PBESI Berencana Masukkan eSport Sebagai Ekstrakurikuler Sekolah

PBESI Berencana Masukkan E-Sport Sebagai Ekstrakurikuler Sekolah

Pengurus Besar eSports Indonesia (PBESI) berencana memasukkan E-Sport sebagai ekstrakurikuler ke dalam kurikulum pendidikan di jenjang SMP, SMA/SMK. Hal ini di utarakan Ketua ESI Provinsi Lampung, Iqbal Ardiansyah, aga atlet muda eSports bisa membagi waktu dengan tetap fokus dan menomorsatukan pelajaran di sekolah. “eSports memiliki dua sisi mata uang, sisi negatif dan sisi positif,” ucap Bung Iqbal “Sisi negatif ketika kita tidak bisa membagi waktu dan terlalu mengisi eSports ini dengan penuh semangat. Tapi tidak melihat waktu, bahaya juga,” jelas Ketua ESI Lampung dalam Turnamen Hellau eSports Championship (HEC) Season 5 di Kafe Koma Space, Rajabasa, Jumat (28/1) Pada sisi positif, lanjut Iqbal, eSports menjadi salah satu cabang olahraga yang membuat atlet berprestasi dan bisa menghasilkan pendapatan. “Pemain game yang kreatif bisa menjadi Youtuber dengan membagikan teknik-teknik bermain game,” terangnya Menurut, Bung Iqbal Sport juga dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian di Kota Bandarlampung lewat turnamen yang digelar di kafe-kafe terutama untuk para pemain. “Ini bisa menjadi salah satu peluang untuk daya tarik UMKM dengan mengadakan turnamen eSports di kafe-kafe,” ujar dia. Dukungan yang diberikan oleh Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana membuat eSports berdampak positif. “Kejar prestasi dan jangan takut, wali kota kita hari ini adalah wali kota yang peduli terhadap anak-anak muda dengan kehadiran Bunda Eva di Turnamen HEC,” tutup dia. Wali kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengingatkan kepada atlet yang bertanding agar tetap melaksanakan protokol kesehatan, saat membuka turnamen HEC, dan juga ditegaskan kita tetap melakukan razia di kafe-kafe yang tidak menerapkan protokol kesehatan. “Selama ini Bunda memantau ke kafe-kafe banyak melakukan kegiatan game, mungkin saking asyiknya main game di tegur diam saja,” tuturnya Eva Dwiana yang juga Ketua Satgas Covid-19 kota Bandar Lampung memberikan himbauan agar anak-anak muda berlatih eSports di rumah saja. “Jangan di tempat-tempat umum, karena kita tidak ingin ada varian baru ini bisa menularkan kepada anak-anak,” tandasnya.

Sosok Ilham Nauval, Pebulutangkis Muda Potensial Incaran Klub-Klub Besar

Sosok Ilham Nauval, Pebulutangkis Muda Potensial Incaran Klub-Klub Besar

Turnamen Bulutangkis F1 Fadil Imran Cup 2022 di Sragen yang berakhir Sabtu (22/1/2022) siang, menerbitkan banyak bibit pebulutangkis potensial. Salah satunya, Ilham Nauval Ikhsanudin. Atlet yang bernaung di bawah PB RBT Humato Sragen itu sukses meraih satu gelar di ganda taruna putra dan satu Runner up di nomor tunggal remaja putra. Ilham lahir di Peleman, Gemolong, Sragen pada 16 September 2007. Putra ketiga pasangan Turmuji, guru MTSN 7 Sragen dan Itsna Mahsunah, guru SMAN 1 Sumberlawang itu mengaku mulai bermain tepok bulu sejak kelas 4 SD. Sering ikut dan melihat sang bapak bermain bulutangkis, membuatnya akhirnya tertarik untuk menjajal. Sampai akhirnya muncul passion dan memutuskan untuk berlatih. “Saya bermain sejak kelas 4 SD. Awalnya sering diajak bapak main bulutangkis akhirnya jadi tertarik,” paparnya. Siswa yang duduk di bangku kelas 3 SMP itu menuturkan sejak memutuskan terjun di bulutangkis, ia terus mengasah kemampuan dengan berlatih di klub RBT Humato yang dipimpin Lilik Dwi Laksono “Gogon”. Berkat tempaan mental, fisik dan teknik yang keras, juara demi juara akhirnya ia raih. Hebatnya hanya dalam 7 bulan terakhir, ia sukses menembus final di 20 turnamen yang ia ikuti. Dari jumlah itu, 16 kali di antaranya berhasil mengantarkan ke podium juara. Sementara sisanya runner up. “Dari 20 kali final itu, sebagian turnamen di luar Jawa. Ada di NTT, Bali, Jakarta, hingga Surabaya. Jadi selama 7 bulan bisa 16 kali juara. Tentu sebagai orangtua sangat senang dan terus mendorong agar giat berlatih sehingga bisa makin berprestasi,” ujar sang bapak, Turmuji. Turmuji menuturkan talenta besar Ilham juga banyak membuat klub-klub besar mulai melirik. Tercatat ada Klub Jaya Raya dan Exist Jakarta yang sejauh ini menyatakan tertarik untuk merekrut. Namun Ilham masih memilih mengasah kemampuan di PB RBT Humato Sragen. Turmuji menilai salah satu kelebihan putranya adalah memiliki semangat besar, pekerja keras dan pantang menyerah. “Iya memang sudah banyak diincar klub besar seperti Jaya Raya dan Exist. Tapi oleh pelatih di PB RBT Humato mengatakan biar matang dulu. Ini terus ditempa latihan rutin pagi siang malam. Ya harapannya mudah-mudahan bisa menjadi pemain nasional. Dia mainnya di tunggal dan ganda remaja,” tandas Turmuji. Di turnamen bulutangkis FI Fadil Imran Badminton Cup 1 Sragen tahun 2022 yang berakhir Sabtu (22/1/2022) kemarin, Ilham sukses menyumbang satu gelar juara di nomor ganda putra taruna. Berpasangan dengan Herdien Toriq Batota, Ilham memenangi final perang saudara sesama ganda RBT Humato, Rezza Surya Kurniawan/Wahyuda Dwi Nugroho Wicaksono. Selain gelar di ganda, Ilham juga menyabet podium kedua di nomor tunggal remaja putra. Ia harus takluk dari Dewangga Surya dari PB Benggol Boyolali di final.

Perbasi Buka Turnamen Basket 3×3 untuk Produksi Atlet Potensial bagi Timnas

Perbasi Buka Turnamen Basket 3x3 untuk Produksi Atlet Potensial bagi Timnas

Turnamen basket 3×3 akan digelar dalam waktu dekat oleh Perbasi dan Supersport Sensation (SSS) Internasional. Kompetisi ini diadakan untuk mendukung lahirnya bibit pebasket potensial. Kejuaraan itu akan digelar di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, pada 19-23 Februari 2022 mendatang. “Saat ini kami sedang membutuhkan pemain yang konsentrasi di 3×3. Ke depan, Perbasi akan bentuk tim 3×3 junior sampai usia 23,” kata Ketua Umum Perbasi, Danny Kosasih, dalam keterangan resmi induk basket nasional. Digelarnya turnamen basket 3×3 ini bertujuan agar Indonesia punya ketersediaan atlet basket potensial untuk ajang-ajang penting yang akan dihadapi. Salah satunya SEA Games Hanoi pada Mei mendatang yang diramaikan dengan cabang basket 3×3. Format basket 3×3 menjadi salah satu cabang olahraga yang baru diperkenalkan dalam beberapa tahun terakhir ini. Untuk itu, atlet-atlet Indonesia yang punya konsentrasi di cabang ini terhitung masih sangat sedikit jumlahnya. Dengan demikian, kejuaraan 3×3 bisa menjadi wadah untuk menyaring peminat-peminat baru yang bisa diproyeksikan untuk memperkuat tim nasional Indonesia pada ajang penting di masa mendatang. “Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Melalui 3×3 akan terlihat anak-anak muda yang cinta bola basket untuk 3×3,” ujar Danny. Demi mencapai jangkauan yang luas, turnamen basket 3×3 rencananya digelar secara serempak di empat provinsi. Selain di Jakarta, kompetisi ini akan diadakan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Saat ini Indonesia sudah mulai berbicara di pentas internasional lewat cabang basket 3×3. Di Asian Games 2018 lalu, tim nasional basket 3×3 putri Indonesia berhasil mencapai perempat final. Pencapaian yang lebih memuaskan terjadi pada ajang FIBA 3×3 U-18 di Cyberjaya, Malaysia. Ketika itu timnas basket putri Indonesia sukses merebut medali perunggu. Sementara itu, timnas basket 3×3 putra Indonesia berhasil meraih medali perak setahun setelahnya di ajang SEA Games 2019 Filipina. Capaian ini tentu memberikan angin segar untuk perkembangan olahraga basket 3×3 yang semakin hari digandrungi masyarakat.

Sebanyak 254 Atlet Pelajar Ikuti Turnamen Student Archery Fiesta 2022

Sebanyak 254 Atlet Pelajar Ikuti Turnamen Student Archery Fiesta 2022

Sebanyak 254 atlet pelajar bertanding di Student Archery Fiesta 2022 yang diadakan oleh Muslim Archery School (MAS), di GOR Panahan Universitas Islam Riau (UIR), Jumat (21/1/2022). Turnamen ini difokuskan untuk mencari bibit-bibit atlet muda yang dipersiapkan untuk masuk dalam Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP), Popnas dan juga PON 2024. Muslim, Owner MAS mengatakan, turnamen ini diharapkan dapat menciptakan atlet-atlet berprestasi dengan tujuan Olimpiade 2032 yang akan dilaksanakan di Indonesia. “Apalagi Cabor panahan masuk di dalam olimpiade,” ujar Muslim. Dikatakannya, katagori yang diperlombakan untuk SD, SMP dan SMA. Sementara nomor yang dipertimbangkan di antaranya standar bow, recuve, compound, barebow, crossbow dan juga family challenge. “Untuk family challenge ini pertama di Indonesia, terdiri dari tiga orang. Orang tua dua dan anak satu, atau anak dua orang tua satu,” katanya. Untuk jumlah sekolah yang mengikuti turnamen ini, ada 158 sekolah se-Riau dan untuk peserta katagori anak sekolah ada 173 atlet dan untuk kategori umum 81. Muslim menyebut, saat ini olahraga panahan tengah digandrungi oleh masyarakat Riau. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya club panahan yang muncul di Riau. “Antusias masyarakat Riau tinggi, tapi tidak ada wadahnya. Di bulan Juli nanti insyaAllah juga akan kita adakan turnamen lagi se-Riau,” harapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Riau Bobby Rachmad sangat mengapresiasi dan mendukung kejuaraan ini. “Tentunya ini berkat kerja sama dan hubungan yang harmonis baik dengan pengprov, persani Riau dengan pengkot persani Pekanbaru, begitu juga dengan klub Muslim Archery School,” ujar Bobby, Jumat (21/1/2022). Dirinya berharap kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan. Karena salah satu memunculkan bibit-bibit panahan itu adalah dengan menyelenggarakan kompetisi secara berkelanjutan. “Kita dari pemprov Riau melalui Dispora, kita mendukung baik dari sisi pelaksanaan maupun dari sisi teknis kegiatannya. Kita berharap ini bukan hanya di panahan saja, namun di cabor lainnya juga bisa meniru apa yang telah dilakukan hari ini,” sebutnya. Karena salah satu yang diharapkan adalah memunculkan bibit itu dari sekolah. Karena di sekolah itu ada juga guru olahraganya, sekolah juga ada tempat untuk mendidiknya. “Artinya bukan hanya akademisnya saja, tapi ada kegiatan ekstrakurikuler nya yang harus juga kita prioritaskan,” tutupnya.

Calon Rising Star Bulu Tangkis Indonesia di 2022

Calon Rising Star Bulu Tangkis Indonesia di 2022

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah memanggil 71 atlet untuk mengikuti tes kesehatan yang akan dilaksanakan pada Rabu (19/1) dan Kamis (20/1). Dari nama-nama yang tertera, terdapat sejumlah pemain muda yang konsisten memberikan hasil ciamik pada turnamen yang diikuti. Beberapa nama mulai familiar di telinga badminton lovers menyusul penampilannya yang mencuri perhatian. Akan tetapi, beberapa wajah tampak masih baru, meski bakat mereka diyakini bakal mencuat. Lantas, siapa saja pebulu tangkis Indonesia yang berpotensi menjadi rising star pada tahun ini? Simak daftarnya berikut ini. Putri Kusuma Wardani Nama tunggal putri, Putri Kusuma Wardani, memang sudah ramai diperbincangkan sejak 2019 ketika menjadi bagian dari skuad peraih Piala Suhandinata. Putri KW juga berhasil memberikan poin di partai final usai taklukan wakil China, Zhou Meng. Penampilan Putri KW pun semakin meningkat, terlebih pada 2020 manakala pemain 19 tahun ini ditunjuk untuk masuk ke skuad Badminton Asian Team Championship. Di situ, ia memberikan satu kemenangan usai taklukkan wakil Filipina, Sarah Joy Barredo. Penampilan gemilang Putri KW terus berlanjut. Pada 2021, ia berhasil meraih tiga gelar juara yaitu Spain Masters, Czech Open, dan Bangladesh IC. Selain meraih gelar Individu, Putri KW juga dipercaya untuk menjadi tunggal putri kedua untuk membela Tim Indonesia di ajang Piala Uber 2020 serta menjadi bagian dari skuad Piala Sudirman 2020. Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Tahun 2021 menjadi penampilan yang luar biasa dalam sejarah karier pasangan ganda putra muda Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob. Mengawali kesuksesan usai jalani debut di ajang super 1000, mereka harus terhenti di babak awal pada dua pertandingan seri Thailand oleh seniornya Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Selanjutnya, di ajang Swiss Open, Pram/Yere kembali dihentikan unggulan di babak 16 besar. Akan tetapi, kejutan terjadi di Spain Masters manakala mereka berhasil menjadi juara dan diikuti gelar selanjutnya di Belgian International dan menjadi semifinalis German Open. Sementara, di ajang Indonesia Badminton Festival, secara mengejutkan Pram/Yere berhasil tampil apik, bahkan mengalahkan pemain unggulan di antaranya mantan juara All England 2016, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov. Meskipun tidak berhasil melangkah jauh, hasil yang di peroleh Pram/Yere tersebut berhasil membuatnya lolos ke ajang World Tour Final. Di turnamen itu, Pram/Yere mampu memberikan perlawanan ketat melawan ganda Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dan ganda putra Malaysia, Ong Yeo Sin/Teo Ee Yi, meski akhirnya kalah. Sementara, satu kemenangan diraih saat melawan Toma Junior Popov/Christo Popov asal Prancis sehingga membuat Pram/Yere finis di posisi ketiga grup. Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari Pemain yang diperkirakan akan bersinar di 2022 lainnya ialah pasangan ganda putri kelahiran 2004, Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari. Mengawali debut sebagai partner sejak masih di klub PB Exist Jakarta, performa Rachel/Meilysa memang sudah terlihat gemilang sejak turun di Home Tournament PBSI 2020. Ketika itu, mereka berhasil memberikan perlawanan yang membuat para seniornya kewalahan. Pada 2021, Rachel/Meilysa berhasil meraih dua gelar junior secara beruntun di Denmark Junior dan Finnish Junior. Komang Ayu Cahya Dewi Nama Komang Ayu Dewi semakin mencuat usai mengalahkan pemain andalan Indonesia, Fitriani, di PBSI Home Tournament 2020. Sebelumnya, pada 2018, Komang dipercaya memperkuat klubnya PB Djarum di Kejuaraan Nasional Beregu saat usianya masih 16 tahun. Ia ikut andil membawa PB Djarum menembus semifinal. Pada 2021, Komang berhasil memberikan sejarah baru untuk dunia tepok bulu Bali ketika berhasil menjadi tunggal putri Bali pertama yang melangkah ke partai final Pekan Olahraga Nasional (PON). Meskipun di laga puncak Komang harus menerima kekalahan dari wakil Jawa Barat, penampilannya mendapatkan apresiasi. Usai PON, Komang mengikuti Bahrain International Challenge dengan melangkah ke babak semifinal. Sementara, di Bahrain International Series, ia menjadi runner-up.

Atlet Muda Kepulauan Riau Siap Boyong Emas di SEA Games 2021 Vietnam

Atlet Muda Kepulauan Riau Siap Boyong Emas di SEA Games 2021 Vietnam

Pebiliar muda andalan Kepulauan Riau, Andri, mengikuti tren positif para peserta yang telah lolos untuk mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas) Biliar SEA Games 2021 yang akan bergulir di Mei mendatang. Atlet muda berusia 19 tahun tersebut, berhasil mengalahkan pesaing seniornya di kategori disiplin Pool Putra pada seleknas yang diselenggarakan di Kantor Sekretariat PB POBSI, Wisma Indovision Jakarta Barat. Ini adalah kali kedua Andri lolos untuk mengikuti pelatnas SEA Games. Sebelumnya pada 2019 ia juga lolos dan berlaga pada Pesta Olahraga Asia Tenggara yang gelar di Filipina lalu. “Pastinya sangat senang, bisa bergabung ke tim pelatnas lagi, karna 2019 lalu saya juga ikut Pelatanas untuk SEA Games di Filipina,” ucap Andri, atlet peraih medali perak pada PON Papua 2021, Kamis (13/1/2022). Andri berambisi untuk mendapatkan medali emas dan memberikan yang terbaik pada tanah airnya Indonesia. “Target semua orang pasti mau emas, saya akan selalu usaha semaksimal mungkin dan kasih yang terbaik buat indonesia,” tambahnya. Lolosnya Andri sebagai atlet yang terbilang sangat muda, membuktikan bahwa pembinaan regenerasi atlet biliar di indonesia berjalan dengan baik, seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua II Binpres POBSI, Fadil Nasution pada pembukaan hari pertama Seleknas di Jakarta. “Dengan banyaknya daerah yg mengikuti Seleknas, menunjukkan bahwa pembinaan para atlet berjalan dengan cukup baik di hampir semua daerah,” kata Fadil.

Cetak Sejarah Bulutangkis Nepal, Prince Dahal Jadi Ranking 1 Dunia Junior

Cetak Sejarah Bulutangkis Nepal, Prince Dahal Jadi Ranking 1 Dunia Junior

Atlet tunggal putra, Prince Dahal, berhasil mencetak sejarah untuk negaranya sebagai pebulutangkis Nepal pertama yang menduduki ranking 1 dunia junior. Sebagai informasi, Prince Dahal merupakan atlet bulutangkis sektor tunggal putra kelahiran 19 Juni 2004 di Khalanga, Darchula, Nepal.  Dia memulai karier di dunia bulutangkis sejak berusia lima tahun. Berkat kegigihan dan ketekunannya berlatih, Prince Dahal berhasil menjadi atlet bulutangkis Nepal yang berhasil mengikuti sejumlah turnamen BWF Internasional. Tak tanggung-tanggung, Prince Dahal tak mau melewatkan kesempatan itu dengan hasil yang biasa-biasa saja. Meskipun bukan dari negara bulutangkis, Prince Dahal berhasil menyabet beragam gelar. Bermain di level junior bulutangkis, Prince Dahal berhasil menyabet medali emas di Kejuaraan Junior International Dubai, 2018.  Pada ajang South Asia U-21 Championship 2019, Prince Dahal juga menyabet medali perak. Berdasarkan rilis BWF pada Sabtu (01/01/22), Prince Dahal berhasil meraih 10.400 poin, menyalip dua rivalnya asal Malaysia yakni Justin Hoh di peringkat kedua, dan M. Fazriq Mohammad Razif di peringkat ketiga. Melansir laman Rising Nepal Daily, pencapaian yang ditorehkan Prince Dahal, menjadi prestasi internasional terpenting bagi Nepal dalam persaingan para atletnya di sektor olahraga bulutangkis. Tak hanya bagi Nepal, prestasi menduduki ranking satu dunia junior bulutangkis tunggal putra, juga menjadi mimpi yang menjadi kenyataan bagi seorang Prince Dahal. Dia pun bertekad untuk senantiasa bekerja keras dan mempertahankan prestasi yang diraih untuk mempersiapkan diri sebelum turun ke turnamen bulutangkis level senior. “Perhatian saya selanjutnya adalah mempertahankan gelar dan juga terus tampil baik bahkan di turnamen bulutangkis senior di masa depan,” kata Prince Dahal melansir laman Rising Nepal Daily. “Perhatian saya selanjutnya adalah mempertahankan gelar dan juga terus tampil baik bahkan di turnamen bulutangkis senior di masa depan,” kata Prince Dahal melansir laman Rising Nepal Daily. Prince Dahal juga berharap bahwa dia dan para atlet lain bisa kembali berpartisipasi mengikuti turnamen dan pelatihan meskipun ada pandemi virus Covid-19. Selama ini Prince Dahal dan para atlet Nepal lainnya cukup lama vakum dari pelatihan dan turnamen bulutangkis akibat merebaknya virus covid-19 di dunia.

Jelang Porprov, PRSI Kabupaten Bogor Tetap Lanjutkan Program Pembinaan

Jelang Porprov, PRSI Kabupaten Bogor Tetap Lanjutkan Program Pembinaan

Meski masih dalam persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat 2022 pada November mendatang, namun program pembinaan regenerasi atlet untuk mencari perenang-perenang andal, terus dilakukan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Bogor. Ketua Umum PRSI Kabupaten Bogor, Nuradi mengatakan, pihaknya tidak akan berhenti menggali potensi-potensi atlet muda yang andal bersama jajaran pengurus dan pelatih melalui klub-klub renang yang ada dibawah naungan PRSI Kabupaten Bogor. “Kami tidak akan berhenti menggali potensi calon atlet berbakat. Apalagi dengan banyaknya atlet-atlet usia dini yang ada klub-klub binaan PRSI Kabupaten Bogor, tentunya membuat kami lebih mudah untuk mencari regenerasi atlet andal,” kata Nuradi. Nuradi mengatakan, atlet-atlet muda yang ada dibawah pembinaan klub anggota PRSI Kabupaten Bogor, memiliki potensi yang sangat luar biasa, apabila dibina dengan baik dari sejak dini. “Atlet-atlet muda ini nantinya yang akan mengisi kekuatan cabang olahraga renang Kabupaten Bogor disetiap kejuaraan. Oleh sebab itu, kami akan konsen terhadap pembinaan atlet-atlet muda,” ucapnya. Dia menjelaskan, jumlah atlet-atlet muda yang ada dibawah binaan PRSI Kabupaten Bogor sangat banyak, bahkan untuk beberapa tahun yang akan datang PRSI tidak akan kekurangan atlet-atlet potensial dalam melanjutkan perjuangan para senior-senior mereka di setia even resmi daerah, maupun nasional.

Profil Alfito Pringgo Yudanto, Juara Tunggal Putra Seleknas PBSI 2022

Profil Alfito Pringgo Yudanto, Juara Tunggal Putra Seleknas PBSI 2022

Alfito Pringgo Yudanto menjadi juara sektor tunggal putra Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2022. Fito, sapaan akrab Alfito, pun akan berlatih dua tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. Pebulu tangkis asal Kalimantan Selatan, Alfito Pringgo Yudanto, tampil sebagai juara tunggal putra kelompok dewasa pada Seleknas PBSI 2022 yang digelar di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (15/1/2022). Pada pertandingan final tunggal putra dewasa, Alfito berhasil mengalahkan wakil DKI Jakarta, Iqbal Diaz Syahputra, lewat rubber game yang berakhir dengan skor 21-14, 7-21, dan 21-11. Hasil Seleknas PBSI 2022 tersebut membuat Alfito Pringgo Yudanto mengukir catatan bersejarah. Alfito menjadi wakil asal Kalimantan Selatan pertama yang mampu menjadi juara Seleknas PBSI. Alfito Yudanto Pringgo lahir di Samarinda, Kalimantan Timur, pada 25 Februari 2003. Ia merupakan pebulu tangkis binaan klub PB Berkat Abadi Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Keberhasilan Alfito menjuarai nomor tunggal putra dewasa Seleknas PBSI 2022 pun ia persembahkan kepada orang tua, klub, dan sang pelatih, Ayoda Lutfi. “Senang sekali (bisa mewakili Kalimantan Selatan). Saya senang karena bisa membanggakan orang tua, pemilik PB Berkat Abadi, dan pelatih. Saya sangat berterima kasih sudah membantu saya sampai ada di sini,” ucap Fito seusai laga. Tak hanya mengukir catatan bersejarah, kesuksesan Alfito menjuarai Seleknas PBSI 2022 juga membuatnya bakal bergabung dengan pelatnas PBSI. Kebahagiaan Fito semakin bertambah karena ia akan belatih dengan sosok-sosok senior seperti Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. “Senang sekali bisa latihan bareng mereka. Tidak menyangka juga karena sebelumnya hanya bisa melihat di televisi. Sekarang, sudah bisa lihat langsung dan latihan bersama,” ujar Fito. “Saya mengidolakan mereka, apalagi Ginting. Dia langkahnya cepat sekali,” kata Fito menambahkan. Alfito Pringgo Yudanto yang kini berusia 18 tahun telah menunjukkan potensi yang ia miliki. Pada ajang Djarum Sirkuit Nasional 2018, Alfito mampu menembus perempat final usai mengalahkan para pemain unggulan pada babak sebelumnya. Kemudian pada ajang Daihatsu Astec Regional Junior U13, U15, dan U17 2019 di Yogyakarta, Fito juga melaju hingga perempat final. Namun, pandemi Covid-19 membuat kiprah Alfito sedikit terganggu. Ia pun memanfaatkan masa pandemi untuk berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi Seleknas PBSI. “Selama dua tahun pandemi saya tidak ikut pertandingan. Namun, saya menggunakan momen itu untuk mempersiapkan diri dengan matang guna mengikuti Seleknas. Alhamdulillah sekarang bisa masuk pelatnas,” tutur Fito. Biodata Nama lengkap: Alfito Pringgo Yudanto Tempat, tanggal lahir: Samarinda, 25 Februari 2003 Sektor: Tunggal putra Pegangan raket: Kanan Klub: PB Berkat Abadi, Banjarmasin

Gelar Seleksi Atlet, Percasi Surabaya Berharap Ada Regenerasi

Gelar Seleksi Atlet, Percasi Surabaya Berharap Ada Regenerasi

Minimnya minat catur belakangan ini membuat Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Surabaya harus terus menggenjot beberapa ajang agar regenerasi dapat terwujud. Seperti dalam menjelang Porprov tahun 2022 ini. Minggu (16/01/2022), Percasi Surabaya mengadakan seleksi atlet junior U-21 kebawah yang bertempat di POR Suryanaga, Jl. Pasar Besar Wetan no 55. Ketua Umum Percasi Surabaya, Budi Leksono, mengatakan, seleksi tersebut diadakan beberapa tahapan untuk menghasilkan calon atlet berpotensi dan berkualitas. “Tahapan pertama diikuti oleh 22 putra dan 14 putri yang mana akan diambil 6 putra dan 6 putri untuk lanjut ke tahapan selanjutnya. Sementara untuk seleksi tahap kedua nanti akan diambil peringkat terbaik yang akan mengikuti pra porprov 2022 mendatang,” papar Budi Leksono. Pria yang akrab disapa Buleks, menyampaikan kepada atlet untuk tetap semangat berlatih, dan yang tidak lolos jangan patah semangat. “Ditengah minimnya regenerasi atlet usia dini, kami mengajak para atlet agar terus mengajak teman untuk begabung bermain catur. Hal ini agar surabaya tetap banyak para penggemar catur diusia muda,” lanjutnya. Sementara itu, ditempat yang sama, Wakil Ketua Percasi Surabaya, Imam Buchori, yang sekaligus pengelola POR Suryanaga menyampaikan bahwa seleksi beberapa tahap ini juga sebagai perangkingan atlet Surabaya. Buchori juga mengatakan Percasi Surabaya berharap agar kuota puslatcab ditambah dengan tujuan tidak semata mata hanya utk persiapan PORPROV saja namun juga sebagai Pembinaan Atlet persiapan Kejurprov, Kejurnas yang rutin tiap tahun. “Jadi para atlet yang masuk Puslatcab adalah atlet yang digodok secara profesional untuk siap berkompetisi di even-even resmi baik tingkat provinsi maupun nasional. Sehingga pemusatan pelatihan cabang olahraga (puslatcab) tidak berhenti sampe menjelang porprov, namun merupakan program yg dikerjakan slama 1 tahun penuh,” paparnya. Buchori juga menyebut, jika ini bisa dilakukan, maka roda kegiatan pelatihan olahraga di Surabaya sebagai kota atlet bisa berkembang dan menjadi pilihan pelajar Surabaya untuk menggemari dan menekuni olahraga yang disukainya. “Percasi Surabaya juga berharap agar catur masuk extra kulikuler di sekolah baik SD maupun SMP di Surabaya, agar ada regenerasi ditengah minimnya minat catur akhir-akhir ini,” pungkasnya.

PBSI Resmikan Pelatnas Wilayah Barat, Berharap Jaring Pemain Potensial dari Sumatera

PBSI Resmikan Pelatnas Wilayah Barat, Berharap Jaring Pemain Potensial dari Sumatera

Memasuki 2022, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) terus berbenah guna memperbaiki pembinaan atlet. Salah satunya dengan membangun pemusatan latihan nasional (pelatnas) wilayah demi menjaring bibit-bibit potensial di daerah. Rabu (12/1/2022), pelatnas wilayah barat yang berlokasi di Kota Medan, Sumatera Utara, dibuka secara resmi oleh PP PBSI. “Hari ini, kami resmikan PBSI Sumatera Utara jadi pelatnas wilayah bagian barat Indonesia,” ujar Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna, dikutip dari Antara. “Rencana kami setidaknya ada tiga pelatwil (pemusatan latihan wilayah), yaitu di Indonesia bagian barat, tengah, dan timur,” lanjutnya. “Nantinya, ketiga pelatwil ini akan kami sebut dengan Pelatnas Desentralisasi,” pungkasnya. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti di Gedung PBSI Sumut, Medan. Selain dihadiri Gubernur Eddy Rahmayadi, hadir pula Ketua Harian PP PBSI, Alex Tirta, Wakil Ketua II Eduart Wolok, dan Ketua Umum Pengprov PBSI Sumut, Suripno Ngadimin. Agung menambahkan, gagasan untuk membentuk Pelatnas Desentralisasi sebenarnya sudah muncul sejak 12 tahun silam. Sayang, ide itu terkendala dengan berbagai alasan. Namun, akhirnya PBSI memberanikan diri untuk mewujujudkannya dengan dimulai dari wilayah barat. “Jadi kami punya pelatnas yang akan melakukan pembinaan dan pengembangan untuk atlet-atlet senior, kemudian diperluas sebagai bagian dari pelatnas junior untuk wilayah Indonesia Barat,” tuturnya. Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua BPK tersebut menyampaikan harapannya agar program ini bisa berjalan optimal dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Pemerintah daerah (pemda) juga sudah berkontribusi dengan memberikan lahan seluas dua hektar yang nantinya bisa dikembangkan jadi lapangan baru. Sementara itu, Ketua Pengprov PBSI Sumut, Suripno Ngadimin, mengaku sangat bahagia atas pembukaan program ini. Ia pun bertekad mencetak atlet-atlet andal dari Sumatera. “Ini mimpi saya selama 40 tahun di bulu tangkis. Terobosan ini saya rasa akan berhasil,” ujarnya. “Dengan penunjukan ini, saya yakin atlet-atlet Sumatera nanti bisa lebih bersaing lagi,” Suripno memungkasi.  

Banyak Diperkuat Pemain Muda, Rani Mulyasari Optimistis

Banyak Diperkuat Pemain Muda, Rani Mulyasari Optimistis

Pemain pilar Timnas Wanita Indonesia, Rani Mulyasari mengaku optimistis dengan skuat kali ini yang akan tampil di Piala Asia Wanita 2020 India, 20 Januari – 6 Februari 2022. Menurut, Rani yang membuat dirinya yakin yakni skuat Timnas Wanita Indonesia saat ini banyak diperkuat pemain-pemain muda yang memiliki skill dan fisik bagus. “Kalau soal fisik ya saya lihat bagus-bagus ya karena rata-rata pemain muda. Jadi kenceng-kenceng,” kata Rani saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2022). “Yang pasti setiap tahunnya pasti ada progres, perkembangan untuk atlet sendiri jadi kalau lihat sekarang ya sepak bola putri sudah berkembang jadi ya mudah-mudahan bisa lah kita,” sambungnya. Seperti diketahui jelang berangkat ke India, pelatih Rudy Eka sudah memilih 23 pemain. Mereka pun masih menjalani pemusatan latihan di Stadion Madya dan dijadwalkan berangkat ke India pada Minggu (16/1/2022). Di ajang Piala Asia Wanita, skuat Garuda Pertiwi berada di grup B bersama dengan Australia, Thailand dan Filipina. Rudy menyadari kualitas tim Australia yang akan jadi lawan pertama timnya memang di atas Indonesia, meski demikian ia tetap optimistis anak asuhnya bisa memberikan perlawanan di pertandingan nanti. “Kesiapan khusus kalau kami ketahui bagaimana Australia bermain luar biasa press, long ball ke center dan striker itu sangat bagus tapi bagaimanapun masih ada kelemahan Australia yang perlu kami maksimalkan karena kemarin Australia uji coba dengan amerika juga kalah di kandang Australia dan juga imbang 1-1,” kata Rudy Eka. Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia Putri di Piala Asia 2022: 1. Ade Mustikiana Oktafiani (Asprov Bangka Belitung) 2. Baiq Amiatun Shalihah (Asprov Nusa Tenggara Barat) 3. Carla Bio Pattinasarany (Asprov DKI Jakarta) 4. Diah Tri Lestari (Asprov Jawa Barat) 5. Fani (Asprov Jawa Tengah) 6. Helsya Maeisyaroh (Asprov Jawa Barat) 7. Insyafadya Salsabillah (Asprov Jawa Timur) 8. Marsela Yuliana Awi (Asprov Papua) 9. Maulina Novryliani (Asprov Banten) 10. Nurhalimah (Asprov Jawa Barat) 11. Octavianti Dwi Nurmalita (Asprov DI Yogyakarta) 12. Pani Tri Oktavianti (Asprov Jawa Barat) 13. Rani Mulya Sari (Persiba Balikpapan) 14. Reva Octaviani (Asprov Jawa Barat) 15. Riska Aprilia (PSS Sleman) 16. Remini Chere Rumbewas (Asprov Papua) 17. Rosdilah Siti Nurrohmah (Asprov Jawa Barat) 18. Sabrina Mutiara Firdaus Wibowo (Arema FC) 19. Shalika Aurelia Viandrisa (Asprov DKI Jakarta) 20. Tia Darti Septiawati (Asprov Jawa Barat) 21. Viny Silfianus Sunaryo (Asprov DKI Jakarta) 22. Vivi Oktavia Riski (Asprov Bangka Belitung) 23. Zahra Muzdalifah (Asprov Banten)

Dua Pegolf Bali Berjaya di Kejurnas Junior

Dua Pegolf Bali Berjaya di Kejurnas Junior

Dua pegolf Bali merebut gelar juara, dalam Kejurnas Junior, di lapangan golf Gading Raya Jakarta, 4-6 Januari. Due atlet yang juara adalah Abigail Rhe (C putri) dan Quinn Leticia Pangestu (D putri). Sementara itu, Kenneth Henson Sutianto meraih juara II dan Cataleya Soleil Reno harus puas dengan juara III D. Bali sendiri menurunkan 8 atlet, selain mereka juga ada Nathan Keefe Pangestu, Jayden Asher Liem, Axel Keefe Pangestu, dan Margoz Marvin Kamenmau. Wakil Kepala Bidang Pembinaan Junior Pengprov PGI Bali Komang Darmawan, di Denpasar, Sabtu (7/1), mengemukakan, pihaknya bangga atlet junior Bali mampu berkiprah di kancah nasional. Bahkan, Komang Darmawan pata pegolf junior bisa meningkatkan prestasi di ajang Piala Gubernur, di Nusa Dua, 11-13 Januari. “Hingga kini, peserta Piala Gubernur untuk kelompok junior sudah mencapat 90 atlet, sedangkan amatir digelar 14-15 Januari,” jelasnya. Dia juga puas sebab setidaknya Abigail dan Quinn saat ini bercokol di peringkat 1 nasional sesuai dengan kategori umurnya. Dikemukakan, saat ini pegolf Bali junior sedang serius berlatih sekalkgus adaptasi di lapangan Bali National Golf Club, Nusa Dua. Ia mengakui, persaingan di ajang Piala Gubernur sangat ketat, dan pegolf Bali akan menghadapi perlawanan seru meladeni atlet DKI, Jabar, dan Jatim. “Kami harapkan atlet Bali bisa mengukir prestasi gemilang, serta mengharumkan nama Bali di level nasional,” ucapnya. Ia yakin, dengan berlaga di Piala Gubernur, otomatis atlet junior Bali makin menambah pengalaman dan jam terbang. Sumber: Balipost.com

Direkrut Roma CF, Shalika Jadi Pemain Timnas Putri Pertama yang Berkarier di Eropa

Direkrut Roma CF, Shalika Jadi Pemain Timnas Putri Pertama yang Berkarier di Eropa

Roma Calcio Femminile resmi memperkenalkan Shalika Aurelia Viandrisa sebagai rekrutan baru klub talia tersebut, dan sekaligus menjadikan Shalika sebagai pesepak bola putri pertama dari Indonesia yang berkarier di salah satu klub sepak bola Eropa. Dalam laman resminya, Roma CF mengaku terkesan dengan kemampuan Shalika sebagai pemain bertahan, didukung dengan postur fisik yang bagus serta mental juara. “Bermain sebagai bek tengah, dia (Shalika) merupakan salah satu atlet sepak bola keras kepala yang akan melakukan apa saja untuk menang,” tulis pernyataan resmi Roma CF yang dikutip Antara. “Seorang pemain yang fisiknya sangat bagus dan pemimpin yang baik,” tambah klub yang pernah menjuarai Serie A 1969 dan Coppa Italia 1971 itu. Sementara itu, Shalika menyampaikan rasa bangganya karena bisa bermain di klub Serie B Italia tersebut. Ia bertekad untuk mengembangkan kemampuannya bersama klub barunya itu. View this post on Instagram A post shared by Shalika Aurelia (@shalika.aurelia) “Saya sangat ingin meningkatkan kualitas saya dan bisa lebih nyaman memainkan bola serta membangun serangan dari belakang,” ujar atlet berusia 19 tahun itu. “Tim ini merupakan tempat yang hebat bagi saya untuk belajar banyak tentang sepak bola Italia. Saya sangat antusias memulai bermain di Serie B dan akan memberikan kemampuan maksimal untuk tim ini,” tambahnya. Roma CF semula merupakan salah satu tim putri terbaik Italia, namun sejak musim 2011/2012, kualitasnya menurun sehingga degradasi ke Serie B. Adapun Roma CF saat ini menempati posisi ke-12 klasemen sementara Serie B Italia.

Memiliki Garis Keturunan Indonesia, Kiper Muda Liga Jerman Berpotensi Dilirik Shin Tae-yong

Memiliki Garis Keturunan Indonesia, Kiper Muda Liga Jerman Berpotensi Dilirik Shin Tae-yong

Robin Soeradhiningrat merupakan kiper muda yang saat ini tengah bermain di Liga Jerman. Pria keturunan Jawa tersebut sempat membuat heboh publik lantaran garis keturunannya menuai kontroversi. Salah satu laman penyedia statistik sepak bola dunia, Transfermarkt mengungkap bahwa Robin merupakan pemain keturunan Jerman-Vietnam. Namun dilihat dari nama lengkap Robin yakni, Robin Cristian Soeradhiningrat pasti pecinta sepak bola Indonesia beranggapan bahwa pria usia 20 tahun tersebut keturunan Indonesia berdarah Jawa bukan Vietnam. Keberadaan Robin di Liga Jerman sebagai pemain keturunan Jerman-Indonesia berpotensi dilirik oleh Shin Tae-yong. Pasalnya, pelatih asal Korea tersebut mengakui ingin melakukan naturalisasi pemain keturunan Indonesia untuk memperkuat Timnas Indonesia. Dalam sebuah wawancara media Korea Selatan Myeong Jangdeul, Shin mengaku ingin melakukan naturalisasi namun terbentur oleh prosedur dan keinginan para pemain. Di sisi lain, juru taktik skuad Garuda tersebut enggan melakukan naturalisasi tim secara menyeluruh. Hal tersebut karena dirinya meyakini para pecinta bola tanah air menginginkan skuad Garuda mampu berprestasi dengan para pemain lokal. “Saya bisa membuat satu tim bagus dengan pemain keturunan. Akan tetapi, saya juga berpikir orang Indonesia pasti berharap bisa meraih prestasi bagus dengan para pemain yang ada di Indonesia (pemain lokal red.),” ujarnya dikutip dan diterjemahkan dari YouTube BAL pada Selasa, 11 Januari 2022. Seperti diketahui, Robin Soeradhiningrat bermain di Liga Jerman dengan memiliki darah keturunan Jawa dari orang tua. Kedua orang tuanya merupakan asli Warga Negara Indonesia kemudian tinggal menetap di Jerman. Saat ini, Robin sedang menjalankan laga di kasta kelima sepak bola Jerman yakni, Germania Egestorf/Langreder. Kini dirinya berusia 20 tahun berposisi menjadi penjaga gawang. Selain itu, pria berdarah Jawa tersebut pernah menimba ilmu di Akademi Hannover 96. Meskipun menuai kontroversi lantaran dianggap berdarah Jerman-Vietnam. Akun Twitter @FT_IDN mengungkap Robin adalah pemain berdarah asli Indonesia. “Kalau melihat di situs @TMidn_news tertulis kewarganegaraannya Jerman-Vietnam. Namun, itu dibantah Robin karena dia pure Indonesia,” tulisnya. Keberadaan Robin Soeradhiningrat bisa menjadi bahan pertimbangan bagi PSSI maupun Shin Tae-yong untuk merekrutnya membela Timnas Indonesia.

Tebar Semangat Olahraga Renang ke Generasi Muda Melalui Konten TikTok

Tebar Semangat Olahraga Renang ke Generasi Muda Melalui Konten TikTok

Timotius Mulyadi kini tak hanya dikenal sebagai atlet renang saja. Melainkan content creator di TikTok. Pria 23 tahun ini berhasil mendapatkan 3,6 juta pengikut dari konten-konten seputar olahraga renang di TikTok. Timotius Mulyadi juga memenangkangkan challenge TikTok #TauGaSih dari konsistensinya menggarap konten olahraga renang ini. “Renang itu bukan hanya main-main air dan hiburan,” begitulah kata Timotius Mulyadi. Timotius atau yang akrab disapa Timboi ini merupakan seorang atlet renang Pelatda DKI Jakarta sekaligus mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran. Di tengah kesibukannya sebagai atlet dan mahasiswa, Timboi menyempatkan diri untuk memberikan edukasi tentang olahraga renang yang dikemas sedemikian rupa agar dapat menghibur penontonnya. Timboi memulai perjalanannya di TikTok dari challenge “Swimmer Check” dari luar negeri. Kala itu, dia melihat belum banyak atlet renang di Indonesia yang mengikuti tren tersebut. “Dari situ aku coba upload, ternyata banyak yang suka,” kata Timboi dalam kesempatan wawancara, Senin (27/12/2021). Setelah melihat peluang besar tersebut, Timboi pun mengembangkan konten dan memiliki haluan untuk memberikan edukasi kepada generasi muda terkait bagaimana dunia renang. “Tujuannya agar masyarakat menggemari olahraga renang, terutama di kalangan remaja sehingga mereka bisa berpikir ternyata olahraga renang bukan hanya main-main air dan hiburan, tapi bisa untuk jadi atlet, yang bisa banggain daerah maupun Indonesia,” ujarnya. Sebab, untuk menjadi seorang atlet renang itu tidak mudah, butuh proses panjang dan harus dimulai sedini mungkin. Oleh karenanya, Timboi menyasar para remaja dan generasi muda di kontennya. Dia lantas mencoba telaten menggarap konten dan mengusahakan konten renang setiap harinya di platform TikTok. Tantangan bikin konten di air Membuat konten olahraga renang yang erat kaitannya dengan air ternyata bukan tanpa risiko. Timboi mengaku menemui banyak tantangan saat membuat konten di air. “Itu sebenernya udah termasuk konsekuensi dari konten. Dan buat konten di air itu ya banyak challenging-nya,” akuinya. Terlebih, sebagian besar konten yang dibuat oleh Timboi tidak menggunakan voice over , melainkan berbicara langsung saat merekam. “Itu kadang challenging-nya di situ. Kadang menggigil, kadang kedinginan,” Timboi menyiasati tantangan tersebut dengan membuat variasi konten agar tidak melulu ‘ngonten’ di kolam renang. Selain itu, dia juga kerap membuat konten dengan menjawab tantangan dari penonton. Bikin konten di laut? Pada helatan PON XX Papua 2021 lalu, Timboi berhasil meraih medali perunggu untuk cabang olahraga renang perairan terbuka nomor 3 kilometer kategori putra. “Aku spesialisasinya di renang perairan terbuka. 2016 aku dapet (medali) perak di 10 km, 2021 di 3 km di PON Papua, dapet medali perunggu,” kata Timboi. Kendati demikian, dia lebih kerap membuat konten di kolam renang. Hal ini karena latihan renang memang lebih banyak dilakukan di kolam ketimbang di perairan terbuka seperti laut. “Sesi latihan di laut itu hanya 1-2 kali sesi aja dalam sebulan,” Namun, Timboi tetap mengusahakan untuk membuat konten di laut jika memang sedang latihan di sana. Pun, jika sedang berlibur di pantai, dia juga akan membuat konten di pantai sebagai variasi agar penonton tidak bosan. Menurut Timboi, hal yang paling penting dari konten adalah tetap dapat menginspirasi dan memberikan edukasi terhadap penontonnya.

Raih Gelar Master Catur Wanita, Nishfa Wakili Indonesia di Ajang Catur ASEAN 2022

Raih Gelar Master Catur Wanita, Nisfha Wakili Indonesia di Ajang Catur ASEAN 2022

Usai mendapat gelar Master Percasi Wanita (MPW) di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) V pada bulan November 2021 lalu, pecatur junior asal Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Nishfa Dayyana Rahmah (13), dijadwalkan bakal kembali mewakili Indonesia di tingkat ASEAN tahun 2022 ini. Kabar tersebut diungkapkan Pelatih Catur HSU sekaligus orang tua Nishfa, Ahmad Raihan Hasa, kepada Kanalkalimantan.com, Senin (3/1/2021) di sela kegiatan Peringatan Hari Amal Bakti ke-76 Kementerian Agama RI tahun 2022, di kantor Kementerian Agama (KanKemenag) HSU. Raihan mengatakan dengan adanya keberhasilan Nishfa menyabet juara I di ajang Kejurnas kemarin, atlet asal HSU akan mewakili Indonesia di tingkat Asean tahun 2022 di Vietnam nanti. “Insyaallah (Nishfa) akan mewakili Tim Garuda Indonesia ke negara Vietnam tingkat Asean akhir bulan Januari ini,” beber Raihan Raihan mengaku optimis anak asuhnya tersebut bakal meraih trand positif saat mewakili Indonesia di tingkat internasional. “Kita akan terus berusaha membimbing atlet kita supaya bisa juara di tingkat internasional Asean dan bisa meraih lagi gelar Internasional Master,” katanya. Terpisah, Ketua Percasi HSU, Almien Ashar Safari, mengucapkan selamat dan sukses kepada Nishfa Dayyana Rahmah yang telah memperoleh Juara I lomba catur tingkat nasional. Menurutnya dengan adanya keberhasilan yang dicapai Nishfa bisa menjadi motivasi kepada atlet-atlet lain untuk terus meningkatkan latihan kemampuan dan mengasah diri di bidang catur. “Kami salaku pembina catur di Kabupaten Hulu Sungai Utara, sangat bangga atas perolehan yang diraih oleh Nishfa Dayyana Rahmah, mudah-mudahan ini menjadi semangat para pecatur-pecatur yang di HSU dan untuk menambah prestasi di bidang catur,” harapnya. Diketahui, keberhasilan Nishfa sendiri ditorehkannya saat mengikuti ajang Kejurnas V yang dihelat di Hotel Bahamas Tanjung Pandan, Provinsi Bangka Belitung pada tanggal 18- 26 November 2021 lalu. Nishfa berhasil menempati peringkat pertama untuk kategori junior kelompok D usia 13 tahun putri, dengan meraup hasil skor tertinggi 6 1/2 setelah melalui pertandingan sebanyak sembilan kali pertandingan. Bahkan, di babak kelima Nishfa berhasil mengalahkan Juara Nasional Tahun sebelumnya MNW Safira Deve Herfisa asal DIY Yogyakarta yang mana bahkan baru saja menjuaraai kejuaraan Asean. Keberhasilan siswi MTs Negeri 2 HSU menjadi juara di Kejurnas Catur ini, tentu saja membuat dirinya senang dan bangga atas perjuangannya selama ini yang berbuah manis sekaligus membawa harum nama Hulu Sungai Utara. “Senang, bahagia dan juga bangga.” Ucap Nishfa, saat menerima penghargaan dari pemerintah daerah di momentum Peringatan Hari Amal Bakti ke-76 di Kankemenag HSU.

Pembagian Kelompok Usia dalam Bulu Tangkis, 2 Kategori untuk Seleknas PBSI 2022

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) bakal menggelar seleksi nasional mulai Senin (10/1/2022). Lantas, bagaimana pembagian kelompok usia pada Seleksi Nasional PBSI 2022? Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI untuk tahun 2022 akan digelar pada 10 hingga 15 Januari di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Adapun, Seleknas PBSI 2022 dijadikan sebagai pengganti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang merupakan amanat dari AD/ART PBSI. Selain itu, Seleknas PBSI 2022 juga menjadi bagian dari proses regenerasi serta promosi dan degradasi tahun 2022. Seleknas tahun ini akan menyasar pemain-pemain muda guna meneruskan regenerasi bulu tangkis Indonesia. “Kami akan mengadakan Seleknas sebagai pengganti dari Kejurnas khusus tahun ini,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rionny Mainaky. “Tahun ini kami tidak bisa menggelar Kejurnas karena di setiap provinsi juga tidak mengadakan Kejurprov sebagai syarat menggelar Kejurnas. Ini juga karena dampak pandemi Covid-19 yang membuat kejuaraan-kejuaraan lokal tidak bisa diselenggarakan,” imbuh Rionny. “Seleknas kami gelar sebagai upaya regenerasi dan mengejar ketertinggalan tahun lalu karena pandemi Covid-19,” tutur Rionny menjelaskan. Pembagian Kelompok Usia dalam Bulu Tangkis Dilansir dari akun Twitter Badminton Indonesia, terdapat enam kelompok usia dalam bulu tangkis. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah pembagian kelompok usia dalam bulu tangkis: Usia dini: usia di bawah 11 tahun Anak-anak : usia di bawah 13 tahun Pemula: usia di bawah 15 tahun Remaja: usia di bawah 17 tahun Taruna: usia di bawah 19 tahun Dewasa: usia setelah 19 tahun Format dan Kategori Usia Seleknas PBSI 2022 Soal format Seleknas PBSI 2022, Rionny mengungkapkan bahwa format pertandingan yang digunakan adalah round robin dan knock out. Kemudian untuk kategori usia peserta Seleknas PBSI 2022, dua kategori yang akan dipertandingkan adalah Taruna dan Dewasa. Untuk kategori Taruna, atlet yang dapat menjadi peserta Seleknas PBSI 2022 adalah kelahiran 2004 dan seterusnya. Sementara itu, untuk kategori Dewasa adalah bagi atlet bulu tangkis kelahiran 2002 dan 2003. “Atlet kelahiran 2002 dan 2003 akan kami gabung dalam satu kategori kompetisi, dan kategori lain untuk atlet kelahiran 2004 dan seterusnya. Format pertandingan adalah round robin dan knock out,” kata Rionny Mainaky menjelaskan.

5 Pebulu Tangkis Putra Berpotensi Bersinar di 2022 Versi BWF

5 Pebulu Tangkis Putra Berpotensi Bersinar di 2022 Versi BWF

Tahun 2022 diprediksi bakal menjadi momen bersinarnya sejumlah pebulu tangkis muda dunia di berbagai ajang internasional. Dilansir dari BWF Badminton, Rachel Chan (Singapura), Wang Zhi Yi (Cina), dan Line Christophersen (Denmark) disebut sebagai pemain putri yang jadi sorotan pada 2022. Ketiga pemain muda itu telah terbukti mampu memberi sumbangsih besar untuk tim putri negara masing-masing di ajang Uber Cup 2020 tahun lalu. Selain para pemain putri, BWF Badminton juga merilis lima daftar pebulu tangkis putra yang memiliki potensi semakin berkembang di tahun 2022. “Anak didik” Viktor Axelsen (Denmark) di Dubai, Uni Emirat Arab, seperti Brian Yang dan Lakshya Sen, adalah dua dari lima pemain muda yang patut ditunggu aksinya. Berikut ini lima atlet muda putra yang diperkirakan bakal makin menambah ramai persaingan bulu tangkis dunia tahun 2022: 5. Brian Yang (Kanada) Rekan sparing Viktor Axelsen ini menunjukkan performa apik ketika menjadi tulang punggung Kanada di Sudirman Cup dan Thomas Cup tahun lalu. Pemain 20 tahun tersebut bahkan membuat kejutan ketika menang atas pemain elite seperti Jonatan Christie (Indonesia) dan Kanta Tsuneyama (Jepang). 4. Kunlavut Vitidsarn (Thailand) Seumuran dengan Brian Yang, Kunlavut Vitidsarn juga sudah menjadi salah satu tulang punggung Thailand di ajang Sudirman Cup dan Thomas Cup. Ia pun sudah mampu mengalahkan sejumlah pemain top, seperti Kidambi Srikanth (India), Shi Yu Qi (Cina), Jonatan Christie, Wang Tzu Wei (Taiwan), dan Lee Zii Jia (Malaysia). Tak heran jika BWF menganugerahi Kunlabut Vitidsarn sebagai Eddy Choong Most Promising Player edisi 2020/2021. 3. Lakshya Sen (India) Lakshya Sen juga merupakan rekan sparing Viktor Axelsen yang punya prospek cerah di dunia bulu tangkis terutama usai merebut medali perunggu BWF World Championships 2021. Masih berusia 20 tahun, Lahsya Sen termasuk pemain muda yang cukup konsisten dengan empat kali tembus semifinal dan satu final dari 10 turnamen yang diikuti sepanjang 2021. 2. Christo Popov (Prancis) Tampil rangkap di nomor tunggal dan ganda putra (bersama sang kakak, Toma Junior Popov), membuat Christo Popov memiliki stamina yang luar biasa. Pria 19 tahun initercatat jadi satu-satunya yang mampu mengatasi Viktor Axelsen di Thomas Cup 2020 serta membekuk Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia) di Indonesia Open 2021. 1. Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (Indonesia) Pramudya/Yeremia bersaing ketat dengan dua ganda putra seangkatannya, yakni Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, sejak awal 2021. Performa Pramudya/Yeremia makin meningkat menjelang akhir tahun 2021 dan total mengoleksi dua gelar dari Spain Masters dan Belgian International.

Pratama Arhan Pemain Muda Terbaik Piala AFF 2020

Pratama Arhan Pemain Muda Terbaik Piala AFF 2020

Bek kiri Timnas Indonesia, Pratama Arhan, terpilih sebagai pemain muda terbaik Piala AFF 2020. Pesepakbola 20 tahun itu berhak memenangkan GOAL NXGN Award untuk Pemain Muda Terbaik. Untuk menjadi pemain muda terbaik, Pratama Arhan harus mengalahkan dua rekannya yang masuk nominasi, yakni Witan Sulaeman dan Alfeandra Dewangga. Pratama Arhan mendapat penilaian tertinggi dengan 60.122 suara, diikuti Witan dan Dewangga di posisi kedua serta ketiga. Pratama Arhan merupakan ancaman bagi tim-tim yang dihadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Ia beberapa kali menjadi penyelamat Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Tentu yang paling menjadi perhatian, Pratama Arhan menjadi penyelamat Timnas Indonesia ketika menghadapi Singapura di leg II semifinal Piala AFF 2020. Saat Timnas Indonesia tertinggal 1-2, Pratama Arhan mencetak gol di menit 87, sekaligus memaksa skor berubah menjadi 2-2. Laga pun berlanjut ke babak tambahan. Di 2×15 menit babak tambahan, Timnas Indonesia mencetak dua gol tambahan dan skuad Garuda pun lolos ke final Piala AFF 2020 karena menang 4-2 atas Singapura. Selain itu, Pratama Arhan juga menunjukkan kualitas pertahanan yang baik bagi Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Secara statistik, pemain PSIS Semarang ini memenangkan 80 persen tekel. Ketidakhadirannya di leg I final Piala AFF 2020 karena akumulasi kartu melawan Thailand, juga menjadi mimpi buruk bagi Timnas Indonesia. Akibatnya, skuad Garuda tumbang 0-4 dari Thailand. Secara keseluruhan, penampilan Pratama Arhan di Piala AFF 2020 patut diacungi jempol. Meski baru pertama kali tampil di turnamen tersebut, Pratama Arhan sukses menjadi pemain muda terbaik Piala AFF 2020. Kekalahan di partai final dari Thailand bisa menjadi batu loncatan bagi Pratama Arhan untuk mengembangkan karier sepakbolanya menjadi lebih baik. Kabarnya, Pratama Arhan masuk radar klub kasta teratas Liga Korea Selatan, Seongnam FC.