Peforma Kiper Timnas Putri Senior Membaik, Pelatih : Tidak Perlu Ada Tambahan

Kiper Timnas Putri Senior asal Sumsel, Debi Puspita (depan) saat melakukan latihan, didampingi Vera Lestari asal DIY, di NYTC, Sawangan. (Pras/NYSN)

Sawangan- Empat belas hari lalu, pelatih kiper Timnas Putri senior, Benyamin ‘Benny’ van Breukelen menyatakan problem posisi penjaga gawang adalah masih kental dengan teknik kiper futsal. Lantaran lebih sering tampil di kejuaraan di sepakbola futsal, hal ini menjadi salah satu ‘pekerjaan rumah’ sang pelatih untuk membenahinya. Memasuki pekan keempat TC, pada Senin (26/3), pria berdarah Belanda ini menyatakan jika para pemain yang berposisi kiper sudah mengalami kemajuan dalam visi bermain sepak bola. “Sekarang mengalami kemajuan. Dari teknik, passing dan control, mereka sudah jauh lebih baik. Hanya saja, mereka masih lemah saat melakukan tendangan jarak jauh”, ujar pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 4 Mei 1963. Kemajuan peforma mereka membuat Benny tak pusing menambah atau mengurangi pemain di posisi ini. “Saya rasa, untuk posisi kiper sudah cukup. Belum perlu tambah apalagi berkurang,” ujar pria berjuluk BvB ini. Dari empat kiper yang ada yakni Riska Yulianti (Babel), Norfince Boma (Papua), Vera Lestari (DIY) dan Debi Puspita (Sumsel), Benny mengaku sudah mendapatkan gambaran umum. “Ada tiga kiper potensial yang masuk dalam kandidat kerangka utama Timnas Putri. Kemampuan footwork (kecepatan kaki), dan komunikasi dengan rekan juga kini semakin baik,” tukasnya pada Senin (26/3). Riska adalah Kiper asal Klub Galanita Babel. Lalu Norfince penjaga gawang dari klub Persitoli Tolikara. Sementara Vera memperkuat Putri Arimbi Jogja, dan Debi bergabung dengan tim Persimura Musi Rawas. (Dre)

Menang di Kandang Lawan, Pelatih Timnas U-19 Jepang Malah Kritik Timnya

Ekspresi striker Timnas U-19 asal klub Bali United U-19, Aji Kusuma, usai mencetak gol ke gawang Timnas U-19 Jepang, pada laga uji coba di SUGBK, pada Minggu (25/3). (Pras/NYSN)

Jakarta- Seperti seniornya (Timnas U-23) yang beruji coba ke Singapura pada Rabu (21/3), Timnas U-19 menggelar laga uji coba menantang Timnas Jepang U-19, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Dalam pertandingan ini, peforma Egy Maulana Vikri dkk tak semulus perjuangan Timnas U-23 di Singapura yang menang telak 0-3. Anak asuh Bima Sakti harus mengakui keunggulan dari tim Samurai Biru 1-4. Gol satu-satunya Timnas U-19, dicetak di injury time oleh striker asal klub Bali United U-19, Aji Kusuma. Bima mengaku bila banyak hal yang bisa dipetik dari laga hari ini. “Di menit awal kita kuasai pertandingan. Tapi, skema permainan jepang itu menunggu dulu di awal. Dan mereka high pressing, memaksa pemain belakang kami bikin kesalahan,”, ujar mantan alumni diklat Mandau Kalimanta Timur ini, pada Minggu (25/3). “Ini pelajaran berharga untuk para pemain. Semoga pemain mengambil hal positif dari Jepang. Bulan depan kami akan melakukan persiapan lagi. Kita evaluasi di sana,” ucap Bima selepas laga. Sebagai lawannya, Kageyama Masanaga, pelatih tim berjuluk matahari terbit tersebut mengkritik permainan Indonesia. “Setelah satu gol, Indonesia sempat kehilangan konsentrasi. Seharusnya bangkit. Tetapi, ini bukan kelemahan, justru sebagai upaya apa yang harus diperbaiki untuk timnas Indonesia,” sebut Kageyama. Kageyama pun ternyata kecewa dengan permainan anak asuhnya. Seharusnya timnya bisa mendapatkan kemenangan tanpa kebobolan. Lantaran kurang fokus di menit akhir pertandingan, Timnas U-19 mampu mencuri gol. Ia menjelaskan hasil yang didapatkan ini menjadi bahan evaluasi timnya, agar tak terulang pada laga berikutnya. “Babak pertama sulit, karena pertahanan Indonesia U-19 bagus. Kami berharap tidak kebobolan, tapi diakhir pertandingan kami bermain mengecewakan,” ucap Kageyama saat sesi jumpa pers. Uji coba Timnas U-19 kontra Jepang adalah rangkaian persiapan menuju event Piala AFC U-19 2018 yang akan digelar di Indonesia pada 18 Oktober-4 November. (Dre)

Mantan Anak Asuhnya Kalah, Indra Sjafri : Masa Kaos Ukuran S, Harus Pakai XL

Egy Maulana Vikri (10) dan kawan-kawan menerima pengalaman berharga usai takluk 1-4 dari Timnas U-19 Jepang, pada laga uji coba di SUGBK, pada Minggu (25/3). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 mendapat pelajaran berharga saat meladeni Timnas U-19 Jepang, dalam laga uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, pada minggu (25/3). Egi Maulana Vikri dan skuat harus menerima kekalahan takluk dengan skor akhir 1-4. Satu-satunya gol tunggal Timnas U-19, diciptakan oleh striker Bali United U-19, Aji Kusuma, di menit akhir babak kedua. Pada kesempatan yang sama, tampak mantan Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri hadir menyaksikan mantan anak asuhannya dalam pertandingan ini. Sempat diwawancarai awak media, namun pria asal Padang, Sumatera Barat ini, justru enggan berkomentar banyak. “Saya tak mau mengomentari permainan yang ada sekarang, saya hanya bisa mengira-ngira kenapa sebabnya bisa begitu. Semua tahu Jepang kualitasnya lebih bagus dari kita, masa iya kita kaosnya S harus pakai ukuran XL, kira-kira itu yang harus kita pahami,” ungkapnya di lobby SUGBK, pada Minggu (25/3). Sempat muncul momen yang tak diduga, di akhir pertandingan para suporter Timmas Indonesia meneriakkan nama Indra Sjafri sebagai tanda berharap akan kembali melatih para Garuda Muda. “Nggak usah pake gitu-gituan lah, nggak usah. Saya kan sudah ikhlas jadi tak perlu lagi diteriak-teriakan seperti itu. Saya apresiasi aksi seperti itu, mungkin mereka masih cinta saya,” ujar Indra seraya tersenyum. (Ham)

Dua Pemain Utama Absen, Timnas U-19 Takluk 1-4 Dari Jepang U-19

Striker Jepang U-19 Ando Mizuki (11), dibayangi bek Timnas Kadek Raditya Maheswara (2), dalam laga uji coba di SUGBK pada Minggu (25/3). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas Jepang U-19 akhirnya menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu tim elit di kawasan Asia. Tampil santai, Tim Samurai Biru berhasil mengalahkan Timnas U-19. Sebelum laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/3), arsitek Timnas U-19 Bima Sakti Tukiman, menjanjikan permainan menyerang, memang dibuktikan. Sayangnya kematangan dalam mengolah si kulit bundar masih jadi problem. Rachmat Irianto dkk beberapa kali mendapatkan peluang dengan menembus pertahanan Jepang. Namun, penyelesaian akhir masih jadi pekerjaan rumah untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya. Absennya Nurhidayat di lini belakang dan Asmawi Mangkualam di sektor tengah, juga amat terasa. Di awal pertandingan, Jepang memang tak langsung mengambil insiatif serangan dan hal ini dimanfaatkan pemain Indonesia untuk menguasai lapangan tengah. Ternyata hal tersebut merupakan taktik Jepang yang menginginkan Indonesia bermain lebih terbuka. Akhirnya kesalahan yang dilakukan Rachmat Irianto di menit 16 ketika mengumpan bisa dimanfaatkan para pemain Jepang untuk merangsek masuk ke kotak penalti. Hanya dengan beberapa gerakan saja, Miyashiro Taisei bisa mengoyak jala gawang Indonesia yang dikawal M Aqil Savik. Di babak kedua, Jepang yang sudah mengetahui pola permainan Indonesia langsung menekan. Hasilnya tiga menit laga baru berlangsung Savik harus memungut bola dari gawangnya setelah tendangan voli Yamada Kota tak mampu diblok. Satu menit berselang Jepang makin menjauh. Gol yang dibuat Ando Mizuki ini berawal ketidakmampuan pemain belakang fokus pada pertandingan. Mereka membiarkan pemain Jepang memegang bola sambil berharap wasit memberikan pelanggaran pada Indonesia setelah Rachmat tergeletak hanya beberapa langkah dari depan kotak penalti. Unggul tiga gol ternyata tak membuat Jepang menurunkan tempo. Mereka mencoba menguasai bola untuk sesekali membongkar pertahanan Indonesia yang coba dirapatkan. Jepang kembali menambah gol lewat titik putih. Wasit menghukum Indonesia setelah Julyano melanggar Mizuki. Dan dia pulalah yang meneruskan sebagai algojo dan makin meninggalkan Indonesia. Tertinggal empat gol, Garuda muda mencoba menembus pertahanan Jepang. Hasilnya di menit akhir, Aji Kusuma menghukum kiper Jepang, Osako Keisuke yang ragu saat menerima umpan pemain belakang mereka. Skor 4-1 ini bertahan sampai laga usai. (Dre/Ham) Susunan Pemain Indonesia U-19: M Aqil Savik; Kadek Raditya Maheswara, Firza Andika, M Rachmat Irianto (C) (Julyano Nono ’56), M Rifad Marasabessy; M Lutfi Kamal, Egy Maulana Vikri (Todo Rivaldo ’56), Syahrian Abimanyu (M Iqbal ’56); Feby Eka Putra, Saddil Ramdani (Resky Fandi ’72), Hanis Saghara Putra Jepang U-19: Osako Keisuke; Ishihara Hirokazu, Hasihoka Daiki, Kawai Ayumu (C), Kobayashi Yuki; Hisgashi Sunki, Hori Kenta, Ito Hiroki, Yamada Kota; Ando Mizuki, Miyashiro Taisei

Nyaris Tertunda Karena Hujan, David Beckham Sumbang 10.000 Bola Bagi Anak Indonesia

Menpora Imam Nahrawi mendampingi Mega Bintang asal Inggris David Beckham di Stadion Soemantri Brojonegoro, pada Minggu (25/3). (Pras/NYSN)

Jakarta- Menyumbangkan 10.000 bola, gelaran “Sepak Bola untuk Negeri” yang diadakan oleh PT AIA Financial (AIA) memecahkan rekor MURI sebagai sumbangan bola terbanyak. Event ini mengundang AIA Global Ambassador, David Beckham, untuk mengampanyekan hidup sehat, di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, pada Minggu (25/3). AIA Global Ambassador, David Beckham, menyatakan berbagi kepada masyarakat, terutama anak-anak, dan memberikan contoh yang tepat tentang bagaimana menjalani hidup sehat merupakan dua hal yang dekat dengannya. David mengakui selalu menjalani hidup sehat sepanjang dan setelah kariernya. Sekarang, setelah selesai bermain, David ingin menjalani hidup yang lebih sehat dan bugar. “Saya memiliki empat anak, penting bagi saya untuk memberi teladan bagi mereka,” ujar David dalam keterangan yang diterima sehari sebelum ia datang ke Jakarta. Sumbangan bola tersebut ditujukan untuk untuk anak-anak akademi sepak bola di seluruh Indonesia. Momen penyerahan donasi ini dilakukan di hadapan hampir 1.000 pemain sepak bola muda berbakat dari Aceh hingga Papua. Kegiatan ini sejatinya dimulai sejak Minggu pagi. Namun, cuaca Jakarta yang sempat mendung, akhirnya acara justru sempat tertunda, karena hujan yang mengguyur Jakarta. Chief Marketing Officer PT AIA Financial, Lim Chef Ming, menuturkan kesadaran AIA bahwa olahraga memainkan peran penting dalam mempromosikan gaya hidup yang lebih sehat, lebih lama, dan lebih baik. Sepak bola adalah olahraga yang sangat populer dan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. “Hal tersebut melatarbelakangi AIA mengadakan acara AIA Sepak Bola untuk Negeri,” tutur Lim. AIA secara konsisten mendukung perkembangan sepak bola di Indonesia melalui beberapa inisiatif, seperti Championship, yaitu sebuah kompetisi sepak bola tahunan yang memberi kesempatan bagi masyarakat yang berbakat untuk berkompetisi di liga internasional. AIA juga menggelar AIA Junior Cup, yang memungkinkan para pemain muda terbaik terpilih dari kejuaraan tersebut untuk diberangkatkan ke Phuket, Thailand, dan mendapatkan pelatihan dari tim pelatih resmi Tottenham Hotspurs. (Ham)

Harga Piringan Ultimate Frisbee Sangat Terjangkau, Tapi Masih Impor

Piringan Ultimate Frisbee ternyata harganya sangatlah terjangkau, meski harus impor dari luar negeri. (ebay.com.au)

Jakarta- Di Indonesia, Ultimate Frisbee atau olahraga lempar-tangkap piringan terbang, kurang dikenal. Bahkan jarang menemukan orang-orang yang memainkan olahraga Ultimate Frisbee ini. Meski olahraga permainan ini terbilang sangat menyenangkan, dimana pemain harus berlari, melompat, hingga melempar. Karena kurang populer dibandingkan olahraga lain, sehingga untuk mendapatkan peralatan Ultimate Frisbee di Indonesia cukup sulit. Beberapa toko olahraga menyediakan peralatan Ultimate Frisbee akan tetapi dengan kualitas kurang baik. Dan, untuk mendapatkan piringan Ultimate Frisbee dengan kualitas bagus, ternyata harus impor atau membeli dari luar negeri. Dan disarankan memakai jenis piringan yang sedikit lebih berat, dibandingkan piringan mainan yang biasa. Agar dapat mengontrol arah dan jarak lemparan dengan jauh lebih mudah, daripada menggunakan piringan Ultimate Frisbee biasa. Sedangkan yang direkomendasikan adalah piringan Ultimate Frisbee seberat 175 gram. “Memang harus 175 gram beratnya. Itu standart untuk berat piringan Ultimate Frisbee,” sebut Florence Armein, Pengurus Perhimpunan Olahraga Lempar-Tangkap Piringan (Ultimate Frisbee) Indonesia, Discindo. “Alat ini masih impor dari luar negeri. Kalau di Indonesia masih sulit menemukan alat ini. Maka untuk mendapatkan piringan ini kami selalu minta dikirim dari luar negeri. Termasuk bila ada kejuaraan, maka semua piringan didatangkan dari luar negeri,” sambungnya. Soal harga, Florence menyebut masih terjangkau, namun kendala utamanya adalah piringan ini tidak mudah ditemukan dan jarang dijual di Indonesia. “Kalau untuk harga tidak terlalu mahal. Bila sudah masuk Indonesia, harganya itu sekitar Rp 200 ribu sampai Rp 270 ribu perbuah,” ungkapnya. Senada, Christopher Bristow, Pelatih Ultimate Frisbee, bahkan harus pergi ke Singapura untuk membelinya. “Saya itu kalau ke Singapura, dari Indonesia bawa tas kosong. Tapi, pulangnya tas penuh semua oleh piringan. Susah sekali mencari alat itu di Indonesia. Jadi harus beli di luar negeri,” beber Chris. Meski dibeberapa situs belanja online menawarkan piringan Ultimate Frisbee dengan harga yang sangat terjangkau. Namun, kualitas dari alat tersebut masih belum bisa dipastikan dan sesuai standart Worl Flying Disc Federation (WFDF), organisasi yang menaungi olahraga Ultimate Frisbee dunia. (Adt)

Tertantang Ikut Seleksi Timnas 3×3, Ranie Terobsesi Kalahkan Para Bigman

Yusranie Noory Assipalma pebasket cantik asal klub Merpati Bali yang pernah menjadi finalasi Miss Indoneisa 2016. (Pras/NYSN)

Jakarta- Berparas cantik. Tapi, siapa sangka perempuan bernama lengkap Yusranie Noory Assipalma adalah seorang atlet basket. Padahal, dara yang akrab disapa Ranie itu, tak tertarik dengan olahraga asal negara Presiden Donald Trump itu. Namun, guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) menyarankan dirinya untuk mencoba bermain basket. Sejak itu, benih-benih cinta terhadap olahraga yang begitu populer di Amerika Serikat itu mulai tumbuh. “Pertamanya itu Kakak punya bola basket. Terus melihat dia main. Karena pingin mencoba, bola basketnya dikasih ke saya. Coba-coba untuk drible. Dan saya nggak tertarik sama basket. Tahunya itu, baseket itu olahraga. Main basket, justru sama guru olahraga waktu di SMP,” tutur mahasiswi Universitas Trisakti, Jakarta. Pemilik tinggi 174 centimeter itu mengaku mendapat kesenangan saat bermain basket dibandingkan dengan melakukan aktifitas olahraga lain. Baginya, olahraga yang pertama kali dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) Pertama di Solo, Jawa Tengah, pada 1948 itu, terbilang cool serta mengutamakan team work. “Di basket itu segalanya ada. Di bulutangkis hanya mengutamakan fisik, namun tidak body contact. Kalo basket itu, pemain akan melakukan body contact, baik sengaja atau tidak. Juga team work. Karena dalam satu tim berlima maka pasti harus saling bekerjasama,” tukas mahasiswi jurusan desain interior. Malang melintang di basket, sejumlah prestasi pernah diukir anak kedua dari tiga bersaudara itu. Kini, Ranie tengah mempersiapkan diri mengikuti seleksi nasional (Seleknas) tim 3×3 putri Indonesia untuk menghadapi Asian Games 2018, Agustus-September nanti. “Saya merasa tertantang ikut seleknas, dan harus lebih semangat lagi. Jadi targetnya bisa mengalahkan bigman-bigman yang lain,” cetus anak pasangan M. Zari (Ayah) dan Helmiyah (Ibu). Guna mewujudkan targetnya itu, ajang kompetisi basket putri profesioanl Srikandi Cup Seri Ke-3, yang dihelat di GOR Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, 19-24 Maret 2018, dijadikan sarana latihan untuk persiapan seleknas 3×3. “Di pertandingan Srikandi Cup ini, bisa ketemu sama bigman-bigman dari tim lain. Jadi untuk sarana latihan, sebelum nanti saya mengikuti seleknas,” jelas punggawa Tim Basket Merpati Bali. Masuk timnas membela Merah Putih merupakan suatu kehormatan. Untuk itu, dirinya terus menempa kemampuan dibawah arahan pelatih Merpati Bali, tim profesional tempatnya bernaung saat ini. “Peranan pelatih itu banyak. Mereka pasti prepare apa saja menu latihan untuk saya dan tim. Bagaimana perubahan strategi dalam pertandingan, dimana sifatnya situasional. Lalu, pelatih menekankan challenge yang harus dicapai,” beber Ranie. Pebasket yang hoby travelling itu, mengungkapkan meski nanti dirinya tidak lolos seleknas, dirinya tak akan patah semangat. Karena, bagi perempuan kelahiran Jakarta, 20 tahun silam itu, dipanggil mengikuti seleksi adalah sebuah kebanggaan. “Bila nanti saya tidak terpilih dalam seleknas, ya tetap bersyukur. Sebab, kalau sudah dipanggi untuk ikut seleknas berarti saya pemain pilihan karena bisa mengungguli pemain lain,” tukas Finalis Miss Indonesia 2016. (Adt) Biodata : Nama : Yusranie Noory Assipalma (Ranie) Tempat/Tgl Lahir : Jakarta, 19 Februari 1998 Universitas : Trisakti Jakarta Jurusan : Desain Interior Klub : Merpati Bali Tinggi :174 cm Hoby : Seni, Olahraga dan Travelling Nama Ayah : M. Zari Nama Ibu : Helmiyah Prestasi : 1. Medali Perak PON 2016 (Tim DKI Jakarta) 2. Timnas U-16 FIBA Asia 3. Timnas U-18 FIBA Asia 4. Miss DKI Jakarta 2016 5. Top 15 Miss Indonesia 2016

Villa 2000 Konsisten Lakukan Uji Coba, Hingga Kepastian Bergulirnya Liga 3

Villa 2000 (putih) saat menghadapi Persitangsel Tangerang Selatan pada laga uji coba pada Sabtu (24-3). (Ham-NYSN)

Tangerang Selatan- Guna mematangkan persiapan kompetisi Liga 3, klub asal Pamulang Selatan, Villa 2000, terus melakukan uji coba dengan klub se-level maupun di atasnya. Uji coba Villa 2000 kali ini melawan dua klub sekota, yakni Persitangsel Tangerang Selatan dan POPDA Banten, pada Sabtu (25/3) sore. Memakai onsep trofeo, Villa 2000 melakukan dua pertandingan dengan menurunkan dua tim, yakni Villa 200 Liga 3 dan Villa 2000 Soeratin Cup. Di sesi pertama, Villa 2000 (Liga 3) ditahan imbang oleh POPDA Banten tanpa gol. Di sesi kedua kontra klub yang sama, justru anak asuh Blitz Tarigan kebobolan satu gol. Hal serupa, ternyata juga terjadi saat tim Villa 2000 (Soeratin Cup) tampil. Mereka harus mengakui keunggulan dari Persitangsel 0-1. Blitz lalu mengevaluasi soal mental anak asuhnya. Menurutnya, akibat terlena dengan uji coba pekan lalu yang tampil dominan, para pemain menganggap akan menang telak (lagi) laga akhir pekan ini. “Hari ini Villa 2000 mentalnya payah. Bukan payah karena lemah, justru merasa di atas. Mereka masih anak-anak, karena pekan lalu menang 10-0, mereka pikir hari ini akan terulang. Nyatanya tidak”, ujar mantan pemain Dumai Putra FC tersebut. Klub asal Tangerang Selatan ini juga masih menunggu kepastian soal penyelenggaraan Liga 3 yang hingga kini statusnya masih menunjukkan ketidakpastian. “Kita terus matangkan persiapan untuk semua event, termasuk Liga 3. Cuma, ya belum ada kepastian. Katanya sih bulan April, tapi tak tau diawal, tengah, atau akhir bulan. Ya tunggu sajalah”, tutupnya. (Dre)

Empat Manfaat Sehat Olahraga Berkuda

Berkuda merupakan olahraga yang cukup di minati saat ini. Olahraga yang sudah ada dari jaman Yunani kuno ini membuat orang tertantang untuk menunggang kuda. Perlu diketahui menjinakan kuda bukan hal yang mudah, perlu ke sabaran dan ketenangan agar kuda tersebut dapat merasa nyaman. Olahraga berkuda ini tak hanya dilakukan untuk bersenang saja, namun juga memiliki manfaat untuk kesehatan. Menurut Alison Stout, DO, ahli dari EvergreenHealth Sport & Spine Care, Menunggang kuda dapat menstabilkan otot perut, punggung, dan pelvis. Bukan hanya kekuatan inti saja tapi juga koordinasi dan stabilitas dari otot tersebut. Semakin Anda sering berkuda, semakin banyak tubuh belajar bergerak dengan kuda. Olahraga ini di rekomendasikan situs Healthiest Best agar dapat menjadi pilihan untuk melatih berbagai bagian tubuh dan berikut manfaat berkuda: Melatih Keseimbangan Tubuh Menurut Dr. Stout, berkuda merupakan latihan isometrik, yang pergerakan utamanya mengandalkan otot tertentu untuk bertahan dalam menjaga keseimbangan saat menunggangi kuda . Dengan begitu kekuatan keseimbangan tubuh yang tepat sangat penting dalam menunggangi kuda. Melatih Kelenturan Tubuh Sama dengan otot inti, paha bagian dalam dan otot panggul berperan besar saat pengendara memposisikan dirinya sendiri. Latihan ini membantu melenturkan keseluruhan otot dengan baik. Menurut Dr. Stout, penguatan otot bisa sama efektifnya dengan latihan beban karena lengan dan bahu bekerja. Melatih Bagian Jantung dan pembuluh darah Bergantung dari kecepatan dan ketangkasan yanh dimiliki kuda, menunggang kuda memang sangat membutuhkan lebih banyak usaha, energi, dan kapasitas kerja jantung dan pembuluh darah. Kerja jantung dan pembulu darah di sebut juga Kardiovaskular. Melatih mental Menunggang kuda sangat bermanfaat bagi mental manusia. Tumbuhnya kepercayaan diri yang timbul dari cara kita berpikir “bagaimana membangun kedekatan dan berinteraksi dengan hewan besar ini”. Benar-benar belajar tentang kemampuan diri saat berinteraksi dengan seekor kuda. Stout juga menemukan bahwa menunggangi kuda menjadi pengalaman yang sangat santai dan menenangkan. Menunggang kuda merupaka latihan yang sangat bagus. Manfaat langsung yang di dapatkan ialah merasakan kedekatan dengan kuda dan ketenangan pikiran yang muncul saat menunggang kuda. Itulah empat manfaat olahraga berkuda. Apakah sobat muda NYSN tertarik untuk mulai olahraga berkuda? Patut di coba loh olahraga ini, karena manfaatnya sangat baik untuk kesehatan tubuh. Sumber: Healthiest Best

Diwaranai Dua Kali WO, Udayana Melenggang Atasi Hang Tuah Maju ke Fase Nationals

Udayana Akhirnya Lolos ke fase LIMA Badminton Nationals pada Mei nanti di Surakarta, Jawa Tengah. (LIMA)

Surabaya- Hari terakhir untuk kategori beregu LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Surabaya Subconference 2018 diisi permainan dari Universitas Universitas Udayana (Udayana) dan Universitas Hang Tuah, pada Sabtu (24/3). Pertandingan yang tersaji di lapangan 2 GOR Universitas Airlangga ini kembali didominasi tim asal Bali. Dua kali kalah walk over (WO), Hang Tuah harus kehilangan satu kesempatan untuk memenangi laga ini. Padahal, di partai pertama, Hang Tuah bermain apik. Muhammad Khoirul, tunggal Hang Tuah mampu mengeksekusi partai pertama melawan Muhammad Emil, wakil Udayana. Satu poin didapat Hang Tuah usai menang dua gim dengan skor 21-18 dan 21-13. I Made Bagus Panji Aditya/I Wayan Govinda Gotama dipasangkan di nomor ganda pertama dari Udayana. Pasangan ini menyumbang poin pertama untuk Udayana dengan skor 21-13 dan 21-16. Kedudukan pun imbang, 1-1. Udayana kembali mendapat poin di partai ketiga. Tanpa perlawanan, Dennis Prasetya Wijaya/Kadek Bayu/Romario Jermia, ganda tripel asal Udayana menang WO atas Hang Tuah. Kedudukan menjadi 2-1 untuk Udayana. Partai keempat berlangsung ketat. Tunggal kedua yang diturunkan Hang Tuah, Dedy Yusuf, mampu bermain apik di gim pertama dengan skor 21-13. Namun, di gim kedua, lawannya, Kholid Hidayatullah, membalas. Kholid menang 21-10 di gim kedua. Berlanjut di babak rubber game, Kholid masih tangguh. Ia menutup gim ketiga dengan skor 11-8. Sehingga, kedudukan pun berubah, 3-1 untuk Udayana. Lagi-lagi, tim asal Bali ini diuntungkan secara cuma-cuma atas WO Hang Tuah. Satu poin disumbangkan sang lawan untuk Udayana di partai kelima. Pasangan Dennis Prasetya Wijaya/Putu Jery Fridaniswara menang tanpa perlawanan atas Aldi Vega Prawira/Edlin Kryptosan. Skor 4-1 untuk kemenangan Udayana menutup laga ini. Udayana mengunci peringkat kedua kategori beregu putra di LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Surabaya Subconference 2018. Secara otomatis, Udayana juga berhak melaju ke fase LIMA Badminton Nationals 2018 di Surakarta, Mei mendatang. (Adt)

Kalah dari Timnas Putri U-16, Pemain Klub Pro:Direct Academy Malah Dipanggil Ikut Seleksi

Naomi Nielsen (merah) pemain asal tim Putri Pro Direct Academy, akhirnya dipanggil bergabung Timnas Putri U-16 mengikuti TC dan seleksi. (Ham/NYSN)

Jakarta- Tim Putri Pro:Direct Academy mendapat kesempatan menjadi lawan tanding pada laga uji coba perdana Timnas Putri U-16, di Stadion Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur pada Sabtu (24/3). Meskipun hasil yang diraih klub yang berdiri sejak tahun 8 tahun silam, harus mengalami kekalahan telak 6-0, tetapi sang pelatih menanggapi positif permainan anak asuhnya. “Alhamdulillah, permainan mereka cukup baik hari ini. Kita bermain tanpa tekanan di lapangan. Memang, hari ini kami fokus menunjukkan skill individu permainan”, tukas sang pelatih, Zaya Mardika. Pria berbadan tinggi tersebut juga mengapresiasi permainan dari Srikandi junior, yang baru bergabung kurang dari sepekan. “Kami senang bisa melawan Timnas Putri U-16. Mereka bermain secara tim dan individu dengan baik. Salah satunya mungkin karena mereka lebih intens latihan dibanding dengan kami”, tambahnya. Selama pertandingan uji coba pagi tadi, tampak pelatih Timnas Putri U-16, Rully Nere sangat serius memantau peforma setiap pemain dari Pro:Direct Academy. Hingga akhirnya, salah satu pemain dari Pro:Direct Academy, Naomi Nielson, dianggap layak mengikuti seleksi bersama Carla Bio Pattinasarany dkk mulai Senin (26/3) pagi. “Alhamdulillah, pemain kami, Naomi Nielson, akhirnya diminta bergabung untuk mengikuti seleksi Timnas Putri U-16, pada Senin depan”, tutupnya. Pada seleksi sebelumnya di Timnas Putri senior, ada satu nama pemain Pro:Direct Academy lain yang bergabung, yakni Jasmine Diantoro. Namun, Jasmine harus pulang lantaran masih mengalami cedera plantar. (Dre)

Butuh Pemain Baru, Timnas Putri U-16 Lakukan Seleksi Tambahan Saat Uji Coba Perdana

Timnas Putri U-16 (hijau) menang 6-0 saat melakuan uji coba perdana melawan tim putri Pro Academy Jakarta pada Sabtu (24/3). (Ham/NYSN)

Jakarta- Timnas Putri U-16 mengadakan laga uji coba perdana kontra tim putri Pro:Direct Academy, di Stadion Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur pada sabtu (24/3) pagi. Memasuki hari ke lima, sesi laga Timnas Putri U-16 merupakan skema awal pembentukan tim, sekaligus melihat perkembangan para pemain, sejak latihan yang sudah dijalani mulai Selasa (20/3). Anak asuh Rully Nere ini sukses menekuk lawannya dengan skor akhir 6-0. Striker Timnas Putri U-16, Carla Bio Pattinasarany menyumbangkan tiga gol untuk timnya. Rully sejatinya memanggil sekitar 27 pemain, dan saat ini masih terus menyeleksi untuk memilih siapa yang akan dieliminasi dan yang bertahan. Ternyata, meski belum genap seminggu berlatih, pria kelahiran Sentani ini justru sudah memulangkan delapan pemain, yang dianggap tak maksimal, sejak rabu (21/3). Ia pun juga sudah menambah tiga pemain baru. Hingga Jumat (23/3), dirinya mengaku sudah mengeliminasi tiga pemain. “Melawan Pro:Direct Academy juga sekalian menyeleksi pemain Timnas yang baru, yang sesuai kebutuhan tim. Dan rencananya, mau coba (ambil) satu pemain dari mereka, ” ujar Rully usai laga, pada Sabtu (24/3). Rully juga sudah menyiapkan agenda uji coba bagi Srikandi junior ini selama medio April. Carla dan kawan-kawan akan menjalani empat kali uji coba. Dua kali bermain di Cijantung, dan dua kali bermain tandang keluar. Selain akan mencari lawan tim putra, Rully amat berkeinginan berujicoba dengan tim internasional. “Kita biasakan melawan tim, yang cara bermainnya masih asing. Sebab kami akan melawan Filiphina, Thailand, atau Vietnam. Peforma mereka cukup asing, jadi harus dibiasakan dari sekarang,” ujar pria kelahiran 13 Mei 1957 itu. Lawan terberat  saat ini di mata Rully adalah Thailand. Selain punya kompetisi putri yang rutin, tim gajah Putih Putri juga pernah lolos ke ajang Piala Dunia Wanita pada 2015 silam. “Di level AFF, Thailand masih di atas, lalu disusul Vietnam, Filiphina, dan Indonesia ketiga. Saya katakan demikian, karena di Indonesia tak ada kompetisi sepak bola putri rutin,” tambahnya. Timnas Putri U-16 selanjutnya akan melakukan uji coba berikutnya, yang akan diadakan pada Jumat (30/3), di tempat yang sama, meski calon lawannya masih belum bisa dipastikan. (Ham)

Berusia 14 tahun, Ika Putri Justru Ikut TC Bersama Timnas Putri Senior

Pelatih Timnas Putri U-16, Rully Nere, masih mengusahakan kedatangan Safira Ika Putri Kartini untuk bergabung di TC Timnas Putri U-16. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas Putri U-16 kembali mengadakan agenda latihan rutin di Stadion Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur, pada jumat (23/3) sore. Carla Bio Pattinasarany alias Nanes yang sebelummya mengikuti latihan bersama Timnas Putri Senior di NYTC Sawangan, sejak Selasa (20/3) telah bergabung dengan U-16. “Carla sudah ikut sesi latihan kami sejak awal, dan kami berharap dia cepat beradaptasi dengan proses latihan kami,” ujar Pelatih Timnas U-16, Rully Nere. Sedangkan Safira Ika Putri Kartini, yang dikabarkan kembali ke TC skuat Timnas Putri U-16, hingga Jumat (22/3), masih belum terlihat. Rully mengaku terus mengusahakan agar gelandang serang yang akrab disapa Ika itu, bisa secepatnya bergabung latihan di Timnas Srikandi Junior. “Ika umurnya masih 14 tahun, di dunia sepak bola mana pun tidak ada umur 14 tahun langsung masuk senior, bahkan Lionel Messi saat masih muda nggak langsung bergabung dengan tim senior,” jelas mantan pemain Krama Yudha Tiga Berlian ini. Meski demikian, Rully melihat ada beberapa keuntungan selama Ika ikut berlatih bersama tim senior. Ia menilai beberapa poin akan bermanfaat bagi Ika guna mengenal sepak bola dalam level yang berbeda. Srikandi asal Bangka Belitung kelahiran 21 April 2003 ini akan mendapat banyak pelajaran seputar sepak bola seperti ketahanan fisik, otot, dan mental, yang membuatnya semakin matang. “Saat Ika bermain dengan rekan tim yang lebih tua darinya, ia pasti akan meningkatkan level kemampuan fisiknya, level cara bermainnya, hingga level tekanan psikologinya,” tukas Rully. Toh, ia tetap memberi catatan, bila Ika seharusnya berada dan bermain sesuai dengan kelompok usia dirinya saat ini. (Ham)

Pantau Latihan Timnas U-19, Luis Milla Ingatkan Koordinasi Antar Lini

Pelatih Timnas U-23 Luis Milla tampak mengamati Latihan Timnas U-19 pada Jumat (23/3) pagi di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 akan melawan Timnas Jepang U-19 dalam laga uji coba. Laga ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (25/3). Jelang duel tersebut, gelandang Timnas U-19, Saddil Ramdani mendapatkan instruksi dari pelatih. “Saddil dipanggil tadi karena dia punya pengalaman waktu bermain melawan Singapura U-23. Saat dia pegang bola, ke dalam, bek kanan sudah overlapping sama Gavin (Kwan Adist) atau Putu (Gede) dia sempat kehilangan bola di situ dan kami terkena serangan balik,” kata pelatih Timnas U-19, Bima Sakti. “Jadi pesan dari coach (Luis) Milla, jangan sampai kehilangan momen karena bisa memberikan opsi passing ke Hargianto atau Zulfiandi karena mereka bisa umpan ke pemain lain,” tambah pria, yang juga asisten pelatih Timnas Indonesia U-23 ini. Sebelumnya, Saddil ikut memperkuat Timnas U-23 saat melawan Singapura U-23 di Stadion Nasional, Singapura, Selasa (21/3) malam. Pada laga tersebut, pasukan Garuda Muda menang dengan skor telak 3-0. Intensitas latihan Timnas U-19 di bawah arahan Bima memang cukup tinggi. Bukan hanya dikawal oleh Bima, Milla yang merupakan pelatih Timnas U-23 juga turut membantu dalam pemusatan latihan timnas U-19. Bima sendiri punya alasan kuat sengaja membebani para pemain dengan intensitas latihan yang tinggi. “Memang intenitas tinggi, tapi volume diturunkan agar terbiasa dengan tekanan tinggi dari lawan,” tukas Bima. (Ham)

Besok Lawan UNJ 50 Tahun Ke Atas, Timnas Putri Senior 1 April Siap-siap Ke Palembang

Zahra Muzdalifah dan kawan-kawan dijadwalkan akan segera berangkat menuju Stadion Jakabaring, Palembang, jelang persiapan Piala AFF Wanita pada Mei nanti. (Ham/NYSN)

Depok- Tak terasa sudah 18 hari lamanya Timnas Putri (Seleksi) berlatih di NYTC (National Youth Training Center), Sawangan, Depok, Jawa Barat. Usai latihan pada Jumat (23/3) pagi, Pelatih Timnas putri, Satia Bagja membeberkan fokus latihan anak asuhnya. “Latihan hari ini menekankan pada strikernya biar strong , bola tidak mudah lepas dari pemain dan beberapa sesi permainan passing cepat. Anak-anak banyak peningkatan latihan”, kata Satia pada Kamis (23/3). Rencananya, pada Sabtu (24/3) pagi, Timnas Putri senior akan kembai menggelar Uji coba melawan tim UNJ umum yang diperkuat pemain usia 50 tahun ke atas. Mengenai seleksi srikandi sepak bola Indonesia masih terus berlangsung dan fokus menerapkan skema permainan dari pelatih. “Soal seleksi, ya ini masih berlangsung untuk AFF Women dan Asian Games 2018. Kita selalu fokus latihan, dan proses seleksi sambil berjalan,” terangnya. Timnas Putri dijadwalkan menjalani pemusatan latihan nasional (TC) di Palembang, Sumatra Selatan, yang merupakan lokasi pertandingan resminya. Satia mengatakan latihan di Palembang sangat diperlukan yang salah satunya untuk adaptasi lapangan serta untuk pemantauan pemain hasil dari seleksi yang dilakukan di Sawanga. “Rencananya TC di Palembang nanti 1 April. Selama di sana, kami juga menjadwalkan uji coba baik dengan tim lokal dan manca negara,” tukas pria 57 tahun awal Maret lalu. Sementara, Manajer Timnas Putri Senior, Papat Yunisal meyebut bila kepastian keberangkatan ke Palembang akan ditentukan pada Senin (26/3). “Soal ke Palembang masih dikoordinasikan, mungkin Senin nanti keputusannya,” ujar Papat pada Jumat (23/3). Menurut dia, selama pemusatan latihan baik untuk menghadapi Piala AFF Putri 2018 dan Asian Games 2018, Timnas putri juga dijadwalkan menjalani 27 pertandingan uji coba. Banyaknya uji coba karena di Indonesia tak mempunyai kompetisi khusus putri. Untuk lawan asing, ia berharap bisa berhadapan dengan tim-tim kuat karena persaingan pada dua event yang dihadapi cukup berat. Negara yang menjadi bidikan adalah China dan India. Kedua negara ini dinilai tepat untuk menjadi lawan uji coba. Sesuai jadwal, timnas putri bakal turun di Piala AFF Putri 2018 pada 1-10 Mei. Adapun lawan yang akan dihadapi oleh Zahra Musdalifah dkk adalah Vietnam, Myanmar, dan Filipina. Stadion yang bakal digunakan dalam event itu yakni Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan. Untuk kejuaraan ini, Timnas ditargetkan masuk semifinal. (Dre/Ham)

Gelar Sesi Latihan Malam, Timnas U-19 Dipantau Pelatih Jepang

Timnas U-19 sudah mulai berlatih sejak Kamis (22/3) di lapangan ABC, Senayan, jelang laga melawan Timnas U-19 Jepang, pada Minggu (25/3). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 menggelar pemusatan latihan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (22/3). Latihan ini menjadi preparasi menghadapi Timnas U-19 Jepang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (25/3). Dalam sesi latihan perdana yang mulai digelar pada pukul 18.45 WIB, Tim pelatih Timnas Jepang meminta izin untuk melihat Timnas U-19 berlatih. Saat pertandingan antara Cilegon United melawan Timnas Jepang U-19, para staf dan pelatih Timnas Indonesia juga sempat menonton pola permainan dari Jepang. “Tidak masalah ya, sebagai ajang bertukar informasi, bagaimana kondisi sepak bola di Indonesia sehingga mereka juga mengerti bagaimana progres dari sepak bola Indonesia kedepannya nanti,” ujar Pelatih Timnas U-19, Bima Sakti Tukiman, pada Kamis (22/3). Pada laga uji coba sore tadi, Cilegon United berkesempatan menjajal Timnas Matahari Terbit, meski akhirnya kalah telak 0-5. “Sore tadi terlihat Jepang main, mereka high pressing dan sangat ketat, jadi hari ini kita latihan bagaimana pemain belakang mengalirkan bola ke depan, supaya tak di pressing lawan” kata Bima. Sayang, dalam sesi latihan hari ini, dua pemain justru absen. Mereka adalah gelandang PSM Makassar, Asnawi Mangkualam, dan bek Bhayangkara FC, Nurhidayat. Kedua pemain absen diduga tak dilepas oleh klubnya yang akan berlaga di Liga 1 2018 pada akhir pekan ini. Nurhidayat akan memperkuat Bhayangkara FC melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (23/3). Sedangkan Asnawi mempersiapkan diri bersama PSM Makassar untuk melawan PSIS Semarang di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (25/3). Bima mengatakan ia sudah memanggil kedua pemain itu. Namun, hingga kini mengaku belum mengetahui factor utama absennya pemain itu, terutama Asnawi. “Kami sudah panggil mereka, dan tiket pun sudah dikirim untuk Asnawi. Tergantung dari klubnya apa melepasnya dan juga PSSI selaku federasi,” ucap pria kelahiran Balikpapan. Bima menambahkan ia juga sudah berkomunikasi dengan Asnawi. Namun, Bima Sakti tidak mau membeberkan alasan yang tepat Asnawi tidak datang. “Tentu kami berharap Asnawi datang, tapi ya semua ini kembali ke klubnya lagi ‘kan, karena mereka yang gaji Asnawi,” jelas mantan gelandang pekerja era 2000an ini. Dengan absennya dua pemain itu, otomatis tersisa 22 nama yang akan melawan Timnas U-19 Jepang. “Kalau Asnawi tak datang, kami akan maksimalkan pemain yang sudah ada,” pungkasnya. Uji coba ini menjadi ajang persiapan Timnas U-19 sepanjang 2018. Egy Maulana Vikri dkk bakal menghadapi dua turnamen internasional, yakni Piala AFF U-18 pada Juli, dan Piala Asia U-19 pada Oktober. (Ham)

Menang 5-0 Dari Cilegon United, Pelatih Timnas Jepang U-19 Keluhkan Cuaca Jakarta

Laga ujicoba Timnas U-19 Jepang (biru) kontra Cilegon United pada Kamis (22/3) di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 Jepang menggelar laga uji coba kontra tim Liga 2, Cilegon United di lapangan ABC, Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta pada Kamis (22/3). Hasil positif diperoleh tim Matahari Terbit saat menang 5 gol tanpa balas, sebelum berjumpa Timnas U-19 Indonesia. Timnas Jepang U-19 sendiri tampil menekan sejak awal pertandingan. Perbedaan postur tubuh dan kecepatan yang dimiliki pemain Samurai Biru Muda, tampak sangat mendominasi pertandingan. Yuta Goke dan Mizuki Ando membuka keunggulan Jepang pada babak pertama. Hingga turun minum, skor 2-0 untuk keunggulan Jepang tak berubah. Memasuki paruh kedua laga, Cilegon United mencoba tampil menekan. Namun, sejumlah serangan yang dilakukan melalui bola-bola udara berhasil dimentahkan barisan pertahanan lawan. Jepang menambah tiga gol lagi melalui Ayumu Kawai (2 gol) dan Yuki Kobayashi. Hingga peluit panjang, tak ada gol tambahan. Jepang berhasil meraih kemenangan 5-0 atas Cilegon United. Pelatih Timnas Jepang U-19, Masanaga Kageyama, puas dengan kemenangan yang diraih tim asuhannya. Namun, ia memiliki catatan soal cuaca di Indonesia. “Cuaca di Indonesia, terutama Jakarta dengan di Jepang sangat berbeda dan kita harus cepat beradaptasi”, ujar Kageyama. Sejatinya, pada laga ini Jepang belum mengeluarkan permainan terbaik karena beberapa pemain mendadak sakit. “Pertandingan bagus. Cilegon United diperkuat pemain profesional. Pertandingan bagus selama 90 menit,” tukasnya lagi. “Beberapa pemain mendadak sakit. Mulai demam, diare, yang memaksa mereka saat ini berada di hotel saja. Saya tidak tahu mereka mengapa bisa sakit. Semoga mereka bisa bermain ketika melawan Indonesia,” imbuh Kageyama. Sementara, kemenangan Timnas U-19 Jepang ditanggapi langsung oleh pelatih Cilegon United, Imam Riyadi. “Banyak yang dipelajari dari mereka. Kita bermain dengan level atas, dan kita merasakan tantangannya. Dari segi kualitas mereka bermain sangat bagus, terutama pada skema permainan”, uja Imam. Imam berharap di laga uji coba melawan Timnas U-19 Jepang, anak asuh Bima Sakti bermain baik dan mengimbanginya. “Mudah-mudahan nanti Timnas U-19 bisa mengimbangi permainan cepat mereka, dan harapannya ya bisa menang,” tutupnya. (Dre/Ham)

Novotel Tangerang Berbagi 100 Buku untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Dalam rangkaian HUT Novotel Tangerang ke-4, diadakan kunjungan ke Panti Asuhan Sahabat Yatim Indonesia, di Cipondoh, Tangerang. (Novotel)

Jakarta- Berbagi kebahagiaan dalam momentum hari jadinya yang ke-4, Novotel Tangerang berkunjung ke Panti Asuhan, Sahabat Yatim Indonesia, di Cipondoh, Tangerang, pada Selasa (20/3). Dalam kunjungannya, Novotel mengusung tema besar yaitu, ‘100 Buku untuk Masa Depan yang Lebih Baik’, karena kunjungan ini bertepatan dengan Hari Dongeng Internasional atau Hari Bercerita Sedunia. Pada kunjungan ini, hotel yang terletak di pusat Kota Tangerang itu mempersiapkan kejutan spesial untuk anak-anak yang berada di panti asuhan tersebut. “Pada momen yang spesial ini, kami (Novotel Tangerang) ingin berbagi kebahagiaan pada anak-anak yang kami cintai. Ada pepatah mengatakan, bercerita atau dongeng adalah cara terbaik untuk menyalurkan ilmu atau mengajar anak-anak, Dan dihari yang bertepatan dengan Hari Dongeng Internasional ini, kami ingin memberikan motivasi dan menumbuhkan minat baca anak-anak lewat cerita-cerita ini,” ujar General Manager Novotel Tangerang, Windiarto. Sebanyak 100 buku dongeng dipersiapkan oleh Novotel Tangerang untuk Sahabat Yatim, lengkap dengan rak penyimpanan bukunya. Pada moment ini, maskot Novotel Tangerang, Rhino, juga turut hadir untuk menyapa dan berbagi cerita kepada anak-anak. “Novotel berkomitmen turut mencerdaskan anak-anak demi masa depan yang lebih baik. Ini salah satu cara untuk menanamkan budaya membaca sejak dini. Pada usia ini, anak-anak harus dibekali dengan bacaan yang sesuai dengan usianya, seperti nilai dan pengetahuan yang dikemas dalam bentuk cerita yang menarik,” tambahnya. Novotel Tangerang berharap dengan kunjungannya ini, selain dapat mengenal dan menghibur juga dapat menambah motivasi anak-anak di panti asuhan untuk tetap belajar dan terus mengejar mimpinya. Fasilitas rak buku dan buku bacaan yang diberikan diharapkan dapat menambah wawasan bagi anak-anak yang berada di panti asuhan tersebut. (Art)

Usai Piala Dunia Rusia 2018, Nobar Liga Champions dan Piala Eropa 2020 Pun Wajib Berlisensi

Pongky Rivawanto, Deputi Presiden Direktur Pesta Bola Indonesia (kiri) saat melakukan sesi jumpa wartawan. (Art/NYSN)

Jakarta- Jelang Piala Dunia di Rusia 2018, Pesta Bola Indonesia diluncurkan. Wadah dan program public exhibition berlisensi ini diluncurkan dengan tujuan setiap masyarakat di Indonesia bisa menyaksikan Piala Dunia 2018 bersama. Pesta Bola Indonesia merupakan program sekaligus website bagi seluruh venue publik di Indonesia, yang ingin menyiarkan Piala Dunia 2018 secara resmi melalui izin sublisensi dari PT Futbal Momentum Asia selaku pemegang lisensi resmi di Indonesia. “Kami ingin mengedukasi bahwa penyiaran pertandingan di tempat publik yang tak memiliki izin, artinya melanggar hak siar dari FIFA. Dan yang mendaftar ke kami akan diberikan satu sertifikat berlisensi, di luar itu ilegal,” ujar Pongky Rivawanto, Deputi Presiden Direktur Pesta Bola Indonesia, Rabu (21/3). Acara nonton bareng memang tak lepas dari peluang meraup keuntungan dari turnamen dunia empat tahunan itu. Dari pengalaman beberapa tempat komersial yang menggelar nonton bareng, antusiasme pengunjung tidak main-main. Bahkan animo makin meningkat ketika turnamen melewati babak penyisihan grup hingga final. Perusahaan atau perorangan yang mendaftarkan diri melalui online, bisa mengakses ke pestabola.co.id lalu mengisi formulir dan melakukan transaksi secara online. Harga yang dibanderol pun terjangkau untuk satu bulan selama Piala Dunia 2018. Ia menyebut ada empat kategori perusahaan untuk mendaftar layanan Pesta Bola Indonesia. Yang pertama, perusahaan makanan minuman area dalam hotel atau stand alone, cafe bar, lounge dan spa, kedua area tempat di bawah 5.000 orang, ketiga area tempat diatas 5.000 orang, dan keempat hotel dan apartemen yang ingin nonton piala dunia. “Intinya, kami ingin mengedukasi dan melakukan sosialisasi, bahwa ajang nonton bareng itu sudah menjadi industri. Dengan patuh regulasi, tak hanya kenyamanan yang didapat, tapi juga atmosfir Piala Dunia juga benar-benar dirasakan oleh penonton,” tegas Pongky. PestaBola pun ternyata juga sudah melakukan proyeksi berkelanjutan. Setidaknya, mulai 2018/2019 hingga tiga musim kedepan, public exhibition berlisesni untuk event Liga Champions, dan Piala Eropa 2020, di Indonesia, sudah mereka kantungi. “Alhamdulilah, kami baru saja resmi menjadi pemegang lisensi program public exhibition hak komersial untuk Liga Champions tiga tahun kedepan dan Piala Eropa 2020. Bukti bahwa FIFA dan UEFA memahami jika market di Indonesia memang luar biasa,” jelas pria kelahiran Jakarta, 14 Maret 1976 ini. Total pertandingan yang digelar Piala Dunia 2018 sejumlah 64 pertandingan di 12 stadion yang tersebar di 11 kota di Rusia. Piala Dunia 2018 akan tayang atau kick off dari pukul 17.00 hingga 02.00. Dan 58% pertandingan memiliki jam kick off sebelum pukul 23.00. Piala Dunia 2018 Rusia akan dibuka dengan pertandingan Rusia melawan Arab Saudi tanggal 14 Juni 2018 mendatatang sebagai kick-off pertama dan ditutup dengan pertandingan final yang akan dilaksanakan di Stadion Luzhniki, Moscow, Rusia, 15 Juli 2018. (Art)

Tak Bersinar Jadi Pemain, Blitz Tarigan Mantap Berkarir Melatih Akademi

Blitz Tarigan kini mendedikasikan hidupnya menjadi pelatih akademi SSB Villa 2000. (Ham/NYSN)

Pamulang- Blitz Tarigan sudah menekuni profesi sekaligus hobinya bermain sepak bola, sejak masih usia remaja hingga menjadi Karyawan Swasta. Berawal dari klub Dumai Putra (Riau) dirinya mencoba untuk melatih, karena mendapat dukungan dari warga di lingkungan kerja dan tempat tinggal. Hingga akhirnya menjalani mengikuti sekolah khusus menjadi pelatih dan mendapatkan Lisensi di tahun 1999 membuatnya semakin serius menjadi pelatih. “Dulu sering diminta melatih anak-anak sekitar komplek sama warga. Selain itu, melatih temen-temen karyawan di kantor, akhirnya ikut kursus dan resmi jadi pelatih dan mulai serius, begitu pensiun kerja dan main bola, saya berkarir jadi pelatih,” ungkapnya. Sebelum melatih, pria asli Medan ini sempat menjajal ikut seleksi bergabung PSMS Medan Junior. Sayang, impiannya kandas. Beberapa kali kembali ia mencoba, hanya kegagalan yang ia terima karena gagal lolos seleksi, sehingga membuat karirnya ‘terjun bebas’ bermain di klub Divisi 1 saat itu, yakni PS Teras di Dumai, Riau. Blitz sejatinya adalah seorang penjaga gawang, namun awal bermain ia memilih posisi bek kiri. Sayang, pada 1998 ia mengalami cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) dan membuatnya absen beberapa laga saat bermain di Turnamen Dumai. “Suka dukanya, karir saya sebagai pemain nggak sampai level atas mainnya. Paling tinggi ya cuma Divisi 1, kalau sekarang setara liga 2,” tukas pelatih yang membawa Villa 2000 U-21 sebagai jawara Liga 3 ini. Saat berkarir di Dumai, Riau, Walikota saat itu serius dengan sepakbola, dan mengontrak pelatih dari luar Riau, agar berprestasi. “Saat itu yang dipanggil adalah Iwan Setiawan (Borneo FC). Saat itu bang Iwan adalah Direktur Teknik klub Villa 2000. Bang Iwan ini alumni Diklat Medan, senior saya,” jelasnya. Beberapa kali mendampingi Iwan di Riau, Blitz justru mendapat tawaran melatih di Villa 200. “Saya malah ditawari bergabung ke Villa 2000, untuk terlibat bersama tim,” bilangnya soal awal karirnya bergabung di Villa 2000. Fokus melatih membuatnya mantap untuk mencari standar lisensi kepelatihan, agar menunjuang kinerjanya. Berbagai level kursus kepelatihan diikutinya. Hingga saat ini, Blitz memiliki lisensi sebagai Pelatih B AFC, dengan segudang pengalaman. “Sebaiknya, pemain jangan hanya fokus pada bermain sepak bola. Jika ada kesempatan, segera ikuti kursus untuk menjadi pelatih saat pensiun nanti. Selain bekal, lisensi pelatih juga menambah wawasan dalam ilmu sepakbola, “ tutupnya. (Ham) Biodata Nama : Blitz Tarigan Tempat/Tgl. Lahir : Medan, 5 Oktober 1969 Klub : Villa 2000 Posisi : Pelatih Tim U-21 & U-18 (Liga 3 dan Suratin Cup) Pengalaman Bermain 1985 : PSMS Medan Jr 1986 : Diklat Medan 1987 : PSSI Pelajar Asia Selection 1988 : PS Teras, PS MINAS (Riau) – Divisi I PSSI 1993 : Persemai Dumai (Riau) – Divisi I PSSI 1994-1999 : Dumai Putra (Riau) – Divisi I PSSI Pendidikan Kepelatihan 2001 : Youth Assistance Degree PSSI 2003 : APSI Refreshment Course – Mr Fujita (Japan) 2004 : C License PSSI 2005 : Certificate of Attendance – AFC Youth Workshop AFC Festival Pnom Penh, Cambodia 2008 : Certificate of Coaching – AS ROMA Just for Kick Ramon Turrone (Italy) 2008 : B License PSSI 2009 : Carlos Biliardo Coaching Clinic 2010 : PSSI “A” License Coaching Award 2010 : Certificate of Coaching – Cursos de Porteros Fundacion Marcet – Barcelona, Spain 2014 : C AFC Coaching Licensed 2017 : B AFC Coaching Licensed Pengalaman Kepelatihan 1998-2002 : PS Dumai Putra (Riau) 2003 : Dumai Putra (Riau) 2003-2004 : GK Coach Persemai Dumai (Riau) 2005 : GK Coach Timnas U-13 AFC Festival, Kamboja 2005 : GK Coach Timnas U-17 Piala AFF U17 – Thailand 2006 : GK Coach Timnas U-17 Pra Piala Asia U17 – Laos 2006-2008 : GK Coach Persiko Kotabaru (Kalsel) 2008 : Assistant Coach PSS Sleman 2008 : Head Coach PSAD Indonesia 2008 : Assistant Coach PON DKI PON Kaltim 2008 2008 : PS TNI AD 2009 : Persas Sabang (Aceh) 2009 : Director of Football Coaching Bakrie School of Management 2009-2010 : GK Coach Persisam Samarinda ISL 2010-2011 : Head Coach PON DKI Jakarta 2012 : Assistant Coach/Head Coach Deltras Sidoarjo : 2013-2015 : Assistant Coach Persija Jakarta 2015 : Assistant Coach Pelita Bandung Raya (PBR) Piala Presiden 2016 : Koordinator Villa 2000 Football Academy Prestasi Kepelatihan 2004 : Persemai Dumai Promosi ke Divisi I 2005 : Best Team Award AFC U-13 Festival (National Team), Kamboja 2006 : Persiko Kotabaru (Kalsel) Juara Divisi III Nasional 2007 : Persiko Kotabaru (Kalsel) Promosi ke Divisi II Nasional 2008 : Persiko Kotabaru (Kalsel) Promosi ke Divisi I Nasional 2008 : Tim PON DKI 4 besar PON Kaltim 2008 2009 : Persisam Samarinda Juara Andi Mattalata Cup 2017 : Head Coach Villa 2000 U-21 Liga 3 (Champion)