Uji Coba Kedua Timnas U-19 Menang, Indra Sjafri Tunggu Satu Laga Lagi Jelang Mini Turnamen di Jakarta

Striker Timnas U-19 Todd Rivaldo Ferre (20), berebut bola dengan pemain Persibara Banjarnegara, pada laga uji coba kedua TC Piala Asia U-19, di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu (8/9). Timnas U-19 menang tipis 2-1 pada laga ini. (kampiun.id)

Yogyakarta- Sebelum tampil di Piala Asia U-19 yang akan berlangsung 18 Oktober hingga 4 November, skuat Timnas U-19 melakukan persiapan demi meraih hasil maksimal. Tim asuhan Indra Sjafri itu menjadwalkan sejumlah pertandingan uji coba. Salah satunya kontra tim Liga 3, Persibara Banjarnegara, yang berlangsung pada Sabtu (8/9) sore. Bertanding di Lapangan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yogyakarta, Saddil Ramdani dan kolega menang tipis dengan skor 2-1. Pada babak pertama, Indra banyak menurunkan para pemain lapis keduanya. Hanya nama Rifad Marasabessy, kiper Muhammad Riyandi, dan Muhammad Rafi Syarahil yang turun sebagai starter. Sedangkan Saddil Ramdani, Syahrian Abimanyu, hingga Todd Rivaldo Ferre, masih duduk di bangku cadangan. Dengan komposisi tersebut, Timnas U-19 kerap tertekan, namun Garuda Nusantara berhasil unggul lebih dulu di babak pertama. Sriker Aji Kusuma, sukses mengkonversi umpan mendatar dari Aulia Hidayat di menit ke 32 dan menghasilkan gol bagi Tim merah putih. Memasuki babak 2, Timnas U-19 mulai memainkan skuat utama yang di proyeksikan tampil di piala Asia 2018. Hasilnya, Todd Rivaldo Ferre menambah keunggulan. Persibara hanya mampu memperkecil ketertinggalan, di menit-menit akhir pertandingan. Skor 2-1 tak berubah hingga laga usai. Dalam uji coba sebelumnya, Timnas U-19 takluk dari Semen Padang, 25 Agustus lalu. Indra menilai, kini ada perkembangan pemain selama latihan. “Secara keseluruhan ada peningkatan dari pemain setelah latihan selama ini. Saya yakin semua pemain akan lebih bekerja keras dalam latihan,” ujarnya usai laga, Sabtu (8/9). Dalam laga ji coba ini, pelatih berusia 53 tahun itu menurunkan dua tim berbeda, pada masing-masing babak. Menurutnya, langkah itu dilakukan guna mencermati performa pemain secara individu. Sebanyak 30 pemain dipantau Indra selama TC di Yogyakarta. “Kami lihat seminggu lagi dan mungkin ada dua pemain yang dipulangkan. Kami ambil 28 pemain, dan nanti ikut Timnas U-19 dalam mini turnamen di Jakarta. Namun, sebelum itu akan ada pencoretan,” tegas pelatih asal Padang itu. Timnas U-19 pun berencana menggelar satu partai uji coba lagi, sebelum hijrah ke Jakarta. Indra mengaku masih menunggu status lawan, dalam uji coba pamungkas bagi Nurhidayat dan kawan-kawan. “Kami berencana ada satu uji coba lagi, pada Sabtu (15/9). Tapi masih belum tahu siapa lawannya,” ungkapnya. Paska menjalani satu uji coba yang direncanakan pada 15 September, Tim Merah putih akan langsung berpindah latihan ke Jakarta. Sedangkan, Egy Maulana Vikri, dipastikan tampil bersama Timnas U-19, dalam turnamen Piala Asi U-19. Indra mengaku telah berkomunikasi intens dengan pemain yang kini bermain untuk klub Polandia, Lechia Gdansk itu. “Insya Allah, Egy datang tanggal 15 (September),” bilangnya. Sebelumnya sempat beredar kabar Egy bakal absen membela Garuda Muda dalam Piala Asia U-19. Hal ini menyusul dengan munculnya kritik media setempat di Polandia yang menyesalkan, jika Egy terus bolak balik ke Indonesia, mengikuti berbagai kompetisi internasional. Namun Indra, mengaku secara personal sudah berkomunikasi intensif dengan Egy, sehingga optimistis pemain itu bisa kembali ke tanah air, untuk mengikuti pemusatan latihan sementara, bersama Timnas U-19. Komunikasi personalnya dengan Egy juga didukung dengan komunikasi institusional, antara PSSI dengan klub Egy, Lechia Gdansk. “Saya berharap Egy segera bisa ikut pada ujicoba Timnas U-19 berikutnya,” ujarnya. Saat ini, ia mengizinkan para pemain yang sekarang mengikuti pemusatan latihan di Yogya, untuk membela klub masing-masing jika diperlukan. Namun, kebebasan itu hanya berlaku hingga Sabtu (15/9). Indra ingin persiapan Piala Asia U-19 dilakukan penuh semua pemain, selama sebulan. (art)

Indonesia Kuasai Victor Exist Jakarta Open Junior International Championship 2018, Korsel Rebut Tiga Gelar

Bobby Setiabudi, pemain tunggal asal PB Djarum harus mengakui ketangguhan Karono (1), di Victor Exist Jakarta Open Junior International Championship 2018, straight game, 21-15, 21-8. (PB Djarum)

Jakarta- Indonesia raih hasil positif, pada kejuaraan bulutagkis bertajuk ‘Victor Exist Jakarta Open Junior International Championship 2018′, di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), yang dihelat pada 3-8 September. Di kategori Usia 19 Tahun, skuat Merah Putih berhasil merebut tiga gelar juara, masing-masing dari nomor tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putra. Sedangkan Korea Selatan (Korsel) mengantongi gelar juara, dari nomor ganda putri dan ganda campuran. Di tunggal putra, wakil tuan rumah Karono (1) jadi kampiun, usai menekuk kompatriotnya Bobby Setiabudi (3). Memainkan laga berdurasi 35 menit, Karono menang straight game, dengan skor 21-15, 21-8. Bobby, pemain asal PB Djarum itu, mengaku kurang puas terhadap penampilannya pada pertandingan kali ini. “Terlalu kebawa pikiran mainnya. Padahal, lawan itu mainnya kuat. Tapi, saya sudah takut duluan,” ujar Bobby usai laga. “Coba main lepas, tapi malah nggak gereget juga mainnya, ya kurang melawan juga. Intinya kurang puaslah di pertandingan tadi,” lanjut pebulutangkis kelahiran Situbondo, Jawa Timur (Jatim), 22 Maret 2001 itu. Hasil positif juga diperoleh Yasnita Enggira Setiawan. Pemain tunggal unggulan enam asal tuan rumah itu menyingkirkan wakil Korsel Da Jeong Chung, rubber game, 21-19, 11-21, 21-14, dalam tempo 62 menit. Sedangkan di ganda putra, duet Viorel Joan Fernando/Ferdian Mahardika Ranialdy (2) hanya butuh waktu 44 menit, guna memastikan gelar juara usai mengandaskan perlawanan rekan senegara non unggulan, Dwiki Rafian Restu/Bernadus Bagas Kusuma Wardana, rubber game, 21-18, 14-21, 21-10. Sementara itu, Eun Seo Jang/Jung Hyun Lee (1) asal Negeri Ginseng, berhasil meraih gelar ganda putri, setelah melewati hadangan wakil tuan rumah, Rayhan Vania Salsabila/Putri Andini Wahyuningrum, dalam drama pertarungan rubber game berdurasi 59 menit, dengan skor 21-23, 21-15, 21-17. Dan, sektor ganda campuran, Korsel juga mengantongi gelar, melalui Dong Ju Ki/Jung Hyun Lee (1). Mereka terlalu perkasa bagi wakil tuan rumah non unggulan, Ferdian Mahardika Ranialdy/Annisa Mubarokah. Dong/Ju menang rubber game, 21-9, 16-21, 21-18, pada laga selama 45 menit. (Adt) Hasil Final Victor Exist Jakarta Open Junior International Championship 2018: Usia 17 1. Tunggal Putra Sulistio Tegar (Indonesia) vs Riki Takei (Jepang) : 21-10, 21-19 2. Tunggal Putri So Yul Lee (Korea Selatan/2) vs Aisyah Sativa Fatetani (Indonesia/5) : 21-17, 21-17 3. Ganda Putra Galuh Dwi Putra/Gabriel Christopher Winta Wijaya (Indonesia/3) vs Naufal Daffa Dio Risqullah/Christopher David Wijaya (Indonesia/1) : 21-9, 29-27 4. Ganda Putri Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia (Indonesia/2) vs Hye Jin Choi/So Yul Lee (Korea Selatan) : 21-11, 21-12 5. Ganda Campuran Crissandy Santosa/Melanni Mamahit (Indonesia/3) vs Muhammad Gibran Arfiansyah/Aisyah Salsabila Putri Pranata (Indonesia) : 21-16, 21-16 Usia 15 1. Tunggal Putra Justin Shou Wei Hoh (Malaysia/1) vs Mohamad Razif M. Fazriq (Malaysia/3) : 21-19, 21-16 2. Tunggal Putri Pitchamon Opatniput (Thailand/8) vs Tasya Farahnailah (Indonesia/1) : 14-21, 21-18, 21-15 3. Ganda Putra Justin Shou Wei Hoh/Mohamad Razif M. Fazriq (Malaysia/1) vs Deandra Ikhsan Gunawan/Zaidan Arrafi Nabawi (Indonesia/7) : 21-18, 21-17 4. Ganda Putri Nethania Irawan/Jessica Maya Rismawardani (Indonesia/7) vs Meilysa Trisas Puspita Sari/Rachel Allessya Rose (Indonesia/2) : 21-19, 21-15

Masuk Skuat Kejuaraan Basket Pelajar Asia 2018, Siswa Sekolah Kharisma Bangsa Tangsel Optimis Indonesia Bisa Bersaing

Saddam Asyurna (kaos hitam) saat mengikuti training center jelang keberangkatan tim basket putra sekolah Kharisma Bangsa ke Paris, Perancis, mengikuti kejuaraan dunia basket antar SMA, Juli lalu. (Adt/NYSN)

Yogyakarta- Kejuaraan basket pelajar Asia, Asian School Basketball Championship (ASBBC) 2018 resmi dibuka. Peresmian ini dilakukan di Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Sabtu (8/9) malam. Ini merupakan kali kedelapan Asian School Basketball Championship digelar. Sebelum di Yogyakarta, ASBBC ketujuh digelar di Thailand. Dalam pembukaan kejuaraan basket pelajar ini, turut hadir juga Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Mulyana, yang mewakili Menpora Imam Nahrawi. Turut hadir juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Yogyakarta, Kadarmana Baskara Aji, yang mewakili Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Lewat Kadarmana, Sri Sultan Hamengkubuwuno X berharap, kompetisi seperti ini melahirkan atlet berprestasi bagi negara masing-masing. “Saya harap, dari kegiatan sekolah seperti ini, masing-masing negara bisa menghasilkan atlet yang berprestasi di masa depan,” tutur Kadarmana, mewakili pak gubernur. Kejuaraan ini berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Among Rogo, Yogyakarta. Kendati level Asia, namun kejuaraan tahunan ini hanya diikuti empat negara, yakni tuan rumah Indonesia, China, Hongkong, dan Thailand. Salah satu skuat tim basket putra, Saddam Asyurna, yang merupakan siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengaku pada kejuaraan basket pelajar Asia edisi kedelapan ini lawan yang dihadapi merupakan tim tangguh. Namun, remaja kelahiran 19 November 2001 itu tetap optimis bila Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara peserta lainnya. “Meski waktunya mepet , karena persiapan untuk TC (training center) itu hanya 10 hari, apalagi lawan yang dihadapi juga merupakan tim-tim tangguh,” ujar Saddam, Sabtu (8/9). “Tapi, kami sudah berlatih secara intensif. Mudah-mudahan semua bisa saling support untuk memberikan yang terbaik, sehingga bisa bersaing dengan peserta dari negara lain,” tambahnya. Ajang ini menggunakan sistem round robin, dimana tim yang bertanding saling bertemu. Menurutnya, China dan Hongkong memiliki kualitas materi pemain di atas Indonesia. Dan lawan juga unggul postur tubuh. “China dan Hongkong permainannya beda dengan Indonesia. Untuk Thailand, mudah-mudahan bisa imbang. Modal kami ya skill bagus, chemistry diantara sesama anggota tim, serta gameplay yang baik,” tegas Saddam. Hal senada diungkap Adelaide Callista Wongsohardjo. Penggawa putri Indonesia itu masih buta dengan kekuatan lawan. Menurut siswi SMA Katolik Santo Albertus Malang, Jawa Timur (Jatim), dirinya dan kolega belum pernah bertemu maupun menyaksikan permainan tim yang ikutserta, dalam kejuaraan pelajar Asia tersebut. “Semaksimal mungkin kami akan berusaha menampilkan permainan terbaik di kejuaraan Asia ini,” urai pebasket kelahiran Malang, Jatim, 12 Oktober 2001 itu. Diakui dara cantik yang baru saja memperkuat timnas basket putri Indonesia di Asian Games XVIII/2018 itu, waktu yang mepet membuat ia dan kawan-kawan sulit beradaptasi. Namun, Lady, sapaan akrabnya, meyakini saat pertandingan nanti bisa lebih baik. “Chemistry sekarang sudah mulai terbentuk. Semoga saat pertandingan nanti bisa lebih baik,” tukas amunisi klub Bima Sakti Malang itu. (Adt)

Sepekan Bertanding, Petenis Nasional Dominan di Kejurnas Tenis Junior Pelti Pati Open 2018

Para petenis yunior andalan tuan rumah, mendominasi daftar juara di beberapa kelompok umur (KU), pada kejuaraan nasional (kejurnas) bertajuk Junior Pelti Pati Open 2018, pada 3–9 September, di Lapangan Tenis Bakorwil I Pati, Jawa Tengah. (ISKnews.com)

Pati– Kejuaraan nasional (Kejurnas) Tenis Junior Pelti Pati Open 2018 benar-benar menjadi ajang kebolehan para petenis di Indonesia, khususnya Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dari kejuaraan tersebut, pengurus Pelti Pati mengaku bangga, karena banyak bibit petenis dari Pati, untuk level KU-10 dan KU 12. Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Pelti Pati, Joni Kurnianto di sela penyerahan hadiah juara tunggal putra mengatakan, banyak atlit tenis dari Pati yang naik mengikuti level di atasnya. Ia mencontohkan petenis berbakat tuan rumah, Diah Ayu Novita Yosri Saputri, yang seharusnya masuk KU-14, namun juga turun dinomor KU-16. “Ini berarti mereka ingin menguji kemampuan dengan para pemain level di atasnya. Mereka ini ingin mendapat tantangan yang lebih,” ujar Joni, pada Sabtu (8/9). Ia menambahkan, capaian ini merupakan hal yang positif, mengingat pembinaan yang sudah dilakukan Pelti Pati selama ini. All Pati Final terjadi di nomor tunggal putra KU 12, yang mempertemukan Andika Rizky Putra melawan Michael Ihsan Wicaksana. Duel sekota itu akhirnya dimenangkan Andika Rizky Putra dengan skor 8-1, di Lapangan Tenis Bakorwil I Pati, Jawa Tengah. Andika, siswa kelas 7 SMP Negeri 2 Pati, melenggang ke babak puncak setelah juga memenangi pertarungan menghadapi rekannya dari Pati, Natanael Santoso, 8-4. Sedangkan Michael Ihsan Wicaksana melaju ke final setelah mencatatkan kemenangan atas Ahmad Bey Nurmultazam. Petenis yunior Pati juga berhasil menjadi yang terbaik di nomor tunggal putra KU 10 tahun, yaitu Christian Dwi Widianto. Petenis yang saat ini bertengger di peringkat 9 nasional itu, menjadi juara setelah membukukan kemenangan atas Wicaksono Wahyu Trijati. Sementara itu, petenis asal Sukoharjo, Lucky Candra mengaku, jika kejurnas kali ini diikuti lebih sedikit pesera dari tahun sebelumnya. Namun, kualitas petenis jauh lebih baik. “Lebih sedikit dari tahun lalu, tapi kualitas pesertanya terbaik di Indonesia,” ungkap pemuda, yang menyabet juara dua ganda putra KU-18 ini. Selain itu, kejurnas yang diselenggarakan 3–9 September, ini dinilai para Pembina dan orang tua atlit sebagai kejuaraan dengan hadiah yang besar, dibanding kejuaraan serupa di daerah lain. Dalam kejuaraan tersebut, tak sedikit petenis nasional yang ikut ambil bagian, salah satunya Diah. Diah adalah petenis masa depan asli Pati, yang pernah mewakili Indonesia di ITF World Junior Tennis Competition, ITF Asia 14, dan Under Development Championship 2018. Remaja bertubuh kecil yang seharusnya turun pada KU-14, pada kejurnas kali ini memilih bertanding dinomor tunggal putrid KU-16. Meski ‘naik kelas’ di level usia bertanding, Diah sanggup mengunci partai final, meski akhirnya meraih juara kedua. Sementara dinomor ganda KU-16, petenis kelahiran Pati 9 November 2004, juga sukses membuat prestasi dan menyabet juara satu. (Adt)

219 Pebulutangkis Muda Bersaing di ajang Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018

219 peserta Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 saling bertarung meraih beasiswa bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation. Final ini digelar sejak Jumat (7/9) pagi di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. (tribunnews.com)

Kudus- Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 mulai digelar sejak Jumat (7/9) pagi di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Sebanyak 219 peserta saling bertarung untuk mendapatkan beasiswa bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation. Para atlet muda ini akan dipantau langsung para pelatih PB Djarum, selama tiga hari Final Audisi Umum. Pada acara seremonial pembukaan Final Audisi Umum, turut hadir Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Debby Susanto, Ihsan Maulana, Muhamad Ahsan, dan Kevin Sanjaya. Para atlet bulutangkis Indonesia hasil binaan PB Djarum yang berlaga di Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang tersebut, menyampaikan pesan motivasi kepada para finalis calon penerima beasiswa bulutangkis. “Masuk ke PB Djarum ini bagi kami adalah sebuah hal yang luar biasa. Adik-adik sudah melihat langsung prestasi yang dicapai kakak-kakak ini. Mereka adalah atlet-atlet yang sama seperti kalian nantinya, yang berasal dari PB Djarum,” jelas Tontowi. Sementara, Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi menyatakan apresiasi kepada ratusan peserta yang datang 107 provinsi tersebut. Fung juga mengucapkan terima kasih kepada orangtua serta para pelatih, yang telah mempersiapkan dan melatih calon-calon penerima Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 tersebut. “Selamat datang pada peserta yang sudah jauh-jauh datang ke Kudus. Siapkan diri kalian, tak hanya fisik. Karena ini adalah tahap akhir dari rangkaian Audisi Umum pada tahun ini,” ungkap Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi, saat membuka Final Audisi Umum untuk kota Kudus. “Selamat bertanding, keluarkan semua kemampuan kalian pada Final Audisi Umum kali ini,” tutur atlet peraih gelar juara Kanada Terbuka 1990, Jerman Terbuka 1990, dan Swiss Terbuka 1993 ini. Selain Fung, para pelatih PB Djarum yang terlibat dalam pemantauan terhadap atlet-atlet bulutangkis ini. Diantaranya yakni Ari Yuli Wahyu Hartanto, Hastomo Arbi, Lukman Hakim, Agung Susilo, Imam Tohari, Ellen Angelina, Engga Setiawan, Ferry, Roy Djojo Effendy, Sulaiman, Rusmanto Djoko Semaun, Juniar Setyo Trenggono, dan Bandar Sigit Pamungkas. Pada hari pertama Final Audisi Umum, Jum`at (7/9), digelar Babak I. Para peserta akan bertanding sebanyak dua kali, sesuai kategori umur dengan sistem full games(poin 21 atau sampai dengan selesai). Berlanjut ke Babak II digelar pada Sabtu (8/9), saat para peserta kembali bertanding sebanyak dua kali sesuai kategori umur, juga dengan sistem full games. Usai pertandingan di masing-masing hari tersebut, akan diumumkan para peserta yang lolos ke babak berikutnya. Keputusan tim pencari bakat mutlak, tidak dapat diganggu gugat. “Keputusan lolos atau tidak lolos, bukan semata berdasarkan atas hasil menang atau kalah dalam permainan. Sebab yang menjadi tolak ukur adalah teknik, strategi, dan daya juang, dari para peserta,” jelas Fung. Babak III digelar pada Minggu (9/9). Khusus babak ini, para peserta akan dipertandingkan sebanyak satu kali, sesuai kategori umur, juga dengan sistem full games (poin 21 atau sampai dengan selesai). Setelah tiga hari gelaran Final Audisi Umum, para pelatih PB Djarum akan mengumumkan para atlet yang lolos ke Tahap Karantina. Peserta yang lolos ke Tahap Karantina akan langsung masuk ke asrama atlet pada 10-15 September 2018. (Adt) Data jumlah peserta berdasarkan kota-kota Audisi Umum, dengan provinsi dan kabupaten/kota: PEKANBARU Provinsi 13 Kabupaten 53 BALIKPAPAN Provinsi 17 Kabupaten 41 MANADO Provinsi 7 Kabupaten 25 PURWOKERTO Provinsi 9 Kabupaten 53 SURABAYA Provinsi 12 Kabupaten 60 CIREBON Provinsi 12 Kabupaten 63 SOLO RAYA Provinsi 12 Kabupaten 59 KUDUS Provinsi 25 Kabupaten 113

Rider 15 Tahun Asal Lumajang, Ikut Undangan Latihan Bersama Valentino Rossi

Yamaha Indonesia mengutus Muhammad Faerozi Toreqottullah, pembalap 15 tahun asal Lumajang, Jawa Timur, mengikuti pelatihan balap dari Yamaha Motor Co. Ltd di markas Valentino Rossi, melalui program Yamaha VR46 Master Camp. (aripitstop.com)

Jakarta- Untuk kali keenam akademi Valentino Rossi, VR46 Academy menggelar Master Camp. Kali ini, Master Camp VR46 2018 bergulir pada 12-16 September di MotoRanch, Tavullia, Italia. Pembalap asal Indonesia, Muhammad Faerozi Toreqottullah (15) dipastikan ikut meramaikan. Akademi Valentino Rossi memang rutin menggelar Master Camp, untuk mengasah bakat-bakat pembalap muda. Pada edisi 2018, ada empat pembalap muda dari Asia, yang akan ikut terlibat, salah satunya adalah Faerozi. Tiga pembalap lain yang bakal latihan bersama Rossi adalah Muhammad Aiman Bin Tahiruddin (16), Nazirul Izzat Bin Muhammad Bahauddin (18) asal Malaysia, dan Shota Yokoyama (16) asal Jepang. Keempatnya aktif sebagai pembalap di Asia Road Racing Championship. Seperti edisi sebelumnya, tujuan Master Camp dibuat adalah untuk menemukan dan mengembangkan bakat pembalap muda. Para peserta yang terpilih akan menjalani pelatihan selama satu pekan di Italia, di bawah bimbingan staf serta pembalap VR46 Riders Academy. Keterampilan mereka akan diuji langsung di tempat latihan Valentino Rossi, yakni Motor Ranch. Mereka akan diminta mengendarai Yamaha YZ250Fs di lintasan datar dan di lintasan motorcross dengan Yamaha YZ125s. Nantinya, mereka juga berkesempatan mengendarai Yamaha YZF-R3, di Sirkuit Marco Simoncelli. Serta menjajal Yamaha YZ85s di lintasan go-kart Misanino KCE. Selain latihan balapan, mereka juga diajarkan soal bagaimana menjaga fisik, dalam kondisi prima dengan sesi latihan di Fisio Gym. “Pekan depan kami memulai edisi keenam proyek Yamaha Master Camp VR46 yang merupakan pekan penuh aksi. Kami mengucapkan terima kasih kepada Valentino, VR46 Riders Academy, dan semua sponsor yang berkontribusi dalam program pelatihan,” kata Lin Jarvis, Managing Director Yamaha Motor Racing, dilansir Yamaha MotoGP. Bagi Faerozi, menjadi peserta Master Camp VR46 tentu pengalaman yang berharga. Pemuda kelahiran Lumajang, Jawa Timur, pada 15 Desember 2002, itu bisa meningkatkan pengalamannya di lintasan. Sebelumnya, Faerozi sempat mengarungi petualangan di AARC AP250 2018 dan Indospeed Race Series Sport 250cc. (Adt)

Liga 1 ELite U-16 Bergulir 15 September, PSSI Sebar Bibit Profesional Untuk Timnas

Persija Jakarta U-16 tergabung di Grup B, pada kompetisi Liga 1 Elite Pro Academy U-16 20188. Kompetisi tersebut mulai bergulir pada Sabtu (15/9), di beberapa kota di Indonesia. (media persija jakarta)

Jakarta– Terobosan baru digulirkan PSSI dengan melangsungkan Turnamen Liga 1 Elite Pro Academy U-16 2018, mulai 15 September hingga 16 Desember. Sebanyak 18 tim dibawah usia 16 tahun (U-16) dari klub peserta Liga 1 2018, akan mengikuti kompetisi remaja, yang dibagi dalam tiga grup ini. Managers meeting telah diselenggarakan di Sawangan, Depok, dan dihadiri perwakilan 18 klub yang akan bertanding. Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono, Direktur Teknik Danurwindo, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ratu Tisha Destria ikut hadir. “PSSI bangga dapat menyelenggarakan kompetisi U-16, yang mulai berlangsung di bulan September ini. Ini menjadi sejarah, yang untuk pertama kalinya mengadakan kompetisi di level usia tersebut,” kata Joko Driyono. Kompetisi ini adalah lanjutan dari festival Liga 1 Elite Pro Academy U-16 2018, yang telah diselenggarakan pada Juli lalu. Saat itu, 15 tim junior Liga 1 2018, ikut dalam festival yang diadakan di Sawangan, Depok. “Dari kompetisi ini, kami juga melakukan kerja sama dan koordinasi dengan Kemendikbud. PSSI berharap dengan adanya event ini, bisa membantu Tim Nasional atau klub-klub profesional, mencari pemain,” ungkap mantan Sekjen PSSI asal Ngawi itu. Pada turnamen yang juga disebut Liga 1 Elite U-16 2018 ini, tiap tim di grup A dan B bakal menjalani dua kali laga kandang dan tandang, dengan lawan yang sama di babak penyisihan grup. Pertandingan akan dilaksanakan tiap akhir pekan. Ini dilakukan, agar tiap tim memperoleh laga sebanyak 20 pertandingan. Khusus grup C, digelar dengan format home tournament, yang dilaksanakan dalam empat seri, dan sebanyak lima pertandingan tiap serinya. Namun, saat ini, belum ditentukan siapa yang akan menjadi tuan rumah grup C. Liga 1 Elite U-16 akan berdurasi 2×30 menit, dengan waktu turun minum selama 10 menit. Juara, runner-up, dan dua peringkat ketiga terbaik, akan melaju ke babak 8 besar. Pada fase ini, delapan tim akan masuk ke dalam dua grup, dengan sistem satu seri home tournament. Dua tim dari setiap grup, melaju ke babak semifinal, dan pemenang pada babak itu, akan melaju ke pertandingan final. Sementara itu, Persija Jakarta U-16 tergabung di Grup B dan akan bersaing dengan Bali United, Arema FC, Persela Lamongan, Barito Putera dan Madura United. Sedangkan 12 klub lainnya tergabung di Gru B dan Grup C yang juga diisi enam klub. Pelatih Persija U-16, Blitz Tarigan menyebut lolos ke 8 besar bukan tugas mudah. Meski Persija tak segrup dengan Persib Bandung, yang merupakan rival bebuyutan, namun aroma persaingan tetap hangat. Tim Macan Muda terbentuk sejak Juli lalu. Fajar Firdaus dan kawan-kawan bahkan sudah melakoni beberapa uji coba dengan klub junior Liga 1. “Siapa pun lawannya, kami pasti berusaha keras, untuk lolos ke babak 8 besar. Memang bukan tugas mudah, tapi saya memiliki keyakinan dengan usaha keras anak-anak, kami akan meraih hal itu,” ujar Blitz. (art) Grup Liga 1 Elite U-16 2018 GRUP A Bhayangkara FC PSIS Semarang PS Tira Persib Bandung Sriwijaya FC PSMS Medan GRUP B Bali United Arema FC Persija Jakarta Persela Lamongan Barito Putera Madura United GRUP C Borneo FC Perseru Serui Persipura Jayapura PSM Makassar Mitra Kukar Persebaya Surabaya

Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Basket Pelajar Asia, Indonesia Siapkan Dua Tim Hanya Sepekan

Kemenpora melepas keberangkatan tim pelajar Indonesia yang akan tampil dalam ajang 8th Asian School Basketball Championship, Kamis (6/9). Bertempat di GOR Among Rogo, Yogyakarta, event ini akan dihelat dari 7 hingga 15 September 2018. (Kemenpora)

Jakarta- Indonesia mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah kejuaraan basket pelajar Asia. Bertempat di Yogyakarta, 8th Asian Schools Basket Ball Championship 2018, akan dihelat dari 7 hingga 15 September 2018. Tim basket pelajar Indonesia dipimpin oleh Surono, yang merupakan Kepala Bidang Pembinaan PPLP. Dan didampingi oleh pelatih putra, Rifki Antolion dan Cecep Firmansyah, mantan pelatih nasional dan klub Aspac Jakarta, yang akan menangani tim putri. Namun, sebagai tuan rumah, Indonesia tidak dibebani target. Asisten Deputi Bidang Pembibitan dan Iptek Olahraga Kemenpora, Washinton Galingging, mengatakan tim ini berlatih untuk berkompetisi, bukan untuk menang. Perlu dicatat, Indonesia membawa pulang medali perunggu, pada 7th Asian School Basketball Championship, di Thailand “Sebagai pelajar, tim ini memang tidak dibebankan target juara, sesuai dengan kategori usia mereka. Itu karena mereka berlatih untuk berkompetisi, bukan berlatih untuk menang,” ujar Washinton, saat melepas keberangkatan kontingen, di Jakarta, Kamis (6/9). Berbicara peluang juara di kejuaraan pelajar ini, Cecep yang menangani tim putri, mengatakan dirinya sulit memprediksi kekuatan lawan, karena belum pernah berhadapan sebelumnya. “Kejuaraan pelajar memang beda, dibandingkan dengan kejuaraan senior, karena kekuatan mereka sulit dipantau,” tutur Cecep. Hal senada juga disampaikan Rifki Antolion. Ia mengaku faktor kesulitan yang dihadapi adalah sulitnya memantau kondisi kekuatan lawan. Apalagi Kejuaraan pelajar punya batasan usia 18 tahun, sehingga komposisi pemain, pasti berubah dibandingkan kejuaraan sebelumnya. “Kami tidak tahu kekuatan lawan, karena mereka bukanlah tim nasional di negara masing-masing. Persiapan kami juga cepat, sejak 29 Agustus, hanya 8-9 hari persiapan, putra dan putri. Tapi kami geber sehari dua kali latihan, dengan andalan dua pemain yang berlaga di ASEAN School Games 2018 Juni lalu,” kata Rifki. Ini kali kedelapan kejuaraan basket pelajar Asia digelar. Sebelumnya, 10 negara sudah mendaftar berlaga di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Namun, 6 negara mengundurkan diri, dan hanya menyisakan Cina, Hongkong, Thailand dan Indonesia. Ajang ini menggunakan sistem round robin, yang mengharuskan setiap tim saling bertemu. (Adt)

Raih Emas di Usia 20 Tahun, Empat Atlet Ini Turut Ukir Sejarah Indonesia Dalam Asian Games 2018

Sebagai pebulutangkis nomor 15 dunia, Jonatan Christie tak diunggulkan di nomor perorangan Asian Games 2018. Namun, lajunya tak terhentikan melawan pemain-pemain unggulan, hingga akhirnya ia meraih emas nomor tunggal putra. (Pras/NYSN)

Jakarta- Indonesia mengukir prestasi dalam ajang multievent Asian Games 2018. Kontingen Tanah Air melampaui target yang ditetapkan pemerintah karena mendulang total 31 medali emas hingga Sabtu (1/9) atau H-1 penutupan. Pencak silat menjadi pendulang emas terbanyak bagi Indonesia. Dari 16 nomor yang dipertandingkan, 14 di antaranya dijuarai para atlet Tanah Air. Torehan 31 emas ini, menempatkan Indoensia di peringkat keempat klasemen akhir. Kontingen Tanah Air mengungguli Uzbekistan, yang duduk diposisi kelima dengan selisih 10 emas. Prestasi ini jauh lebih baik, dibandingkan saat Indonesia menjadi host Asian Games 1962. Kala itu, Indonesia hanya 11 kali menjadi juara. Kesuksesan Indonesia tentunya tidak lepas dari peran para atlet-atlet muda. Usia belia bukan menjadi halangan bagi mereka untuk mengukir prestasi. Setidaknya, ada empat atlet muda Indonesia yang usianya belum genap 21 tahun, namun sudah mencuri perhatian karena berprestasi di Asian Games 2018. Siapa sajakah mereka? Berikut ini adalah ulasannya. Rio Rizki Darmawan Jumat (24/8), venue dayung Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, kembali riuh. Anak-anak asuh pelatih Boudewijn van Opstal dan Muhammad Hadris, berhasil meraih medali emas pada laga final nomor dayung kelas ringan delapan putra di ajang Asian Games 2018. Kontingen Merah Putih yang beranggotakan Tanzil Hadid, Muhad Yakin, Jefri Ardianto, Ali Buton, Ferdiansyah, Ihram, Ardi Isadi, Ujang Hasbulah, dan Rio Rizki Darmawan, mengalahkan Uzbekistan dan Hong Kong dengan catatan waktu 6 menit dan 08,88 detik. Pundi-pundi emas kembali disumbangkan untuk Indonesia. Di antara ingar-bingar di Jakabaring, di antara riuh-rendah sorakan penonton, nama Rio menjadi sorotan. Putra kebanggaan Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, menjadi yang termuda di antara teman-temannya. Semula memang tak terpikir di benak Rio, untuk mengharumkan nama Indonesia melalui olahraga dayung. Andai ia menolak ajakan Jufri, Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (SMANOR) Tadulako Palu, mungkin teriakan ‘Rio’ ‘Rio’ ‘Rio’ dari penonton di venue tak akan muncul. Postur tubuhnya yang besar dan berprestasi selama di SMANOR, membuat Jufri yakin, bila pemuda asal Desa Tompi Bugis, Sigi, 27 November 1998 itu, bisa menjadi atlet dayung. Jonatan Christie Sebagai pebulutangkis tunggal putra nomor ke-15 dunia, Jonatan Christie memang kurang diunggulkan di nomor perorangan Asian Games 2018. Namun, lajunya tak terhentikan melawan pemain-pemain unggulan. Dia mengalahkan Shi Yuqi (peringkat kedua dunia asal China) di babak kedua, dan Khosit Phetpradab (runner-up SEA Games 2017) di babak ketiga. Di fase perempat final, giliran Wong Wing Ki Vincent (Hong Kong), yang dilewati Jojo, sapaannya. Lanjut ke semifinal, ia melumat peringkat ke-10 dunia asal Jepang, Kenta Nishimoto. Jojo, lalu menyudahi perlawanan sengit Chou Tienchen (Taiwan), di babak final, di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Selasa (28/8). Tunggal nomor enam dunia itu menyerah dari Jojo, usai melewati drama pertarungan ketat tiga gim, dengan skor 21-18, 20-22, 21-15. Dari lompatan Asian Games ini, pemuda kelahiran Jakarta 15 September 1997, boleh optimistis menatap target selanjutnya, yakni turnamen BWF World Tour Super Series. Di Indonesia Open 2018 Juli lalu, ia langsung gugur di babak pertama oleh Viktor Axelsen (Denmark). Raihan tertinggi Jojo adalah final New Zealand Open 2018 pada Mei, meski kandas dari Lin Dan (China). Rifki Ardiansyah Arrosyiid Rifki Ardiansyah Arrosyiid mengharumkan nama Indonesia pada Asian Games 2018. Peraih emas cabang olahraga Karate nomor kumite 60kg itu turut membanggakan kesatuannya sebagai anggota di korps Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Rifki yang saat ini berpangkat sersan dua (serda) akan naik pangkat menjadi sertu pada 1 Oktober nanti, usai mendapat penghargaan percepatan kenaikan pangkat, merupakan prajurit TNI peraih emas di Asian Games 2018. Rifki menetap di Surabaya, dan sehari-harinya bertugas sebagai Babanmin 2 Pokbanmin Jasdam Kodam V/Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Putra dari pasangan Surya dan Dwi ini menempuh pendidikan Bintara pada 2016 lalu. Ajang Asian Games 2018 bukan hanya menjadi pembuktian bagi para atlet dari kalangan sipil. Sejumlah atlet berlatar belakang militer pun berjuang dalam ‘pertempuran’ di arena olahraga demi mengangkat prestasi Merah Putih. Rifki adalah salah satu prajurit yang juga bersaing dengan para atlet luar negeri di ajang olahraga multicabang se-Asia tersebut. Arek Suroboyo kelahiran 24 Desember 1997 ini, mampu meraih emas bagi Indonesia usai mengalahkan karateka asal Iran, Amir Mahdi Zadeh, di fase final dengan skor 9-7. Sebelumnya, Rifki pernah meraih medali perunggu di SEA Games 2017, dan medali Emas dari kelas Kumite 55 Kg, dalam Kejurnas Karate Piala Panglima TNI tahun 2017 lalu. Hanifan Yudani Kusumah Pencak Silat menambah lagi pundi-pundi medali Indonesia di Asian Games 2018. Kali ini atas nama Hanifan Yudani Kusumah. Dalam laga perebutan medali emas nomor Tarung Putra Kelas C (55-60Kg) di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu (29/8), Hanifan menang 3-2, atas pesilat Vietnam, Thai Linh. Dalam pertarungan tiga ronde itu, Hanifan sempat mendapat kartu merah, karena dinilai menyerang wajah lawannya. Hanifan adalah pesilat berusia 20 tahun, namun sudah berhasil mengharumkan nama Indonesia. Remaja yang tumbuh di Bandung ini lahir pada 25 Oktober 1997. Sebelum tampil di Jakarta, Hanifan tercatat sebagai pesilat yang meraih medali emas pada Silat World Championships 2016 di Denpasar, Bali. Pada 2017, ia menyabet perunggu di Asian Championships yang digelar di Korea. Hanifan juga membawa perunggu pada Sea Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Atlet asal Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang dikenal usai selebrasinya yang membuat calon presiden Prabowo Subianto, dan Presiden Indonesia Joko Widodo, saling berpelukan dan berselimutkan bendera Merah-Putih, ternyata merupakan seorang jockey balap motor handal, saat masih duduk di SMA. (Adt)

Siapkan Event Pemanasan Piala Asia U-19, PSSI Gelar Turnamen Mini Timnas U-19 di Pakansari

Jelang berlangsungnya Piala Asia U-19 2018, PSSI mengajak dua negara yakni China dan Thailand, dalam sebuah event turnamen mini, di Stadion Pakansari, Cibinong, pada 21-26 September. (goal.com)

Jakarta- Jelang event Piala Asia U-19 2018, PSSI berencana menggelar turnamen mini untuk Timnas U-19, bersama tiga negara lainnya. Indonesia akan menjadi tuan rumah ajang Piala Asia U-19 yang digelar pada 18 Oktober – 4 November, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Garuda Jaya diharapkan meraih target empat besar, demi lolos ke Piala Dunia U-20 setahun kemudian. Untuk mencapai target itu, anak asuh Indra Sjafri telah menjalani serangkaian laga uji coba dengan tim lokal. Teranyar, Timnas U-19 menghadapi klub Liga 2, Semen Padang. Pada pertandingan yang digelar di Stadion H. Agus Salim, Padang, Sumatra Barat, pada Sabtu (25/8), Nurhidayat dan kawan-kawan, akhirnya harus kalah adu penalti 3-4, setelah dalam waktu normal, kedua tim bermain imbang 3-3. Usai uji coba di Padang, PSSI mengajak dua negara Asia dalam event turnamen mini, di Stadion Pakansari, Cibinong, pada 21-26 September. “Kami sudah menghubungi Sekjen PSSI untuk melaporkan agenda ini. Dua negara sudah past ikuti, yakni Thailand dan China. Satu negara lainnya antara Korea Selatan dan Suriah,” ujar Manajer Timnas U-19, Daconi Chotob, pada Rabu (5/9). Turnamen ini akan menjadi persiapan terakhir bagi Timnas U-19, sebelum tampil di Piala Asia U-19. Tim merah putih, berada di Grup A bersama Taiwan, Uni Emirat Arab, serta Qatar. Daconi menyebut, jika Tim Garuda Jaya ingin meraih hasil yang lebih baik dibanding edisi 2014. “Semuanya merupakan lawan tangguh. Meski demikian, kami akan berupaya keras untuk bisa lolos dari babak penyisihan grup. Ini momen yang pas, apalagi bermain di hadapan publik sepakbola Indonesia,” kata Daconi. (art)

Bagus Kahfi Cetak Hattrick, Timnas U-16 Pede Jajal Oman di Laga Uji Coba Terakhir

Timnas U-16 meraih kemenangan kedua 4-0 atas tim remaja, Felda United FC U-17, di di Stadion MMU, Selangor, pada Selasa (4/9). Striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi mencetak hattrick pada laga itu. (PSSI.org)

Kuala Lumpur– Jelang tampil di Piala Asia U-16 2018 yang berlangsung di Malaysia, pada 20 September – 7 Oktober 2018, Timnas U-16 menjalani pemusatan di Negeri Jiran sejak Kamis (30/8). Selama pemusatan latihan di Kuala Lumpur itu, tim asuhan Fakhri Husaini tak hanya menjalani game internal. Garuda Asia –julukan Timnas U-16– juga mengagendakan tiga laga uji coba. Pada Jumat (31/8), Timnas U-16 menjalani laga uji coba perdana, kontra tim lokal, yakni Sime Darby FC U-17. Pada laga itu, David Maulana dan kolega menang 4-0. Gol-gol Timnas Indonesia U-16 dilesakkan Brylian Aldama, Rendy Juliansyah, Mochammad Supriadi dan Amiruddin Bagus Kahfi. Dalam laga itu, Fakhri menurunkan semua 23 pemain yang dibawa ke Malaysia, termasuk empat personel baru. Mereka ialah Fatah Aji (PPLP DKI), Muhammad Uchida Sudirman (Patriot 165 FC), Subhan Fazri (Posila Lokhseumawe) dan Cecep Maulana (ASAD 313). Selanjutnya di uji coba kedua, Timnas U-16 meraih kemenangan 5-0, atas Felda FC U-17, di Stadion MMU, Selangor, pada Selasa (4/9). Gol Indonesia dicetak oleh hattrick Amiruddin Bagus Kahfi pada babak pertama. Lalu dua gol lagi dilesakkan oleh Amanar Abdillah, dan Muhammad Salman. Dan Rabu (12/9), peraih titel kampiun Piala AFF U-16 2018 ini, dijadwalkan meladeni kontestan Piala Asia U-16 2018, Oman, sekaligus menutup rangkaian laga uji coba merah putih, di Kuala Lumpur. Fakhri mengaku cukup senang dengan hasil yang diraih anak asuhnya. Ia berharap dua kemenangan itu menjadi stimulus bagi para pemain untuk tampil maksimal saat berlaga di Piala Asia U-16. “Saya berharap kemenangan ini menjadi suntikan motivasi bagi para pemain, sekaligus menjaga konfedensi mereka, jelang uji coba lawan Oman,” ujar Fakhri, pada Rabu (5/8). Persiapan matang memang wajib dilakukan Timnas U-16. Sebab, target besar diberikan PSSI kepada mereka. Tim merah putih remaja ditargetkan lolos ke fase semifinal agar ikut ambil bagian di Piala Dunia U-17 2019, yang berlangsung di Peru. (art)

Kandaskan SMK PGRI 1 Cibinong Di Laga Pembuka, Tim Basket Putra Kharisma Bangsa Unggul Pengalaman

Tim putra SMA Kharisma Bangsa (putih) mengalahkan SMK PGRI 1, Cibinong, dengan skor 91-22, dalam laga pembuka turnamen bola basket ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, di lapangan Basket SMAN 13, Depok, pada Sabtu (1/9). (Adt/NYSN)

Depok- Tim putra SMA Kharisma Bangsa mengawali laga pembuka kompetisi bola basket bertajuk ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, pada Sabtu (1/9), dengan hasil positif. Bermain di Lapangan Basket SMAN 13 Depok, Jawa Barat, Fajar Satria dan kolega menang telak 91-22 atas SMK PGRI 1, Cibinong, Jawa Barat. Satria, Kapten Tim, mengatakan performa timnya pada pertandingan itu dalam kondisi baik. “Di kuarter pertama kami masih butuh adaptasi dengan lapangan. Tapi, selebihnya kami bermain sangat baik,” ujar Satria. Menurutnya, lawan merupakan tim yang cukup bagus. “Mungkin mereka kurang pengalaman, sehingga kami bisa manfaatkan kondisi itu meraih kemenangan,” lanjutnya. Senada, Abdurrasjid Juzar mengungkapkan, pada pertandingan perdana ia dan kolega masih diberi kemudahan dalam memenangkan laga. “Jam terbang dan pengalaman kami mungkin lebih banyak dibanding lawan,” terangnya. “Apalagi sebagian pemain kami juga berhasil dalam mengeksekusi lemparan tiga angka ke jaring lawan,” tukas Abdurrasjid. (Adt)

Satelite Cup 2018 Resmi Digelar, Ajang Pebasket Pelajar di Depok Tambah Pengalaman Tanding

Pemain tim basket putra tuan rumah SMAN 13 Depok, Bagas Nugroho (99) tengah melakukan tembakan ke arah jaring SMAN 26. Tim tuan rumah akhirnya unggul denga skor yang cukup jauh 61-31, pada laga perdana Satelite Cup 2018 Volume 2, pada Sabtu (1/9). (doc. SMAN 13)

Depok- Turnamen basket antar Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Jabodetabek bertajuk ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, yang diselenggarakan SMAN 13 Depok, Jawa Barat (Jabar), resmi digelar pada 1-23 September. Ajang ini menjadi kesempatan terutama kalangan pelajar yang memiliki bakat bermain basket untuk menambah pengalaman bertanding. “Event ini kedua kalinya diselenggarakan di sekolah kami. Pada Satelite Cup sebelumnya, berlangsung lancar dan bisa dijadikan sebagai upaya untuk menambah pengalaman bertanding, terutama bagi pelajar yang memang memiliki passion di basket, di Kota Depok,” ujar Bagus Kumala Aji, Humas ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, Rabu (5/9). Ia melanjutkan bahwa ajang ini sebagai upaya agar Pemerintah Kota Depok memberikan perhatian pada olahraga basket, mengingat banyak potensi pebasket di Kota peyangga Jakarta itu. “Sayangnya belum mempunyai wadah yang bagus untuk para pecinta basket ini. Kami berpikir untuk menggelar event ini secara berkala,” tambahnya. Terdapat 22 tim putra dan putri dari SMA se-Jabodetabek yang bersaing untuk menjadi yang terbaik. Bagus berharap event ini dapat berlangsung sukses. “Kompetisi ini digelar pada Sabtu dan Minggu, di Jalan P nomor 72, Kalimulya, Depok,” terang Bagus. “Untuk pertandingan pekan pertama, yakni pada 1 dan 2 September terlaksana dengan sukses. Dan laga berjalan sengit. Semua pemain menujukkan skill yang mereka miliki,” terangnya. “Semoga menjadi tolak ukur sekolah lain juga untuk membantu memberikan wadah bagi para pecinta basket, untuk berkembang lebih jauh lagi,” tegasnya. Sementara itu, pada laga perdana, tim basket putra tuan rumah SMAN 13 Depok meraih kemenangan usai menaklukkan SMAN 26 Jakarta, dengan skor 61-31. Duel kedua tim di pertandingan itu berjalan seru. Meski saling kejar mengejar angka, namun SMAN 13 Depok mampu menutup paruh kuarter dengan keunggulan 27-17. Tak tinggal diam, skuat SMAN 26 Jakarta berusaha menebar ancaman pada tim tuan rumah. Namun, Farid dan kolega masih terlalu tangguh bagi lawan. Mereka akhinrya mampu menutup dua kuarter sisa dengan skor akhir 61-31. Farid , Kapten Tim SMAN 13 Depok , mengatakan timnya bermain dengan kepercayaan diri penuh, terlebih mereka tuan rumah. “Kami juga lebih banyak memiliki pemain-pemain yang mau berkerja sama sebagai team bukan sebagai individu,” tukas Farid. (Adt)

Efek Domino Piala AFF U-22 2019, Kunci Tongkat Estafet Skuat Junior Timnas Indonesia

Salah satu event yang jadi terobosan baru AFF adalah event Piala AFF U-22, yang akan diselenggarakan di Kamboja, sekaligus menjadi negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah perdana. Nama Egy Maulana Vikri yang memperekuat klub Polandia, Lechia Gdansk, menjadi kandidat skuat Timnas Indonesia di ajang itu. (goal.com)

Jakarta- Dewan AFF menggelar sidang ke-16 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu (25/8). Dalam sidang itu diputuskan beberapa negara yang menjadi tuan rumah kejuaraan, mulai Piala AFF U-15, Piala AFF U-18, sampai Piala AFF U-22, untuk penyelenggaraan 2019. Hasil sidang memutuskan Piala AFF U-15 2019 akan berlangsung di Thailand, Piala AFF U-18 2019 di Vietnam. Dan, Piala AFF U-22 digelar di Kamboja. Dari sekian banyak agenda kejuaraan AFF pada 2018, Indonesia tak kebagian satupun sebagai penyelenggara. Sebab, pada 2018, Indonesia sudah banyak menjadi tuan rumah agenda AFF. Salah satu event yang menjadi terobosan baru AFF adalah pelaksanaan perdana ajang Piala AFF U-22. Rencananya kejuaraan itu bakal diselenggarakan di Kamboja, sekaligus menjadi negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah pertama. Namun, untuk kepastian bulan atau tanggal pasti penyelenggaraannya, AFF belum bisa memutuskan. Meski demikian ada opsi yang disiapkan, yakni sebelum, atau sesudah SEA Games 2019 yang berlangsung di Filipina. Khusus bagi Indonesia, mengikuti Piala AFF U-22 bakal dibutuhkan perombakan besar di skuat tim nasional. Maklum, sebagian besar penggawa Asian Games 2018 sudah melewati batas usia 22 tahun, pada 2019. Sebagai contoh di lini belakang, hanya ada nama Andy Setyo (20 tahun) dan Bagas Adi Nugroho (21 tahun) yang pada 2019, belum melewati umur 22 tahun. Lalu di posisi kiper, tinggal menyisakan Awan Setho (21 tahun), dan Satria Tama, jika ia masih dipanggil Timnas. Sementara itu di lini tengah, Indonesia kehilangan generasi yang menjuarai Piala AFF U-19 2013. Trio Evan Dimas, Hargianto, dan Zulfiandi, tahun depan akan menginjak usia 23-24 tahun, yang tentunya tak bisa diturunkan di Piala AFF U-22. Dua pemain yang berpotensi tampil adalah Hanif Sjahbandi dan Septian David Maulana. Keduanya sekarang berumur 21 tahun. Justru, yang paling mengkhawatirkan adalah komposisi lini depan. Indonesia sampai detik ini belum memiliki penyerang kategori U-22 dengan kualitas mumpuni. Bahkan, di gelaran Asian Games 2018, pun merah putih sampai harus menggunakan jasa Beto Goncalves, sebagai pemain senior naturalisasi. Opsi terbaik sementara ini adalah Saddil Ramdani, yang belum genap berkepala dua, itupun sebagai penyerang sayap. Untuk penyerang tengah, ada dua nama populer yakni Ezra Walian (20 tahun), dan Egy Maulana Vikri (18 tahun), meski sebaiknya tidak terlalu berharap, karena belum tentu mereka dilepas klubnya. Lalu bagaimana jika memanggil nama Amiruddin Bagus Kahfi, yang tampil gemilang di Piala AFF U-16? Tidak menutup kemungkinan ia mendapat panggilan ke timnas U-22, tapi juga tidak bisa dibebani ekspektasi yang tinggi, lantaran usianya yang masih sangat belia. Pada 2019, Indonesia akan ditinggal sejumlah besar pemain U-23 yang tampil di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Artinya, Garuda Muda akan memasuki era baru dengan para pemain baru. Sayangnya, saat ini belum terlihat pemain yang berpotensi menjadi andalan di Timnas U-22 tahun depan. Persoalan ini sebelumnya juga pernah dihadapi Indonesia, jelang SEA Games 2017. Minimnya jumlah pemain U-22 yang cukup menit bermain di klubnya, ‘memaksa’ PSSI dan PT. Liga Indonesia Baru (LIB) meneken regulasi anyar, yang mewajibkan seluruh tim Liga 1, harus memainkan pemain U-23 sebagai starter. Regulasi itu memang berhasil. Ada banyak pemain muda yang meroket seperti Rezaldi Hehanussa, Hanif Sjahbandi, Febri Hariyadi, Osvaldo Haay, hingga Marinus Wanewar. Itu menunjukkan, andai klub lebih berani memberikan porsi bermain pada pemain muda, akan ada banyak bakat besar yang terus berkembang. Langkah serupa seharusnya diterapkan jelang Piala AFF U-22. Tentu menimbulkan pro dan kontra, meski tak dipungkiri muncul efek negatifnya, bagi beberapa klub. Tapi, jika kesadaran untuk memainkan pemain muda, masih belum dimiliki klub, maka kelak akan muncul kembali, aturan yang “memaksa” untuk melakukannya. Timnas junior Indonesia terus menyabet prestasi dan hasil membanggakan. Sebagian besar skuat juara, kemudian menjadi tulang punggung di kategori usia selanjutnya. Jika trofi juara bisa disabet di Piala AFF U-22 2019, bukan tak mungkin, Timnas Indonesia akan memiliki calon generasi juara di Piala AFF senior. (Art)

Pecah Rekor Tinju Putri, Anggota KOWAD 20 Tahun Asal Lombok Raih Perunggu Asian Games

Kalah dari atlet Thailand, Sudaporn Seesondee (merah), petinju putri kelahiran Lombok, 27 Januari 1998, Uswatun Hasanah (biru), meraih medali perunggu Asian Games 2018 kelas 60 kg putri, pada Jumat (31/8). Raihan itu jadi sejarah baru, karena kali pertama, tinju putri mendulang medali di kancah Asian Games. (liputan6.com)

Jakarta- Petinju Putri Indonesia, Uswatun Hasanah, sukses menyumbangkan medali perunggu Asian Games 2018 dari kelas 60 kg putri, Jumat (31/8). Raihan itu jadi sejarah baru, karena untuk kali pertama, tinju putri mendulang medali di kancah Asian Games. Tinju putri kali pertama digelar pada Asian Games 2010. Selama ini, belum pernah ada petinju Indonesia yang meraih medali. Setelah delapan tahun, penantian Indonesia akhirnya terbayar. Atlet 20 tahun yang kerap disapa Atun ini, mengamankan medali perunggu paska gagal melenggang ke babak final. Di partai semifinal tinju putri kelas ringan 60 Kilogram Putri Hall C, JIExpo, Anggota Kowad TNI AD berpangkat Serda yang berdinas di Dirpalad Jatinegara Jakarta Timur ini, terpaksa mengakui keunggulan atlet asal Thailand, Sudaporn Seesondee. Pertandingan tiga babak tersebut, Atun terus menerus tertekan sejak awal ronde. Pukulan bertubi-tubi petinju Thailand, tak mampu dihadang olehnya. Sebaliknya, pukulan gadis kelahiran Lombok, 27 Januari 1998 ini, tak bertenaga dan mudah dipentahkan lawan. Sudaporn makin mendominasi laga di ronde kedua dan ketiga, hingga Atun terlihat selalu terpojok dan gagal keluar dari tekanan. Bahkan, saking terpojoknya, Atun kerap berbalik badan hingga mendapat peringatan dari wasit di ronde ketiga. Usai laga, pelatih kepala Adi Suandana menyebut anak asuhnya gagal maksimal dipertandingan tersebut. Apa yang ditampilkan Atun saat mengalahkan wakil India, Pavitra di perempat final, tak terlihat. “Penampilan Uswatun hari ini, jika dibandingkan dengan sebelumnya, memang menurun,” kata Adi, usai laga, di JIExpo Kemayoran Hall C, Jakarta, Jum’at (31/8). “Karena olahraga tinju itu sudah biasa ya, yang terpukul pasti poinnya turun, dan yang banyak memukul pasti dapat poin,” imbuhnya. Adi menjelaskan, waktu persiapan yang kurang, ditambah minimnya uji coba ke luar negeri, menyebabkan mental Atun dan para petinju penghuni pelatnas lainnya tak terasah dengan baik. Akibatnya, kata Adi, saat di bawah tekanan, mereka tak mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dan gagal menjalankan instruksi pelatih. “Masih banyak kelemahan. Lawan jadi punya keberanian menyerang terus. Kalau Atun keberaniannya sepeti pertandingan sebelumnya, lawan tak bakal tampil seperti itu,” ujar Adi. Meski gagal ke babak final, medali perunggu Atun sukses menghantarkannya mencetak sejarah. Sepanjang sejarah Asian Games, tinju Indonesia mengoleksi tiga emas, delapan perak, dan 13 perunggu. Namun, semua medali datang dari tinju putra. Ini merupakan medali pertama yang diraih kontingen Indonesia di Asian Games 2018 sepanjang Jumat (31/8). Indonesia total telah mengoleksi 30 emas, 23 perak, dan 39 perunggu. (Ham)

Tundukkan Universitas Muhammadiyah 2-0, Gelar LIMA Football GJC Disegel UNJ Berturut-turut

Tundukkan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dengan skor 2-0, tim Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memastikan diri tampil sebagai tim terkuat, di region Jakarta Raya, babak final LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018, di Stadion Sepak Bola Universitas Indonesia, Depok, pada Kamis (30/8). (LIMA)

Jakarta- Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memastikan diri tampil sebagai tim terkuat di region Jakarta Raya, dalam perhelatan LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018. UNJ menyegel status ini, usai taklukkan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), dalam laga final, yang digelar di Stadion Sepak Bola Universitas Indonesia, Depok, pada Kamis (30/8). Menang dengan skor 2-0, membawa UNJ keluar sebagai juara bertahan dalam dua musim berturut-turut. UMJ menampilkan permainan yang meyakinkan di menit-menit awal. Penguasaan bola dominan dikuasai tim berkostum merah itu, hingga pertengahan babak pertama. UMJ sempat melakukan tiga kali percobaan tembakan, namun tak berbuah satu gol pun. Perlahan, UNJ langsung mengambil alih laga. Dengan cepat, anak asuh pelatih Raka Wipentra itu mulai menekan pertahanan UMJ. Akhirnya, satu gol berhasil dilesakkan pemain UNJ bernomor punggung 10,  Gillang Harjian, pada menit ke-22. Hingga 45 pertama berakhir, UMJ tak mampu menyamakan kedudukan. Skor 1-0 bertahan hingga jeda turun minum. Memasuki babak kedua, UNJ menunjukkan dominasinya. Juara bertahan itu menambah koleksi golnya lewat tendangan Eka Khairul Insan (8) pada menit ke-79. Meski kedua tim melakukan jual beli serangan, namun gol Eka menjadi penutup laga final yang digelar di Stadion Universitas Indonesia (UI), Depok, dan skor 2-0 tak berubah hingga laga usai. “Syukur Alhamdulillah, kami bisa mempertahankan gelar. Persaingan tahun ini cukup sulit, banyak kejutan dari tim-tim baru dan kekuatannya cukup merata,” ujar Raka, pelatih UNJ. Ini menjadi musim pertama LIMA Football menggelar fase nasional. Kedua finalis akan melanjutkan perjuangannya di LIMA Football Nationals 2018 yang akan digelar 18-25 September, di Malang, Jawa Timurm bersama dua tim lainnya, Universitas Pelita Harapan Banten dan Universitas Padjadjaran Bandung. “Persiapan untuk ke nasional kurang lebih dua pekan. Kami akan persiapkan diri dengan terus berlatih. Fokus kami latihan penyelesaian akhir. Target di nasional nanti tetap ingin menjadi juara,” lanjut Raka. (Dre) Rekapitulasi LIMA Football: Air Mineral Prim-A GJC 2018 Juara Universitas Negeri Jakarta Peringkat 2 Universitas Muhammadiyah Jakarta Peringkat 3 Univeristas Pelita Harapan Lolos ke fase nasional : Universitas Negeri Jakarta Universitas Muhammadiyah Jakarta Universitas Pelita Harapan Universitas Padjadjaran Bandung

Bidik Olimpiade 2024 Prancis, PSSI Tunjuk Bima Sakti Bentuk Timnas U-15

Asisten Pelatih Timnas U-23, Bima Sakti (tengah), yang mengantungi lisensi melatih A AFC untuk pembinaan usia muda, kini dipromosikan menjadi Pelati Timna U-15 dan diproyeksikan tampil di Olimpiade 2024 Prancis. (Pras/NYSN)

Jakarta- PSSI segera membentuk Timnas U-15 untuk pembinaan jangka panjang yang berjenjang. Tim yang bakal ditangani Bima Sakti ini, segera diproyeksikan tampil di Olimpiade 2024 Prancis. Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, menjelaskan, Timnas U-15 diisi para pemain kelahiran maksimal 2003, dan disiapkan menuju Olimpiade 2024, di Prancis. Skuat Timnas U-15 itu, akan diambil dari kompetisi-kompetisi usia muda, yang ada di Indonesia. Menurut Tisha, tugas mantan kapten timnas Indonesia ini akan sibuk menyaring pemain yang dikembangkan lewat Elite Pro Academy, dari klub-klub profesional Liga 1. Di antaranya Piala Soeratin U-13 dan U-15, serta Liga U-16 yang segera berputar dan dijalankan PSSI. “Kompetisi PSSI itu terdiri dua jalur, profesional dan amatir. Amatir kami sudah jalan, seperti Soeratin U-15 dan U-17. Profesionalnya, yang segera berjalan tahun ini adalah U-16. Harusnya, di area profesional itu ada U-16, U-18 dan U-20,” buka Tisha. “Di usia genap adalah profesional, sementara di ganjil adalah amatir. Untuk scout kompetisi ini dibentuk timnas-timnas junior, dan materi pemainnya itu harus datang dari Elite Pro Academy, tak ada yang lain,” bebernya lagi “Karena di situ, para pemain itu sudah melewati jenjang amatir, dan akan naik ke area akademi. Dengan jenjang yang ada nanti, akan muncul pemain-pemain kelahiran 2003, yang dipersiapkan tampil Olimpiade 2024, di Perancis,” tegas Tisha. Terkait kemungkinan Bima akan kembali menjabat asisten pelatih Timnas Indonesia membantu Luis Milla, wanita kelahiran Jakarta, 30 Desember 1985 itu menegaskan, PSSI tak mempermasalahkan jabatan ganda itu. Sebab, Timnas U-15 dan Timnas senior Indonesia memiliki tujuan berbeda. “Timnas U-15 ini proyek jangka panjang, sedangkan Timnas Indonesia, tidak. Jadi tak ada masalah rangkap jabatan,” kata Tisha. Sementara menurut Ketum PSSI Edy Rahmayadi, langkah PSSI ini bertujuan memacu pembinaan sepakbola usia muda. “Timnas U-15 dibentuk sebagai langkah berjenjang pembinaan sepakbola usia dini, di Indonesia,” ujar Edy Rahmayadi, di Jakarta, Selasa (28/8). Ia menjelaskan, Timnas U-15 ini, berbeda dengan Timnas U-16, yang tengah dilatih Fakhri Husaini. Skuat yang ditangani Fakhri, yang akan berlaga di Piala U-16 Asia 2018 di Malaysia pada 20 September-7 Oktober 2018, nantinya disebut Timnas U-17. “Terbentuk satu tim, Timnas U-15 yang akan dilatih oleh Bima. Ada turnamen-turnamen yang disiapkan, guna mengantisipasi berjenjangnya pembinaan sepakbola ke depan,” terang Edy. Bima saat ini sudah mengantungi lisensi melatih level A AFC, dengan konsentrasi pembinaan usia muda. (Dre)

Jelang Piala Asia U-16 di Malaysia, Timnas U-16 Lakukan ‘Aklimatisasi’ di Kuala Lumpur

Usai menjalani pemusatan latihan Stadion Teladan, Medan, Sumatera Utara, Timnas U-16 bertolak ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu (29/8) dan akan beruji coba dengan beberapa tim, salah satunya Timnas Oman U-16, jelang Piala Asia U-26 2018. (antarafoto.com)

Jakarta- Timnas U-16 bertolak ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu (29/8) sore. Sebelum berlaga di Piala Asia U-16 2018, mereka akan menjalani uji coba sebanyak tiga kali, usai menjalani pemusatan latihan Stadion Teladan, Medan, Sumatera Utara. Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, mengungkapkan alasan memberangkatkan timnas U-16 lebih awal. Uji coba melawan timnas Oman U-16 juga sudah dipersiapkan, sebagai bagian dari persiapan menatap persaingan Grup C melawan Iran, India dan Vietnam. “Timnas U-16 berangkat ke Malaysia 29 Agustus, dan akan beruji coba tiga kali. Tim di sana cukup lama supaya bisa beradaptasi dengan baik,” kata Tisha pada Selasa (28/8). Hingga Piala Asia 2018 pada 20 September-2 Oktober, Timnas U-16 mempunyai waktu relatif lama berlatih di Kuala Lumpur. “Kami agendakan uj coba dengan situasi uji coba terbuka, supaya mereka merasakan ‘crowd’ Malaysia. Semacam aklimatisasi (adaptasi), jadi mereka harus lama di sana. Dan duel pemanasan sebelum lawan Oman, tim ini akan melawan klub lokal,” dia menambahkan. Rencananya, tim Akademi Selangor FA U-17 menjadi kandidat lawan Timnas U-16, pada Kamis (31/8). Lalu disusul, tim Junior U-17 lokal yang masih menunggu calonnya serta jadwal tandingnya. Timnas Oman U-16, diproyeksikan bakal melawan tim merah putih remaja, pada Rabu (12/9) mendatang. Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini sudah memiliki 24 nama pemain, yang akan tampil di Piala Asia U-16. Namun, Fakhri enggan menyebut empat nama baru yang ia bawa ke Malaysia, meski mereka sudah tampak ikut berlatih di Medan. Tim Garuda Asia sebelumnya melakukan seleksi kepada sembilan pemain baru, untuk bergabung dalam skuad di Piala Asia U-16 2018. Dari sembilan pemain, empat diantaranya sudah dipastikan bergabung dalam tim untuk Piala Asia U-16, di Malaysia. David Maulana dkk akan melakoni laga pembuka Piala Asia U-16, menghadapi Iran, di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, 21 September mendatang. Selain Iran, Indonesia yang tergabung di Grup C juga bakal menantang dua kontestan lain, Vietnam dan India. (Dre) 24 Pemain Timnas U-16 TC Medan dan Kuala Lumpur Kiper 1. Ernando Ari Sutaryadi – PPLP Jateng 2. Ahludz Dzikri Fikri – ASAD 313 3. Muhammad Risky Sudirman – SSB Villa 2000 Belakang 4. Mochamad Yudha Febrian – SSB Cibinong Raya 5. Muhammad Salman – Diklat Ragunan 6. Fadillah Nur Rahman – PPLP Sumatera Barat 7. Amiruddin Bagas Kaffa – Chelsea Soccer School 8. Muhammad Reza Fauzan – FC Patriot Aceh Tengah 9. David Maulana – PPLP Medan 10. Komang Teguh Trisnanda – Diklat Ragunan 11. Muhammad Talaohu – ASAD 313 12. Hamsa Lestaluhu – ASAD 313 13. Andre Oktaviansyah – SSB Pelita Jaya Soccer School 14. Brylian Aldama – SSB Gelora Putra Delta 15. Rendy Juliansyah – SSB ASIOP APAC INTI Depan 16. Mochammad Supriadi – Diklat Ragunan 17. Amanar Abdilah – PS Tira U-17 18. Amiruddin Bagus Kahfi – Chelsea Soccer School 19. Sutan Diego Armando Ondriano Zico – Chelsea Soccer School Pemanggilan Baru 20. Ahmad Farensyah – PPLP DKI 21. Fatah Aji – PPLP DKI 22. I Komang Dedi Nova Tri Gunawan – Bali United U-16 23. I Kadek Silva Yoga Adi Wijaya – Bali United U-16 24. Subhan Fazri – Aceh Pemain yang sempat tergabung di Piala AFF U-16 tetapi tak diikutsertakan Piala Asia U-16 karena regulasi 1. Yadi Mulyadi – ASAD 313 2. Fajar Fathur Rahman – ASAD 313 3. Kartika Vedhayanto – PPLP Jawa Tengah 4. Dandi Maulana Hakim – SSB Bina Taruna

Pimpin Kualifikasi Nomor Street, Skateboarder Indonesia Intip Peluang Medali Emas Asian Games

Skateboarder Indonesia berusia 16 tahun asal Bali, Sanggoe Darma Tanjung, melakukan gerakan trik, pada sesi latihan jelang Asian Games 2018, sebelum tampil di ajang kualifikasi cabor Skateboard, di Jakabaring Sport City, Palembang, pada Selasa (28/8). (tempo.co)

Palembang- Sanggoe Dharma Tanjung, 16 tahun, memimpin kualifikasi nomor street Cabor Skateboard Asian Games 2018 dan berpeluang meraih emas di final. Sanggoe tampil impresif di babak kualifikasi dan tak terpengaruh gangguan hujan yang sempat dua kali menghentikan lomba, di Jakabaring Sport City, Palembang, Selasa (28/8). Skateborder asal Bali ini, berada di peringkat pertama dengan nilai 31,3 poin. Ia unggul hampir tiga poin dari Keyoki Ike asal Jepang, yang mecetak jumlah skor 28,3 poin. Sanggoe mengawali sesi babak (runs) 1 dengan nilai 6,4 dan runs 2 melejit menjadi 8,1 poin. Ia terlihat menguasai hampir semua bagian arena terutama rintangan rel, salah satunya dengan trik bs smithgrid, yakni teknik menuruni rel delapan anak tangga. Dominasi Sanggoe makin terlihat, di sesi trik terbaik. Ia berhasil mengeksekusi lima kali kesempatan tanpa terjatuh. Sanggoe bahkan mencatatkan dua nilai tinggi, pertama dengan trik bigflip fs boardslide yang meraih 7,7 poin. Lalu trik bigflip fs boardslide yang mendapat 7,8 poin dari dewan juri. Sanggoe merupakan atlet peringkat ketiga pada ajang FISE World Malaysia 2014, dan peringkat enam dunia di X-Games Shanghai 2015 lalu. Ia juga skateboarder Indonesia pertama, yang berlaga di Street League (SLS) ,di Barcelona 2017. “Kita memprediksi dia (Sanggoe) bisa dapat nilai tinggi, dan meraih emas. Tinggal jaga mentalnya supaya tampil bagus di final,” kata pelatih skateboard Indonesia, Ardy Polli. Ada delapan skateboarder yang akan memperebutkan medali emas pada nomor ini. Selain harapan dari 4 atlet putra di nomor Street dan Park, dua atlet putri Indonesia juga akan tampil. Bunga Nyimas dan Aliqqa Novvery bakal turun di kualifikasi pada Rabu pagi, dan final saat sore harinya. Aliqqa hanya tampil di nomor Street, sedangkan Bunga bermain di dua nomor Street dan Park. Cabor skatebord baru pertama kali dipertandingkan di Asian Games, sebagai persiapan untuk Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. (Ham)

Siswa Kelas XII SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Palu, Jadi Atlet Termuda Peraih Emas AG 2018 Kontingen Indonesia

Rio Rizki Darmawan, salah satu anggota tim dayung (Rowing) Indonesia di nomor kelas ringan delapan putra, menjadi peraih emas termuda kontingen Indonesia di Asian Games 2018. Rio saat ini baru menginjak usia 15 tahun. (cnnindonesia.com)

Jakarta- Salah satu anggota tim dayung (Rowing) Indonesia di nomor kelas ringan delapan putra, Rio Rizki Darmawan, adalah atlet termuda peraih emas Asian Games 2018 kontingen Tim Merah Putih, sejauh ini. Rio bahkan masih tercatat sebagai siswa kelas XII SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah. Rio yang berasal dari Kulawi, kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, masuk pelatnas dayung Asian Games, usai tampil di Pekan Olahraga Nasional 2018 di Jawa Barat. Sejak itu Rio menjadi andalan Indonesia. Saat di PON XIX Jawa Barat, Rio sebetulnya tampil biasa saja. Bukan prestasi yang mengagumkan, karena hanya medali perunggu di nomor single sculss kelas ringan (LM1x) putra, yang ia torehkan. Namun, prediksi PB Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) tidak salah. Ia lolos pelatnas dan menjadi tim dayung Indonesia di Asian Games 2018. Atlet binaan Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) Pemprov Sulteng ini, bahkan kini berprestasi meraih emas pertama di cabor dayung. Salah satu yang faktor yang membuat PODSI kepincut dengan bakat Rio, karena kemampuannya yang mudah beradaptasi. Berkaca dari PON di Jawa Barat, Rio tetap bisa meraih medali perunggu, meski memakai peralatan yang belum pernah dipakainya, saat persiapan. Pada Kejuaraan Nasional Dayung dan Asian Rowing di Palembang, Sumatera Selatan, Desember 2017, Rio mulai menunjukkan prestasi, saat menyabet satu emas dan satu perak. Tahun ini, Rio membawa tim dayung Indonesia meraih dua emas di Belanda, dalam rangka TC Asian Games 2018. Masing-masing satu emas di kejuaraan di Bosban, Amsterdam, dan di Kejuaraan Holland Beker. Prestasi Rio di dayung pun terus mengalami peningkatan selama mengikuti pelatnas. Di Asian Games 2018, remaja kelahiran Kulawi, 11 Februari 2003, akhirnya mencatatkan namanya, sebagai peraih medali emas termuda sementara, dengan usia 15 tahun. Sedangkan, untuk peraih emas Indonesia tertua di Asian Games kali ini, menjadi milik atlet cabor paralayang, Hening Paradigma, yang sudah berusia 32 tahun. Selain itu, medali emas Rio, juga merupakan emas pertama bagi Indonesia dari cabang dayung, di event multi-cabor terbesar di Asia. Dalam Asian Games, prestasi terbaik tim dayung Indonesia, hanyalah meraih medali perak dari nomor single sculls putra, pada Asian Games 1998 di Bangkok, Thailand, melalui Lasmin. Selebihnya, Indonesia hanya bisa meraih lima perunggu dari nomor kelas ringan coxless empat putri di Asian Games 1990, kelas ringan coxless empat putra di 2002, kelas coxless empat putra di 2006, single sculls putri di 2006, dan kelas ringan quadruple sculls, di 2014. (Ham)