Ratusan Atlet Junior Ikuti Kejurnas Sepak Takraw Antar PPLP 2018, Kemenpora : Masa Depan Atlet Tidak Suram !

Raden Isnanta, Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora saat menghadiri pembukaan Kejurnas Sepak Takraw 2018 Antar PPLP, di Hall Futsal Rafhelly Bypass Balai Baru Kuranji, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), yang akan berlansung pada 5-10 November 2018. (Istimewa)

Padang- Sebanyak 236 atlet junior, dari 12 PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar), dan 3 Sentra Keolahragaan di seluruh Indonesia mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepak Takraw 2018, di Hall Futsal Rafhelly Bypass Balai Baru Kuranji, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), pada 5-10 November 2018. Dari 15 tim yang bersaing menjadi yang terbaik di event itu, terdapat peserta PPLP maupun SKO (Sekolah Khusus Olahraga) dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Kehadiran mereka mendapatkan apresiasi yang tinggi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Sebab, beberapa waktu lalu, sebagian wilayah Sulawesi Tengah, porak poranda akiba Gempa Bumi berkekuatan 7,7 skala richter (SR), dan Tsunami. “Untuk menghilangkan rasa stres dan duka karena keluarganya terkena bencana Gempa Bumi dan Tsunami,” ujar Raden Isnanta, Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora, pada Rabu (7/11). Isnanta pun berharap, aktivitas olahraga bisa membantu dalam pemulihan traumatik akibat bencana. Dijelaskan Isnanta, menjadi juara di ajang Kejurnas bukanlah menjadi tujuan utama. Sebab, menurutnya, arena tertinggi adalah POPNAS (Pekan Olahraga Pelajar Nasional). “Atlet-atlet sekalian jangan khawatir masa depannya suram kalau menekuni atlet sepak takraw. Dengan prestasi yang diraih akan mendatangkan rezeki yang berlimpah, salah satunya peraih medali emas pada Asian Games 2018, mereka mendapatkan bonus uang Rp 1,5 miliar, dan diangkat menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil),” lanjutnya. Ia berharap seluruh atlet disiplin mengikuti Kejurnas. Seperti jam berapa pemanasan, latihan, dan tertib pertandingan. “Saat bertanding, jadwalnya jangan dipadatkan, sehingga anak-anak harus bertanding hingga larut malam. Hal ini tentu tidak baik, dan berdampak terhadap kesehatan atlet,” tambah Isnanta. Sementara itu, Devi Kurnia, Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi (Setdaprov), mewakili Gubernur Sumbar, menyebut sepak takraw patut bangga dengan prestasi di Asian Games 2018, Jakarta-Palembang, pada Agustus-September lalu. “Sejak Asian Games 1990, baru di Asian Games 2018, sepak takraw merebut medali emas,” ungkapnya. Sedangkan Adib Alfikri, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumbar, mengaku  event ini memiliki tujuan untuk mengukur kemampuan serta kematangan bertanding, sekaligus ajang silaturahmi antar PPLP se-Indonesia. “Event ini diikuti 236 atlet junior, dari 12 PPLP dan 3 sentra keolahragaan di seluruh Indonesia,” tukas Adib. (Adt)

Ranking Satu Dunia Ramaikan Persaingan, Indonesian Masters 2018 Ajang Timba Pengalaman Pegolf Amatir Indonesia

Turnamen golf Indonesia Masters 2018, di Royale Jakarta Golf Club, Jakarta Timur, 13-16 Desember mendatang, bakal semarak dengan kehadiran pegolf nomor satu dunia Justin Rose (Inggris), dan Henrik Stenson (Swedia). (Adt/NYSN)

Jakarta- Pegolf nomor satu dunia Justin Rose (Inggris) dan Henrik Stenson (Swedia) memastikan kehadirannya di turnamen golf Indonesian Masters 2018, di Royale Jakarta Golf Club, Jakarta Timur, pada 13-16 Desember. Mereka akan terlibat persaingan sengit dengan pegolf negara lain, seperti India, Korea, Thailand, dan tuan rumah Indonesia, guna memperebutkan total hadiah 750.000 dollar Amerika Serikat (AS). Justin Rose merupakan pegolf nomor satu dunia, sekaligus juara bertahan di Indonesian Masters. Ia merupakan pemegang medali emas Olimpiade Musim Panas 2016, Rio de Janeiro, Brasil. Sedangkan Henrik Stenson adalah pegolf pertama Swedia yang menjuarai turnamen Major, saat sukses meraih kemenangan pada Open Championship 2016, di Royal Troon. Dan, pada 2013, Stenson meraih FedEx Cup di U.S PGA Tour dan Race to Dubai di European Tour, serta menjadi pegolf pertama yang mengawinkan dua trofi dan melakukannya di tahun yang sama. Ia juga pemegang medali perak Olimpiade Musim Panas 2016, Rio de Janeiro, Brasil. “Tahun ini, Indonesian Masters sangat spesial, dan beruntung kami bisa menghadirkan Justin Rose. Kebetulan minggu ini dia jadi pegolf nomor satu di dunia. Jadi suatu kebanggan buat kami, dia mau datang,” ujar Jimmy Masrin, Founder Indonesian Masters dan Chairman of Asian Tour, di Jakarta, pada Rabu (7/11). Menurutnya, untuk pertama kali Indonesian Masters selama penyelenggaraan kedelapan kalinya ini menghadirkan pemain nomor satu dunia, sehingga membuat kompetisi menjadi sangat sulit bagi pegolf Indonesia dan pegolf negara lain. “Di Indonesian Masters ini Indonesia mendapat alokasi 24 nama pegolf, yakni 20 pegolf profesional dan 4 pegolf amatir. Kalau dilihat kualitas pegolf Indonesia makin meningkat dari setiap pelaksanaan turnamen ini,” lanjutnya. “Bagi pegolf amatir Indonesia, turnamen ini juga menjadi tantangan tersendiri, sekaligus untuk menimba pengalaman dari pegolf-pegolf terbaik di dunia. Karena selama ini mereka juga sudah memiliki kesempatan bermain di skala lokal, regional, hingga internasional,” tambah Jimmy. Indonesian Masters akan diikuti 144 pegolf dari seluruh dunia. Dan juara klasemen Habitat for Humanity (Order of Merit Asian Tour) dinobatkan pada Indonesian Masters, serta juara turnamen tahun ini akan mendapatkan kesempatan bertanding di WGC-FedEx St. Jude Invitational pada Juli tahun depan. Sementara itu, Tambok P. Setyawati, Direktur Retail Banking Bank Negara Indonesia (BNI), mengaku bangga Bank BNI bisa mensponsori turnamen ini. “Turnamen ini merupakan salah satu kompetisi olahraga internasional utama di negara ini, dan event yang sempurna bagi kami untuk ikut terlibat,” tukas Setyawati. (Adt)

Hari Kedua Mainbasket Bareng DBL Indonesia di Gandaria City Mall, Hadirkan Basketball Clinic

Keseruan acara Mainbasket Bareng DBL Indonesia di Area Piazza, Gandaria City Mall, Jaksel, berlanjut pada Rabu (6/11). Tak hanya kompetisi basket 3x3, event ini juga menghadirkan Basketball Clinic yang diikuti oleh 50 anak-anak, yang dimentori langsung oleh head coach DBL Academy, Dimaz Muharri. (DBL)

Jakarta- Keseruan acara Mainbasket Bareng DBL Indonesia di Area Piazza, Gandaria City Mall, Jaksel, berlanjut pada Rabu (6/11). Tak hanya kompetisi basket 3×3, event seru yang digelar sebagai ‘pemanasan’ jelang Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 ini, juga menghadirkan Basketball Clinic. Dengan penuh semangat dan fun, sebanyak 50 anak-anak mengikuti klinik basket yang dimentori langsung oleh head coach DBL Academy, Dimaz Muharri, didampingi Muhammad Alfian Yassir dan Shabrina Putri Rizki. Lalu coach tamu pada basketball clinic ini adalah Faizatus Soimah, alumnus DBL Indonesia All-Star tahun 2017 dari Malang, serta salah satu pemain timnas U-18, yang juga menjadi anggota termuda Timnas putri Asian Games 2018, Adelaide Callista Wongsohardjo. Pada sesi awal, para peserta diajarkan bagaimana melakukan pemanasan yang baik. Pelatihan dibagi menjadi dua kelompok. Pertama untuk usia 7-9 tahun dan usia 10-15 tahun. Metode fun menjadi daya tarik utama DBL Academy dalam melakukan pengajaran pada para peserta. “Pelatihan basket yang tepat pada umur-umur dini seperti ini sebenarnya penting dalam perkembangan pemain basket. Nantinya mereka akan terbiasa saat dewasa. Tentu kita juga mengemasnya dengan gembira ya,” ucap Dimaz, yang pernah berpredikat point guard terbaik di ajang kompetisi IBL, dan kini fokus melatih DBL Academy. Selain pemanasan, anak-anak juga diajarkan bagaimana melakukan dribbling yang benar. Para peserta pun diarahkan menggiring serta mengontrol bola agar tak mudah diambil lawan. Dari beberapa peserta, ada pula Shailendra Naryama, putra dari artis cantik Ibu Kota, Dian Sastrowardoyo. Basketball Clinic by DBL Academy hari pertama ini, ditutup dengan prosesi pemilihan best participants. Kay, yang berasal dari kelompok usia 7-9 tahun, terpilih sebagai best participants. Keseruan Basketball Clinic ini akan berlanjut pada Kamis (7/11), di Area Mall, Gandaria City Mall, Jaksel. Sementara itu, memasuki hari kedua, persaingan Mainbasket 3×3 Competition makin panas. Jika di hari pertama debutan menampilkan performa gemilang, kini tim dengan nama besar menunjukkan tajinya. Keperkasaan SMAN 61 Jakarta di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region juga diperlihatkan pada Mainbasket 3X3 Competition. Tim SMAN 61 yang ambil bagian pada kompetisi 3X3 ini, memang tak diisi dengan pemain yang tampil di East Region. Namun, Nasa (julukan SMAN 61) kembali mengulangi kesuksesan. SMAN 61 (B) berhasil mengalahkan SMAN 71 (D) dengan skor 6-1. Nasa (julukan SMAN 61) meninggalkan jauh perolehan poin Sapta Eka (julukan SMAN 71). Sang kapten Nasa, Muhammad Dhafin Ganesha mengaku optimis dapat mencapai babak 8 besar dan tampil di GOR Soemantri Brodjonegoro. “Kesuksesan tim di East Region menular pada kami. Syukur kami bisa menang atas rival kami Sapta Eka. Dan optimis bisa berlaga di 8 besar nanti,” ucap siswa kelahiran 2002 itu. (Adt)

Belum Temukan Lawan Sepadan di Penyisihan World Junior Championship 2018, Indonesia Gasak Makau 5-0

Duet Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti melengkapi kemenangan Indonesia atas Makau 5-0, pada pertandingan kedua penyisihan grup H World Junior Championship 2018, pada Senin (5/11). (Dok. Humas PBSI)

Toronto- Garuda muda menorehkan hasil positif pada kejuaraan bulutangkis BWF World Junior Championship 2018, di Markham Pan Am Center, Ontario, Toronto, Kanada, pada Senin (5/11). Pada laga penyisihan grup H, skuat Pelatnas PBSI Cipayung Jakarta itu berhasil menekuk Makau dengan skor telak 5-0. Ini menjadi kemenangan kedua anak didik Susy Susanti itu. Sebelumnya, di hari yang sama, mereka membungkam Austria dengan skor telak 5-0. Menghadapi Makau, pebulutakis junior Indonesia menyelesaikan pertandingan dalam dua gim langsung. Bahkan, tiga pertandingan diakhiri dalam tempo 20 menit. Di partai pertama, duet campuran Ghifari Anandaffa Prihardika/Lisa Ayu Kusumawati berhasil membungkam perlawanan Leok Iok Chong/Wong Cheng Wa, straight game, dengan skor 21-8, 21-9, dalam waktu 24 menit. Indonesia memimpin 1-0. Tunggal putra Christian Adinata yang turun di partai kedua mampu menuntaskan tugasnya dengan baik. Ia menambah keunggulan Indonesia menjadi 2-0. Christian butuh waktu 35 menit menutup pertandingan atas Lee Rui Huan, straight game, dengan skor 21-9, 21-14. Begitu juga dengan Ghifari Anandaffa Prihardika yang kembali bermain di sektor ganda putra bersama Pramudya Kusumawardana Riyanto. Mereka tak menemukan kendala saat mengunci kemenangan dipartai ketiga atas Pui Ngai Che/Lam Hou Him, dengan skor 21-6, 21-12. Kedudukan 3-0 untuk Indonesia. Stephanie Widjaya sukses memperlebar jarak Indonesia dengan Makau menjadi 4-0 usai mengandaskan Chio Weng U, straight game, dengan skor 21-2, 21-8. Pertandingan partai keempat itu berakhir dalam waktu 20 menit. Dobel Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil menutup laga kelima dengan sempurna. Bermain selama 20 menit, Agatha/Fadia menghempaskan Cheong I Teng/Wong Cheng Wa, straight game, dengan skor 21-5, 21-4. Pertandingan berakhir 5-0 untuk keunggulan Merah Putih. Fadia mengungkapkan ia dan kolega belum menemukan kesulitan. Bahkan, menurutnya, bisa cepat beradaptasi dengan lapangan. “Lawan belum sulit. Alhamdulillah kami bisa sumbang poin buat Indonesia,” ujar Fadia usai laga. Dan tren positif ini, diharapkan Fadia dan Agatha bisa berlanjut hingga ke partai pamungkas. Lebih jauh dari itu, tekad mereka adalah berjuang keras di nomor beregu World Junior Championship 2018 ini. “Target awal semifinal dulu, satu-satu. Tapi harapannya pasti juara. Apalagi, ini tahun terakhir saya junior. Harapannya bisa bawa nama Indonesia ke podium juara,” tukas Agatha. Pertandingan selanjutnya, Indonesia akan menghadapi Meksiko pada Selasa (6/11) pukul 12.00 waktu Kanada. Dan di pertandingan terakhir penyisihan grup H, Siti Fadia Silva Ramadhanti dan kawan-kawan akan meladeni perlawanan Inggris, pada Rabu (7/11). (Adt)

Indonesia Raih Dua Emas Asian Youth Championship 2018, Atlet 18 Tahun Kiromal Katibin Kampiun Speed Youth A Putra

Pemanjat tebing asal Jawa Tengah berusia 18 tahun Kiromal Katibin (tengah), akhirnya berhasil meraih medali emas nomor Speed Youth A Putra, di ajang Asia Junior Championship 2018, di Chongqing, China, pada Minggu (5/11). (FPTI)

Chongqing- Skuat muda Indonesia sukses meraih dua medali emas pada ajang Asian Youth Championship 2018, di Chongqing, China, pada Minggu (5/11). Sebanyak 14 dari 16 atlet muda panjat tebing Merah Putih itu turun di nomor Speed. Dari jumlah itu, 10 atlet lolos di babak kualifikasi. Namun, mereka mulai berguguran di semifinal. Disebabkan hal teknis, diantaranya false start, fall, hingga terpeleset. Di youth B putri, srikandi muda Indonesia, Amanda Narda Mutia, tampil gemilang. Sejak babak kualifikasi, ia menempati peringkat satu dan konsisten dengan waktu pemanjatannya. Di final, Amanda menjadi yang tercepat, sekaligus mengamankan medali emas usai mencetak catatan waktu 9,44 detik, menekuk Jing Yu asal China, yang hanya menghasilkan waktu 10,99 detik. Dan, wakil Korea Jimin, harus puas mendapatkan medali perunggu. Sedangkan di youth A putra, pemanjat asal Bali, I Putu Iwan Putra, sempat menduduki peringkat kedua babak kualifikasi. Sayang, ia terpeleset di perempat final dengan torehan waktu 8,32 detik. Hasil negatif juga dialami Jasmico Pamumade dan Michael Owen Parhorasan Siburian. Mereka mengalami false start di perdelapan final. Sementara itu, di youth A putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi, berhasil masuk ke babak 4 besar. Namun, ia sempat terpeleset saat perebutan perunggu dengan catatan waktu 12,68 detik. Dan, lawannya asal China, Yi Ling, menorehkan catatan waktu 8,34 detik. Serupa di kategori junior putri. Tim Indonesia yang diwakili Berthdigna Devi, sukses menembus 4 besar. Namun, dara yang disapa Bertha ini mengalami gangguan kesehatan sehingga dilarang melanjutkan pemanjatan oleh tim dokter. Bertha gugur, sehingga medali perunggu otomatis diraih pemanjat asal China, Pei Yang. Di laga terakhir Asian Youth Championship 2018, pada Minggu (5/11), Indonesia bisa menambah pundi medali emas dari Kiromal Katibin, skuat atlet Asian Games XVIII/2018. Pemanjat kelahiran Batang, Jawa Tengah, 21 Agustus 2000 itu, mengunci catatan waktu 6,05 detik. Ia menyingkirkan Milad Shenazandifar Alipour asal Iran, dengan catatan waktu 6,42 detik. Kuntono Halim, Manajer Tim Indonesia, mengaku secara umum tahun ini Indonesia mampu bersaing. Hal itu, menurutnya, dibuktikan dengan catatan waktu para atlet Indonesia yang masih berada di peringkat atas. Kendati demikian, ia menyebut jika di nomor speed banyak negara lain yang harus diwaspadai. Sebab, tambah Kuntono, perlahan negara-negara yang sebelumnya tidak unggul di speed seperti Korea dan Jepang, kini sudah bisa meraih medali. “Kita patut waspada, karena di tahun mendatang negara lain mulai sudah sangat bersiap diri dengan sentralisasi pelatihan. Sedangkan Indonesia belum melakukan itu,” ujar Kuntono. Dijelaskannya, bahwa apapun bisa terjadi di speed. Karena negara yang sebelumnya tak diunggulkan, tiba-tiba bisa merangsek ke peringkat atas. “Seperti Indonesia. Dua tahun lalu, kami masih jauh di atas. Sekarang semua negara sangat antusias di speed dan mereka bisa bersaing. Kami tidak boleh terlena,” tukas Kuntono. (Adt)

Antusias Sambut Championship Jakarta Series 2018, DBL Gelar Drawing dan Charity di Mall

Bintang basket profesional, Andakara Prastawa (Pelita Jaya) dan Daniel Wenas (kanan/Siliwangi Bogor), hadir dalam acara drawing, untuk menentukan posisi para peserta pada babak Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018, pada Senin (5/11) di Mall Gandaria City. (DBL)

Jakarta- Setelah melalui perjalanan panjang, hari yang dinanti perwakilan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 tiap region tiba. Pada Senin (5/11), bertempat di Mall Gandaria City, sebanyak 16 tim finalis hadir dalam acara drawing, guna menentukan posisi para peserta, di babak Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018. Babak Championship Jakarta Series 2018 akan berlangsung di GOR Soemantri, 10-17 November. Dalam prosesi drawing seluruh pemain dan ofisial diperkenalkan pada publik di Piazza Mall Gandaria City. Tak ketinggalan, orang tua dan keluarga seluruh pemai, turut dihadirkan pula, dalam acara yang bertajuk Mainbasket Bareng DBL Indonesia. Selain drawing, digelar Mainbasket 3×3 Competition, Basketball Clinic by DBL Academy, Talkshow with Darbotz, dan penampilan 12 besar UBS Gold Dance Competition. Pada hari pertama ini, Mainbasket Bareng DBL Indonesia dibuka dengan serunya Mainbasket 3×3 Competition. Tak hanya peserta, pengunjung Mall Gandaria City dibuat terpukau dengan laga 3×3 antar SMA ini. Usai panasnya Mainbasket 3×3 Competition, keseruan dilanjutkan dengan Talkshow inspiratif with Darbotz. Pada sesi talkshow, hadir pula Masany Audri selaku Direktur DBL Indonesia. Selain itu ada dua DBL All-Star tahun 2014 asal Makassar Erick Gossal dan DBL All Star 2017 asal Malang, Faizzatus Shoimah. Mereka berbagi pengalaman tentang bagaimana bisa meraih kesuksesan dari nol. Tak tertinggal sesi charity untuk Palu, juga terselenggara usai talk show inspiratif with Darbotz. DBL Indonesia berkolaborasi dengan Darbotz membuat t-shirt spesial dengan desain pilihan hasil vote instagram DBL Indonesia. Hasil penjualan t-shirt disumbangkan untuk saudaraDonggala.Palu dan Donggala. Bintang basket profesional, Andakara Prastawa (Pelita Jaya) dan Daniel Wenas (Siliwangi Bogor), turut mendukung program charity ini. Keduanya hadir dan menjadi orang pertama yang menggunakan t-shirt tersebut. ”Kolaborasi yang keren antara DBL Indonesia dan Darbotz. Senang rasanya bisa ikut support,” ujar Prastawa. ”Ini sedikit bentuk kepedulian kami terhadap saudara-saudara yang terkena musibah di Palu dan Donggala. Desain t-shirt keren dan unik,” timpal Daniel. Keseruan Mainbasket Bareng DBL Indonesia masih terus berlanjut hingga Rabu (7/11). Masih akan ada ketatnya pertandingan Mainbasket 3×3 Competition, Basketball Clinic by DBL Academy, dan juga penampilan terbaik dari 12 besar UBS Gold Dance Competition. (Adt) Hasil Drawing Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 Putra Grup A SMA Al-Izhar SMA Permai SMAN 21 Jakarta SMA Bukit Sion Grup B SMAN 3 Jakarta SMAK 5 Penabur SMAN 61 Jakarta SMAN 2 Jakarta Putri Grup A SMAN 28 Jakarta SMAN 36 Jakarta SMAN 16 Jakarta SMAN 30 Jakarta Grup B SMAN 3 Jakarta SMAN 71 Jakarta SMK Yadika 2 SMAN 18 Jakarta

Februari 2019, Eduversal dan Sekolah Kharisma Bangsa Gelar Festival Sains dan Budaya Terbesar di Indonesia

Eduversal (Education Service Provider) akan menyelenggarakan ajang Festival Sains dan Budaya (FSB) 2019. Event ini diselenggarakan di Sekolah Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, pada 22-24 Februari 2019. (istimewa)

Pamulang- Mengusung tema ‘Sumbangsih untuk Negeri’, Eduversal (Education Service Provider) akan menyelenggarakan ajang Festival Sains dan Budaya (FSB) 2019. Event ini diselenggarakan di Sekolah Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, pada 22-24 Februari. FSB merupakan penggabungan program besar dari Indonesia Science Project Olympiad (ISPO) serta Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI). ISPO adalah event olimpiade proyek penelitian dalam bidang sains, teknologi, lingkungan, dan komputer. Event ini diperuntukkan bagi generasi muda Indonesia di jenjang SMPN/MTs, SMA/MA, dan SMK se-Indonesia. Sedangkan OSEBI, yakni event tahunan yang menjadi media untuk menggali bakat, kemampuan, dan kecerdasan siswa, memperkaya sumbangsih bagi khasanah budaya bangsa dalam bidang seni dan bahasa Indonesia. Event ini diperuntukkan bagi generasi muda Indonesia yang berusia antara 6-18 tahun. Penggabungan dua program besar ini menjadi satu indikasi konkret keberpihakan Eduversal dan Sekolah Kharisma Bangsa terhadap pembangunan generasi muda bangsa yang memiliki keseimbangan karakter, kritis, inovatif, kreatif, sekaligus sopan, santun, serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa. “Ini adalah event tahunan. Pada 2019, ISPO merupakan pelaksanaan ke-11, sedangkan OSEBI menjadi penyelenggaraan ke-5,” ujar R.S. Dwi Prajitno Wibowo, Ketua Panitia FSB 2019, di Sekolah Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat (2/11). Dwi menyebut secara kecerdasan sesungguhnya SDM (Sumber Daya Manusia) yang dimiliki Indonesia tidak kalah, bahkan mampu bersaing dengan SDM dari negara-negara lain. “Namun, masalah utama yang dihadapi yakni pola pendidikan di level sekolah. Mereka sangat cerdas, namun tidak memiliki kemampuan dalam menjual ‘isi’ kepalanya. Sesuai dengan konsep ISPO, maka siswa diharapkan mampu menjual apa yang mereka kerjakan dari sebuah project, terutama dalam bentuk sains,” lanjutnya. “Ini bukan seperti olimpiade sains biasa yang hanya pada tataran pemahanan ilmu, melainkan lebih kepada hasil karya. Di ISPO, para siswa bisa mempresentasikan apa yang mereka kerjakan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Sebab, pemenang di event ini nantinya akan mewakili Indonesia di beberapa ajang internasional,” tambahnya. Harapannya, jelas Dwi, adalah membangun pola pendidikan siswa yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tapi cerdas dalam menyampaikan isi kepalanya. Sedangkan OSEBI, menurut Dwi, yakni sebagai upaya untuk tetap menjaga budaya, seni, dan kultur di Indonesia. “Dengan adanya ISPO dan OSEBI, para siswa yang tidak pandai di sains, mereka bisa pandai di sosial budaya. Jika event seperti ini sedikit, maka lebih banyak generasi muda Indonesia di usia sekolah yang sibuk dengan media sosial. Karena mereka tidak memiliki wadah untuk mengaktualisasikan diri. ” terangnya. Sementara itu, Imam Husnan Nugroho, Principal of Senior High School Kharisma Bangsa, menegaskan pihaknya siap menjadi tuan rumah yang baik bagi penyelenggaaran FSB 2019. “Eduversal pasti akan mempersiapkan semua hal untuk event ini dengan baik. Dan, Sekolah Kharisma Bangsa yang akan menjadi ‘host’ sangat siap untuk menyelenggarakan FSB 2019. Dengan event ini, kami juga ingin Sekolah Kharisma Bangsa bisa lebih dikenal lagi kedepannya,” tukas Imam. (Adt)

Perebutkan Total Hadiah Rp 177 Juta, Kejuaraan Bulutangkis Antar Media Djarum Foundation 2018 Siap Dihelat

Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2018 siap dihelat yang akan memperebutkan total hadiah Rp 177 juta, dimana grand final akan berlangsung di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah, pada 28-29 November 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Kompetisi bagi pekerja media bertajuk ‘Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2018’ siap dihelat. Pelaksanaan kejuaraan ini memasuki satu dasawarsa. Demi menjaga persaingan di antara para peserta agar berimbang, kategori nomor pertandingan dibagi menjadi tiga kelompok usia (KU). Yakni KU 25-35 tahun, KU 35-45 tahun, dan KU 45 tahun ke atas. Kejuaraan yang diselenggarakan Bakti Olahraga Djarum Foundation itu mengusung konsep, bila even jatuh di tahun ganjil, maka akan mempertandingkan nomor beregu. Sebaliknya, jika jatuh di tahun genap, maka akan mempertandingkan nomor perorangan ganda. “Kejuaraan bulutangkis ini sudah berlangsung kurang lebih 12 tahun, sejak 2006. Tapi, 10 terakhir, ada nomor pertandingan perorangan dan beregu. Event terbagi tiga zona, yakni Barat, Tengah, dan Timur,” ujar Tri Iksan, Panitia Pusat Turnamen Bulutangkis Antar Media 2018, di Kawasan Senayan, Jakarta, pada Senin (5/11). Zona Barat meliputi Sumatera, DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, yang akan memainkan babak penyisihan di Gelanggang Olahraga (GOR) Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada 7-9 November. Untuk Zona Tengah meliputi Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan, memulai penyisihan di GOR Tri Lomba Juang, Semarang, Jawa Tengah, pada 23-24 November. Dan, Zona Timur meliputi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua, fase penyisihan berlangsung di GOR Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, pada 14-15 November 2018. “Pemenang masing-masing zona dan ditambah satu pasangan runner-up terbaik, dipertemukan di grand final,” lanjut Iksan. Jika di babak penyisihan laga dimainkan dengan sistem gugur, maka di grand final akan memakai sistem setengah kompetisi (saling bertemu). Babak final, dijadwalkan berlangsung di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah, pada 28-29 November 2018. Finalis yang lolos ke Kudus, akan ditanggung biaya transportasi dan penginapannya. Pada turnamen ini, Bakti Olahraga Djarum Foundation menyediakan hadiah total Rp 177 juta. “Djarum Foundation menyambut baik Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2018. Ini wujud konsistensi dari Djarum Foundation yang terus menerus mendukung rekan-rekan media event ini,” terang Ivana Lie, Perwakilan Bakti Djarum Foundation. Dijelaskannya, ada tiga tujuan yang diharapkan dari penyelenggaraan event ini, pertama yakni sebagai ajang silaturahmi antar sesama pekerja media. Kedua adalah media sebagai pilar dalam pengembangan serta peningkatan prestasi bulutangkis Indonesia, dengan menyebarkan informasi keseluruh pelosok Tanah Air. “Ketiga, yang paling penting dari penyelenggaraan event ini adalah, bisa merasakan aura kompetisi serta memberikan pengalaman berharga bagi para pekerja media. Lalu, harapan yang lebih tinggi yaitu bulutangkis makin populer,” ungkap legenda bulutangkis Indonesia era 1980-an itu. (Adt)

Kharisma Bangsa Harapkan Jadi Sekolah Terbaik, Basket Kini Ekstrakulikuler Unggulan

Tim basket putra Kharisma Bangsa (hitam) ketika melakukan training camp menjelang keberangkatan ke Paris, Perancis, mengikuti Paris World Games Basketball Championship 2018, Juli lalu. (istimewa)

Pamulang- Sederet prestasi berhasil diukir siswa-siswi Sekolah Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, di berbagai event nasional maupun internasional. Okan Celiker, Management Advisor Kharisma Bangsa, mengatakan institusi pendidikan yang dipimpinnya itu memiliki torehan prestasi, diantaranya tim basket putra SMA Kharisma Bangsa, meraih gelar juara Divisi 2 Paris World Games Basketball Championship 2018, Paris, Perancis, Juli lalu. “Di bidang sains, pada 2018, siswa SMA Kharisma Bangsa meraih dua medali perak yakni The 59th International Mathematics Olympiad Cluj-Napoca, Rumania, dan Hong Kong International Mathematics Olympiad, Hong Kong. Selain itu, meraih medali perunggu pada The 15th International Geography Olympiad , Quebec City, Canada,” ujar Okan, di kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Jumat (2/11). Selain itu, lanjut Okan, Kharisma Bangsa adalah sekolah yang menggunakan kurikulum gabungan yakni Cambridge International School dan nasional. Disisi lain, ungkap Okan, ada sekitar 10 persen alumni Kharisma Bangsa yang melanjutkan kuliah di luar negeri. “Jadi kami berusaha untuk meningkatkan jumlah 10 persen agar lebih banyak lagi siswa yang bisa kuliah ke luar negeri. Guna mendukung hal tersebut, Kharisma Bangsa memiliki satu departemen bernama college consuling. Mereka nantinya yang akan membantu siswa untuk lebih banyak yang mendaftar di luar negeri. Kedepan, kami juga ingin menjadi sekolah internasional dengan menerima lebih banyak siswa dari berbagai negara,” lanjutnya. “Kami juga memiliki program olimpiade sains yang sangat baik di sekolah. Bahkan dari tim nasional Indonesia yang berangkat ke olimpiade internasional, selalu ada siswa dari Kharisma Bangsa yang mewakili,” tambahnya. Dalam kesempatan itu, ia berharap dapat membawa semua pengalaman yang dimiliki selama berada di Amerika Serikat (AS) ke Indonesia. Diakuinya, bila selama ini Kharisma Bangsa merupakan salah satu institusi pendidikan yang terbaik. “Tentu dengan pengalaman yang saya miliki selama di Amerika Serikat, saya ingin membawa Kharisma Bangsa lebih baik lagi. Semoga bisa menjadi sekolah terbaik di wilayah Jakarta dan sekitarnya,” tegas Okan. Sementara itu, Imam Husnan Nugroho, Principal of Senior High School Kharisma Bangsa, menjelaskan ekstrakulikuler basket menjadi salah satu unggulan Sekolah Kharisma bangsa. “Saat ini yang paling bersinar itu basket. Karena sudah sampai level internasional prestasinya. Tapi, itu bukan berarti kami meninggalkan pembinaan ekstrakulikuler olahraga lainnya. Kami juga memiliki futsal, karate, taekwondo, badminton, bola voli, dan panahan,” ungkap Imam. Ia melanjutkan selain basket, olahraga yang memiliki peminat cukup banyak adalah futsal, dan taekwondo, untuk di tingkat Sekolah Dasar (SD) Kharisma Bangsa. “Namun prestasinya olahraga itu belum sampai ke level kompetisi yang besar. Meski demikian, kami akan tetap melakukan pembinaan semua olahraga yang ada di Kharisma Bangsa,” tukas Imam. (Adt)

Timnas Indonesia Bertolak ke Madrid, Karateka 20 Tahun Juara Asian Games Berburu Poin Ke Olimpiade 2020 Tokyo

Karateka Indonesia, Rifki Ardiansyah (sabuk merah) bersama tujuh atlet Tim Nasional (Timnas) lainnya, bertolak ke Madrid, Spanyol, guna mengikuti Kejuaraan Dunia Karate (WKF) 2018, pada 6-11 November. Mereka akan berjuang merebut poin demi menjaga peluang tampil di Olimpiade 2020 Tokyo. (sindonews.com)

Jakarta- Delapan karateka Tim Nasional (Timnas) Indonesia bertolak ke Madrid, Spanyol, Sabtu (3/11), guna bertanding di Kejuaraan Dunia Karate (WKF) 2018, pada 6-11 November. Mereka akan berjuang merebut poin demi menjaga peluang tampil di Olimpiade 2020 Tokyo. Dilansir sindonews.com, Kejuaraan dunia di Madrid ini menjadi perhatian utama FORKI karena memiliki torehan poin terbesar, di antara kejuaraan-kejuaraan WKF lainnya. Itu pula yang membuat Indonesia, berharap banyak dari kejuaraan dunia 2018 ini. “Target kami adalah tampil di Olimpiade 2020 Tokyo. Karena itu, kami akan berusaha ikut di ajang yang menyediakan poin cukup banyak, seperti kejuaraan dunia ini. Bahkan, bisa tampil di kejuaraan ini saja sudah mendapat poin, apalagi meraih prestasi medali, tentu poinnya lebih besar lagi,” ujar pelatih Timnas Indonesia, Syamsuddin. Syarat tampil di Olimpiade 2020 Tokyo, para karateka harus masuk peringkat 100 besar WKF. Jika tidak, mereka tak akan bisa merasakan aura Olimpiade. Karena itu, Forki terus menjaga peluang para karatekanya, dengan memberinya kesempatan tampil di ajang-ajang WKF, baik kejuaraan dunia, WKF Premier League, maupun Seri A. Bahkan, setelah kejuaraan dunia di Madrid, Forki juga kembali menurunkan beberapa karatekanya, di Kejuaraan Seri A di Shanghai, China, pada Desember nanti. Upaya Forki menurunkan karatekanya di event-event penting WKF, mendapatkan hasil yang lumayan. Rifki Ardiansyah Arrosyiid misalnya. Saat menjadi juara Asian Games 2018, peringkatnya hanya 329 WKF. Namun, setelah 5 kali bertanding di ajang Seri A di Chile, awal September lalu, anggota TNI kelahiran Surabaya 24 Desember 1997 ini, langsung meroket ke posisi 128 WKF. “Peringkat Rifki naik pesat jelas luar biasa. Kami harap, dia segera masuk 100 besar, untuk mendapatan peluang tampil di Olimpiade. Dan itu bisa terwujud jika dia main bagus di Kejuaraan Dunia Madrid,” ujar Syamsuddin, yang mendampingi Rifky saat bertanding di Chile. Hal senada disampaikan pelatih kata Omita Olga Ompi. Dia pun berharap dua karateka nomor kata yang akan tampil di Kejuaraan Dunia Madrid, turut meraih poin maksimal. Itu untuk menjaga peluang mereka lolos Olimpiade 2020 Tokyo. Saat ini, dua karateka kata Indonesa yang dipersiapkan ke Madrid, peringkatnya masih di 100 besar WKF. Ahmad Zigi Zaresta Yuda menempati peringkat 31 WKF, sementara Nawar Kautsar Mastura di 77 WKF. “Tapi, mereka harus berusaha menaikkan performanya agar peringkatnya tak tergeser karateka-karateka dunia lainnya. Kami berharap mereka tetap fokus berlatih dan memanfaatkan peluang poin di kejuaraan dunia WKF,” ujar Omita. Untuk menjaga itu, proses latihan disiplin tentu menjadi hal yang sangat penting bagi mereka. Jika mereka tidak mengikuti aturan yang ditetapkan manajer tim, itu akan berdampak pada performa mereka. “Mereka harus mengikuti aturan tim seperti jadwal latihan teknik kapan, latihan fisik berapa kali, serta makan dan pola tidur yang disiplin. Program itu dibuat agar mereka bisa peak saat tampil di event-event tertentu,” ujar Manajer Timnas Karate, Monang Napitupulu. Jack, panggilan akrab Monang, menegaskan, sejauh ini tim karate sudah berlatih teknik secara maksimal, di lokasi Pelatnas di Gloria Suites, Grogol, Jakarta. Sementara latihan fisik, rutin dilakukan dua kali dalam sepekan, di Hotel Peninsula, Jakarta Selatan. (Adt) Skuat Timnas Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia 2917 di Madrid, Spanyol Peraih medali emas kumite -61 kg putra Asian Games 2018, Rifki Ardiansyah Arrosyiid (128 WKF), Peraih medali perunggu kata perorangan putra Asian Games 2018, Ahmad Zigi Zaresta Yuda (31 WKF), Peraih medali perunggu kumite -55 kg putri Asian Games 2018, Cok Istri Agung Sanistyarani (17 WKF), Sandi Firmansyah (kumite -75 kg putra, 75 WKF), Nawar Kautsar Mastura (kata perorangan putri, 77 WKF), Srunita Sari Sukatendel (kumite -50 kg putri, 10 WKF), Dessyinta Rakawuni Banurea (kumite +68 kg putri, 54 WKF), Daniel Hutapea (U-21),

Atlet Termuda Timnas Anggar Asian Games Asal Kaltim Sabet Emas Kejurnas 2018, IKASI DKI Akui Minim Skuat Junior

Ketua Pengprov IKASI Kaltim, Muslimin bersama para atlet peraih medali Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Anggar 2018 di GBK Arena, Senayan, pada Sabtu (3/11). Eks atlet Asian Games 2018 yang baru berusia 16 tahun, Gabhy Novitha (hijab hitam), berhasil menyabet medali emas, untuk kategori Sabel putri junior. (tribunnews.com)

Jakarta– Pengurus Provinsi (Pengrov) Ikatan Anggar DKI Jakarta mengirim 80 atlet pada Kejuaraan Nasional di GBK Arena, Senayan, 1–4 November. Tim anggar Ibu Kota menargetkan dua medali emas di kejuaraan itu. Ketua Ikatan Anggar DKI Jakarta M Suradji mengatakan tak ingin muluk-muluk target timnya di kejurnas tersebut. Apalagi, ini merupakan agenda keduanya setelah terpilih menjadi Ketua Umum Ikatan Anggar DKI Jakarta periode 2018–2022, Oktober lalu. Bahkan, mereka juga tak diperkuat beberapa atlet andalannya, termasuk Inka Mayasari (senior foil putri). “Pengurus kami baru saja dibentuk. Jadi, kami realistis saja bahwa target kami dua medali emas di kejurnas ini. Apalagi, dua pemain andalan kami tidak tampil karena sedang berada di Amerika Serikat,” kata M Suradji. Meski begitu, Suradji mengatakan DKI tetap berpeluang meraih medali emas di ajang itu. Dia berharap mendapatkannya dari nomor EP senior putra, dan foil kaadet pemula. Sementara nomor lainnya masih didominasi daerah lain seperti Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Selain itu, Suradji juga menambahkan jika atlet anggar DKI ini merupakan dari hasil se leksi dari Kejuaraan Provinsi DKI Jakarta, 27–28 Oktober lalu. Jadi, kejuaraan nasional ini, nantinya akan menjadi kesempatan mereka membuktikan yang terbaik agar bisa membela DKI Jakarta di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. “Para atlet ini, kami seleksi dari kejurprov akhir Oktober lalu. Atlet ini yang menjadi cikal-bakal skuat PON 2020 di Papua,” kata Suradji, didamping Sekjen Ganefiono. Suradji mengakui terjadi kekosongan atlet anggar dari level junior ke senior. Hal inilah menjadi tugas pengurus baru untuk mengisi kekosongan tersebut. “Di sini atlet masih banyak yang butuh peningkatan. Kekosongan level junior ke senior juga sangat terbatas,” ungkapnya. Sementara itu, atlet Ikasi Kalimantan Timur (Kaltim), tampil apik pada Sabtu (3/11). Sejauh ini empat atlet Kaltim sukses menembus zona medali. Bahkan eks atlet Asian Games 2018, Gabhy Novitha, berhasil menyabet medali emas, untuk kategori Sabel putri junior. Disusul Eka yang meraih medali perak sabel putri junior, Agnes meraih perak kadet degen Putri, dan Risnu Affan dengan medali perunggu foil kadet putra. Pada Kejurnas ini, Ikasi Kaltim mengirimkan full tim 48 atlet, termasuk 12 junior dan 12 senior. Sekedar catatan, Gabhy berhasil menembus timnas Anggar Indonesia di ajang Asian Games 2018, dengan usia terbilang masih sangat belia, 16 tahun. Perjalanan menuju Asian Games memang tak mudah, bagi atlet yang saat ini masih berstatus siswi Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Kaltim ini. Dara kelahiran Samarinda 2002 harus melewati sejumlah tantangan mulai kategori kadet, junior, hingga senior. Ia Terlahir dari darah atlet, lantaran ibunya berstatus atlet anggar Kaltim PON 2016. Bakat besar Gabhy sudah tercium sejak 2015 lalu, usai sukses menyabet 3 medali emas, di Kejuaraan Thailand Sport School Game. (Adt)

Tampil di Partai Final SaarLorLux Open 2018, Ketut/Rizki Siap Akhiri Penantian Wakil Indonesia

Pasangan ganda putri, Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani, berpeluang mengakhiri penantian panjang Indonesia di turnamen SaarLorLux Open 2018, saat di partai final, mereka akan menghadapi Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva, pada Minggu (3/11), di Saarlandhalle Stadium. (Humas PBSI)

Saarlandhalle- Akhirnya, Indonesia memiliki satu wakil ke final, dalam turnamen BWF World Tour 2018 yang berlangsung serempak. Yakni, di SaarLorLux Open 2018 yang diwakili Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta. Sebelumnya, pada Macau Open 2018, dua wakil Indonesia rontok di semifinal. Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow harus menyerah dari ganda campuran Hong Kong, Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah, yang diikuti duet Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto, yang tunduk dari Misato Aratama/Akane Watanabe (Jepang). Ketut/Rizki pun berpeluang melanjutkan tradisi gelar Indonesia pada turnamen BWF ini. Tepatnya, setelah menyingkirkan Isabel Herrtrich/Linda Efler pada semifinal SaarLorLux Open 2018. Duel yang berlangsung di Lapangan 1 Saarlandhalle, Sabtu (3/11) ini, Ketut/Rizki menang 21-16, 21-13, atas Isabel/Linda. Hanya butuh waktu 38 menit bagi mereka, untuk menghentikan wakil tuan rumah tersebut. Sekaligus, merebut tiket final pada turnamen dengan level Super 100. Di babak pamungkas, Ketut/Rizki akan menghadapi Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva, Minggu (4/11). Ini merupakan pertemuan kedua mereka. Sebelumnya, Ketut/Rizki menyerah dari wakil Bulgaria itu, pada babak pertama French Open 2018, akhir Oktober lalu. Mereka takluk 17-21, 17-21 dari Stoeva Bersaudara. Ini jadi kesempatan bagi Ketut/Rizki untuk revans. Dam, melanjutkan tradisi juara wakil Indonesia di SaarLorLux Open 2018. Bisa dipahami mengingat sudah 10 tahun tak ada wakil Merah-Putih yang juara, pada turnamen yang sebelumnya bernama Bitburger Open tersebut. Tepatnya, sejak tunggal putri Maria Febe Kusumastuti melakukannya, pada 2008 silam. Kini, duo Ketut/Rizki kembali berpeluang mengakhiri paceklik gelar Indonesia selama satu dekade di Tanah Jerman tersebut. (Adt)

Unggul Skor Tipis, Sapta Eka Cicipi Gelar Perdana DBL 2018 Jakarta East Region

Center tim putri SMAN 71 Jakarta, Zafirah Windi Annisa (12), meluapkan ekspresi kegembiraanya, usai tim putri SMAN 71 Jakarta menaklukan perlawanan SMAN 36 Jakarta, dengan skor 40-38, pada Jumat (2/11), dalam laga babak Final Party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region, di GOR Pulogadung, Jakarta Timur. (Pras/NYSN)

Jakarta- Perhelatan Final Party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region menjadi penanda akhir dari kemegahan regional Timur. Dua sekolah resmi sebagai pemegang gengsi juara East region. Adalah tim putri SMAN 71 Jakarta, dan skuad putra SMAN 21 Jakarta. Setelah dua edisi sebelumnya berhasil masuk ke babak final Honda DBL DKI Jakarta, tim putri SMAN 71 Jakarta akhirnya meraih gelar perdananya. Penampilan yang garang dari anak-anak Duren Sawit, berhasil menaklukan perlawanan SMAN 36 Jakarta, dengan skor 40-38, pada Jumat (2/11), di GOR Pulogadung, Jakarta Timur. Sapta Eka (julukan SMAN 71) sempat berlari menjauh dari SMAN 36 di babak awal. Sejak kuarter pertama, pertarungan antara kedua sekolah rival tersebut membuat para penonton tak henti bersorak sorai. Di awal laga menjadi bukti performa Zafirah Windi Annisa yang on fire. Sapta Eka memimpin 17-4 pada kuarter pertama. Tetapi, semangat juang srikandi Rawamangun sempat membuat Sapta Eka kewalahan pada akhir kuarter. Bagaikan pasir hisap yang perlahan menenggelamkan, sedikit demi sedikit SMAN 36 memangkas perolehan poin. Head coach SMAN 36, Franki Defretes lalu menginstruksikan, agar timnya lebih berani menerobos ke dalam sisi pertahanan Sapta Eka. Strategi ini dilakukan gna mendapatkan kesalahan foul para pemain Sapta Eka melalui free throw. Ranaa Putri Nisrina menjadi pemain yang memiliki andil besar dalam usaha untuk memangkas ketertinggalan tim SMAN 36. Kecerdikan pemain bernomor punggung 5 untuk memancing musuh untuk melakukan foul, kerap berhasil. Tercatat sebanyak 9 kali usaha Ranaa memancing lawan dan berbuah hasil. Torehan 18 poin berhasil dicetak Ranaa. SMAN 36 pun mengurangi ketertinggalan menjadi 5 poin. Namun, dewi fortuna seakan tak berpihak kepada putri SMAN 36, meski tampil ngotot di akhir. “Masih ada Championship, performa anak-anak udah bagus, cuma kami kurang beruntung aja, tadi beberapa kali dapat kesempatan,” ujar Franki mengomentari peforma timnya. Sementara, permainan gemilang Zafirah, justru membawa Sapta Eka meraih gelar perdana di East Region. Dara kelahiran 2 Mei 17 tahun silam itu bermain tatis. Terlihat dari perolehan double-double yang ia kemas. Total Zafirah mengukir 15 poin dan 13 rebound, oleh pemain berposisi center tersebut. Dengan kemenangan tipis atas lawannya, Zafirah merasa bangga dan bahagia karena dapat memberikan gelar juara Honda DBL pertama untuk sekolahnya. “Sebenarnya, aku sempat deg-degan terutama di kuarter pertama. Dan tak menyangka dapat memenangkan pertandingan melawan SMAN 36. Mereka tampil garang juga, kami sempat kerepotan di akhir,” ucapnya. Sedangkan, pelatih kepala Sapta Eka, Muhammad Ridzky merasa bangga dengan kerja keras anak-anaknya selama ini. “Saya bangga dengan performa anak-anak hari ini. Tapi, sebaiknya kami tidak terlena dengan perolehan juara di Jakarta Timur. Karena, masih ada gelar juara Championship yang menunggu untuk kita rebut,” pungkasnya. (Adt)

Punya Mental Juang Habis-habisan, Dust Gagalkan Misi Nasa Juarai DBL 2018 Jakarta East Region

Shooting guard SMAN 21 Jakarta, Muhammad Irfan Fadhillah (1/abu-abu) tampil memikat dengan torehan 26 poin, saat membantu timnya menjadi juara Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region, pad Jumat (2/11), di GOR Pulogadung, Jakarta Timur. Dust (julukan SMAN 21) menekuk perlawanan SMAN 61 Jakarta, dengan skor 50-42. (Pras/NYSN)

Jakarta- Ambisi tim putra SMAN 61 Jakarta untuk revans atas kekalahan dari SMAN 21 Jakarta di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018, gagal terwujud. Dust (julukan SMAN 21) berhasil menaklukan Nasa (julukan SMAN 61) dengan skor 50-42, pada final party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region, Jumat (2/11). Meski menang, Dust bermain tak seperti biasanya. Mereka dipaksa bermain tanpa mengandalkan pemain center andalan mereka, Ihsan Faiz Ilhamsyah. Pegerakan Faiz di dalam area paint berhasil dikunci oleh Yoel Marco Benyamin, center andalan Nasa. Memanfaatkan kecepatannya Yoel membuat pergerakan big man bernomor punggung 4 itu nihil. Alhasil, Faiz hanya mampu mencetak 4 poin untuk Dust. Pelatih Nasa, Muhammad Fahmi menginstruksikan para pemainnya untuk menjaga Faiz secara ketat. Menyadari anak-anaknya kesulitan mendobrak pertahanan lawan, arsitek Dust, Rizqy Almushaddieq mengubah strategi, guna mengatasi ketatnya tembok pertahanan Nasa. Muhammad Irfan Fadhillah, akhirnya menjadi pilar utama Dust meruntuhkan rapatnya defense Nasa. Selama pertandingan, Irfan, membuat kocar-kacir barisan pertahanan Nasa. Berbekal speed yang kencang dan keberanian menusuk pertahanan Nasa, Student athlete kelahiran 2001 itu dominan mendulang angkat untuk Dust. Total, torehan 26 poin jadi bukti shooting guard andalan Dust ini tampil memikat di GOR Pulogadung, Jakarta Timur. Nasa sempat mengancam Dust untuk menelan pil pahit. Center andalan Dust, Faiz terpaksa terkena foul trouble pada menit kedua kuarter empat. Hal ini tentunya membuat pertahanan Dust semakin rentan. Lowongnya pertahanan Dust, dimanfaatkan Nasa dan memimpin pertama kalinya, pada kuarter keempat. Dust tertinggal dengan skor skor 41-39. Toh, semangat juang skuat Kayu Putih, membuktikan mereka mengoleksi mental juara. Irfan mencetak 6 poin terakhir dari free throw, di dua menit terakhir, serta menjauh dari kejaran Nasa. Berkat kegaharan Irfan dan kolega, mimpi Nasa meraih titel juara harus kandas. Dust memenangkan laga dengan skor 50-42. Menjadi juara tentunya membuat Rizqy gembira dengan prestasi yang diukir anak-anaknya tersebut. Namun, ia mengaku harus membenahi beberapa kekurangan timnya. Lawan yang akan dihadapi saat Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 merupakan tim terbaik wakil regionalnya masing-masing. “Alhamdulillah kami menjadi juara. Namun, masih ada kekurangan di sisi pertahanan, dan sering melakukan turn over. Sedangkan babak Championship sudah mepet waktunya,” ungkapnya. Sementara itu, kapten dari Nasa, Tyas Satrio menyadari kekalahan timnya menjadi pekerjaan rumah yang besar. Jeda sepekan jelang Championship Series harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. “Belajar dari kekalahan di final East Region, kami harus melakukan banyak scrimmage untuk memperkuat mental kami. Kondisi kami yang di atas angin tadi sempat membuat kami lengah sehingga membuat kami kecolongan dari Dust, ungkapnya. (Adt)

Tembus Final DBL 2018 Jakarta East Region, Tim Putri SMAN 36 Jakarta Kini Torehkan Sejarah

Guard tim Putri SMAN 36 Jakarta, Patricia Putri Christian (9/hijau), saat mengalahkan SMAN 21 Jakarta, dalam laga semifinal Honda Developmental Basketball League (DBL) DKI Jakarta Series 2018 – East Region, di GOR Pulogadung, Jakarta Timur, pada Rabu (31/10). (tribunjakarta.com)

Jakarta- Tim basket putri SMAN 36 Jakarta akhirnya lolos ke babak final, Honda Developmental Basketball League (DBL) DKI Jakarta Series 2018 – East Region, usai menekuk SMAN 21 Jakarta. Sejak menit awal tim basket putri SMAN 36 Jakarta sudah dominan unggul atas Srikandi Dust (julukan SMAN 21), hingga kuarter empat berakhir. Skor akhir yang diraih SMAN 36 Jakarta atas SMAN 21 Jakarta terpaut tipis, dengan skor 33 – 41, di GOR Pulogadung, Jakarta Timur. Pelatih tim basket putri SMAN 36 Jakarta, Franki Defretes mengaku sudah puas dengan penampilan tim besutannya karena sudah berhasil mencapai target. “Sekarang sudah mencapai target. Targetnya gak muluk-muluk ya final saja sudah enak, sudah tenang,” ujar Franki saat ditemui usai pertandingan, Rabu (31/10). Sebab, DKI Jakarta Series 2018 – East Region, merupakan laga pertama tim putri SMAN 36 Jakarta. Raihan babak final pun menjadi prestasi yang membanggakan baginya. “Gausah juara satu, kalau pun nanti juara 1 berarti rezeki. Yang penting masih lolos ke ajang championship,” ujar Franki. Di babak final DKI Jakarta Series 2018 – East Region, pada Jumat (2/10), tim basket putri SMAN 71 Jakarta telah menanti, di GOR Pulogadung. Kepala sekolah SMAN 36 Jakarta, Endang Supardi, pun turut menjadi saksi keberhasilan anak muridnya melaju ke babak final Honda DBL DKI Jakarta East Region 2018. Endang mengaku bangga dengan pencapaian yang telah ditorehkan anak muridnya di ajang kompetisi basket untuk student athlete ini. “Sangat takjub melihat penampilan anak-anak di lapangan. Saya sebagai pimpinan sekolah harus memberikan inspirasi dan fighting spirit agar kepemipinan saya di sekolah bisa berprestasi lagi,” kata Endang, dilansir TribunJakarta, Rabu (31/10). Lebih lanjut, ia berharap anak muridnya bisa membanggakan sekolah dengan meraih gelar juara di partai puncak. “Insha Allah partai final itu kembali kepada energi dan spirit, seperti Asian Games 2018 butuh spirit. Tanpa semangat dan rasa nyaman, pastu tidak akan menjadi juara,” pungkas Endang. Sementara itu, tim basket putra SMAN 21 Jakarta sukses menembus partai puncak DKI Jakarta Series 2018 – East Region. Anak asuh Rizqy Almushaddieq itu menyudahi SMAN 39 Jakarta, dengan skor 53-49, di venue yang sama. Kepala sekolah SMAN 21 Jakarta, Taga Radja Gah, turut hadir menjadi saksi keberhasilan anak muridnya ke final. Ia mengaku bangga dengan perjuangan dan kerja keras yang dilakukan oleh anak muridnya di laga tersebut. “Penampilan anak-anak sangat luar biasa. Yang jelas, saya dari babak pertama, kedua dan ketiga itu, nafas saya seolah itu teras berat banget, karena poinnya ketat dan sempat tertinggal dari lawan,” kata Taga, usai laga. “Kita sempat ketinggalan 7-0 dan itu membuat drop. Sempat cepat leading, tapi nyatanya tim lawan juga mampu mendominasi awal pertandingan,” kata Taga. Para pemain SMAN 21 Jakarta berhasil tampil lepas, dan menampilkan permainan terbaik di laga kontra SMAN 39 Jakarta. “Tapi, saya lihat mereka mengatasi dengan baik dan konsistensinya terjaga. Akurasi juga kerjasamanya bagus,” kata Taga. Ia menilai keberhasilan anak asuhnya melaku ke partai puncak tak lepas dari defend yang kuat dilakukan oleh anak muridnya. (Adt)

Singkirkan Wakil Taiwan, Atlet Garut Berusia 19 Tahun Melaju ke Babak 16 Besar SaarLorLux Open 2018

Unggulan tujuh tunggal putri asal Indonesia, Fitriani, akhirnya melenggang ke babak kedua (16 besar) kejuaraan bulutangkis SaarLorLux Open 2018 BWF Tour Super 100, di Saarbrucken, Jerman. Ia menyudahi wakil Taiwan, Chang Ya Lan, dalam laga 24 menit, dengan skor meyakinkan 21-12, 21-13, pada Rabu (31/10). (tiwtter.com)

Saarbrucken- Unggulan tujuh tunggal putri asal Indonesia, Fitriani, melenggang ke babak kedua (16 besar) kejuaraan bulutangkis SaarLorLux Open 2018 BWF Tour Super 100, di Saarbrucken, Jerman. Tampil di Saarlandhalle, pada Rabu (31/10), dara 19 tahun, kelahiran Garut, itu berhasil menyingkirkan wakil Taiwan, Chang Ya Lan. Meladeni Chang selama 24 menit, pada Rabu (31/10), Fitriani tanpa kesulitan mengunci laga dua gim langsung, dengan skor meyakinkan 21-12, 21-13. Di babak 16 besar, pemegang gelar juara USM International 2016 itu bakal ditantang pemain asal Slovakia, Martina Repiska. Berdasarkan statistik, ini merupakan pertemuan pertama bagi kedua pemain. Fitriani berpeluang memenangkan pertandingan tersebut. Sebab, dilihat secara ranking, penghuni Pelatnas PBSI Cipayung itu jauh berada di atas penantangnya. Fitriani bertengger di posisi 37, sedangkan Repiska menempati peringkat 92 dunia. Indonesia punya tiga wakil pada SaarLorLux 2018, tetapi jumlah ini berkurang menjadi dua, karena duet ganda putri, Anggia Shita Awanda/Della Destiara Haris mundur. Selain Fitriani, Indonesia kini menaruh harapan meraih gelar juara kepada pasangan putri lainnya, Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta. (Adt)

Kandas di Laga Terakhir Penyisihan, Adelaide Callista Cs Justru Berpeluang ke Semifinal Kejuaraan Basket Asia U-18

Jasmine Isabelle (1/merah), power forward Timnas Basket Putri U-18 berusaha melepaskan diri dari hadangan lawan, untuk mencetak poin bagi kubu Merah Putih. Namun, Indonesia harus kalah dari Taiwan, dengan skor 54-99, pada Selasa (30/10). (FIBA)

Bengaluru- Adelaide Callista Wongsohardjo Cs gagal memetik kemenangan dari Taiwan, di pertandingan terakhir babak penyisihan Grup A, FIBA Usia (U)-18 Women’s Asian Championship (Kejuaraan Asia U-18) 2018. Kartini muda Indonesia dipaksa menyerah oleh Taiwan dengan skor 54-99, di Sree Kanteerava Indoor Stadium, Karnataka, India, pada Selasa (30/10). Anak asuh Arif Gunarto itu tertinggal cukup jauh di kuarter pertama, dengan skor 7-30. Taiwan mampu menambah 22 poin, sedangkan Indonesia hanya mengoleksi 13 poin. Kuarter kedua berakhir 20-52. Kartini muda masih belum menemukan formula yang tepat untuk mengejar defisit poin dari Cina Taipei di kuarter ketiga. Sebaliknya, lawan memiliki keleluasaan untuk bisa memperlebar jarak dengan Indonesia. Hasilnya, Cina Taipei mengunci kuarter ini dengan membukukan skor 78-33. Memimpin tiga kuarter, Taiwan tak mengendurkan serangan. Meski performa Tricia Mary Aoijs dan kolega membaik di kuarter akhir, namun tak cukup menghentikan dominasi tim yang dimotori Yu Chieh Chen. Sama-sama memanen 21 poin, akhirnya pertarungan ditutup Taiwan, dengan skor menyakinkan 99-54. Pada partai ini, jumlah turn over Indonesia, yakni 25. Sebaliknya, Taiwan hanya 15. Selain itu, Indonesia pun kalah rebound. Taiwan membuat total 62 rebound, sementara Indonesia hanya 40. Tricia Mary dan Leonita Angela Suwanto, mencetak poin terbanyak bagi Indonesia dengan 15 poin. Dari Taiwan, poin terbanyak disumbang Yu Chieh Chen, diikuti Hsuan Chia Hung dan Chih Ying Chen, yang mencetak 12 poin. Hasil negatif dari tiga kekalahan beruntun itu, membuat Indonesia berada di dasar klasemen penyisihan Grup. Sedangkan Korea Selatan (Korsel) berada di puncak klasemen dengan hasil sempurna. Mereka meraih tiga kemenangan dari tiga partai yang dilakoninya. Dan, Australia menempati posisi kedua, dengan dua kemenangan.Negeri Kanguru hanya sekali takluk, saat berhadapan dengan Korsel. Namun, hasil itu tak membuat Indonesia harus segera angkat koper, dari persaingan di Kejuaraan Asia U-18 ini. Sebab, Indonesia meski di dasar klasemen masih berpeluang maju ke semifinal lewat jalur perebutan peringkat. Indonesia menantang peringkat akhir Grup B, Malaysia, pada Kamis (1/11), yang juga menelan tiga kekalahan dari tiga laga penyisihan, yakni dari China (28-102), Jepang (31-130), dan Selandia Baru (32-99). (Adt)

Tim Putri UNY dan UNS Bantai Lawan-lawannya, Langsung Pimpin Klasemen LIMA Futsal 2018

Rois Nurhidayah Safitri (5) skuat tim futsal putri Univ. Sebelas Maret Surakarta (UNS) sukses menyumbang sebuah gol, saat melumat tim tuan rumah Universitas Islam Indonesia (UII) dengan skor telak 16-1, pada laga perdana LIMA Futsal 2018 Java and Special Region of Yogyakarta Conferencem di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Yogyakarta. (LIMA)

Yogyakarta- Tim Putri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengawali dengan impresif laga LIMA Futsal: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference 2018. Pada Rabu (31/10), UNY mengalahkan Univ. PGRI Semarang (UPGRIS) dalam laga yang melibatkan banyak gol ini. UNY memborong tujuh dari sepuluh gol dalam duel di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Univ. Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Pemain UNY, Artika Novitasari (nomor punggung 16) membuka skor pada menit kedua. Naura Qatrunnada (15) membuat dua gol lagi bagi UNY di menit keempat dan ke-16 Namun, sebelum jeda antarbabak, Mufidatul Umah (25) memperkecil ketertinggalan semenit UNY kembali menggelontorkan empat gol lagi di paruh kedua. Ismi Nur Adizah (13) menyumbangkan dua gol [30′ dan 35′]. Dewi Setya Maharani (10) dan Sabrina Mutiara Firdaus Wibowo (5) menambah satu gol, masing-masing di menit ke-33 dan 37. UPGRIS menambah dua gol di babak kedua ini. Yuni Nur Afifah (5) mencetak gol di menit ke-25, disusul Mufidatul yang menorehan gol keduanya saat semenit sebelum bubar. Partai ketat juga terjadi pada pertandingan berikutnya. Bekal menjadi status tuan rumah, ternyata tak senantiasa memberikan keuntungan. Tim futsal putri Universitas Islam Indonesia (UII) merasakannya pada hari pertama LIMA Futsal: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference 2018, pada Rabu (31/10). Univ. Sebelas Maret Surakarta (UNS), terlalu tangguh dan melibas tuan rumah 16-1. UNS bahkan sudah menunjukkan keperkasaannya sejak menit awal. Tim dari Surakarta ini melesakkan 10 gol di babak pertama. UII hanya bisa memperkecil ketertinggalan dari kaki Vuan Maharani (9) di menit ke-17. UNS menambah setengah lusin gol lagi di paruh kedua. UII, di arena kebanggaan mereka, GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Yogyakarta, tak bisa menambah perbendaharaan gol mereka. Elen Yulianti (10) menjadi bintang dengan melesakkan lima gol. Dua pemain, yakni Zahra Juliashaputri Feriyanto (15) dan Renanda Kevin Selviana (9), mencetak trigol. Lalu Annisa Carollina (4) dan Erni Setyorini (19) menyumbangkan dua gol. Rois Nurhidayah Safitri (5) menambah sebuah gol. Kemenangan telak ini melesatkan UNS ke puncak klasemen Pul X. Duel berikutnya akan menarik. Dua tim yang telah membukukan sebuah kemenangan, UNS dan UNY, akan bersua pada Kamis (1/11). Di hari yang sama, UPGRIS akan menghadapi Univ. Gadjah Mada (UGM). UII baru akan melakoni partai kedua mereka pada Jumat (2/11), kontra UPGRIS. (Adt)

Banyak Hasil Tak Terduga, Battle of Semifinal DBL 2018 Jakarta East Region Bakal Penuh Kejutan

Tim putra SMA Islam Al Ma’ruf (putih), yang secara tak terduga menumbangkan SMAN 54 Jakarta, dengan keunggulan tipis 23-20, di GOR Pulogadung, pada Selasa (30/10), bakal melakoni battle of semifinals Honda Developmental Basketball League (DBL) DKI Jakarta Series 2018 – East Region, melawan SMAN 61. (DBL)

Jakarta- Honda Developmental Basketball League (DBL) DKI Jakarta Series 2018 – East Region kini memasuki fase krusial. Tersisa empat tim putra dan putri terbaik dari Jakarta Timur, yang siap tampil habis-habisan, pada battle of semifinals di GOR Pulogadung, pada Rabu (31/10). Ini adalah babak yang sangat menentukan. Karena siapapun yang menang, akan melanjutkan langkah tampil pada final party, pada Jumat (2/11). Sekaligus, memastikan diri sebagai wakil Jakarta Timur untuk bersaing dengan para finalis dari tiga regional lainnya (West, North, dan South), pada babak Championship di GOR Soemantri, 10-17 November mendatang. Tim putri SMAN 21 Jakarta, menjadi tim terakhir yang menempati slot semifinal. Kepastian itu diraih srikandi Dust (julukan SMAN 21), setelah menundukkan SMA Don Bosco 2, dengan keunggulan 28-18, pada Selasa (30/10). Hasil itu membawa Dust menantang SMAN 36, di fase semifinal. SMAN 36 sebelumnya terlebih dahulu memastikan tiket empat besar usai mengandaskan SMAN 42 Jakarta dengan skor telak 29-8. Laga semifinal putri lainnya mempertemukan SMA Labschool Rawamangun, dengan runner-up Honda DBL edisi 2015, SMAN 71 Jakarta. SMA Labschool Rawamangun menjadi tim pertama yang mengunci tiket semifinal. Mereka menyudahi perlawanan SMAN 39 Jakarta, dengan skor 16-7. Sementara itu, Sapta Eka (julukan SMAN 71) menyegel tiket semifinal setelah melangkahi lawannya SMAN 12 Jakarta, dengan skor meyakinkan 20-7. Sedangkan, persaingan di sektor putra pun tak kalah seru. Tiga slot semifinal juga baru bisa dipastikan, pada Selasa (30/10). Adalah SMA Islam Al Ma’ruf, SMAN 21 Jakarta, dan SMAN 39 Jakarta, lolos melaju ke semifinal. Tim putra SMAN 61 Jakarta menahbiskan diri sebagai tim pertama lolos ke babak Empat Besar. Lalu skuat debutan, tim SMA Islam Al Ma’ruf, yang tak terduga menumbangkan SMAN 54 Jakarta, dengan keunggulan tipis 23-20, Selasa (30/10). Hari ini, layak ditunggu apakah kejutan itu berlanjut. Lawan SMA Islam Al Ma’ruf pada semifinal adalah tim kuda hitam SMAN 61 Jakarta, yang menyingkirkan finalis Honda DBL DKI Jakarta Series dua tahun beruntun, SMAN 71 Jakarta, dengan skor 29-22. Laga semifinal putra lainnya, akan mempertemukan SMAN 21 Jakarta versus SMAN 39. Jagoan Dust (julukan SMAN 21) berangkat ke partai ini, setelah menyudahi perlawanan SMA Fons Vitae 1, dengan skor 39-15, pada Selasa (30/10). Hasil itu membuat Dust sebagai satu-satunya sekolah di Jakarta Timur, yang mengirim tim putra dan putrinya di semifinal. Dust akan ditantang oleh tim putra SMAN 39 Jakarta. Berstatus sebagai tim debutan, Galan (julukan SMAN 39) sukses menyingkirkan SMAN 14, dengan keunggulan 30-18, kemarin. (Adt)

Tundukan Jabar 54-46, Putri Kalbar KU-18 Pastikan Tiket Semifinal Kejurnas Basket di Pontianak

Tim Putri Kalimantan Barat (Kalbar) U-18 memastikan langkah ke babak semifinal Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Basket KU-16 Putra dan KU-18 Putri, usai menumbangkan Jabar, dengan skor 54-46 di GOR Perbasi, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa (30/10). (tribunnews.com)

Pontianak- Sebanyak 15 tim basket, yakni 8 tim putra dan 7 tim putri bersaing menjadi yang terbaik di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Basket KU-16 Tahun Putra dan KU-18 Tahun Putri, di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), pada 30 Oktober-3 November 2018. Adapun tim-tim yang berlaga diantaranya untuk KU-16 Putra, di Grup A, terdapat tuan rumah Kalbar, Jawa Tengah (Jateng), Banten, dan Sumatera Utara (Sumut). Sedangkan Grup B, dihuni Jawa Timur (Jatim), DKI Jakarta, Kalimantan Timur (Kaltim), Jawa Barat (Jabar). Sementara, di Grup A KU-18 Putri, ditempati Jatim, DKI Jakarta, Kaltim, dan Jateng. Kemudian, di Grup B, ada tuan rumah Kalbar, Jabar, dan Riau. Melakoni laga perdana di Gelanggang Olahraga (GOR) Perbasi, Kota Pontianak, pada Selasa (30/10), tim tuan rumah menorehkan hasil positif. Tim KU-16 Kalbar putra berhasil meraih kemenangan atas Sumut dengan skor meyakinkan 85-47. Hasil ini membuka peluang ke semifinal. Asalkan, tuan rumah berhasil mengukir kemenangan kedua kontra Banten. Sedangkan, srikandi tuan rumah berhasil menumbangkan Jabar, dengan skor 54-46. Kemenangan ini memastikan langkah tim Putri Kalbar KU-18 ke semifinal. Sebab, di Grup B hanya dihuni 3 tim. Selanjutnya, tim tuan rumah hanya tinggal berhadapan dengan Riau, di pertandingan terakhir. Terpisah, Jatim melalui Evi Ekawati, Manajer Tim, membidik gelar juara di Kejurnas KU-16. “Kami optimis mampu bersaing dengan tim-tim yang berkualitas dari daerah lain,” ujar Evi. Wanita yang juga menjabat Ketua Perbasi (Persatuan Bola Basket) Kota Surabaya itu, berharap anak didiknya bisa meraih hasil terbaik dengan menjadi juara. “Kejurnas ini juga sebagai media menambah pengalaman dan jam terbang bagi para atlet muda. Selain itu, dapat membentuk pemain, agar bisa menjadi atlet yang berkarakter,” pungkas Evi. (Adt)