Kemenpora Berikan Penghargaan Kepada Legenda Bulutangkis Versi CWIBC

Imam-Nahrawi-berpasangan-dengan-Kevin-Sanjaya-melawan-Chandra-Wijaya-dan-Ricky-Soebagdja

Bulutangkis Indonesia sangatlah ditakuti oleh Negara-negara dunia. Sebut saja nama Eng Hian, Chandra Wijaya, Ricky Soebagja, Icuk Sugiarto, Taufik Hidayat, Hendrawan, Susi Susanti dan masih banyak lagi atlet legenda bulutangkis Indonesia yang disegani oleh lawannya. Di acara pembukaan Yonex Sunrise Doubles Special Championship 2017 dan peresmian venue Chandra Wijaya International Badminton Centre (CWIBC), Kemenpora memberikan penghargaan kepada legenda bulutangkis Indonesia yang sudah memberikan prestasi dan membawa nama harum Indonesia. Penghargaan tersebut, diberikan kepada Ketua Umum PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) periode 2008-2012, Djoko Santoso. Penghargaan juga diberikan kepada Ricky Soebagdja serta Rexy Mainaky sebagai pasangan terbaik dan peraih Olimpiade Atlanta 1996. Terakhir, penghargaan diberikan kepada pelatih yang membawa pasangan ganda putra Kevin dan Marcus juara dunia yakni Herry Iman Pierngadi. Kemenpora Imam Nahrawi menjelaskan, luar biasa sesama legenda memberikan penghargaan. Terlebih, pemerintah akan terus mendukung pelaku sejarah sesuai dengan intruksi Presiden, Joko Widodo. “Ini adalah apresiasi yang luar biasa sesama legenda memberi penghargaan. Dalam hal ini, pemerintah terus mensupport dan akan melanjutkan tradisi kemarin, kepada para legenda olahraga di tanah air yang merupakan instruksi langsung dari bapak presiden,” ungkap Imam. Sedangkan, mantan juara dunia bulu tangkis, Chandra Wijaya menuturkan, pihaknya sangat gembira dengan kondisi saat ini artinya pemerintah terus mengapresiasi para legenda bahkan hingga memberikan bonus kepada para atlet. “Kita sebagai mantan atlet gembira sekali namun, jangan sampai sistem yang sudah baik berhenti di tengah jalan tetapi harus terus konsisten karena mencetak para juara tidak bisa instan dan perlu pengorbanan, dedikasi, kerja keras dari atlet itu sendiri,’’ tuturnya. Pada kesempatan itu, sempat pula dilakukan pertandingan eksebisi antara Menpora Imam Nahrawi yang berpasangan dengan Kevin Sanjaya melawan pasangan Chandra Wijaya-Ricky Soebagdja. (pah/adt)

Asian Para Games 2018, Tiga Ribu Atlet Disabilitas Akan Padati Gelora Bung Karno

Asian Para Games

Asian Para Games (APG) 2018 akan dilaksanakan setelah perhelatan Asian Games 2018 di Indonesia. Asian Para Games (APG) diperuntukan bagi atlet penyandang disabilitas se-Asia. Wakil Ketua Umum Indonesia 2018 Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC), Sylviana Murni menjelaskan, APG merupakan event terbesar dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk memberikan hasil yang maksimal. “Acaranya sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 6-13 Oktober 2018. Diperkirakan akan ada 3.000 atlet penyandang disabilitas yang akan bertanding. Menerima sebanyak 3.000 tamu bukan hal yang mudah dan membutuhkan dukungan berbagai pihak agar memberikan hasil yang maksimal,” paparnya seperti dikutip tribunnews.com. Sementara itu, Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede sangat yakin Gelora Bung Karno bisa bersahabat dengan para atlet. “Salah satu syarat untuk ditunjuk menjadi tuan rumah Para Games adalah venue-nya harus ramah disabilitas, begitu juga fasilitas-fasilitasnya. Komplek Gelora Bung Karno saya pikir sudah ramah bagi disabilitas,” ujar Mangara.(pah/adt/tbn)

Kevin/Marcus Sabet Gelar Juara BWF Super Series 2017

Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon berhasil tampil gemilang dan dapat menjuarai turnamen BWF Super Series Finals 2017. Pasangan ganda putra nomor satu dunia ini mampu mengalahkan pasangan China, Zhang Nan/Liu Cheng dalam dua gim 21-16, 21-15, dalam final yang berlangsung di Hamdan Sports Complex, Dubai, Uni Emirat Arab. Dalam gim pertama poin hingga 16-15, sebelum akhirnya tim Kevin/Marcus melejit ke 21-16. Sedangkan, gim kedua Marcus/Kevin unggul di angka 11 hingga jadi 17-13. Poin tertambah lewat pukulan silang Kevin. Pertandingan final yang berlangsung begitu ketat, tidak menjadi halangan bagi tim Indonesia untuk unggul atas ganda China. Menurut lansiran dari bolaSport.com (18/12/2017), Asisten Pelatih Ganda Putra PBSI, Aryono Miranat, diakuinya yakin dengan kemenangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di BWF Superseries Finals 2017. Dikatakan Aryono, mereka punya mental yang sangat bagus, di lapangan selalu fight, percaya diri. Kevin/Marcus dikatakan sebagai pasangan pebulutangkis yang saling melengkapi. Saat Kevin tak bisa mengeluarkan permainan, Marcus mengambil alih dan memberi semangat, begitu sebaliknya. “ Tahun depan harus jaga konsistensi, percaya diri boleh, tetapi tetap rendah hati,” tutup Aryono dalam lansiran dari bolaSport.com

INAPGOC Terus Sosialisasikan Asian Para Games 2018 ke Masyarakat

Member Public Relation dan Media, Indonesia 2018 Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC), Andre Budiarjo (kanan) mensosialisasikan Asian Para Games 2018 kepada awak media, pada Jumat (15/12) di Sumarecon Mall Serpong.

Indonesia akan menjadi saksi ribuan atlet yang akan berlaga di Asian Para Games (APG) 2018. Perlu diketahui, Asian Para Games ini merupakan event khusus untuk para atlet penyandang disabilitas. Sebagai tuan rumah, Indonesia merupakan negara ketiga dalam pelaksanaan Asian Para Games 2018, setelah sebelumnya hadir di Tiongkok dan Korea Selatan. Nantinya, akan ada sekitar 3.000 atlet penyandang disabilitas dan official dari 43 negara di Asia anggota dari Asian Paralympic Committee. “18 cabang olahraga dengan 582 nomor pertandingan akan dilagakan selama delapan hari pada 6 sampai 13 Oktober tahun depan,” terang Andre Budiarjo, selaku Member Public Relation dan Media, Indonesia 2018 Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC), Jumat (15/12). Sama halnya dengan Asian Games 2018 yang sudah memulai beragam aktivitas persiapan dan tahap renovasi. INAPGOC saat ini juga sudah mulai melakukan persiapan, salah satunya dengan sosialisasi kepada masyarakat bahwa ada event besar untuk para atlet disabilitas. “Persiapan juga termasuk di antaranya melakukan sosialisasi awal, seperti yang saat ini sedang dijalankan pada 20 titik di 16 kota di Indonesia. Jadi nantinya pengetahuan masyarakat mengenai APG 2018 semakin tinggi dan kemudian tertarik untuk mengapresiasi kegiatan ini dengan menyaksikan Iangsung maupun tidak langsung,” ujarnya. Asian Para Games ini nantinya diadakan di kompleks GeIora Bung Karno Senayan. Ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah APG 2018 juga diharapkan dapat meninggalkan warisan, baik fisik maupun non-fisik. “Indonesia ini adalah negara pertama di Asia Tenggara yang terpilih untuk menyeIenggarakan Asian Para Games, dan kesempatan ini menjadi salah satu implementasi dari Undang-undang No. 8 Tahun 2016 mengenai Penyandang Disabilitas,”imbuhnya. Berbagai fasilitas olahraga dan asrama atlet sudah masuk dalam tahap perbaikan. Wisma atlet sendiri, nantinya akan terletak di wilayah Kemayoran. “Beberapa renovasi akan dilakukan untuk memenuhi setiap kebutuhan pertandingan yang menyesuaikan dengan kebutuhan para atIet, seperti elevator dan kamar mandi yang dapat mudah diakses oIeh kursi roda,” tambahnya.(pah/adt)

Stadion Aji Imbut dan Batakan Masuk Jajaran Stadion Yang Menggelontorkan Dana Fantastis di Asia Tenggara

Stadion Aji Imbut – Indonesia

Stadion-stadion di kawasan Asia Tenggara saat ini sudah mulai bermunculan dengan fasilitas tak kalah bagus dengan stadion di Eropa. Sekarang di tiap-tiap Kota tengah gencar membangun stadion bertaraf Internasional. Yang pastinya, harus menggelontorkan pundi-pundi uang yang sangat besar. Yuk, mari kita intip 6 stadion keren di Asia Tenggara dengan total anggaran hingga miliaran rupiah. 6. Stadion Sultan Ibrahim Larkin – Malaysia (Rp 660 miliar) Stadion berkapasitas 40.000 penonton ini akan menjadi markas klub besar Johor Darul Ta’zim (JDT). Saat ini, masih dalam tahap pembangunan dan rencananya akan rampung 2019 mendatang. Pastinya, dengan jumlah anggaran besar tentunya memiliki fasilitas oke. Designnya pun, stadion ini tidak menggunakan trek lari, otomatis tidak ada pembatas. Jadi penonton dapat lebih dekat menyaksikan pertandingan. Mari simak ulasan 5 Stadion yang paling mengejutkan keuangan diantaranya : 5. Stadion Aji Imbut – Indonesia (Rp 900 miliar) Markas klub yang berjuluk Naga Mekes yakni Mitra Kukar merupakan salah satu stadion di Indonesia yang memiliki design unik. Dengan kapasitas 35.000 penonton, atap stadion Aji Imbut ini memiliki dua atap yang saling berhadapan dengan bentuk seperti setengah lingkaran. Tentunya, jika disaksikan dari udara stadion ini akan terlihat sangat indah. Dan, letaknya pun tak jauh dari Sungai Mahakam di Tenggarong, Kalimantan Timur. Namun, M Sissoko mantan pemain Juventus, Liverpool pun pernah menjajal stadion keren ini, karena pada Liga 1 2017 membela Mitra Kukar. 4. Stadion Batakan – Indonesia (Rp1,38 triliun) Mungkin stadion ini dijuluki sebagai Emiratesnya (stadion Arsenal) milik Indonesia. Tak ada lintasan lari membuat stadion ini lebih istimewa dan sangat jarang di Indonesia mempunya stadion tanpa lintasan lari. Anggarannya pun tak main-main untuk membangun stadion Batakan yakni Rp 1.38 triliun. Markas dari tim Beruang Madu, Persiba Balikpapan ini menambah istimewa dengan atraksi lampu stadion yang bisa menari, seperti halnya di stadion Eropa. Proses pekerjaanya pun, memakan waktu selama enam tahun dengan kapasitas 46.000 penonton. Stadion Batakan baru saja menggelar event Internasional dimana legenda Liverpool seperti John Arne Riise, David James menjajal rumput stadion Batakan bersama dengan legenda Arsenal seperti Pires dan kawan-kawan. Sayangnya, tak dibarengi dengan prestasi Persiba Balikpapan. Tim kebanggan masyarakat Balikpapan ini harus terdegradasi ke Liga 2 2018. 3. Stadion Shah Alam – Malaysia (Rp1,53 triliun) Malaysia saat ini memang terus gencar dalam pembangunan stadion bertaraf Internasional. Salah satunya stadion bersejarah milik warga Malaysia yakni Stadion Shah Alam. Memiliki kapasitas 80.000 penonton dengan menghabiskan anggaran Rp 1.53 triliun, menjadi stadion terbesar di Malaysia. Dua klub besar Malaysia menggunakan stadion ini sebagai homebase mereka yakni Selangor FC dan PKNS. Dan, yang paling istimewa yakni Shah Alam memiliki tribun berdiri terpanjang di dunia. 2. Stadion Bukit Jalil – Malaysia (Rp2,62-5,25 triliun) 20 tahun menjadi markas timnas Malaysia dan pernah membantai timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2010 tentunya mempunyai kenangan manis lainnya bagi timnas Malaysia. Dibangun sejak 1998, Stadion Bukit Jalil beberapa kali mengalami renovasi. Dan, kini atap stadion Bukit Jalil bisa dibuka dan ditutup. Total hingga saat ini renovasi stadion Bukit Jalil memakan biaya sekitar Rp. 2 triliun hingga Rp. 5 triliun. 1. Singapore National Stadium – Singapura (Rp17,6 triliun) Nah, masalah paling termahal dalam pembangunan stadion, Singapura jagoannya. Singapore National Stadium menghabiskan Rp 17,6 triliun untuk membangun stadion yang mempunyai fasilitas oke. Atapnya pun, bisa buka dan tutup dalam waktu 25 menit. Memiliki kapasitas 55.000 penonton, selain menyelenggarakan sepakbola juga bisa menyelenggarakan event rugby. Tribunnya pun bisa digerakan guna memperlancar event yang berlangsung. Namun, stadion ini tetap memiliki masalah dalam hal lapangannya, dan juga terus menuai kritikan karena kualitas rumputnya. Meski begitu, stadion ini tetap merupakan salah satu yang terbaik di Asia Tenggara.(pah/adt)

Indonesia Terpilih Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia Basket

Indonesia-Terpilih-Menjadi-Tuan-Rumah-Piala-Dunia-Basket-1

Suatu kebanggaan bagi Indonesia yang terpilih menjadi tuan rumah pertama kali untuk ajang terbesar bola basket dunia. Federasi Bola Basket International (FIBA) melakukan pemilihan tuan rumah untuk ajang piala dunia FIBA tahun 2023 di Jenewa, Swiss pada 9 Desember lalu. Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah bersama Filipina dan Jepang. Piala dunia FIBA 2023 juga pertama kali akan diadakan di tiga negara. Ajang ini akan diselenggarakan di Jakarta, Manila dan Okinawa dimana ketiga kota itu dianggap paling dekat dengan media, akomodasi, medis dan berbagai pelayanan penting lainnya. Di tahun 2023, FIBA lebih mengedepankan kesederhanaan dalam desain turnamen untuk memastikan fokus atlet dan olahraganya. Turki, Rusia, Argentina dan Uruguay yang mencalonkan diri harus kalah dengan negara-negara Asia. Menurut Sekretaris Jendral FIBA, Patrick Bauman alasan FIBA memilih Indonesia, Filipina dan Jepang adalah ketiga negara ini memiliki semangat yang tinggi dalam mempersiapkan diri. Selain itu, jumlah penduduk yang lebih dari 500 juta jiwa dengan mayoritas masyarakat usia muda, menjadi daya tarik tersendiri. FIBA berharap dengan diadakan di 3 negara ini, basket bisa menjadi olahraga yang populer dan menarik banyak orang. Sebelumnya memang Indonesia sudah melakukan langkah besar dengan mencalonkan diri sebagai tuan rumah FIBA. FIBA sangat antusias dengan keberanian yang dilakukan Indonesia untuk menjadu tuan rumah ajang bola basket bergengsi di dunia. Bendahara FIBA, Ingo Weiss berpendapat bahwa tidak ada salahnya Indonesia sebagai negara Asia berani mencalonkan sebagai tuan rumah. Perhatian dunia pun akan tertuju ke Asia, bahkan ajang FIBA ini bisa memberikan dampak positif seperti dibidang ekonomi, wisatawan dan peninggalan sarana olahraga yang dapat digunakan generasi selanjutnya. Indonesia yang menggandeng Filipina dan Jepang memang sudah berkoordinasi untuk menyamakan persepsi dengan kedua negara tersebut. FIBA sempat datang melihat Istora Senayan dan Hall A Basket Stadion Gelora Bung Karno untuk memantau kesiapan dari tempat tersebut. Sebelumnya, di tahun 1978 Filipina dan di tahun 2006 Jepang pernah menjadi tuan rumah piala dunia Basket dan menjadi 2 negara di Asia yang terpilih. Maka dari itu, bersama Filipina dan Jepang, Indonesia dengan berani mengajukan diri dan menjadi negara ketiga di Asia yang berhasil menjadi tuan rumah. Dengan diadakan piala dunia FIBA nanti, akan menjadi peluang besar untuk menjadi tuan rumah pertandingan olahraga dunia lainnya. Selamat untuk Indonesia dan sukses hingga pertandingan digelar.(put)

Bulutangkis: Meski Sempat Mengalami Demam, Vindra Tetap Bertahan Hingga Semi Final

Moch.-Revindra-Raynaldi-Bulutangkis

Menjaga kondisi kesehatan tubuh memang sangat diperlukan bagi seorang atlet. Termasuk kondisi fisik yang baik dibutuhkan jika ingin bertanding. Pria yang memiliki nama panjang Moch. Revindra Raynaldi atau Vindra, ia merupakan atlet badminton yang pernah mengalami sakit demam disaat ia bertanding. Namun, hal tersebut tidak menghalangi dirinya untuk melanjutkan pertandingan hingga membawanya ke babak semi final. “Saat berada di even Australia International Series 2015, saya sakit demam. Tapi bisa masuk semi final. Itu pengalaman berharga buat saya untuk bagaimana bisa menyelesaikan masalah saat turnamen,”ujarnya Vindra yang juga merupakan anak dari salah satu pelatih Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum, memang sudah tekun mengikuti badminton sejak usia 5 tahun. Ia sudah menjadi atlet badminton yang bisa di bilang professional sejak usia 13 tahun hingga sekarang. Saat ini, Vindra sedang menekuni kuliah di Universitas Negeri Semarang jurusan Kepelatihan Olahraga. Vindra sudah mengikuti berbagai kejuaraan nasional dan internasional. “Kalau turnamen nasional, dari kalender Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sudah sangat sering ikut jika tidak cedera. Kalau internasional saya pernah berpartisipasi di Asean School 2008, German Junior 2014, International Singapore Series dan masih banyak lagi,” tuturnya Tak jarang,Vindra juga mengalami duka dan kendala sejak menjadi seorang atlet. “Buat saya kendalanya itu konsistensi dari satu pertandingan ke pertandingan selanjutnya dan mempertahankan semangat dan tujuan sejak latihan. Belom lagi kena omelan pelatih saat mainnya jelek, disiplin dalam segala hal dan masih banyak lagi,”tutupnya(put/adt)

Sebanyak Seribu Dua Ratus Pelajar Turun Serta Lestarikan Olahraga Tradisional

pelajar-mengikuti-kegiatan-olahraga-tradisional

Apakah kalian mengenal permainan hadang atau gobak sodor, egrang, tarik tambang? Ternyata, permainan tersebut merupakan olahraga loh dan sudah dinaungi oleh organisasi. Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Tangerang mengadakan kegiatan Invitasi Olahraga Tradisional Tingkat Pelajar Se – Kabupaten Tangerang bertempat di Rooftop Courts Mega Store BSD City, Senin (11/12). Sebanyak 35 sekolah baik itu SMP dan SMA Negeri maupun Swasta se-Kabupaten Tangerang ikut berpartisipasi dalam event rutin ini. “Lomba di acara Invitasi Olahraga Tradisional ini diikuti oleh pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Tangerang dengan total 35 sekolah dan total peserta hingga 1.200 orang,” jelas Stefanus Yanto, Wakil Ketua Penyelenggara Invitasi Pekan Olahraga Tradisional Pelajar se-Kabupaten Tangerang. Event ini merupakan event ke-empat yang berhasil diselenggarakan. Sebanyak lima cabang perlombaan akan dilombakan dalam event ini, seperti egrang, hadang atau gobak sodor, terompa panjang atau bakiak panjang, tarik tambang, dan dagongan atau dorong bambu. Yanto menjelaskan, bahwa kegiatan ini diadakan demi melestarikan budaya dan warisan leluhur Indonesia. “Olahraga rekreasi di Indonesia memang selama ini kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Oleh karena itu, melalui acara ini kita mencoba melestarikan dengan acara ini dan juga mengenalkan pada masyarakat,” paparnya. Lanjutnya, anak-anak sekolah di jaman sekarang lebih memilih bermain gadget. Mereka seakan tidak mengetahui, ada permainan yang menarik dibandingkan bermain gadget. “Mulai sekarang ayo kita gaungkan kembali olahraga tradisional kepada anak-anak dan masyarakat. Selain itu pemilihan acara yang di mall juga merupakan salah satu upaya untuk lebih mengenalkan dan mendekatkan olahraga rekreasi ke masyarakat,” tegas Yanto. Selain itu gelaran ini juga menjadi ajang seleksi potensi atlet olahraga rekreasi untuk tampil di Pekan Olahraga Provinsi dan Pekan Olahraga Tradisional Nasional. (pah/adt)

Targetkan Juara Umum Pada Kejurnas , Tim Hockey Kaltim Akan Datang Dengan Percaya Diri

tim hockey kaltim

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hockey akan berlangsung di Lapangan Hockey Astro Turf Senayan, Jakarta pada 9-12 Desember mendatang. Beberapa tim hockey dari berbagai Provinsi, terus matangkan persiapan dalam target meriahkan hasil maksimal di Kejurnas Hockey nanti. Seperti halnya tim hockey Kalimantan Timur (Kaltim) yang terus mempersiapkan atlet-atletnya dengan serius. Sebanyak 36 atlet putra dan putri akan mewakili Kaltim di ajang Kejurnas Hockey. Tim hockey Kaltim datang dengan penuh percaya diri dan mematok target juara umum. Target tersebut sepertinya bisa terjadi, karena prestasi atlet Kaltim di level Nasional sudah terbukti menunjukan taringnya. “Kami berharap tim putra agar bisa mempertahankan medali emas. Tim putri saat Kejurnas sebelum Pra-PON 2015 lalu kita mendapat medali emas. Semoga prestasi ini ditingkatkan. Target kami kalau bisa juara umum,” ungkap Pelatih Kepala Hockey Outdoor Muhammad Natsir seperti di kutip Tribun Kaltim. Meski begitu, Natsir tak ingin terlalu percaya diri. Kegagalan tim putri pada PON Jabar 2016 yang ditargetkan meraih emas, dan hasilnya mereka harus puas dengan medali perunggu. “Iya kami melihat itu, dan kami berharap prestasi tim putri ditingkatkan, supaya kita bisa meraih juara umum di Kejurnas,” ujar Natsir. Lanjutnya, peta kekuatan tim hockey masih sama dan tak ada yang berubah setelah PON Jabar 2016. Ada nama DKI Jakarta, Papua dan Jawa Barat yang akan menyulitkan Kaltim. Kendati demikian, Kaltim mendapat suntikan pengalaman dari atlet-atlet yang tampil di Sea Games Malaysia 2017 lalu.(pah/adt/tbn)

Saint John’s Catholic School Adakan Zumba Bersama

Zumba-Saint-Jhon

Selepas Ujian Akhir Semester (UAS), Saint John’s Catholic School hari ini mengadakan olahraga zumba bersama. Acara ini diadakan untuk seluruh siswa dan guru serta staf. Retty N. Hakim selaku Public Relation Manager Saint John’s Catholic School menuturkan tujuan diadakan acara ini. “Acara ini lebih ke have fun ya sebenarnya untuk menjaga kebugaran. Tadi pagi juga ada acara musik. Jadi, mungkin anak-anak yang tidak terlalu tertarik dengan musik bisa tergali dan terapresiasi lagi di gymnasticnya. Sehingga dua-duanya dapat, musik dan olahraganya,” tuturnya Acara olahraga ini diadakan setiap setahun sekali. Selain zumba, Saint John’s Catholic School juga pernah mengadakan capoeira bersama. Retty juga menambahkan murid-murid merasa senang dan juga guru dapat melakukan pelajaran tambahan untuk meningkatkan kreatifitas para siswa. “Mereka fun ya dan guru juga pakai acara ini untuk kreatifitas anak. Pernah saya lihat sehabis acara ini dan mereka disuruh membuat grup-grup kecil dan mereka membuat konsep olahraga mereka sendiri. Dan mereka bisa mencontoh dari gerakan-gerakan yang sudah dilakukan,”tambahnya Melalui acara ini, para siswa Saint John’s Catholic School diharapkan dapat belajar gerakan tubuh yang menyehatkan serta sebagai proses pendewasaan diri. “Anak-anak belajar mengenal gerakan-gerakan tubuh dan untuk kesehatan. Dan gerakan untuk zumba cewek agak berbeda karena gerakan-gerakan ini juga sebagai proses pendewasaan mereka juga,”ujar Retty N. Hakim (put)

JFA Hanya Mampu Bermain Imbang 1-1 Melawan Cibinong Raya

JFAvsCibinong

Lanjutan Liga Kompas U-14 pekan 17, banyak terjadi kejutan. Seperti pada laga JFA yang menjadi pemuncak klasemen melawan Cibinong Raya, yang berakhir imbang 1-1, Minggu (3/12) di Stadion Ciracas, Jakarta Timur. Cibinong Raya yang menduduki klasemen 11, tak gentar melawan pemuncak klasemen. Di babak pertama, Cibinong Raya terus menekan pertahanan JFA. Hasilnya dimenit 13, Cibinong Raya unggul melalui Imam Afif Faizal dan merubah skor menjadi 1-0. JFA yang tertinggal 1-0, berusaha bermain menyerang, akan tetapi serangan yang dibangun selalu kandas. Skor 1-0 pun, bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, JFA mulai bangkit dengan mengurung pertahanan Cibinong Raya. Anak-anak JFA pun, melakukan variasi serangan dengan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Sementara, Cibinong Raya mengandalkan serangan balik berbahaya. Pertahanan Cibinong Raya lengah dan hilang fokus. Kelengahan ini, berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh JFA. Hasilnya, Riski Praganta Ginting berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit 52. Tak ada gol tambahan di sisa waktu. Skor 1-1 pun, bertahan hingga usai pertandingan. Pelatih Cibinong Raya, Sairan mengatakan, sangat puas dengan permainan anak asuhnya. Menurutnya, anak asuhnya dapat memperagakan permainan sesuai dengan arahannya. “Saya puas dengan permainan anak-anak, mereka menerapkan strategi yang saya instrusikan, dan kami menempatkan beberapa pemain yang mampu mendobrak pertahanan JFA, hingga kami unggul terlebih dahulu,” tutur Sairan seperti dikutip akun resmi ligakg.kompas.id. Sementara Pelatih JFA, Zulkifli mengatakan, ada beberapa penyebab anak asuhnya tak menunjukan permainan terbaiknya. “Beberapa pemain datang terlambat, beberapa menit pertandingan akan dimulai, sehingga skema pemain berubah,” ujarnya.(pah/adt)

Sukses Tontonkan Skill Individu, Nama M Rafly Duduk Dalam Bursa Transfer Pemain

Rafly-pemain-timnas-u-19

Meski timnas Indonesia hanya mendapat peringkat tiga di ajang Piala AFF U-19. Namun, anak-anak besutan Indra Sjafri ini, mempunyai skill olah bola yang aduhai, dan berhasil membuat klub-klub top Liga 1 kepincut untuk menggunakan jasa mereka di Liga 1 2018. Bisa di lihat sebelumnya bahwa nama Hanis Saghara Putra dan Febi Eka Putra telah resmi dikontrak oleh runner-up Liga 1 Bali United. Dan, Egy “Kelok Sembilan” Maulana Vikry akan berguru ke ranah Eropa. Namun, ada satu penyerang timnas U-19 yang masih jadi rebutan klub Liga 1, yakni M Rafly Mursalim yang mendapat julukan si Santri asal Kota Tangsel. Meski santer dikabarkan akan bergabung ke PS TNI, ayah Rafly yakni Faisal Risal mengungkapkan bahwa belum ada tanda tangan kontrak dari PS TNI. “Sementara belum ada tangan kontrak dan belum deal,” ujar Faisal kepada tim nysnmedia.com melalui pesan whatsapp, Selasa (5/12). Rafly pernah memperkuat Porda Tangsel dan juga liga Soeratin Tangsel. Faisal juga mengatakan, tak hanya PS TNI saja yang ingin mengontrak Rafly. “Ya, bukan hanya 1 klub yang minat, Alhamdulillah ada beberapa klub Liga 1 yang dari awal minat sama M Rafly,” ucapnya. Tak hanya klub Liga 1 saja yang aktif dalam bursa transfer pemain. Tetapi, klub luar juga sedang aktif untuk memperkuat pondasi demi merengkuh juara. Saat ini, klub luar juga sudah mulai melirik pemain Indonesia, seperti Evan Dimas dan Ilham Udin yang baru saja dikontrak oleh Selangor FC (Malaysia). Melihat banyaknya minat klub luar akan kehebatan pemain Indonesia, tak terkecuali sang santri Rafly. Namun, sang ayah ingin Rafly berkarir di Indonesia dan merasakan atmosfir Liga 1. “Sementara biar berkarir dulu di dalam negeri dan merasakan atmosfir Liga Indonesia. Masalah nanti ada tawaran main keluar negeri, kita liat aja perkembangannya seperti apa,” jelas Faisal. (pah/adt)

Persiapan Matang, Ajang Tahunan JJBC Siap Digelar 9 Desember Mendatang

Logo JJB 2017

Melihat perkembangan olahraga basket di usia dini mulai berkembang pesat, banyak pula event-event kejuaraan yang digelar demi mencari bibit potensial. Usia-usia 7 tahun hingga 16 tahun, merupakan usia emas para pebasket muda untuk mengembangkan bakat mereka. Seperti contohnya kejuaraan Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) yang merupakan kejuaraan tahunan bagi usia dini. JJBC selalu rutin diadakan tiap tahun dan selalu menjadi daya tarik bagi klub-klub basket yang ada di Jabodetabek maupun luar Jabodetabek untuk turut berpartisipasi. Rencananya JJBC sendiri akan digelar pada tanggal 9 Desember mendatang di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Dimana terdapat enam kategori umur yang dipertandingkan, yakni KU 7, KU 8, KU 9, KU 10, KU 12, KU 16. Ketua Panitia JJBC, Awi mengatakan, sejak tahun 2014 ajang JJBC sudah digelar. Ajang ini, bertujuan untuk mengasah bakat para pebasket dan juga sebagai ajang silahturahmi antar klub basket. “Iya setiap tahun kita mengadakan JJBC mulai tahun 2014, jadi tahun ini sudah tahun ke-4,” ujar Awi. Lanjutnya, untuk di tahun 2017 ini JJBC akan dibuat menjadi 3 season. Dengan begitu, JJBC akan dibuat menjadi meriah. Nantinya, akan ada beberapa klub yang bertanding dalam JJBC 2017 dan memperebutkan Piala JJBC 2017 “Sebanyak 14 klub yang mengikuti JJBC ini, dan terbagi menjadi 34 tim dalam 7 kategori pertandingan. Saya harapkan, masing-masing klub mempersiapkan segala keperluan teknis, agar pada saat pertandingan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” terangnya. (pah/adt)

Pembangunan Perkampungan Atlet di Jakabaring Sport City Terus Di Kebut

wisma atlet 1

Jakarta dan Palembang terus berkoordinasi, berbenah dalam persiapan event olahraga terbesar di Asia yakni Asian Games 2018. Seperti halnya pilot project di Jakabaring Sport City. Nantinya, di Jakabaring Sport City akan melangsungkan beberapa cabang olahraga (cabor) seperti women football, sepak takraw, tenis/soft-tennis, voli indoor/voli pantai, kano/kayak, dayung, menembak, trialthon, sport climbing, dan rollersports. Pembangunan perkampungan atlet pun, terus dikebut untuk memenuhi target penyelesaian. Pada proses pembangunan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin sempat mengatakan, bahwa proses pembangunan akan selesai akhir tahun ini. “Insya Allah, pada saat Asian Games nanti tidak akan ada bau cat lagi,” ujar Alex seperti dikutip Tempo.com. Sekitar 3.000 atlet bakal ditampung di perkampungan atlet ini. Para atlet Asian Games pun, akan mudah menuju perkampungan atlet yang terletak di Jakabaring Sport City melalui Bandara Sultan Mahmud Badruddin II dengan menggunakan Light Rapid Transit (LRT). “Nanti akan melewati 13 stasiun, dan dalam waktu 26 menit 30 detik, ini sudah kami hitung, sudah sampai ke Jakabaring,” kata Alex. Perkampungan atlet ini, dibagi dalam tiga zona yakni zona A, zona dua dan zona tiga. Di zona A bisa menampung 1.178 atlet dengan total kamar 369. Selanjutnya, di zona dua bisa menampung 960 atlet dengan jumlah kamar 320 unit. Dan, untuk zona tiga terdapat 278 kamar dan bisa menampung 963 atlet. Sementara itu Direktur II Athlete Village and Services INASGOC, Bambang Supriyanto, mengatakan, zona A merupakan wisma atlet pada ajang Sea Games 2011 lalu. Dan, untuk pembangunan zona tiga ditargetkan rampung pada tahun depan 2018. “Sekarang sedang tahap toping up. Sampai bulan Maret itu sudah selesai semua. Dan, semua kamar setarat dengan standar hotel bintang empat,” jelasnya. (pah/adt)

Terungkap Kasus Match Fixing Di Indonesian Basketball League (IBL)

Terungkap-Kasus-Match-Fixing-Di-Indonesia-Basketball-League-IBL-1

Dunia basket di Indonesia baru-baru ini digegerkan dengan kabar yang mengejutkan. Terdapat kasus match fixing atau pengaturan skor yang dilakukan 8 pemain basket dan 1 official pada klub JNE Siliwangi Bandung. Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) mengeluarkan surat sanksi kepada 9 nama pada ajang Indonesia Basketball League (IBL) yaitu, Ferdinand Damanik, Tri Wilopo, Gian Gumilar, Haritsa Herludityo. Untung Gendro Maryono, Fredy, Vinton Nolan Sarawi, Robertus Riza Raharjo dan Zulhimi Fatturohman. Kesembilan nama ini telah melakukan pelanggaran dengan mengatur skor pada Seri II IBL musim lalu. Mereka berbuat curang pada 4 sampai 5 pertandingan. Mereka diduga menerima uang hingga 900 juta rupiah dalam satu kali laga. Rumor kasus ini sudah berhembus sejak ajang pemanasan Perbasi Cup 2017 sebelum IBL regular tahun 2017-2018 dimulai. Sejumlah nama-nama pemain dari klub Siliwangi sudah hilang dari daftar pemain yang akan berlaga. Bahkan kasus ini diduga sudah terjadi sejak dahulu ajang basket nasional Indonesia masih dengan nama National Basketball League (NBL) dan Kompetisi Bola Basket Utama (Kobatama). Namun, tidak pernah ada yang berani membuka kasus ini. Perbasi dan IBL Memberikan Sanksi Dalam surat yang dikeluarkan pada 21 November 2017 lalu, Perbasi memberikan sanksi tegas dengan membekukan pemain untuk mengikuti berbagai kegiatan basket di Indonesia baik sebagai pemain, official, pelatih dan sebagainya. Sanksi yang diberikan berbeda, seperti Ferdinand dibekukan selama 5 tahun, Triwilopo, Gian Gumilar, Haritsa dan Untung dijatuhi sanksi dibekukan selama 4 tahun. Fredy, Vinton dan Robertus selama 3 tahun dan Zulhimi selama 2 tahun. Perbedaan waktu sanksi ini dilihat dari seberapa besar kontribusi individu masing-masing dalam kasus ini. Bahkan, IBL pun ikut memberikan sanksi kepada pemain yang terlibat yaitu larangan bermain IBL seumur hidup. Sanksi keras ini diberikan karena melanggar peraturan IBL bab 4 pasal 7 ayat 2 yang berbunyi: “Apabila terdapat salah satu personel klub IBL yang terbukti melakukan game fixing (pengaturan skor), maka personel klub IBL tersebut akan dikenakan sanksi minimal Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) dan tidak boleh mengikuti kegiatan PT BBI seumur hidup.” Pengakuan Dari Para Pelaku Kasus ini dibeberkan oleh salah satu nama dari 9 nama tersebut yang memberitahu kepada Perbasi dengan membawa bukti rekaman. Tetapi, Perbasi enggan memberitahukan siapa yang mengadu. Ia merasa bahwa tidak nyaman atas perbuatannya. 8 nama lainnya juga sudah mengaku kesalahannya. 9 pelaku meminta kepada Perbasi untuk tidak membeberkan apa saja yang sudah mereka lakukan dan mereka tetap menerima resiko dari perbuatan haram tersebut. Dalam pengakuannya, mereka sangat terpaksa melakukan hal tersebut karena mereka tidak dibayar oleh klubnya. Namun, pihak manajemen klub Siliwangi membantah hal tersebut dan mengaku tidak terlibat dalam match fixing. Pihak manajemen klub Siliwangi merasa kecewa atas perbuatan anggota dari klub Siliwangi. Bahkan pihak manajemen klub Siliwangi sangat mengapresiasi tindakan dari Perbasi dan IBL dengan memberikan sanksi dan mengusut tuntas kasus ini. Klub JNE Siliwangi Bandung memang gagal melaju ke playoff setelah kalah dalam 10 pertandingan dari 14 pertandingan yang dilakukan. Hingga saat ini, Perbasi masih melakukan investigasi dan sudah mengantongi 13 nama lain yang diduga terlibat. Perbasi juga mengajak kerja sama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mengusut kasus ini yang bisa berlanjut ke pengadilan. Selain itu, Perbasi mencurigai ada 5 pemain asing dari Amerika dan Kanada yang ikut terlibat. Perbasi merasa dalang atau bandar yang mengatur skor dari kasus ini bukanlah orang Indonesia. IBL 2017/2018 Terancam Ditunda Ajang IBL 2017/2018 rencananya akan mulai diselenggarakan pada 8 Desember mendatang dan akan diikuti 10 tim nasional. Dengan adanya kasus yang masih terus bergulir ini menimbulkan banyak komentar tentang ajang IBL 2017/2018 yang terancam ditunda. Seperti tweet dari akun @jalapag13 yang memberikan balasan dari akun @mainbasket. Dalam tweetnya ia setuju jika IBL 2017/2018 untuk ditunda hingga kasus match fixing tuntas. Ada juga tweet dari akun @legolard yang tidak setuju jika ditunda karena melakukan investigasi bisa sambil berjalan dengan liga IBL. Semoga kasus ini bisa cepat terselesaikan dan pihak-pihak terkait bisa menerima hukuman yang adil untuk mewujudkan basket Indonesia yang bersih.(put)

Kabupaten Sidoarjo Optimis Raih Medali di Kejurnas Tenis

Kabupaten-Sidoarjo-Optimis-Raih-Medali-di-Kejurnas-Tenis

Kali ini, Kabupaten Sidoardjo akan menurunkan empat atletnya dalam keikut sertaanya dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis di Blitar, pada 30 November hingga 4 Desember 2017 mendatang. Ke empat atlet tenis yang akan bersaing di Kejurnas merupakan binaan dari Pesatuan Lawan Tenis Indonesia (Pelti). Pelatih Khosim mengatakan, faktor kesiapan dan cuaca menjadi kendala dalam persiapan Kejurnas. Meski, ke empat atletnya memiliki potensi namun, apabila persiapan kurang tepat akan menjadi kendala yang berarti. “Terkendala hujan yang setiap hari mengguyur,” ujarnya seperti dikutip Jawa Pos. Alasannya menghentikan, karena ingin menjaga kondisi agar tidak menurunkan fisik atlet. Walaupaun terganggu, Khosim berharap atletnya dapat bersaing dalam perebutan medali. “Mudah-mudahan bisa meraih emas, usaha para atlet harus maksimal,” pungkasnya.(pah/adt)

Rangsang Minat Olahraga Golf Kepada Pemuda, Pembinaan Atlet Golfer Muda Terus Di Gelorakan

Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) Bidang Pertandingan, Markus Anthony Chandra saat memberikan kata sambutan dalam acara launching Indogolf Passport di Restoran Manado Rarampa, Rabu 29/11/17.

Olahraga golf merupakan olahraga yang belum begitu banyak peminatnya. Mungkin di Negara-negara lain, olahraga golf menjadi olahraga yang digandrungi, tetapi tidak di Indonesia. Meski tidak begitu banyak peminatnya terhadap olahraga golf, saat ini perkembangan golf dan pembinaan golf di Indonesia sudah mulai membaik. Hal itu disampaikan langsung oleh Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) Bidang Pertandingan, Markus Anthony Chandra. “Pembinaan golfer, sekerang sudah mulai membaik dibandingkan periode sebelumnya. Tapi, kita belum puas, karena di Negara lain terus bergerak dengan cepat. Kita berusah mengejar ketertinggalan dari Negara lain,” ucap Anthony kepada nysnmedia.com seusai soft lauching Indo Golf Passport, Rabu (29/11). Lanjutnya, dalam hal pembinaan golfer muda semua stakeholder harus ikut bergabung. Karena, olahraga golf merupakan olahraga saja tetapi membutuhkan faktor lain. “Ini tugas stakeholder, bukan institusi saja yang bertanggung jawab. Golf ini harus spesifik dan bukan hanya pembinaan saja, tetapi psikologi, nutrisinya dan faktor lain yang harus dijaga,” ungkapnya. Mengingat prestasi golfer Indonesia masih di bawah peringkat 100 dunia, Anthony akan terus melakukan peningkatan dalam pembinaan dan pertandingan. “Setiap pertandingan sebagai pembinaan. Saat ini pemain kita ada di rangking ratusan dunia. Untuk masuk 100 besar saja, sudah baik. Tapi balik lagi, kita belum puas walaupun saat ini peningkatan sudah baik. Yang dipikirkan sekarang bagaimana lapis bawah (junior) mengisi gap dari senior-seniornya. Tentunya ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bersama kita,” jelas Anthony yang juga menjabat sebagai General Manager Gading Raya Golf. (pah/adt)

Rilis Aplikasi Berbasis Online, IndoGolf Passport Tawarkan Kemudahan Layanan Golf

IndoGolf-Passport

Aplikasi online, IndoGolf Passport rilis pada 29 November 2017 lalu. Aplikasi dan website ini bertujuan untuk mengatur agenda pegolf, belajar hingga mengatur jadwal turnamen yang bisa diikuti. Tak hanya itu, pegolf juga dapat memesan klub latihan dengan penawaran khusus. IndoGolf Passport bekerja sama dengan Jack Nicklaus Academy Of Golf, Jakarta (JNAG) membangun aplikasi dan website yang akan memudahkan para pegolf di Indonesia. David Kurniawan selaku pendiri IndoGolf Passport percaya IndoGolf Passport akan membawa nilai-nilai permainan golf dan bisa mengajarkan golf di Indonesia. David yang tinggal di China sejak tahun 1999 memang memiliki latar belakang dalam manajemen dan pembangunan resort golf di China. Ia bahkan telah membantu Jack Ma pendiri Alibaba dalam pembangunan The Fuchun Resort di Hangzhou, China. Ia percaya bahwa China dan Indonesia dapat memiliki hubungan yang baik dalam bidang pariwisata dan ia juga bisa mendukung golf di Indonesia. David Kurniawan bermimpi mengenalkan golf di Indonesia kepada pegolf di China. Ia mulai membangun model bisnis untuk membentuk bisnis yang berasal dari Indonesia. Ir. Hidayat Tjokrodjojo, pendiri PT Realta Chakradarma yang juga teman lama David setuju dengan ide David dan membantu seluruh desain untuk aplikasi mobile dan website IndoGolf Passport. Bersamaan dengan itu, David juga bertemu dengan Mr. Ted Simons dari Nicklaus Academies. Ia pun mengajak kerja sama dengan Jack Nicklaus Academy Of Golf, Jakarta (JNAG) yang akan dibuka tahun 2018 di Gading Raya Golf & Country Club. JNAG juga akan membantu para pegolf lokal untuk mengajarkan golf melalui program sertifikasi mengajar. Fokus utama dalam kerjasama ini adalah mengenalkan kepada masyarakat yang percaya bahwa golf dapat menghubungkan orang-orang sesama pecinta golf.(put/adt)

Pro Dan Kontra Seputar Produk Hijab Besutan Nike

Zahra Lari, Atlet Ski Ice , salah Sstu brand ambassador hijab Nike. Foto: Gomuslim.co.id

Merek olahraga ternama dunia, Nike mengeluarkan koleksi hijab yang diperuntukkan bagi wanita muslim berhijab yang menyukai olahraga. Koleksi dengan nama “Pro Hijab” akan diluncurkan pada tahun 2018 dan menggandeng atlet dunia Zahra Lari atlet cabang olahraga ski es dan Amna Al Haddad atlet angkat besi. Produk yang dikeluarkan adalah penutup kepala yang dapat digunakan wanita berhijab agar bisa lebih leluasa saat berolahraga. Belakangan sebelum produk ini akan diluncurkan, Nike telah melakukan beberapa pertemuan dengan para atlet muslim untuk bertukar pikiran demi mengetahui produk apa yang dibutuhkan yang dapat mendukung kemudahan mereka dalam berolahraga. Nike Pro Hijab diciptakan dengan bahan yang tentunya lebih ringan dan lembut seperti kulit sehingga nyaman digunakan dan tidak mengganggu saat bergerak. Para penggunanya juga tidak perlu khawatir akan kepanasan, sebab penutup kepala ini memiliki lubang-lubang kecil yang tidak terlihat yang berfungsi untuk menjaga sirkulasi udara dan tidak membuat kulit kepala pengap. Inovasi baru ini sangat berguna bagi para wanita berhijab. Namun disisi lain, produk ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Pendapat yang kontra menilai bahwa dengan meluncurkan Pro Hijab, Nike mendukung penindasan terhadap wanita. Selain itu, muncul protes yang menyebut Nike meng komersialkan hijab, mengakomodasikan Islam di Amerika Serikat. Bahkan sampai ada yang mengancam akan memboikot Nike. Salah satu brand ambassador Pro Hijab, Amna Al Haddad mengatakan bahwa langkah Nike ini merupakan langkah yang bagus untuk para atlet berhijab yang dituntut tampil dalam turnamen. Ia yakin atlet berhijab bisa lebih berprestasi karena didukung produk yang baik. Tak hanya itu, saat ini atlet berhijab semakin meningkat jumlahnya maka Nike akan hadir untuk memberikan kebutuhan para atlet. Nike merupakan perusahaan yang inovatif dan Pro Hijab ini akan menciptakan produk untuk memenuhi kebutuhan pasar. Banyak orang setuju dan memuji Nike Pro Hijab ini sebagai bentuk bahwa setiap wanita layak mendapatkan hak untuk memilih apa yang dia ingin pakai. Cukup sulit bagi mereka memilih jilbab untuk memadukan dengan pakaian yang cocok. Ini adalah langkah ke arah yang benar sehingga semua wanita disertakan.(put)

Perkembangan Bola Basket di Usia Dini Mulai Pesat, U-12 Dianggap Sebagai Peluang Emas

Jetz-Basketball-Club-2

Perkembangan olahraga bola basket saat ini, mulai banyak digandrungi oleh usia-usia dini. Bermula dari tayangan televisi atau ajakan dari orangtua, membuat anak-anak ini mulai tertarik menekuni olahraga basket. Seperti di lakukan oleh Jetz Basketball Club, yang sering berlatih di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Jetz Stadium sendiri sudah memiliki fasilitas yang baik, membuat Jetz Basketball Club ini menjadi tujuan pengembangan para orangtua untuk melatih bakat sang anak dalam olahraga bola basket. Penting untuk di catat, bahwa Jetz Stadium selalu menjadi pilihan berlatih timnas pelajar Indonesia. Di Jetz Basketball Club, terdapat pembinaan atlet basket mulai dari usia 4 tahun hingga 18 tahun. Khusus untuk U-10 dilatih oleh pelatih berpengalaman yakni Awi. Awi sendiri sudah melatih di Jetz Basketball Club sejak 2016. Selama berkecimpung di dunia basket, Awi melihat perkembangan basket di usia dini sudah mulai pesat. “Perkembangan basket di usia dini saat ini sudah pesat. Di klub-klub basket saat ini, usia 12 tahun kebawah peminatnya sangat banyak. Ini merupakan, perkembangan yang bagus bagi basket Indonesia untuk membina atlet di usia dini,” terang Awi. Lanjutnya, usia-usia 4 hingga 12 merupakan usia emas mereka untuk melatih bakat dan juga mendapatkan ilmu basket. Tak terkecuali di Jetz Basketball Club yang mempunyai 50 anak usia 10 tahun. “Usia 12 tahun kebawah atau kelahiran 2008, merupakan usia emas mereka untuk melatih gerakan mereka di basket. Mereka akan dengan mudah menerap ilmu basket, walaupun masih berlatih dengan fun,” jelasnya. Dengan pesatnya perkembangan bola basket di usia muda, tentunya akan menjadi nilai plus bagi kemajuan basket Indonesia. Jaya selalu basket Indonesia. (pah/adt)