Delapan Pemain Senior Dampingi Skuat U-23, Jelang Laga Timnas Lawan Mauritius di Bekasi

Evan Dimas (6), Irfan Jaya (18) dan Hansamu Yama (16) akan didampingi delapan pemain senior pilihan PSSI, jelang partai persahabatan melawan Mauritius, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Selasa (11/9). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas Indonesia akan menghadapi Mauritius pada pertandingan persahabatan persiapan Piala AFF 2018, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Selasa (11/9). Tim Garuda didukung statistik positif menghadapi tim asal Benua Afrika tersebut. Mauritius menjadi negara Afrika kelima, yang akan dihadapi Tim merah putih dalam kurun 11 tahun terakhir. Sebelumnya, Boaz Solossa dkk sudah pernah menjajal kekuatan Kamerun, Mauritania, dan Liberia. Hasilnya pun tak mengkhawatirkan. Skuat Garuda tercatat hanya kalah sekali melawan negara-negara asal Benua Afrika tersebut. Lalu menelan kekalahan tipis 0-1, ketika menghadapi Kamerun pada 25 Maret 2015. Adapun pada tiga laga sisanya, diakhiri dengan hasil dua kemenangan dan sekali imbang. Dua kemenangan diraih saat menekuk Liberia pada 30 Juni 2007 dengan skor 2-1, dan menang 2-0 atas Mauritania pada 17 Mei 2012. Dan raihan imbang 1-1 pernah diraih melawan Kamerun, pada 17 November 2012. Pada laga melawan Mauritius, Timnas akan ditangani asisten pelatih, Bima Sakti, dan Direktur Teknik PSSI, Danurwindo. Sebab, pelatih Luis Milla masih berada di Spanyol usai Asian Games 2018. Bima menyebut bakal membawa 22 pemain untuk laga uji coba tersebut. Seluruh pemain kabarnya akan dikumpulkan di Jakarta, pada Sabtu (8/9). Laga nanti menjadi edisi kedua yang dilakoni Timnas Indonesia pada 2018. Sebelumnya, anak asuh Milla takluk 1-4, ketika menjamu Islandia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 14 Januari 2018. Mauritius bukan satu-satunya lawan yang dihadapi Indonesia, jelang mengikuti AFF 2018. Setelah menghadapi Mauritius, Timnas akan menghadapi Myanmar (9/10) dan Hong Kong (16/10). PSSI pun merilis 20 nama yang akan bermain untuk pertandingan uji coba ini. Dari 20 pemain itu, ada delapan nama pemain senior yang mendapat panggilan. Pemain dari Asian Games 2018 masih menjadi mayoritas yang mengisi skuad Timnas Indonesia pada partai ini. Delapan pemain senior yang mendapat panggilan itu adalah Muhammad Ridho (Borneo FC), Fachruddin (Madura United), Rizki Pora (Barito Putera), Bayu Pradana (Mitra Kukar), Alfin Tuasalamony (Arema FC), Boaz Solossa (Persipura) Stefano Lilipaly (Bali United) dan Dedik Setiawan (Arema FC). Sedangkan 12 pemain lainnya adalah para pemain yang berusia di bawah 23 tahun. “Kami memanggil dengan skuat kombinasi pemain usia 23 yang bermain di Asian Games lalu, dengan para pemain senior,” ujar Bima, dilansir dari situs resmi PSSI, pada Kamis (6/9). (art) Daftar 20 pemain Indonesia melawan Mauritius: Kiper 1. Muhammad Ridho (Borneo FC) 2. Awan Setho (Bhayangkara FC) Belakang 3. Fachrudin (Madura United) 4. Bagas Adi (Arema FC) 5. Hansamu Yama (Barito Putera) 6. Rizky Pora (Barito Putera) 7. Alfin Tuasalamony (Arema FC) 8. Gavin Kwan (Barito Putera) Tengah 9. Evan Dimas (Selangor FA) 10. Hanif Sjahbandi (Arema FC) 11. Bayu Pradana (Mitra Kukar) 12. Zulfiandi (Sriwijaya FC) 13. Irfan Jaya (Persebaya Surabaya) 14. Riko Simanjuntak (Persija Jakarta) 15. Febri Hariyadi (Persib Bandung) 16. Ilham Udin (Selangor FA) 17. Septian David (Mitra Kukar) 18. Stefano Lilipaly (Bali United) Depan 19. Boaz Solossa (Persipura Jayapura) 20. Dedik Setiawan (Arema FC)

Digulung Kazakhstan 65-93, Timnas Basket Putri Masih Keluhkan Perbedaan Postur Tubuh

Pebasket Kazakhstan, Tamara Yagodkina (7) dibantu Center Anna Vinokurova (13), berusaha melewati hadangan Center Timnas Indonesia, Vonny Hantoro (15), dalam laga pemeringkatan bola basket putri Asian Games 2018 di Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8). (INASGOC)

Jakarta- Hasil basket putri Asian Games 2018 antara Timnas Indonesia versus Kazakhstan, pada Selasa (28/8) berakhir dengan skor 65-93. Tampil di Basket Hall Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, timnas basket putri kalah di semifinal play-off perebutan tempat kelima. Kazakhstan pun melaju ke pertandingan perebutan posisi kelima. Hasil itu jadi kemenangan kedua yang diraih Kazakhstan atas Indonesia di Asian Games 2018. Sebelumnya mereka menang 85-73 di babak penyisihan Grup X. Tamara Yagodkina kembali menjadi bintang kemenangan Kazakhstan, dengan perolehan double-double lewat 20 poin dan 10 rebound, dibantu 17 poin dan 6 rebound milik Zalina Kurazova. Sementara bagi Indonesia, Natasha Debby Christaline menjadi top skor 17 poin dibantu 14 poin dari Christine Aldora Tjundawan. Dalam laga ini, Arif Gunarto, pelatih tim basket putri Indonesia masih mempermasalahkan perbedaan menyolok postur badan.”Kami kalah postur dengan Kazakhstan, meski sejak awal untuk berusaha menekan ke daerah pertahanan mereka. Namun ya itu, kami kalah postur, jadi sulit bermain leluasa,” ujarnya, Selasa (28/8). Namun, ia optimis melawan Mongolia. “Mongolia posturnya nyaris serupa dengan kita, semoga menang untuk ambil posisi ke-7,” tambahnya. Laga perebutan tempat kelima antara Thailand vs Kazakhstan, dan laga perebutan tempat ketujuh Mongolia melawan Indonesia, akan digelar di Istora GBK, Senayan, Jakarta, pada Jumat (31/8). (Dre)

Olahraga Ini Sedang Trend, Flag Football Dimainkan di Indonesia?

Sobat muda NYSN sudah tau belum, kalau belakangan ini, ada cabang olahraga baru di Indonesia nih yang sedang berkembang dan trend banget, namanya flag football. Yuk cari tau infonya biar gak ketinggalan berita, siapa tau kamu jadi tertarik.. Flag football, sesuai namanya tentu olahraga ini merupakan variasi dari permainan football. Pada dasarnya kalau di Indonesia bisa di bilang sama seperti futsal dan kalau di Amerika sendiri dikatakan seperti American Football. Hanya saja perbedaannya itu dari segi teknik, kontak fisik antar pemain, serta strategi. Olahraga Flag Football Turunan dari American Football, Apa Benar? Olahraga flag football ini faktanya merupakan olahraga turunan dari American football loh.. Perbedaannya kalau American football harus adu kontak fisik, sedangkan flag football minim akan benturan atau kontak fisik antar pemain, sehingga tidak begitu diperlukan perlengkapan pelindung seperti para pemain American football. Perbedaan dari teknik dasar yaitu dari men-tackle (menjatuhkan lawan hingga tangan atau lutut menyentuh tanah) diganti dengan deflagging (mengambil salah satu bendera lawan yang terpasang di pinggang pembawa bola). Olahraga yang cuma terdiri dari 8 orang pemain ini intinya memang cukup mudah, yaitu si pemain hanya cukup mencabut bendera yang terpasang di pinggang pemain lawan saat sedang membawa bola. Badan Kecil atau Besar Tetap Bisa Main, Begini Alasannya Flag football bisa dimainkan oleh orang bertubuh kecil ataupun besar, karena olahraga ini lebih mengandalkan otak daripada otot. Maksudnya, permainan ini lebih andalkan pikiran, prediksi, kecepatan, kekuatan, serta penguasaan teknik kamu. Jadi, siapa saja bisa asalkan fisik sehat dan kuat. Lantas, Sampai Mana Perkembangan Flag Football di Indonesia? Olahraga ini berkembang di Indonesia pada tahun 2001. Kemunculannya didorong oleh organisasi bernama Indonesian Flag Football Association (IFFA) yang berdiri sejak 14 Februari 2009. Kemudian, eksistensi flag football di Indonesia cukup berkembang, tak hanya bisa masuk ke beberapa sekolah sebagai esktrakulikuler, tetapi juga sudah mempunyai tim nasional (timnas). Dilansir dari kontan.co.id, Pelatih timnas flag football, Akbar kusuma menjelaskan bahwa rata-rata atlet flag football di Indonesia berumur 25 tahun. Sekarang ini perkembangan flag football terbesar masih berada di Pulau jawa. Sedangkan di Pulau Sumatra dan Bali hanya ada yang bermain tetapi belum ada tim yang terbentuk. Diungkapkan pelatih timnas flag football, bahwa saat ini ada beberapa kampus yang aktif mengikuti kejuaraan tim flag football, baik di tingkat regional maupun nasional. Kejuaran tersebut di bawah naungan Indonesian Flag Football Association (IFFA).   Ayoo….apakah kamu tertarik mencoba olahraga yang lagi trend ini? Kalau kamu tertarik, kamu bisa nih bergabung dengan IFFA yang melakukan latihan rutin setiap Rabu malam dan Sabtu pagi di Gelora Bung Karno, Jakarta. Selamat mencoba…       (kontan.co.id, cnnindonesia.com)  

Bersaing Di Ajang East Asia Cup 2018, Timnas Bisbol Indonesia Incar Gelar Juara

Menpora Imam Nahrawi saat melepas Timnas baseball Indonesia mengikuti ajang East Asia Cup 2018, di Hongkong, 24 Juni mendatang. (Kemenpora)

Jakarta- Semakin dekatnya event Asian Games 2018, sejumlah cabang olahraga (cabor) terus memaksimalkan persiapan. Salah satunya adalah bisbol. Timnas bisbol Indonesia di bawah asuhan Lukmanul Hakim, bakal melakoni uji kemampuan di ajang East Asia Cup 2018, di Hongkong, pada 24 Juni mendatang. Andika Monoarfa, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi), menyebut East Asia Cup 2018 menjadi uji coba terakhir menuju pesta olahraga terbesar negara-negara se-Asia, pada 18 Agustus – 2 September mendatang. Meski bersifat uji coba, namun ia berharap Timnas bisbol putra Indonesia meraih hasil maksimal di turnamen itu. “Kalau disini (East Asia Cup 2018) kami ingin meraih gelar juara. Tapi, kalau di Asian Games, untuk bisa juara sangat sulit. Minimal lolos babak penyisihan grup terlebih dahulu,” ujar Andika, Jumat (22/6). Pada ajang di Hongkong, tuan rumah Hongkong dan Thailand bakal menjadi lawan terberat skuat Merah Putih. Sebab, kedua negara tersebut memiliki rangking dunia lebih baik dari Indonesia. Selain itu, Hongkong dan Thailand memiliki materi pemain dengan kualitas di atas rata-rata pemain Indonesia. Sementara, negara lainnya yang menjadi pesaing Indonesia yakni Singapura dan Filipina. Senada, target meraih podium pertama juga diungkapkan Lukman. Ia mengungkapkan bila anak didiknya itu memiliki catatan bagus saat berhadapan dengan Hongkong. “Target juara itu sangat masuk akal. Saya bersyukur pengurus memberikan kami kesempatan untuk melakukan program pelatihan jangka panjang,” tambahnya, sebab turnamen itu sekaligus menjadi ajang kualifikasi menuju Asia Cup. “Sehingga dengan begitu kami punya cukup waktu untuk bisa meningkatkan kemampuan para pemain, sebelum nantinya menghadapi sejumlah ajang internasional,” tukas Lukman. (Adt)

Masih Seleksi Banyak Pemain, Sofbol Putri dan Baseball Putra Siapkan Try Out ke Korsel

Ketua Umum PB Perbasasi, Andika Monoarfa merencanakan agenda Try Out ke Korea Selatan untuk Timnas Sofbol Putri dan Timnas Baseball Putra. (rayapos.com)

Jakarta– Ketua Umum PB Perbasasi, Andika Monoarfa mengatakan rencananya atlet Timnas sofbol putri dan Timnas baseball putra, akan menjalani try out (TO) ke Korea Selatan, pada awal Juni. “17 atlet akan berangkat bersama lima ofisial, totalnya 22 orang. Ini bukan ikut turnamen, tapi kerjasama dengan Federasi sofbol Korea Selatan, dan ini tahun ketiga,” kata Andika di Lapangan Softball Gelora Bung Karno, Senayan, Jumat (26/4). “Setiap tahun kami mengirim tim, dan mereka kirim tim ke sini. Semacam sister city, konsepnya berlatih bersama,” ujar Andika. “Kami berlatih bersama dan mencoba kekuatan masing-masing,” tuturnya lagi. Di Korea Selatan, ujarnya, Timnas sofbol putri dan baseball putra bakal melakoni proses TO selama tiga minggu. “Para atlet yang akan ke Korsel, baru selesai TC tahap I, dan seleksi Tahap I di lampung. Dan TO terdekat untuk baseball putra, pada bulan Juni,” sebutnya. Namun, pria 39 tahun ini mengaku tengah terkendala problem skuad utama Timnas, karena jumlah seleksi pemain mencapai 50 orang. “Belum waktunya di TO kan ke luar negeri, sebab yang berangkat cuma 24 orang. Sentralisasi 30-35 orang, yang desentralisasi hampir 50 orang,” sambungnya, Selain itu, Andika menjelaskan, jika baseball sudah cukup lama tak bertanding, dalam event internasional. “Makanya kami melakukan seleksi per minggu. Dan kami punya grafik data pemain. Saat pemain ada yang underperform, ya langsung keluar,” ucapnya. “Yang bertahan di camp itu 1-30 terbaik, andai ternyata ada yang underperform, peringkat 31 naik ke camp,” pungkasnya. (art)

Takluk Dari Singapura, Sofbol Putra Indonesia Peringkat Keempat Piala Asia 2018

Timnas sofbol putra Indonesia gagal tampil di babak Grand pada Asian Men’s Softball Championship 2018, usai takluk dari Singapura 3-10. (akurat.co)

Jakarta- Timnas sofbol putra Indonesia gagal tampil di babak Grand pada Asian Men’s Softball Championship 2018 (Sofbol Piala Asia) 2018. Pada pertandingan page system bawah yang digelar di Lapangan Sofbol Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat (27/4) siang, Lucky Fidel dkk dikalahkan Singapura dengan skor telak 3-10. Indonesia pun harus puas di peringkat keempat, dari hasil 5 kali menang dan 4 kalah dalam 9 penampilan. Pada pertandingan pertama, Kamis (26/4/) pagi, Timnas terpaksa harus mengakui ketangguhan Thailand dengan skor tipis 3-4. “Thailand bisa mencuri menang karena pemainnya tampil pantang menyerah. Kali ini, anak-anak tampil di bawah form dan batting tak maksimal,” kata Asisten Pelatih sofbol putra Indonesia, Leonard Djarkasih yang dihubungi usai pertandingan. Pada laga kedua yang digelar siang, Timnas mampu bermain maksimal menaklukkan India dengan skor telak 8-1. Sementara itu, Tim Sofbol Jepang yang diunggulkan meraih gelar juara tampil tak terkalahkan dalam 7 pertandingan. Dan, Tim Sofbol Filipina meraih 7 kemenangan dan sekali kalah. “Perjuangan anak-anak sudah maksimal. Posisi di peringkat empat sudah cukup bagus. Kami harus akui Singapura jauh lebih siap menghadapi pertandingan page system,” kata Djarkasih, panggilan akrab Leonardus Djarkasih. Ketua Umum Perbasasi Andika MY Monoarfa mengatakan menempati peringkat keempat, itu tak terlalu mengecewakan karena sesuai target. Menurutnya, kegagalan dikarenakan kurangnya waktu persiapan. “Mereka hanya punya 13 hari untuk berlatih,” kata Andika. Hasil Piala Asia tahun ini pun akan segera dievaluasi untuk mempersiapkan tim sofbol putra jadi lebih baik. Tim yang ada sekarang, kata Andika, bakal diterjunkan ke SEA Games 2019 di Filipina. Persiapan menuju ajang itu akan dilakukan di Piala Asia Tenggara di Thailand, pada Juli nanti. “Target jangka panjang adalah SEA Games 2019. Target kami juara. Setelah Piala Asia ini, para atlet akan istirahat, pulihkan stamina dan kembali lagi berlatih. Semoga dengan waktu lebih panjang, bisa dapat hasil terbaik di Thailand,” pungkas Andika. Perjalanan Timnas memang sempat terseok-seok di babak penyisihan. Tim Merah Putih memastikan tiket ke page system setelah mengalahkan Chinese Taipei dengan skor 5-1 pada pertandingan, Jumat (27/4) pagi. Pada pertandingan terakhir, Sabtu (28/4), Singapura akan menghadapi Filipina yang ditaklukkan Jepang dengan skor 0-6. Pemenang hasil pertandingan Singapura melawan Filipina akan menghadapi tim unggulan Jepang dalam pertandingan Grand Final. Sedangkan tim yang kalah langsung berada di peringkat ketiga. (art)