Jaring Atlet Junior Terbaik, PB Wushu Indonesia Kembali Siapkan Kejuaraan Virtual

Jaring Atlet Junior Terbaik, PB Wushu Indonesia Kembali Siapkan Kejuaraan Virtual

Pengurus Besar (PB) Wushu Indonesia nampaknya sedang mempersiapkan untuk melakukan pembenahan ulang sistem pembinaan wushu. Salah satunya dengan mengadakan kembali Virtual Wushu Championships Indonesia Seri II. Langkah ini diambil karena berkaca pada kesuksesan saat menggelar Virtual Wushu Championships Indonesia Series – 1 Khusus Taolu. Kali ini, PB Wushu Indonesia tidak hanya siap menggelar Virtual Wushu Championships Indonesia Seri II namun juga mendapat dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan KONI Pusat. Ada pun rencananya kejuaraan tersebut akan digelar pada 1-11 Desember 2020. “Di seri I telah menjaring 190 atlet junior dan di Seri II akan kembali dijaring 190 atlet potensial dari kategori A,B dan C. Mereka nantinya akan diseleksi kembali melalui Virtual Wushu Champipnships Indonesia 2021 untuk menjaring 50 atlet junior terbaik yang akan dipersiapkan tampil pada ajang event internasional,” ujar Sekjen PB Wushu Indonesia, Ngatino, dilansir dari JPNN, Kamis (26/11/2020). “Ini sesuai instruksi Pak Airlangga Hartarto yang ingin adanya program pembinaan atlet berjenjang dan berkesinambungan dalam upaya melahirkan pengganti juara dunia Lindswell Kwok dan Edgar Xavier Marvelo ke depan,” sambungnya. Terbosan yang dilakukan PB Wushu Indonesia ini mendapat sambutan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah atlet dan sasana yang berpartisipasi. Pada Seri I tercatat 632 atlet dari 50 sasana wushu se-Indonesia sedangkan pada Seri II telah tercatat 1.000 atlet (804 atlet wushu nomor Taolu dan 166 atlet wushu tradisional) dari 83 sasana wushu. Virtual Wushu Championships Indonesia Seri II kali ini memang terlihat istimewa. Selain mempertandingkan nomor tradisional untuk memberikan tempat kepada perguruan wushu, 12 atlet terbaik dari tiga sasana pada Seri I yakni Rajawali Sakti Jakarta, Laba-laba Sakti Jakarta dan Yasanis Surabaya akan berlaga dengan atlet sasana wushu dari Singapura, Brunai, Macau, dan Kazakhstan. “Kita memang sengaja mengundang atlet junior wushu negara lain untuk menambah jam terbang atlet junior terbaik di Virtual Wushu Championships Seri I. Sebab, sasana yang kita undang tercatat sebagai sasana yang banyak melahirkan atlet nasional di keempat negara tersebut,” jelasnya. Program Virtual Wushu Championships Indonesia yang diluncurkan PB Wushu Indonesia ini sekaligus menjadikan sasana sebagai ujung tombak pembinaan. Sebab, atlet-atlet junior dari berbagai sasana punya kesempatan untuk bisa menembus. “Lewat Virtual Wushu Championships Indonesia tak ada lagi ýang bisa ditutupi. Keberadaan atlet potensial yang ada di sasana besar atau kecil akan terpantau,” katanya. Lebih jauh Ngatino juga mengungkapkan pihaknya akan mencari format yang tepat untuk mempertandingkan nomor Sanda. “Nomor Sanda sedang dicarikan formatnya. Bisa saja akan digelar tahun depan tanpa penonton. Prinsipnya pertandingan tidak boleh terhenti karena pandemi Covid-19,” tutupnya.

Sukses Dihelat, Cimaja Surf Fest Pro 2020 Diharapkan Cetak Talenta Muda Surfing Kab. Sukabumi

Sukses Dihelat, Cimaja Surf Fest Pro 2020 Diharapkan Cetak Talenta Muda Surfing Kabupaten Sukabumi

Cimaja Surf Fest Pro 2020 sukses digelar di Pantai Cimaja, Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan yang digelar oleh Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Kabupaten Sukabumi tersebut, berlangsung pada 21-22 November 2020. Sekretaris Jenderal PSOI Kabupaten Sukabumi, Iman Nulhaki, menjelaskan jika Cimaja Surf Fest Pro 2020 merupakan bentuk kegiatan lanjutan yang berawal dari acara webinar ‘Surfing Talks: Cek Ombak Bali dan Cimaja’ yang digelar Kemenparekraf/Baparekraf RI untuk mempromosikan wisata selancar pada awal November 2020 lalu. Meski dilaksanakan saat pandemi Covid-19, Cimaja Surf Fest Pro 2020 digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, salah satunya dilakukan rapid test untuk seluruh panitia dan peserta, membatasi jumlah peserta lomba, tidak menciptakan kerumunan di lokasi acara, menerapkan jaga jarak selama kegiatan, menjaga higienitas tangan dan barang, serta memberlakukan aturan selalu pakai masker di tempat umum. Selain itu, acara ini menghadirkan tiga orang juri dari kalangan peselancar profesional yang memiliki sertifikat juri dari International Surfing Association (ISA), yakni Diki Zulfikar, Dede Suryana, dan Gigit Permana. Sedangkan peserta lombanya berjumlah 64 orang yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, yakni Mentawai, Bengkulu, Carita, Jakarta, Pangandaran, Batukaras, Yogyakarta, Pacitan dan Sukabumi. Ada juga beberapa peselancar mancanegara yang sedang tinggal di Indonesia turut mengikuti kegiatan ini. “Kegiatan ini dimulai tanggal 21 sampai 22 November. Kegiatan ini kelasnya nasional, jadi peserta ada yang dari Lombok, Padang, Cilacap, Pacitan, Parangtritis, Mentawai, Pangandaran, Batukaras, Anyer, Carita, Cimaja. Dan ada juga peserta internasional yang sedang berada di Jakarta,” ujar Imam melalui pesan singkat, Rabu (25/11/2020), dilansir dari Tribunjabar.id. Cimaja Surf Fest Pro 2020 ini, kata Iman, bertujuan untuk membina dan membimbing generasi muda untuk menjadi atlet baru surfing, serta mempromosikan wisata selancar Cimaja. “Diselengarakannya kegiatan ini bermaksud untuk membina dan membimbing generasi muda yang memiliki bakat dan skil untuk menjadi atlet-atlet nasional, yang suatu saat akan mewakili daerah dan negara yang berkibar di kejuaraan dunia,” katanya. “Selain dari pada membina atlet kegiatan ini untuk mempromosikan pariwisata di bidang minat khusus surfing, olah raga ini selain prestasi juga untuk rekreasi. Setelah kegiatan ini kami berharap pariwisata minat khusus ini berkembang dan maju, serta para atlet bisa mengikuti ajang kompetisi nasional dan internasional,” pungkasnya.

IWF Nobatkan Rizky Juniansyah sebagai Lifter Remaja Terbaik

IWF Nobatkan Rizky Juniansyah sebagai Lifter Remaja Terbaik

Rizky Juniansyah dinobatkan sebagai lifter putra remaja terbaik versi Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja Virtual yang dilangsungkan dari Lima, Peru, 11-15 Oktober 2020. Pada upacara penutupan yang dilangsungkan pada Kamis (19/11/2020) WIB, Rizky yang berada di kelas 73 kg itu sukses mendapatkan skor tertinggi, unggul tipis dari lifter Bulgaria di kelas 81 kg Nasar Karlos May Hasan. Capaian tersebut bukan tanpa pengorbanan. Sebab dalam pengakuannya, lantaran perbedaan waktu antara Peru dengan Indonesia, Rizky bertanding pada pukul 04.30. “Saya telah bertarung dengan selisih waktu 12 jam, saya mengangkat barbel pukul 4:30 pagi. Keberhasilan ini untuk semua Keluarga Angkat Besi di mana pun kalian berada,” ucap Rizki dalam tayangan IWF. Menurut manajer tim angkat besi Indonesia Sonny Kasiran dalam siaran persnya, Kamis, penilaian lifter terbaik di cabang angkat besi diambil berdasarkan perhitungan Formula Sinclair. Artinya berat badan dikonversikan terlebih dahulu ke tabel koefisien Sinclair lalu dikalikan dengan total angkatan. Skor tertinggi adalah yang terbaik. Dengan prestasi yang diraih Rizky, Sonny yakin bahwa lifter-lifter muda Indonesia juga tak kalah dengan lifter dari negara lainnya, termasuk China yang memiliki materi atlet elit dunia yang cukup banyak. Ia berterima kasih kepada Kemenpora yang sudah mendukung kebijakan PB PABSI yang menggabungkan berbagai kelompok usia atlet dalam melangsungkan pelatnas. “Dukungan Kemenpora terhadap pelaksanaan pelatnas tanpa henti sejak persiapan Asian Games dan keberanian kebijakan PB PABSI mengkombinasikan materi usia atlet pelatnas, serta tetap menjalankan pelatnas isolasi karena wabah COVID-19 sangat berpengaruh memproses melahirkan atlet-atlet elit muda usia tersebut,” kata Sonny. PB PABSI kini memiliki beberapa atlet-atlet muda sebagai lapis utama, kendati usianya tergolong muda namun sudah menjelma menjadi lapis elit nasional. Mereka adalah Windy Cantika Aisah (18) di kelas 49 kg putri, Rizki Juniansyah (17) kelas 73 kg putra dan Rahmat Erwin Abdullah (20) kelas 73 kg putra. Ia menambahkan bahwa masih ada PR bagi tim angkat besi Indonesia, yakni bagaimana mempersiapkan atlet-atlet muda tersebut bisa tembus ke ajang tertinggi Olimpiade pada 2024 mendatang, sambil terus menggali potensi-potensi atlet-atlet belia lainnya. Sebelumnya pada kejuaraan dunia yang pertama kali digelar online itu, Rizky Juniansyah sukses meraih tiga medali emas usai membukukan total angkatan seberat 325 kg, dengan rincian snatch 145 dan clean and jerk 180 kg. Selain merebut tiga medali emas, lifter berusia 17 tahun itu juga sukses melampaui enam rekor dunia remaja atas namanya sendiri yang diraihnya di Kejuaraan Dunia Junior dan Remaja 2020 di Uzbekistan Februari lalu. Rekor dunia remaja yang berhasil dipecahkan oleh Rizky, yaitu angkatan snatch dari 139 kg menjadi 145 kg, clean and jerk seberat 180 kg atau melampaui standar rekor dunia remaja, yakni 171kg, dan total angkatan dari 307 kg menjadi 325 kg.

Buka Kejuaraan Open Archery Championship, Rusli Harap Mampu Ciptakan Atlet Berprestasi

Buka Kejuaraan Open Archery Championship, Rusli Harap Mampu Ciptakan Atlet Berprestasi

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusli Dg Palabbi, secara resmi membuka kejuaraan Open Archery Championship, Piala Gubernur Sulawesi Tengah ke III, yang ditandai dengan pelepasan anak panah bertempat di Lapangan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga, Jumat 20 November 2020. Menurut Rusli, pembinaan dan pengembangan olahraga bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata akan tetapi seluruh komponen bangsa mesti dilibatkan untuk mengurusnya seperti yang ditunjukkan oleh Perpani Sulawesi Tengah bersama KONI Sulteng yang terpanggil untuk memajukan olahraga panahan di Sulawesi Tengah. Adanya Piala Gubernur Sulawesi Tengah ke III diharapkan menjadi ajang uji coba yang tepat bagi para atlet panahan Sulawesi Tengah yang membutuhkan kompetisi agar bisa memperdalam dan meningkatkan kemampuan skill mereka. Karena berbicara olahraga panahan berarti berbicara konsentrasi dan mental yang harus lebih ditingkatkan karena panahan full dengan konsentrasi tingkat tinggi sehingga makin sering ikut kompetisi maka kemampuan atlet cenderung akan lebih meningkat. “Olehnya, saya menyambut baik dan mengapresiasi kepada panitia penyelenggara dan seluruh komponen terkait yang menggelar kejuaraan ini sebagai ajang pembinaan prestasi dan dapat menggali potensi atlet panahan muda Sulawesi Tengah agar dapat berprestasi pada tingkat nasional dan kita harapkan semoga kedepannya bisa mewakili Indonesia di kejuaraan internasional, sekaligus mensosialisasikan cabang olahraga panahan kepada masyarakat,” ujar Rusli, dilansir dari Kailipost.com. Tidak lupa ia memberikan apresiasi kepada para peserta karena tetap semangat mengikuti pembukaan Piala Gubernur Sulawesi Tengah ke III Open Archery Championship karena tetap semangat meskipun dibawah terik sinar matahari, serta tetap mengikuti protokoler kesehatan yakni menggunakan masker. Wakil Gubernur berharap keahlian para peserta dalam memanah lebih meningkat sehingga dapat mengikuti kompetisi ditingkat nasional bahkan tingkat dunia. Ia juga tak henti-hantinya mengingatkan agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3 M), apalagi dalam waktu dekat, tanggal 9 Desember 2020 menyongsong pemilihan kepala daerah serentak tingkat provinsi serta tujuh kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah yang diharapkan dapat berjalan demokratis, partisipatif dan aman dari Covid-19. Ketua KONI yang diwakili oleh Humaidi, mengakui panahan merupakan olahraga tertua yang telah ada sejak 50.000 tahun lalu, bahkan ahli arkeologi memperkirakan dari lukisan di gua-gua yang sudah berumur 500.000 tahun. Penggunaan panah oleh manusia pada waktu itu untuk melindungi dirinya dari binatang luar dan sebagai alat untuk mencari makan perjalanan panjang sampai pada zaman modern ini tentu tujuannya berbeda sebagai olahraga prestasi harapan dan cita-cita atlet adalah ingin tampil yang terbaik, hal tersebut seiring semangat olimpiade yang dicetuskan bapak Olimpiade modern, Baron Pierre de Coubertin pada tahun 1894 dengan moto: Citius berarti lebih cepat, Altius berarti lebih tinggi dan Fortius berarti lebih kuat.

Tim Poomsae RTA Harumkan Kota Pematangsiantar di Kejurda

Tim Poomsae RTA Harumkan Kota Pematangsiantar di Kejurda

Tim Poomsae Rahmat Taekwondo Academy (RTA) yang merupakan pelajar Kota Pematangsiantar sukses memborong sejumlah medali saat mengikuti Kejuaraan Daerah se-Sumatera Utara bertajuk Taekwondo Poomsae Championship 2020, pada tanggal 14-15 November 2020 di Medan. Taekwondo Poomsae Championship 2020 digelar dalam rangka memperebutkan Piala BNN Provinsi Sumatera Utara dengan kelas pemula, kadet,  junior, dan senior. Kejuaraan diselenggarakan di gedung Disporasu jalan William Iskandar (Pancing), Kota Medan. Rahmat P. Sitanggang, SE, selaku Ketua dan Pemilik RTA, dalam keterangannya pada awak media menyambut baik Taekwondo Poomsae Championship 2020 yang diselenggarakan oleh BNN Sumut. “Mantap lae, mudah-mudahan dengan berolahraga anak anak bias dijauhkan dari bahaya narkoba,” ujar Rahmat, dilansir Hetanews.com. Atas prestasi yang diraih oleh anak asuhnya, RTA diundang oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Siantar untuk memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih. Rahmat dan tim memenuhi undangan tersebut dan telah mengunjungi Kepala Dinas Pendidikan Kota Siantar di Kantor Dinas Pendidikan jalan Siatas Barita pada Senin (23/11/2020) pukul 09.00 WIB. “Anak-anak yang juara akan mendapat prioritas untuk masuk ke sekolah-sekolah negeri melalui jalur prestasi,” tambah Rahmat. Adapun peraih medali emas adalah Lionel, Jhie Jhie, Bagas Nainggolan dan M Azlan Halawa. Sementara untuk medali perak diborong oleh Anggie Michelle Siburian, Jhue Jhue, Ortiz Saragih, Wandaniel Purba, Paskah Andika Putra, Arziein Nainggolan, Rangga Purba, dan M Zidan Artha Sirait. Seluruh atlet-atlet di atas adalah anak-anak pelajar Kota Siantar. Rahmat berharap kedepan, dari Kota Siantar ini akan lahir bibit bibit unggul untuk menjadi atlet nasional yang tidak saja mengharumkan nama Kota Siantar, namun juga nama Indonesia dikancah kejuaraan internasional. Kadisdikjar Siantar, Rosmayana, ketika dihubungi awak media ini menyambut positif dan bangga atas prestasi para pelajar yang telah mengharumkan nama kota ini. Rosmayana berpesan supaya tetap menjunjung tinggi sportivitas dan tetap mengikuti pembelajaran baik daring maupun luring. “Pesan saya supaya anak anak tetap menjunjung tinggi sportitas dalam tiap pertandingan, tetap jaga kesehatan dengan makan bergizi dan istrahat cukup serta jangan lupa tetap mengikuti pembelajaran baik daring maupun luring. Tetap semangat latihan juga ya,” pesan Rosmayana.

Ini Calon Lawan Timnas U-19 di Korea Selatan

Ini Calon Lawan Timnas U-19 di Korea Selatan

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 saat ini tengah mempersiapkan diri jelang pemusatan latihan (TC) kembali. Belum diketahui secara pasti di mana Bagas Kaffa dan kawan-kawan akan menjalani TC. Namun, beredar kabar jika Timnas Indonesia bakal menjalani TC di Negara Gingseng. Kabar tersebut disampaikan oleh salah satu media Korea Selatan, Yeongnam. Rencanannya, Garuda Muda bakal menggelar TC di Kota Daegu, yang dikenal sebagai kota industri di Korea Selatan. Dari pihak Kota Daegu menjelaskan bahwa salah satu staf Timnas Indonesia telah mencari akomodasi hingga yang lainnya dari Kamis, 12 November lalu. Rencananya sebanyak 50 orang dari 30 pemain dan 20 staf pendamping itu akan datang ke Korea Selatan pada 25 November mendatang. Setelah itu rombongan Timnas Indonesia akan menjalani karantina selama 15 hari dan memulai latihan perdana pada 10 Desember 2020. TC yang dijadwalkan bakal berakhir Januari 2021 itu juga memiliki agenda uji coba yang telah disiapkan oleh Shin Tae-yong. Dalam kabar tersebut, disebutkan bahwa Timnas Indonesia akan melakoni pertandingan persahabatan dengan tim Divisi 2 Daegu FC selama masa latihan yang berlangsung hingga akhir Januari 2021. “Selain itu, mereka merencanakan pertandingan persahabatan dengan tim sepak bola Universitas Yeungnam, Universitas Daegu, dan Universitas Gyeongil,” tulis media Yeongnam. Selain sederet jadwal uji coba yang berlangsung hingga akhir Januari 2021 nanti, Shin Tae-yong juga telah menyiapkan program latihan juga untuk para anak asuhnya. Penguatan fisik hingga semangat kompetitif dalam setiap pertandingan ditekankan pada TC lanjutan di Korea Selatan nantinya. Sementara itu, Garuda Muda sudah berkumpul di Jakarta sejak Jumat (13/11/2020) lalu di Hotel Fairmont. Kemudian pada hari Senin (17/11/2020) mereka telah menjalani latihan perdana di Stadion Madya, Jakarta. Pada latihan perdana ini, pelatih Shin Tae-yong memantau anak asuhnya secara virtual. TC di Jakarta ini berlangsung hingga 23 November 2020 mendatang. Timnas Indonesia memiliki agenda cukup padat di tahun 2021. Mereka tengah dipersiapkan untuk menghadapi Piala AFC U-19 2020 yang rencananya akan digelar bulan Maret 2021 mendatang di Uzbekistan. Selain itu, Garuda Muda akan berlaga di ajang bergengsi yakni Piala Dunia U-20 yang notabene Indonesia menjadi tuan rumah.

Cari Bakat Muda, Gubernur Sumsel Gelar Turnamen Bulu Tangkis

Cari Bakat Muda, Gubernur Sumsel Gelar Turnamen Bulu Tangkis

Dalam rangka menjaring atlet-atlet muda bulu tangkis, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengadakan turnamen bulu tangkis bertajuk Kejuaran Gubernur Super Series Badminton 2020/2021. Turnamen ini digelar untuk wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) khususnya wilayah OKU, OKU Timur dan OKU Selatan. Turnamen ini nantinya akan dipusatkan di Gor Baturaja. Pada upacara pembukaan secara virtual dari Griya Agung Palembang itu, Deru menyambut baik turnamen ini. Ia pun berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu sebagai tuan rumah Kejuaraan Gubernur Super Series Badminton 2020/2021. “Melalui turnamen ini kita harapkan akan muncul lebih banyak lagi bakat-bakat baru.  Dan memberikan pengalaman bertanding kepada para atlet, pemula dan remaja,” ujar Deru, dilansir dari Moeslim Choice. Lebih lanjut, Deru menjelaskan jika turnamen ini dikhususkan untuk atlet muda, mulai dari 13 tahun sampai usia 16 tahun. Sehingga menjadi momentum persemaian atlet muda di pelosok kabupaten/kota di Sumsel. Para atlet inilah, kelak akan mengisi daftar sebagai atlet berprestasi Sumsel dan Nasional,” tegas Deru. Selain itu, Deru menilai, adanya penyelenggaraan kejuaraan ini sebagai bukti pemanfaatan venue GOR di kabupaten/kota dapat lebih maksimal untuk pembinaan atlet daerah. “Setelah penyelenggaraan ini juga akan digelar event badminton berskala dunia dan bergengsi lainnya, untuk pembinaan berkelanjutan,” ucapnya. Tak lupa, orang nomor satu di Sumsel ini juga memberikan pesan kepada atlet agar bertanding dengan berpegang teguh pada nilai-nilai luhur olahraga dan bisa mempersembahkan prestasi terbaik. “Percayalah apa yang dilakukan akan sangat besar artinya, baik bagi kita semua maupun Provinsi Sumsel yang sama-sama kita cintai ini,” tandasnya. Sementara itu, Roy Sapril selaku ketua panitia pelaksana menyebut, pada penyelenggaraan Gubernur Super Series Badminton 2020/2021 Zona 1 ini diikuti 155 peserta yang berasal dari OKU Raya. Yakni 76 peserta dari OKU, 56 peserta dari OKU Selatan dan 23 peserta dari OKU Timur. Pelaksanaan selama 3 hari mulai tanggal 17 November sampai dengan 20 November 2020. Pembukaan telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 17 November 2020 di gedung olahraga Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu dan akan ditutup Jumat tanggal 20 November 2020 mendatang. “Para pemenang akan mendapatkan tropi dan uang pembinaan untuk setiap kategori perlombaan baik tingkat SMP dan SMA sederajat,” ujarnya.

Pegolf Muda Indonesia Resmi Bergabung dengan Klub Kelas Dunia

Pegolf Muda Indonesia Resmi Bergabung dengan Klub Golf Elit Dunia

Pegolf muda kebanggaan Indonesia, Kentaro Nanayama, secara resmi bergabung dengan salah satu klub golf elit, Purdue Golf Team, dari Purdue University, Amerika Serikat, Kamis (12/11/2020). Tidak hanya itu, Kentaro sekaligus menerima beasiswa di kampus bergengsi tersebut. Bagi Kentaro, Purdue University adalah pilihan tepat karena merupakan salah satu kampus terbaik di Amerika Serikat yang memiliki fasilitas golf sangat lengkap. “Saya direkrut oleh Purdue University setelah berlaga dalam sejumlah turnamen di Amerika Serikat. Beberapa kampus lain juga mulai melakukan pendekatan setelah turnamen, namun saya mantap memilih Purdue University,” ujar Kentaro. Purdue Golf Team mencari para pelajar yang dapat mengelola waktu dengan baik, memiliki nilai yang bagus serta skill yang hebat. Mereka juga mencari atlet pelajar yang dapat membuat perbedaan dalam tim. Siswa kelas 12 Jakarta Intercultural School ini menambahkan, tim golf Purdue University juga diisi oleh atlet-atlet kelas dunia yang selalu mendorong para anggota untuk menjadi lebih baik sehingga sukses memenangkan banyak penghargaan bagi kampus. “Saya yakin, Purdue akan menyediakan segalanya bagi saya untuk meraih impian masa depan, menjadi pegolf kelas dunia,” ujarnya Kentaro, dilansir dari Bisnis.com. Kentaro mulai mengenal golf sejak usia tujuh dari ayahnya. Ia mulai berlatih setiap hari sejak menginjak grade 4 hingga 8, dan mencoba merasakan kompetisi dalam turnamen pada usia 11. Saat menginjak grade 9, ia belajar di Jakarta Intercultural School dan dipercaya menjadi kapten Varsity Golf Team. “Jakarta Intercultural School seperti rumah kedua bagi saya. Sekolah ini sangat mendukung saya dalam meraih prestasi serta mempersiapkan semua kebutuhan akademis untuk menjadi atlet pelajar. Kerja keras guru-guru dan para konselor memiliki arti besar dalam pencapaian luar biasa ini. Dan peran sebagai kapten Varsity Golf Team telah mengajarkan saya keterampilan kepemimpinan yang saya yakini akan berguna saat saya melanjutkan pendidikan di Purdue University,” katanya. Di JIS, Kentaro mendapat bimbingan secara langsung dari Garret Anderson, pelatih golf di SMA JIS, dan Jake Stockman, Athletics Coordinator di JIS. JIS memang mendukung atlet pelajar agar dapat meraih prestasi akademis dan olahraga. Bagi JIS, kesuksesan Kentaro diharapkan dapat menginspirasi para pelajar Indonesia agar mampu mengharumkan nama bangsa melalui olahraga dan aktivitas apapun yang diminati. Sementara itu, Head of School JIS, Dr. Tarek Razik, mengaku banga karena salah satu muridnya bisa bergabung dengan salah satu klub golf kelas dunia. Ia pun berharap prestasi yang diraih oleh Kentaro ini dapat ditiru oleh para pelajar lain. “JIS sangat bangga dengan prestasi Kentaro dapat bergabung dengan klub golf terbaik dan kampus kelas dunia. Kerja keras dan ketekunan Kentaro kami harapkan dapat menginspirasi para pelajar lain untuk meraih prestasi terbaik di tingkat dunia. Dengan komitmen besar dalam memajukan pendidikan Indonesia, JIS senantiasa mendorong para pelajar dan para pendidik untuk mencetak lebih banyak pelajar berprestasi yang siap menjadi pemimpin masa depan negeri ini, seperti Kentaro dan alumni JIS lainnya” ujar Dr. Tarek Razik. Kentaro pun tak lupa berbagi rahasia kesuksesannya tersebut. Ia mengaku hanya menikmati setiap pertandingan dan tidak menjadikannya sebuah beban. “Bagi saya, yang terpenting adalah menikmati setiap laga. Jika terlalu serius, permainan menjadi tidak menyenangkan lagi. Inilah bagian penting yang akan membentuk anak-anak muda menjadi apa yang mereka mau. Jika tak menyenangkan, tentu mereka tak akan melanjutkannya. Kini saya melihat semakin banyak anak muda bermain golf dengan teman-temannya. Semoga pencapaian yang saya raih juga dapat memotivasi mereka untuk terus berlatih dan meningkatkan kualitas permainan,” ungkapnya.

Faathir Sumbang Medali Bagi Merah-Putih

Faathir Sumbang Medali Bagi Merah-Putih

Lifter muda Indonesia, Muhammad Faathir, mampu menyumbang medali pada Kejuaraan Dunia Remaja Virtual 2020 yang digelar dari Lima, Peru, Jumat (13/11/2020) dini hari. Faathir yang tampil di kelas 61 kg putra berhasil mengibarkan bendera Merah-Putih dengan meraih 2 emas dan 1 perak. Faathir yang bertanding pukul 01.30 dini hari WIB itu meraih emas di angkatan clean and jerk seberat 150 kg dan total angkatan seberat 263 kg. Sementara perak diraihnya melalui angkatan snatch seberat 113 kg. Pada angkatan pertama Faathir berhasil melakukan angkatan seberat 112 kg, di angkatan kedua ia menaikan angkatannya seberat 1 kg menjadi 113 kg dan berhasil. Namun, sayangnya pada angkatan ketiga, Faathir yang mencoba untuk melampaui total angkatannya di kejuaraan sebelumnya di Uzbekistan seberat 119 kg menjadi 122 kg itu dianggap oleh wasit kurang sempurna. Medali emas untuk nomor snatch jatuh ke tangan lifter Meksiko Carrazco Cetz Herseleid Antonio dengan angkatan seberat 114 kg. “Tadi sebenarnya sudah kena, tapi oleh wasit kena diskualifikasi karena angkatan saya dianggap kurang sempurna karena dinilai press out pada tangan kanan saya, ketika mengangkat barbel,” tandas atlet kelahiran 21 Mei 2003 itu. Begitu juga ketika Faathir mencoba menaikan angkatan sebelumnya di Uzbekistan seberat 154 kg menjadi 155 kg, namun kembali upayanya itu gagal. “Saya sudah berupaya sebaik mungkin dan berusaha melampui angkatan sebelumya, namun belum beruntung, masih banyak yang harus saya perbaiki ke depannya dan harus berlatih lebih keras lagi agar target menambah beban angkatan bisa tercapai,” ungkapnya. Sementara itu sehari sebelumnya, lifter putri Indonesia Najla Khoirunnisa yang turun di kelas 45 kg harus puas berada di peringkat keenam pada Kejuaraan Dunia Remaja Virtual. Atlet berusia 15 tahun itu hanya membukukan total angkatan seberat 132 kg dengan snatch 59 kg dan clean and jerk 73 kg.

Shin Tae-yong Panggil 38 Pemain Ikuti TC Timnas U-19 di Jakarta

Shin Tae-yong Panggil 38 Pemain Ikuti TC Timnas U-19 di Jakarta

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 kembali menggelar pemusatan latihan (TC) di Jakarta pada 13-23 November 2020. Pelatih Shin Tae-yong memanggil 38 nama untuk mengikuti pemusatan latihan tersebut. Skuat Garuda Nusantara akan menjalani latihan di Stadion Madya, Jakarta. David Maulana dan kawan-kawan mulai berkumpul pada Jumat (13/11/2020). Sebelum TC di Jakarta, timnas U-19 menjalani virtual home training sejak 5 November lalu. “Kami memanggil sebanyak 38 pemain untuk TC di Jakarta. Para pemain merupakan pemain yang ikut serta pada virtual home training yang sudah berjalan hampir dua pekan ini,” kata Shin Tae-yong seperti dikutip situs resmi PSSI, Jumat (13/11/2020). “Mereka akan memulai latihan di lapangan pada hari Senin (16/11/2020). Saya memantau latihan secara virtual karena masih berada di Korea Selatan. Di lapangan nanti dibantu tim pelatih dari Indonesia,” tambahnya. TC di Jakarta ini sebagai persiapan menghadapi Piala AFC U-19 2020 yang rencananya akan digelar bulan Maret 2021 mendatang di Uzbekistan. Selain itu, Garuda Muda akan berlaga di ajang bergengsi yakni Piala Dunia U-20 yang notabene Indonesia menjadi tuan rumah. Sementara itu, salah satu pemain yakni Syukran Arabia Samual sangat senang dipanggil pelatih Shin Tae-yong pada TC kali ini. “Ini menjadi pemanggilan pertama saya untuk timnas. Saya bertekad untuk bekerja keras dan tentu memberikan hal yang terbaik. Kesempatan ini sangat penting bagi karier saya,” kata Syukran. 38 Nama Pemain Timnas U-19 di TC Jakarta, 13 – 23 November 2020 Rizky Ridho (Persebaya Surabaya) Erlangga Setyo (Persib Bandung) Bagas Kaffa (Barito Putra) Beckham Putra (Persib Bandung) Mohammad Kanu (Babel United) M. Adi Satrio (PSMS Medan) Mochammad Supriadi (Persebaya Surabaya) Irfan Jauhari (Bali United) Pratama Arhan (PSIS Semarang) Braif Fatari (Persija Jakarta) Bayu M Fiqri (Persib Bandung) Khairul Imam Zakiri Yudha Febrian (Barito Putra) Saddam Gaffar (PSS Sleman) Muhammad Fadhil (Semen Padang) Irfan (Tiga Naga) Sandi Samosir (Persija Jakarta) Komang Tri (Bali United) Andre Oktaviansyah Komang Teguh (Borneo FC) Brylian Aldama David Maulana (Barito Putra) Jack Brown Yofandani Damai (PSIS Semarang) Moh. Bahril Fajar PSIS Semarang) Salman Alfarid (Persija Jakarta) Rendy Juliansyah Titan Agung Bagus (Arema FC) Kakang Rudianto (Persib Bandung) Alfrianto Nico (Persija Jakarta) Genta Alparedo (Semen Padang) Fajar fathur Rahman (Borneo FC) Risky Sudirman (Persija Jakarta) Hamsa Lestaluhu (Bhayangkara FC) Serdy Fano (Bhayangkara FC) Pualam Bahari (Borneo FC) Arya Gerryan (Borneo FC) Syukran Arabia

Lifter Indonesia Incar Rekor di Kejuaraan Dunia Remaja 2020

Lifter Indonesia Incar Rekor di Kejuaraan Dunia Remaja 2020

Jelang IWF Youth Wolrd Cup atau Kejuaraan Dunia Remaja Angkat Besi 2020 yang akan berlangsung secara virtual di Peru, 11-18 November, lifter Muda Indonesia, Muhammad Faathir, berpeluang besar mempertajam rekor dunia remaja atas namanya yang diciptakan pada Kejuaraan Asia Remaja di Tashkent, Uzbekistan, Februari lalu. Faathir dan tiga lifter lainnya akan mewakili Indonesia untuk bersaing dan memperebutkan medali emas. Faathir akan tampil di kelas 61 kg pukul 15.00 waktu Peru atau pukul 01.30 WIB dini hari. Saat ditanya mengenai persiapan apa saja yang sudah dilakukan untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Remaja tahun ini, Faathir mengungkapkan, dirinya sudah siap. “Persiapan saya sudah oke semua tinggal nunggu tampilnya saja di hari-H,” kata Faathir, seperti dilansir detikSport, Selasa (10/11/2020). “Sejauh ini saya sudah adaptasi dengan latihan malam jadi tidak terlalu ada kendala. Tinggal tancap gas saja besok,” dia menambahkan. Menyoal persaingan, lifter atlet kelahiran Samarinda, 21 Mei 2003 ini, enggan memikirkannya. Ia memilih fokus untuk memecahkan rekor dunia remaja angkatan snatch. Syukur-syukur bisa sekaligus mempertajam rekor clean and jerk dan total angkatannya. Faathir saat ini masih memegang rekor rekor Asia dan dunia kategori remaja untuk angkatan clean and jerk 154 kg dan total angkatannya 273 kg. Prestasi itu ia peroleh saat tampil di Kejuaraan Asia Remaja & Junior yang berlangsung di Taskent, Uzbekistan, pada Februari 2020. Sedangkan untuk angkatan snacth, Faathir hanya memegang rekor Asia remaja dengan angkatan 119 kg saat bertanding di Asian Youth Championship pada Oktober 2019. Nah, untuk rekor dunia masih dipegang lifter Turki, Dogan Donen, dengan angkatan snatch terbaik 121 kg. “Makanya target saya mengamankan pecah rekor dulu dengan angkatan yang pulih. Harapannya clean and jerknya 162 kg dan snatchnya 122 kg,” ujarnya. “Untuk angkatan clean and and jerk sebenarnya 155 kg saja saya sudah mempertajam rekor remaja, tapi untuk rekor dunia juniornya kan 159 kg (Kim Chung guk, Korea Utara) makanya diusahakan memecahkan angkatan itu. Insya Allah bisa,” Faathir mengharapkan. Bersama Faathir, Rizky Juniansyah juga menjadi ujung tombak tim angkat besi Indonesia pada Kejuaraan Dunia Remaja Angkat Besi kali ini. Jika Faathir turun di kelas 61 kg, Rizky akan tampil di kelas 73 kg. Rizky juga merupakan pemegang dua rekor dunia remaja. Dua rekor yang dipecahkannya, yaitu snatch dari 138 kg menjadi 139 kg, serta total angkatan dari 306 kg menjadi 307 kg yang juga sama-sama diciptakan di Taskent, Uzbekistan. Sementara itu, tanpa mengecilkan keikutsertaan dua lifter putri yang baru bergabung di Pelatnas Kwini, Jakarta, yakni Najla Khoirunnisa (45 kg) dan Luluk Diana Triwijayana (49 kg), keduanya diharapkan mampu menembus peringkat lima besar dunia.

Atlet Putri Indonesia Sabet Medali Perak Kejuaraan Dunia Junior Sambo

Atlet Desiana Safitri menyabet medali perak di Kejuaraan Dunia Sambo Remaja & Junior 2020 yang berlangsung 4-9 November lalu di Novi Sad, Serbia. (Foto: istimewa)

Indonesia mengukir prestasi membanggakan dari cabang olahraga Sambo. Prestasi tersebut hadir melalui Desiana Safitri yang sukses menyabet medali perak di kelas 48 kg pada ajang Kejuaraan Dunia Junior Sambo yang berlangsung di Serbia, 4-9 November 2020 lalu. Hebatnya, Desiana hanya menjalani persiapan kurang dari 2 bulan. Bahkan pada kejuaraan yang mempertandingkan 40 kelas itu, Desiana mampu menunjukkan kualitasnya dan mengundang decak kagum para offisial Sambo dari negara lain. Selain dijalani dengan persiapannya yang terbilang mepet, lawan yang dihadapi juga cukup tangguh. Mengingat kejuaraan ini diikuti oleh 30 negara raksasa sambo di dunia. Dalam kejuaraan itu, Desiana diuntungkan dengan status bye dan langsung melaju ke semifinal menghadapi wakil dari Ukraina, Marta Chaplispka. Tanpa kesulitan, Pesambo asal Karawang tersebut melibasnya dengan skor 10-4. Sayangnya pada laga final, Desiana harus mengakui keunggulan lawan setelah ditumbangkan Pesambo asal Uzbekistan, Musharraf Ibodullaeva dengan skor 0-2. Namun, diakui Desiana hasil yang ia raih ini merupakan diluar target dirinya. “Sebelumnya gak yakin bisa meraih medali perak, karena banyak negara-negara yang lebih hebat, Jadi gak nyangkalah, karena target awal saya hanya pengalaman saja,” kata Desiana, dilansir Nusantaratv.com, Rabu (11/11/2020). Lebih lanjut, atlet kelahiran 18 Desember 2001 itu mengaku belum puas meski berhasil meraih medali. Dengan tegas ia mengatakan, bakal berlatih lebih keras lagi agar bisa meraih prestasi yang lebih tinggi. “Target saya ingin memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. ini menjadi motivasi untuk berlatih lebih keras lagi, karena inginnya mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya di podium utama. Sambo Indonesia harus berjaya di kancah internasional,” lanjut atlet asal Karawang, Jawa Barat ini. Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Sambo Indonesia (Persambi), Krisna Bayu merasa bangga dengan prestasi yang dicapai atlet sambo asal Jawa Barat tersebut. Menurutnya, perjuangan Desiana dalam situasi pandemi ini patut diapresiasi. “Saya ucapkan terimakasih kepada Desiana yang telah meraih medali perak di ajang kejuaraan dunia dan kepada pengurus PP Persambi yang tetap konsisten memajukan olahraga Sambo,” ungkapnya. Krisna Bayu yang juga mantan atlet peraih lima medali emas di lima ajang Sea Games berbeda pun yakin jika semangat juang atlet dan pengurus PP Persambi tetap tinggi, maka olahraga yang ditekuni atlet MMA Khabib Normagomedov itu akan maju di Indonesia. Selanjutnya pada tahun 2021 sejumlah kejuaraan level internasional sudah menanti. Mulai dari Kejuaraan Asia di Bali hingga Asian Indoor Martial Art Games (AIMAG) di Thailand. Menghadapi hal tersebut, PP Persambi pun sudah menyiapkan atletnya dari sekarang untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan tersebut.

Inilah 21 Pemain yang Terpilih Masuk Tim Garuda Select Jilid Ketiga

Inilah 21 Pemain yang Terpilih Masuk Tim Garuda Select Jilid Ketiga

PSSI akhirnya resmi mengumumkan 21 nama pemain yang terpilih masuk ke tim Garuda Select jilid ketiga. Mereka terpilih usai melewati proses pencarian bakat dan rangkaian seleksi yang dimulai 29 Oktober 2020 dan selesai pada Selasa 3 November 2020 lalu. Para pemain ini nantinya akan mengikuti pemusatan latihan secara intensif yang rencananya akan berlangsung di Inggris hingga Mei 2021. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa PSSI bersyukur kembali melaksanakan program Garuda Select di tengah situasi pandemi Covid-19. “Alhamdulillah program seleksi Garuda Select jilid ketiga yang dilakukan PSSI bersama Mola TV berjalan lancar. PSSI terus berkomitmen untuk pengembangan sepak bola usia muda di Tanah Air. Selamat kepada 21 pemain yang terpilih berangkat ke Inggris. Yang belum terpilih kami harap tetap bersemangat, jangan menyerah, terus berlatih dan kerja keras,” ujar Iriawan, dilansir dari laman resmi PSSI. “Selama proses seleksi, para pemain berjuang keras dan memperlihatkan kemampuan terbaik di hadapan pelatih. Tentu hal ini bagus untuk perkembangan sepak bola Indonesia. PSSI berharap pemain yang terpilih untuk berangkat ke Inggris nantinya bisa menimba ilmu sebanyak mungkin serta menjadi pemain masa depan timnas Indonesia nantinya,” lanjut pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut. Para pemain yang mengikuti seleksi Garuda Select berasal dari kompetisi yang dilakukan PSSI sebelum pandemi Covid-19. Kompetisi tersebut seperti Piala Soeratin U-15 dan rekomendasi klub-klub anggota Elite Pro Academy U-16. Selain itu ada dari hasil pantauan dari Dennis Wise serta tim pelatihnya. Sementara itu, Dennis Wise selaku Direktur Sepakbola Garuda Select telah melihat kemampuan semua peserta. Menurutnya, banyak yang harus dipertimbangkan untuk menentukan pemain yang akan masuk skuad di musim ketiga ini. “Tim pemandu bakat Garuda Select telah berkeliling ke berbagai daerah Indonesia untuk mencari bakat-bakat terbaik yang ada pada kompetisi Piala Soeratin dan kompetisi lain seperti Liga Topskor. Kami juga sudah melihat pemain-pemain yang dikirimkan oleh klub Elite Pro Academy Liga 1 U16. Indonesia memiliki banyak pemain potensial yang masih bisa dikembangkan. Tinggal bagaimana menuntun mereka ke arah yang tepat,” kata Wise dalam rilis Mola TV. “Kami sudah melakukan seleksi dan akhirnya terpilih 21 pemain terbaik yang akan diberangkatkan ke Eropa. Inilah pemain terbaik hasil seleksi yang sudah kami pilih berdasarkan pengamatan kami selama di Indonesia. Mereka adalah pemain-pemain terbaik yang akan melakukan serangkaian pelatihan intensif dan akan melawan tim-tim usia muda terbaik di Inggris dan Eropa,” sambungnya. Garuda Select merupakan program akselerasi pengembangan bakat-bakat muda terbaik Indonesia. Tujuan utama program Garuda Select bukan untuk membentuk sebuah tim, tapi untuk menanamkan profesionalisme sehingga mereka bisa berkembang dalam dunia sepak bola profesional baik di dalam maupun di luar negeri. Di setiap musim, Garuda Select memilih bakat-bakat terbaik Indonesia untuk ditempa secara intensif di Eropa. Mengejar segala ketinggalan mereka baik dari sisi mental, fisik, teknik, atau pun taktik. Kriteria pemilihan bakat dilakukan berdasarkan penilaian atas potensi mereka untuk berkembang di masa depan, bukan berdasarkan kemampuan yang mereka tunjukkan sekarang. Selamat kepada Garuda Muda yang terpilih! Berikut nama-nama pemain Garuda Select Jilid Ketiga: Wahyu Agung Drajat Mulyono – ex Persebaya U16 Hokky Caraka – PSS U16 Frezy Al-Hudaifi – Astam I Gusti Made Rendi Sanjaya Putra – Persebaya U16 Muhammad Faqih Maulana – Tajimalela Noval Junior Iskandar – FASS Junior Krisna Sulistia Budianto – SSB Djarum Kudus Adre Arido Geovani – Bina Taruna Ridwan Ansori – Persib U16 Dustin Pratama Bramantio – Persela U16 I Putu Dipa Yogi Arta- Bali United Ridho Syuhada Putra – PSIS U16 Daniel Naa – Bhayangkara U16 Kakang Rudianto – Garuda Select II Rafli Asrul – Garuda Select II Fernando Pamungkas – Garuda Select II Edgar Amping – Garuda Select II Ibnu Murarak – Kalimantan Timur I Gede Aditya Juli Antara – Persebaya U16 Muhammad Faiz Maulana – Bina Taruna Roki – Gabsis Sambas

Profil Athar, Crosser Cilik Bernyali Besar

Profil Athar, Crosser Cilik Bernyali Besar

Motocross merupakan salah satu olahraga ekstrem yang hanya diminati kalangan tertentu. Olahraga ini sangat memicu adrenalin dengan tingkat resiko yang sangat tinggi. Tak heran jika motocross masih sangat jarang diminati kalangan usia dini. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Athar. Pemilik nama lengkap Muhammad Athar Al Ghifary ini merupakan seorang crosser muda asal Kabupaten Bandung Barat. Pada usianya yang baru menginjak 10 tahun, ia lihai menunggangi mini motocross dan berhasil meraih prestasi di berbagai kompetisi motocross nasional. Diakui Athar, kecintaannya terhadap dunia motocross sudah ada sejak ia kecil. Awalnya, ia dikenalkan oleh sang ayah Hilman Laksana yang kini menjadi menejer Athar. “Aku suka motor trail dari umur empat (4) tahun. Ayah juga pembalap, aku seneng aja sama motor trail terus aku mau belajar,” ujar Athar. Bakat serta keinginan Athar untuk menekuni dunia motocross nampaknya turun dari sang ayah yang juga merupakan crosser. Hilman menceritakan bahwa sang anak terkadang masih suka takut terlebih Athar pernah terjatuh dan mengalami cedera. Namun, Hilman tak henti memberikan nasihat dan bimbingan pada Athar. Ia selalu memberi nasihat bahwa memiliki rasa takut itu wajar. Namun, harus bisa mengalahkan rasa takut itu sendiri. “Takut sih ada tapi saya pesankan ke dia harus bisa mengalahkan rasa takut itu, sekarang saja masih ada itu pen di tanganya akibat jatuh dari balapan sebelumnya,” tutur Hilman. Meski masih di usia anak-anak ia pernah mengikuti beberapa kejuaraan bergengsi motocross hingga ke Jawa Tengah dan Bali. “Waktu di Bali itu Kejuaraan Nasional Motocross 2018, kebetulan dia juara nasionalnya di kelas 50cc,” ujar Hilman yang terus mendampingi Athar yang saat ini tergabung dalam Tim Karunia Mandiri Sport Qiblattour VMX KONI KKB ini. Menurutnya, prestasi membanggakan yang diraih Athar tak diperoleh secara instan. Juara nasional yang kini diembannya merupakan hasil kerja keras panjang pemiliki nomor 23 ini selama 5 tahun terakhir. “Dia dari umur 3 tahun sudah balap sepeda BMX di sepeda dia juga podium terus. Alhamdulillah dari sana ada sponsor yang menawarkan sepeda motor (minitrail) hingga sekarang dibarengi dengan latihan dan usaha keras,” jelasnya. Bakat kerja keras dan ketekunannya dalam berlatih, Athar pernah menyabet gelar juara daerah pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Barat tahun 2016 silam. Sepanjang tahun 2016, Athar berulang kali meraih gelar juara motocross junior yang diikutinya. Pada 2017, Athar berhasil meraih juara 3 nasional dan kerap meraih juara 1 pada beberapa Kejurda yang diikutinya. Athar seperti tak memiliki rasa takut jika sudah berada di lintasan garuk tanah. Tak jarang ia suka bertanding dengan anak-anak yang usianya lebih tua. “Jadi musuhnya Athar sekarang itu kakak kelasnya ada yang dari Bandung, Jawa Tengah, Jawa Timur, luar pulau ia berani melawan dari pebalap yang usianya diatasnya yang lebih berpengalaman,” ujar Hilman. Terakhir, Athar turun di ajang Jabar Open Motocross Grasstrack Championship 2020 Series Piala Menpora RI di Sirkuit Motocross Cambora, Sumedang, Jawa Barat, Minggu (30/8). Lagi – lagi Ia mencuri perhatian, karena berhasil meraih prestasi di ajang olahraga ektrim ini. Pada ajang Jabar Open Motocross Grasstrack Championship 2020 Series Piala Menpora RI ia berhasil meraih juara di dua kelas yang diikutinya. Ia menjadi juara I di kelas Special Engine (SE) 65 cc Novice dan menjadi juara I di kelas SE 65 cc.

PSSI Kembali Gelar Program Garuda Select

PSSI Kembali Gelar Garuda Select

Program pengembangan pemain muda Garuda Select akhirnya kembali dilakukan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Saat ini proses seleksi untuk Garuda Select sudah berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, sejak Selasa (27/10/2020) dan rencananya diakhiri pada Rabu (4/11/2020). Garuda Select merupakan program pengembangan pemain usia muda kerja sama PSSI dengan Mola TV. Ini merupakan edisi ketiga Garuda Select yang sebelumnya sudah dilakukan sejak awal tahun 2019. Proses seleksi ini dihadiri Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri dan ditangani langsung oleh Dennis Wise selaku Direktur Sepak bola Garuda Select beserta tim pelatihnya dari Inggris. Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri mengatakan bahwa PSSI bersyukur dapat melaksanakan program Garuda Select di tengah situasi pandemi Covid-19. Pada seleksi kali ini, PSSI menyeleksi sebanyak 130 pemain untuk program ini. “Para pemain ini berasal dari kompetisi yang dilakukan PSSI sebelum pandemi Covid-19. Kompetisi tersebut seperti Piala Soeratin U-15 dan rekomendasi klub-klub anggota Elite Pro Academy U-16. Selain itu ada hasil pantauan (scouting) dari Dennis Wise dan tim pelatihnya,” kata Indra Sjafri, dilansir dari laman resmi PSSI. “Proses seleksi, setiap hari ada pengurangan pemain. Pemain yang hari ini dinyatakan lulus seleksi, akan terus ikut program seleksi di hari berikutnya, sementara yang tidak lolos akan dipulangkan. Pada hari terakhir akan didapatkan para pemain yang memenuhi standar untuk melanjutkan program utama Garuda Select yang rencananya akan diberangkatkan ke Inggris,” tambahnya. PSSI berharap program Garuda Select akan memberikan banyak manfaat bagi pemain muda untuk belajar dan mendapatkan pelatihan intensif secara profesional. Program ini juga merupakan solusi dan sebagai muara dari kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-16 serta Piala Soeratin. Sementara itu, Direktur Sepak bola Garuda Select, Dennis Wise mengatakan di tengah situasi pandemi Covid-19, ia optimistis bersama PSSI dapat menggelar seleksi dan program Garuda Select edisi ketiga ini dengan baik. “Kami mencari pemain-pemain muda dari seluruh Indonesia yang sumbernya dari kompetisi usia muda PSSI dan pantauan kami. Mereka kami seleksi untuk kami bawa ke Inggris mereka harus menampilkan kemampuan terbaiknya di sini,” kata Dennis. “Kami mencari pemain-pemain dengan standar kemampuan tinggi seperti David Maulana, Brylian Aldama, Braif Fatari dan alumni Garuda Select lainnya. Semakin banyak pemain-pemain Indonesia yang bisa merasakan atmosfer berlatih dan bertanding di Eropa, tentu akan semakin baik. Kami berharap sepak bola di sini semakin meningkat dan tumbuh pemain-pemain muda berbakat untuk tim nasional Indonesia,” ujarnya.

Sempat Tak Punya Papan Skate, Skater Muda Ini Bisa Juara dan Kini Punya Sponsor

Sempat Tak Punya Papan Skate, Skater Muda Ini Bisa Juara dan Kini Punya Sponsor

Sebuah kisah insipiratif sekaligus menyentuh datang dari Kota Malang. Kisah ini milik Muhammad Maulana Malik Ibrahim atau yang lebih dikenal dengan panggilan Joko. Ia merupakan skater yang masih belia. Usianya baru menginjak 10 tahun. Beberapa waktu belakangan ini, video Joko saat beraksi di atas papan skate tengah viral. Kemahirannya bermain skateboard menjadi perbincangan dan dikagumi banyak warganet. Padahal, ada kisah menyentuh dibalik itu. Joko yang saat ini merupakan siswa kelas 4 di SDN Merjosari 1 Kota Malang, menceritakan awal mula ia tertarik pada olahraga skateboard. Ia mengaku tertarik dengan skateboard karena sering melihat orang bermain skateboard, sehingga muncul keinginan untuk ikut bermain. Namun, keinginan terpendam Joko untuk bermain skateboard awalnya seperti hanya impian belaka karena ia tidak bisa memiliki papan skate. Terlebih, berdasarkan informasi yang didapat, Joko adalah anak yatim yang tinggal hanya dengan neneknya. Perjuangan untuk bisa bermain Skateboard pun terus dilakukan Joko dengan mendatangi Skate Park di Taman Singha Merjosari di mana di situ adalah tempat latihan Bolang SK8 School. Akhirnya, pelatih skate yang melihat bocah setiap hari melihat pemainnya berlatih merasa iba kepada bocah berusia 10 tahun ini dan meminjami Jojo papan skate. Ia pun menunjukkan kesungguhannya untuk bermain skateboard. “Awalnya lihat-lihat saja di sini, lalu dipinjami (papan skate) sama pelatih dan akhirnya bisa sampai sekarang,” kata Joko, dilansir dari jatimtimes.com. Ditanya tentang kenapa tertarik dengan olahraga skateboard, Joko mengaku bahwa ia merasa dengan olahraga bisa banyak teman sehingga ia bisa bermain dengan hal yang positif. Selain itu, ia ingin berprestasi di bidang olahraga untuk membanggakan keluarganya. “Tertarik dengan skateboard ini, ya, karena bisa punya banyak teman. Dan saya bisa berprestasi,” ucapnya. Dari segi prestasi, Joko yang baru bergabung latihan dengan Bolang SK8 School kurang lebih 2 hingga 3 bulan lalu ini sudah mengikuti berbagai kejuaraan yang antara lain di Solo, Bali, hingga Jakarta, bahkan di Bekasi Joko pernah menyabet juara 1 kejuaraan Skateboard Wali Kota Cup U-15. Disinggung masalah sekolah, Joko mengaku bahwa ia tidak melupakan sekolahnya meski terus fokus berlatih skateboard. “Ya sekolah biasa saja, kalau mau ujian belajar dulu, sementara latihannya di skip dulu, fokus ujian. Kalau sudah selesai baru bisa latihan rutin lagi,” ungkapnya. Berkat prestasi yang telah diraihnya, Joko kini sudah memiliki sponsor mulai dari papan skate hingga baju untuk digunakan saat mengikuti kejuaraan. Selain itu, sang nenek pun sangat mendukung apa yang dilakukan. “Mendukung sekali kalau keluarga, sama nenek itu, Alhamdulillah mendukung. Buktinya sekarang Alhamdulillah sudah punya papan skate sendiri dari sponsor. Jadi kalau rusak itu ya dikirim lagi,” ujarnya.

Jaring Talenta Bulu Tangkis, Bupati Bangka Cup Digelar

Patuhi Protokol Kesehatan, Bupati Bangka Cup Digelar Tanpa Penonton

Kejuaraan bulu tangkis Bupati Bangka Cup 2020 akan dimulai besok, Selasa (27/10/2020) di Stadion Orom Sungailiat. Sebanyak 115 atlet dari berbagai wilayah Kabupaten Bangka memastikan ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Meski digelar ditengah pandemi, Bupati Bangka Cup akan digelar tanpa penonton demi mematuhi protokol kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia, Julian Saputra, Senin (26/10/2020) petang. “Kita gelar tanpa penonton di Lapangan Bulutangkis Orom yang mendaftar hingga penutupan sebanyak 115 atlet,” kata Julian Saputra, dilansir dari Bangkapos.com. 115 Pebulutangkis yang ambil bagian terbagi dalam 5 nomor. Untuk nomor tunggal putra kelahiran 2010 diikuti sebanyak 21 atlet, sementara untuk tunggal putri kelahiran tahun 2010 diikuti 11 atlet. Selanjutnya tunggal putra kelahiran 2008 diikuti 21 atlet, tunggal putri kelahiran 2004 diikuti 15 atlet, tunggal putra kelahiran 2004 diikuti 21 atlet. Kemudian ganda putra veteran diikuti 18 atlet dan ganda putra umum 8 atlet. Menurut Julian Saputra pihaknya telah berkeliling kecamatan kecamatan di Kabupaten Bangka mempromosikan kejuaraan termasuk memasang spanduk ditempat tempat strategis dan membagikan brosur. “Sudah kita informasikan sejak satu bulan ini intensif,” kata Julian Saputra. Diharapkan dari kejuaraan yang digelar setiap tahun ini akan muncul atlet atlet bulutangkis potensial. Dimana akan ditindaklanjuti dengan pembinaan oleh PBSI Bangka bekerjasama dengan klub bulutangkis tempat atlet bernaung. “Terus terang pebulutangkis usia muda di Kabupaten Bangka angkanya terus menurun tentunya lewat ajang ini kita bisa menjaring atlet potensial untuk dapat mengharumkan nama Kabupaten Bangka,” kata Julian.

Timnas U-16 Kembali Raih Hasil Kurang Maksimal

Timnas U-16 Kembali Raih Hasil Kurang Maksimal

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 kembali harus mengakui keunggulan Uni Emirat Arab (UEA) pada laga uji coba di Dubai, Sabtu (24/10/2020) waktu setempat. Kali ini, pasukan Bima Sakti itu babak belur dihajar UEA dengan skor 0-4. Hasil itu tentu saja lebih buruk dibandingkan pada pertemuan pertama melawan UAE, Rabu (21/10/2020) lalu. Kala itu, Timnas Indonesia U-16 kalah tipis 2-3. Pada laga kali ini, pelatih Timnas U-16, Bima Sakti, melakukan tiga perubahan susunan pemain dibandingkan pertandingan sebelumnya. Posisi penjaga gawang beralih ke Raka Okta. Kemudian Vito Ramadziky dan Ferre Murari dipercaya tampil sebagai starter. Perubahan susunan pemain justru membuat Timnas Indonesia U-16 tak mampu berbuat banyak pada babak pertama. Timnas U-16 kebobolan di menit ke-16 dan 26 di babak pertama melalui aksi Ahmed Moammed dan Abdulaziz Ali sehingga membuat UEA unggul 2-0 di paruh laga. Memasuki babak kedua, pelatih Bima Sakti melakukan rotasi pemain. Namun masih belum bisa membendung permainan menyerang yang diterapkan oleh lawan sehingga babak kedua timnas U-16 kembali kebobolan. Dua gol tuan rumah dicetak oleh Sultan Adel pada menit-75′ dan Ali Mohammed pada menit 79′. Timnas U-16 pun takluk 4-0. Meski kalah di pertandingan kedua, Bima Sakti melihat adanya progres performa bagi para pemain, terlebih ini menjadi laga internasional perdana timnas pada tahun 2020. “Secara performa anak-anak lumayan, dalam arti mereka bermain dengan cara yang kami inginkan.  Namun tim banyak melakukan kesalahan di pertandingan, ditambah kecerdikan tim lawan pada laga tadi dengan memanfaatkan free kick sehingga menyulitkan tim kami. Hal ini menjadi poin evaluasi yang harus diperbaiki,” ujar Bima Sakti seperti dilansir laman resmi PSSI. “Ini menjadi laga pertama bagi tim bertanding dengan tim luar. Bukan berarti mencari alasan dengan hasil hari ini. Uji coba internasional ini pada kesimpulannya bagus untuk kami, artinya kami punya kesempatan untuk bertanding melawan tim Arab, bagaimana kami menjadi tahu bahwa mereka suka memancing emosi pemain” tutup Bima. Setelah melakoni dua uji coba di UEA, timnas U-16 akan kembali ke Indonesia pada Minggu (25/10) pagi waktu setempat. Rencananya para pemain dan ofisial akan diliburkan terlebih dahulu sebelum melakukan persiapan lain jelang turnamen Piala Asia U-16 2020 yang akan digelar pada tahun depan. Susunan Pemain Indonesia U-16 (4-3-3): Raka Okta; Vito Ramadziky, Ferre Murari, Marcell Januar Putra, Alexandro Felix Kamuru; Muhammad Rafly, Resa Aditya, Marselino Ferdinan; Diandra Diaz, Raka Cahyana, Athallah Araihan | Pelatih: Bima Sakti Tukiman (IDN)

Cari Bibit Atlet, PTMSI Kutai Kartanegara Gelar Kejurkab 2020

Cari Bibit Atlet, PTMSI Kutai Kartanegara Gelar Kejurkab 2020

Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kutai Kartanegara, menggelar turnamen Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Tenis Meja 2020. Kegiatan ini digelar di Gedung Tenis Meja Kompleks Olahraga Stadion Rondong Demang. Kejurkab kali ini secara resmi turut dihadiri dan dibuk oleh Perwakilan Plt Bupati Kukar, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Sumber Daya, Wisaksono, dengan dihadiri Ketua Komite Nasional Olahraga Indonesia (Koni) Kukar, Rahman, Jumat (23/10/2020). Ketua Umum Pengcab PTMSI Kukar, H Awang Sakti, mengatakan Kejurkab ini merupakan salah satu upaya pembinaan yang secara konsisten dilakukan oleh PTMSI. “Meskipun pandemi Covid-19, pembinaan harus tetap jalan. Sebelum Kejurkab ini upaya pembinaan dengan memberikan latihan secara terukur terus kami lakukan meskipun memang untuk intensitasnya sedikit berjarak untuk waktu latihannya, karena sedang Covid,” kata Awang Sakti dilansir dari korankaltim.com. Pada Kejurkab kali ini, akan dipertandingkan empat kategori dan diikuti oleh sekitar 62 peserta. Awang pun berharap, meski masih dalam situasi pandemi, seluruh atlet yang mengikuti Kejurkab tetap semangat untuk berlatih karena para juara nantinya akan dipersiapkan untuk memenuhi target Porprov 2020 di Berau. “Pada Kejurkab ini kami mempertandingkan untuk empat kategori, kelas pemula, kelas kadet, kelas junior dan kelas senior. Diikuti 62 orang atlet terdiri dari sembilan kecamatan. Dengan sistem setengah kompetisi pada babak penyisihan dan sistem gugur pada babak selanjutnya,” ungkapnya. Sementara itu Ketua Koni Kukar, Rahman, menyampaikan cabor tenis meja menjadi salah satu cabor andalan di Kukar. Gedung tenis meja yang dimiliki PTMSI Kukar sebagai bentuk dukungan dari pemerintah Kabupaten kepada olahraga tenis meja. “Tadi disebutkan gedung yang kita miliki ini adalah salah satu yang ‘wah’ dan hanya bisa dihitung hitungan jari yang ada di seluruh Indonesia. Artinya ketika sarana prasarana ini sudah memadai ya target emas pada Porprov 2022 di Berau nanti wajib tercapai,” ujarnya. Rahman berharap kepada PTMSI Kukar agar bisa melakukan pembinaan di 18 Kecamatan se-Kukar. Jadi masih ada Sembilan kecamatan lagi yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) PTMSI Kukar dalam mencari dan mencetak bibit atlet yang ada di Kecamatan. “Ini sembilan kecamatan yang turut serta, jadi masih ada Sembilan kecamatan lagi yang masih menjadi PR PTMSI. Harapannya atlet tenis meja ini jangan hanya dari Kecamatan Tenggarong saja, tapi harus ada juga dari kecamatan lainnya,” harap Maman.

Diwarnai 2 Kartu Merah, Timnas U-19 Menang Telak Atas Hajduk Split

Diwarnai 2 Kartu Merah, Timnas U-19 Menang Telak Atas Hajduk Split

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 mendapatkan kemenangan besar saat menghadapi Hajduk Split U-19 di Stadion Mravincem Split, Selasa (20/10/2020). Garuda Muda mampu mengandaskan perlawanan lawan dengan skor akhir 4-0. Tidak hanya diwarnai dua penalti, laga kali ini juga diwarnai dua kartu merah yang didapat oleh pemain Hajduk Split. Shin Tae-yong turut membawa dua amunisi baru Timnas U-19 yang baru saja bergabung pada Minggu (18/10/2020) dan ikut latihan Senin (19/10/2020). Keduanya adalah Kelana dan Luah Mahesa yang juga merupakan kakak adik keturunan Jerman. Kelana bahkan langsung menjadi starter pada pertandingan kali ini. Tampil dengan formasi andalan 4-4-2, timnas U-19 tampil menyerang sejak awal pertandingan. Beberapa kali timnas U-19 mampu melancarkan serangan berbahaya ke barisan pertahanan Hajduk. Peluang pertama Indonesia hadir melalui Supriadi. Winger lincah asal Persebaya Surabaya tersebut nyaris membuka skor pada menit ke 12′. Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya tercipta di menit ke 19′. Berawal dari pergerakan lincah Witan Sulaeman yang mengelabui pemain lawan, ia kemudian memberikan umpan pendek ke Bagas Kaffa yang langsung melepaskan tendangan ke pojok gawang Hajduk Split sekaligus membuat skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Indonesia. Hingga babak pertama berakhir, tidak ada tambahan gol yang terjadi. Memasuki babak kedua, Indonesia kembali memainkan tempo cepat. Mengandalkan Witan dan Supriadi di sisi sayap, keduanya kembali menjadi momok menakutkan bagi barisan pertahanan lawan. Terus menyerang, Indonesia mendapatkan penalti pada menit ke 48′. Penalti tersebut didapatkan setelah Saddam Emiruddin dilanggar keras oleh kiper Hajduk Split, Ivan Brdar. Pratama Arhan yang maju sebagai algojo, sukses menceploskan bola ke gawang lawan dan membuat skor menjadi 2-0. Lima menit berselang, Indonesia kembali mendapatkan penalti. Kali ini pemain belakang Hajduk Split, Domagoj Goreta, dengan sengaja menghalau bola tendangan Supriadi dengan tangannya. Ia pun harus keluar pertandingan karena mendapatkan kartu merah. Tak menyiakan kesempatan, Beckham Putra yang menjadi eksekutor dan sukses mencatatkan namanya di papan skor untuk menambah keunggulan Indonesia menjadi 3-0. Unggul 3-0 tidak membuat timnas U-19 mengendurkan serangan. Jack Brown yang masuk pada babak kedua sukses mencetak gol keempat bagi Indonesia. Ini merupakan gol ketiga Jack Brown bersama Timnas Indonesia. Sebelumnya, ia mencetak dua gol ke gawang Makedonia Utara. Pada menit ke 89′, Hajduk Split kembali mendapat kartu merah, kali ini Simun Solic yang harus meninggalkan lapangan. Praktis, Hajduk Split kini harus bermain dengan 9 orang di sisa pertandingan. Namun, skor 4-0 bagi Indonesia tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Menanggapi kemenangan ini Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengapresiasi dan bangga dengan perjuangan skuat Garuda Muda. Ia menyatakan bahwa timnas U-19 makin menunjukkan perkembangan yang positif. “Luar biasa kemenangan timnas U-19 atas Hajduk Split. Lawan merupakan tim papan atas di Liga Kroasia. Meski begitu, para pemain jangan cepat puas, harus tetap fokus, kerja keras dan pertahankan konsistensi bermainnya,” kata Iriawan seperti dilansir dari laman resmi PSSI. Sementara itu, pelatih Shin Tae-yong menyatakan bahwa kunci kemenangan hari ini yakni pemain bekerja keras sepanjang pertandingan. Pergerakan tanpa bola pemain juga makin baik. “Pemain menunjukkan performa ciamik pada pertandingan hari ini. Untuk dua pemain baru yakni Kelana Mahessa dan Luah Mahessa saya rasa mereka bermain cukup baik terutama Kelana,” kata Shin Tae-yong. Selanjutnya Garuda Muda akan menjalani uji coba lagi pada Jumat (23/10/2020) mendatang. Seharusnya, pada pertandingan kali ini dan Jumat mendatang, Indonesia dijadwalkan untuk melawan Bosnia & Herzegovina namun karena pemain mereka ada yang terpapar virus corona, maka PSSI bergerak cepat mencari lawan pengganti bagi timnas U-19. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adisatryo (Erlangga Setyo 81′); Bagas Kaffa (Bayu Fiqri 81′), Rizky Ridho (Komang Teguh ’77), Elkan Baggott, Pratama Arhan, Witan Sulaeman, Kelana Mahesa (Jack Brown 64′), Beckham Putra (David Maulana 64′), Mochammad Supriadi (Khairul Zakiri 64′), Irfan Jauhari (Luah Mahesa 64′), Saddam Emiruddin Gaffar (Mohammad Bahril 64′) | Pelatih: Shin Tae-Yong (KOR)