Beri Peluang Jadi Pebasket Profesional, IBL dan Liga Mahasiswa Sinergi Jaring Rookie 2018-2019

Ryan Gozali, CEO Liga Mahasiswa (kiri) dan Hasan Gozali, Direktur IBL, kini bersinergi menjaring mahasiswa atlet berprestasi guna berkarir menjadi pebasket profesional mulai musim 2018/2019. (Pras/NYSN)

Jakarta- Demi menyemarakkan kompetisi bola basket tertinggi di Tanah Air, Indonesia Basketball League (IBL) terus mencari dan membentuk bintang-bintang baru. Salah satunya dengan menjaring para talenta muda dengan kemampuan mumpuni, untuk bergabung dengan IBL. Hasan Gozali, Direktur IBL, mengatakan pihaknya menjalin sinergi dengan Liga Mahasiswa (LIMA) menyeleksi para mahasiswa yang berlaga di kompetisi LIMA untuk dijaring masuk dalam draft rookie IBL. “Kami akan menjaring pemain yang kemudian akan disaring hingga 40 pemain untuk di draft,” ujar Hasan, di Kawasan Slipi, Jakarta, Selasa (17/7). Nantinya, sebut Hasan, calon pemain harus bersedia mengikuti combine yang akan diadakan di Jakarta pada 2-9 September 2018. “Mereka akan mendapatkan pelatihan dari instruktur FIBA serta beberapa pelatih lokal,” tambahnya. Namun, untuk lolos draft rookie IBL, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi para pemain yang berasal dari LIMA. Diantaranya berusia minimal 19 tahun dan telah mengikuti kompetisi LIMA minimal dua musim. Selain itu, draft rookie membuka peluang bagi pemain di luar LIMA dengan syarat minimal berusia 21 tahun, serta minimal pernah ikut kompetisi yang diselenggarakan oleh Perbasi (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia). Sementara, bagi peserta yang berasal dari LIMA dapat mendaftar melalui LIMA. Dan, dari luar jalur LIMA, para peserta bisa mendaftar melalui Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbasi, di daerah masing-masing. Untuk pendaftaran draft rookie dimulai selama satu bulan sejak 17 Juli, dan terakhir pada 17 Agustus 2018. Ryan Gozali, CEO Liga Mahasiswa, mengungkapkan pihaknya menyambut baik kerjasama dengan IBL. Menurutnya, kerjasama ini memberi kondisi ideal sebagai wadah pembinaan mahasiswa atlet. “Draft akan memberikan kesempatan yang baik kepada para mahasiswa atlet bola basket yang tampil cemerlang dalam kompetisi LIMA guna melanjutkan karier di dunia olahraga profesional,” tukas Ryan. George Fernando Dendeng, Perwakilan PB Perbasi, menegaskan banyak potensi yang dimiliki dari kompetisi LIMA, yang secara rutin bergulir. “Ini kesempatan besar bagi mereka untuk bisa masuk ke IBL. Kelak tak ada lagi kekurangan pemain yang berkualitas dan nantinya mereka memilih jalur profesional,” pungkas George. (Adt)

Kampiun Kejuaraan Dunia Basket Antar SMA, Tim Basket Sekolah Kharisma Bangsa Dapat Pelajaran Penting Dari Perancis

Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa (putih) sukses jadi kampiun usai menaklukan Paris University Club, 48-35, di laga final Kejuaraan Basket antar SMA, di Paris, Perancis, 6-13 Juli 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa jadi kampiun Kejuaraan Dunia Basket antar Sekolah Menengah Atas (SMA) Divisi 2, di Paris, Perancis, usai menaklukan tim tuan rumah Paris University Club, pada Kamis (12/7). Di partai puncak, Mohammed Aofar Hedyan dan kolega tampil superior, dan menang dengan skor 48-35. Ari Adiska, Juru Racik Tim, mengatakan pada laga final kontra Paris University Club anak didiknya mampu menerapkan kerja sama tim dengan baik. Selain itu, menurutnya, semua pemain cadangan sangat siap dan bisa saling melengkapi. “Team work berjalan baik. Terjalin saling pengertian diantara sesama pemain. Begitu juga dengan pemain bench (cadangan). Mereka sangat siap serta saling melengkapi. Tidak banyak berbuat kesalahan,” ujar Ari, Minggu (15/7). Pelatih berpostur tinggi tegap itu, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain. Ia menyebut beberapa pemain di skuatnya mampu tampil gemilang sejak awal laga hingga ke partai puncak dan meraih juara. “Bila diawal pertandingan stamina jadi bahan evaluasi tim, namun, di final kemarin hal itu bisa kami atasi dengan cara merotasi pemain, meskipun mereka hanya bermain tiga menit, tapi efektif,” ungkapnya. Ia menilai ada beberapa pemain yang penampilannya menonjol seperti Aofar, yang sejak awal bermain sangat bagus. Kemudian Syekhan Manzis Effendy, di awal pertandingan tampil kurang baik, tapi di pertandingan kedua dan terakhir bermain sangat rapi. Lalu, Muhammad Saddam Pandu Sutreisno. Meski posturnya lebih kecil dari teman-temanya, tapi dia banyak melakukan rebound. Tapi, Ari menilai secara keseluruhan semua pemain berjuang, kerja keras, dan bisa mengeluarkam kemampuan yang dimilikinya secara maksimal. Baginya berlaga di Kejuaraan Dunia Basket antar SMA di Paris, Perancis, banyak mendapatkan pelajaran penting bagi dirinya maupun anak didiknya. Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu hingga timnya berlaga Kejuaraan Dunia Basket antar SMA, di Paris, Perancis, selama satu pekan. “Kami banyak pelajaran penting selama di Paris. Salah satunya simple basket. Mereka tidak banyak melakukan drible, tidak gaya-gayaan dalam bermain, dan banyak shooting,” tukasnya. “Meski juara Divisi 2, tapi bagi kami ini sebuah kebanggaan yang sangat besar. Banyak ilmu yang bisa didapat. Apalagi, Indonesia berada diperingkat 113, sedangkan Perancis berada di urutan 2 dunia, di bawah Amerika Serikat. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu sehingga kami bisa berlaga di Kejuaraan Dunia Basket antar SMA, di Paris, Perancis, tahun ini,” pungkasnya. (Adt)

Menang Telak Dari Cakra Sakti, Defense Jadi Catatan Gading Muda U-16

Tim basket putra Gading Muda (putih), menang telak atas Cakra Sakti, 127-18, di GOR Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (12/7). (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim basket putra Gading Muda Kelompok Umur (KU) 16 tahun berhasil meraih kemenangan dari Cakra Sakti (B), pada Kompetisi Bola Basket Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jakarta Barat, Kamis (12/7). Melakoni laga di Gelanggang Olahraga (GOR) Kebun Jeruk, Jakarta Barat, anak asuh Jap Ricky Lesmana itu menang telak dengan skor, 127-18. Sejak awal, skuat Gading Muda memperlihatkan efektivitas dan agresivitas melalui pemainnya. Terlihat jelas hasrat mereka untuk bisa memenangi pertandingan kali ini kontra Cakra Sakti (B). “Kami menang jauh karena lawannya kurang siap. Tapi, tim kami defense masih lemah. Karena tadi beberapa kali ‘kecolongan’ dari tim lawan,” ujar Ricky, pemilik Gading Muda, usai laga. Meski sukses meraih kemenangan, namun Ricky mengungkapkan masih banyak pembenahan yang harus dilakukan. “Ini bukan soal menang dengan skor jauh, tapi ini cara bermain mereka. Defense kami masih jelek, dan harus diperbaiki. Kebetulan lawan tampil kurang baik. laga selanjutnya defense harus diperkuat,” tukas Ricky. (Adt)

Mainkan Laga Final Kontra Paris University Club, Tim Basket Sekolah Kharisma Bangsa Waspadai Center Lawan

Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa (hitam) akhirnya meraih kemenangan atas tim Isso India 2, dengan skor 75-70. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa melaju ke final Play Off B Divisi 2 Kejuaraan Dunia Basket antar Sekolah Menengah Atas (SMA), di Paris, Perancis. Syekhan Manzis Effendy dan kawan-kawan bakal meladeni perlawanan Paris University Club, Kamis (12/7). Keberhasilan tim basket yang bermarkas di Kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan itu, bermain di laga pamungkas setelah meraih 3 kemenangan melawan tim dari India, serta menderita kekalahan dari tim tuan rumah di babak penyisihan. “Meski masuk final di Play Off B Divisi 2, kami tetap memberikan apresiasi pada seluruh pemain. Jadi di penyisihan grup, peringkat 1 dan 2 berhak tampil di Play Off A, sedangkan peringkat 3 dan 4 lolos ke Play Off B Divisi 2, masing-masing diambil 6 tim,” ujar Ari Adiska, juru ramu tim. Laga final Play Off B berlangsung pada Kamis (12/7) pukul 21.00 waktu Paris, atau pukul 03.00 WIB. Ari mengungkapkan pihaknya punya gambaran kekuatan lawan. “Lawan memiliki 2 pemain center yang perlu diwaspadai, sebab memiliki postur besar. Jadi pemain harus bisa menutup jalur passing ke pemain center mereka,” lanjutnya. Pada laga itu, Ari menekankan ke anak didiknya untuk bermain lebih sabar, dan berani untuk mengeksekusi bola. “Kami optimis apalagi pemain sudah bisa bermain seperti di Indonesia. Mungkin kekurangan kami adalah soal stamina dan postur tubuh,” cetusnya. Sebelumnya, skuat basket Sekolah Kharisma Bangsa berhasil mengalahkan tim Isso India 2, dengan skor 75-70. “Sangat menegangkan bertemu wakil India. Karena dia akhir kuarter skornya beda tipis. Saat skor kami menang jauh malah terlalu santai. Mikirnya aman dengan skor seperti itu,” terang Syekhan. Sementara itu, Mohammed Aofar Hedyan, Point Guard, menjelaskan dirinya memiliki tanggung jawab besar mengatur tempo permainan. “Untuk game ketiga kemarin saat lawan India, kami semua bermain bagus. Tapi, kami sedikit lengah untuk defence, dan game ketiga ini bisa menjadi pelajaran bagi tim untuk lebih fokus,” tukas Aofar. (Adt)

Akademi Pelatih Jr.NBA Sambangi Jabar, Gubernur Aher : Peluang Pelatih dan Guru Pelajari Standar Pelatihan NBA

Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat) membuka secara resmi kegiatan Akademi Pelatih Jr.NBA di Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/5). (net)

Jakarta- National Basketball Association (NBA) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bekerjasama menghadirkan Akademi Pelatih Jr. NBA yang akan diadakan di tiga kota. Event ini bakal menjangkau lebih dari 3.000 guru olahraga dari 2.000 sekolah di Jawa Barat. Hal itu dilakukan Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat), dan Jim Wong (NBA Asia Associate Vice President of Marketing Partnerships), di GOR Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/5). Tujuan dari Akademi Pelatih Jr.NBA adalah semakin mengembangkan olahraga basket melalui pelatihan lapangan, penguatan dan pengkondisian tubuh, serta pendidikan basket untuk pelatih dan guru olahraga. Program serupa sebelumnya dilaksanakan di Jakarta dan Yogyakarta. Sementara, Akademi Pelatih Jr.NBA akan dilaksanakan di tiga kota di Jawa Barat yakni Bandung, Cirebon dan Bekasi. “Kami sangat hargai program Akademi Pelatih Jr.NBA, sebagai kesempatan bagi pelatih dan guru olahraga di Jawa Barat mempelajari standar pelatihan NBA di bawah arahan profesional,” ujar Aher, sapaan akrab orang nomor satu di Jawa Barat itu. “Selain itu, program ini akan memberikan dampak positif serta meningkatkan kesadaran anak muda tentang pentingnya gaya hidup aktif dan sehat,” lanjutnya. Sedangkan Jim Wong menyebut kurikulum Jr.NBA menetapkan standar tentang bagaimana seharusnya basket dimainkan dan diajarkan kepada generasi muda. “Melalui Akademi Pelatih Jr.NBA, kami akan memperkenalkan permainan basket kepada ribuan guru olahraga dan membekali mereka dengan pengetahuan untuk dapat memberikan dampak pada kehidupan anak-anak didik mereka,” tuturnya. Para peserta Akademi Pelatih Jr.NBA akan menerima pembekalan guna mendorong dan memfasilitasi para muridnya, termasuk paduan pelatihan dengan kurikulum program di sekolah dan ekstrakurikuler, akses terhadap sumber online di website Jr.NBA, dan peralatan pelatihan dasar. (Adt) Berikut Jadwal Program di Tiga Kota : 1. Tanggal 2-3 Mei 2018 : GOR Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat 2. Tanggal 8-9 Mei 2018 : GMC Basketball Arena, Kota Cirebon, Jawa Barat 3. Tanggal 11-12 Mei 2018 : GOR Basket Patriot Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat

Kampiun Piala Wagub DKI 2018, SMABA Berangkat Ke Kejuaran Basket di Paris Juli Nanti

Juarai Kejuaraan Bola Basket 4x4 Piala Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta 2018, SMABA Siap berangat ke Paris, Perancis. (dok.Kharisma Bangsa)

Jakarta- Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa (SMABA) sukses menjadi kampiun pada Kejuaraan Nasional Bola Basket 4×4 Piala Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta 2018, 11-15 April 2018. Pada partai puncak, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (15/4), sekolah yang berlokasi di Kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten sukses menekuk Tim Basket SMAN 13 Depok, Jawa Barat, dengan skor 28-18. “Kejuaraan itu melibatkan 100 peserta namun yang hadir 64 tim. Mulai babak 32 besar kami belum menemukan kesulitan untuk mengalahkan lawan. Justru lawan yang paling sulit adalah saat semifinal bertemu dengan SMAN 116 Ragunan PPLP DKI Jakarta,” ujar Ari Adiska, Pelatih Basket SMABA, Rabu (18/4). “Sama-sama tahu mereka memang sekolah khusus olahragawan. Jadi pertandingannya juga sangat ketat. Tapi, anak-anak bisa bermain dengan tenang dan sangat smart play. Sehingga bisa menang (28-24) dan melaju ke final,” lanjutnya. Ia menyebut kunci keberhasilan pada Kejuaraan Basket 4×4 Piala Wagub DKI dikarenakan anak didiknya itu mampu menerapkan gameplan dengan baik. “Gameplan berjalan dengan baik, kemudian kami juga bermain secara teamwork, sehingga berhasil menjadi juara setelah mengalahkan SMAN 13 Depok di final,” tukas Ari. Kedepan, Ari mengatakan tim-nya harus berlatih lebih keras, mengingat masih ada kejuaraan yang bakal kembali diikuti anak didiknya tersebut. “Terdekat itu ada NYSN Cup April ini. Dan kami bersiap menghadapi Kejuaraan di Paris, Prancis, pada 6-13 Juli mendatang,” cetusnya. Turnamen di Paris adalah event Kejuaraan Dunia antar SMA. SMABA mendapatkan undangan untuk bisa berpartisipasi. “Sebagai persiapan Kejuaraan di Paris, akan kami gelar training camp selama kurang lebih 2 Minggu mulai 26 Juni, sebelum mereka berangkat ke Paris pada 5 Juli 2018,” tambahnya. “Saat latihan dan training camp itu kami akan buat auranya sudah seperti pertandingan. Sehingga yang tertanam dibenak mereka adalah semangat kompetisi. Jadi saat tampil di Paris sudah tidak kaget saat menghadapi lawan-lawannya,” tutup Ari. (Adt)

Redam Problem Turn Over, Jadi Jimat Babak Final IBL Musim Ini

Pelita Jaya (PJ) Jakarta dan Satria Muda (PJ) Pertamina Jakarta melakoni laga final Indonesian Basketball League (IBL) Pertalite 2017-2018 yang juga ulangan partai puncak musim lalu. (Pras/NYSN)

Jakarta- Event Indonesian Basketball League (IBL) Pertalite 2017-2018 segera masuk fase akhir. Dua tim yakni Pelita Jaya (PJ) Jakarta dan Satria Muda (PJ) Pertamina Jakarta bakal melakoni laga final yang juga merupakan ulangan partai puncak pada musim lalu. “Final tahun ini adalah rematch dari final tahun lalu. Tentu, ekspetasinya tinggi. Ada yang mau revenge, ada yang mau repeat,” tutur Direktur IBL, Hasan Gozali, pada konferensi pers final IBL 2017-2018 di Hotel Santika Premier Slipi, Jakarta, Selasa (17/4). Musim lalu, PJ sukses memutus periode puasa gelar juara mereka yang telah berjalan selama 26 tahun. Skuat besutan Johannis Winar itu tampil sebagai kampiun usai menekuk SM dengan skor 2-1. Menariknya, kemenangan terakhir PJ diraih di markas SM, BritAma Arena, Kelapa Gading. Musim ini, keadaan berbalik. Tak lagi seperti musim lalu, saat PJ hanya mendapat jatah satu laga kandang, kali ini mereka akan tampil di markas sendiri sebanyak dua kali. Berdasarkan jadwal yang dirilis IBL, gim pertama seri final musim ini akan dimainkan di BritAma Arena, Jakarta Utara, pada Kamis (19/4). Sementara itu, gim kedua bakal digelar di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB) pada Sabtu (21/4) Sedangkan gim ketiga akan dimainkan di GMSB, Jakarta Selatan, pada Minggu (22/4), andai diperlukan. Soal kapasitas GMSB yang tak sebesar BritAma Arena, manajemen PJ bakal menggelar nonton bareng di luar venue dengan menggunakan layar besar. Kedua tim pun bertekad mengurangi catatan kesalahan atau turn over (TO) demi mencegah kesempatan lawan mencetak angka pada laga final Indonesian Basketball League (IBL) Pertalite 2017/2018. “Bagi PJ, TO menjadi catatan khusus karena jumlahnya cukup tinggi pada musim reguler. Ddalam persiapan, kami selalu melatih agar tak mudah kehilangan bola dan posisi,” ujar pelatih PJ, Johannis Winar di Jakarta, Selasa (17/4). PJ punya catatan TO terburuk pada musim reguler IBL 2017-2018. Wayne Bradford dkk rata-rata melakukan 16,88 kali kesalahan per laga. “Pemain harus bisa menjaga bola dengan baik karena bola basket itu masalah momentum. Kami harus teliti dan selektif saat mengirim operan,” kata Ahang, sapaan Winar. Jika PJ menjadi yang terburuk untuk masalah TO, maka SM menjadi pencatat TO terburuk kedua musim reguler IBL 2017-2018 dengan 16 kali per laga. Pelatih SM Youbel Sondakh menyebut, itu karena pada musim reguler dirinya beberapa kali melakukan percobaan strategi. Namun, Youbel yakin hal tersebut tak terulang kembali di final karena menurut dia, SM tak lagi dalam masa coba-coba. “Di final, sama seperti play-off, semuanya sudah pasti. Jangan sampai sembarangan menerapkan strategi,” pungkasnya. (Pras)

PJ Pilih GOR Soemantri Jadi Homebase, Final IBL 2018 Bergulir Pekan Depan

Grand final Indonesian Basket League (IBL) 2017/2018, akan mulai berlangsung pada Kamis (19/4) di Britama Kelapa Gading, Jakarta. (instagram)

Jakarta– Babak Final supremasi basket nasional segera berlangsung. Dua tim terbaik telah terpilih untuk melakoni babak Grand Final Indonesian Basket League (IBL) 2017/2018. Satria Muda (SM) Jakarta dari Divisi Merah lolos ke partai puncak dan menantang delegasi Divisi Putih, Pelita Jaya (PJ) Jakarta. Kedua tim akan bertarung dalam format best of three. Game pertama dilaksanakan pada Kamis (19/4), di markas SM, Britama Arena Sportsmall Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dan game kedua dihelat pada Sabtu (21/4) di homebase PJ yang memilih Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GOR Soemantri), Kuningan, Jakarta Selatan, sebagai kandang mereka. Sebelumnya, PJ memakai GOR C’Tra Arena Bandung sebagai markas mereka. Jika skor pada dua game tersebut imbang, game ketiga berlanjut pada Minggu (22/4) yang tetap akan digelar di GOR Soemantri, Kuningan. (Art)

Jadi Host Piala Dunia FIBA 2023, Perbasi ‘Blusukan’ Cari Pemain Lebih Dari 2 Meter

Penampilan Vincent Rivaldi Kosasih, salah satu pemain basket Indonesia yang bertinggi badan di tas 2 meter lebih. (republika.co.id)

Jakarta- Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia Bola Basket 2023, bersama Jepang dan Philipina. Demi menatap gelaran bergengsi itu, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) mencari pemain berpostur di atas 2 meter. “Indonesia sudah lolos sebagai tuan rumah FIBA World Cup 2023. Tapi, tidak langsung lolos sebagai peserta. Karena dianggap harus lebih ditingkatkan level permainan bola basketnya, terutama tinggi tubuh pemain Indonesia,” ujar Danny Kosasih, Ketua Umum PP Perbasi, di Jakarta, Selasa (10/4). “Selain itu, syarat utama untuk bisa main di FIBA World Cup 2023, maka Indonesia harus lolos FIBA Asia 2021, serta bisa mengalahkan Philipina. Itu sangat berat,” sambungnya. Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 63 tahun silam itu, mengungkapkan pihaknya masih terus mencari pemain yang memiliki postur di atas 2 meter. “Saya sudah keliling Indonesia dan maksimal tinggi pemain itu hanya 2 meter. Padahal, kalau kita melihat beberapa negara di Asia para pemain tingginya sudah 2,10 meter atau paling tidak 2,05 meter,” tambah pria yang mulai bermain basket di Klub Kumala Jaya itu. Diakuinya, selama empat bulan lalu, dirinya blusukan mencari pemain dengan postur yang tinggi. Bahkan, ia telah memberikan surat ke Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbasi seluruh Indonesia guna mendapatkan pemain yang dimaksud. “Untuk yang tinggi di atas 2 meter itu memang tidak ada. Maksimal 1,99 meter atas nama Calvin dari Riau. Sebab, kalau pemain center tingginya cuma 2 meter, maka tugasnya hanya sebagai playmaker,” terang pria yang pernah membawa Jawa Tengah juara pada Kejurnas Mini Bola Basket di Jakarta itu. “Jadi mulai Desember ini, Perbasi mulai melakukan gerakan ke Pengprov bahwa nanti pada Kejurnas U-18 setiap tim harus punya pemain yang tingginya minimal 1,90 meter. Tim yang tak punya pemain dengan tinggi 1,90 meter, tidak usah ikut Kejurnas,” tegas pria berkepala plontos itu. Sementara, opsi lainnya, menurut Danny, adalah menaturalisasi pemain asing. Dan, aturan FIBA tentang naturalisasi pemain asing ke Indonesia, sebut Danny, yaitu kebebasan Indonesia untuk mengambil pemain berusia di bawah 16 tahun dari negara manapun. “Kami ingin mencari pemain dari Afrika. Mengapa tidak negara lain? Ya, kalau kami dari Perbasi inginnya mengambil dari Amerika. Tapi, kalau Amerika harganya tidak terjangkau. Apalagi pemain yang umurnya 15 sampai 16 tahun yang bagus, mereka lebih memilih bermain di NBA,” ungkap Danny. Sedangkan George Fernando Dendeng, Kepala Bidang Hukum PP Perbasi, menuturkan Perbasi akan mengikuti aturan hukum Indonesia serta mengikuti aturan FIBA terkait naturalisasi pemain asing. “Nama-nama pemain asing yang akan masuk dalam tim elit itu sudah ada, lebih dari 10 pemain. Keputusan siapa satu atau dua orang yang akan diambil itu ada pada kepala pelatih Perbasi,” papar George tanpa menjelaskan negara asal pemain-pemain itu. Ia menambahkan untuk pemain asing berusia di bawah 16 tahun yang akan masuk sebagai pemain naturalisasi harus sesuai Pasal 20 Undang-Undang (UU) No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. “Jangan sampai Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia FIBA 2023, tapi timnas Indonesia tidak tampil, bisa malu. Ini kesempatan yang baik dan mengapa tidak dimanfaatkan dengan baik,” timpal Danny. (Adt)

Kawal Bakat Muda Potensial, NYSNMEDIA Gelar Turnamen Basket Antar SLTA

NYSN-media-High-School-Basketball-2018-2

Jakarta- Sebagai media olahraga yang menjadi sumber inspirasi dan terpercaya bagi kalangan muda pecinta olahraga, NYSNMEDIA memiliki tanggung jawab besar mengawal bakat-bakat muda potensial di negeri ini. Guna mewujudkan hal itu, media yang berada di bawah naungan PT Nasional Yunior Sportindo Media akan menggelar turnamen basket bertajuk ‘NYSN High School Basketball Cup 2018”. Turnamen yang untuk pertama kalinya dihelat ini berlangsung di Lapangan Basket Sekolah Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Kota Tangerang Selatan, Banten. Turnamen ini bertujuan agar generasi muda memiliki kegiatan positif sekaligus menjadi ajang mencari bibit-bibit muda potensial di cabang bola basket. Dan, peserta kompetisi basket antar SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) ini diharapkan mengedepankan jiwa sportifitas serta persahabatan dan kebersamaan. Selain turnamen basket putra dan putri. Event ini juga diisi kegiatan menarik lainnya, seperti 3 point competition, photo contest, serta awarding yakni untuk MVP Putra, MVP Putri dan Most Favourite Team.

21 Tim SMP Ramaikan Kompetisi Basket Bewustssein Reborn Cup 2018

21 Tim Basket SMP meramaikan kompetisi basket BRC 2018, di SMK Yadika 2, Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat. (Adt/NYSN)

Jakarta- Sebanyak 21 tim basket dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) turut meramaikan kompetisi basket bertajuk “Bewustssein Reborn Cup (BRC) 2018”, yang dihelat di Lapangan Basket, SMK Yadika 2, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kompetisi yang digelar pada 23-29 Maret 2018, terdiri dari 12 tim basket putra dan 9 tim basket putri itu bertujuan sebagai ajang silaturahmi sekaligus menanamkan nilai-nilai positif dalam bidang olahraga. “Event seperti ini memang sudah menjadi agenda sekolah. Kebetulan tahun ini kami menggelar kompetisi basket tingkat SMP. Alhamdulillah, sekolah juga sangat mendukung kegiatan ini,” ujar An’nisa Ruly, Ketua Pelaksana BRC 2018, Selasa (27/3). “Tujuan kami agar mereka bisa bersilaturahmi dengan pelajar dari SMP lain. Selain itu, dengan kompetisi basket ada nilai-nilai positif yang bisa mereka ambil seperti solidaritas dan sportifitas,” sambung siswi kelas 11 Jurusan Akuntansi. Dikatan Ruly, antusiasme pelajar SMP untuk mengikuti kompetisi basket ini cukup tinggi, ditambah pihaknya menggratiskan biaya pendaftaran. “Ketika kami tawarkan kompetisi ini ke sekolah-sekolah SMP, respon mereka sangat baik. Apalagi kami tidak menetapkan biaya pendaftaran. Sebenarnya banyak yang ingin mendaftar, tapi kami punya slot 12 baik untuk tim basket putra maupun putri,” ungkapnya. (Adt)

Masuk Tahun Kelima, Jr. NBA 2018 Kembali Hadir di Indonesia

Sejumlah anak mengikuti selection camp Jr. NBA Indonesia pada 2017 lalu. (kompas.com)

Jakarta- Junior (Jr) NBA, adalah program pembinaan global NBA yang bertujuan memperkenalkan olahraga basket dan gaya hidup aktif anak-anak. Program ini kembali hadir di Indonesia yang memasuki tahun kelima. Program ini diperluas dengan diadakannya coaches clinic (pelatihan bagi guru olahraga) tambahan yang menjangkau lebih dari 5.700 guru olahraga dari 4.600 sekolah di seluruh Jakarta dan Sumatera Selatan (Sumut). Frisian Flag, salah satu merek Royal FrieslandCampina, kembali menjadi mitra penyelenggara program Jr. NBA di Indonesia. Jr. NBA yang dipersembahkan oleh Frisian Flag akan berlangsung hingga Juli 2018. Diharapkan dapat menjangkau lebih dari 12.000 anak laki-laki dan perempuan di lebih dari 200 sekolah di tahun ini. Keutamaan program ini, yakni para peserta akan belajar mengenai pengetahuan dasar olahraga basket dan juga nilai-nilai utama yang diterapkan di Jr. NBA. Seperti nilai Sportmanship (sportivitas), Teamwork (kerjasama tim), a Positive Attitude (sikap positif) dan Respect (saling menghargai). Jr. NBA Indonesia 2018 yang dipersembahkan oleh Frisian Flag akan dimulai dengan coaches clinic dan open clinic (pelatihan terbuka) bagi anak-anak pada 24-25 Maret di Cilandak Sports Center, Jakarta. Serangkaian klinik tambahan itu akan diadakan menjelang Selection Camp pada 21-22 Juli, yang akan memilij 32 anak laki-laki dan 32 anak perempuan terbaik usia 10-14 tahun mengikuti serangkaian penilaian karakter dan keterampilan yang selanjutnya akan turut berpartisipasi dalam National Training Camp pada 27-29 Juli 2018. National Training Camp, yang akan dihadiri oleh pemain atau legenda NBA serta menghadirkan program kepedulian sosial NBA Cares. Puncak dari program ini adalah terpilihnya delapan anak laki-laki dan delapan anak perempuan berbakat, yang nantinya akan dinobatkan sebagai Jr. NBA Indonesia 2018 All-Stars. Sementara, anak-anak terpilih ini akan berkesempatan merasakan pengalaman unik bersama NBA di luar negeri, bersama dengan teman-teman dari negara di Asia Tenggara lainnya pada akhir tahun ini. (Adt)

Delapan Klub Ikut Kompetisi Basket Putri , Dukungan Sponsor Masih Minim

Salah satu pemain klub bola basket putri Flying Wheel Makassar tengah beraksi. (srikandicup)

Jakarta- Terpisahnya pertandingan basket putri dan putra, membuat pihak penyelenggara kompetisi bola basket putri profesional Indonesia, Srikandi Cup, terkendala pada minimnya dukungan sponsor. “Jika ada sponsor yang berani memberi dukungan dana, pasti kemasan Srikandi Cup lebih menarik. Dan memancing animo masyarakat datang menonton,” jelas Deddy Setiawan, Koordinator Srikandi Cup, pada Senin (12/3). Ia mengungkapkan untuk menggelar Srikandi Cup disatu kota, pihak penyelenggara wajib mengeluarkan dana sebesar Rp 200 juta, sementara target gelaran ini dilaksanakan di empat kota (Makassar, Surabaya, Jakarta, Cirebon). “Di satu kota kami gelar Srikandi Cup ini, kurang lebih mengeluarkan bujet Rp 200 juta. Sedangkan target kami berputar di empat kota, totalnya itu Rp 800 juta,” tambahnya. Ia menyebut bila 90 persen tim yang bersaing di kompetisi bola basket putri didukung secara personal, dan hanya tim basket Merah Putih (MP) yang didukung Samator (perusahaan gas industri terbesar di Indonesia). “Saya piker, tim yang didukung secara personal agak sulit untuk bertahan. Jadi memang butuh dukungan dari perusahaan yang memang peduli dengan kemajuan olahraga nasional,” cetusnya. Adanya kerjasama dengan TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menayangkan kompetisi bola basket putri diharapkan menambah popularitas kompetisi, sehingga bisa mengundang sponsor. “Apalagi seri ketiga Srikandi Cup di Jakarta, persaingan makin ketat. Harapannya kompetisi ini juga mendapat dukungan dari semua media,” paparnya. Kompetisi bola basket putri Indonesia kasta tertinggi, Srikandi Cup, yang diikuti delapan klub basket putri dari berbagai daerah telah memasuki seri ketiga. Seri pertama dihelat di Makassar (Sulawesi Selatan), dan seri kedua di Surabaya (Jawa Timur). Sedangkan seri ketiga digelar di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, 19-24 Maret 2018. (Adt)

Resmi Gandeng Klub Basket, Samator Aktif Tingkatkan Prestasi Olahraga Nasional

Rachmat Harsono, Wakil Direktur Utama Samator Group (kedua dari kanan) dalam sesi jumpa pers terkait dukungan kepada tim bola basket putri Merah Putih Samator. (Adt/NYSN).

Jakarta- Setelah sukses mencetak pemain unggulan dalam cabang bola voli bersama Polri (Kepolisian Republik Indonesia), kini Samator Group, perusahaan gas industri terbesar di Tanah Air, mulai merambah ke cabang bola basket, dengan menggandeng klub bola basket putri Merah Putih (MP) Samator Jakarta. Samator bakal melakukan pembinaan dan pelatihan hingga menghasilkan atlet-atlet berbakat yang diharapkan bisa membawa harum nama Indonesia kedepan. “Samator berkomitmen penuh memajukan olahraga Indonesia. Kami kini membina cabang voli dan basket. Untuk voli, kami dan Polri bersama-sama melakukan perekrutan pencarian bakat dan memberikan fasilitas dan kenyamanan yang layak,” ujar Rachmat Harsono, Wakil Direktur Utama Samator Group, di Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (12/3). “Dan jika mereka tidak aktif bermain lagi, mereka bisa memilih mau bergabung dengan institusi Polri atau bekerja di Samator Group. Jadi masa depan mereka lebih terjamin. Begitupun dengan cabang basket Merah Putih Samator Jakarta,” sambungnya. Ia menambahkan bentuk dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas putra-putri bangsa yang memiliki bakat dan mendorong minat masyarakat dalam olahraga. Dengan cara ini, Rachmat meyakini generasi muda dapat terbebas dari narkoba dengan menjunjung tinggi hidup sehat, sportivitas, dan sikap bela negara. “Bola voli sudah. Sekarang waktunya mengembangkan prestasi basket. Pokoknya segala aktivitas yang positif dan memberikan manfaat bagi para atlet dan bangsa, ya kami dukung. Semoga lewat basket khususnya tim MP Samator Jakarta, kami bisa membantu meningkatkan prestasi olahraga nasional,” ucap Rachmat. Di tempat yang sama, Rudy Khowara, Ketua Perkumpulan Merah Putih Samator, turut mengapresiasi dukungan yang diberikan Samator. “Kami berterima kasih sekali dengan Samator yang mau mendukung tim MP Samator Jakarta, baik dari finansial maupun support untuk mengikuti Srikandi Cup (Kompetisi Basket Putri) musim ini,” terang Rudy. (Adt)

Kompetisi Basket Putri Srikandi Cup Seri 3 Siap Digelar, Persaingan Makin Kompetitif

Tim Basket Merah Putih Samator Jakarta siap menatap seri ke-3 Kompetisi Basket Putri Srikandi Cup. (Adt/NYSN)

Jakarta- Perhelatan Kompetisi Basket Putri Srikandi Cup Seri 3 bakal segera bergulir di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, 19-24 Maret 2018. Deddy Setiawan, Koordinator Srikandi Cup, mengatakan musim ini kompetisi basket putri yang dijalankan berlangsung cukup sengit dan kompetitif. Ia menyebut delapan tim putri yang berlaga di Srikandi Cup, semuanya akan menunjukkan kemampuan terbaiknya dan menuju ke jenjang prestasi kedepan. “Seri ini jadi penentuan akhir sebelum masuk ke Play Off di pertengahan April nanti. Beberapa tim juga berbenah dengan menambah amunisi pemain baru,” ujar Deddy di Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (12/3). Ia berharap Kompetisi Basket Putri Srikandi Cup Seri 3 ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. “Kami juga berharap Samator bisa berkontribusi membantu prestasi olahraga nasional, salah satunya membantu Kompetisi Srikandi Cup musim depan,” tambahnya. Sementara itu, Rudy Khowara, Ketua Perkumpulan Merah Putih (MP) Samator, mengungkapkan jelang seri ke-3, tim-nya telah melakukan persiapan yang matang dan mengevaluasi segala kekurangan pada seri sebelumnya. “Mohon doa-nya saja, semoga Merah Putih Samator Jakarta bisa meraih hasil yang lebih baik lagi di seri ke-3. Dan lolos masuk fase Play Off April nanti,” tegasnya. Disisi lain, Nina Yunita Nurman, Pelatih Merah Putih Samator, mengungkapkan pada Seri ke-3 ini persiapan tim-nya bakal lebih intensif, dibanding dua seri sebelumnya di Makassar (Seri 1) dan Surabaya (Seri 2). “Kendala kami soal inkonsistensi dan cedera pemain, serta statistik yang buruk. Pada seri ke-3 ini kami fokus untuk melatih akurasi para pemain. Apalagi sebelumnya para pemain kami jarang kumpul bersama, karena ada yang di Bandung dan Jakarta,” cetusnya. Terkait target, Nina tak mau sesumbar. Ia berharap tim-nya mampu menaikkan peringkat yang diraih pada seri sebelumnya. “Target dari petinggi tim, masuk final. Kalau dibilang berat ya berat. Tapi yang penting bisa memperbaiki peringkat. Seri pertama kami peringkat 3, di seri kedua kami peringkat empat. Semoga tim bisa memberikan hasil yang terbaik pada seri ke-3 ini,” papar Nina. (Adt) Pool A: 1. Surabaya Fever 2. Merah Putih Samator 3. Sahabat Semarang 4. Flying Wheel Makassar Pool B: 1. Merpati Bali 2. Tenaga Baru Pontianak 3. Generasi Muda Cirebon 4. Tanago Friesian

Komunitas Basket Tangerang Ramaikan Playmaker Signature Dunk 4 on 4

Even Kejuaraan Bola Basket Playmaker Signature Dunk 4 on 4 di Tangerang. (Prast/NYSN.com)

Jakarta- Sejumlah komunitas basket di wilayah Tangerang turut meramaikan persaingan di ajang Playmaker Signature Dunk 4 on 4, yang digelar di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Tangerang, Banten, Sabtu (3/3). Arry Ardhian, Head of DNA Production, mengatakan kompetisi basket 4 lawan 4 ini digelar di tiga kota besar yakni Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), dan DKI Jakarta. “Khusus untuk Jakarta itu ada tiga tempat, di Tangerang 1 tempat, dan Bekasi 1 tempat,” ujarnya. Ia melanjutkan para pemenang di setiap regional kembali bertanding di partai pamungkas pada pertengahan Maret mendatang. “Nanti dalam 1 regional akan diambil dua pemenang. Jadi untuk wilayah Jakarta, Tangerang dan Bekasi, akan ada 10 tim yang bertanding di partai final,” sambungnya. “Kami juga sediakan hadiah berupa uang tunai untuk para pemenang. Juara satu Rp 8 juta, juara dua Rp 6 juta, dan juara tiga Rp 3 juta,” urainya. Kedepan, Arry berharap kompetisi basket 4 lawan 4 ini dapat digelar dengan skala yang lebih besar lagi. “Kami ingin jumlah peserta lebih banyak lagi. Juga area-nya ditambah, tidak hanya Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jakarta saja. Mungkin nanti bisa juga digelar di Sumatera,” paparnya. Sementara, Rao Reynaldi, Event Departement PT Gudang Garam Tbk, menjelaskan kompetisi basket 4 lawan 4 ini menjadi wadah bagi mereka yang memiliki bakat dan kemampuan dalam bermain basket. “Sebenarnya mereka memiliki kualitas, namun wadahnya memang masih kurang. Nah, dengan adanya kompetisi ini mereka bisa menyalurkan bakatnya dalam bermain basket,” terang Rao. Selain kompetisi basket 4 lawan 4, ajang ini juga diisi dengan kegiatan menarik lainnya seperti freestyle challenge, coaching clinic, fun games, bazar dan musik. (adt)

Persiapan Matang, Gading Muda Incar Juara U-12 Turnamen Pengkot JakBar

Klub Gading Muda U-12 sedang berlatih jelang Turnamen Perbasi Pengkot Jakarta Barat. (Prast/NYSN.com)

Jakarta-Klub Basket Gading Muda memasang target juara pada Kejuaraan Basket U-12 Pengurus Kota (Pengkot) Perbasi, Jakarta Barat (Jakbar), di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Kebon Jeruk, Jakarta Barat, 3 Maret – 11 April 2018. Christian, Manajer U-12, mengatakan guna menghadapi kejuaraan ini, anak didiknya melakukan persiapan sejak Agustus 2017. Ia mengaku persiapan tahun ini jauh lebih serius dibanding tahun lalu. “Kami ikuti beberapa kompetisi untuk mencari jam terbang. Jadi untuk kejuaraan kali ini sangat siap. Dan, harapannya jauh lebih baik dari tahun lalu. Tahun lalu U-12 itu peringkat ke-2 .Niatnya tahun ini finalis lagi,” ujar manajer yang akrab disapa Kentung itu, Jumat (2/3). Belajar dari tahun lalu, ia mengungkapkan tim-nya terkendala pada persiapan. Sebab, terjadi transisi di sektor kepelatihan. “Saat itu pelatih harus resign, sebab ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Lalu ada pelatih baru sehingga transisi waktunya sangat pendek untuk persiapan,” sambungnya. “Tahun ini, persiapan sudah dari Agustus tahun lalu, semoga jauh lebih baik dan ikatan dengan anak-anak sudah ada. Pelatih juga tahu kapasitas tim kami seperti apa,” tambah pria bertubuh gempal itu. Terkait, peta persaingan, ia menyatakan juara tahun lalu, tim Rockstar Gym Blitz masih menjadi ancaman serius bagi tim-nya. “Rockstar Gym Blitz tetap menjadi saingan untuk tim kami. Selain itu, ada Indonesia Falcons dan Cakra Sakti,” sambungnya. Dengan waktu yang tersisa sebelum menghadapi pertandingan, Kentung menjelaskan saat ini timnya lebih menekankan kepada suasana pertandingan. “Kalau ketemu penjagaan dengan preasure yang ketat, kami harus antispasi dengan kecepatan. Kalau lawan punya postur yang besar-besar, ya kami antipasi jangan sampai mereka main lambat,” tutupnya. (adt)

Point Guard Legendaris Indonesia, Mario Wuysang Putuskan Untuk Pensiun

Jakarta- Point guard legendaris Indonesia Mario Wuysang memutuskan pensiun dari timnas usai SEA Games 2017. Sehingga, Pelatih tim nasional bola basket putra Indonesia, Fictor Roring memastikan tidak akan memanggil Wuysang untuk skuad Asian Games 2018. Menurut lansiran dari Tempo.co, Fictor menghormati keputusan dan tidak memaksa Wuysang untuk mengikuti ajang Asian Games 2018 tersebut. Salah satu alasan lainnya usia pemain legendaris basket Indonesia tersebut sudah 38 tahun. Menurut Ito, sudah saatnya posisi Mario Wuysang sebagai point guard timnas digantikan oleh pemain 25 tahun, Andakara Prastawa Dhyaksa. Sebelumnya tahun 2015, Xaverius Prawiro pernah menolak panggilan timnas Indonesia, yang saat itu dilatih juga oleh Fictor Roring, untuk berlaga di SEA Games, Singapura. Tahun 2013 akhirnya dipanggil Fictor kembali untuk turnamen uji coba jelang Asian Games 2018. Posisi point guard timnas saat ini akhirnya jatuh pada Andakara Prastawa Dhyaksa yang  dibantu oleh guard veteran Xaverius Prawiro. Berdasarkan lansiran dari tempo.co, Andakara Prastawa menjadikan Wuysang sebagai motivasi, tidak ada beban dengan status pengganti point guard legendaris. “Mario Wuysang itu berperan vital di timnas dan menjadi panutan point guard muda di Indonesia. Kalau bisa saya ingin lebih dari dia,” kata Prastawa yang dikutip NYSN Media dari Tempo.co.   “Marilah kita kenang Mario sebagai legenda bola basket Indonesia,”  Fictor Roring. (Tempo.co)  

Josephine Nikita, Atlet Basket Termuda Di PON 2016

basket-Josephine-Nikita

Josephine Nikita merupakan salah satu atlet basket termuda yang mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 2016 lalu. Ia bersama tim Jawa Barat berhasil menduduki peringkat 4. Bagi gadis asli Bandung, Jawa Barat ini bukan sebuah masalah menjadi pemain termuda bahkan ia bisa menambah pengalaman dari senior yang sudah lebih dulu menekuni basket. “Waktu PON, aku kan paling muda di tim. Jadi, aku dapat banyak pengalaman dari senior-senior sih,” tukas Nikita. Siswa kelas 12 di SMA Bintang Mulia, Bandung, mengaku tak mudah menjadi seorang atlet dan juga pelajar. Meski tak mendapatkan keringanan dari sekolah, ia tetap semangat mengejar pelajaran. Bahkan, ia harus menambah waktu setelah pulang sekolah untuk ulangan susulan dan sebagainya. “Duka menjadi atlet itu kalau sudah bolos sekolah gara-gara tanding, jadi banyak susulan. Untuk tugas sih gak dikasih keringanan. Tetap ngejar sama kayak murid lain. Selama ini sih gak ada masalah buat ngejar pelajaran. Jadi, harus lebih rajin saja sih,”ungkapnya Nikita yang lahir pada 25 Juli 2000 menyukai basket sejak dibawa sang orangtua yang juga atlet basket Sea Games untuk bermain di lapangan basket. Meski pada awalnya malu-malu bermain basket, Nikita pun semangat mengikuti basket ketika bergabung dalam klub basket Tunas. “Papa Mama atlet basket yang ikut Sea Games. Dari awalnya gara-gara Papa dan Mama terus masih malu-malu ikut latihan di Tunas soalnya paling kecil sendiri. Awalnya Cuma latihan di pinggir lapangan pas latihan. Sampai akhirnya diajak sama 1 pelatih dan terus ikut latihan setiap Minggu,”ucap gadis yang genap berusia 17 tahun Sebagai salah satu atlet wanita di Indonesia, Nikita pun memiliki pandangan tentang perkembangan basket di Indonesia. Menurutnya, basket wanita di Indonesia bisa dikatakan mundur dilihat dari pertandingan yang sudah jarang untuk pebasket wanita di Indonesia. “Buat pemain putri professional malah mundur. Soalnya Wome’s Indonesian Basketball League (WIBL) kan sudah gak ada. Kayak event tertinggi di Indonesia buat cewek sudah gak ada, cumin mereka sekarang hanya bikin cup sendiri gitu,”tutupnya.(put)

Ikut Seleksi Asian Games 2018, Sophie Bertemu Sang Idola

Sophia Rebecca Adventa (no.9) saat tampil dalan event Loop 3x3 pada 2017.

Sophia Rebecca Adventia atau yang akrab disapa Sophie menjadi salah satu atlet basket yang mengikuti seleksi untuk Asian Games 2018. Gadis cantik berusia 16 tahun ini telah mengikuti tahap pertama seleksi yang akan diumumkan Februari mendatang. Saat mengikuti seleksi, ia tak menyangka tampil bersama sang idola, Helena. Helena Tumbelaka atau Helena Maria Elizabeth, adalah shooting guard klub Merpati Bali. Selain piawai tampil di posisi Small Forward, perempuan kelahiran Mei 1992 dan bertinggi 166 cm berat 50kg, juga berparas cantik. “Aku sempat ngefans sama Kak Helena pas aku umur 12 tahun. Eh kemarin kesempatan main bareng pas seleksi asian games 2018. Wah seneng banget, nervous, kaget juga soalnya gak tahu Kak Helena bakal ikut seleksi juga,” ujar Sophie. Prestasi Sophie perlu diacungi jempol. Ia sempat menjadi Most Valuable Player (MVP) dalam beberapa turnamen seperti DBL 3X3 2017, Kejuaraan Nasional 2015 dan masih banyak lagi. Siswa SMAN 28 Jakarta ini, pada mulanya tak menekuni basket hingga ia bergabung dalam Bintang Muda Basketball Academy. “Awalnya aku memang sudah suka olahraga dari TK. Sebelum basket, aku main badminton golf sama renang. Tapi aku gak betah soalnya itu olahraganya perseorangan. Jadi pas kelas 4 SD, Papa masukin aku ke club basket Bintang Muda, soalnya dekat rumah dan waktu itu Papa denger dari temennya bahwa club basketnya juara 1 di wilayah barat,”tutur gadis yang menyukai LeBron James dan Kevin Durant Menjadi atlet memang tak jauh dari kata lelah. Sophie pun mengalami hal yang sama dan sudah menjadi resiko sebagai seorang atlet. “Selama proses latihan buat persiapan bertanding itu cape banget. Aku diwajibkan Papa latihan sendiri di rumah, skipping penguatan shooting dribbling. Kadang kalau aku capek abis sekolah, temen aku lagi jalan-jalan atau tidur, aku harus latihan. Tapi duka yang paling mendukakan sih, pas kalah di babak final,”ungkapnya Namun, dibalik duka itu, Sophie merasa basket di Indonesia sudah sangat maju, melihat berbagai turnamen dari segala usia yang rutin dipertandingkan bahkan hingga mencapai tingkat internasional. Tak hanya itu, berbagai sekolah juga menerima beasiswa untuk atlet berbakat. “Atlet-atlet yang berprestasi di basket juga dapat kemudahan masuk sekolah lewat jalur prestasi seperti aku. Tapi di universitas masih sedikit jalur prestasinya. Seperti UI, karena aku sebenarnya pengen banget masuk Fakultas Hukum UI lewat jalur prestasi,”tutupnya