Negara Ini Jadi Tujuan Berikutnya Timnas U-19 Untuk Gelar TC

Prancis Jadi Tujuan Berikutnya Timnas U-19 Untuk Gelar TC

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 yang telah menggelar pemusatan latihan/training camp (tc) di Kroasia sejak 30 Agustus 2020 lalu, mendapat agenda baru untuk bulan Desember mendatang. Bagas Kaffa dan kawan-kawan akan mengikuti sebuah turnamen di Eropa. Garuda Muda dijadwalkan untuk mengikuti Toulon Tournament di Prancis. Sebelum mengikuti turnamen tersebut, mereka akan kembali ke Tanah Air pada hari Rabu 28 Oktober 2020. Kemudian, para pemain akan dikembalikan ke klub masing-masing untuk bersiap mengarungi kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Meskipun, hingga saat ini pihak Kepolisian belum memberikan izin untuk lanjutan Liga 1 dan Liga 2. Dikarenakan kompetisi belum juga menemukan titik terang, maka PSSI telah menyiapkan rencana agar timnas U-19 setidaknya tetap bisa bertanding di suatu kompetisi. Mengingat mereka tengah digenjot untuk mengikuti dua ajang besar yakni Piala AFC U-19 di Uzbekistan dan Piala Dunia U-20 di Indonesia pada awal tahun 2021. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan saat live streaming di kanal Youtube Sekretariat Presiden dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan diikuti Wapres Ma’ruf Amin, para menteri, Kapolri, dan Panglima TNI, pada hari Senin (19/10/2020) kemarin. “Kami informasikan bahwa Timnas kan pulang ke tanah Air mungkin hari Rabu tanggal 28 Oktober 2020, Kkemudian akan kita kembalikan ke klub masing-masing, tentu untuk berkompetisi Liga 1 maupun Liga 2, itu rencana awalnya. Namun karena perizinan belum diberikan pihak kepolisian, jadi kompetisi kembali ditunda,” kata Iriawan. “Timnas akan kembali melakukan training camp ke Eropa pada 8 Desember 2020 hingga 22 Januari 2021. Kali ini timnas akan melakukan TC di Prancis sekaligus mengikuti Turnamen Toulon yang dimulai 21 Desember hingga- 1 Januari 2021,” lanjutnya. “Kita kemudian mencoba opsi cadangan dengan menerbangkan Timnas U-19 untuk TC kembali di Prancis. Kita akan berangkatkan pada 21 Desember 2020 disana sampai Januari 2021. Dan Garuda Muda akan mengikuti Toulon turnamen,” jelas Iriawan. Toulon Tournament sejatinya berlangsung pada 1-14 Juni 2020, namun urung terlaksana karena pandemi Covid-19. Alhasil, turnamen tersebut digeser waktu pelaksanaannya ke bulan Desember. Toulon Turnamen rencananya akan digelar di Bouches du Rhone, Prancis. Sejauh ini sudah ada 11 negara yang akan berpartisipasi pada ajang tersebut. Selain Indonesia, ada Vietnam negara asal Asia Tenggara yang ikut dalam turnamen tersebut. Lalu ada Jepang, Australia, Pantai Gading, Kongo, Maroko, Meksiko, Inggris, Rumania, dan tuan rumah Prancis.

Sempat Unggul 2 Kali, Timnas U-16 Akui Keunggulan UAE

Sempat Unggul 2 Kali, Timnas U-16 Akui Keunggulan UEA

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 harus mengakui keunggulan Uni Emirat Arab pada laga uji coba internasional di Lapangan UEA FA Stadium, Dubai, Uni Emirat Arab, Rabu (21/10/2020), pukul 20.00 WIB. Marcell Januar dan kawan-kawan terpaksa menyerah dengan skor akhir 2-3. Pada laga ini, pelatih Bima Sakti menurunkan komposisi pemain inti yang menjadi langganan sebagai starter. Beberapa nama tersebut diantaranya Putra Kaice, Marcell Januar Putra, Alexandro Felix Kamuru, Marselino Ferdinan Philipus, dan Athallah. Timnas Indonesia U-16 berhasil membuka gol pertama melalui Raka Cahyana Rizky. Raka berhasil mencetak gol pada menit keempat sekaligus membuat skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Indonesia. Usai tertinggal, tim tuan rumah langsung memberikan perlawanan sengit. Hasilnya, UEA berhasil menyamakan kedudukan melalui striker andalan mereka, Sultan Adel Muhammad, pada menit ke 25′. Indonesia tak tinggal diam, beberapa menit jelang turun minum Attalah Raihan mampu menceploskan bola ke gawang lawan dan membuat Indonesia kembali unggul. Kedudukan 2-1 bagi Indonesia bertahan hingga peluit tanda berakhirnya babak pertama dibunyikan. Memasuki babak kedua, UEA tampil lebih agresif. Sultan Adel kembali menujukkan ketajamannya setelah mencetak gol keduanya pada menit ke 52′. Skor kembali menjadi imbang 1-1. Petaka pun hadir pada menit ke 74′. Lagi-lagi Sultan Adel menjadi pelaku utama. Ia berhasil mencetak hat-trick ke gawang Indonesia yang dikawal I Made Putra. UEA balik unggul 2-3 dan skor tersebut bertahan hingga akhir laga. Meski mendapat hasil kurang maksimal pada laga ini, Timnas Indonesia U-16 berkesempatan untuk melakukan revans akhir pekan nanti. Mereka dijadwalkan untuk kembali menghadapi UEA pada Sabtu (24/10/2020). Rangkaian uji coba internasional kontra Timnas UEA U-16 ini menjadi rangkaian persiapan menuju putaran final Piala AFC U-16. Gelaran ini rencananya akan berlangsung di Bahrain pada awal tahun 2021 mendatang. Indonesia masuk Grup D bersama Jepang, Arab Saudi, dan Tiongkok. Sementara UEA berada di Grup B bersama Yaman, Oman, dan Tajikistan. Susunan Pemain Indonesia U-16 (4-3-3): I Made Putra; M. Aditya Rangga Saputra, Marcell Januar, Alexandro Felix Kamuru, M. Rafly Ikram; Resa Aditya Nugraha, Marselino Ferdinan Philipus, Diandra Dia Dewari; Dimas Juliono, Raka Cahyana Rizky, Ahmad Athallah Araihan | Pelatih: Bima Sakti (IDN)

Resmi, BWF Batalkan Kejuaraan Dunia Junior 2020

Resmi, BWF Batalkan Kejuaraan Dunia Junior 2020

BWF selaku federasi bulu tangkis tertinggi resmi membatalkan turnamen Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2020 karena imbas dari pandemi virus corona (COVID-19), Kamis (22/10/20). Keputusan itu dirilis BWF melalui laman resmi mereka pada Kamis (22/10/2020) siang WIB. Kejuaraan Dunia Junior 2020 rencananya digelar di Auckland, Selandia Baru, pada 28 September hingga 11 Oktober 2020. Akan tetapi, belum meredanya pandemi ini, membuat BWF memindahkan jadwal Kejuaraan Dunia Junior 2020 menjadi 11-24 Januari 2021. “Tentu saja kami merasa kecewa karena tidak dapat menggelar Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2020 karena pembatasan dan kerumitan selama pandemi membuat turnamen tersebut tak mungkin digelar,” kata Thomas Lund, dilansir dari laman resmi BWF. Namun, seiring perkembangannya, BWF dan Badminton New Zealand sampai pada keputusan untuk membatalkan Kejuaraan Dunia Junior 2020. Sekretaris Jenderal BWF, Thomas Lund, menyebut bahwa sejumlah aturan di tengah pandemi virus corona termasuk pembatasan perjalanan membuat turnamen itu tidak bisa diselenggarakan sesuai rencana. “Kami kecewa tidak bisa menggelar Kejuaraan Dunia Junior 2020,” kata Thomas Lund, seperti dilansir dari laman resmi BWF. “Akan tetapi, pembatasan masuk dan kerumitan terkait dengan situasi COVID-19 membuat turnamen yang dijadwalkan di Selandia Baru pada Januari 2021 tidak mungkin berlangsung sesuai rencana.” tambahnya. “Kami menyadari bahwa beberapa pemain junior akan berusia 19 tahun pada 2021 dan sayangnya harus kehilangan pengalaman Kejuaraan Dunia Junior. Kami hanya bisa mendorong mereka untuk terus mengembangkan bakatnya sebagai atlet bulu tangkis dan mulai memasuki turnamen internasional,” lanjut Thomas Lund. Dengan banyaknya turnamen bulu tangkis 2020 yang dibatalkan, Thomas Lund berharap kalender BWF 2021 bisa berjalan sesuai rencana. “Ini merupakan tahun yang sulit selama pandemi, tetapi kami semua berharap kalender turnamen internasional junior lebih konsisten pada 2021, termasuk Kejuaraan Dunia Junior di China bulan Oktober 2021,” tutur Thomas Lund. Selain belum meredanya pandemi, pembatalan Kejuaraan Dunia Junior pada tanggal 11-24 Januari 2021 itu terjadi juga karena waktunya berdekatan dengan agenda sama tahun depan yang dijadwalkan berlangsung di Tiongkoks pada pertengahan September-Oktober. Sementara Selandia Baru tetap akan berkomitmen untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior dan BWF telah menerima proposal untuk menggelar edisi 2024 sebagai pengganti turnamen 2020 yang resmi dibatalkan.

Inilah Jadwal Uji Coba Timnas U-16 Indonesia di UEA  

Inilah Jadwal Uji Coba Timnas U-16 Indonesia di UEA

Tim Nasional Sepak Bola U-16 Indonesia akan bertolak ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk agenda uji coba internasional. Skuat arahan Bima Sakti tersebut telah dilepas secara resmi oleh Ketua Umum PSSI, Mochammad Iriawan di Oakwood Residence, Cikarang, pada Senin (19/10) pagi. Marcell Januar Putra dan kawan-kawan saat ini sudah berangkat dan dijadwalkan untuk tiba di Dubai, UEA pada pukul 22.55 waktu setempat. Ketua Umum PSSI pun berharap para pemain dapat memberikan hasil maksimal dengan terus menjaga mental dan sikap selama di lapangan. “Lambang Garuda di dada jauh lebih berarti dibanding nama kalian di punggung. Kakak-kakak senior U-19 tengah dalam pemusatan latihan di luar negeri dan kali ini kalian juga mendapat kesempatan yang sama. Jaga mental kalian, fokus dan jangan sia-siakan kesempatan untuk belajar dari laga uji coba ini,” ungkap Iriawan dilansir dari laman resmi PSSI. Sementara itu, Bima Sakti mengucapkan terima kasih kepada PSSI yang telah memfasilitasi anak asuhnya untuk bisa mengadakan uji coba di luar negeri. “Saya mewakili Timnas U-16 mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ketua Umum PSSI, Plt. Sekjen dan jajaran PSSI yang sudah memberikan kesempatan dan senantiasa memonitor perkembangan timnas U-16. Kami menambah pengalaman dalam uji coba melawan Timnas UEA U-16 nanti, dan kami saling menjaga agar semua sehat sebelum dan setelah pertandingan nanti,” jelas Bima Sakti. Sebelum ini, timnas U-16 sudah melakukan rangkaian pemusatan latihan di Cikarangan selama dua pekan, pada September hingga awal Oktober. Termasuk latihan secara virtual dalam persiapan sebelum bertolak ke UEA. “Ini menjadi kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin bagi pemain karena tim akan beruji coba di luar negeri, apalagi, Timnas UEA U-16 juga salah satu kontestan putaran final Piala Asia U-16. Kami membawa nama negara, sehingga semua harus disiplin, bukan hanya menjaga kondisi fisik tetapi juga menerapkan protokol kesehatan, sehingga semua sehat sebelum dan sesudah sampai di Indonesia,” ungkap Bima. Rencananya, Timnas Indonesia akan melakoni dua laga uji coba, semuanya melawan UEA di Dubai di Stadion UEA FA, Dubai, Uni Emirat Arab. Adapun skuad Timnas U-16 Indonesia ini dipersiapkan untuk menghadapi Piala Asia U-16 2020 yang akan digelar pada awal 2021. Jadwal Laga Uji Coba Timnas Indonesia U-16: 21 Oktober 2020 | UEA U-16 vs Indonesia U-16 24 Oktober 2020 | UEA U-16 vs Indonesia U-16 Skuad Timnas Indonesia U-16 di UEA: I Made Putra Kaicen – Bali United Raka Octa Bernanda – PSS Sleman Mochamad Aditya Rangga Saputra – Persebaya Surabaya Marcell Januar Putra -Bali United Mikael Alfredo Tata – Waanal Bintuka FC Alexandro Felix Kamuru – Barito Putera Ferre Murari Albahar -Bhayangkara FC Aditiya Daffa Al Haqi – Barito Putera Dimas Juliono Pamungkas -Persib Bandung Resa Aditya Nugraha – Persija Jakarta Mochamad Faizal Shaifullah -Persela Lamongan Raka Cahyana Rizky -Persija Jakarta Marselino Ferdinan Philipus – Persebaya Surabaya Diandra Diaz Dewari – Persib Bandung Ahmad Athallah Araihan – SKO Ragunan Vito Ramadyzky Chairil – Persikabo Valeroen Irwan Yamin – Persib Bandung Fahmi Alvin Setyawan – PSS Sleman Muhammad Rafly Ikram Selang – SSB Insan Cendikia Wibi Alprahmudi Mulyono – SSB Gemars Muhammad Tezar Briantama – SSB Asiop Jakarta Muhammad Raufa Aghastya – SSB Por Uni Bandung

Persiapan Menuju Piala Dunia Basket 2023, Timnas Elite Muda Dibentuk

Persiapan Menuju Piala Dunia Basket 2023, Timnas Elite Muda Dibentuk

Pengurus Pusat Persatuan Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) melalui Badan Tim Nasional (BTN) melakukan program pembentukan Tim Nasional Elite Muda dalam rangka persiapan menuju Piala Dunia Basket 2023. Pembentukan Tim Nasional Elite Muda ini bertujuan untuk pelapis pemain Tim Nasional Elite Senior. Berdasarkan tujuan tersebut, PP Perbasi mulai Senin (12/10), menerbitkan surat pemberitahuan ke seluruh Pengurus Provinsi Perbasi terkait rencana seleksi pemain Timnas Elite Muda. Perbasi sudah mengantongi 57 nama pebasket muda yang disiapkan untuk masuk Timnas Elite Muda. Para pemain itu berasal dari berbagai kompetisi dan dari kelompok usia di bawah 23 tahun. Nantinya, mereka akan diseleksi dan diberi kesempatan bermain di IBL musim 2021 supaya mereka memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi di level kompetisi tertinggi di Indonesia. “Kita panggil para pemain muda terbaik yang ada. Mereka pun akan dilibatkan di kompetisi IBL akan memiliki jam terbang dan skill mereka merapat dengan para seniornya,” ucap Andy Poedjakesuma, seperti dilansir dari rilis Perbasi beberapa waktu lalu. Para pemain itu berasal dari 15 Pengprov seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, Kalbar, Kalsel, Bangka Belitung, Sumut, Sulut, NTB, Riau, Kep. Riau dan Papua.  Dari 57 nama tersebut, beberapa diantaranya sudah pernah berlaga di IBL dan berlatih bersama Timnas Senior. Timnas Elite Muda sendiri akan dilatih oleh mantan pelatih Satria Muda, Youbel Sondakh. Youbel akan diasisteni oleh Andrie Ekayana dan Koko Heru Setyo Nugroho. Untuk posisi manajer timnas akan diisi oleh Andy Poedjakesuma. Sementara itu, pada Piala Dunia Basket 23 yang berlangsung tanggal 25 Agustus hingga 10 September, Indonesia menjadi salah satu tuan rumah bersama Jepang, dan Filipina. Untuk tempat bertanding, Filipina menyediakan 4 arena yaitu Philippine Arena (Bulacan, Bocaue), Smart Araneta Coliseum (Metro Manila, Quezon City), Mall of Asia Arena (Metro Manila, Pasay), dan PhilSports Arena (Metro Manila, Pasig). Sementara di Jepang, Okinawa Arena akan menjadi tempat berlangsungnya pertandingan. Indonesia dan Jepang masing-masing akan menyediakan satu arena. Di Indonesia, Istora Senayan akan disiapkan untuk menjadi arena bertanding sementara Jepang akan menyiapkan Okinawa Arena. Daftar Lengkap Nama-Nama Pemain yang Masuk Rencana Seleksi Anggota Timnas Elite Muda Putra Indonesia

Empat Karateka Muda Asal Sulut Raih Medali Emas Kejuaraan Dunia

Empat Karateka Muda Asal Sulut Raih Medali Emas Kejuaraan Dunia

Prestasi membanggakan ditorehkan empat karateka muda asal Sulawesi Utara. Keempatnya berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Virtual Kata Online 2020. Adapun Kejuaraan itu melingkupi Asia dan dilaksanakan di Filipina beberapa waktu lalu. “Empat atlet asal Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, berhasil mengukir prestasi luar biasa dengan membawa Indonesia menjadi juara pada kejuaraan dunia di Filipina, yang dilaksanakan secara virtual,” kata Pembina Tim Karate Sulawesi Utara, Ascke Benu, seperti dilansir dari Antara. Keempat karateka muda itu adalah Aileen Mardjuki, Jenifer Gigir, Kiara Tololiu, dan Abigael Thomas. Aileen Mardjuki berhasil meraih medali emas pada kelas ‘female level novice belt white’, Jenifer Gigir pada kelas ‘advance belt brown 10 years old’, Kiara Tololiu pada kelas ‘female intermediate belt blue 9 years old’, dan Abigael Thomas pada kelas ‘female advance belt brown 11 years old’. “Mereka adalah karateka muda yang sudah mampu berprestasi membawa nama Indonesia serta Sulawesi Utara di tingkat dunia,” ujar Ascke Benu. Lebih lanjut dikatakan Ascke, pihaknya akan terus melakukan pembinaan terhadap para atlet muda karate ini, untuk menghadapi kejuaraan lainnya. “Saya selaku pembina sangat bangga kepada adik-adik semua. Saya berharap dengan prestasi ini, adik-adik dapat lebih memacu prestasi dalam kejuaraan lainnya,” ungkapnya. Sementara itu, salah satu official team, Hendrik Mardjuki mengatakan, prestasi yang diraih para atlet muda Sulawesi Utara ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah baik kabupaten dan provinsi. “Dukungan dari pemerintah juga sangat penting, dan kami rasakan selama anak didik kami mengikuti kejuaraan ini. Kami tentunya akan terus berupaya lebih maksimal untuk kejuaraan lainnya,” ujar Hendrik.

Timnas U-19 Ditahan Imbang Makedonia Utara

Timnas U-19 Ditahan Imbang Makedonia Utara

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 gagal meneruskan tren kemenangan yang didapat pada dua laga sebelumnya. Garuda Muda ditahan tanpa gol Timnas Makedonia Utara U-19 di Stadion NK Uskok Klis, Split, Rabu (14/10) malam WIB. Laga ini merupakan pertandingan kedua antara Timnas Indonesia melawan Makedonia Utara. Pada pertandingan sebelumnya yang berlangsung, Minggu (10/10/2020), Indonesia menang dengan skor telak 4-1. Meski tampil dengan formasi andalan 4-4-2, pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong, melakukan rotasi anak asuhnya. Beberapa nama seperti Bayu Fiqri, Beckham Putra, dan M Bahril mendapat kesempatan untuk bermain sejak menit pertama. Namun, keputusan Shin Tae-yong, untuk mengubah komposisi pemain di laga tersebut tidak berjalan lancar. Para punggawa Timnas Indonesia U-19 terlihat kurang mampu mengimbangi permainan Makedonia Utara yang tampil menyerang sejak menit awal pertandingan. Pertahanan Timnas Indonesia U-19 yang dikawal Elkan Baggott dan Komang Teguh, dipaksa untuk bekerja keras. Indonesia mendapatkan dua peluang emas yang hampir membuat mereka unggul. Peluang pertama hadir pada menit ke 10′. Menerima umpan lambung dari Saddam, Bahril yang berdiri bebas di depan gawang Makedonia Utara hampir mencetak gol. Tetapi, kipper lawan, Ivan Nikoloski, dengan sigap mampu menghalau bola yang datang. Peluang emas selanjutnya hadir pada menit 36′ yang lagi-lagi melalui Bahril. Kali ini, Bahril berhasil melepaskan sebuah tendangan keras ke arah gawang lawan, namun sayang, tendangannya masih mengenai mistar gawang Makedonia Utara. Skor 0-0 pun bertahan hingga babak pertama berakhir. Memasuki babak kedua, Shin Tae-yong melakukan sejumlah pergantian pemain. ia memasukkan Rizky Ridho dan Bagas Kaffa untuk menggantikan Komang Teguh dan Bayu Fiqri. Pelatih asal Korea Selatan tersebut juga turut memainkan David Maulana untuk menggantikan Mohammad Kanu. Pergantian yang dilakukan tersebut membuat permainan Timnas Indonesia U-19 menjadi sedikit berkembang. Beberapa peluang tercipta antara dua kesebelasan. Indonesia nyaris membuka skor melalui Saddam Emiruddin pada menit ke 53′ usai terjadi kemelut di depan gawang lawan. Namun, sontekannya masih belum menemui sasaran. Makedonia Utara balik mengancam pada menit ke 60′. Berawal dari Todorovski yang berhasil melakukan tusukan, ia kemudian sukses mengirim umpan ke arah Behar Peta yang kemudian melepaskan tendangan. Beruntung, Elkan Baggott bisa melakukan blok terhadap tendangan Peta. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, tidak ada gol yang tercipta. Duel uji coba kedua Timnas Indonesia vs Makedonia Utara pun berakhir dengan skor 0-0. “Pemain sudah bekerja keras, namun belum menunjukkan performa terbaik. Hari ini lapangan kurang bagus, jadi pemain tidak bisa optimal,” kata pelatih timnas U-19, Shin Tae-yong, dilansir dari laman resmi PSSI. Shin Tae-yong menambahkan jika anak asuhnya masih banyak kekurangan terutama masalah tenaga, passing yang lebih detail, dan cepat mencari ruang kosong di pertahanan lawan. “Untuk mental, fisik, stamina saya kira pemain sudah lebih baik. Kedepan kami harus perbaiki kekurangan yang ada,” ujarnya. Pada pertandingan uji coba berikutnya, Garuda Muda kembali akan melawan Bosnia-Herzegovina. Pada kesempatan kali ini, kedua negara akan bertemu sebanyak dua kali yaitu pada Selasa (20/10/2020) dan Jum’at (23/10/2020) mendatang. Pada pertandingan sebelumnya, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bosnia-Herzegovina dengan skor tipis 0-1. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adisatryo; Bayu Fiqri (Bagas Kaffa 46′), Komang Teguh (Rizky Ridho 46′), Elkan Baggott, Pratama Arhan; Witan Sulaeman, Beckham Putra, Mohammad Kanu (David Maulana 46′), Irfan Jauhari; Saddam Emiruddin, M. Bahril Faresa (Jack Brown 43′) | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR)

Patuhi Aturan, Popda Kalsel Digelar Tanpa Penonton

Patuhi Aturan, Popda Kalsel Digelar Tanpa Penonton

Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang dilaksanakan di Kota Banjarmasin sudah bergulir sejak Selasa (12/10/2020) kemarin hingga Jum’at (16/10/2020). Meski diselenggarakan di tengah pandemi, para panitia tetap mematuhi protokol kesehatan dan telah mengantongi izin dari satgas penanggulangan Covid-19. Adapun bentuk protokol kesehatan yang diambil diantaranya setiap pertandingan akan digelar tanpa penonton dan peserta yang masuk area pertandingan pun dibatasi oleh panitia. Ambil contoh untuk olahraga bola voli indoor, jumlah peserta yang diperbolehkan masuk dari kedua tim yang akan bertanding hanya 30 orang. Dengan skema seperti itu, satu kontingen hanya boleh masuk dengan membawa 15 orang saja. Popda Kalsel 2020 mempertandingkan 8 cabang olahraga yakni, sepak bola, bola voli indoor, tenis lapangan, tenis meja, sepak takraw, pencak silat, bola basket dan bulu tangkis. Tempat pelaksanaannya pun terbagi menjadi beberapa titik lokasi. GOR Hasanuddin HM untuk voli indoor, Lapangan Tenis Dharma Praja untuk tenis lapangan, Gedung Sepak Takraw HKSN untuk sepak takraw, Lapangan Sepakbola Grand Yakin untuk cabang olahraga sepak bola. Sejauh ini, kegiatan multiajang seperti Popda mungkin hanya di Kalsel yang berani menggelar, walau dilaksanakan dengan segala keterbatasan dan harus menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Sebelumnya, Popda Kalsel rencananya bergulir 31 Maret hingga 6 April lalu. Namun pembatalan kejuaraan tersebut dikarenakan kondisi daerah yang sedang tanggap darurat Covid-19.

Jack Brown Cetak Dua Gol, Garuda Muda Gilas Makedonia Utara 4-1

Jack Brown Cetak Dua Gol, Garuda Muda Gilas Makedonia Utara 4-1

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 kembali raih catatan positif. Setelah beberapa hari lalu sukses mengandaskan NK Dugopolje 3 gol tanpa balas, kali ini skuat arahan Shin Tae-yong sukses menaklukkan Timnas Makedonia Utara U-19 dengan skor 4-1 dalam lanjutan laga uji coba di Stadion NK Njunak Sinj, Split, Minggu (11/10/2020). Pada pertandingan kali ini, pemain keturunan Indonesia-Inggris, Elkan Baggott yang sudah bergabung ke pemusatan latihan (TC) pada Rabu (7/10/2020), turun sebagai starter. Elkan tampil sebagai tandem dari Rizky Ridho di jantung pertahanan Timnas Indonesia U-19. Sejak peluit dibunyikan, Timnas Indonesia tampil cukup menggebrak. Peluang pertama hadir melalui Irfan Jauhari yang mencoba menanduk umpan tendangan bebas Witan Sulaeman, tetapi bola masih melebar ke sisi kiri gawang Makedonia Utara. Terus tampil menekan, gol perdana bagi Timnas Indonesia pun hadir pada menit ke 13′. Kerja sama apik Saddam Emiruddin dan Braif Fatari berhasil dituntaskan oleh Witan Sulaeman sekaligus merubah skor menjadi 1-0 untuk Timnas Indonesia. Usai unggul satu gol, Timnas Indonesia tidak mengendurkan serangan. Melalui pergerakan lincah Irfan Jauhari dan Witan Sulaeman di sisi sayap, keduanya terlihat beberapa kali merepotkan pertahanan lawan. Sayang, pada menit ke 20′ Braif Batari harus ditarik keluar karena cedera dan digantikan oleh Jack Brown. Jual beli serangan terjadi di sisa babak pertama. Makedonia Utara terus berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, barisan pertahanan Timnas Indonesia tampil solid. Kedudukan 1-0 untuk keunggulan Timnas Indonesia U-19 pun bertahan hingga peluit babak pertama berakhir dibunyikan. Memasuki babak kedua, Makedonia Utara mendapatkan tendangan penalti setelah salah satu pemain mereka dijatuhkan Bagas Kaffa di dalam kotak terlarang. Adisatryo yang bertugas di bawah mistar gawang Indonesia sempat menepis tendangan penalti kapten Makedonia Utara, Dimitar Todorovski. Namun, eksekusi harus diulang karena Adisatryo bergerak lebih dahulu. Tak menyia-nyiakan kesempatan kedua, Todorovski sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Makedonia Utara menyamakan skor menjadi 1-1. Pada menit ke 58′, Timnas Indonesia kembali unggul. Kali ini pemain pengganti, Jack Brown, sukses mencatatkan namanya di papan skor usai memanfaatkan kemelut di depan gawang Makedonia Utara. Peluang emas kembali hadir, kali ini giliran Saddam Gaffar yang melepaskan tembakan voli pada menit 65. Sayang, tembakan volinya masih membentur tiang gawang. Empat menit berselang, Jack Brown kembali menjadi bintang usai mencetak gol keduanya. Umpan tarik Bagas Kaffa dari sisi kanan berhasil diselesaikan dengan manis olehnya. Skor berubah menjadi 3-1 dan membuat Indonesia kian menjauh. Garuda Muda menutup pesta kemenangan mereka lewat gol Irfan Jauhari pada menit ke 83′. Irfan berhasil memanfaatkan bola muntah hasil sepakan keras Beckham Putra. Skor 4-1 bertahan hingga pertandingan usai. Ini merupakan kemenangan ke-4 Timnas Indonesia U-19 selama melakukan TC di Kroasia. Usai memetik dua kemenangan beruntun ini, semoga Garuda Muda kian percaya diri dalam bermain. Selanjutnya, mereka kembali akan menghadapi Timnas Makedonia Utara pada hari Rabu, 14 Oktober 2020. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adi Satryo; Bagas Kaffa, Rizky Ridho, Elkan Baggott, Pratama Arhan; Witan Sulaeman, David Maulana (Brylian Aldama 54′), Mohammad Kanu (Beckham Putra 54′), Irfan Jauhari; Saddam Emiruddin (Khairul Zakiri 81′), Braif Fatari (Jack Brown 20′) | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR)

Timnas U-19 Gilas NK Dugopolje 3 Gol Tanpa Balas

Timnas U-19 Gilas NK Dugopolje 3 Gol Tanpa Balas

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 berhasil memetik kemenangan telak saat melawan klub asal Kroasia, NK Dugopolje, dengan skor 3-0 di di Stadion NK Sukok Klis, Uskok, Kroasia, Kamis (8/10/2020). Tampil dengan formasi andalan 4-4-2, Indonesia langsung tampil menenkan sejak peluit awal pertandingan berbunyi. Pada menit ke 3′, Timnas Indonesia sudah mampu mencetak gol pertama mereka melalui penyerang Braif Fatari. Memanfaatkan umpan Bagas Kaffa dari sisi kanan, Braif langsung menyontek masuk bola ke gawang lawan. Indonesia memimpin 1-0 atas NK Dugopolje. Unggul satu gol tidak membuat anak asuh Shin Tae-yong mengendurkan serangan. Alhasil, pada menit ke 15′ Indonesia mendapat penalti usai Rizky Ridho dijatuhkan oleh pemain lawan. Brylian Aldama yang ditunjuk sebagai eksekutor, mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik sekaligus membuat skor menjadi 2-0. Garuda Muda kian mendominasi permainan. Menit ke 26′, terciptalah gol ke-3 untuk Indonesia yang semakin membuat NK Dugopolje tertinggal jauh. Memanfaatkan bola rebound hasil sundulan Irfan Jauhari yang membentur mistar, Witan Sulaeman sukses menceploskan gol ketiga Indonesia melalui sundulan terarah. Usai unggul 3-0, Indonesia harus kehilangan M. Supriadi. Winger Persebaya Surabaya itu mengalami cedera, dan harus digantikan Khairul Zakiri dan harus mendapatkan perawatan lebih lanjut. Tak berselang lama, Indonesia mendapatkan penalti kedua setelah pemain NK Dugopolje membuat handball. Namun, Rizky Ridho yang menjadi eksekutor gagal memaksimalkannya. Skor 3-0 pun menutup jalannya babak pertama. Memasuki babak kedua, NK Dugopolje bermain cenderung keras. Beberapa kali pemain lawan melancarkan tekel ke pemain Indonesia. Alhasil, Timnas Indonesia kembali harus kehilangan pemainnya karena cedera, kali ini giliran Bagas Kaffa yang mengalami cedera karena kena tekel keras pemain lawan. Bagas Kaffa pun tak bisa melanjutkan pertandingan karena mengalami kesakitan pada bagian ankle-nya dan harus digantikan oleh Bayu Fiqri. Usai insiden tersebut, kedua tim silih berganti melancarkan serangan. NK Dugopolje beberapa kali memiliki peluang emas untuk mempekecil skor, namun, eksekusi yang terburu-buru menggagalkan peluang tersebut. Sementara Timnas Indonesia masih bisa mencatat beberapa peluang meski ditekan. Dimotori oleh Witan dan Irfan Jauhari, keduanya kerap merepotkan barisan pertahanan NK Dugopolje. Akan tetapi, skor 3-0 tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Ini merupakan kemenangan ke-3 Timnas Indonesia U-19 selama melakukan TC di Kroasia. Selanjutnya, mereka akan menghadapi Timnas Makedonia Utara pada hari Minggu, 11 Oktober 2020. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adi Satryo (Yofandani Damai); Bagas Kaffa (Bayu Fiqri), Rizky Ridho, Komang Teguh, Pratama Arhan; Witan Sulaeman, David Maulana (Mohammad Kanu), Brylian Aldama (Beckham Putra), M Supriadi (Imam Zakiri); Irfan Jauhari, Braif Fatari | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR)

Inilah Jadwal Terbaru Timnas Indonesia U-19 di Kroasia

Inilah Jadwal Terbaru Timnas Indonesia U-19 di Kroasia

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 tengah bersiap untuk melakoni enam laga uji coba dalam lanjutan pemusatan latihan (TC) di Split, Kroasia. Pertandingan perdana bagi skuat arahan Shin Tae-yong tersebut direncanakan digelar pada hari Kamis (8/10/2020). Hal tersebut dikonfirmasi oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Ia mengatakan bahwa Timnas Indonesia U-19 akan menjalani 6 pertandingan selama bulan Oktober. “Ada total enam uji coba yang akan dijalani timnas U-19 pada bulan Oktober. Kami akan melawan klub NK Dugopolje, dua kali melawan Makedonia Utara, lalu dua kali dengan Bosnia Herzegovina dan satu lawan lagi masih menunggu kepastian dari federasi sepak bola Kroasia,” kata Iriawan, dilansir dari laman resmi PSSI. Lebih lanjut, Iriawan berharap jika rangkaian pertandingan uji coba lanjutan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pemain. Mengingat mereka sedang dipersiapkan untuk mengikuti dua ajang bergengsi yakni Piala Asia U-19 yang digelar di Uzbekistan dan Piala Dunia U-20 yang berlangsung di Indonesia. Keduanya direncanakan akan berlangsung tahun depan. “Enam laga uji coba ini harus dimanfaatkan dengan baik bagi timnas U-19. Apalagi saat ini pemain terus berproses dan terus mengalami perkembangan yang positif. Pemain harus terus bekerja keras dan semangat untuk raihan prestasi timnas U-19,” kata Iriawan. David Maulana dkk telah menggelar TC di Kroasia sejak 30 Agustus lalu. Mereka sebelumnya telah menjalani 7 pertandingan uji coba di Kota Svati Martin na Muri dan Zagreb. Dari tujuh laga uji coba itu, Timnas Indonesia U-19 meraih dua kemenangan, dua imbang, dan tiga kali kalah. Sejatinya Timnas Indonesia U-19 direncanakan untuk pindah ke Turki untuk menjalani TC. Namun, ada beberapa kendala yang menyebabkan mereka batal untuk ke sana. Sebagai gantinya, Garuda Muda melanjutkan TC di Kroasia dan pindah ke Kota Split pada Jumat (3/10) dengan menempuh jalur darat selama enam jam menggunakan bus. Jadawal Pertandingan Uji Coba Timnas U-19 Oktober 2020:  Kamis, 8 Oktober 2020 Indonesia vs NK Dugopolje Minggu, 11 Oktober 2020 Indonesia vs Makedonia Utara Rabu, 14 Oktober 2020 Indonesia vs Makedonia Utara Selasa, 20 Oktober 2020 Indonesia vs Bosnia Herzegovina Jum’at, 23 Oktober 2020 Indonesia vs Bosnia Herzegovina Senin, 26 Oktober 2020 to be confirmed Skuad Timnas Indonesia U-19 di Kroasia: Penjaga Gawang Adi Satryo, Erlangga Setyo, Yofandani Damai Pemain Belakang Pratama Arhan, Yudha Febrian, Komang Tri, Ahmad Rusadi, M. Fadhil, Bayu M. Fiqri, Rizky Ridho, Bagas Kaffa, Komang Teguh Pemain Tengah Andre Oktaviansyah. David Maulana, Brylian Aldama, Beckham Putra, M. Kanu, Braif Fatari, Andi Irfan, Sandi Arta, Witan Sulaeman, Jack Brown, M. Supriadi Pemain Depan Irfan Jauhari, Khairul Zakiri, Saddam Gaffar, Moh. Bahril Pelatih: Shin Tae-yong (KOR)

Usai Cedera Parah, Sky Brown Tetap Optimis Jadi Atlet Termuda Inggris di Olimpiade Tokyo

Usai Cedera Parah, Sky Brown Tetap Optimis Jadi Atlet Termuda Inggris di Olimpiade Tokyo

Banyak atlet bermimpi untuk bisa bertanding di Olimpiade. Sky Brown salah satunya. Ia merupakan atlet skateboard yang saat ini masih berusia 11 tahun. Namun, sebuah kecelakaan parah pada saat latihan hampir saja merenggut mimpinya untuk berlaga di Olimpiade. Usai bangkit dari cedera, ia masih optimis untuk menjadi Olimpian Britania termuda di pesta olahraga terbesar di dunia tersebut. Brown lahir di Miyazaki, Jepang, pada 7 Juli 2008. Ibunya merupakan orang Jepang sementara sang ayah merupakan orang Inggris. Keinginan bermain skateboard Brown sudah muncul sejak usia 3 tahun. Hebatnya, ia tidak pernah memiliki pelatih khusus skateboard. Brown mengatakan belajar trik-trik skateboard dari YouTube. Ia pun mengaku beruntung karena bisa ditemani sekaligus dibimbing oleh peraih medali emas Olimpiade tiga kali Shaun White, yang secara kebetulan tinggal di dekat rumahnya. Setiap sore, ia rajin berlatih di skate park dekat rumahnya. Pada awal kemunculannya, Brown sempat viral karena video keterampilan aksinya di atas papan skateboardnya telah dilihat ribuan kali di Youtube. Brown kemudian menjadi skater termuda di ajang Vans AS Terbuka Pro Series. Kala itu, usianya baru 8 tahun. Namanya kian mencuat usai berhasil meraih medali perunggu pada World Skateboarding Championship 2019 yang digelar di Brazil. Pada 28 Mei 2020 lalu, Brown mengalami kecelakaan mengerikan pada saat sesi latihan di California, Amerika Serikat, yang hingga membuat ia harus dilarikan ke rumah sakit dengan helikopter. Brown dilaporkan tidak responsif saat tiba di rumah sakit. Sang ayah mengatakan bahwa putrinya mendapatkan keajaiban hingga mampu selamat dari kecelakaan mengerikan tersebut. Kurang dari dua minggu kemudian, Brown mengunggah videonya pada saat melakukan perawatan di rumah sakit. Ia memposting sebuah video yang berisi cerita mengenai bagaimana kecelakaan dalam latihan itu terjadi dan kondisinya pada saat itu. “Saya biasanya tidak memposting saya jatuh atau membicarakan mengenai itu karena saya ingin orang melihat kesenangan dalam apa yang saya lakukan. Tapi ini adalah jatuh terparah saya dan saya hanya ingin semua orang tahu bahwa saya baik-naik saja,” kata Brown. “Tidak apa-apa jatuh sesekali. Saya hanya akan bangkit dan mendorong lebih keras. Saya tahu banyak yang terjadi di dunia saat ini dan saya ingin semua orang tahu apa pun yang kita lakukan kita harus melakukannya dengan cinta dan kebahagiaan,” “Ini adalah kecelakaan terburuk saya. Helm dan lengan saya menyelamatkan hidup saya. Ini tidak akan menghentikan saya. Saya akan mengejar emas di Tokyo 2021. Tetap kuat. Tetap positif,” ujarnya. Melalui unggahan Instagramnya, saat ini Brown sudah kembali berlatih dan mulai memasang targetnya kembali untuk meraih medali emas di Olimpiade Tokyo. Sungguh sebuah semangat yang patut dicontoh oleh para atlet lain. Olimpiade Tokyo sejatinya digelar pada tahun ini, namun ditunda hingga musim panas tahun depan karena pandemi virus corona. Pada saat Olimpiade Tokyo berlangsung, ia akan berusia 12 tahun 12 hari, dan akan membuatnya menjadi Olimpian Britania termuda dan memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh atlet renang Margery Hinton pada Olimpiade 1928. Sky Brown akan berusia lebih muda satu tahun dua hari dari Margery Hinton jika berhasil berlaga di Olimpiade Tokyo mendatang. Prestasi dan Rekor Sky Brown: Menjadi skater termuda pada ajang Vans AS Terbuka Pro Series di usia 8 tahun. Atlet skateboard profesional termuda di dunia di usia 10 tahun. Atlet termuda yang disponsori oleh Nike. Peringkat 10 – Supergirl Pro Vert 2016. Peringkat 26 – Vans Pro Skate Park Series at Huntington Beach Women’s Qualifiers 2016. Peringkat 5 – Vert Attack Women 2017. Peringkat 2 – Vans Park Series Asia Continental Championships Women’s Finals 2017. Peringkat 9 – Bowl a Rama Bondi Women’s Qualifiers 2018. Peringkat 9 – Mjøsskate Stange/Hamar Seaside Senior 2018. Peringkat 5 – Mjøsskate Brumunddal Bowl Senior 2018. Peringkat 4 – Mjøsskate Gjøvik Bowl Senior 2018. Peringkat 1 – UK National Skateboarding Championship Female Park 2019. Peringkat 6 – UK National Skateboarding Championship Female Street 2019. Peringkat 1 – Dew Tour Long Beach Women’s Park Open Qualifiers 2019. Peringkat 3 – Dew Tour Long Beach Women’s Park Quarter Finals 2019. Peringkat 12 – Dew Tour Long Beach Women’s Park Semi-Finals 2019. Peringkat 1 – International Skateboarding Open Park Nanjing Women’s Quarter Finals 2019. Peringkat 5 – International Skateboarding Open Park Nanjing Women’s Finals 2019. Peringkat 3 – International Skateboarding Open Park Nanjing Women’s Semi-Finals 2019. Peringkat 5 – X Games Minneapolis Women’s Park 2019. Peringkat 1 – World Skate Sao Paulo Park World Championships Women’s Quarter Finals 2019. Peringkat 2 – World Skate Sao Paulo Park World Championships Women’s Semi-Finals 2019. Peringkat 3 – World Skate Sao Paulo Park World Championships Women’s Finals 2019. Peringkat 3 – World Skate OI STU Open Women’s Park Finals Results. Peringkat 2 – World Skate OI STU Open Women’s Park Semi-Finals Results.

Timnas U-16 Terancam Batal TC di Luar Negeri

Timnas U-16 Terancam Batal TC di Luar Negeri

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 telah menyelesaikan pemusatan latihan (TC) bulan September yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Skuat arahan Bima Sakti itu telah berlatih selama kurang lebih dua minggu. Namun, hingga sesi TC bulan September berakhir, Bima belum bisa mengonfirmasi jadwal pasti rencana TC Timnas Indonesia U-16 di luar negeri. Jika melihat pada agenda sebelumnya, Timnas Indonesia U-16 direncanakan untuk mengadakan TC di luar negeri pada bulan Oktober-November 2020. TC ini digelar dalam rangka mematangkan persiapan menjelang bertanding di Piala AFC U-16 2020 yang rencananya akan digelar pada awal tahun 2021 mendatang. Bima menyebut segala keputusan nantinya berada di PSSI. Selain itu, masih belum meredanya pandemi COVID-19 di seluruh dunia membuat rencana tersebut kian sulit untuk terwujud. “Untuk pemusatan latihan di luar negeri sampai sekarang belum pasti. Kami sekarang hanya menunggu kabar dari PSSI saja,” kata Bima Sakti, dilansir dari Bola.com. “Sebenarnya memang sudah direncanakan. Akan tetapi, situasi pandemi seperti sekarang membuat semuanya agak sulit jadinya,” tegas Bima Sakti. Berkaca pada hal tersebut, Bima merencanakan untuk kembali menggelar TC di dalam negeri sebagai alternatif pada bulan November mendatang. “Iya, rencananya untuk TC berikutnya di bulan November, awal Minggu atau di minggu kedua,” tutup Bima. Pada Piala AFC U-16 2020, Timnas Indonesia U-16 tergabung di Grup D bersama Jepang, Arab Saudi, dan Cina. Empat tim semi-final Piala AFC U-16 2020 akan lolos ke Piala Dunia U-17 2021 mendatang di Peru. Indonesia merupakan satu-satunya negara dari ASEAN yang tampil pada salah satu turnamen usia muda bergengsi di Asia tersebut.

Batal ke Turki, Timnas Indonesia U-19 Lanjutkan TC Di Kroasia

Batal ke Turki, Timnas Indonesia U-19 Lanjutkan TC Di Kroasia

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 dipastikan batal ke Turki dan melanjutkan pemusatan latihan atau training center (TC) di Kroasia. Keputusan Timnas U-19 untuk memperpanjang durasi TC di Kroasia selama bulan Oktober dikonfirmasi oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. “PSSI memutuskan Timnas U-19 terus melanjutkan TC di Kroasia. Mereka tidak jadi ke Turki karena belum ada kepastian lawan uji coba,” jelas Iriawan, dikutip dari laman resmi PSSI. Ketum PSSI yang kerap akrab disapa Iwan Bule ini mengatakan bahwa dirinya akan selalu memantau perkembangan timnas U-19 setiap harinya. “Saya senang pemain terus meningkat kemampuannya dan berproses dengan baik. PSSI akan terus mendukung program pelatih Shin Tae-yong demi torehan hasil yang maksimal timnas U-19,” lanjutnya. Timnas Indonesia U-19 telah menggelar TC di Kroasia sejak 30 Agustus lalu. Dalam kurun waktu satu bulan lebih, David Maulana cs juga telah merampungkan tujuh pertandingan uji coba melawan Bulgaria, Kroasia, Arab Saudi, Qatar dua kali, Bosnia-Herzegovina, serta terakhir Dinamo Zagreb. Dari tujuh pertandingan uji coba terakhir, Indonesia mampu meraih dua kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Sementara untuk selisih gol yang didapat, Indonesia memasukkan delapan gol dan kemasukan 16 gol. Pada lanjutan pemusatan latihan di Kroasia nanti, Timnas Indonesia U-19 akan memiliki program yang sama dengan periode September lalu. Selain berlatih, Garuda Muda juga akan kembali mendapatkan uji coba selama di Kroasia. “Kami sudah mempersiapkan lawan-lawan uji coba yang berkualitas untuk timnas U-19 selama bulan Oktober ini di Kroasia,” ujar Iriawan. Timnas Indonesia U-19 saat ini tengah digodok jelang Piala AFC U-19 2020 yang rencananya akan digelar awal 2021 mendatang. Selain itu, Garuda Muda juga akan berlaga pada ajang bergengsi yakni Piala Dunia U-20 di Jakarta, Indonesia.

Masuk Pelatnas, Atlet Muda Asal Tuban Berpeluang Tampil di Olimpiade dan SEA Games

Masuk Pelatnas, Atlet Muda Asal Tuban Berpeluang Tampil di Olimpiade dan SEA Games

Atlet atletik lompat tinggi asal Kabupaten Tuban, Nabila Fafriliani Ardiyansyah, masuk dalam tim pelatnas yang akan diproyeksikan pada event Olimpiade Tokyo dan SEA Games 2021 di Vietnam. Masuknya Nabila berdasarkan surat keputusan Pengurus Besar PASI bernomor 311/PB.PASI/X/2020 tertanggal 1 Oktober 2020. Surat tersebut merupakan panggilan kepada Atlet Pelatnas Tim Atletik Indonesia Menuju Olympiade 2021 Tokyo dan SEA Games 2021 Vietnam-Gelombang Kedua. Nabila yang merupakan siswa di SMAN 2 Tuban ini telah menyumbangkan medali emas dalam Porprov Jatim 2019. Selain meraih emas, Perempuan kelahiran 9 April 2003, juga meraih medali perunggu untuk Tuban. Menanggapi itu, Kabid Olahraga Disparbudpora Tuban, Zainal Maftuhien mengatakan, atas nama Pemkab Tuban dan pecinta olahraga di Tuban merasa ikut bangga dengan capaian Nabila yang tergabung dalam Pelatnas untuk persiapan di ajang Internasional. Dengan prestasi tersebut, Zainal berharap ke depan muncul atlet lainnya yang bisa mengikuti jejak Nabila di Pelatnas. Dengan Potensi atlet Tuban saat ini, pihaknya optimis akan muncul atlet berprestasi lainnya. “Harapan kami capaian Nabila tersebut bisa menjadi inspirasi pemuda Tuban untuk semakin giat berolahraga. Utamanya di cabor atletik,” ujar Zainal dilansir dari laman resmi KONI Tuban. Sebelum berangkat menuju ibu kota pada hari Selasa mendatang, Pemkab akan memberikan dukungan berupa fasilitas dan reward pada Nabila agar semakin berprestasi dan bisa menjadi bintang Indonesia yang bisa membanggakan seluruh masyarakat Indonesia. “Prinsipnya Pemkab akan memberikan support dan mendukung keberadaan disana. Sebagai atlet berprestasi kita juga akan berikan reward nanti,” pesan Zainal. Sementara itu, Ketua Umum KONI Tuban, H Mirza Ali Manshur, ST.,MM juga mengaku bangga sekali dengan capaian Nabila di Pelatnas. “Syukur Alhamdulillah, kami semua bangga kepada ananda Nabilah Fafriliani Ardiansyah atlet atletik Puslatkab KONI Kabupaten Tuban dengan nomor andalan lompat tinggi dan lompat jauh yang dipanggil masuk Pelatnas Olympiade dan SEA Games Vietnam 2021,” tutur Mirza. Mirza berharap, apa yang dicapai oleh Nabila mampu menjadi pemicu bagi para atlet muda lain untuk lebih giat berlatih dan berprestasi. “Ya ini bisa jadi motivasi atlet lainnya. Semoga nanti ada atlet Tuban lagi yang masuk Pelatnas,” harap Mirza.

Perenang Muda Indonesia Pecahkan Tiga Rekor Nasional di Australia

Perenang Muda Indonesia Pecahkan Tiga Rekor Nasional di Australia

Luar biasa. Mungkin ungkapan tersebut yang cocok diberikan kepada atlet renang Indonesia, Elysha Chloe Pribadi, yang mampu memecahkan tiga rekor nasional dalam kurun waktu satu bulan selama pandemi. Rekor yang diciptakan perenang berumur 15 tahun ini datang dari nomor 50 meter, 100 meter, dan 200 meter gaya dada. Elysha mampu memecahkan rekor 50 meter gaya dada pada kejuaraan “2020 Speedo Short Course Meet” yang digelar di Brisbane Aquatic Centre, Agustus lalu. Pada kejuaraan tersebut, ia membuat rekornas dengan catatan 33,12 detik. Ia memecahkan rekor yang selama ini dipegang Margareta Kreptadani dengan 33,61 detik yang didapat di Asian Indoor Martial Arts Games 2013 di Incheon, Korea Selatan. Belum genap satu bulan, Elysha kembali memecahkan dua rekor baru yakni untuk nomor 100 meter dan 200 meter gaya pada kejuaraan “2020 McDonalds QLD Short Course Championship” di Brisbane Aquatic Centre, Australia, 26-27 September. Dalam ajang ini, Elysha mencatatkan waktu 02 menit 37,56 detik pada nomor 200 meter gaya dada. Torehan ini sekaligus menjadi rekor nasional baru yang sebelumnya telah bertahan selama 14 tahun milik Felicia Tjandra. Kala itu, Felicia Tjandra mampu mencatatkan waktu 02 menit 42,66 detik di New york, Amerika Serikat, pada 4 Februari 2006. Elysha juga memecahkan rekornas di nomor 100 meter gaya dada dengan catatan waktu 01 menit 10,56 detik. 0,1 detik lebih cepat dari rekornas sebelumnya milik Ressa Kania Dewi pada tahun lalu. Total Elysha mampu mengoleksi 1 emas dan 4 perak selama dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Elysha turun pada kelompok umur 15-18 tahun dan mampu mengalahkan para perenang Australia. Meski mampu mencatatkan hattrick rekornas dan meraih medali, Elysha mengaku bahwa ia harus merasakan kesulitan pada saat berlatih. Ia bahkan sempat harus berhenti latihan selama 10 pekan karena adanya kebijakan karantina di Australia. “Seluruh situasi COVID-19 ini telah mengganggu saya, secara mental dan fisik,” kata Ely seperti dikutip dari The Jakarta Post. “Persiapan saya selama setahun terakhir pada dasarnya hancur, karena saya harus berhenti berlatih selama 10 minggu karena pandemi di Australia,” pungkasnya. Adapun Wakil Ketua Umum PB PRSI, Harlin Rahardjo, mengatakan bahwa Elysha memang sudah masuk radar pantauan pelatnas. Elysha mulai mendapat perhatian sejak aksinya di Indonesia Open Aquatic Championship sampai tingkat Asia Tenggara. Lebih lanjut, Harlin mengatakan bahwa bukan tidak mungkin para junior seperti Elysha, masuk kandidat timnas Indonesa untuk berlaga di ajang SEA Games mendatang. “Menatap SEA Games 2021, PRSI fokus untuk regenerasi. Para perenang lapis dua mulai muncul dan mulai terlihat hasilnya. Semoga hasil dari Elysha ini bisa menginspirasi pada perenang junior Indonesia yang lain untuk naik ke level yang lebih tinggi,” tutur Harlin.

Kemenpora Utus 11 Pelatih Untuk Tangani Atlet Pelajar Berbakat di Sultra

Kemenpora Utus 11 Pelatih Untuk Tangani Atlet Pelajar Berbakat di Sultra

Dalam rangka mengoptimalkan pembinaan atlet-atlet pelajar di Sulawesi Tenggara, Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah menyiapkan jatah 11 orang pelatih. Para pelatih tersebut akan bertugas untuk menangani atlet pelajar berbakat melalui program Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Sultra Ashar, mengatakan bahwa 11 pelatih pilihan tersebut akan berkiprah pada tiga cabang olahraga yakni dayung, sepak takraw dan pencak silat. “Sudah menemukan 11 orang pelatih untuk mengoptimalkan pembinaan atlet-atlet pelajar melalui program Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar, Kementrian Pemuda dan Olahraga,” kata Ashar, dilansir dari Republika.com. Lebih detail, untuk pembagian jumlah pelatih, cabang olahraga dayung memiliki kuota terbanyak yakni 6 orang, kemudian sepak takraw 3 orang dan pencak silat 2 orang. “Rekrutmen pelatih untuk atlet pelajar mendapat rekomendasi dari masing-masing pengurus cabang olahraga daerah,” lanjutnya. Sekilas profil para pelatih yang akan menangani atlet pelajar adalah mereka-mereka yang berlatar belakang atlet berprestasi tingkat nasional, bahkan dunia. Senada dengan program Kemenpora, pelatih dayung pelajar Sultra, Jamaluddin, mengatakan kapasitas pelatih yang mumpuni salah satu kunci sukses menciptakan atlet berprestasi. Selain itu, menurut Jamaluddin atlet pelajar Sultra juga memiliki potensi yang sama dengan atlet daerah lain, seperti Jawa Barat, Maluku, Jawa Timur, Kalteng dan lainnya. “Saya setuju evaluasi para pelatih dilakukan secara periodik dan terukur oleh Kemenpora sebagai pemilik program. Kalau tidak memuaskan ganti dengan pelatih lain,” kata Jamaluddin. Sultra memperoleh stimulus pembinaan atlet pelajar dari Kemenpora dengan jatah 46 atlet berbakat, masing-masing cabang olahraga dayung 20 orang, sepak takraw 16 orang dan pencak silat 10 orang. Setiap tahun akan ada perubahan kuota atlet maupun kecabangan olahraga berdasarkan evaluasi Kemenpora.

Timnas U-19 Kalahkan Dinamo Zagreb

Timnas U-19 Kalahkan Dinamo Zagreb

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 mampu meraih kemenangan pada laga pamungkas mereka dalam rangkaian uji coba di Kroasia. Kemenangan mampu direngkuh David Maulana cs atas klub tuan rumah, Dinamo Zagreb U-19, yang berlangsung Senin (28/9/2020) pukul 21.00 WIB. Berlangsung di Kompleks Stadion Maksimir, Dinamo Zagreb Academy, Timnas U-19 langsung tancap gas sejak peluit dibunyikan. Tampil dengan formasi andalan 4-4-2, Indonesia beberapa kali melancarkan serangan melalui area sayap. Peluang pertama hadir dari Irfan Jauhari yang menerima umpan Pratama Arhan dari kiri lapangan. Sayang, peluang Irfan tersebut masih bisa diamankan oleh penjaga gawang lawan. Pada menit ke 6′, Timnas U-19 kembali mendapatkan peluang, kali ini berawal dari sepak pojok yang menghasilkan bola datar mengarah ke Brylian Aldama yang kemudian melepaskan sepakan. Sayang, bola masih melenceng ke sisi kanan gawang lawan. Tak mau terus diserang, Dinamo Zagreb perlahan mulai bangkit dan membangun serangan. Alhasil, pada menit ke 15′ Dinamo Zagreb mendapat sepak pojok dan menghadirkan kemelut di depan gawang Indonesia. Pemain depan Dinamo Zagreb, Ante Grigic, nyaris saja mencetak gol, namun dirinya sudah terperangkap offside. Menit ke-18, Witan Sulaeman mendapat peluang bagus di dalam kotak penalti Dinamo Zagreb seusai memanfaatkan skema tendangan sudut. Akan tetapi, sepakan Witan masih bisa dihalau pemain lawan. Witan kembali mengancam pertahanan Dinamo Zagreb pada menit ke-28. Kali ini, tendangan kaki kirinya melebar tipis di sisi kiri gawang lawan. Gol yang dinanti pun hadir. Berawal dari umpan jauh dari Braif Fatari, Witan yang sedari tadi merepotkan pertahanan Dinamo Zagreb mampu menusuk ke kotak penalti sebelum melepaskan sepakan akurat kaki kiri yang menjebol gawang Dinamo Zagreb pada menit ke 38′. Skor pun berubah 1-0 untuk keunggulan Timnas U-19 sekaligus bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Shin Tae-yong memasukkan Mochammad Supriadi untuk menggantikan Imam Zakiri. Pergantian tersebut hampir membuahkan hasil. Supriadi nyaris menggandakan skor Indonesia lewat tendangan kerasnya pada menit ke 57′. Sayang, bola hanya melebar ke sisi kanan gawang Dinamo Zagreb. Sementara itu, Dinamo Zagreb juga terus menggempur pertahanan Timnas U-19 pada sisa babak kedua. Namun, barisan pertahanan Indonesia bermain disiplin sehingga mampu membendung agresivitas lawan. Beberapa kali tim lawan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti untuk membongkar pertahanan Indonesia. Indonesia nyaris menutup pertandingan dengan gol kedua. Namun sayang, Witan Sulaeman yang menerima operan Supriadi gagal menceploskan bola ke gawang Dinamo Zagreb yang sudah kosong. Hingga pertandingan selesai, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Hasil ini merupakan kemenangan kedua bagi armada Shin Tae-yong selama melakukan pemusatan latihan di Kroasia. Kemenangan pertama mampu diraih ketika melawan Qatar dengan skor 1-2. Selebihnya Timnas U-19 meraih 3 kali kekalahan dan 2 hasil imbang. Sementara itu, PSSI telah memutuskan Timnas U-19 akan melanjutkan pemusatan latihan di Turki setelah AFC resmi menunda Piala Asia U-19. Rencananya, Garuda Muda akan bertolak ke Turki pada 2 Oktober mendatang. Di Turki, Timnas U-19 kemungkinan bakal tampil pada mini turnamen lagi. Setidaknya sudah ada tiga negara yang mereka undang selain Turki untuk ikut turnamen dan menjadi lawan uji tanding Timnas U-19. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adi Satryo; Bagas Kaffa, Rizky Ridho, Komang Teguh, Pratama Arhan; Witan Sulaeman, Brylian Aldama (Muhammad Kanu 86′), David Maulana (C), Imam Zakiri (Mochammad Supriadi 51′); Braif Fatari, Irfan Jauhari (Saddam Emiruddin Gaffar 86′) | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR) Susunan Pemain Dinamo Zagreb (4-5-1): Ivan Mandic (Karlo Duvnjak 77′); Moris Valincic, Ivan Tezacki (Tino Agic 67′), Marijan Starcic (Anes Muratovic 77′), Marko Novak-Stanko (Marko Soldo 61′); David Carapina (Viktor Kanizaj 34′ – Karlo Ivancin 67′), Filip Borovac (C), Tomo Razum, Tomislav Duric, Ante Grgic; Halid Alghoul | Pelatih: Andrej Miokovic (CRO) Rapor Timnas U-19 di Kroasia: International Friendly Tournament: Bulgaria U-19 vs Indonesia U-19 (3-0) International Friendly Tournament: Kroasia U-19 vs Indonesia U-19 (7-1) International Friendly Tournament: Indonesia U-19 vs Arab Saudi (3-3) Friendly Match: Qatar U-19 vs Indonesia U-19 (1-2) Friendly Match: Indonesia U-19 vs Qatar U-19 (1-1) Friendly Match: Indonesia U-19 vs Bosnia-Herzegovina (0-1) Friendly Match: Indonesia U-19 vs Dinamo Zagreb U-19 (1-0) Main: 7 | Menang: 2 | Seri: 2 | Kalah: 3 | Selisih Gol: 8-16

Gol Bunuh Diri Buat Garuda Muda Kalah Tipis dari Bosnia-Herzegovina

Gol Bunuh Diri Buat Garuda Muda Kalah Tipis dari Bosnia-Herzegovina

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 kembali harus menelan pil pahit usai takluk dari Bosnia-Herzegovina U-19 dengan skor tipis 0-1. Gol semata wayang lawan hadir melalui kesalahan yang dilakukan oleh Komang Tri pada menit ke 19′. Bertanding di Igraliste NK Polet Stadium, Kroasia, Jumat (25/9) malam waktu Indonesia, Shin Tae-yong melakukan rotasi pemain seperti yang sudah ia janjikan sebelumnya. Beberapa nama yang sebelumnya jarang diturunkan seperti Erlangga Setyo, Andre Oktaviansyah, Mohammad Bahril Fajar, termasuk pemain blasteran Indonesia-Inggris, Jack Brown, mendapatkan kesempatan untuk unjuk gigi. Pada awal pertandingan, Timnas Indonesia tampil menyerang. Beberapa kali serangan mereka mampu merepotkan barisan pertahanan Bosnia-Herzegovina, termasuk peluang emas Andre Oktaviansyah pada menit ke 13′ yang masih melebar ke sisi kiri gawang lawan. Bosnia-Herzegovina tak tinggal diam, menusuk melalui sisi sayap, armada Slaven Musa bermain dengan umpan-umpan pendek yang dikombinasikan dengan umpan lambung. Terus menekan, Bosnia-Herzegovina akhirnya memecahkan kebuntuan. Berawal dari tendangan bebas yang dilakukan Ivan Basic, Komang Tri salah mengantisipasi bola yang justru membuat masuk ke gawang Erlangga Saputra. Timnas Indonesia U-19 tertinggal 0-1. Ivan Basic nampaknya menjadi momok bagi pertahanan Timnas Indonesia, pemain berusia 18 tahun itu nyaris mencetak gol keduanya pada menit ke 34′ melalui tendangan jarak jauh. Beruntung bola masih meleset tipis di sisi kanan gawang Erlangga Saputra. Hingga peluit panjang babak pertama dibunyikan, skor 0-1 untuk keunggulan Bosnia-Herzegovina tetap bertahan. Memasuki babak kedua, Shin Tae-yong merubah strategi. Pelatih asal Korea Selatan tersebut memasukkan beberapa pemain pengganti seperti Rizky Ridho, Witan Sulaeman, Brylian Aldama, Bagas Kaffa, Pratama, Irfan Jauhari, Saddam Gaffar dan Rizky Ridho. Pergantian tersebut membuat Timnas Indonesia memegang kendali pertandingan. Beberapa serangan mampu dilancarkan. Namun, pertahanan Bosnia-Herzegovina bermain begitu rapat. Tensi pertandingan pun meningkat di sisa waktu babak kedua. Pada menit ke 64′ Bosnia-Herzegovina terpaksa bermain dengan sepuluh pemain setelah Amar Drina diganjar kartu merah oleh wasit akibat menjatuhkan Irfan Jauhari dan langsung memberikan sikutan. Unggul jumlah pemain membuat Timnas Indonesia semakin gencar melakukan serangan. Beberapa peluang emas mampu hadir. Pada menit ke 72′ David Maulana nyaris membuat skor kembali imbang melalui eksekusi tendangan kaki kiri jarak jauhnya yang masih melebar dari gawang lawan. Peluang emas berikutnya hadir pada menit 78′ kali ini melalui aksi Witan Sulaiman yang sukses melewati hadangan dua pemain belakang Bosnia-Herzegovina, namun sayang tendangan kaki kanannya masih melambung di atas gawang. Skor 0-1 pun bertahan hingga peluit panjang babak kedua berbunyi. Ini adalah kekalahan ketiga Timnas U-19 Indonesia dari enam laga uji coba terakhir di Kroasia. Pada laga uji coba berikutnya, Garuda Muda akan menjajal kekuatan tim muda klub Dinamo Zagreb pada Senin (28/9). Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Erlangga Setyo; Bayu M Fiqri, Ahmad Rusadi, Komang Tri, M Yudha Febrian; Andi Irfan, Andre Oktaviansyah, David Maulana (c), Sandi Arta Samosir; Jack Brown, M Bahril Faresa | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR) Susunan Pemain Bosnia-Herzegovina U-19 (4-5-1): Nikola Cetkovic (c); Luka Jankovic, Patrik Bosnjak, Salih Husic, Amar Drina; Aid Tabakovic, Adi Alic, Faruk Durakovic, Ivan Basic, Niksa Silic; Alden Suvalija | Pelatih: Slaven Musa (BIH)

Piala Menpora eSports 2020 Jadi Batu Loncatan Awal Generasi Muda

Piala Menpora eSports 2020 Jadi Batu Loncatan Awal Generasi Muda

Piala Menpora eSports 2020 telah resmi digelar sejak Agustus lalu dan meraih antusiasme tinggi dari kalangan siswa SMP-SMA sederajat, hingga mahasiswa di berbagai universitas. Kejuaraan yang diikuti lebih dari 15 ribu anak muda di Indonesia akan memasuki babak grand final pada 3-4 Oktober mendatang. Melihat antusias yang tinggi, Staf Khusus Menpora Bidang Kreativitas dan Inovasi Milenial, Alia Noorayu Laksono mengatakan Kemenpora akan mendukung penuh ajang ini karena membuka wadah prestasi olahraga bagi generasi muda di tengah pandemi Covid-19. “Piala Menpora eSports 2020 dapat dijadikan titik awal bagi generasi muda yang ingin menjajaki karir sebagai atlet eSports profesional. Melalui kejuaraan bergengsi ini anak-anak muda dapat mengukur bakat dan kompetensi mereka di cabang olahraga baru ini,” kata Alia dilansir dari Antaranews.com, Rabu (23/9/2020). Diakui Alia, minat generasi muda terhadap eSports tergolong tinggi. Mencuplik data Indonesia eSports Premier League (IESPL), pada 2019 Indonesia telah menempati urutan 12 di pasar gaming dunia dengan total pemain game aktif mencapai sebesar 62,1 juta orang yang mayoritasnya adalah anak muda. “Potensi besar ini harus dirangkul dan difasilitasi oleh negara sehingga kelak dapat memberikan dampak yang positif bagi Indonesia. Sehingga, tidak hanya mencari bibit-bibit atlet baru, Piala Menpora eSports 2020 juga bertujuan untuk mendorong ekosistem eSports di Indonesia agar lebih berkembang dan bisa menggerakkan roda perekonomian, khususnya di bidang ekonomi kreatif,” jelasnya. Kementerian Pemuda dan Olahraga dan KONI secara resmi memutuskan eSports menjadi cabang olahraga prestasi di Indonesia pada Rapat Kerja Nasional KONI 2020 yang diadakan pada 25-27 Agustus 2020 lalu. Hal senada disampaikan Ketua Penyelenggara Piala Menpora eSports 2020, Giring Ganesha. Menurutnya, antusiasme tinggi generasi muda Indonesia pada eSports ini menumbuhkan optimisme bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk eSports. “Tingginya animo anak muda mengikuti kejuaraan ini menumbuhkan optimisme bahwa Indonesia memiliki potensi besar di cabang eSports. Dan saya yakin PME 2020 menjadi ajang talent scouting bagi klub-klub eSports di tanah air untuk merekrut bibit-bibit berbakat, sesuai dengan tujuan PME 2020 sebagai entry point bagi generasi muda yang ingin menekuni dunia eSports” ujar Giring. Sementara itu, delapan tim sisa akan saling adu di babak grand final Piala Menpora eSports 2020, yang akan digelar pada 3-4 Oktober nanti, langsung dari kanal Youtube resmi IESPL_ID. Menpora Zainudin Amali sudah menyiapkan hadiah fantastis untuk Piala Menpora eSports 2020, bahkan untuk kalangan pelajar, yakni mencapai angka Rp150 juta.