Kupas Tuntas Kontroversi Liga 1 Indonesia

kontroversi-liga-1

Tanggal 15 April 2017 menjadi sejarah bangkitnya sepakbola Indonesia. Dua tahun lamanya, sepakbola Indonesia telah mati suri setelah di hukum oleh FIFA. November 2016 pula, lahirnya ketua umum PSSI periode 2016-2020 yakni Edy Rahmayadi. Edy terpilih sebagai Ketua Umum PSSI untuk periode 2016-2020 dalam Kongres PSSI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (10/11/2016). Dalam pemungutan suara, Edy, yang juga merupakan Pangkostrad TNI, meraih 76 suara. Dia mengalahkan Moeldoko yang hanya meraih 23 suara. Sementara itu, calon lainnya, Eddy Rumpoko, hanya mendapatkan satu suara. Edy yang juga aktif sebagai TNI berpangkat Letnan Jendral menjabat Pangkostrad ini, diharapkan oleh pecinta sepakbola Indonesia bisa memajukan sepakbola Indonesia dengan ketegasannya. Dalam kutipan cnn.indonesia (10 November 2016) setelah terpilih, Edy memiliki target untuk timnas Indonesia. Edy berjanji akan segera bekerja agar target-targetnya tercapai, salah satunya targetnya adalah timnas tampil di Olimpiade dalam kurun waktu delapan tahun dari sekarang. “Mungkin itu sulit sekali bagi pemain-pemain yang saat ini masih kita ketahui bersama (kemampuannya), tetapi Insya Allah di 2024 kita sudah bisa berkiprah.” “Di saat ini kami harus segera bekerja. Di kelompok U-15, ini kita booming-kan, kami meriahkan, sehingga delapan tahun yang akan datang pemain-pemain yang berusia 23 tahun sudah bisa berkiprah di internasional,” ucapnya melanjutkan. Benar saja, enam bulan memimpin PSSI, tepatnya 15 April dibukanya Liga 1 Indonesia yang memainkan antara Persib Bandung melawan Arema Malang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (SGBLA). Namun, sebelum Liga 1 bergulir banyak kontroversi yang terjadi yakni mengenai regulasi. Regulasi yang diterapkan di liga yaitu tim diwajibkan mengontrak sedikit-dikitnya lima pemain U-23, kemudian hanya bisa mengontrak maksimal tiga pemain asing, di mana dua merupakan pemain non-Asia dan satu pemain Asia atau disebut aturan dua plus satu. Selanjutnya, jumlah pemain berusia 35 tahun ke atas tidak boleh lebih dari dua orang di setiap tim. Peraturan lainnya yaitu setiap klub bisa mengontrak satu “marquee player” yaitu pesepak bola asing yang dianggap berkelas dunia yang pernah bermain setidaknya dalam tiga putaran Piala Dunia terakhir (untuk hal ini pada tahun 2006, 2010 dan 2014) atau pernah berkiprah di klub elite Eropa. Persib Bandung contohnya, mereka menggaet Michael Essien eks Chelsea dan Carlton Cole bintang Timnas Inggris sebagai pemain marquee player mereka. Sementara, regulasi yang mewajibkan klun memainkan pemain U-23 menuai beberapa pro dan kontra. Regulasi ini dibuat memang dipersiapkan untuk timnas Indonesia berlaga di Sea Games Kuala Lumpur, Malaysia. Setiap klub, diwajibkan memainkan tiga pemain U-23. Pelatih pun, mau tidak mau menurunkan pemain U-23. Banyak komentar miring dengan regulasi ini, ada yang beranggapan bahwa jika pemain tidak siap bisa merugikan klub dan pemain U-23 bisa bermain di tim senior bukan karena aturan melainkan karena kesiapan pemain serta prestasi pemain. Setengah musim berjalan, masyarakat Indonesia mulai mengenal wonderkid Febry Haryadi dan Gian Zola (Persib), M Rezaldi Hehanusa (Persija), Kurniawan Kartika Ajie (Persiba Balikpapan). Bisa dikatakan sukses? Mari kita telaah kembali. Kebijakan PSSI membuat regulasi U-23 memang dipersiapkan untuk Sea Games Malaysia, namun ekspektasi berlebih hanya membuahkan medali perunggu saja bagi Indonesia yang dipimpin pelatih asal Spanyol Luis Milla. Muncul kembali peraturan dari PSSI yang membingungkan. Setelah Sea Games berlangsung, PSSI menghapus regulasi U-23 di Liga 1. Keputusan ini, sontak membuat para klub dan pelatih berang. Para pelatih dan klub, menganggap keputusan awal yang dibuat oleh PSSI dengan seenaknya di hapus. Namun, ada juga klub yang bisa dikatakan ketiban durian runtuh dengan adanya penghapusan regulasi U-23. Tak hanya itu, regulasi saja yang membuat kisruh, suporter pun masih belum cukup dewasa. Almarhum Riko Andrean suporter Persib yang tewas pada saat laga big match melawan Persija Jakarta menjadi pusat perhatian kancah dunia sepakbola. PSSI pun, menghukum bobotoh. Sudah seharusnya, suporter Indonesia dewasa. Kepemimpinan wasit pun, menjadi fokus pembenahan PSSI. Wasit Indonesia seharusnya bisa mengambil keputusan dengan tegas tanpa takut di intervensi oleh tim maupun pemain. Puncaknya, PSSI menghadirkan wasit asing pada bulan Agustus. Tujuan PSSI dengan hadirnya wasit asing, bisa memberikan contoh kepada wasit asal Indonesia. Lagi dan lagi, hadirnya wasit asing menjadi pro dan kontra. Seperti pelatih PSM Makasar, Robert Rene Albert yang mengatakan bahwa Indonesia tidak butuh wasit asing tetapi membutuhkan teknologi VAR (Video Assintant Referee). Benar saja, puncaknya pada laga big match antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung kesalahan fatal dibuat wasit asing. Shaun Evan merupakan yang memimpin laga big match tersebut. Wasit asal negeri kangguru Australia, menganulir gol dari penyerang Persib, Ezechiel N’Douassel pada menit ke-27. Sundulan N’Douassel terlihat sudah melewati garis dan sundah menyentuh jaring gawang. Namun, Shaun menganggap bola tersebut belum gol. Kontroversi dari wasit Evans, masih berlanjut. Bek Persib Bandung, Vladimir Vujovic, mendapatkan kartu merah pada menit ke-82 setelah terlihat mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas kepada wasit yang memberinya kartu kuning karena melanggar Bruno Lopes. Pemain Persib yang tidak terima, bergerak kepinggir lapangan. Namun, Evans menganggap pemain Persib mogok bertanding dan menyudahi pertandingan pada menit 83. Ini menjadi perbincangan hangat bagi para pecinta sepakbola. Polemik wasit belum usai, kini giliran penentuan juara yang menjadi pusat perhatian. Bhayangkara FC dinobatkan menjadi juara Liga 1 2017. Kepastian tersebut didapat setelah Bhayangkara FC unggul atas pesaingnya Bali United yang bertengger di posisi kedua. Klub berjuluk The Guardians itu unggul agregat dari dua pertemuan kontra Bali United meski di klasemen memiliki poin yang sama yaitu 68 poin. Namun, terjadi kontroversi juara Bhayangkara. Pada saat melawan Mitra Kukar yang berkesudahan imbang 1-1, Bhayangkara mengajukan banding dengan alasan Mitra Kukar memainkan pemain ilegal yakni Mohammed Sissoko yang sebelumnya mendapatkan hukuman sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Hasil putusan pun, Bhayangkara menang dengan skor 3-0 dan membuatnya naik kepuncak klasemen menggeser Bali United. Ini yang menjadi perdebatan para tim, khususnya Bali United dan PSM Makasar yang bersaing dalam perebutan gelar juara. Di laga terakhirnya, Bhayangkara memastikan juara Liga 1, meski kalah dari Persija Jakarta dengan skor 1-2. Bhayangkara yang sudah dipastikan juara, menjadi gonjang ganjing. PT LIB (Liga Indonesia Baru) belum memastikan Bhayangkara FC juara Liga 1 Indonesia. Tak hanya itu, laman resmi FIFA pun, secara mengejutkan mengeluarkan klasemen yang menyatakan Bali United FC yang menjadi juara di Liga 1 Indonesia. Namun, pada akhirnya FIFA merubah laman tersebut dengan menyatakan Bhayangkara FC sebagai juara Liga 1. … Read more

Raih Peringkat Tiga di Kejurnas, Olahraga Rugby Banten Tunjukan Tajinya

Tim Rugby Banten berhasil meraih peringkat ketiga di ajang Kejurnas Rugby beberapa waktu lalu.

Mungkin bagi sebagian kalangan masyarakat masih banyak yang belum mengenal Olahraga rugby. Permainan tim yang bisa dikatakan menjurus permainan keras cenderung kasar ini, sedang berkembang di Indonesia. Seperti yang sedang di lakukan dalam lingkup wilayah Banten. Tim rugby Banten, baru saja mengikuti ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rugby bulan Oktober lalu. Tim rugby Banten ini berhasil meraih peringkat tiga. Tentunya prestasi ini, sangat membanggakan bagi Provinsi Banten, dari 11 provinsi yang mengikuti kejurnas, Banten berhasil meraih peringkat tiga. Kapten rugby Banten, Christoper Aditya Hardwika merasa sangat puas bisa meraih peringkat tiga dalam ajang Kejurnas. Persiapan selama dua bulan tak menjadi sia-sia untuk tim rugby Banten yang dilatih langsung oleh pelatih asal Fiji. “Dari tim Banten sendiri, merasa cukup puas dengan apa yang telah diperoleh di Kejurnas. Walaupun kamu peringkat ketiga, tapi menurut saya itu hasil yang sangat memuaskan bagi kami, bila dilihat dari persiapan dan juga permainan yang telah dikeluarkan oleh rekan satu tim,” papar Christoper. Berlatih hanya satu kali dalam seminggu ,rugby Banten bisa menunjukan tajinya di Kejurnas olahraga Rugby. Meski begitu, rugby Banten bisa bersaing. Dan, selain kendala latihan, rugby Banten juga kesulitan dalam mencari pemain. “Kami latihannya hanya seminggu sekali, mungkin berbeda dengan Provinsi lain. Cuman, selama latihan yang berlangsung 2 jam pemain tidak pernah menyiakan latihannya, jadi kita latihan dengan serius. Kendala lain, karena olahraga ini sedang berkembang, jadi kemarin agak susah untuk mencari pemain, dan juga lapangannya yang kadang susah dicari untuk latihan,” jelasnya. Perlu diketahui, rugby Banten sudah mempunyai prestasi yang membanggakan. Seperti meraih medali perak di Exhibition PON Jawa Barat. Sukses dan maju terus Rugby Banten. (pah/adt)

Satu Pemain Rugby Banten Masuk Seleksi Timnas

Christoper-Aditya-Hardwika-Rugby

Olahraga Rugby merupakan permainan yang lebih mengutamakan kekuatan otot, dan sangat riskan untuk terjadinya cedera. Permainan keras menggunakan bola yang berbentuk lonjong. Aturannya pun jelas, pemain ataupun lawan harus berlari membawa bola untuk melewati garis lawan. Tak hanya itu, untuk mencetak poin pun bisa dengan cara menendang bolanya agar melewati garis lawan. Dan, pastinya poin yang didulang pun akan berbeda jika bola yang masuk dari hasil tendangan atau dibawa oleh pemain. Jika merebut bola dari lawan, pemain juga harus sama-sama jatuh. Meski olahraga ini terkenal keras, para pemain tak diperkenankan untuk membanting. Sepatunya pun, hampir mirip dengan sepatu pemain sepakbola. Nah, di Indonesia olahraga keras ini mulai berkembang. Baru-baru ini ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rugby 2017 diselenggarakan yang bertemakan Road to Asean Games 2018. Diikuti oleh 11 Provinsi, ajang ini juga di peruntukan untuk mencari pemain-pemain yang bisa membela Timnas Rugby Indonesia di ajang Asean Games 2018, dimana Indonesia menjadi tuan rumah. Rugby Banten yang sedang berkembang, sudah seharusnya didukung oleh pemerintah demi kemajuan olahraga rugby. Pada ajang kejurnas pun, tim Banten sempat kesulitan mencari pemain, beruntung Banten berhasil meraih peringkat tiga. Tak hanya itu, rugby Banten patut berbangga, karena salah satu pemainnya terpilih untuk masuk dalam seleksi timnas rugby Indonesia. Pemain itu bernama Christoper Aditya Hardwika. Yang tak lain adalah sang kapten rugby Banten. Christoper pun, merasa bersukur dan merasa senang bisa dipanggil oleh timnas rugby untuk mengikuti seleksi. “Saya bersyukur bisa masuk masuk untuk seleksi timnas rugby untuk ajang Asean Games,” ucap Christoper. Christoper juga menyayangkan hanya satu pemain Banten yang dipanggil untuk seleksi timnas rugby, sebenarnya Banten memiliki banyak pemain bagus. Namun, hanya satu yang dipanggil untuk seleksi timnas. “Karena Kejurnas kemarin kan judulnya Road to Asean Games jadi sekalian mencari pemain. Tapi, sayangnya cuman ada 1 yang lolos dari Banten, padahal kita peringkat tiga,” pukasnya. (pah/adt)

Batal Bertanding Ke Myanmar, Bilal Terancam Keluar Dari Pelatnas

Bilal-atletik

Pengalaman cedera memang bisa menghalangi atlet untuk bertanding. Bilal Bilano, atlet atletik yang pernah mengalami kejadian cedera yang membuat ia tidak bisa ikut kompetisi di Myanmar. Bahkan Ia terancam tidak bisa menjadi atlet lagi dan akan dikeluarkan dari Pemusatan Latihan Nasional (PELATNAS). “Saya pernah cedera di bagian bokong selama 2 bulan. Saat itu, saya lagi mau ada kejuraan di Myanmar. Tetapi gara-gara cedera saya, akhirnya gak berangkat ke sana. Di situ saya hampir putus asa dan gak mau lanjutin lagi untuk jadi atlet, Karna pelatih saya bilang kalo saya gak bisa sembuh maka saya akan di pulangkan atau di keluarin dari pelatnas.” Ujarnya Kejadian yang terjadi pada 2014 lalu memang membekas bagi Bilal. Namun, meski sempat putus asa, Bilal diberikan motivasi dari keluarga. “Karena kejadian itu, saya hampir sangat putus asa. Yang bisa memotivasi saya hanya satu, yaitu keluarga. Hanya keluarga yang bisa buat saya balik untuk semangat lagi.”tuturnya Mahasiswa Administrasi Negara Universitas Moestopo Jakarta ini memang sudah mengikuti berbagai kompetisi nasional maupun internasional seperti ajang POMNas 2017, PON Jawa Barat 2016, Vietnam Open 2013, Thailand Qualification Olympic Youth 2014 dan Polandia Junior Champhionships 2016. Selain bangga mewakili Indonesia diajang internasional, Bilal juga mengalami kejadian yang menarik ketika melawan atlet-atlet dunia ajang Polandia Junior Champhionships 2016 lalu. “Waktu bertanding di Polandia, ya kita kan orang Asia bertemu kaya orang-orang yang dari Amerika dan Afrika. Mereka kan langkahnya panjang banget, dan untuk ngelangkah kebelakangnya itu dia bisa setinggi muka saya, bahkan hampir mengenai muka saya, ya itu sih yang membuat saya gak pernah lupa di pertandingan itu.”tutupnya (put/adt)

Berkat Figur Ayah, Katon Melesat Ke Turnamen Bola Basket Internasional

Katon Adjie Baskoro

Nasihat dari orang tua kepada anak memang sangat berarti, terutama untuk bekal masa depan sang anak. Dan perlu di catat, bahwa tidak ada seorangpun orang tua yang ingin mencelakai anaknya sendiri. Atlet basket asal Jawa Timur, Katon Adjie Baskoro atau yang akrab disapa Katon, dirinya sangat bersyukur menuruti nasihat sang ayah ketika ia sedang bingung memilih cabang olahraga yang akan ia tekuni. Ia sempat terjebak antara dua pilihan cabang olahraga kesukaannya, yaitu futsal dan basket. “Waktu saya SMA kelas 1, saya sempat cuti dari basket karena ingin menjalani futsal saja. Tetapi di kelas 2 dan 3 SMA, saya balik lagi ke basket hingga sekarang. Saya selalu ingat kata-kata papa saya “Mulai sekarang kayanya kamu harus pilih antara basket dan futsal karena sudah semakin dewasa” gitu kata papa saya. Saya jadi bingung. Terus papa juga beropini begini “basket merupakan olahraga yang lebih keren dibanding futsal. Karena semua orang Indonesia kayanya bisa main futsal tapi gak semua bisa main basket.” Yaudah akhirnya saya pilih basket deh.” Ujarnya Saran dari ayahnya tersebut membawa Katon memenangkan berbagai kompetisi nasional bahkan turnamen internasional seperti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2017, Juara 1 Kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2014-2017. 3 on 3 di Shanghai China dan Juara 2 Southeast Asia Basketball Association (SEABA) di Singapura. Bagi Katon menjadi seorang atlet adalah hal yang menyenangkan bahkan berkat basket, ia berteman dengan atlet-atlet dari berbagai negara. “Pengalaman seru menjadi atlet basket menurut saya, jadi punya banyak teman dari setiap negara. Bisa jalan-jalan keluar negeri, bisa tahu budaya-budaya dinegeri orang lain dan bisa tukar pikiran mengenai basket di negara masing-masing,” tutur mahasiswa Manajemen Layanan Pariwisata Universitas Surabaya ini. Saat ini, Katon bergabung selama 3 tahun dalam klub basket nasional, CLS KNIGHT. Ia juga menuturkan bahwa setiap pertandingan, setiap lawan yang akan dihadapi memang susah. Namun dapat dihadapi dengan persiapan yang baik. “Menurut saya semua lawan itu susah. Tapi memang tergantung mental dan persiapan saya dan tim.” Tutupnya (put/adt)

Nivea Men TopSkor Cup U-16 Dipantau Pelatih Timnas Fakhri Husaini

Direktur-TopSkor-Indonesia,-Yusuf-Kurniawan

Mempunyai visi yang sama dalam meningkatkan dan memajukan persepakbolaan di usia dini, Nivea Men dan TopSkor menggelar tournament Nivea Men TopSkor Cup U-16 yang berlokasi di Stadion Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (11/11). Tournament ini diikuti 22 perpaduan antara Sekolah Sepakbola (SSB) dan sekolah formal nasional dan internasional (SMU/SMK) dari wilayah Jabodetabek. Total pemain & tim ofisial yang terlibat di kompetisi ini sekitar 650 orang. Direktur TopSkor Indonesia, Yusuf Kurniawan menjelaskan, bahwa Nivea Men dan TopSkor mempunyai visi sama dalam mengembangkan bakat sepakbola muda. Tak hanya tournament saja, dalam event ini juga digelar coaching clinic. “NIVEA MEN dan TopSkor memiliki visi yang sama untuk mengembangkan bakat anak-anak muda Indonesia. Selain dukungan penuh 1 bulan ke depan, kami juga menyediakan coaching clinic dan juga hadiah khusus kepada setiap pemain terbaik (Man of The Match) di setiap pertandingan,” papar pria yang biasa disapa Bung Yusuf ini. Bung Yusuf yang juga komentator sepakbola ini, berharap dengan kompetisi ini para pemain dapat memberikan dan menunjukan bakat mereka. Karena, event ini akan dipantau oleh Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini. “Kami berharap, melalui apresiasi ini, para peserta makin bersemangat menunjukkan kemampuan mereka. Apalagi ajang ini akan dipantau oleh pelatih Tim Nasional U-16 dalam rangka mencari pemain potensial untuk dipersiapkan menuju putaran final Piala Asia U-16 tahun 2018,” jelasnya. NIVEA MEN, yang merupakan merek perawatan kulit pria terkemuka di dunia, bekerja sama dengan TopSkor untuk menyelenggarakan kompetisi sepakbola. Ajang ini juga nantinya akan diikuti oleh, para pemain Timnas U-16, sebut saja Rendy Juliansyah dan Ahmad Rusadi yang akan membela panji ASIOP Apacinti. Ada pula Andre Oktaviansyah (Pelita Jaya), Yudha Febrian (Cibinong Putra), Yadi Mulyadi, Hamsa Lestaluhu, Sukrayatul Fajra, dan Ahluz Dzikri (ASAD Purwakarta). Nantinya, pertandingan akan digelar dengan sistem setengah kompetisi dimana ke-24 peserta akan dibagi ke dalam enam grup. Juara dan runner-up grup (12 tim) serta empat peringkat tiga terbaik akan lolos ke fase 16 besar hingga selanjutnya bersaing hingga final. Presiden Direktur PT Beiersdorf Indonesia, Holger Welters, mengatakan Nivea Men yang juga menjadi sponsor klub raksasa Spanyol, Real Madrid sangat bangga dalam event ini. Dan, Nivea Men siap membantu mempersiapkan generasi muda untuk mengasah bakatnya. “NIVEA MEN sebagai merek perawatan kulit terkemuka di dunia dan juga sebagai sponsor resmi klub sepakbola internasional REAL MADRID, sangat bangga dapat berpartisipasi dalam kompetisi ini karena kami mendukung penuh pertumbuhan sepak bola di Indonesia dalam hal ini mempersiapkan generasi muda untuk dapat mengeksplorasi potensi mereka semaksimal mungkin dalam olahraga sepak bola,” ujar Holger. Sementara itu, Marketing Direktur PT Beiersdorf Indonesia, Tomasz Schwarz menjelaskan, Nivea Men sangat cocok untuk pemain sepakbola. Sehabis bermain, para pemain membutuhkan wajah yang cerah dan badan yang segar. “NIVEA MEN menyadari sepakbola memang aktivitas yang maskulin dan menyenangkan, namun wajah dan badan kita pun harus menghadapi situasi yang berat. Sebut saja, minyak yang berlebih, tanah kotor, debu, keringat berlebih, lumpur, terik matahari, dan sebagainya, situasi yang pasti dialami juga oleh para pemain NIVEA MEN TopSkor Cup nantinya. Dengan demikian, kita semua sama-sama membutuhkan produk perawatan kulit, seperti sabun muka dan deodoran, yang memang benar-benar efektif untuk membersihkan secara menyeluruh dan juga melindungi dari bau badan,” pukasnya.(pah/adt)

Ciptakan Peluang Baru, Hapkido Optimis Sanggup Mengibarkan Sang Merah Putih Di Ajang Internasional

Ade-Muhammad-Sujud,-selaku-Ketua-Pelatih-Hapkido-Banten

Cabang olahraga Hapkido merupakan salah satu cabang olahraga bela diri yang saat ini berkembang di Indonesia dan bersekeretariat berpusat di Yogyakarta. Salah satu sosok penggerak yang bernama lengkap Vincentius Suryadi, dirinya merupakan master Taekowondo dan juga yang memperkenalkan olahraga bela diri asal Korea ini di Indonesia. Ia menjelaskan kepada nysnmedia.com bahwa Indonesia sangat memiliki peluang yang besar untuk maju dalam kompetisi Internasional Hapkido. “Untuk ikut kejuaaran internasional, saya kira untuk Indonesia memiliki tipikal sendiri, seperti postur tubuh orang-orang Asia Tenggara pada umumnya. Saya kira untuk kelas bawah dan menengah kita punya kesempatan yang besar sekali untuk ke kompetisi internasional. Kalau untuk kelas menengah ke atas kayaknya jarang ada orang Indonesia yang menang, bahkan ukurun Se-Asia Tenggara juga jarang.”ujarnya Sementara itu di tempat yang sama Ade Muhammad Sujud, selaku Ketua Pelatih Hapkido Banten menjelaskan bahwa Provinsi Banten saat ini sudah mengikuti Kejuaraan Nasional untuk cabang olahraga Hapkido. Walaupun baru di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan. “Untuk Banten memang sebuah hal yang baru, dan berkembangnya hanya di kota Tangerang dan Tangerang Selatan. Kita memang berkembang sedikit lambat, karena kita tidak ingin memaksakan perkembangan. Kalau dari jumlah kita di Banten hampir 400 orang. Untuk base atlet kita ada di Mall Bale Kota. Kita sudah ikut Kejuaraan Nasional pertama di Yogyakarta, dan ternyata Banten membawa pulang 4 emas, dan di Kejuaraan Nasional yang kedua, kita dapat 5 emas. “ujarnya Tak hanya itu, Ade Muhammad Sujud juga berharap kota dan kabupaten lain di Banten bisa bergabung di Hapkido. Selain itu ia juga berharap dapat pengakuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). “Harapan untuk jangka pendek 2 tahun kedepan kita bisa bergabung di KONI Banten, yang sedang kita usahakan untuk mendapatkan pengakuan sebagai cabang olahraga baru. Di 2020 kita berharap bisa masuk eksibisi Pekan Olahraga Nasional (PON).” tutupnya (put/adt/rjl)

Peringati Hari Pahlawan, Ribuan Peserta Ikuti Lari Marathon Kota Tangerang

Lari-Marathon-kota-Tangerang

Hari Pahlawan pada 10 November disambut dengan penuh semangat dan mengenang jasa-jasa pahlawan semangat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Seperti di wilayah Kota Tangerang yang tengah menyelenggarakan lomba lari marathon 10 kilometer, yang berlokasi di Jalan Santri Sudirman, Kota Tangerang, Minggu (12/11). Sebanyak 3000 peserta mengikuti lari marathon 10 kikometer dengan tiga kategori yakni 10 kilo untuk umum, 5 kilo untuk pelajar SMA dan SMP, serta 2,8 kilo untuk tingkat Sekolah Dasar (SD). Pada kesempatan itu, Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, tak hanya dari peserta lokal namun ada peserta lain dari warga asing. Dengan begitu. Arief berharap, nantinya menjadikan Tangerang sebagai Kota Layak Dikunjungi dan memperkenalkan budaya di Tangerang. “Ada beberapa orang dari Warga Negara Asing (WNA) mengikuti lari maraton ini. Semoga kegiatan ini bisa menjadi Kota Tangerang sebagai Kota Layak Dikunjungi,” pukas Arief. Arief menambahkan, dengan lari maraton ini, kita tingkatkan semangat Kemerdekaan Bangsa Indonesia, sehingga akan tercipta semangat perjuangan yang luar biasa. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Tangerang, Dedi Suhada mengatakan, antusias peserta sangat luar biasa. Sekitar 3.300 peserta mengikuti event lari maraton ini. “Untuk memperingati Hari Pahlawan, maka kita gelar lari maraton 10 kilometer yang dibuka untuk umum. Dan, kami menyiapkan hadiah secara keseluruhan sebesar Rp 53 juta,” jelas Dedi. Dedi juga menambahkan, bahwa lomba lari maraton dibuka secara gratis. Dan, event ini merupakan kali kedua digelar dan sangat mendapatkan antusiasme yang baik dari peserta. “Ada warga negara asing yakni dari Kenya ikut mendaftar dalam event lari maraton ini. Dan, event ini dibuka secara gratis. Event ini pun, kali kedua diselenggarakan,” ujar Dedi.(pah/adt)

Futsal: SMAN 3 Tangerang Selatan Unggul 5-1 Atas SMK Yapipa

SMAN-3-vs-Yapipa

Pertandingan futsal di event olahraga FUSION SMAN 7 Tangerang Selatan, tengah memasuki babak penyisihan menuju semi final. Pertandingan pertama hari ini (13/11) dibuka oleh SMAN 3 Tangerang Selatan melawan SMK Yapipa. SMAN 3 Tangerang Selatan yang berhasil menang dengan skor 5-1. Di buka oleh gol Adi, dengan nomor punggung 77 menyumbangkan gol pertama di 5 menit awal. Tak lama kemudian, Adi berhasil memberikan gol kedua setelah kiper dari SMK Yapipa lengah. Gol ketiga diberikan oleh pemain bernomor punggung 10, dan selang beberapa saat, Adi kembali membobol gawang dan memberikan gol keempatnya. Dibabak kedua, SMK Yapipa berhasil membalaskan dendamnya dengan membobol gawang SMAN 3 Tangerang Selatan, dan memberikan gol pertama untuk SMK Yapipa. Pertandingan babak kedua ditutup dengan gol kelima dari Ridho untuk SMAN 3 Tangerang Selatan.(put/adt)

PSSI Luncurkan Buku Tentang Pembinaan Sepakbola Di Indonesia

danurwindo-01-ist_a39582e

PSSI merilis buku tentang pembinaan sepakbola di Indonesia. Buku yang memiliki 166 halaman ini berisikan tentang sejarah sepakbola di Indonesia dan cara membina pemain-pemain muda dari usia 6 hingga 19 tahun. Buku ini diharapkan dapat menjadi pedoman untuk membangun sepakbola di Indonesia. Peluncuran buku yang dilaksanakan pada 9 November lalu diselenggarakan di Kantor PSSI, Grand Rubina, Kuningan, Jakarta Selatan. Direktur Teknis PSSI yang menjadi salah satu penulis, Danurwindo menuturkan ajakan kepada seluruh pihak untuk membangun dan peduli terhadap sepakbola Indonesia. “Kami mengajak semua pihak yang peduli dengan sepakbola di Indonesia untuk bersama-sama menyebarkan buku ini. Sehingga tercetak banyak pelatih berkualitas untuk mendidik lebih banyak pemain muda, dan akhirnya akan membentuk tim nasional Indonesia seperti yang kita harapkan,” tutur Danurwindo. Buku tentang pembinaan sepakbola di Indonesia yang memiliki 6 bab ini, akan menjelaskan bagaimana melakukan latihan yang baik sesuai dengan umur para pemain. Danurwindo juga berharap para pelatih dapat menerapkan pola latihan yang baik agar perkembangan pemain akan maksimal dan pemain dapat mengambil keputusan dalam sepakbola, tidak hanya mengandalkan skill. “Pemain sekarang ini tidak hanya harus punya skill yang bagus, tapi juga cerdas. Mereka harus belajar aksi-aksi sepakbola dengan mengambil keputusan yang tepat,” ucap Danurwindo. Buku ini juga sudah mulai disosialisasikan dalam kursus pelatihan lisensi D dan sudah menjangkau ratusan pelatihan akademi dan sekolah sepakbola sejak awal tahun 2017. PSSI berencana akan memprioritaskan guru SMP secara bertahap dan akan di mulai pada 12 November 2017 kepada 90 guru di Sawangan Depok. PSSI akan tetap melakukan kerja sama kepada berbagai pihak akan buku tentang pembinaan sepakbola di Indonesia ini dapat cepat menyebar luas ke seluruh Indonesia.(put/adt)

MP Tangsel Bawa Pulang 9 Emas dan 9 Perak Dari Pencak Silat

MP-Tangsel-bela-diri-pencak-silat

Baru saja diresmikan 22 Oktober lalu, Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong (PPS BETAKO) Merpati Putih (MP) cabang Tangsel sudah menunjukan taringnya dalam ajang perlombaan Tangerang Selatan Pencak Silat Championship, Sabtu-Minggu (11-12/11) bertempat di GOR Ciputat. Ribuan peserta dari berbagai klub beladiri tangan kosong unjuk kebolehan dalam bertanding di Tangerang Selatan Pencak Silat Championship 2017 yang merupakan event pertama yang ada di Tangsel. PPS BETAKO MP cabang Tangsel sendiri mengirimkan 18 atletnya baik putra maupun putri dan masih duduk di bangku SD serta SMP. Wakil Ketua Cabang MP Tangsel, Richard Kartiko mengatakan, semenjak diresmikan bulan Oktober lalu, MP Tangsel terus intens berlatih dan mempersiapkan atlet binaan dengan penuh keseriusan. Dan, hasilnya dapat menyumbangkan prestasi yang sangat membanggakan. “Persiapan bisa dikatakan tidak lama, tetapi kami intens dalam berlatih. Terus mempersiapkan atlet dengan baik. Apalagi ini event pertama, bisa dikatakan ajang pemasan dan hasilnya sangat menggembirakan,” ujar Richard. MP Tangsel berhasil mendapatkan sembilan emas dan sembilan perak dari pencak silat. Sungguh prestasi yang patut di acungi jempol, bagi MP Tangsel yang baru saja dibentuk. Hal ini, membuat Richard tak menyangka dan sangat terkesan dengan fighting para atlet MP Tangsel. “Gak menyangka juga, karena ini kan event pertama yang kami ikuti. Dan, hasilnya diluar dugaan sembilan emas dan sembilan perak. Atlet mampu fighting dengan penuh semangat juang dan juga memberikan penampilan yang terbaik,” terangnya. Richard pun, berharap event pertama dan prestasi ini dijadikan pengalaman bagi para atlet agar nantinya di event selanjutnya bisa memberikan prestasi yang lebih lagi. “Jangan cepat puas, jadikan ini sebagai pengalaman yang berharga. Semoga, para atlet bisa memberikan prestasi yang lebih baik di event selanjutnya,” tutur Richard.(pah/adt)

Berlari Sambil Berdonasi, Nusanta.run Chapter 5 Digelar Demi Pendidikan Di Indonesia

Nusanta.run Chapter 4 yang digelar Cirebdion-Purwokerto tahun lalu

Nusanta.run adalah gerakan lari demi mengumpulkan donasi untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia. Jarak lari yang ditempuh adalah jarak ultra atau lebih dari 42 kilometer. Setiap tahunnya, misi yang dilakukan oleh Nusanta.run berbeda-beda, seperti pembangunan sekolah, bantuan untuk anak-anak yang putus sekolah ataupun pengembangan kualitas guru. Tahun ini, menjadi tahun kelima bagi Nusanta.run untuk mengembangkan kualitas 400 guru di Dieng, Jawa Tengah yang akan diadakan pada 15-17 Desember 2017 yang akan diikuti 222 pelari. Tak hanya itu, target untuk tahun ini akan mengumpulkan donasi sebesar 2 Miliyar Rupiah. Adji Dara Vania salah satu pelari menjelaskan misi dari Nusanta.run tahun ini. “Ditahun sebelumnya kita sudah berdonasi untuk pembangunan sekolah. Tahun ini kita berdonasi untuk pembinaan dan pengembangan 400 guru di Dieng dan sekitarnya. Waktu itu disana ada tes standar mengajar untuk guru dan 75% guru di Dieng tidak lulus tes. Makanya kita bantu untuk berkembang karena pastinya juga sebagai guru mereka ingin murid-muridnya dapat kualitas yang terbaik dan pastinya kalau gurunya memilki kualitas yang baik, muridnya juga akan berkualitas baik.” Ujarnya https://www.instagram.com/p/BbbEAMilapc/?taken-by=nusanta.run Nusanta.run sebelumnya sudah melewati Jakarta-Bogor ditahun pertama dengan jarak 53,5 kilometer, tahun kedua Bogor-Bandung dengan jarak 118 kilometer, tahun ketiga dari Bandung ke Cirebon dengan jarak 135 kilometer, dan tahun keempat Cirebon-Purwokerto dengan jarak 145 kilometer. Gerakan lari ini akan dibagi menjadi 2 kategori yaitu Full Course dengan jarak 127,9 kilometer dan Half Course kurang lebih menempuh 64 kilometer. Adji Dara juga menjelaskan harapannya dari diadakannya Nusata.run ini. “Nusanta.run ini juga sebagai wujud kecintaan kita sama Indonesia, jadi Nusanta.run akan keliling Indonesia dimulai dari Jakarta. Kalau tahun ini kan titiknya sudah di Dieng dan diharapkan tahun-tahun setelahnya akan terus berlanjut sampai seluruh pelosok Indonesia akan terlewatkan.”tutupnya(put/adt)

Mimpi Dika Untuk Bertanding Dengan Sang Idola Terwujud Saat POMNas 2017

Safriliandika Ulul Umami di ajang POMNas 2017

Bertanding dengan atlet yang dikagumi memang menjadi tantangan tersendiri, seperti yang di alami oleh Safriliandika Ulul Umami atau Dika. Ia merupakan salah satu atlet cabang olahraga Kempo di ajang POMNas 2017. Dika menuturkan kepada nysnmedia.com bahwa ia semakin termotivasi lagi untuk latihan lebih baik setelah melawan sang atlet idola di semi final. “Saya pernah bertanding dengan atlet yang saya idolakan yaitu atlet asal Nusa Tenggara Timur. Saya suka karena dia main dengan bagus dan memang sering menang juga. Dari situ saya ingin bertanding dan melawannya. Kebetulan saat POMNas kemarin, saya bertemu di semi final. Tapi saya kalah, dan dari situ saya ingin terus berlatih biar lebih bagus lagi.” Ujarnya Gadis asal Jawa Tengah yang sudah mengukir prestasi sejak duduk dibangku SMA, semua bermula hanya sekadar ikut ekstrakulikuler Kempo di sekolah, dari saat itu Dika mulai serius latihan olahraga bela diri ini. Ia menceritakan bahwa Kempo tidak hanya belajar untuk bela diri tetapi juga untuk pengembangan diri pribadi. “Menurut saya, dengan bela diri Kempo tidak hanya bikin kita bisa bela diri. Tetapi kita juga bisa menambah teman karena pada dasarnya Kempo seperti sebuah persaudaraan. Selain itu kita bisa mengembangkan diri,” ucapnya. Mahasiswi Administrasi Negara Universitas Jendral Soedirman ini memang sudah mengikuti beberapa kejuaraan antar pelajar dan mahasiswa se-kabupaten Banyumas, Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah kejuaraan Nasional Kota Surabaya dan POMNas 2017. Mengikuti kejuaraan POMNas 2017 memang momen pertama kali bagi Dika karena bertanding diluar pulau Jawa. Namun, ia sempat mengalami kendala ketika mengikuti ajang yang diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan tersebut. “Saat POMNas kemarin itu, nomor peserta yang ikut itu banyak. Jadi kadang jadwal yang dipertandingkan sering mundur. Kita harus mempersiapkan diri biar selalu siap karena kalau sewaktu-waktu dipanggil kita sudah langsung siap” tutupnya. (put/adt)

Ingin Berbeda Dari Sebelumnya, Kejurda Drag Bike Banten Open Targetkan 1.000 Starter

Ajang balap Kejurda Drag Bike Banten Open 2017 akan meriahkan HUT Tangsel ke-9. (sumber foto: balapmotor.net)

Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangsel tinggal menghitung hari. Berbagai acara pastinya akan memeriahkan HUT Tangsel ke-9 ini. Seperti acara Kejuaraan Daerah (Kejurda) Drag Bike Banten Open yang akan diselenggarakan di Lapangan Udara TNI AU Cicangkal selama dua hari, rencananya pada 25-26 November mendatang. “Agenda ini sekaligus Final Kejurda Drag Bike Banten,” ujar Ketua Harian IMI Korwil Tangsel, Bahrudin. Bahrudin menargetkan, 1.000 starter pada Kejurda Drag Bike Banten Open dan akan melombakan 22 kelas. Ia, menambahkan, bahwa ingin memperingati HUT Tangsel dengan lebih berbeda dari sebelumnya. “Kami ingin peringatan HUT Tangsel tahun ini lebih berbeda, lebih bermakna bagi semua,” ucapnya. Bahrudin pun, berharap dengan acara ini dapat menampung pembalap drag dan juga membuat perkembangan drag bike maju di Kota Tangsel. “Saya berharap, dunia drag bike makin maju di Tangsel,” tambahnya. Gelaran event Drag Bike ini, menurutnya melibatkan sejumlah instansi. Antara lain Pemkot Tangsel, KONI Tangsel, ATS Bogor, Bravo90, Polsek Rumpin dan IMI Banten. “Untuk pendaftaran sampai 25 November. Kita juga siapkan hadiah utama berupa 1 unit Yamaha NMAX dan 1 unit Yamaha XRIDE,” tandasnya. Berikut Kelas yang Dilombakan: KELAS POINT 1 -BBK 4T 130 TU 2 -BBK 4T 200 TU 3 -MTC 155 TU 4 -MTC 200 TU 5 -SPORT 2T 155 FRAME STDR 6 -RXKING 140 FRAME STDR KELAS POINT LOKAL 7 -MTC 200 TU LOKAL 8 -RXKING 140 FRAME STDR LOKAL 9 -SPORT 2T 155 FRAME STDR LOKAL 10-MTC 130 FRAME STDR KELAS SUPPORTINH 11-BBK 2T 130 TU 12-BBK 4T 200 NON DOHC 13-SPORT 2T 140 TU 14-SPORT 2T 155 TU 15-FFA CAMPURAN 16-BRAKET 7,5 DETIK 17-BRAKET 8 DETIK 18-BRAKET 9 DETIK 19-BRAKET 10 DETIK 20-MINI GP OPEN 21-FFA VESPA 22-BBK 2T 130 NON BU (pah/adt)

Brotherhood Siap Mendorong Nasib Atlet Bela Diri Untuk Mendapatkan Hidup Layak

Brotherhood-Siap-Mendorong-Nasib-Atlet-Bela-Diri-Untuk-Mendapatkan-Hidup-Layak

Berlatar belakang ingin membuat standart gaji atau bayaran para atlet bela diri, organisasi yang bernama Brotherhood menjadi wadah perjuangan para atlet bela diri. Brotherhood yang bermarkas di ruko bidex Serpong membuka pendaftaran kepada para atlet dan petarung untuk bersama-sama bergabung menyuarakan dan menggelorakan beladiri dalam negeri. Irwan Taufik yang menggagas Brotherhood mengatakan kepada nysnmedia.com bahwa dirinya sudah menginisiasikan ini sejak tahun 2013. “iya, Brotherhood, merupakan organisasi atau wadah khusus untuk atlet petarung. Saya dan teman-teman sudah punya wacana sejak tahun 2013 lalu, intinya apapun latar belakang beladiri yang di tekuni boleh bergabung, dan mari kita buat menjadi lebih berwarna,” tegas Irwan Irwan menambahkan bahwa di Indonesia belum ada management untuk nasib atlet yang solid, dan stabil. “Menurut saya, di Indonesia sendiri belum ada yang mewadahi itu secara global, dan professional sehingga nasib atlet beladiri semakin tidak jelas, dan kami sedang mengarah kesana,” ucap Irwan. Lebih lanjut Irwan menambahkan dari masing-masing pengurus dan anggota Brotherhood merupakan atlet-atlet berbakat yang pernah mengharumkan nama daerah, wilayah dan negara Indonesia. “Kami yang berhimpun dalam wadah ini diantaranya merupakan atlet bela diri dari berbagai jenis beladiri, diantaranya wushu, MMA, Karate, Taekwondo, tinju, muaythai, kick boxing, hapkido dan pencak silat. Dari situ kita akan melakukan improve, create improve ajangnya misalnya pencak silat, akan kami buat ajang modern pencak silat,” jelas Irwan. Sementara itu Gunawan yang tak lain adalah atlet kebanggaan jawa timur di nobatkan menjadi duta petarung Brotherhood. Sambil mengatakan dengan logat jawanya yang kental, Gunawan juga menjelaskan tentang minatnya bergabung di Brotherhood dan prestasinya yang pernah di capai selama menjadi atlet bela diri wushu. “Terus terang saya sangat senang bergabung dalam keluarga besar brotherhood, disini kami di ajarkan berbagi dan bermanfaat untuk orang banyak yang kebanyakan orang tidak mampu, seperti pemuda jalanan, anak tidak mampu di latih dengan sukarela. Karena saya sendiri juga dari keluarga yang tidak mampu. Tapi alhamdullilah prestasi yang pernah saya capai dari wushu diantaranya, PON 2008 saya mendapatkan perak, pada tahun 2009 saya ikut kejuaraan di Kanada dapat perunggu, Seagame 2009 juga dapat perunggu, 2010 Indonesia Open saya kembali mendapatkan perunggu, PON 2012 dapat perak, 2013 mendapatkan juara nasional, di kejuaraan islamic soledarity games dapat perak, 2014 masuk Kejurnas, 2014 kejuaraan dunia di Jakarta, 2016 saya ikut PON Jabar perunggu, dan kejuaraan dunia di china dapat perunggu,” tutup Gunawan. (adt/rjl)

Cerita Stadion Mini Ciputat Dulu dan Sekarang

Stadion-mini-ciputat

Pembangunan stadion sepakbola, selalu mempunyai cerita tersendiri sebelum berdiri kokoh seperti saat ini. Di Kota hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang yakni Kota Tangsel, juga mempunyai sejarah sebelum berdirinya Stadion sepakbola kebanggan warga Tangsel. Ya, stadion itu bernama Stadion Mini Ciputat. Berbagai cerita datang sebelum berdirinya Stadion Mini Ciputat. Dahulu, Stadion Mini Ciputat hanyalah pasar untuk berjualan ikan. Keberadaan pasar ikan itu, tak lepas dari keberadaan Pasar Ciputat, Tangsel. Remaja-remaja yang tinggal di kawasan Jalan Pendidikan, Ciputat, Tangsel dahulu tempat berjualan ikan. Namun, sebelum itu, tempat mereka berjualan di lahan terminal angkutan kota (angkot). Memang, pada saat dijadikan terminal maupun pasar ikan, tempat tersebut sudah berbentuk lapangan sepakbola yang hanya beralaskan tanah dan rumput yang belum sepenuhnya mengelilingi lapangan. Lapangan bola tersebut, selalu digunakan oleh para pemuda setempat bermain bola menjelang sore. Melihat para pemuda yang rutin bermain sepakbola setiap sore, akhirnya pada tahun 1975, ada tiga tokoh masyarakat mempunyai keinginan untuk menyelamatkan tradisi sepakbola dari kepentingan ekonomi. Tiga tokoh tersebut yakni, Wowo Ibrahim, yang pada saat itu menjabat sebagai pembina persatuan sepakbola remaja Ciputat, H Djawahir ketika itu sebagai lurah Ciputat dan terakhir H Yitno yang menjabat sebagai camat Ciputat. Dari gagasan tiga tokoh tersebut, akhirnya masyarakat Ciputat dan Tangsel dapat berolahraga serta bermain sepakbola dengan nyaman. Kini, Stadion Mini Ciputat mempunyai luas lebar 80 meter dan panjang 96 meter dengan kapasitas penonton 6 ribu orang. Bahkan, saat ini Stadion Mini Ciputat dilengkapi lampu, sehingga bisa digunakan pada malam hari untuk bermain sepakbola. Dan tidak hanya itu, Stadion Mini Ciputat saat ini menjadi home base atau markas tim kebanggaan masyarakat Tangsel yakni Persitangsel. Bahkan, Stadion Mini Ciputat, selalu digunakan dalam perhelatan Piala Walikota Cup, Liga Pelajar tingkat Banten, Liga Nusantara dan masih banyak kegiatan lainnya. Salah satu warga, Dinilhaq berharap kedepannya Stadion Mini Ciputat dapat menjadi stadion berkelas di masa depan. “Dari sejarahnya yang ada, saya harap Stadion Mini Ciputat bisa menjadi Stadion yang berkelas,” tuturnya. Mari masyarakat Tangsel yang tinggal tak jauh dari Stadion Mini Ciputat, untuk sama-sama membangun dan merawat Stadion kebanggan milik Tangsel. (pah/adt)

Hapkido, Bela Diri Asal Korea Mulai Merambah Di Indonesia

Hapkido,-Bela-Diri-Asal-Korea-Mulai-Merambah-Di-Indonesia

Barangkali, kebanggaan sesungguhnya adalah ketika kita mampu memenangkan ajang internasional dari olahraga bela diri dimana perwakilan petarung dari negara pencetusnya dapat kita kalahkan dalam sebuah ajang tersebut. Hapkido, olahraga bela diri asal Korea yang sudah sangat populer ini, mulai merambah ke Indonesia dan semakin mendapatkan respon baik di terima oleh masyarakat Indonesia. Sekertaris Umum Hapkido Banten, Irwan Taufik menegaskan bahwa hapkido masuk ke Indonesia sejak tahun 2015. “Ya, Hapkido memang tergolong baru di Indonesia, sekitar tahun 2015-2016, dan Hapkido ini lebih banyak mengadopsi tehnik dari Taekwondo dan Yongmoodo, lalu Hapkido hasil penggabungan di keduanya, hanya saja saat ini gaya-gaya MMA malah membooming di semua cabang olahraga petarung,” jelas Irwan. Mantan atlet ini juga mengatakan optimis, bahwa Hapkido di terima dengan baik oleh sebab memiliki gaya bertahan yang berbeda. “Iya, di Hapkido sendiri punya ciri khas yang unik, diantaranya self defend systemnya, gaya bertahan praktis. Sangat cepat di pelajari guna mencegah penjambretan, ataupun kekerasan dalam rumah tangga, ini yang paling efektif, karena Hapkido merupakan bela diri asal Korea dengan kecepatan tinggi,” tegas Irwan. Sambung Irwan, jajaran pengurus besar Hapkido Indonesia (PBHI) sudah mengirimkan surat kepada KONI pusat agar olahraga ini masuk di bawah naungannya. “Jajaran PBHI sendiri sudah mengirimkan surat kepada KONI, tinggal menunggu saja, dan harapannya semoga Hapkido yang saat ini pengurusnya berjumlah 1300, dapat memberi warna baru di dalam olahraga bela diri Indonesia,” tutupnya (adt/rjl)

Menuju Asian Games 2018, Stadion Akuatik GBK Rampung

Acara soft launching stadion akuatik oleh PPK GBK (Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno) bersama sub kontraktor, Waskita Karya (WK) menandakan rampungnya proyek pengerjaan renovasi fisik stadion akuatik di Komplek Gelora Bung Karno (GBK). Menurut lansiran dari bola.com (10/11/2017), Direktur Pembangunan & Pengembangan Usaha PPK GBK, Gatot Tetuko bersama Manajer Proyek WK Haspak Panca meresmikan fasilitas renang terbaru milik negara Indonesia ini. Gatot menjelaskan semua itu berkat kerja keras project team beserta sub kontraktor. Sistem sirkulasi kolam sekarang lebih modern dan terkomputerisasi dan tugas saat ini tinggal memelihara dan menjaga kualitas. Acara launching tersebut pun diisi dengan pengajian serta santunan anak yatim. Stadion Akuatik GBK memiliki tiga kolam renang utama yang kini memiliki sepuluh jalur dengan kedalaman 3 meter. Selain itu, ada satu kolam pemanasan yang berstandar Olimpiade dari FINA (Federasi Renang Internasional). ketiga kolam tersebut akan dipakai Asian Games 2018 untuk lomba renang, polo air, dan loncat indah. Gatot mengungkapkan bahwa kolam renang ini jadi salah satu yang terbaik di Asia bahkan dunia. Hal ini dikarenakan Ia belum menemukan perbandingan kolam sebesar akuatik GBK yaitu yang punya empat kolam di Asia.   Biaya Pemeliharaan Gelanggang Akuatik GBK Untuk perawatan tahunan Stadion Akuatik, PP GBK akan menghabiskan sekitar RP 10 sampai 15 miliar.  Gatot mengungkap pemasukan dari menurut statistik jauh di bawah itu. Jadi untuk menutup biaya, pihaknya akan mencari subsidi dengan cara-cara kreatif. Stadion Akuatik GBK Asian Games 2018 Stadion Akuatik GBK akan pertama kali digunakan setelah renovasi pada kejuaraan internasional Indonesia Open 2017. Acara ini  digelar mulai 5 sampai 16 Desember dengan melibatkan klub-klub dari lima negara Asia. Gatot Tetuko berkata menuju Asian Games tim manajemen PPK GBK akan belajar dalam mengoperasikan kolam renang yang canggih tersebut. Selain itu, Gatot menambahkan stadion akuatik ini akan terbuka juga untuk umum, dengan biaya masuk yang terjangkau.

Ribuan Pemain Sepakbola JSFL Tumpah Ruah Di Lapangan British School

Para calon peserta dari beberapa sekolah yang menghadiri sistem Grading untuk persiapan JSFL 2018 pekan lalu (11/11/17). Foto: NYSN Media (Fahrizal)

Ribuan lebih para peserta berbondong-bondong mendatangi lapangan British School, Tangerang Selatan, untuk melakukan seleksi grading yang di adakan oleh comite sepakbola JSFL (11/11) Menurut Kirk Evans, Ketua Komite JSFA, moment ini terlaksana tak lepas dari sosok komite terdahulu, yang konsisten menangani, dan secara professional hingga semua dapat terlaksana dengan baik. “Sosok komite terdahulu sangat menginspirasi kami, berorientasi kepada realisasi program, dan bergerak secara sosial merupakan misi kami untuk menambah minat masyarakat terhadap olahraga sepakbola,” tutur Kirk Kirk juga menambahkan, bahwa moment seperti ini sudah berjalan selama 13 tahun yang lalu. “Program yang di ikuti oleh sekolah Ini sudah berjalan kurang lebih 13 tahun. Sedangkan sistem seperti ini sudah berlangsung selama10 tahun, karena sebelumnya juga pernah ada orang dari british international school yang menjadi bagian dari komite, awalnya sih ada orang tua murid yang menanyakan “Kok anak saya selalu main bola di sekolah, tapi tidak ada kompetisinya”, lalu di buatlah ajang seperti ini,” tambah Kirk Kirk juga berterimakasih kepada semua pihak yang turut membantu hingga acara sepakbola JSFL ini terlaksana hingga tuntas nanti. “Acara ini berlangsung berkat kerjasama yang baik dengan semua pihak, terutama panitia, dan tak kalah penting adalah dorongan dari sponsor kami, yaitu coca cola, dan yang lainnya, tanpa sponsor kami tak mungkin bisa membuat sebesar ini,” tutup Kirk (red)

JSFL 2018 Menggelar Sistem Grading Untuk Menerapkan Sistem “Fair Play”

Para calon peserta JSFL 2018 yang sedang melalui proses Grading yang digelar di British School pekan kemarin, 11/11/17. Foto: NYSN Media (Fahrizal)

Seleksi atau tahapan grading yang di lakukan oleh panitia Ajang JSFL 2018 menjadi perhatian penting bagi pelaksana acara, bagaimana tidak, pentingnya pengelompokan skill bertujuan untuk menggelar acara yang adil apabila ditinjau dari kekuatan masing-masing tim. Lebih lanjut, grading juga bertujuan untuk mengenal skill kemampuan, lalu di kelompokan secara matang, dan di pertandingkan dengan lawan yang setimpal. Guna menggelar kegiatan fair play tersebut, koordinator pelaksana ajang JSFL 2018, Pak Raden, mengatakan memakai pola yang dijalankan berkiblat dari ajang liga inggris. “Kami memakai sistem yang sama dengan liga inggris, memakai sistem home away, apalagi pertandingannya bukan hanya di lapangan British School saja, tetapi juga sejabodetabek,” ujar Pak Raden Sementara itu, menurut data yang di himpun terdapat peserta kurang lebih 40 sekolah untuk ajang U-8, dan 70 tim dari kategori U-10 yang tengah melakukan grading (red)