Timnas U-20 Tiba di Tanah Air

Yunus Nusi Saat Menyambut Timnas Indonesia U20

Timnas U-20 Indonesia tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng pada Selasa (8/9) sore seusai berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-20 di Laos. Garuda Muda memastikan tiket ke putaran final Piala Asia U-20 2027 setelah tampil impresif dengan mengalahkan Australia 2-0 pada laga terakhir Grup H di New Laos National Stadium, Minggu (6/9). Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, anak asuh Nova Arianto disambut langsung Sekjen PSSI, Yunus Nusi. “PSSI mengucapkan selamat kepada Coach Nova Arianto, anak-anak semua, terima kasih. Sampai hari ini kalian masih viral lolos ke Piala Asia U-20 2027,” kata Yunus Nusi saat memberikan sambutan. Garuda Muda lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2027 setelah meraih posisi puncak klasemen akhir Grup H diatas Malaysia, Australia, dan tuan rumah, Laos. “Kelolosan ke Piala Asia U-20 2027 bukan sebagai prestasi yang sembarangan. Pencapaian itu tidak mudah untuk diraih apalagi dengan persaingan yang saat ini semakin ketat. Ini sebuah prestasi yang membanggakan bagi sepak bola Indonesia serta menjaga wibawa bangsa kita, dan inilah yang diharapkan oleh sepak bola Indonesia. Sekali lagi, PSSI mengucapkan terima kasih semua, kita bangga kepada kalian,” tukas Yunus Nusi. Piala Asia U-20 2027 rencananya akan bergulir pada 24 Maret hingga 10 April tahun depan di Tiongkok. Sementara itu, pelatih Nova Arianto bersyukur atas pencapaian ini dan menyatakan kunci krusial keberhasilan Garuda Muda yakni punya mental yang kuat. “Kami bersyukur pemain-pemain mempunyai mental yang baik, secara psikologi yang baik, dan mereka mau bekerja keras saat lawan Australia, dan itu menjadi titik balik kami di kualifikasi kemarin. Kalau kami sudah masuk di turnamen pastinya kami menjaga mental pemain. Memang kita tahu di pertandingan yang pertama sebenarnya kami bisa menang, tetapi memang hasilnya tidak sesuai dengan harapan,” kata Nova Arianto.

Garuda Muda Pastikan Tiket ke Piala Asia U-20 2027

Timnas Indonesia U-20 memastikan langkah ke putaran final Piala Asia U-20 2027 di Tiongkok setelah meraih kemenangan 2-0 atas Australia pada laga terakhir Grup H babak kualifikasi. Bermain di New Laos Stadium, Minggu 6 September 2026 sore, Garuda Muda tampil disiplin dan efektif untuk mengamankan tiga poin penting sekaligus memastikan tiket ke putaran final. Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung mencoba memecah kebuntuan. Namun, duel-duel ketat lebih banyak terjadi di lini tengah sehingga peluang bersih belum banyak tercipta pada 15 menit pertama. Indonesia beberapa kali mencoba membangun serangan melalui pergerakan Zahaby Gholy dan Arkhan Kaka. Sejumlah tusukan sempat mengancam pertahanan Australia, tetapi masih mampu dimentahkan barisan belakang lawan. Peluang kembali hadir pada menit ke-27. Tendangan sudut yang dieksekusi Zahaby Gholy berhasil disambut tandukan Ibra Ohorella. Namun, bola masih melambung di atas mistar gawang Australia. Satu menit berselang, Indonesia akhirnya berhasil memecah kebuntuan. Umpan lambung Zahaby Gholy berhasil melepaskan Theodore Evan Leeming dari jebakan offside. Evan kemudian melakukan chip untuk melewati kiper Australia. Dalam situasi bola yang masih berada di udara, ia memenangkan duel dan menyelesaikannya dengan sundulan ke gawang. Gol tersebut membawa Indonesia unggul 1-0. Keunggulan itu bertahan hingga babak pertama berakhir. Memasuki babak kedua, kepala pelatih Nova Arianto melakukan perubahan dengan memasukkan Rafi Rasyiq untuk menggantikan Arkhan Kaka. Indonesia kembali mendapatkan peluang pada menit ke-52. Theodore Evan Leeming menerima bola liar setelah sundulan pemain belakang Australia. Berdiri tanpa pengawalan, Evan melepaskan sontekan dengan kaki kiri, tetapi bola masih melebar dari sasaran. Pada menit ke-65, Aleandro Alam mengirimkan umpan terobosan yang kembali menemui Evan Leeming. Namun, Evan membutuhkan dukungan dari rekan-rekannya sehingga momentum serangan Indonesia perlahan hilang dan bola berhasil direbut pemain Australia. Di sisi lain, Australia sesekali mencoba meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyama kedudukan. Namun, rapatnya barisan pertahanan Indonesia yang dipimpin I Putu Panji dan rekan-rekan membuat Australia kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Menjelang akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-87, Nova kembali melakukan pergantian pemain. M. Isfandyar Abdillah dan Reno Salampessy masuk menggantikan Theodore Evan Leeming serta Zahaby Gholy. Saat Australia terus berusaha mencari gol, Indonesia justru berhasil menambah keunggulan melalui serangan balik pada menit 90+2. Amar Brkic sukses menuntaskan serangan Garuda Muda dengan sepakan mendatar yang tidak mampu dihentikan kiper Australia. Indonesia pun memperbesar keunggulan menjadi 2-0. Tidak ada lagi gol tercipta hingga pertandingan berakhir. Kemenangan tersebut memastikan Indonesia mengumpulkan tujuh poin dari tiga pertandingan di Grup H. Dengan raihan tersebut, Timnas Indonesia U-20 resmi melaju ke putaran final Piala Asia U-20 2027 yang akan berlangsung di Tiongkok.

Garuda Muda Taklukkan Laos 3-0, Naik ke Puncak Grup H

Timnas Indonesia U-20 meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Laos pada pertandingan kedua Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Bermain di Stadion Nasional Laos, Kamis 3 September 2026 malam, Garuda Muda tampil dominan dan mengamankan tiga poin penting setelah sebelumnya ditahan imbang Malaysia pada laga pembuka. Indonesia langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Tekanan yang dibangun skuad Garuda Muda membuahkan hasil cepat ketika laga baru berjalan lima menit. Aleandro Alam mengirimkan umpan lambung terukur yang membelah lini pertahanan Laos. Fabio Azkairawan mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan baik dan melepaskan tembakan keras menggunakan kaki kanan untuk membawa Indonesia unggul 1-0. Laos sempat merespons pada menit kesembilan dan berhasil mengirim bola ke gawang Indonesia. Namun, gol tersebut dianulir setelah asisten wasit mengangkat bendera tanda offside. Setelah itu, Indonesia kembali mengambil kendali permainan. Pada menit ke-21, Indonesia mendapatkan peluang melalui situasi sepak pojok. Zahaby Gholy yang menjadi eksekutor melepaskan bola ke arah gawang, tetapi masih mampu diamankan kiper Laos. Dua menit berselang, peluang kembali hadir. Reno Salampessy berhasil lepas dari perangkap offside dan berhadapan dengan penjaga gawang Laos. Namun, tembakan kaki kirinya masih mampu dihalau. Tekanan Indonesia terus berlanjut. Pada menit ke-27, lemparan jauh Fabio Azkairawan menciptakan situasi berbahaya di depan gawang Laos. Seorang pemain bertahan Laos justru menyundul bola ke arah gawang sendiri, tetapi bola masih membentur tiang. Meski Laos sesekali mencoba melancarkan serangan, Indonesia tetap lebih dominan dalam penguasaan bola dan terus mencari celah untuk menambah keunggulan. Gol kedua akhirnya tercipta pada menit ke-39. Aleandro Alam melepaskan tembakan ke arah gawang Laos yang sempat ditepis kiper. Bola muntah kemudian jatuh ke arah Zahaby Gholy yang dengan cepat menyambarnya untuk mengubah skor menjadi 2-0. Keunggulan tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir. Memasuki babak kedua, Indonesia melakukan perubahan dengan memasukkan Arkhan Kaka untuk menggantikan Reno Salampessy. Kehadiran Kaka kembali memberikan ancaman bagi pertahanan Laos. Pada menit ke-52, Aleandro kembali menunjukkan perannya dalam membangun serangan. Umpan terobosannya mengarah kepada Arkhan Kaka yang berhasil mendapatkan ruang di depan gawang. Namun, penyelesaian akhirnya masih mampu diamankan oleh kiper Laos. Indonesia akhirnya menambah keunggulan pada menit ke-62 melalui gol spektakuler Zahaby Gholy. Indonesia mendapatkan tendangan bebas di area yang menguntungkan dan Gholy maju sebagai eksekutor. Dengan tendangan terukur, Gholy mengarahkan bola ke sudut kanan atas gawang Laos. Kiper Laos tidak mampu menjangkau bola dan Indonesia pun unggul 3-0. Laos mencoba meningkatkan intensitas serangan untuk mencari gol balasan. Namun, upaya mereka belum cukup efektif untuk menembus pertahanan Indonesia yang dikawal I Putu Panji dan rekan-rekannya. Indonesia bahkan hampir menambah gol pada menit ke-72. Sundulan Arkhan Kaka sempat ditepis oleh kiper Laos sebelum bola membentur mistar gawang. Pada sisa pertandingan, Indonesia terus memberikan tekanan melalui pergerakan Arkhan Kaka dan Rafi Rasyiq. Sejumlah peluang kembali tercipta, tetapi belum ada gol tambahan yang berhasil dihasilkan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 untuk kemenangan Indonesia tetap bertahan. Hasil ini membawa Indonesia naik ke puncak klasemen sementara Grup H dengan koleksi empat poin dan selisih gol +3. Kemenangan atas Laos menjadi modal penting bagi Garuda Muda sebelum menghadapi laga penutup kontra Australia, Minggu 6 September 2026 mendatang.

Timnas U-20 Ditahan Imbang Malaysia pada Laga Pembuka

Timnas Indonesia U-20 vs Timnas Malaysia Timnas U-20

Timnas Indonesia U-20 harus berbagi poin dengan Malaysia setelah pertandingan pertama Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 berakhir tanpa gol di Stadion Nasional Laos, Senin 31 Agustus 2026. Pada awal pertandingan, Malaysia tampil cukup agresif. Dalam 15 menit pertama, mereka lebih banyak menguasai permainan dan berani menerapkan garis pertahanan tinggi untuk menekan pergerakan Garuda Muda. Indonesia perlahan mulai keluar dari tekanan. Peluang sempat tercipta pada menit ke-19 melalui Nazriel Alvaro, namun tembakannya masih melambung di atas gawang Malaysia. Selepas itu, pertandingan berjalan lebih alot. Kedua tim sama-sama bermain hati-hati dan berusaha mencari celah untuk membongkar pertahanan lawan. Hingga turun minum, belum ada gol yang tercipta. Garuda Muda berupaya meningkatkan intensitas permainan pada paruh kedua. Skuad asuhan Nova Arianto tampil lebih dominan dan beberapa kali menekan pertahanan Malaysia, namun belum mampu mengonversi peluang menjadi gol. Peluang melalui tendangan jarak jauh sempat diciptakan Welber Jardim pada menit ke-65, tetapi sepakannya masih melebar dari sasaran. Tekanan Indonesia kemudian semakin meningkat. Rafi Rasyiq hampir membuka keunggulan setelah melepaskan tembakan yang berhasil diamankan kiper Malaysia, Faez Iqhwan. Pada menit ke-74, Indonesia kembali memiliki kesempatan saat masuk ke area pertahanan Malaysia dengan situasi yang menjanjikan. Namun, peluang tersebut belum dapat dimaksimalkan. Dua menit berselang, Rafi Rasyiq menerima umpan terobosan dari M. Isfandyar dan berhadapan langsung dengan kiper. Sayangnya, penyelesaian akhir Rafi masih mampu diblok Faez Iqhwan. Indonesia terus mencari gol hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan. Muhamad Ibrah juga mendapatkan kesempatan dari situasi kemelut di kotak penalti, tetapi sepakannya melambung di atas mistar. Peluang emas kembali hadir pada menit ke-79 ketika terjadi kesalahan dari lini belakang Malaysia. Irpan Abadi mencoba memanfaatkan bola yang berada di depan gawang, tetapi sundulannya masih tipis melewati mistar. Laga berakhir dengan skor 0-0. Hasil tersebut membuat Timnas Indonesia U-20 dan Malaysia sama-sama mengamankan satu poin pada pertandingan pembuka Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.

Seoul EOU Cup 2024: Indonesia Telan Kekalahan Kedua

Korea Selatan U-20 mengalahkan Indonesia 3-0 pada laga terakhir Seoul Earth on Us Cup 2024 di Stadion Mokdong, Seoul, Minggu (1/9) malam WIB. Korsel membuka keunggulan 1-0 saat laga baru berjalan lima menit. Gol dicetak pemain belakang Shin Minha melalui sundulan memanfaatkan eksekusi sepak pojok. Setelah unggul, Korsel tetap dengan pendekatan bermain yang agresif. Tim asuhan Lee Chang Won tampil ngotot dan tidak membiarkan para pemain Timnas Indonesia U-20 leluasa menguasai bola. Tuan rumah bahkan bisa memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-25. Umpan Hong Seokhyun di dalam kotak penalti dengan tenang dieksekusi Kim Taewon untuk membobol gawang Ikram Algiffari. Situasi sepak pojok kembali jadi petaka buat Timnas Indonesia U-20. Hong Seokhyun dengan cermat menyundul bola dari sepak pojok yang membuat Ikram memungut bola untuk kali ketiga dari gawangnya pada menit ke-32. Skor berubah jadi 3-0. Korsel U-20 punya peluang untuk mencetak gol keempat pada menit ke-58. Park Subeen melepaskan tembakan keras dari dalam kotak yang masih tipis berada di atas mistar gawang. Empat menit berselang giliran pemain pengganti Korsel U-20, Kim Gyeol yang menebar ancaman. Namun, tembakan Kim masih terlalu lemah dan mudah dijinakkan Ikram. Timnas U-20 akhirnya mendapatkan peluang yang mengancam pertahanan lawan pada menit ke-71. Umpan silang dikirimkan Riski Afrisal ke tiang jauh yang disambut sontekan Alfharezzi tetapi arahnya masih berada di samping kiri gawang Korsel. Dua menit berselang giliran Riski yang punya peluang. Tembakan kaki kiri dilepaskan Riski dari dalam kotak penalti yang mengenai pemain belakang lawan dan menghasilkan sepak pojok. Korea Selatan yang telah melakukan sejumlah pergantian pemain tidak lagi leluasa melakukan tekanan. Kondisi ini coba dimanfaatkan tim Garuda Nusantara yang sudah lebih percaya diri dalam melakukan tekanan. Hanya saja permainan yang lebih baik itu tetap saja tidak cukup untuk membuat Timnas U-20 memecahkan kebuntuan. Alhasil, skor 3-0 untuk kemenangan Korea Selatan U-20 tidak berubah hingga laga usai.

Seoul EOU Cup 2024: Indonesia Akui Keunggulan Thailand

Tim U-20 Indonesia harus mengakui keunggulan 0-2 dari Thailand di laga kedua mereka pada ajang Seoul Earth On Us Cup 2024, Jumat (30/8) di Stadion Mokdong, Korea Selatan. Gol-gol tersebut berasal dari Caelan Ryan di menit ke-10 dan Ratthaphum Phankhechon menit ke-90. Garuda Nusantara tampak kesulitan untuk bisa mengeluarkan permainan terbaiknya karena ditekan oleh Thailand U-20. Sementara lawan bermain lebih baik. Dony Tri Pamungkas, dan kawan-kawan awalnya sudah terlihat kewalahan melawan Thailand U-20. Sebab pasukan Indra Sjafri itu terus ditekan setiap kali memegang bola. Karena tekanan tinggi itu, para pemain Garuda Nusantara tampak kesulitan memainkan permainan terbaik mereka. Thailand U-20 justru bisa bermain lebih baik dan mencetak gol di menit ke-10 yang dicetak oleh Caelan Tanadon Ryan. Striker Thailand itu sukses mengantisipasi kesalahan pemain Garuda Nusantara, Rahmat Syawal tengah berupaya membuang bola ke arah Dony Tri Pamungkas, pemain Thailand, Thanawut Phochai mampu mengambil bola tersebut, yang pergerakan bolanya lantas mengarah ke kaki striker itu yang langsung menyambar bola dan gol pun tercipta. Kesalahan karena terlalu berani bermain di area sendiri akhirnya dibayar mahal. Memasuki babak kedua, permainan Garuda Nasional sedikit berubah, tampil menekan. Beberapa peluang sempat tercipta, namun tidak ada yang benar-benar berpeluang gol. Namun, Thailand U-20 pun berhasil menambah keunggulan via Ratthapum Phankhechon. Gol yang tercipta di menit 90+3 itu pun berbau kontroversi. Sebab dalam proses gol itu terjadi, pemain Timnas Indonesia dihalangi wasit hingga terjatuh dan kehilangan bola. Garuda Nusantara akhirnya harus akui keunggulan lawannya itu dengan skor 0-2.

Seoul EOU Cup 2024: Comeback Apik, Indonesia Kalahkan Argentina

Timnas Indonesia U-20 berhasil mengalahkan Argentina 2-1 di Stadion Mokdong, Seoul, Rabu (28/8/2024) siang WIB. Dalam pertandingan ini Argentina unggul lebih dulu di menit ke-16 melalui sundulan keras Mirko Juares Zemlich usai menyambut tembakan Rodrigo Stocco memanfaatkan bola intersep Kadek Arel dalam situasi sepak pojok. Pada menit ke-75, Indonesia mampu menyamakan skor menjadi 1-1 lewat sundulan Kadek Arel usai meneruskan umpan tendangan bebas Maouri Ananda Yves Ramli Simon. Bahkan pada menit ke-79 Indonesia berhasil comeback atau berbalik unggul 2-1 atas Argentina berkat gol penalti Maouri Ananda Yves Ramli Simon. Sementara itu pada pertandingan lain, Korea Selatan sukses membantai Thailand 4-1 di laga perdana Seoul Earth On Us Cup 2024 di Stadion Mokdong, Korea Selatan, Rabu (28/8) malam. Dengan demikian, Korea Selatan dan Indonesia menjadi pemuncak klasemen sementara dengan 3 poin, namun Korea unggul jumlah selisih gol. Pada pertandingan selanjutnya Korea Selatan akan bertemu Argentina, Jumat (30/8) petang WIB. Sedangkan Indonesia akan jumpa Thailand, Jumat (30/8) siang WIB.

PSSI Pastikan Tidak Ada Praktik Jual Beli Manajer Timnas

PSSI Pastikan Tidak Ada Praktik Jual Beli Manajer Timnas U-19

Beberapa waktu lalu sepak bola Indonesia digemparkan dengan isu praktik jual beli untuk jabatan manajer timnas Indonesia U-19 untuk Piala Dunia U-20 2021. Namun, Badan Yudisial PSSI telah bergerak cepat dan menggelar sidang pada 7 Januari 2021 untuk mengklarifikasi isu tersebut. Isu jual beli tersebut muncul setelah beredar kuitansi penyetoran uang 100 ribu dolar Singapura (setara Rp1 miliar) di media sosial. Dalam keterangannya tertulis pemesanan tiket Piala Dunia U-20, dengan nama Achmad Harris (rekan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin), dan diterima oleh Djoko Purwoko (staf khusus Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan). Kedua orang tersebut dipanggil Badan Yudisial PSSI untuk diminta klarifikasi tentang isu yang beredar. Harris mengakui menyetor uang itu kepada Joko, tapi bukan untuk membeli jabatan manajer timnas Indonesia U-19. Harris menyatakan uang tersebut diberikan untuk bisnis probadi yakni bisnis tiket dan merchandise. Namun, karena Piala Dunia U-20 tahun ini dibatalkan FIFA, Joko akhirnya mengembalikan uang itu. FIFA memutuskan Piala Dunia U-20 2021 tidak jadi digelar karena belum berakhirnya pandemi virus corona. Indonesia tetap ditunjuk sebagai tuan rumah saat Piala Dunia U-20 dihelat 2023. Berikut kesimpulan Badan Yudisial PSSI: 1. Kedua pihak yakni Sdr Joko Purwoko dan Sdr Achmad Harris mengakui adanya transaksi senilai Rp1 miliar dalam bentuk mata uang dollar Singapura, yang diserahkan di Jakarta untuk kepentingan bisnis dalam gelara Piala Dunia U-20. 2. Bahwa tidak ada jual beli jabatan (manajer timnas Indonesia) di lingkungan PSSI. Berdasarkan keterangan Sdr Achmad Harris dan keterangan Sdr Joko Purwoko, bahwa berkaitan penyerahan uang sebesara 100.000 dollar Singapura hanya sebatas hubungan bisnis pribadi (bisnis tiket dan merchandise) dan sejak adanya keputusan FIFA untuk menunda Piala Dunia pada tahun 2023, maka uang sebesar 100.000 dollar Singapura telah dikembalikan dari Sdr Joko Purwoko kepada Sdr Achmad Harris, sehingga tidak ada kaitannya dengan PSSI dan tidak melibatkan ketua umum, sesuai dengan yang tertera dalam kuitansi yang ditandatangani oleh Sdr Joko Purwoko dari Sdr Achmad Harris yaitu untuk pembelian tiket sesuai copy kuitansi terlampir. 3. Kepentingan bisnis menyangkut penjualan tiket dan merchandise dimana kedua pihak menegaskan bahwa kepentingan bisnis murni yang dilakukan tidak ada kaitannya dengan jual beli jabatan Manajer tim nasional U-19 untuk Piala Dunia U-20, dan mengatasnamakan bisnis pribadi tanpa melibatkan Bapak Dody Reza. 4. Presiden Joko Widodo melalui KEPPRES No. 19 Tahun 2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 membentuk panitia nasional penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2021 yang disebut sebagai Indonesia FIFA U-20 World Cup 2021 Organizing Committee (INAFOC) dan melibatkan perwakilan lintas kementerian. INAFOC bertanggung jawab langsung kepada Presiden, Kepres No 19 Tahun 2020 Pasal 5 Ayat (1) huruf b, Ketua panitia Pelaksana INAFOC dijabat Menpora, Ketua panitia pelaksana bidang sarana dan perasarana Menteri PUPR dan Ketua pelaksana peningkatan prestasi Timnas U 20 dijabat Ketum PSSI, bahwa manajer timnas sampai saat ini berdasarkan Keppres Nomor 19 Tahun 2020 masih dipegang Ketua Umum PSSI berkaitan dengan Peningkatan Prestasi PSSI pada ajang Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang, demikian pula berkaitan dengan pertanggungan jawaban Anggaran APBN yang tidak memungkinkan jabatan Manager Timnas diserahkan kepada pihak lain.