Lewat Tarung Derajat, Aldi Belajar Untuk Menaklukan Diri Sendiri

Aldi-Tarung-Derajat

Aldi Ferdiansyah atau yang akrab disapa Aldi merupakan atlet nasional pada cabang olahraga tarung derajat. Lewat tarung derajat, Aldi yang dahulu sering bertengkar untuk melampiaskan emosinya, kini telah tersalurkan dalam olahraga yang mengutamakan pertahanan fisik. “Awal mula itu dulu hobinya berantem, emosi terus sering ada masalah karena berantem. Lama-lama mikir, saya kok berantemnya gini doang. Terus saya diajak teman yang kebetulan dia ikut tarung derajat. Dari situ saya langsung masuk tarung derajat. Setelah masuk, rasa emosi dan keinginan untuk berantem atau nyari masalah itu berkurang dengan sendirinya. Lama kelamaan saya paham, bahwa saya belajar bela diri itu penting untuk menaklukan diri sendiri, tapi tidak untuk ditaklukan oleh orang lain.”tuturnya Atlet yang sudah mengikuti tarung derajat selama 6 tahun ini memang sudah mendapatkan beberapa medali seperti medali emas Bupati Pandeglang cup II dan Walikota Tangerang cup III, Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Banten 2015 dan 2017, medali perak Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNas) 2015 dan medali perunggu di POPNas 2017. Sebagai seorang atlet, memang akan mengalami suka dan duka. Seperti Aldi yang merasakan seperti fasilitas dan perhatian pemerintah yang masih kurang. “Untuk tarung derajat, suka nya itu kekompakannya selalu dijunjung tinggi dan juga pendanaan. Tapi kalau dukanya masalah fasilitas latihannya dan juga peran dari pemerintah yang kurang,”ucapnya Cowok yang sekarang duduk dibangku kelas 3 SMA di SMAN 5 Tangerang ini mengaku banyak melakukan persiapan jika ingin bertanding apalagi tarung derajat butuh latihan fisik yang baik. “Persiapan yang saya lakukan seperti latihan fisik secara pribadi yaitu lari minimal 20 menit setelah sholat subuh, push up-sit up minimal 200 kali dalam sehari. Selain itu juga persiapan yang saya lakukan pelatihan mental dengan cara saya selalu latihan tarung didepan kaca dan ternyata itu berpengaruh sangat besar karena dari situlah muncul emosi yang tinggi dan kita juga membayangkan ada musuh dihadpan kita,”ujarnya Olahraga bela diri seperti ini memang tidak jarang para atlet mengalami cedera, Aldi pernah mengalami cedera dibagian hidung hingga membuat hidungnya berdarah. Meskipun begitu Aldi tidak pernah merasa trauma. “Saya pernah bertarung dan sudah gak ke kontrol lagi emosinya. Namanya pertarungan, menggunakan adu emosi, tinggal nunggu siapa yg kalah atau kecolongan saja. Akhirnya saya yang ternyata kecolongan, dia memukul hidung saya tapi saya gak ngerasa apa-apa. Pas saya lihat ternyata darah saya sudah ngocor lewatin mulut.” Tutupnya(put/adt)

Wiwi Bangga Pernah Berhadapan Dengan Petarung Terbaik Tarung Derajat di Piala Walikota 3

wiwi-tarung-derajat

Melawan salah satu atlet terbaik merupakan hal tak terlupakan bagi Wiwi. Sejak tahun 2012, Wiwi sudah menjadi atlet untuk cabang olahraga tarung derajat. Ia berbagi cerita kepada nysnmedia.com tentang bertarung di semi final dengan petarung terbaik putri se-Banten pada kejuaraan Walikota 3 Kota Tangerang di tahun 2016 lalu. Ia pun berhasil menyabet medali emas. “Waktu babak semifinal kejuaraan Walikota 3 Kota Tangerang aku ketemu sama petarung terbaik putri se-Banten dan sudah beberapa kali mendapatkan emas. Sensasi tarungnya benar-benar ketat bukan hanya dalam matras tapi pendukung aku dan dia sama-sama teriak kasih semangat, menurut aku itu sangat berkesan dan tak terlupakan. Soalnya itu memang atlet andalan.”ujarnya Gadis dengan nama panjang Siti Robiatul Adawiyah ini juga mengikuti turnamen Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2017 yang merupakan pengalaman pertamannya mengikuti pertandingan di luar pulau Jawa. Meski ia menganggap permainannya belum maksimal tetapi ia berhasil membawa pulang medali perunggu. “Saat POMNas XV di Sulawesi Selatan dan itu pengalaman saya jauh dari orang tua, naik pesawat, keluar pulau Jawa dan alhamdulilah keberangkatan dan kerja keras saya membuahkan hasil medali perunggu. Sebenarnya saya belum puas karena hasil yang saya dapatkan belum maksimal.”ucapnya Mahasiswi Politeknik LP3I Jakarta ini, merasa bangga bisa menjadi seorang atlet Tarung Derajat. Ia sangat beruntung bisa mengenal berbagai atlet dari daerah lain dan juga bisa membanggakan kedua orang tua. “Saya bisa kenal banyak teman dari berbagai daerah selain Tangerang. Bisa sharing tentang pertandingan yang sudah dilewati dan yang terutama bisa membanggakan kedua orang tua saya berkat prestasi yang saya dapat. Walaupun kadang suka jauh dari orang tua ketika ada kejuaraan.”tutupnya(put/adt)

Rivalitas Dua Bersaudara Yang Melahirkan Adidas Dan Puma

Rivalitas-Dua-Bersaudara-Yang-Melahirkan-Adidas-Dan-Puma-1

Banyak masyarakat yang belum tahu, dua brand olahraga ternama Adidas dan Puma adalah milik kakak beradik asal kota Herzogenaurach, Jerman. Mereka adalah  Adolf dan Rudolf Dassler. Pada awalnya mereka berdua meneruskan bisnis sepatu milik ayah mereka dengan nama Gebrüder Dassler Schuhfabrik. Sang adik, Adolf bertugas menjadi perancang untuk model-model sepatu sedangkan sang kakak, Rudolf bertugas untuk melakukan penjualan dan distribusi sepatu. Kesuksesan sepatu Dassler bersaudara yang mengembangkan sepatu sepakbola, tennis dan atletik semakin populer ketika tahun 1936 pelari legendaris Jesse Owen mengenakan sepatu buatan mereka pada turnamen Olimpiade di Berlin dan memenangkan 4 medali emas. Perselisihan Popularitas nama Dassler pun tidak diikuti dengan keharmonisan hubungan kakak beradik ini. Mereka mengalami perselisihan yang menyebabkan perpecahan. Berbagai alasan mencuat yang menjelaskan ada apa dengan mereka berdua sehingga bertengkar. Ada yang mengatakan bahwa mereka berpisah karena perbedaan pendapat dan konflik politik pada masa itu. Sejak saat itu, keduanya berpisah dan memutuskan untuk tidak lagi menjalani bisnis keluarga. Pada tahun 1940-an, Rudolf pindah ke seberang sungai untuk mendirikan pabrik baru, sementara Adolf tetap mengelola pabrik lama. Adolf mengubah nama pabrik dan merek sepatunya menjadi Adidas yang diambil dari nama Adolf Dassler. Sementara Rudolf  memberi nama untuk sepatunya Puma Schuhfabrik RudolfDassler atau yang saat ini dikenal sebagai Puma. Perpecahan antara Adi dan Rudi ini menular pada penduduk kota. Pegawai Adidas dan pegawai Puma akan pergi ke restoran, bar, bahkan pasar yang berbeda untuk berbelanja. Bahkan para pegawai Adidas tidak boleh menjalin hubungan  denga pegawai Puma. Pertikaian ini juga yang mendorong kedua perusahaan ini semakin berkembang dengan pesat.  Setiap kali Adidas melakukan suatu terobosan baru atau penjualannya meningkat, maka Puma pun akan melakukan hal yang sama. Demikian pula sebaliknya. Maka dari itu, bisa dilihat bahwa model sepatu kedua merek ini tidak beda jauh. Titik Kesuksesan Persaingan yang masih berlanjut mengalami klimaksnya pada tahun 1950. Pada saat itu, Puma membatalkan kerjasama sponsor untuk sepakbola Jerman karena sang pelatih Josef Herberger  meminta bayaran yang rendah untuk mengenakan produk buatan Puma. Melihat kejadian itu Adidas  mengambil kesempatan dan menyetorkan produk untuk dikenakan para pemain nasional dalam piala duna. Tak disangka, Jerman mampu menundukkan tim top Eropa, Hungaria. Adolf Dassler pun muncul disetiap halaman utama koran dan dengan demikian nama Adidas mulai terkenal hingga internasional. Adolf pun mendapatkan tawaran dari berbagai negara di dunia untuk menjual sepatu Adidas di negara mereka. Rudolf pun mengejar ketertinggalan itu selama bertahun-tahun hingga bisa menyamai kesuksesan adiknya. Bertahun-tahun rivalitas Adidas dan Puma ini nyaris tidak pernah ada yang bisa mendamaikan bahkan hingga mereka meninggal dunia. Berakhirnya Perselisihan Saat ini, Adidas dan Puma telah menjadi merek ternama di dunia. Perselisihan antar keduanya baru dapat diselesaikan pada tahun 2009 melalui satu pertandingan sepak bola persahabatan dari pegawai Adidas dan Puma yang menandai bahwa mereka telah berdamai. Adidas dan Puma sendiri tetap mempertahankan kantor pusat mereka di kota Herzogenaurach. Perseteruan dua brand ini bahkan diangkat kelayar lebar pada tahun 2016 lalu dengan judul Duell der Brüder – Die Geschichte von Adidas und Puma. Meski sempat berseteru, Adolf dan Rudolf tetap berjasa telah menciptakan 2 merek apparel olahraga berkualitas yang saat ini sudah mendunia.(put)

Empat Ribu Pelajar Serempak Mainkan Bola Sundul Hingga Pecahkan Rekor Muri

Kabupaten-tangerang-Muri-Sundul-Bola

Pernah mendengar olahraga bola sundul? Ya, mungkin banyak masyarakat yang belum tau tentang bola sundul ini. Bola sundul adalah Olahraga asli milik masyarakat Kabupaten Tangerang. Olah raga ini dikembangkan oleh masyarakat Tiga Raksa. Bola Sundul merupakan permainan bola dengan menggunakan kepala, teknik permainan bola yaitu dengan cara disundul. Cara permainan bola sundul tidak menggunakan tangan atau kaki. Sistem poin pun, layaknya bola voli. Namun, tim yang sudah menyentuh poin 17 dinyatakan menang. Nah, baru-baru ini Kabupaten Tangerang mendapatkan penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI). Sebanyak 4.000 pelajar yang tersebar di 500 lapangan memainkan bola sundul secara serempak sehingga berhasil meraih rekor MURI. Menurut Manager MURI Andre Purwandono, bola sundul yang dimainkan oleh ribuan pelajar tersebut tercatat dalam MURI. “Ini pencapaian yang spektakuler. Pemberian sertifikat MURI akan dilakukan pada tanggal 29 November mendatang. Setelah melihat secara langsung, kami sedang melakukan verifikasi terlebih dahulu. Kami sangat mengapresiasi sekali atas kerja keras Bupati Tangerang dan jajarannya dalam mengenalkan olahraga bola sundul ini kepada khalayak,” ucapnya. Sementara itu, Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar mengungkapkan, bahwa dengan meraih MURI atas bola sundul. Zaki berharapa masyarakat kabupaten Tangerang dapat menjaga serta melestarikannya. “Olahraga bola sundul merupakan olahraga asli Kabupaten Tangerang, Untuk itu sudah sepatutnya kita menjaga dan melestarikannya. Saya juga berharap, olahraga ini bisa dipertandingkan di level nasional maupun internasional,” tutur Zaki. Kepala Disporabudpar Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik dengan tegas akan terus bekerja keras untuk memperkenalkan olahraha bola sundul kepada masyarakat luas. Ayo, lestarikan olahraga asli Kabupaten Tangerang dan bawa nama harum Indonesia !(pah/adt)

Akankah Semangat Asian Games 1962 Terulang Kembali Pada Asian Games Jakarta-Palembang Mendatang

asian games 1962 di Indonesia

Event olahraga empat tahunan terbesar se-Asean adalah Asian Games, tahun 2018 mendatang Indonesia mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah berlangsungnya Asian Games berikutnya. Ini merupakan, kali kedua Indonesia di tunjuk sebagai tuan rumah, dimana sebelumnya pernah digelar juga di tahun 1962. Tim nysnmedia.com, sedikit memberikan informasi mengenai sejarah asian games. Yuk, kita simak. Asian Games atau sering juga disebut dengan Asiad (Asia dan Olimpiade) adalah ajang olahraga yang diikuti oleh atlet-atlet Asia dan diselenggarakan setiap 4 tahun sekali di Negara-negara Asia oleh Asosiasi yang bernama Dewan Olimpiade Asia (Olympic Council of Asia atau disingkat dengan OCA). India merupakan negara pertama yang menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 1951. Namun, sebelum dikelola oleh OCA, Asian Games dikelola oleh Asian Games Federation (AGF) hingga Asian Games ke-8 di Bangkok, Thailand tahun 1978. Hingga saat ini, tercatat 13 Kota dari 9 Negara yang telah menjadi tuan rumah Asian Games. Negara yang paling banyak menggelar Asian Games yakni Thailand sebanyak 4 kali di tahun 1966, 1970, 1978 dan 1998. Diikuti oleh Korea Selatan yang pernah menggelar di tiga kota yakni Seoul di tahun 1968, Busan 2002 dan Incheon 2014. Nah, di Asian Games 2018 ke-18, Indonesia di tunjuk menjadi penyelenggara event olahraga terbesar di Asia tersebut. Kota Jakarta dan Palembang dipilih untuk melaksanakan Asian Games. Dan ini merupakan kali kedua, Indonesia menjadi tuan rumah setelah tahun 1962. Lantas, bagaimana kiprah Indonesia sepanjang mengikuti Asian Games? Pada tahun 1951 di era kepemimpinan Presiden Ir. Soekarno saat itu, Indonesia berhasil mengumpulkan lima medali perunggu dan finish di posisi tujuh. Baru di tahun 1962 disaat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-4 meraih prestasi terbaiknya. Dan, di saat itu pula, Stadion Gelora Bung Karno dengan kapasitas 100.000 orang dinobatkan sebagai stadion terbesar se Asia Tenggara. Presiden Soekarno bersemangat untuk menunjukan jati diri Indonesia melalui olahraga. Bahkan, semangat itu tertanam di para atlet, sehingga mampu meraih prestasi yang mencenangkan dan juga membuat Jepang kagum. Mengirimkan 290 atletnya, Indonesia berhasil meraih posisi terbaiknya yakni peringkat dua dengan mengoleksi 21 medali emas, 26 perak dan 30 perunggu. Kalah dari Jepang yang memuncaki klasemen dengan 73 emas, 68 perak dan 23 perunggu. Bulu tangkis menjadi penyumbang medali terbanyak bagi Indonesia dengan menyumbangkan lima medali, dua perak, dan dua perunggu. Setelah itu, prestasi Indonesia di Asian Games terus menurun. Indonesia baru mulai bangkit kembali pada pelaksanaan Asian Games di Bangkok, Thailand pada tahun 1970. Saat itu Indonesia menduduki peringkat empat dengan koleksi sembilan emas, tujuh perak dan tujuh perunggu. Di Asian Games Teheran, Iran pada tahun 1974, Indonesia masih aman berada di posisi lima besar dengan koleksi lima emas, empat perak dan empat perunggu. Namun, di ajang Asian Games selanjutnya, prestasi Indonesia kian menurun. Asian Games ke-18, Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar se Asia. Apakah bisa semangat juang Presiden Soekarno dan para atlet bisa tertular di dalam diri atlet Indonesia nanti? Mari kita doakan, agar atlet-atlet Indonesia bisa memberikan prestasi yang membanggakan di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang nanti.(pah/adt)

UNJ Pesta Gol ke Gawang Tuan Rumah UI 11-0 Pada LIMA Football

ade UNJ pencetak 9 goal

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengunci gelar juara LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017 di laga terakhirnya melawan tuan rumah, Universitas Indonesia (UI), Rabu (22/11). Bermain di Stadion UI, Depok, anak-anak UNJ memborbardir sang tuan rumah dengan gelontoran 11 gol tanpa balas. Di babak pertama, UNJ langsung menekan pertahanan UI. Dalam kurun waktu 34 menit, UNJ sudah unggul 5-0. Lima gol tersebut diborong oleh pemain Ade Fajar. UI tak bisa keluar dari tekanan anak-anak UNJ. Beberapa kali serangan berbahaya mengancam pertahanan UI. Hasil di menit 41, Ilham menambah keunggulan menjadi 6-0 sekaligus menutup babak pertama berakhir. Di babak kedua, UNJ terus menekan dan tak mengendurkan serangan. Di menit 50, Ade mencetak gol ke enamnya dan merubah skor menjadi 7-0. Selang beberapa menit kemudian, Gilang Harjian merubah papan skor menjadi 8-0. UI sama sekali tak bisa mengeluarkan permainan terbaiknya dan hanya menjadi bulan-bulanan serangan UNJ. Menit 64, Ade kembali mencatatkan namanya dan mencetak gol ketujuhnya, sekaligus merubah skor menjadi 9-0. Ade menjadi momok menakutkan bagi pertahanan UI. Hasilnya, di menit 74, kembali Ade mencetak gol ke delapannya dan merubah skor menjadi 10-0. Triple Hattrick (mencetak sembilan gol) berhasil dilesatkan Ade dalam satu pertandingan dalam ajang LIMA Football di penguhujung babak kedua berakhir. Skor 11-0 menjadi milik UNJ dan sekaligus poin UNJ untuk meraih Juara tak bisa dikejar tim lainnya. Pelatih UNJ, Agung Nopari mengatakan, tak mengira pemainnya bisa mencetak 11 gol. Ia hanya, memberikan instruksi untuk tidak membuang peluang. “Kami hanya menekankan untuk menang lebih awal dan juara lebih awal. Jangan menyia-nyiakan peluang yang ada seperti di lima pertandingan sebelumnya. Semua evaluasi dari lima pertandingan kami sebelumnya kami lakukan untuk di pertandingan ini. Karena kami mengira UI akan menyulitkan kami. Ternyata kami bisa meraih 11 gol di pertandingan hari ini,” jelasnya. Dengan raihan ini, UNJ gagah dipuncak klasemen yang tak bisa dikejar tim lainnya. Dan, yang paling mencenangkan gawang UNJ sama sekali belum kebobolan.(pah/adt)

Mengenal Squash, Olahraga Paling Sehat di Dunia

olahraga-squash

Banyak pilihan olahraga yang dilakukan masyarakat untuk menjadi sehat. Olahraga menjadi cara untuk menjaga fisik agar tetap dalam kondisi prima. Tapi, apa kalian tahu olahraga paling sehat di duniat? Jika kalian menyebut, renang, sepakbola atau yang lainnya semua salah. Menurut Forbes Indonesia, yang merupakan majalah ternama, olahraga tersehat di dunia itu squash. Squash menjadi olahraga paling sehat, mengalahkan dayung, renang dan rock climbing. Apa yang membuat squash dinobatkan sebagai olahraga tersehat di dunia? Secara sederhana, squash dimainkan di lapangan 10 x 6 meter yang dibatasi empat dinding setinggi kira-kira 5—6 meter. Alat yang dibutuhkan hanyalah raket dan bola yang khusus untuk permainan squash. Dalam permainan tunggal, lapangan diisi dua pemain yang harus terus memantulkan bola ke dinding depan dan bola tak boleh memantul di lantai lebih dari satu kali. Nah dari hasil olahraga tersebut, ternyata jika kita bermain squash selama 30 menit. Bisa menghasilkan latihan pernapasan serta membakar 517 kalori. Tak hanya itu, dengan banyak berlari, squash juga bermanfaat untuk menguatkan otot, meningkatkan daya tahan tubuh serta memperbaiki kelenturan perut. Selain itu, squash juga bisa meningkatkan konsentrasi dan mental. Di Indonesia sendiri, squash mulai digandrungi masyarakat. Banyak kejuaraan dan beberapa pusat squash yang ada di Indonesia seperti di Kemang, GBK dan beberapa tempat lainnya. Bahkan, penyanyi cantik Raisa dan artis Panji Pragiwaksono juga rutin berolahraga squash di selang-selang kesibukannya. Gimana tertarik kah kalian untuk memainkan olahraga paling sehat di dunia ini? Eits, tapi jangan lupa untuk selalu melakukan pemanasan terlebih dahulu, guna menghindari cedera. Dan, satu lagi yang harus dilakukan yakni fokus. Jika tidak fokus, bisa-bisa pantulan bola atau bahkan raket lawan mengenai badan. (pah/adt)

Turunkan Lima Atlet Terbaiknya, Merpati Putih Tangsel Siap Bawa Pulang Medali

Perguruan-Pencak-Silat-MP-Tangsel-melukan-sesi-foto-bersama-selepas-latihan-yang-berlokasi-di-Halaman-Taman-Jajan-BSD

Perguruan Pencak Silat Merpati Putih (MP) Tangsel, akan menjajal kemampuan atletnya di ajang Kejuaraan Antar Perguron IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Provinsi Banten, pada 26-30 November mendatang di GOR Korem 064 Maulana Yusuf, Serang. Persiapan pun, terus dilakukan MP Tangsel dalam mengirimkan atlet di kejuaraan antar perguron se-Banten. Wakil Ketua Merpati Putih Cabang Tangsel, Richard Kartiko, mengatakan bahwa perguruannya sudah sangat siap untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Apalagi, beberapa waktu atlet MP Tangsel berhasil membawa pulang medali di kejuaraan silat. “Saat ini kami tengah lakukan pemusatan latihan, dan dalam kejuaran kali ini, kami hanya turunkan lima atlet terbaik kami untuk katagori dewasa. Dan kami sangat siap untuk mengikutinya,” ungkapnya. Kendati demikian, Richard mengatakan pihaknya tidak akan meremehkan perguruan lain. Baginya semua peserta yang ikut dalam kejuaran tersebut adalah lawan terberat yang harus dihadapi dengan serius. “Bagi kami semuanya adalah lawan terberat, jadi kami harus benar-benar mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk ikuti kejuaran tingkat Banten ini,” ungkapnya. Sementara itu Dewan Pembina Merpati Putih Cabang Tangsel, Ir. Zaid El Habib, berharap para atlet yang akan dikirim nanti dapat bertanding dengan baik, dan berhasil meraih prestasi. “Saya berharap, atlet MP bisa memberikan prestasi, dan bukan hanya tampil sebagai pemenang saja yang bisa diperoleh dengan mengikuti pertandingan ini. Namun juga pengalaman dalam kejuaraan itu, akan memperoleh nilai yang tak terhingga dalam perjalanan prestasi si atlet itu sendiri,” ungkapnya. Dia juga mengatakan, harus ada medali emas yang bisa dibawa pulang sebagai kado ulang tahun Kota Tangsel yang ke 9 tahun. “Tapi tentu saja setelah menjalani masa latihan beberapa minggu terkahir ini saya harapkan atlet atlet dari pencak silat merpati putih yang mewakili Kota Tangsel, dapat berhasil membawa mendali emas sebagai kado ulang tahun Kota Tangsel yang ke sembilan,” pungkasnya. (pah/adt)

Perjuangan Nandita Hingga Berhasil Mendapatkan Gelar Miss Volleyball Dalam Turnamen Bola Voli Internasional

Nandita-ayu-salsabila-atlet-voli

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, memang demikian pepatah yang cocok untuk Nandita. Atlet cantik yang menggeluti voli ini bernama panjang Nandita Ayu Salsabila, dirinya mengaku mengikuti jejak orang tua yang dulu merupakan mantan atlet tim nasional Indonesia. Saat itu, Nandita pun sangat termotivasi ingin mengukir prestasi seperti orang tuanya. “Mama dan papa saya adalah atlet, papa atlet sepakbola, dan mama atlet voli. Dari dulu sering diajak mama untuk lihat mama latihan. Disitu, mama yang sangat berperan ngelatih saya, dari mulai teknik dasar voli hingga tehnik lainnya. Kebetulan mama papa juga eks tim nasional juga kan jadi termotivasi.”ujarnya Tanpa ada paksaan, Nandita pun terus mengejar prestasi hingga menjadi Miss Volleyball 2016 dalam ajang turnamen Bola Voli Internasional di Vietnam. Ia tidak menyangka bisa menyabet gelar tersebut, dan mengalahkan kandidat dari negara-negara lain. “Saya mendapat penghargaan yaitu penobatan saya menjadi Miss Voli, itu gak nyangka sama sekali. Karena itu kan 1 peserta mewakili 1 negara. Nah kebetulan saya yang dipilih mewakili Indonesia. Saingannya juga dari Korea, Jepang, Vietnam, Thailand, China dan Hongkong. Ya tiba-tiba nama saya disebut menjadi Miss Volleyball 2016. Kaget aja kaya gak yakin saya bisa kepilih gitu.”tutur mahasiswi Manajemen Universitas Trisakti ini. Saat ini Nandita sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi Livoli dan Pro Liga. Sebelumnya, Nandita telah membawa pulang berbagai medali dalam beberapa turnamen nasional maupun internasional, seperti Sea Games tahun 2013, 2015 dan 2017 dan turnamen Asean School. https://www.instagram.com/p/BbTMzv0HYsX/?taken-by=nanditaayu17 Sebagai seorang atlet, Nandita pun merasa bangga bisa membawa nama Indonesia keberbagai negara dunia dan bertemu dengan teman sesama atlet. Namun, Nandita pun merasa bahwa menjadi atlet memang butuh kerja keras agar dapat membanggakan orang-orang. “Jadi atlet itu harus ngerasain yang namanya kerja keras, latihan pagi sore bahkan sampai nangis. Jadi atlet memang terpuruk kalau lagi cedera dan ya kalau menang dipuji, tapi kalau kalah di caci maki.”tutupnya (put/adt)

Politeknik Olahraga Indonesia (POI) Resmi Dibuka Oleh Kemenpora

Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta memberikan kuliah umum perdana Politeknik Olahraga Indonesia (POI) di Gedung Griya Agung, Sumatera Selatan, Selasa (21/11/2017). Foto: Tribunnews

Politeknik Olahraga Indonesia (POI) yang terletak di Palembang, Sumatera Selatan resmi dibuka oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada 21 November lalu. POI ini diharapkan bisa mencetak atlet dan pelatih olahraga professional Indonesia dimasa depan. Politeknik Olahraga Indonesia telah menerima sedikitnya 90 mahasiswa baru pada tahun pertama yang akan terbagi dalam 3 program studi, yaitu Sport Industry, Perguruan Tinggi dan Kepelatihan. Ketiga program studi ini dianggap memiliki potensi yang menjanjikan dalam kenaikan prestasi olahraga di Indonesia. Raden Istanta, selaku Deputi III Bidang Pemberdayaan dan Olahraga Kemenpora menjelaskan kepada wartawan alasan Palembang terpilih untuk pembangungan Politeknik Olahraga Indonesia ini. “Kenapa di Sumsel, ya karena seluruh fasilitas di Jakabaring Sport City sudah standar internasional dan sudah lengkap. Mau fasilitas apa semua sudah ada disini, jadi nantinya mahasiswa bisa belajar sekaligus praktik.” Ujar Raden Isnanta yang dilansir dari Detik.com Menyambut Asian Games 2018, Palembang yang akan menjadi salah satu daerah berlangsungnya ajang internasional ini akan mengajak para mahasiswa Politeknik Olahraga Indonesi untuk menjadi bagian dan akan menjadi momen berharga sebagai tempat belajar praktik dan bukan hanya belajar secara teori. Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin menegaskan peringatan keras kepada mahasiswa POI untuk tidak merokok dan tidak akan segan untuk memberhentikan mahasiswa jika ketahuan melanggar. Ia menganggap merokok merupakan salah satu penghambat prestasi yang akan mempengaruhi fisik dari mahasiswa. “Ini peringatan keras saya kepada adik-adik mahasiswa baru, jangan sampai ada yang merokok dan ikut demo. Kalau ada yang melanggar tidak segan-segan saya minta untuk diberhentikan saja,”tutur Alex(put/adt)

Daya Juang UBL Berhasil Tahan Imbang UMJ di Ajang LIMA Football

ubl-vs-umj

Hari ketujuh LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017 mempertemukan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melawan Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta yang berhasil bermain imbang 3-3 di Stadion Universitas Indonesia (UI), Rabu (22/11). UMJ mengawali laga di babak pertama, dengan menguasi jalannya pertandingan. Lini tengah UMJ, bermain sangat baik. Pemain UBL pun, kesulitan untuk mengambil bola dari kaki pemain UMJ. Tak butuh waktu lama bagi UMJ untuk mencetak gol. Melalui sepakan pojok dan kemelut di gawang UBL, Alfin Alfani berhasil mengubah papan skor menjadi 1-0. UBL yang tertinggal 1-0, mulai bermain menyerang. Namun, kordinasi yang kurang apik dari pemain UBL menjadi sia-sia. Justru, UMJ yang mampu menambah keunggulan menjadi 2-0. Berawal dari tendangan bebas, Ryan Maulana berhasil memperlebar jarak keunggulan UMJ. UBL terus berusaha untuk memperkecil ketinggalan. Upaya anak-anak Budi Luhur berbuah manis. Rizky Hanafi berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 2-1. UMJ terus melakukan serangan, dipenghujung babak pertama Satriatama merubah papan skor menjadi 3-1 dan menutup babak pertama dengan keunggulan UMJ. Di babak kedua, UBL yang tertinggal dengan defisit dua gol terus mencoba mencetak gol. UMJ yang sudah unggul, bermain dengan aman dan sesekali melakukan serangan-serangan berbahaya. Barulah di menit 62, UBL berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 3-2 melalui gol Muhammad Fachdilah Amir. Gol dari Fachdilah, menjadi pelecut semangat pasukan Budi Luhur. Tak berselang lama, Fachdilah kembali mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Skor 3-3 pun, bertahan hingga pertandingan usai. Pelatih UBL, Agus Setiawan mengapresiasi semangat dan daya juang pemain untuk menyamakan kedudukan. “Kami sudah membaca permainan UMJ. Mereka bagus di serangan balik. Sebenarnya kami juga menerapkan counter attack, dan itu cukup berhasil. Semangat pemain di babak pertama agak kendor. Di babak kedua, kami hanya meningkatkan semangat para pemain saja,” ujar Agus Setiawan, pelatih UBL. Sementara itu, pelatih UMJ, Lebry Hidayatulloh, mengungkapkan lemahnya konsentrasi para pemainnya menjadi kendala dan memupuskan UMJ meraih tiga poin. “Dengan skor imbang ini, kami tetap optimistis unggul dari UBL karena selisih gol kami lebih besar dari mereka,” ucap Lebry.(pah/adt)

Turnamen Wali kota Cup 2 di Parepare Resmi di Buka

Walikota Parepare, Taufan Pawe, membuka secara resmi kejuaraan Wali kota Cup 2 di Lapangan Andi Makkasau Parepare, Rabu (22/11/2017).

Wali kota Cup 2  menjadi bukti nyata dan komitmen Pemerintah kota Parepare untuk memajukan olahraga di Parepare, khususnya sepak bola. Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe membuka langsung turnamen Wali Kota Cup 2 yang digelar di Lapangan Andi Makkasau Parepare, Rabu (22/11/2017) sore. Event ini tak hanya sebatas ajang lomba. Tapi juga upaya pemerintah dalam mengembangkan dan mencari bibit persepakbolaan di kota Parepare, ujar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Parepare, Syukur Razak yang juga ketua panitia Wali Kota Cup 2. Sebanyak 20 tim ikut meramaikan event yang nantinya akan memperebutkan piala bergilir dan uang pembinaan dengan total ratusan juta rupiah. Nantinya, tim yang berhasil memenangkan turnamen itu berhak mendapat hadiah hingga Rp50 juta. Sementara runner up, peringkat tiga dan empat masing-masing mendapatkan Rp30 juta, Rp25 juta serta Rp20 juta. “Hadiah itu sudah termasuk sumbangan tambahan uang tunai dari wali kota untuk masing-masing pemenang hingga Rp20 juta pertim,” ucap Syukur Razak yang dilansir dari sindonews. Sementara itu, HM Taufan Pawe berharap, Kejuaraan ini berjalan sportif agar dapat melahirkan kuantitas dan kualitas atlet yang membanggakan.

Walikota Depok: Pintar Pencak Silat Harus Pintar Mengaji Juga

Beberapa-pejabat-dan-tokoh-masyarakat-yang-menghadiri-pelantikan-pengurus-IPSI-Depok

Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Depok baru saja menggelar pelantikan pengurus periode 2017-2021 dan juga Raker (Rapat Kerja) di Gedung BPSDM Kumham, Depok. Dalam pelantikan pengurus dan raker ini, dihadiri oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris, serta Kepala BPSDM Kumham, Kepala OPD, Kepala IPSI Jabar, Camat se-Kota Depok, Lurah se-Kota Depok, Ketua KONI Depok, Dandim 0508, Unsur Forkopimda, dan Pendekar tokoh masyarakat. Idris sangat mengapresiasi rapat kerja pengurus IPSI Kota Depok. Ia pun, menerangkan terdapat istilah ujung tombok yang ditujukan kepada pengurus pencak silat. Istilah itu, nantinya akan diubah Pemkot Depok menjadi ujung tombak. “Seringkali kita mendengar pengurus IPSI dijadikan sebagai ujung tombok. Akan tetapi, kami berjanji akan mengubahnya menjadi ujung tombak olahraga pencak silat. Untuk mewujudkan itu, insyaallah akan terwujud melalui kolaborasi kita bersama,” ujar Idris seperti dikutip depoknews.id. Lanjutnya, dengan adanya pengurus IPSI periode 2017-2021 Pemkot Depok akan memantau perkembangan silat di Depok. Idris pun, menyampaikan kepada atlet silat selalu gunakan beladiri untuk hal yang positif. “Selain itu, saya ingin berpesan kepada seluruh pembina atau pengurus bahkan pelatih bahwa dalam pengajaran pencak silat tidak sekadar memberikan pengetahuan bela diri saja, tetapi harus diselipkan religiusnya. Di samping kita pintar olahraga bela diri pencak silat, kita juga pintar dalam hal mengaji,” jelasnya.(pah/adt)

Meski Sering Lecet Di Kaki, Sepatu Roda Tetap Menjadi Pilihan Benita Dalam Berprestasi

Benita-Triana-Ardianto-Sepatu-roda

Sudah genap 10 tahun lamanya, atlet sepatu roda yang bernama lengkap Benita Triana Ardianto, atau yang biasa di panggil Benita menjalani berbagai pertandingan sepatu roda. Semua berawal ketika dirinya di ajak bergabung dalam klub sepatu roda Eagle, Benita mulai mengikuti perlombaan pada tahun 2009 di Sidoarjo, Jawa Timur. Di tahun 2011, Benita sempat berhenti latihan. Hingga tahun 2012, ia kembali lagi mengikuti latihan rutin untuk mengikuti pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). “Dulu aku diajak saudara sekaligus pelatih klub sepatu roda, Eagle. Terus jadi suka dengan sepatu roda, dan pertama kali ikut lomba di Sidoarjo tahun 2009. Lalu sempat ada rasa bosan di tahun 2011, karena dulu tidak cocok sama asisten pelatihnya. Sempat beberapa tahun juga main basket buat ngisi kejenuhan saat bermain sepatu roda. Dan pada tahun 2012 aku mulai berlatih lagi, karena ada persiapan di Ajang Porprov,” Ujarnya Bermula hanya senang bermain sepatu roda seperti anak-anak kecil pada umumnya, Benita pun mulai tekun hingga membawanya keberbagai turnamen seperti, Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016, Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNas) 2017, dan juga Pekan Olahraga Provinsi Banyumas 2013. Dalam ceritanya kepada nysnmedia.com, Benita pun tidak jarang mengalami kendala saat berlatih, terlebih pada bagian kaki. “Waktu latihan dengan intensitas yang lama, dan juga berat, pasti kaki lecet semua. Karena sepatu rodanya kan custom jadi benar-benar ketat dikaki jadi gampang lecet.” Ucap siswa kelas 12 di SMAN 11 Semarang ini. Biasanya, Benita berlatih dengan jarak minimal 10 kilometer dengan waktu 2 sampai 3 jam setiap latihan. Benita pun menceritakan bagaimana ia mengatasi berbagai komentar dari setiap orang tentang permainannya. “Kalau bermain capek itu sudah pasti. Ketika lomba terus mainnya jelek juga dimarahin dan dikatain. Aku sih menerima dengan lapang dada, mendengarkan kesalahan aku, lalu intropeksi diri,”tutupnya(put/adt)

PBVSI Tangsel, Berikan Ucapan Selamat Kepada Tim Voli Kecamatan Pamulang

Ketua-Umum-I-PBVSI-Tangsel,-AKP-Lalu-Hedwin-H.SH.SIK-mengalungkan-medali

Perlombaan Olahraga Kota (Porkot) Tangsel 2017 yang memainkan 16 cabang olahraga dan diikuti ribuan atlet pelajar maupun umum, sudah memasuki hari ke empat. Salah satu cabor yang dimainkan yakni cabang Voli Pasir, atau yang biasa kita kenal voli pantai. Voli Pasir di Tangsel sendiri prestasinya sangat luar biasa. Atlet Tangsel voli pasir selalu menjadi juara umum di berbagai tingkatan, ataupun kejuaraan yang diadakan baik itu tingkat Kota, maupun Provinsi. Di Porkot 2017 Tangsel, tujuh Kecamatan mengirimkan atlet-atletnya untuk mengikuti cabor voli pasir. Dan, Kecamatan Pamulang berhasil mengawinkan gelar voli pasir, baik itu kategori putra maupun putri. Ketua Umum I PBVSI Tangsel, AKP Lalu Hedwin H.SH.SIK sangat senang dengan penampilan-penampilan pelajar dalam Porkot 2017 ini. Menurutnya, para atlet voli pasir ini harus dibina secara matang. “Saya melihat, para atlet yang mayoritas pelajar ini sangat perlu dibina. Mereka mempunyai skill yang baik, hanya tinggal dipoles sedikit lagi. Tangsel dalam voli pasir selalu mempunyai prestasi yang patut di acungi jempol,” tutur AKP Lalu, yang juga menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Tangsel. AKP Lalu juga berharap, pemerintah dapat membantu membina atlet-atlet berbakat ini. Dan, tak lupa mengucapkan selamatnya kepada Kecamatan Pamulang. “Luar biasa Kecamatan Pamulang dapat mengawinkan gelar di putra maupun putri. Selamat untuk Kecamatan Pamulang,” pukasnya kepada nysnmedia.com Berikut hasil final cabor voli pasir Porkot 2017: Juara Voli Pasir Putri 1.Juara 1 》 Kecamatan Pamulang 2. 2 》 Kecamatan Pondok Aren 3. 3 》 Kecamatan Ciputat Timur 4. 4 》Kecamatan Ciputat Juara Voli Pasir Putra 1.Juara 1 》 Kecamatan Pamulang 2. 2 》 Kecamatan Ciputat Timur 3. 3 》 Kecamatan Setu 4. 4 》 Kecamatan Serpong (pah/adt)

Tarik Tambang, Olahraga Tradisional Yang Pernah Dilombakan Pada Ajang Olimpiade Kelas Dunia

Tarik-Tambang-Salah-Satu-Olahraga-Yang-Pernah-Ada-Di-Olimpiade-Dunia-1

Siapa yang tidak kenal permainan tarik tambang? Permainan yang sering diselenggarakan pada hari kemerdekaan Indonesia ini merupakan salah satu permainan yang menyenangkan dan menjadi favorit masyarakat Indonesia. Dua tim dengan jumlah anggota yang sama akan beradu kekuatan menarik tali tambang hingga batas yang ditentukan. Namun, siapa yang sangka bahwa permainan yang berasal dari India Kuno ini menjadi salah satu cabang olahraga yang pernah meramaikan olimpiade musim panas dunia. Ajang tarik tambang atau Tug Of War pernah tampil selama dua dekade dalam pelaksanaan olimpiade musim panas pada tahun 1900 hingga tahun 1920. Bermula dipertandingkan di Olimpiade Paris pada tahun 1990, usia cabang olahraga ini berhenti dipertandingkan pada Olimpiade di Antwerpen tahun 1920. Pada saat itu, Inggris menjadi juara bertahan. Inggris telah mengumpulkan 2 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu. Disusul oleh Amerika Serikat yang mendapatkan 1 medali emas, 1 medali perak dan 1 medali perunggu. Swedia juga menjadi negara yang pernah memenangkan 1 medali emas pada cabang olahraga tarik tambang. Tarik tambang juga merupakan bagian dari olahraga dunia dan memiliki organisasi yaitu Tug Of War International Federation (TWIF). Bahkan TWIF, menyelenggarakan kejuaraan dunia untuk tim nasional setiap dua tahun sekali. Peraturannya tidak jauh berbeda dengan permainan yang sekarang masih rutin dilakukan. Masing-masing tim akan terdiri dari 8 peserta dan menarik tali tambang dengan panjang kurang lebih 1,8 meter. Namun, tarik tambang harus dihapuskan pada tahun 1920. Komite Olimpiade Internasional menyatakan bahwa tarik tambang bukan olahraga yang memiliki asosiasi yang baik dan tidak bisa mewadahi secara global. Selain itu, tarik tambang memiliki resiko yang cukup tinggi bagi para pemain. Meski telah dihapus, tarik tambang tetap ada dan menjadi salah satu permainan tradisional yang rutin ada dalam acara kemerdekaan Indonesia.(put)

Under Armour Gandeng Glorius, Gelar Ajang Pickup Games Basketball

Pickup Games yang digelar oleh Under Armour bekerjasama dengan Glorious di lapangan basket Pati Unus, Jakarta Selatan pada 18 November kemarin.

Under Armour bekerja sama dengan Glorius untuk mengadakan Pickup Games, yaitu pertandingan basket 5 lawan 5 di lapangan basket Pati Unus, Jakarta Selatan pada 18 November kemarin. Acara ini dilaksanakan dengan 70 peserta. Agung Christyantho sebagai salah satu perwakilan panitia inti menjelaskan, bahwa event ini daftarnya gratis, dan panitia telah menyiapkan berbagai macam hadiah. “Pendaftaran acara ini gratis. Juara 1 dapat voucher 1 Juta dari Under Armour, juara 2 dapat voucher 500 ribu dan pemain terbaik dapat sepatu Stephen Curry 4 dan voucher 1 juta juga. Peserta dibatasi hanya 70 orang, ada yang dari Bandung, Depok, Cikarang, Bekasi, Bogor dan umumnya dari Jabodetabek.”ujar Agung Rizky Julian, selaku founder Glorius Indonesia juga menjelaskan, tentang tujuan dan harapan diadakannya Pickup Games ini. “Pickup Games merupakan panggung atau tempat anak-anak muda mengekspresikan diri, khususnya dalam olahraga bola basket dan juga sebagai ajang silahturahmi antar pemain. Di Pickup Games sendiri, semua tim punya kesempatan yang sama. Tidak peduli bagus atau tidaknya tim tetapi hasil akhir dari kemauan masing-masing tim untuk menjadi juara. Semoga bisa banyak lagi anak muda yang join di event Pickup Games kita.“ ucap Rizky Selain itu, Rizky juga menambahkan awal mula Pickup Games diadakan dan mengundang tanggapan yang positif dari berbagai pihak tentang event ini. “Pickup Games pertama kali diadakan pada tahun 2016, tepatnya di lapangan ABC Senayan. Ide dari saya tapi Cuma saya share khusus ke anak-anak Glorius saja. Eh ternyata banyak yang suka, akhirnya kita buat terbuka untuk umum di tahun 2017. Dan alhamdulilah banyak sponsor yang tertarik,”tutup Rizky(put/adt)

Ingin Tampil Prima Pada Laga JSFL 2017, Tim SD Islam Azmia Lakukan Persiapan Khusus

SD-Azmia

Jakarta School Football League (JSFL) merupakan ajang kompetisi sepak bola antar sekolah di Jakarta. Salah satu peserta yang mengikuti kompetisi ini adalah tim sepak bola SD Islam Azmia U-10 dan U-12. Coach Ahmad, selaku pelatih merasa terkejut, ketika diajak untuk mengikuti kompetisi internasional ini. “Saya juga kaget waktu diajak masuk di JSFL. Ada orang tua murid disini yang mengajar di Singapore Internasional School. Dia nawarin main di JSFL dan alhamdulilah U-12 dapat sponsor dan didaftarkan di JSFL. Makanya saya senang dengan U-12, cara bermainnya dan paham waktunya bercanda dan serius.”ujarnya kepada nysnmedia.com Bukan tanpa alasan, Tim sepak bola yang dibentuk pada bulan Oktober 2016 ini, pernah mendapatkan juara 1 dan 2 pada kompetisi yang diadakan di Mutiara Harapan Islamic School. Selain itu, Coach Ahmad pun mempersiapkan kondisi fisik dan pola khusus untuk menghadapi turnamen di JSFL 2017. “Ya, kita butuh persiapan yang lebih khusus lagi, karena lawannya juga berbeda dan banyak sekolah yang lebih bagus mainnya. Lawannya juga lebih susah, makanya kita focus persiapannya, dan lebih matang. Saya lebih menyorot ke persiapan fisik, posisi dan pola permainan, biar enak juga dilihat penonton dan pemain lain. Agar enak, bukan hanya asal ada bola ngumpul semua dan dikejar,”ucapnya Melihat bakat yang ada pada tim sepak bola SD Islam Azmia, Coach Ahmad pun berharap bisa membawa tim U-10 maupun U-12 ke ajang nasional dan internasional. “Saya melihat prestasi anak-anak ini bagus dan punya bakat semua. Dari segi skill juga bagus semua. Saya juga tengah mempersiapkan mereka untuk main ke liga. Saya pengen ikutin anak-anak ini pada kompetisi di Sekolah Sepak Bola (SSB). Karena saya ingin mereka bagus dan bukan hanya antar sekolah SD tapi lebih ke nasional,”harap Ahmad(put/adt)

Akhirnya Tim UII Yogyakarta Berhasil Raih Tiga Poin Pertamanya

UII Yogyakarta vs Usakti LIMA Football 2017

Setelah sempat menelan kekalahan dibeberapa pertandingan, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta akhirnya berhasil meraih poin sempurna di lanjutan LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017, setelah mengalahkan Usakti dengan skor 3-1 di Stadion UI, Depok, Senin (20/11). Di babak pertama, pertandingan berjalan dengan keras. Beberapa kali, benturan keras tersaji. Di menit 14, tim UII yogyakarta mendapat hadiah tendangan bebas setelah pemain Usakti melanggar keras pemain UII. Reza yang mengambil eksekusi tendangan bebas, melakukannya dengan sempurna. Tendangan melengkungnya, berhasil merobek jala Usakti dan merubah skor menjadi 1-0. UII kembali memperlebar jarak. Solo run, Tesar di menit 31 berhasil mengelabui penjaga gawang Usakti dan menambah skor menjadi 2-0. Tertinggal 2-0, Usakti mulai meningkatkan permainan. Hasilnya, dipenghujung babak pertama, Rizky Satrio memperkecil keunggulan menjadi 2-1. Di babak kedua, Usakti dan UII sama-sama bermain menyerang. Beberapa peluang tercipta dari kedua kesebelasan. Usakti yang berusaha mengejar ketinggalan untuk menyamakan kedudukan, justru kembali kecolongan. Di akhir babak kedua, tim UII yogyakarta memastikan kemenangan dengan skor 3-1 melalui gol Ahmad Saulung. Dengan kemenangan ini, UII meraih kemenangan pertamanya di LIMA Football. Pelatih UII, Akhsin Yosida mengatakan, kepada pemainnya agar bermain pantang menyerah. Dan, strategi yang diterapkanya terbilang cukup ampuh “Tadi kami bermain dengan formasi 4-4-2, dengan dua striker. Alhamdulillah hasilnya positif. Saya tekankan agar pemain bermain pantang menyerah. Saya sangat puas dengan pertandingan ini. Yang terpenting sekarang yaitu pemulihan fisik para pemain karena besok mereka harus bermain lagi,” ungkap Akhsin. (pah/adt)

Hari Kelima LIMA Football, UNJ Masih Terlalu Tangguh Bagi Rivalnya

UNJ vs UPH LIMA Football 2017

Gelaran LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017 sudah memasuki hari kelima yang berlangsung di Stadion UI, Depok, Senin (20/11). UNJ yang berhasil menggeser puncak klasemen dari tuan rumah UI, bertemu dengan UPH. Dan, UNJ berhasil meraup poin penuh kembali setelah menang dengan skor 2-0. Di babak pertama, UNJ langsung menggebrak pertahanan UPH. Pertahanan UPH pun, harus pontang panting untuk menahan gempuran anak-anak UNJ. Hasilnya, di menit 25, UNJ membuka skor melalui sepakan keras Darnus Tabuni dan merubah skor menjadi 1-0. Meski UNJ menekan terus menerus, tak membuat UPH rela dibombardir. UPH mengancam melalui serangan balik cepat. Namun, kordinasi yang kurang membuat peluang UPH terbuang sia-sia. Skor 1-0 pun mengakhiri babak pertama untuk keunggulan UNJ. Di babak kedua, pertandingan terbilang monoton. UNJ pun, merasa cukup puas dengan skor 1-0. Sedangkan, UPH belum mampu menembus pertahanan UNJ. Baru tambahan waktu normal, UNJ menambah keunggulan melalui Ade Fajar dan merubah skor menjadi 2-0, sekaligus menutup pertandingan. Dengan kemenangan ini, UNJ masih gagal duduk di puncak klasemen LIMA Football 2017. Pelatih UNJ, Agung Nopitra mengatakan, para pemain UNJ masih lemah dalam penyelesaian akhir. Dan, akan menjadi evaluasi untuk pertandingan selanjutnya. “Pertandingan tadi cukup dramatis. Hari ini kami bertemu lawan yang sama kuat dengan lawan sebelumnya. Hal yang harus kami evaluasi dari pertandingan tadi masih tetap di penyelesaian akhir memanfaatkan peluang,” ungkap Agung. Sementara itu, Kapten UNJ, Muhammad Faisal Hammam (14) mengatakan, bahwa dirinya tidak menemukan kesulitan untuk mengarahkan teman-teman satu timnya. “Tidak ada kesulitan karena kami sudah banyak berlatih. Hanya di awal-awal pertandingan komunikasi masih canggung. Saya hanya menekankan untuk tetap tenang dan jangan menjadi bebab pikiran,” tuturnya. Pertandingan sebelumnya, UNJ mampu mengalahkan UPH dengan pertandingan penuh drama dengan skor 1-0, Minggu (20/11). (pah/adt)