejuaraan ini diikuti oleh 28 provinsi. Ia menambahkan bahwa dari 27 kategori yang dipertandingkan, ada sekitar 500 petenis meja yang turun bertanding mulai dari kelompok junior hingga senior. Ariadi Noor, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, mengaku pihak Pemprov sangat mendukung adanya kejuaraan ini. “Jadi kita dari Pemprov sangat mendukung dan saya tadi membacakan sambutan dari Pak Gubernur. Dan kita sangat mendukung penuh,” ungkapnya. Sementara itu, Kejuaraan Nasional ini akan digelar pada 24 hingga 30 November mendatang dan diharapkan bisa banyak memunculkan bibit petenis meja handal.

Asean School Games 2025: Tim Renang Indonesia Raih 18 Medali

Tim Renang Indonesia

Tim renang Indonesia berhasil meraih total 18 medali pada hari pertama dan kedua cabang olahraga ajang 14th ASEAN School Games 2025 yang berlangsung di National Pool Hassanal Bolkiah Sport Complex, Minggu dan Senin, 23 & 24 November 2025. Cabor renang sendiri masih akan bertanding pada hari Selasa (25/11) dan Rabu (26/11). Untuk ke 14th ASEAN School Games 2025, Tim Renang Indonesia yang berisikan 30 perenang telah menjalani Traning Camp di Kolam Renang Pertamina Simprug, Jakarta Selatan pada 15-21 November 2025 lalu. Per 25 November 2025, Indonesia memuncaki klasemen peraihan medali sementara 14th ASEAN School Games 2025 dengan total raihan 33 medali (14 emas, 7 perak, 12 perunggu). Torehan medali dari Tim Renang Indonesia hari pertama dan kedua ASG 2025: 1. Medali Emas Nomor 400M Gaya Bebas Putra (M. Akbar Putra Taufik) 2. Medali Perunggu Nomor 400M Gaya Bebas Putra (Sebastian Federick Harsono) 3. Medali Emas Nomor 100M Gaya Bebas Putra (Kevin Erlangga Prayitno) 4. Medali Perak Nomor 100M Gaya Bebas Putra (Samuel Maxson Septionus) 5. Medali Emas Nomor 100M Gaya Bebas Putri (Adelia Chantika Aulia) 6. Medali Perak Nomor 100M Gaya Bebas Putri (Chelsea Alexandra) 7. Medali Emas Nomor 200M Gaya Punggung Putri (Adelia Chantika Aulia) 8. Medali Perunggu Nomor 400M Gaya Bebas Putri (Nicolle Callysta Phiong) 9. Medali Emas Nomor 4x200m Estafet Gaya Bebas Putri (Fiore Gaia El Zahra, Chelsea Alexandra, Nicolle Callsyta Phiong, Adelia Chantika Aulia) 10. Medali Emas Nomor 4x200m Estafet Gaya Bebas Putra (M. Akbar Putra Taufik, Sebastian Federick Harsono, Kevin Erlangga Prayitno, Samuel Maxson Septionus) 11. Medali Perak Nomor 400M Gaya Ganti Perorangan Putri (Michelle Surjadi Fang) 12. Medali Emas Nomor 100M Gaya Kupu-Kupu Putra (I Nyoman Gede Yajama) 13. Medali Perunggu Nomor 100M Gaya Kupu-Kupu Putri (Michelle Surjadi Fang) 14. Medali Emas Nomor 200M Gaya Bebas Kupu-Kupu Putra (M. Akbar Putra) 15. Medali Perunggu Nomor 200M Gaya Bebas Kupu-Kupu Putra (Sebastian Frederick Harsono) 16. Medali Emas Nomor 200M Gaya Bebas Kupu-Kupu Putri (Adelia Chantika Aulia) 17. Medali Perunggu Nomor 200M Gaya Bebas Kupu-Kupu Putri (Fiore Gaia El Zahra) 18. Medali Emas Nomor 100M Gaya Dada Putra (Didi June Elbert)

Asean School Games 2025: Dua Medali Indonesia Dari Lari 100 Meter

Podium nomor lari 100 meter putri ASEAN School Games.

Indonesia menambah pundi-pundi medali mereka pada ASEAN School Games (ASG) ke-14 yang berlangsung di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Medali pertama berasal dari Giersha Imanuella Saimima, Ia meraih medali perak pada nomor lari 100 meter putri Pada final 100 meter putri, Giersha mencatatkan waktu 12,12 detik, menempati posisi kedua. Medali kedua hadir melalui Sava Salvia Waranggani yang meraih pedali perunggu di nomor yang sama dengan torehan 12,21 detik. Sementara itu, medali emas diraih atlet Thailand dengan 11,95 detik. Selain nomor 100 meter, Giersha juga mewakili Indonesia pada nomor 200 meter dan estafet 4×100 meter putri, yang dijadwalkan berlangsung pada sesi lomba berikutnya. Wattimena menyebut peluang Giersha menambah medali masih terbuka lebar. ASEAN School Games 2025 diikuti lebih dari 1.000 atlet dari 10 negara ASEAN, mempertandingkan delapan cabang olahraga yang digelar pada 20–28 November 2025 di Hassanal Bolkiah National Sports Complex. Sementara itu saat ini Indonesia berada di peringkat pertama klasemen sementara dengan total 16 medali, terdiri dari tujuh emas, tiga perak, dan enam medali perunggu Thailand menempati posisi kedua dengan 18 medali, diikuti Filipina dan Singapura.

Asean School Games 2025: Indonesia Raih Dua Emas

Tim Bulutangkis Indonesia

Tim bulutangkis Indonesia meraih sukses ganda di nomor beregu ajang Asean School Games 2025 yang berlangsung pada 21-24 November di Brunei Darussalam. Indonesia meraih dua medali emas dari beregu putra dan beregu putri. Di babak final, Senin (24/11), beregu putra menang telak 3-0 atas Malaysia sedangkan beregu putri unggul 3-1 dari Thailand. Atas raihan ini, Ellen Angelina, pelatih yang mendampingi, mengungkapkan apresiasinya kepada para atlet. “Daya juang anak-anak bagus sekali, meski mereka dari beberapa klub tapi secara tim mereka bersatu berjuang untuk Indonesia,” kata Ellen. “Perkembangan bulutangkis di pelajar-pelajar Asean sendiri cukup bagus dan merata. Untuk putra Indonesia sepertinya cukup dominan ya. Untuk putri yg harus diwaspadai, khususnya di tunggal putri ada Thailand bagus. Filipina juga ada tunggal putri yg cukup bagus,” lanjut Ellen. Namun perjuangan tim bulutangkis Indonesia belum selesai. Setelah ini tim akan melanjutkan pertandingan di nomor perorangan yang berlangsung pada Selasa (25/11) hingga Rabu (26/11) mendatang. Ellen berharap punggawa Merah-Putih bisa menyapu bersih medali emas. “Recovery yang harus diperhatikan karena besok sudah main perorangan dan ada beberapa anak yg waktu di beregu ada sedikit cedera. di sini sangat dibantu sekali recoverynya dari tim medis Indonesia,” jelas Ellen. “Target mau sapu bersih. Kerja keras di tunggal putri, semoga bisa buat kejutan lagi seperti di penyisihan group. Lawan terkuat Thailand ada satu tunggal putri yang ranking empat junior BWF,” kata Ellen lagi. Asean School Games adalah Pesta Olahraga Tahunan Pelajar Asia Tenggara yang tahun ini bergulir pada 20-28 November. Indonesia mengirimkan 152 atlet pelajar yang akan berlaga pada sejumlah cabang olahraga seperti atletik, badminton, wushu, renang, pencak silat, basket, dan sepak takraw. Berikut hasil final beregu bulutangkis Asean School Games 2025: Beregu Putra: Indonesia 3-0 Malaysia BS1: Denis Azzarya vs Muhammad Nur Azhar Zunaide 21-16, 21-16 BD1: Anju Siahaan/Faizal Pangestu vs Daniel Tan Ying Enn Tan/Muhammad Luqman Hakim Yusof Daneel 21-11, 21-15 BS2: Fardhan Rainanda Joe vs Kashah Bin Khairul Azlan 21-15, 21-12 BD2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Ahmad Qaid Darwisy Ahmad Fuad/Syed Harraz Sayed Muzir (Tidak Dimainkan) BS3: Radithya Bayu Wardhana vs Chong Lee Qian (Tidak Dimainkan) Beregu Putri: Indonesia 3-1 Thailand GS1: Jolin Angelia vs Tonrug Saeheng 16-21, 18-21. GD1: Selsi Josika/Yasintha Ristyna Putri vs Aphichaya Wannasupphaphon/Thipchira Chaiwichitworakhun 21-13, 21-13 GS2: Christabel Calista Purwanto vs Ratnacha Sompoch 21-18, 21-13 GD2: Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri vs Piyatida Chosuwanchart/Surada Vechpanich 21-19, 21-14 GS3: Shaafiya Yasmin Maitsaa vs Dolbundarn Kullathumneab (Tidak Dimainkan)