Menang 3-1, Jadi Angka Penuh UMM Buka LIMA Football Nationals 2018

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengawali LIMA Football Nationals 2018 dengan kemenangan cukup meyakinkan,3-1, atas Univ. Padjdjaran (Unpad) pada hari pertama perhelatan, pada Selasa (18/9). (LIMA)

Malang- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengawali LIMA Football Nationals 2018 dengan kemenangan cukup meyakinkan,3-1, atas Univ. Padjdjaran (Unpad) pada hari pertama perhelatan, pada Selasa (18/9). UMM tampil dominan sejak awal laga. Adaptasi yang lebih baik terhadap lapangan Stadion Gelora Brantas, Batu, yang menjadi venue mereka saat meraih gelar East Java Conference pekan lalu, memudahkan UMM menguasai permainan. UMM segera menunjukkan bukti keunggulan. Mereka memimpin saat laga baru memasuki menit kelima. Berawal dari operan jarak jauh dari lini belakang, Ghana Ardya Wangsa (nomor punggung 96) menjebol gawang Unpad. UMM masih menguasai sisa paruh pertama dengan penguasaan bola dan peluang yang lebih banyak daripada lawan yang merupakan peringkat keempat LIMA Football Greater Jakarta Conference itu. Semenit sebelum injury time babak pertama, Bagas Dwi Wicaksono (29) menggandakan keunggulan timnya memanfaatkan kelengahan lini tengah Unpad. Padjadjaran mengejutkan setelah jeda antarbabak. Serangan pertama mereka membuahkan penalti akibat pelanggaran bek UMM, Ahmad Rifal (21), terhadap Iqbal Nandaresta (17). Dari titik putih, kapten Unpad, Zulfikar Yalofa Ali (6), memperkecil jarak pada menit ke-48. Walau kebobolan, UMM masih dominan sampai jeda turun minum. Setelah water break, Unpad menaikkan tempo permainan dan frekuensi serangan. Namun, UMM kembali memperlihatkan keunggulan teknis. Dari tendangan bebas pada menit ke-83, Jaenal Abidin (7) kembali memperlebar keunggulan timnya. Skor 3-1 bertahan sampai akhir laga. “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun, pertahanan UMM cukup rapat dan tampil disiplin. Kami berkesulitan membua ruang dan kecolongan dari serangan balik UMM. Kami akan membenahi transisi permainan dan penyelesaian akhir,” ucap pelatih Unpad, Luqkman Sobaryanto Maulidin, setelah pertandingan. “Alhamdulillah kami meraih tiga poin. Anak-anak bermain bagus, spartan, dan sportif. Tak ada hal-hal yang tak diinginkan dalam pertandingan. Mudah-mudahan selanjutnya anak-anak bermain lebih baik lagi. Saya memotivasi untuk selalu fokus pada bola, bukan mengedepankan emosi,” tutur pelatih UMM, Syafruddin Mustain. Poin penuh ini menempatkan UMM di puncak klasemen Pul Merah LIMA Football Nationals. Pada Kamis (20/9), UMM akan menghadapi Univ. Negeri Malang (UM), sementara Unpad melawan Univ. Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Sementara itu, Universitas Negeri Malang (UM) mengukir kemenangan pertama di laga perdana LIMA Football Nationals 2018. UM meraih angka penuh paska menekuk Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), di laga kedua hari pertama, Selasa (18/9). Setelah tampil lima kali di gelanggang yang sama di ajang LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC), pekan silam, UM cukup mengenali karakter lapangan dan kondisi di stadion itu. UMunggul lewatduo strikernya, Prasetyo Rizki Ramadhan pada menit 35. Lalu Septi Sugiarto menambak skor saat injury time paruh pertama. “Alhamdulillah anak-anak sudah mulai menemukan ritme dan kekompakan permainan tim. Mungkin karena jeda conference dan Nationals tak terlalu jauh sehingga mereka sudah langsung bisa memberikan permainan terbaiknya. Saya cukup puas dengan performa tim hari ini,” ucap Fahrial Amiq, pelatih UM. Dengan angka penuh ini, UM mengikuti jejak UMM yang sebelumnya juga membukukan kemenangan (atas Univ. Padjadjaran) di laga pertama Pul Merah. Dengan selisih gol yang sama, UMM masih unggul jumlah gol memasukkan daripada UM. Dan pada Kamis (20/9), kedua tim sudah harus saling berhadapan, melakoni laga kedua. (art)

Masuki Tahun Kedua, Delapan Tim Berlaga di LIMA Football Nationals 2018

Univ. Muhammadiyah Malang (biru) tergabung dalam pul merah, di ajang LIMA Football Nationals 2018 yang akan digelar di tempat yang sama dengan LIMA Football EJC, yakni di Stadion Gelora Brantas, Batu, Jawa Timur, pada 18-25 September. (LIMA)

Malang- Setelah LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018 merampungkan perhelatan, LIMA menggelar LIMA Football Nationals 2018 yang akan digelar di tempat yang sama dengan LIMA Football EJC 2018, yakni di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang, Jawa Timur, pada 18-25 September. Delapan tim, yang terbagi dalam dua conference (East Java Conference dan Greater Jakarta Conference), akan beradu taktik di lapangan hijau untuk menjadi yang terbaik. Sebelum perhelatan sepak bola antarmahasiswa ini dimulai, dilaksanakan pembagian grup saat technical meeting, pada Senin (17/9). Delapan tim ini terdiri atas dua pul, yakni Pul Merah dan Pul Putih. Masing-masing pul akan menggelar setengah kompetisi, dan akan mengirim dua tim ke semifinal, yang dijadwalkan digelar pada Senin (24/9). Final akan digelar sehari kemudian. LIMA Football memasuki musim keduanya tahun ini. Di musim perdananya, LIMA hanya menyelenggarakan kompetisi di Greater Jakarta Conference. Kini, menjadi Nusantara Conference, seturut kehadiran Univ. Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang nota bene hadir di EJC musim ini. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjadi yang terbaik dalam musim debut LIMA Football saat itu. (Adt) Pul Merah 1. Univ. Muhammadiyah Malang 2. Univ. Muhammadiyah Jakarta 3. Univ. Negeri Malang 4. Univ. Padjadjaran Pul Putih 1. Univ. Negeri Jakarta 2. Univ. Islam Indonesia 3. Univ. Pelita Harapan 4. Univ. Brawijaya

Persija Jakarta U-16 Dua Kali Menang, Liga Elite Pro Academy U-16 2018 Resmi Bergulir

Striker Persija Jakarta U16, Ahmad Paisal (45), nyaris mencetak gol kemenangan bagi timnya. Persija akhirnya mengalahkan Persela Lamongan U16 dengan skor 2-1, di laga perdana Kompetisi Elite Pro Academy U-16 2018, di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (15/9). (Pras/NYSN)

Jakarta- Liga Elite Pro Academy U-16 2018 akhirnya resmi bergulir dengan melibatkan semua tim remaja, dari klub-klub yang berkompetisi di Liga 1 2018. PSSI membagi kompetisi remaja ini menjadi tiga grup, bagi seluruh peserta. Bhayangkara FC, PSIS Semarang, PS Tira, Persib Bandung, Sriwijaya FC, dan PSMS Medan berada di Grup A. Laga pertama di grup A yang juga dimulai pada Sabtu (15/9), Bhayangkara FC menghadapi PSIS, PS Tira menghadapi Persib, dan Sriwijaya FC menghadapi PSMS. Sementara di Grup B, ada Bali United, Arema FC, Persija Jakarta, Persela Lamongan, Barito Putera, dan Madura United. Keenam tim yang tergabung di grup ini juga memulai laga pada hari ini. Sementara di Grup C ada Borneo FC, Perseru Serui, Persipura Jayapura, PSM Makassar, Mitra Kukar, dan Persebaya Surabaya. Untuk Grup C, partai perdana dilangsungkan pada Minggu (23/9). Mengingat kompetisi ini melibatkan remaja dibawah usia 16 tahun, maka tiap pertandingan digelar hanya 2×30 menit. Namun, setiap tim akan menghadapi lawan yang sama, sebanyak dua kali setiap pekannya. Persija kontra Persela misalnya. Keduanya saling berhadapan pada Sabtu (15/9) dan Minggu (16/9). Laga tersebut bukan laga putaran kedua, karena Persija akan bertandang ke markas Persela pada putaran kedua, yang digelar pada Sabtu (27/10) dan Minggu (28/10). “Di level usia ini, butuh 25 – 30 laga dalam satu musim kompetisi. Kami buat dua partai sekaligus agar jumlah pertandingan banyak dan berkualitas. Jika durasinya tetap 2×45 menit, recoverynya terlalu pendek. Lagipula kualitas pemain tetap terjaga,” ujar Direktur Teknik PSSI, Danurwindo, penanggung jawab Elite Pro Academy U-16. Persija Jakarta U-16 sukses menjalani awal bagus di kompetisi Elite Pro Academy U-16. Mereka sukses menaklukkkan perlawanan ketat Persela Lamongan U-16 dengan skor 2-1 di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (15/9). Dalam laga ini Persija unggul terlebih dahulu, melalui tendangan bebas Muhammad Fajar Firdaus, pada menit ke 10. Namun, Persela sempat menyamakan kedudukan 1-1 lewat gol gelandangnya, M. Ulil Abshor Abdalla. Macan Muda bisa memetik kemenangan usai Muhammad Amar Fadzillah, yang menjadi pemain pengganti, mampu mencetak gol pada masa injury time babak kedua. Hingga peluit akhir dibunyikan skor tak berubah, dan Persija mengunci kemenangan 2-1. Pelatih Persija U-16, Blitz Tarigan mensyukuri kemenangan anak asuhnya. Menurut dia kemenangan ini tak lepas dari kerja keras yang dilakukan oleh semua pemain yang berjuang di pertandingan kali ini. Toh pria kelahiran Medan, 5 Oktober 1969, ini menilai timnya masih ada catatan kedepannya. “Saya bersyukur hasilnya menang, tapi ya memang belum maksimal. Saya akui pertandingan perdana sulit, tapi saya tidak mau tahu alasannya. Pemain yang diharapkan tidak tampil maksimal, justru yang pengganti malah lebih bermain maksimal,” ucap Blitz. Langkah Persija makin mantap, usai lanjutan laga berikutnya, tim ibukota kembali menekuk Persela dengan skor tipis 1-0, pada Minggu (16/9). Ini jadi bekal positif bagi Ikhsan Febrian Rizola dan kolega, yang kembali menjadi tuan rumah saat menghadapi Bali United U-16, pada Sabtu (22/9) dan Minggu (23/9), di Stadion PTIK. (art) Klasemen Liga Elite Pro Academy U16 2018 Grup A No              Tim                 P      Gol     Poin 1   PSMS Medan U16           2      4:0       6 2   PS Tira U16                   2      1:0       6 3   PSIS Semarang U16       2      3:3       3 4   Bhayangkara FC U16      2      3:3       3 5   Persib Bandung U16       2      0:1       1 6   Sriwijaya FC U16            2      0:4       0 Grup B No             Tim                   P      Gol      Poin 1   Persija Jakarta U16         2      3:1          6 2   Bali United  U16             2      3:1          6 3   Madura United U16         2      2:2          3 4   Barito Putera U16           2      2:2          3 5   Persela Lamongan U16    2      1:3          0 6   Arema FC U16                2      1:3          0 Grup C No             Tim                     P      Gol      Poin 1   Persebaya Surabaya U16   0      0:0          0 2   Borneo FC U16                 0      0:0          0 3   Mitra Kukar U16               0       0:0         0 4   PSM Makassar U16           0       0:0         0 5   Persipura Jayapura U16     0      0:0          0 6   Perseru Serui U16             0      0:0          0 #Grup C partai perdana baru akan dilangsungkan pada Minggu (23/9)

Kampiun di Jepang Open 2018, Kevin/Marcus ‘Nodai’ Dominasi Wakil Tiongkok

Ganda nomor satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon meraih gelar juara di Jepang Open 2018, pada Minggu (16/8), di Musashino Forest Sport Plaza Arena, Tokyo, yang juga menjadi venue pada Olimpiade Tokyo 2020. (Humas PBSI)

Jakarta- Ganda nomor satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon meraih gelar juara di Jepang Open 2018, pada Minggu (16/8). Berduel di partai puncak dengan wakil Tiongkok, Li Junhui/Liu Yuchen sekaligus unggulan dua itu, meraih kemenangan straight game, 21-11, 21-13, lewat laga berdurasi 38 menit. Selain mempertahankan gelar, kemenangan atas dobel Negeri Tirai Bambu itu, mengokohkan dominasi Penghuni Pelatnas Cipayung atas Li/Liu. Sebelumnya, Kevin/Marcus meraih tujuh kemenangan beruntun atas ganda utama Tiongkok itu. Sedangkan, Li/Liu hanya mencuri satu kemenangan saat bertemu pertama kalinya di ajang Vietnam Open 2015 (15-21, 23-21, 21-18). Gelar di ajang Kejuaraan Bulutangkis Jepang Open 2018 BWF World Tour Super 750 itu juga melengkapi rentetan gelar yang dikantongi Kevin/Marcus sepanjang tahun ini. Mulai dari Daihatsu Indonesia Masters 2018, India Open 2018 BWF World Tour Super 500, All England 2018 BWF World Tour Super 1000, Indonesia Open 2018 BWF World Tour Super 1000, hingga terakhir di Asian Games XVIII/2018. Kevin mengaku senang bisa mempertahankan gelar di Negeri Sakura itu. “Apalagi ini turnamennya di Jepang, kami bisa memberikan hasil yang terbaik untuk sponsor kami,” ujar Kevin, di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Minggu (16/9). Pemain asal PB Djarum Kudus itu menyebut di pertandingan ini lawan mengubah permainan yang membuat penampilan Li/Liu berbeda dari biasanya. “Mereka lebih banyak main bertahan. Tapi kami sudah siap dengan semua strategi mereka. Jadi lebih yakin,” tambah Kevin. Senada, Marcus menjelaskan kendati lawan mengubah strategi, namun dirinya bersama Kevin bisa mengantisipasi hal itu. “Buktinya perolehan skor cukup jauh di penutup gim pertama dan gim kedua,” urai Marcus. Diakui Marcus, bila Li/Liu dipertandingan ini banyak mengarahkan bola ke atas. “Mungkin karena bolanya berat. Tapi, kami sudah persiapkan tenaga, kami tahu ini pasti akan terjadi,” lanjut suami dari Agnes Amelinda Mulyadi itu. “Kami mempelajari penampilan mereka, saat mereka melawan Fajar (Alfian)/Rian (Ardianto). Model mainnya mirip-mirip, ya sudah, kami bisa prediksi,” tukas pebulutangkis berusia 27 tahun itu. Pada Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang, bulutangkis akan memakai venue yang sama di Jepang Open 2018 yakni Musashino Forest Sport Plaza Arena. “Suasananya enak, kami cukup nyaman bermain di sini. Walaupun bolanya berat. Tapi kami bisa mengatasi,” tukas Kevin. Musashino Forest Sport Plaza mempunyai kapasitas tempat duduk lebih dari 10.000 kursi dan mencakup berbagai fasilitas lain. Seperti kolam renang, gym, arena olah raga multi guna, dan pusat kebugaran yang semuanya tersedia dan dapat digunakan oleh publik. Stadium ini juga menggunakan atap Panel surya dan teknologi mutakhir lainnya, yang membantu mengurangi emisi karbon rumah kaca. (adt) Hasil Final Jepang Open 2018: Tunggal Putra Kento Momota (Jepang/3) vs Khosit Phetpradab (Thailand): 21-14, 21-11 Tunggal Putri Carolina Marin (Spanyol/6) vs Nozomi Okuhara (Jepang/8): 21-19, 17-21, 21-11 Ganda Putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia/1) vs Li Junhui/Liu Yuchen (China/2): 21-11, 21-13 Ganda Putri Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang/1) vs Chen Qingchen/Jia Yifan (China/3): 21-15, 21-12 Ganda Campuran Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China/1) vs Wang Yilyu/Huang Dongping (China/2): 21-19, 21-8

Sirnas Premier Jakarta Open 2018 Rampung, Kekuatan Klub Besar Kian Merata

Pebulutangkis PB Mutiara Cardinal Bandung, Abdul Kadir Zailani menjadi juara Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018, kategori dewasa, pada Sabtu (15/9) di GOR Tanjung Priok, usai unggul dari Nyoman Tryadnya Arya Kurniawan (PB Jaya Raya Jakarta), dengan dua game langsung 21-13 dan 21-11. (kompas.com)

Jakarta- Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018 telah sukses digelar dan secara resmi ditutup. Seri kelima ini berlangsung sejak 10-15 September. Pada kejuaraan yang berlangsung di Gelanggang Remaja Tanjung Priok ini, memperlihatkan persaingan yang kian merata dari beberapa klub bulutangkis ternama Indonesia. Tercatat ada tiga klub besar yang sama-sama berhasil mengoleksi lima gelar juara dari 19 nomor dan kategori yang dipertandingkan pada Djarum Sirkuit Nasional Premier Li-ning Jakarta Open 2018. Yakni, PB Djarum Kudus, Jaya Raya Jakarta dan Exist Jakarta Utara. Nama-nama seperti Hanna Ramadini (Mutiara Cardinal), Dian Fitriani/Nadya Melati (Pertamina Fastron), Asghar Herfanda/Rian Canna Varo (PB Djarum Kudus) dan Naufal Ligo Saufik/Yoggi Pamungkas (PB Djarum Kudus) masih memperpanjang catatan sebagai juara bertahan. Sementara yang lainnya dihuni jajaran juara-juara anyar. Sementara kejutan hadir dari peraih gelar tunggal dewasa putra, Abdul Kadir Zailani. Pebulutangkis besutan klub Mutiara Cardinal Bandung ini, akhirnya sukses mencicipi tahta juara di Sirkuit Nasional, setelah penantian panjang tiga tahun lamanya. “Alhamdulillah, rasanya senang bisa juara. Bersyukur sekali karena ini gelar juara saya yang pertama, sejak 2016 turun di level dewasa. Ada rasa sedikit tak menyangka saya bisa juara. Sebelum bertanding, saya sudah siap dengan hasil apapun, mau menang atau kalah, saya sudah siap,” ungkap Zai, sapaan Zailani. Mutiara Cardinal Bandung pun sukses mengawinkan gelar di nomor tunggal dewasa putri, setelah wakilnya, Hanna Ramadini berhasil merebut gelar Sirnas yang ketiga kalinya secara beruntun tahun ini, usai di final, menundukan lawannya asal PB Exis Jakarta, Putri Kusuma Wardani, dengan kemenangan rubber game 21-12, 17-21, dan 21-18. Sebelum di Jakarta, Sirnas bergulir di Purwokerto (Premier) pada 12-17 Maret, Pekanbaru 23-28 April, Tasikmalaya 23-28 Juli (Premier), dan Makassar 6-11 Agustus. Sirnas akan berlanjut di GOR Hevindo, Balikpapan pada 1-6 Oktober, lalu menuju Denpasar pada 5-10 November, kemudian Sirnas Premier Surabaya menjadi penutup pada 12-17 November. (adt) Hasil Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018 Kategori Pemula (U15) Tunggal Pemula Putra: Muhammad Halim As Sidiq (PB Victory Bogor, Jaktim) Tunggal Pemula Putri: Deswanti Hujansih Nurtertiati (Exist, Jakarta) Ganda Pemula Putra: Marwan Faza/Muhammad Rayhan Nur Fadillah (PB Djarum, Kudus) Ganda Pemula Putri: Jessica Maya Rismawardani/Nethania Irawan (PB Djarum, Kudus) Kategori Remaja (U17) Tunggal Remaja Putra: Muhammad Akbar Firdaus (Exist, Jakarta) Tunggal Remaja Putri: Aisyah Sativa Fatetani (PB Djarum, Kudus) Ganda Remaja Putra: Asghar Herfanda/Rian Canna Varo (PB Djarum, Kudus) Ganda Remaja Putri: Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia (Jaya Raya Jakarta, Jakpus) Ganda Remaja Campuran: Crisandy Santosa/Melani Mamahit (Exist, Jakarta) Kategori Taruna (U19) Tunggal Taruna Putra: Karono (Jaya Raya Jakarta, Jakpus) Tunggal Taruna Putri: Yasnita Enggira Setiawan (Exist, Jakarta) Ganda Taruna Putra: Naufal Ligo Saufik/Yoggi Pamungkas (PB Djarum, Kudus) Ganda Taruna Putri: Melani Mamahit/Putri Larasati (Exist, Jakarta) Ganda Taruna Campuran: Ferdian Mahardika Ranialdy/Annisa Mubarokah (Jaya Raya Jakarta, Jakpus/FIFA BC) Kategori Dewasa Tunggal Dewasa Putra: Abdul Kadir Zailani (Mutiara Cardinal, Bandung) Tunggal Dewasa Putri: Hanna Ramadini (Mutiara Cardinal, Bandung) Ganda Dewasa Putra: Amri Syahnawi/Rian Swastedian (Jaya Raya Jakarta, Jakpus) Ganda Dewasa Putri: Dian Fitriani/Nadiya Melati (Pertamina Fastron, Jakut) Ganda Dewasa Campuran: Irfan Fadhillah/Pia Zebadiah Bernadet (Jaya Raya Jakarta, Jakpus)

Diwarnai Hujan Kartu Merah, UMM Kudeta Peringkat UII di Puncak Klasemen

Diwarnai keluarnya empat kartu merah, laga antara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kontra Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, menutup hari keempat LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018, Kamis (13/9), di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang. (LIMA)

Malang- Laga panas dengan tensi tinggi antara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kontra Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, menutup hari keempat LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018, Kamis (13/9), di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang. UMM, yang tampil menekan sepanjang laga, sukses menaklukkan UII, tim yang telah menyapu bersih tiga laga terakhirnya, dengan skor 2-0. Hasil ini mengantar UMM ke pucuk klasemen sementara, menyingkirkan UII. Sengitnya duel ditampilkan kedua tim sejak awal. UMM berhasil mengambil kendali permainan di sepanjang babak pertama. Lawannya, UII, dipaksa bertahan mengatasi perlawanan UMM. Namun, belum mencapai paruh waktu babak pertama, wasit telah mengeluarkan dua kartu kuning untuk UMM, yakni Ghana Ardya Wangsa (8’) dan Hendra Putra (11’). Berselang satu menit, pada menit ke-12, striker UMM, Rachmad Hidayat (9), justru menjadi yang pertama diusir keluar. Sepanjang laga UMM terus menekan dan nyaris menciptakan peluang di gawang tim asal Yogyakarta itu. Hingga akhirnya, bek tengah UMM, Ahmad Rifal (21), berhasil merobek jala UII dua menit sebelum turun minum. Gol Ahmad menutup paruh pertama dengan skor 1-0 untuk UMM. Memasuki babak kedua, UMM tak mengendurkan serangan. Tampil dengan 10 pemain, tim berkostum merah itu malah mendominasi duel panas ini. Namun, UMM kembali kehilangan satu pemainnya, pada menit ke-74. Bagas Dwi Wicaksono (29) terpaksa dijatuhi kartu merah, paska melakukan pelanggaran keras pada pemain UII. Dengan komposisi sembilan pemain, UMM masih mampu mengendalikan laga. UMM bahkan sukses melesakkan satu gol tambahan, yang kembali dicetak oleh Ahmad pada menit ke-85. Berselang dua menit, wasit kembali mencabut kartu merah, lagi-lagi untuk tim asal Kampus Putih itu. Sang kapten, Andy Cahya Kurniawan (5), harus keluar arena pada laga ini. Total, sudah tiga pemain UMM gagal menyelesaikan pertandingan kali ini. Tak lama berselang, giliran pemain UII bernomor punggung 88, Bima Yudha, menyusul Andy Cahya ke arena bench pemain, setelah menerima kartu merah dari wasit. Di sisa waktu, UMM hanya menyisakan delapan pemain, sementara sang lawan dengan 10 orang. Peluit panjang pun menyudahi laga panas ini dengan kemenangan 2-0 untuk UMM. Meski keduanya mengantungi sembilan poin, namun UMM lebih unggul dalam hal selisih gol, serta berhasil menyalip UII, di puncak klasemen sementara. “Hari ini kami kalah. Komunikasi antar pemain masih minim. Support dari lini ke lini juga minim. Mental mereka down sehingga beberapa dari mereka terpancing emosi. Pertandingan hari ini terlihat keras di menit awal. Tapi, saya mengarahkan ke anak-anak untuk tetap tenang apapun kondisinya,” kata Radian Zakir, arsitek tim UII. Hasil ini menjadi kekalahan perdana UII selama perhelatan LIMA Football: McDonald’s EJC ini. “Kami menerima kekalahan ini. Saya menekankan ke mereka bila hubungan antara UII dan LIMA sangat baik. Saya ingin teman-teman untuk tidak membuat masalah. Dan hubungan UII dan UMM harus baik, terlepas hasil laga di lapangan,” pungkasnya. (adt)

Batal Gelar Turnamen Mini, PSSI Sodorkan Turnamen Segitiga Untuk Timnas U-19

Winger Timnas U-19, Aulia Hidayat (merah) berusaha melepaskan sepakan ke arah gawang Persibara Banjarnegara, dalam laga uji coba di Stadion UNY, Depok, Sleman, pada Sabtu (8/9). Timnas U-19 berhasil menang 2-1 pada laga itu. (kampiun.id)

Jakarta- Turnamen mini yang sedianya dikuti Timnas U-19 beserta tiga negara undangan, akhirnya dipastikan batal. Namun, event ini tidak batal total, hanya konsep pertandingannya berubah menjadi turnamen segitiga. Ini terjadi karena dari tiga negara undangan, tercatat dua saja yang dipastikan hadir. Hal ini diungkapkan langsung oleh manajer Timnas U-19, Daconi Khotob, pada Jumat (14/9). “Dari informasi yang saya terima dari Ibu Sekjen PSSI (Ratu Tisha), turnamen akhirnya digelar bersama timnas Cina U-19 dan Thailand U-19 saja. Jadi formatnya juga berubah menjadi turnamen segitiga,” jelas Daconi. Adapun jadwal turnamen segitiga ini adalah akan digelar pada 21-25 September di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Pada laga pembuka akan saling berhadapan Timnas Cina U-19 melawan Timnas Thailand U-19 pada Jumat (21/9). Kemudian pada Minggu (23/9), Tim Garuda Nusantara akan berhadapan dengan Timnas Thailand U-19. Sedang pada matchday terakhir, yakni Selasa (25/9), Nurhidayat dan kolega dijajal oleh timnas Cina U-19. Setelah turnamen segitiga ini, PSSI masih menyiapkan satu agenda uji coba lagi untuk skuat asuhan Indra Sjafri. “Untuk uji coba lawan negara dari kawasan Arab, akan digelar Oktober yakni lawan Arab Saudi 6 Oktober dan Yordania pada 13 Oktober,” tambah Daconi. Dikatakannya, meski ada perubahan jumlah negara yang mengikuti turnamen ini, harapannya tentu saja tetap memberikan manfaat berarti bagi Timnas U-19 sebelum terjun di arena Piala AFC U-19 2018 mendatang. “Ini tentunya bagus dan positif untuk pemantapan tim, sebelum maju ke medan perang sesungguhnya nanti,” doa mantan CEO Semen Padang ini. Saat ini, timnas U-19 masih terus mematangkan diri di pemusatan latihan di Yogyakarta. (art) Jadwal Turnamen Segitiga Timnas U-19  Jumat 21 September Stadion : Pakansari, Cibinong, Bogor Timnas Cina U-19 vs Timnas Thailand U-19 Minggu 23 September Stadion : Pakansari, Cibinong, Bogor Timnas Indonesia U-19 vs Timnas Thailand U-19 Selasa 25 September Stadion : Pakansari, Cibinong, Bogor Timnas Indonesia U-19 vs Timnas Cina U-19

Persaingan Ketat Nomor Lompat Galah, Atlet 18 Tahun Idan Fauzan Tak Diprioritaskan ke Olimpiade 2020 Tokyo

Atlet lompat galah Idan Fauzan Richsan tak diprioritaskan menuju Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang, namun akan diikutsertakan dalam SEA Games dan Kejuaraan Asia. (antara)

Jakarta- Tigor M. Tanjung, Sekertaris Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), mengatakan atlet lompat galah, Idan Fauzan Richsan, tak diprioritaskan menuju Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang. Menurutnya, persaingan standar lompatan di nomor lompat galah adalah enam meter. Sedangkan Idan memiliki rekor lompatan 5,30 meter. Diketahui, Idan mempertajam rekor dari 5 meter menjadi 5,30 meter, di ajang ASEAN School Games (ASG) 2018, di Stadion Mini Atletik Bukit Jalil, Malaysia, Juli lalu, dan berhak meraih medali emas. Torehan itu juga memecahkan rekornas (rekor nasional) atas namanya sendiri. Rekor sebelumnya hanya 5,20 meter yang diciptakan Idan pada kejuaraan uji coba Asian Games XVIII/2018. Sebelumnya, di Kejuaraan Atletik Asia Junior 2018, di Gifu, Jepang, Juni lalu, Idan mencetak lompatan 5,15 meter. Hasil itu membuat remaja kelahiran 1 November 2000 itu merebut medali perak. “Kami akan ikutsertakan Idan di kejuaraan lain, seperti SEA Games, maupun Kejuaraan Asia,” ujar Tigor, di Asrama PB PASI, di Kawasan Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (13/9). Diungkapkan pria berkacamata itu, saat ini pihaknya fokus memperbaiki teknik para atlet sebagai program jangka panjang Pelatnas (pemusatan latihan nasional) atletik. “Karena teknik lari cepatnya sudah baik, maka Idan hanya perlu perbaikan pada lompatan. Apalagi, ia baru berumur 18 tahun,” ungkap Tigor. (Adt)

Pulang ke Kampung Halaman, Spiderwoman Grobogan Aries Susanti Beri Motivasi Pada Siswa SMP

Spiderwoman asal Grobogan peraih medali emas cabor panjat tebing kecepatan putri Asian Games 2018, Aries Susanti Rahayu memberi motivasi pada siswa SMP ini agar mereka terpacu untuk meraih prestasi setinggi mungkin. (FPTI)

Jakarta- Usai meraih medali emas cabor panjat tebing kecepatan putri Asian Games 2018, Aries Susanti Rahayu, kembali ke kampung halamannya di Grobogan, Jawa Tengah (Jateng). Spiderwoman Indonesia itu mengunjungi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), sebagai tempatnya menimba ilmu. “Beberapa waktu lalu, saya ke SMP 1 Grobogan. Saya bersilaturahmi dengan guru SMP saya dan berterima kasih atas bimbingan belajar selama saya bersekolah di sana,” ujar wanita berhijab peraih medali emas IFSC World Cup Series Chongqing, China, pada 2018, di nomor Speed WR, pekan ini. Selain bersilaturahmi, wanita kelahiran 21 Maret 1995 itu juga memberikan motivasi kepada siwa SMP. “Saya sedikit berbagi pengalaman di bidang olahraga dan memberi motivasi untuk adik-adik SMP agar mereka terpacu untuk meraih prestasi setinggi mungkin,” lanjut warga Desa Klambu, Grobogan, Jateng itu. Selepas Asian Games XVIII/2018, Aries tetap menjalani Pelatnas (pemusatan pelatihan nasional) untuk menghadapi pertandingan internasional, sekaligus persiapan menuju Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang. Menurut Aries, prestasi tidak hadir begitu saja, melainkan sesuatu yang harus diperjuangkan. Sehingga, butuh jalan panjang serta berliku agar mampu meraih prestasi tertinggi. “Untuk meraihnya, juga diperlukan motivasi yang tinggi,” tegas mahasiswi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Muhammadiyah Semarang, yang meraih medali emas Asian Championship 2017, di Iran, nomor Speed WR Relay itu. (Adt)

Tak Peduli Suriah Mundur dari Mini Turnamen, Indra Sjafri Hanya Butuh Lawan Tanding

Timnas U-19 melakukan persiapan jelang Piala Asia U-19 2018, dengan melakukan uji coba dalam format mini turnamen memakai sistem trofeo, melawan Timnas U-19 China dan Thailand U-19, mulai 21 September, di Stadion Pakansari, Bogor. (kampiun.id)

Yogyakarta- Timnas U-19 terus melakukan persiapan jelang gelaran Piala Asia U-19 2018 pada Oktober nanti. Salah satunya event yang akan digelar oleh PSSI dengan mengadakan mini turnamen di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, mulai Jumat (21/9). Dalam mini turnamen itu, Timnas U-19 akan menghadapi Thailand dan China. Namun, Timnas U-19 Suriah, akhirnya dipastikan batal datang ke Indonesia karena padatnya jadwal pertandingan di Asia Barat. Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, tak ingin ambil pusing tentang batalnya Suriah dalam mengikuti mini turnamen. Pria kelahiran 2 Februari 1963 ini hanya ingin PSSI mengabulkan keinginannya supaya memcarikan lawan uji coba yang sama dengan peserta Piala Asia U-19 2018. “Saya tahu (kabar itu), cuma saya mau hal-hal seperti ini, PSSI yang merilis, dan bukan dari saya, karena itu pekerjaan dari PSSI. Saya hanya butuh uji coba dengan situasi yang sama dengan turneman yang sebenarnya,” ujarnya, dilansir Tribun Jogja. Dalam event ini, tim merah putih Junior akan bermaterikan sebanyak 28 pemain. Hal itu disampaikan Indra yang menyebut dirinya belum akan melakukan pencoretan didalam skuatnya. “Saat ini masih ada 28 pemain. Itu masih cukup,” tegas pria asal Lubuk Nyiur, Painan, Sumatera Barat. Hal serupa juga diungkap Manajer Timnas U-19, Daconi yang menyatakan, hanya dua negara yang menjadi lawan Saddil Ramdani dan kawan-kawan, jelang Piala Asia U-19 2018. Dua lawan tersebut adalah Thailand dan China, sedangkan Suriah menarik diri dari keikutsertaannya. “Baru saja saya dapat kabar dari Sekjen PSSI, jika Thailand dan China sudah pasti ikut. Tetapi Suriah kemungkinannya batal datang. Jadwal uji coba tetap dilaksanakan, tapi dengan sistem Trofeo saja,” sebut Daconi, pada Rabu (13/9). Sekadar informasi, Timnas U-19 terakhir kali bertanding resmi, pada 14 Juli 2018, dalam perebutan juara tiga Piala AFF U-18 Menghadapi Thailand, Nurhidayat Haji Haris dan kolega berhasil meraih kemenangan 2-1. Dalam gelaran Piala Asia U-19 2018, Tim Garuda Nusantara berada satu grup dengan Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Taiwan. Di laga perdana, Saddil Ramdani dan kawan-kawan akan bersua Taiwan, pada 18 Oktober 2018. (art)

UMM Menang 1-0, Buka Peluang Ke Empat Besar LIMA Football 2018

Tekuk Universitas Negeri Malang (UNM) dengan skor tipis 1-0, tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM/merah) memperbesar peluangnya ke empat besar, setelah di laga pertama LIMA Football: East Java Conference (EJC) 2018, menang 2-0 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. (LIMA)

Malang- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah poin kemenangan, dalam LIMA Football: East Java Conference (EJC) 2018, Rabu (12/9). Menghadapi tim satu kota, Universitas Negeri Malang (UNM), UMM sukses meredam lawannya dengan skor tipis 1-0, di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang. UMM mendominasi babak pertama. Tim berkostum merah itu memaksa UNM bermain bertahan di sepanjang babak. Pada menit ke-24, UMM mengatasi kebuntuannya. Sundulan Akbar Galang Mahardika bersarang di gawang UNM. Tim asal Kampus Putih itu berhasil mencatatkan gol tunggal di babak pertama. Skor sementara 1-0 untuk keunggulan UMM di akhir paruh pertama. UNM lalu bermain terbuka di babak kedua. Tim berkostum biru dongker kini bisa keluar dari tekanan UMM. Tercatat tujuh tembakan berhasil dilepaskan anak asuh Fahrial Amiq itu. Meski lebih agresif, UNM belum bisa mencetak gol. Skor 1-0 untuk UMM bertahan hingga akhir laga. Sebelumnya, UMM mengandaskan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, pada Senin (10/9) dengan skor 2-0. Tim asuhan Arif Trisandi itu makin memperbesar peluangnya ke empat besar, menyusul Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, yang bertengger di puncak klasemen, hingga Rabu (12/9). (Adt)

Lolos ke Semifinal Sirnas U17 Jakarta Open 2018, Pebulutangkis 15 Tahun Asal PB Djarum Hanya Butuh 32 Menit

Muh Azahbru B. Kasra, asal PB Djarum Kudus, lolos ke semifinal Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018, Kategori Usia 17 Tahun (U17), pada Kamis (13/9), usai mengalahkan Iqbal Diaz Saputra asal PB Exist Jakarta, straight game, 21-9, 21-14. (PB Djarum)

Jakarta- Pemain tunggal unggulan tujuh, Muh Azahbru B. Kasra, yang berasal dari klub PB Djarum Kudus, hanya butuh 32 menit, untuk mengunci tiket semifinal Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018, Kategori Usia 17 Tahun (U17). Pertandingan yang dihelat pada Kamis (13/9), remaja kelahiran Kolaka, Sulawesi Tenggara, 24 Oktober 2002, itu sukses mengalahkan Iqbal Diaz Saputra, asal PB Exist Jakarta, straight game, 21-9, 21-14, di babak perempat final. Diakui pebulutangkis yang juga memiliki hobi renang itu bila dirinya bermain sabar di game pertama Ia juga mencari waktu yang tepat untuk melakukan serangan pada lawan. “Tapi, di game kedua lawan justru merubah dan bermain lebih safe, jadi ketinggalan lebih dulu tadi,” ujar semifinalis Wali Kota Surabaya International Open 2018 (Tunggal Remaja Putra), usai laga. “Untung di poin-poin kritis, saya lebih yakin mainnya. Itu mungkin kunci kemenangan pertandingan tadi. Coba main sabar, serta tidak terburu-buru, serta meraih satu poin perpoin di setiap pertandingan,” lanjut remaja bertangan kidal, di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Di laga semifinal, pada Jumat (14/9), lawan berat menanti Azahbru. Ia akan menantang unggulan satu asal PB Exist Jakarta, Tegar Sulistio, yang menaklukan Yohanes Saut Marcelino, unggulan 16 dari PB Jaya Raya Jakarta, straight game, 21-9, 21-15, dalam tempo 39 menit. “Berikan yang terbaik serta optimis. Harus mau capek lagi di lapangan. Karena juga tidak ada target khusus untuk saya, tapi ingin bermain bagus saja di Sirnas ini,” tukas Azahbru yang baru meraih satu kemenangan, dari tujuh kali pertemuannya dengan Tegar itu. (Adt)

Demi Olimpiade 2020 Tokyo, PB PASI Blusukan ke Daerah Cari Bibit Muda Potensial

Ketua Umum PB PASI, Mohammad Hasan, menyatakan akan blusukan ke daerah-daerah untuk mencari bibit muda potensial. Hal itu dilakukan demi persiapan menuju Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) bakal blusukan ke daerah-daerah untuk mencari bibit muda potensial. Hal itu dilakukan demi persiapan menuju Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang. “Masih ada waktu 2 tahun untuk ke Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Dengan sisa waktu yang ada, kami akan turun ke daerah-daerah mencari bibit-bibit muda potensial baru. Mereka nanti akan langsung kami panggil masuk Pelatnas,” ujar Mohammad Hasan, Ketua Umum PB PASI, Kamis (13/9). Apakah dengan waktu 2 tahun cukup untuk membina atlet muda? Bob Hasan, sapaan akrabnya, menegaskan sangat cukup. “Waktu 2 tahun cukup. Contohnya Lalu Muhammad Zohri. Dia kami bina sejak Oktober tahun lalu. Mudah-mudahan di daerah banyak bibit,” lanjut suami dari Pertiwi Hasan itu. Ia menyebut syarat mengikuti pesta multievent sejagat di Negara Sakura 2020 sangat berat. “Latihannya harus lebih keras. Misalnya untuk 100 meter itu harus di bawah 10 detik, dan untuk 4×100 meter perlu ditambah lagi kecepatannya. Begitu juga dengan nomor lompat. Nomor-nomor ini sementara yang menjadi andalan,” tambahnya. “Mungkin kami nanti akan tingkatkan ke nomor-nomor baru. Tapi harus kerja keras selama 2 tahun ini. Sebab, kalau tidak masuk kualifikasi Olimpiade sangat berat,” ungkap Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah (Jateng) 1931 itu. “Sehingga pertandingan yang masuk poin kualifikasi Olimpiade harus kami ikuti semua. Salah satunya kejuaraan dunia di Qatar, September tahun depan,” terang penerima Kalpataru 1997 itu. Ia menegaskan untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain, anak didiknya harus memperbaiki teknik. “Seperti bagaimana berdiri, larinya, hingga ayunan tangan. Itu yang harus diperbaiki,” imbuh Bob Hasan, di Asrama Atlet PB PASI, di Kawasan Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. “Untuk nomor jarak pendek, masih dimonopoli atlet-atlet Jamaica, sedangkan jarak jauh itu dominasi Afrika. Belum lagi harus bersaing dengan Jepang, China, dan Korea. Mereka sudah sangat maju sekarang ini,” urainya. Selain itu, ungkap Bob Hasan, para atlet akan dikirim mengikuti berbagai ajang try out (ujicoba) ke luar negeri. “Para atlet terus kami kirim mengikuti try out. Tidak hanya di kawasan Asia, tapi juga Afrika dan Eropa,” urainya. (Adt)

365 Karateka Saling Bertarung, Inkanas DKI Jakarta Juara Umum Kejurda Karate FORKI DKI Jakarta 2018

Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) DKI Jakarta jadi juara umum dengan meraih 19 medali emas, pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate FORKI DKI Jakarta 2018, di Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, 11-12 September. (beritasatu.com)

Jakarta– Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) DKI Jakarta menjadi juara umum dengan raihan medali emas terbanyak, pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate FORKI DKI Jakarta 2018, di Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, 11-12 September. Mereka menjadi yang terbaik setelah mengumpulkan 19 medali emas, 21 perak, dan 17 perunggu pada event yang diikuti 375 atlet dari 18 perguruan karate se-DKI Jakarta itu. Sementara posisi kedua peraih medali emas terbanyak direbut Perguruan Inkai dengan 14 medali emas, 12 perak, dan 30 perunggu. Sedangkan tempat ketiga diduduki Perguruan Inkado dengan 7 emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Termasuk satu emas Inkado disumbangkan karateka Asian Games 2018, Ceyco Hutagalung yang menundukkan karateka Inkanas Mega Chris di final kelas -68 kg putri. Ketua Umum Forki Provinsi DKI Jakarta, Meitra Mivida NR, mengaku bangga dan puas dengan pelaksanaan Kejurda Karate DKI 2018. Selain event kejuaraan berjalan aman dan lancar, Forki DKI juga berkesempatan menyeleksi bibit-bibit atlet andal yang akan dipersiapkan di masa depan. “Kami senang dengan lancarnya pelaksanaan event ini. Kami bisa melihat kualitas atlet, yang akan dipersiapkan untuk ajang kejuaraan nasional yang menjadi agenda PB Forki. Yang terdekat, yakni Kejurnas Piala Panglima VI, pada 21-23 September, di GOR A Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur,” ungkap Meitra. Sejauh ini, jelasnya, Karate DKI kerap berprestasi di even nasional seperti Kejurnas Junior, Piala Mendagri, hingga Piala Panglima. Bahkan pada PON 2016 di Jawa Barat, Karate DKI menjadi runner up setelah berhasil merengkuh tiga emas, lima perak dan enam perunggu. Meitra yakin bisa menyamai bahkan melampui prestasi tersebut. Meitra sendiri pada Rabu (12/9), dilantik oleh Ketua Umum PB FORKI, Gatot Nurmantyo, menjadi ketua Umum Forki DKI Jakarta riode 2018 – 2022 Jakarta, usai terpilih dalam Musorda pada 28 April 2018. Ruri sapaan akrabnya, menggantikan Dody R Amar, yang kini menjabat Ketua KONI DKI Jakarta. Dari Kejurda Karate DKI Jakarta 2018 itu lahir karateka potensial masa depan. Pada junior kumite putri kelas -48 kg, Annisa Nur Anggraini asal Inkai, sukses merebut prestasi terbaik usai mengalahkan karateka Inkanas, Juliet Calista. Karateka Inkanas lainnya, Dewi Nur Wijayanti juga jadi kampiun, setelah mengalahkan sesama karateka Inkanas, Ghina Nurazizah, di final nomor junior putri -59 kg. Di nomor putra juga muncul sejumlah bibit bagus, seperti Rio Jordan Manggar (Inkanas) yang menaklukkan karateka Inkai, Dimas Permana di final junior kumite putra -76 kg. Belum lagi karateka kata perseorangan putra M Zidane Bagaskara (Inkai), juga mampu menunjukkan kualitas terbaiknya, denga menundukkkan karateka Inkai lainnya, Tegar Restuning, di final kata perseorangan putra. (art)

Syaratkan Usia Maksimal Atlet 19 Tahun, FPTI Riau Incar Empat Besar Kejurnas Panjat Tebing KU XII 2018 di Inhu

Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Riau targetkan posisi empat besar pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XII, pada 22-29 September 2018, di Venue Panjat Tebing Indragiri Hulu (Inhu), Pematang Reba, Inhu. (tribunnews.com)

Pekanbaru- Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Riau targetkan peringkat empat besar pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XII, pada 22-29 September 2018, di Venue Panjat Tebing Indragiri Hulu (Inhu), Pematang Reba, Inhu. Untuk mencapai target itu kata Ketua Harian FPTI Riau, Yudi, pada Selasa (11/9), pihaknya akan menurunkan skuad Full tim. “Kami turun full tim, yakni sebanyak 22 atlet yang terdiri dari 13 putra dan 9 putri,” ujar Yudi. Sebanyak 21 atlet yang disiapkan itu kata Yudi, 5 atlet Pusat Latihan Daerah (Puslatda) dan ditambah 17 atlet dari hasil seleksi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) di Inhu kemarin. “Saat ini semua atlet masih fokus menjalani latihan dan latihan setiap hari kita lakukan pagi dan sore, kecuali hari libur,” ucapnya. Kejurnas tahun lalu tambah Yudi, Riau peringkat 5 besar dengan meraih 3 emas dan 1 perunggu. “Jadi kita akan berusaha melebihi prestasi yang kita raih tahun lalu itu,” ungkap Yudi. 22 atlet Riau itu adalah 13 putra yakni Tamrin Mutakhir, Juprinaldi, Riko Lisamsi, Satrio Fajar Pradaha, Rizki Fauzan, Rahmat Iskal Hidayat, Gilang Surya Putra, Arya Yudistira, Raihan Aditya, Maulana Akbar, Reonaldi Juliano Putra, Muhammad Ramadhan dan Maulana Sidqi “Kemudian 9 putri adalah Aprilia Regita Cahyani, Lidia Setia, Putri Nilam, Fitri Komala, Puja Lestari, Fatimah Azzahra, Melisa Zebua, Mutia Hafiz dan Sarida Hidayah,” papar Yudi. Sementara itu, Ketua Panitia, Zainul Ikhwan, mengatakan event ini akan diikuti sebanyak 250 atlet pengprov FPTI dari 33 provinsi seluruh Indonesia. Kejurnas Panjat Tebing kelompok Umur XII ini, diikuti atlet berusia maksimal 19 tahun. “Kategori usia atlet yang diijinkan tampil, maksimal adalah umur 19 tahun,” ujar Zainul. Pada Kejurnas itu, tambah Zainul, nomor yang dipertandingkan sebanyak 20 nomor. “Kemudian jumlah medali yang diperebutkan sebanyak 90 medali, yang terdiri dari 30 emas, 30 perak dan 30 perunggu,” ucap Zainul. (art)

Turunkan Skuat Usia 20an, PBSI Tepis Angapan Bangka Belitung Indonesia Masters 2018 Jadi Ajang ‘Hukuman’

Tunggal putri junior Indonesia, Fitriani (19 th), yang gagal berprestasi di Asian Games 2018, akan turun dalam event Bangka Belitung Indonesia Masters 2018, yang berlangsung di GOR Sahabudin, Pangkalpinang, Bangka-Belitung (Babel), 18-23 September 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti menghimbau, para atlet muda mulai unjuk gigi. Hal ini diutarakan Susy jelang penyelenggaraan Bangka Belitung Indonesia Masters 2018, yang akan berlangsung di GOR Sahabudin, Pangkalpinang, Bangka-Belitung (Babel), 18-23 September 2018. Indonesia menurunkan sebagian besar pemain-pemain muda pelatnas, untuk berburu poin di kejuaraan berhadiah total 75 ribu Dollar AS ini. Susy berharapa jika atlet pebulutangkis muda pelatnas ini, diharapkan mendapat hasil terbaik berupa gelar juara. “Indonesia Masters ini adalah kesempatan buat yang muda. Bukan cuma menaikkan poin ranking, atau pengalaman saja. Tapi prestasi juga. Karena ini salah satu penilaian untuk promosi dan degradasi, apalagi hampir semua atlet Indonesia akan tampil di kejuaraan ini,” ucap Susy, pada Rabu (12/9). Sejumlah pemain pelatnas utama seperti Firman Abdul Kholik (21 th), Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay (18 th), dan Fitriani (19 th), turut ambil bagian di turnamen ini. Tetapi, Susy menepis anggapan, jika diturunkannya mereka di kejuaraan ini, sebagai bentuk hukuman, lantaran gagal mendapat hasil maksimal di level yang lebih tinggi. “Saya bukan mengatakan ini hukuman, tapi ya ini hukum alam. Dalam penilaian, hal-hal seperti ini memang harus terjadi. Jika sulit bersaing di atas, ya harus mencoba di level bawah untuk membuktikan. Lagipula, ini jadi tantangan buat mereka, mau ada di level yang mana?” jelas Susy. Meski dibanjiri peserta dari negeri sendiri, namun Bangka Belitung Indonesia Masters 2018 juga didatangi pemain top seperti juara dunia 2014, Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol (Korea), Minatsu Mitani (Jepang), dan ‘serbuan’ ganda putri Jepang. Persaingan menuju podiun juara bakal sengit dan tak akan mudah bagi para wakil tuan rumah. “Targetnya tanding di depan publik sendiri, saya harap mereka mampu kasih yang terbaik. Ini saatnya atlet muda Indonesia bersiap naik tingkat, untuk mempercepat regenerasi mereka ke kelas berikutnya. Semoga ada dua gelar dari turnamen ini, paling tidak ya maunya ada juara,” sebut Susy. Susy juga optimis progres pemain-pemain junior yang tampil di turnamen senior, seperti ganda putri Agatha Imanuela dan Siti Fadia Silva Ramadhanti. Susy menilai, mereka pelan-pelan mulai bisa bersaing, dan berharap para pemain junior makin matang untuk segera melanjutkan tongkat estafet dari seniornya. “Pasangan junior itu targetnya belum di level senior, minimal bisa masuk perempat final atau semifinal. Secara ranking masih di junior. Target utama mereka, masih di kejuaraan dunia junior. Tapi sekali lagi, ini adalah kesempatan, harus bisa mereka manfaatkan sebaik mungkin,” pungkas Susy. (Adt)

Lagi-lagi Tunduk Dari China, Timnas Pelajar Putra dan Putri Segel Status Juru Kunci Kejuaraan Pelajar Asia 2018

Walau tertinggal selisih satu angka pada detik terakhir, Timnas Basket Pelajar Putri Indonesia (merah) harus menyerah 60-65 kepada China, di perebutan posisi ketiga, kejuaraan basket pelajar Asia 2018, di Yogyakarta, Kamis (13/9). (topskor.id)

Yogyakarta- Meski memperkecil ketinggalan selisih satu angka pada detik terakhir, Timnas Basket Pelajar Putri Indonesia harus menyerah 60-65 kepada China, di perebutan posisi ketiga, kejuaraan basket pelajar Asia 2018, di Yogyakarta, Kamis (13/9). Tampil di GOR Among Rogo, anak asuh pelatih Tjetjep Firmansyah sebenarnya berpeluang memaksa tim tirai bambu duel di perpanjangan waktu (overtime), saat tertinggal 60-63, pada 16 detik terakhir. Namun, ketatnya pertahanan China yang unggul postur tubuh, membuat Adelaide Wongsohardjo dan kolega, tetap gagal menambah angka. Tim merah putih remaja justru makin tertinggal. Dengan kekalahan tersebut, tim putri Indonesia resmi berada di posisi juru kunci, dari empat negara peserta di ajang yang bertajuk 8th Asian Schools Basket Ball Championship 2018. Adelaide, anggota tim Asian Games 2018 yang akrab disapa Lady, kembali jadi motor serangan Indonesia dengan raihan 24 angka dan delapan rebound. Permainan Lady mampu diimbangi Faizzatus Shoimah, rekan sesama asal Malang, yang menyumbang 18 angka dan tujuh rebound. Usai pertandingan, baik Lady dan Faiz, panggilan Faizzatus, mengatakan meski kalah, permainan mereka sebenarnya jauh lebih baik dari sebelumnya. “Saya kira, permainan kami lebih baik dibanding pertandingan sebelumnya karena kami bermain lebih lepas,” kata Faiz, siswi SMA 8 Malang, yang dipercaya sebagai kapten. Pada pertandingan babak penyisihan grup menghadapi China sebelumnya, tim putri Indonesia takluk dengan selisih mencapai 12 angka, yaitu 50-62. Kehadiran Lady yang baru saja memperkuat tim Asian Games 2018 Indonesia beberapa waktu lalu di Jakarta, menurut Faiz ikut membantu mendorong motivasi pemain lain. “Ada Lady sangat membantu dan mendorong semangat juang teman-teman karena dalam tim kami ada pemain Asian Games,” kata Faiz. Ye Yao Zhang memimpin putri China mencetak angka tertinggi dan nyaris mencatat “double – double” , yaitu 18 angka dan sembilan rebound. Pertandingan sebenarnya berlangsung seimbang dan ketat pada babak pertama ketika terjadi saling kejar angka dan silih berganti pimpinan perolehan angka. Babak pertama ditutup dengan keunggulan tipis China 30 – 28 setelah Adelaide gagal melakukan dua kesempatan lemparan bebas. Sampai pertengahan babak kedua, Indonesia masih tetap bisa mengimbangi permainan China dengan selisih angka tipis. Saat pertandingan tersisa lima menit, China mencetak 11 angka secara beruntun dan memperbesar selisih keunggulan berkat beberapa lemparan tiga angka yang akurat. Adelaide yang sempat dirawat, usai terkena hantam dengkul lawan yang mengenai tulang rusuknya, sempat membuat daya serang tim melemah, tapi kembali bangkit memperkecil ketinggalan pada detik-detik terakhir. Kenyataan pahit berikutnya juga dialami Timnas basket pelajar putra Indonesia, menyusul nasib rekan putri, paska ditaklukkan Hong Kong 65-81 (32-40), pada perebutan peringkat ketiga di tempat yang sama. Dengan kekalahan di perebutan peringkat ketiga tersebut, tim putra yang dilatih Rifki Antolyon, juga harus menerima nasib menjadi tim paling buncit, karena gagal memenangi satu partai pun, dari empat pertandingan. Kejuaraan di pertandingan yang memakai sistem setengah kompetisi itu diikuti empat negara, yakni China, Hong Kong, Thailand dan tuan rumah Indonesia. Pada pertandingan sebelumnya, tim putri Indonesia akhirnya menyerah 60-65 kepada China di meski mampu memberikan perlawanan sampai detik – detik terakhir. Menghadapi China, tim merah putih hanya mampu mengimbangi permainan lawan pada sepuluh menit pertama saat skor 16-16. Pada kuarter berikutnya, China yang unggul postur tubuh, stamina maupun teknik, semakin menjauh dalam perolehan angka, terutama melalui lemparan tiga angka yang lebih akurat. Dari sepuluh pemain yang diturunkan, tak satu pun yang sanggup mencetak angka diatas sepuluh. Hanya sang kapten, Gregorius Lindu Aji, yang menyumbang sembilan angka, sebagai topskor Indonesia. Sementara skor tertinggi untuk China dicetak Chun Hung Lai dengan 17 angka, disusul Ko Han Chan dan Zhi Kang Liang, masing-masing 13 dan 11 angka. Usai pertandingan, Rifki memberikan catatan khusus buat tim pelajar Indonesia, terutama yang berkaitan dengan persiapan. “Untuk kejuaraan pelajar di masa mendatang, saya berharap agar waktu persiapan bisa lebih lama, dan tidak bisa hanya sembilan hari, karena pemain berasal dari daerah dan sekolah berbeda,” tukasnya. Rifki juga menyesalkan skenario jadwal yang dibuat panpel. Sebagai tuan rumah, Indonesia seolah tak punya andil dalam penjadwalan. Seharusnya, sebelum menentukan penjadwalan, proses itu dikoordinasikan dengan pelatih. “Ini bukan curang, tapi memberi pengertian pada pelatih, soal peta pertarungan di lapangan. Sebagai tuan rumah, seharusnya Indonesia bisa menyeknariokan jadwal yang ramah bagi perjuangan tuan rumah,” sergahnya. “Ini kan tidak, tau-tau bertemu tim kuat, lalu lawan kualitas di bawahnya. Terbalik. Habis duluan tenaga kalau begitu. Low to high, bukan high to low. Seharusnya yang sedang dulu kemudian naik melawan tim dengan level di atasnya. Tapi, ini bukan alasan. Saya minta maaf atas hasil ini, dan saya siap bertanggung jawab,” pungkas Rifki. (Adt)

Bidik Prestasi Sebagai Penyelenggara, Bogor Siap Menjadi Host Kejurnas Tinju Amatir Junior/Youth 2018

Ketua Harian Pengprov Pertina Jawa Barat, Wolter Rumsory menyatakan, Bogor siap menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir Junior/Youth 2018, yang akan berlangsung dari 18 - 22 September, GOR Laga Satria, Pakansari, Cibinong. (radarbanten.co.id)

Jakarta– Ketua Harian Pengprov Pertina Jawa Barat, Wolter Rumsory menyatakan, Bogor siap menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir Junior/Youth 2018. “Kabupaten Bogor siap menjadi tuan rumah yang baik, dalam event yang berlangsung pertengahan September ini,” ujar Wolter, pada Senin (10/9). Kesiapan Kabupaten Bogor, menurut Wolter, karena sebelumnya Kota Bogor pernah menyelenggarakan pertandingan besar, seperti Sarung Tinju Emas (STE) pada 2015 dan 2017. Bogor juga sering menyelenggarakan pertandingan nasional lainnya. Event Kejurnas Tinju Junior/Youth edisi terakhir, diselenggarakan di GOR Flobamora Oepoi, Kupang, Nusa Tenggara Timur, medio Agustus 2017 lalu. Beberapa petinju asal Jawa Barat saat itu, sukses memperlihatkan prestasi dengan merebut medali emas. Pada gelaran kali ini, semua pertandingan akan berlangsung di GOR Laga Satria, Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. “Laga hari pertama atau pembukaan adalah  Selasa (18/9). Dan Pertandingan final berlangsung pada Sabtu (22/9),” tegasnya. Bagi Pengprov Pertina Jawa Barat, di bawah pimpinan Sumiati Eneng, Kejurnas kali ini bertujuan mengejar target sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Kejurnas akan berlangsung selama lima hari, untuk junior dan youth putra dan putri. Hampir bisa dipastikan mayoritas peserta Kejurnas Junior kali ini adalah para pelajar, yang berasal dari Pengprov Pertina dari seluruh Provinsi di Indonesia (art) Jadwal Kejurnas Junior/Youth 2018 Senin, 17 September Kedatangan peserta pukul 19.00 WIB : Pertemuan manajer Selasa, 18 September pukul 05.00 WIB : Tes kebugaran wasit/hakim pukul 07.00 WIB : Penimbangan umum pukul 09.00 WIB : Undian pukul 14.00 WIB : Babak penyisihan 1 pukul 19.00 WIB : Upacara pembukaan pukul 20.00 WIB : Lanjutan babak penyisihan 1 Rabu, 19 September pukul 07.00 WIB : Periksa kesehatan dan penimbangan badan pukul 09.00 WIB : Rapat wasit/hakim pukul 14.00 WIB : Pertandingan babak penyisihan 2 Kamis, 20 September pukul 07.00 WIB : Periksa kesehatan dan penimbangan badan pukul 09.00 WIB : Rapat wasit/hakim pukul 14.00 WIB : Pertandingan babak penyisihan 3 Jumat, 21 September pukul 07.00 WIB : Periksa kesehatan dan penimbangan badan pukul 09.00 WIB : Rapat wasit/hakim pukul 14.00 WIB : Pertandingan babak semifinal Sabtu, 22 September pukul 07.00 WIB : Periksa kesehatan dan penimbangan badan pukul 09.00 WIB : Rapat wasit/hakim pukul 14.00 WIB : Pertandingan final dan penutupan Minggu, 23 September Kepulangan peserta

Timnas U-16 Ditahan Imbang Oman Saat Uji Coba Terakhir, Bagus Kahfi Sumbang 7 Gol

Amiruddin Bagus Kahfi sukses mencetak 7 gol, dalam tiga laga Uji Coba yang dilakukan Timnas U-16, selama pemusatan latihan di Kuala Lumpur, Malaysia, jelang penyisihan Grup C Piala AFC U-16 2018. (goal.com)

Kuala Lumpur- Timnas U-16 mendapat lawan sepadan dalam persiapan menuju Piala AFC U-16 2018. Pada uji coba terakhir, tim asuhan Fakhri Husaini menantang Timnas Oman U-16, pada Rabu (12/9). Jadi lawan sepadan karena pertandingan ini akhrinya berkesudahan 3-3. Laga kontra Oman berlangsung di Stadion USIM (University Science Islamic Malaysia) Mini Stadium, Nilai-Negeri Sembilan, Malaysia. Tim Garuda Asia langsung tampil dengan kekuatan terbaik pada laga ini. Maklum, ini adalah partai uji coba pertama dengan timnas negara lain, usai meraih titel juara Piala AFF 2018. Amiruddin Bagus Kahfi kembali bersinar lewat sumbangan tiga gol alias hattrick, pada laga ketiga uji coba yang digelar Tim Garuda Asia, selama menggelar pemusatan latihan di Malaysia, sejak Rabu (29/8). Dua gol dilesakkan Bagus pada babak pertama dan satu gol lain dihasilkan pada babak kedua. Bomber asal Magelang itu total mencetak tujuh gol sekaligus, dalam tiga uji coba di Kuala Lumpur. Satu gol dibukukan saat kontra Sime Darby U-17, serta hat-trick pada dua laga melawan Felda United U-17 dan Timnas U-16 Oman. “Ini laga yang ketat. Kami mendapatkan lawan yang tangguh. Babak pertama, setelah kami unggul lebih dulu 1-0, pemain banyak kehilangan bola, karena lambat beradaptasi dengan lapangan basah,” kata Fakhri, pad Rabu (12/9). Secara khusus, Fakhri memuji penampilan Bagus. “Tiga gol yang dibuat Bagus itu hasil dari keberaniannya melakukan penetrasi dan memanfaatkan momen transisi positif,” ujarnya. Meski begitu, Fakhri juga menyanjung pemain lain dalam tim asuhannya. “Saya juga puas dengan penampilan pemain lain, meski ada catatan untuk kami evaluasi setelah kami bahas nanti dengan tim pelatih,” lanjutnya. Laga melawan Oman menutup rangkaian uji coba jelang Piala AFC U-16 2018 di Malaysia. Tim merah putih remaja sebelumnya unggul telak 4-0 atas Sime Darby U-17, pada Jumat (31/8). Mereka kembali menang 5-0 atas Felda United U-17, pada Selasa (4/9). Usai menuntaskan rangkaian uji coba di Malaysia, Timnas U-16 bersiap, secara khusus menyongsong laga perdana penyisihan Grup C Piala AFC U-16 2018 kontra Iran, pada Jumat (21/9). Selain Iran, Timnas U-16 juga akan meladeni Vietnam, Senin (24/9), dan menantang India di pertandingan terakhir, pada Kamis (27/9). Seluruh pertandingan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. (art) Hasil Uji Coba Timnas U-16 di Kuala Lumpur: Jumat (31/8) Timnas U-16 vs Sime Darby U-17 Skor : 4 – 0 (Brylian Aldama, Rendy Juliansyah, Mochammad Supriadi, dan Amiruddin Bagus Kahfi) Selasa (4/9) Timnas U-16 vs Felda United U-17 Skor : 5 – 0 (Bagus Kahfi (3 gol), Amanar Abdillah (1 gol), dan Muhammad Salman (1 gol)) Rabu (12/9) Timnas U-16 vs Timnas Oman U-16 Skor : 3 – 3 (Bagus Kahfi (3 gol))

Waktu Persiapan Terlalu Mepet, Pelatih Timnas Pelajar Putri Ungkap Alasan ‘Prestasi’ Juru Kunci

Timnas Basket Pelajar Putri Indonesia, gagal total meraih satu pun kemenangan di kejuaraan basket pelajar Asia 2018, di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Menurut sang pelatih, Tjetjep Firmansyah, kendala terbesar adalah kurangnya durasi waktu persiapan. (sumeks.co.id)

Yogyakarta- Pelatih Timnas Basket Pelajar Putri Indonesia, Tjetjep Firmansyah, pada Rabu (12/9), menyatakan jika kegagalan anak asuhnya meraih satu pun kemenangan di kejuaraan basket pelajar Asia 2018, adalah kurangnya durasi waktu persiapan. Dilansir antaranews.com, demi menghadapi kejuaraan mendatang, ia berharap agar pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) jauh-jauh hari sudah mempersiapkan pemain sebelum bertanding di kejuaraan internasional demi persiapan yang lebih matang. “Kelemahan tim kami di kejuaraan basket pelajar Asia 2018, terkendala waktu persiapan yang singkat, sehingga sulit tampil maksimal,” kata Tjetjep yang memimpin tim putri di kejuaraan basket pelajar Asia 2018, di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Menurut Tjetjep, mantan pelatih tim nasional dan klub Aspac Jakarta itu, timnya hanya punya waktu efektif sembilan hari mengumpulkan pemain yang berasal dari berbagai daerah sebelum berlaga di ajang yang bertajuk 8th Asian Schools Basket Ball Championship 2018. “Dengan waktu yang sangat singkat, tentu sulit untuk membentuk tim yang kompak dan solid,” kata Tjetjep dengan suara serak akibat banyak berteriak saat memberikan instruksi pada pertandingan sebelumnya. Kejuaraan pelajar merupakan program kompetisi yang berada di bawah naungan Kementrian Pemuda dan Olahraga, yaitu bagian pembibitan. Pihak Kemenpora, menurut Tjetjep, tentu mempunyai jadwal event yang sudah terprogram, seperti kejuaraan pelajar, baik event tunggal maupun multi cabang, yang berada di bawah Keasdepan Pembibitan. Guna menghadapi kejuaraan internasional di masa mendatang, pihak Kemenpora, menurut Tjetjep, sejatinya bisa lebih mengoptimalkan pemain yang berada di Sekolah Olahraga Ragunan atau PPLP, yang tersebar di beberapa daerah. “Kalau pemain dari sekolah sudah terbentuk, maka PB Perbasi sebagai induk olahraga basket, bisa membantu menfasilitasi kekurangan pemain,” katanya menambahkan. Tapi, jika pembentukan tim yang mendadak dan tidak disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya, akan membuat tim pelatih kesulitan memilih pemain yang tepat. Selama berlangsungnya kejuaraan basket Asia yang diikuti empat negara itu, pria yang pernah mengantar tim putra Indonesia ke tangga juara Asia Tenggara di Surabaya pada 1996 itu, secara khusus menyampaikan apresiasi pada Adelaide Wongsohardjo, anggota tim Asian Games 2018, yang bersedia memperkuat tim pelajar Indonesia. Lady, panggilan Adelaide, hanya sempat istirahat selama dua hari, usai membela Timnas Putri Indonesia di Asian Games 2018. “Meski berstatus sebagai anggota tim senior di Asian Games, Lady tetap tampil “humble” dan tak memperlihatkan dominasinya. Ia bahkan menolak saat ditunjuk sebagai kapten,” kata Tjetjep Di kejuaraan basket pelajar Asia 2018 ini, tim putri Indonesia gagal meraih sekalipun kemenangan, dari tiga pertandingan babak penyisihan, sehingga harus puas di peringkat terakhir setelah Thailand, Hong Kong dan China. (Adt)