Hasil Drawing ASEAN Hyundai Cup 2026

Trofi ASEAN Hyundai Cup 2026

Tim nasional sepak bola Indonesia masuk ke dalam Grup A bersama juara bertahan Vietnam, selain itu ada Singapura, Kamboja dan tim pemenang play-off. Ini merupakan hasil pengundian (drawing) Kejuaraan ASEAN Hyundai Cup 2026 yang dilaksanakan di Studio RCTI+ Kebun Jeruk, Jakarta, Kamis (15/1) sore. Sementara, di Grup B dihuni Thailand, Malaysia, Philipina, Myanmar dan Laos. Timnas Indonesia akan berlaga di Kejuaraan sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara, ASEAN Hyundai Cup 2026. Kejuaraan ini merupakan edisi ke-30 sejak digelar untuk pertama kalinya di tahun 1996. ASEAN Hyundai Cup 2026 akan menjadi panggung bagi tim-tim sepak bola terbaik kawasan untuk memperebutkan mahkota Juara ASEAN, yang saat ini dipegang Vietnam setelah mengalahkan Thailand di final edisi tahun 2024 lalu. Hyundai Cup akan berlangsung pada 27 Juli hingga 26 Agustus mendatang, diikuti 11 negara peserta yang akan saling bersaing menjadi yang terbaik. Salah satunya harus melalui kualifikasi atau play-off yang digelar 2 dan 6 Juni 2026 yang akan diperebutkan oleh Brunei Darussalam dan Timor Leste. Pada fase grup, setiap tim akan menjalani empat pertandingan, terdiri dari dua laga kandang dan dua laga tandang.Tim yang finis sebagai juara grup dan runner-up berhak melaju ke babak semifinal. Pada fase empat besar, pertandingan akan dimainkan dalam format dua leg kandang dan tandang, begitu pula dengan partai final. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, yang hadir pada pengundian ini menyebut, timnas Indonesia memiliki kesempatan besar untuk menang. Indonesia diketahui sebanyak enam kali menjadi semifinalis pada penyelenggaraan Kejuaraan ASEAN yang dulu dikenal dengan Piala AFF ini. “Saya rasa ini adalah kesempatan besar, kita sudah jadi semifinalis enam kali. Turnamen ini sangat bergengsi, punya level yang top. Tim-tim yang bermain punya kekuatan seimbang dan kita punya kesempatan (untuk menang),” harapnya saat doorstop bersama awak media. Hasil Drawing ASEAN Championship 2026: Grup A: Vietnam, Singapura, Indonesia, Kamboja, Brunei Darussalam/Timor Leste Grup B: Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, Laos

Jakarta Tuan Rumah AFC Futsal Asian Cup 2026, Ini Dua Venue Resminya!

AFC Futsal Asian Cup 2026

Indonesia siap menjadi pusat perhatian futsal Asia. AFC Futsal Asian Cup 2026 akan digelar di Jakarta dengan menggunakan dua arena kelas dunia sebagai venue pertandingan. Turnamen futsal paling bergengsi di Asia itu dijadwalkan berlangsung pada 27 Januari hingga 7 Februari 2026. Sebanyak 16 negara akan ambil bagian, termasuk Timnas Futsal Indonesia yang berstatus sebagai tuan rumah. Untuk penyelenggaraan edisi kali ini, Indonesia menyiapkan dua venue dalam satu kota, yakni Jakarta. Berikut rincian dua arena resmi yang akan digunakan. 1. Indonesia Arena (Venue Utama) Kapasitas: 16.500 penonton Lokasi: Blok 10, Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat Indonesia Arena menjadi venue utama dengan kapasitas terbesar. Arena indoor ini direncanakan digunakan untuk sejumlah laga penting selama turnamen, termasuk pertandingan pembuka dan laga puncak. 2. Jakarta International Velodrome Kapasitas: 8.500 penonton Lokasi: Jalan Balap Sepeda No. 35, Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur Jakarta International Velodrome turut dipastikan menjadi lokasi pertandingan. Arena ikonik peninggalan Asian Games 2018 tersebut telah disesuaikan dengan standar internasional AFC untuk menggelar laga futsal. Indonesia sendiri akan berlaga dari grup A bersama Irak, Kirgiztan dan Korea Selatan. Pertandingan pertama Timnas Indonesia akan berlangsung pada tanggal 27 Januari 2026 melawan Korea Selatan. Info Tiket dan Penyiaran Mengutip unggahan resmi Instagram @federasifutsal_id, tiket AFC Futsal Asian Cup 2026 mulai dapat dibeli Senin (12/1/2026) melalui situs resmi AFC di the-afc.com. Bagi penonton yang tidak bisa hadir langsung di arena, pertandingan AFC Futsal Asian Cup 2026 dapat disaksikan melalui siaran MNCTV serta layanan streaming Vision+ dan platform resmi lainnya. Sumber: Detiksport

Dua Atlet Termuda Indonesia Bidik Emas Thailand

Siti Aisyah

Dua atlet termuda kontingen Indonesia siap mengincar medali emas pada ajang ASEAN Para Games di Thailand. Delima Yunia Susanti bersama Siti Aisyah menjadi tumpuan utama proses regenerasi atlet nasional dalam ajang tersebut. Keduanya dijadwalkan bertolak menuju Thailand melalui Bandara Adi Soemarmo, Kamis (15/1/2026) dini hari, pukul 04.00 WIB dan 11.30 WIB. National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) resmi mendaftarkan total 290 atlet untuk mengikuti 18 cabang olahraga. Atlet cabang para angkat berat Delima Yunia Susanti merasa optimistis dapat meraih medali emas pada laga tersebut. Perempuan berusia 15 tahun tersebut menargetkan prestasi tertinggi meskipun akan melawan banyak sekali pesaing atlet senior. “Sejujurnya, ASEAN Para Games 2025 ini lebih menegangkan dibandingkan kejuaraan-kejuaraan sebelumnya. Karena selama masa persiapan, benar-benar dibutuhkan proses dan tenaga yang besar,” ujar Adel dikutip dari RRI. “Bagi saya, ASEAN Para Games 2025 ini juga menjadi ajang untuk menguji mental. Sebagai atlet muda, saya juga ingin mencari pengalaman di ajang ini,” katanya. Selain Adel terdapat Siti Aisyah sebagai atlet berbakat pada cabang olahraga para renang dengan prestasi dunia. Aisyah menargetkan perolehan medali emas meskipun merasa grogi karena harus bersaing melawan rekan satu provinsi yang sama. “Perasaan grogi tentu ada. Saya takut enggak bisa menampilkan performa terbaik untuk Indonesia,” ucapnya. “Apalagi, saya juga akan menghadapi rekan senegara di nomor yang sama. Dia adalah senior saya sendiri dan berasal dari provinsi yang sama, ini yang membuat saya tambah merasa grogi,” ujar Aisyah. “Saya rasa, pesaing terberat yang akan dihadapi tentu adalah tuan rumah. Karena kalau menghadapi negara-negara lain, saya masih merasa yakin bisa mengalahkan mereka,” kata Aisyah. Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun menjelaskan bahwa menurunkan atlet muda merupakan bentuk komitmen proses regenerasi panjang. Senny berharap para atlet usia dini dapat memperoleh pengalaman berharga sebelum menuju laga Paralimpiade Los Angeles 2028. “Kami harus berani menampilkan mereka agar persiapan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 semakin matang. Ini harus dimaksimalkan menjadi ajang mencari pengalaman,” ucapnya. “Kalau tidak berani begitu, kapan lagi kita bisa melahirkan atlet-atlet hebat. Sekarang kami mulai,” ujar Senny. Rombongan kontingen dijadwalkan mendarat di Kota Bangkok sebelum menempuh perjalanan darat menuju lokasi lomba di Nakhon Ratchasima. Indonesia menargetkan total 82 medali emas dari ajang olahraga bergengsi yang diikuti oleh berbagai negara Asia Tenggara. Sumber: RRI

John Herdman Resmi Diperkenalkan

John Herdman

John Herdman resmi diperkenalkan PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia melalui jumpa media yang digelar di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1). Pada kesempatan ini hadir Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dua Wakil Ketua Umum yakni Zainudin Amali, Ratu Tisha Destria, serta sejumlah anggota Komite Eksekutif yakni Sumardji, Endri Erawan, Vivin Sungkono, Rudy Yulianto, Ahmad Riyadh, Muhammad, dan Sekjen Yunus Nusi. Selain itu hadir Direktur Teknik Alexander Zweirs dan Pelatih Timnas U-20, Nova Arianto. Pelatih asal Inggris ini menyampaikan rasa senang untuk lebih memahami karakter, kultur dan hal-hal baru khususnya untuk peningkatan prestasi sepak bola Indonesia menuju prestasi dunia. “Saya senang datang ke Indonesia bersama keluarga saya. Ini adalah negara baru, kebudayaan baru dan negara dengan fans sepak bola yang luar biasa. Ini adalah kesempatan untuk membawa prestasi sepak bola Indonesia ke panggung dunia,” kata John Herdman. “Terima kasih kepada PSSI yang sudah memberi kepercayaan saya menjadi pelatih baru Timnas Indonesia,” tambah pelatih berusia 50 tahun tersebut. Sebagai pelatih timnas Indonesia, John pun siap menyatukan potensi- potensi seluruh pemain, entah dari diaspora maupun lokal asal punya kualitas dan kriteria yang diinginkannya. Dia akan mengkombinasikan menjadi potensi yang positif untuk Indonesia. “Bagi saya, saya melihat peluang dan yang terpenting adalah menerima keberagaman ini sebagai kekuatan besar untuk Garuda,” urainya. John menilai, timnas Indonesia telah mengambil langkah dan impian besar menuju Piala Dunia 2026 namun tidak lolos. Untuk itu, dia sadar tuntutan itu akan segera berada dihadapannya. “Tentu ada tekanan, jelas, mengingat apa yang disebutkan sebelumnya, sudah dekat, tetapi belum berhasil. Jadi, apakah sudah siap menghadapi tekanan ini, terutama dari para penggemar. Anda datang ke sebuah organisasi, memimpin sebuah tim, memikul beban sebuah bangsa. Dan beban itu bisa, bisa menjadi sebuah kutukan, atau bisa menjadi sebuah berkah,” urainya lagi. “Kami akan mengolahnya menjadi sebuah berkah. Ini akan menjadi sebuah peluang besar yang akan terus saya bagikan kepada para pemain, karena saya pernah mengalami momen ketika sebuah negara berhenti sejenak, dan Anda lolos untuk pertama kalinya. Saya telah mengalami momen itu,” tuturnya usai mengantar Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 sejak 1986. John Herdman mendapatkan kontrak selama 2 tahun oleh PSSI untuk menukangi Timnas Indonesia dan opsi perpanjangan kontrak kedepannya.

Medali Emas, Rekor Dunia & Kenaikan Pangkat Milik Rizki

Rizki Juniansyah

Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi prestasi atlet angkat besi Rizki Juniansyah yang berhasil mendapatkan medali emas dan memecahkan rekor dunia di gelaran SEA Games 2025. Prabowo pun mengatakan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah menaikkan dua pangkat kepada Rizki. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Prabowo saat acara pemberian penghargaan atlet SEA Games secara seremonial di Istana Kepresidenan, Jakarta, beberapa waktu lalu. Hadir para atlet peraih medali dan para pejabat, salah satunya Panglima TNI Jenderal Agus. “Saya juga terima kasih, atlet kita, ada juga yang memecahkan rekor dunia, Saudara Rizki. Saudara Rizki ini waktu Olimpiade medali emas, kemudian direkrut ke TNI dengan pangkat letnan dua. Di SEA Games dapat medali emas lagi dan pecahkan rekor dunia,” kata Prabowo. Prabowo mengaku mendapat laporan dari Panglima TNI bahwa Rizki telah naik pangkat. Rizki, yang semula berpangkat letnan dua (letda) menjadi kapten. “Dan saya dapat laporan, Panglima TNI dengan gagah menaikkan pangkat atlet ini dua tingkat. Dari letnan dua langsung kapten. Karena Anda mengangkat nama kehormatan bangsa Indonesia di kancah dunia. Terima kasih,” ujarnya. Hadir sejumlah anggota Kabinet Merah Putih antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri sekaligus Ketum PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Kapolri sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Diketahui, Rizki Juniansyah sukses mempersembahkan medali emas pada ajang SEA Games Thailand 2025 sekaligus mencatatkan sejarah dengan memecahkan dua rekor dunia pada angkatan clean and jerk (C&J) seberat 205 kilogram dan angkatan total seberat 365 kg.

Borong 7 Medali SEA Games, Segini Bonus Milik Martina Ayu

Martina Ayu Pratiwi

Atlet triathlon putri, Martina Ayu Pratiwi (22) mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang SEA Games 2025 Thailand. Dia mengharumkan nama bangsa dengan memborong lima medali emas dan dua medali perak. Karena jumlah medalinya banyak, Martina pun mendapatkan bonus paling besar di antara kontingen Indonesia lainnya. Martina mendapatkan satu medali emas di nomor perorangan dan empat dari nomor beregu. Satu medali emas nomor perorangan mendapatkan bonus sebesar Rp1 miliar. Untuk medali emas nomor beregu mendapatkan bonus senilai Rp500 juta per orang. Dengan mendapatkan empat medali emas dari nomor beregu, Martina mendapatkan total bonus Rp2 miliar. Ini belum termasuk bonus medali perak. Martina mendapatkan dua medali perak nomor beregu, yang membuatnya mendapatkan bonus Rp441 miliar. Sehingga total bonus yang didapat Martina Ayu adalah Rp3,441 miliar. Atas capaian tersebut, Martina menerima bonus dari Presiden Prabowo Subianto. Ini menjadi bentuk apresiasi negara terhadap perjuangan atlet berprestasi. Dia mengaku sangat bersyukur atas bonus yang diterimanya. “Senang sekali dapat bonus, akhirnya cair. Alhamdulillah,” ujar Martina. Tak hanya menjadi bentuk penghargaan, bonus tersebut juga akan dimanfaatkan secara bijak oleh Martina. Dia berkomitmen menjadikannya sebagai investasi masa depan. “Bonus ini akan saya tabung untuk investasi ke depan, dan membantu orang tua. Saat ini juga sedang dipakai untuk renovasi rumah di Magetan. Prosesnya masih berjalan,” sebutnya. Atlet yang dikenal disiplin dan pantang menyerah ini juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan yang diberikan kepada para atlet nasional. Dukungan pemerintah, kata dia menjadi tambahan motivasi bagi para atlet untuk meningkatkan prestasi. “Terima kasih Bapak Presiden dan Bapak Menpora yang sudah mendukung kami para atlet. Dukungan ini sangat berarti dan tentu menjadi motivasi bagi kami untuk berprestasi ke jenjang yang lebih tinggi,” ucap Martina. Tak ingin cepat berpuas diri, Martina telah menyiapkan target besar ke depan. Impian tampil di Olimpiade menjadi tujuan jangka panjangnya. “Target jangka panjang tentu Olimpiade ya, semoga bisa lolos. Untuk tahun ini fokus Asian Games, dan SEA Games berikutnya. Yang terpenting bagaimana menjaga performa dan konsistensi,” jelasnya. Pencapaian apik Martina Ayu itu turut mencuri perhatian Presiden Prabowo saat pemberian bonus di Istana Negara, Jakarta. Kepala Negara bahkan menghitung medali yang dikalungkan Martina. Dengan usia yang masih muda dan semangat juang tinggi, Martina Ayu Pratiwi menjadi inspirasi generasi muda Indonesia bahwa kerja keras, disiplin, dan doa mampu membawa prestasi hingga level internasional, sekaligus memberi manfaat nyata bagi keluarga dan masa depan.

SEA Plus Youth Games, Multievent untuk Atlet Muda Level Asia Tenggara

SEA Plus Youth Games

Mulai 2028, multiajang olahraga akan bertambah, khususnya di level usia muda. Multievent ini sekaligus sebagai persiapan awal para atlet sebelum turun Asian Youth Games (AYG) dan Youth Olympic Games (YOG). Ialah Southeast Asian Plus Youth Games (SEA Plus YG) yang dirancang dan diadakan setidaknya satu tahun sebelum AYG bagi atlet berusia 17 tahun ke bawah. Presiden Komite Olimpiade Filipina, Abraham ‘Bambol’ Tolentino, sebagai memimpin pembentukan kompetisi multi-olahraga berbasis pemuda di Asia Tenggara ini mengatakan tujuan digelar multiajang ini untuk memastikan kesiapan atlet-atlet regional menuju AYG dan YOG. Istilah Plus, menurut Tolentino, merujuk pada ada satu Komite Olimpiade Nasional (NOC) Asia dari zona lain untuk mengikuti setiap edisi pertandingan guna memberikan kompetisi tambahan bagi atlet-atlet pemula di kawasan ini. “SEA Plus YG adalah jawaban Asia Tenggara dalam membentuk atlet di tingkat akar rumput, membuat mereka kompetitif di level AYG, dan mampu meraih medali di YOG,” kata Tolentino seperti dikutip dari laman OCA.Asia, Sabtu (3/1/2026). Menurut Tolentino, SEA Plus Youth Games telah mendapatkan restu dari sembilan dari 11 presiden Komite Olimpiade Nasional SEA Games seperti Thailand, Malaysia, Laos, Kamboja, Myanmar, Vietnam, dan Timor Leste, termasuk Indonesia. Bahkan Dewan Olimpiade Asia dan Direktur Jenderalnya, Husain Al Musallam, juga telah memberikan dukungan dan bantuan penuh kepada SEA Plus YG dalam pertemuan antara anggota pendiri. “Tujuan akhirnya adalah agar para atlet muda ini memiliki dasar yang kuat untuk bersaing di Olimpiade Musim Panas dan Musim Dingin,” tambah Tolentino. Program SEA Plus YG rencananya akan mempertandingkan dua cabang olahraga wajib, maksimal 12 cabang olahraga Olimpiade, maksimal lima cabang olahraga Asia non-Olimpiade, dan satu cabang olahraga tradisional dengan hingga enam acara medali. Edisi perdana direncanakan akan digelar di Manila pada 2028 dan akan diadakan setiap dua tahun sekali selanjutnya agar selaras dengan pelaksanaan Asian Youth Games, acara olahraga terbesar kedua di benua ini setelah Asian Games yang diikuti 45 negara, yang akan diselenggarakan di Manama pada 2025, dan Tashkent sebagai tuan rumah berikutnya pada 2029. Sumber: Detiksport

PSSI Resmi Tunjuk John Herdman

John Herdman

PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia, pada Sabtu, 3 Januari 2026, menandai dimulainya era baru sepak bola nasional. Herdman bukan sekadar pelatih, melainkan arsitek berpengalaman membawa team ke Piala Dunia. PSSI menyambut antusias kehadiran pelatih berusia 50 tahun tersebut. Ragam rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini. Dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA. Bersama timnas putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016. Sementara itu, di sektor putra, Herdman sukses mengantar Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022, momen sejarah setelah 36 tahun, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada saat itu dari posisi 77 ke 33 dunia. Pada tahun 2026, Herdman dan Timnas Indonesia telah menanti agenda padat. Timnas Senior akan tampil di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026, dilanjutkan agenda FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November, serta Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026.

Jason Donovan, Debutan Raih Dua Emas SEA Games Thailand

Jason Donovan

Atlet renang muda Indonesia, Jason Donovan Yusuf tampil dominan pada debutnya di SEA Games 2025 Thailand. Meski baru berusia 18 tahun ia berhasil meraih dua medali emas masing-masing di nomor 100m gaya punggung putra dan 50m gaya punggung putra. Performa dan torehan gemilang pemuda lulusan SMA Tarsisius 1 Jakarta ini bukan hanya kemenangan, tetapi sekaligus menjadi tolak ukur regenerasi dan pembinaan atlet renang putra ke kancah internasional. Dalam debutnya, Jason tampil percaya diri dan sukses mengalahkan perenang-perenang unggulan, termasuk juara bertahan asal Singapura, Quah Zheng Wen yang selama satu dekade tak tersentuh di nomor 100 meter gaya punggung putra dari SEA Games 2015 hingga 2023. Jason menyentuh dinding finis tercepat dengan waktu 55,08 detik, disusul rekan senegaranya Farrel Armandio Tangkas dengan 55,89 detik, sementara Quah harus puas dengan perunggu. Perjalanan Jason menuju panggung SEA Games telah ditempa melalui berbagai ajang nasional dan internasional. Meski baru pertama kali tampil, prestasinya bukan kejutan bagi dunia renang nasional. Jason mulai dikenal saat tampil memukau pada PON 2024 Aceh–Sumut. Saat itu meski masih duduk di kelas XII bangku SMA ia berhasil mengoleksi enam medali, dua emas dari nomor 4×100 meter gaya bebas dan 4×100 meter gaya ganti, dua perak dari nomor 50 meter bebas dan 50 meter punggung, serta dua perunggu dari nomor 200 meter punggung dan 100 meter punggung. Di level Asia Tenggara, Mei 2025, ia memecahkan rekor nasional kelompok umur KU1 (16–18 tahun) nomor 50 meter punggung dengan waktu 25,47 detik. Di level internasional saat turun di Asian Schools Games (ASG) 2024, ia merebut dua emas dari nomor 50m gaya punggung dan 50m gaya bebas. “Kami bangga, terutama melihat atlet muda seperti Jason tampil tanpa rasa takut, performanya menjadi tolok ukur regenerasi atlet renang putra di kancah internasional,” ujar Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin E. Rahardjo.

Patricia Menolak Puas Usai Debut SEA Games Berbuah Emas

Patricia Geraldine

Sukses mempersembahkan medali emas di SEA Games 2025 Thailand tidak membuat atlet wushu Indonesia Patricia Geraldine puas diri. Usianya yang masih muda 20 tahun membuat perjalanan prestasinya cukup panjang untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Nama Patricia Geraldine tengah menjadi salah satu sorotan paling terang di dunia wushu Indonesia. Maklum saja Patricia berhasil mempersembahkan medali emas dari nomor taolu gabungan changquan/jianshu/qiangshu putri di Ratthaprasasanphakdi Government Building Complex, Bangkok, Sabtu (13/12) lalu. Tampil sebagai debutan level SEA Games, perempuan yang biasa dipanggil Patrice tersebut memperlihatkan performa konsisten dan memukau. Saat menampilkan jurus qiangshu Patrice memimpin jajaran atlet yang berlaga dengan menorehkan nilai 9,750. Patrice meningkatkan penampilannya saat peragaan jurus jianshu pada Minggu (14/12) dengan torehan poin 9,760 di pucuk perolehan angka sementara. Patrice menutup aksinya lewat catatan 9,756 poin dalam peragaan jurus changquan sekaligus mengunci medali emas SEA Games 2025 berbekal total nilai 29,266. Patrice menegaskan keunggulan atas wakil Malaysia Pang Pui Ye yang harus puas dengan medali perak usai mengemas total nilai 29,109 (9,706+9,643+9,760) dan peraih perunggu asal Singapura Le Yin Shuen (29,055). “Saya senang dan terharu bisa menyumbangkan medali emas buat kontingen Indonesia. Apalagi, ini penampilan perdana saya di multi event internasional,” kata Patrice. Ke depan, Patrice masih ingin terus meraih prestasi yang lebih baik lagi. Salah satunya diajang kejuaraan dunia atau Asian Games. “Saya ke depan akan terus berlatih lebih baik lagi agar bisa meraih prestasi di tingkat dunia,” pungkas Patrice.

Janice Tjen Tutup Tahun 2025 Dengan Peringkat 50an Dunia

Janice Tjen

Tahun 2025 menjadi tahun yang manis bagi petenis muda Indonesia, Janice Tjen. Bisa tampil di arena Grand Slam dan WTA Tour, menjuarai turnamen WTA 250, dan menempati ranking 53-54 an dunia, hingga mempersembahkan dua medali emas di SEA Games 2025 Thailand. Olahraga tenis Indonesia punya bintang baru di arena profesional, Janice Tjen. Pada 2025, petenis berusia 23 tahun ini mendapat banyak pengalaman yang membanggakan. Dia tampil di arena Grand Slam dan WTA Tour, menjuarai turnamen WTA 250, dan membuatnya naik 350+ peringkat dan menempati ranking 54 dunia. Momen-momen itu didapatnya pada tahun pertama dalam persaingan WTA Tour, tepatnya sejak Agustus lalu. Prestasinya tidak berhenti di situ, di pentas tenis Asia Tenggara, Janice Tjen berhasil mempersembahkan dua medali emas dan satu perunggu untuk Indonesia. Dua medali emas diraih dari nomor beregu putri dan ganda putri di ajang SEA Games Thailand. Dua medali emas menjadi bukti nyata kerja kerasnya sepanjang tahun. “Mengakhiri turnamen terakhir tahun ini dengan dua medali emas dan satu medali perunggu di SEA Games adalah prestasi yang membanggakan” kata Janice Tjen. Catatan prestasi ini tentu menjadi modal besar bagi Janice Tjen untuk melanjutkan perjalanannya membawa harum olahraga tenis Indonesia di kancah dunia. Bonus Rp1 miliar dari pemerintah atas prestasinya telah mendapat peruntukan yang jelas dan strategis untuk biaya turun di Women’s Tennis Association (WTA) Tour musim depan. “Saya senang di SEA Games Thailand ini bisa mempersembahkan medali emas. Prestasi dan penghargaan ini akan menjadi modal saya untuk mengikuti turnamen berikutnya dan bisa berprestasi,” ujar Janice.

Piala AFF Futsal U-19 2025: Indonesia Raih Runner Up

Tim Nasional Futsal U19 Indonesia

Tim Nasional Futsal U19 Indonesia mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih posisi runner up pada ajang ASEAN U19 Boy’s Futsal Championship 2025 yang diselenggarakan di Nonthaburi, Thailand. Pencapaian ini menjadi bukti nyata perkembangan positif futsal usia muda Indonesia di tingkat regional. Skuad Garuda Muda yang diasuh oleh pelatih kepala Naim Hamid Salim berhasil melangkah hingga babak final turnamen setelah melalui pertandingan-pertandingan ketat di fase grup dan knockout. Perjalanan tim Indonesia di turnamen ini menunjukkan peningkatan kualitas permainan dan mental bertanding para pemain muda. Laga Final yang ketat pada pertandingan final yang digelar di Nonthaburi, Thailand, Tim Nasional Futsal U19 Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah Thailand dengan skor akhir 1-3. Meskipun kalah, penampilan skuad Indonesia mendapat apresiasi tinggi atas perjuangan dan permainan yang ditampilkan sepanjang turnamen. Laga final berlangsung dengan intensitas tinggi di mana kedua tim saling menyerang untuk meraih gelar juara. Tim Indonesia sempat mencetak satu gol balasan, namun Thailand yang bermain di hadapan pendukung sendiri mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir. Pencapaian posisi runner up tidak terlepas dari performa konsisten yang ditunjukkan Tim Nasional Futsal U19 Indonesia sejak fase grup hingga semifinal. Para pemain muda Indonesia menampilkan permainan solid dengan kombinasi taktik yang matang dan semangat juang tinggi di setiap pertandingan. Naim Hamid Salim sebagai pelatih kepala berhasil memaksimalkan potensi para pemain dan menerapkan strategi yang efektif dalam menghadapi berbagai lawan di turnamen ini. Pengalaman bertanding di level regional menjadi pembelajaran berharga bagi perkembangan para pemain muda Indonesia. Prestasi yang membanggakan Meraih posisi runner up dalam ASEAN U19 Boy’s Futsal Championship 2025 merupakan prestasi yang patut dibanggakan. Turnamen tingkat regional ini mempertemukan tim-tim terbaik futsal usia muda dari negara-negara Asia Tenggara, sehingga kompetisinya sangat ketat dan berkualitas tinggi. Pencapaian ini menunjukkan bahwa program pembinaan usia muda futsal Indonesia mulai membuahkan hasil positif. Para pemain U19 yang tampil di turnamen ini diharapkan dapat menjadi bibit-bibit unggul untuk memperkuat Tim Nasional Futsal Indonesia di masa mendatang. Kekalahan di partai final menjadi pelajaran berharga bagi Tim Nasional Futsal U19 Indonesia. Thailand yang tampil sebagai juara menunjukkan kematangan bermain dan konsistensi yang perlu terus dipelajari dan ditingkatkan oleh skuad Indonesia. Pengalaman bertanding di turnamen internasional dan menghadapi tekanan di partai final akan menjadi bekal penting bagi para pemain muda Indonesia dalam mengembangkan karier futsal mereka ke depan. Apresiasi dan Dukungan Head Coach Timnas U19 Indonesia, Naim Hamid Salim memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain dan staf pelatih yang telah berjuang maksimal di ASEAN U19 Boy’s Futsal Championship 2025. “Secara permainan, kita masih dapat mengimbangi Tim Nasional Thailand. Buat saya Tim Nasional Indonesia masih dalam proses, mereka masih harus belajar lagi. Tapi, sejauh ini perjuangan yang luar biasa. Kami sangat mengapresiasi perjuangan pemain dalam laga kali ini, mereka sudah melakukan apa yang harus dilakukan. Pesan saya buat para pemain, jaga kondisi, tetap latihan terus. Jaga performa kalian untuk terus berkembang!” pungkasnya. Pencapaian Tim Nasional Futsal U19 Indonesia di turnamen ASEAN ini memberikan optimisme terhadap masa depan futsal Indonesia. Para pemain muda yang telah merasakan pengalaman bertanding di level internasional diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi tulang punggung Tim Nasional senior di masa mendatang.

Piala AFF Futsal U16: Indonesia Juara!

Tim Nasional Futsal Putra U-16 Indonesia

Tim Nasional Futsal Putra U-16 Indonesia berhasil mengukir sejarah manis dengan menjuarai ASEAN U16 Boys’ Futsal Championship 2025. Dalam laga final yang berlangsung sengit di Nonthaburi Hall, Bangkok, Pasukan Garuda Muda sukses menundukkan tuan rumah Thailand dengan skor tipis 4-3. ​Pertandingan yang dipimpin oleh wasit Janah Nurul Atikah (Malaysia) ini berlangsung dengan intensitas tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Disaksikan oleh hampir 1.000 penonton, Indonesia menunjukkan mental juara meski sempat tertinggal cepat di menit awal. Aksi Balas Berbalas Gol ​Laga baru berjalan satu menit, Thailand langsung mengejutkan pertahanan Indonesia lewat gol cepat Phuwipadawat Thanawat. Namun, Indonesia merespons dengan tenang. Tiga menit berselang, tepatnya di menit ke-4, Hetson Messi Hamonangan Sirait berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. ​Jual beli serangan terus terjadi. Thailand kembali unggul di menit ke-17 melalui Petchtiam Boonyarit. Namun, semangat pantang menyerah ditunjukkan anak asuh pelatih Reka Cahya Punthoadi. Tepat di penghujung babak pertama (menit ke-20), Muhammad Faisal Gumilang mencetak gol penyeimbang krusial yang menutup paruh pertama dengan skor imbang 2-2. Kunci Kemenangan Garuda ​Memasuki babak kedua, Indonesia tampil lebih agresif. Momentum kemenangan didapat ketika Muhamad Dafa Ramadan membalikkan keadaan menjadi 3-2 lewat golnya di menit ke-26. Hanya berselang dua menit, Muhammad Faisal Gumilang mencetak gol keduanya (brace) di menit ke-28, memperlebar jarak menjadi 4-2. ​Tertinggal dua gol, Thailand mencoba bangkit dan berhasil memperkecil ketertinggalan melalui Wangsilpakhun Punno di menit ke-34. Sisa waktu pertandingan berlangsung menegangkan dengan tingginya tensi permainan yang memaksa wasit mengeluarkan kartu di menit-menit akhir, termasuk untuk kapten Indonesia Akmal Nashrur Rizki dan pemain Thailand di menit ke-38. ​Hingga peluit panjang berbunyi, skor 4-3 untuk kemenangan Indonesia tidak berubah. Hasil ini memastikan Indonesia membawa pulang trofi juara dari kandang lawan. Pelatih Kepala Timnas Futsal U16 Indonesia, Reka Cahya, menyatakan bahwa kunci kemenangan Indonesia berasal dari kerja keras berbagai elemen. “Kami selalu bersama, dalam keadaan apapun kami selalu bersama. Kami juga selalu disiplin, entah itu dalam pertandingan, penginapan, dimanapun. Karena ini semua kerja keras dari semua elemen. Federasi, Staff, dan Pemain. Menurut saya kunci kemenangan hari ini kami sama-sama saling mengingatkan, kerja keras, saling menguatkan dan bekerja sama. Serta do’a dari masyarakat Indonesia dan Keluarga,” ujarnya.

Piala AFF Futsal U-19 2025: Indonesia ke Final

M. Dafa Erlangga

Piala AFF Futsal U-19 2025: Indonesia ke Final Timnas Futsal Indonesia U-19 lolos ke final Piala AFF Futsal U-19 2025. Garuda Muda melaju usai menggasak Vietnam 7-3. Semifinal Piala AFF Futsal U-19 mempertemukan Indonesia vs Vietnam. Pertandingan digelar di Nonthaburi Hall, Sabtu (27/12/2025) sore WIB. Gol Indonesia dicetak oleh M. Dafa Erlangga (dua gol), Haekel Ayyasy (satu gol), Sulaiman Riski (satu gol), Reivan Revian (satu gol) dan menariknya, penjaga gawang Indonesia, Guntur Rochmatdani, turut mencatatkan namanya dipapan skor! Tak cuma satu, melainkan dua gol! Sementara Vietnam, hanya mampu membalas lewati gol bunuh diri Dafa, Vu Dai Hoc dan Quang Huy. Indonesia melangakah ke final dan akan menghadapi pemenang laga antara Thailand dan Malaysia yang baru akan bertanding pada Sabtu (27/12) malam. Pertandingan final sendiri akan berlangsung pada hari Senin, 29 Desember 2025 pukul 19.00 WIB.

Atlet Panjat Tebing Indonesia Termuda Peraih Medali Emas SEA Games 2025

Podium Panjat Tebing SEA Games 2025

Atlet panjat tebing Indonesia, Ardana Cikal Damarwulan, mencuri perhatian publik setelah berhasil meraih medali emas di SEA Games 2025 yang digelar di Thailand. Prestasi ini bukan sekadar kemenangan biasa, karena Cikal merupakan atlet termuda dalam kontingen Indonesia yang tampil di ajang olahraga multievent terbesar Asia Tenggara tersebut. Pada kompetisi SEA Games 2025, Cikal yang masih berusia 15 tahun ini turun di nomor lead putra panjat tebing dan menunjukkan performa yang luar biasa sejak babak awal hingga final. Cikal berhasil mencapai titik pegangan tertinggi di antara para pesaingnya, sehingga memastikan dirinya berada di puncak podium sebagai juara. Hasil ini sekaligus menyumbangkan satu medali emas penting bagi tim panjat tebing Indonesia. Kemenangan remaja asal Bandung, Jawa Barat, ini tak lepas dari persiapan matang dan dukungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Sejak awal tahun, ia bersama rekan-rekan tim melakukan rangkaian kompetisi persiapan, termasuk berlaga di kejuaraan regional seperti ASEAN Climbing Championship 2025 di Malaysia. Pengalaman tersebut dianggap penting untuk membentuk kesiapan mental dan teknik menghadapi lawan di SEA Games. Untuk Cikal, SEA Games 2025 menjadi ajang debut besar di tingkat regional. Meski usianya masih sangat muda jika dibandingkan dengan atlet senior lain, dia mampu mengatasi tekanan kompetisi dan tampil konsisten di setiap babak. Prestasi ini menunjukkan bahwa regenerasi atlet panjat tebing Indonesia berjalan dengan baik dan mulai menunjukkan tajinya di panggung internasional. Tercatat kontingen panjat tebing Indonesia berhasil mengumpulkan empat medali emas pada SEA Games 2025, termasuk dari Cikal, Alma Ariella Tsany, antasyafi Robby Al Hilmi, dan Puja Lestari. Perolehan ini menjadi bukti dominasi Indonesia di cabang panjat tebing selama pertandingan berlangsung. Usai sukses meraih medali emas SEA Games 2025, Ardana Cikal Damarwulan langsung menatap target berikutnya, yakni kompetisi tingkat dunia. Ia telah menyatakan kesiapan untuk mengikuti kejuaraan dunia panjat tebing 2027 dan terus meningkatkan kualitas serta persiapannya agar bisa bersaing di level yang lebih tinggi. Prestasi Cikal tidak hanya memberikan satu tambahan medali emas bagi kontingen Indonesia, tetapi juga memperlihatkan kedalaman talenta atlet muda di cabang panjat tebing. Regenerasi yang baik menjadi kunci keberhasilan jangka panjang dalam membangun prestasi nasional di cabang olahraga ini. Dengan keberhasilan tersebut, harapan besar pun kini ditujukan agar lebih banyak generasi muda Indonesia terinspirasi untuk menekuni panjat tebing dan membawa nama bangsa lebih tinggi lagi di kompetisi dunia.

Ukir Sejarah, Urban Cheer Dance Junior 1 Raih Juara Dunia

Timnas Cheerleading Indonesia

Indonesia mencatatkan prestasi bersejarah di Cheerleading World Championship (CWC) 2025. Dalam ajang yang digelar di Jepang itu, tim Merah Putih meraih total tujuh medali, termasuk satu gelar juara dunia. Capaian ini diraih Timnas Cheerleading Indonesia di bawah pembinaan Federasi Cheerleading Seluruh Indonesia (FCSI), dan menandai peningkatan signifikan posisi Indonesia dalam peta persaingan cheerleading dunia. Partisipasi Indonesia pada CWC tahun ini memiliki arti khusus, karena adanya medali perdana Indonesia di kategori Cheerleading Doubles dan Senior Mixed, setelah 12 tahun keikutsertaan serta sembilan kali partisipasi di Cheerleading World Championship. Selain itu, total tujuh medali, menjadi capaian terbanyak Indonesia dalam satu edisi CWC. Sedangkan untuk gelar juara dunia pertama Indonesia di CWC, diraih melalui kategori Urban Cheer Dance. Kejuaraan ini diikuti negara-negara dengan tradisi cheerleading yang kuat seperti Jepang, Italia, Jerman, Korea Selatan, Brasil, Lithuania, Kazakhstan, Taiwan, Singapura, dan Filipina, sehingga mempertegas tingkat kompetisi dan nilai strategis prestasi Indonesia. Seluruh atlet Timnas Cheerleading Indonesia merupakan pemenang Kejuaraan Nasional (Kejurnas), dan hasil dari pembinaan prestasi yang dijalankan secara berjenjang oleh federasi dan klub. Dalam proses pembinaan tersebut, United Allstars menjadi salah satu basis pembinaan nasional yang berperan aktif dalam pengembangan atlet hingga level kejuaraan nasional dan internasional. Pelatih Timnas Cheerleading Indonesia, Novan Jeremy, menyampaikan capaian ini diraih melalui proses yang penuh tantangan. Mereka berhasil melewati semua batasan yang ada. “Puji Tuhan, hasil yang diraih menjadi yang terbaik bagi Indonesia sejauh ini. Ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan komitmen seluruh atlet serta tim pendukung,” ujar Novan dalam keterangan resminya. Ketua Umum Federasi Cheerleading Seluruh Indonesia (FCSI), Irvinsyah Pratama, menegaskan capaian ini merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh ekosistem cheerleading nasional. “Prestasi ini menunjukkan kesinambungan antara pembinaan klub, kejuaraan nasional, dan kesiapan atlet di level internasional. Ini menjadi pijakan penting untuk memperkuat prestasi Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Irvinsyah. Sementara itu, Sekretaris Jenderal FCSI, Ardiyansyah Djafar, menyampaikan ke depan federasi akan memberi perhatian lebih pada penguatan struktur nasional. “FCSI akan terus memperkuat hubungan dengan klub-klub sebagai ujung tombak pembinaan, sekaligus mendorong pemassalan cheerleading di Tanah Air. Prestasi di level dunia harus diikuti dengan penguatan ekosistem nasional,” ujar Ardiyansyah. Berikut adalah rincian perolehan medali Timnas Cheerleading Indonesia di Cheerleading World Championship 2025 di Takasaki, Jepang, yang dimulai pada 13 Desember 2025: Kategori Cheerleading Cheerleading Doubles – Perunggu Senior Small Group All Female – Perunggu Cheerleading Junior 2 – Perunggu Cheerleading Senior Mixed – Perunggu Kategori Urban & Cheer Dance Junior 2 Urban Cheer Dance Double – Perunggu Junior 1 Urban Cheer Dance – Emas Junior 2 Urban Cheer Dance – Perak

Piala AFF Futsal U19: Gasak Malaysia, Indonesia Juara Grup B

Timnas Futsal Indonesia U19

Timnas Futsal Indonesia U19 memastikan diri melangkah ke babak semifinal Piala AFF Futsal U-19 2025 dengan catatan gemilang. Skuad Garuda Muda sukses menumbangkan rival abadi, Malaysia, dengan skor tipis 1-0 dalam laga pamungkas Grup B yang berlangsung di Nonthaburi Gymnasium, Thailand, Kamis (25/12/2025) sore WIB. Kemenangan ini tidak hanya membawa gengsi besar, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia sebagai juara Grup B yang tak tergoyahkan. Performa impresif sepanjang fase grup ini menjadi modal kuat bagi Garuda Muda untuk membidik trofi juara di tanah Thailand. Lawan Indonesia di semifinal masih menunggu hasil Grup A. Persaingan memanas karena Vietnam dan Thailand sama-sama mengemas tiga poin setelah menang telak atas Brunei. Thailand menang 9-0 atas Brunei, sementara Vietnam menang 18-0 atas Brunei. Malam ini, laga penentu bakal digelar. Thailand vs Vietnam, Kamis (25/12/2025) pukul 20.00 WIB. Pemenang kemungkinan menjadi lawan Indonesia di semifinal. Jika imbang, selisih gol akan jadi penentu. Garuda Muda masih on track menuju final.

Piala AFF Futsal U16: Indonesia Hajar Brunei

Timnas Futsal U16 Indonesia

Timnas Futsal Indonesia U16 berhasil mengalahkan Brunei dengan skor telak 5-0 dalam laga Piala AFF U-16 2025 di Thailand, Kamis (25/12). Indonesia berhasil mendominasi permainan dan sudah memimpin 3-0 atas Brunei di babak pertama. Alfian Nurhayadi membuka keunggulan Indonesia di menit ketujuh. Setelah itu, Muhammad Faisal Gumilang mengubah kedudukan jadi 2-0 di menit ke-11. Gol dari Muhammad Al Fayyadh Rafarrel Haerul di menit ke-12 melengkapi keunggulan 3-0 Indonesia di babak pertama. Keberhasilan Indonesia unggul 3-0 tidak membuat mereka berpuas diri. Faisal dan kawan-kawan terus berusaha menekan pertahanan Brunei. Brunei sendiri kesulitan mengembangkan permainan. Tiap serangan yang coba mereka susun bisa terbaca dengan baik oleh pemain-pemain Indonesia. Indonesia akhirnya bisa menambah dua gol di babak kedua. Muhammad Ibnu Alan mencetak gol di menit ke-22 sedangkan Faisal menorehkan gol keduanyab di laga itu pada menit ke-25. Hasil ini jelas jadi catatan positif bagi Indonesia. Pasalnya di laga sebelumnya, Indonesia hanya bermain imbang 2-2 lawan Vietnam. Kemenangan di laga ini jadi modal bagus bagi Timnas Futsal Indonesia U16 untuk menghadapi laga lawan Thailand pada Sabtu (27/12). Duel tersebut bakal jadi duel krusial untuk perebutan posisi dua besar dan peluang lolos ke babak final perebutan gelar juara.

Setelah Emas SEA Games, Intan Violin Bidik Prestasi di Olimpiade

Intan Violine Puspita

Atlet jalan cepat putri Indonesia, Intan Violine Puspita, mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih medali emas pada ajang 20 kilometer jalan cepat putri di SEA Games 2025 Thailand. Intan yang bertanding di Run Happy and Healthy Bike Lane, Bangkok, tampil sebagai yang tercepat dengan waktu 1 jam 46 menit 52 detik. Prestasi medali emas tersebut sekaligus menggantikan raihan perak yang diperoleh pada SEA Games 2023 Kamboja, menandakan peningkatan signifikan dalam performanya. Putri pasangan Lim Yap Dharmananda dan Iriana, Violine Intan Puspita, pertama kali mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun 2021. Meskipun telah berpartisipasi dalam ajang besar tersebut, Violine belum berhasil meraih medali pada kesempatan pertama itu. Namun, pengalaman yang didapatkan selama PON menjadi langkah awal untuk kariernya di dunia olahraga. Pada tahun 2022, Violine mulai menunjukkan perkembangan pesat dalam karier olahraga jalan cepatnya. Ia berhasil meraih juara pertama di beberapa perlombaan bergengsi, seperti Jateng Open, Kejuaraan Nasional Senior, dan POMNAS. Selain itu, ia juga berhasil meraih juara kedua pada Thailand Open. Semua capaian ini diraih Violine berkat usaha keras, perjuangan, serta dukungan penuh dari kedua orang tuanya yang selalu memberi semangat dan motivasi. Di akhir tahun 2022, Violine mendapatkan kesempatan besar untuk mewakili Indonesia di ajang SEA Games di Kamboja. Ia terpilih untuk bergabung dalam tim Indonesia pada nomor 20 kilometer jalan cepat, yang menjadi bagian dari cabang olahraga atletik. Sebelum berlaga di SEA Games, Violine mengikuti Kejuaraan Jatim Open pada Maret 2023, di mana ia berhasil meraih juara pertama, yang semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu atlet jalan cepat terbaik Indonesia. Pada Mei 2023, Violine berangkat bersama dengan tiga atlet lainnya yang juga bertanding di nomor marathon dan jalan cepat, serta didampingi oleh pelatih dan manajer atletik. Perjalanan menuju SEA Games menjadi langkah besar bagi Violine dalam kariernya sebagai atlet nasional. Ia menyiapkan dirinya dengan penuh disiplin dan dedikasi, baik dalam latihan maupun menjaga kondisi fisik agar dapat tampil maksimal. “Prestasi saya di SEA Games 2025 Thailand akan menjadi pemacu semangat saya untuk ke depan bisa meraih prestasi lebih baik lagi. Salah satu yang menjadi mimpi saya adalah di ajang Olimpiade,” kata Intan. BIOGRAFI Nama Lengkap: Violin Intan Puspita Tanggal Lahir: 22 September 2000 Tempat Lahir: Jambi

Nilai Pasar Jay Idzes Naik Drastis, Setara Skuad Malaysia

Jay Idez

Nilai pasar Jay Idzes kembali menjadi sorotan setelah grafik harganya melonjak tajam sepanjang 2025. Bek tengah Timnas Indonesia yang kini membela Sassuolo di Serie A itu resmi menyentuh nilai 10 juta euro, atau sekitar Rp197 miliar. Angka ini menjadikannya salah satu pemain dengan valuasi tertinggi di kawasan Asia Tenggara, bahkan lebih mahal dari total nilai pasar timnas Malaysia. Kenaikan ini terbilang luar biasa. Pada awal 2023, saat baru bergabung dengan Venezia, nilai Jay masih berada di kisaran 600 ribu Euro. Dua tahun berselang, grafiknya melonjak lebih dari 16 kali lipat. Performa solid di Italia, menit bermain yang konsisten, dan ketertarikan klub-klub besar seperti AC Milan, Inter Milan, hingga Fiorentina membuat harga Jay terus naik. Di Sassuolo musim 2025/2026, Jay menjadi andalan di jantung pertahanan. Ia sudah tampil dalam 15 pertandingan Serie A dan berduet erat dengan Tarik Muharemovic. Duet ini menghasilkan enam kemenangan dan tiga hasil imbang, dengan empat di antaranya mencatatkan clean sheet. Catatan ini mempertegas reputasi Jay sebagai bek modern dengan distribusi bola yang rapi, duel udara kuat, dan kemampuan membaca permainan yang matang. Tak heran jika Transfermarkt menempatkannya sebagai pemain termahal se-ASEAN saat ini. Bahkan, nilai individunya mampu menyamai atau melampaui valuasi beberapa tim nasional di kawasan. Lebih Mahal dari Timnas Malaysia dan Vietnam Jika dibandingkan dengan tim nasional Asia Tenggara, posisi Jay terlihat semakin mencolok. Valuasi terbaru mencatat bahwa: Timnas Malaysia (tanpa pemain naturalisasi yang sedang dihukum FIFA) memiliki total nilai pasar sekitar 7,75 juta euro. Timnas Vietnam berada di angka 6,25 juta euro. Thailand menjadi satu-satunya tim yang mendekati angka Jay, dengan total pasar 9,08 juta Euro. Artinya, nilai satu orang Jay Idzes setara atau bahkan lebih tinggi daripada nilai seluruh skuad Malaysia atau Vietnam. Ini menjadi fenomena unik di kawasan ASEAN, sesuatu yang jarang terjadi sebelumnya bagi pemain keturunan Indonesia yang berkarir di liga top Eropa. Mengapa Nilai Pasar Jay Bisa Melonjak? Ada beberapa faktor kunci yang menjadi latar belakang kenaikan nilai tersebut: 1. Konsistensi di Liga Top Eropa Serie A adalah liga dengan intensitas tinggi, dan tidak banyak pemain Asia Tenggara yang bisa bertahan di sana. Jay bukan hanya bertahan, tetapi menjadi starter reguler. 2. Usia Produktif Di usia pertengahan 20-an, Jay berada pada fase emas perkembangan pemain bertahan. Klub-klub Eropa selalu menilai tinggi pemain yang berada di puncak usia produktif. 3. Peningkatan Statistik Individu Jay menonjol dalam duel udara, progressive passes, dan konsistensi tanpa kesalahan fatal. Liga-liga besar kini menilai pemain berdasarkan data, bukan hanya reputasi. 4. Eksposur dari Timnas Indonesia Performanya bersama Timnas Indonesia juga ikut disorot, terutama ketika ia tampil solid dalam turnamen internasional. Momentum ini ikut mengerek nilai pasarnya. Dampaknya untuk Sepak Bola Indonesia Kenaikan nilai pasar Jay Idzes bukan hanya prestasi individu, ini juga menjadi momen yang mendorong reputasi pemain Indonesia di mata klub Eropa. Selama ini, pemain Asia Tenggara sering dipandang sebelah mata di bursa transfer. Namun, melonjaknya nilai Jay menunjukkan bahwa talenta dari kawasan ini bisa dihargai setara pemain Eropa. Ini juga membuka jalan bagi generasi baru pesepakbola Indonesia yang bermimpi tampil di liga top dunia. Nilai pasarnya yang mencapai 10 juta euro menjadi bukti kualitasnya sekaligus penanda bahwa pemain Indonesia bisa bersaing di panggung tertinggi sepak bola dunia.