ASEAN Autism Games 2018 Dihelat, Gali Bakat Anak Autis di Bidang Olahraga

Para peserta tampak mengikuti lomba renang, pada ajang ASEAN Autism Games 2018, di Kolam Renang Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, pada Sabtu (20/10). (Adt/NYSN)

Jakarta- Ratusan anak penderita autis atau berkebutuhan khusus dari Indonesia dan negara Asia Tenggara, bersaing menjadi yang terbaik di ajang kompetisi bertajuk ‘4th AAN Congress ASEAN Autism Games 2018’, di Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, 20-21 Oktober. Event ini kerja sama Yayasan Autisma Indonesia (YAI), Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi London School of Public Relations (LSPR) Jakarta, London School Center for Autism Awareness (LSCAA), Asia Pacific Development Center of Disability (APCD), Pemerintah Jepang, dan Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Manusia Thailand. Selain itu, event ASEAN Autism Games 2018 ini juga didukung oleh Sekretariat ASEAN, ASEAN Autism Mapping, ASEAN Autism Network, dan Japan-ASEAN Integration Fund. Sebelumnya, ASEAN Autism Games telah digelar di Filipina, Vietnam dan Myanmar. Dan, pada ASEAN Autism Games edisi keempat ini, Indonesia mengirimkan wakilnya sebanyak 179 peserta, Filipina 6 peserta, Myanmar 13 peserta, Vietnam 3 peserta, Singapura 5 peserta, Malaysia 9 peserta, Laos 1 peserta, dan Thailand 1 peserta. Autisme adalah gangguan perkembangan otak yang memengaruhi kemampuan penderita dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Autisme menyebabkan gangguan perilaku dan membatasi minat penderitanya. Autisme tergolong ke dalam gangguan spektrum autisme atau autism spectrum disorder (ASD). Hal ini karena gejala dan tingkat keparahannya bervariasi pada tiap penderita. Namun, dengan terapi khusus dan perhatian, terutama dari keluarga, penderita autisme dapat tumbuh dengan baik, bahkan banyak dari mereka yang dapat lulus dari perguruan tinggi di berbagai program pendidikan dengan hasil yang memuaskan. Karnajaya, Ketua Panitia ASEAN Autism Games 2018, mengaku event ini bertujuan melihat potensi anak penderita autis di olahraga. “Selama ini, masyarakat umum mengetahui penderita autis berbakat di bidang seni, seperti menggambar dan bermusik. Kini, kami coba potensi dan bakat mereka di olahraga,” ujar Karna, pada Sabtu (20/10). Pihaknya sebelumnya telah menggelar Indonesia Autism Games pada 2017, sebagai persiapan untuk menggelar ASEAN Autism Games 2018. “Dan animonya sangat besar, tapi untuk saat ini kami baru berani melaksanakan olahraga lari dan renang. Meskipun ada beberapa cabang olahraga lainnya, tapi jumlahnya masih sedikit sekali,” lanjutnya. Karna menambahkan pemerintah telah memberik perhatian bagi para penderita autis. Namun, diakuinya, bila dukungan dana masih sangat minim. “Pemerintah telah memberikan perhatian sangat baik. Tapi, kalau soal pendanaan masih minim. Kami juga tahu, masih banyak yang harus diurus oleh pemerintah,” imbuhnya. Selain lari dan renang, di ASEAN Autism Games 2018, peserta juga tampil dalam permainan tradisional dan permainan dodgebee yang meningkatkan aktivitas interaksi para peserta, melatih motorik, namun aman dimainkan karena menggunakan cakram ringan dan lembut yang terbuat dari busa, tapi dapat dilempar ke udara dan ditangkap. Sementara itu, Lia Juwita, Ibu dari anak penderita autis, Dewangga Kanahaya Iskandar, menyambut baik gelaran event ASEAN Autism Games 2018 ini. Ia berharap tidak hanya lingkup Asia Tenggara, namun kompetisi ini dapat berlanjut ke kawasan Asia. “Kalau sudah ASEAN, mestinya kedepan juga harus ada tingkat Asia. Sehingga memberi kesempatan kepada anak-anak penderita autis untuk berprestasi ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu juga memberikan motivasi juga kepada para orang tua yang memiliki anak autis seperti saya,” jelasnya. “Dan yang lebih penting adalah pemerintah harus memberikan perhatian dan memberikan fasilitas para penderita autis ini. Tentu, harapannya yang ingin dicapai adalah mereka bisa terus berprestasi nantinya,” tukas Lia. (Adt)

Pulangkan Juara Bertahan, PB Djarum Kunci Tiket Final Putri U-17 Superliga Junior 2018

Aisha Galuh Maheswari menjadi pahlawan PB Djarum Kudus Tim pUtri U-17, karena berhasil meraih kemenangan di partai penentu, setelah menang atas Imtyaz Yasmin, 21-14, 19-21, 21-18. (PB Djarum)

Magelang- Berlaga di Gelanggang Olahraga (GOR) Bulutangkis Djarum, Magelang, Jawa Tengah, pada Jumat (19/10), tim putri U-17 PB Djarum Kudus sukses memulangkan juara bertahan PB Exist Jakarta, dengan skor tipis 3-2, di laga semifinal kejuaraan bulutangkis Superliga Junior 2018. PB Djarum Kudus unggul 1-0 terlebih dahulu dari PB Exist Jakarta, setelah tunggal pertama Aisyah Sativa Fatetani, mampu menaklukan Irgi Apprilla, rubber game, 21-18, 17-21, 21-19, dalam tempo 65 menit. Duet Berliona Alma Pradisa/Indah Cahya Sari Jamil, yang turun di partai kedua, menambah keunggulan PB Djarum Kudus menjadi 2-0. Tanpa kesulitan pasangan ini membungkam perlawanan Fadillah Nur Hidayah/Shiva Nabila Putri, dalam duel sepanjang 35 menit, dengan skor 21-11, 21-17. Namun, kemenangan PB Djarum Kudus harus tertunda. Sebab, memainkan partai ketiga, tunggal putri Nurani Ratu Azzahra harus tumbang dari Siti Sarah Azzahra, rubber game, dengan skor 18-21, 21-12, 11-21, dalam pertarungan selama 48 menit. Nasib serupa juga menimpa partai keempat yang menurunkan dobel Khusnul Khatimah/Putri Giani Nabila Salwa. Mereka dipaksa takluk usai melakoni laga dua gim, dengan skor 19-21, 17-21, dari ganda PB Exist Jakarta Jesita Putri Miantoro/Vyananda Bintang Racketta, dalam waktu 40 menit. Kedudukan imbang 2-2. Beban berat disandang Aisha Galuh Maheswari, yang turun di partai kelima sekaligus penentu. Namun, pemain kelahiran Banyumas, Jawa Tengah, 19 Oktober 2002 itu mampu menuntaskan tugasnya dengan baik. Ia tampil gemilang dengan menumbangkan Imtyaz Yasmin, melalui pertarungan melelahkan sepanjang 64 menit, dengan skor 21-14, 19-21, 21-18. Kedudukan berakhir 3-2 untuk kemenangan PB Djarum Kudus. Di pertandingan itu, Galuh mengaku tegang karena harus melakoni laga penentu. “Gim pertama sebenarnya saya sudah sempat menghilangkan rasa tegang itu dan bermain biasa saja. Tetapi di gim kedua saya gagal mengatasi serangan lawan,” ujar Galuh. “Meskipun sempat berusahan untuk menyusul, namun saya belum bisa membalikan keadaan,” lanjutnya. “Gim ketiga saya sudah yakin saja, dan menerapkan pola bermain menyerang seperti yang yang diarahkan oleh pelatih. Tetapi di akhir-akhir saya sempat tegang, untungnya bisa cepat sadar dan bisa percaya diri lagi,” tambah Galuh. Kemenangan itu membuat tim putri U-17 PB Djarum Kudus sukses mengamankan tiket final Superliga Junior 2018, dan akan berjumpa dengan PB Jaya Raya Jakarta, pada Sabtu (20/10), yang berhasil menyingkirkan PB Mutiara Cardinal Bandung, dengan skor 3-2. (Adt)

Terinspirasi Syuci Indriani Atlet Paragames Berprestasi, NPC Harapkan PPLP Disabilitas Usai APG 2018

Syuci Indriani penyandang tunagrahita dengan IQ di bawah 75. Syuci membela kontingen Indonesia menjadi atlet Para Renang dalam klasifikasi S14. Atlet berusia 17 tahun asal Riau ini menyumbang empat medali, bagi tim merah putih dalam ajang Asian Para Games 2018. (Riz/NYSN)

Jakarta- Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia sangat berharap kehadiran Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang khusus membina sekaligus menemukan atlet disabilitas nasional, pada tingkat provinsi di seluruh Indonesia. “Kami tak akan kesulitan untuk menemukan atlet disabilitas jika terdapat PPLP khusus di setiap provinsi. Sudah ada beberapa provinsi yang siap menyelenggarakan PPLP khusus disabilitas,” kata Ketua NPC Indonesia Senny Marbun, pada Jumat (18/10). Harapan kehadiran PPLP khusus disabilitas pada tingkat provinsi menyusul prestasi kontingen Indonesia dalam Asian Para Games 2018. Indonesia sukses memboyong 37 medali emas, 47 medali perak, dan 51 medali perunggu yang mengantarkan pada peringkat lima Asia. “Setelah ada PPLP di setiap provinsi, lalu akan digelar event pertandingan antar-PPLP. Atlet terpilih dari pertandingan itu lantas masuk Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Disabilitas di Surakarta,” kata Senny. Keberadaan PPLP khusus disabilitas di tiap provinsi di Indonesia, menurut Senny, akan mendorong pembinaan dan pelatihan yang lebih terukur, komposisi data atlet yang lebih lengkap, serta kemampuan untuk mengukur kemampuan lawan dan diri sendiri melalui “sport intelligence” berdasarkan data atlet-atlet internasional. “Kami juga butuh dukungan menyeluruh dari semua pihak agar prestasi yang telah dicapai Indonesia dapat dipertahankan. Apalagi, kami menyiapkan diri jelang Paralimpiade 2020,” katanya. Salah satu atlet yang berprestasi dalam Asian Para Games 2018 dan masih teritung dalam usia sekolah adalah Syuci Indriani. Bila dilihat secara kasat mata, nyaris tak ada kekurangan dalam diri Syuci secara fisik. Ia sempurna, sama seperti manusia biasanya. Namun, remaja 17 tahun itu penyandang tunagrahita dengan IQ di bawah 75. Oleh karenanya, Syuci masuk dalam klasifikasi S14. Meski demikian, dara kelahiran Pekanbaru, Riau, 28 Januari 2001 ini menyabet empat medali, dengan rincian 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Dengan label menjadi atlet tersubur kontingen merah putih sepanjang event Asian Para Games 2018, anak ketiga dari empat bersaudara itu akhirnya berhak meraih bonus sebanyak Rp3,75 miliar. Sekedar catatan, saat berusia 6 tahun ia sudah mengenal olahraga renang dari sang ayah. Syuci pun memgaku bahwa olahraga renang menjadi cinta pertamanya. Bakat alaminya mengenai renang mulai terasah usai ia memasuki club renang di Riau. Bahkan ia pernah meraih medali emas untuk kejuaraan pertamanya di Olimpade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Untuk pendidikannya Syuci mengikuti sekolah pada umumnya, ia tak pernah masuk Sekolah Luar Biasa (SLB). Syuci kini tengah duduk di kelas 3 SMA Olahraga Provinsi Riau jurusan IPS. Orangtua Syuci sengaja tak memasukkan Syuci ke sekolah Luar Biasa, karena ia menderita tunagrahita. NPC Indonesia menyampaikan terimakasih kepada pemerintah, terutama Kementerian Pemuda dan Olahraga penyelenggaraan Asian Para Games 2018 di Jakarta serta pemberian bonus yang bernilai setara bagi atlet-atlet disabilitas. Senny berharap NPC Indonesia menjadi lembaga yang setara dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan mendapatkan bantuan dana bersumber dari Kemenpora setiap tahun. “Jika kami mendapat dukungan anggaran rutin tiap tahun yang mampu mencukupi kebutuhan, kami mungkin tak meminta kontribusi total sebesar 30 persen dari tiap bonus yang didapatkan atlet. Pengurus NPC juga tak perlu mengeluarkan dana pribadi, untuk pengembangan dan pembinaan olahraga disabilitas nasional,” katanya. Senny mengaku optimistis pemerintah akan memberikan dukungan anggaran bagi organisasi NPC Indonesia dan bukan hanya bagi pelatnas atlet-atlet disabilitas. Begitupula dengan dukungan dari pihak ketiga berupa sponsor. NPC Indonesia, sesuai anggaran dasar dan anggaran rumat tangga, memotong total 30 persen dari bonus yang diterima atlet-atlet disabilitas. Alokasinya, NPC pusat akan mendapatkan 15 persen, NPC Provinsi mendapatkan 10 persen, dan NPC kabupaten/kota mendapatkan lima persen dari bonus yang diperoleh setiap atlet. (Adt)

Final GSI Nasional 2018, Skuat Banten Bakal Habis-habisan Lawan Jatim Demi Berlatih Menuju Turin

Tim Gala Siswa Indonesia (GSI) Banten yang diwakili tim SMP di kawasan Tangerang Selatan (Tangsel), menuju juara GSI 2018 tingkat Nasional, yang akan menghadapi tim GSI Jawa Timur, pada Sabtu (20/10) di Stadion Madya, Senayan, Jakarta. (Metrotangsel.com)

Jakarta- Langkah skuat Gala Siswa Indonesia (GSI) Banten yang diwakili tim SMP di kawasan Tangerang Selatan (Tangsel), menuju juara GSI 2018 tingkat Nasional tinggal selangkah lagi. Menantang tim GSI Jawa Tengah (Jateng) di babak semifinal, mereka berhasil menang dengan skor tipis 1-0. Tampil di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Kamis (18/10), tim GSI Banten unggul melalui gol tunggal Dicky Wahyudi. Jalannya pertandingan di semifinal ini pun, berjalan menarik. Sejak wasit meniup peluit kick off babak pertama, kedua tim sama-sama ngotot untuk memperebutkan tiket final. Saling jual beli serangan tersaji, Banten yang masih mengandalkan Aditya Daffa Al Haqi sebagai kapten sekaligus pengatur ritme permainan, sempat menciptakan peluang berbahaya. GSI Jateng bukan tanpa perlawanan, beberapa kali pertahanan GSI Banten yang dikawal Herjun Harianja bekerja keras menghalau serangan GSI Jateng. Terlalu asyik menyerang, pertahanan GSI Jateng lengah dan terbuka. Hal ini dimanfaatkan baik GSI Banten. Hasilnya, gol GSI Banten yang ditunggu-tunggu hadir melalui Dicky dan merubah skor menjadi 1-0. Di final, GSI Banten sudah ditunggu tim GSI Jawa Timur (Jatim). Tim GSI Jatim lolos ke babak puncak, usai mengalahkan tim tuan rumah penyelenggara GSI 2018, DKI Jakarta dengan skor 2-0. Pertandingan final pun, akan dimainkan pada Sabtu (20/10) di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Pelatih GSI Banten, Suwandi mengatakan di final para pemainnya akan tampil habis-habisan meraih gelar juara. Apalagi skuat GSI Banten fit 100 persen. “Insya Allah Banten siap untuk final. Anak-anak juga fit semua. Menjelang final, kami latihan ringan di sekitar hotel, karena tim tidak pulang ke Tangsel,” ujar Suwandi. Sekedar catatan, GSI Banten adalah pemuncak klasemen grup E di babak penyisihan. Mereka pun memiliki statistik mengkilap dengan raihan poin 9, dan mencetak 8 gol serta hanya kebobolan 1 gol. Saat menantang GSI Sumut pemuncak grup A di laga perempat final, pada Rabu (16/10), keperkasaan GSI Banten makin menggila. Lewat gol Prasetyo Tri, Aditya Daffa Al Haqi dan Alvin Alfareza, tim kota penyangga ibukota ini menyudahi perlawanan tim Urang Awak, dengan skor telak 3-0. Sebelum laga semifinal, Skuat GSI Banten total menorehkan 11 gol, dan menjadi tim paling produktif. (Adt)

Gelorakan Olahraga Lewat Gala Desa di Pringsewu, Kemenpora Semai Bibit Muda Berprestasi Tingkat Nasional dan Internasional

Raden Isnanta, Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora (kanan) dalam acara pembukaan Gala Desa Pringsewu. Event ini menjadi kali kedua, berlangsung di Kabupaten Pringsewu, Lampung, Jumat (19/10). (istimewa)

Pringsewu- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar Gala Desa edisi Pringsewu, di Lapangan Kuncup, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, pada Jumat (19/10). Event yang diikuti 9 Kecamatan di Kabupaten Pringsewu itu, sekaligus menjadi saksi kebulatan tekad dari aksi nyata untuk Indonesia melalui olahraga di negeri berjuluk ‘Jejama Secancanan’ atau ‘Bersama-sama bergandengan tangan’ itu. Ini merupakan kali kedua Kabupaten Pringsewu menggelar program andalan Kemenpora di bawah payung ‘Ayo Olahraga’ di bawah komando Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga/Menpora), melalui program Deputi Pembudayaan Olahraga dengan melombakan empat cabang olahraga (cabor), yakni atletik, bola voli, bulutangkis, dan sepakbola. Sujadi Sadad, Bupati Pringsewu, mengatakan pihaknya mengucap syukur lantaran Kabupaten Pringsewu kembali diberi kepercayaan untuk menggelar event yang dapat menambah kebugaran dan kesehatan masyarakat, serta nilai-nilai sportifitas. “Alhamdulillah ini kedua kalinya Kabupaten Pringsewu diberi kepercayaan menggelar event Gala Desa. Hormat kami dan rasa terimakasih masyarakat Pringsewu kepada Menpora Imam Nahrawi, begitu juga Presiden Joko Widodo, sehingga melalui olahraga menjadi pemersatu bagi Indonesia,” ujar Sujadi dalam sambutannya saat membuka Gala Desa. “Kami yakin, Gala Desa menjadi penyemangat masyarakat untuk berolahraga, sehingga bukan suatu hal mustahil slogan dari Desa untuk Dunia akan terwujud untuk masa yang akan datang. Semoga dari Kabupaten Pringsewu akan lahir bibit-bibit olahraga berprestasi di tingkat nasional hingga internasional,” tambahnya. Gala Desa edisi Pringsewu dilaksanakan selama 21 hari dengan peserta beberapa kategori seperti pelajar dan umum, mulai dari U-13 tahun, U-15 tahun, hingga U-18 tahun, dengan lokasi pertandingan tersebar di empat Kecamatan. Untuk cabor atletik dipusatkan di Bandungbaru, bola voli di Lapangan Pekon Pamenang, Kecamatan Pagelaran. Sedangakn bulutangkis di Pekon Sukoharjo 1, Kecamatan Sukoharjo, dan sepak bola di Lapangan Pekon Totokarto, Kecamatan Adiluih. Raden Isnanta, Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora, menyebut Kabupaten Pringsewu merupakan satu dari 136 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi se-Indonesia yang mendapat program Gala Desa dari Kemenpora. Dengan tujuan selain untuk menambah kebugaran dan kesehatan masyarakat, juga mencari bibit atlet dari masyarakat di pelosok desa. “Kami ucapkan terimakasih pada Pemkab Pringsewu beserta jajaran, dan stakeholder yang merespon positif program nasional Gala Desa ini,” tutur Isnanta. Daerah berjuluk ‘Jejama Secancanan’ ini memiliki perhatian besar kepada olahraga Indonesia, komitmen menggerakkan masyarakatnya terus berolahraga tinggi. Isnanta juga mengajak semua lapisan terus menguatkan olahraga, sehingga olahraga menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia. “Jika bugar, rasanya gampang mencari bibit atlet yang unggul. Kalau angkat besi sudah banyak melahirkan bibit unggul level dunia, nanti lewat Gala Desa ini semoga ada putra daerah yang bermunculan untuk nantinya menjadi atlet-atlet yang dipersiapkan menuju pentas dunia,” harapnya. Lebih dari itu, ia juga meminta kepada panitia setempat untuk memantau para atlet yang tak hanya terdapat dalam Gala Desa, guna dikembangkan di diklat-diklat nasional seperti PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) atau SKO (Sekolah Khusus Olahraga) Ragunan. “Negara ini masih butuh kader atlet yang banyak, meskipun sudah mengalami peningkatan prestasi di ajang Asian Games maupun Asian Para Games 2018, tapi Indonesia masih butuh menuju ke Olimpiade, sehingga dibutuhkan bibit unggul yang lebih hebat lagi,” jelasnya. Selain itu pembukaan Gala Desa Pringsewu ini terasa sangat spesial. Hal ini disampaikan Samsir Kasyim, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Kadis Porapar) Pringsewu. Sebab, pengibaran bendera Gala Desa dilakukan atlet junior panjat tebing asal SMK KH. Ghalib Pringsewu, M. Hauzaan Rizqullah, yang memanjat tower climbing setinggi 18 meter sambil membawa dan mengibarkannya di atas tower. Selain itu, adapula penampilan marching band, senam bersama serta aksi tiga atlet binaraga Pringsewu. (Adt)

Duet Jebolan SKO Ragunan Saling Berbagi Umpan, Timnas U-19 Bekuk Taiwan 3-1

Kemenangan 3-1 Timnas U-19 Indonesia atas Timnas U-19 Taiwan, tak lepas dari performa gelandang kelahiran Palu 17 tahun lalu, Witan Sulaeman (8/tengah). Jebolan SKO Ragunan ini menyumbang dua gol dan satu assist, pada laga perdana Grup A Piala Asia U-19 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (18/10). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 tampil imresif pada laga perdana Grup A Piala Asia U-19 2018. Tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (18/10) malam, Garuda Nusantara melumat Timnas Taiwan U-19, dengan skor 3-1. Anak asuh Indra Sjafri unggul lebih dulu pada menit ke-50, melalui gol pemain lulusan SKO Ragunan, Egy Maulana Vikri. Namun, berselang tiga menit, Taiwan membalasnya melalui gol Chung-Yu Wang. Meski sangat menguasai pertandingan, Timnas U-19 harus mebutuhkan waktu 17 menit, untuk kembali unggul atas Taiwan. Gol keunggulan Indonesia remaja menit ke-70 itu dipersembahkan winger yang juga jebolan SKO Ragunan, Witan Sulaeman. Skuat Garuda Nusantara belum menyerah mencetak gol. Lagi-lagi, Witan kembali membobol gawang Taiwan, pada menit ke-88. Timnas U-19 akhirnya menang 3-1 atas Taiwan. Kerja sama Egy dan Witan memang menjadi kunci kemenangan pertama Indonesia. Selain saling menorehkan gol, keduanya pun berbagi assist. Witan menjadi pengirim umpan yang berbuah gol Egy, sementara Egy mengirim assist untuk gol ketiga yang dicetak Witan. Jika harus memilih pemain terbaik pada laga ini, Witan layak dikedepankan. Pemain kelahiran Palu, 8 Oktober 2001 itu, menunjukkan ketajaman yang nyaris sempurna. Witan melakukan empat tembakan, dan tiga diantaranya tepat sasaran meski satu berhasil diblok, seperti dikutip BolaSport.com dari Labbola. Lihat foto-foto pertandingan Indonesia vs Chinese Taipei Disini Artinya, winger 17 tahun itu hanya gagal sekali saja mengkonversi tembakan tepat sasaran menjadi gol. Efektivitas tembakan Witan, hanya kalah dari Wang Chungyu, yang mencetak gol dari satu-satunya tembakan tepat sasaran. Bahkan, itu merupakan tembakan mengenai target pertama Taiwan sepanjang laga. Selain soal ketajaman, Witan punya catata apik soal dribel. Ia sukses melakukan dua dari tiga percobaan dribel (66 persen). Hanya gelandang Taiwan, Wu Yensu, yang mencatat keberhasilan dribel 100 persen, tetapi hanya lewat satu kali dribel. Usai laga, Pelatih Taiwan U-19, Von Ca Nhum, menilai atmosfer pertandingan jadi salah satu faktor timnya kesulitan mengimbangi Timnas U-19. “Di laga ini, atmosfer menjadi hal saya khawatirkan, karena tim kami terbiasa tampil dengan tekanan yang lebih sedikit. Kami kalah, tapi kami berjuang hingga menit akhir,” ucap Von. Sementara Indra, bersyukur meraih kemenangan atas Taiwan U-19, dan senang dengan permainan anak asuhnya yang sukses membongkar pertahanan rapat lawan. “Para pemain bisa bereaksi dengan baik dan bermain sabar, serta membongkar pertahanan rapat Taiwan. Ini poin yang sangat penting untuk Indonesia,” ucap Indra. Dari hasil ini, Nurhidayat Haji Haris dan kolega memimpin klasemen Grup A dengan nilai 3. Mereka menggusur Timnas U-19 Uni Emirat Arab (UEA), yang sempat memimpin klasemen beberapa jam sebelumnya. Timnas U-19 UEA menang 2-1 atas Timnas U-19 Qatar, pada laga sore tadi. Meski memiliki nilai sama, 3, Indonesia berhak memimpin klasemen karena unggul selisih gol, dari UEA. Laga berikutnya, Timnas U-19 menghadapi laga berat kontra Qatar, pada Minggu (21/10). Jika menang atas Qatar, Timnas U-19 langsung meraih tiket perempat final. Begitu pun bagi UEA, jika menang atas Taiwan pada laga keduanya, mereka otomatis melaju ke perempat final. Andai mengoleksi kemenangan kedua, Timnas U-19 dan UEA total mengoleksi nilai 6 dan tak terkejar lagi oleh Qatar dan Taiwan. (art) Hasil Grup A Piala Asia U-19 2018 Kamis (18/10) Uni Emirat Arab 2-1 Qatar Indonesia 3-1 Taiwan STATISTIK Pertandingan Timnas U-19 vs Taiwan U-19 29 Total Tembakan 6 10 Tembakan Tepat Sasaran 2 63% Dominasi Bola 37% 536 Umpan 324 87% Akurasi Umpan 75% 10 Pelanggaran 7 1 Kartu Kuning 1 0 Kartu Merah 0 5 Offside 0 8 Sepak Pojok 1

Lolos ke Semifinal Superliga Junior 2018, Srikandi U-17 PB Djarum Ditantang PB Exist Jakarta

Aisha Galuh Maheswari, tunggal putri yang diturunkan pada partai kelima, berhasil menggenapi kemenangan tim putri U-17 PB Djarum menjadi 4-1 atas Pb Jaya Raya Jakarta, pada Kejuaraan Superliga Junior 2018, di GOR Djarum, Magelang, pada Kamis (18/10). (PB Djarum)

Magelang- Srikandi usia 17 tahun (U-17) PB Djarum sukses melewati babak penyisihan Group Y Kejuaraan bulutangkis Superliga Junior 2018 dengan hasil memuaskan. Di laga terakhir, pada Kamis (18/10), Aisha Galuh Maheswari dan kolega melumat PB Jaya Raya Jakarta, dengan skor 4-1. Ini menjadi kemenangan ketiga bagi PB Djarum. Sebelumnya, mereka berhasil menaklukan PB Suryanaga Wima Surabaya (5-0), dan PB Sarwendah Badminton Club Jakarta (5-0). Melawan PB Jaya Raya Jakarta, tunggal pertama PB Djarum Kudus, Aisyah Sativa Fatetani harus menelan pil pahit usai kalah dari Stephanie Widjaya, straight game, dalam tempo 39 menit, dengan skor 13-21, 14-21. Kedudukan 1-0 untuk PB Jaya Raya Jakarta. Berlanjut di parta kedua yang memainkan nomor ganda. Duet Berliona Alma Pradisa/Indah Cahya Sari Jamil berhasil membawa PB Djarum Kudus menyamakan kedudukan 1-1. Mereka butuh waktu 35 menit untuk membungkam perlawanan Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia, dua gim langsung, 21-12, 21-16. Hasil positif juga diraih pemain tunggal kedua PB Djarum Kudus. Nurani Ratu Azzahra mampu menghentikan langkah Tasya Farahnailah, straight game, 21-18, 21-19, pada duel berdurasi 40 menit. PB Djarum Kudus unggul 2-1. Dobel Khusnul Khatimah/Putri Giani Nabila Salwa makin mempertegas dominasi PB Djarum Kudus. Turun di partai keempat, Khusnul/Putri mengandaskan Maria Devanya Kelmanutu/Mayang Permata Sari, straight game, dengan skor 21-16, 21-15, pada laga 34 menit. Kedudukan berubah menjadi 3-1. Dan, Aisha Galuh Maheswari, tunggal putri yang diturunkan pada partai kelima itu menggenapi kemenangan PB Djarum Kudus menjadi 4-1. Aisha menyingkirkan Sekar Maji Bening Nur Kholifah, dalam duel melelahkan tiga gim selama 45 menit, dengan skor 21-12, 19-21, 21-15. Galuh, sapaannya , mengakui pada gim pertama dirinya sangat menikmati pertandingan. Namun, berbeda pada gim kedua, menurutnya, ia bermain dalam kondisi tak rileks. “Di gim kedua, tiba-tiba saya merasa tegang dan pukulannya nggak bagus. Dan di gim ketiga sebenarnya masih merasakan tegang, tapi saya yakin, bisa mengatasi lawan,” ungkap Galuh usai laga, pada Kamis (18/10). Dijelaskan Galuh, dirinya merasa tidak puas dengan pertandingan hari ini. “Jika besok dipercaya lagi turun, semoga saya bisa lebih maksimal,” tukas Galuh. Mengantongi tiga kemenangan sempurna membuat tim putri U-17 PB Djarum menjuarai Group Y. Sedangkan runner-up menjadi milik PB Jaya Raya Jakarta, sekaligus mengamankan tiket semifinal kejuaraan bulutangkis dengan format Piala Thomas dan Uber itu. Di semifinal yang berlangsung di GOR Djarum, Magelang, PB Djarum Kudus akan ditantang PB Exist Jakarta yang menjadi runner-up Group Y, dan PB Jaya Raya Jakarta akan berjumpa dengan PB Mutiara Cardinal Bandung yang berpredikat sebagai juara Group Y. (Adt)

Takluk Dari SMA YP Karya 1-6, Finishing Touch Masih Jadi PR untuk Saint John’s Catholic School

Pemain futsal SMA Saint John’s Catholic School, Ananta (36), mengadang pemain SMA Yayasan Pendidikan (YP) Karya Kota Tangerang, di laga kedua event ‘Saint John’s Youth Nation Cup 2018’, pada Kamis (18/10). SMA Saint John’s menyerah dengan skor telak 1-6. (Riz/NYSN)

Serpong- Tim futsal putra SMA Saint John’s Catholic School dipaksa menyerah oleh SMA Yayasan Pendidikan (YP) Karya Kota Tangerang dengan skor telak 1-6, di laga kedua event ‘Saint John’s Youth Nation Cup 2018’, pada Kamis (18/10). Randy Djielyandi, Pelatih Futsal Saint John’s Catholic School, menilai timnya masih perlu perbaikan dan evaluasi. Menurutnya, finishing touch (sentuhan akhir) masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi tim yang berlokasi di kawasan Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) itu. “Tim kami tak siap menghadapi SMA YP Karya di awal pertandingan. Apalagi lawan unggul cepat hingga babak pertama berakhir dengan skor 0-4. Bila di pertandingan tadi, kedua tim sama-sama memiliki banyak peluang. Memang lawan memiliki mental yang baik,” ujar Randy. “Secara keseluruhan semua bermain dengan baik, namun yang menjadi PR bagi kami adalah finishing touch terutama saat sudah menguasai bola di depan gawang lawan,” lanjutnya. Selain finishing touch, Randy menyebut defense juga menjadi hal yang penting bagi timnya dalam melakoni laga selanjutnya. “Karena kurang siap membuat defense juga tidak maksimal. Harusnya instruksinya A, tapi mereka malah melakukan B. Jadi di pertandingan selanjutnya mereka harus benar-benar siap segalanya,” tegas Randy. Sementara itu, Bagus Setiadi, Kapten Tim SMA YP Karya, menyebut bila rekan-rekannya bermain sangat baik pada pertandingan ini. “Nggak sia-sia juga kami latihan beberapa bulan untuk persiapan mengikuti event ini,” imbuh Bagus. Ia berpendapat lawan sebenarnya bermain sangat bagus, namun terdapat kelemahan pada defense, hal itu membuat timnya bisa menang besar di pertandingan ini. “Lawan mainnya sudah bagus, tapi defense mereka kurang rapi, dan tak terorganisir dengan baik, jadi mudah ditembus pertahanannya. Dan, bagi kami itu yang paling selain defense adalah komunikasi antar sesama pemain,” tukas Bagus. (Adt)

Siapkan SDM Berkualitas Jelang POPNAS 2019 dan PON 2020 Papua, Kemenpora Gelar Pelatihan Manajemen Multievent Olahraga

Kemenpora menggelar Pelatihan Manajemen Organisasi Keolahragaan dan Manajemen Penyelenggaraan Multievent Olahraga untuk POPNAS 2019 dan PON 2020 Papua, di Kota Jayapura, pada 16-18 Oktober 2018. (Kemenpora)

Jayapura- Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) menggelar Pelatihan Manajemen Organisasi Keolahragaan dan Manajemen Penyelenggaraan Multievent Olahraga untuk ajang POPNAS 2019 dan PON 2020 Papua, di Kota Jayapura, pada 16-18 Oktober 2018. Akhyar Matra, Ketua Penyelenggara sekaligus mewakili Asisten Deputi (Asdep) Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan, mengatakan tujuan kegiatan ini meningkatkan kemampuan manajemen organisasi dan manajemen penyelenggaraan multievent. Pelatihan ini mempunya target khususnya jelang persiapan penyelenggaraan diadakannya event POPNAS (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) 2019 dan ajang PON (Pekan Olahraga Nasional) 2020, di Papua. “Kegiatan ini diikuti 200 orang peserta yang berasal dari organisasi keolahragaan di Papua, seperti KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), Pengprov Cabor (Pengurus Provinsi Cabang Olahraga), serta instansi terkait lainnya yang akan terlibat di POPNAS dan PON,” ujar Akhyar dalam sambutannya dihadapan ratusan peserta yang hadir. Sementara itu, Timotius Madoan, Ketua Bidang (Kabid) Pembudayaan Olahraga mewakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Papua, mengaku bersyukur dan Kemenpora memfasilitasi pelatihan ini. “Ini penting sebagai bekal kami sebagai tuan rumah POPNAS dan PON mendatang,” terang Timotius. (Adt)

Drama 50 Detik Terakhir, Gonsz Sukses Jungkalkan Tuan Rumah SMAN 70 di GOR Bulungan

Didukung ratusan suporternya di kandang Seventy, Gonz (julukan SMA Kolese Gonzaga) tampil percaya diri, meski hanya menang tipis 34-28. Penguasa GOR Bulungan akhirnya harus mengakhiri kiprahnya di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region, pada Selasa (16/10).

Jakarta- Kegagalan tiga tahun silam, nampaknya masih membekas di skuat SMAN 70 Jakarta. Seventy (julukan SMAN 70) kini lagi-lagi gagal melangkah ke babak selanjutnya, usai takluk dari tamunya, SMA Kolese Gonzaga. Didukung ratusan suporternya di kandang Seventy, Gonz (julukan SMA Kolese Gonzaga) tampil percaya diri, meski hanya menang tipis 34-28. Penguasa GOR Bulungan akhirnya harus mengakhiri kiprahnya di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region, pada Selasa (16/10). Putra Seventy menyusul tim putri, angkat koper dari kandang sendiri, usai takluk dari Gonz. Pada pertandingan itu, tempo permainan berjalan ketat. Namun, drama terjadi di kuarter terakhir. Sebelum kuarter keempat, para punggawa Seventy seolah menguasai jalannya pertandingan. Fastbreak efektif dan juga defense yang disiplin, membuat anak-anak Bulungan jauh berlari dari kejaran Gonz di paruh awal, Skor 19-13 untuk Seventy atas Gonz. Setelah paruh pertama usai, Gonzaga akhirnya dapat mengikis ketertinggalan perlahan. Paska diistirahatkan pada dua kuarter awal, Ferdinand Nursalim, pemain Forward andalan Gonzaga, akhirnya dimainkan. Bernomor punggung 11, ia menjadi mesin poin utama pada kuarter ke empat. Meskipun berposisi forward, arsitek Gonsz, Irfan Sukata menjadikan Ferdinand sebagai playmaker, pada kuarter akhir. Memanfaatkan posturnya yang besar, Ferdinand menerobos pertahanan Seventy. Kerja sama Ferdinand dan Mikael Elfonda membuat Gonz leading di lima puluh detik akhir. Hal itu makin menjadikan Gonzaga unggul jauh atas Seventy. Hngga buzzer akhir berbunnyi kedudukan 34-28 Seventy menyerah. Pemain kelahiran 21 Febuari 2002 ini menorehkan 13 poin, 3 rebound dan 1 assist untuk membawa sekolahnya menang. Meski bermain baik hari itu, Ferdinand sedang berada dalam kondisi yang tidak fit saat bermain. Permasalahan stamina usai mengikuti kegiatan sekolah membuat Ferdinand sempat merasa keletihan pada kuarter awal. “Saya sedang tidak dalam kondisi fit. Tapi keinganan menang hari ini (re: kemarin) sangat besar,” ucapnya usai laga. Sedangkan, kekalahan pahit yang dialami Seventy, membuat anak-anak Bulungan sangat kecewa. Apalagi, sejatinya mereka bermain di publik sendiri. Keuntungan sebagai tuan rumah, gagal mereka maksimalkan. “Kekalahan kami merupakan pengalaman pahit. Kami minta maaf dan, kami berterima kasih buat para suporter yang mendukung Bulungan tercinta,” imbuh Devandra Dwitama Adi, salah satu pemain dari Seventy. (Adt)

Uni Papua FC Lakukan Coaching Clinic Bagi 1.000 Pelatih Sepakbola Sosial, Awal 2019 Menuju Palu

Uni Papua FC dan IDGEN Sepakbola Sosial Indonesia meluaskan pengaruh sosial melalui pelatihan pelatih atau coaching clinic. Awal 2019, Uni Papua akan ke Palu, Donggala dan Sigi, untuk pemulihan anak atau trauma healing bencana gempa dan tusnami. (Unipapua)

Jakarta- Uni Papua FC dan IDGEN Sepakbola Sosial Indonesia semakin meluaskan pengaruh sosial melalui pelatihan pelatih atau coaching clinic. Pada 2018 ini, tema yang diusung adalah sepak bola untuk perdamaian. Kegiatan coaching clinic dimulai di Banda Aceh, DKI Jakarta, Lampung, Pekanbaru, Salatiga, Tangerang, dan Tabanan. Melalui event Indonesia Football For Peace Festival ke-2, coaching clinic ini telah digulirkan pada Sabtu (22/9). Ajang ini diikuti oleh 19 Tim 7 A Side, 12 peserta dari Kedutaan Besar dan perwakilan negara-negara sahabat, selebihnya dari komunitas sepak bola di Jakarta. “Ini kali ke-6, ajang ini berlangusung secara nasional. Tiap tahun makin banyak yang terlibat, termasuk dari kalangan Pelatih SSB, Guru-guru, sekolah, yayasan, aktifis sepakbola dari seluruh penjuru tanah air. Target 2018 ini adalah 1.000 orang,” jelas Harry Widjaja CEO IDSPORTS, Induk organisasi Uni Papua FC dan IDGEN. Para perserta pelatihan akan dibekali materi Sepakbola sebagai Pembentukan Karakter, Soft Skill, tema-tema tentang kerjasama, kepemimpinan, persamaan gender, hingga resolusi konflik, melalui Pelatihan di masing-masing daerah. Selain itu, digelar seminar Bahaya Narkoba dari BNN, Bahaya paham radikalisasi dari Bimbingan Masyarakat TNI POLRI, yang bekerjasama dengan Kantor Kemenkolpolhukam RI. Rangkaian Sepakbola Untuk Perdamaian ini akan diakhiri dengan kegiatan pemulihan pada anak atau trauma healing korban bencana gempa bumi di Lombok, NTT. “Kami sudah survei, di empat sampai lima titik tempat pengungsian korban bencana Lombok, bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional. Kami akan turunkan 20 pelatih dan relawan pada pagi hari, guna memberi pelatihan bagi 200 peserta pelatihan, untuk menerima materi yang diberikan selama lima hari,” imbuhnya. Sebanyak 1.000 Bola dari One World Play Project Amerika Serikat, akan diberikan guna mendukung kegiatan trauma healing dan bermain anak-anak. “Awal 2019, kami akan ke Palu, Donggala dan Sigi bersama jaringan sepak bola dunia dan organisasi di Indonesia, untuk trauma healing bagi anak korban gempa dan tsunami lalu,” pungkasnya. Sebelumnya, Banda Aceh menjadi kota pertama kegiatan Coaching Clinic ini. Dibuka oleh Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, event ini dilanjutkan Festival Sepakbola Untuk Perdamaian. Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan Coaching Clinic. DKI Jakarta menjadi tempat ke-2 menjadi penyelenggara Festival Sepakbola Untuk Perdamaian. Bertempat di GOR Sunter, Dispora DKI Jakarta, menyambut dan mendukung kegiatan ini. 80 Peserta yang terdiri dari para Pelatih SSB (Sekolah Sepakbola) dan Para Guru-guru serta pendidik dan aktivis sepakbola, turut ambil bagian. Bahkan, terdapat peserta dari luar Jakarta, seperti dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Barat. Empat Pelatih Asing dan empat Pelatih Uni Papua FC menjadi pemateri dalam Coaching Clinic 2018 ini. Diantaranya Charlie Crawford dan Jesse Adam dari Amerika Serikat, Moritz Guertler dari Jerman, serta mantan Pemain liga Indonesia yang kini melatih IDGEN Bali, Bationo Germain (Burkina Faso). Sedangkan dari Indonesia, Pelatih kepala Uni Papua FC, Frans Paraibabo, Coach Educator dan Pelatih Perempuan, Hirma Sjarif, lalu ditemani Chandra Kosasih dan Ahmad Maulana Sirath, dari Uni Papua FC Pusat. Dua daerah lain yang turut berpartisipasi adalah Lampung Timur, dan Akademi Sepakbola Tiga Naga di Pekanbaru, Riau. Lebih dari 200 orang peserta pelatihan bergabung bersama di event itu. Lalu, dua cabang Uni Papua dan IDGEN di kawasan Getasan, Salatiga, Jawa Tengah, serta Flamboyan dari Cengkareng, Jakarta Barat, juga merayakan Coaching Clinic dan Festival. Selama Oktober 2018, Coaching juga diadakan di Uni Papua cabang Manokwari dengan 80 orang peserta, yagn terdiri dari 45 guru dari Sekolah Kristen Calvin, Kemayoran, Jakarta Puat, dan 20 guru dari Indonesia Cerdas, yang juga akan menjadi Guru relawan di Palu, Donggala dan Sigi. (Adt)

Tim Putri U-17 PB Djarum Bungkam PB Suryanaga Wima Surabaya 5-0 Pada Ajang Superliga Junior 2018

Aisyah Sativa Fatetani (PB Djarum Kudus) sukses menaklukan tunggal pertama PB Suryanaga Wima Surabaya, Anisah Puspa Widia Purnama, 21-4, 21-7, di Superliga Junior 2018, Selasa (16/10). (PB Djarum)

Magelang- Tim putri usia 17 tahun (U-17) PB Djarum Kudus mengawali laga pada kejuaraan bulutangkis Superliga Junior 2018, Group Y, pada Selasa (16/10), dengan hasil sempurna. Berlaga di Gelanggang Olahraga (GOR) Bulutangkis Djarum, Magelang, Jawa Tengah, Aisyah Sativa Fatetani dan kawan-kawan butuh waktu 113 menit untuk menyudahi lima partai yang dipertandingkan, dan meraih kemenangan telak 5-0 atas PB Suryanaga Wima Surabaya. Ade Lukas, Pelatih Tim Putri U-17 PB Djarum Kudus, mengatakan jika kemenangan telak anak didiknya di laga perdana ini belum bisa dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan. Sebab, ia menilai masih banyak pertandingan-pertandingan selanjutnya dengan level tantangan yang lebih tinggi. “Secara keseluruhan lawan kami hari ini memang tidak terlalu menyulitkan. Dari segi teknik anak-anak kami juga masih unggul cukup jauh. Jadi dari segi pelatih belum kelihatan betul apa yang perlu dievaluasi. Tapi kami harus tetap fokus pada setiap pertandingan,” ujar Lukas. Pada pertandingan itu, tunggal putri PB Djarum Kudus, Aisyah Sativa Fatetani, berhasil membuka jalan bagi timnya dalam meraih kemenangan. Ia tanpa kesulitan menaklukan tunggal pertama PB Suryanaga Wima Surabaya, Anisah Puspa Widia Purnama, dengan skor terpaut jauh 21-4, 21-7, dalam tempo 23 menit. Dominasi PB Djarum Kudus berlanjut di partai kedua melalui duet Berliona Alma Pradisa/Gity Gabriel Rambing. Mereka hanya butuh waktu 22 menit untuk memaksa Jihan Siska Amestia/Rahma menyerah dengan skor 21-2, 21-3. Hasil memuaskan juga dicetak wakil kedua tungga PB Djarum Kudus Nurani Ratu Azzahra. Sebagai penentu kemenangan, ia menuntaskan tugasnya dengan sempurna dengan menumbangkan Vince Nathania, straight game, dengan skor 21-6, 21-8, dalam duel berdurasi 22 menit. Meski sudah unggul 3-0 atas PB Suryanaga Wima Surabaya, sekaligus memastikan kemenangan, namun wakil ganda kedua PB Djarum Kudus, Indah Cahya Sari Jamil/Sintia Dewi Yuliani, tak ingin kehilangan momen untuk menyumbangkan angka bagi timnya. Mereka berhasil mengalahkan Natasha Nathaniella Arinds/Putriani Nur Azizah, dua gim langsung, dengan skor telak 21-8, 21-0, pada laga sepanjang 23 menit. Tak mau kalah dengan rekan-rekannya. Aisha Galuh Maheswari, yang turun di partai terakhir, sukses melengkapi kemenangan timnya setelah berhasil menekuk Adelia Erneta Putri. Pertandingan yang berjalan selama 23 menit itu, berakhir dengan skor 21-8, 21-9 untuk Aisha. Di pertandingan selanjutnya, srikandi PB Djarum Kudus U-17 akan berhadapan dengan PB Sarwendah Badminton Club Jakarta. Nurani Ratu Azzahra Cs memiliki peluang besar untuk bisa kembali meraih kemenangan pada laga kedua itu. Sebab, di laga perdana, PB Sarwendah Badminton Club Jakarta harus mengakui ketangguhan PB Jaya Raya Jakarta, dengan skor telak 0-5. Lukas menyebut kemungkinan besar timnya bisa memaksimalkan dua kemenangan di sektor ganda. “Kalau dari sektor tunggal saya kurang tahu. Yang pasti kami optimis bisa menang juga, sama seperti hari ini. Dan kalau melihat peluang, kami harus bisa lolos ke semifinal dulu,” tukas Lukas. (Adt) Hasil Pertandingan Superliga Junior 2018, Selasa (16/10): Putri U-17 1. Group X PB Exist Jakarta vs Daihatsu Candra Wijaya Badminton Club: 3-2 PB Mutiara Cardinal Bandung vs PB SGS PLN Bandung: 5-0 2. Group Y PB Djarum Kudus vs PB Suryanaga Wima Surabaya: 5-0 PB Jaya Raya Jakarta vs PB Sarwendah Badminton Club Jakarta: 5-0 Putra U-17 1. Group A PB Jaya Raya Jakarta vs PB SGS PLN Bandung: 5-0 PB Mutiara Cardinal Bandung vs PB Suryanaga Wima Surabaya: 5-0 2. Group B PB Djarum Kudus vs PB Sarwendah Badminton Club Jakarta: 5-0 PB Exist Jakarta vs Daihatsu Candra Wijaya Badminton Club: 5-0 (edited)

Debutan Tampil Fantastis, SMA Pangudi Luhur Bangkit Di Kuarter Terakhir Tundukkan SMAN 43

Forward SMA Pangudi Luhur, Alvien Hugo Pramono (25/putih), membantu timnya menumbangkan SMAN 43 Jakarta, dengan skor 48-25, di GOR Bulungan, pada Senin (15/10). Di laga berikutnya bakal menantang SMAN 3. (DBL)

Jakarta- Persaingan menjadi juara di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region makin ketat. Tak hanya tim unggulan yang berbicara, di pentas Turnamen Student Athelete penuh gengsi ini. Para tim debutan mulai bermunculan di wilayah Selatan. Salah satunya, SMA Pangudi Luhur, yang membungkam prediksi publik. Tak tanggung-tanggung SMA Pangudi Luhur menumbangkan SMAN 43 Jakarta, dengan skor 48-25, pada Senin (15/10). Pe eL (sebutan SMA Pangudi Luhur) membuktikan mereka tak hanya tim penghibur di Honda DBL DKI Jakarta. Usai menggilas SMK Kartika X-2 dengan skor 62-11, di babak awal, kini giliran SMAN 43 dibuat tertunduk, di GOR Bulungan. Alvien Hugo Pramono dkk sempat terlihat kesulitan di kuarter awal. Berkat daya juang yang tinggi, membawa mereka memperoleh kemenangan. Pertandingan berjalan ketat sedari awal. Bahkan, anak asuh Octaviarro Romely Tamtelahitu sempat tertinggal di kuarter pertama. Nauval Fadli Pramudita membuat Pangudi Luhur terkejut. Pemain kelahiran 18 Maret 15 tahun silam, berhasil menorehkan 8 poin, guna membawa timnya unggul 10-6 di kuarter pertama. Pangudi Luhur terus melakukan dobrakan, guna keluar dari tekanan sang lawan. Anak-anak Pangudi Luhur pun mulai bangkit, sebanyak 22 poin ditorehkan pada kuarter kedua dan ketiga. Immanuel Devano berhasil mencetak 8 poin untuk timnya. Sementara rekannya, Darrel Kemal, mampu menjaga pertahanan dengan torehan 11 kali defensive rebound. Kebangkitan tim asal Kebayoran Baru membuat SMAN 43 tak berkutik, tim polesan Muhammad Hakeem Hidayat kerap kali melakukan turn over. Selain itu, gedoran dari SMAN 43 selalu menuai kebuntuan menjelang laga berakhir. Sambutan tepuk tangan suporter mengiringi kemenangan Pangudi Luhur atas lawannya. Namun, perjalanan mereka belum tuntas, keberhasilan tim putra SMAN 3 menundukan International Islamic High School menjadi kewaspadaan untuk Pangudi Luhur. Pangudi Luhur bakal meraskan dobrakan dari tim asal Setiabudi itu. “Para pemain bermain lebih efektif pada kuarter keempat. Anak-anak masih grogi meski kehilangan momentum di awal. Puji tuhan, kami dapat memenangkan laga hari ini, ucap head coach Pangudi Luhur, Octaviarro Romely Tamtelahitu. (Adt)

Menang Susah Payah dari SMAN 82, Skuat SMAN 34 Bidik Misi Revans di Laga Berikutnya

Point Guard SMAN 34, Nadine Rania Azzahra (putih), saat dihadang Center SMAN 82, Trigita Ramadhani, dalam laga hari kedua Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region, di GOR Bulungan, pada Minggu (14/10). SMAN 34 akhirnya unggul 41-34 atas lawannya. (DBL)

Jakarta- Berambisi juara, tim putri SMAN 34 tak ingin kehilangan kesempatan sedikitpun. Berhadapan dengan SMAN 82, pada hari kedua Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region, tim polesan Fadil Wahyudi memetik kemenangan 41-34, di GOR Bulungan, pada Minggu (14/10). Target kemenangan berikutnya adalah harga mati bagi Nadine Rania Azzahra dkk. Skuat SMAN 34 tengah mengemban misi khusus, kala berjumpa rival yang menyingkirkan mereka di semifinal Honda DBL tahun lalu, SMAN 8. Misi balas dendam itu sudah di depan mata, menyusul kemenangan yang membawa SMAN 34 lolos ke babak selanjutnya. Mereka akan menantang sang juara bertahan, SMAN 8, guna menuntaskan revans. Duel panas itu tersaji pada Selasa (16/10). Demi memuluskan misi revans itu, SMAN 34 ternyata harus berjuang ekstra keras, meladeni perlawanan SMAN 82 yang sempat merepotkan. Penyerangan putri Daha (julukan SMAN 82) berjalan secara efektif. Sementara SMAN 34, justru tampak gegabah sejak menit awal pertandingan, sehingga kesempatan mendulang poin terbuang sia-sia. Daha unggul pada kuarter pertama dengan skor 8-3. Berulang kali, Fadil terus berteriak dari pingggir lapangan, agar anak asuhnya tidak panik di lapangan. Pelatih berusia 28 tahun itu melihat pemainnya belum optimal di kuarter pertama. “Saya mengingatkan para pemain untuk tenang dalam menerapkan strategi, kuarter pertama semua belum berjalan dengan baik,” ujarnya. Usai jeda kuarter pertama, tim asal Pondok Labu baru panas. Instruksi dari sang pelatih baru bisa diterapkan pada kuarter kedua. Duet guard Nadine dan Athaya Nafisa Surachmat mulai nyaman dan menemukan ritme pertandingan. Enam dari 14 poin yang ditorehkan srikandi Pondok Labu pada kuarter kedua, membuat SMAN 34 leading, dengan skor 17-8 saat kuarter kedua. Melihat tim asuhnya mulai panas, Fadil cepat menjaga mental duet andalannya tersebut. “Nadine dan Althaya memang diplot untuk membongkar pertahanan lawan. Saya bilang jangan pecah fokus. Terbukti, kuarter ketiga dan empat jadi milik kami,” jelasnya. Keberhasilan strategi Fadil pun dapat dijalankan dengan baik oleh duet small guard dari SMAN 34. Pada laga sore itu, kapten tim SMAN 34, Nadine jadi bintang kemenangan dengan menorehkan 9 poin, 7 rebound, 2 assist, dan 3 steal. Sementara rekannya, Athaya, mengemas 9 poin, 4 rebound, 4 assist, dan 3 steal. Ditemui usai laga, Fadil, langsung membidik laga berikutnya menghadapi musuh bebuyutan mereka, SMAN 8. “Kami harus mematikan pemain kunci SMAN 8 yaitu Ayesha dan Lula. Jika kedua pemain itu dapat dihentikan langkahya, kemungkinan menang ada di tangan kami,” ucap pria yang sudah empat tahun mengasuh tim SMAN 34 tersebut. (Adt)

Atlet Panjat Tebing Indonesia Torehkan Prestasi Gemilang, Kawinkan Emas dan Borong Medali di China

Aries Susanti Rahayu meraih medali emas usai mencetak waktu 7,99 detik, di nomor women’s speed kejuaraan ‘The Belt and Road’ International Climbing Master Tournament 2018, di Wanxianshan, China, 13-14 Oktober 2018. (FPTI)

Wanxianshan- Prestasi gemilang kembali lagi ditorehkan atlet panjat tebing Indonesia, saat berlaga di China, pada kejuaraan bertajuk ‘The Belt and Road’ International Climbing Master Tournament 2018, di Wanxianshan, akhir pekan ini. Tak hanya sukses mengawinkan medali emas speed, tapi mereka memborong medali di nomor women’s speed. Sebelumnya, pada turnamen serupa yang dihelat di Huaian, China, 9-10 Oktober 2018, Merah Putih juga berkibar di podium tertinggi ketika berhasil mengawinkan emas. Para atlet yang mengikuti kompetisi di Negeri Tirai Bambu, yakni Aspar Jaelolo, Alfian M Fajri, Sabri, Muhammad Hinayah, Veddriq Leonardo, Pangeran Septo Wibowo, Puji Lestari, Aries Susanti Rahayu, Rajiah Sallsabillah, Agustina Sari, dan Nurul Iqamah. Aries, spiderwoman Grobogan ini menyabet Medali emas dinomor women’s speed, dan men’s speed dipersembahkan Septo Wibowo. Hendra Basir, Pelatih Speed Indonesia, mengatakan dalam kategori women’s speed, peringkat satu hingga empat diduduki atlet Indonesia. Diungkapkannya, peringkat pertama ditempati Aries, dengan catatan waktu 7,99 detik. Dara kelahiran 21 Maret 1995 ini, menyingkirkan kompatriotnya Agustina Sari, dalam babak final, dengan waktu 8,20 detik. Sementara, peringkat tiga ditempati Nurul Iqamah dengan 8,52 detik. Ia mengalahkan rekan senegaranya Rajiah Sallsabillah yang menorehkan catatan waktu 8,72 detik, dalam babak perebutan juara tiga. Sedangkan di nomor men’s speed, Aspar sukses sebagai pemenang dengan catatan waktu 5,99 detik. Ia melibas atlet tuan rumah, Lin Penghui, di babak final yang menorehkan waktu 6,30 detik. Peringkat tiga ditempati Muhammad Hinayah yang mengalahkan Veddriq Leonardo, di babak perebutan juara tiga. Hinayah menang usai menciptakan waktu 6,29 detik, karena Veddriq hanya mampu mengukir waktu 6,37 detik. Menurutnya, tak hanya bermain di nomor speed, para atlet Indonesia juga menjajal berkompetisi di nomor Lead. Nurul Iqamah berhasil menduduki peringkat keempat di nomor women’s lead, sedangkan Aspar berada di peringkat delapan di nomor men’s lead. “Mereka memang enggak hanya main di speed, tetapi di lead juga. Biar merasakan kompetisi di lead juga,” ujar Hendra seperti keterangan yang diterima redaksi nysnmedia.com, pada Minggu (14/10). Sementara itu, Faisol Rizal, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), mengapresiasi prestasi membanggakan yang ditorehkan Aries Susanti Cs. “Kemenangan ini semakin menunjukkan kesiapan para atlet untuk berlaga di Olimpiade,” tegas Rizal. (Adt)

Dilirik Klub Liga 2 Belgia, Firza Andika Susul Pemain Timnas U-16 Ikut Berlatih di Eropa

Full bek kiri Timnas U-19, Firza Andika, mengaku bersyukur mendapat kesempatan berlatih di salah satu klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize. Firza menjadi pemain lain dari level Timnas Junior yang berangkat ke Eropa. (Pras/NYSN)

Jakarta- Full bek kiri Timnas U-19, Firza Andika, mengaku bersyukur mendapat surat undangan berlatih di salah satu klub Belgia, AFC Tubize. Pemain PSMS Medan itu pun bertekad tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. “Kalau lolos, saya bakal main di sana. Makanya, saya harus terus bekerja keras dan berdoa agar bisa bermain di Liga Belgia,” kata Firza, pada Sabtu (13/10). Dalam surat itu, AFC Tubize memberi kesempatan untuk Firza berlatih di markas mereka, kurang lebih selama tiga pekan, mulai 5 hingga 25 November 2018. Program itu adalah sesi latihan di markas AFC Tubize, Stade Leburton, di Tubize, Belgia. Ia juga mendapat kesempatan trial di tim profesional. Surat yang ditandatangani General Manager AFC Tubize, Josselin Croise, berbunyi jika klub akan segera menyediakan segala keperluan Firza, jika menerima tawaran itu. Mulai dari sarana akomodasi, makan, hingga transportasi, selama menjalani latihan di Belgia. Namun, belum dijelaskan, apakah biaya transportasi dari dan ke Indonesia menuju Belgia, juga akan ditanggung oleh klub. AFC Tubize merupakan klub yang tampil di kasta kedua Liga Belgia. Pemuda kelahiran Medan, 11 Mei 1999 ini, lalu menceritakan proses dirinya mendapatkan undangan berlatih itu. “Saya punya agen, dan kebetulan NorthCliff mendapatkan undangan itu. Mereka mau carikan saya tim di luar negeri, jika saya bersungguh-sungguh untuk bermain sepak bola,” tukas kawan karib Egy Maulan Vikri di Timnas U-19 ini. Ia menyatakan siap bekerja keras selama berlatih, demi memenuhi impiannya berkarier di Eropa. “Makanya, saya tak akan sia-siakan kesempatan ini. Bermain di Eropa adalah impian saya,” tuturnya. “Saya juga sudah mulai latihan tambahan sendiri saat waktu kosong. Dan tak lupa selalu berdoa,” ujarnya menambahkan. Kabar kepindahan Firza ke Belgia, makin menambah panjang daftar pemain Timnas usia muda, yang menimba ilmu di Eropa. Menyusul Egy, pemain Timnas U-16 juga berbondong-bondong bakal ke Eropa, selepas Piala Asia U-16 September lalu. Pertama, gelandang lincah asal Surabaya, Mochammad Supriadi. Pemuda kelahiran 23 Mei 2002 ini, mengaku akan ke Liverpool selepas membela tim Garuda Asia. “Rencananya minggu depan, akan berangkat ke Liverpool bersama dengan beberapa pemain junior lainnya, dari Surabaya,” kata Supriadi, pada Kamis (4/10). Nantinya, pemain berposisi winger itu, akan berangkat dengan 10 pemain lainnya dari Surabaya. “Saya yang paling besar yang berangkat ke sana. Sisanya usianya sekitar 12 sampai 15 tahun,” ucap Supriadi menambahkan. Selain Supriadi, pilar Timnas U-16 lainnya, Sutan Diego Zico, juga bakal menyusul Supriadi ke Eropa. Zico berpeluang bermain bersama Firza lantaran dia berencana pergi ke Belgia. “Iya, agen sudah bilang kepada saya, dan rencananya mau bawa saya ke Belgia atau Belanda,” kata Zico, beberapa waktu lalu. Tak hanya dirinya, Zico pun menyebut pemain-pemain Timnas U-16 juga berpeluang mengikuti jejaknya. Mereka adalah Brylian Aldama, serta duo kembar, Amiruddin Bagus Kahfi, dan Amiruddin Bagas Kaffa. “Karena kami dulu berempat sempat berlatih akademi Chelsea yang ada di Singapura, jadi kami mau dibawa sama pihak mereka,” jelasnya. “Mungkin nanti, kami bisa bersama-sama ke salah satu akademi di Eropa, atau saya sama Brylian ke Belanda, sementara Bagus bersama Bagas ke tempat lain,” ucap striker bernomor punggung 9 tersebut. Meski begitu, Zico mengatakan dirinya belum memutuskan kapan akan bertolak ke Eropa, sebab dia masih harus menyelesaikan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bogor, Jawa Barat, serta memulihkan cidera pahanya. (art) Daftar Pemain yang bakal menimba ilmu di Eropa: 1. Sutan Diego Zico (Belgia/Belanda) –> Timnas U-16/Striker 2. Brylian Aldama (Belgia/Belanda) –> Timnas U-16/Gelandang 3. Amiruddin Bagus Kahfi (Belgia/Belanda) –> Timnas U-16/Striker 4. Amiruddin Bagas Kaffa (Belgia/Belanda) –> Timnas U-16/Bek Kanan 5. Mochammad Supriadi (Inggris) –> Timnas U-16/Winger 6. Firza Andika (Belgia) –> Timnas U-19/Bek Kiri

Ada Kompetisi Sepak Bola SMP Se-Indonesia, Juara Gala Siswa Indonesia 2018 Berlatih di Juventus

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat kompetisi bernama Gala Siswa Indonesia (GSI). Kompetisi untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP) ini diharapkan menjadi ajang pencarian bibit-bibit unggul pemain sepak bola masa depan. (kabarjatim.com)

Jakarta- Liga Junior Sepakbola Siswa Indonesia (Gala Siswa Indonesia) yang memulai kick off pertandingan sejak Maret 2018, hingga kini mencapai fase nasional, telah menjadi ajang yang begitu besar. Ajang GSI oleh para partisipannya dimaknai tak sekadar kompetisi biasa. Gala Siswa sejatinya merupakan wadah bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui olahraga, dalam hal ini sepak bola, yang dikembangkan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan, bekerjasama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan PSSI. “GSI merupakan ajang kompetisi usia dini untuk pemain-pemain muda bermain di level yang lebih tinggi. Dengan adanya GSI mudah-mudahan ke depan pemain-pemain muda yang bisa berpartisipasi dalam Tim Nasional,” kata pelatih tim Sulawesi Utara, Yudas Ugu, di Stadion Cendrawasih, Sabtu (13/10). Dimulai sejak Selasa (9/10), ada 64 pertandingan sepak bola pada perhelatan Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat Nasional. Pertandingan dilaksanakan di Jakarta pada dua stadion yakni di GOR Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, dan GOR Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan. Liga yang mensyaratkan peserta duduk di bangku SMP, bakal rampung pada Minggu (21/10). “GSI adalah sebagai wujud nyata menuju percepatan pembangunan persepakbolaan nasional,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad, pekan lalu Dengan format Kompetisi, ajang sepak bola yang diselenggarakan untuk kali pertamanya melibatkan seluruh SMP dan sederajat di seluruh Indonesia ini, sudah dilaksanakan secara bertahap mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi Sebelum memasuki kompetisi tingkat nasional, GSI diikuti 2.872 kecamatan, 257 kabupaten/kota, dengan jumlah peserta 11.435 sekolah, masing-masing tim 18 orang, dan offisial 4 orang. Jumlah pertandingan GSI yang telah digelar untuk tingkat kecamatan, yakni sebanyak 2.588 pertandingan, dan tingkat kabupaten/kota 737 pertandingan. Sedangkan, pada tingkat provinsi tercatat sebanyak 165 pertandingan. Sehingga, total pertandingan GSI yang telah digelar di 34 provinsi mencapai 3.490 pertandingan. Di tingkat nasional, GSI akan berisi 34 tim dari 34 provinsi. Seluruh tim terbagi delapan grup mulai A sampai dengan H. Babak penyisihan berlangsung pada 10-15 Oktober 2018. Para juara grup otomatis lolos ke babak perempat final. Fase 16 Besar ini akan berlangsung di GOR Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, pada Rabu (17/10), dilanjutkan dengan babak semifinal di tempat yang sama, pada Kamis (18/10). Perebutan juara 3 dan babak final akan diselenggarakan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, pada Sabtu (20/10). Pada babak puncak ini, rencananya, Presiden Joko Widodo berkesempatan hadir. Presiden sekaligus mengalungkan medali dan trofi kepada juara GSI 2018. Sementara, kata Hamid, Juara I Tingkat Nasional GSI 2018 juga akan berkesempatan mengikuti pelatihan dan mitra tanding bersama klub raksasa Liga Italia, Juventus dan beberapa klub di Turin, Italia. (art) Gala Siswa Indonesia (GSI) 2018 Fase Nasional Grup A -Sumatera Utara -Lampung -Kalimantan Timur -Sulawesi Tenggara -Papua Barat Grup B -Aceh -Jawa Barat -Kalimantan Barat -Sulawesi Tengah Grup C -Kepulauan Riau -Jawa Tengah -Bali -Sulawesi Barat Grup D -Jambi -Bengkulu -Nusa Tenggara Timur -Sulawesi Utara Grup E -Sumatera Selatan -Banten -Nusa Tenggara Barat -Sulawesi Selatan Grup F -Sumatera Barat -Jawa Timur -Kalimantan Utara -Papua Grup G -Riau -D.I Yogyakarta -Kalimantan Tengah -Maluku Grup H -Bangka Belitung -DKI Jakarta -Kalimantan Selatan -Maluku Utara -Gorontalo

South Region DBL Jakarta Series 2018 Bergulir, Pekan Ini Jadi Show Time Anak Jaksel

Point Guard SMA Cita Buana, Rafael Adwel (26), tampak berusaha melewati pemain SMA Al Izhar, pada laga pembuka Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region, Sabtu (13/10), di GOR Bulungan, Jakarta Selatan. SMA Cita Buana takluk dengan skor akhir 28-46. (DBL)

Jakarta- Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region resmi dibuka pada Sabtu (13/10). GOR Bulungan menjadi saksi ketatnya persaingan 32 tim basket sekolah di wilayah Jakarta Selatan, untuk menjadi yang terbaik pada liga basket pelajar terbesar di tanah air ini. Honda DBL 2018 berlangsung di 30 kota di 22 provinsi. Seri DKI Jakarta mendapat keistimewaan, karena mulai 2018 diselenggarakan di masing-masing regional. Usai sukses terselenggara di West Region dan North Region, South Region akan digeber pada 13 hingga 20 Oktober 2018. Lalu East Region, yang berlangsung 26 Oktober – 2 November. Dengan label ‘Anak Jaksel’, sebagai barometer basket di Ibu Kota. hal itu dibuktikan dengan torehan gelar terbanyak Honda DBL DKI Jakarta yang dipegang tim Jakarta Selatan, SMAN 3 Jakarta. Tak hanya itu, antusiasme dari para suporter, serta kreativitas para dancer makin melengkapi mewahnya regional Selatan ini. Atmosfer itu langsung terasa pada hari pertama Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region, yang digelar di GOR Bulungan, Sabtu (13/10). Lima pertandingan seru tersaji. Tim putra SMA Al Izhar menjadi sekolah pertama yang berhasil melangkah ke babak selanjutnya. Tim asal Pondok Labu, Jakarta Selatan itu menundukkan lawannya, SMA Cita Buana dengan skor akhir 46-28. Laga sore hari itu berjalan ketat di awal laga. Hanya saja Al Izhar mampu memperlihatkan mental juara. Dan mengungguli lawannya di dua kuarter terakhir Pada pertandingan selanjutnya, tim putra SMAN 8 Jakarta menyusul keberhasilan Al Izhar. Tim asal Bukit Duri itu memperpanjang kutukan SMAN 82 Jakarta yang selalu gagal di babak awal. Pertarungan itu ditutup dengan skor 43-20 untuk SMAN 8. Setelahnya, big match antara tim putri SMAN 3 kontra SMAN 70, berakhir untuk kemenangan Teladan (julukan SMAN 3) dengan skor 28-16. Keberhasilan Teladan, jadi ulangan partai empat tahun silam. Seventy (julukan SMAN 70) yang tampil di kandang sendiri dan didukung ratusan suporternya, tak berkutik oleh tim polesan Jakcy Ignatius. Kekalahan Seventy ini disesalkan oleh sang kapten, Savira Alifa. Namun, Savira menyatakan ini bukanlah akhir perjuangan. “Kami berterima kasih buat teman-teman yang sudah datang untuk mendukung. Kekalahan ini jadi evaluasi besar-besaran buat kami. Dan buat Teladan, tunggu kami tahun depån,” pungkas cewek 16 tahun itu. Di sisi lain, meskipun hasil positif ditorehkan srikandi Teladan, sang kapten, Insyira Kesha mengungkapkan kemenangan atas Seventy mash terlalu dini untuk dirayakan. “Meski menang, performa kami hari ini jauh dari memuaskan. Dan jika ingin menjadi juara di Selatan, kami harus bermain lebih ekstra,” ucapnya usai bertanding. Di pertandingan putri lainnya, SMAN 32 masih belum mampu membendung kokohnya pertahanan SMAN 28. Sophia Rebecca Adventa dkk bahkan langsung tancap gas. Skuat asal Jati Padang tersebut tampil ngotot kala menggilas SMAN 32 dengan skor 44-11. Hasil ini membawa mereka bertengger ke babak selanjutnya. Hari penuh euforia itu ditutup oleh kemenangan tim putra SMA Pangudi Luhur atas lawannya, SMK Kartika X-2, dengan skor mencolok 62-11. Dengan raihan ini, Pangudi Luhur bakal berhadapan dengan SMAN 43 Jakarta di babak selanjutnya. (Adt)

Bek Kiri Asal Medan Sumbang Dua Gol Kemenangan, Timnas U-19 Masih Kalah Jauh dari Yordania

Full bek kiri Timnas U-22 kelahiran Medan 11 Mei 1999, Firza Andika, dilaporkan sudah sudah lolos seleksi trial dan memilih tim untuk berlabuh di antara klub Spanyol dan Belgia. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 akhirnya sukses memutus rentetan hasil minor dalam persiapan jelang tampil di Piala AFC U-19 2018, mulai Kamis (18/10). Usai bermain imbang 2-2 kontra Thailand dan kalah 0-3 dari China pada PSSI Anniversary Cup U-19 2018, Timnas U-19 kembali takluk, saat berjumpa Arab Saudi U-19 di laga uji coba terakhir. Namun, menjamu Yordania U-19, pada Sabtu (13/10) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Nurhidayat dan kolega meraih kemenangan, paska unggul 3-2. Full bek kiri asal PSMS Medan, Firza Andika sukses menjadi aktor dalam pertandingan itu, berkat dua gol cantik yang ia ciptakan melalui sepakan keras, dari luar kotak penalti. Firza adalah generasi baru sepak bola dari Medan, yang memiliki gaya bermain yang lebih modern dari seniornya. Selain cepat, Firza pun memiliki kecerdasan bermain yang sangat baik. Yang paling spesial dari pemuda kelahiran 11 Mei 1999 ini, adalah kotrol bola dan akurasi melepas umpan yang terukur. Meski mampu melumat Yordania, sejatinya Timnas U-19 masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Dari data situs penyedia data statistik labbola, Timnas U-19 masih kalah jauh dalam hal duel udara. Garuda Nusantara hanya mencatatkan 20% aerials won, berbanding 80% milik Yordania. Hal itu harus segera diperbaiki, sebab Indonesia berada satu grup, dengan tim-tim yang unggul duel udara, seperti Uni Emirat Arab (UEA) dan juga Qatar. Tak hanya itu, dua dari tiga gol kemenengan Timnas U-19 kontra Yordania U-19, justru dihasilkan Firza, yang notabene adalah pemain bertahan. Laga uji coba ini merupakan yang terakhir sebelum Piala Asia U-19 yang dimulai pada 18 Oktober 2018. Di sana, Timnas U-19 berada dalam Grup A bersama Uni Emirat Arab, Qatar, dan Taiwan. Partai perdana Timnas Indonesia U-19 melawan Taiwan bakal dihelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Kamis (18/10), pukul 19.00 WIB. (Art)