Rajai Nomor Men Junior BMX Park, Ahmad Farhan Ingin Jadi Atlet Nasional Go Internasional

Kejuaraan Nasional bertajuk ‘BMX Freestyle National Championship 2018’, diikuti 50 peserta dari Tanah Air, dan dihelat di BSD Extreme Park, Tangerang, Banten, 27-28 Juli. (Rizal/NYSN)

Tangerang- Ahmad Farhan asal Serang, Banten, sukses merajai nomor Men Junior BMX Park pada kejuaraan nasional bertajuk ‘BMX Freestyle National Championship 2018′, di BSD Extreme Park, Cisauk, Tangerang, Sabtu (28/7). Di partai pamungkas, siswa SMAN 5 Serang, Banten itu meraih medali emas usai membukukan skor 303,3. Ia menyingkirkan pesaing terberatnya Muhammad Ridwan (Kuningan, Jawa Barat) yang harus puas meraih perak usai mencetak skor 293,7. Dan, medali perunggu menjadi milik Muhammad Azril (Kabupaten Bandung, Jawa Barat) dengan skor 253. “Alhamdulillah bisa menang. Tidak sia-sia latihanya selama ini. Apalagi dipertandingan hari ini lawan cukup berat, terutama Ridwan, karena dia punya skill sangat baik dan trik-triknya juga bagus. Ini pertama kali juga buat saya ikut kejuaraan nasional seperti ini,” ujar pemuda kelahiran Serang, Banten, 1 November 2001 itu. Demi meraih prestasi yang lebih tinggi, Farhan menegaskan akan terus berlatih secara intensif. Tak hanya itu, ia berharap dimasa depan bisa rutin berlaga di kompetisi tingkat internasional. “Pasti latihan lebih keras agar terus mendapat medali. Semoga menjadi atlet nasional, dan berlaga di kompetisi bukan saja nasional tapi internasional. Karena pingin banget mengharumkan Indonesia dari olahraga BMX ini,” tukas Farhan. (Adt) Hasil BMX Freestyle National Championship 2018  Under 16 (U-16): 1. Aditya Pratama, Bekasi, Jawa Barat (338,9) 2. Daffa Atha, Medan, Sumatera Utara (235,06) 3. Ikdan Anugrah, Serang, Banten (223,8) Men Junior BMX Flatland : 1. Teja Ardika Winata, Medan, Sumatera Utara (333,7) 2. Anto Ingdrianto, Kuningan, Jawa Barat (315,8) 3. Adrian Dwi Pradipta, Depok, Jawa Barat (312,08) Men Elite BMX Flatland : 1. Januar Susanto, Jakarta (350,8) 2. Heru Awari, Banten (341,7) 3. Sopian, Bekasi (340,1)

Semarang Tuan Rumah ASEAN School Games 2019, Indonesia Masukan Cabor Pencak Silat

Indonesia memasukkan pencak silat sebagai cabang olahraga pilihan dalam gelaran ASEAN School Games (ASG) pada Juli 2019, di kota Semarang, Jawa Tengah. (tempo.co)

Jakarta- Gelaran ASEAN School Games (ASG) 2018 resmi ditutup oleh Dato’ Menteri Besar Selangor Amirudin bin Shari, di ICC Selangor, Malaysia, pada Kamis (26/7). Penutupan sekaligus ditandai dengan penyerahan bendera kejuaraan dari perwakilan ASG kepada Mulyana (Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga/Kemenpora), sebagai perwakilan Indonesia pelaksanaan ASG berikutnya. Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) akan menjadi tuan rumah kejuaraan khusus pelajar di kawasan Asia Tenggara pada bulan Juli 2019. Pada ASG 2018, tim Indonesia sukses mengoleksi 31 emas, 36 perak, dan 31 perunggu, melampaui target awal sedikitnya 26 emas. Hasil itu membuat Indonesia duduk diposisi runner up, sedangkan tuan rumah Malaysia sebagai juara umum dengan raihan 37 emas, 34 perak, dan 31 perunggu. Pada edisi ke-11 pelaksanaan ASG 2019 di Semarang, mempertandingkan cabang olahraga yang hampir sama dengan ASG di Selangor, Malaysia. Namun, sebagai tuan rumah, Indonesia berhak memasukkan satu cabang olahraga pilihan. Syaratnya, harus sesuai dengan aturan yang harus dipenuhi. Rencananya sembilan cabang akan dipertandingkan di ASG 2019 yakni atletik, bola voli, basket, bulutangkis, tenis meja, tenis, sepak takraw, dan renang. Hal ini disampaikan Washinton, Asisten Deputi Pembibitan dan Ilmu Pengetahuan serta Teknologi Kemenpora. “Nanti ada satu cabang pilihan tuan rumah. Kami memilih pencak silat. Dan, pilihan ini sudah diterima oleh calon negara peserta ASG 2019,” ujar Washinton disela-sela penutupan, Kamis (26/7). Pada ASG 2018, Malaysia memasukkan squash sebagai cabang pilihan. Alhasil, Negeri Jiran tampil dominan dengan mengoleksi 6 emas, 5 perak, dan 1 perunggu. Meski bisa memilih cabang olahraga yang nanti akan dipertandingkan, namun Washinton mengungkapkan bila nomor pertandingan tak boleh lebih dari sepuluh. Komplek Olahraga Stadion Jatidiri, Semarang, dipastikan sebagai venue pusat pelaksanaan ASG 2019, serta beberapa lokasi lain sesuai kebutuhan. Mulyana menjelaskan persiapan pelaksanaan ASG 2019 telah dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Tengah, maupun pemerintah kota Semarang. Sebagai tuan rumah ASG 2019, Indonesia diharapan mampu menjadi juara umum. Pada event yang sama di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) 2012, pasukan Garuda Muda harus puas menjadi runner up di bawah Thailand. Indonesia justru menjadi juara umum pada ASG 2015, saat pelaksanaan dihelat di Negeri Jiran, Brunei Darussalam. “Intinya semuanya siap mendukung. Kami ucapkan selamat datang para peserta di Indonesia,” tegas Mulyana. (Adt)

Tiba di Jakarta, PB Wushu Indonesia Janjikan Bonus untuk Juara Dunia Junior Usai Asian Games 2018

Tim wushu Indonesia telah tiba di Jakarta, usai bertanding dari kejuaraan dunia junior Brasil dan mampu meraih dua emas, 10 perak dan tujuh perunggu. (Antaranews)

Jakarta- Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) menjanjikan bonus bagi peraih emas pada event 7th World Junior Wushu Championships atau Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-7 di Brasil, 9 – 16 Juli, sebagai apresiasi atas prestasi yang diraih. Data yang dihimpun media dari PB WI di Jakarta, Rabu (18/7) malam, pada kejuaraan dunia itu, Indonesia yang berkekuatan 20 atlet meraih dua medali emas, sepuluh perak dan tujuh perunggu. Untuk emas berhasil diraih Jevon Lionel Koesmoyo dari nomor Taijiquan B, dan Lawrence Dean Kurnia di nomor Daou Shu C. Wakil Ketua Umum I PB WI, Andi S, mengaku sangat bangga dengan hasil para atlet wushu yang tampil di kejuaraan dunia wushu junior itu. Hal itu menunjukkan proses regenerasi atlet berjalan dengan baik.”PB merencanakan bonus, yang akan diberikan bersamaan dengan bonus, dari atlet yang sukses meraih medali Asian Games,” katanya. Menurut Andi, wushu merupakan salah satu cabang olahraga yang diandalkan oleh Indonesia. Ini dibuktikan dari berbagai kejuaraan internasional, saat tim wushu Indonesia meraih medali emas. Saat kejuaraan wushu disiplin sanda di Moskow, Rusia pada 16-20 Februari 2018, tim Merah Putih merebut tiga emas, dua perak, dan satu perunggu. Sebelumnya, pada Kejuaraan Dunia Wushu ke-14 di Kazan, Rusia 28 September-3 Oktober 2017 dengan diikuti sebanyak 60 negara, Indonesia mampu mengumpulkan satu dua emas, 10 perak, dan tujuh perunggu. Capaian itu membuat Indonesia berhasil menempati posisi sembilan di kejuaraan itu. PB WI terus memacu semangat para atlet binaannya agar tetap menjadi kebanggaan bagi seluruh bangsa Indonesia. Latihan dengan benar menjadi kunci untuk meraih prestasi tinggi. Masa depan atlet juga sudah ditetapkan. “Mereka adalah pelapis kedua untuk tim wushu Indonesia. Kami akan rutin evaluasi peformanya,” jelas Andi. Sementara, Sekretaris Deputi III Bidang Pemberdayaan Olahraga Syamsudin mengatakan pemerintah juga mengapresiasi keberhasilan para atlet wushu yang sukses mengharumkan nama Indonesia di Brasil. “Pihak Kemenpora akan berkoordinasi terlebih dengan PB WI terkiat apresiasi penghargaan atlet muda wushu Indonesia ini,” tegasnya. (Ham)

Sandang Juara Dunia, Percasi Siap Kirim Pecatur 10 Tahun Samantha Edithso ke Turnamen Internasional

Samantha Editsho, pecatur cilik asal Bandung, Jawa Barat, merupakan atlet catur nomor satu di dunia, untuk kelompok umur U-10, berdasarkan Elo Rating.(pepnews.com)

Jakarta- Usianya baru 10 tahun, namun prestasinya sudah gemilang. Bukan lagi di tingkat nasional, tapi level dunia. Ia adalah Samantha Edithso. Pecatur belia asal Bandung, Jawa Barat (Jabar), yang menyandang gelar juara dunia FIDE World Rapid Cadet Championship 2018, kategori usia (U) 10 tahun, di Minsk, Belarusia. Saat berlaga di Negara Eropa Timur itu, Samantha tak terkalahkan oleh lawan-lawannya, pada kejuaraan yang berlangsung 9 babak Sistem Swiss itu. Dalam sembilan partai yang ia mainkan ia sukses mengumpulkan 8,5 poin. Satu-satunya hasil remis atau imbang, didapatnya saat mengalahkan Afruza Khamdamova, dari Uzbekistan di babak ketiga. Padahal, prestasi Afruza tak bisa dianggap remeh, karena bergelar WCM, yang juga merupakan FIDE World School Chess Championship 2017. Tapi, ini bukanlah satu-satunya prestasi yang diukir Samantha. Sebelumnya, ia meraih medali emas catur kilat, di ajang Asian School Championship G-17 Blitz 2017, di Panjin, Provinsi Liaoning, China. Hebatnya, di ajang yang diikuti 400 pecatur dari 23 negara itu, gadis cilik berparas menggemaskan ini mengalahkan pesaing beratnya, yakni pecatur asal Filipina, WFM Doroy Allaney Jia. Samantha juga merupakan atlet catur nomor satu di dunia, untuk kelompok umur U-10, berdasarkan Elo Rating. Awalnya, Samantha ditemukan oleh Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) saat mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur pada 2016. Samantha yang kala itu masih berumur 8 tahun, mulai terlihat bakatnya karena saat mengikuti Kejurnas tersebut, dan turun di kategori kelompok umur 12 tahun. Menanggapi hal ini, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Besar (PB) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), Kristianus Liem berpendapat Samantha memang memiliki bakat yang mampu bersaing dengan atlet-atlet dengan kelompok usia lebih tua darinya. Usianya yang masih muda bukan menjadi penghambat untuk bermain bagus. “Mainnya bagus. Untuk level usia 17 tahun Indonesia saja, dia mainnya bersaing dan menjadi runner up,” ucap Kristianus. Prestasi sensasional Samantha menjadi sebuah kebanggaan bagi Indonesia. Prestasi Samantha seolah melanjutkan estafet para seniornya sejak Utut Adianto, Susanto Megaranto, hingga Irene Kharisma Sukandar. “Indonesia kembali punya juara dunia sejak 1989 atas nama Irwin Irnandi (juara dunia catur kelas junior di aguadilla, Puerto rico). Itukan putra. Tapi, kini kami punya yang putri,” ujar Kristianus, Selasa (17/7). Diakuinya, pihaknya melakukan pembinaan pada Samantha sejak 2016. Bahkan, menghadirkan pelatih kelas dunia untuk anak didiknya itu. “Kami akan terus kirim Samantha bertanding di berbagai turnamen di Asia dan dunia. Pada 1-9 Agustus, ia ikut Asian Youth Chess Championship. Dan kami naikan kategorinya yakni U-12 tahun,” lanjutnya. “Pada November nanti, ia kami kirim mengikuti nomor catur klasik di Spanyol. Saat di Belarusia itu, Samantha turun di nomor catur cepat. Harapannya, skill yang dimiliki Samantha tetap terjaga, dan terus meningkat,” pungkas Kristianus. (Adt)

Remaja 14 Tahun Asal Jawa Timur, Rebut Emas Kejuaraan Dunia Wushu Junior di Brasil

Remaja 14 tahun asal Surabaya, Jawa Timur, Jevon Lionel Koeswoyo, yang turun pada nomor Taijiquan B, merebut medali emas dalam Kejuaraan Wushu Dunia Junior 2018 di Brasilia, Brazil. (Humas PB Wushu Indonesia)

Jakarta- Tim Wushu Indonesia berhasil merebut satu medali emas, empat medali perak, dan lima medali perunggu dalam 7th World Junior Wushu Championships atau Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-VII 2018 di Brasilia, Brasil, 9 hingga 15 Juli Medali emas Tim Wushu Indonesia, dalam keterangan tertulis Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), pada Sabtu (14/7), dipersembahkan oleh remaja 14 tahun asal Surabaya, Jawa Timur, Jevon Lionel Koeswoyo, yang turun pada nomor Taijiquan B. “Alhamdulillah, sementara ini, tim telah mengumpulkan satu medali emas, empat perak dan lima perunggu,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto. yang juga Ketua Umum PB Wushu Indonesia. Airlangga optimistis atlet-atlet wushu Indonesia mampu memberikan penampilan yang terbaik dan dapat menambah perolehan medali. PB Wushu Indonesia mengirimkan 20 atlet wushu junior yang terdiri dari 12 atlet taolu (jurus) dan 8 atlet sanda (tanding). “Mereka adalah atlet-atlet hasil Kejuaraan Nasional Senior dan Junior Piala Raja 2019 di Yogyakarta, pada Maret,” ujarnya. Selain emas, Jevon juga merebut medali perak pada nomor Taiji. Tiga medali perak lain diraih oleh Nadya Permata pada nomor Changquan, Joyceline pada nomor Jianshu, dan Nadya Permata nomor Ginshu A. Lima medali perunggu diperoleh Thalia Marvelina pada nomor Gunshu, Nelson Louis pada nomor Jianshu, Patricia Geraldine pada nomor Jianshu, Ahmad Gifari pada nomor Tombak, dan Joyceline pada nomor Nanquan B. “Tim wushu junior ini akan menjadi cikal bakal pelapis tim senior yang ada sekarang. Kami memberikan kesempatan kepada atlet-atlet junior untuk menimba pengalaman dalam kejuaraan dunia agar tidak ada kesenjangan antara junior dengan senior,” ujar Airlangga. Airlangga mengatakan wushu menjadi salah satu cabang olahraga yang dapat diandalkan oleh Indonesia. Dalam kejuaraan wushu disiplin sanda di Moskow, Rusia pada 16-20 Februari 2018, tim Merah Putih merebut tiga medali emas, dua perak, dan satu perunggu. Sebelumnya pada Kejuaraan Dunia Wushu ke-14 di Kazan, Rusia pada 28 September-3 Oktober 2017 yang diikuti 60 negara, Indonesia mampu mengumpulkan satu medali emas, empat perak, dan satu perunggu. Prestasi ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-4 dengan menurunkan 15 atlet, yang terdiri dari 9 atlet Taoli dan 6 atlet tarung. PB Wushu Indonesia, lanjut Airlangga, akan terus memacu semangat para atlet binaannya agar tetap menjadi kebanggaan bagi seluruh bangsa Indonesia. “Sebagai tuan rumah Asian Games 2018, kami harus sukses dalam penyelenggaraan dan prestasi. Wushu akan menjadi salah satu cabang andalan untuk mendulang emas,” katanya. (Ham)

Ternyata Ini Tiga Olagraga Peninggalan Islam

Islam menganjurkan penganutnya untuk berbadan sehat. Salah satunya dengan berolahraga, seperti berenang, berkuda, dan memanah. Banyak Muslim tidak menyadari betapa besarnya kontribusi Islam di masa lalu bagi pengembangan olahraga. Dalam kata Arab Olahraga disebut riyadhah. Menarik untuk dicatat bahwa kata yang sama digunakan untuk matematika dan tasawuf. Melatih tubuh, pikiran, dan jiwa merupakan tujuan Olahraga dalam Islam. Islam tidak membolehkan olahraga yang menyebabkan para pemain terluka, seperti gladiator dan sejenisnya.  saat muslim sampai di kota Spanyol, Istanbul, Sisilia dan belahan dunia lainnya yang memilik olahraga yang melukai pemainnya, para muslim menghentikan semua olahraga tersebut. Berikut Tiga olahraga peninggalan Islam yang perlu di ketahui : Catur Menurut buku sejarah dan sastra, catur sangat terkenal di kalangan elite muslim masyarakat Arab. Bertahun-tahun yang lalu catur menjadi salah satu bagian sejarah penting di sepanjang era Muslim. Pangeran, khalifah, penu lis, ahli bahasa, penyair, dan dokter, menguasai permainan catur. Kalangan elite yang menyukai  olahraga catur termasuk pendiri dinasti Ayyubiyah, Salahudin al-Ayubi, khalifah Harun ar- Rasyid, al-Mu’tadi, al-Mu’taz, dan penyair Miti bin Iyas. Adapun saat itu wanita muslim yang pandai bermain catur, yaitu Arib al-Ma’muniyya. Beberapa sejarawan mengata kan bahwa dia adalah anak perempuan Jafar al- Barma ki. Memanah Nabi Muhammad dikenal sebagai pemanah andal. Tiga busurnya masih tersimpan di museum Top- kapi di Istambul. Dalam praktik memanah, area antara garis tembak dan target dianggap suci. Seseorang harus cermat dan pandai menyiasati keadaan sebelum melepaskan anak panah. Tentu saja seorang pemanah harus mampu mengukur arah angin dan ketepatan sasaran tembak. Pertimbangan yang cermat dan tepat akan menentukan kemana anak panah akan menancap. Kung Fu Muslim Proses islamisasi berlangsung dalam penyelenggaraan seni bela diri di negara-negara Muslim Asia Tenggara. Kung fu di kalangan umat muslim Cina mudah terlihat di Qing Zhen Siatau kuil suci dan kebenaran (masjid). Masyarakat di dalamnya berkomunikasi dengan bahasa Arab. Kalimat bismillah akan digunakan untuk memulai sebuah tindakan, bukannya membungkuk atau berteriak Kiai, seperti yang orang Jepang lakukan untuk membangkitkan semangat. Kungfu dipraktikkan oleh Muslim Hui dan menjadi bagian dari kuri kulum, kehidupan sosial, dan kehidupan madrasah mereka, terutama saat perayaan Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, dan Maulid Nabi. Komunitas Hui berkumpul di halaman Masjid untuk perayaan dan dihibur oleh demonstrasi dan pameran Wu Shu setelah shalat. Ternyata tiga olahraga di atas yang eksis saat ini merupakan peninggalan para kaum muslim. Sungguh tak di sangka, apakah diantara olahraga di atas merupakan favorit Sobat Muda NYSN? Sumber: Republika.co.id

Turnamen Junior Golf Championship 2018 Berakhir, Menpora : Wajib Digelar Tiap 3 Bulan Sekali

Menpora Imam Nahrawi berharap turnamen golf Piala Menpora khusus junior, dapat kembali digelar secara rutin. (Adt/NYSN)

Jakarta- Turnamen golf bertajuk ‘Piala Menpora-PAGI Junior Golf Championship 2018’, yang pertama kalinya digelar di Emeralda Golf Club, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada 25-28 Juni, resmi ditutup Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, berharap turnamen golf khusus junior dapat digelar secara rutin. Selain itu, menurutnya, ajang ini merupakan kesempatan emas bagi masa depan golf tanah air. “Terima kasih PAGI (Perkumpulan Akademi golf Indonesia), PB PGI (Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia), sponsor, peserta, dan orang tua yang terlibat dalam acara yang menjadi kesempatan emas untuk masa depan golf Indonesia. Turnamen junior ini sudah menjadi konsentrasi yang membanggakan bagi semua,” ujar Imam pada Kamis (28/6). Imam yang didampingi Chandra Bhakti (Asisten Deputi Olahraga Prestasi Kemenpora), Mudjo Suwarno (Ketua PAGI), dan I Gusti Putu Gede (Wakil Sekretaris Jenderal PB PGI), menyebut Indonesia memiliki lapangan golf terbanyak di Asia, seharusnya diiringi dengan membaiknya prestasi golf tanah air di level Asia, bahkan dunia. “Saya berharap kepada PB PGI agar dapat me-manage keadaan ini dengan baik. Saya juga meminta kepada PAGI agar turnamen dan kompetisi berjalan 3 bulan sekali.Apalagi ada pembiayaan dari CSR (Corporate Social Responsibility) pengelola lapangan golf. Tentu kami akan mensupport itu semua,” terang menteri berusia 44 tahun itu. Turnamen khusus junior itu dibagi kedalam 4 kelompok umur putra dan putri Junior (9 -18 tahun), da diikuti 112 peserta dari seluruh pelosok Indonesia dan beberapa klub, ditambah beberapa peserta dari luar seperti Malaysia,Thailand, Amerika dan Abudhabi. Turnamen prestasi ini juga terdaftar dalam agenda turnamen PB PGI, dan resmi masuk kalendar turnamen World Amatir Golf Ranking (WAGR). Menurut, Purboyo Adi Purnomo, Ketua Panitia ‘Piala Menpora-PAGI Junior Golf Championship 2018’, mengatakan pihaknya akan membuat event turnamen Junior Golf Championship 2018 lebih bersifat open. “Nanti juara dari Junior Golf ini mendapatkan hal-hal yang bisa menjamin masa depannya seperti beasiswa (golf dan sekolah umum). Semoga tahun depan lebih meriah lagi,” tuturnya. Sedangkan Putu Gede, mengaku sangat bangga serta mendukung turnamen dalam rangka mencari bibit atlet bertalenta golf usia dini. “Ini adalah ajang pencarian bakat-bakat untuk golf. Karena golf bukan lagi olahraga mahal tergantung kita memilihnya,” cetus Putu. Disisi lain, saat ini, terang Putu, PB PGI bersiap melakukan try out maupun try in sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games 2018, pada 18 Agustus – 2 September mendatang. “Semoga prestasi yang baik yang telah ada dapat dipertahankan, sehingga apa yang menjadi target pemerintah yakni 10 besar di Asian Games dapat tercapai,” pungkasnya. (Adt)

Bersaing Di Ajang East Asia Cup 2018, Timnas Bisbol Indonesia Incar Gelar Juara

Menpora Imam Nahrawi saat melepas Timnas baseball Indonesia mengikuti ajang East Asia Cup 2018, di Hongkong, 24 Juni mendatang. (Kemenpora)

Jakarta- Semakin dekatnya event Asian Games 2018, sejumlah cabang olahraga (cabor) terus memaksimalkan persiapan. Salah satunya adalah bisbol. Timnas bisbol Indonesia di bawah asuhan Lukmanul Hakim, bakal melakoni uji kemampuan di ajang East Asia Cup 2018, di Hongkong, pada 24 Juni mendatang. Andika Monoarfa, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi), menyebut East Asia Cup 2018 menjadi uji coba terakhir menuju pesta olahraga terbesar negara-negara se-Asia, pada 18 Agustus – 2 September mendatang. Meski bersifat uji coba, namun ia berharap Timnas bisbol putra Indonesia meraih hasil maksimal di turnamen itu. “Kalau disini (East Asia Cup 2018) kami ingin meraih gelar juara. Tapi, kalau di Asian Games, untuk bisa juara sangat sulit. Minimal lolos babak penyisihan grup terlebih dahulu,” ujar Andika, Jumat (22/6). Pada ajang di Hongkong, tuan rumah Hongkong dan Thailand bakal menjadi lawan terberat skuat Merah Putih. Sebab, kedua negara tersebut memiliki rangking dunia lebih baik dari Indonesia. Selain itu, Hongkong dan Thailand memiliki materi pemain dengan kualitas di atas rata-rata pemain Indonesia. Sementara, negara lainnya yang menjadi pesaing Indonesia yakni Singapura dan Filipina. Senada, target meraih podium pertama juga diungkapkan Lukman. Ia mengungkapkan bila anak didiknya itu memiliki catatan bagus saat berhadapan dengan Hongkong. “Target juara itu sangat masuk akal. Saya bersyukur pengurus memberikan kami kesempatan untuk melakukan program pelatihan jangka panjang,” tambahnya, sebab turnamen itu sekaligus menjadi ajang kualifikasi menuju Asia Cup. “Sehingga dengan begitu kami punya cukup waktu untuk bisa meningkatkan kemampuan para pemain, sebelum nantinya menghadapi sejumlah ajang internasional,” tukas Lukman. (Adt)

Bawa Nama Indonesia, Tim Garuda Baseball Softball Club (GBSC) U-10 Raih Runner Up Kejuaraan Asia Pacific 2018 di Filipina

Tim Bisbol Indonesia U-10 yang diwakili tim Garuda Baseball Softball Club (GBSC), meraih poisisi runner up di PONY Baseball and Softball Asia Pasific di Filipina. (istimewa)

Tanauan City- Menjelang penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang pada bulan Agustus, olahraga Indonesia mendapatkan kabar gembira. Tim Bisbol Indonesia usia 10 tahun kebawah (U-10) berhasil meraih juara kedua, pada turnamen bisbol Protect Our Nation Youth (PONY) Baseball and Softball Asia Pasific, di Tanauan City, Filipina, pada 31 Mei-2 Juni 2018. Meski lolos ke final, namun Tim Indonesia yang terdiri dari 14 atlet cilik tersebut gagal membendung serangan dari Filipina. Tim tuan rumah akhirnya keluar sebagai juara pertama dan mendapat satu tiket ke kejuaraan dunia bisbol usia 10 tahun, di Amerika Serikat, pada Agustus mendatang. Irsyad Prawiradilaga, pelatih kepala Tim Bisbol Indonesia U-10 mengatakan jika dirinya sangat bangga terhadap para prestasi atlet cilik Indonesia atas raihan yang dicapainya pada kejuaraan kali ini. “Perjuangan yang ditunjukan oleh atlet Indonesia sangat luar biasa, terutama pada pertandingan final. Mereka bermain dengan semangat juang yang tinggi meskipun lawannya adalah tim yang kuat,” tambah Irsyad. Tim Indonesia U-10 kali ini diwakili oleh Garuda Baseball Softball Club (GBSC), yang sukses jadi kampiun pada kejuaraan PONY wilayah Indonesia U-10 February lalu, dan mewakili Indonesia pada kejuaraan Asia Pasifik. Febry Darmansyah, Ketua Umum GBSC menjelaskan tim GBSC yang bertanding di Filipina merupakan tim masa depan Indonesia. “Semoga dengan prestasi menjadi juara kedua ini, dapat memacu mereka untuk lebih giat berlatih dan meraih hasil maksimal di kemudian hari,” tutur Febry. Pada akhir Juni nanti, tim Indonesia U-12, U-13 dan U-16 akan berlaga di Kejuaraan Asia Pacific, di Korea Selatan dan Filipina. Ketiga tim yang mewakili Indonesia juga berasal dari Garuda Baseball Softball Club (GSBC). (art)

Punya Venue Boling Terbaik Di Dunia, Jadi Motivasi Atlet Penuhi Target Dua Emas Asian Games 2018

Menpora Imam Nahrawi meresmikan Jakabaring Boling Center di Jakabaring Sport City, yang menjadi venue boling termegah dan terbaik di dunia. (Kemenpora)

Palembang- Venue Jakabaring Boling Center di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), merupakan salah satu yang termegah dan terbaik di dunia. Keberadaan venue ini diharapkan menjadi motivasi para atlet boling Indonesia untuk memenuhi target dua medali emas Asian Games 2018. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mengatakan fasilitas itu akan menjadi daya dorong mencetak prestasi terbaik. “Saya konsen tembus 10 besar atau 16 medali emas. Dua di antaranya dari boling,” ujar Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (30/5). Arena boling ini merupakan hibah dari Asia Pulpen & Paper (APP) Sinar Mas. Dengan memiliki arena terbaik di dunia, Imam menegaskan para atlet juga harus menciptakan prestasi maksimal. Selain itu, ia meminta masyarakat khususnya di Sumsel untuk mendoakan para atlet yang berlaga di pesta olahraga terbesar negara-negara se-Asia pada Agustus-September mendatang. “Sumsel adalah provinsi yang menjadi salah satu tuan rumah Asian Games. Saya harap seluruh masyarakat Sumsel juga ikut mendoakan Asian Games agar berjalan sukses,” tutur menteri berusia 44 tahun itu. Sementara, Saleh Husin, Manajer Direktur Sinar Mas, mengungkapkan pihaknya sebagai mitra official Asian Games 2018 akan memberikan kontribusi terbaik melalui berbagai bentuk dukungan dan salah satunya pembangunan Jakabaring Boling Center. Jakabaring Boling Center memiliki luas bangunan sekitar 4.200 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 2,8 hektar. Arena ini memiliki 40 line, dan menjadi jumlah terbanyak dari rata-rata boling center lainnya yang hanya memiliki 20-30 line. Sedangkan total anggaran yang dialokasikan APP Sinar Mas dalam membangun Jakabaring Boling Center senilai Rp 27 miliar. “Kami bangga karena bisa ikut mensukseskan Asian Games. Ini adalah bagian komitmen kami untuk ikut memajukan olahraga di Indonesia,” tukas Saleh. (Adt)

Olahraga Mahal? Inilah 4 Fakta Unik Olahraga Anggar

Anggar

Apakah #SobatMudaNYSN tau tentang olahraga Anggar? Mungkin masih kurang akrab dengan salah satu cabang olahraga ini. Anggar merupakan ilmu beladiri yang dibekali dengan senjata. Lalu berkembang menjadi senibudaya olahraga dengan mengandalkan keterampilan dalam memanfaatkan kelincahan tangan menggunakan senjata yang menutamakan pada teknik kemampuan seperti memotong, menusuk atau menangkis senjata lawan. Pada zaman dahulu Anggar merupakan satu cabang olahraga yang diajarkan di sekolah – sekolah Eropa untuk melatih keahlian dalam menggunakan senjata tajam. Saat ini Anggar menjadi salah satu cabang olahraga resmi yang dipertandingkan di berbagai kejuaran. Namun ternyata ada beberapa fakta Unik soal cabang olahraga anggar yang wajib diketahui lho. Seragam Berwarna Putih Di antara cabang olahraga lainnya, anggar memiliki warna standar baju yang berbeda. Baju cabang olahraga ini menggunakan seragam berwarna putih dan terbuat dari sutra. Enggak heran kalau baju anggar terlihat lebih mewah. Olahraga Mewah Bukan hanya karena seragamnya yang berwarna putih dan terbuat dari sutra, anggar juga dikatakan sebagai olahraga mewah karena harga peralatan mainnya yang mahal, mulai dari penutup kepala hingga pedang yang digunakan harganya cukup menguras kocek. Saking mahalnya, akhirnya beberapa orang membuka penyewaan peralatan dan baju anggar. Pedang Anggar Pedang anggar ternyata telah mengalami modifikasi siring berjalannya waktu, lho. Dulu, anggar terkenal di Indonesia sejak masa penjajahan Belanda. Rakyat Indonesia tidak menggunakan pedang, tapi bamboo runcing, keris, dan tombak. Seiring berjalannya waktu dan melalui proses panjang, akhirnya olahraga anggar mengalami banyak perubahan. Pedang dalam permainan anggar dimodifikasi lebih ringan, ramping, dan tidak terlalu tajam. Bagian atas dan bawah juga dibuat sedemikian rupa sesuai fungsinya untuk menyerang dan menangkis. Bagian depan pedang sengaja dibuat tumpul, agar tidak melukai lawan saat tertusuk. Pedang yang sekarang digunakan saat ini pun tidak seperti pedang perang masa penjajahan pada masa dulu. Penutup Kepala yang Unik Seragam anggar semakin unik dengan tambahan penutup kepala seperti helm. Penutup kepala ini hampir mirip seperti penutup kepala di olahraga baseball. Fungsi penutup kepala adalah sebagai pelindung wajah dari serangan lawan dan desainnya sengaja dibuat tertutup rapat untuk menghindari cidera akibat goresan pedang. Sumber: cewekbanget.grid.id, etc.

Raih Perunggu Di Kejuaraan Dunia Panahan di Shanghai, Indonesia Sejajar China

Xiamen- Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia Panahan 2018 di Shanghai, China, berhasil meraih medali perunggu, lewat duet Diananda Choirunisa dan Riau Ega Agata. Keduanya menyabet medali perunggu di nomor recurve beregu campuran, dari rilis Konsulat Jenderal RI di Shanghai, Xiamen, China pada Senin (30/4). Diananda dan Ega berhasil mengalahkan ganda campuran Amerika Serikat, Brady Ellison dan Khatuna Lorig, dengan skor 6-0. Sebelum menggondol perunggu, Diananda-Ega menyudahi perlawanan dua pasangan campuran lainnya dari Italia dan Prancis, masing-masing dengan skor 5-1 dan 6-2. Namun, langkah Diananda-Ega terhenti di babak semifinal pasca ditaklukkan tim terkuat dunia, Korea Selatan. Pada kejuaraan dunia ini, Indonesia mengirimkan 14 atlet panahan yang selama ini juga dipersiapkan untuk ajang Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. “Satu medali perunggu yang diraih atlet Indonesia ini cukup membanggakan karena kejuaraan dunia ini diikuti 300 atlet dari 46 negara,” kata Konsul Jenderal RI untuk Shanghai, Siti Nugraheni Mauludiah. Korea Selatan tampil sebagai juara umum dalam kejuaraan tersebut dengan meraih tiga medali emas dan dua perak. Sementara tuan rumah China, hanya meraih satu medali perunggu, sama dengan prestasi yang dicatat oleh Indonesia dalam Shanghai 2018 Archery World Cup itu. (Adt)

Jelang Asian Games 2018, Cabor Anggar Gelar West Java International Fencing Championship 2018

PB Ikasi menggelar Kejuaraan Internasional di Sentul, Bogor, yang bertajuk West Java International Fencing Championship 2018. (bolasport.com)

Jakarta- Paska menggelar kejuaraan berskala provinsi bertajuk Sirkuit Anggar Jawa Barat, Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) kembali mengadakan kejuaraan anggar. Event ini ialah West Java International Fencing Championship 2018, di Wisma Padepokan Voli, Sentul, Bogor, pada 28-29 April. Ajang ini diadakan dalam rangka meramaikan kegiatan menjelang Asian Games 2018. Selain itu, ajang ini juga berguna mengakrabkan komunitas anggar di Indonesia, maupun Asia Pasifik. Beberapa tim dari negara Asia Pasifik berpartisipasi, seperti Singapura, Malaysia, Brunei dan Taiwan. “Dengan semakin bertambah dalam jumlah partisipasi negara yang hadir. Tim-Tim dari Korea Selatan, Irak, Hongkong, Japan, China adalah yang sangat diperhitungkan di Asia,” ujar Asyanti Rozana Thalib, Ketua Pelaksana Kejuaraan West Java International Fencing Championship 2018, Sabtu (28/4). Kehadiran atlet asing tentu saja menjadi nilai penting dan kesempatan besar bagi atlet Indonesia. Para atlet dapat bertemu dan mencoba langsung kelebihan atlet-atlet dari negara lain. Selama ini, hanya sebagian kecil atlet Indonesia yang sempat merasakan pertandingan di luar negeri. Untuk itu pun mereka harus mengeluarkan biaya sendiri guna menambah jam terbang dan mengasah kemampuan pada kejuaraan terbuka di negara lain. Beberapa klub dan Pengprov juga bahkan telah menyiapkan sejumlah atletnya. Secara umum West Java International Fencing Championship 2018 mempertandingkan tiga nomor, yakni Foil, Epee dan Sabre. Pembagian kategori usia yang diperlombakan meliputi kategori usia 12 tahun (U-12), usia 14 tahun (U-14), serta kelompok senior/open dan veteran kelompok umur 50 sampai dengan 59 tahun. (art)

Masih Seleksi Banyak Pemain, Sofbol Putri dan Baseball Putra Siapkan Try Out ke Korsel

Ketua Umum PB Perbasasi, Andika Monoarfa merencanakan agenda Try Out ke Korea Selatan untuk Timnas Sofbol Putri dan Timnas Baseball Putra. (rayapos.com)

Jakarta– Ketua Umum PB Perbasasi, Andika Monoarfa mengatakan rencananya atlet Timnas sofbol putri dan Timnas baseball putra, akan menjalani try out (TO) ke Korea Selatan, pada awal Juni. “17 atlet akan berangkat bersama lima ofisial, totalnya 22 orang. Ini bukan ikut turnamen, tapi kerjasama dengan Federasi sofbol Korea Selatan, dan ini tahun ketiga,” kata Andika di Lapangan Softball Gelora Bung Karno, Senayan, Jumat (26/4). “Setiap tahun kami mengirim tim, dan mereka kirim tim ke sini. Semacam sister city, konsepnya berlatih bersama,” ujar Andika. “Kami berlatih bersama dan mencoba kekuatan masing-masing,” tuturnya lagi. Di Korea Selatan, ujarnya, Timnas sofbol putri dan baseball putra bakal melakoni proses TO selama tiga minggu. “Para atlet yang akan ke Korsel, baru selesai TC tahap I, dan seleksi Tahap I di lampung. Dan TO terdekat untuk baseball putra, pada bulan Juni,” sebutnya. Namun, pria 39 tahun ini mengaku tengah terkendala problem skuad utama Timnas, karena jumlah seleksi pemain mencapai 50 orang. “Belum waktunya di TO kan ke luar negeri, sebab yang berangkat cuma 24 orang. Sentralisasi 30-35 orang, yang desentralisasi hampir 50 orang,” sambungnya, Selain itu, Andika menjelaskan, jika baseball sudah cukup lama tak bertanding, dalam event internasional. “Makanya kami melakukan seleksi per minggu. Dan kami punya grafik data pemain. Saat pemain ada yang underperform, ya langsung keluar,” ucapnya. “Yang bertahan di camp itu 1-30 terbaik, andai ternyata ada yang underperform, peringkat 31 naik ke camp,” pungkasnya. (art)

Takluk Dari Singapura, Sofbol Putra Indonesia Peringkat Keempat Piala Asia 2018

Timnas sofbol putra Indonesia gagal tampil di babak Grand pada Asian Men’s Softball Championship 2018, usai takluk dari Singapura 3-10. (akurat.co)

Jakarta- Timnas sofbol putra Indonesia gagal tampil di babak Grand pada Asian Men’s Softball Championship 2018 (Sofbol Piala Asia) 2018. Pada pertandingan page system bawah yang digelar di Lapangan Sofbol Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat (27/4) siang, Lucky Fidel dkk dikalahkan Singapura dengan skor telak 3-10. Indonesia pun harus puas di peringkat keempat, dari hasil 5 kali menang dan 4 kalah dalam 9 penampilan. Pada pertandingan pertama, Kamis (26/4/) pagi, Timnas terpaksa harus mengakui ketangguhan Thailand dengan skor tipis 3-4. “Thailand bisa mencuri menang karena pemainnya tampil pantang menyerah. Kali ini, anak-anak tampil di bawah form dan batting tak maksimal,” kata Asisten Pelatih sofbol putra Indonesia, Leonard Djarkasih yang dihubungi usai pertandingan. Pada laga kedua yang digelar siang, Timnas mampu bermain maksimal menaklukkan India dengan skor telak 8-1. Sementara itu, Tim Sofbol Jepang yang diunggulkan meraih gelar juara tampil tak terkalahkan dalam 7 pertandingan. Dan, Tim Sofbol Filipina meraih 7 kemenangan dan sekali kalah. “Perjuangan anak-anak sudah maksimal. Posisi di peringkat empat sudah cukup bagus. Kami harus akui Singapura jauh lebih siap menghadapi pertandingan page system,” kata Djarkasih, panggilan akrab Leonardus Djarkasih. Ketua Umum Perbasasi Andika MY Monoarfa mengatakan menempati peringkat keempat, itu tak terlalu mengecewakan karena sesuai target. Menurutnya, kegagalan dikarenakan kurangnya waktu persiapan. “Mereka hanya punya 13 hari untuk berlatih,” kata Andika. Hasil Piala Asia tahun ini pun akan segera dievaluasi untuk mempersiapkan tim sofbol putra jadi lebih baik. Tim yang ada sekarang, kata Andika, bakal diterjunkan ke SEA Games 2019 di Filipina. Persiapan menuju ajang itu akan dilakukan di Piala Asia Tenggara di Thailand, pada Juli nanti. “Target jangka panjang adalah SEA Games 2019. Target kami juara. Setelah Piala Asia ini, para atlet akan istirahat, pulihkan stamina dan kembali lagi berlatih. Semoga dengan waktu lebih panjang, bisa dapat hasil terbaik di Thailand,” pungkas Andika. Perjalanan Timnas memang sempat terseok-seok di babak penyisihan. Tim Merah Putih memastikan tiket ke page system setelah mengalahkan Chinese Taipei dengan skor 5-1 pada pertandingan, Jumat (27/4) pagi. Pada pertandingan terakhir, Sabtu (28/4), Singapura akan menghadapi Filipina yang ditaklukkan Jepang dengan skor 0-6. Pemenang hasil pertandingan Singapura melawan Filipina akan menghadapi tim unggulan Jepang dalam pertandingan Grand Final. Sedangkan tim yang kalah langsung berada di peringkat ketiga. (art)

Turnamen JAPFA Grandmaster and Women Grandmaster 2018, Dua Pecatur Tuan Rumah Lolos Babak Pertama

Fidle Master (FM) Priasmoro Novendra (kaos hitam) mengalahkan pecatur Filipina, GM Gonzales Jayson dalam JAPFA Chess tournament, di Solo, Kamis (26/4). (tribunnews.com)

Solo- Satu poin berhasil diraih oleh dua pecatur Indonesia dalam JAPFA Grandmaster and Women Grandmaster Chess tournament 2018, babak pertama yang diadakan di Solo Paragon Hotel, Solo. Poin dicetak Fide Master (FM) Novendra Priasmoro dan Women International Master (WIM) Lestari Baiq Vina. Menurut Ketua Bidang Pembinaan PB Percasi, Kristianus Liem, raihan poin ini amat berharga untuk menjadi modal meraih gelar lebih tinggi. Liem menjelaskan, untuk babak pertama Indonesia meraih hasil yang cukup bagus. Dua dari 12 wakilnya dari kategori putra dan putri, berhasil meraih kemenangan. Dirinya menilai hasil tersebut bisa dipertahankan sampai babak selanjutnya. “Di babak pertama ini, diharapkan dapat poin yang terbaik. Ini menjadi poin baik, mengingat lawan yang dihadapi pecatur Indonesia, memiliki gelar yang lebih tinggi,” urainya, Kamis (26/4). Dalam pertandingan babak pertama, di kategori putra, Novendra berhasil mengalahkan pecatur Filipina, GM Gonzales Jayson. Sedangkan untuk wakil putri, Lestari berhasil mengalahkan Women International Master (WIM) asal Serbia, Blagojevic Tijana. Ia menjelaskan, saat ini Novendra memang dalam kondisi bagus. “Sebelumnya ia juga juara di Bangkok Open, dengan raihan nilai 8 poin, dari sembilan babak yang digelar,” jelas Liem. Liem berharap, performa terbaik dari Novendra ini bisa tetap dipertahankan sampai kejuaraan rampung digelar. “Kami sengaja mengundang para pecatur kelas dunia dalam kejuaraan ini. Tujuannya untuk meningkatkan prestasi dari para pecatur Indonesia,” tutur Liem yang juga Ketua Panpel turnamen. Diakuinya, secara rating pecatur Indonesia rata rata secara rating gelar memang masih di rendah dibanding pecatur luar negeri yang menjadi lawannya. “Sehingga di atas kertas mereka (pecatur luar negeri) lebih kuat,” tandas Liem. Dalam pertandingan catur, atlet yang menang mendapatkan satu point, seri nilainya ½ dan kalah nol. Point yang diperoleh nantinya diakumulasi dan yang paling tinggi keluar sebagai juara. Turnamen berlangsung ½ kompetisi sehingga mereka saling bertemu. JAPFA Grandmaster and Women Grandmaster Chess tournament 2018, juga menjadi ajang pecatur Indonesia untuk menaikkan gelarnya dari Fide Master (FM) ke Internasional Master (IM) dan Grand Master (GM). “Namun, jika kalah maka ratingya juga dipertaruhkan karena akan kehilangan point,” lanjutnya. Gelar Grand Master ratingnya minimal harus mencapai 2.500, Internasional Master minimal mencapai 2.400 dan Fide Master minimal 2.300. Sementara untuk kelompok WGM ratingnya minimal 2.300, WIM rating minimal 2.200 dan WFM 2.100. Rating yang akan dicapai para pecatur bakal ketahuan, setelah seluruh pertandingan selesai. (art)

Pecatur 19 Tahun Ini, Bidik Gelar Turnamen Grandmaster 2018 di Solo

FM Novendra Priasmoro membidik gelar juara di JAPFA GM dan WGM Turnmen Catur 2018 di Solo, Jawa Tengah, 25 April - 1 Mei. (bangkokchess.com)

Jakarta- Turnamen catur internasional JAPFA Grandmaster (GM) dan Woman Grandmaster Chess (WGM) 2018, resmi dibuka oleh (Plt) Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, di Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/4). Pembukaan turnamen catur internasional yang untuk kedua kalinya itu ditandai dengan pemukulan gong oleh (Plt) Gubernur disaksikan Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto dan Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo. Dalam sambutannya Utut mengatakan, kota Solo memiliki banyak pecatur berbakat yang bisa ditingkatkan prestasinya. “Peluang untuk menjadi Grandmaster itu selalu ada,” katanya. “Masyarakat Solo supaya tertarik masuk klub catur sehingga ke depan akan melahirkan grandmaster- grandmaster baru,” katanya. Turnamen Grandmaster telah dimulai dengan mempertandingkan babak pertama dan akan berakhir pada 1 Mei 2018. Pertandingan berlangsung selama 11 babak dengan sistem setengah kompetisi. Pecatur muda Indonesia yang belum lama ini menjuarai turnamen catur internasional Bangkok Terbuka di Thailand, FM Novendra Priasmoro, mengaku siap untuk berlaga di JAPFA Grandmaster 2018 di Solo, Jawa Tengan dan merebut gelar juara. “Saya siap dan akan berjuang merebut gelar juara di Solo nanti,” kata Novendra di Jakarta, Selasa, yang akan ikut turnamen internasional Grandmaster 2018 yang dimulai 25 April hingga 1 Mei di kota Bengawan, atau juga dikenal sebagai kota industri batik itu. Dikatakan pecatur berusia 19 tahun itu, dirinya harus waspada untuk menghadapi para pecatur asing yang rata-rata bergelar grandmaster, dalam turnamen Grandmaster itu. “Mereka semua pecatur hebat kelas dunia, saya tetap harus waspada,” katanya. Selain Novendra, PB Percasi yang menjadi penyelenggara, juga menurunkan beberapa pecatur muda putra dan putri, dan tidak ketinggalan juga GM Susanto Megaranto yang juga akan menjadikan event ini sebagai pemanasan jelang Olimpiade Catur ke-34 di Batumi, Georgia, pada September tahun ini. Sementara itu, peserta turnamen dari luar negri, termasuk pecatur AS kelahiran Tashkent, Uzbekistan , GM Timur Gareyev yang dikenal pemegang rekor catur buta yang dibuatnya di Universitas Nevada, Las Vegas pada 3 Desember 2017. Saat itu, Gareyev dengan mata tertutup di atas sepeda statis, mampu memainkan catur melawan 48 orang dengan hasil menang 35 papan, tujuh remis, dan kalah enam papan. Selain itu juga akan ikut bertanding pecatur nomor sembilan dunia asal China GM Ma Qun yang memiliki rating 2645. Sedangkan di bagian putri pecatur WGM Keti Tsatsalashvili dari Georgia, dan tiga dari Serbia yaitu WIM Tijana Blagojevic dari Montenegro yang membela bendera Serbia, serta WIM Mila zarkovic, akan dihadapi para pecatur putri Indonesia. Utut berharap para pecatur bisa mengasah ketrampilan mereka dengan menjajal para pecatur top dunia itu. “Kecuali untuk Susanto, ini menjadi ajang pemanasan dia untuk ke Olimpiade Catur di Georgia nanti,” katanya. (art) Daftar pecatur asing dan nasional Turnamen JAPFA Grandmaster dan Woman Grandmaster  2018 Putra: 1. GM Jayson Gonzales (Filipina) 2. GM Nguyen Anh Dung (Vietnam) 3. GM Ma Qun (China) 4. GM Timur Garayev (AS) 5. IM Kevin Goh Wi Ming (Singapura) 6. GM Anton Demchenko (Rusia) 7. GM Susanto Megaranto (Indonesia) 8. FM Novendra Priasmoro (Indonesia) 9. IM Sean Winshand Cuhendi (Indonesia) 10. IM Muhammad Lutfi Ali (Indonesia) 11. WGM Medina Warda Aulia ( Indonesia) 12. FM Yoseph Theoligus Taher (Indonesia) Putri: 1. IM Alina Lami (Rumania) 2. WGM Keti Tsatsatvili (Georgia) 3. WGM Janelle Mar Frayna (Filipina) 4. WGM Anda Safranska (Prancis) 5. WIM Tijana Blagojevic (Serbia) 6. WIM Mila Zarkovic (Serbia) 7. WIM Dewi AA Citra (Indonesia) 8. WFM Umi Fisabilillah (Indonesia) 9. WIM Chelsie Monica Sihite (Indonesia)

Usai Dicukur Jepang, Indonesia Gasak Singapura 8-2 dalam Kejuaraan Sofbol Piala Asia

Timnas Indonesia (merah) sukses menekuk permainan Singapura dengan poin 8-2, pada event Kejuaraan Sofbol Piala Asia ke-10, di Senayan, Jakarta. (bola.com)

Jakarta- Timnas sofbol putra Indonesia menumbangkan Singapura, 8-2 pada hari ketiga Asian Men’s Softball Championship 2018 atau Sofbol Piala Asia ke-10, di Lapangan Sofbol Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (25/4). Meski skor berbeda enam angka, asisten pelatih timnas sofbol Indonesia Leonard Zarkasih menyebut kemenangan itu tidak diraih dengan mudah karena sampai inning keempat skor masih imbang 1-1. “Singapura bermain baik dengan variasi bola. Namun semua berubah saat mereka mengganti pitcher utamanya,” ujar Leonard usai pertandingan. Pergantian pitcher di inning kelima itu, lanjut dia, membuat Singapura sedikit goyah. Pitcher atau pelempar bola pengganti Singapura, ternyata tak sepadan dengan pitcher nomor dua Indonesia Feriyanto, yang juga bermain mulai inning kelima menggantikan pitcher andalan Merah Putih, Nelwan Yumame. Indonesia pun semakin leluasa mencetak angka dan membuat skor menjad 6-1 di akhir inning kelima dan berikutnya menutup laga dengan poin kemenangan 8-2. “Kami berhasil bertahan dengan mengatur pergantian pitcher. Feriyanto bermain sesuai dengan strategi, juga Nelwan. Saat Nelwan melempar, memang beberapa kali terjadi `home run`, tetapi itu bagian dari permainan,” tutur Leonard. Dengan kemenangan tersebut, peluang Indonesia untuk lolos ke empat besar kejuaraan Asia semakin terbuka karena sebelumnya sudah mengoleksi dua kemenangan yakni kala berhadapan dengan Malaysia dan Hong Kong. Namun, mereka sudah menelan dua kali kekalahan yakni dari dua tim unggulan turnamen, Filipina dan Jepang. Filipina menyudahi perlawanan Timnas Merah putih dengan poin 6-4. Dan pada Rabu (25/4), Timnas dicukur 10-0 tanpa mendapatkan 1 poin sekalipun, dari tim terkuat, Jepang. Jika ingin lolos ke empat besar, Indonesia harus bisa menyapu bersih tiga pertandingan yang tersisa dengan kemenangan pada Kamis (26/4), yakni menghadapi Thailand (mulai pukul 08.00 WIB) dan India (mulai pukul 14.45 WIB), serta Taiwan (mulai pukul 10.15 WIB) pada Jumat (27/4). “Tidak boleh kalah pokoknya. Untuk itu kami harus meningkatkan mental bertanding. Selain itu juga perlu meningkatkan kemampuan di sektor `batter` atau pemukul,” tutur Leonard. (art)

Timnas Sofbol Takluk Dari Filipina, Lalu Cukur Hongkong Dengan Skor Telak

Timnas Sofbol Indonesia harus takluk dari Fipina dengan poin 6-4, di hari kedua Piala Asia 2018, pada Selasa (24/4). (dewasport.com)

Jakarta– Indonesia mendapatkan hasil berwarna, di hari kedua di 10th Asian Men’s Softball Championship atau Piala Asia Softball 2018. Berlaga di Lapangan Softball Gelora Bung Karno, Senayan, Selasa (24/4), Indonesia meraih hasil minor dan positif. Timnas harus menelan kekalahan saat berjumpa Filipina. Sebenarnya, laga ini digelar kemarin. Tapi, karena faktor penerangan, laga diskors, dan digelar kembali pada Selasa pagi. Ada pengaruh yang dirasakan. Sempat mengimbangi Filipina di lima ining pertama, Indonesia malah kedodoran dalam masa selanjutnya. Filipina mampu mencetak home-run di sisa pertandingan dan menyudahinya dengan poin 6-4. “Kekalahan ini, bukan kesalahan pemain atau karena kami beda kualitas. Filipina menang karena beruntung bisa dapat satu home-run. Kekalahan yang bagus buat anak-anak. Mereka punya dorongan untuk menang di laga-laga selanjutnya,” ujar asisten pelatih Indonesia, Leonard Djarkasih. Usai kalah dari Filipina, Indonesia kemudia mengamuk pada game selanjutnya, melawan Hongkong, di siang harinya. Mereka mengukir kemenangan telak. Kali ini, Hongkong dipermak dengan poin 15-7. Indonesia sempat direpotkan Hongkong di ining kelima. Sempat tertinggal 1-7, Hongkong sempat menyamakan skor di masa tersebut. Namun, dua ining selanjutnya, Indonesia menambah skor dan menang 15-7. Indonesia sudah meraih dua kemenangan dalam tiga pertandingan. Pada pertandingan pembuka, Indonesia mengalahkan Malaysia dengan skor telak 11-1. Dan, dipertandingan ketiga menang atas Hong Kong dengam skor 15-7. “Saya melihat permainan anak-anak cukup meningkat,” kata Ketua Umum PB Perbasasi, Andika Monoarfa yang rutin menyaksikan pertandingan. Pada hari ketiga, Rabu (25/4), Indonesia meladeni Jepang dan Singapura. “Permainan anak-anak cukup memuaskan. Mereka bisa jaga konsentrasi di dua ining terakhir, setelah Hongkong menyamakan skor. Kami dapat poin karena pemain tampil fokus. Dan, tak banyak kesalahan yang mereka lakukan,” kata Leonard. (art)

Jepang Raja Sofbol, Timnas Putra Indonesia Pede Masuk Final Asia Cup 2018

Pemain Timnas softball putra Indonesia Alfan Sontiara memukul bola, saat mengalahkan Timnas Malaysia 11-1 pada babak penyisihan Asian Men Softball Championship di lapangan softball Senayan, Jakarta, Senin (23/4). (antarafoto.com)

Jakarta- Timnas Sofbol putra Indonesia enggan sekedar berpartisipasi pada kejuaraan Sofbol Asia 10th Asian Men’s Softball Championship 2018, di Lapangan Sofbol Gelora Bung Karno Jakarta, 23-28 April 2018. Mereka bertekad untuk menembus target final. “Timnas Sofbol Indonesia siap habis-habisan memberikan yang terbaik di Asia Cup 2018,” kata Asisten Pelatih Timnas Sofbol Indonesia, Leonardus Djarkasih di Jakarta, Sabtu (21/4), dilansir topskor.co.id. Meski persaingan di Asia Cup 2018 cukup ketat, kata Leonardus, Timnas sofbol putra tetap ditargetkan masuk final. “Persaingan pasti ketat di Asia Cup nanti, tapi kami mentargetkan jadi finalis,” tegasnya. Kejuaraan Sofbol Asia Cup 2018 diikuti 9 negara. Yakni, Filipina, Jepang, Indonesia, Taipei, Hongkong, Thailand, Singapura, India, dan Malaysia. Pengurus Besar Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) memang memasang target meraih medali perunggu di Asia Cup 2018 menyamai hasil empat tahun lalu di Singapura. Menurut Leonardus, Asia Cup kali ini dijadikan persiapan menghadapi SEA Cup di Thailand, akhir Juli 2018 dan SEA Games Filipina 2019. Secara terpisah, pemain senior Timnas Sofbol Filipina, Leo Barredo juga mengakui persaingan di Asia Cup 2018, cukup ketat. “Bukan Jepang saja yang merajai sofbol Asia, tapi Indonesia patut diperhitungkan. Banyak pemain-pemain muda yang berkualitas,” ujarnya. Pemain berusia 31 tahun ini memang sangat mengenal sofbol Indonesia. Dia pernah memperkuat salah satu klub sofbol Indonesia pada Kejuaraan Sofbol Makassar Open 2017. “Saya sudah dua kali ke Indonesia dan banyak kenal dengan pemain sofbol Indonesia. Dan, saya juga pernah memperkuat salah satu klub yang menjadi juara di Makassar Open 2017,” ungkapnya. (Art) Skuat Timnas Sofbol Putra Indonesia: Nelwan Yumame (Papua Barat), Ferryanto (Kaltim), Aditya Pratama Hamzah (Sultra), Abriansyah (Sultra), Aditya Aulia Rachman (Jatim), Ahmad Ronaldo (Lampung), Anggana Budiman (Jabar), Heri Hairuman (Jabar), Dikdik Fauzi Darmawan (Dki Jakarta), Maliqul Mulqi Kentanadaku (Sultra), Luki Fidel Pacellengi (Sultra), Hermansyah (Kaltim), Rahman Yakin (Sultra), Efrianto Tri Syahputra (Sultra), Elwin Nulmansyah (DKI Jakarta), Alfan Sontiara (Jabar), dan Roli Mahendra (Kaltim).