Ratusan Karateka Ikuti Seleknas PB Forki, Jaring Atlet ke Kejuaraan SEAKAF dan AKF 2019

PB Forki menggelar Seleknas Karate Senior 2019, di Manggala Wanabakti, Jakarta, 28-29 Maret. Ajang ini untuk pembentukan Timnas SEA Games 2019, dan kejuaraan di Thailand dan Malaysia. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) menggelar Seleksi Nasional (Seleknas) bertajuk Rimbawan Indonesia Karate-Do Championship, di Auditorium Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta, 28-29 Maret 2019. Event seleksi yang diikuti 320 karateka dari 36 tim se-Indonesia, baik mewakili perguruan maupun mewakili Forki Provinsi itu, sekaligus sebagai seleksi tahap awal Forki sebelum membentuk tim nasional (Timnas) karate di SEA Games 2019. Selain itu, ajang seleksi atlet senior potensial ini juga untuk diproyeksikan pada Kejuaraan Karate Asia Tenggara (SEAKF) dan Kejuaraan Karate Asia (AKF) 2019. Para karateka ini akan tampil di 15 nomor yang dipertandingkan pada ajang Seleknas tersebut, yakni 4 nomor kata putra dan putri baik beregu maupun perseorangan. Sedangkan 11 nomor lainnya adalah nomor kumite perseorangan putra dan putri, yakni kumite -55 kg putra -60 kg putra, -67 kg putra, -75 kg putra, -84 kg putra, +84 kg putra, serta kumite 50 kg putri, 55 kg putri, -61 kg putri, -68 kg putri, dan +68 kg putri. Yusran Arief, Ketua Panitia, mengatakan sasaran utama program Seleknas ini adalah pembentukan Timnas karate untuk SEA Games 2019 Filipina. Namun, ungkap Yusran, ini bukan satu-satunya seleksi karena masih ada beberapa event lain yang akan menjadi ajang seleksi pembentukan Timnas karate. “Khusus ajang seleksi ini, kami akan mencari atlet-atlet senior potensial yang bakal diproyeksikan untuk Kejuaraan SEAKF dan AKF 2019,” ujar Yusran, Kamis (28/3). Senada, Raja Sapta Ervian, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PB Forki, mengungkapkan event ini merupakan Seleknas untuk menuju tim senior untuk kejuaraan di Thailand pada minggu pertama April nanti. Ditambahkannya, atlet senior yang pernah membela Timnas di ajang Asian Games 2018 juga harus mengikuti seleknas lagi untuk bisa lolos. “Atlet yang pernah membela Timnas di Asian Games lalu harus ikut seleksi lagi. Karena yang pernah menjadi juara belum menjadi jaminan untuk bisa meraih gelar lagi di kejuaraan yang akan datang,” cetus Raja. Sementara itu, Siti Nurbaya Bakar, Penasihat PB Forki, menyebut Seleknas karate senior PB Forki 2019 diharapkan mampu membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul. “Karena para karateka ini bisa mengedepankan kejujuran dan disiplin yang tinggi dalam menghadapi tantangan yang ada,” tutur Nurbaya yang juga menjabat Menteri KLHK dalam sambutan pembukaan Seleknas Karate Senior PB Forki 2019 itu. Diketahui, pada April nanti terdapat dua event internasional yang akan diikuti tim karate lndonesia. Kedua event itu adalah SEAKF, di Thailand, pada 12-14 April, dan AKF, di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, pada 26-28 April. Karena itu, hasil Seleknas Karateka Senior ini akan menjadi acuan keikutsertaan lndonesia di Thailand dan Malaysia. Dan, ajang Seleknas Karate Senior ini juga menjadi event nasional pertama di bawah pimpinan Ketua Umum PB Forki yang baru, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Hadi terpilih secara aklamasi dalam Kongres Forki di Menara Peninsula, Jakarta Barat, pada 15-16 Februari 2019. Di bawah kendalinya, Hadi ingin Forki bisa terus menjaga dan meningkatkan prestasinya. Bahkan, selain memburu sukses di SEA Games 2019 Filipina, Panglima TNI ini berharap Merah Putih bisa berkibar di Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. (Adt)

Indonesia ‘Host’ SEASF 1st South East Asian Master Swimming Championship 2019, Diramaikan Perenang Peraih Empat Medali Emas Olimpiade

Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah renang master internasional (SEASF 1st South East Asian Master Swimming Championship 2019, di Stadion Akuatik GBK, Senayan, Jakarta, 30-31 Maret. (Adt/NYSN)

Jakarta- Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah (host) renang master internasional bertajuk ‘SEASF 1st South East Asian Master Swimming Championship 2019’. Event ini dihelat di Stadion Akuatik, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada 30-31 Maret 2019. Ini merupakan kejuaraan renang master jarak pendek kolam 25 meter pertama di GBK. Sebanyak 400-an perenang dari berbagai negara, yakni Thailand, Filipina, Singapura, Hong Kong, Jepang, Australia, Amerika Serikat, Italia, Uni Emirate Arab, Aljazair, Belanda, dan lainnya, turut berpartisipasi. Bahkan diantara peserta internasional yang hadir yaitu perenang asal Amerika Serikat yang juga peraih empat medali emas Olimpiade kategori estafet 4×100 meter (Sydney 2000, Athens 2004, Beijing 2008, dan Beijing 2008), Jason Lezak, dan peraih medali emas Olimpiade (Sydney 2000) asal Australia, Bill Kirby. Harlin Erlianto Rahardjo, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI), mengatakan kejuaraan ini merupakan event besar, dan Indonesia merupakan negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang diberi kepercayaan sebagai tuan rumah. “Kami melihat dari peserta maupun dari segi kewarganegaraan sangat banyak. Dan, tujuannya tentu saja mempopulerkan olahraga renang di Indonesia,” ujar Harlin, di Stadion Akuatik, Kompleks GBK Senayan, Jakarta, Rabu (27/3). Harlin menilai publik sangat percaya dengan venue akuatik yang dimiliki Indonesia dan berstandar internasional. “Dengan banyaknya event internasional, maka ini juga mendukung usaha lndonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032,” lanjut pria yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) SEASF (South East Asian Swimming Federation). Senada, Wisnu Wardhana, Ketua Panitia, menyebut bahwa ini merupakan event renang master internasional pertama di GBK Aquatic Stadium, dimana panjang kolam yang digunakan adalah 25 meter, atau setengah dari kolam 50 meter. “Pesertanya selain dari kawasan Asia, juga terbuka untuk umum. Artinya non Asia diperbolehkan mendaftar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” terang Wisnu. Ditambahkannya, peserta yang mengikuti kejuaraan ini sangat banyak. Begitu juga dengan animo dari masyarakat pecinta renang yang sangat tinggi, terlebih adanya venue dengan fasilitas yang terawat dengan baik. “Saat ini yang telah terdaftar mencapai 378 peserta atau hampir mencapai 400-an peserta, dengan total 17 negara. Ini adalah satu pertandingan yang terus kami lakukan di luar pembinaan yang sudah berlangsung selama ini,” tegas Wisnu. Event yang berlangsung selama dua hari itu melombakan 34 nomor, dan diikuti mulai dari perenang berusia 25 tahun ke atas. Bahkan, perenang tertua ada yang mencapai usia sekitar 84 tahun. “Berangkat dari sukses Asian Games 2018 ini untuk menjaga momentum semakin mempopularkan olahraga renang di masyarakat umum. Khususnya renang bisa menjadi gaya hidup sehat masyarakat lndonesia yang memang dikenal sebagai negara bahari,” cetus pria yang juga menjabat sebagai Kabid Binpres (Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi) PB PRSI. Sementara itu, kategori usia yang dilombakan adalah usia 25-29 tahun, usia 30-34 tahun, usia 35-39 tahun, usia 40-44 tahun, usia 45-49 tahun, usia 50-54 tahun, usia 55-59 tahun, 60-64 tahun, dan seterusnya. Lalu, nomor yang dipertandingkan adalah putra-putri gaya bebas, gaya punggung, gaya dada, serta gaya kupu-kupu. Semua melombakan mulai jarak 25 meter, 50 meter, dan 100 meter. Hanya gaya bebas yang ada jarak jauh yakni 200 meter. Kemudian, ada nomor 100 meter gaya ganti. Untuk estafet nomor yang dilombakan 4×25 meter gaya bebas, 4×25 meter gaya ganti, 4×25 meter gaya ganti campuran, 4×25 meter gaya bebas campuran. Dalam kesempatan itu, Jason menilai Indonesia memiliki banyak anak berbakat di renang yang bisa menjadi juara di masa depan. “Saya belum banyak mengetahui, karena baru satu hari disini (Indonesia). Tapi, saya melihat mereka sangat antusias, dan banyak anak-anak berpotensi di Indonesia,” tuturnya. “Bagi saya kejuaraan renang master ini sangat baik, karena selain baik dalam menjaga kesehatan, juga pertemanan. Sangat positif dan ini harus bisa berjalan terus,” tukas Jason. Disisi lain, sebagai upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Akuatik, PB PRSI akan menyelenggarakan FINA Coaching Clinic untuk pelatih loncat indah (25-29 April), dan pelatih renang (29 April-3 Mei). (Adt)

Simak Lima Unggulan Indonesia Ini Pada Turnamen India Open 2019

Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta. (Dok: Humas PBSI)

Indonesia mengirimkan total 14 pemain untuk ternamen India Open 2019 yang mulai digelar mulai hari ini 26 sampai dengan 31 Maret 2019 di KD Jadhav Indoor Hall, New Delhi. 14 Pemain tersebut terdiri dari pemain Pelatnas maupun non-Pelatnas, dan diantarana ada lima yang akan menjadi unggulan untuk Tunggal Putra, Ganda Campuran dan Ganda Putri. Tommy Sugiarto, Pemain Tunggal Putra Indonesia akan menempati unggulan keempat untuk kategori tunggal putra. Tommy akan bersaing ketat dengan pemain besar seperti Viktor Axelses (Denmark) dan Kidambi Srikanth (India). Kemudian unggulan tim Indonesia pada nomor ganda putri adalah Greysia Polii/ Apriyani Rahayu yang merupakan juara bertahan India Open. Tahun lalu mereka menjadi juara India Open seusai mengalahkan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai (Thailand), 21-18, 21-15. Selain itu ganda putri lain, Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta, berada di posisi ketujuh dar daftar unggulan. Sedangkan pada nomor ganda campuran, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang tahun lalu tersisih pada babak pertama berada pada urutan unggulan keempat. Turnamen tahun ini merupakan kesempatan bagi Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja untuk meraih prestasi lebih ketimbang tahun lalu. Disusul dengan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang berada persis di bawah Hafiz/Gloria. Praveen/Melati merupakan runner-up India Open 2018 setelah kalah dari Mathias Christiansen/Christinna Pedersen (Denmark) pada babak final, 21-14, 21-15. (IHA)

Meski Gagal Masuk Final Piala Asia, Sepakbola Indonesia Tidak Akan Mati

Indra Sjafri saat konferensi Press di Hanoi, Vietnam.(foto:Istimewa)

Walaupun Timnas Garuda Muda U-23 tidak berhasil lolos untuk masuk ke putaran final Piala Asia U-23 2020, Indra Sjafri angkat bicara bahwa hal ini tak membuat sepakbola Indonesia mati. Timnas Indonesia kalah di laga Perdana bersaing melawan Thailand dengan skor 0-4, kemudian disusul dengan kekalahan saat melawan Vietnam di stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, pekan lalu (24/3/29) dengan skor 0-1 yang disumbangkan oleh Trieu Viet Hung yang sekaligus mengubur satu-satunya kesempatan bagi timnas Indonesia untuk masuk ke putaran final. Walaupun masih ada satu pertandingan lagi yang tersisa melawan Brunei, selasa (26/3/19) ini, Indonesia takkan mampu mengejar ketinggalannya terhadap Thailand dan Vietnam yang sudah mendulang 6 poin. Indra Sjafri selaku pelatih dengan lapang dada mengucapkan selamat kepada Vietnam yang akan lolos ke putaran final Piala Asia, dan Ia juga mengingatkan bahwa kekalahan ini tidak akan membuat sepakbola Indonesia mati. “Kami ucapkan selamat untuk Vietnam, saya pikir Vietnam akan lolos karena Thailand sebagai tuan rumah otomatis lolos,” kata Indra dalam konferensi pers usai laga. “Dengan kekalahan ini, sepakbola Indonesia tetap berkembang dan apa yang akan kami lakukan tentu ada target lain yang akan kami capai. Tapi yang kami pastikan, sepakbola Indonesia tidak akan mati dengan kekalahan ini,” tegasnya. (IHA)

Indonesia Keluar Sebagai Juara Umum Pada Kejuaraan Binaraga dan Fisik di Singapura

Indonesia berhasil menyabet juara umum pada ajang WFF Dennis World Wide Classic 2019 di Marina Bay Sand, Singapura. Walaupun bersaing dengan 11 negara, tim Indonesia berhasil mendapatkan 14 medai yang terdiri dari Sembilan medali emas, empat medali perak dan satu medali perunggu. “Alhamdulillah, semua melewati target awal kami di kejuaraan ini,” Kata Kemalsyah Nasution Ketua Umum Perbafi yang dilansir dari detikSport, Senin (25/3/2019). Hal ini sangat tidak disangka oleh Perbafi waktu mereka mengirimkan 10 atlet mereka ke ajang ini, saat itu Perbafi hanya mentargetkan posisi tiga besar Delapan dari sepuluh atlet berhasil meraih gelar, dan ada atlet yang berhasil memboyong lebih dari satu medali. Pencapaian tim Garuda di Singapura ini sangat membanggakan, karena sebelas negara lain yang bersaing selama ini adalah pesaing ketat. Rincian Medali: Emas 1.Krisna Purnama (Tiga emas) -Men Beach Model <172 cm -Overall Men Beach Model -Men Beach Model Pro Division 2.Monica Sinatra (empat emas) -Women sportmodel <163 cm -Women SportModel >30 Tahun -Overall Women Sport Model -Women Sportmodel Pro Division 3. Yofanly R (tiga emas) -Men Sport Model <172cm -Overall Men Sport Model -Men Sport Model Pro Division Perak 1. Krisna Purnama -Men Body Building Athlete 2. Dika -Men Beach Model <172cm 3. Amirudin Azis -Men Sport Model > 30 tahun 4. Elly -Women Sport Model > 30 tahun 5. Firma Diana -Ms. Bikini Model >163 cm Perunggu 1. Dian Bagol -Men Bodybuilding Fitness. (IHA)

14 Negara Panaskan Persaingan Kejuaraan Dunia Jetski 2019 di Ancol, Indonesia Bidik Juara Umum

Saiful Sutan Aswar, Ketua IJBA (kiri), mengatakan kejuaraan dunia jetski 2019 yang untuk pertama kali digelar di Indonesia bisa memajukan jetski di Tanah Air. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Pusat (PP) Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA) siap menggelar Kejuaraan Dunia Jetski 2019, di venue Jetski Indonesia Academy, Taman Impian Jaya (TIJ) Ancol, Jakarta Utara, pada 27-31 Maret 2019. Event ini mempertandingkan beberapa nomor diantaranya Pro F1 Open, Pro F1 (normally aspirated), dan Amateur F1 Open (grand tourismo). Dan sebanyak 22 tim dari 14 negara turut memanaskan persaingan di kejuaraan dunia yang untuk pertama kalinya dihelat di Indonesia itu. Saiful Sutan Aswar, Ketua IJBA, mengatakan event ini bisa menjadi trigger kedepan, dimana venue yang dibangun bisa terus dimanfaatkan untuk menggelar kejuaraan secara kontinyu. Ditambahkannya, event ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk ‘unjuk gigi’ di hadapan dunia. “Ini merupakan kejuaraan dunia jetski yang pertama di Indonesia. Kami berharap ini menjadi trigger kedepan. Venue ini dibangun tidak diabaikan dan akan secara kontinyu menggelar kejuaraan demi memajukan jetski di Indonesia,” ujar Fully, sapaan akrabnya, di Jetski Indonesia Academy, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (23/3). Lebih lanjut, ia menegaskan Indonesia menargetkan juara umum pada kejuaraan dunia ini, meski yang hadir merupakan para juara dunia. “Persaingan terberat dari negara seperti Prancis, Rusia, Portugal. Tapi kami ingin semua kelas bisa memberikan penampilan yang maksimal,” terangnya. Pada kejuaraan dunia ini, IJBA menurunkan delapan atlet, dimana dua diantaranya adalah kakak beradik Aero Sutan Azwar dan Aqsa Sutan Aswar, yang merupakan andalan utama Merah Putih, dan bakal berlaga di nomor Pro F1 Open. Diharapkan kejuaraan ini menjadi tonggak sejarah pengembangan dan pembinaan olahraga jetski baik di Indonesia maupun Asia, bahkan dunia. “Kejuaraan ini berjalan secara kontinyu, karena setelah ini akan digelar di Maroko. Kedepan kami juga akan membuat kejuaraan dunia junior. Sehingga pembinaan atlet jetski tak putus serta berkesinambungan. Terlebih dengan dukungan venue yang terbaik yang dimiliki saat ini,” tukas Fully. (Adt)

Azzahra dan Adinda, Pertajam Rekornas di Singapura dan Jawa Timur

Azzahra Permatahani sukses memecahkan rekornas di nomor 400 meter gaya ganti perorangan putri dengan waktu 4 menit 48,51 detik. (@simonecastrovillari)

Singapura- Dua perenang muda Indonesia menunjukan kemajuan pesat jelang tampil di SEA Games 2019 Filipina, Desember mendatang. Adinda Larasati Dewi (18 tahun) dan Azzahra Permatahani (17 tahun), mampu memecahkan rekor nasional (rekornas) saat bertanding di dua tempat terpisah, yakni Jawa Timur dan Singapura, Jumat (22/3). Azzahra Permatahani yang bertanding di Singapura dalam event bertajuk ’50th SNAG atau Singapore National Age Group Swimming Championship 2019′, memecahkan rekornas di nomor 400 meter gaya ganti perorangan putri dengan catatan 4 menit 48,51 detik. Rekornas lama Azzahra 4 menit 50,39 detik tercipta di SEA Games 2017 Malaysia, saat itu Azzahra meraih medali perak. Bertanding di OCBC Aquatic Centre, Singapura, Azzahra juga berhasil meraih medali emas. Event SNAG ini menjadi salah satu ujicoba Azzahra sebelum tampil di SEA Games 2019 Filipina, Desember mendatang. Sementara itu, perenang nasional lainnya, Adinda Larasati Dewi juga berhasil memecahkan rekor nasional nomor andalannya 100 meter gaya kupu-kupu putri. Bukan di Singapura, Adinda memecahkan rekornas di kandangnya sendiri Surabaya, pada ajang Kejurprov (kejuaraan provinsi) Jawa Timur. Adinda mencatat rekornas baru dengan membukukan waktu satu menit 00,98 detik, mempertajam rekornas lama atas namanya sendiri 01:01,35 detik yang tercipta di ’42nd SEA Age Group Swimming Championship’, di Filipina, Juli 2018. Sama seperti Azzahra, Adinda juga tengah dipersiapkan menuju SEA Games 2019 Filipina. Sehari sebelumnya di ajang ’50th SNAG di Singapura, perenang nasional putra Aflah Fadlan Prawira juga berhasil memecahkan rekor nasional di nomor 400 meter gaya bebas putra dengan catatan 03 menit 52,16 detik. Rekornas lama Fadlan adalah 03:53,01 detik yang tercipta pada Asian Games 2018, di Jakarta. (Adt)

Voli Pantai Putri Indonesia Lolos Kejuaraan Dunia U-21, Pembinaan Cabor Lewat PPLM Mulai Tunjukan Hasil

Duet Della/Sari yang merupakan atlet binaan PPLM berhasil lolos mengikuti kejuaraan dunia voli pantai pada Juni 2019 di Thailand. (Istimewa)

Roi Et- Berlaga pada kejuaraan Asian U-21 Beach Volleyball Championship 2019, duet Della/Sari berhasil menempati urutan ke-5. Hasil ini membuat Della/Sari berhak mengikuti kejuraan dunia voli pantai Juni 2019 di Thailand. Pada kejuaraan yang dihelat di Ban Nong Ya Ma Community School Courts, Thailand, pada 15-18 Maret 2019, Della/Sari yang merupakan atlet binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), berhasil mengalahkan pasangan Singapura dengan skor 2-1. Della/Sari juga mampu menaklukan kompatriotnya pasangan Indonesia 2 dengan skor 2-1. Namun, mereka harus tumbang dari wakil tuan rumah Thailand 1 pada laga terakhir. Dian, Pelatih Voli Pantai Putri Indonesia, mengaku bersyukur dapat meloloskan Della/Sari ke kejuaraan dunia voli pantai. “Saya bersyukur dengan hasil ini. Harapannya agar anak-anak dapat memberikan hasil maksimal pada kejuaraan dunia nanti,” tutur Dian. Sementara itu, Raden Isnanta, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, mengapresiasi capaian atlet voli pantai putri Merah Putih itu. Ia berharap hasil ini dapat meningkatkan motivasi atlet untuk dapat berprestasi lebih baik. “Ini merupakan hasil yang baik dan menunjukkan bahwa program pemerintah dalam membina cabang olahraga melalui PPLM sudah mulai menunjukkan hasil. “Harapannya kedepan, mudah-mudahan akan semakin banyak atlet-atlet PPLM yang berkontribusi pada peningkatan prestasi olahraga di Indonesia,” tukas pria asal Kulon Progo, Yogyakarta itu. (Adt)

Egy dan Saddil, Akan Memperkuat Serangan Timnas U-23

Egy Maulana Vikri.

Timnas Indonesia U-23 mendapat kepastian akan penambahan dua pemain yang diharapkan dapat menambah ragam pola serangan dalam kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Vietnam, yaitu Egy Maulana Vikri dan Saddil Ramdani. Selain dua nama tersebut ada beberapa nama baru yang juga akan dimasukkan ke Timnas U-23, mereka adalah; TM Ichsan, Febby Eka Putra, Kadek Raditya, Mahir Radja Djamaoedin dan Ezra Walian. Dengan kedatangan Saddil Ramdani dan Egy Maulana Vikri yang berpotensi menjadi starter, maka bisa di pastikan bahwa variasi serangan tim Garuda Muda nanti akan bertambah secara signifikan. Egy dan Saddil akan bersaing dengan nama lain seperti Witan Sulaeman, Osvaldo Haay, hingga Todd Rivaldo Ferre untuk posisi starter. Kombinasi antara Saddil dan Egy adalah kombinasi yang sempurna, karena dengan adanya mereka, posisi penyerang sayap kanan dan kiri terasa lengkap. Berkaca dari Piala Asia U-19, Saddil banyak bermain di sayap kanan sedangkan Egy di sayap kiri. Selain itu Indra Sjafri saat Timnas U-19 melawan Taiwan, juga menempatkan Egy sebagai playmaker di belakang penyerang utama Lini serang Timnas Indonesia U-23 dikenal dengan komposisi pemain yang baik dari segi kecepatan dan kualitas individu yang baik, seperti Witan Sulaeman, Egy Maulana, Saddil Ramdani, Todd Rivaldo Ferre, hingga Osvaldo Haay. Sadil selain memiliki kemampuan menyerang dari sisi lapangan juga memiliki tembakan jarak jauh yang keras, karena pemain Pahan FA itu bisa menekuk bola ke dalam saat melepaskan tendangan langsung ke gawang lawan. Dalam ajang kualifikasi ini formasi yang bakal jadi andalan Indra Sjafri adalah formasi 4-3-3, dan serangan akan gencar dijalankan dari sisi sayap. (IHA)

Derby Jawa Timur Warnai Drawing 8 Besar Piala Presiden 2019, Maruarar Sirait: Fair Play dan Tak Ada Pengaturan Skor

Maruarar Sirait (Ketua Steering Committe) mengatakan penyelengaraan Piala Presiden 2019 harus fair play dan tak ada pengaturan skor. (Adt/NYSN)

Jakarta- Gelaran Piala Presiden 2019 telah memasuki babak 8 besar atau perempat final. Induk organisasi sepak bola Tanah Air, PSSI selaku operator turnamen Piala Presiden 2019 juga telah melangsungkan undian perempat final, di ruang media Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada Selasa (19/3). Derby Jawa Timur (Jatim), yakni Persebaya kontra Tira-Persikabo mewarnai duel delapan tim yang lolos. Laga Persebaya versus Tira-Persikabo sendiri merupakan ulangan pada babak fase Grup A yang berakhir dengan skor imbang 0-0. Selain itu, adapula laga antara Persela Lamongan dan Madura United. Pada laga perempat final, empat tim teratas juara grup yaitu Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, Bhayangkara FC, dan Persija Jakarta akan menjadi tuan rumah pada pertandingan ini. Sedangkan Kalteng Putra, Madura United, Tira-Persikabo, dan Arema FC bakal bermain sebagai tim tamu. Pada babak 8 besar ini menggunakan sistem gugur dan hanya menggelar satu pertandingan yang dihelat pada 29-31 Maret 2019. Dan, empat tim pemenang nantinya melaju ke babak semifinal Piala Presiden 2019 yang nantinya digelar dengan sistem kandang-tandang. Candra Wahyudi, Manajer Persebaya, menanggapi hasil pengundian yang kembali mempertemukan timnya dengan Tira-Persikabo. “Pinginnya sebenarnya mau ketemu sama Arema. Tapi kalau finalnya ya lawan Persija,” tutur Candra. Sementara itu, Kalteng Putra yang akan menantang Persija Jakarta ditanggapi santai oleh Sigit Wido selaku manajer Kalteng Putra. Ia mengungkapkan pertemuannya dengan tim kebanggan ibukota itu tak menjadi masalah. Sebab, ungkap Sigit, pada fase penyisihan grup, timnya mampu menumbangkan tim-tim besar seperti Persipura dan PSM Makassar. “Lawan Persija nggak masalah, karena di babak penyisihan grup kami juga sudah buktikan bisa mengalahkan tim-tim besar,” tutur Sigit. Menurutnya, ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim asuhannya tersebut. “Kami bisa bertemu dengan salah satu tim peserta Piala AFC,” tambah Sigit. Sedangkan Maruarar Sirait, Ketua Steering Committe (SC), menyebut penyelengaraan turnamen Piala Presiden 2019 sudah sesuai jadwal dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. “Sebagai Ketua Steering Committe saya sudah mengecek satu persatu bahwa semua sudah sesuai jadwal. Ini bagus tepat waktu dan sangat disiplin,” cetus Maruarar. Begitu juga dengan animo masyarakat, yang dinilai Maruarar sangat tinggi untuk menyaksikan hajatan Piala Presiden ini. “Jumlah penonton cukup banyak. Apalagi terdapat aturan yang sangat tegas apabila ada tim yang melanggar aturan akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” lanjutnya. Ditambahkannya, pelaksanaan Piala Presiden di musim ini mendapatkan apresiasi besar dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). “Presiden meminta industri sepak bola harus bagus. Mafia harus dihabiskan karena tidak sehat untuk industri sepak bola,” terangnya. “Kami ingin membuktikan sebagai bangsa besar dapat menggelar sepak bola dengan fair play, transparan, dan tidak ada pengaturan skor,” tukas pria yang akrab disapa Ara itu. (Adt) Hasil Drawing Babak 8 Besar Piala Presiden 2019: 1. Persebaya Surabaya vs Tira-Persikabo 2. Persela Lamongan vs Madura United 3. Persija Jakarta vs Kalteng Putra 4. Bhayangkara FC vs Arema FC

Laga Tensi Tinggi di Final IBL 2018/19, Pertarungan Mental Stapac Jakarta Kontra Satria Muda Pertamina Demi Podium Juara

Rivalitas abadi kembali tersaji pada laga final IBL Pertamax 2018-2019, pada 21-24 Maret 2019 antara Stapac Jakarta kontra Satria Muda Pertamina. (Adt/NYSN)

Jakarta- Laga tensi tinggi bakal tersaji antara Stapac Jakarta dengan Satria Muda Pertamina di final IBL (Indonesian Basketball League) Pertamax 2018-2019. Satria Muda menjadi tuan rumah pada laga pembuka di Britama Arena, Mahaka Square, Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (21/3). Dan, Stapac memilih C’Tra Arena Bandung, Jawa Barat, sebagai markas dalam menjamu lawan, Sabtu (23/3). Jika kedudukan imbang, laga penentu juara akan berlangsung di C’Tra Arena, Minggu (24/3). Stapac mendapat hak dua kali menjadi host karena peringkat tim ibukota itu di babak reguler lebih baik dari Satria Muda. Duel kedua tim di partai puncak terjadi setelah terakhir kali berjumpa pada 2014. Bagi kedua tim, final kali ini akan menjadi pertemuan kesepuluh di final kompetisi bola basket tertinggi Indonesia dengan sama-sama mendapatkan lima kemenangan. Pertarungan final terakhir dimenangkan Aspac (nama sebelumnya dari Stapac) di laga final pada 2014. Stapac memiliki rekor juara 5 kali, sedangkan Satria Muda juga memiliki rekor 5 kali juara. Sehingga laga final kali ini sayang untuk dilewatkan. Dipastikan kedua tim akan berusaha maksimal serta memberikan yang terbaik untuk membuktikan siapa yang layak meraih podium juara di kasta tertinggi bola basket di Tanah Air itu. Bukan perjalanan yang mudah di musim ini untuk Satria Muda karena sempat terseok di babak reguler dengan menelan sembilan kekalahan dari 18 gim. Namun Satria Muda akhirnya berhasil melaju ke final setelah menundukkan NSH Jakarta dalam tiga gim sengit dan kembali membuktikan kelasnya sebagai klub dengan mental juara. Sedangkan Stapac dalam dua tahun terakhir bahkan tidak menjadi klub yang tampil di final, namun tahun ini terbukti dengan hasil memukau dan konsisten. Kaleb Ramot Gemilang dan kolega mencatat hasil gemilang dimana sampai dengan babak semifinal, Stapac sudah mengantongi 19 kemenangan beruntun. Sebuah rekor baru bagi klub IBL. Satu-satunya kekalahan diderita dari Bogor Siliwangi saat membuka laga kompetisi musim ini. “Pertandingan IBL Pertamax setiap tahunnya selalu semakin menarik untuk disaksikan. Kali ini di puncak musim 2018-2019, dua tim terbaik akan berebut gelar juara. Laga klasik Stapac lawan Satria Muda sudah pasti dinantikan, apalagi di partai final. Britama Arena dan C’Tra Arena akan jadi saksi, siapa yang bakal juara kali ini,” ujar Hasan Gozali, Direktur IBL, Selasa (19/3). Sementara itu, Youbel Sondakh, Pelatih Satria Muda, mengatakan melawan Stapac selalu sengit karena menyangkut harga diri. Terlebih, ini menjadi laga klasik dari dua tim besar. “Pertandingan final lebih pada masalah mental. Kami juga tak ambil pusing dengan rekor musim reguler membuat tim kami sebagai Underdogs,” terang Youbel. Disisi lain, Giedrius Zibenas, Pelatih Stapac, menganggap Satria Muda justru lebih baik sebagai tim dibandingkan dengan skuatnya. “Tim Satria Muda lebih bagus dibanding kami. Stapac adalah underdog di laga final,” tegas Zibenas. Kendati menang dua gim langsung atas Pacific Caesar di babak semifinal, namun Zibenas mengaku tak puas dengan performa anak didiknya tersebut. “Kami masih harus kerja keras dua minggu menjelang final. Anak-anak masih sering melakukan kesalahan,” tambah Zibenas. Duel menarik akan terjadi di bawah ring antara big man Stapac, Savon Goodman melawan raksasa Satria Muda, Dior Lowhorn. Tak hanya itu, akan tersaji pula adu ketajaman tembakan tiga angka dari para pemain kedua tim. Dalam kesempatan itu, Arifun Dhalia, VP Promotion dan Marketing Communication PT Pertamina Persero, menyatakan Pertamina melalui produk Pertamax mendukung penuh terselenggaranya acara ini dari tahun ke tahun agar dapat memicu semangat berkompetisi antar pemain bola basket muda kalangan milenials untuk siap berkompetisi di level nasional bahkan internasional secara sportif. “Pertamina mengapresiasi acara IBL Pertamax 2018/2019 ini sukses menampilkan acara menghibur lainnya untuk menginspirasi kalangan anak muda Indonesia,” tutur Arifun. Senada, Kristy Nelwan, VP Corporate Communications Gojek, menerangkan pihaknya senang bisa terus mendukung kompetisi IBL hingga mencapai final. “Kami berharap kompetisi IBL dapat terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan olahraga basket Tanah Air, serta turut menghasilkan bibit unggul yang nantinya akan mengharumkan nama bangsa,” tukas Kristy. (Adt)

Kampiun All England 2019, Hendra/Ahsan Diguyur Bonus dari PB Djarum dan Jaya Raya Rp 450 Juta

Juara All England 2019 Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mendapatkan bonus total Rp 450 juta dari masing-masing klubnya yakni PB Djarum Kudus dan PB Jaya Raya. (Adt/NYSN)

Jakarta- Sukses menjadi kampiun All England 2019, ganda senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kembali diguyur bonus. Kali ini, bonus diberikan klub mereka masing-masing, yakni PB Djarum Kudus dan Jaya Raya. Duet berjuluk ‘The Daddies’ itu merajai turnamen tertua sekaligus bergengsi setelah menaklukan pasangan muda Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, rubber game, 11-21, 21-14, 21-12, di Birmingham Arena, Inggris, Minggu (10/3). Berkat prestasi membanggakan tersebut, Djarum Foundation bersama Yayasan Pembangunan Jaya Raya memberikan apresiasi kepada Hendra/Ahsan berupa bonus senilai total Rp 450 juta yang digelar di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/3). Ahsan yang merupakan atlet binaan PB Djarum Kudus dan Hendra asal PB Jaya Raya, masing-masing mendapatkan uang tunai Rp 200 juta ditambah voucher dari Tiket.com senilai Rp 25 juta. Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, mengatakan pemberian bonus merupakan komitmen dari Djarum Foundation yang selalu mendukung atlet-atlet PB Djarum untuk meraih prestasi tingkat dunia. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Mohammad Ahsan atas pencapaiannya di All England 2019. Ahsan adalah sosok yang punya semangat pantang menyerah dan mentalitas juara dunia. Semoga bonus ini bisa menambah motivasi Ahsan dan menjadi inspirasi para atlet yang lebih muda,” ujar Yoppy. Senada, Imelda Wigoena, Ketua Harian PB Jaya Raya, menegaskan pemberian bonus kepada Hendra adalah bentuk perhatian dan kepedulian Yayasan Pembangunan Jaya Raya terhadap para atletnya. “Bagi Jaya Raya, Hendra merupakan panutan dan pribadi yang istimewa, baik di lapangan maupun di kehidupan sehari-hari. Penghargaan ini merupakan bentuk motivasi kepada Hendra dan juga atlet-atlet lainnya, agar terus berusaha selagi mampu. Kami akan terus mendukung,” terang Imelda. Gelar juara yang diraih Hendra/Ahsan di ajang All England 2019 melanjutkan tradisi Indonesia dalam menjuarai turnamen bulutangkis BWF World Tour Super 1000 tersebut. Sebelumnya, dua tahun berturut-turut titel juara All England diraih kompatriot mereka, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Pengalaman, kematangan, dan semangat pantang menyerah membuat Hendra/Ahsan berhasil menundukkan lawannya. Kemenangan ini juga terasa sangat manis karena Hendra/Ahsan berhasil mengulang kesuksesan mereka lima tahun yang lalu sebagai juara All England 2014. Ahsan dan Hendra menyambut baik apresiasi yang diberikan klub terhadap mereka, dan menilai apresiasi dari klub menjadi dorongan yang kuat untuk tetap berkiprah dan terus meraih prestasi yang lebih baik. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan latihan dari klub yang begitu besar. Ini menjadi motivasi yang sangat kuat untuk kami. Semoga kedepan kami masih bisa terus meraih prestasi,” cetus Ahsan. Sedangkan Hendra menyebut apresiasi ini menjadi penyemangat dirinya bersama Ahsan agar bisa terus berprestasi dan mengharumkan nama bangsa. “Terima kasih atas perhatian dari klub, semoga penghargaan ini juga menjadi motivasi atlet-atlet lainnya yang lebih muda, supaya berusaha lebih keras lagi untuk menjadi juara,” timpal Hendra. Sementara itu, Rudi Hartono, Ketua Umum PB Jaya Raya, menyebut Hendra/Ahsan sebagai contoh sekaligus panutan bagi para pemain muda. “Mereka bisa menjadi contoh dan panutan bagi para pemain muda untuk terus berjuang. Di All England menjadi juara di atas usia 30 tidak mudah. Jadi harus berjuang, terus berlatih dan jangan patah semangat, dan harus menjadi motivasi,” cetus Rudi. “Semoga melalui penghargaan ini makin banyak pemain Indonesia yang bisa berprestasi di tingkat dunia,” tambah juara All England selama 8 kali pada era 1960-an dan 1970-an itu. Dalam kesempatan itu, Djarum Foundation juga menggelar seremoni pemberian bonus kepada Tim Beregu Putra PB Djarum yang berhasil meraih titel juara di ajang Djarum Superliga Badminton 2019. Bonus senilai Rp 300 juta diberikan Djarum Foundation kepada Tim Putra PB Djarum yang terdiri dari Ihsan Maulana Mustofa, Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Shesar Hiren Rhustavito, Akbar Bintang Cahyono/Berry Angriawan, dan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, Alberto Alvin, Bagas Maulana, dan Praveen Jordan. Bonus ini semakin menambah pundi-pundi para atlet putra PB Djarum, di samping hadiah utama dari Djarum Superliga Badminton sebesar 80 ribu dollar Amerika Serikat (AS). Diketahui Tim Putra PB Djarum mencapai podium tertinggi berkat kemenangan 3-1 atas tim juara bertahan Superliga dalam empat edisi terakhir, Musica Trinity, dalam laga final di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/2). “Bonus untuk tim putra yang menjuarai Djarum Superliga Badminton 2019 merupakan bagian dari skema Djarum Foundation dalam mengapresiasi dan memotivasi para atlet-atlet PB Djarum. Kami berharap para atlet ini, terutama atlet-atlet muda akan semakin terpacu semangatnya meraih prestasi yang lebih tinggi,” ungkap Yoppy. Meski telah melahirkan pebulutangkis papan atas seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan, dan Tantowi Ahmad, namun baru pada tahun ini PB Djarum berhasil menjadi kampiun Djarum Superliga Badminton. Gelar juara terasa makin spesial mengingat klub yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah itu, sama sekali tidak menurunkan pemain asing di nomor beregu putra. “Tahun ini kami hanya mengandalkan pemain sendiri. Kami memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk tampil. Bagi kami menang atau kalah itu belakangan, yang penting main. Ternyata permainan mereka semakin hari semakin bagus. Kami jadi semakin percaya diri mengandalkan pemain sendiri,” tukas Yoppy. (Adt)

Putaran Final Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 Segera Dimulai, Simak Jadwalnya

Timnas U-23 saat uji coba melawan Bali united di stadion Kapte I Wayan Dipta, Gianyar, Bali Sabtu lalu (18/3/19). Foto Kompas.com

Perjuangan Timnas U-23 Indonesia akan dimulai untuk memperebutkan putaran final babak kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Timnas merah putih ini akan bertemu lawan yang berat pada laga perdananya yaitu Thailand. Tim yang dijuluki sebagai Garuda Muda ini akan bersaing dengan Vietnam, Thailand dan Brunei Darussalam di Group K untuk memperebutkan dua posisi teratas agar dapat maju ke putaran final. Walaupun begitu sudah dipastikan bahwa Thailan akan dapat lolos ke putaran final tersebut, mengingat tim Gajah Putih yang juga selaku tuan rumah, sehingga secara otomatis akan mendapatkan tiket putaran final. Timnas Indonesia U-23 yang sebagian besar adalah jebolan timnas U-19 tersebut akan bertanding melawan Thailand pada 22 Maret 2019, kemudian dilanjutkan melawan Vietnam pada 24 Maret 2019 dan ditutup saat menghadapi Brunei Darussalam pada tanggal 26 Maret 2019 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi Vietnam. Hanya ada 16 tim yang bisa lolos menuju putaran final dan salah satunya sudah dimiliki oleh Thailand. Indonesia harus menjadi juara group untuk mendapatkan kepastian lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020, aka tetapi jika Tim Indonesia hanya menempati peringkat kedua, maka Indonesia masih harus bersaing poin dengan runner-up dari group yang lain. Pelatih timnas Indra Sjafri sendiri yakin bahwa timnya akan lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020. Hal ini berdasarkan pengalamannya saat masih menjadi pelatih timnas U-19 Indonesia 2013 lalu. “Ini siklus persis pada 2013 untuk saya. Ada tanggung jawab AFF waktu itu, kami juara,” ujar Indra yang dikutip dari BolaSport.com. “Setelah itu, ada Kualifikasi Piala Asia, jarak tiga pekan juga dan kami lolos setelah mengalahkan Korea Selatan. Kami lolos waktu itu (2013) dan saya yakin hal ini akan terulang,” ujarnya menambahkan. Berikut adalah dadwal lengkap kualifikasi Piala Asia U-23 2020 untuk Timnas Indonesia, yaitu: Jumat, 22 Maret 2019 – Thailand vs Indonesia pada pukul 17.00 WIB Minggu, 24 Maret 2019 – Indonesia vs Vietnam pada pukul 20.00 WIB Selasa, 26 Maret 2019 – Indonesia vs Brunei Darussalam pada pukul 17.00 WIB. (IHA)

Kampiun Swiss Open 2019, Fajar/Rian Makin Percaya Diri

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi juara Swiss Open 2019 usai menumbangkan wakil Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin, 21-19, 21-16. (Dok. Humas PBSI)

Basel- Indonesia membawa pulang satu gelar dari ajang Swiss Open 2019 melalui duet Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang merupakan unggulan empat turnamen. Fajar/Rian sukses meraih gelar juara usai menumbangkan wakil Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin (8), straight game, dengan skor 21-19, 21-16. Pertandingan kedua pasangan yang berlangsung di ST. Jakobshalle Basel, Swiss, pada Minggu (17/3) itu memakan waktu 40 menit. Keberhasilan ini sekaligus menjadi gelar pertama bagi Fajar/Rian pada 2019. Rian mengatakan dirinya dan kolega tampil dengan baik. “Kami banyak adu drive. Kami unggul di permainan depan dan lawan banyak mengangkat bola, kami lebih sabar,” ujar Rian mengomentari hasil positif yang diraih pada pertandingan itu. Rian menambahkan gelar yang diraih bersama Fajar makin menambah kepercayaan diri, dan berharap performa mereka makin baik. “Gelar ini pasti menambah percaya diri kami, setelah kalah di semifinal All England minggu lalu dan kalahnya mepet. Mudah-mudahan kedepannya kami bisa lebih baik lagi,” tutur pebulutangkis kelahiran Bantul, Yogyakarta, 13 Februari 1996 itu. Disisi lain, Fajar menyebut bila sejak awal main mereka yakin dengan kemampuan yang ada, terlebih dengan tipe permainan lawan. “Pasangan Taiwan ini bagus, pukulannya kencang. Dari awal masuk lapangan sudah timbul keyakinan. Tapi kami masih banyak melakukan kesalahan, kami sudah benar mainnya, tapi saat lagi ramai, kami mati sendiri,” ungkap Fajar. Di partai pamungkas, Indonesia sebenarnya menempatkan dua wakil. Namun, dobel campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari harus puas menjadi runner-up. Rinov/Pitha yang diplot sebagai unggulan delapan itu kandas ditangan wakil Denmark Mathias Bay Smidt/Rikke Sony, rubber game, dengan skor 18-21, 21-12, 16-21, dalam tempo 56 menit. “Kami bermain tidak seperti kemarin-kemarin, kelihatan sekali tidak lepas dan tertekan,” cetus Rinov. Lebih lanjut, ia menjelaskan kekalahan yang dialaminya bersama kolega lebih banyak terjadi karena faktor non teknis. “Bukan tegang karena ini final, kami antiklimaks mainnya,” tukas Rinov. (Adt)

ESports, Cabang Olahraga Milenial yang Berpotensi Untuk Mengharumkan Nama Bangsa

Salah satu kompetisi eSports yang digelar di Mall Mangga Dua. dok.NXL Mobile Esports 2019

Di era revolusi teknologi seperti ini, hampir segala bidang dalam kehidupan masyarakat sudah bercampur tangan dengan sisi teknologi, termasuk dalam aspek Olahraga. Olahraga yang kita kenal sebagai olah fisik tubuh secara konvensional saat ini mulai mengalami perubahan yang signifikan. Olahraga kini bisa dilakukan di depan layar smartphone atau komputer. Olahraga yang disebut sebagai olahraga elektronik (eSports) ini banyak berasal dari sekedar hobi para kaum milenial yang tanpa disadari saat ini para penggiat eSports ini ternyata punya kesempatan dalam mengharumkan nama bangsa, selayaknya atlet-atlet kita yang lain. Olahraga eSports sempat dipertandingkan pada laga Asian Games 2018 lalu, walaupun hanya dipertandingkan sebatas eksebisi, tetapi mulai saat itu juga, nama eSports mulai ramai di Indonesia. Semenjak itu pula ada banyak pihak baik swasta maupun pemerintah yang mulai gencar menggaungkan dan menggelar turnamen eSports di Indonesia, mengingat pada ajang SEA Games 2019 dan Asian Games 2022, eSports tidak lagi sebatas eksebisi tetapi akan menjadi cabor yang memperebutkan medali. Dengan menjamurnya eSports saat ini di Indonesia, diharapkan agar para bibit-bibit pemainnya dapat bersaing di tingkat internasional sehingga juga berpeluang untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. “Tentunya atlet Esports Indonesia bisa bersaing bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional. Nantinya kalau sampai dipertandingkan di Asian Games berikutnya (Hangzhou 2022), dan nanti kalau jadi di Olimpiade, saya rasa ada kesempatan yang baik bagi atlet-atlet Indonesia untuk bisa mengharumkan nama bangsa melalui Esports,” tutur Charles Honoris anggota Komisi I DPR yang dilasir dari detikSport. “Apalagi nanti bisa mendorong developer-developer game dalam negeri untuk menciptakan game-game yang bisa dimainkan di Esports tentu akan sangat-sangat positif. Daripada anak muda Indonesia menggunakan internet untuk menyebarkan hoaks, fitnah, atau kebencian di medsos, tentunya Esports merupakan wahana atau kegiatan yang jauh lebih positif,” sambungnya. Charles meminta agar pemerintah lebih serius dalam menangani potensi eSports di Indonesia, terutama soal regulasinya. “Kita tentu tidak mau membatasi pertumbuhan Esports. Mungkin ada yang mengatakan bermain game bisa berdampak negatif, ya ini tugas kita bersama pemerintah untuk membuat regulasi yang membatasi efek negatifnya, tapi secara umum Esports ini harus kita dukung karena memang peminatnya banyak.” Ujar Charles. “Mungkin ke depan perlu juga registrasi diperketat saat membuat akun game online, harus registrasi dengan usia. Jadi ke depan mungkin di jam tertentu anak yang masih di usia sekolah tidak bisa login untuk main live. Jadi tidak menggangu para siswa yang sedang belajar,” Tambahnya. (IHA)

Ajang Football for Peace Jawa Timur 2019 Akan Segera Digelar

ID Gen bekerjasama dengan PT Pilar Bangun Sentosan dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur akan mengadakan ajang sepakbola bertajuk “Football for Peace Jawa Timur 2019”. Program yang akan digelar di Surabaya ini bertujuan agar mendidik para kaum remaja tentang karakter, kepemimpinan, norma-norma di masyarakat, terutama untuk lebih meningkatkan rasa Bhineka Tunggal Ika. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Prawansa juga akan terlibat untuk memberikan bola kepada 100 anak-anak di Jawa Timur yang disambung dengan “Coaching Clinic” bagi siswa-siswa sekolah, guru-guru olahraga dan orang tua siswa sebanyak 100 orang. Acara ini akan digelar pada tanggal 24-27 Maret di Lapangan Koni Kertajaya Surabaya dan akan dilanjutkan pada tanggal 1-4 April 201 di lapangan sepak bola Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum sekaligus dengan program pelatihan bagi 100 santri di Pondok pesantren tersebut yang kemudian dilanjutkan dengan “Festival Sepak Bola Sarung”. Ajang yang dikepalai oleh KH. Zahrul Azhar As’ad (Gus Hans) pimpinan Pondok Pesantren Queen Al-Azhar Darul Ulum Jombang ini akan dipimpin oleh pelatih-pelatih yang berpengalaman dalam program Football for Peace sebelumnya. Acara ini pada dasarnya hanyalah program pembuka bagi program pelatihan sesungguhnya yang akan digelar September tahun ini, dimana nantinya akan dihadirkan pelatih-pelatih dari luar negeri. Pelatihan ini digelar di lapangan sepak bola Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum untuk mengirim anak-anak pilihan dari hasil pelatihan ini ke Spanyol untuk kemudian dikembangkan menjadi pemain sepak bola yang handal dan berkarakter plus. (IHA)

Juara All England 2019 Hendra/Ahsan Diganjar Bonus Rp 240 Juta, Picu Motivasi Atlet Junior Berjuang Lebih Keras

Ganda senior Hendra/Ahsan mendapatkan bonus Rp 240 juta perorang dari Kemenpora usai meraih gelar juara All England 2019. (Adt/NYSN)

Jakarta- Ganda putra senior Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan tiba di Tanah Air pada Minggu (17/3) malam usai menjadi kampiun di ajang kejuaraan tertua sekaligus paling bergengsi di dunia, All England 2019. Kedatangan Hendra/Ahsan di Terminal 3 Bandara International Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, disambut Raden Isnanta (Deputi Pembudayaan Olahraga), mewakili Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga/Menpora), bersama Wiranto (Ketua Umum Pengurus Pusat Persatusn Bulutangkis Seluruh Indonesia). Hendra/Ahsan sukses menjadi juara All England 2019 usai menaklukan ganda muda Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik, di partai final, Minggu (10/3), rubber game, dengan skor 11-21, 21-14, 21-12. Usai menjadi juara di Negeri Ratu Elizabeth, Hendra/Ahsan langsung mengikuti kejuaraan Swiss Open 2019. Namun, langkah mereka terhenti di perempat final usai takluk dari wakil Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin (8), rubber game, 26-24, 7-21, 12-21. Dan, sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan keras The Daddies dalam meraih juara All England 2019, pemerintah melalui Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) memberikan bonus sebesar Rp 240 juta perorang. “Bonus Rp 240 juta diterima masing-masing Hendra dan Ahsan ini sudah bersih tidak ada potongan pajaknya dan untuk pelatihnya juga ada sedang kami siapkan,” ujar Isnanta. Dalam kesempatan itu, Isnanta mengatakan pemerintah sangat mengapresiasi dan bangga bahwa bulutangkis bisa menghadirkan sebuah kebanggaan untuk masyarakat Indonesia. Terlebih, lanjut Isnanta, mereka menjadi juara di ajang kejuaraan tertua dan paling bergengsi, selain kejuaraan dunia dan Olimpiade. “Mereka telah membuktikan bahwa umur bukan patokan untuk menjadi juara. Terbukti mereka masih mampu menjaga performanya. Ini akan menginspirasi atlet junior akibat kematangan dan konsistensi mereka dalam menjaga mental, strategi dan teknik yang baik, sehingga akan lahir juara-juara lain,” tambah Isnanta. “Terima kasih untuk peran besar PBSI di bawah kepemimpinan Wiranto karena bisa membimbing juara dalam mengharumkan nama Indonesia,” tutur Isnanta. Sedangkan Ahsan mengaku bersyukur atas pencapaian prestasi ini karena kedepan masih banyak target pertandingan yang harus diraih. “Pasti senang dan bersyukur karena setelah lima tahun bisa juara All England lagi. Saya berharap bisa berprestasi terus untuk bangsa dan prestasi ini bisa memotivasi atlet junior agar lebih keras lagi berjuang,” cetus Ahsan. “Terima kasih kepada Kemenpora atas pemberian bonus. Kami senang dan bukan masalah nilainya, tapi perhatian pemerintah kepada kami sebagai atlet,” sambung pebulutangkis kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 9 Juli, 31 tahun silam itu. Senada, Hendra mengapresiasi penghargaan yang diberikan Kemenpora. “Terima kasih banyak kepada Kemenpora dan Pak Wiranto dan juga untuk keluarga kami yang telah memberikan dukungan,” terang Hendra. Hendra mengungkapkan meski mengalami cedera, namun dirinya tak lagi memikirkan kondisi yang dialaminya ketika berlaga di partai final All England 2019. “Kami tidak mikir pressure, cedera dan lainnya. Kami hanya fokus ke perolehan poin demi poin. Kedepan kami berdua berharap bisa lolos Olimpiade,” terang pria Kelahiran Pemalang, Jawa Tengah, 34 tahun silam itu. Sementara itu, Wiranto mengaku bangga atas prestasi Hendra/Ahsan karena berhasil mengembalikan supremasi bulutangkis dunia ke Indonesia. “Perjuangan tidak mudah karena sengitnya persaingan bulutangkis dunia. Kita bersyukur Hendra/Ahsan memberikan pengabdian terbaik meskipun kita lihat perjuangan mereka luar biasa. Dimana saat semifinal, Hendra terpaksa dibalut kakinya akibat cedera dan menghadapi final yang sangat berat. Rasanya tidak mungkin bisa juara, tapi ternyata bisa unggul karena semangat yang tidak kenal menyerah dari Hendra/Ahsan,” tukas Wiranto. “Semoga ini menjadi pemicu bagi para pemain muda. Usia dan kondisi bisa dipicu dengan semangat pantang menyerah,” tutupnya. (Adt)

Sofbol Bidik Dua Medali Emas SEA Games 2019 Filipina, Asia Women Championship Jadi Ajang Pemanasan

Jakarta- Target tinggi dicanangkan Pengurus Besar (PB) Perbasasi (Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia) menghadapi SEA Games 2019 Filipina. Andika Monoarfa, Ketua Umum PB Perbasasi, menyebut pihaknya membidik dua medali emas cabang sofbol putra dan putri pada pesta multievent olahraga dua tahunan negara-negara se-Asia Tenggara itu. “Targetnya softbol di SEA Games itu dua medali emas dari putra dan putri,” ujar Andika, di Jakarta, Jumat (15/3). Target yang dibebankan kepada para atlet bukanlah tanpa alasan. Sebab, ungkap Andika, pesaing tangguh dalam meraih medali emas untuk di kawasan Asia Tenggara masih dipegang tuan rumah Filipina. “Kami sangat percaya diri karena Filipina sebagai pesaing tangguh itu beberapa bulan lalu sudah pernah kami kalahkan,” lanjutnya. Andika menyebut seleknas (seleksi nasional) tim nasional (timnas) softbol putra telah digelar pada 11-14 Maret 2019. Sedangkan timnas softbol putri sudah lebih awal dengan menjaring 24 atlet dari 45 atlet yang diundang mengikuti seleknas, atau masih 150 persen dari skuat tim inti. Usai seleknas, timnas putra akan melakoni laga ujicoba kontra tim nasional Singapura pada 30-31 Maret nanti. Dan mereka akan melakukan training camp (TC) di Kendari, Sulawesi Tenggara. Sedangkan tim putri akan menjalani TC di Jakarta, pada pekan depan. Dan sebelum berlaga di SEA Games 2019, timnas putri akan turun mengikuti kejuaraan softbol bertajuk Asia Women Championship 2019, pada 30 April – 7 Mei mendatang. Perbasasi menjadikan ajang ini sebagai pemanasan sekaligus seleksi Pelatnas menuju SEA Games 2019, pada Akhir November mendatang. “Kejuaraan Asia Women Championship ini untuk pertama kalinya digelar di Indonesia. Ini akan kami jadikan ajang pemanasan menuju SEA Games 2019. Dan, kejuaraan ini sekaligus menjadi salah satu turnamen pra-kualifikasi Olimpiade,” tambah Andika. Dijelaskannya, saat ini sudah 12 negara yang telah mendaftarkan diri. Kendati demikian, Andika tidak merinci negara-negara mana saja yang akan turut meramaikan persaingan di ajang tersebut. “Di Asia Women Championship nanti kami berharap bisa berada di peringkat lima. Sebab untuk bisa mengalahkan peringkat satu dan juara dunia yaitu Jepang, sangat susah,” tukas Andika. (Adt)