UMM Menang 1-0, Buka Peluang Ke Empat Besar LIMA Football 2018

Tekuk Universitas Negeri Malang (UNM) dengan skor tipis 1-0, tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM/merah) memperbesar peluangnya ke empat besar, setelah di laga pertama LIMA Football: East Java Conference (EJC) 2018, menang 2-0 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. (LIMA)

Malang- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah poin kemenangan, dalam LIMA Football: East Java Conference (EJC) 2018, Rabu (12/9). Menghadapi tim satu kota, Universitas Negeri Malang (UNM), UMM sukses meredam lawannya dengan skor tipis 1-0, di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang. UMM mendominasi babak pertama. Tim berkostum merah itu memaksa UNM bermain bertahan di sepanjang babak. Pada menit ke-24, UMM mengatasi kebuntuannya. Sundulan Akbar Galang Mahardika bersarang di gawang UNM. Tim asal Kampus Putih itu berhasil mencatatkan gol tunggal di babak pertama. Skor sementara 1-0 untuk keunggulan UMM di akhir paruh pertama. UNM lalu bermain terbuka di babak kedua. Tim berkostum biru dongker kini bisa keluar dari tekanan UMM. Tercatat tujuh tembakan berhasil dilepaskan anak asuh Fahrial Amiq itu. Meski lebih agresif, UNM belum bisa mencetak gol. Skor 1-0 untuk UMM bertahan hingga akhir laga. Sebelumnya, UMM mengandaskan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, pada Senin (10/9) dengan skor 2-0. Tim asuhan Arif Trisandi itu makin memperbesar peluangnya ke empat besar, menyusul Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, yang bertengger di puncak klasemen, hingga Rabu (12/9). (Adt)

Lolos ke Semifinal Sirnas U17 Jakarta Open 2018, Pebulutangkis 15 Tahun Asal PB Djarum Hanya Butuh 32 Menit

Muh Azahbru B. Kasra, asal PB Djarum Kudus, lolos ke semifinal Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018, Kategori Usia 17 Tahun (U17), pada Kamis (13/9), usai mengalahkan Iqbal Diaz Saputra asal PB Exist Jakarta, straight game, 21-9, 21-14. (PB Djarum)

Jakarta- Pemain tunggal unggulan tujuh, Muh Azahbru B. Kasra, yang berasal dari klub PB Djarum Kudus, hanya butuh 32 menit, untuk mengunci tiket semifinal Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018, Kategori Usia 17 Tahun (U17). Pertandingan yang dihelat pada Kamis (13/9), remaja kelahiran Kolaka, Sulawesi Tenggara, 24 Oktober 2002, itu sukses mengalahkan Iqbal Diaz Saputra, asal PB Exist Jakarta, straight game, 21-9, 21-14, di babak perempat final. Diakui pebulutangkis yang juga memiliki hobi renang itu bila dirinya bermain sabar di game pertama Ia juga mencari waktu yang tepat untuk melakukan serangan pada lawan. “Tapi, di game kedua lawan justru merubah dan bermain lebih safe, jadi ketinggalan lebih dulu tadi,” ujar semifinalis Wali Kota Surabaya International Open 2018 (Tunggal Remaja Putra), usai laga. “Untung di poin-poin kritis, saya lebih yakin mainnya. Itu mungkin kunci kemenangan pertandingan tadi. Coba main sabar, serta tidak terburu-buru, serta meraih satu poin perpoin di setiap pertandingan,” lanjut remaja bertangan kidal, di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Di laga semifinal, pada Jumat (14/9), lawan berat menanti Azahbru. Ia akan menantang unggulan satu asal PB Exist Jakarta, Tegar Sulistio, yang menaklukan Yohanes Saut Marcelino, unggulan 16 dari PB Jaya Raya Jakarta, straight game, 21-9, 21-15, dalam tempo 39 menit. “Berikan yang terbaik serta optimis. Harus mau capek lagi di lapangan. Karena juga tidak ada target khusus untuk saya, tapi ingin bermain bagus saja di Sirnas ini,” tukas Azahbru yang baru meraih satu kemenangan, dari tujuh kali pertemuannya dengan Tegar itu. (Adt)

365 Karateka Saling Bertarung, Inkanas DKI Jakarta Juara Umum Kejurda Karate FORKI DKI Jakarta 2018

Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) DKI Jakarta jadi juara umum dengan meraih 19 medali emas, pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate FORKI DKI Jakarta 2018, di Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, 11-12 September. (beritasatu.com)

Jakarta– Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) DKI Jakarta menjadi juara umum dengan raihan medali emas terbanyak, pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate FORKI DKI Jakarta 2018, di Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, 11-12 September. Mereka menjadi yang terbaik setelah mengumpulkan 19 medali emas, 21 perak, dan 17 perunggu pada event yang diikuti 375 atlet dari 18 perguruan karate se-DKI Jakarta itu. Sementara posisi kedua peraih medali emas terbanyak direbut Perguruan Inkai dengan 14 medali emas, 12 perak, dan 30 perunggu. Sedangkan tempat ketiga diduduki Perguruan Inkado dengan 7 emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Termasuk satu emas Inkado disumbangkan karateka Asian Games 2018, Ceyco Hutagalung yang menundukkan karateka Inkanas Mega Chris di final kelas -68 kg putri. Ketua Umum Forki Provinsi DKI Jakarta, Meitra Mivida NR, mengaku bangga dan puas dengan pelaksanaan Kejurda Karate DKI 2018. Selain event kejuaraan berjalan aman dan lancar, Forki DKI juga berkesempatan menyeleksi bibit-bibit atlet andal yang akan dipersiapkan di masa depan. “Kami senang dengan lancarnya pelaksanaan event ini. Kami bisa melihat kualitas atlet, yang akan dipersiapkan untuk ajang kejuaraan nasional yang menjadi agenda PB Forki. Yang terdekat, yakni Kejurnas Piala Panglima VI, pada 21-23 September, di GOR A Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur,” ungkap Meitra. Sejauh ini, jelasnya, Karate DKI kerap berprestasi di even nasional seperti Kejurnas Junior, Piala Mendagri, hingga Piala Panglima. Bahkan pada PON 2016 di Jawa Barat, Karate DKI menjadi runner up setelah berhasil merengkuh tiga emas, lima perak dan enam perunggu. Meitra yakin bisa menyamai bahkan melampui prestasi tersebut. Meitra sendiri pada Rabu (12/9), dilantik oleh Ketua Umum PB FORKI, Gatot Nurmantyo, menjadi ketua Umum Forki DKI Jakarta riode 2018 – 2022 Jakarta, usai terpilih dalam Musorda pada 28 April 2018. Ruri sapaan akrabnya, menggantikan Dody R Amar, yang kini menjabat Ketua KONI DKI Jakarta. Dari Kejurda Karate DKI Jakarta 2018 itu lahir karateka potensial masa depan. Pada junior kumite putri kelas -48 kg, Annisa Nur Anggraini asal Inkai, sukses merebut prestasi terbaik usai mengalahkan karateka Inkanas, Juliet Calista. Karateka Inkanas lainnya, Dewi Nur Wijayanti juga jadi kampiun, setelah mengalahkan sesama karateka Inkanas, Ghina Nurazizah, di final nomor junior putri -59 kg. Di nomor putra juga muncul sejumlah bibit bagus, seperti Rio Jordan Manggar (Inkanas) yang menaklukkan karateka Inkai, Dimas Permana di final junior kumite putra -76 kg. Belum lagi karateka kata perseorangan putra M Zidane Bagaskara (Inkai), juga mampu menunjukkan kualitas terbaiknya, denga menundukkkan karateka Inkai lainnya, Tegar Restuning, di final kata perseorangan putra. (art)

Syaratkan Usia Maksimal Atlet 19 Tahun, FPTI Riau Incar Empat Besar Kejurnas Panjat Tebing KU XII 2018 di Inhu

Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Riau targetkan posisi empat besar pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XII, pada 22-29 September 2018, di Venue Panjat Tebing Indragiri Hulu (Inhu), Pematang Reba, Inhu. (tribunnews.com)

Pekanbaru- Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Riau targetkan peringkat empat besar pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XII, pada 22-29 September 2018, di Venue Panjat Tebing Indragiri Hulu (Inhu), Pematang Reba, Inhu. Untuk mencapai target itu kata Ketua Harian FPTI Riau, Yudi, pada Selasa (11/9), pihaknya akan menurunkan skuad Full tim. “Kami turun full tim, yakni sebanyak 22 atlet yang terdiri dari 13 putra dan 9 putri,” ujar Yudi. Sebanyak 21 atlet yang disiapkan itu kata Yudi, 5 atlet Pusat Latihan Daerah (Puslatda) dan ditambah 17 atlet dari hasil seleksi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) di Inhu kemarin. “Saat ini semua atlet masih fokus menjalani latihan dan latihan setiap hari kita lakukan pagi dan sore, kecuali hari libur,” ucapnya. Kejurnas tahun lalu tambah Yudi, Riau peringkat 5 besar dengan meraih 3 emas dan 1 perunggu. “Jadi kita akan berusaha melebihi prestasi yang kita raih tahun lalu itu,” ungkap Yudi. 22 atlet Riau itu adalah 13 putra yakni Tamrin Mutakhir, Juprinaldi, Riko Lisamsi, Satrio Fajar Pradaha, Rizki Fauzan, Rahmat Iskal Hidayat, Gilang Surya Putra, Arya Yudistira, Raihan Aditya, Maulana Akbar, Reonaldi Juliano Putra, Muhammad Ramadhan dan Maulana Sidqi “Kemudian 9 putri adalah Aprilia Regita Cahyani, Lidia Setia, Putri Nilam, Fitri Komala, Puja Lestari, Fatimah Azzahra, Melisa Zebua, Mutia Hafiz dan Sarida Hidayah,” papar Yudi. Sementara itu, Ketua Panitia, Zainul Ikhwan, mengatakan event ini akan diikuti sebanyak 250 atlet pengprov FPTI dari 33 provinsi seluruh Indonesia. Kejurnas Panjat Tebing kelompok Umur XII ini, diikuti atlet berusia maksimal 19 tahun. “Kategori usia atlet yang diijinkan tampil, maksimal adalah umur 19 tahun,” ujar Zainul. Pada Kejurnas itu, tambah Zainul, nomor yang dipertandingkan sebanyak 20 nomor. “Kemudian jumlah medali yang diperebutkan sebanyak 90 medali, yang terdiri dari 30 emas, 30 perak dan 30 perunggu,” ucap Zainul. (art)

Turunkan Skuat Usia 20an, PBSI Tepis Angapan Bangka Belitung Indonesia Masters 2018 Jadi Ajang ‘Hukuman’

Tunggal putri junior Indonesia, Fitriani (19 th), yang gagal berprestasi di Asian Games 2018, akan turun dalam event Bangka Belitung Indonesia Masters 2018, yang berlangsung di GOR Sahabudin, Pangkalpinang, Bangka-Belitung (Babel), 18-23 September 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti menghimbau, para atlet muda mulai unjuk gigi. Hal ini diutarakan Susy jelang penyelenggaraan Bangka Belitung Indonesia Masters 2018, yang akan berlangsung di GOR Sahabudin, Pangkalpinang, Bangka-Belitung (Babel), 18-23 September 2018. Indonesia menurunkan sebagian besar pemain-pemain muda pelatnas, untuk berburu poin di kejuaraan berhadiah total 75 ribu Dollar AS ini. Susy berharapa jika atlet pebulutangkis muda pelatnas ini, diharapkan mendapat hasil terbaik berupa gelar juara. “Indonesia Masters ini adalah kesempatan buat yang muda. Bukan cuma menaikkan poin ranking, atau pengalaman saja. Tapi prestasi juga. Karena ini salah satu penilaian untuk promosi dan degradasi, apalagi hampir semua atlet Indonesia akan tampil di kejuaraan ini,” ucap Susy, pada Rabu (12/9). Sejumlah pemain pelatnas utama seperti Firman Abdul Kholik (21 th), Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay (18 th), dan Fitriani (19 th), turut ambil bagian di turnamen ini. Tetapi, Susy menepis anggapan, jika diturunkannya mereka di kejuaraan ini, sebagai bentuk hukuman, lantaran gagal mendapat hasil maksimal di level yang lebih tinggi. “Saya bukan mengatakan ini hukuman, tapi ya ini hukum alam. Dalam penilaian, hal-hal seperti ini memang harus terjadi. Jika sulit bersaing di atas, ya harus mencoba di level bawah untuk membuktikan. Lagipula, ini jadi tantangan buat mereka, mau ada di level yang mana?” jelas Susy. Meski dibanjiri peserta dari negeri sendiri, namun Bangka Belitung Indonesia Masters 2018 juga didatangi pemain top seperti juara dunia 2014, Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol (Korea), Minatsu Mitani (Jepang), dan ‘serbuan’ ganda putri Jepang. Persaingan menuju podiun juara bakal sengit dan tak akan mudah bagi para wakil tuan rumah. “Targetnya tanding di depan publik sendiri, saya harap mereka mampu kasih yang terbaik. Ini saatnya atlet muda Indonesia bersiap naik tingkat, untuk mempercepat regenerasi mereka ke kelas berikutnya. Semoga ada dua gelar dari turnamen ini, paling tidak ya maunya ada juara,” sebut Susy. Susy juga optimis progres pemain-pemain junior yang tampil di turnamen senior, seperti ganda putri Agatha Imanuela dan Siti Fadia Silva Ramadhanti. Susy menilai, mereka pelan-pelan mulai bisa bersaing, dan berharap para pemain junior makin matang untuk segera melanjutkan tongkat estafet dari seniornya. “Pasangan junior itu targetnya belum di level senior, minimal bisa masuk perempat final atau semifinal. Secara ranking masih di junior. Target utama mereka, masih di kejuaraan dunia junior. Tapi sekali lagi, ini adalah kesempatan, harus bisa mereka manfaatkan sebaik mungkin,” pungkas Susy. (Adt)

Lagi-lagi Tunduk Dari China, Timnas Pelajar Putra dan Putri Segel Status Juru Kunci Kejuaraan Pelajar Asia 2018

Walau tertinggal selisih satu angka pada detik terakhir, Timnas Basket Pelajar Putri Indonesia (merah) harus menyerah 60-65 kepada China, di perebutan posisi ketiga, kejuaraan basket pelajar Asia 2018, di Yogyakarta, Kamis (13/9). (topskor.id)

Yogyakarta- Meski memperkecil ketinggalan selisih satu angka pada detik terakhir, Timnas Basket Pelajar Putri Indonesia harus menyerah 60-65 kepada China, di perebutan posisi ketiga, kejuaraan basket pelajar Asia 2018, di Yogyakarta, Kamis (13/9). Tampil di GOR Among Rogo, anak asuh pelatih Tjetjep Firmansyah sebenarnya berpeluang memaksa tim tirai bambu duel di perpanjangan waktu (overtime), saat tertinggal 60-63, pada 16 detik terakhir. Namun, ketatnya pertahanan China yang unggul postur tubuh, membuat Adelaide Wongsohardjo dan kolega, tetap gagal menambah angka. Tim merah putih remaja justru makin tertinggal. Dengan kekalahan tersebut, tim putri Indonesia resmi berada di posisi juru kunci, dari empat negara peserta di ajang yang bertajuk 8th Asian Schools Basket Ball Championship 2018. Adelaide, anggota tim Asian Games 2018 yang akrab disapa Lady, kembali jadi motor serangan Indonesia dengan raihan 24 angka dan delapan rebound. Permainan Lady mampu diimbangi Faizzatus Shoimah, rekan sesama asal Malang, yang menyumbang 18 angka dan tujuh rebound. Usai pertandingan, baik Lady dan Faiz, panggilan Faizzatus, mengatakan meski kalah, permainan mereka sebenarnya jauh lebih baik dari sebelumnya. “Saya kira, permainan kami lebih baik dibanding pertandingan sebelumnya karena kami bermain lebih lepas,” kata Faiz, siswi SMA 8 Malang, yang dipercaya sebagai kapten. Pada pertandingan babak penyisihan grup menghadapi China sebelumnya, tim putri Indonesia takluk dengan selisih mencapai 12 angka, yaitu 50-62. Kehadiran Lady yang baru saja memperkuat tim Asian Games 2018 Indonesia beberapa waktu lalu di Jakarta, menurut Faiz ikut membantu mendorong motivasi pemain lain. “Ada Lady sangat membantu dan mendorong semangat juang teman-teman karena dalam tim kami ada pemain Asian Games,” kata Faiz. Ye Yao Zhang memimpin putri China mencetak angka tertinggi dan nyaris mencatat “double – double” , yaitu 18 angka dan sembilan rebound. Pertandingan sebenarnya berlangsung seimbang dan ketat pada babak pertama ketika terjadi saling kejar angka dan silih berganti pimpinan perolehan angka. Babak pertama ditutup dengan keunggulan tipis China 30 – 28 setelah Adelaide gagal melakukan dua kesempatan lemparan bebas. Sampai pertengahan babak kedua, Indonesia masih tetap bisa mengimbangi permainan China dengan selisih angka tipis. Saat pertandingan tersisa lima menit, China mencetak 11 angka secara beruntun dan memperbesar selisih keunggulan berkat beberapa lemparan tiga angka yang akurat. Adelaide yang sempat dirawat, usai terkena hantam dengkul lawan yang mengenai tulang rusuknya, sempat membuat daya serang tim melemah, tapi kembali bangkit memperkecil ketinggalan pada detik-detik terakhir. Kenyataan pahit berikutnya juga dialami Timnas basket pelajar putra Indonesia, menyusul nasib rekan putri, paska ditaklukkan Hong Kong 65-81 (32-40), pada perebutan peringkat ketiga di tempat yang sama. Dengan kekalahan di perebutan peringkat ketiga tersebut, tim putra yang dilatih Rifki Antolyon, juga harus menerima nasib menjadi tim paling buncit, karena gagal memenangi satu partai pun, dari empat pertandingan. Kejuaraan di pertandingan yang memakai sistem setengah kompetisi itu diikuti empat negara, yakni China, Hong Kong, Thailand dan tuan rumah Indonesia. Pada pertandingan sebelumnya, tim putri Indonesia akhirnya menyerah 60-65 kepada China di meski mampu memberikan perlawanan sampai detik – detik terakhir. Menghadapi China, tim merah putih hanya mampu mengimbangi permainan lawan pada sepuluh menit pertama saat skor 16-16. Pada kuarter berikutnya, China yang unggul postur tubuh, stamina maupun teknik, semakin menjauh dalam perolehan angka, terutama melalui lemparan tiga angka yang lebih akurat. Dari sepuluh pemain yang diturunkan, tak satu pun yang sanggup mencetak angka diatas sepuluh. Hanya sang kapten, Gregorius Lindu Aji, yang menyumbang sembilan angka, sebagai topskor Indonesia. Sementara skor tertinggi untuk China dicetak Chun Hung Lai dengan 17 angka, disusul Ko Han Chan dan Zhi Kang Liang, masing-masing 13 dan 11 angka. Usai pertandingan, Rifki memberikan catatan khusus buat tim pelajar Indonesia, terutama yang berkaitan dengan persiapan. “Untuk kejuaraan pelajar di masa mendatang, saya berharap agar waktu persiapan bisa lebih lama, dan tidak bisa hanya sembilan hari, karena pemain berasal dari daerah dan sekolah berbeda,” tukasnya. Rifki juga menyesalkan skenario jadwal yang dibuat panpel. Sebagai tuan rumah, Indonesia seolah tak punya andil dalam penjadwalan. Seharusnya, sebelum menentukan penjadwalan, proses itu dikoordinasikan dengan pelatih. “Ini bukan curang, tapi memberi pengertian pada pelatih, soal peta pertarungan di lapangan. Sebagai tuan rumah, seharusnya Indonesia bisa menyeknariokan jadwal yang ramah bagi perjuangan tuan rumah,” sergahnya. “Ini kan tidak, tau-tau bertemu tim kuat, lalu lawan kualitas di bawahnya. Terbalik. Habis duluan tenaga kalau begitu. Low to high, bukan high to low. Seharusnya yang sedang dulu kemudian naik melawan tim dengan level di atasnya. Tapi, ini bukan alasan. Saya minta maaf atas hasil ini, dan saya siap bertanggung jawab,” pungkas Rifki. (Adt)

Bidik Prestasi Sebagai Penyelenggara, Bogor Siap Menjadi Host Kejurnas Tinju Amatir Junior/Youth 2018

Ketua Harian Pengprov Pertina Jawa Barat, Wolter Rumsory menyatakan, Bogor siap menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir Junior/Youth 2018, yang akan berlangsung dari 18 - 22 September, GOR Laga Satria, Pakansari, Cibinong. (radarbanten.co.id)

Jakarta– Ketua Harian Pengprov Pertina Jawa Barat, Wolter Rumsory menyatakan, Bogor siap menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir Junior/Youth 2018. “Kabupaten Bogor siap menjadi tuan rumah yang baik, dalam event yang berlangsung pertengahan September ini,” ujar Wolter, pada Senin (10/9). Kesiapan Kabupaten Bogor, menurut Wolter, karena sebelumnya Kota Bogor pernah menyelenggarakan pertandingan besar, seperti Sarung Tinju Emas (STE) pada 2015 dan 2017. Bogor juga sering menyelenggarakan pertandingan nasional lainnya. Event Kejurnas Tinju Junior/Youth edisi terakhir, diselenggarakan di GOR Flobamora Oepoi, Kupang, Nusa Tenggara Timur, medio Agustus 2017 lalu. Beberapa petinju asal Jawa Barat saat itu, sukses memperlihatkan prestasi dengan merebut medali emas. Pada gelaran kali ini, semua pertandingan akan berlangsung di GOR Laga Satria, Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. “Laga hari pertama atau pembukaan adalah  Selasa (18/9). Dan Pertandingan final berlangsung pada Sabtu (22/9),” tegasnya. Bagi Pengprov Pertina Jawa Barat, di bawah pimpinan Sumiati Eneng, Kejurnas kali ini bertujuan mengejar target sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Kejurnas akan berlangsung selama lima hari, untuk junior dan youth putra dan putri. Hampir bisa dipastikan mayoritas peserta Kejurnas Junior kali ini adalah para pelajar, yang berasal dari Pengprov Pertina dari seluruh Provinsi di Indonesia (art) Jadwal Kejurnas Junior/Youth 2018 Senin, 17 September Kedatangan peserta pukul 19.00 WIB : Pertemuan manajer Selasa, 18 September pukul 05.00 WIB : Tes kebugaran wasit/hakim pukul 07.00 WIB : Penimbangan umum pukul 09.00 WIB : Undian pukul 14.00 WIB : Babak penyisihan 1 pukul 19.00 WIB : Upacara pembukaan pukul 20.00 WIB : Lanjutan babak penyisihan 1 Rabu, 19 September pukul 07.00 WIB : Periksa kesehatan dan penimbangan badan pukul 09.00 WIB : Rapat wasit/hakim pukul 14.00 WIB : Pertandingan babak penyisihan 2 Kamis, 20 September pukul 07.00 WIB : Periksa kesehatan dan penimbangan badan pukul 09.00 WIB : Rapat wasit/hakim pukul 14.00 WIB : Pertandingan babak penyisihan 3 Jumat, 21 September pukul 07.00 WIB : Periksa kesehatan dan penimbangan badan pukul 09.00 WIB : Rapat wasit/hakim pukul 14.00 WIB : Pertandingan babak semifinal Sabtu, 22 September pukul 07.00 WIB : Periksa kesehatan dan penimbangan badan pukul 09.00 WIB : Rapat wasit/hakim pukul 14.00 WIB : Pertandingan final dan penutupan Minggu, 23 September Kepulangan peserta

Timnas U-16 Ditahan Imbang Oman Saat Uji Coba Terakhir, Bagus Kahfi Sumbang 7 Gol

Amiruddin Bagus Kahfi sukses mencetak 7 gol, dalam tiga laga Uji Coba yang dilakukan Timnas U-16, selama pemusatan latihan di Kuala Lumpur, Malaysia, jelang penyisihan Grup C Piala AFC U-16 2018. (goal.com)

Kuala Lumpur- Timnas U-16 mendapat lawan sepadan dalam persiapan menuju Piala AFC U-16 2018. Pada uji coba terakhir, tim asuhan Fakhri Husaini menantang Timnas Oman U-16, pada Rabu (12/9). Jadi lawan sepadan karena pertandingan ini akhrinya berkesudahan 3-3. Laga kontra Oman berlangsung di Stadion USIM (University Science Islamic Malaysia) Mini Stadium, Nilai-Negeri Sembilan, Malaysia. Tim Garuda Asia langsung tampil dengan kekuatan terbaik pada laga ini. Maklum, ini adalah partai uji coba pertama dengan timnas negara lain, usai meraih titel juara Piala AFF 2018. Amiruddin Bagus Kahfi kembali bersinar lewat sumbangan tiga gol alias hattrick, pada laga ketiga uji coba yang digelar Tim Garuda Asia, selama menggelar pemusatan latihan di Malaysia, sejak Rabu (29/8). Dua gol dilesakkan Bagus pada babak pertama dan satu gol lain dihasilkan pada babak kedua. Bomber asal Magelang itu total mencetak tujuh gol sekaligus, dalam tiga uji coba di Kuala Lumpur. Satu gol dibukukan saat kontra Sime Darby U-17, serta hat-trick pada dua laga melawan Felda United U-17 dan Timnas U-16 Oman. “Ini laga yang ketat. Kami mendapatkan lawan yang tangguh. Babak pertama, setelah kami unggul lebih dulu 1-0, pemain banyak kehilangan bola, karena lambat beradaptasi dengan lapangan basah,” kata Fakhri, pad Rabu (12/9). Secara khusus, Fakhri memuji penampilan Bagus. “Tiga gol yang dibuat Bagus itu hasil dari keberaniannya melakukan penetrasi dan memanfaatkan momen transisi positif,” ujarnya. Meski begitu, Fakhri juga menyanjung pemain lain dalam tim asuhannya. “Saya juga puas dengan penampilan pemain lain, meski ada catatan untuk kami evaluasi setelah kami bahas nanti dengan tim pelatih,” lanjutnya. Laga melawan Oman menutup rangkaian uji coba jelang Piala AFC U-16 2018 di Malaysia. Tim merah putih remaja sebelumnya unggul telak 4-0 atas Sime Darby U-17, pada Jumat (31/8). Mereka kembali menang 5-0 atas Felda United U-17, pada Selasa (4/9). Usai menuntaskan rangkaian uji coba di Malaysia, Timnas U-16 bersiap, secara khusus menyongsong laga perdana penyisihan Grup C Piala AFC U-16 2018 kontra Iran, pada Jumat (21/9). Selain Iran, Timnas U-16 juga akan meladeni Vietnam, Senin (24/9), dan menantang India di pertandingan terakhir, pada Kamis (27/9). Seluruh pertandingan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. (art) Hasil Uji Coba Timnas U-16 di Kuala Lumpur: Jumat (31/8) Timnas U-16 vs Sime Darby U-17 Skor : 4 – 0 (Brylian Aldama, Rendy Juliansyah, Mochammad Supriadi, dan Amiruddin Bagus Kahfi) Selasa (4/9) Timnas U-16 vs Felda United U-17 Skor : 5 – 0 (Bagus Kahfi (3 gol), Amanar Abdillah (1 gol), dan Muhammad Salman (1 gol)) Rabu (12/9) Timnas U-16 vs Timnas Oman U-16 Skor : 3 – 3 (Bagus Kahfi (3 gol))

Waktu Persiapan Terlalu Mepet, Pelatih Timnas Pelajar Putri Ungkap Alasan ‘Prestasi’ Juru Kunci

Timnas Basket Pelajar Putri Indonesia, gagal total meraih satu pun kemenangan di kejuaraan basket pelajar Asia 2018, di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Menurut sang pelatih, Tjetjep Firmansyah, kendala terbesar adalah kurangnya durasi waktu persiapan. (sumeks.co.id)

Yogyakarta- Pelatih Timnas Basket Pelajar Putri Indonesia, Tjetjep Firmansyah, pada Rabu (12/9), menyatakan jika kegagalan anak asuhnya meraih satu pun kemenangan di kejuaraan basket pelajar Asia 2018, adalah kurangnya durasi waktu persiapan. Dilansir antaranews.com, demi menghadapi kejuaraan mendatang, ia berharap agar pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) jauh-jauh hari sudah mempersiapkan pemain sebelum bertanding di kejuaraan internasional demi persiapan yang lebih matang. “Kelemahan tim kami di kejuaraan basket pelajar Asia 2018, terkendala waktu persiapan yang singkat, sehingga sulit tampil maksimal,” kata Tjetjep yang memimpin tim putri di kejuaraan basket pelajar Asia 2018, di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Menurut Tjetjep, mantan pelatih tim nasional dan klub Aspac Jakarta itu, timnya hanya punya waktu efektif sembilan hari mengumpulkan pemain yang berasal dari berbagai daerah sebelum berlaga di ajang yang bertajuk 8th Asian Schools Basket Ball Championship 2018. “Dengan waktu yang sangat singkat, tentu sulit untuk membentuk tim yang kompak dan solid,” kata Tjetjep dengan suara serak akibat banyak berteriak saat memberikan instruksi pada pertandingan sebelumnya. Kejuaraan pelajar merupakan program kompetisi yang berada di bawah naungan Kementrian Pemuda dan Olahraga, yaitu bagian pembibitan. Pihak Kemenpora, menurut Tjetjep, tentu mempunyai jadwal event yang sudah terprogram, seperti kejuaraan pelajar, baik event tunggal maupun multi cabang, yang berada di bawah Keasdepan Pembibitan. Guna menghadapi kejuaraan internasional di masa mendatang, pihak Kemenpora, menurut Tjetjep, sejatinya bisa lebih mengoptimalkan pemain yang berada di Sekolah Olahraga Ragunan atau PPLP, yang tersebar di beberapa daerah. “Kalau pemain dari sekolah sudah terbentuk, maka PB Perbasi sebagai induk olahraga basket, bisa membantu menfasilitasi kekurangan pemain,” katanya menambahkan. Tapi, jika pembentukan tim yang mendadak dan tidak disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya, akan membuat tim pelatih kesulitan memilih pemain yang tepat. Selama berlangsungnya kejuaraan basket Asia yang diikuti empat negara itu, pria yang pernah mengantar tim putra Indonesia ke tangga juara Asia Tenggara di Surabaya pada 1996 itu, secara khusus menyampaikan apresiasi pada Adelaide Wongsohardjo, anggota tim Asian Games 2018, yang bersedia memperkuat tim pelajar Indonesia. Lady, panggilan Adelaide, hanya sempat istirahat selama dua hari, usai membela Timnas Putri Indonesia di Asian Games 2018. “Meski berstatus sebagai anggota tim senior di Asian Games, Lady tetap tampil “humble” dan tak memperlihatkan dominasinya. Ia bahkan menolak saat ditunjuk sebagai kapten,” kata Tjetjep Di kejuaraan basket pelajar Asia 2018 ini, tim putri Indonesia gagal meraih sekalipun kemenangan, dari tiga pertandingan babak penyisihan, sehingga harus puas di peringkat terakhir setelah Thailand, Hong Kong dan China. (Adt)

Tanpa Gembar Gembor, 20 Pemain Timnas Putri U-16 Menuju Kyrgyztan Tampil di Kualifikasi Piala Asia U-16

Timnas Putri U-16 pada Selasa (11/9) bertolak menuju kota Bishkek, Republik Kyrgyzstan, usai merampungkan pemusatan latihan di Banjarnegara (Jawa Tengah) dan Sawangan. Mereka akan tampil di kualifikasi Piala Asia U-16 2019. (suaramerdeka.com)

Jakarta- Timnas Putri U-16 pada Selasa (11/9) bertolak menuju kota Bishkek, Republik Kyrgyzstan, usai merampungkan pemusatan latihan di Banjarnegara (Jawa Tengah) dan Sawangan. TC ini sebagai persiapan sebelum mereka tampil di kualifikasi Piala AFC (Asia) U-16 Putri 2019 Di babak kualifikasi Piala Asia U-16 2019, Timnas putri U-16 bergabung di Grup D bersama Australia, Taiwan, Palestina, dan Kyrgyzstan. Laga-laga di Grup D ini akan digelar di Stadion Dolon Omurzakov, Bishkek, Republik Kyrgyzstan, pada 15-23 September 2018. Pada pertandingan perdana, Sabtu (15/9), Palestina menjadi lawan Safira Ika Putri dan kolega. Jika berhasil lolos ke putaran final, maka ini akan menjadi yang pertama bagi Srikandi U-16. Sedangkan, babak putaran final AFC U-16 Putri, rencananya akan dihelat di Thailand, pada 2019. Selama sebulan sejak awal Agustus, Timnas melakukan TC di Banjarnegara guna beradaptasi dengan suhu udara, karena cuaca di daerah ini termasuk dingin. Hal ini penting agar para pemain tak kaget dengan kondisi kota Bishkek, di Kyrgyzstan, yang terhitung sejuk, selama bulan September ini. “Banjarnegara memiliki suhu udara yang dingin. Sehingga diharapkan para pemain bisa beradaptasi dengan cepat saat mengikuti AFC U-16 Putri, di Bishkek nanti,” jelas Manajer Tim, Lasmi Indaryani, beberapa waktu lalu. Selama TC di Banjarnegara yang digelar di Stadion Soemitro Kolopaking, Timnas putri U-16 sudah melakoni lima uji coba menghadapi tim-tim wanita di Jateng. Hasilnya, mereka mampu memenangi empat laga dan sekali kalah. ”Kami tak membebani para pemain dengan target tinggi. Hanya, kami ingin mereka memainkan permainan terbaik di setiap pertandingan. Dengan main baik, harapannya tentu bisa menang,” kata Yani. ”Persaingan di Grup D sangat ketat. Namun, kami tetap berusaha maksimal agar bisa lolos dari penyisihan grup,” imbuhnya. Usai melawan Palestina pada Sabtu (15/9), di laga perdana Grup D, Timnas yang berkekuatan 20 pemain ini akan menghadapi tuan rumah, Kyrgyzstan, pada Senin (17/9), lalu berjumpa Australia pada Rabu (19/9), dan laga terakhir menantang Taiwan, pada Jumat (21/9). Menurut pelatih Timnas Senior Putri, Satia Bagja, tensi di event yunior untuk putri ini tak akan berbeda jauh dengan situasi di level putra. Apalagi, semua negara juga nyaris memiliki persoalan yang sama, terkait kesiapan materi pemain. “Pasti rame ‘lah untuk level Junior. Mirip di Kategori putra, meski labelnya Piala Asia, tapi kalau yang tampil adalah tim Junior, pasti berlangsung seru dan setiap negara masing-masing punya peluang untuk tampil terbaik. Apalagi, tak semua negara punya materi pemain timnas putri yang solid,” tegas Satia. Namun, Satia menggaris bawahi jika persiapan Timnas Putri U-16 sejatinya harus memiliki program latihan serta uji coba yang realistis. Ia membandingkan Timnas Putri Senior yang kerap beruji coba dengan tim putra lokal, jelang tampil di Piala AFF Wanita 2018 dan Asian Games 2018. “Saat uji coba dengan tim putra, pasti minim terjadi kontak fisik, body charge, ataupun sliding tackle keras. Jadi, anak-anak ya tidak realistis mainnya. Atmosfir pertandingan nggak ada. Sementara, saat kami uji coba dengan lawan Timnas putri yang sepadan, tarik-tarikan baju sesama pemain saja, bisa menjatuhkan mental,” urainya. Pada kualifikasi ini, AFC menerapkan kebijakan satu negara ditunjuk sebagai tuan rumah di setiap grupnya, dengan format setiap tim akan bertemu satu kali. Untuk grup D, laga akan digelar di Bishkek, Republik Kyrgyzstan. Babak kualifikasi AFC U-16 Putri dibagi dalam dua putaran. Untuk putaran pertama, akan digelar pada 15-23 September 2018. Sedangkan putaran kedua, diselenggarakan pada 23 Februari-3 Maret 2019. Nantinya, dua tim teratas dari masing-masing grup, akan lolos ke putaran final pada 2019. Sementara ini, AFC menetapkan Thailand sebagai tuan rumah putaran final. (art) Skuat Timnas U-16 AFC U-16 Putri Pelatih : Rully Nere Kiper Adinda Dwi Citra Prameswari (Tangerang) Sofingatun (Kebumen) Fani (Banjarnegara) Belakang Portia Fischer (Jakarta) Shalika Aurelia Viandrisa (Jakarta) Sasi Kirana (Tangerang Selatan) Syafira Azzahra Ramadhanti (Sidoarjo) Leni Maharani (Depok) Gisela Gwen Michelle (Jakarta) Reva Octaviani (Bogor) Safira Ika putri Kartini (Sidoarjo) Tengah Helsya Maeisyaroh (Bekasi) Azra Zifa Kayila (Jakarta) Jasmine Sefia Waeni Cahyono (Malang) Anisa Febiana (Sleman) Zahra Naqiyyah Primadi (Bandung) Sheva Imut Furyzcha (Surabaya) Naysila Ursila (Cibinong) Depan Firanda (Tanjung Pinang) Agnes Matulapelwa (Cibinong) Penyisihan Grup Kualifikasi AFC U-16 Putri 2019 Grup A Tiongkok, Uzbekistan, Yordania, Guam, Sri Lanka (tuan rumah) Grup B Laos, India, Hong Kong, Pakistan, Mongolia (tuan rumah) Grup C Thailand, Iran, Northern Mariana Islands, Singapura, Tajikistan (tuan rumah) Grup D Australia, Taiwan, Kyrgyzstan (tuan rumah), Palestina, INDONESIA Grup Filipina, Myanmar, Malaysia, Nepal (tuan rumah), Suriah Grup F Bangladesh (tuan rumah), Vietnam, Uni Emirate Arab, Bahrain, Lebanon

Dominasi Karono Asal Jaya Raya Jakarta Belum Terbendung, Mulus ke Perempat Final Sirnas U19 Jakarta Open 2018

Dominasi Karono, pebulutangkis tunggal unggulan satu asal PB Jaya Raya Jakarta, masih belum terbendung di ajang Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018, Kategori Usia 19 Tahun (U19). (jayaraya.org)

Jakarta- Dominasi Karono, pebulutangkis tunggal unggulan satu asal PB Jaya Raya Jakarta, masih belum terbendung di ajang Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018, Kategori Usia 19 Tahun (U19). Remaja kelahiran Sukoharjo (Jawa Tengah), 28 Februari 2000 itu mulus ke perempat final usai menyingkirkan Muhammad Rivani asal PB Berkat Abadi, Banjar, di babak ketiga (16 besar), pada Rabu (12/9). Karono menang straight game, dengan skor meyakinkan 21-16, 21-10. Karono mengatakan, bila lawan yang dihadapi belum terlalu berat, sehingga mudah baginya meraih kemenangan. “Musuh belum terlalu berat, dan mudah bagi saya memenangkan pertandingan,” ujar siswa kelas XII SMA Pembangunan Jaya, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, usai laga di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). “Yang paling penting kuncinya fokus dan mental tanding ketika sudah berada di lapangan,” lanjutnya. Di perempat final, Karono akan ditantang wakil PB Djarum Kudus, Syabda Perkasa Belawan, yang menjadi unggulan tujuh. Syabda melenggang usai menekuk perlawanan Arya Kusuma, asal PB Mutiara Cardinal Bandung, straight game, 24-22, 21-18. “Menghadapi pertandingan perempat final yang utama persiapan lebih kepada stamina. Apalagi, lawan juga termasuk unggulan,” jelas Karono. (Adt)

Hasil Turnamen OYSC 2018, Jaring 16 Pemain Terbaik Ikuti Singa Cup U-12 di Singapura

Sebanyak 16 pemain muda terbaik Indonesia hasil turnamen National Championship Okky Splash Youth Soccer League (OYSC) U-12 2018, akan mengikuti turnamen bertajuk Singa Cup U-12 2018, di Singapura, dalam waktu dekat. (bolasport.com)

Jakarta- Sebanyak 16 pemain usia belia terbaik Indonesia bakal tampil di turnamen bertajuk Singa Cup U-12 2018 di Singapura, dalam waktu dekat ini. Pemain-pemain itu dipilih hasil pantauan turnamen National Championship Okky Splash Youth Soccer League (OYSC) U-12 2018. Salah satu pencari bakat di OYSC U-12 2018, Dede Sulaiman, mengatakan ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk menembus skuat 16 pemain terbaik, menuju Singa Cup U-12 2018. Menurutnya, pemain yang terpilih itu terlihat memiliki skill, kecerdasan, dan juga jiwa kepemimpinan. Kata eks timnas Indonesia era 80’an ini, ada empat hal yang dilihatnya. Yakni skill individu, lalu konsistensi selama bermain dari penyisihan sampai final. “Selanjutnya kontribusi terhadap tim, fair play, dan sikap menghormati keputusan wasit, lawan, teman-teman dan penonton,” tukas Dede, dilansir bolapsort.com. Dalam ajang itu, ia dibantu legenda Persija Jakarta, Berti Tutuarima, dipercaya menjaring 16 pemain terbaik. Pemain-pemain usia belia itu akan bergabung ke skuat Okky Youth Soccer Team 2018, yang mewakili Indonesia, di ajang Singa Cup U-12 2018. “Yang paling utama, selain pemain punya skill bermain, dia juga harus punya karakter seorang pemimpin serta, harus memiliki visi bermain yang bagus, sehingga bisa menunjang pada sosok pemain itu sendiri,” terang striker yang handal dengan sundulannya itu. Sementara itu, Tim Bulog Jawa Timur keluar sebagai juara dalam turnamen National Championship Okky Splash Youth Soccer League (OYSC) U-12 2018, usai mengalahkan Tugu Muda Semarang, lewat babak adu penalti dengan skor 6-5, di Lapangan Jakarta Japanese Club, Sentul City, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (11/9). Mereka menjadi yang terbaik paska mengalahkan 29 peserta lainnya, dari Kota Surabaya, Bandung, Malang, Yogyakarta, Semarang dan Jakarta. Direktur Grup Suntory Garuda Beverage, Martinus Rezal, mengatakan ajang itu digelar sesuai misi perusahaan membuat anak Indonesia selalu aktif dan ceria di setiap aktivitasnya. Tak hanya itu, ajang ini menjalin kerja sama dengan Indonesia Junior Soccer League (USL) dan didukung Kemenpora. Peserta babak National Championship merupakan masing-masing pemenang dari setiap kota. Untuk juara satu mendapatkan trophy, uang pembinaan Rp 10 juta, sertifikat, medali dan bogie bag. Sedangkan peringkat dua hingga enam, juga meraih Rp 10 juta, sertifikat dan bogie bag. “Kemungkinan kami lanjutkan tahun depan dengan kota atau wilayah yang lebih luas, namun dengan catatan, sebab kami baru evaluasi di Oktober. Kami membidik wilayah Sumatera, tapi level usianya tetap U-12,” ujar Martinus. Martinus mengaku senang karena tujuannya tercapai untuk perkembangan sepak bola usia muda Indonesia. Baginya, kegiatan itu digelar agar anak-anak Indonesia bisa menikmati masa-masa bermain, belajar, dan berolahraga sepak bola. (art) Berikut 16 pemain terbaik OYSC 2018 yang akan berlaga di Singa Cup U-12 2018 Penjaga Gawang Rehan (SSB Browcelona) Lutfi Arta Nudgrha ( SSB Avatar) Belakang Catur Bima (Bulog) Faturohma (Tunas Harapan) Pramudia (Tunas Harapan) M Hidayatulloh (Bulog) Daffa Raisa (Bulog) Tengah Raihan (SSB Alvatar), M Satria SKW (Tunas Harapan) Rasyid Andika (Tunas Harapan) Fadel (SSB Browcelona) M Syafiq (Bulog) Depan Raffi Naraya (SSB Alvatar) M Giffari (SSB Alvatar) Dimas Juandika (Tunas Harapan) Angga (SSB Browcelona)

Takluk di Laga Terakhir Lawan Hongkong, Timnas Basket Pelajar Putra dan Putri Indonesia Raih Posisi Juru Kunci

Pebasket Timnas Pelajar Putra Indonesia, Neo Putu Satria (11), harus mengakui keunggulan Hongkong dengan skor 54-66, dalam pertandingan terakhir babak penyisihan Kejuaraan Basket Pelajar Asia 2018, di GOR Amongrogo, pada Selasa (11/9). (ivoox.id)

Yogyakarta- Pertandingan sengit penuh tensi, disuguhkan dalam fase penyisihan terakhir Kejuaraan Basket Pelajar Asia 2018. Sempat memimpin, timnas basket pelajar putra Indonesia harus kembali menelan kekalahan. Tampil di GOR Amongrogo, Selasa (11/9), pebasket muda Indonesia menghadapi Hong Kong, yang sama-sama mengincar kemenangan perdana di penyisihan. Pertandingan berjalan dengan tensi tinggi sejak awal kuarter pertama. Bahkan, Saddam Asyruna dan kawan-kawan sempat memimpin dengan skor 15-14 di awal kuarter kedua. Hanya, dalam tiga kuarter selanjutnya, Indonesia justru berperan sebagai tim yang mengejar. Hong Kong yang dikejar pun lambat laun berlari makin jauh. Pada akhirnya, Indonesia harus takluk dengan skor 54-66. Menurut pelatih tim pelajar putra, Rifki Antolyon, anak asuhnya itu kembali kalah mental. “Saat para pemain itu sudah main bagus, balik lagi ke mental mereka,” ucap coach Rifki. “Saya juga tadi beri mereka kebebasan untuk defense, semua skema permainan, karena saya ingin lihat, seperti apa mereka main. Kita ‘kan nanti ketemu lagi di perebutan peringkat 3 pada Kamis (13/9),” tambahnya. Sehari sebelumnya, Tim basket pelajar putra Indonesia mengikuti kegaglan tim putri dan gagal mengatasi tim Gajah Putih Thailand, pada partai pertandingan kedua, di GOR Among Rogo Yogyakarta, Senin (10/9). Meski memiliki postur seimbang dengan lawan, anak asuh Rifki itu menyerah 52-68 (32-43). Serupa dengan nasib Timnas basket pelajar putra Indonesia, jejak negatif Timnas basket pelajar putri pun makin kental, usai gagal meraih satu pun kemenangan dari tiga partai babak penyisihan kejuaraan basket pelajar Asia. Di duel terakhir babak penyisihan, tim yang dimotori anggota tim Asian Games 2018 Adelaide “Lady” Wongsohardjo, menyerah 54-78 (21-39) dari Hongkong, di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Selasa (11/9). Dengan kekalahan tersebut, tim putri dipastikan berada di peringkat terakhir, dari empat negara peserta. Srikandi Indonesia hanya akan bertarung memperebutkan peringkat ketiga menghadapi China, pada pertandingan hari terakhir, Kamis (13/9). Sementara Hong Kong dipastikan tampil sebagai juara grup, dan ditantang Thailand untuk perebutan gelar juara. Pada babak pertama, Hong Kong yang sebelumnya berhasil merobohkan tembok China, unggul cukup jauh dengan skor 39-21. Sebagian skor tersebut dihasilkan melalui lemparan tiga angka yang akurat, serta serangan serangan di bawah ring yang dibangun dengan strategi lebih efektif. Memasuki babak kedua, Hongkong makin konsisten dan melalui kemampuan pemain yang merata, mereka semakin sulit dibendung dan setiap serangan selalu menghasilkan angka. Ketika pertandingan tersisa lima menit, Hongkong makin menjauh dengan selisih 27 angka dan mengakhiri perjuangan Srikandi Indonesia dengan kemenangan 78-54. “Fisik mereka tak siap bertanding tiga game secara beruntun,” ujar pelatih Indonesia, Tjetjep Firmansyah mengomentari kekalahan timnya. “Kalau kondisi fisik sudah jatuh, maka otomatis permainan dan skill mereka ikut jatuh,” kata mantan pelatih klub Aspac Jakarta itu menambahkan. Adelaide yang akrab disapa Lady masih menjadi motor Indonesia dengan menyumbang 18 angka dan enam rebound, disusul Sophia Rebecca dengan sepuluh angka. Sementara Yan Man Chan, kembali menjadi topskor Hong Kong, dengan 16 angka dan enam rebound. (Adt)

Sempat Tertinggal, UII Atasi Perlawanan Ketat UIN Malang di Laga Perdana LIMA Football 2018

Kapten tim Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Reza Pratama (5), mencetka gol balasan, saat menundukkan tim Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang, pada Minggu (9/9). (LIMA)

Malang- LIMA Football resmi bergulir di regional Jawa Timur. Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang, Jawa Timur, menjadi rumah event laga perdana LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018 ini. Di laga perdana, pada Minggu (9/9), Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dengan apik membuka kompetisi ini dengan kemenangan 2-1 atas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang. Babak pertama belum menunjukkan hasil bagus untuk kedua tim. Baik UII maupun UIN Malang tampak masih membaca permainan di laga perdana mereka. Hingga akhir babak ini, kedua tim belum bisa keluar dari kekosongan gol. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, UIN Malang berhasil memecah kebuntuan. Tembakan sang kapten, Arman Safril Adam (4), pada menit ke-55 membuat UIN Malang unggul lebih dahulu dengan skor 1-0. Butuh waktu lama untuk UII, tim yang sebelumnya telah memiliki pengalaman bermain di LIMA Football regional Jakarta Raya, menyusul keunggulan lawannya. Tim asal Yogyakarta itu baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-78 lewat Reza Pratama (5), sang kapten. Satu gol kembali disarangkan UII pada menit ke-88, melalui sepakan Muhammad Fikri M. Basri (9). UIN Malang belum bisa menambah gol di sisa waktu pertandingan. UII akhirnya memenangi laga perdananya dengan skor 2-1. “Di babak pertama saya intsruksikan pemain untuk menguasai laga. Di babak kedua, kami sempat tertinggal, tapi kami bisa membalikkan kedudukan lewat rotasi pemain yang efektif. Saya melihat perkembangan pemain lebih pesat, dibanding musim pertama kami di LIMA Football,” kata Radian Zakir, pelatih kepala UII. Sementara itu, saat UII harus bersusah payah meraih tiga poin pertamanya, Universitas Brawijaya (UB) justru dengan mudah mendapat kemenangan atas 3-0 atas Universitas Darussalam (Unida) Gontor. UB menraih poin penuh pertamanya karena menang walk over (WO) atas Unida. Keputusan Unida untuk WO terkait kesalahan teknis yang dibuat tim asal Gontor itu. Alhasil, kedua tim tak sempat merasakan duel di hari pertama ini. (Adt)

Tekuk Unggulan Empat, Duet Lucky/Helena Asal PB Djarum Rebut Tiket Perempat Final Sirnas U-19 Jakarta Open 2018

M. Lucky Andres Apriyanda/Helena Ayu Puspitasari (PB Djarum Kudus) melaju ke perempat final usai menang atas Dejan Ferdinansyah/Tsavanne Bethalia Putri Mertoso (PB Exist Jakarta/4), 21-14, 17-21, 21-13, di ajang Sirnas Premier Jakarta Open 2018, Kategori Usia 19 Tahun (U19), Selasa (11/9). (PB Djarum)

Jakarta- Duet taruna M. Lucky Andres Apriyanda/Helena Ayu Puspitasari asal PB Djarum Kudus menghadirkan kejutan pada ajang Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018, Kategori Usia 19 Tahun (U19). Berlaga di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), Selasa (11/9), Lucky/Helena merebut tiket perempat final usai memulangkan wakil PB Exist Jakarta sekaligus unggulan empat, Dejan Ferdinansyah/Tsavanne Bethalia Putri Mertoso, dalam duel rubber game 45 menit, dengan skor 21-14, 17-21, 21-13. Di pertandingan babak kedua (16 besar), kendati mampu mencuri kemenangan di gim pertama, dengan skor 21-14, namun Lucky/Helena harus mengakui ketangguhan lawan di gim kedua, dengan skor 17-21. Memainkan gim penentu, Lucky/Helena berusaha bangkit dan tidak mudah menyerah. Hasilnya, mereka menutup gim penentu dengan kemenangan meyakinkan 21-13. Usai laga, Helena menyebut kunci kemenangan mereka adalah yakin dan fokus. “Kami yakin dan fokus. Permainan depan lawan tadi sangat bagus, tapi saya berusaha untuk ambil alih,” ujar pebulutangkis putri kelahiran Sleman, 1 Maret 2001 itu. Lucky menambahkan, dirinya dan kolega mampu merebut gim pertama karena menerapkan tempo permainan cepat serta tidak mau kalah start dari lawan. Namun, akibat salah menerapkan tempo di gim kedua, mereka dipaksa menyerah oleh Dejan/Tsavanne. “Di gim ketiga coba dipaksain mainnya, karena kami tak mau kalah lawan mereka,” terang Lucky. Di perempat final, Lucky/Helena akan menantang Viorel Joan Fernando/Dhea Bunga Anjani asal PB Jaya Raya Jakarta yang menyingkirkan wakil PB Djarum Yoggi Pamungkas/Fauzia Kartikasari, rubber game, 12-21, 21-13, 21-12, dalam tempo 41 menit. Ini menjadi pertemuan pertama bagi kedua pasangan. “Pertandingan nanti kami yakin dan optimis saja,” tegas Lucky. Sedangkan Helena mengungkapkan akan berusaha maksimal pada laga perempat final nanti. “Semoga bisa memberikan permainan terbaik,” tukas Helena. (Adt) Hasil 16 Besar Ganda Campuran Sirnas Premier Jakarta Open 2018, Kategori Usia 19 Tahun (U19): M. Juan Elgiffani/Windi Siti Mulyani (PB Victory Bogor/1) vs Caesar Bagus Sadewa/Nur Aisyah (PB Exist Jakarta) Skor : 21-9, 22-20 Muchammad Choirunnizar Chan/Denisa Dwi Syawaliah Budiani (PB Jaya Raya Jakarta) vs Ari Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi (PB Mutiara Cardinal Bandung/5) Skor : 21-14, 25-23 Naufal Ligo Saufik/Ayu Gary Luna Maharani (PB Djarum Kudus/3) vs Genta Gusti Pidriansyah/Hilda Nur Fadilah (PB SGS PLN Bandung) Skor : 22-20, 21-14 Ferdian Mahardika Ranialdy/Annisa Mubarokah (PB Jaya Raya Jakarta-PB Fifa BC Sidoarjo/6) vs Ghiyats Afif Waliyudin/Alma Andrawina A (PB Victory Bogor) Skor : 21-18, 21-14 Viorel Joan Fernando/Dhea Bunga Anjani (PB Jaya Raya Jakarta) vs Yoggi Pamungkas/Fauzia Kartikasari (PB Djarum Kudus) Skor : 12-21, 21-13, 21-12 M. Lucky Andres Apriyanda/Helena Ayu Puspitasari (PB Djarum Kudus) vs Dejan Ferdinansyah/Tsavanne Bethalia Putri Mertoso (PB Exist Jakarta/4) Skor : 21-14, 17-21, 21-13 Dwiki Rafian Restu/Aldira Rizki Putri (PB Djarum Kudus/8) vs Yoga Prasetyo/Regina Abela Rullyanda (PB Daihatsu Candra Wijaya) Skor : 21-18, 19-21, 21-16 Alif Rafsyah Mauthuthihona/Rayhan Vania Salsabila (PB Mutiara Cardinal Bandung/2) vs Joshua David Wardana/Tessa Anjali Karouw (PB Tangkas Intiland Jakarta) Skor : 19-21, 21-9, 21-19

Timnas Pelajar Putri Tumbang Dua Kali, Pelatih Akui Gara-Gara Salah Strategi

Pelatih Cecep Firmansyah sedang memberikan instruksi, kepada timnas basket pelajar putri Indonesia yang bertanding di ajang Kejuaraan Basket Pelajar Asia 2018 di Yogyakarta, 7-15 September. (tempo.co)

Yogyakarta– Tim Basket Pelajar Putri Indonesia terpaksa menjadi lumbung poin bagi lawan-lawannya pada Kejuaraan Basket Pelajar Asia 2018, di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Ini karena mereka tidak mampu bersaing hingga game kedua, hingga akhirnya menyerah Thailand 58-76, pada Senin (10/9). Sehari sebelumnya, Srikandi Indonesia itu takluk dari China 50-62. Tanda-tanda Indonesia inferior atas Thailand bisa dilihat sejak tip off. Adelaide Wongsohardjo dkk tidak bisa mengimbangi permainan tim asal Negeri Gajah Putih di kuarter pertama. Hingga akhirnya kuarter pertama ditutup dengan skor 25-11, untuk kemenangan Thailand. Superioritas Thailand berlanjut di kuarter kedua. Tim pelajar Indonesia hanya mampu mencetak 14 poin sementara Thailand melesat dengan 19 poin. Kuarter kedua ini pun menjadi milik Thailand dengan kedudukan 44-25. Pelatih tim Srikandi Indonesia mendapatkan wejangan dan motivasi di pinggir lapangan memasuki kuarter ketiga. Harapannya, waktu istirahat 12 menit dan suntikan motivasi itu meledakkan permainan Adelaide Wongsohardjo dkk di kuarter ketiga. Sempat membuka kran poin di kuarter ini melalui dua kali free throw Salsabila Oktavia Adi Tisar. Konsistensi ini tidak bertahan lama. Namun, Ledakan di awal itu tidak membuat perolehan poin Indonesia membalikkan kondisi. Para Srikandi Muda Indonesia itu dipaksa akui kehebatan tim asal Negeri Gajah Putih 35-57. Hegemoni berlanjut sampai kuarter akhir. Para Srikandi Indonesia yang tampak lelah, semakin sulit mengimbangi permainan cepat Thailand. Pertandingan ini pun ditutup dengan kedudukan 76-58 untuk Thailand. Dengan hasil ini, berat bagi tim puteri Indonesia melaju ke final mengingat Thailand sudah mengemas dua kemenangan. “Kita parah (bermain buruk) di kuarter 1 dan 2. Mental anak-anak down sejak kuarter pertama kalah terlalu jauh. Sehingga ke sininya mudah baca lawan. Ini salah saya yang salah terapkan game plan,” ungkap Pelatih Timnas Basket Pelajar Putri, Tjetjep Firmansyah, usai pertandingan. Kesalahan yang dimaksud Tjetjep adalah game plan saat defense. Dia berpatokan permainan Thailand melawan Hongkong sehari sebelumnya. Ketika itu, shooter three point mereka jelek. Strategi zona defense pun dipakai untuk meredam amukan pemain Thailand. Eh ternyata, saat melawan Indonesia shooter three point mereka hidup. “Kita salah pakai zona marking di awal, setelah melihat three point mereka saat lawan Hongkong sepertinya gak bagus. Eh pas mereka lawan kita, malah three point nya bagus. Inilah basket. Cina yang mengalahkan kita saja, bisa takluk 81-73 kepada Hongkong,” jelasnya. (Adt)

Susul Tim Basket Pelajar Putri, Indonesia Juga Kalah Dari China di Laga Perdana

Tim basket Pelajar Indonesia (putih), saat melakukan sesi ujicoba dengan klub NSH Jakarta, jelang tampil di 8th Asian school Basketball Championship 2018, di GOR Among Rogo, Yogyakarta. (jakartainformer.com)

Yogyakarta- Tim basket pelajar Indonesia harus kembali menelan kekalahan, di hari pertama 8th Asian school Basketball Championship 2018. Kali ini, giliran tim basket pelajar Putra merah putih yang kembali takluk dari Cina. Bermain di GOR Amongrogo, pada Minggu (9/9), Indonesia belum mampu mengalahkan lawan mereka di hari pertama, yakni Cina. Sebelumnya, tim basket pelajar putri Indonesia juga menelan kekalahan dari lawan yang sama, siang tadi. Berharap bisa membalas kekalahan tim srikandi muda, tim basket pelajar putra malah mengalami hal yang sama. Michael James dan kawan-kawan harus takluk dengan skor 71-99. Di kuarter pertama, Indonesia secara mengejutkan bisa mengimbangi permainan para pebasket muda Cina. Namun, sama seperti tim putri, faktor perbedaan postur tubuh yang kentara dan stamina, membuat anak asuh Rifki Antolyon itu pun harus mengakui keperkasaan pelajar negeri tirai bambu. Tim basket pelajar Indonesia akan menghadapi Thailand pada hari kedua, kejuaraan basket Pelajar Asia ke-8 ini. Pada Senin (10/9), tim putri akan bermain lebih dulu di sesi siang, sedangkan tim putra akan bermain di sesi sore. (Adt)

50 Peserta Lolos Final Audisi Umum, Mulai Besok Masuk Karantina di Asrama PB Djarum

50 peserta Final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018, di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, yang berakhir pada Minggu (9/9), akhirnya dinyatakan lolos ke babak grand final, dan memasuki tahap karantina, mulai 10 - 15 September 2018. (antaranews.com)

Kudus– Rangkaian Final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, berakhir pada Minggu (9/9). Sebanyak 50 peserta akhirnya dinyatakan lolos ke babak grand final, dan akan memasuki tahap karantina, mulai 10 hingga 15 September 2018. Puluhan calon peraih beasiswa bulutangkis dari Djarum Foundation itu, akan berpisah dari orangtua, dan berdomisili di Asrama PB Djarum. Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menyatakan, para peserta akan diliburkan selama sehari, pasca rangkaian pertandingan di babak grand final. Keesokan harinya, di bawah pengawasan pelatih PB Djarum, atlet belia ini mulai menjalani berbagai jenis latihan. “Program yang kami terapkan mencakup tes fisik, yang melibatkan ahli nutrisi dan gizi serta pelatih fisik, dan kami pantau konsistensi dan semangat adik-adik selama Tahap Karantina,” ujar Fung, pada Minggu (9/9) Final Audisi Umum dimulai pada Jumat (7/9), mempertemukan 219 pebulutangkis hasil Audisi Umum di delapan kota. Para pelatih tim PB Djarum sepakat untuk meloloskan para peserta tersebut. Keesokan harinya, Babak I digelar dengan hasil 91 peserta lolos di fase awal ini. Para pebulutangkis yang lolos, masih harus melalui Babak II yang digelar pada hari yang sama. Di babak ini, para finalis menuntaskan satu pertandingan. Pada Sabtu, 8 September 2018, tim pelatih PB Djarum meloloskan 65 peserta yang kemudian akan bertanding di Babak Grand Final, Minggu 9 September 2018. Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, Budi Darmawan mengucapkan terima kasih kepada para orangtua yang mengantarkan anaknya untuk mengikuti Audisi Umum ini, menyalurkan dan mengembangkan bakat anak-anaknya melalui olahraga bulutangkis. “Melalui Audisi Umum yang kami gelar tiap tahunnya di berbagai kota di Indonesia, merupakan tahap awal merintis cita-cita menjadi pebulutangkis yang andal,” katanya. Melalui program tahunan Djarum Foundation ini, lanjut Budi, diharapkan kelak muncul pemain-pemain bulutangkis yang dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. “Bagi kami akan jadi sebuah kebanggaan tersendiri jika anak-anak hasil Audisi Umum yang kemudian dibina di PB Djarum, dapat menjadi bagian dari sejarah dunia melalui prestasi bulutangkis,” ujar Budi. (Adt) U-11 Putri 0032 – Jolin Angelia (Kota Medan) 0049 – Rumaisya Farra Assajida (Kabupaten Boyolali) 0052 – Khalisha Nur Hanifah Ramadhani (Kabupaten Klaten) 0065 – Mayla Cahya Afiliani Patiwi (Kabupaten Bandung) 0111 – Madinah Dell Azzahra (Kota Kendari) 0115 – Azifa Ploy Stacy (Kabupaten Klaten) 0127 – Charlieta Aline Sumarko (Kota Semarang) 0151 – Jane Maira Faiza (Kabupaten Banyumas) 0158 – Halifia Usni Pratiwi (Kabupaten Kudus) 0188 – Nathania Prasetya (Kota Kediri) U-13 Putri 0001 – Iffah Amalia Azzahra (Kabupaten Cirebon) 0002 – Chelsea Veby Andela (Kabupaten Ngawi) 0005 – Aura Zalfa Syafiya (Kabupaten Bekasi) 0039 – Delvi Tasya Subrata (Kota Jakarta Selatan) 0042 – Lintang Ari Rahmawati (Kabupaten Sukoharjo) 0063 – Renata Dama Kusuma (Kabupaten Banyumas) 0119 – Sheila Lidia (Kabupaten Nganjuk) 0138 – Sausan Dwi Ramadhani (Kota Depok) 0156 – Salsabila Amiradana (Kota Jakarta Selatan) 0180 – Laudya Chelsea Griselda (Kabupaten Sleman) 0205 – Elsa Auriya (Kota Balikpapan) 0211 – Azranaysha Pandya Adhita (Kabupaten Sukoharjo) 0215 – Nadia Pritasari (Kabupaten Tanah Laut) U-15 Putri 0007 – Meylissa Dwi Auliya (Kabupaten Pati) 0056 – Septia Ningrum Rahmadani (Kabupaten Jepara) 0061 – Aurelia Salsabila (Kota Surabaya) 0121 – Chelsea Putri Mairera Sensa (Kabupaten Banyuwangi) U-11 Putra 0004 – Muhammad Hazeral Masyhur (Kota Gorontalo) 0026 – Alvin Febryan Santoso (Kota Tangerang Selatan) 0053 – Raziq Ibnu Sabri (Kabupaten Karanganyar) 0062 – Fredy Marcello Cesar (Kabupaten Wonogiri) 0067 – Muhammad Nashrulloh Alhabsyi (Kabupaten Boyolali) 0081 – Briliano Taufiq Daffa Al Rasyid (Kabupaten Pati) 0090 – Muhammad Arya Bimasena (Kabupaten Banyumas) 0102 – Grendly Alkatib Lumintang (Kota Kotamobagu) 0110 – Nazwan Abdillah (Kota Samarinda) 0133 – Calvin Chandra Irawan (Kota Bekasi) 0137 – Radithya Bayu Wardhana (Kota Tanjung Pinang) 0141 – Satria Adi Nugroho (Kabupaten Banyumas) 0145 – Livio Cicero Benedicto Paat (Kota Manado) U-13 Putra 0006 – Mohamad Rafly (Kabupaten Gorontalo Utara) 0089 – Muhammad Raihan Nur Alamsyah (Kota Bekasi) 0099 – Devin Artha Wahyudi (Kabupaten Merangin) 0186 – Bryan Dave Limbowo (Kabupaten Parigi Moutong) 0196 – Kevin Satrio Wibowo (Kabupaten Kudus) 0198 – Alfa Wahyudinata (Kabupaten Banyumas) 0212 – Muhammad Pranandha Adhitya (Kabupaten Cilacap) U-15 Putra 0060 – Muhammad Faqih Anshori (Kota Samarinda) 0168 – Fabian Dimas Indrastata (Kabupaten Batang) 0199 – Muhamad Gayuh Wijaya (Kabupaten Sragen) Rincian jumlah peserta berdasarkan kategori usia: U-11 PUTRI = 10 U-13 PUTRI = 13 U-15 PUTRI = 4 U-11 PUTRA = 13 U-13 PUTRA = 7 U-15 PUTRA = 3 TOTAL = 50

Stamina Kendor dan Takluk dari China, Tim Pelajar Putri Indonesia Raih Hasil Minor di Laga Perdana

Sesi foto bersama jelang laga pertandingan 8th Asian School Basketball Championship (ASBBC) 2018 antara tim basket putri pelajar Indonesia (putih) melawan China. Pada laga Kejuaraan basket pelajar Asia 2018 ini, Indonesia takluk 50062. (krjogja.com)

Yogyakarta- Meski sempat memimpin sepanjang babak pertama, tim basket putri pelajar Indonesia akhirnya gagal merobohkan tembok China dan menyerah 50-62 (30 – 27) pada pertandingan pertama kejuaraan basket pelajar Asia di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Minggu (9/9). Sejak awal kuarter pertama, tim asuhan mantan pelatih nasional dan klub Aspac Cecep Firmansyah itu selalu memimpin perolehan angka tanpa pernah tersusul. Tapi memasuki pertengahan kuarter ketiga, China mulai mengancam dan secara perlahan mengejar ketinggalan. Untuk pertama kalinya, China pun menyusul perolehan angka 37-36 ketika kuarter ketiga terisa tiga menit Walau kembali unggul, putri Indonesia yang dimotori anggota tim Asia Games 2018 Adelaide “Lady” Wongsohardjo menyerah 44 – 46 pada kuarter ketiga. Memasuki kuarter terakhir, kembali terjadi pertarungan ketat dan China berhasil mempertahankan keunggulan perolehan angka. Ketika pertandingan menyisakan dua menit, tembok China semakin sulit dirobohkan dan memperbesar jarak keunggulan 56-50. Stamina menjadi salah satu titik lemah tim Indonesia menghadapi China dan akhirnya menyerah dengan skor akhir 50-62. Lady yang menjadi inspirator tim berkat pengalaman sebagai anggota tim Asian Games Indonesia, menyumbang 13 angka dan delapan rebound, disusul Lydia Maulida dengan mencetak delapan angka. Sementara angka tertinggi untuk tim China diraih pemain jangkung Zhang Ye Yao (20), disusul Liu Qi Yan (11). Usai pertandingan, pelatih Cecep Firmansyah mengaku sudah cukup puas dan permainan anak asuhnya karena setidaknya mereka sudah memperlihatkan daya juang dan pantang menyerah. “Pada babak pertama sudah bagus, tapi kondisi stamina sangat berpengaruh terhadap permainan, sehingga sulit mengembangkan permainan saat lawan sudah menemukan ritme mereka,” kata Cecep. Melihat peforma anak asuknya saat menghadapi China yang sejak awal memang sudah diunggulkan, Cecep berkeyakinan tim asuhannya bisa tampil lebih baik saat berhadapan dengan Thailand, Senin (10/9). “Menghadapi Thailand kita harus habis-habisan dan saya yakin bisa mengatasi lawan,” kata Cecep yang pernah mengantar tim senior putra Indonesia ke tangga juara Asia Tenggara (SEABA) pada 1996 di Surabaya. Setelah laga ini, srikandi Indonesia akan menjajal kekuatan Tim Putri Thailand pada Senin (10/9). Perjuangan tak kalah berat karena Thailand sebelumnya menang atas Tim Putri Hongkong China 70-69. Mereka dipastikan berjuang total guna memetik kemenangan untuk amankan posisi puncak di kejuaraan edisi kedelapan ini. (Adt)

Jadi Host Fase Nasional, Enam Tim Ikuti LIMA Football Region Jawa Timur di Malang

LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018 akan meramaikan Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Jawa Timur, pada 9-15 September 2018. Enam Universitas turut meramaikan kompetisi sepak bola tahunan antarmahasiswa ini. (LIMA)

Malang- Sukses menggelar LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018 pada 23-30 Agustus lalu, pada musim keenam ini, LIMA menunjuk Malang Raya sebagai lokasi kedua penyelenggara LIMA Football, selain di Jakarta. Event yang bertajuk LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018 itu akan meramaikan Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Malang, Jawa Timur, pada 9-15 September 2018. Enam tim turut meramaikan kompetisi sepak bola tahunan antarmahasiswa ini. Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, yang pada musim lalu bergabung di Greater Jakarta Conference, kini masuk ke dalam peta persaingan regional Jawa Timur. Tak hanya UII, Universitas Darussalam (Unida) Gontor, juga menjadi peserta dari luar kota pergelaran. Empat tim lainnya yakni Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, dan Universitas Negeri Malang (UM). Prosesi upacara pembukaan LIMA Football: McDonald’s EJC 2018 menandakan dimulainya ajang ini. Rida Achmad, selaku General Manager LIMA, menegaskan bahwa LIMA tak hanya datang untuk menggelar kompetisi, tapi juga menjadi agen perkembangan manusia. “Ini kali pertama kami menggelar LIMA Football di Malang. Sebagai human development agents, kami tak hanya mencari prestasi, tapi juga mengajarkan pada mahasiswa soal pentingnya memiliki hard skill dan soft skill,” kata Rida pada sambutannya dalam upacara pembukaan yang digelar di Stadion Gelora Brantas, Batu, Minggu (9/9). Tak hanya dihadiri seluruh peserta dan perangkat pertandingan, perwakilan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur, Rita Triana, juga turut memberi kata sambutan dalam prosesi ini. “Kami berterima kasih kepada LIMA karena memberikan kontribusi perkembangan sepak bola, khususnya di tingkat mahasiswa di Jawa Timur. Kami berharap bisa melakukannya secara optimal dengan bersinergi antara perangkat pertandingan dan juga para peserta di sini. Kalian adalah tiket kemajuan Indonesia,” kata Rita. LIMA Football: McDonald’s EJC 2018 telah resmi bergulir. Nantinya, empat dari enam tim terbaik dari fase conference ini, akan kembali membuktikan kemampuannya di LIMA Football Nationals, yang masih akan berlangsung di tempat yang sama, pada 18-25 September 2018. (Adt)