NTB Bersiap Cetak Pembalap Kelas Dunia

NTB Bersiap Cetak Pembalap Kelas Dunia

Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB bertekad melahirkan pembalap berprestasi yang bisa bersaing di kancah nasional maupun dunia. “Mimpi besar kami, ada pembalap dari NTB yang ikut dalam perhelatan dunia sekalas MotoGP, Motto2, dan WSBK,” harap Ketua Pengprov IMI NTB, Nur Haedin. Harapan menghasilkan pembalap berbakat mendapat angin segar. Itu menyusul program IMI Pusat bersama FIM dan Dorna Sport akan menyelenggarakan FIM MiniGP 2022 di Sirkuit Mandalika. Menurut pria yang akrab disapa Edo ini, mimpi besar ini harus diikuti dengan kesungguhan menyiapkan pebalap berbakat sejak dini dengan terencana. Strategi yang baik dan dukungan semua pihak. Termasuk meyakinkan sponsor. Juga dukungan dari Pemprov NTB dan Pemda. Untuk mewujudkan harapan itu, ada beberapa hal yang harus disiapkan. Salah satunya anggaran sebagai investasi. Dana itu untuk berlatih, try out, mengikuti kejuaraan nasional, kejuaraan Asia, tour kejuaraan kelas dunia. Bahkan diberi kesempatan training khusus peningkatan skill untuk menjadi pembalap MotoGP. “Kami memiliki puluhan atlet berbakat usia dini. Kini terus berlatih. Mereka sering mengikuti kejuaraan nasional dan ada yang sudah ikut Asia Talent. Saat ini ada beberapa atlet yang mulai mencoba motor sport,” katanya. Ketua IMI Pusat Bambang Soesatyo mengatakan mulai 2022 IMI bersama Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) dan Dorna Sports sebagai penyelenggara MotoGP akan menyelenggarakan FIM MiniGP Indonesia Series-Road to MotoGP di Mandalika. Ini sebagai ajang pencarian bakat pembalap muda Indonesia untuk bisa berlaga dalam ajang MotoGP. Event ini merupakan kejuaraan balap motor dunia yang akan diikuti pebalap muda berusia 10-14 tahun. Negara yang ingin berpartisipasi, harus menyelenggarakan Series FIM MiniGP di negaranya masing-masing terlebih dulu. Pemenang dari masing-masing negara mengikuti final FIM MiniGP World Series, pada 2022 yang rencananya diselenggarakan di Valencia, Italia. Kejuaraan ini menjadi gerbang pembuka bagi para talenta muda Indonesia menuju pentas bergengsi MotoGP. Sumber: Lombok Post/Jawa Post

Tampil Sejak Menit Awal, Bagus Kahfi Borong Dua Gol

Tampil Sejak Menit Awal, Bagus Kahfi Borong Dua Gol

Luar biasa! Bagus Kahfi mencetak dua gol dalam kemenangan 5-2 Jong FC Utrecht atas La Louviere Centre pada laga uji coba di Zoudenbalch Sportcomplex, Jumat (3/9). Ini merupakan laga kedua bagi Bagus bersama Jong FC Utrecht. Tampil menggunakan nomor punggung 9, Bagus dipercaya oleh sang pelatih, Darije Kalezic, untuk tampil sebagai starter pada laga tersebut. Bagi Bagus Kahfi, ini menjadi kesempatan emas untuk unjuk gigi di hadapan staf pelatih dan rekan-rekannya di Jong FC Utrecht. Laga baru berjalan empat menit, Bagus Kahfi sudah mencetak gol melalui tendangan penalti, usai salah satu pemain La Louviere Centre terlihat handsball dan wasit menunjuk titik putih untuk Jong FC Utrecht. Maju sebagai eksekutor, ia dengan tenang melepas tendangan ke sisi kiri kiper lawan, 1-0 untuk Jong FC Utrecht. Menit ke-27, Jong FC Utrecht mampu menambah keunggulannya lewat gol Rijks. Selang enam menit kemudian, La Louviere Centre berhasil memperkecil ketertinggalannya lewat gol dari salah satu pemainnya melalui tendangan bebas. Pada menit ke-36, Bagus Kahfi mencetak gol keduanya melalui kemelut di depan gawang La Louviere Centre, sekaligus kembali memperlebar keunggulan timnya. Setelah gol tersebut, Jong FC Utrecht kian tak terbendung dan memperjauh keunggulannya menjadi 4-1 pada menit ke-42 lewat gol kedua Rijks sekaligus menutup babak pertama. Sayang, pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-62, Bagus Kahfi ditarik keluar. Setelah itu, Jong FC Utrecht kembali kemasukan pada menit ke-72 melalui tendangan penalti, skor berubah menjadi 4-2. Gol penutup Jong FC Utrecht dicetak oleh Bernadina pada menit ke-90. Ini merupakan pertandingan kedua Bagus Kahfi bersama Jong FC Utrecht setela menjalani debut pada saat melawan Telstar, Jumat (28/8/2021). Pada laga tersebut, Bagus Kahfi diberikan kepercayaan bermain pada menit ke-87 menggantikan Nick Venema di Sportpark Zoudenbalch Veld 4. Bagus Kahfi tidak mencetak gol dalam laga itu. Jong FC Utrecht menang dengan skor 3-0 atas Telstar.

Babak Baru Petualangan Egy di Eropa

Babak Baru Petualangan Egy di Eropa

EgyEgy Maulana Vikri menandai petualangan barunya di Slovakia dengan bergabung salah satu klub yakni FK Senica. Berita transfer Egy diumumkan klub pada Selasa (31/8/2021). Egy akan berkompetisi di Liga Super Slovakia, Fortuna Liga. Pemain 21 tahun itu dikontrak selama 6 bulan dengan opsi perpanjangan hingga 1,5 tahun. Sebelumnya, Egy berkarier selama 3 tahun di Polandia tepatnya bergabung dengan Lechia Gdansk. Namun di sana ia merasa kurang mendapat menit bermain. Egy hanya bermain dalam 10 pertandingan dengan total 133 menit selama 3 musim di Lechia Gdansk. “Semua tahu, saya tidak mendapat menit bermain di Polandia. Jadi saya langsung berbicara ke klub dan Direktur Olahraga (FK Senica), kalau saya ingin kesempatan di sini,” kata Egy Maulana seperti dikutip BolaSport.com dari Youtube FK Senica. “Mereka mengatakan akan memberikan saya kesempatan karena saya butuh waktu bermain untuk menunjukkan kemampuan terbaik.” ujar pesepakbola kelahiran Medan, Sumatera Utara tersebut. “Saya ingin dapat menit bermain. Saya ingin bermain dengan kemampuan terbaik dan menang bersama tim. Kami harus fokus pertandingan tiap pertandingan, dan berusaha menang dalam setiap pertandingan,” tambahnya. Berkarier di Slovakia merupakan pengalaman baru buat Egy Maulana Vikri. Beruntungnya, sambutan yang diberikan FK Senica sangat positif buat Egy. “Tentu saja, orang-orangnya sangat baik di sini, saya merasa ketika saya datang ke klub, sangat nyaman,” ujarnya. “Stadionnya bagus, orang-orang di dalamnya sangat ramah.” lanjutnya. Sementara itu, Liga Slovakia kasta teratas atau Slovak Super Liga musim 2021-2022 sudah bergulir dan FK Senica menempati peringkat 5 klasemen sementara. Egy Maulana Vikri juga berkesempatan bakal melawan eks Liverpool di liga tersebut, yakni Martin Skrtel.

Menpora Amali: Pabrik Prestasi Olahraga Itu Bernama DBON

Menpora Amali: Pabrik Prestasi Olahraga Itu Bernama DBON

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, berharap program besar olahraga yang tertuang dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) segera ditandatangani lewat Peraturan Presiden (Perpres). Ia juga berharap program ini dapat diluncurkan saat perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas 2021) pada 9 September mendatang. DBON merupakan tindak lanjut nyata dari Menpora Zainudin Amali dalam menjawab arahan Presiden Joko Widodo saat perayaan Haornas 2020 lalu. Pesan pentingnya ialah harus dilakukan perombakan total terhadap ekosistem olahraga Indonesia. Gerak cepat dilakukan Menpora yang menggandeng akademisi, praktisi olahraga, sampai dengan stakeholder olahraga untuk menjalankan arahan Presiden. Hasilnya, dalam hitungan bulan, DBON sudah disiapkan dan tinggal dituangkan dalam aturan yang berbentuk Peraturan Presiden (Perpres). “Mudah-mudahan Perpres-nya segera ditandatangani. Kami berharap, Presiden RI Joko Widodo bisa melaunching DBON ini pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) 9 September nanti,” ujar Menpora dalam keterangan tertulis, Rabu (1/9). DBON menjadi fondasi untuk melakukan sinergi dari Kemenpora dengan kementerian lainnya, sesuai tugas pokok dan fungsinya, sehingga pelaksanaan DBON bisa berjalan dengan lancar. Selain itu, dalam DBON juga diatur sinergi antara daerah dan pusat karena eksosistem itu yang selama ini belum berjalan maksimal. “DBON ini menjadi fondasi olahraga Indonesia yang dilakukan sinergis dari daerah sampai pusat, dari lembaga yang satu dengan yang lain dan dari cabor satu dengan cabor lainnya, untuk meraih prestasi ke depan yang by design, bukan by accident,” jelas Zainudin. DBON adalah peta jalan olahraga Indonesia yang selama ini memang belum pernah dibuat. Di dalamnya, tercantum fondasi untuk membangun olahraga Indonesia mulai dari pembinaan sampai dengan target tinggi meraih prestasi di Olimpiade. Paradigma Indonesia di DBON ini sudah jauh ke depan, bukan hanya mengejar prestasi di level SEA Games maupun Asian Games, tetapi sudah berorientasi Olimpiade. Dengan begitu, ajang-ajang regional itu hanya menjadi sasaran antara. Di dalam DBON, pemerintah menegaskan ada 14 cabor prioritas yang ditargetkan untuk bisa meraih medali di level Olimpiade. Untuk itu, dibuatlah kerangka pembinaannya mengacu kepada DBON. Mulai dari tahapan merekrut atlet, pelatihan, sampai sang atlet jadi dan siap tempur di gelanggang olahraga. Menpora memastikan bahwa DBON ini menjadi fondasi olahraga Indonesia. Karena sistem mulai dibangun, diperlukan waktu yang tak sebentar untuk mewujudkan cita-cita di dalam DBON tersebut. Menteri asal Partai Golkar ini menegaskan siap untuk tidak populer, tetapi ke depan olahraga Indonesia bisa meraih prestasi tinggi di Indonesia.

Pemusatan Latihan Timnas U-18 Digelar Bergelombang

Pemusatan Latihan Timnas U-18 Digelar Bergelombang

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-18 akan memulai pemusatan latihan (TC) pada 29 Agustus hingga 11 September 2021. TC ini sebagai persiapan menjelang Piala Dunia U-20 pada 2023. Rencananya, TC timnas U-18 Indonesia akan digelar bergelombang. Untuk itu, pelatih Shin Tae-yong akan memanggil total 72 nama pemain untuk mengikuti TC. Untuk gelombang pertama, Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, mengatakan sudah ada 36 pemain yang dipanggil ke TC timnas U-18 Indonesia dan akan memulai latihan perdana pada Senin (30/8) sore di Stadion Madya, Senayan, Jakarta. “Pemusatan latihan timnas U-18 akan dilakukan di Jakarta mulai hari ini hingga Sabtu, 11 September. Pemain yang terpilih merupakan pilihan dari pelatih Shin Tae-yong dan tim pelatih. Pada pekan ini ada 36 pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan terlebih dahulu. Kemudian, dilanjutkan pekan depan sebanyak 36 pemain lainnya,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Iriawan meminta semua pemain menunjukkan performa terbaik selama menjalani pemusatan latihan. “Kami berharap dengan persiapan yang baik, timnas Indonesia dapat meraih hasil maksimal. Apalagi kita nanti yang akan menjadi tuan rumah turnamen akbar FIFA terbesar nomor dua setelah Piala Dunia senior. PSSI terus mendukung program Shin Tae-yong demi raihan prestasi timnas Indonesia,” tambah pria yang akrap disapa Iwan Bule tersebut. Pada pemanggilan ini banyak nama-nama pemain yang pernah tergabung dalam timnas U-16 sebelumnya. Nama-nama pemain tersebut seperti Ahmad Rusadi, Alexander Felix Kamuru, Kadek Arel, Aditiya Daffa, Ronaldo Joybera, Dimas Juliano, Ahmad Athalah, Raka Cahyana, Mikael Alfredo Tata dan lain-lain. “Saya senang bisa terpilih ikut dalam pemusatan latihan ini. Ini sebuah kesempatan yang harus saya maksimalkan. Mungkin akan berlangsung ketat, karena saya yakin, semua pemain memiliki keinginan yang sama, bermain di piala dunia dan untuk membela negara Indonesia,” kata Alexandro Felix Kamuru. “Saya akan berusaha semaksimal mungkin dan sudah tidak sabar untuk mengikuti pemusatan latihan,” lanjut pemain asal Barito Putera tersebut. 36 Pemain TC Timnas U-18 di Jakarta Pekan Pertama: 1. Muhamad Afin Bahrani – Arema 2. Jovani Renaldi – ASIOP 3. Kadek Arel Priyatna – Bali United 4. Yogi Hermawan – Barito Putera 5. Aditiya Daffa Al Haqi – Barito Putera 6. Alexandro Felix Kamuru – Barito Putera 7. Ahmad Rusadi – Belitong FC 8. Frezzy Al Hudaifi – Bhayangkara FC 9. Marcel Andre Kusuma – Bhayangkara FC 10. Arsa Ramadan Ahmad – Bhayangkara FC 11. Dodi Irawan – Bhayangkara FC 12. M. Ilham – Borneo 13. Rabbani Tasnim Siddiq – Borneo FC 14. Syukran Arabia – 15. Dimas Juliano Pamungkas – Persib 16. Althaf Indie Alrizky – Persib 17. Robi Darwis – Persib 18. Kakang Rudianto – Persib 19. Alfriyanto Nico Saputro – Persija 20. Raka Cahyana Rizky – Persija 21. M. Ferari – Persija 22. Dustin Pratama Bramanto- Persis Solo 23. Muhammad Uchida Sudirman – Persija 24. Subhan Fajri – Persiraja 25. Hamda Meliana – Persiraja 26. Dika Kuswardani – Persis Solo 27. Arjuna Agung – Persis Solo 28. Aulia Ramadhan – Persis Solo 29. Erlangga Setyo Dwi Saputra – Persis Solo 30. Ridho Syuhada Putra – PSIS 31. Daley Akbar – PSIS 32. Renaldi – PSM Makassar 33. Ahmad Athalah Araihan – Ragunan 34. M. Zacky – SKO Sumbar 35. Dimas Maulana – Persis Solo 36. Mikael Alfredo Tata – Waanal Bhintuka FC

Tim BMX Junior Indonesia Mampu Menembus Semifinal Kejuaraan Dunia

Timnas BMX junior buat sejarah dengan tembus semifinal Kejuaraan Dunia

Dua dari empat atlet tim nasional BMX junior Indonesia mencetak sejarah dengan menembus babak semifinal dalam 2021 BMX World Championships, Belanda pada 21-22 Agustus lalu. Kedua atlet tersebut adalah Jasmine Azzahra dan Amelia Nur Sifa. Namun, baik Jasmine Azzahra maupun Amelia Nur Sifa belum mampu bersaing di babak final setelah keduanya gagal menempati posisi pertama saat semifinal. Dalam laga semifinal yang berlangsung Minggu (22/8), Jasmine menempati posisi keenam dari delapan peserta yang tergabung dalam Heat 1. Lalu, Amelia finis di urutan kedelapan Heat 2, demikian catatan resmi Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI). Hasil tersebut menjadi catatan sejarah bagi Indonesia sebagai satu-satunya negara Asia yang meloloskan atlet junior putri ke semifinal Kejuaraan Dunia. Sementara itu, dua atlet putra timnas BMX junior, yakni Aditya Putu dan Alfauzan kandas sejak babak penyisihan. Adapun gelar juara kelas men dan women junior masing-masing direbut oleh pebalap Prancis Louison Rousseau dan Mariane Beltrado. Di kelas elite, podium utama Kejuaraan Dunia di Papendal diraih oleh pebalap Inggris Raya Bethany Shriever dan pebalap tuan rumah Niek Kimmann yang sebelumnya memenangi medali emas di Olimpiade Tokyo. Selain berlatih di Belanda, para atlet Indonesia juga diagendakan mengikuti berbagai kejuaraan BMX di Eropa, mulai dari kejuaraan level C1 Series, European Series, hingga World Cup dan World Championships. Usai Kejuaraan Dunia, timnas BMX junior tidak akan langsung pulang ke Tanah Air. Mereka akan bermukim selama tiga tahun di Belanda untuk melanjutkan program pelatihan (staycamp) demi mengumpulkan poin supaya lolos kualifikasi Olimpiade 2024 Paris. Belanda dipilih sebagai tempat pelatihan karena merupakan salah satu negara terbaik di dunia untuk balap sepeda. Pada Olimpiade Tokyo 2020, Negeri Kincir Angin itu meraih medali perunggu di kategori BMX putri dan medali emas BMX putra hanya dengan berlatih di sirkuit supercross mereka di Papendal.

Media Polandia Bocorkan Berita Kepindahan Witan Sulaeman

Media Polandia Bocorkan Berita Kepindahan Witan Sulaeman

Pesepakbola muda Indonesia, Witan Sulaeman, beberapa waktu lalu telah resmi berpisah dari klubnya, FK Radnik Surdulica. Teka-teki tujuan selanjutnya Witan pun menjadi perbincangan hangat. Terbaru, media asal Polandia, Interia Sport, membocorkan klub yang akan menjadi pelabuhan anyar pemain yang belum genap berusia 20 tahun tersebut. Interia Sport menyebutkan bahwa Witan Sulaeman bakal bergabung dengan mantan klub Egy Maulana Vikri yakni Lechia Gdansk. Kepindahan Witan Sulaeman ke Lechia Gdansk diketahui usai laga melawan Radomiak Radom, Sabtu (28/8/2021), yang berkesudahan dengan skor 2-2. “Setelah pertandingan, kami dapat mengetahui bahwa pemain dari klub Lechia Gdansk adalah pemain Indonesia, Witan Sulaeman,” tulis Interia Sport. Kedatangan Witan Sulaeman ke Lechia Gdansk diperkirakan media Polandia itu akan membawa berbagai keuntungan seperti ketika mendatangkan Egy Maulana Vikri. Diperkirakan jumlah pengikut Lechia Gdansk di Instagram akan kembali bertambah setelah mengumumkan secara resmi Witan Sulaeman sebagai pemainnya. Apalagi, Witan juga memiliki jumlah pengikut yang cukup besar pada akun Instagram pribadinya yakni sekitar 529 ribu pengikut. Para pengikut Witan Sulaeman diperkirakan mampu menggantikan para pengikut Egy Maulana Vikri yang juga memutuskan berhenti mengikuti Lechia Gdansk. Tak hanya itu, Lechia Gdansk disebut juga berpeluang kembali mendapatkan sponsor dari perusahaan asal Asia. View this post on Instagram A post shared by Witan Sulaeman (@witansulaiman_) Adapun sebelumnya, Witan Sulaeman dipastikan tak lagi memperkuat FK Radnik Surdulica yang berkompetisi di Liga Serbia. Kepastian itu didapat setelah ia menyampaikan salam perpisahan lewat akun Instagram pribadinya pada Jumat (27/8/2021). Selama semusim membela FK Radnik, Witan Sulaeman hanya dipercaya tampil pada lima pertandingan.

CdM: Indonesia Punya Banyak Atlet Muda Berpotensi

CdM: Indonesia Punya Banyak Atlet Muda Berpotensi

Olimpiade Tokyo 2020 telah “melahirkan” banyak atlet muda yang potensial di berbagai cabang olahraga (cabor) di dalam negeri. Ke depan, atlet Indonesia yang berlaga dalam ajang olahraga bergengsi dimanapun akan mampu menorehkan prestasi yang dapat membanggakan bangsa. “Ini yang membanggakan. Atlet-atlet muda kita yang ikut berprestasi seperti dari cabor angkat besi ada Windi Cantika yang berusia 19 tahun dan Rahmat 20 tahun. Sedangkan, di cabor menembak ada atlet yang berusia 16 tahun,” ujar Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020, Rosan Perkasa Roeslani, dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang bertajuk “PON XX Papua: Target Prestasi Kelas Dunia” pada Senin (23/8/2021). Menurutnya, saat ini banyak atlet dari berbagai cabor diyakini akan mampu menorehkan prestasi yang membanggakan untuk ibu pertiwi. Karena, atlet tersebut memiliki kemampuan yang mampu bersaing dengan atlet lain dari luar negeri kala berlaga dalam ajang kompetisi skala regional maupun internasional yang sedang diikutinya. Cabor yang dimaksud antara lain: panjat tebing, selancar (surfing), renang, dan panahan. Cabor yang dimaksud di atas memiliki peluang dalam menorehkan prestasi kala mengikuti ajang komptisi olahraga bergengsi dalam berbagai skala tingkatan ke depan. “Kita bisa optimalkan, tapi kembali lagi itu kita harus lakukan yakni pembinaannya sedini mungkin dan secara terus-menerus,” imbuhnya. Cabor olahraga di atas, lanjut Rosan, dapat mengikuti pola pembinaan yang dilakukan oleh dua cabor yang kerap kali menjadi langganan mendapatkan medali dalam ajang olaharaga internasional, yakni angkat besi dan bulu tangkis. Keduanya memiliki pola pelatihan yang sangat baik, sehingga membuat atletnya kerap kali mendapatkan medali emas, perak, maupun perunggu. “Kita pakai contoh dua cabang olahraga yang memang sudah terbukti dan hasilnya mereka terus memberikan medali pada Indonesia,” tuturnya. Pelatihan Nasional (Pelatnas) yang menjadi bagian dari pembinaan wajib, dari kedua cabang olahraga tersebut secara disiplin kerap dilakukan setelah mengikuti berbagai ajang olahraga. Secara rutin pelatihan dilakukan oleh pengurus olahraga terkait untuk senantiasa menjaga atletnya tetap dalam performa yang terbaik ketrika mengikuti olahraga. “Dua cabang ini selalu bisa menyumbangkan medali, ternyata mereka melakukan hal yang sama adalah Pelatnas yang tidak putus itu. Jadi kalau ada event besar tetap bagus performanya,” katanya. Disamping itu, dalam mengoptimalkan performa atlet yang berlaga bagi Indonesia, Rosan menambahkan, perlunya jaminan kesejahteraan bagi atlet dari berbagai pemangku kepentingan. Ini penting dilakukan, dalam rangka memberi semangat atlet terus bergelora setiap menghadapi ajang olahraga dari skala regional bahkan internasional di masa mendatang. Tiongkok misalnya. Di sana pemerintah menjamin kesejahteraan para atlet yang berlaga dalam setiap ajang olahraga. Sehingga, berbagai kebutuhan yang diperlukan bagi atlet dapat dipenuhi sesuai dengan kebutuhan para atlet tersebut. Ini merupakan kunci dalam membuat atlet tetap terjaga performanya ketika berlaga di ajang kompetisi. “Ini juga salah satu kunci yang harus kita sempurnakan dengan kita perbaiki cepat dapat terjamin kesejahteraan melalui kerja sama pemerintah dengan berbagai pemangku kepentingan,” pungkasnya. Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) telah menyusun desain besar olahraga nasional dalam meningkatkan prestasi olahraga nasional di tingkat internasional. Salah satu muatan dalam desain besar ini adalah menetapkan beberapa cabang olahraga (cabor) unggulan dan sudah mulai dilakukan dengan diikutsertakan dalam event olahraga internasional Olimpiade dan Paralimpiade. Cabor tersebut adalah bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, menembak, wushu, karate, taekwondo, balap sepeda, atletik, renang, senam artistik, dan pencak silat. Sedangkan Paralimpiade punya lima cabor prioritas, yakni para badminton, para tabble tennis, para power lifting, para atletik, dan para swimming. Cabor-cabor yang kerap memberikan prestasi di pentas dunia ini akan dijadikan model pembinaan bagi cabor lainnya. Pembinaan cabor prestasi ini memang dinilai telah berjalan dengan baik dengan pola dan mekanisme yang juga baik. Sumber: Industry.co.id

Sean Gelael Ukir Sejarah Usai Finis ke-2 di 24 Hours of Le Mans

Sean Gelael Ukir Sejarah Usai Finis ke-2 di 24 Hours of Le Mans

Pebalap muda Indonesia, Sean Gelael, mencetak sejarah pada balapan FIA World Endurance Championship 24 Hours of Le Mans. Dalam balapan yang digelar di Circuit de la Sarthe, Le Mans, Sabtu (21/8/2021), Sean Gelael dan timnya JOTA #28 finis di posisi kedua untuk kategori LMP2. Keberhasilan itu membuat Sean Gelael mencetak sejarah sebagai pebalap Indonesia pertama yang tampil di ajang tersebut dan meraih podium. Adapun pada balapan ini, Sean Gelael membalap di bawah bendera tim Jota dan berkolaborasi dengan Stoffel Vandoorne (pebalap Belgia) serta Tom Blomqvist (Inggris). Podium kedua merupakan hasil gemilang bagi Sean Gelael mengingat ini merupakan penampilan perdananya di balapan 24 Hours of Le Mans. Pada balapan ini, Sean juga dipercaya dan mendapat kehormatan sebagai pebalap pertama untuk melakukan start serta memulai balapan untuk tim Jota bernomor mobil 28. Hasil ini semakin terasa luar biasa karena tim Jota mengawali race dari posisi ketujuh. Namun, pada akhir balapan mereka bisa finis kedua dan hanya terpaut 0,727 detik dari pebalap tim WRT yang berada di urutan pertama. Sementara itu, posisi ketiga kelas LMP2 ditempati pebalap tim Panis Racing. “Saya sungguh tidak menyangka bisa mengakhiri debut 24 Hours of Le Mans dengan kebahagiaan seperti ini. Terima kasih untuk semua yang telah mendukung saya selama ini,” ujar pembalap berusia 24 tahun itu. Balapan 24 hours of Le Mans, dimulai pada pukul 15.00 waktu setempat pada hari Sabtu (21/8). Hujan lebat yang turun saat start membuat posisi tujuh di awal balapan tak bertahan. Sean bahkan sempat terlempar dari 10 Besar. Namun, Sean tetap sabar dan kembali di posisi awal setelah tiga stint yang dijalani. Kemudi lalu berpindah ke Tom Blomqvist. Tom yang memanfaatkan kondisi lomba yang di antaranya dinetralisasi oleh Safety Car (SC), sempat membawa JOTA #28 ke P1. Sayang bagi Tom, dalam prosesnya dia dianggap melanggar aturan. Pelanggaran pertama yaitu melindas garis putih saat masuk pit, sedangkan yang kedua adalah salah masuk rombongan saat keluar pit. Seharusnya keluar di belakang rombongan SC B, sang pebalap asal Inggris malah berada di belakang rombongan SC A. Dua penalti berat mesti diterima JOTA #28, yang dijalankan oleh pebalap berikutnya yaitu Stoffel Vandoorne. Drive thru dan stop-and-go yang harus diterima membuat Stoffel keluar dari 10 Besar. Akan tetapi, seperti halnya Sean, Stoffel juga tenang dan sabar. Dalam perjalanan berikut secara singkat mereka merangkak naik ke P6, 5, 4, dan terakhir dalam kendali Sean ke P3. Dalam proses ke P3 itu, duel sengit dengan tim Panis Racing #65 tersaji. Sean bertahan dari serangan Will Stevens, sedangkan Tom menyerang dua kali dan semua untuk keberhasilan JOTA #28. Drama terjadi di pengujung balapan. Pimpinan lomba WRT #41 berhenti di trek. Jota 28 mendapat keberuntungan untuk finis di posisi kedua. Hasil balapan ini juga membuat Sean dan kawan-kawan memimpin klasemen sementara LMP2 berbekal poin ganda khusus untuk balapan 24 jam Le Mans. Sean, Stoffel, dan Tom mengoleksi 89 angka, begitu juga dengan JOTA #28. Mereka mengguli WRT #31 yang meraup nilai 81. Seri berikut WEC adalah double header alias dua balapan dalam sepekan beruntun di Bahrain pada Oktober-November.

Timnas Indonesia Cari Pengalaman di FIBA 3×3 World Cup

Timnas Indonesia Cari Pengalaman di FIBA 3x3 World Cup

PP Perbasi tidak menargetkan apa pun untuk timnas bola basket 3×3 putra dan putri Indonesia di FIBA 3×3 World Cup U-18 2021 pada 24-29 Agustus mendatang. Menurut manajer timnas bola basket junior, Wahyu Gunarto, itu terjadi karena ketatnya persaingan di sana. Jadi, event tersebut hanya dimanfaatkan untuk menambah jam terbang dan pengalaman bertanding bagi para pemain junior dan bekal menyambut berbagai kejuaraan di masa mendatang, termasuk kualifikasi Olimpiade Paris 2024. “Memang, ada tiga nama dari U-16 dan kami berharap mereka bakal punya lebih banyak pengalaman,” kata Wahyu dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Sabtu (21/8/2021). “Kami tidak ada target. Target utama kami memberikan pengalaman kepada pemain karena 3×3 ke depan akan menjadi industri yang luar biasa. Meski enggak ada target tapi paling tidak mereka harus memberikan yang terbaik,” tambahnya. Empat pemain putra akan mewakili Indonesia di FIBA 3×3 World Cup U-18, yaitu Rafael Pasha, Franciscus Gerick Fernando, Aaron Nathanael, dan Mikail Jaydra Muhammad. Sementara untuk roster 3×3 putri diisi oleh Margareth Rachel Janna dan tiga pemain U-16 seperti Angelica Jennifer Candra, Vanissa Renata Siregar, dan Syarafina Ayasa Sjahril. Kedua tim sudah menjalani pemusatan latihan sejak 8 Agustus di GMC Basketball Arena, Cirebon, Jawa Barat. Timnas 3×3 putri tergabung di Grup C bersama Jerman, Latvia, Sri Lanka, dan Israel. Namun, Sri Lanka telah mengundurkan diri karena terdapat pemainnya yang terpapar covid-19. Sementara itu, timnas 3×3 putra berada di Grup A yang ditempati juga oleh Kazakhstan, Prancis, Brasil, dan Ukraina. Sumber: Medcom.id

Amelia Nur Sifa Ikuti UCI Championship, Sudah Jalani Training di Belanda

Amelia Nur Sifa Ikuti UCI Championship, Sudah Jalani Training di Belanda

Pembalap sepeda BMX putri Jateng, Amelia Nur Sifa optimistis tampil di UCI 2021 BMX World Championship di Sirkuit BMX Arnhem Papendallaan, Amsterdam, Belanda, Minggu (22/8). Sifa akan turun di kelas Women’s Junior U-18. Sifa bersama tiga atlet Indonesia lainnya yakni Jasmine Azzahra Setyobudi, Soekarno Aditya Fajar Putu, dan Muhammad Alfauzan. Pembalap asal Temanggung itu saat ini berada di peringkat 18 dunia kategori yunior. Wakil Ketua II Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jateng Suma Novendi mengatakan, Sifa menjalani program stay training camp UCI di Belanda sejak 10 Agustus lalu. “Sebuah kebanggan bagi Jateng, atlet BMX mewakili Indonesia turun di kejuaraan dunia,” tutur Suma saat dihubungi, Jumat (20/8). “Bagi Jateng, ini sebuah kesempatan emas. Sifa bisa semakin matang baik teknik maupun mental. Dia bisa belajar banyak di Belanda nanti. Lawan mereka pembalap yunior kelas dunia. Jadi ini kesempatan bagus untuk mendapatkan pengalaman. Jangan bicara target dulu, terpenting mampu tampil semaksimal mungkin,” tutur pengusaha asal Cepu, Blora itu. Tampilnya Sifa, kata dia, menjadi motivasi bagi atlet BMX lain di Jateng. Dengan latihan rutin dan kerja keras, prestasi akan bisa teraih. Suma menilai, Sifa punya potensi yang besar ke depannya. Harapan jauh yakni bisa tampil di Olimpiade Paris 2024. Karena itu, pihaknya akan mendorong dan menjaga Sifa semaksimal mungkin. “Belanda merupakan tempat latihan rider BMX kelas dunia dengan fasilitas latihan kelas internasional. Negara itu punya atlet putri Merel Smulders peraih perunggu olimpiade dan Niek Kimmann peraih emas. Sifa juga menjadi harapan kami di berbagai ajang. Semoga saja PON XXI 2024 nanti, balap sepeda diperlombakan,” ujar Suma. Sumber: Suara Merdeka

Atlet Muda Taekwondo Kota Probolinggo Berhasil Raih 7 Medali Emas

Atlet Muda Taekwondo Kota Probolinggo Berhasil Raih 7 Medali Emas

Atlet muda taekwondo Kota Probolinggo, Jawa Timur berhasil memboyong tujuh medali emas, satu perak dan empat perunggu dari berbagai nomor kejuaraan di Bandung International E-Poomsae Tournament 2021. “Sebanyak 12 medali berhasil kami boyong, padahal sejak tahun 2004 latihannya numpang dari tempat Kodim, kemudian Zipur,” kata Ketua Pengurus Taekwondo Indonesia Kota Probolinggo Lalu Purwadi di kota setempat, Sabtu. Ia mengatakan untuk mendapatkan atlet yang siap bertanding sebaiknya mengikuti pembinaan sejak usia 5 tahun dan sebenarnya pihaknya sangat senang kalau ada yang mau daftarkan anaknya dari taman kanak-kanak, “Kalau masuknya sudah SMP dan SMA boleh bertanding itu kan setelah sabuk kuning ke atas. Nah ini prosesnya jadi lama, tidak mungkin baru bertanding langsung juara 1,” tuturnya. Menurutnya Dojang atau tempat berlatih taekwondo di Kota Probolinggo sudah diakui sebagai yang terbaik oleh Pengurus Provinsi Jawa Timur dan tidak kalah dengan Surabaya. “Saya dapat penghargaan tahun 2020 dari Pengprov Taekwondo Indonesia Jatim yang diserahkan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia karena Kota Probolinggo pengembangan organisasi dan atlet terbaik,” katanya. Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, Kamis (12/8) berkesempatan mengunjungi Dojang yang terletak di Jalan Semeru nomor 74 itu dan juga mengalungkan medali dan penyerahan bonus prestasi bagi atlet. Wali kota yang akrab disapa Habib Hadi itu menyambut baik atas raihan prestasi atlet binaan Pengurus Taekwondo Indonesia Kota Probolinggo tersebut. “Tentunya saya hadir disini ingin melihat adik-adik yang sudah dididik oleh Pengurus Taekwondo Indonesia Kota Probolinggo. Itu suatu hal yang luar biasa, menjadi kebanggaan kita, apalagi adik-adik yang disini juara,” tuturnya. Ia sangat mendukung kegiatan pembinaan olahraga bagi anak-anak khususnya saat masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan tentunya itu adalah suatu wadah yang luar biasa untuk mengisi kekosongan waktu anak-anak, apalagi dalam situasi kondisi pandemi. Atlet taekwondo Kota Probolinggo lainnya akan mengikuti kompetisi tingkat internasional yakni Gorontalo International Virtual Championship 2021 pada September nanti.

Satu-satunya Tim Yang Menurunkan Pemain U-23, Tim Hoki Indoor Papua Janji Tampil Maksimal

Satu-satunya Tim Yang Menurunkan Pemain U-23, Tim Hoki Indoor Papua Janji Tampil Maksimal

Tim hoki indoor putri Papua tetap menjanjikan hasil terbaik untuk kontingen Papua pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, walaupun mereka satu-satunya tim yang akan tampil dengan mayoritas pemain U-23. Pelatih kepala tim hoki indoor Papua, Ritam Maay, mengatakan pada PON XX nanti timnya akan tampil dengan mayoritas wajah baru atau pemain U-23. Sejak jauh hari, Papua sebagai tuan rumah memang telah mengusulkan untuk cabor hoki harus memainkan para pemain U-23, dengan alasan untuk memberikan kesempatan pemain muda agar ada regenerasi atlet di olahraga hoki. Namun belakangan usulan tersebut tidak digubris oleh kontingen lain yang tetap akan memainkan para pemain senior. Karena hal itu, tim hoki indoor Papua lantas memanggil 3 pemain senior mereka, yakni Kristina Rumbiak, Bastiana Rumbiak, dan Anna Naap. “Di PON XX kali ini yang kita siapkan di indoor itu semua U-23, tapi nyatanya regulasi berubah dan kontingen lain bermain dengan pemain senior. Untuk itu kita di indoor putri ini ada 3 atlet senior yang kita tarik. Kita siapkan U-23 karena kami Papua sebagai tuan rumah itu punya keinginan untuk meregenerasi olahraga hoki di Indonesia, tapi di tengah jalan regulasi itu berubah,” kata Maay, Senin (16/8/21). Meski akan tampil dengan mayoritas pemain U-23 yang minim pengalaman, Maay mengaku timnya kian menunjukkan progres yang signifikan selama menjalani ujicoba dalam masa try out di Jakarta. Mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi Tanah Papua di PON XX nanti. “Kami sampai saat ini masih berada di Jakarta untuk berujitanding mematangkan tim. Untuk target kita akan berusaha memberikan yang terbaik bagi Papua di rumah sendiri,” pungkasnya. Sementara itu, Kristina Rumbiak, yang akan menyandang ban kapten di tim hoki indoor putri Papua akan bertugas memimpin rekan-rekannya yang mayoritas masih atlet junior atau U-23. Dengan segudang pengalaman yang ia miliki dan prestasi medali perak di PON XIX Jawa Barat tahun 2016, Kristina akan menjadi tumpuan bagi timnya untuk mempersembahkan medali emas. Meski belum juga menjajal venue PON XX di Doyo Baru, Kristina menjanjikan penampilan terbaiknya demi mempersembahkan medali emas untuk Papua di rumah sendiri. “Saya dan teman-teman akan melakukan yang terbaik untuk bisa mendapatkan medali emas. Soalnya kita main di tanah kita sendiri, ini kita punya harga diri, jadi kita pasti akan lakukan yang terbaik. Sekalipun itu darah yang keluar, kita akan berdiri tegar untuk bisa dapat medali bagi tanah kita,” tandasnya. Sumber: Jubi.co.id

Brylian Aldama & David Maulana Dipinjamkan ke Klub Divisi 3 Kroasia

Brylian Aldama & David Maulana Dipinjamkan ke Klub Divisi 3 Kroasia

Pesepakbola muda Indonesia, Brylian Aldama dan David Maulana dilepas HNK Rijeka ke klub Divisi 3 Kroasia, NK Pomorac 1921. Keduanya tak pindah permanen alias hanya dipinjamkan sementara. Keputusan ini dianggap menguntungkan pihak klub maupun pemain. Baik Brylian dan David diperkirakan akan kesulitan bersaing jika tetap dipertahankan. Meski cuma dipinjamkan ke klub kasta ketiga, Brylian dan David punya peluang lebih besar untuk dimainkan. Sementara kalau bertahan di Rijeka pun setidaknya masih harus bersaing di tim U-19. Berbagai media Kroasia, salah satunya Sport.com melaporkan Brylian dan David sudah ambil bagian dalam laga NK Pomorac. Mereka memperkuat klub barunya pada uji coba melawan Lokomotiva, belum lama ini. “Untuk saat ini diketahui bahwa klub Divisi 3 ini cukup puas dengan kualitas dua pemain muda,” dikutip dari Sportcom. Brylian lebih dulu ke Kroasia pada April lalu dan sempat merasakan beberapa laga bersama tim U-19. Sementara David menyusul kemudian setelah sempat numpang berlatih bersama PSMS Medan. Dua pemain lulusan Garuda Select itu masing-masing diganjar kontrak berdurasi 1,5 tahun saat diresmikan Rijeka. Brylian didatangkan pada awal April, sementara David pada 6 Juni. Ada peran Garuda Select dalam bergabungnya Brylian ke Rijeka. Sama seperti Bagus Kahfi yang pindah ke Jong FC Utrecht dengan bantuan Garuda Select.

Terjun ke Tenis Profesional, Ini Jadwal Turnamen yang Diikuti Priska Nugroho

Terjun ke Tenis Profesional, Ini Jadwal Turnamen yang Diikuti Priska Nugroho

Petenis muda Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, saat ini tengah mengadu peruntungan sebagai petenis profesional di Eropa. Petenis berusia 18 tahun itu tengah mengikuti rangkaian turnamen di Denmark. Level pro sendiri baru dijalaninya pada pertengahan tahun ini. Sebelumnya, ia merupakan petenis junior Indonesia yang terpilih menjadi bagian dari ITF (Federasi Tenis Internasional) Touring Team to Europe. Ia bergabung dengan tim yang dibiayai Grand Slam Development Fund di Paris, Prancis, sejak Mei lalu. Bersama talenta muda dari berbagai negara, Priska melakoni sejumlah turnamen junior level atas di Benua Eropa, termasuk dua Grand Slam yakni Roland Garros dan Wimbledon. Hasil mengecewakan diraih Priska Madelyn Nugroho di ajang Prancis Terbuka Junior. Ia langsung kandas di babak pertama. Bertanding di Stade de Roland Garros, Paris, di nomor tunggal putri, Priska yang ditempatkan sebagai unggulan ke-15 takluk dari petenis Rep. Ceko, Darja Vidmanov. Pada sektor ganda putri, Priska berpasangan dengan petenis asal Rusia, Erika Andreeva juga tersingkir di babak pertama. Mereka takluk dari pasangan petenis dari Prancis, Laia Petretic yang berpasangan dengan petenis Meksiko, Julia Garcia. Prestasi lebih baik diraih Priska di ajang Wimbledon 2021. Peraih juara ganda putri Autralian Terbuka junior 2020 ini lolos hingga babak kedua baik di nomor tunggal dan nomor ganda putri. Ajang Wimbledon Junior ini sendiri mengakhiri rangkaian perjalanan Priska Madelyn Nugroho sejak dirinya terpilih sebagai anggota ITF Touring Team to Europe. Pasca tersingkir dari Wimbledon Junior, Priska pun memulai kariernya pada level profesional. Pada 16 Juli lalu, Ia menjadi semifinalis ganda putri bersama petenis Korea Selatan, Yeonwoo Ku, di turnamen ITF W15 Almada, Portugal. Dilansir dari laman resmi ITF, Priska juga sempat mengikut iurnamen ITF Amarante Ladies Open yang digelar pada tanggal 19-25 Juli 2021, di Portugal. Namun, ia baru bisa merebut gelar juara pertama di level pro pada turnamen Pada turnamen ITF World Tennis Tour W15 Frederisberg, Denmark, Priska Madelyn Nugroho sukses meraih gelar juara ganda putri. Berpasangan dengan pemain Jepang, Naho Sato, mereka berhasil menundukkan Viktoriia Dema (Ukraina)/Ani Vangelova (Bulgaria) di partai final dengan skor 6-0,6-1, Sabtu, 7 Agustus 2021. ITF World Tour W15 merupakan level terendah dalam struktur kompetisi Federasi Tenis Internasional (ITF). Ajang berhadiah total 15.000 dolar AS (sekitar Rp215 juta) merupakan loncatan awal petenis junior merintis karier di tenis profesional. ITF World Tennis Tour W15 Frederisberg merupakan turnamen kedua bagi Priska Nugroho di Denmark. Sebelumnya, petenis unggulan tanah air itu sempat mengikuti turnamen di kota Vejle. Berlaga di sektor tunggal putri, ia hanya mampu mencapai babak semifinal. Turnamen yang dijalani sang atlet merupakan bagian dari rangkaian turnya di Eropa. Setelah berlaga di Denmark, Priska direncanakan berangkat ke Jerman dan Austria untuk berlaga di turnamen lainnya. Setelah semua turnamen selesai diikuti, Priska Nugroho dijadwalkan pulang ke tanah air. Petenis muda Indonesia itu akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional yang akan dihelat di Jayapura, Papua. Karier tenis Priska Madelyn Nugroho diwarnai pencapaian apik di level junior. Ia menjuarai Australia Terbuka Junior 2020 di nomor ganda putri, saat berpasangan dengan petenis Filipina Alexandra Eala. Sumber: Tempo

Empat Atlet Junior Indonesia Latihan di Belanda, Bidik Olimpiade Paris

Empat Atlet Junior Indonesia Latihan di Belanda, Bidik Olimpiade Paris

Sebanyak empat atlet sepeda BMX junior Indonesia akan mengikuti BMX World Championship U-18 di Papendal, Belanda 17-22 Agustus 2021. Kemudian, setelah tampil di BMX World Championships U-18, empat atlet junior tersebut akan melanjutkan program pelatihan (staycamp) selama tiga tahun di Belanda demi mengumpulkan poin dan mempersiapkan Olimpiade Paris 2024. Empat atlet Indonesia tersebut adalah Aditya, Alfauzan, Jasmine Azzahra, dan Amellya Nur Sifa. Rencananya, para atlet junior ini akan berangkat ke Belanda pada Senin (16/8/2021) pagi dengan didampingi dua pelatih, Toni Syarifudin dan Ari Kristanto. “Target mereka di BMX World Championship U-18 adalah untuk memperbaiki peringkat dunia secara individu dan negara,” ujar Sekjen PB ISSI, Parama Nugroho. “Setelah hampir 1,5 tahun tidak mengikuti kompetisi, peringkat para atlet pun ikut terdampak. Selain itu, juga untuk menambah jam terbang perlombaan para atlet junior yang untuk pertama kali menjajal Sirkuit BMX Supercross di Belanda,” tuturnya. Melalui program ini, diharapkan para atlet mampu meningkatkan performa dan skill mereka dalam bersepeda BMX. Keempat atlet juga akan mendapatkan pengalaman latihan yang berbeda dan didukung oleh beragam fasilitas olahraga standar internasional. Kompetisi yang diagendakan untuk diikuti keempat atlet tersebut adalah World Cup, European Series, dan C1 Series. “Selama di Belanda para atlet juga diharapkan bisa menaikkan performasnce dan skill mereka dengan sistem kepelatihan modern di sana,” kata Parama menambahkan. “Sebab, target utama dari staycamp itu adalah supaya atlet BMX junior Indonesia bisa lolos ke Olimpiade Paris 2024,” tuturnya. Sebagai informasi, saat ini Belanda menjadi negara terbaik di dunia untuk balap sepeda. Di Olimpiade Tokyo 2020 lalu, misalnya, Belanda berhasil meraih medali perunggu BMX putri dan medali emas BMX putra. Jelang keberangkatan, para atlet dan pelatih terlebih dahulu diterima Ketua Harian PB ISSI, Wahyu Hadiningrat. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet atas semangat dan dedikasinya dalam mengikuti setiap program pelatihan,” ujar Wahyu. “Saya menitipkan pesan supaya atlet selalu semangat dalam menjalankan seluruh proses latihan sehingga dapat memberikan performa terbaiknya di setiap kompetisi yang diikuti. Di situasi pandemi Covid-19, para atlet juga harus selalu menjaga kesehatan dan selalu waspada akan penyebaran virus Covid-19 di mana pun berada,” ia memungkasi. Sumber: Skor.ID

Timnas Basket Junior Ikuti Kejuaraan FIBA 3×3 World Cup U-18 di Hongaria

Timnas Basket Junior Ikuti Kejuaraan FIBA 3x3 World Cup U-18 di Hongaria

Timnas Bola Basket Junior putra dan putri dibentuk untuk diikutkan pada ajang FIBA 3×3 World Cup U-18 di Hongaria, 24-29 Agustus 2021. Lalu, siapa sajakah yang berangkat untuk mewakili Indonesia? Untuk Timnas Bola Basket U-18 puteri diperkuat Angelica Jennifer Candra, Vanissa Renata Siregar, Syarafina Ayasa Sjahril, dan Margareth Rachel Janna. Mereka dipimpin Kepala Bidang Kepelatihan PP Perbasi Taufik Saleh sebagai team delegate. Kemudian, untuk Timnas Bola Basket U-18 Putera dipimpin Syafiq Ali Mubarak dengan pemain Rafael Pasha, Franciscus Gerick Fernando, Aaron Nathanael, dan Mikail Jaydra Muhammad. Kedua timnas ini sudah berlatih sejak 8 Agustus 2021 di GMC Basketball Arena, Cirebon, Jawa Barat. “Para pemain berlatih sampai 21 Agustus karena 22 Agustus sudah harus bertolak ke Hungaria. Merekalah yang akan mewakili Indonesia di FIBA 3×3 World Cup U-18 karena tidak ada promosi dan degradasi dalam training center ini,” kata Njoo Lie Wen, Ketua Badan Tim Nasional Junior PP Perbasi, Rabu (11/8). Pada ajang kali ini, diharapkan para pemain mendapat pengalaman bermain dengan atlet terbaik di dunia. Lebih dari itu, mereka bisa merasakan seperti apa level 3×3 U-18 World Cup. Dengan begitu, ajang ini bisa menjadi tolok ukur untuk mau berkembang lebih jauh lagi. Team Delegate Timnas Bola Basket U-18 Putera, Taufik Saleh menambahkan, pemilihan pemain dalam timnas ini kewenangannya ada di Badan Tim Nasional Junior PP Perbasi. Mereka dipercaya mewakili Indonesia karena sebelumnya sudah terpantau dan tersedia karena lolos kualifikasi dan terverifikasi oleh sistem FIBA 3×3. “Ini karena pemilihan pemain untuk Timnas 3×3 berbeda dengan 5×5. Ada syarat minimum tahun pembuatan passport, syarat ranking di FIBA 3×3 Play, dan lainnya,” terang Taufik. “Di 3×3 juga tidak ada istilah pelatih namun istilahnya Team Delegate yang bertugas untuk membantu latihan dan mendampingi tim selama TC dan berangkat untuk menggali banyak informasi dan pengetahuan di FIBA 3×3 U18 World Cup sehingga dapat bermanfaat untuk perkembangan 3×3 ke depan,” imbuh dia. Dalam pembentukan skuat ini, PP Perbasi memanggil tiga pemain yang masih tercatat sebagai penggawa Timnas Bola Basket U-16. Harapannya, mereka menimba pengalaman sebanyak mungkin dari ajang ini. “Kami membawa tiga orang pemain putri U-16 berada di Tim agar mereka semakin kaya pengalaman karena masih bisa diikutkan Timnas U18 untuk 2 tahun mendatang. Salah satunya selain untuk event FIBA 3×3 U18 berikutnya maupun FIBA Asia U18 Women’s Championship, di mana Timnas Putri U18 Indonesia masih tergabung dalam Level 1 (Division A) untuk FIBA Asian U-18 Women’s,” terang Taufik. Sekjen PP Perbasi Nirmala Dewi mengatakan, federasi mendukung penuh perjuangan Timnas Bola Basket U-18 di FIBA 3×3 World Cup. Pada ajang ini, para pemain diharapkan memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya pengalaman bertanding. Menimba ilmu sebanyak-banyaknya untuk perkembangan bola basket Indonesia ke depannya.

Pecahkan Rekor Pendahulu, Zohri Sprinter Indonesia Tercepat di Olimpiade

Pecahkan Rekor Pendahulu, Zohri Sprinter Indonesia Tercepat di Olimpiade

Zohri memang belum berhasil menyumbang medali untuk Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020. Pelari asal Lombok itu kalah cepat dengan atlet kelas dunia lainnya. Namun, ada rekor lain yang berhasil terpecahkan oleh Lalu Muhammad Zohri. Ia mencatat sejarah baru sebagai sprinter Indonesia tercepat di ajang Olimpiade. Zohri sukses menjadi atlet tercepat di nomor 100 meter putra di pesta olahraga terbesar sedunia tersebut. Pada babak pertama heat keempat, Zohri finis di urutan ke-5 dengan catatan waktu 10,26 detik. Lalu, siapa sajakah mantan pelari Indonesia yang mampu dilampaui rekornya oleh Zohri? Yang pertama ada nama Jalal Gozal. Pada Olimpiade Melbourne 1956, Jalal Gozal memiliki catatan waktu 11,45 detik. Kemudian berlanjut di Olimpiade Roma 1960, ada Johannes Gosal yang mencatatkan waktu 10,90 detik. Lalu, pada ajang Olimpiade Los Angeles 1984, Indonesia memiliki dua wakil di nomor 100 meter putra. Yang pertama Mohamed Purnomo dengan catatan 10,51 detik, kemudian ada Christian Nenepath yang dengan waktu 10,66 detik. Berlanjut di Olimpiade Seoul 1988, Indonesia diwakili Mardi Lestari dengan mencatatkan waktu 10,39. Masuk ke Olimpiade Sydney 2000, terdapat tiga wakil, yakni John Herman Murray mencatatkan 10,68 detik, Yanes Raubaba lebih cepat dari John, dirinya berhasil catat 10,54 detik. Lalu Erwin Heru Sutanto menempati posisi enam dengan waktu 10,87 detik. Di Beijing 2008, ada Suryo Agung yang mampu mencatatkan waktu 10,46 detik. Sementara di London 2012, ada Fernando Lumain dengan catatan 10.90 detik yang lolos ke perempat final namun finish kedelapan. Di Olimpiade Rio 2016, Sudirman Hadi terhenti di putaran pertama. Dia mencatatkan waktu 10,70 dan menempati posisi sembilan. Dengan pencapaian yang terbilang luar biasa ini, tentu saja ini bisa menjadi harapan ke depan bagi Indonesia untuk Zohri bisa tampil lebih baik lagi di Olimpiade Paris 2024, mengingat usianya yang masih sangat muda yakni 21 tahun. Sumber: Sindonews.com

Menpora Beberkan Persiapan Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Menpora Beberkan Persiapan Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Indonesia baru saja menyelesaikan perjuangan di ajang olahraga internasional Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung pada Juli-Agustus 2021. Pada 2023, Indonesia akan kembali diramaikan oleh gelaran Piala Dunia FIFA U-20. Bahkan, Indonesia digadang menjadi tuan rumah kejuaraan sepak bola internasional tersebut. Menurut rencana, Piala Dunia FIFA U-20 2023 akan dilangsungkan di Jakarta. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Menpora) pun tengah melakukan sejumlah persiapan. Persiapan tersebut dibahas dalam Dialog Produktif Rabu Utama di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) dengan tema “Kiat Berprestasi di Masa Pandemi”, Rabu (11/8/2021). Menteri Menpora Zainudin Amali mengatakan, gelaran Piala Dunia FIFA U-20 akan dilaksanakan dengan pelaksanaan protokol kesehatan ketat untuk menjamin kesehatan para staf dan atlet. “Semua (atlet dan staf) yang terlibat harus sudah divaksin dan melakukan tes swab. Tidak ada penonton di arena. Misal, stadion berkapasitas 20 ribu orang, maksimal 299 orang berkepentingan saja yang boleh masuk ke sana,” ungkap Zainudin melalui keterangan resmi. Selain itu, pemerintah juga tengah mematangkan persiapan untuk menjaring bibit unggul tim sepak bola nasional. Beberapa sentra pembinaan olahraga pun dibangun di berbagai daerah dengan tujuan untuk menjaring talenta-talenta muda di dunia olahraga. “Kejuaraan di daerah adalah sumber atlet nasional. Dari sekitar 250.000 atlet talenta daerah, kita saring bertahap, hingga akhirnya didapatkan 150 orang atlet elit nasional dari cabor unggulan,” papar Zainudin. Sumber: Bolasport

Kisah Perjuangan Riley Day, Dari Supermarket Hingga Olimpiade

Kisah Perjuangan Riley Day, Dari Supermarket Hingga Olimpiade

Pelari muda Australia, Riley Day, mungkin gagal membawa pulang medali dari Olimpiade Tokyo 2020. Akan tetapi, tampil di Olimpiade Tokyo 2020 merupakan prestasi tersendiri bagi Day yang bekerja sebagai pegawai supermarket. Day berkompetisi di nomor 200 meter putri Olimpiade Tokyo 2020 nomor 200. Penampilannya pun cukup baik. Atlet berusia 21 tahun itu menembus semifinal. Akan tetapi, Day tidak bisa melanjutkan kiprahnya ke final karena hanya berada di urutan keempat. Namun, daya tarik dari atlet muda itu bukan pencapaiannya di Olimpiade Tokyo 2020, melainkan latar belakangnya. Day adalah seorang pegawai sebuah supermarket di Australia Day telah menghabiskan tiga tahun bekerja di salah satu supermarket ternama, Woolies. Dia ditempatkan di salah satu cabang, di Queensland. Dalam rutinitasnya sehari-hari, Day hanya libur pada Minggu. Meski sangat sibuk dengan pekerjaannya, atlet asal Negeri Kangguru itu tidak patah semangat. Day berlatih kurang lebih tiga jam sehari, enam kali seminggu. Selain itu, dia juga mengikuti kuliah di Universitas Griffith. “Saya menjalani banyak latihan dan aktivitas lainnya. Itu sangat melelahkan,” ujar Day dilansir dari News, Sabtu (6/8/2021). Day tampil di Olimpiade Tokyo 2020 tanpa sponsor. Dia sempat meminta para penggemar barunya untuk mem-follow media sosialnya. Menariknya, para suporter sempat ingin mencarikan Day sponsor untuk membantunya meraih medali. Akan tetapi, satu-satunya sponsor yang tetap setia bersama Day adalah kantornya sendiri, Woolies. Selama Day berada di Tokyo, pihak supermarket telah menyatakan, bahwa atlet muda itu tetap menerima gaji meski dirinya absen. Dengan demikian, semoga segala bentuk dukungan yang diterima Riley Day dapat membantunya melangkah lebih jauh lagi. Day diharapkan konsisten tampil apik dalam setiap ajang yang diikutinya. Meski gagal di Tokyo, Day masih punya peluang untuk meraih medali di Olimpiade Paris 2024. Sumber: Okezone