Vannesae Evato Pecahkan Rekor Nasional Renang Yang Bertahan Seusia Dirinya

Perenang Nasional Anandia Treciel Vanessae Evato asal Riau memecahkan rekor renang nasional yang sudah berusia 21 tahun. (bolasport.com)

Jakarta- Salah satu perenang yang dipersiapkan ke Asian Games 2018, Vannesae Evato, berhasil memecahkan rekor nasional nomor 200 meter gaya dada putri di ajang Singapore National Age Group di Singapura, Kamis. Catatan waktu yang dia torehkan mematahkan rekor sebelumnya yang telah bertahan selama 21 tahun. Rekor 200 meter gaya dada putri dipegang oleh Rita Mariani dengan waktu dua menit 33,34 detik yang dicetak pada SEA Games 1997. Adapun catatan waktu dara bernama lengkap Anandia Treciel Vanessae Evato adalah dua menit 32,51 detik. “Saya senang dan terharu karena ini beda dengan rekor-rekor yang lain. Rekor yang paling lama belum terpecahkan, 21 tahun. Saya memang ingin sekali pecahkan dan baru sekarang kesampaian,” kata Vannesae yang lahir di Pekanbaru (Riau) 3 September 1997. Apa yang diraih oleh Vannesae juga diapresiasi oleh sang pelatih David Armandoni. Pelatih asal Prancis itu mengaku cukup puas dengan penampilan anak asuhnya. Namun, masih ada target jangka panjang yang harus dicapai oleh Vannesae Evato. “Kemajuan dia sangat bagus. Begitu juga dengan Azzahra dan Felicia. Bagus untuk Vannesae yang bisa pecahkan rekornas yang sudah bertahan 21 tahun. Saya masih punya target Vannesae bisa mencatat waktu dua menit 32 detik dan di Asian Games bisa dua menit 30 detik,” katanya. Selain Vannesae, perenang Indonesia yang sukses mencetak rekornas adalah AA Istri Kania Ratih pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri dengan catatan waktu 27,90 detik. Adapun rekor sebelumnya dipegang oleh Angel Gabriel Yus dengan waktu 27,96 detik. “Kami sangat mengapresiasi hasil mereka. Padahal mereka sedang dalam tahap latihan awal yang cukup berat mulai Februari,” kata Wakil Ketua Umum PB PRSI Harlin Rahardjo yang mengawal terus perenang Indonesia di Singapura. Khusus untuk rekornas Kania, Harlin menjelaskan juga cukup istimewa karena perenang muda itu selama ini menjadi tulang punggung untuk gaya bebas dan punggung. Kondisi ini dinilai menunjukkan jika perenang yang ada saat ini memiliki kemampuan yang merata. Sebelumnya pada hari pertama kejuaraan renang itu, Rabu (14 Maret) Adinda Larasati Dewi (18 tahun) memecahkan rekornas di nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri dengan catatan dua menit 12,92 detik lebih cepat dari rekornas lama atas nama Monalisa Arieswaty Lorenza dengan catatan dua menit 13,08 detik. (Adt)

Bocah 14 Tahun Asal Magetan, Nyaris Juara Race 1 Asia Talent Cup 2018 di Qatar

Mario Suryo Aji (kiri) raih podium kedua di Asia Talent Cup 2018 seri 1 di Losail, Qatar. (otospirit.com)

Jakarta- Pembalap didikan Astra Honda Motor, Mario Suryo Aji nyaris memenangkan balapan Asia Talent Cup 2018 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (18/3). Mario hanya berselisih 0,034 detik dari pemenang balapan, Haruki Noguchi asal Jepang. Keduanya sejak lampu start mati langsung ke depan melepas dari rombongan pembalap lainnya. Pada awal start, Mario langsung ke depan karena pemilik grid pertama karena Agung Fachrul pole position harus ke barisan paling belakang dengan alasan mesin mati saat warm up. Namun pada tikungan pertama, Noguchi langsung memimpin di depan Mario Aji. Sejak itu, Mario terus menempel Noguchi. Mario baru melakukan serangan setelah 10 lap tersisa. Pembalap 14 tahun itu menyalip pembalap Jepang yang sudah satu tahun lebih dulu berkiprah di Asia Talent Cup saat lintasan lurus di depan paddock. Namun, saat menjelang tikungan Noguchi bisa memimpin kembali. Terlihat, bahwa Noguchi lebih jago soal late braking dibandingkan Mario Aji. Saking serunya dan saling over taking, komentator mengibaratkan pertarungan Valentino Rossi dan Stoner. Sejak itu, Mario beberapa kali menyalip Noguchi namun bisa diambil kembali. Pada putaran terakhir, Mario terus menyerang bahkan hingga trek lurus dengan strategi menguntit namun usaha belum bisa membawanya juara. Saat trek lurus Mario yang lahir di Magetan (Jatim) 16 Maret 2004 ini sempat didepan namun jelang garis finish hampir bersenggolan. Mario Aji berselisih tipis 0,034 detik saja. “Luar biasa. Mario SA menunjukkan perjuangan yang luar biasa sejak lampu start padam. Meski harus merelakan podium pertama, tapi Mario menunjukkan perlawanan kuat hinggga detik-detik terakhir balapan,” dalam status facebook Astra Honda Racing Team, tim yang menaungi Mario Suryo Aji. Selain Mario Suryo Aji, beberapa pembalap Indonesia menempati posisi 10 besar. Adenanta Putra berhasil meraih posisi 5, Afridza Munandar berada di posisi 6, Agung Fachrul berada di posisi 8, dan Lucky Hendriansya finish di posisi 17. (Adt)

Siapkan Motif Helm Khusus, Perusahaan Italia Sponsori Timnas Balap Sepeda AG 2018

Peralatan sepeda asal Italia, SH+, dukung Timnas Balap Sepeda di Asian Gmes 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Salah satu perusahaan peralatan sepeda asal Italia, SH+, memberikan dukungan penuh pada tim nasional (Timnas) balap sepeda Indonesia Asian Games (AG)2018. Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), mengatakan pihaknya bangga atas dukungan SH+. Dukungan ini jadi yang pertama bagi timnas balap sepeda AG 2018. “Komitmen SH+ bentuk support untuk PB ISSI. Kami memakai helm dan kacamata (produksi SH+) sejak SEA Games 2017. Setelah itu kami maksimalkan dan akhirnya mereka memberi dukungan penuh untuk AG 2018,” ujar Okto di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (16/3). Ia menyebut dukungan dari SH+ tersebut membuat langkah timnas guna mendapatkan dukungan dari sponsor lain bakal terbuka. Sebab, tambah Okto, pihak SH+ juga akan membantu mencarikan sponsor. “Mereka tak hanya mendukung tim utama, tapi juga tim pelapis. Bahkan SH+ akan mengganti semua produk yang rusak dengan yang baru. Yang jelas kualitas produk sudah teruji,” paparnya. Dukungan makin istimewa, karena SH+ menyiapkan desain dan warna khusus helm untuk pebalap Indonesia. Hal itu dikatakan Gianluca Poli, CEO SH+. “Khusus untuk Indonesia, kami sudah menyiapkan helm khusus yang nantinya digunakan di AG 2018,” terangnya. “Corak utamanya adalah Merah Putih. Tak hanya untuk road, kami juga menyediakan untuk helm track,” tambah Poli. Kerjasama dengan PB ISSI, ungkap Poli, akan berkelanjutan. “Usai AG 2018, kejuaraan balap sepeda Tour de Indonesia 2018 juga disupport oleh SH+,” cetus pria asal Italia. (Adt)

Antusiasme Tinggi Komunitas dan Masyarakat Pecinta Sepeda di Event Bike 4round The City

Komunitas dan pecinta sepeda meriahkan event bike 4round The City Novotel Tangerang. (dok)

Tangerang- Kota Tangerang memiliki keindahan serta penghijauan yang baik. Hal itu dimanfaatkan warganya untuk menikmati pagi. Salah satunya dengan aktifitas bersepeda. Antusias masyarakat pada kegiatan tersebut ternyata direspon positif oleh lingkungan dan pemerintah setempat, salah satunya dengan adanya lajur sepeda dan car free day setiap Minggu pagi. Melihat banyaknya masyarakat yang gemar bersepeda, Novotel Tangerang, turut menanamkan budaya bersepeda kepada masyarakat dengan event ‘Bike 4round The City’, pada 4 Maret 2018. Event yang diadakan dalam rangka hari jadi Novotel yang ke-4 itu mendapat perhatian khusus dari para pecinta sepeda, khususnya komunitas. Kurang lebih 50 peserta hadir membanjiri area lobi Novotel Tangerang di Minggu pagi. Kebanyakan mereka datang dari sekitar Tangerang, Jakarta, Bogor, hingga Surabaya. Bermodalkan sepeda jenis road bike dan MTB, para peserta siap menempuh jarak hampir 50 km dari titik start, Novotel Tangerang, menuju ke Taman Kota 2 BSD, hingga kembali ke Novotel Tangerang lagi. “Keasrian yang dimiliki Kota Tangerang kami manfaatkan untuk bersepeda bersama. Memang event ini hanya mengundang komunitas dan masyarakat sekitar pecinta sepeda, namun antusiasme mereka cukup besar. Ada yang memakai sepeda roadbike, MTB, bahkan sepeda lipat, tapi saya puas dan senang karena mereka semua bisa berhasil finish dengan selamat,” ujar Windiarto, General Manager Novotel Tangerang, beberapa waktu lalu. Rute yang dipilih melintasi Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, hingga Tangerang Selatan membuat pemandangan yang dilihat para peserta pun beragam, mulai dari pemandangan kota, suasana asri dan sejuk, hingga tempat-tempat yang menjadi ikonik di daerah-daerah Tangerang. Tantangannya, para peserta harus melalui rute yang cukup panjang dan banyak tanjakan-tanjakan yang dapat menguras tenaga. Tak hanya dimanjakan keindahan di Kota Tangerang, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk menerima doorprize berupa satu unit sepeda, mesin cuci, hingga voucher menginap di Novotel Tangerang. “Ke depannya kami akan mengadakan acara seperti ini setiap tahunnya, namun jauh lebih menarik dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Selain itu, rute perjalanan juga akan kami perpanjang,” tukas Windiarto. (Adt)

Tebus Kekalahan Greysia/Apriyani, Della Destiara/Rizki Amelia Melaju Ke Babak Kedua

Jakarta- Pada babak pertama All England 2018 di Arena Birmingham, Inggris, Rabu (14/3), Dua Pasangan ganda putri Indonesia mendapat kesempatan hari pertama memanaskan lapangan pertandingan. Dibuka dengan pertandingan Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu bertemu dengan pasangan wakil Bulgaria, Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva. Greysia/Apriyani kandas dua set dengan perolehan angka 21-11, 21-19. Dengan begitu mereka gagal melaju ke babak kedua. Menebus kegagalan rekannya, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta, lolos ke babak kedua turnamen bulutangkis All England 2018. Della/Rizki berhasil melumpuhkan pasangan Korea Selatan, Chang Ye-na/Hye Rin-kim lewat tiga set dengan skor 22-10, 18-21, 21-17. Mereka menang setelah melewati pertarungan selama 1 jam 2 menit. Della/Rizki menjadi perwakil Indonesia pertama yang lolos ke babak kedua turnamen kelas dunia ini. Sangat di sayangkan Pasangan Ganda Putri Indonesia sebelumnya, Greysia Poli/Apriyani Rahayu dilumpuhkan pasangan Bulgaria, Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva, dengan skor 11-21, 19-21. Hasil sementara untuk wakil Indonesia: – Greysia Polii/Apriyani Rahayu dikalahkan Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva (Bulgaria): 11-21, 19-21 – Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta vs Chang Ye-na/Hye Rin-kim (Korea): 22-20, 18-21, 21-17 Dengan hasil ini, Indonesia masih menunggu permainan memukau dari 12 wakil lain yang akan berlaga dalam 10 partai. Dalam babak pertama ini, ada empat wakil Indonesia yang saling berhadapan. (Nad)

Tiga Hal ini Paling di Nantikan pada Turnamen Bulutangkis All England 2018

Turnamen bulutangkis kelas All England 2018 sedang digelar di Birmingham, Inggris, mulai tanggal 14 hingga 18 Maret 2018. Indonesia mengirim 14 pemain Indonesia untuk turun berlaga, dengan empat wakil saling berhadapan pada dua nomor. Di lansir dari Tempo, Ada sejumlah hal yang ditunggu dari para atlet Indonesia di turnamen bergengsi ini. Berikut beberapa di antaranya: 1. Akankah target satu gelar juara akan tercapai? Dalam dua penyelenggaraan terakhir, Indonesia selalu bisa meraih gelar juara di turnamen ini. Pada 2016, Praveen Jordan/Debby Susanto menjadi juara. Di tahun berikutnya, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya yang menyumbang kemenangan. Tahun ini, PBSI kembali menargetkan satu gelar juara, yang di harapkan dari sektor ganda putra dan ganda campuran. 2. Apakah Hendra/Ahsan akan torehkan kemenangan setelah kembali diduetkan? Tahun 2018 menjadi jalan bangkitnya Pasangan ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, yang pernah merajai dunia. Mereka pernah menjadi semifinalis pada Jerman Open lalu. Kini mereka diharapkan bisa kembali bicara di All England, seperti pada 2014. Sejauh ini mereka masih berusaha mengembalikan performa terbaik mereka, termasuk soal kelemahan di sektor pertahanan. 3. Apakah sektor tunggal dapat tampil dengan baik? Tunggal putra dan putri Indonesia pernah jadi kekuatan disegani di All England. Rudy Hartono pernah juara 8 kali. Susy Susanti sempat jaura dua kali. Belakangan Penurunan tajam yang di alami sektor ini. Tahun ini, penyeleksian ditentukan melalui peringkat, hanya satu tunggal putri yang lolos, yakni Fitriani. Sedangkan di sektor tunggal putra ada tiga wakil, yakni Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Tommy Sugiarto. Pada turnamen-turnamen sebelumnya para pemain tunggal bermain tidak konsisten. Namun, mereka diharapkan dapat membuat gebrakan mengejutkan di turnamen bergengsi ini.

Sebab Cedera Dan Lainnya, Lima Pemain Seleksi Timnas Putri Ini Dipulangkan

Iyya Lovista Paraba (14) akhirnya harus tereliminasi dari seleksi skuad Timnas Putri. (PSSI.org)

Jakarta- Seleksi Timnas Putri Senior akhirnya memulangkan lima orang pemain. Sejak Selasa (6/3), 40 orang pemain seleksi sudah berkumpul di National Youth Training Centre, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Selama lima hari kemudian, dibawah asuhan pelatih kepala Satia Bagja dan pelatih kiper Benny van Breukelen, mereka digembleng pagi sore guna mencari tempat utama dalam tim. “Habis uji coba lawan tim Pelatih Kursus Lisensi B, kita sudah punya gambaran, siapa saja yang terus seleksi dan yang tidak,” tegas Satia pekan lalu. Timnas Putri pun melakukan uji coba perdana melawan tim Pelatih Kursus Lisensi B, pada Sabtu (10/3) di NYTC, Sawangan. Hasilnya laskar Srikandi Indonesia takluk 1-3. Namun bukan hasil yang jadi ukuran. “Ya, ada lima pemain yang dipastikan pulang, mulai pekan ini. Mereka dipulangkan dengan beberapa sebab. Kami pun akan memanggil lima pemain baru,” ucap Satia pada Selasa (12/3). NYSNmedia.com menerima surat pemulangan yang dikeluarkan PSSI kepada mereka yang tereliminasi pada Selasa (12/3) sore. Mereka diantaranya yang terpaksa dipulangkan adalah bek tengah asal Kalimantan Barat, Elli Wati. Berdasarkan surat itu, Elli harus pulang lebih cepat lantaran sejak memulai Seleksi, ia didiagnosa masih memiliki riwayat cedera lutut. Hal serupa juga dialami Jasmine M. Diantoro. Bek kiri cantik asal klub Pro Direct Academy JKT di Jakarta ini, menurut surat keterangan dari dokter butuh waktu satu bulan menyembuhkan cedera plantar (nyeri pada tumit). Untuk Ayu Rizqi Widianti (Persab Brebes), Sherly Eka Dewi (Babel) dan, Iyya Lovista Paraba (Banten) tak bertahan karena peformanya tak sesuai dengan kebutuhan tim. (Dre) Pemain Seleksi yang dipulangkan Elli Wati (Kalbar)-Bek Tengah Alasan : Sejak awal memulai Seleksi TC, masih menyimpan riwayat cedera lutut. Jasmine M. Diantoro (Pro Direct Academy JKT)-Bek Kiri Alasan: Dari surat keterangan dari dokter membutuhkan waktu 1 bulan untuk menyembuhkan cedera plantar (nyeri pada tumit). Ayu Rizqi Widianti (Persab Brebes)-Sayap Alasan : peformanya tidak sesuai dengan kebutuhan tim. Sherly Eka Dewi (Babel)-Bek Kanan Alasan : peformanya tidak sesuai dengan kebutuhan tim. Iyya Lovista Paraba (Banten)-Gelandang  Alasan : peformanya tidak sesuai dengan kebutuhan tim.

Delapan Klub Ikut Kompetisi Basket Putri , Dukungan Sponsor Masih Minim

Salah satu pemain klub bola basket putri Flying Wheel Makassar tengah beraksi. (srikandicup)

Jakarta- Terpisahnya pertandingan basket putri dan putra, membuat pihak penyelenggara kompetisi bola basket putri profesional Indonesia, Srikandi Cup, terkendala pada minimnya dukungan sponsor. “Jika ada sponsor yang berani memberi dukungan dana, pasti kemasan Srikandi Cup lebih menarik. Dan memancing animo masyarakat datang menonton,” jelas Deddy Setiawan, Koordinator Srikandi Cup, pada Senin (12/3). Ia mengungkapkan untuk menggelar Srikandi Cup disatu kota, pihak penyelenggara wajib mengeluarkan dana sebesar Rp 200 juta, sementara target gelaran ini dilaksanakan di empat kota (Makassar, Surabaya, Jakarta, Cirebon). “Di satu kota kami gelar Srikandi Cup ini, kurang lebih mengeluarkan bujet Rp 200 juta. Sedangkan target kami berputar di empat kota, totalnya itu Rp 800 juta,” tambahnya. Ia menyebut bila 90 persen tim yang bersaing di kompetisi bola basket putri didukung secara personal, dan hanya tim basket Merah Putih (MP) yang didukung Samator (perusahaan gas industri terbesar di Indonesia). “Saya piker, tim yang didukung secara personal agak sulit untuk bertahan. Jadi memang butuh dukungan dari perusahaan yang memang peduli dengan kemajuan olahraga nasional,” cetusnya. Adanya kerjasama dengan TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menayangkan kompetisi bola basket putri diharapkan menambah popularitas kompetisi, sehingga bisa mengundang sponsor. “Apalagi seri ketiga Srikandi Cup di Jakarta, persaingan makin ketat. Harapannya kompetisi ini juga mendapat dukungan dari semua media,” paparnya. Kompetisi bola basket putri Indonesia kasta tertinggi, Srikandi Cup, yang diikuti delapan klub basket putri dari berbagai daerah telah memasuki seri ketiga. Seri pertama dihelat di Makassar (Sulawesi Selatan), dan seri kedua di Surabaya (Jawa Timur). Sedangkan seri ketiga digelar di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, 19-24 Maret 2018. (Adt)

Berlatih ke Luar Negeri, 13 Atlet Atletik Dikirim PB PASI ke AS

Atlet Lompat jauh Sapwaturrahman (kaos putih) akan berangkat ke AS melakukan try out dengan 12 atlet PB PASI lainnya. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) bakal mengirim para atlet pelatnas ke Amerika Serikat (AS). Namun tak semua atlet penguni pelatnas dikirim ke Negeri Paman Sam. Dari 16 orang yang diproyeksikan Asian Games 2018, hanya 13 yang disertakan. Mereka adalah Sapwaturrahman (lompat jauh), Suwandi Wijaya (lompat jauh), Atjong Tio Purwanto (3000 meter), Fadlin (estafet), Muhammad Zohri (100 meter dan estafet), Eko Rimbawan (estafet), Yaspi Boby (estafet), Bayu Kartanegara (estafet), Rio Maholtra (110 meter gawang), Idan Fauzan Richsan (lompat galah), Maria Natalia Londa (lompat jauh), Emilia Nova (100 gawang), Eki Febri Ekawati (tolak peluru). Menurut Sekjen PB PASI Tigor Tanjung, tiga atlet yang tidak pergi ke AS adalah Triyaningsih (maraton), Hendro (jalan cepat) dan Agus Prayogo (maraton). Hendro saat ini sedang menjalani latihan di Spanyol, lalu Triyaningsih dan Agus Prayogo akan mengikuti Korea Open 2018 pada Juni mendatang. “Mereka juga akan ke China untuk mengikuti maraton. Lalu ke Amerika akan berlatih bersama pelatih asing Harry Marra,” kata Tigor Tanjung saat mendampingi Ketua Umum PB PASI Bob Hasan saat meninjau atlet pelatnas di Stadion Madya Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Selasa (13/3). Sebelum menuju AS, para atlet dikonsentrasikan di Stadion Madya mulai awal pekan ini. Kecuali pelari jarak jauh Agus Prayogo yang berlatih di Pengalengan, Bandung, Jawa Barat. Dari sekian nomor yang diikuti Indonesia pada Asian Games 2018, hanya lompat jauh dan estafet (4 x 100 meter) yang berpeluang meraih medali emas. Para atlet yang tampil di nomor ini juga harus bersaing dengan lawan tangguh dari China, Bahrain, Qatar dan Jepang. Ketua Umum PB PASI Bob Hasan mengemukakan, pihaknya siap menggenjot kualitas teknik para atletnya yang akan terjun di Asian Games 2018. Menurut dia, teknik adalah permasalahan utama yang harus dicari solusinya jika ingin menyabet medali emas. “Contoh, misalnya soal bak lompat di arena yang ada di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Itu kalau pun sudah diperbaiki, teknik atletnya masih tidak bagus, ya tidak akan menang,” ungkap Bob Hasan. (Adt)

Buat Lawan Kamu Terkecoh Dengan Teknik Drop shot Ini

Dropshot terkesan sama dengan teknik smash. Letak perbedaannya hanya pada saat kamu melakukan pukulan, shuttlecock dipukul dengan dorongan yang halus (sedikit pelan). Tujuannya agar kok kamu jatuh tepat di lapangan lawan yang berada dekat net. Biasanya kamu menggunakan teknik ini untuk mengecoh lawan yang posisinya berada di belakang. Tahukah kamu teknik dropshot memiliki karakter yang unik, karena bisa mengecoh lawan kamu alias dapat menghasilkan gerakan tipu daya. Posisi tubuh, gerak kaki serta perpindahan badan yang harmornis menjadi penentu dari keberhasilan jatuhnya shuttlecock di net daerah lawan. Selain itu, diperlukan juga pengamatan yang tepat dimana posisi lawan, agar hasil dropshot kamu semakin hebat. Berikut beberapa kiat tahap-tahap untuk kamu agar pukulan dropshot makin hebat: 1. Perhatikan pegangan raket kamu dengan posisi tangan menggunakan pegangan forehand. cara memegang raket yang benar, yaitu pegang raket dengan rileks, dan posisi raket berada di samping bahu kemudian untuk posisi tubuh kamu harus menyamping dari arah net. 2. Perhatikan juga posisi kaki kanan dan kiri. Untuk kaki kanan berada di belakang sedangkan kiri berada di depan. 3. Saat melakukan dropshot, pukulan menggunakan posisi tangan yang lurus, kemudian dorong atau sentuh shuttlecock dengan halus. Pokoknya shuttlecock melengkung ke sebelah kanan jika  dropshot forehand dan  melengkung ke kiri jika backhand. Ingat, tumpuan tubuh pada kaki juga berubah. Yang berada di kaki kanan pindah ke kaki kiri. Jadi, upayakan untuk gerak cepat agar badan kamu berada di belakang shuttlecock’nya ya. 4. Posisi akhir dari raket mengikuti arah bola, posisi gerak langkah setelah memukul pun harus diperhatikan, karena teknik ini mengandung aspek gerak tipu yang membuat lawan terkecoh. Biasanya keberhasilan dalam mengecoh lawan dengan teknik dropshot ini, ditentukan karena pergerakan yang cepat dan harmonis. Jika lawan terkecoh, ia akan terpaksa menjatuhkan diri agar bisa menjangkau bola kok hasil dropshot-an kamu. Semoga berhasil.

Uji Coba Kedua Menang Lagi, Villa 2000 Masih Banyak Kesalahan

Villa 2000 (oren) saat melakukan uji coba menghadapi tim Porpov Banteng di Pamulang Selatan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Jelang bergulirnya Liga 3, Klub Villa 2000 rutin melakukan uji coba. Kali ini melawan Tim Porprov Banten, di home base Villa 2000, Pamulang Selatan, pada Jumat (9/3). Hasil akhir, klub Villa 2000 unggul tipis 2-1 dari Porprov Banten. Namun, Blitz Tarigan, yang menukangi Villa 2000 dalam ajang Soeratin Cup dan Liga 3 mengaku anak asuhnya masih butuh perbaikan. “Anak-anak sering buat kesalahan individu. Lawannya memang lebih senior, hal itu membuat para pemain berada dibawah tekanan. Tapi itu karena kita ingin menguji mental anak-anak”, ujar Blitz. Akhir pekan depan Villa 2000 juga mengagendakan laga persahabatan kontra klub selevel. “Kita akan perbaiki semuanya. Terutama, soal keputusan saat menguasai bola maupun melepas bola”, tutupnya. Sebelumnya, pada Jumat (2/3), Villa 2000 menggelar laga uji coba kontra Bogor FC di tempat yang sama. Bogor FC yang datang sebagai lawannya, harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 3-2. Dan pada Jumat (16/3), agenda berikutnya giliran tim U-18 Provinsi Banten menjadi lawan Villa 2000. Sebagai catatan, Tim yunior Banten itu kini dilatih oleh Zaenal Abidin, dan eks bek timnas 2000’an, Nasuha. (Dre)

Tinjau Pelatnas Sepeda BMX di Yogja, Ini Permintaan Menpora

Menpora Imam Nahraw (kemeja hitam)i meninjau Pelatnas sepeda BMX di Sleman Youth Center, Yogyakarta, Senin (12-3). (kemenpora)

Jakarta- Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), meninjau kesiapan cabang olahraga jelang Asian Games 2018, Agustus – September mendatang. Salah satunya Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Sepeda BMX, di Sleman Youth Center, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (12/3). Imam memperhatikan secara detail terkait kekurangan serta kendala yang dihadapi selama Pelatnas, mulai dari honor, hingga peralatan yang digunakan para atlet. “Berapa atlet yang berlatih disini (Sleman Youth Center)?” tanya Imam. “Di tempat ini ada empat atlet sepeda BMX, tiga putra dan satu putri,” jawab Dadang Haries Purnomo bersama Priyo Susanto, Pelatih Pelatnas Sepeda BMX. “Latihanya jam berapa?” lanjut Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur. “Latihan kita di mulai jam 8:00 WIB, tiap hari. Hari Minggu latihan libur ,” sambut Dadang. Dalam kesempatan itu, Imam meminta kepada atlet sepeda BMX agar mengonsumsi makanan yang bergizi. “Kalian harus makan yang bergizi dan jangan maka sembarangan. Terlebih, makan-makanan yang tidak memilik nilai gizi yang berakibat buruk pada performa para pemain,” tukasnya. “Saya berharap Indonesia bisa menyumbang medali yang terbaik, khususnya medali emas. Dengan semangat yang kita miliki, kita harus yakin bisa meraih hasil terbaik,” cetus Imam. Priyo mengatakan persiapannya atlet sepeda BMX sudah matang. Hanya, menurutnya, pihaknya tengah menunggu tempat latihan di Pulomas, Jakarta. “Meski secara fisik mereka sudah siap. Paling hanya tinggal teknik saja. Untuk target kita di Asian Gemas 2018 ini medali perak,” beber Priyo. (Adt)

Mulai Temukan Kiper Timnas Potensial, Benny : Masih Terbiasa Jadi Kiper Futsal

Kiper asal Papua, Norvince Boma menangkap bola dalam latihan seleksi Timnas Putri Indonesia. (Pras/NYSN)

Jakarta- Posisi kiper Timnas Putri Indonesia masih terus berproses untuk menentukan yang terbaik. Ditemui seusai latihan pada Senin (12/3) sore, Benyamin ‘Benny’ Van Breukelen, pelatih kiper Timnas Putri Indonesia mengaku tertantang. “Saya sebetulnya surprise, karena mereka berani jumping seperti kiper pria. Itu di luar ekspektasi saya. Tapi ya harus dibenahi, termasuk passing dan kontrol bola. Tantangan lah buat saya,” ujar pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 4 Mei 1963. Dari empat kiper yang ada yakni Riska Yulianti (Babel), Norvince Boma (Papua), Vera Lestari (DIY) dan Debi Puspita (Sumsel), pria berjuluk BvB ini mengaku sudah mendapatkan gambaran umum. “Ada tiga kiper potensial yang bisa masuk dalam kerangka skuat Timnas Putri. Kelemahan yang masih dirasa sangat krusial adalah footwork (kecepatan kaki), dan komunikasi dengan rekan,” bilangnya di lapangan National Youth Training Centre (NYTC), Sawangan. Amat minimnya aktifitas sepakbola putri, membuat beberapa kiper yang terpanggil seleksi Timnas ini hanya memiliki latar belakang sebagai pemain klub futsal. Sedangkan, posisi kiper dalam futsal, jauh berbeda dengan sepakbola lapangan besar. Akibatnya, pola komunikasi dengan rekan pun jarang terjadi. Padahal, kiper wajib berkomunikasi dengan semua pemain. “Teknik dasar kiper sudah ada. Tapi ya itu, atmosfir mereka masih jadi kiper futsal. Ini harus dirubah. Dan buat saya, ini hal baru. Belum pernah sebelumnya saya melatih kiper putri soalnya,” terang Benny. (Dre)

SIS Bonavista Raih Prestasi Terbaik Dalam Event Dance Planet

Lomba Tari Internasional yang diikuti oleh SIS Bonavista pada medio Februari 2018 lalu. (SIS)

Jakarta- Pada Sabtu (17/2), Sekolah Tari tekemuka ‘Dance Planet’ yang berbasis di Singapura mengadakan kompetisi Tari Internasional di sekolah ACS, di Jakarta. Tujuh Siswa Sekolah Singapore Intercultural School (SIS) Bona Vista dari Sekolah Dasar 1, Pratama 2 dan Pratama 3 dilatih untuk berpartispasi dalam kategori tarian kelompok Bollywood, yang dipimpin oleh guru berpengalaman mereka, Yasmin. Kategori lainnya yang juga dilombakan adalah tarian Hip Hop, Folk, Klasik dan Tradisional. Lomba ini dihadiri oleh banyak sekolah di seluruh Indonesia dan dinilai oleh tiga instruktur tari profesional yang melakukan penjurian beberapa aspek seperti kostum, pertunjukan panggung, koreografi, dan ritme. Peserta dari SIS Bona Vista menerima sambutan yang luar biasa meriah, karena penampilannya yang anggun dan energik. Berkat penampilan ini, mereka sukses menjadi juara pertama, berhak masuk ke babak putaran final di Singapura, yang akan dilaksanakan pada Agustus 2018. SIS Bona Vista turut meloloskan siswanya dalam kategori tarian individu pada Minggu (18/2). Danah Kim, siswa Pratama 6 SIS turut menyabet posisi juara, dan raih kesempatan untuk berkompetisi di Singapura akhir tahun ini. Setiap individu dan tim pemenang menerima piala dan sertifikat untuk penampilan mereka dan bersiap untuk tahap final. (Art)

Menang Tipis 3-2 Dari STKIP Pasundan, Unikom Kawinkan Gelar Juara

Melalui laga pertandingan yang ketat, Unikom akhirnya unggul 3-2 atas STKIP serta mengawinkan gelar juara nomor beregu. (LIMA)

Bandung- Tim putra Universitas Komputer Indonesia (Unikom) berhasil menyusul tim putrinya sebagai kampiun di LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference 2018. Hasil ini didapat usai pertandingan final Unikom melawan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan di lapangan 1 GORK Lodaya, Senin (12/3). STKIP Pasundan menyajikan permainan apik sejak partai pertama, nomor tunggal. Mochammad Luthfi Erlangga, yang menjadi wakil tunggal putra STKIP Pasundan, berhasil mencetak poin pertama untuk timnya usai kalahkan Fauzi Feisal, tunggal Unikom, dengan skor 21-12 dan 21-14. Di partai kedua, Unikom membalas. Duet Beno Drajat/Randhy Reynaldi menunjukkan permainan cemerlang usai menekuk ganda STKIP Pasundan, Ilham Darmawan/Tanzi Nurdiansyah. Unikom memenangi partai kedua ini dengan skor 21-10 dan 21-16. Kedudukan sementara imbang untuk kedua tim, 1-1. Unikom masih memanas. Partai ketiga kembali dikuasai kampus yang terletak di bilangan Dipatiukur Bandung ini. Kekompakan tripel Unikom, Aldi Effendi/Riki Erianto/Yoko Willyandro mampu mengalahkan sang lawan, STKIP Pasundan, yang diwakili Alex Gunawan/Febi Ardiansyah/Harum Dinar. Poin kedua untuk Unikom didapat usai menang 21-19 dan 21-16. Kedudukan pun 2-1 untuk Unikom. Di partai keempat, tunggal kedua STKIP Pasundan yang diwakili Rijal Pebriadi, mampu menambah kembali poin timnya dan menyeimbangkan kedudukan. Rijal menang atas Zulfikar Aziz (Unikom) usai laga ketat di dua gimnya. Poin kedua untuk STKIP ini didapat usai mengalahkan Unikom 21-14, 21-15. Partai kelima menjadi penentu. Kedua ganda dari masing-masing tim bermain dengan gengsi tinggi untuk memperebutkan gelar juara LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018. Laga ketat diwarnai oleh rally-rally panjang Alex Gunawan/Febi Ardiansyah (STKIP Pasundan) dan Muhammad Rizquloh/Riki Erianto (Unikom). Akhirnya, Unikom dapat mengakhiri laga dengan kemenangan 21-16 dan 21-17. Unikom berhasil keluar sebagai juara Beregu Putra LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 sekaligus mengawinkan gelar juara. Unikom merebut gelar juara dari STKIP Pasundan, juara LIMA Badminton musim lalu. Kedua finalis akan melanjutkan perjalanannya di fase nationals di Surakarta, Mei mendatang. “Kami bersyukur bisa merebut gelar dari STKIP Pasundan ini. Kami sangat senang dan puas bisa mengawinkan gelar di LIMA Badminton WJC ini. Peluang kami di fase nationals terbuka lebar. Target kami bisa lolos hingga final nationals,” ungkap Ariyanto, pelatih Unikom. (Adt)

Cetak 123 Gol, Jadi Bekal Timnas U-16 Sabet Trofi Jenesys 2018

Jadi Juara Di Jepang, Timnas Indonesia U-16 tampil amat produktif. (goal.com)

Miyazaki- Di Kirishima Yamazakura Miyazaki Prefectural Comprehensive Sport Park, Jepang, Timnas U-16 sukses meraih gelar internasional pertama pada 2018. Menghadapi Vietnam U-16 di partai final Turnamen Jenesys 2018, skuat asuhan Fakhri Husaini berhasil menang dengan skor tipis 1-0. Sebiji gol dalam laga ini dicetak oleh Rendy Juliansyah pada menit ke-64. Dilansir kumparan.com, jauh hari sebelum gelar Turnamen Jenesys 2018 diraih, Sutan Zico dan kawan-kawan harus menyusuri jalan yang panjang untuk mendapatkan bekal baik sebelum mengarungi turnamen internasional tersebut. Mulai dari melahap porsi latihan yang banyak, hingga melakoni beberapa uji tanding. Pada pemusatan latihan tahap kedua di Cijantung, Jakarta Timur, pelatih asal Aceh tak hanya menyediakan menu teknik, taktik, dan strategi saja. Pelatih berusia 52 tahun itu juga menempa mental ‘Garuda Muda’ selama dua pekan. Lalu, Timnas U-16 melakukan tiga uji tanding untuk mengukur kekuatan tim sebelum terbang ke Jepang. Pada uji tanding pertama, skuat asuhan Fakhri Husaini harus tumbang dari Diklat Ragunan U-17 dengan skor 2-3. Kekalahan itu menjadi pelajaran dan teguran keras bagi Timnas U-16 untuk terus berlatih dan memperbaiki permainan. Buktinya, di uji tanding selanjutnya melawan Persija Barat U-17, Sutan Zico cs. menang dengan skor telak 9-0. Dua hari sebelum bertolak ke Jepang, Minggu (4/3), Timnas U-16 melakoni uji tanding terakhir melawan Akademi Babek U-17, di Stadion Atang Sutresna, Kompleks Kopassus, Jakarta Timur. Pada laga tersebut, Timnas U-16 kembali unggul dengan skor meyakinkan 8-0. Usai mendapat bekal yang sehat yakni dua kemenangan dari tiga uji tanding, Timnas U-16 tak lantas berpuas diri. Ada satu bekal yang mereka harus bawa ke Jepang, yakni bahasa dan kultur. Perbekalan komplet, 17 pemain dan enam ofisial Timnas U-16 terbang ke Jepang pada Selasa (6/3). Namun, saat pemberangkatan tak ada target besar yang dilontarkan Fakhri Husaini. Pelatih berusia 52 tahun ini hanya berharap pemainnya mengambil banyak pelajaran dan pengalaman dalam perjalanannya. Guna menatap dua turnamen besar di depannya, Piala AFF U-15 dan AFC U-16. Mendarat di Jepang, pemain diberi waktu beradaptasi dengan cuaca di sana. Singkatnya, tak ada menu latihan yang mesti disantap. Bergabung di Grup B bersama Kamboja dan Filipina, Indonesia U-16 begitu tangguh untuk lawan-lawannya. Pada laga pertama melawan Filipina, Timnas U-16 menang telak 7-1. Pada laga selanjutnya, laju Sutan Zico dan kolega tak bisa dihentikan. Lagi-lagi Timnas U-16 menang dengan marjin besar 5-0 atas Kamboja. Dengan catatan 12 gol dan 1 kebobolan, Indonesia U-16 boleh berbangga. Nama Sutan Zico pun keluar sebagai pemain terproduktif usai mengemas 3 gol. Berkat dua kemenangan tersebut, Timnas U-16 mengamankan satu tiket ke babak semifinal. Usai menang dengan skor meyakinkan di dua laga penyisihan grup, Timnas U-16 dihadapkan pada tantangan besar, yakni bermain melawan tuan rumah Jepang di babak semifinal. Selain diuntungkan sebagai tuan rumah, Jepang yang keluar sebagai juara Grup A dengan raihan poin sempurna memiliki produktivitas gol mencapai 23 gol atau rata-rata 11,5 per pertandingan –yang terproduktif pada Turnamen Jenesys 2018. Catatan itu memaksa kans ‘Garuda Muda’ kian sulit. Oleh karenanya, tim besutan Fakhri Husaini ini tak diunggulkan melaju ke partai final. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Keraguan lenyap saat Sutan Zico mencetak satu-satunya gol di menit ke-54. Dan gol itu mengantarkan Indonesia U-16 ke partai puncak. Gol itu pula yang mengawali perjuangan Timnas U-16 berjuang di partai final. Setelah menyusuri jalan panjang, gelar ini tentu amat berarti guna menatap target besar di depan mata: lolos ke Piala Dunia U-17 2019. Indonesia menjuarai turnamen ini dengan rekor memasukkan-kemasukan 14-1 gol dalam empat laga. Total, Timnas Indonesia U-16 sudah mencetak 123 gol dan kemasukan 18 gol dalam 31 pertandingan, terhitung sejak 4 Juli 2017. “Cukup membanggakan. Ini juga berkat dukungan dan doa masyarakat Indonesia. Tentu saja kerja keras para pemain selama pemusatan latihan sampai pertandingan di Jenesys. Para pemain bermain tidak ada takutnya,” ucap Fakhri Husaini seperti menyimpulkan safari dan prestasi pertama Timnas U-16 tahun ini. (Dre)

Lakukan Revans, STKIP Pasundan Peringkat 3 LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018

Unpad harus menyerah ditangan STKIP Pasundan yang keluar sebagai peringkat 3 LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018. (LIMA)

Bandung- Perebutan peringkat ketiga LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 digelar di lapangan 2 GOR Lodaya Bandung, Senin (12/3). Laga ini mempertemukan tim putri Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan melawan Universitas Padjadjaran (Unpad). Di musim sebelumnya, Unpad menduduki peringkat ketiga. Namun, di musim keenam ini, gelar itu direbut STKIP Pasundan. Peluang STKIP Pasundan memenangi laga terakhir di grup ini terlihat di partai pertama. Meski wakil tripel STKIP Pasundan, Ega Velia/Nazwa Aulia/Revina Nuhasanah, tertinggal di gim pertama degan skor 23-25, STKIP Pasundan mampu menguasai dua gim terakhir atas Anisa Purnama/Bamega Annisa/Yushi Rosalia (Unpad) dengan skor 21-17, dan 11-10 STKIP Pasundan kembali menekuk Unpad di partai kedua. Tunggal STKIP Pasundan yang diturunkan, Mayrina Lukmanda, berhasil mengalahkan Qorima Diez, wakil Unpad, dengan skor 21-10 dan 21-5. Keunggulan masih digenggam STKIP Pasundan dengan poin 2-0 atas Unpad. Meski dapat dipastikan telah menduduki peringkat ketiga, STKIP Pasundan tak mengendurkan kekuatannya. Ganda STKIP Pasundan, Ega Velia/Sinta Arum, bermain maksimal di partai terakhir ini. Ega/Sinta mengalahkan pasangan Unpad, Anisa Purnama/Yushi Roshalia, dengan skor 21-8 di gim pertama. Di gim kedua, STKIP Pasundan makin memanas. Ega/Sinta mengalahkan Anisa/Yushi dengan skor telah, 21-1. Hasil gim ketiga ini mempertegas ketangguhan STKIP Pasundan atas Unpad. Kedudukan berakhir dengan skor 3-0 untuk STKIP Pasundan. STKIP Pasundan menggeser Unpad di peringkat ketiga LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018. Unpad, yang tak bisa mempertahankan gelar di musim ini harus rela tersingkir dari the best three. “Sangat disayangkan kami gagal menang di pertandingan hari ini. Persiapan kami di LIMA Badminton WJC ini memang kurang. Dari komposisi pemain, STKIP Pasundan memang kuat dan merata, sehingga mereka memang pantas menang,” ungkap pelatih Unpad, usai laga perebutan peringkat ketiga di GOR Lodaya Bandung. (Adt)

Paksa UPI Menyerah, Unikom Rebut Titel Kampiun LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018

Unikom Sukses Merebut Gelar Juara LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 dari UPI. (LIMA)

Bandung- Laga penentuan juara beregu putri LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 pada hari kelima, Senin (12/3), menampilkan dua tim kuat. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali berhadapan dengan Universitas Komputer Indonesia (Unikom) di final LIMA Badminton fase conference musim keenam ini. Sebelumnya, di musim kelima, kedua tim juga memperebutkan gelar. Putri Unikom berhasil keluar sebagai kampiun LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 yang digelar di lapangan 2 GOR Lodaya Bandung ini. UPI, sang juara musim lalu, harus puas di peringkat kedua. Dianita Saraswati/Dina Rahayu/Merissa Findiani memulai partai pertama dengan apik untuk Unikom. Tripel ini membuka peluang kemenangan Unikom atas UPI. UPI yang menurunkan Dwi Erina/Kesi Soraya/Mira Meliani gagal menunjukkan kekompakan di partai nomor tripel ini. Di gim pertama partai pertama ini, laga sengit disajikan kedua tim. Tripel Unikom sempat unggul 11-6 hingga waktu istirahat. Usai istirahat, UPI terus mengejar hingga lima angka, hingga menyamakan kedudukan menjadi 11-11. Namun, kuatnya permainan Unikom sulit diatasi UPI. Gim pertama pun berakhir dengan kemenangan Unikom 21-15 atas UPI. Unikom masih dominan di gim kedua. Kekuatan pukulan dan kerja sama tripel yang baik memberi keuntungan bagi Unikom. UPI terpaut tujuh poin di bawah Unikom. Gim kedua kembali dimenangi Unikom 21-14. Enggan mengulang kekalahan rekan-rekannya di partai pertama, tunggal UPI, Trya Nur, tampil maksimal di partai kedua. Trya bermain apik di gim pertama saat melawan Novi Indriani, tunggal Unikom. Di gim pertama, Trya mengungguli Novi Indrini dengan skor 21-11. Gim kedua harus berakhir di poin 11-2, dengan keunggulan UPI. Novi tidak bisa melanjutkan pertandingan usai waktu istirahat dan terpaksa mengundukan diri. Akhirnya, laga pun berakhir. Hasil di partai kedua ini membawa UPI imbangi Unikom 1-1. Laga ketat terjadi di partai penentu. Ganda UPI, Dwi Erina/Kesi Soraya, bermain habis-habisan meladeni ganda Unikom, Dina Rahayu/Karina Ria Hardianti. Keduanya bermain dengan tensi tinggi. Partai pamungkas ini menjadi penentu gelar juara LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018. Meski diguyur hujan, lapangan 1 GOR Lodaya kian memanas. Permainan bergensi tersaji di gim pertama. Poin-poin yang tercipta merupakan hasil dari reli-reli panjang kedua tim. Saling kejar poin terjadi di gim pertama. Akhirnya, gim pertama dimenangkan Unikom dengan keunggulan tipis 21-19. Di gim kedua, ganda UPI semakin kerepotan meladeni permainan Unikom. Unikom masih terus menyerang dengan pukulan-pukulan kerasnya. Alhasil, Unikom menangi laga gim kedua ini. Gim kedua di partai penentu ini berakhir dengan skor 21-11 untuk Unikom. Unikom mempertegas ketangguhannya di fase conference ini. Padahal, di dua musim sebelumnya, Unikom selalu kalah di partai final melawan UPI. Dengan hasil ini, akhirnya Unikom menduduki juara LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018, disusul UPI di peringkat kedua. “Alhamdulillah kami bisa menang di partai final ini. Kami sering bertemu UPI dan selalu kalah. Saya bersyukur sekali bisa menang dan menjadi juara LIMA Badminton musim ini,” ungkap Ariyanto, pelatih Unikom. Berdasarkan nilai koefisien, WJC mendapat kuota 2 tim yang berhak dikirim ke fase nationals. Kedua tim finalis LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 ini, yakni Unikom dan UPI, akan melanjutkan perjalanannya di fase Nationals yang segera digelar di Surakarta, bulan Mei nanti. (Adt)

Resmi Gandeng Klub Basket, Samator Aktif Tingkatkan Prestasi Olahraga Nasional

Rachmat Harsono, Wakil Direktur Utama Samator Group (kedua dari kanan) dalam sesi jumpa pers terkait dukungan kepada tim bola basket putri Merah Putih Samator. (Adt/NYSN).

Jakarta- Setelah sukses mencetak pemain unggulan dalam cabang bola voli bersama Polri (Kepolisian Republik Indonesia), kini Samator Group, perusahaan gas industri terbesar di Tanah Air, mulai merambah ke cabang bola basket, dengan menggandeng klub bola basket putri Merah Putih (MP) Samator Jakarta. Samator bakal melakukan pembinaan dan pelatihan hingga menghasilkan atlet-atlet berbakat yang diharapkan bisa membawa harum nama Indonesia kedepan. “Samator berkomitmen penuh memajukan olahraga Indonesia. Kami kini membina cabang voli dan basket. Untuk voli, kami dan Polri bersama-sama melakukan perekrutan pencarian bakat dan memberikan fasilitas dan kenyamanan yang layak,” ujar Rachmat Harsono, Wakil Direktur Utama Samator Group, di Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (12/3). “Dan jika mereka tidak aktif bermain lagi, mereka bisa memilih mau bergabung dengan institusi Polri atau bekerja di Samator Group. Jadi masa depan mereka lebih terjamin. Begitupun dengan cabang basket Merah Putih Samator Jakarta,” sambungnya. Ia menambahkan bentuk dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas putra-putri bangsa yang memiliki bakat dan mendorong minat masyarakat dalam olahraga. Dengan cara ini, Rachmat meyakini generasi muda dapat terbebas dari narkoba dengan menjunjung tinggi hidup sehat, sportivitas, dan sikap bela negara. “Bola voli sudah. Sekarang waktunya mengembangkan prestasi basket. Pokoknya segala aktivitas yang positif dan memberikan manfaat bagi para atlet dan bangsa, ya kami dukung. Semoga lewat basket khususnya tim MP Samator Jakarta, kami bisa membantu meningkatkan prestasi olahraga nasional,” ucap Rachmat. Di tempat yang sama, Rudy Khowara, Ketua Perkumpulan Merah Putih Samator, turut mengapresiasi dukungan yang diberikan Samator. “Kami berterima kasih sekali dengan Samator yang mau mendukung tim MP Samator Jakarta, baik dari finansial maupun support untuk mengikuti Srikandi Cup (Kompetisi Basket Putri) musim ini,” terang Rudy. (Adt)

Kompetisi Basket Putri Srikandi Cup Seri 3 Siap Digelar, Persaingan Makin Kompetitif

Tim Basket Merah Putih Samator Jakarta siap menatap seri ke-3 Kompetisi Basket Putri Srikandi Cup. (Adt/NYSN)

Jakarta- Perhelatan Kompetisi Basket Putri Srikandi Cup Seri 3 bakal segera bergulir di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, 19-24 Maret 2018. Deddy Setiawan, Koordinator Srikandi Cup, mengatakan musim ini kompetisi basket putri yang dijalankan berlangsung cukup sengit dan kompetitif. Ia menyebut delapan tim putri yang berlaga di Srikandi Cup, semuanya akan menunjukkan kemampuan terbaiknya dan menuju ke jenjang prestasi kedepan. “Seri ini jadi penentuan akhir sebelum masuk ke Play Off di pertengahan April nanti. Beberapa tim juga berbenah dengan menambah amunisi pemain baru,” ujar Deddy di Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (12/3). Ia berharap Kompetisi Basket Putri Srikandi Cup Seri 3 ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. “Kami juga berharap Samator bisa berkontribusi membantu prestasi olahraga nasional, salah satunya membantu Kompetisi Srikandi Cup musim depan,” tambahnya. Sementara itu, Rudy Khowara, Ketua Perkumpulan Merah Putih (MP) Samator, mengungkapkan jelang seri ke-3, tim-nya telah melakukan persiapan yang matang dan mengevaluasi segala kekurangan pada seri sebelumnya. “Mohon doa-nya saja, semoga Merah Putih Samator Jakarta bisa meraih hasil yang lebih baik lagi di seri ke-3. Dan lolos masuk fase Play Off April nanti,” tegasnya. Disisi lain, Nina Yunita Nurman, Pelatih Merah Putih Samator, mengungkapkan pada Seri ke-3 ini persiapan tim-nya bakal lebih intensif, dibanding dua seri sebelumnya di Makassar (Seri 1) dan Surabaya (Seri 2). “Kendala kami soal inkonsistensi dan cedera pemain, serta statistik yang buruk. Pada seri ke-3 ini kami fokus untuk melatih akurasi para pemain. Apalagi sebelumnya para pemain kami jarang kumpul bersama, karena ada yang di Bandung dan Jakarta,” cetusnya. Terkait target, Nina tak mau sesumbar. Ia berharap tim-nya mampu menaikkan peringkat yang diraih pada seri sebelumnya. “Target dari petinggi tim, masuk final. Kalau dibilang berat ya berat. Tapi yang penting bisa memperbaiki peringkat. Seri pertama kami peringkat 3, di seri kedua kami peringkat empat. Semoga tim bisa memberikan hasil yang terbaik pada seri ke-3 ini,” papar Nina. (Adt) Pool A: 1. Surabaya Fever 2. Merah Putih Samator 3. Sahabat Semarang 4. Flying Wheel Makassar Pool B: 1. Merpati Bali 2. Tenaga Baru Pontianak 3. Generasi Muda Cirebon 4. Tanago Friesian