Wadahi Minat Bakat Anak-anak dan Remaja, Lembayung FC Gelar Internal Cup

Wadahi Minat Bakat Anak-anak dan Remaja, Lembayung FC Gelar Internal Cup

Berawal dari hobi soal sepak bola, anak-anak dan remaja Kampung Lembayung, Sendangguwo, Kedungmundu, Semarang, membentuk tim Lembayung FC. Tak hanya sebagai media penyaluran hobi saja, pengurus Lembayung FC juga menggelar mini turnamen yang digelar di The Arena Mini Soccer, Suratmo. General Manager Aripin sipit, sapaan akrabnya, mengatakan, Internal Lembayung Cup rencananya akan di adakan dua kali dalam setahun. “Internal Lembayung Cup yang pertama di bulan Maret ini kita bagi 3 tim, Lembayung A, Lembayung B dan lembayung C. Dan juara disabet oleh tim B, Runner Up Tim C, Dan peringkat ketiga Tim A,” ujarnya, Selasa 8 Maret 2022. Selain sebagai sarana penyaluran hobi, Aripin menambahkan, kegiatan yang digelar Lembayung FC juga sebagai ajang mencari bakat atlet khususnya untuk wilayah Lembayung. “Ke depan Lembayung FC, juga diharapkan mampu menerbitkan pemain profesional lewat jalur komunitas, yang muda kita dorong dan suport agar memiliki pengalaman, dan jam terbang tinggi,” terangnya.

Bikin Bangga! Pembalap Muda Indonesia Naik Podium di Sirkuit Losail

Bikin Bangga! Pembalap Muda Indonesia Naik Podium di Sirkuit Losail

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, sukses merebut podium tiga di Race 2 balap junior Idemitsu Asia Talent Cup di Sirkuit Internasional Losail, Qatar, Minggu, 6 Maret 2022. Memulai balapan dari posisi ketujuh, Veda tampil agresif. Meski sempat sedikit mengalami hambatan, dia dapat terus menjaga jarak dan menempel barisan terdepan. Memasuki putaran kedua, Veda kemudian sudah merangsek ke posisi lima besar. Tidak hanya itu, dia juga sempat berada di depan memimpin balapan pada putaran kelima. Setelah itu, dia harus bersaing ketat dengan para rivalnya. Sayang, Veda kemudian sempat melorot ke peringkat ketujuh. Tetapi, dia dapat menjaga momentum, sehingga tak terlalu tertinggal. Usai bersaing ketat dengan seluruh rivalnya, akhirnya pembalap kelahiran 23 November 2008 itu mampu mengakhiri balapan di peringkat ketiga. Hal ini pun menjadi modal positif, sebelum balapan di selanjutnya di Sirkuit Mandalika. Sementara pemenang dari balapan kali ini adalah rider asal Jepang, Amon Odaki. Dia mengungguli pembalap tuan rumah, Hamad Al-Sahouti yang berada tak jauh di belakangnya. Bagi Odaki, ini merupakan keduanya selama akhir pekan ini. Sebelumnya, dia juga berhasil menduduki posisi ketiga pada balapan pertama. Hasil ini membuatnya berada di puncak klasemen. Usai race tersebut, Veda mengumpulkan total 16 poin dan berada di peringkat keenam klasmen sementara. Pada 18-20 Maret 2022, Vega Pratama dkk akan tampil di Sirkuit Mandalika, Lombok, untuk mengikuti seri kedua Asia Talent Cup.

Keren! Pembalap Sepeda Indonesia Tembus 10 Besar di Kejuaraan Level Dunia

Keren! Pembalap Sepeda Indonesia Tembus 10 Besar di Kejuaraan Level Dunia

Atlet Indonesia meraih pencapaian yang patut dibanggakan di kejuaraan balap sepeda kelas internasional bertajuk Manavgat Side Junior UCI 2.1, Tim AS Monsters menduduki peringkat 10 besar. Pada balapan yang digelar di Turki pada 3-4 Maret 2022, tim AS Monsters digawangi oleh lima orang pembalap yaitu Julian Abimanyu, Muhammad Syelhan Nurrahmad, Davian Josef Lomboan, Syarif Hidayatullah, dan Rajasa Khamadeva. Sport Director ASC Monsters Indonesia, Handika, sangat bersyukur dengan kemenangan yang diraih. Hal ini juga semakin membanggakan karena sebagai klub sepeda yang masih sangat muda, pencapaian inni merupakan awal yang sangat baik. “Tentunya kami sangat bangga dengan prestasi yang berhasil diraih para atlet junior ASC Monsters ini. Selain karena telah turut mengharumkan nama Indonesia di Turki, prestasi ini juga diraih dengan penuh perjuangan, terutama karena para pesertanya sendiri sangat kompetitif dan sudah biasa langganan juara di Eropa,” ujarnya. “Selain itu, ASC Monsters Indonesia juga sebuah klub balap sepeda junior yang terbilang sangat baru di Indonesia, kurang lebih 1 tahun namun sudah mampu bersaing dengan atlet kelas internasional. Jadi ini merupakan pencapaian yang luar biasa,” katanya. Handika menyebut, pencapaian ini melampaui target awal di peringkat 20 besar. Para atletnya akan terus menjalani pemusatan pelatihan demi meningkatkan performa, hingga bisa terus mencetak prestasi di masa depan. “Sebenarnya target di awal hanya masuk 20 besar karena ini event sepeda Eropa pertama untuk ASC Monsters, jadi targetnya melatih mentalitas mereka di level yang lebih tinggi, namun ternyata berhasil menduduki peringkat 7 besar,” ucapnya. “Ke depannya para atlet akan menjalani pemusatan pelatihan untuk terus mengikuti kompetisi balap sepeda di Polandia dan beberapa negara Eropa lainnya. Lalu pada kesempatan ini, kami juga ingin berterima kasih kepada seluruh teman dan kerabat atas dukungannya, dan terutama kepada pembina kami Pak Ahmad Sahroni (Anggota DPR) atas berbagai dukungannya,” ungkapnya. Sahroni menyampaikan rasa kepada para atlet binaannya tersebut. Dia menyebut, dirinya akan terus berkomitmen untuk mendukung para atlet dalam mencetak prestasi, hingga ke level elit dunia. “Saya tentunya sangat bangga dengan pencapaian ini, dan saya juga berkomitmen untuk terus mendukung mereka sampai ke level elit dunia,” ujar Sahroni.

Punya Tekad jadi Juara Nasional, Fajar Gigih Berlatih

Punya Tekad jadi Juara Nasional, Fajar Gigih Berlatih

Satu lagi atlet sepeda muda asal Sulawesi Utara (Sulut). Namanya Ahmad Fajar Ghassani. Atlet muda ini tercatat masih mengenyam pendidikan di bangku kelas 2 SMA. Fajar, sapaan akrabnya, tercatat sebagai atlet sepeda Sulut yang sukses meraih juara di banyak perlombaan sepeda. Mulai dari, juara 3 di Tour de Tomohon 2021 dalam rangka Tomohon Internasional Flower Festival, juara 3 BSG Uphill Challenge yang diselenggarakan oleh BSG dalam rangka HUT ke 60, yang menempuh rute sejauh 60 KM dengan tanjakan yang luar biasa. Yakni, melewati RingRoad II-Koka- Kembes-Tondano dan jalan Rurukan-Kumelembuai. Dia pun menjadi juara pertama di Masoso Race 2021 dengan rute 73 KM yang diselenggarakan oleh Pemkab Minut bersama dengan Lintas Komunitas Sepeda Sulut Peloton Membara dalam rangka HUT Minut ke 18 Tahun. Juara 4 Ride into 2022 Peloton Membara dan sebagai finisher pertama dalam ivent Likupang Dualthlon 2021 juga sebagai finisher di event Tour Gorontalo Manado. Dia juga telah mengikuti lomba di luar daerah yaitu Tour de Banggai 2021 di wilayah Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Banggai yang dilaunching oleh Bupati Banggai di RTH Teluk Lalong dan berhasil sebagai juara 3. Segudang prestasi ini dicapainya dengan latihan dan kerja keras yang tidak mudah. Selain itu dukungan dari keluarga, teman dan coach menjadi bagian dari kesuksesan ini. Ketua ISSI Sulut, Revino Pepah mengapresiasi semangat para anak muda dalam bersepeda. Dia menuturkan, dengan bersepeda akan mengkampanyekan gaya hidup sehat di tengah pandemi Covid-19. “Untuk para anak muda tetaplah berprestasi sambil mengharumkan dan mempromosikan daerah Sulut,” pesannya. Sumber: Manado Post

Festival SSB Anak Satria Muda Cup ke-3 Resmi Digelar

Festival SSB Anak Satria Muda Cup ke-3 Resmi Digelar

Festival SSB Anak Satria Muda Cup ke-3 yang bertempat di Stadion Gelora Banjar Patroman Langensari, resmi digelar pada hari Minggu (6/3/2022). Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Banjar, H. Nana Suryana, S.Pd. Kegiatan yang diikuti oleh 30 tim SSB dari Kota Banjar serta Kabupaten tetangga ini mempertandingkan dua Ketegori usia, yaitu U-10 dan U-12. Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota menyambut baik digelarnya kegiatan tersebut. Kegiatan seperti ini sangat penting dalam upaya pembinaan bakat dan prestasi anak-anak. “Anak-anak sekarang sudah terbiasa dan tidak bisa lepas dari gadget, jika pemakaian gadget tidak terkontrol maka akan berdampak buruk pada tumbuh kembang anak,” terangnya. Lebih lanjut, Wakil Wali Kota mengharapkan melalui kegiatan ini anak-anak melupakan gadget dan beralih ke sepak bola. Selain itu, Wakil Wali Kota juga berharap dengan digelarnya event seperti ini akan melahirkan atlet-atlet sepakbola baru di Banjar. Menurutnya, banyak sekali potensi atlet di Kota Banjar yang belum tergali potensinya. “Saya meyakini, kedepan akan lahir atlet muda yang mampu berprestasi baik di level regional maupun nasional. Selamat bertanding, semoga para atlet dapat bermain sportif, karena sportivitas adalah kunci keberhasilan kita di masa yang akan datang,” ucap Wakil Wali Kota Banjar di akhir sambutannya.

Indra Sjafri Berbagi Ilmu Kepada Pesepak Bola Muda Kalteng

Indra Sjafri Berbagi Ilmu Kepada Pesepak Bola Muda Kalteng

Direktur Teknik Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Indra Sjafri, berbagi ilmu cara bermain sepak bola yang baik kepada warga dan pesepak bola di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. “Saya sudah katakan kemarin bahwa talenta pemain muda di Palangka Raya ada, hanya saja perlu dikembangkan untuk meningkatkan kualitas bermainnya,” kata Indra Sjafri di Palangka Raya, Minggu. Ia menuturkan, selain pengembangan pemain muda di tentunya harus ada dukungan dari pelatih yang baik. Harapannya skill yang dimiliki pemain muda juga bisa dilakukan pembinaan oleh tim pelatih. Selain itu, lapangan untuk bermain sepak bola juga harus banyak sehingga perkembangan olahraga ini setiap tahunnya akan ada kemajuan dan melahirkan pemain-pemain muda berkualitas. “Asosiasi Provinsi (Asprov) di daerah ini juga harus mendukung, baik itu mengadakan kursus kepelatihan serta pengembangan lainnya agar kemajuan sepak bola di daerah ini berkembang,” ucapnya. Sebelumnya, Indra Sjafri pada Sabtu (5/3/2022) sore, yang sengaja didatangkan oleh klub sepak bola asal Kota Palangka Raya, Kameloh Putra Legend, menggelar coaching clinic di Lapangan Rajawali Sakti Mini Soccer Jalan Adonis Samad. Indra Sjafri dibantu asistennya Aldi memberikan teknik cara bermain bola yang benar. Salah satunya dari teknik dasar yakni passing bola. Setelah memberikan teknik dasar yakni passing bola akurat, mereka juga membagikan ilmu cara bermain dengan strategi dan inteligensi yang bagus saat berada di lapangan. Salah satunya bermain dari lini belakang, masuk ke bagian tengah hingga merangsak ke pertahanan lawan dan membuat gol. “Untuk dribbling dan passing sudah cukup bagus, hanya saja semua itu perlu diasah agar menjadi baik. Namun semua itu butuh proses,” ungkapnya. Mantan Pelatih Tim Nasional U-19 di era Evan Dimas Darmono dan U-22 Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaiman itu berjanji akan memantau perkembangan sepak bola di Kalteng. Menurut dia, apabila hal tersebut terus dikembangkan setiap tahunnya, maka akan ada muncul talenta muda untuk menjadi pemain sepak bola profesional di kemudian hari.

Menpora Tetapkan Jawa Barat sebagai Sentra Pembinaan Atlet Muda

Menpora Tetapkan Jawa Barat sebagai Sentra Pembinaan Atlet Muda

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, menetapkan Jawa Barat sebagai sentra pembinaan talenta muda dalam desain olahraga nasional. “Sebagai apresiasi dari pemerintah pusat atas prestasinya, maka kami tetapkan Jabar sebagai sentra pembinaan talenta muda di dalam desain olahraga nasional,” kata Menpora Zainudin Amali dalam siaran pers Humas Pemda Provinsi Jawa Barat, Minggu. Penetapan tersebut berdasarkan sejumlah prestasi yang diraih Jabar, khususnya dalam PON XIX dan PON XX dimana Jabar menjadi juara umum secara beruntun. Selain itu, Jabar juga banyak berkontribusi menyumbangkan atlet nasional yang berprestasi di kancah internasional. “Kami memberi perhatian khusus ke Jabar karena sudah memperlihatkan pembinaan yang baik dan dibuktikan dengan prestasi,” kata Zainudin seusai menghadiri Pelantikan Pengurus IMI Jabar Masa Bakti 2021-2025 di Aula Barat Gedung Sate Bandung. Menurutnya, kunci keberhasilan Jabar adalah konsistensi dalam pembinaan atlet dan didukung oleh infrastruktur olahraga yang memadai. Terlebih kini Jabar memiliki Laboratorium Sport Science di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). “Tidak mudah mencapai itu karena harus ada pembinaan,” katanya. Bahkan Menpora mengungkapkan pula, bahwa Jabar saat ini tengah surplus atlet. Ia menyebut, saat penyelenggaraan PON XX di Papua lalu hampir semua provinsi menggunakan atlet yang dibina oleh Jabar. “Surplus ini salah satunya saya temukan saat saya mengalungkan medali untuk provinsi lain di PON Papua. Saya tanya asal daerahnya ternyata dari Jabar, ini tak hanya di satu cabor saja. Disitu saya simpulkan Jabar ini surplus atlet,” katanya. Menpora berharap, dengan pembinaan yang baik dan banyak talenta, Jabar menjadi penyumbang utama atlet di event Olimpiade yang sudah jadi target pemerintah pusat. “Jabar harus jadi penyumbang utama di event Olimpiade yang sudah menjadi target kami,” kata dia.

Pesilat Bali Raih Emas di Singapura

Pesilat Bali Raih Emas di Singapura

Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh Pesilat asal Bali, Kadek Andrey Nova Prayada, beberapa waktu lalu, ia mampu menyumbangkan satu medali emas di kelas D bagi tim silat Indonesia dalam ajang SEA Pencak Silat Championship. Satu medali emas Kadek Andrey itu melengkapi tiga medali emas perolehan tim Merah Putih dalam kejuaraan yang digelar pada 22-28 Februari di Singapura . “Hasil akhir perolehan tim silat Indonesia mendapatkan tiga medali emas,” ujar pelatih tim silat Indonesia Indro Catur Haryono melalui pesan singkatnya, Senin (28/2). Ketiga emas itu disumbangkan dua pesilat Pelatnas Kejuaraan Dunia, yakni Kadek Andrey Nova Prayada di kelas D dan Safira Dwi Meilani di kelas B putri, serta pesilat Pelatnas SEA Games Rahmawati di kelas F putri Indro Catur mengatakan, Kadek Andrey memperoleh medali emas tidak terlepas dari permainannya yang sangat bagus. Bahkan, sesuai instruksi saat menghadapi pesilat Singapura Muhammad Riansyauqi Bin Mistam di final, Kadek Andrey menang dengan skor 43-21. Berbeda dengan pesilat Pulau Dewata lainnya I Kadek Adi Budiasta di kelas G yang tidak mendapat medali. Kadek Adi kalah di babak awal dari pesilat tuan rumah Sheik Ferdous bin Sheik Alauddin dengan skor 15-17. “Andre mainya sangat bagus sesuai dengan instruksi. Kadek Adi main juga bagus, tapi kurang pintar karena kurang pengalaman,” terang Indro Catur. Saat sudah unggul nilai pada lima detik pertandingan terakhir, Kadek Adi melakukan teknik jatuhan jenis guntingan. Namun hal itu justru mengakibatkan nilai diberikan pada lawan. “Padahal, waktunya sudah mau selesai. Sementara lawan dari Singapore selalu mencari celah yang bisa menguntungkan,” jelas Indro Catur. Selain meraih tiga medali emas, tim Indonesia juga meraih tiga medali perak dari Pesilat Pelatnas SEA Games tunggal putra Asep Yuldan Sani, Pesilat Pelatnas Kejuaraan Dunia Hendra Wakhyu Hidayat di kelas I dan Pesilat PPLOP Jateng Keiran Taruna Alfresh di kelas F junior. Tim Indonesia juga mendapatkan tiga medali perak dan tiga medali perunggu. Tiga perunggu dari pesilat Pelatnas SEA Games Ronaldo Neno di kelas H dan Pesilat Pelatnas Kejuaraan Dunia Tito Hendra Septa Kurnia Wijaya di kelas F dan Pesilat Pelatnas Kejuaraan Dunia Dinda Nuraidha di kelas A putri.

Ketum PSSI Lepas Arhan Menuju ke Tokyo Verdy

Ketum PSSI Lepas Arhan Menuju ke Tokyo Verdy

PSSI mengadakan konferensi pers untuk Pratama Arhan yang akan berangkat menuju Tokyo dimana dia akan bermain dan berkarier di klub liga 2 Jepang, Tokyo Verdy, Jumat (4/3). Pemain yang bernama lengkap Pratama Arhan Alif Rifai, lahir di Blora, Jawa Tengah tanggal 21 Desember 2001, berposisi sebagai bek kiri, mengawali karir yuniornya di klub SSB Putra Mustika dan SSB Terang Bangsa, lalu ke PSIS Semarang. Dan kini bergabung untuk Tokyo Verdy. Pemain ini juga memulai debutnya di Tim U-19 Indonesia, lalu ke U-23 dan Timnas Indonesia dibawah pelatih kepala Shin Tae-yong. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, anggota Komite Eksekutif A.S Sukawijaya, Wakabayashi Direktur Informasi dan Kebudayaan, perwakilan dari Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, dan Isomura selaku Atase Olahraga Kedubes Jepang untuk Indonesia, hadir untuk dalam acara tersebut sekaligus menghantarkan Arhan ke Jepang. Dalam sambutannya, Mochamad Iriawan mengatakan terima kasih kepada klub PSIS yang sudah konsentrasi di pembinaan usia muda, “Baik di Elite Pro Academy dan lainnya. Saya juga bangga, satu lagi pemain Indonesia dipanggil untuk bermain di luar negeri, di Jepang. Ternyata pemain kita bisa bermain di luar negeri, di Eropa, Korea dan Jepang,” buka Iriawan. “Kami di PSSI akan terus konsen di pembinaan usia muda. Itu juga keinginan kami agar sebanyak mungkin pemain kita bisa bermain di luar negeri. Saya bangga dengan Arhan, kamu bisa bermain di Tokyo,” lanjutnya. Iriawan juga berharap Arhan bisa main maksimal. “Selain itu juga harus jaga kesehatan dan bisa langsung beradaptasi dengan kultur, iklim dan budaya di Jepang. Mudah-mudahan Verdy bisa naik kasta ke Liga 1 atau J1. Saya juga berharap Arhan bisa menyerap ilmu sepak bola di Jepang,” jelasnya. Pria yang akrab dipanggil Iwan Bule itu juga menjelaskan, “Untuk diketahui, dahulu ada juga pemain sepak bola Indonesia yang pernah bermain di Liga Jepang. Alm. Ricky Yakobi, dia bermain untuk Matsuhita Elekctric FC (kini namanya Gamba Osaka). “Tapi, kiprah Ricky hanya berlangsung 6 bulan karena kesulitan beradaptasi dengan iklim di sana. Jepang kalau musim dingin, pasti pemain kita akan kesulitan. Itu sebabnya Arhan harus cepat beradaptasi jika ingin berhasil di sana,” tegas Iriawan. “Saya meyakini akan ada pemain Indonesia berikutnya bermain di Jepang atau luar negeri lainnya. Saya bangga dan saya dorong bahwa nantinya semakin banyak pemain Indonesia yang bermain di luar negeri. Kita lihat saja nanti, siapa pemain lain yang akan bermain di luar negeri,” lanjutnya. “Saya sangat berbahagia, mengantar Pratama Arhan dari PSIS ke Tokyo Verdy. Kami dari keluarga besar PSIS mengucapkan terima kasih, ini karena program-program PSSI yang dimulai dari kelompok usia muda (seperti Elite Pro Academy dan Soeratin) sampai Senior,” tutur A.S Sukawijaya. “Mudah-mudahan kedepannya akan muncul Pratama Arhan berikutnya. Tidak ada pemain di PSIS yang bisa selevel Arhan, tapi saya yakin banyak anak-anak pemain sepak bola yang akan terus berusaha untuk itu,” lanjutnya. Pratama Arhan yang akan menyiapkan diri untuk berangkat ke Tokyo mengatakan terima kasihnya kepada semua pihak terkait. “Terima kasih atas dukungannya. Saya akan menunjukkan yang terbaik dan bekerja keras di Tokyo Verdy,” ungkap Arhan. Terakhir, Wakabayasi, Direktur Informasi dan Kebudayaan (Kedubes Jepang di Indonesia) sebagai perwakilan dari Kedubes Jepang di Indonesia yang juga turut hadir menghantarkan Arhan ke Tokyo, juga mengucapkan Terima kasih. “Kepada PSSI saya ucapkan terima kasih, karena tanpa ada dukungan dan pembinaan, tidak mungkin ada pemain terbaik yang bisa bermain di Jepang. Saya sangat berkesan dengan keberanian Arhan, saya yakin dia akan bisa bermain dengan baik di Jepang,” ucapnya.

Asa Ronaldo Kwateh Bersama Tim U-19 Indonesia

Asa Ronaldo Kwateh Bersama Tim U-19 Indonesia

Ronaldo Kwateh bertekad untuk terpilih masuk Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 yang akan berlaga pada ajang Piala Dunia U-20 2023. Ia menyatakan bahwa kerja keras dan disiplin menjadi kunci sukses bersama Garuda Muda. Sebelum dipanggil memperkuat Garuda Muda, pemain Madura United itu bahkan sudah dipercaya debut di level senior. “Puji Tuhan bersyukur dipanggil lagi ke timnas U-19 untuk persiapan Piala Dunia. Semoga saya bisa latihan dengan baik dan jalankan program dengan baik, lalu bisa konsisten terus sampai Piala Dunia,” kata Ronaldo Kwateh. Ronaldo Kwateh bersyukur bisa terus mendapat kepercayaan pelatih Shin Tae-yong di berbagai level tim nasional. Ia berharap kemampuannya terus berkembang agar selalu mendapat tempat di Skuad Garuda. “Saya juga bersyukur bisa dipanggil semua kelompok usia di timnas. Semoga saya tak puas diri, dan berkembang ke depan,” tambahnya. Dalam waktu dekat, Garuda Muda akan menjalani training camp (TC) di Korea Selatan. Rencananya, skuad Garuda Muda akan berangkat pada pekan depan. Bukan hanya berlatih, namun ada uji tanding yang digelar seperti kemungkinan melawan Korea Selatan U-20. Saat ini pemain Garuda Muda digembleng dahulu di Jakarta. Bio Data Nama Lengkap: Ronaldo Joybera Kwateh Tempat, Tanggal lahir: Yogyakarta, 19 Oktober 2004 Tinggi badan: 180 cm Posisi Bermain: Penyerang/Sayap Kanan

Cyrus Margono Berminat Menjadi WNI

Duta Besar Republik Indonesia untuk Yunani Bebeb A.K. Nugraha Djundjunan berkunjung ke kantor PSSI hari ini (2/3). Kunjungan itu selain untuk silaturahmi juga ingin ngobrol ringan soal sepak bola. Dalam kunjungan itu, dari PSSI hadir Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Sekjen Yunus Nusi, Wasekjen Maaike Ira Puspita, dan Direktur Teknik Indra Sjafri. Bebeb memberitahukan jika ada pemain keturunan Indonesia yang kini menjadi warga negara Amerika Serikat bermain untuk klub Yunani, Panathinaikos B. Pemain itu bernama Cyrus Ashkon Margono. “Pemain ini berkeinginan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Umurnya masih 20 tahun dan kini bermain di klub Panathinaikos B. Posisinya adalah kiper,” kata Bebeb. PSSI pun antusias. Sebab, pemain kelahiran 9 November 2001 dengan tinggi 190 cm ini memiliki prospek yang bagus jika bisa bergabung dengan tim U-23 maupun di timnas senior. “Saya berterima kasih atas masukan dari Duta Besar Indonesia untuk Yunani ini. Kami akan pelajari dulu terkait administrasinya dan lain-lain. Tetapi, ini masukan yang bagus bagi PSSI,” ujar Iriawan. Cyrus Margono mendapatkan darah keturunan Indonesia dari sang ayah. Sementara itu, ibunya berasal dari Iran. Namun demikian, pemain ini lahir dan besar di Amerika Serikat. Darah keturunan Indonesia bisa membuatnya menjadi bagian timnas Indonesia seperti halnya yang didapatkan oleh Elkan Baggott. Apalagi usianya belum menginjak 21 tahun. Cyrus Margono menyelami dunia sepak bola sejak usia empat tahun dan menimba ilmu di New York Soccer Club dan Met Oval Academy. Pada tahun 2015, dia sempat merasakan tempaan dari Inter Milan Academy selama dua pekan. Pada tahun 2019 dia bergabung dengan klub sepak bola Universitas Denver. Lalu tahun berikutnya, dia pindah ke Universitas Kentucky dan bergabung dengan klub universitas tersebut, UK Wildcats. Di UK Wildcats, potensinya tercium dan direkrut oleh klub Yunani, Panathinaikos, dalam kontrak tiga tahun. Akan tetapi, dia masih berada di Panathinaikos B dan berkompetisi di Super League B di Yunani.

34 Pemain Tim U-16 Disiapkan Untuk Pemusatan Latihan di Jakarta

34 Pemain Tim U-16 Disiapkan Untuk Pemusatan Latihan di Jakarta

Pelatih kepala tim U-16 Bima Sakti memanggil 34 pemain untuk melakukan pemusatan latihan, yang akan diadakan di Lapangan latihan Jakarta Internasional Stadium dimulai dari tanggal 2 hingga 12 Maret 2022. Pemusatan latihan ini juga sebagai persiapan untuk Piala AFF U-16 dan Kualifikasi Piala AFC U-17 tahun ini. Tim U-16 terakhir melakukan pemusatan latihan di Rabu 16 Juni 2021 dan akan sangat berbeda dari sebelumnya, karena saat itu ada 40 pemain yang ikut untuk sekaligus di seleksi oleh jajaran pelatih tim. “Alhamdulillah tim U-16 bisa kembali mengadakan pemusatan latihan, saya berharap kali ini bisa berjalan lancar, saya juga meminta para pelatih untuk melatih mereka dengan baik dan benar. Para pemain juga harus kerja keras, disiplin, fokus demi meningkatkan mental, skill, fisik, dan performa mereka selama pemusatan latihan,” kata Iriawan. Persija Jakarta dan Borneo FC menjadi penyumbang pemain terbanyak untuk tim ini. Enam pemain berasal dari Borneo FC dan delapan pemain dari Persija Jakarta. Sisanya dari tim-tim seperti Persib Bandung, Bali United, Bhayangkara FC, Madura United, PSS Sleman, Persita Tangerang dan PSM Makassar. Ada juga dari Asprov dan klub Fatto FC. Bima mengatakan bahwa pemanggilan pemain-pemain ini berdasarkan pemantauan tim pelatihnya saat Elite Pro Academy dan beberapa seleksi regional yang dilakukan oleh Asprov. “Alhamdulillah kami bersyukur, saya berterimakasih kepada Ketua Umum PSSI (Mochamad Iriawan) karena kami bisa melaksanakan pemusatan latihan di bulan Maret dan tahun ini. Kami semua akan mencapai tujuan untuk membentuk tim U-16 masa depan. Kami minta terus arahan dari Ketum untuk kelancaran dari seleksi,” jelas Bima. “Harapan saya, bisa membentuk tim U-16 yang kuat untuk persiapan turnamen-turnamen yang akan datang,” tutup Bima. 34 Pemain Pemusatan Latihan tim U-16 di Jakarta: 1. Steven Alexander Garcia – Asprov Bangka Belitung 2. M. Riski Afrisal – Non Klub 3. Dimas Dinanda – Non Klub 4. Komang Ananta Pramananda Putra – Bali United 5. I Komang Ananta Krisna Putra – Bali United 6. I Putu Harta Mahesa – Bali United 7. Andrika Fatir Rachman – Borneo FC 8. Ridzar Nurviat Subagia – Borneo FC 9. M. Ridho Al Ikhsan – Borneo FC 10. Narendra Tegar Islami – Borneo FC 11. Muhammad Yanuar Sanusi – Borneo FC 12. Muhammad Kafiatur Rizky – Borneo FC 13. Habil Akbar – Bhayangkara FC 14. Irvansyah Afanda – Bhayangkara FC 15. Fachri Alifarozi – Fatto FC 16. Andhika Putra Setiawan – Madura United 17. Muhammad Ihsan Kusuma – Persija Jakarta 18. Ibnu Yazid Al Mustaufiz – Persija Jakarta 19. Figo Dennis Saputrananto – Persija Jakarta 20. Muhammad Sultan Akbar – Persija Jakarta 21. Jehan Pahlevi – Persija Jakarta 22. Femas Aprian Crespo – Persija Jakarta 23. Waliy Marifat – Persija Jakarta 24. Seva Ditya Rangga – Persib Bandung 25. Muhammad Bagus Cahaya Islami – Persib Bandung 26. Zulkifli Lukmansyah – Persib Bandung 27. Rochmad Alvindo – Persebaya Surabaya 28. Muhammad Junino Saputra – Persita Tangerang 29. Yuniar Hanif Budi – PSS Sleman 30. Fadel Ahmad Arrafi – PSS Sleman 31. Achmad Zidan Arrosyid – PSS Sleman 32. Sulthan Zaky Pramana – PSM Makasar 33. Arjuna Tri Wahyudi – PSM Makasar 34. Dirk Lukas Auri – PPLP Papua

Jaring Atlet Voli, Banteng Ponorogo Gelar BMI Cup

Jaring Atlet Voli, Banteng Ponorogo Gelar BMI Cup

Guna menjaga regenerasi atlet-atlet yang bepotensi pada bola voli di Ponorogo, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Banteng Muda Indonesia (BMI) Ponorogo menggelar tournament yang bertajuk BMI Cup 2022. Bertempat di GOR Singodimedjo, Kecamatan Kota, Kabupaten Ponorogo. BMI Cup tahun 2022 ini diikuti sebanyak kurang lebih 32 klub baik putra maupun putri yang dimulai dari tanggal 26 Februari sampai dengan 05 Maret 2022. Dalam pelaksanaannya, tentu protokol kesehatan (prokes) tetap diterapkan. Menurut Ketua DPC BMI Ponorogo, Cholik Agus Dianto menjelaskan, dahulu di Ponorogo itu terdapat sejumlah klub voli yang hebat. Diantaranya, Brojomusti, Sparta, Macan Putih dan sebagainya. Menurutnya, BMI hadir sebagai starter, agar dapat mencetak klub bola voli yang besar nantinya. Semakin banyak event ataupun tournament, maka semakin besar pula peluang para atlet bola voli tumbuh di ‘Kota Reog’ ini. “Untuk itu, kita ingin flashback kembali. Keterbatasan bukan menjadi alasan untuk kita dapat membangkitkan lagi pemain voli hebat di masa sekarang. BMI Cup ini sebagai wadah dalam menjaring atlet bola voli yang mampu berprestasi. Serta muncul klub-klub voli hebat yang datang dari Ponorogo,” terang pria yang akrab disapa CAD tersebut, Sabtu (26/7/2022) CAD menambahkan, pihaknya juga menyiapkan stand-stand khusus kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan binaan dari Forum UMKM BMI Hebat. “Ini salah satu langkah kami menggeliatkan UMKM di tengah masa pandemi yang belum usai,” imbuhnya. Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita mengatakan, dengan adanya BMI Cup ini, agar para atlet dapat menyalurkan hobinya pada olahraga bola voli. “Selain itu, tournament ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi para klub-klub bola voli di Kabupaten Ponorogo,” jelas Wabup Lisdyarita yang merupakan istri dari Cholik Agus Dianto. Pihaknya akan mendukung penuh gelaran ini. Terlebih, tournament ini merupakan pertama kali yang diselenggarakan oleh DPC BMI Ponorogo serta bagian dari serangkaian HUT PDI Perjuangan yang ke-49 tahun. “Tak hanya sebagai hobi, semoga nantinya lahir atlet bola voli yang mampu berbicara di kancah Nasional,” tambahnya. Disisi lain, Kepala Sekretariat DPP Banteng Muda Indonesia, Narendra Kartiyasa Kiemas mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada DPC BMI Ponorogo. Menurutnya, even bola voli ini merupakan yang pertama kali digelar oleh BMI se-Indonesia. “Ini sesuai dengan tema ulang tahun partai, yaitu bangun jiwa dan Badannya untuk Indonesia Raya. Kami dari DPP mengapresiasi sekali karena ini baru pertama kali digelar oleh BMI. Semoga cita-cita BMI mencetak atlet dan tim bola voli kedepan bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.

PJSI Solo Tancap Gas Pembibitan Atlet Dengan Menggelar Kejuaraan

PJSI Solo Tancap Gas Pembibitan Atlet Dengan Menggelar Kejuaraan

Pesatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kota Solo menggelar Kejuaraan Judo Junior dan Senior se-Jawa Tengah Solo Open 2022. Kejuraan judo tersebut resmi dibuka dan dimulai pada Sabtu 26 Februari 2022 lalu, oleh Wakil Walikota Solo, Teguh Prakosa. Ketua PSJI Solo, Hendro Pramono mengatakan kejuaraan judo itu sekaligus menjadi ajang seleksi untuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Jakarta, Maret 2022 mendatang. “Pagi hari ini (Sabtu 26 Februari) diikuti 18 kabupaten dan kota di Jawa Tengah,” kata Hendro usai pembukaan. Diikuti 280 atlet, Solo Open 2022 mempertandingkan 60 nomor untuk kategori belia (usia di bawah 13 tahun), kadet (13-15 tahun), junior (usia 15-20 tahun), hingga senior (usia 20 tahun ke atas). “Sekaligus juga ada kata yang mempertandingkan jurus,” kata pria yang menjabat eselon tiga di Pemerintah Kota (Pemkot) Solo itu. Kejuaraan Solo Open 2022 digelar di hari yang sama dengan pelantikan Pengurus Kota (Pengkot) PJSI Solo. Hendro mengaku ingin tancap gas agar untuk mempercepat pembibitan atlet judo di Kota Solo. “Mudah-mudahan judo di Solo berkembang dan akan menelurkan atlet-atlet yang bisa berbicra di ajang provinsi, nasional maupun internasional,” katanya. Terpisah, Teguh mengapresiasi semangat gotong royong PJSI Pengkot Solo dalam menyelenggarakan kejuaraan. Ia mengatakan dengan kepengurusan baru PJSI diharapkan cabang olaharaga judo di Solo bisa kembali mendulang prestasi. “Kita pernah punya atlet nasional bahkan internasional. Maka dengan kepengurusan yang baru ini mari kita bangung generasi baru,” katanya. Tak hanya itu, Teguh mengingatkan agar Dinas Pemuda dan Olaharaga (Dispora) maupun KONI Kota Solo mendukung penuh cabang olahraga judo. Ia memuji salah satu judoka asal Solo, Endang Sri Lestari yang telah merelakan rumahnya untuk arena latihan judo. “Sekarang, pemerintah lewat KONI kan ada sarana prasarana untuk cabor. Ini bisa untuk memfasilitasi,” katanya. Ia menambahkan, Kejuaraan Solo Open 2022 bukan event olaharaga pertama yang digelar di Solo selama pandemi. Bahkan dalam dua bulan pertama 2022 saja, sudah ada beberapa kejuaraan olahraga yang dihelat di Kota Bengawan. “Kemarin badminton setelah pengurusnya dilantik langsung ada pertandingan,” katanya. “Sekarang judo juga sama. Begitu Pak Hendro dilantik, langsung ada kejuaraan,” katanya. Menurut Teguh, hal itu menunjukkan dukungan insan olahraga di Solo untuk menjadikan kota Solo sebagai destinasi Sport Tourism atau wisata olahraga. Satu-satunya kendala, menurut Teguh, adalah Pandemi Covid 19 yang kini masih menimpa tanah air. Saat ini wilayah aglomerasi Kota Surakarta (Solo dan kabupaten sekitarnya) berstatus PPKM Level 3. “Kendalanya sebenarnya tidak ada. Kendalanya adalah covid,” katanya. Meski demikian, Teguh optimistis Covid 19 di Kota Solo akan segera terkendali. Ia meyakini saat ini Kota Solo sudah mendekati puncak gelombang ketiga yang dipicu oleh varian omicron. “Saya yakin Maret ini. Kita kan sudah stabil di angka 300 (kasus baru). Tapi penurunannya terus meningkat dari 100, 150, bahkan pernah sampai 200,” katanya.

Mengenal Sosok Dibalik Akademi Persib Cimahi

Mengenal Sosok Dibalik Akademi Persib Cimahi

Akademi Persib Cimahi (APC) menunjukan keberhasilannya dalam membina pesepak bola muda. Salah satu contohnya Kakang Rudianto. Tidak hanya mampu menembus tim senior, Kakang Rudianto jebolan Akademi Persib Cimahi ini juga menjadi pilihan untuk program Garuda Select. Bahkan saat ini terpanggil timnas Indonesia U-19 menjalani training center (TC) di Korea Selatan untuk persiapan Piala Dunia U-20 2023. Keberhasilan Akademi Persib Cimahi ini tak lepas dari sosok Firman Hadillah. Dia tak pernah menyangka, kecintaannya kepada Persib dan kepeduliannya pada pembinaan sepak bola telah mengantarkannya menjadi salah satu sosok penting dalam berdirinya APC. Firman Hadillah yang ditawari manajemen Persib untuk membuat cabang Akademi Persib di Kota Cimahi pada 2018 silam ini berhasil melahirkan para pesepak bola muda handal dan berbakat, yang di antaranya Kakang Rudianto. “Awalnya saya coba bikin lapangan bola di atas lahan keluarga. Tujuannya biar anak-anak di lingkungan tempat saya tinggal punya fasilitas untuk belajar sepakbola,” ujar Firman Hadillah. Maka pada 2013 itulah berdiri sebuah lapangan bola yang saat ini menjadi tempat para siswa binaan APC merintis jalan menuju atlet profesional melalui sepak bola. Lapangan bola itu sendiri terletak di sebuah gang di wilayah Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Dimana siswa akademi banyak yang berasal dari luar daerah dan berbagai latar belakang ekonomi. “Dulu saya tidak menyangka akan menjadi sebesar ini. Pembuatan lapangan sepak bola sendiri berangkat dari kesadaran bahwa tidak semua anak-anak memiliki daya dukung yang cukup untuk dapat belajar sepak bola secara layak,” lanjut Firman. Menurut Firman selain mencetak pesepak bola andal, tujuan lain dari Akademi Persib Cimahi adalah memberikan akses dan kesempatan belajar bagi anak-anak bertalenta sepak bola namun memiliki keterbatasan ekonomi untuk mewujudkan mimpinya. “Anak didik kami berasal dari banyak daerah. Tak jarang sebagian dari mereka juga berasal dari keluarga ekonomi lemah. Maka dari itu kami punya program kolaborasi dengan beberapa sekolah swasta untuk memfasilitasi pendidikan formalnya lewat jalur prestasi,” tambah Firman. Firman berharap APC dapat banyak melahirkan pesepak bola yang dapat berkontribusi terhadap tim nasional Indonesia. Firman juga berkeinginan agar APC dapat bekerjasama dengan pemerintah agar semakin banyak siswa binaannya terfasilitasi untuk mendapatkan pendidikan formal di sekolah negeri. “Kami di APC sangat menyadari bahwa karier seorang pesepak bola itu bisa sangat singkat. Maka kami berusaha mendorong agar siswa binaan kami tetap memiliki bekal pendidikan formal yang baik,” tutup Firman. Dihubungi secara terpisah Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Dikdik S. Nugrahawan, S.Si., MM. menyampaikan rasa bangganya terhadap prestasi yang telah diukir Akademi Persib Cimahi juga apresiasi terhadap para pengurus APC yang telah berkontribusi dalam meningkatkan prestasi olahraga di daerahnya. “Akademi Persib Cimahi merupakan potensi yang sekiranya dapat dioptimalkan di dalam upaya kita untuk mengembangkan dunia olahraga di Kota Cimahi. Bagaimanapun juga kita harus bisa mewujudkan Kota Cimahi yang Maju, Agamis dan Berbudaya yang tentu tidak lepas dari peran semua stakeholder,” tutup Dikdik. Sumber: INILAHKORAN

40 Pemain Tim U-19 untuk Pemusatan Latihan di Korea Selatan

40 Pemain Tim U-19 untuk Pemusatan Latihan di Korea Selatan

Pelatih Shin Tae-yong memanggil 40 pemain tim U-19 Indonesia untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) di Korea Selatan. TC di Negeri Ginseng sebagai persiapan mengikuti Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia. Sebelum berangkat ke Korea Selatan, Marcelino Ferdinan dan kawan-kawan akan melakukan latihan di Jakarta mulai tanggal 2 Maret. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan berharap para pemain dapat meningkatkan kemampuan di Korea Selatan. Selain berlatih, tim U-19 akan melakoni sejumlah uji coba termasuk rencana melawan tim U-20 Korea Selatan. “Para pemain harus kerja keras, disiplin, fokus demi meningkatkan mental, skill, fisik, dan performa mereka selama di Korea Selatan. TC di Korea Selatan merupakan rangkaian persiapan mengikuti Piala Dunia U-20 2023 mendatang,” kata Iriawan. Selama di Negeri Ginseng itu, pemain akan melakukan latih tanding di dua kota. Pertama di Gyeongsangbuk-do pada 13-24 Maret. Kemudian pada 24 Maret hingga 10 April di Daegu. 40 Pemain di Pemusatan Latihan tim U-19 di Korea Selatan: 1. Kadek Arel Priyatna – Bali United 2. Aditiya Daffa AI Haqi – Barito Putera 3. Alexandro Felix Kamuru – Barito Putera 4. Yogi Hermawan – Barito Putera 5. Arsa Ramadan Ahmad – Bhayangkara FC 6. Frezy AI Hudaifi – Bhayangkara FC 7. Muhammad Khakim AI Mukhasibi – Bhayangkara FC 8. Muhamad Faiz Maulana – Bina Taruna 9. Rabbani Tasnim Siddiq – Borneo FC 10. Ronaldo Joyberra R Junior – Madura United 11. Bramdani – Persebaya Surabaya 12. Marselino Ferdinan Philipus – Persebaya Surabaya 13. Barnabas Sobor – Persewangi Banyuwangi 14. Dimas Juliono Pamungkas – Persib Bandung 15. Ferdiansyah – Persib Bandung 16. Kakang Rudianto – Persib Bandung 17. Robi Darwis – Persib Bandung 18. Alfriyanto Nico Saputro – Persija Jakarta 19. Cahya Supriadi – Persija Jakarta 20. Muhammad Ferarri – Persija Jakarta 21. Radzky Syawal Ginting – Persija Jakarta 22. Raka Cahyana Rizky – Persija Jakarta 23. Razzaa Fachrezi Aziz – Persija Jakarta 24. Resa Aditya Nugraha – Persija Jakarta 25. Syukran Arabia Samual – Persija Jakarta 26. Indra Arya Perceka Wiguna – Persijap Jepara 27. Mikael Alfredo Tata – Persipura Jayapura 28. Subhan Fajri – Persiraja Banda Aceh 29. Aulia Ramadhan Lubis – Persis Solo 30. Marcell Januar Putra – Persis Solo 31. Erlangga Setyo Dwi Saputra – Persis Solo 32. Fillah Rohmatuloh Sesa – Persita Tangerang 33. Arkhan Fikri – PS Kwarta 34. Dimas Maulana – Persis Solo 35. Edgard Amping – PSM Makassar 36. Muhammad Rafli Asrul – PSM Makassar 37. Renaldi – PSM Makassar 38. Ricky Pratama – PSM Makassar 39. Ibnul Mubarak – PSM Makassar 40. Hokky Caraka Bintang Brilliant – PSS Sleman

Jelang Porprovsu 2022, Luthfia Bidik Emas

Jelang Porprovsu 2022, Luthfia Bidik Emas

Arena tinju Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) yang akan digelar November mendatang telah dinanti petinju Medan, Luthfia Lisandri. Mahasiswi USU ini ingin tampil terbaik untuk menuju podium satu tentunya dengan lirikan emas dalam genggaman. Dirinya ingin mengulangi kesuksesan pada ajang Kejurnas tinju youth-junior Piala Kajatisu 2019 yang digelar di Medan. Tidak hanya itu, alumni MAN 1 Medan ini juga ingin mempertahankan prestasi yang diraih Pekan Olahraga Propinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2019, tentunya dengan mempertahankan raihan emas pada Porprovsu tahun ini. Pada tahun yang sama Luthfia juga mempersembahkan emas pada ajang Pekan Olahraga Kota (Porkot) XI/2019. Atlet binaan KONI Sumut ini, sedang fokus latihan untuk mematangkan persiapan di Pusdiklat Pertina Medan. Apalagi arena Porprovsu merupakan seleksi bagi atlet untuk mengambil tiket PON XXI/2024 Sumut-Aceh. Berkat kemauan yang keras dan disiplin dalam berlatih, Lutfi telah menorehkan prestasi di berbagai kejuaran tinju, diantaranya Perak Popkot Medan 2017, Emas Porkot Medan IX/2017, Perak kategori elite Piala Gubsu 2017, Perunggu Kejurnas Junior Bogor 2018, Emas Kejurda Medan 2018, Emas Porwilsu 2018, Perunggu Piala Padang Pariman 2019, Emas Porprovsu 2019, Emas Kejurnas Piala Kajatisu 2019 dan Emas Porkot Medan XI/2019. Petinju dari sasana FOX Boxing Camp Medan ini, sudah menjalani vaksinasi secara lengkap. Untuk terhindar dari virus covid-19 yang saat ini masih melanda Indonesia, Dirinya tetap menjalankan protokol kesehatan saat berlatih maupun dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Atlet yang dilahirkan 13 Januari 2003 ini, Setelah menerima vaksin, Lutfi mengaku lebih percaya diri dan bisa lebih fokus untuk menjalani latihan. “Saya lebih tenang setelah vaksinasi. Tapi, meskipun sudah divaksin, sebagai atlet tidak boleh lengah. Protokol kesehatan harus tetap dipatuhi, karena vaksinasi bukan jaminan terhindari dari virus omicron yang setiap saat mengancam jiwa manusia,” sebut petinju di bawah binaan pelatih Irianto Bakti ini di Medan, Kamis (24/2/2022). Tinju merupakan merupakan olahraga prestasi dan membuktikan Medan memiliki petarung dalam ring. Mulanya, Lutfi berlatih tinju hanya sekedar untuk menyegarkan tubuh dan sebagai ilmu bela diri bila berhadapan dengan orang berniat jahat. Setelah sukses di even pertama terus mendapat genjotan dari pelatih untuk terus melatih diri dengan tehnik pukulan, melindungi serangan lawan, fisik dan teratur menjaga berat tubuh. Fisik merupakan faktor utama yang harus dijaga para petinju. Pasalnya, setiap kali melakukan pukulan kearah lawan, berarti seorang petinju telah mengalami kekurangan daya tahan tubuh. Hal ini tentu kondisi tubuh tetap harus terjaga. Kehadiran petinju berdomisili di Jalan Taduan Medan ini, pada arena Porprovsu untuk memberikan jawaban pada PON XXI/2024 Sumut-Aceh, petinju putri Medan harus berkiprah lagi. Pasalnya, pada PON XX/2021 Papua, petinju putri Medan tak berhasil lolos. Petinju yang berlaga di kelas 51 kg putri ini, sangat berambisi untuk dapat menaklukkan lawan-lawanya pada laga Porprovsu. “Insyaallah Porprovsu 2022 kembali meraih emas. Semoga terwujud, karena cita-cita saya bukan saja jadi petinju cewek di Kota Medan saja, tapi bisa jadi petinju cewek nasional bahkan dunia,” pungkas putri dari pasangan Andri Irawan dan Erna Wati Lubis.

PBSI Panggil 17 Atlet Junior untuk Latihan Bersama di Pelatnas

PBSI Panggil 17 Atlet Junior untuk Latihan Bersama di Pelatnas Cipayung

Ada 17 atlet junior dipanggil untuk mengikuti latihan bersama dan pemantauan di pelatnas Cipayung oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Hal itu sebagaimana dilansir melalui instagram resmi @badminton.ina pada Rabu (23/02/22). 17 Atlet yang terpanggil akan memulai latihan di pelatnas Cipayung pada 28 Februari-12 Maret 2022 mendatang. Dari 17 atlet yang terdaftar, mereka adalah atlet junior di sektor ganda putra dan ganda campuran. Tidak hanya berasal dari satu klub saja, namun berbagai klub yang tersebar merata. Contohnya pasangan ganda putra asal PB Jaya Raya, Adrian Pratama/Johan Farell Gosal, menjadi bagian dari 17 atlet yang dipanggil oleh PBSI. Selain itu ada M. Fadel Ilyasa (PB Jaya Raya), Yahya Raska, (PB Jaya Raya), M. Putra Erwiansyah (PB Djarum), Patra Harapan (PB Djarum), Alif Attalah Juan (PB Jaya Raya) dan Muh. Nendi (PB Jaya Raya). Sedangkan pada sektor ganda campuran, ada 9 pemain yang dipanggil oleh PBSI. Mereka adalah Zaidan Arrafi (PB Exist), Felisha Alberta (PB Exist), Marwan Faza (PB Djarum), M. Faris (PB Djarum). Selain itu ada Jessica Maya Rismawardani (PB Djarum), Ahmad Sastrariansyah (PB Exist), Farica Abela (PB Exist), Ghana Muhammad (PB Djarum), dan Jafar Hidayatullah (PB Rajawali). Menurut keterangan yang tertera, para atlet junior Indonesia itu dipanggil ke pelatnas PBSI hanya untuk latihan bersama. Namun belum diketahui secara pasti untuk apa pemanggilan latihan itu dilakukan. Setidaknya, melalui program ini, bisa saja menjadi kesempatan bagus bagi para pebulutangkis muda untuk kembali menunjukkan kualitas mereka kepada jajaran pengurus PBSI. Karena PBSI juga baru mengumumkan daftar atlet promosi dan degradasi melalui hasil seleksi nasional (Seleknas) pada 10-15 Januari 2022 lalu. Hasil seleknas mengumumkan bahwa ada 16 pebulutangkis diberikan kesempatan untuk menjadi penghuni baru pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. Meski belum diketahui secara pasti maksud dari pemanggilan 17 pebulutangkis junior Indonesia ke pelatnas PBSI, namun agenda latihan bulutangkis bersama dan pemantauan itu langsung disambut positif oleh para warganet. Banyak yang berharap PBSI mampu mengorbitkan calon bintang baru sekaligus melanjutkan regenerasi bulu tangkis Indonesia.

Timnas U-19 akan Jalani Pemusatan Latihan di Korsel

Tim U-19 akan Jalani Pemusatan Latihan di Korsel

Tim Nasional Sepak Bola U-19 Indonesia akan menjalani pemusatan latihan di Korea Selatan. Garuda Muda dipersiapkan untuk mengikuti Piala Dunia U-20 tahun depan di Indonesia. Timnas akan berangkat ke Korsel pada 7 Maret. Namun, sebelum berangkat, skuad Shin Tae-yong ini akan dikumpulkan di Jakarta untuk melakukan pemusatan latihan pada 1-6 Maret. Sebanyak 39 pemain akan dipanggil. Tetapi, tidak semua pemain itu akan terbang ke Korsel. Menurut Sekjen PSSI, Yunus Nusi selama di Negeri Ginseng itu, pemain akan melakukan latih tanding di dua kota. Pertama di Gyeongsangbuk-do pada 13-24 Maret. Kemudian pada 24-10 April di Daegu. “Selain melakukan pemusatan latihan, juga akan uji coba dengan tim lokal. Bahkan amat mungkin akan melawan U-20 Korsel,” ujar Yunus. Yunus berharap selama di Korsel, timnas akan mendapat lawan sepadan, bahkan lebih kuat. Itu diharapkan agar mental, skill, fisik dan performa pemain akan meningkat. “Pemusatan latihan ini baru awal. Nanti akan ada lagi dan belum tahu di mana. Karena pemain ini bukan yang diproyeksikan pada Piala Dunia U-20 pada 2021 lalu.” lanjutnya. Yunus berharap dengan sering melawan tim dan negara yang tangguh, timnas U-19 Indonesia bisa mencapai puncak penampilannya pada Piala Dunia U-20 di Indonesia nanti.

Muda dan Berprestasi, Ini Profil Voryn Thalya Kiriwenno

Muda dan Berprestasi, Ini Profil Voryn Thalya Kiriwenno

Voryn Thalya Kiriwenno dikenal sebagai atlet anggar putri muda prestasi di tanah air. Voryn Thalya Kiriwenno merupakan atlet anggar yang kerap bertanding di nomor Floret Individual Putri. Seperti apa profil Voryn Thalya Kiriwenno di cabang olahraga tersebut? Berikut ulasannya! Voryn Thalya Kiriwenno dikenal sebagai atlet anggar muda perempuan kelahiran Ambon, 16 Juni 1997. Dilansir dari laman Kompasiana, Voryn Thalya Kiriwenno telah lebih dari 10 tahun menggeluti cabang olahraga anggar. Bahkan, ia disebut-sebut sudah memegang pedang semenjak masih berusia empat tahun. Atlet perempuan keren ini bergabung dengan tim anggar DKI Jakarta pada 2008, tepatnya saat umur Voryn baru 11 tahun. Voryn turut memperkuat di tim anggar DKI selama kurang lebih 10 tahun sampai tahun 2018. Pada 2019, ia tak lagi bersama DKI dan diketahui sudah bergabung dengan tim anggar Papua. Ia bahkan sudah pernah memenangkan medali untuk Papua saat bertanding di ajang PON XX Papua yang berlangsung 2021 kemarin. Voryn tercatat tak hanya mencetak prestasi di ajang-ajang olahraga nasional, tetapi juga internasional. Berbagai prestasi pernah diperolehnya, mulai dari kejuaraan di Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga Asian Games. Tahun 2012, Voryn berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk tim DKI Jakarta di pertandingan berskala nasional pertamanya. Kala itu, ia bertanding mewakili ibukota di ajang PON XVIII yang berlangsung di Pekanbaru, Riau. Di tahun 2014, Voryn pernah pula menjuarai kejuaraan di Kalimantan Timur dan mengantongi dua medali emas. Pada 2016, putri dari Valencia Kiriwenno yang juga seorang atlet anggar itu memenangkan medali perak di PON XIX Jawa Barat. Selanjutnya pada 2018, Voryn kembali mencuri perhatian lantaran terlibat di ajang Asian Games dan menjadi atlet anggar peringkat 1 nasional. Tak cukup sampai di situ, sosoknya pernah pula meraih predikat peringkat 1 junior nasional di Kejuaraan Asia yang berlangsung di Dubai. Kemudian yang terbaru pada PON XX Papua 2021, atlet perempuan Indonesia berbakat ini menyumbangkan medali perunggu. Prestasi yang cukup membanggakan di usianya yang masih relatif muda.