Pemkot Salatiga Mulai Jalankan Program Satu Kelurahan Satu Lapangan Sepak Bola

Pemkot Salatiga Mulai Jalankan Program Satu Kelurahan Satu Lapangan Sepak Bola

Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga melakukan langkah serius guna mencari bibit atlet muda potensial khususnya pesepakbola dengan membangun fasilitas berupa lapangan sepak bola. Terbaru, Salatiga kini punya lapangan dengan rumput sintetis yang cukup bagus. Lapangan ini berada di UPTD SPNF Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Salatiga. Menurut Wali Kota Yuliyanto, ini merupakan upaya pemerintah dalam membangun  sarana prasarana olahraga di Salatiga, khususnya di cabang olahraga sepak bola “Lapangannya cukup bagus untuk berlatih anak-anak bermain bola. Remaja, pelajar dan masyarakatpun bisa menggunakan dan menyewanya. Nanti kita akan buatkan aturan sedemikian rupa, agar bisa digunakan. Lapangan juga saya minta dibuat bagus dan standar,” papar Yuliyanto, dilansir dari Radar Semarang. Lebih lanjut, Kota Salatiga juga akan terus membangun lapangan sepak bola mini di tiap kelurahan di Kota Salatiga. Menurutnya, ini adalah bagian dari membangun manusia dan masyarakat yang cedas secara intelektual dan fisiknya. Harapannya dengan dibangunnya fasilitas olahraga yang ada, akan muncul atlet muda baru dan potensial nantinya. Selain itu, Yuliyanto juga akan membangun gedung olahraga indoor, sehingga bisa menampung para penonton dalam  menyaksikan olahraga favoritnya secara indoor. Di sisi lain, Albian Saputra perwakilan dari SSB Pandawa mengaku senang bisa mencoba lapangan baru ini. Dirinya berharap agar lapangan ini tetap terawat dengan baik dan bisa digunakan bersama-sama. “Lapangannya bagus, rumputnya juga bagus dan enak buat main sepak bola,” jelasnya. Hal sama diungkapkan Joko Prasetyo. Anaknya yang suka bermain sepak bola sangat senang dengan adanya lapangan baru ini. “Memakai rumput sintetis sehingga lapangan rata. Mengurangi risiko cedera pemain,” tutur Joko.

Daftar Alumni DBL Yang Masuk Pick List Klub via IBL Rookie Draft 2020

Daftar Alumni DBL Yang Masuk Pick List Klub via IBL Rookie Draft 2020

Beberapa waktu lalu tepatnya pada Senin (30/11), Indonesian Basketball League (IBL) telah resmi mengumumkan Rookie Draft 2020. Menariknya, ada 13 alumni Development Basketball League atau DBL yang dipilih langsung oleh klub peserta IBL musim ini. Sekadar informasi, seorang pemain debutan memiliki dua cara untuk bisa masuk dan bermain di IBL, yakni melalui jalur “draft” dan rekomendasi. Sementara itu, Pacific Caesar Surabaya dan Bali United jadi klub terbanyak yang “mengambil” alumni DBL untuk memperkuat skuad mereka di musim selanjutnya. Masing-masing klub itu mantap memilih tiga pemain yang terdaftar di draft IBL Rookie 2021. Selain kedua klub itu ada lima klub lainnya yang juga memilih DBL alumni sebagai amunisi timnya. Klub-klub IBL sendiri mendapat kesempatan melengkapi skuad mereka hingga 24 Desember kemarin. Setelah itu, bursa transfer pemain IBL telah berakhir. Dari situ, baru bisa dilihat berapa jumlah pemain rookie yang memperkuat klub peserta, di luar pemilihan melalui IBL Rookie Draft 2020. Berikut ini 13 alumni DBL yang terpilih melalui IBL Rookie Draft 2020 yang akan melakoni debut di IBL musim ini: Satria Muda Pertamina Jakarta: M.Arief Febri S (SMAN 6 Bogor-Top 50 DBL Camp 2016*) Kelvin Sanjaya (SMAN 1 Pekanbaru-DBL All Star 2017) West Bandits Solo: Rioga Deswara (SMA Cendana Pekanbaru-DBL All Star 2013) Bali United: I Putu Yudiantara (SMAN 1 Denpasar-Participants DBL 3×3 2018) Habib Tito Aji (SMA Karangturi Semarang-Third place DBL 3×3 National Championship 2014) Winston Swenjaya (SMA Santo Yoseph Denpasar-Honda DBL All Star 2015 dan 2016) Prawira Bandung: Teemo (SMA Sutomo 1 Medan-DBL All Star 2014) Yudha Saputera (SMAN 2 Cirebon-Participants Honda DBL West Java Series 2015) Pacific Caesar Surabaya: Andreas Kristian Vieri (Nation Star Academy -DBL All Star 2016) Agung Jaya Kusuma (SMAN 15 Surabaya-DBL Participants 2015) Gregorio Claudie W (SMAN 3 Sidoarjo-DBL Selection 2012) Bank BPD DIY Bima Perkasa: Samuel Devin (SMA Regina Pacis Surakarta-DBL All Star 2015) Pelita Jaya Bakrie: Alfredo Tanujaya (SMA Budhaya 2 Jakarta-DBL Participants 2014)

Menanti Kiprah Selanjutnya Leo/Daniel

Menanti Kiprah Selanjutnya Leo/Daniel

Langkah ganda putra muda Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, pada ajang Yonex Thailand Open 2021 terpaksa harus terhenti pada babak empat besar. Leo/Daniel dihentikan oleh ganda Malaysia Goh V. Shem/Tan Wee Kiong. Mereka kalah dalam laga straight game dengan skor 19-21, 10-21 pada Sabtu (16/1/2021). Leo/Daniel mengawali turnamen yang berlangsung sejak 12 Januari lalu tersebut dengan menumbangkan kompatriotnya, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, dengan pertandingan sengit rubber game, 15-21, 29-27, dan 21-13. Pada babak kedua, Leo/Daniel kembali harus “perang saudara”. Kali ini, mereka harus melawan unggulan 5 sekaligus senior mereka, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Namun, secara luar biasa keduanya mampu menumbangkan Fajar/Rian dengan skor akhir 16-21, 21-17, dan 22-20. Leo/Daniel pun berhak melaju ke perempat final. Pada babak perempat final, Leo/Daniel sudah ditunggu oleh peraih medali perunggu Olimpiade Rio 2016 asal Inggris, Marcus Ellis/Chris Langridge. Namun, kejutan kembali hadir, Leo/Daniel mampu memenangkan pertandingan dengan skor akhir 12-21, 21-14, 21-15 dan melaju ke babak selanjutnya. Sayang, mimpi mereka untuk tampil pada babak final harus pupus. Meski demikian, keduanya mengaku bersyukur dengan hasil ini. “Kami bersyukur bisa mencapai semifinal meskipun kalah,” kata Daniel, seperti dilansir BWF. “Pada saat yang sama, mencapainya saja tidak cukup. Saya pikir saya tidak bermain bagus dan membuat banyak kesalahan sendiri karena driftnya kuat. Itu membuatnya canggung. Strategi kami tidak berhasil dan kami tidak dapat mengikuti rencana kami,” lanjutnya. Keduanya pun berharap hasil ini bisa menjadi bekal dan pengalaman untuk turnamen-turnamen selanjutnya. “Ini menjadi pengalaman bagus bagi kami. Kami bisa bermain melawan pemenang medali perunggu Olimpiade, (Marcus) Ellis dan (Chris) Langridge, dan sekarang peraih medali perak. Ini merupakan pengalaman yang bagus untuk ke depannya,” tutur Leo. “Saya bersyukur bisa mencapai babak semifinal. Ini akan menambah pengalaman kami saat akan menghadapi lawan yang lebih senior. Mudah-mudahan kami akan memainkan lebih banyak potensi kami,” Daniel menambahkan. Hal tersebut bukan tidak mungkin, mengingat usia keduanya masih sangat muda. Leo Rolly Carnano dan Daniel Marthin merupakan pebulutangkis berusia 19 tahun. Leo berusia 2 hari lebih tua dari Daniel. Leo lahir pada tanggal 29 Juli 2001 di Klaten, Jawa Tengah. Sementara Daniel 31 Juli 2001 di Jakarta.

Resmi, AFC U-16 dan U-19 Tahun Ini Dibatalkan

Resmi, AFC U-16 dan U-19 Tahun Ini Dibatalkan

Komite Konfederasi Sepak Bola Asia (Asian Football Confederation – AFC) secara resmi membatalkan turnamen Piala AFC U-16 dan Piala AFC U-19 yang sedianya digelar tahun ini. Pandemi Covid-19 yang belum mereda menjadi alasan dan menambah jumlah turnamen yang dibatalkan setelah sebelumnya Piala Dunia U-20 juga urung untuk dilaksanakan tahun ini. Pembatalan ini sebenarnya sudah diprediksi jauh-jauh hari, terutama setelah pembatalan Piala Dunia U-20 2021. Apalagi, Federasi Sepakbola Yaman (YFA) sudah mengabarkan hal ini melalui Twitter dengan sumber informasi dari AFC. الاتحاد الاسيوي لكرة القدم يُقرر رسمياً إلغاء كأس آسيا للشباب والناشئين بسبب تداعيات انتشار جائحة كورونا ، مع احتفاظ اوزباكستان والبحرين بحق الاستضافة في النسختين القادمتين. pic.twitter.com/trxDh8mbD3 — YemenFA (@Yemenfa) December 31, 2020 Saat digelar pada 2023 nanti, sudah tidak ada lagi Piala Asia U-16 dan Piala Asia U-19. Hal itu sesuai keputusan AFC yang melakukan branding ulang 12 kejuaraan sebagaimana diumumkan pada 2 Oktober 2020. Ada 12 kejuaraan yang di-branding ulang oleh AFC dengan nama dan format baru. Titel ‘Championship’ dalam setiap kejuaraan di bawah naungan AFC diganti menjadi ‘Cup’. Misalnya, AFC U-23 Championship (Piala Asia U-23), diubah nama kejuaraannya menjadi AFC U-23 Asian Cup atau Piala Asia U-23. Selain itu, AFC juga memutuskan Piala Asia U-16 dan Piala Asia U-19 2020 menjadi edisi terakhir untuk kategori usia itu. Mulai 2023, Piala Asia U-16 akan menjadi Piala Asia U-17. Sementara Piala Asia U-19 juga akan diubah menjadi Piala Asia U-20 mulai 2023. Hal yang serupa juga terjadi di Piala Asia U-19 Putri yang akan berganti menjadi Piala Asia U-20 Putri mulai 2022. Piala Asia U-19 Putri 2019 menjadi edisi terakhir kejuaraan ini dengan kategori U-19. Khusus 2023, Bahrain dan Uzbekistan tetap akan menjadi tuan rumah Piala Asia U-17 dan Piala Asia U-20. Bahrain seharusnya menjadi tuan rumah Piala Asia U-16 tahun ini, sementara Uzbekistan untuk Piala Asia U-19. PSSI selaku induk olahraga sepak bola Indonesia, menerima keputusan ini dan memutuskan untuk fokus dengan persiapan dari timnas U-16 dan U-19. “Kita hormati keputusan ini. PSSI akan tunduk dan patuh terhadap apapun keputusan dari AFC. Penundaan ini membuat kita punya waktu yang panjang untuk mempersiapkan tim U-16 dan U-19,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Timnas U-19 Pulang Lebih Cepat Dari Spanyol

Timnas U-19 Pulang Lebih Cepat Dari Spanyol

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 tak kunjung menggelar laga uji coba selama berada di Spanyol. PSSI akhirnya memilih memulangkan mereka lebih cepat pada, Rabu (13/1/2021). Awalnya, David Maulana cs direncanakan menjalani pemusatan latihan/training camp (TC) di Spanyol hingga 31 Januari 2021 mendatang. Hal ini dipastikan oleh Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, setelah melihat perkembangan di Spanyol serta berkomunikasi dengan pelatih timnas U-19, Shin Tae-yong dan Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri. “Kami akhirnya memulangkan timnas U-19 lebih cepat. Hal ini karena timnas U-19 tidak dapat menjalani pertandingan uji coba yang sudah direncanakan. Keputusan ini dilakukan usai kami berkomunikasi dengan Pelatih Shin Tae-yong dan Direktur Teknik Indra Sjafri,” kata Yunus Nusi, dilansir dari laman resmi PSSI. Yunus menambahkan bahwa tujuan PSSI mengirimkan timnas U-19 ke Spanyol untuk menjaga mental skuat Garuda Muda. Ia menegaskan PSSI tetap berkomitmen terhadap timnas U-19. Meskipun Piala Dunia U-20 diundur ke tahun 2023, pemain-pemain ini akan menjadi pemain timnas U-23 atau timnas senior nantinya. “Semua uji coba tidak bisa dilaksanakan karena tidak mendapat izin dari pemerintah setempat karena Spanyol pandemi Covid-19 nya masih tinggi. Kami menghormati keputusan pemerintah setempat dan tidak bisa memaksakan berlama-lama di Spanyol. PSSI juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia yang sudah membantu kami agar dapat TC di Spanyol,” tambahnya. Yunus juga mengapresiasi semangat dan perjuangan pemain selama menjalani TC di Spanyol. Tentu ini menjadi pengalaman yang luar bisa dan meningkatnya skill, fisik dan lain-lainnya bagi pemain selama di Spanyol. “Memasuki pekan ketiga TC Spanyol, saya mendapat update bahwa pemain terus berkembang, disiplin dan bekerja keras. Tentu ini hal yang sangat baik dan menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi pemain profesional nantinya dan generasi penerus timnas U-23 atau timnas senior,” tukas Yunus. Timnas U-19 direncanakan akan mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng pada Kamis, 14 Januari 2021. Selama di Spanyol, timnas U-19 hanya melakukan latihan di lapangan, gym dan pertandingan internal game. Pada awalnya, PSSI telah menjadwalkan serangkaian agenda untuk Timnas U-19 bertanding. Mereka adalah Gimnastic Tarragona, Lleida Esportiu U-19, Sabadell U-19, Ceuta U-19, dan Arab Saudi U-19 yang juga terpaksa harus membatalkan seluruh agenda uji coba mereka.

Peran Ganda Zakiri Bersama Timnas U-19

Peran Ganda Zakiri Bersama Timnas U-19

Khairul Imam Zakiri merupakan salah satu Garuda Muda yang sedang menjalani pemusatan latihan/training camp di Spanyol sejak bulan Desember lalu. Namun, selain menjalani latihan seperti rekan-rekan lain, Zakiri ternyata memiliki peran lain bersama Timnas U-19. Peran ganda yang dimaksud adalah sebagai penerjemah pemain, pelatih dan ofisial bila menemui kesulitan berkomunikasi dengan orang disini. Seperti yang diketahui, Zakiri sudah cukup lama berada di Spanyol. Zakiri pernah merasakan ketatnya kompetisi Liga Spanyol. Ia tergabung bersama Gynnastica Ceuta, klub yang bermain di Division de Honor atau kasta tertinggi kompetisi U-19 Spanyol Grup 4. Ia juga pernah bermain di klub Spanyol seperti Real Valladolid dan Leganes, juga klub Ucam Murcia bersama Rendy Juliansyah. “Ya, saya cukup lama tinggal di Spanyol karena sekolah dan membela klub di sini jadi saya bisa berbahasa Spanyol. Saya senang Timnas U-19 dapat menjalani TC di sini,” kata Zakiri dalam laman resmi PSSI. Tak hanya lihai soal bahasa Spanyol, Zakiri juga cukup cemerlang saat melakoni TC kali ini. Pada laga uji coba internal terakhir, Minggu (10/1/2021), di Complex Esportiu Futbol Salou, Zakiri mencetak dua gol dan membawa timnya menang 2-1 atas tim ungu. Pemain kelahiran 19 Desember 2001 itu pun menyatakan bahwa ia bertekad untuk dapat terus berseragam Tim Nasional Indonesia. Meski ia sadar tidak mudah karena dibutuhkan kerja keras, disiplin dan selalu memberikan yang terbaik. “Saya bangga selalu dipanggil Timnas U-19 sejak 2019 hingga saat ini. Awalnya pada 2017 lalu saya sempat ikut seleksi Timnas U-19, namun saya belum dapat menembus tim utama. Hal tersebut menjadikan saya termotivasi untuk terus belajar dan tidak cepat puas,” tambah pemain kelahiran Jakarta tersebut. Biodata Nama: Khairul Imam Zakiri Tanggal Lahir: 19 Desember 2001 Tempat Lahir: Jakarta, Indonesia Posisi: Pemain Tengah Klub Saat Ini: Club Gimnastica Ceuta (Spanyol)

Šimić Ingin Bangun Akademi Sepak Bola Dinamo Zagreb di Indonesia

Šimić Ingin Bangun Akademi Sepak Bola Dinamo Zagreb di Indonesia

Penyerang andalan klub Persija Jakarta, Marko Šimić, mengaku memiliki keinginan untuk pensiun di Persija dan menjadi legenda. Selain itu, pemain berusia 32 tahun ini berniat untuk membangun akademi sepak bola di Indonesia. Šimić saat ini sedang liburan di Serbia, sambil menunggu kepastian lanjutan Liga 1 2020 yang sampai sekarang masih belum ada kejelasan. Selain menjalani latihan mandiri, Šimić juga mulai mempersiapkan masa depannya. Dalam wawancara dengan Radio-televizija Srbije (RTS), ia menyadari karir sepakbolanya mendekati akhir. Membangun akademi sepakbola bagi anak-anak terlintas dalam benaknya saat ini. Bahkan, ia telah diajak oleh klub Kroasia, Dinamo Zagreb, untuk mengadakan kamp pelatihan sepakbola di Indonesia. “Saya sudah mempunyai gambaran. Saya sudah mulai membangun akademi untuk anak-anak berusia delapan hingga sepuluh tahun. Dinamo Zagreb menghubungi saya, mereka ingin mengadakan kamp untuk anak-anak di Indonesia bersama saya,” tutur Simic. “Saya juga mendapat tawaran dari beberapa klub, baik sebagai pemain atau menjadi pelatih. Sebetulnya ada beberapa opsi, karena saya sudah mulai berada di ujung karir. Saya harus mempunyai visi dan rencana,” lanjut Šimić. Marko Šimić bergabung dengan Persija pada awal 2018. Kontraknya baru diperpanjang selama tiga tahun oleh manajemen Macan Kemayoran pada akhir 2019. Sepanjang kariernya berseragam Persija, berbagai prestasi diberikannya. Seperti trofi Piala Presiden dan Liga 1 2018. Simic juga mengantarkan Persija menjadi runner-up Piala Indonesia 2018/2019, Sementara untuk prestasi individu, Šimić merupakan pemain terbaik di Piala Presiden 2018. Sementara dalam urusan gol, pemain kelahiran Rijeka, Kroasia, ini adalah top skor Piala Presiden 2018 dan Liga 1 2019. Sebagai catatan tambahan, Marko Šimić merupakan pencetak gol terbanyak kedua tim setelah legenda hidup Persija, Bambang Pamungkas. Total, pemain bernomor punggung sembilan itu telah mencetak 82 gol. Sementara Bambang Pamungkas sepanjang kariernya bersama Persija membuat 200 gol. Torehan itulah yang mau dilewati Simic sehingga namanya akan tercatat dalam sejarah klub. “Bahwa saya menjadi pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah klub dalam dua musim. Saya ingin mengakhiri karier saya di sana,” kata Šimić dalam lanjutan sesi wawancaranya bersama RTS. “Tujuan saya mencatatkan diri dalam sejarah dan ditulis di sana selamanya,” pungkasnya.

PSSI Pastikan Tidak Ada Praktik Jual Beli Manajer Timnas

PSSI Pastikan Tidak Ada Praktik Jual Beli Manajer Timnas U-19

Beberapa waktu lalu sepak bola Indonesia digemparkan dengan isu praktik jual beli untuk jabatan manajer timnas Indonesia U-19 untuk Piala Dunia U-20 2021. Namun, Badan Yudisial PSSI telah bergerak cepat dan menggelar sidang pada 7 Januari 2021 untuk mengklarifikasi isu tersebut. Isu jual beli tersebut muncul setelah beredar kuitansi penyetoran uang 100 ribu dolar Singapura (setara Rp1 miliar) di media sosial. Dalam keterangannya tertulis pemesanan tiket Piala Dunia U-20, dengan nama Achmad Harris (rekan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin), dan diterima oleh Djoko Purwoko (staf khusus Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan). Kedua orang tersebut dipanggil Badan Yudisial PSSI untuk diminta klarifikasi tentang isu yang beredar. Harris mengakui menyetor uang itu kepada Joko, tapi bukan untuk membeli jabatan manajer timnas Indonesia U-19. Harris menyatakan uang tersebut diberikan untuk bisnis probadi yakni bisnis tiket dan merchandise. Namun, karena Piala Dunia U-20 tahun ini dibatalkan FIFA, Joko akhirnya mengembalikan uang itu. FIFA memutuskan Piala Dunia U-20 2021 tidak jadi digelar karena belum berakhirnya pandemi virus corona. Indonesia tetap ditunjuk sebagai tuan rumah saat Piala Dunia U-20 dihelat 2023. Berikut kesimpulan Badan Yudisial PSSI: 1. Kedua pihak yakni Sdr Joko Purwoko dan Sdr Achmad Harris mengakui adanya transaksi senilai Rp1 miliar dalam bentuk mata uang dollar Singapura, yang diserahkan di Jakarta untuk kepentingan bisnis dalam gelara Piala Dunia U-20. 2. Bahwa tidak ada jual beli jabatan (manajer timnas Indonesia) di lingkungan PSSI. Berdasarkan keterangan Sdr Achmad Harris dan keterangan Sdr Joko Purwoko, bahwa berkaitan penyerahan uang sebesara 100.000 dollar Singapura hanya sebatas hubungan bisnis pribadi (bisnis tiket dan merchandise) dan sejak adanya keputusan FIFA untuk menunda Piala Dunia pada tahun 2023, maka uang sebesar 100.000 dollar Singapura telah dikembalikan dari Sdr Joko Purwoko kepada Sdr Achmad Harris, sehingga tidak ada kaitannya dengan PSSI dan tidak melibatkan ketua umum, sesuai dengan yang tertera dalam kuitansi yang ditandatangani oleh Sdr Joko Purwoko dari Sdr Achmad Harris yaitu untuk pembelian tiket sesuai copy kuitansi terlampir. 3. Kepentingan bisnis menyangkut penjualan tiket dan merchandise dimana kedua pihak menegaskan bahwa kepentingan bisnis murni yang dilakukan tidak ada kaitannya dengan jual beli jabatan Manajer tim nasional U-19 untuk Piala Dunia U-20, dan mengatasnamakan bisnis pribadi tanpa melibatkan Bapak Dody Reza. 4. Presiden Joko Widodo melalui KEPPRES No. 19 Tahun 2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 membentuk panitia nasional penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2021 yang disebut sebagai Indonesia FIFA U-20 World Cup 2021 Organizing Committee (INAFOC) dan melibatkan perwakilan lintas kementerian. INAFOC bertanggung jawab langsung kepada Presiden, Kepres No 19 Tahun 2020 Pasal 5 Ayat (1) huruf b, Ketua panitia Pelaksana INAFOC dijabat Menpora, Ketua panitia pelaksana bidang sarana dan perasarana Menteri PUPR dan Ketua pelaksana peningkatan prestasi Timnas U 20 dijabat Ketum PSSI, bahwa manajer timnas sampai saat ini berdasarkan Keppres Nomor 19 Tahun 2020 masih dipegang Ketua Umum PSSI berkaitan dengan Peningkatan Prestasi PSSI pada ajang Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang, demikian pula berkaitan dengan pertanggungan jawaban Anggaran APBN yang tidak memungkinkan jabatan Manager Timnas diserahkan kepada pihak lain.

Elkan Baggott Jadi Incaran Klub Raksasa Liga Inggris

Elkan Baggott Jadi Incaran Klub Raksasa Liga Inggris

Pemain belakang andalan timnas Indonesia U-19, Elkan Baggott, dirumorkan menjadi incaran beberapa klub Liga Premier Inggris. Elkan tengah dirumorkan diincar oleh empat klub Inggris yaitu Manchester United, Everton, Leeds United dan West Ham United sebagai target transfer musim dingin. Leeds dinilai paling serius, karena membutuhkan pemain belakang, mengingat tiga bek mereka dalam kondisi tidak bugar. Kabar kepindahan sang pemain makin berhembus kencang setelah Elkan dilaporkan menolak perpanjangan kontrak di Ipswich Town yang akan berakhir pada Juni 2021 mendatang. Namun, menurut media lokal Ipswich bernama East Anglian Daily Times mengklaim jika Elkan akhirnya menolak tawaran-tawaran tersebut dan setuju dengan penawaran kontrak baru di Ipswich Town. “Leeds dan West Ham termasuk di antara mereka yang tertarik kepada Elkan Baggott. Namun, bertentangan dengan laporan Football Insider, Elkan Baggott diperkirakan tidak menolak tawaran perpanjangan kontrak dan negosiasi sedang berlangsung,” tulis East Anglian Daily Times. “The Blues dipahami tetap yakin kesekapatan akan dilakukan. Baggott dan perwakilannya saat ini sedang mempertimbangkan tawaran kontrak klub,” imbuhnya. Salah satu penyebab Elkan begitu diminati adalah performanya yang mampu meningkatkan penampilan Ipswich Town, khususnya Ipswich Town U-18 dan U-23. Dalam semua laga yang diikutinya setelah pulang dari pemusatan latihan timnas U-19 Indonesia pada Oktober lalu, Baggott selalu memperoleh kemenangan. Saat menjalani debut bersama Ipswich Town Senior pada 6 Oktober 2020, pemain berpostur 195 cm itu membantu timnya menang 2-0 atas Gillingham FC. Bahkan ia turut mengantarkan Ipswich Town U-18 menembus putaran keempat dalam gelaran FA Youth Cup musim ini. Biodata: Nama: Elkan Baggott Tanggal Lahir: 23 October 2002 Tempat Lahir: Bangkok, Thailand Posisi: Pemain Belakang Klub Saat Ini: Ipswich Town (Inggris) Idola: Virgil van Dijk

Resmi Dilantik, Pengurus ISSI Banten Targetkan Cetak Atlet Handal

Resmi Dilantik, Pengurus ISSI Banten Targetkan Cetak Atlet Handal

Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Banten secara resmi telah mengukuhkan pengurusnya, Kamis, 7 Januari 2021 malam, di Hotel Horison Ultima Ratu. Andiara Aprilia Hikmat dipercaya menjadi pemimpinnya. Acara pelantikan dilakukan langsung Ketua Umum ISSI, Raja Sapta Oktohari, bersama Wakil Gubernur Banten, Andhika Hazrumy. Selain keduanya, beberapa nama pesohor yang dipercaya untuk menjadi pemimpin ISSI Kabupaten/Kota turut hadir dalam acara. Salah satunya Osep Mulyawan Karis. Ia dipercaya untuk membesarkan ISSI di Kabupaten Lebak. “Alhamdulillah lagi-lagi saya diberikan amanah untuk memimpin sebuah organisasi. Semoga amanah dan dapat membawa pengaruh besar,” kata Osep, Jumat, 8 Januari 2021, dilansir dari BantenHits. Tak hanya itu, Osep yang memiliki segudang prestasi dalam dunia olahraga ini juga ternyata masuk dalam kepengurusan ISSI Banten sebagai Wakil Ketua Umum. “Tekadnya hanya satu membesarkan ISSI di Banten umumnya, Lebak khususnya. Mencetak atlet-atlet bersepeda yang handal,” tandasnya. “Semoga kehadiran ISSI dapat mendongkrak prestasi berolahraga khususnya olahraga sepeda di tanah jawara,” imbuhnya. Sementara Wakil Gubernur Banten, Andhika Hazrumy, mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus ISSI Banten. Ia berharap ISSI dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menguatkan prestasi olahraga bersepeda di Provinsi Banten. “Kami Pemprov Banten pada saat ini sedang membangun fasilitas kawasan olah raga (Sport Center), tahap pertama ini pembangunan stadion, mungkin kedepan saya akan mengusulkan khusus untuk balap sepeda,” pungkasnya.

Tinjau Stadion Jatidiri, Ganjar Pranowo Ajak Tim Junior PSIS

Tinjau Stadion Jatidiri, Ganjar Pranowo Ajak Tim Junior PSIS

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengajak tim Elite Pro Akademi PSIS Semarang berlatih di Stadion Jatidiri, Kamis (7/1). Mereka jadi yang pertama kali merumput di Stadion Jatidiri, pasca renovasi. Ajakan itu diberikan Ganjar saat menyambangi mess pemain PSIS Semarang di Jalan Durian Selatan, Banyumanik. Saat itu, mereka sedang bersiap untuk latihan rutin di Lapangan Telo Banyumanik. Usai sarapan bersama, mereka pun kemudian bertemu di Stadion Jatidiri. Ganjar, mempersilakan para pemain dari Elite Pro Akademi PSIS untuk masuk dan menengok stadion yang mulai direnovasi pada 2017 lalu. “Besok stadion utama yang belum selesai ini akan ditinjau lembaga yang kompeten yakni PSSI, biar dinilai layak untuk kompetisi atau latihan,” kata Ganjar, dilansir Tribun Jateng. Stadion yang baru selesai 80% ini menurut rencana akan dilanjutkan pembangunan pada tahun ini dan selanjutnya akan dipacu percepatan penyelesaiannya sebagai prioritas utama. Lebih lanjut, Ganjar menjelaskan pihaknya sedang menyiapkan tiga hal yang terkait dengan penggunaan Stadion Jatidiri maupun Gor Jatidiri secara keseluruhan. “Kita lagi minta otoritas yang mengerti tentang konstruksi dan pembangunan, apakah yang seperti ini sudah boleh dipakai, baik latihan atau pertandingan, membahayakan apa nggak karena ada konstruksi yang belum selesai,” ujar Ganjar. Kedua, pihaknya juga tengah meminta pada ororitas teknis penggunaan lapangan dalam hal ini PSSI. Tujuannya untuk mengetahui dan agar PSSI bisa memberikan kelayakan terhadap lapangannya. “Bahkan yang ketiga tentu soal administrasi, seandainya masyarakat mau menggunakan, siapapun, itu bagaimana caranya. Tiga hal ini yang sedang kita siapkan,” tuturnya. Di sisi lain, dia juga memperhatikan kesiapan venue olahraga lainnya sehingga dalam waktu dekat akan melibatkan pra atlet dari masing-masing cabang olahraga untuk mencoba venue mereka. “Jadi kita mau coba, jadi nanti beberapa atlet kita minta untuk ngetes dulu. Kira-kira kalau kondisi seperti ini nantinya bisa dipakai apa tidak, sudah bisa atau belum, sehingga biar publik semuanya tahu inilah kondisi yang ada,” ujarnya. Sementara, pelatih tim Elite Pro Akademi PSIS, M Ridwan, mengatakan sangat senang. Bahkan menyebut ini kesempatan langka dan bangga karena jadi yang pertama mencoba. Apalagi banyak dari pemain Elite Pro Akademi yang belum pernah merumput di Stadion Jatidiri. “Kita senang sekali, banyak dari para pemain yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Jatidiri, baik sebelum direnovasi atau setelah direnovasi, dan saya juga sudah lama sekali tidak menginjak rumput Jatidiri,” ujar Ridwan. Di sisi lain, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinoeng N Rachmadi, yang juga turut hadir menyampaikan jajarannya akan terus mengawal upaya percepatan penyelesaian konstruksi stadion sekaligus kelayakan untuk pemakaiannya. “Mohon doa restunya,” kata Sinoeng.

Kembali Dipanggil Timnas U-19, Pemain Keturunan Jerman Ini Antusias

Kembali Dipanggil Timnas U-19, Pemain Keturunan Jerman Ini Antusias

Kelana Noah Mahessa menjadi salah satu pemain yang dipanggil oleh Shin Tae-yong untuk mengikuti pemusatan latihan/training camp (TC) di Negeri Matador, Spanyol. Seolah tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Kelana langsung memenuhi panggilan tersebut dan mengaku bangga. Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab ini merupakan panggilan kedua baginya setelah sebelumnya mengikuti TC di Kroasia. Namun, pada pemanggilan kali ini hanya dirinya saja, sang saudara kandung, Luah Fynn Jeremy Mahesa, tidak termasuk ke dalam skuat Garuda Muda. “Ya saya senang dan bangga dapat kembali bergabung bersama Timnas U-19 setelah sebelumnya ikut TC saat di Kroasia lalu. Saya dalam kondisi baik dan tidak masalah dalam kebugaran,” kata Kelana Noah Mahessa dikutip dari laman resmi PSSI. “Saya bertekad untuk memberikan yang terbaik selama TC ini. Tentu saya harus selalu bekerja keras dan berjuang demi sebuah tempat di timnas Indonesia,” ujar Kelana. Sementara itu, Shin Tae-yong, dalam keterangan pers di Jakarta, menyebut masih akan memanggil salah satu dari Mahessa bersaudara. Saat itu ia menilai Kelana bermain lebih baik ketimbang adiknya. Saat ini Kelana masih memegang paspor Jerman dan harus melepas jika mau memperkuat Timnas Indonesia di ajang resmi. Belum diketahui apakah ia masih akan mau melakukannya setelah ia tak punya kesempatan lagi tampil di Piala Dunia U-20. Kelana sudah tak punya peluang tampil karena usianya sudah mencapai 22 tahun saat Piala Dunia U-20 digelar pada 2023 mendatang. Biodata: Nama: Kelana Noah Mahessa Tanggal Lahir: 30 Januari 2001 Tempat Lahir: Köln Posisi: Gelandang Klub Saat Ini: Bonner SC (Jerman) Idola: Hector Bellerin & Thiago Alcantara

Laga Uji Coba Kembali Batal, Timnas U-19 Lanjut Latihan

Laga Uji Coba Kembali Batal, Timnas U-19 Lanjut Latihan

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 kembali batal menggelar laga uji coba pertamanya di Spanyol. Ini adalah pembatalan kedua uji coba Garuda Muda di Negeri Matador. Sebelumnya, Bagas Kaffa cs dijadwalkan untuk melawan Gimnastic Tarragona, Minggu (3/1), namun diundur menjadi Kamis (7/1). Karena penundaan tersebut, maka yang menjadi lawan timnas berikutnya yaitu Lleida Esportiu U-19, pertandingan yang seharusnya digelar hari ini, Selasa (5/1). Namun, laga yang direncanakan digelar di Stadium of CE Futbol Salou ini ternyata juga mengalami penundaan. “Timnas U-19 pada, Selasa (5/1) belum akan melakoni laga uji coba. Sebelumnya Garuda Nusantara dijadwalkan akan menjalani laga uji coba melawan Lleida Esportiu U-19, namun harus ditunda,” tulis pernyataan resmi PSSI. Tak ada informasi lanjutan soal nasib penjadwalan ulang laga melawan Lleida Esportiu U-19 yang ditunda. Mau tak mau Timnas U-19 pun cuma akan melanjutkan latihannya. “Untuk itu tim pelatih kembali menggenjot latihan kepada David Maulana dan kawan-kawan,” lanjut keterangan tertulis PSSI. Tim nasional Indonesia U-19 saat ini sedang menjalani pemusatan latihan/training camp (TC) di Spanyol. TC yang berlokasi di kota Salou, Tarragona tersebut direncanakan hingga 31 Januari 2021 mendatang. Selain menjalani TC, skuat Garuda Nusantara rencananya akan melakoni beberapa laga uji coba. Rangkaian TC ini pada awalnya merupakan bagian dari persiapan jelang dua ajang besar yakni Piala Dunia U-20 dan Piala AFC U-19. Namun, beberapa waktu lalu, FIFA telah secara resmi menunda gelaran Piala Dunia U-20 dikarenakan pandemi yang belum juga mereda. Sementara Piala AFC U-19 masih simpang siur dan berembus kabar jika akan diundur sama seperti Piala Dunia U-20. Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan juga mengatakan bahwa PSSI tetap berkomitmen terhadap timnas U-19. Meskipun Piala Dunia U-20 diundur ke tahun 2023, pemain ini adalah cikal bakal timnas U-23 maupun timnas senior nantinya. “Kami berharap pemain terus bersemangat dan terus bekerja keras. TC Spanyol juga jadikan ajang untuk menambah pengalaman, skill, fisik dan lain-lainnya,” kata Iriawan.

PSSI Mendapat Pujian Dari AFC Berkat Empat Pilar Strategi

PSSI Mendapat Pujian Dari AFC Berkat Empat Pilar Strategi

Federasi sepak bola Asia (AFC) memberikan apresiasi untuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam pembinaan usia dini pemain. PSSI sendiri sebelumnya menjalankan strategi pengembangan komprehensif yang fokus pada empat pilar. Empat pilar tersebut adalah kemitraan, program untuk pemain, kompetisi usia dini dan pendidikan kepelatihan. Tentu saja hal tersebut untuk memaksimalkan potensi dalam negeri khususnya pengembangan sepak bola usia dini. Menurut Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dengan adanya AFC Grassroot Charter menjadi hal baik untuk pihaknya. PSSI juga telah menyediakan panduan dalam pengembangan usia dini. Selain itu PSSI juga akan membangun kerja sama lebih erat lagi dengan AFC. “Saya yakin ini menjadi tolak ukur yang baik dalam meningkatkan pengembangan sepakbola usia dini di Indonesia. Dengan adanya AFC Grassroot Charter, PSSI telah menyediakan panduan untuk pengembangan sepak bola usia dini di Indonesia dan Asia,” katanya seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Selasa (5/1/2021). “PSSI akan melanjutkan kerja sama yang lebih erat lagi dengan AFC dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk memaksimalkan manfaat yang akan didapatkan bagi pegiat sepak bola Indonesia melalui sepak bola,” lanjutnya. PSSI menjadi anggota asosiasi AFC ke-31 yang telah disahkan oleh AFC Grassroots Charter, dimana program yang ada akan digunakan sebagai acuan bagi para anggota asosiasi AFC lainnya dalam upaya mendukung dan meningkatkan kualitas dari pengembangan program sepak bola usia dini. Sebelumnya, PSSI mengajukan aplikasi pada AFC Grassroot Charter panel Desember 2020. Penilaian AFC ini tidak hanya berdasarkan dari kegiatan-kegiatan pengembangan usia dini yang telah dilaksanakan PSSI, namun juga dari hasil menganalisa permasalahan yang terjadi pada sepak bola usia dini di Indonesia, solusi serta rencana program ke depan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut rincian empat pilar PSSI untuk pengembangan sepak bola usia dini: Kemitraan Komitmen PSSI dalam menjalankan program pengembangan sepakbola usia dini secara penuh didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Asosiasi Provinsi, sponsor, dan akademi sepak bola usia muda. Dengan bekerja sama dengan berbagai pihak otoritas setempat, PSSI telah melaksanakan berbagai aktivitas serta membuat buku panduan yang bisa digunakan oleh para guru olahraga, pembina pelatih dan anak-anak dengan tujuan mempromosikan sepak bola itu sendiri. Program untuk Pemain PSSI juga telah meluncurkan Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia) yang berkesinambungan dengan kurikulum pengembangan sepakbola Indonesia. Itu dilakukan dengan tujuan menjangkau semua komunitas sepak bola di seluruh Indonesia secara merata. Dalam upaya mempromosikan filanesia kepada para pelatih dan pemain, PSSI menginisiasi program Filanesia On The Road, yang diikuti oleh lebih dari 750 anak dan 250 pelatih dari lima kota, yakni Jakarta, Padang, Banjarmasin, Kupang dan Ambon. PSSI juga menyelenggarakan program pengembangan sepak bola usia dini lainnya seperti AFC Grassroots day dan festival sepak bola usia muda untuk anak-anak perempuan dan laki-laki. Kompetisi Usia Muda PSSI mengategorikan usia muda dalam tiga fase, yakni menyenangkan, akuisisi kemampuan dan permainan. Anak-anak berusia enam sampai sembilan tahun diperkenalkan dengan permainan terlebih dahulu sebelum diperkenalkan lebih lanjut pada fase pengembangan kemampuan yang dimulai pada kelompok usia 10 hingga 13 tahun. Fase permainan akan diterapkan pada kelompok usia 14 hingga 17 tahun, di mana pada fase ini menjadi langkah awal untuk melakukan seleksi bagi pemain. PSSI juga menyelenggarakan kompetisi secara regular untuk kelompok usia di bawah 8 tahun (U-8) dan di bawah 20 tahun (U-20), yang secara keseluruhan diikuti oleh 7.444 pemain dari 278 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Pendidikan Kepelatihan PSSI melaksanakan program pendidikan kepelatihan pada tahun 2018 yang dimulai dengan pendidikan kepelatihan AFC, yang memiliki tujuan jangka panjang, yakni melatih banyak instruktur lokal dalam upaya mempromosikan filanesia. Dalam tiga tahun terakhir, lebih dari 3.500 pelatih untuk sepakbola usia dini yang mendapatkan ilmu dan manfaat dari 137 pelaksanaan pendidIkan kepelatihan yang digelar oleh PSSI.

Federasi Sepakbola Yaman Beri “Bocoran” Kejelasan Piala Asia U-19

Logo Piala Asia.

Setelah Piala Dunia U-20 sudah resmi diundur, kini Piala Asia U-19 tampaknya juga akan bernasib sama seperti Piala Dunia U-20. Kabar itu mulai tercium setelah Federasi Sepak Bola Yaman (Yemen FA), mengumumkannya di akun twitter resmi mereka. Bahkan, diduga kuat pembatalan tak hanya menimpa Piala Asia U-19, namun Piala Asia U-16 pada tahun ini juga disebut bakal diundur. Sekadar informasi, Piala Asia U-19 sedianya digelar di Uzbekistan pada 14-31 Oktober 2020, namun akhirnya ditunda ke 3-20 Maret 2021. Sementara Piala Asia U-16 di Bahrain seharusnya sudah digelar pada 16 September-3 Oktober, menjadi ditunda ke awal tahun 2021. الاتحاد الاسيوي لكرة القدم يُقرر رسمياً إلغاء كأس آسيا للشباب والناشئين بسبب تداعيات انتشار جائحة كورونا ، مع احتفاظ اوزباكستان والبحرين بحق الاستضافة في النسختين القادمتين. pic.twitter.com/trxDh8mbD3 — YemenFA (@Yemenfa) December 31, 2020 “Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) telah resmi memutuskan membatalkan Piala Asia U-19 dan Piala Asia U-16 karena penyebaran pandemi corona. Uzbekistan dan Bahrain akan tetap berhak menjadi tuan rumah pada edisi selanjutnya.” tulis akun Twitter @YemenFA. Sama seperti Piala Dunia U-20 2021, yang sebelumnya sudah batal digelar tahun ini dan mundur ke 2023, pembatalan Piala Asia U-16 dan Piala Asia U-19 2021 juga tak mengubah nasib tuan rumah penyelenggara. Meski begitu, belum keluar jadwal pasti yang diumumkan oleh AFC. Timnas Indonesia U-16 dan Timnas U-19 telah melakukan persiapan panjang untuk tampil di ajang ini. Timnas U-16 terakhir menggelar latihan di Yogyakarta hingga 22 Desember 2020, sementara Timnas U-19 kini tengah menggelar latihan di Spanyol sejak 26 Desember.

Deretan Program PBESI Untuk Mencetak Atlet Berbakat

Ilustrasi eSports

Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) selaku badan yang mewadahi bidang olahraga elektronik alias eSport, telah menyiapkan program untuk membina atlet eSport untuk tahun 2021. Deretan program ini bertujuan untuk membuat para atlet eSport tak hanya lihai bermain, tapi juga bisa hidup secara seimbang. Cabor eSport sudah banyak mengukir nama Indonesia dikancah internasional. Misalnya, Onic eSports, prestasinya di dunia Mobile Legends antara lain finalis MPL ID Season 2 serta juara 1 MPL ID Season 3. Selain itu Onic eSport juga berhasil menjuarai turnamen Mobile Legends terbesar di Asia Tenggara yaitu MSC 2019 dan Piala Presiden eSports 2019. Untuk itu, PBESI ​rencananya akan menjalankan sebuah program kerja, seperti turnamen, program edukasi hingga kesehatan yang diharapkan akan semakin memperlengkapi dan menggenjot semangat para atlet ​eSport yang bernaung dibawah PBESI. “Komitmen kami bukanlah hanya mencetak atlet unggul, tapi juga pribadi yang sehat secara fisik, mental dan sosial,” kata Bambang Sunarwibowo Wakil Ketua Umum PBESI. Bambang menambahkan, tidak sedikit remaja remaja yang cenderung menjadi timpang secara sosial, dan juga secara kesehatan dikarenakan terlalu sering berlatih eSport​​. Untuk mengantisipasi hal tersebut, akan dibuat beberapa program misalnya, skrining dan evaluasi kesehatan. “Kami juga pantau asupan gizi mereka, selain itu juga ada juga ​workout routine yang akan sangat berguna untuk para atlet,” katanya. Diakui Bambang, selain program kesehatan, PBESI ​juga menyiapkan program edukasi bagi para atlet, yaitu tentang ​healthy gaming​, manajemen keuangan, investasi, dan juga entrepreneurship​yang nantinya akan dilakukan baik secara ​offline ​dan ​online​. PBESI ingin para atlet yang masih muda ini jadi bibit unggul kedepannya. Ya caranya adalah dengan memperlengkapi mereka. Jadi PBESI menyiapkan rangkaian trainingdan edukasi sedemikian rupa sehingga mereka bisa jadi insan yang berguna bagi masyarakat luas. Bukan itu saja, PBESI ​juga menyiapkan serangkaian kegiatan edukasi bagi orang tua dan pendidik di Indonesia. “Ya biar lengkap ya, jadi bukan hanya para atlet saja yang punya pemahaman yang baik, tapi juga para orang tua dan pendidik mengenai eSport ​​ini,” kata Bambang. Dengan serangkaian program yang disiapkan PBESI tersebut, para atlet diharapkan bisa menghadapi turnamen dengan baik lagi di tahun depan. Mereka juga punya bekal untuk masa depan, apabila sudah tidak berkecimpung di dunia olahraga elektronik ini lagi.

5 Petenis Muda Yang Bersinar Sepanjang 2020

Iga Swiatek

Petenis-petenis muda potensial yang muncul sepanjang 2020 memberi sinyal bahaya pada dominasi bintang-bintang senior. Mereka datang sambil mengantarkan kejutan demi kejutan. Rekor demi rekor. Seiring waktu berjalan, pengalaman serta kematangan mereka terasah. Berikut 5 petenis muda paling bersinar sepanjang 2020. Iga Swiatek (Polandia) Iga Swiatek menjadi wajah baru yang paling menonjol di musim tenis tahun ini setelah menjuarai Prancis Terbuka. Petenis Polandia pertama yang menang Grand Slam itu kini menempati peringkat 17 WTA, remaja dengan ranking tertinggi di sektor tunggal putri. Dengan gelar Prancis Terbukanya itu, pemain berusia 19 tahun ini menjadi juara turnamen tunggal termuda sejak Rafael Nadal (2005) dan di sektor tunggal putri sejak Monica Seles (1992).  Menarik melihat kiprahnya di musim tenis tahun depan. Biodata Nama Lengkap: Iga Świątek Tempat/Tanggal Lahir: Warsaw, Polandia/31 Mei 2001 Tinggi Badan: 176 cm Ranking Saat Ini: 17 (singles) Amanda Anisimova (Amerika Serikat) Petenis Amerika Serikat ini menjadi petenis ketiga termuda yang berada di peringkat 100 besar dunia WTA. Amanda Anisimova memulai tahun ini di Auckland Terbuka di mana ia mengalahkan Kateryna Kozlova, Daria Kasatkina, dan Eugenie Bouchard meski harus menyerah di tangan Serena Williams di semifinal. Ia tampil menjanjikan di turnamen Doha, tetapi harus mundur karena cedera. Semenjak Maria Sharapova mengumumkan pensiun di awal tahun 2020, Amanda Anisimova disebut-sebut sebagai calon pengganti petenis asal Rusia tersebut. Biodata Nama Lengkap: Amanda Anisimova Tempat/Tanggal Lahir: Freehold, New Jersey, AS/31 Agustus 2001 Tinggi Badan: 180 cm Ranking Saat Ini: 30 (singles) Carlos Alcaraz (Spanyol) Petenis berusia 17 tahun ini cukup fenomenal di sepanjang 2020. Ia menutup musim sebagai pemain termuda di 600 besar peringkat ATP dengan bercokol di posisi 141 dunia. Petenis Spanyol ini memulai 2020 dengan memenangkan 14 dari 15 pertandingan pertamanya di sirkuit ITF Future. Carlos Alcaraz kemudian memenangkan 20 dari 24 pertandingan terakhirnya di level ATP Challenger. Dari situ, ia membawa pulang tiga gelar, yakni di Triester, Barcelona, dan Alicante. Dalam debut turnya di Rio de Janeiro, ia menjadi petenis kelahiran 2003 pertama yang memenangkan pertandingan ATP. Biodata Nama Lengkap: Carlos Alcaraz Tempat/Tanggal Lahir: El Palmar, Murcia, Spanyol/5 Mei 2003 Tinggi Badan: 185 cm Ranking Saat Ini: 141 (singles) Jannik Sinner (Italia) Jannik Sinner mencapai peringkat ATP terbaiknya yakni ranking 37 pada November 2020 lalu. Di 2019, ia memanjat naik dari peringkat 553 dunia hingga peringkat 78 di akhir musim. Tahun ini pun ia meloncati lebih dari 40 peringkat. Pemain berusia 19 tahun ini memenangkan pertandingan pertamanya di babak utama Grand Slam ketika berlaga di Australia Terbuka. Biodata Nama Lengkap: Jannik Sinner Tempat/Tanggal Lahir: San Candido, Italia/16 Agustus 2001 Tinggi Badan: 188 cm Ranking Saat Ini: 137 (singles) Felix Auger-Aliassime (Kanada) Meski bukan tahun terbaik Felix Auger-Aliassime, di penghujung 2020 petenis berusia 20 tahun ini sanggup mempertahankan posisinya di ranking 20 besar dunia. Ia mencapai final secara back-to-back di Rotterdam dan Marseille sebelum hiatus karena pandemi. Di AS Terbuka, untuk pertama kalinya ia mencapai babak keempat di turnamen Grand Slam. Ia juga mengusir pulang eks petenis nomor satu dunia, Andy Murray saat mencapai babak 16 besar. Patut dinanti apakah di musim 2021 Felix Auger-Aliassime mampu mengakhiri puasa gelarnya. Biodata Nama Lengkap: Felix Auger-Aliassime Tempat/Tanggal Lahir: Montreal, Kanada/8 Agustus 2000 Tinggi Badan: 193 cm Ranking Saat Ini: 21 (singles) (sumber: IndoSport)

Jadwal “Reschedule”, Shin Tae-yong Susul Timnas U-19 ke Spanyol

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19

Pertandingan pembuka uji coba Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 di Spanyol batal digelar sesuai rencana. Garuda Muda seharusnya menghadapi Gimnastic Tarragona, Minggu (3/1/2021). Pertandingan yang rencananya digelar di Stadion Gimnastic Tarragona tersebut digeser menjadi hari Kamis (7/1/2021). Sementara empat pertandingan lainnya tak mengalami perubahan jadwal. Asisten pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto mengatakan bahwa dengan adanya perubahan jadwal uji coba ini timnya tidak ada masalah. Malah hal ini ia manfaatkan untuk menambah proses adaptasi para pemain di Spanyol. “Ya kami tidak jadi menjalani uji coba pada hari Minggu (3/1/2021). Dengan ini kami kembali menambah porsi latihan untuk persiapan uji coba hari Kamis (7/1/2021) mendatang,” kata Nova Arianto, dilansir dari laman resmi PSSI. Dengan begitu, pertandingan melawan Lleida Esportiu U-19 yang seharusnya menjadi rintangan kedua akan menjadi uji coba pertama Timnas Indonesia U-19. Laga yang akan dihelat di Stadion CE Futbol Salou, dijadwalkan pada Selasa (5/1). Timnas Indonesia U-19 berangkat ke Spanyol dari Jakarta pada Sabtu (26/12/2020). Mereka tiba pada Minggu (27/12) siang, waktu Spanyol, setelah menempuh perjalanan selama 18 jam. Nova Arianto mengambil alih komando Shin Tae-yong yang sedang menangani Timnas Indonesia U-23 yang juga sedang berlatih di Jakarta. Kini latihan Timnas U-23 sudah selesai dan dibubarkan akhir tahun lalu. Alhasil, Shin Tae-yong bisa menyusul Timnas Indonesia U-19 ke Spanyol, Minggu (3/1/2021) malam WIB. “Shin Tae-yong (Minggu, 3 Januari) malam berangkat ke Spanyol untuk menyusul Timnas Indonesia U-19,” kata Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri, dilansir dari Detik Sport. Timnas Indonesia U-19 menjalani pemusatan latihan/training camp (TC) di Negeri Matador sampai dengan 31 Januari 2021 mendatang. TC ini merupakan rangkaian persiapan Timnas Indonesia U-19 untuk berlaga di Piala AFC U-19 pada Maret 2021 di Uzbekistan. Jadwal Terbaru Laga Uji Coba Timnas Indonesia U-19 di Spanyol 5 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Lleida Esportiu U19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou 7 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Gimnàstic Tarragona Venue: Gimnàstic Tarragona Stadium 11 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Sabadell U-19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou 20 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Ceuta U-19 Venue: Field CE Futbol Salou 27 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Arab Saudi U-19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou

Disorot FIFA, Zahra Muzdalifah Disebut Prospek Sepak Bola Wanita Indonesia

Zahra Muzdalifah

Federasi Sepakb Bola Dunia (FIFA) baru-baru ini memuat sebuah artikel yang mengangkat sosok Zahra Muzdalifah. Melalui situs resminya, FIFA merilis artikel tentang Zahra dan menyebutnya sebagai pemain paling berprospek di sepak bola wanita Indonesia. Disadur dari fifa.com pada Sabtu (26/12/2020), Zahra Muzdalifah menceritakan pengalaman kariernya sebagai pesepak bola wanita. Kepada FIFA dia mengatakan telah mencetak gol pertama bagi timnas di usia 17 tahun. Saat itu, Zahra bermain untuk Timnas Wanita Indonesia di ajang Piala AFF Wanita 2018 melawan Filipina. Laga itu sendiri berakhir dengan skor imbang 3-3 dan membuat Timnas Wanita Indonesia tidak lolos karena sebelumnya mereka bermain imbang dan mengalami dua kekalahan. “Itu (saat melawan Filipina) adalah gol pertama yang saya cetak dengan sundulan. Saya pikir semua gol saya untuk tim nasional sejauh ini adalah sundulan. Kami tidak bermain buruk, tapi sayang kami gagal menang,” ucap Zahra. Dalam tulisan FIFA tersebut, Zahra disebut terus tampil mengesankan setelah membela Timnas Wanita Indonesia di Piala AFF 2018. Sebab, dia mampu menunjukkan tajinya di Asian Games 2018. Nasib Timnas Wanita Indonesia pun lebih baik karena sempat meraih kemenangan 6-0 melawan Maladewa. Di laga itu, Zahra berhasil mencetak dua gol. “Bahkan sekarang ketika saya mengingat momen itu, saya merinding. Lagipula, gol-gol itu dicetak untuk negara kami. Tentu saja, para pendukung telah bernyanyi untuk kami dan meningkatkan semangat kami,” ucapnya. Dalam perkembangan sepak bola wanita, Zahra adalah salah satu pemain yang terus ikut andil. Pasalnya, dia juga digaet Persija Putri untuk bermain dalam kompetisi Liga 1 Putri 2019. Sebagai bintang baru, Zahra memberikan pengaruh positif di skuat Persija Putri. Dia sempat membuat dua gol ketika Persija mengalahkan Persib Bandung dengan skor 2-1. Akan tetapi, Zahra mengalami cedera karena terjadi robekan di otot trisep. Hal itu membuatnya harus absen di sisa musim. Walau begitu, FIFA mengatakan bahwa penampilan Zahra yang brilian untuk klub dan timnas membuatnya sebagai salah satu pemain yang menjadi prospek terpanas di sepak bola wanita Indonesia. Pada kesempatan ini, Zahra juga menegaskan bahwa sepak bola wanita d Indonesia bisa berkembang pesat dan dapat memproduksi atlet top seperti Susy Susanti di cabang olahraga bulutangkis “Jika kita memberi kepercayaan kepada pemain wanita dan jika mereka diberi banyak peluang, maka perkembangan akan cepat. Saat ini sepak bola wanita sedang meningkat cepat dan saya yakin kami bisa lebih besar di masa depan. Kami bisa memproduksi Susy Susanti versi sepak bola wanita,” pungkasnya. Di luar lapangan hijau, dara yang kini berusia 19 ini memiliki kesibukan sebagai seorang YouTuber. Diketahui, Zahra memiliki sebuah channel Youtube bernama Zahmuz Official dengan jumlah subscriber saat ini sebanyak 145 ribu. Selain YouTube, Zahra juga aktif di Instagram, ia memiliki followers sebanyak 878 ribu di Instagram yang memiliki username @zahmuz12. Biodata Nama Lengkap: Zahra Muzdalifah Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 4 April 2001 Posisi: Sayap kiri/striker Klub: Persija Putri Pesepakbola Favorit: Marta Vieira da Silva, Neymar, Alex Morgan Klub Sepak Bola Favorit: Rosengard FC

Piala Dunia U-20 Ditunda, Timnas U-19 Tetap TC di Spanyol

Shin Tae-yong & Timnas U-19

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 tak mengubah pemusatan latihan/training camp (TC) ke Spanyol meski Piala Dunia U-20 pada 2021 secara resmi ditunda oleh FIFA ke 2023. PSSI tetap memberangkatkan pemain dan staf kepelatihan untuk menggelar TC hingga 31 Januari 2021 nanti. “PSSI tetap berkomitmen terhadap timnas U-19. Meskipun Piala Dunia U-20 diundur ke tahun 2023, pemain ini adalah cikal bakal timnas U-23 maupun timnas senior nantinya,” kata Iriawan, dilansir dari laman resmi PSSI. Sementara itu, Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, membenarkan program latihan ke Spanyol tak mengalami perubahan. TC ini merupakan tanggung jawab PSSI dalam membina pemain untuk masa depan. Di samping itu, PSSI juga tetap harus mempersiapkan para pemain U-19 karena masih ada satu turnamen lagi yang hingga saat ini belum mengalami perubahan yakni Piala AFC U-19 di Uzbekistan pada Maret 2021. “Maret kan ada AFC Cup di Uzbekistan, Insya Allah mereka akan ikut di AFC Cup di bulan Maret. Insya Allah kita menganggap mereka yang terbaik. Pada saat nanti anak-anak inilah yang akan menjadi pemain timnas U-23, senior, di waktu yang akan datang dan menjadi andalan kita,” katanya. Sementara itu, pelatih Timnas U-19 Shin Tae-yong akan menyusul ke Spanyol pada 2 Januari 2021 mendatang. Hal ini karena pelatih asal Korea Selatan tersebut masih memimpin timnas Indonesia persiapan SEA Games 2021 yang saat ini masih menjalani TC di Jakarta. “Timnas U-19 akan didampingi Direktur Teknik (Indra Sjafri) dan tiga pelatih lokal (Nova Arianto, Alex Alda, Sahari Gultom). Saya beserta tim pelatih asal Korea Selatan akan menyusul pada 2 Januari mendatang usai TC timnas Indonesia persiapan SEA Games berakhir,” kata Shin Tae-yong. Sebelumnya, pelatih asal Korea Selatan itu diagendakan akan ikut langsung bersama anak-anak asuhnya dari Jakarta. Namun, akhirnya ia memilih untuk memimpin lebih dulu pemusatan latihan timnas U-23 yang berlangsung hingga akhir bulan ini. Skuat Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 Untuk TC di Spanyol: